<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>MERAYAKAN KEMERDEKAAN DITENGAH PANDEMI by Stephen Nicholas</title>
      <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka</link>
      <description>9A/33/STEPHEN</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-08-30 12:06:50 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-04-11 03:00:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>PUISI: MERDEKA DARI COVID-19</title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707228227</link>
         <description><![CDATA[<div>Kutatap wajah negeriku kini<br>Suram, penuh dengan kepedihan<br>Berkumpul dengan protokol<br>Bekerja dengan protokol<br>Beribadah dengan protokol<br>Berolahraga dengan protokol<br>Semua dengan protokol<br><br>Bangsku dikukung oleh belenggu pandemi<br><br>Entah sampai kapan pandemi ini berakhir<br><br>Kami hanya ingin hidup bebas,  <br><br>Merdeka dari semua yang telah direnggut Covid-19<br><br>Semangat bangsaku, bangkit bersatu<br><br>Kita sama-sama berjuang untuk melawan pandemi ini<br><br>Merdeka dari Covid-19<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-30 12:08:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707228227</guid>
      </item>
      <item>
         <title> PERMAINAN DARING TERPOPULER : PLAYERUNKNOWN&#39;S BATTLEGROUND MOBILE</title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707229651</link>
         <description><![CDATA[<div>PlayerUnknown's Battleground Mobile, atau biasa disebut PUBGM,  merupakan sebuah game bertahan hidup yang dibuat oleh Brendan Greene, dan dirilis pada 30 Juli 2016. Game ini merupakan game online, yang dapat dimainkan oleh 100 orang dalam satu pertandingan. Game ini juga menyajikan visual yang bagus, sehingga terlihat seperti nyata. Alur permainan ini yaitu, para pemain akan turun dari pesawat dan akan menuju tempat yang ditentukan, lalu para pemain mencari perlengkapan seperti senjata, alat medis, maupun kendaraan untuk dapat bertahan hidup. Para pemain akan saling mengeliminasi, sehingga hanya tersisa satu yang hidup. Game ini telah diunduh sebanyak 600 juta kali diseluruh dunia, dan banyak mendapat ulasan yang bagus. Tetapi, untuk dapat mengunduh permainan ini, membutuhkan cukup banyak ruang, yaitu sekitar 1,7 GB, sehingga banyak para pengguna ponsel yang ingin memainkannya, tidak bisa karena ruang  ponsel mereka tidak menyanggupi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/656697255/5dc757e2b1a2e6ef8fd6923198c3f790/gim_pubg__180817132519_817.jpg" />
         <pubDate>2020-08-30 12:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707229651</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Slogan Kemerdekaan </title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707246365</link>
         <description><![CDATA[<div>https://sepositif.com/kata-kata-ucapan-selamat-hari-kemerdekaan-indonesia-17-agustus/ </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/656697255/40e901eed8db163a19c0c5e06fa759fa/tugas_slogan.jpg" />
         <pubDate>2020-08-30 12:51:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707246365</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DIY : MEMBUAT MASKER TANPA PERLU MENJAHIT</title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707251260</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Cara Pertama Membuat Masker Kain:<br></strong><br></div><div><br>1. Lipat bagian atas dan bagian bawah bahan atau kain yang akan digunakan.<br>2. Lipat lagi bahan hingga menjadi persegi panjang.<br>3. Pasangkan karet gelang di kedua sisi masker kain.<br>4. Tidak perlu dijahit, masker kain buatan sendiri siap dipakai.<br><br></div><div>Tutorial DIY masker Foto: Youtube DIY Nikol &amp; Alexandra<br> <br>Sumber:  https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-4967365/4-cara-bikin-masker-kain-sendiri-tanpa-dijahit-bisa-cegah-corona</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/656697255/8792e6399a3abbd5e613124a3fc2885c/GAMBAR_1.jpeg" />
         <pubDate>2020-08-30 13:04:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707251260</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ULASAN: MERDEKA SEJAK HATI</title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707278476</link>
         <description><![CDATA[<div>Merdeka sejak hati karya Ahmad Fuadi merupakan biografi tokoh nasional sekaligus pendiri organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia. Tokoh tersebut adalah Lafran pane diangkat sebagai pahlawan nasional pada tahun 2018 oleh presiden Joko Widodo. Buku yang ditulis dalam bentuk novel yang dikemas secara menarik dan bahasa yang santai sehingga para pembacanya pun menikmati dan menghayati.<br><br>Buku yang menceritakan pasang surut perjuangan Lafran Pane dalam berjuang melakukan aktifitasnya baik dalam melawan penjajah ataupun pasang surut dalam membangun dan mengembangkan organasasi mahasiswa. Organisasi Mahasiswa tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Islam atau di kenal dengan HMI oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat.<br><br>Di ceritakan pada buku tersebut bahwa Lafran Pane adalah anak dari Sutan Pangarubaan Pane dan Gonto siregar, pasangan yang serasi dan mempunyai posisi yang terhormat di lingkungan masyarakat. Sebelum Lafran Pane lahir saudara kandungnya yaitu anak bungsu yang bernama Siti Zahara Pane, gadis manis cilik harus pergi meninggalkan dunia selama-lamanya.<br><br>Dampak dari meninggalnya Zahara membuat gonto sakit sakitan akibat dari kesedihan yang berlarut larut. Sehingga membuat badan gonto kering dan kurus, sampai akhirnya gonto pun mengandung Lafran Pane. Dalam kandungan gonto yang tak berdaya dan kurus kerontang akhirnya Lafran Pane pun lahir dalam keadaan selamat dan tak kurang suatu apapun. Tak selang beberapa bulan Gonto meninggal Dunia.<br><br>Lafran Pane sejak kecil dia sudah piatu, dia dirawat oleh neneknya yang sayang kepada Gonto dan cucunya. Akan tetapi Lafran kecil tidak ingin diatur kehidupannya oleh nenek. Dia berusaha mencari kebebasan dengan teman-temannya, terkadang juga lafran sering melanggar nasehat neneknya. Di balik lafran yang bukan penurut itu terkandung sesosok anak kecil dengan pemikiran yang cerdas.<br><br>Dari kecil dia sudah disuguhi ilmu agama oleh keluarganya, dia belajar ngaji dikampunya. Lafran terkenal dengan anak yang cepat paham dan cerdas walaupun terkadang bolos dari ngajinya. Suatu saat ketika ayahnya tau bahwa lafran pane sulit di atur dan selalu merepotkan neneknya, maka di pindahlah Lafran Pane ke medan dan di titipkan kepada kakaknya.<br><br>Pergilah Lafran Pane ke Medan untuk menuntut ilmu, pertama kali Lafran sungkan menunjukan perilaku semasa di kampungnya. Dia menjaga attitude ketika awal berada di rumah kakaknya, tak selang beberapa lama naluri kebebasan nya muncul lagi. Lafran masih sama menjadi sosok yang tidak mau sekolah dan males menuntut ilmu. Sampai terdengar ke telinga kakaknya bahwa lafran pane sering bolos dari sekolahnya.<br><br>Marahlah kakaknya kepada lafran pane, akhirya lafran pane pergi dari rumah kakaknya dan menjadi anak jalanan. Dia bertahan hidup dengan berjualan es, tiket bioskop. Terkadang uang yang di dapatkan digunakan untuk menonton tinju. Karena <a href="https://www.kompasiana.com/tag/hobi">hobi</a> menonton tinju akhirnya lafran pane tertarik dengan olahraga tinju berkat bertemu dengan petinju senior yang sudah tidak melakukan tinju lagi.<br><br>Singkat cerita, Lafran menjadi petinju kecil yang hebat dan menjadi terkenal di kalangan orang jalanan dan orang pasar. Ketika ayahnya mengetahui bahwa lafran sulit diatur dan malah menjadi beban di medan maka lafran pun di pindahkan ke batavia sekarang jakarta. Berangkatlah Lafran dengan sangat berat meninggalkan pulau sumatra untuk pergi ke pulau jawa.<br><br>Di perjalan di atas kapal, Lafran Pane berdiskusi tentang organisasi yang ingin melakukan revolusi atau perlawanan terhadap penjajah. Karena Lafran sering membaca karya tulisan dari kakaknya Arimin Pane, akhirnya mulai terbuka pemikiran tentang pentingnya pendidikan dan semangat revolusi. Setelah itu Lafran Pane berjanji ingin menjadi pribadi yang bisa berguna untuk bangsa dan negaranya.<br><br>Sampailah Lafran Pane ke Batavia disana dia belajar dengan bersungguh-sunguh. Di batavia lafran pane bertemu dengan tokoh tokoh penting seperti Bung Karno dan Bung Hatta. Begitu juga di Batavia berteman dengan D.N Aidit. Bahkan antara Lafran dan Aidit sering melakukan diskusi kebangsaan. Tidak sedikit perdebatan-perdebatan yang terjadi antara keduanya. Sehingga bagi lafran diskusi seperti itu adalah semangat revolusi bangsa Indonesia.<br><br>Di Batavia Lafran bekerja di kantor pemerintahan Belanda, dia menjadi tokoh Indonesia yang mempunyai karir pekerjaan yang bagus diantara pekerja Indonesia. Suatu saat Jepang datang ke Indonesia melalui jalur laut atau udara. Ketika Jepang datang ke Indonesia Belanda pun terusir oleh Jepang. Seolah kedatangan jepang membawa angin segar, tetapi itu salah, Jepang datang ke Indonesia untuk menguasai dan memeras kekayaan untuk bekal persiapan perang dunia ke-2.<br><br>Singkat cerita Indonesia terjajah kembali oleh negara Jepang. Banyak tawaran yang di lakukan oleh Jepang untuk mempersiapkan perang dunia ke-2. Mulai dari pembentukan Hehiho, Putera, Keybondan, Saynendan dll. Perekrutan rakyat pun untuk menjadi bagian dari barisan jepang pun tak terhindarkan. Kedatangan Jepang lebih kejam dan sangat mesengsarakan. Banyak rakyat yang jatuh miskin, bangkrut bahkan banyak yang mati karena disiksa.<br><br>Bahkan Lafran Pane pernah tervonis Hukuman mati karena terduga memberikan perlawanan kepada Jepang dengan melalui pemikirannya. Akan tetapi Jepang membebaskan Lafran asalkan Lafran harus pergi dari pulau sumatra. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Lafran Pane, dan Pergilah lafran ke jawa lagi,<br><br>Ketika perang dunia ke-2 terjadi jepang kalah dan menyerah kepada sekutu. Mendengar kabar bahwa jepang kalah dengan sekutu. Akhirnya bangsa Indonesia memanfaatkan keadaan untuk memproklamasikan kemerdekaan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. Lafran Pane adalah salah satu barisan dari generasai muda yang ikut andil dalam peristiwa proklamasi.<br><br>Indonesia merdeka dan menjadi negara transisi dari masa penjajahan dan masa kemerdekaan. Yang mana sangat dibutuhkan sosok yang berfigur kharismatik. Maka Bung Karno dan Bung Hatta lah yang pantas memegang amanah tersebut, sosok yang sudah tidak asing lagi bagi Lafran Pane. Seteah Indonesia merdeka mulailah berdiri kampus perguruan tinggi di negeri ini.<br><br>Lafran pane menjadi bagian dari salah satu mahasiswa perguruan tinggi Sekolah tinggi Islam, dari situlah pemikiran Lafran Pane dimulai untuk melancarkan arah dan pemikiran perjuangannya. Maka dibentuklah organisasi mahasiswa islam yaitu HMI singkatan dari himpunan mahasiswa islam. Walaupun banyak penentang dengan berdirinya HMI mulai dari PMY GPII ataupun organisasi islam lainnya.<br><br>Pasang surut proses berdirinya HMI Lafran Pane lakukan dengan tabah, terbukti beberapa kali Lafran harus melakukan pengorban kecil ataupun besar. Gerilya pemikiran dan sosialisasi selalu terus di gaungkan dalam lingkup mahasiswa. Tidak sedikit penolakan dan tuduhan kontra revolusi kepada lafran pane dan organisasinya.<br><br>Singkat cerita, ketika HMI besar lafran pane menjadi sosok yang terlupakan dikalangan HMI. Bahkan suatu saat ketika Lafran menghadiri kongres pada tahun 60an Lafran Pane dilarang memasuki arena kongres, akan tetapi lafran dengan bijaksana dan rendah hati menerima perakuan tersebut dengan alasan bahwa HMI sudah sangat besar dan sudah banyak kadernya.<br><br>Banyak manusia yang tercetak dalam wadah HMI dan tidak sedikit juga yang mendapatkn kesuksesan berkat HMI. Bahkan Lafran sudah beberapa kali di tawari jabatan yang menggiurkan, akan tetapi Lafran sangat rendah hati dan menolaknya. Beberapa di berikan hadiah beliau selalu menolak dan dikembalikan kepada pemberi.<br><br>Akhirnya itu yang bisa saya tulis secara singkat, di balik sosok Lafran Pane terdapat kebesaran jiwa yang humanis. Beliau adalah orang yang tegas, bijaksana dan sangat menghargai waktu. Kesederhanaannya tergambar pada kekayaan yang dimilikinya yaitu sepeda tua yang lusuh dan jelek. Lafran tidak pernah mau menerima hadiah apapun oleh siapun bahkan keluarganya sendiri.<br><br>Sumber: https://www.kompasiana.com/zanalhalcyon/5e70a73ed541df6a177b7422/review-buku-merdeka-sejak-hati-karya-ahmad-fuadi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-08-30 14:00:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707278476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KOMIK KEMERDEKAAN</title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707306764</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/656697255/9cd3512d5dd959290ad577285e4009cc/tugas_komik.jpg" />
         <pubDate>2020-08-30 15:00:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707306764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BIOGRAFI; BUNG TOMO</title>
         <author>stephennsormin</author>
         <link>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707308533</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Bung Tomo</strong> adalah pahlawan yang berasal dari kota Surabaya. Beliau memiliki jasa besar terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yaitu pada saat melawan penjajah yang ingin kembali menjajah Indonesia tepatnya di kota Surabaya. Beliau berhasil menjadi orator dan membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk melawan kembalinya penjajah yang kita kenal dengan pertempuran 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.<br><br><strong>BIODATA BUNG TOMO<br><br></strong>Nama Lengkap : SutomoTempat Lahir : Surabaya, Jawa TimurTanggal Lahir : 03 Oktober 1920Agama : IslamKebangsaan : IndonesiaDikenal : Sebagai Pahlawan IndonesiaImage   <br><br><br><strong>KEHIDUPAN<br></strong>Bung Tomo lahir pada 3 Oktober 1920 di Surabaya, Jawa Timur. Sutomo lebih dikenal dengan nama Bung Tomo oleh rakyat. Bung Tomo dibesarkan dalam keluarga kelas menengah, dan juga keluarga yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi pendidikan. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo adalah seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Bung Tomo mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura.Bung Tomo suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan agar menjadi lebih baik. Pada saat usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO, Bung tomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.Di usia muda Bung Tomo aktif dalam organisasi kepanduan atau KBI. Bung Tomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda.Bung Tomo memiliki minat pada dunia jurnalisme. Ia pernah bekerja sebagai wartawan lepas pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya pada tahun 1937. Setahun kemudian, ia menjadi Redaktur Mingguan Pembela Rakyat serta menjadi wartawan dan penulis pojok harian berbahasa Jawa, Ekspres, di Surabaya pada tahun 1939.Pada masa pendudukan Jepang, Bung Tomo bekerja di kantor berita tentara pendudukan Jepang, Domei, bagian Bahasa Indonesia untuk seluruh Jawa Timur di Surabaya pada tahun 1942-1945. Saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan, beliau memberitakannya dalam bahasa Jawa bersama wartawan senior Romo Bintarti untuk menghindari sensor Jepang. Selanjutnya, beliau menjadi Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara di Surabaya.<br><br><strong>PERJUANGAN PERTEMPURAN SURABAYA 10 NOVEMBER 1945<br><br></strong>Pada tahun 1944 ia menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Bung Tomo untuk menjalankan peranannya yang sangat penting.Pada 19  September 1945  sebuah insiden terjadi di Hotel Yamato, Surabaya. Sekelompok orang Belanda memasang bendera mereka. Rakyat marah. Seorang Belanda tewas dan bendera merah-putih-biru itu diturunkan. Bagian biru dirobek, tinggal merah-putih, yang langsung dikibarkan.Di Jakarta, pasukan Sekutu datang pada 30 September 1945. Para serdadu Belanda ikut rombongan. Bendera Belanda berkibar di mana-mana. Saat itu, Bung Tomo masih berstatus wartawan kantor berita ANTARA. Ia juga kepala bagian penerangan Pemuda Republik Indonesia (PRI), organisasi terpenting dan terbesar di Surabaya pada saat itu.Di Jakarta, Bung Karno meminta para pemuda untuk menahan diri, tak memulai konfrontasi bersenjata. Bung Tomo kembali ke Surabaya. “Kita (di Surabaya) telah memperoleh kemerdekaan, sementara di ibukota rakyat Indonesia terpaksa harus hidup dalam ketakutan,” katanya seperti dicatat sejarawan William H. Frederick dari Universitas Ohio, AS.Pada bulan Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang sangat penting, karena ia berhasil menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa.Pada 9 November dikeluarkannya ultimatum yang ditunjukkan kepada para staf Gubernur Soerjo yang berbunyi, pertama, seluruh pemimpin rakyat Surabaya harus menyerahkan diri paling lambat pukul 18.00 di hari itu dengan tangan di atas kepala. Kedua, seluruh senjata harus diserahkan. Lalu, pembunuh Mallaby menyerahkan diri. Jika kedua hal tersebut diabaikan, Sekutu bakal mulai menyerang pada pukul 06.00 keesokan harinya. Seperti ultimatum terdahulu, pamflet berisi ultimatum disebar lewat udara. Jika tidak dipatuhi, pada 10 November mulai pukul 06.00, Inggris akan mulai menggempur.</div><div>Pertempuran di Surabaya, 10 November 1945, Bung Tomo tampil sebagai orator ulung di depan corong radio, membakar semangat rakyat untuk berjuang melawan tentara Inggris dan NICA-Belanda.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><strong><br>BUNYI PIDATO BUNG TOMO<br></strong><br></div><div>Berikut ini bunyi dari pidato Bung Tomo yang pada saat itu berhasil membakar semangat para arek-arek Suroboyo untuk melawan sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</div><div><br></div><div>Bismillahirrohmanirrohim..</div><div>Merdeka!!!</div><div><br></div><div>Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui. Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangan tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.</div><div><br></div><div>Saudara-saudara.</div><div>Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.</div><div>Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Di dalam pasukan mereka masing-masing. Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.</div><div>Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol. Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.</div><div><br></div><div>Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara. Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri. Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.</div><div><br></div><div>Saudara-saudara kita semuanya. Kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya. Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia. Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Dengarkanlah ini tentara Inggris.</div><div>Ini jawaban kita. Ini jawaban rakyat Surabaya. Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.</div><div><br></div><div>Hai tentara Inggris !</div><div>Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu. Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu. Kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita. Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah. Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih. Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga.</div><div><br></div><div>Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!</div><div>Tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, Maka kita akan ganti menyerang mereka itulah kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.</div><div><br></div><div>Dan untuk kita saudara-saudara.</div><div>Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!</div><div><br></div><div>Dan kita yakin saudara-saudara.</div><div>Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.</div><div><br></div><div>Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!</div><div>Merdeka!!!</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><strong><br>SETELAH KEMERDEKAAN<br></strong><br></div><div>Bung Tomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950, dan kemudian menghilang dari panggung politik karena ia tidak merasa bahagia terjun di dunia politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.</div><div><br></div><div>Pada awal tahun 1970, ia kembali dan mempunyai pandangan pendapat yang berbeda dengan pemerintahan Orde Baru. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program yang dijalankan oleh Suharto sehingga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras tersebut. Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto.</div><div><br></div><div><strong><br>AKHIR HIDUP<br></strong><br></div><div>Pada 7 Oktober 1981 Bung Tomo meninggal dunia di Padang Arafah, saat sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci yang harus dimakamkan di tanah suci, tapi jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><strong><br>GELAR SEBAGAI PAHLAWAN INDONESIA<br></strong><br></div><div>Setelah pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung Tomo pada 9 November 2007. Akhirnya gelar pahlawan nasional diberikan ke Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta.</div><div><br></div><div><strong><br>PENUTUP<br></strong><br></div><div>Sejarah mencatat bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya yang terdiri atas berbagai suku bangsa sangat dahsyat. Tidak ada rasa takut menghadapi tentara Inggris yang bersenjata lengkap. Tanggal 10 November kita kenang sebagai Hari Pahlawan. Bung Tomo terutama dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi.</div><div><br></div><div>Sumber: https://tawangsarikampoengsedjarah.wordpress.com/tag/biografi-bung-tomo-pahlawan-indonesia/#:~:text=Bung%20Tomo%20lahir%20pada%203,nama%20Bung%20Tomo%20oleh%20rakyat.&amp;text=Pada%20saat%20usia%2012%20tahun,yang%20melanda%20dunia%20saat%20itu.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/656697255/66dc2553395f2b5a098155cd40e5e54a/tugas_bung_tomo.jpg" />
         <pubDate>2020-08-30 15:04:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/stephennsormin/Merdeka/wish/707308533</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
