<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Analisa Struktur Hikayat by Riska Novita</title>
      <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat</link>
      <description>Tulislah struktur yang ada dalam hikayat tersebut beserta kalimat pembuktiannya</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-03 03:02:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-06 23:19:39 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>keisya lady X3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1863516923</link>
         <description><![CDATA[<div>orientasi:<br>tinggalah dua suami istri di hutan memakan batang kayu dan buah buahan<br><br>komplikasi:<br>istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja. maka suaminya pergi mencaharikan tuan buah mempelam itu.&nbsp;<br><br>evaluasi:<br>suaminya pergi ke pasar untuk mencari buah mempelam itu, orang orang pasar itu memberikan berbagai bagai jenis pemberian karena terlalu belas hati. tetapi istrinya malah menangis tiada mau makan jikalau bukan mempelam yg ada di taman raja. maka suaminya pergilah menghadap maha raja dan rajapun memberikah buah mempelamnya. selama istrinya hamil ia banyak makan makanan dan kain baju dan beras padi dan segala perkakas yg diberikan orang orang kepadanya<br><br>resolusi:<br>lahirlah seorang anak lelaki pada malam empat belas hari bulan. lalu sang suami pun menggali tanah hendak mendirikan tiang teratak. ia menemukan sebuah telaju yg besar berisi emas. ia pun menjadi kaya dan dapat menempah barang barang keperluannya<br><br>koda:<br>jadilah orang yg jujur dan sabar dalam segala kondisi<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 03:33:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1863516923</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naysilla Nurzani X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1863520162</link>
         <description><![CDATA[<div>orientasi :<br>asalnya raja kayangan dan jadi karena disumpahi oleh batara indera. tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.&nbsp;<br><br>komplikasi :<br>istri si miskin itu hamil. dia menangis, ingin memakan buah mempelam yang ada di taman raja. maka suami pun pergi mencaharikan buah mempelam.&nbsp;<br><br>evaluasi :<br>si miskin itu pun pergilah ke pasar mencahari buah mempelam itu. berhentilah di orang yang menjual buah mempelam, Anda tidak ingin meminta, namun takut akan dipalu orang. orang yang menjual buah mempelam itu bertanya apa yang diinginkan si miskin, lalu si miskin menjawab jika ia menginginkan buah mempelam barang sebiji saja. karna belas hati, maka orang pasar itu memberikan buah mempelam, nasi, kain baju, dan ada yang memberikan buah-buahan. itu si miskin kembali ke rumah dan memberikan buah mempelam tersebut ke istrinya, namun istrinya menolak, karna ia hanya ingin memakan buah mempelam yang ada di taman raja.&nbsp;<br><br>resolusi :<br>si miskin pun akhirnya memberanikan diri untuk menghadap raja untuk meminta buah mempelam, raja pun akhirnya meminta orang untuk mengambilkan setangkai buah mempelam, lalu memberikanlah buah mempelam tersebut kepada si miskin. setelah si miskin menyembah kepada baginda raja, ia pun pulang ke rumah untuk memberikan buah mempelam tersebut kepada istrinya, lalu sang istri pun akhirnya memakan buah mempelam itu. selama istri hamil, banyak makanan, kain baju, beras padi, dan segala peralatan yang diberikan kepadanya.&nbsp;<br><br>koda&nbsp;:<br>jadilah orang yang jujur, sabar, dan pantang menyerah disemua kondisi. karena dibalik itu semua, akan ada hikmahnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 03:34:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1863520162</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zikha Javyta Putri X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864321325</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Orientasi</strong> = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.</div><div><br></div><div><strong>Komplikasi</strong> = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.</div><div><br></div><div><strong>Evaluasi</strong> : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."</div><div>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."</div><div>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.</div><div><br></div><div><strong>Resolusi</strong> = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.</div><div>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"</div><div>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”</div><div><br></div><div><strong>koda</strong> = Jadilah orang yang jujur dan sabar. Karena dibalik kejadian-kejadian itu pasti ada hikmah dan pelajaran yang kita dapatkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 11:29:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864321325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maximilian Bryan X-3/22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864408860</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1437060793/a8f933df8fec58afc9ef5d3658d66016/16359415896818729228780758887818.jpg" />
         <pubDate>2021-11-03 12:13:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864408860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALIF NAUFAL AHMAD X-3/01</title>
         <author>alifgantenglho</author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864418773</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi : Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br>Komplikasi : Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi : Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br><br><br>koda : Jadilah orang yang jujur dan sabar. Karena dibalik kejadian-kejadian itu pasti ada hikmah dan pelajaran yang kita dapatkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 12:18:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864418773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Tami Akbar X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864434761</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Orientasi</strong> = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.</div><div><br></div><div><strong>Komplikasi</strong> = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.</div><div><br></div><div><strong>Evaluasi</strong> : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."</div><div>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."</div><div>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.</div><div><br></div><div><strong>Resolusi</strong> = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.</div><div>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"</div><div>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”</div><div><br></div><div><strong>koda</strong> = Jadilah orang yang jujur dan sabar. Karena dibalik kejadian-kejadian itu pasti ada hikmah dan pelajaran yang kita dapatkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 12:25:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864434761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Defina Dwi Fakhira  X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864505363</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi</div><div>asalnya raja kayangan dan jadi demikian Karana disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya sangat dibenci orang, tinggallah dua suami istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah buahan.<br><br><br></div><div>Komplikasi</div><div>istri si Miskin itu pun hamil, istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja, suaminya itu pun pergi mencari buah mempelam itu.</div><div><br><br></div><div>Evaluasi&nbsp;</div><div>suaminya pergi ke pasar mencari buah mempelam, si Miskin kembali ke rumah dan memberikan buah mempelam yang ia dapat dari pasar, namun istrinya menolak, karna ia hanya ingin buah mempelam yang ada di dalam taman raja saja.</div><div><br><br></div><div>Resolusi</div><div>si Miskin akhirnya memberanikan diri menghadap raja untuk meminta buah mempelam, raja pun meminta orang untuk mengambilkan setangkai buah mempelam, lalu memberikan buah tersebut ke si Miskin, ia pun pulang untuk memberikan buah mempelam tersebut kepada istrinya, lalu sang istri pun memakan buah mempelam itu, selama istrinya hamil banyak makanan, kain baju, beras padi dan segala kebutuhan lainnya.</div><div><br><br></div><div>Koda&nbsp;</div><div>jadilah orang yang jujur, sabar, pantang menyerah dan tidak putus asa disegala kondisi apapun.</div><div><br></div><div><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 12:51:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864505363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Revalina Syakira X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864533873</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1437774747/92ba41a59d97c714deacd844e3498ef3/FDEBCD51_F091_445E_999C_2073D22F39E2.jpeg" />
         <pubDate>2021-11-03 13:01:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864533873</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila Puteri Lintang X3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864621933</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Abstraksi: <br></strong>Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian, tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.&nbsp;<br><br><strong>Orientasi:<br></strong>Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukan hatinya tatkala ia Keinderaan menjadi raja tiada ia mau beranak. Maka sekarang telah mudhorot. Maka baharulah hendak beranak seraya berkata kepada istrinya, "Ayo,hai Adinda.Tuan hendak membunuh kakandalah rupanya ini. Tiadakah tuan tahu akan hal kita yang sudah lalu itu? Jangankan hendak meminta barang suatu, hampir kepada kampung orang tiada boleh."&nbsp;<br><br><strong>Komplikasi:<br></strong>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi. Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itu pun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka si Miskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br><strong>Evaluasi:&nbsp;<br></strong>Dan ketika yang baik dan saat yang sempurna, pada malam empat belas hari bulan maka bulan itu pun sedang terang-tumerang maka pada ketika itu istri si Miskin itu pun beranaklah seorang anak lelaki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Anak itu dinamakan Marakarmah, artinya anak didalam kesukaran.<br><br><strong>Resolusi:<br></strong>Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada hambanya. Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu. Maka tergalilah kepada sebuah telaju yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istrinya pun datanglah melihat akan emas itu. Seraya berkata kepada suaminya, "Adapun akan emas ini sampai kepada anak cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja."&nbsp;<br><br>Ia menjadi kaya dan menempah barang-barang keperluannya-kendi,lampit,utar-utar,pelana kuda,keris,dan sebagainya. Sekembalinya dari menempah barang-barang itu dia mandi berlimau,menimang anaknya dan berseru, "Jikalau sungguh-sungguh anak dewa-dewa hendak menerangkan muka ayahanda ini, jadilah negeri di dalam hutan ini sebuah negeri yang lengkap dengan kota, parit dan istananya serta dengan menteri, hulubalang, rakyat sekalian dan segala raja-raja di bawah baginda, betapa adat segala raja-raja yang besar!" </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 13:29:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864621933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farah nur zazkia X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864682862</link>
         <description><![CDATA[<div>orientasi : asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh batara indera. Tinggallah dua suami istri di hutan memakan batang kayu dan buah"an.&nbsp;<br><br>Komplikasi : istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan harinya tatkala ia di keinderaan menjadi raja tiada ia mau beranak.&nbsp;<br><br>Evaluasi : suaminya pergi ke pasar mencari buah mempelam itu. karena terlalu belas hati ada yang memberikan nasi, kain baju,dan buah buahan. karena suaminya terlalu sebal hati ia memperlihatkan kelakuan istrinya seperti orang yang hendak mati. Tiga bulan lamanya istrinya pun menangis ingin makan nangka di dalam taman raja itu. selama istrinya hamil banyak makanan dan kain baju dan beras padi dan segala perkakas di beri orang kepadanya<br><br>Resolusi : pada malam empat belas hari lahirlah seorang anak laki-laki. Si miskin menggalilah tanah&nbsp; untuk mendirikan tiang teratak itu. tergali lah kepada telaju yang besar berisi emas lalu ia menjadi kaya dan menemlah barang barang keperluan nya<br><br>koda : jadilah orang yang selalu bersikap jujur dan ber tingkah laku baik walaupun dalam keadaan menderita. Hadapi semua rintangan dan cobaan dalam hidup dengan sabar dan rendah hati.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 13:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864682862</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anindita Rafa Fakhirah X.3(05)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864732378</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br><br><br>Komplikasi = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br><br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br>Koda: jadilah orang yang bersikap jujur dan bertingkah laku baik walau dalam keadaan menderita,hadapi rintangan serta cobaan dalam hidup dengan tabah dan sabar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 14:00:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864732378</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864739716</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br><br><br>Komplikasi = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br><br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br>Koda = jadilah orang yg bersifat jujur dan bertingkah laku baik walau dalam keadaan menderita hadapi rintangan serta cobaan dalam hidup dengan sabarOrientasi = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br><br><br>Komplikasi = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br><br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br>Koda = jadilah orang yg bersifat jujur dan bertingkah laku baik walau dalam keadaan menderita hadapi rintangan serta cobaan dalam hidup dengan sabar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 14:02:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864739716</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vita Amelia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864782876</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi : Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br>Komplikasi : Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br>Evaluasi : maka suaminya itu pun Pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?"maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br>Resolusi : Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br>Maka sahut si miskin "ada juga Tuhanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br>Koda : Jadilah orang yang sabar dan jujur karena dalam segala keadaan karena dibalik kejadian itu akan ada hikmahnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 14:15:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864782876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GARICK RAMADHAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864852817</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br><br><br>Komplikasi = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br><br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br>Koda = jadilah orang yg bersifat jujur dan bertingkah laku baik walau dalam keadaan menderita hadapi rintangan serta cobaan dalam hidup dengan sabar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 14:34:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1864852817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BIMO DANU SAPUTRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1866023446</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br><br><br>Komplikasi = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br><br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br>Koda = jadilah orang yg bersifat jujur dan bertingkah laku baik walau dalam keadaan menderita hadapi rintangan serta cobaan dalam hidup dengan sabar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 23:44:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1866023446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>jonathan aldi X 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1866023718</link>
         <description><![CDATA[<div>Orientasi = Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan Kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br><br><br>Komplikasi = Hatta beberapa lamanya maka istri Si Miskin itu pun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keinderaan menjadi raja tiada Ia mau beranak.<br><br><br><br>Evaluasi : Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Setelah sampai di rumah berjualan buah mempelam maka Si Miskin itupun Berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan di Palu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam "Hai miskin, Apakah kehendakMu?" maka sahut si miskin "jikalau ada belas dan kasihan serta rahim Tuhan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja Tuan."<br><br>Maka terlalu belas hati sekalian Orang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Seperti hancurnya rasa hatinya maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. Maka si miskin pun heranlah akan dirinya Oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya maka katanya "inilah Tuan buah mempelam dan segala buah-buahan dan makanan makanan dan kain baju. Itupun diinjakakanyalah istrinya Seraya menceriterakan hal ihwalnya makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam Taman Raya itu "biarlah aku mati sekali."<br><br>Maka terlalu sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiadalah berdaya lagi.<br><br><br><br>Resolusi = Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka simiskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali.<br><br>Maka titah baginda "Hai miskin, apa kehendakmu?"<br><br>Maka sahut si miskin "ada juga tuanku." lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikakalau ada karenanya Syah Alam akan Patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohon kan buah memperlamb Syah Alam yang sudah gugur di bumi itu barangkali Tuanku.”<br><br>Koda = jadilah orang yg bersifat jujur dan bertingkah laku baik walau dalam keadaan menderita hadapi rintangan serta cobaan dalam hidup dengan sabar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-03 23:44:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1866023718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fungki zahra n. X-3 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1867583501</link>
         <description><![CDATA[<div>orientasi:&nbsp;<br>Asalnya Raja Kayangan menjadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan oleh yang demikian tinggallah dua Suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.&nbsp;<br><br>komplikasi:&nbsp;<br>Istri Si Miskin itupun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam Taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketuk hatinya tatkala Ia di keindraan menjadi raja tiada Ia mau beranak.&nbsp;<br><br>Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Maka terlalu berat hati sekalian oang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberi nasi, ada yang memberikan kain baju, dan memberikan buah-buahan.&nbsp;<br><br>Maka istrinya pun menangis tiada mau makan jikalau bukan buat membelah yang di dalam taman raja itu. Maka terlalulah sebal hatu suaminya itu melihat kan akan kelakuan istrinya, maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu.&nbsp;<br><br>Maka titah Baginda "ambilkan lah barang setangkai berikan kepada si miskin ini". Maka diambilkan orang lah diberikan kepada si miskin itu telah itu maka Baginda pun berangkatlah masuk ke dalam istananya. &nbsp;<br><br>evaluasi:&nbsp;<br>Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya. Maka ia pun menangis pula hendak makan nangka yang di dalam Taman Raja itu juga. Demikian juga si miskin mendapat nangka di Kebon Raja itu untuk istrinya yang mengidam itu.&nbsp;<br><br>Adapun selama istrinya Si Miskin hamil maka banyaklah makan makanan dan kain baju dan beras padi dan segala perkakas perkakas itu diberi orang kepadanya.&nbsp;<br><br>pada malam ke empat belas hari bulan beranaklah seorang anak lelaki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Anak itu dinamakan Marakarmah, artinya anak di dalam kesukaran.&nbsp;<br><br>resolusi:&nbsp;<br>Maka si miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempat tiga beranak itu. Maka tergalilah emas terlalu banyak.&nbsp;<br><br>Ia menjadi kaya dan menempah barang barang keperluannya. Lampit, utar-utar, pelana kuda, keris dan sebagainya.&nbsp;<br><br>orientasi:&nbsp;<br>Asalnya Raja Kayangan menjadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri antah berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan oleh yang demikian tinggallah dua Suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.&nbsp;<br><br>komplikasi:&nbsp;<br>Istri Si Miskin itupun hamil 3 bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam Taman Raja itu. Maka suaminya itu pun terketuk hatinya tatkala Ia di keindraan menjadi raja tiada Ia mau beranak.&nbsp;<br><br>Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencari buah mempelam itu. Maka terlalu berat hati sekalian oang pasar itu yang mendengar kata si miskin. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberi nasi, ada yang memberikan kain baju, dan memberikan buah-buahan.&nbsp;<br><br>Maka istrinya pun menangis tiada mau makan jikalau bukan buat membelah yang di dalam taman raja itu. Maka terlalulah sebal hatu suaminya itu melihat kan akan kelakuan istrinya, maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu.&nbsp;<br><br>Maka titah Baginda "ambilkan lah barang setangkai berikan kepada si miskin ini". Maka diambilkan orang lah diberikan kepada si miskin itu telah itu maka Baginda pun berangkatlah masuk ke dalam istananya. &nbsp;<br><br>evaluasi:&nbsp;<br>Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya. Maka ia pun menangis pula hendak makan nangka yang di dalam Taman Raja itu juga. Demikian juga si miskin mendapat nangka di Kebon Raja itu untuk istrinya yang mengidam itu.&nbsp;<br><br>Adapun selama istrinya Si Miskin hamil maka banyaklah makan makanan dan kain baju dan beras padi dan segala perkakas perkakas itu diberi orang kepadanya.&nbsp;<br><br>pada malam ke empat belas hari bulan beranaklah seorang anak lelaki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Anak itu dinamakan Marakarmah, artinya anak di dalam kesukaran.&nbsp;<br><br>resolusi:&nbsp;<br>Maka si miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempat tiga beranak itu. Maka tergalilah emas terlalu banyak.&nbsp;<br><br>Ia menjadi kaya dan menempah barang barang keperluannya. Lampit, utar-utar, pelana kuda, keris dan sebagainya.&nbsp;<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 14:25:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1867583501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gayu Putri Karbela X-3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1872142009</link>
         <description><![CDATA[<div>-Orientasi :&nbsp;<br>Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian, tinggallah dua suami-istri di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan.<br><br>-Komplikasi :&nbsp;<br>Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia di Keinderaan menjadi raja tiada ia mau beranak. Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencahari buah mempelam itu. Setelah sampai di orang berjualan buah mempelam maka si Miskin itu pun berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan dipalu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam ”hai miskin. Apa kehendakmu?” Maka sahut si Miskin ”jikalau ada belas dan kasihan serta rahim tuan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. ”Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja tuan.” terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buah-buahan. ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya. Itupun di injakkannyalah istrinya seraya menceriterakan hal ihwalnya tatkala ia di pasar itu. Maka istrinya pun menangis tiada mau makan jikalau bukan buah mempelam yang di dalam taman raja itu. ”Biarlah aku mati saja.”&nbsp;<br><br>-Evaluasi&nbsp;<br>Maka terlalulah sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Lalu masuk ke dalam sekali. Maka titah baginda, ”Hai miskin, apa kehendakmu?” Maka sahut si Miskin,”Ada juga tuanku.” Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, ”Ampun tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikalau ada karenanya Syah Alam akan patutlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohonkan buah mempelam Syah Alam yang sudah gugur ke bumi itu barangkali Tuanku.”&nbsp;<br>Maka titah baginda, ”Hendak engkau buatkan apa buah mempelam itu?”&nbsp;<br>Maka sembah si Miskin, ”Hendak dimakan, Tuanku.” Maka titah baginda, ”Ambilkanlah barang setangkai berikan kepada si Miskin ini.” Maka diambilkan oranglah diberikan kepada si Miskin itu. Setelah dilihat oleh istrinya akan suaminya datang itu membawa buah mempelam setangkai. Maka ia tertawa-tawa. Seraya disambutnya lalu dimakannya.<br><br><br>-Resolusi &nbsp;<br>Pada malam empat belas hari bulan maka bulan itu pun sedang terang-tumerang maka pada ketika itu istri si Miskin pun beranaklah seorang anak lelaki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Anak itu diberi nama Marakarmah, artinya anak di dalam kesukaran. Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalihnya tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu. Maka tergalilah kepada sebuah telaju yang besar berisi emas terlalu banyak. Ia menjadi kaya dan menempah barang-barang keperluannya kendi, lampit, utar-utar, pelana kuda, keris, dan sebagainya.<br><br>Koda :<br>Dalam menjalani kehidupan kita tidak boleh putus asa dan harus pantang menyerah walau dalam kondisi apapun itu. selalu berbuat baik dan jujur terhadap sesama, karena dibalik itu semua tuhan akan membalasnya dengan kebaikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-07 01:28:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1872142009</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aurel Mayori Putri X3</title>
         <author>aurelmayori14</author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1877386066</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1446743215/0a22cbf4c2d9eb3337be06bf830c0c08/20211109_130020.jpg" />
         <pubDate>2021-11-09 06:13:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1877386066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aurel Mayori Putri X3</title>
         <author>aurelmayori14</author>
         <link>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1877386782</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1446743215/840c5fb4859a933881903acf0b00c738/20211109_130029.jpg" />
         <pubDate>2021-11-09 06:13:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bahasariska/strukturhikayat/wish/1877386782</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
