<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sejarah Perkembangan Geografi by Ilyas Rachmawan S.p.</title>
      <link>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-06 03:34:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-06 12:46:37 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Geografi Klasik</title>
         <author>ilyassp60</author>
         <link>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068342305</link>
         <description><![CDATA[<p>Masa geografi klasik merupakan periode awal yang meletakkan pondasi bagi perkembangan ilmu geografi. Pada masa ini, pemikiran dan kontribusi para cendikiawan dari Yunani dan Romawi berkontribusi pada dasar geografi. Pengetahuan tentang bumi pada masa ini masih dipengaruhi oleh mitologi dan cerita rakyat. Sebagai contoh, orang Yunani percaya bumi berbentuk cakram datar yang dikelilingi oleh lautan.</p><p>Salah satu kontribusi utama geografi klasik adalah pengembangan pemetaan wilayah. Tokoh-tokoh seperti Herodotus, Strabo dan Ptolemy mulai melakukan pemetaan wilayah. Mereka memetakan wilayah-wilayah yang telah dikunjungi kemudian menggambarkannya. Selain menyusun peta, tokoh-tokoh tersebut mengembangkan deskripsi yang sistematis tentang alam dan manusia di berbagai wilayah. Mereka mendokumentasikan iklim, topografi, flora, fauna, serta budaya dan adat kebiasaan masyarakat.</p><p>Pemetaan yang berkembang di masa ini masih sangat terbatas. Wilayah-wilayah di luar Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat masih belum banyak diketahui. Konsep tentang bentuk dan ukuran bumi masih belum sepenuhnya disepakati oleh para tokoh geografi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSd3m2r84Ys7AZmLwpuSllV15hQ2XFFHAW-bA&amp;s" />
         <pubDate>2024-08-06 03:45:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068342305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Geografi Abad Pertengahan dan Renaissance</title>
         <author>ilyassp60</author>
         <link>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068356631</link>
         <description><![CDATA[<p>Geografi pada masa ini mengalami beberapa perubahan yang mempengaruhi pemahaman tentang dunia. Runtuhnya kekaisaran Romawi Barat menyebabkan kemunduran ilmu pengetahuan, termasuk geografi. Sementara itu, di dunia Islam, ilmu geografi justru berkembang pesat. Para ilmuwan muslim menerjemahkan dan melestarikan karya-karya geografer Yunani Klasik.</p><p>Abad pertengahan terjadi peningkatan penjelajahan wilayah baru oleh peradaban Islam dan Eropa. Penjajah seperrti Ibnu Battuta dan Marco Polo menyumbangkan pengetahuan baru tentang geografi dan budaya berbagai wilayah. Pada masa ini dunia Islam berperan penting dalam perkembangan geografi.</p><p>Tokoh seperti Al-Idris dan Ibnu Khaldun menghasilkan karya-karya penting tentang geografi dan studi sosial yang mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Al-Idris menemukan globe atau peta dunia dalam bentuk yang detail pada masanya. Al-Idris mengukur garis bujur dan garis lintang menggunakan papan yang disebut Lauhul Tarsim.</p><p>Masa Renaissance ditandai dengan semangat kelahiran kembali terhadap budaya dan ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi Kuno. Minat terhadap geografi kembali meningkat. Dengan berkembangnya peta dan globe, bangsa Eropa mulai melakukan penjelajahan ke berbagai penjuru dunia. Para penjelajah seperti Christopher Colombus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan membuka jalur wilayah baru dan mengumpulkan informasi geografis yang berharga. Penjelajahan yang dilakukan oleh Christopher Colombus berhasil membuktikan bentuk bumi bulat.</p><p>Penemuan wilayah baru mendorong perkembangan pembuatan peta. Para pembuat peta (kartografer) mulai menggunakan data dan teknik yang baru dan lebih akurat dan detail. Tokoh-tokoh seperti Gerardus Mercator, dan Abraham Ortelius membuat kemajuan besar dalam teknik pemetaan dan memperkenalkan proyeksi peta yang revolusioner.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://silk-road.com/wp-content/uploads/2018/10/Ibn-Battuta.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 03:58:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068356631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Geografi Modern</title>
         <author>ilyassp60</author>
         <link>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068709315</link>
         <description><![CDATA[<p>Masa geografi modern ditandai dengan pesatnya perkembangan geografi sebagai sebuah disiplin ilmu yang lengkap. Fokus geografi bergeser dari deskripsi wilayah menjadi studi yang lebih mendalam tentang hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Para geografer mulai menggunakan metode ilmiah untuk mengumpulkan dan menganalisis data geografis.</p><p>Ilmu geografi mulai diajarkan di universitas-universitas di Eropa, terutama di Jerman dan Perancis. Tokoh-tokoh penting seperti Alexander von Humboldt, Carl Ritter dan Immanuel Kant berperan penting dalam meletakkan dasar bagi geografi modern. Tokoh-tokoh tersebut memperkenalkan pendekatan ilmiah yang sistematis dalam pemahaman tentang geografi fisik dan manusia.</p><p>Pada masa geografi modern mulai berkembang subdisiplin baru seperti geografi regional dan geografi manusia. Geografi regional menjadi subdisiplin yang fokus pada populasi, urbanisasi, ekonomi, politik, dan budaya manusia di berbagai wilayah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT974XgAuqaUxrr4sgH7pE0JH7t7fjxagZc_g&amp;s" />
         <pubDate>2024-08-06 12:21:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068709315</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Geografi Akhir Abad ke-19</title>
         <author>ilyassp60</author>
         <link>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068717848</link>
         <description><![CDATA[<p>Akhir abad ke-19 menandai periode transisi penting dalam perkembangan geografi. Pada tahap ini, berkembang berbagai pendekatan baru dan penemuan penting. Geografi pada periode ini masih dipengaruhi oleh semangat geografi modern, tetapi fokusnya mulai bergeser dari hubungan antara manusia dan lingkungan secara luas. Peneleitian geografi pada masa ini lebih condong ke aspek-aspek fisik bumi, seperti iklim, tumbuhan, hewan, dan bentang alam.</p><p>Kolonialisme yang masif di abad ke-19 turut berperan dalam perkembangan geografi. Kolonialisme membuka peluang bagi geografer untuk mengumpulkan data dan meakukan penelitian di wilayah-wilayah baru. Meskipun demikian, juga menghadirkan tantangan etika dan metodologis, seperti orientalisme dalam penelitian geografi.</p><p>Akhir abad ke-19 terjadi peningkatan penggunaan statistik dalam geografi. Statistik digunakan untuk menganalisis data populasi, ekonomi, dan lingkungan. Statistik tersebut memberikan wawasan yang lebih baik tentang pola-pola spasial dalam hubungan antarvariabel.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/87/George_Perkins_Marsh.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 12:33:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068717848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Geografi Awal Abad Ke-20</title>
         <author>ilyassp60</author>
         <link>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068724124</link>
         <description><![CDATA[<p>Awal abad ke-20 merupakan periode yang dinamis dalam perkembangan geografi. Fokus utama geografi pada masa ini adalah studi wilayah (regional studies). Para geografer berupaya memahami karakteristik unik dari suatu wilayah tertentu dengan melihat berbagai aspek yang saling terkait. Aspek-aspek tersebut dapat berupa geografi fisik, geografi manusia, sejarah dan politik. Pendekatan deskriptif mulai masif digunakan dengan analisis teoritis yang lebih mendalam. Fokus pendekatan deskriptif adalah memahami karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan suatu wilayah.</p><p>Teori determinisme lingkungan dominan pada akhir abad ke-19 mulai dipertanyakan. Paul Vidal de la Blache mulai menentang pandangan tersebut yang bersifat kaku. Blache dan para geografer lain mulai menyadari hubungan antara manusia dengan lingkungan bersifat lebih kompleks. Manusia tidak hanya pasif dipengaruhi oleh lingkungan, tetapi manusia juga memiliki kemampuan untuk mengubah lingkungan. Manusia mengubah lingkungan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.</p><p>Dalam perkembangannya, muncul dua pandangan dalam geografi tentang hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Pandangan tersebut beranggapan bahwa manusia dan alam saling mempengaruhi. Dua pandangan tersebyt yaitu Fisis Determinisme dan Fisis Posiblisme.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/39/VIdal_de_la_Blache%2C_Paul%2C_BNF_Gallica.jpg/1200px-VIdal_de_la_Blache%2C_Paul%2C_BNF_Gallica.jpg" />
         <pubDate>2024-08-06 12:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ilyassp60/jwya8mhfejifg3rk/wish/3068724124</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
