<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Analisis Artikel by Dwi Ashari</title>
      <link>https://padlet.com/dwi_ashari42/analisisartikel210817</link>
      <description>Tulislah sebuah analisis dari artikel yang Anda pilih. Beri pendapat tentang pentingnya konteks, audiensi, tujuan, nada serta pemilihan kata yang digunakan.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-08-20 12:49:55 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2017-08-21 13:37:19 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/File.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Artikel kasus suap Perguruan Tinggi Negeri</title>
         <author>19ricky_pastika</author>
         <link>https://padlet.com/dwi_ashari42/analisisartikel210817/wish/181856792</link>
         <description><![CDATA[<div>Artikel tersebut menyebutkan kasus suap PTN sebagai hal yang "sungguh tragis" karena merupakan salah satu maju-mundur perabadan bangsa. Praktik suap ini digambarkan sebagai penyakit atau racun (Korupsi favoritsme). Dalam artikel tersebut suara penulis menginginkan PTN sebagai penyelamat atau agen anti-korupsi, tetapi menjadi korban kasus tersebut. Saya suka artikel ini menggunakan metafora seperti gurita politik yang menunjukan bahwa politik itu tidak bisa diprediksi, manipulatif dan tidak stabil. Artikel tersebut jelas dan mempunyai fakta yang layak, sehingga membuat saya setuju pada opini artikel ini. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-08-21 12:13:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwi_ashari42/analisisartikel210817/wish/181856792</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
