<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Goa by Chusnul Sya&#39;adah</title>
      <link>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-17 15:49:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-17 16:05:59 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SEKILAS PEDANG</title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301064363</link>
         <description><![CDATA[<div>Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada dibawah Kabupaten Gowa dan daerah sekitarnya yang dalam bingkai negara kesatuan RI dimekarkan menjadi Kotamadya Makassar dan kabupaten lainnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap Belanda yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang berasal dari Suku Bugis dengan rajanya Arung Palakka.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810423942/dd78cffc229cc84b6c2ee04298c0f6e8/IMG_20220917_WA0109.jpg" />
         <pubDate>2022-09-17 15:59:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301064363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LATAR BELAKANG </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301065492</link>
         <description><![CDATA[<div>Kejayaan Gowa-Tallo ketika berada dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669 M) membuat posisi VOC di kawasan Indonesia Timur menjadi terancam. Latar belakang perlawanan Gowa-Tallo terhadap VOC, yaitu VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur serta VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.<br><br>Untuk menghadapi tindakan VOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di sisi lain, VOC menggunakan politik devide et Impera dengan meminta bantuan Arung Palaka dari Kesultanan Bone. Arung Palaka menerima permintaan dari VOC dengan alasan ingin membalas kekalahannya atas Gowa-Tallo dan merebut kembali kemerdekaan Bone.undefined<br><br>Dengan demikian, latar belakang&nbsp; terjadinya perlawanan Gowa atau Makassar adalah VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur dan VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:01:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301065492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JALANNYA PERISTIWA </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301066387</link>
         <description><![CDATA[<div>Kompeni menginginkan bagian terbesar dalam perdagangan rempah-rempah dimaluku, padahal pada waktu itu perdagangan ini berada di tangan orang-orang makassar, maka dengan sendirinya menimbulkan permusuhan. Belanda berencana melumpuhkan kerajaan Gowa. Pada tahun 1634 diadakan pemblokiran terhadap kerajaan Gowa. Dengan bantuan dari kapal yang datang dari batavia, belanda memblokir sombaopu. Kapal ini di tugaskan agar tidak membuang waktu. Tetapi lansung merusak, merongrong, merebut kapal portugis dan india yang berdagang di sombaopu, tidak terkecuali juga kapal-kapal makassar. Selain itu desa-desa kerajaan Gowa juga di musnahkan. Akan tetapi hal ini tidak tepat sasaran karena gowa telah mengetahui&nbsp; berita tentang VOC dari jepara. Dan tiga minggu sebelumnya kapal portugis telah berangkat menuju kakao. Pada tahun 1635 belanda melakukan lagi pemblokiran. Tetapi orang-orang makassar menyeberang melalui darat, sehingga dapat terus melakukan perdagangan. Bahkan dari buton, banyak terjadi penyerbuan dan pembunuhan terhadap orang belanda.(Nugroho Notosutanto, 80 : 1992)<br><br>Dua kali perang diistirahatkan ( 1635-1655 dan 1660). Tetapi dalam masa ini sering timbul permasalan yang membawa ke jurang permusuhan. Maetsuycker bahwa perang melawan makassar akan menelan belanja yang sangat besar karena melengkapi persiapan perang yang banyak. Dunia juga sadar bahwa pengarah-pengarah di amsterdam(Belanda) benci membelanjakan uang untuk menawan. Tambahan pula dalam tahun 1651 kompeni belanda sedang berperang dengan orang-orang portugis yang menghabiskan banyak biaya. (Bernard H.M. Vlekke, 167: 1967).<br><br>Pada tahun awal tahun 1654 terjadi perang, Gowa telah menyiapakan suatu armada prang dengan kekuatan 5.000 orang bersenjata untuk berlayar ke maluku. Pertempuran ini bermula karena belanda merampas suatu angkutan kayu cendana yang telah dijual rakyat makassar kepada orang portugis. Dan ahrinya belanda dipaksa membayar ganti rugi, Dan membuat pecahnya perang. Pertempuran terjadi di buton dan maluku, terutama di Ambon. Orang-orang makassar mendapat bantuan dari Gowa maupun dari Majira, seorang pemimpin maluku. Bagi belanda sendiri sangat kewalahan dengan perang ini karena dijalankan di beberapa tempat yang saling berjauhan sehingga merepotkan. Ahirnya pada tanggal 27 februari 1656 membuat perjanjian yang menguntungkan makassar. Akan tetapi tahun 1660 VOC menyiapakan diri untuk berperang, armada yang terdiri dari 31 buah kapal dan 2.600 awak dikirim ke sulawesi. Perang dimulai ketika armada ini sampai di depan sombaopu,dan menyebar ke kerajaan Gowa. Belanda berhasil merebut benteng Penanukang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:02:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301066387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AKHIR PERISTIWA </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301068192</link>
         <description><![CDATA[<div>Atas kekalahan ini Sultan Gowa menandatangani suatu perjanjian bongaya yang sangat merugikan karena harus melepas Buton, Manado, dan Kepulauan maluku. Dan portugis harus meninggalkan kerajaan gowa. Tetapi pada tanggal 19 juni 1667,belanda di bawah pimpinan Speelmen melakukan penyerangan ke benteng gowa di sombaopu. Dan tembakan dilepaskan dari sombaopu ke kapal Speelmen. Tembakan sengit terdengar sepanjang hari. Spellmen mengambil taktik yaitu berlayar ke selatan dan merampok kampung sepanjang pantai untuk menyibukkan kerajaan Gowa terus-menerus. Di bantu oleh Aru palaka yang membawa 6.000 prajurit, belanda ahirnya dapat mengalahkan pos-pos kerajaan gowa dan berhasil merebut kerajaan Gowa.<br>Isi dari perjanjian Bongaya antara lain:<br>a.&nbsp; &nbsp; VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar.<br>b.&nbsp; &nbsp; Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar.<br>c.&nbsp; &nbsp; Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar.<br>d. &nbsp; Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:05:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/k02eqi41w4gf2ou9/wish/2301068192</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
