<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pertanyaan Pemantik by purlilaiceu iceu</title>
      <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-10-07 05:33:08 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-14 05:20:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Winda Nurazizah </title>
         <author>2003azizahh</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621572338</link>
         <description><![CDATA[<p> (SK) dan (KD) adalah konsep dari Kurikulum 2013 yang berfokus pada penjabaran kompetensi secara hierarkis, sedangkan Capaian Pembelajaran (CP) adalah konsep dari Kurikulum Merdeka yang bersifat lebih holistik, tidak memisahkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpisah, dan merupakan capaian di akhir fase pendidikan, bukan di akhir jenjang.&nbsp;</p><p><strong>Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)</strong></p><ul><li><p><strong>SK (Standar Kompetensi):</strong></p><p>Merupakan ukuran minimal kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti suatu proses pembelajaran, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap.&nbsp;</p></li><li><p><strong>KD (Kompetensi Dasar):</strong></p><p>Merupakan penjabaran yang lebih rinci dari Standar Kompetensi, di mana satu SK dapat dipecah menjadi beberapa KD. KD ini akan dikembangkan menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK).&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Capaian Pembelajaran (CP)</strong></p><ul><li><p><strong>CP (Capaian Pembelajaran):</strong></p><p>Merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase, bukan di akhir jenjang pendidikan.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Sifat Holistik:</strong></p><p>CP tidak memisahkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpisah seperti KI dan KD, melainkan menggabungkannya menjadi satu kesatuan.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Fleksibilitas:</strong></p><p>CP dirancang untuk memberikan arah umum dari kompetensi yang diharapkan, dan kemudian dijabarkan lebih lanjut menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).&nbsp;</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 10:19:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621572338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Winda Nurazizah </title>
         <author>2003azizahh</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621680309</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru menyusun pembelajaran bermakna dengan menyediakan panduan sistematis untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) secara bertahap. ATP menyusun tujuan pembelajaran secara logis dan kronologis, sehingga guru dapat merancang kegiatan pembelajaran yang terstruktur, mengaitkan materi, mengoptimalkan pencapaian kompetensi peserta didik, dan memastikan bahwa setiap langkah pembelajaran terhubung secara berkesinambungan menuju tujuan akhir.</p><p>Manfaat ATP bagi guru</p><p>Peta jalan yang jelas: ATP berfungsi sebagai peta jalan pembelajaran yang menguraikan urutan logis dari tujuan pembelajaran. Hal ini membantu guru merencanakan setiap sesi pembelajaran secara terarah dan terukur.</p><p>Pencapaian bertahap: Dengan menyusun tujuan pembelajaran secara sistematis, guru dapat memandu siswa untuk mencapai kompetensi secara bertahap dan berkesinambungan, bukan secara acak.</p><p>Keterkaitan antar materi: ATP membantu guru memastikan bahwa materi-materi yang diajarkan saling terkait dan membentuk pemahaman yang utuh, karena ATP mengidentifikasi keterkaitan antar tujuan pembelajaran (TP).</p><p>Perencanaan yang fleksibel: ATP memungkinkan guru untuk merancang alur pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan muridnya, dengan tetap berpegang pada prinsip adaptif dan fleksibel.</p><p>Fokus pada kompetensi: Dengan mengacu pada CP yang memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap, ATP membantu guru mengoptimalkan ketiga aspek kompetensi tersebut dalam setiap kegiatan pembelajaran.</p><p>Penilaian berbasis kriteria: Tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan jelas berdasarkan ATP memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan penilaian yang jelas dan berbasis kriteria.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 11:47:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621680309</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>firmanhernandianareal</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621686114</link>
         <description><![CDATA[<p>Perbedaan utama antara SK-KD dan Capaian Pembelajaran (CP) terletak pada fokus dan pendekatan pembelajarannya. SK-KD pada Kurikulum 2013 menekankan pencapaian kompetensi dasar yang terbagi per kelas dan cenderung bersifat terstruktur serta berorientasi pada materi. Sementara itu, Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka berorientasi pada penguasaan kompetensi secara menyeluruh di setiap fase belajar, dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa.</p><p>Menurut saya, pergeseran dari SK-KD ke CP menunjukkan perubahan positif dalam pendidikan karena menekankan pada proses belajar yang lebih bermakna dan memberi ruang bagi pengembangan karakter serta kemampuan peserta didik secara utuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 11:52:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621686114</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>firmanhernandianareal</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621687213</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru dalam menyusun pembelajaran yang bermakna dengan memberikan panduan yang jelas dan runtut mengenai langkah-langkah yang harus dicapai untuk menuju Capaian Pembelajaran (CP). Melalui ATP, guru dapat merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa, menentukan strategi pembelajaran yang efektif, serta menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata.</p><p>Menurut saya, keberadaan ATP sangat penting karena membuat guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada penciptaan proses belajar yang lebih bermakna, terarah, dan berpusat pada peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 11:53:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621687213</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>firmanhernandianareal</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621691089</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena pembelajaran bahasa tidak hanya berfokus pada kemampuan berkomunikasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan berbahasa seperti membaca, menulis, berbicara, dan menyimak, guru dapat menanamkan nilai-nilai seperti beriman, bernalar kritis, mandiri, gotong royong, dan kreatif yang termasuk dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila.</p><p>Menurut saya, integrasi ini sangat penting karena menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia lebih bermakna, tidak hanya meningkatkan kecakapan berbahasa, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang berkarakter, beretika, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 11:55:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621691089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Winda Nurazizah </title>
         <author>2003azizahh</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621699323</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk membentuk karakter siswa yang utuh, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila seperti beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan wadah yang fleksibel untuk memfasilitasi pengembangan keenam dimensi tersebut, serta membentuk pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan berkarakter. </p><p>Membentuk karakter utuh: Integrasi P5 membantu siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sesuai Pancasila. Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dirancang untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif secara bersamaan.</p><p>Mengembangkan kemampuan berbahasa secara holistik: Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang kaya akan materi, mulai dari sastra, debat, hingga komunikasi, dapat menjadi sarana untuk mengintegrasikan dimensi-dimensi P5. Contohnya, kegiatan diskusi kelompok dapat mengembangkan dimensi bergotong royong dan bernalar kritis, sementara analisis teks sastra bisa mengembangkan apresiasi terhadap keberagaman budaya.</p><p>Menciptakan generasi yang toleran dan inklusif: Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat belajar menghargai perbedaan budaya, memahami perspektif orang lain, dan mengembangkan empati, yang merupakan inti dari dimensi berkebinekaan global. Ini membantu mereka terhindar dari prasangka dan stereotip.</p><p>Meningkatkan kreativitas dan pemikiran kritis: Pembelajaran Bahasa Indonesia yang menekankan pada ekspresi diri, seperti menulis dan berpidato, mendorong siswa untuk lebih kreatif dan mampu mengkomunikasikan ide-ide mereka secara efektif. Di sisi lain, analisis teks dan argumen melatih kemampuan bernalar kritis.</p><p>Membangun kemandirian dan tanggung jawab: Dengan mengerjakan tugas dan proyek secara mandiri, siswa dapat belajar untuk bertanggung jawab atas proses dan hasil belajar mereka sendiri.</p><p>Menjadikan Bahasa Indonesia sebagai penghela ilmu pengetahuan: Karena Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib, integrasi P5 di dalamnya dapat membantu menanamkan nilai-nilai karakter ke semua mata pelajaran lain, mendukung pencapaian tujuan kurikulum secara keseluruhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 12:01:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621699323</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fitriantimegantara044</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621745420</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai seorang mahasiswa calon pendidik, menurut saya SK-KD dan Capaian Pembelajaran (CP) memiliki perbedaan yang cukup mendasar. SK-KD digunakan pada Kurikulum 2013 dan berisi kemampuan minimal serta rincian kompetensi yang harus dikuasai siswa. Sementara itu, CP digunakan pada Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kompetensi, mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap secara terpadu. Jadi, perbedaannya terletak pada pendekatan dan orientasinya — SK-KD lebih fokus pada penguasaan materi, sedangkan CP menekankan pada pencapaian kompetensi secara utuh.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 12:31:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621745420</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fitriantimegantara044</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621749228</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru dalam menyusun pembelajaran yang terarah dan bermakna. ATP berfungsi sebagai panduan langkah-langkah pembelajaran yang berurutan menuju pencapaian CP. Dengan adanya ATP, guru dapat merancang kegiatan belajar yang sistematis, menyesuaikan dengan kemampuan siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan.</p><p><br/></p><p>Menurut saya, keberadaan ATP sangat penting karena membantu guru tidak hanya mengatur alur pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap langkah pembelajaran memiliki tujuan yang jelas dan bermakna bagi peserta didik.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 12:33:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621749228</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fitriantimegantara044</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621757263</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Melalui kegiatan berbahasa, siswa belajar untuk beriman dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif, mandiri, gotong royong, serta menghargai keberagaman budaya. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi sarana penting dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dalam diri peserta didik. </p><p><br/></p><p>Menurut saya, integrasi ini membuat pembelajaran Bahasa Indonesia lebih bermakna karena tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian siswa sebagai pelajar berprofil Pancasila.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 12:38:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621757263</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menurut saya, perbedaan utama antara SK-KD dan Capaian Pembelajaran (CP) terletak pada cara pandang terhadap proses belajar. SK-KD lebih menekankan pada penguasaan materi yang harus dicapai setiap tahun pelajaran, sedangkan CP lebih menekankan pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh dalam satu fase belajar.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621850147</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 13:29:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621850147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menurut saya alur tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru menyusun pembelajaran yang bermakna karena ATP memberikan urutan logis dari satu tujuan ke tujuan berikutnya, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah dan saling berhubungan. Dengan adanya ATP, guru bisa melihat perkembangan kompetensi siswa secara bertahap, dari yang sederhana sampai yang kompleks.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621878959</link>
         <description><![CDATA[<p>Selain itu, ATP juga membantu guru merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, sehingga pembelajaran tidak hanya mengejar target materi, tetapi juga membantu siswa memahami makna dan penerapan dari apa yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 13:45:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621878959</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621889457</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena bahasa tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter. Melalui pelajaran Bahasa Indonesia, siswa bisa belajar berpikir kritis, beretika, menghargai keberagaman, dan mampu bekerja sama — semua itu merupakan bagian dari Profil Pelajar Pancasila.</p><p><br/></p><p>Selain itu, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong, kemandirian, dan rasa kebangsaan melalui kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan mengapresiasi karya sastra yang mencerminkan budaya serta nilai-nilai Pancasila.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 13:50:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3621889457</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622136603</link>
         <description><![CDATA[<p>Perbedaan utama antara SK-KD (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) dengan Capaian Pembelajaran (CP) terletak pada konsep, fungsi, dan penggunaannya dalam kurikulum. SK-KD digunakan dalam Kurikulum 2013, sedangkan CP digunakan dalam Kurikulum Merdeka. </p><p>SK-KD berisi rumusan kemampuan yang harus dicapai siswa pada setiap mata pelajaran dan kelas. Sementara itu, Capaian Pembelajaran (CP) digunakan dalam Kurikulum Merdeka, yang lebih menekankan pada pencapaian kompetensi dan pemahaman yang utuh dalam satu fase pembelajaran. CP tidak hanya berfokus pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mencakup sikap, karakter, dan penerapan nilai-nilai profil pelajar Pancasila.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 15:56:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622136603</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622137108</link>
         <description><![CDATA[<p>Perbedaan utama antara SK-KD dan Capaian Pembelajaran CP adalah SK-KD (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) menekankan pada kompetensi spesifik yang harus dikuasai siswa per mata pelajaran dan per jenjang secara terpisah, sedangkan Capaian Pembelajaran (CP) menekankan kompetensi utuh yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu dalam fase belajar tertentu.</p><p>Singkatnya:</p><p>● SK-KD = terfokus pada unit kompetensi tiap kelas/mata pelajaran.</p><p>● CP = terfokus pada hasil belajar menyeluruh per fase (lebih fleksibel dan kontekstual).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 15:56:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622137108</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622137644</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru menyusun pembelajaran yang bermakna karena menyediakan urutan logis dan bertahap dari capaian yang harus dikuasai siswa, sehingga guru dapat merancang kegiatan belajar yang kontekstual, terarah, dan sesuai dengan kemampuan siswa.</p><p>● ATP = panduan langkah-langkah menuju CP → membuat pembelajaran lebih terstruktur, relevan, dan berkesinambungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 15:56:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622137644</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622138148</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur tujuan pembelajaran membantu guru menyusun pembelajaran yang bermakna karena berfungsi sebagai panduan langkah demi langkah dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Dengan adanya alur tujuan, guru dapat merancang kegiatan belajar secara terarah dan sistematis, mulai dari kompetensi awal yang perlu dikuasai siswa hingga capaian akhir yang ingin dicapai.</p><p>Melalui alur ini, guru bisa menyesuaikan materi, metode, dan penilaian agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Misalnya, guru dapat memastikan bahwa setiap kegiatan belajar saling berhubungan dan memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bermakna karena siswa benar-benar memahami, mengaitkan, dan menerapkan apa yang dipelajarinya dalam konteks nyata. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 15:57:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622138148</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622138360</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena bahasa adalah sarana pembentukan karakter, cara berpikir kritis, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.</p><p>Integrasi ini membuat pembelajaran bahasa tidak hanya fokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan sikap beriman, berakhlak, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 15:57:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622138360</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622139151</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena pembelajaran bahasa tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa (membaca, menulis, berbicara, dan menyimak), tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan cara berpikir peserta didik.</p><p>Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Dengan mempelajarinya, siswa diajak memahami pentingnya identitas nasional, cinta tanah air, dan menghargai keberagaman, yang sejalan dengan dimensi “berkebinekaan global” dan “beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, serta berakhlak mulia”.</p><p>Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa sering diminta untuk menganalisis teks, membuat karya tulis, atau menafsirkan makna. Aktivitas ini membantu mengembangkan dimensi “bernalar kritis” dan “kreatif”.</p><p>Saat bekerja dalam kelompok, berdiskusi, atau melakukan presentasi, siswa belajar berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama. Ini mendukung dimensi “gotong royong”.</p><p>Dengan demikian, integrasi dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadikan proses belajar tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang berkarakter, berpikir kritis, dan memiliki nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 15:57:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622139151</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622642804</link>
         <description><![CDATA[<p>Perbedaan utama antara SK-KD dan Capaian Pembelajaran (CP) terletak pada fokus dan pendekatan pembelajarannya. SK-KD pada Kurikulum 2013 menekankan pencapaian kompetensi dasar yang terbagi per kelas dan cenderung bersifat terstruktur serta berorientasi pada materi. Sementara itu, Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka berorientasi pada penguasaan kompetensi secara menyeluruh di setiap fase belajar, dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa.</p><p>Menurut saya, pergeseran dari SK-KD ke CP menunjukkan perubahan positif dalam pendidikan karena menekankan pada proses belajar yang lebih bermakna dan memberi ruang bagi pengembangan karakter serta kemampuan peserta didik secara utuh</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 23:03:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622642804</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622647004</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya : ATP membantu guru merancang pembelajaran efektif dengan menyediakan panduan sistematis  untuk mencapai tujuan akhir (Capaian Pembelajaran), memastikan konsistensi, fokus, dan terukur melalui urutan Tujuan Pembelajaran (TP) yang logis dan berkesinambungan. ATP memungkinkan guru merancang pembelajaran yang terstruktur, terarah, dan fleksibel sesuai kebutuhan siswa, sehingga kualitas pengajaran meningkat dan hasil belajar siswa optimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 23:10:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622647004</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622653888</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru dengan:</p><p>ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) membantu guru dalam merancang pembelajaran yang efektif dengan beberapa cara penting berikut:</p><p><br/></p><p>1. Memberikan arah yang jelas dalam pembelajaran</p><p>   ATP menjabarkan urutan atau tahapan capaian yang harus dilalui peserta didik untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP). Dengan demikian, guru dapat mengetahui langkah-langkah pembelajaran yang logis dan terstruktur dari awal hingga akhir.</p><p><br/></p><p>2. Membantu guru menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan peserta didik</p><p>   Karena ATP disusun secara bertahap dari yang sederhana menuju kompleks, guru dapat menyesuaikan kegiatan belajar sesuai tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik.</p><p><br/></p><p>3. Menjadi panduan dalam memilih strategi, metode, dan media pembelajaran</p><p>   Dengan memahami tujuan pada setiap alur, guru dapat menentukan pendekatan dan metode yang paling tepat, serta memilih media yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.</p><p><br/></p><p>4. Mempermudah penyusunan perangkat ajar (modul ajar/RPP)</p><p>   ATP menjadi dasar bagi guru untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan tahapan perkembangan kompetensi peserta didik dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.</p><p><br/></p><p>5. Menjamin kesinambungan pembelajaran antar fase</p><p>   ATP membantu guru melihat hubungan antar fase atau jenjang pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi berkesinambungan dan tidak terputus di setiap tahap.</p><p><br/></p><p>6. Mendorong pembelajaran yang berpusat pada murid</p><p>   ATP menuntun guru untuk merancang kegiatan belajar yang tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga proses berpikir, kreativitas, dan karakter peserta didik sesuai Profil Pelajar Pancasila.</p><p><br/></p><p>&gt; ATP membantu guru membuat pembelajaran lebih terarah, terstruktur, adaptif, dan berpusat pada peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.</p><p><br/></p><p>1. Menyusun langkah pembelajaran yang sistematis dan fokus pada pencapaian tujuan.  </p><p>2. Membuat pembelajaran lebih terarah dan bermakna bagi siswa.  </p><p>3. Memudahkan evaluasi hasil belajar sesuai tujuan yang diharapkan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 23:21:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622653888</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622655235</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia agar siswa:</p><p>Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai, dan cara berpikir yang mencerminkan jati diri bangsa. Berikut alasan lengkapnya:</p><p><br/></p><p>1. Bahasa Indonesia sebagai sarana pembentuk karakter bangsa</p><p>   Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik diajak untuk berpikir kritis, beretika dalam berkomunikasi, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila.</p><p><br/></p><p>2. Menumbuhkan nilai-nilai Pancasila melalui teks dan komunikasi</p><p>   Dalam berbagai kegiatan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak, siswa dapat mempraktikkan nilai-nilai seperti gotong royong, integritas, dan bernalar kritis. Misalnya, menganalisis teks tentang toleransi atau membuat pidato yang mencerminkan semangat kebinekaan.</p><p><br/></p><p>3. Mendorong pembelajaran yang bermakna dan kontekstual</p><p>   Integrasi Profil Pelajar Pancasila menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia lebih relevan dengan kehidupan nyata, bukan sekadar teori kebahasaan. Siswa belajar menggunakan bahasa untuk berpikir, berperilaku, dan bertindak sesuai nilai Pancasila.</p><p><br/></p><p>4. Mewujudkan pelajar yang berkarakter dan beridentitas nasional</p><p>   Bahasa Indonesia adalah identitas dan alat pemersatu bangsa. Dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran Bahasa Indonesia membantu membentuk pelajar yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga memiliki jati diri, moral, dan semangat kebangsaan yang kuat.</p><p>Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena keduanya saling melengkapi: Bahasa Indonesia menjadi wahana penguatan nilai-nilai Pancasila, sementara Profil Pelajar Pancasila memberi arah agar pembelajaran bahasa berkontribusi pada pembentukan karakter dan identitas pelajar Indonesia.</p><p><br/></p><p>---</p><p>Menurut saya pp</p><p>1. Membangun karakter sesuai nilai Pancasila dalam berkomunikasi.  </p><p>2. Memperkuat sikap toleransi, kreatifitas, dan gotong royong lewat bahasa.  </p><p>3. Menjadi pelajar yang tidak hanya pintar bahasa, tapi juga berakhlak dan berwawasan kebangsaan.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 23:23:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622655235</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622655415</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya :Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam  pembelajaran pembelajaran Bahasa Indonesia,karena pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai, dan cara berpikir yang mencerminkan jati diri bangsa. Bahasa Indonesia sebagai sarana pembentuk karakter bangsa Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik diajak untuk berpikir kritis, beretika dalam berkomunikasi, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila.Menumbuhkan nilai-nilai Pancasila melalui teks dan komunikasi,Dalam berbagai kegiatan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak, siswa dapat mempraktikkan nilai-nilai seperti gotong royong, integritas, dan bernalar kritis. Misalnya, menganalisis teks tentang toleransi atau membuat pidato yang mencerminkan semangat kebhinekaan.Mendorong pembelajaran yang bermakna dan kontekstual,  Integrasi Profil Pelajar Pancasila menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia lebih relevan dengan kehidupan nyata, bukan sekadar teori kebahasaan. Siswa belajar menggunakan bahasa untuk berpikir, berperilaku, dan bertindak sesuai nilai Pancasila.Mewujudkan pelajar yang berkarakter dan beridentitas nasional,  Bahasa Indonesia adalah identitas dan alat pemersatu bangsa. Dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran Bahasa Indonesia membantu membentuk pelajar yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga memiliki jati diri, moral, dan semangat kebangsaan yang kuat.Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena keduanya saling melengkapi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 23:23:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622655415</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622656823</link>
         <description><![CDATA[<p>1 Perbedaan utama antara SK-KD dan Capaian Pembelajaran (CP) terletak pada fokus dan pendekatan pembelajarannya. SK-KD pada Kurikulum 2013 menekankan pencapaian kompetensi dasar yang terbagi per kelas dan cenderung bersifat terstruktur serta berorientasi pada materi. Sementara itu, Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka berorientasi pada penguasaan kompetensi secara menyeluruh di setiap fase belajar, dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa.</p><p><br/></p><p>Menurut saya, pergeseran dari SK-KD ke CP menunjukkan perubahan positif dalam pendidikan karena menekankan pada proses belajar yang lebih bermakna dan memberi ruang bagi pengembangan karakter serta kemampuan peserta didik secara utuh</p><p>Perbedaan utama antara SK-KD</p><p><br/></p><p>1. SK-KD (Standar Kompetensi - Kompetensi Dasar) fokus pada kompetensi yang harus dikuasai siswa dalam mata pelajaran tertentu.  </p><p>2. Capaian Pembelajaran lebih luas, mencakup hasil belajar yang diharapkan baik pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara menyeluruh.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 23:25:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622656823</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622829657</link>
         <description><![CDATA[<p>SK–KD menekankan rincian kompetensi yang diajarkan setiap tahun, sedangkan</p><p><br/></p><p>CP (Capaian Pembelajaran) menekankan kemajuan belajar yang dicapai siswa pada akhir suatu fase, dengan pendekatan yang lebih holistik dan fleksibel.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 02:14:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622829657</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perbedaan utamanya terletak pada pendekatan dan fokusnya.SK-KD (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) digunakan pada Kurikulum 2013, bersifat lebih terstruktur dan terukur per tema. SK-KD menekankan kemampuan spesifik yang harus dikuasai siswa per jenjang.CP (Capaian Pembelajaran) digunakan pada Kurikulum Merdeka, bersifat lebih fleksibel dan holistik, menekankan penguasaan kompetensi utuh yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada akhir fase pembelajaran.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622879539</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 02:56:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622879539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) berfungsi sebagai panduan berurutan bagi guru untuk mencapai Capaian Pembelajaran.Melalui ATP, guru dapat:Menyusun kegiatan belajar secara terarah dan berkesinambungan;Menyesuaikan tujuan, aktivitas, dan asesmen agar saling mendukung;Menciptakan pembelajaran yang bermakna, karena setiap langkah mengarah ke kompetensi yang ingin dicapai.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622880299</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 02:56:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622880299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karena Profil Pelajar Pancasila menggambarkan karakter dan kompetensi ideal peserta didik Indonesia, yang sejalan dengan nilai-nilai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.Melalui kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya, siswa dapat: (1) Mengembangkan iman, akhlak, gotong royong, kemandirian, dan kreativitas; (2)Belajar menyampaikan gagasan secara kritis dan santun; (3) Menghargai keberagaman budaya dan identitas bangsa melalui teks dan komunikasi yang reflektif</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622883612</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 02:59:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3622883612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mulyanah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3623600417</link>
         <description><![CDATA[<p>Perbedaan utama antara SK-KD dan Capaian Pembelajaran (CP) terletak pada pendekatan dan fleksibilitasnya.</p><p>SK-KD (Kurikulum 2006/2013) bersifat rinci dan kaku, berfokus pada konten dan urutan materi, sedangkan CP (Kurikulum Merdeka) bersifat holistik dan fleksibel, berfokus pada kompetensi esensial dan profil pelajar Pancasila.</p><p><br/></p><p>CP memberi guru ruang lebih besar untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan murid dan konteks lokal, sementara SK-KD menekankan keseragaman capaian berdasarkan jenjang dan semester.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 12:58:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3623600417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mulyanah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3623602484</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru menyusun pembelajaran yang bermakna dengan menyediakan <strong>rangkaian tujuan belajar yang terstruktur, logis, dan progresif</strong>, dari yang sederhana ke kompleks. ATP menghubungkan <strong>Capaian Pembelajaran (CP)</strong> dengan kegiatan belajar di kelas, sehingga guru dapat merancang pembelajaran yang <strong>kontekstual, relevan dengan kehidupan siswa, dan sesuai kebutuhan perkembangan mereka</strong>, serta mendukung tercapainya <strong>profil pelajar Pancasila</strong>.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 12:59:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3623602484</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mulyanah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3623604906</link>
         <description><![CDATA[<p>Dimensi Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena bahasa adalah alat utama untuk <strong>berpikir, berkomunikasi, dan mengekspresikan nilai-nilai karakter</strong>. Integrasi ini membantu siswa <strong>mengembangkan kompetensi literasi sekaligus karakter</strong>, seperti berpikir kritis, gotong royong, dan kebinekaan global, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih <strong>bermakna, kontekstual, dan membentuk pribadi yang utuh sesuai nilai-nilai Pancasila</strong>.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 13:01:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3623604906</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3624372276</link>
         <description><![CDATA[<p>Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) membantu guru menyusun pembelajaran yang bermakna dengan cara memberikan panduan yang sistematis dan berurutan dalam mencapai Capaian Pembelajaran (CP). Dan memberikan arah yang jelas, membantu merangsang kegiatan pembelajaran, Dengan demikian, ATP menjadi peta jalan bagi guru untuk menciptakan proses belajar yang bermakna, terarah, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 23:37:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3624372276</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3624372989</link>
         <description><![CDATA[<p>Integrasi dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia membantu membentuk peserta didik yang berkarakter, cerdas, komunikatif, dan berkepribadian Indonesia, sesuai tujuan utama pendidikan nasional.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 23:39:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3624372989</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>Yulyanah</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3631025882</link>
         <description><![CDATA[<p>SK-KD menekankan pada kompetensi selama pembelajaran yang lebih rinci dan spesifik, sedangkan CP adalah hasil akhir kompetensi yang diharapkan dicapai setelah proses pembelajaran selesai. CP juga menggantikan konsep KI dan KD di Kurikulum Merdeka, sehingga berfokus pada pencapaian hasil belajar secara keseluruhan di fase atau jenjang pendidikan tertentu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-14 05:17:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3631025882</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>Yulyanah</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3631027717</link>
         <description><![CDATA[<p>ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) membantu guru merancang pembelajaran yang efektif dengan menyediakan panduan perencanaan yang sistematis dan terstruktur. ATP berfungsi sebagai acuan dalam menyusun rencana pembelajaran jangka pendek, menengah, dan panjang, serta memudahkan guru dalam memetakan urutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik secara logis dan berkelanjutan. ATP juga memberikan fleksibilitas bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik, dan mempermudah evaluasi pembelajaran secara formatif dan sumatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-14 05:18:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3631027717</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>Yulyanah</author>
         <link>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3631029949</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya, Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena pembelajaran bahasa memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa tidak hanya belajar berbahasa secara teknis, tetapi juga dibentuk karakter dan sikap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti beriman kepada Tuhan, berakhlak mulia, menghargai keberagaman, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-14 05:20:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/purlilaiceu83/katt7bfiz9c0jfz6/wish/3631029949</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
