<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kliping IPS KD 4.4 by Anonymous</title>
      <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8</link>
      <description>Made with magic</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-31 03:13:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-04-27 07:24:46 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1450618506</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-23 06:15:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1450618506</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Perang Saparua di Ambon</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1450627163</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun terjadinya: </strong>1816 - 1817<br><br><strong>Tokoh:</strong> Kapiten Pattiruma, Christina Martha Tiahahu, Kapitan Paulus Tiahahu<br><br><strong>Penyebab:</strong><br>- kembali nya pemerintahan kolonial belanda di Maluku dari tangan Inggris<br>- pemerintahan kolonial belanda memberlakukan kembali penyerahan wajib dan kerja wajib yang sudah dihapuskan oleh inggris<br>- pemerintahan kolonial belanda mengeluarkan uang kertas sebagai pengganti uang logam yang sudah berlaku di Maluku, yang menambah kegelisahan rakyat.<br>- Belanda mulai menggerakkan tenaga dari kepulauan Maluku untuk menjadi tentara Belanda.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Perlawanan rakyat&nbsp; Maluku&nbsp; terhadap Belanda&nbsp; dimulai dengan penyerbuan benteng Belanda Duurstede di Saparua pada tanggal 15 Mei 1817. Perlawanan ini dipimpin Thomas Matulessia, yang kemudian dikenal&nbsp; dengan nama Kapitan Pattimura.&nbsp; Dalam penyerbuan &nbsp; itu benteng Duurstede dapat direbut rakyat, bahkan residen Belanda, Van den Berg, ikut tewas dalam pertempuran itu.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-04-23 06:20:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1450627163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Perang Padri di Sumatera Barat</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1457343405</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun terjadinya:</strong> 1803 - 1837<br><br><strong>Tokoh: </strong>Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Pasaman, Tuanku Nan Renceh<br><br><strong>Penyebab:</strong><br>Perang Padri disebabkan antara lain adanya ulama-ulama yang ingin memberantas kebiasaan buruk. Upaya itu harus direalisasikan meskipun dengan jalan kekerasan. Pada tahun 1803, tiga orang haji pulang dari Mekkah. Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang yang telah menyaksikan gerakan Wahhabisme di Arab berupaya untuk membersihkan kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan Islam di Minangkabau. Haji Miskin membakar tempat sabung ayam di Pandai Sikat, hal ini menyebabkan kemarahan masyarakat. Ia melarikan diri ke Kota Lawas dan dilindungi Tuanku Mensiangan. Haji Miskin kemudian mendatangi Tuanku nan Renceh dan membentuk Harimau Salapan atau delapan ulama untuk melawan kaum adat.<br><br></div><div><strong>Trivia:</strong><br>Perang Padri adalah salah satu perlawanan rakyat pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia pada abad ke-19. Di mana perang ini berawal dari adanya dua kelompok yang berkonflik, yang kemudian berkobar menjadi pertempuran melawan kolonial Belanda. Kekacauan ini berlangsung mulai dari tahun 1803 dengan pulangnya tiga orang haji dari Mekkah, baru berakhir pada tahun 1838</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-26 00:55:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1457343405</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Perang Diponegoro</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1457420044</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun terjadinya:</strong> 1825 - 1830<br><br><strong>Tokoh: </strong>Pangeran Diponegoro<br><br><strong>Penyebab: </strong><br>Anthonie Hendrik Smissaert, Residen Yogyakarta yang merupakan orang Belanda, berniat membangun jalan kereta api. Rencana ini ditentang oleh Pangeran Diponegoro lantaran rel kereta api tersebut mengenai area kediaman neneknya di Tegalrejo. Perang Jawa tak dapat dihindari, dimulai pada 20 Juli 1825. Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya menerapkan strategi gerilya untuk menghadapi Belanda yang jelas lebih unggul jumlah prajurit dan persenjataan.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Keraton berusaha mencegah terjadinya perang dengan menangkap Pangeran Diponegoro. Keraton juga berpikiran kalau Pangeran Diponegoro terlalu berlebihan dengan agama yang dianutnya karena ia sudah mengabaikan hubungannya dengan keraton padahal disana ia memiliki tugas sebagai wali raja. Keraton mencoba untuk menangkapnya dengan membakar rumah Pangeran Diponegoro yang ada di Tegalrejo tapi gagal. Ia terus berpindah tempat dan akhirnya berdiam di Goa Selarong dimana ia dan pasukannya membuat rencana selanjutnya untuk menyerang Belanda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-26 01:27:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1457420044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Perang Aceh</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1457650054</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun terjadinya:</strong> 1837 - 1904<br><br><strong>Tokoh:</strong> Panglima Polim, Sultan Mahmud Syah, Tuanku Muhammad Dawood, Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Pocut Baren<br><br><strong>Penyebab:</strong><br>Perang Aceh terjadi karena ambisi Belanda yang ingin menguasai seluruh wilayah Nusantara pada abad ke-19 Masehi. Butuh waktu lama bagi bangsa asing itu untuk bisa menundukkan wilayah Aceh.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Perang Aceh merupakan salah satu perang terlama yang dihadapi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam sejarah pendudukannya di Nusantara. Perang di bumi Serambi Mekah yang berlangsung dari tahun 1873 hingga 1910 ini terbagi dalam empat fase. Dari fase ke fase yang berjalan cukup lama, muncul tokoh-tokoh perjuangan dari tanah rencong yang terlibat dalam upaya perlawanan terhadap penjajah Belanda. Begitu pula dari pihak Belanda, sejumlah nama bergantian dalam memimpin misi menaklukkan Aceh.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-26 03:06:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1457650054</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. Perang Banjar</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462702652</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun terjadinya:</strong> 1859 - 1905<br><br><strong>Tokoh: </strong>Pangeran Hidayatullah II Pangeran Antasari Panembahan Muning/Aling Sunan Kuning<br><strong><br>Penyebab: </strong><br>Rakyat menjadi sasaran eksploitasi dari Belanda dan Kesultanan Banjar. Munculnya konflik perebutan tahta Kesultanan Banjar akibat intervensi Belanda. Sikap sewenang-wenang dari Tamjidillah yang ditunjuk Belanda sebagai Sultan Banjar.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Perang Banjar&nbsp; merupakan perlawanan rakyat terhadap Belanda di Kalimantan Selatan. Perang ini meletus pada 28 April 1859, dan dipimpin oleh Pangeran Antasari untuk merebut benteng Pengaron milik Belanda yang dipertahankan mati-matian. Pertempuran di benteng pengaron ini disambut dengan pertempuran-pertempuran di pelbagai medan yang tersebar di Kalimantan Selatan, yang dipimpin oleh Kiai Demang Lehman, Haji Buyasin, Tumenggung antaluddin di benteng Gunung Madang Kandangan, Pangeran Amrullah dan lain-lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 04:43:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462702652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6. Perang Jagaraga di Bali</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462928992</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun terjadinya:</strong> 1848 - 1849<br><br><strong>Tokoh: </strong>I Gusti Ketut Jelantik, Raja Buleleng<br><br><strong>Penyebab:</strong><br>ketidaktaatan Raja Buleleng, I Gusti Ngurah Made Karangasem dan Maha Patih I Gusti Ketut Jelantik pada perjanjian damai kekalahan perang Buleleng pada 1846.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Perang tersebut berlangsung antara pasukan Belanda melawan pasukan Bali. Belanda memanfaatkan isu hak tawan karang, di mana raja-raja Bali dapat merampas kapal yang karam di perairannya, yang tak dapat disetujui oleh hukum internasional.Pasukan Belanda beranggotakan 2.400 prajurit, sepertiga terdiri atas orang Eropa, sisanya adalah orang Jawa dan Madura, ditambah dengan 1 kompi yang beranggotakan orang kulit hitam Afrika, kemungkinan berasal dari koloni Belanda di Ghana (saat itu Pantai Emas).Angkatan tersebut mendarat di Sangsit, Buleleng pada tanggal 7 Mei 1848.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 06:17:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462928992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ORGANISASI PERLAWANAN DI INDONESIA</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462965876</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 06:30:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462965876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Budi Utomo</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462971578</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun berdirinya:</strong> 20 Mei 1908, Yogyakarta<br><br><strong>Tokoh pendiri:</strong> Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeraji<br><br><strong>Tujuan:</strong><br>Tujuan organisasi Budi Utomo awalnya hanya mendirikan suatu dana pelajar. Sampai akhirnya tujuan organisasi Budi Utomo diperluas dengan jangkauan yang kelak memungkinkan berdirinya organisasi Budi Utomo. Istilah Budi Utomo terdiri atas, kata budi yang berarti perangai atau tabiat dan utomo yang berarti baik atau luhur. Istilah ini pun bisa menggambarkan tujuan organisasi Budi Utomo berdiri, yakni bentuk perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat. Tak lama, tujuan organisasi Budi Utomo berubah menjadi memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa di Jawa dan Madura. Pada waktu itu ide persatuan seluruh Indonesia dalam tujuan organisasi Budi Utomo belum dikenal.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Berawal dari tujuan organisasi Budi Utomo yang hanya mengumpulkan dana pelajar. Sampai akhirnya tujuan organisasi Budi Utomo meluas menjadi ingin memperbaiki keadaan sosial di Jawa dan Madura.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 06:32:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462971578</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Sarekat Islam</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462998685</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun berdirinya: </strong>16 Oktober 1905, Surakarta<br><br><strong>Tokoh pendiri:</strong> H. Samanhudi, H.O.S Cakroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Muis, dan Suryopranoto.<br><strong><br>Tujuan: </strong><br>Memajukan perdagangan, ini artinya agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar asing. Kita bisa lihat juga manfaat APEC bagi anggotanya yang juga bisa bermanfaat untuk kita. Pada masa itu, banyak pedagang khususnya pedagang-pedagang Tionghoa telah terbukti lebih maju usahanya dan memiliki hak dan status yang lebih tinggi dari pada penduduk Hindia Belanda lainnya. Itu sebabnya, ini menjadi tujuan utama dari sarekat islam tersebut.<br><br><strong>Trivia: </strong><br>Pada tanggal 10 September 1912, sarekat dagang islam di ubah namanya menjadi sarekat islam. Perubahan ini di pelopori oleh HOS Cokroaminoto. Sarekat islam memiliki jangkauan yang lebih luas dan banyak di bandingkan dengan sarekat dagang islam. Itu sebabnya, karena hanya berfokus pada masalah dagang semata, maka di ubahlah tujuan organisasi tersebut. Kita juga bisa lihat sejarah organisasi islam di Indonesia yang ada kaitannya dengan organisasi islam dan perdagangannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 06:41:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1462998685</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Indische Partij</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463022733</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun berdirinya: </strong>25 Desember 1912<br><br><strong>Tokoh pendiri: </strong>Tjipto Mangoenkoesoemo, Ki Hadjar Dewantara, Ernest Douwes Dekker<br><br><strong>Tujuan: </strong><br>Tujuan Indische Partij adalah untuk membangunkan patriotisme semua indiers terhadap tanah air. IP menggunakan media majalah <em>Het Tijdschrifc</em> dan surat kabar <em>De Expres</em> pimpinan E.F.E Douwes Dekker sebagai sarana untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan dari partai ini benar-benar revolusioner karena mau mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial. Tindakan ini terlihat nyata pada tahun 1913. Saat itu pemerintah Belanda akan mengadakan peringatan 100 tahun bebasnya Belanda dari tangan Napoleon Bonaparte (Prancis).<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda gidirikan oleh tiga serangkai, yang merupakan organisasi orang-orang Indonesia dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda dengan orang Indonesia. Indische Partij sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indonesia dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indonesia sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 06:49:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463022733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Perhimpunan Indonesia</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463060982</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun berdirinya:</strong> 25 Oktober 1908<br><strong><br>Tokoh Pendiri:</strong> Sutan Kasayangan, R.N.Noto Suroto<br><br><strong>Tujuan: </strong><br>&nbsp;Perhimpunan Indonesia ini dikenal sebagai organisasi yang berfokus pada kegiatan sosial-budaya yang menyatukan pelajar Indonesia yang sama-sama tinggal di Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, organisasi ini mulai bergerak dalam bidang politik. Tujuan organisasi ini sendiri ialah untuk memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia dimana pemerintah Indonesialah yang memiliki tanggungjawab akan rakyat Indonesia, bukan Belanda.&nbsp;</div><div><br><strong>Trivia:</strong><br>Perhimpunan Indonesia memiliki sebutan Indische Vereeniging. Kemudian pada sekitar tahun 1922, organisasi tersebut berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 07:00:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463060982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>5. Partai Nasional Indonesia</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463085262</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun berdirinya:</strong> 4 Juli 1927, Bandung<br><br><strong>Tokoh Pendiri: </strong>Soekarno, Tjipto Mangoenkoesoemo, S. Budhyarto Martoatmodjo<br><strong><br>Tujuan:</strong><br>Tujuan pokok Partindo sama dengan PNI-Lama, yaitu mencapai Indonesia merdeka dengan menjalankan politik non-kooperasi terhadap pemerintahan Belanda. Tindakan Sartono ini mendapat reaksi keras dari anggota PNI-Lama, di antaranya Hatta dan Sutan Sjahrir, serta golongan yang tidak menyetujui dengan pembubaran ini.<br><strong><br>Trivia:</strong><br>Partai Nasional Indonesia atau dikenal juga PNI adalah partai politik tertua di Indonesia. Partai ini didirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia dengan ketuanya pada saat itu adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr. Iskak Tjokroadisurjo, dan Mr. Sunaryo</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 07:08:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463085262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>6. Volksraad</title>
         <author>abdielsamuel2020</author>
         <link>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463102871</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Tahun berdirinya: </strong>18 Mei 1918<br><br><strong>Tokoh pendiri:</strong>&nbsp; H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim,, Hok Hoei Kan<br><br><strong>Tujuan: </strong><br>Untuk menampung usulan usulan yang dapat digunakan belanda pada masa pemerintahan kolonial belanda. Salah satunya adalah memberi nasihat kepada pemerintah kolonial Belanda dalam anggaran belanja hindia tetapi Volksraad tidak berhak memutuskan.<br><br><strong>Trivia:</strong><br>Pembentukan Volksraad berawal dari tuntutan para tokoh organisasi pergerakan nasional yang menginginkan demokratisasi pemerintahan Hindia-Belanda. Pasca pemberlakuan politik etis, tokoh organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam dan Regenten Bond (perkumpulan Bupati) berkunjung ke Belanda untuk mengajukan petisi kepada Ratu Belanda. Baca juga: Sejarah Indonesisch Nederlandsche School (INS) Kayu Tanam Mereka menuntut pembentukan lembaga pertahanan dan lembaga parlemen di Hindia-Belanda. Pada 16 Desember 1916, Belanda menyetujui usulan dari tokoh organisasi tersebut dengan menambahkan lembaga Volksraad dalam konstitusi Hindia-Belanda. Akhirnya, pembentukan Volksraad terlaksana pada masa pemerintahan Graaf van Limburg Stirum tahun 1918.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-27 07:13:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdielsamuel2020/kamr8wb6y9bxiss8/wish/1463102871</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
