<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Masa Orde Baru by Grismey Della</title>
      <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg</link>
      <description>Pembelajaran tentang Orde Baru</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-01-29 22:59:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-02-15 03:30:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/2764.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Runtuhnya Orde Baru</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142739818</link>
         <description><![CDATA[<div>Keruntuhan Orde Baru diawali dengan adanya krisis ekonomi yang melanda sejak tahun 1997, membuat nilai tukar rupiah jatuh. Bantuan dari IMF sebesar US $ 43 miliar dan pembaharuan kebijakan tidak membawa dampak positif sehingga krisis ini menjalar menjadi krisis politik. Kepercayaan terhadap pemerintah menurun, sehingga kerusuhan, toko besar, dan bahkan penjarahan terjadi terutama di Jakarta. Krisis politik yang singkat menjadi kekacauan sipil yang menuntut adanya reformasi pada tahun 1998. Reformasi ini memiliki beberapa hal penting antara lain:<br><br></div><ul><li>Penghapusan Dwifungsi ABRI,</li><li>Penurunan dan pengadilan terhadap Soeharto dan kroni-kroninya,</li><li>Penghapusan praktek KKN,</li><li>Penegakan supremasi hukum,</li><li>Amandemen UUD 1945,</li><li>Pelaksanaan otomoni daerah seluas-luasnya.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-29 23:01:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142739818</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peristiwa Penting</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142742459</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Sidang Umum IV MPRS, 17 Juni 1966<br>2. Aneksasi Timor Timur, 1975<br>3. Pemilihan Umum, 1971<br>4. Peristiwa Malari, 1974<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2021-01-29 23:03:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142742459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perkembangan Ekonomi dan Politik Masa Orde Baru</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142744136</link>
         <description><![CDATA[<div>Perkembangan Ekonomi<br><br></div><div>Ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Orde Baru dapat bangkit dalam waktu singkat. Disokong oleh aliran modal yang dibuka lebar dan bantuan internasional melalui konsorsium IGGI, Orde Baru dapat menstabilkan perekonomian bahkan sebelum tahun 1970. Pemerintah melakukan pengawasan ketat, peningkatan pajak, penyediaan dan kredit kredit, serta penundaan pembayaran utang luar negeri. Kebijakan ini merupakan rehabilitasi dan stabilisasi sebelum beralih ke fase pembangunan melalui Repelita.<br><br></div><div>Pembangunan ekonomi nasional melalui Repelita berdasarkan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan nasional. Program Repelita penyakit sukses memberikan dampak positif pada perekonomian nasional.<br><br></div><ul><li>Repelita I (1969-1974), menekankan pada pertanian dan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.</li><li>Repelita II (1974-1979), menekankan pada pemerataan pembangunan di luar Jawa, Bali, dan Madura salah satunya melalui transmigrasi.</li><li>Repelita III (1979-1984), menekankan pada industri padat karya dalam rangka meningkatkan ekspor.</li><li>Repelita IV (1984-1989), penekanan pada lapangan kerja baru terutama dalam bidang industri.</li><li>Repelita V (1989-1994), penekanan pada sektor transportasi, komunikasi, dan pendidikan pembangunan.</li></ul><div>Perkembangan Politik<br><br></div><div>Pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun memiliki proses politik yang sangat dinamis. Pada umumnya, kestabilan politik berhasil dicapai dengan memberikan banyak suara-suara yang kerap muncul dalam proses demokrasi. Pemerintah mengatur menyelenggarakan enam kali pemilu, namun enam kali pula mengatur Golongan Karya dan Presiden Soeharto untuk kembali. Menyebabkan kancah politik nasional ditempati oleh kroni-kroni presiden yang bertujuan untuk terus mempertahankan kekuasaan. Dapat dikatakan bahwa kekuasaan pemerintah sangat besar, dan tidak ada kekuatan di luar pemerintah yang dapat mengimbanginya. Seharusnya ada dalam sistem demokrasi. Dalam kancah politik internasional, Indonesia merapat ke blok barat dalam kontestasi perang dingin. Modal asing dari AS misalnya, aliran deras sedangkan hubungan dengan blok timur berkurang drastis. Hal ini juga dilarangnya ideologi Marxisme-Leninisme (Komunisme) berkembang dan mengalami gangguan terhadap ideologi pancasila itu sendiri.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-29 23:04:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142744136</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri-Ciri Pemerintahan Orde Baru</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142746573</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Kuatnya Pengaruh Militer / Dwifungsi ABRI<br>2. Terbatasnya Pilihan Politik<br>3. Pembangunan yang Masif<br>4. Pemerintahan Sentralistik<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2021-01-29 23:07:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142746573</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Lahirnya Orde Baru</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142747866</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemerintahan Presiden Soekarno (Orde Lama) pada titik akhirnya diwarnai dengan berbagai macam kekacauan. Selepas peristiwa monumental Gerakan 30 September 1965 yang menewaskan 6 Jenderal Angkatan Darat. Lanjutkan dengan pembantaian besar-besaran oleh berbagai elemen masyarakat terhadap anggota onderbouw Partai Komunis Indonesia. Gelombang juga mulai menghampiri pemerintahan Presiden Soekarno pada akhir 1965. Ketika menolak menolak PKI, ditambah dengan ketidakpuasan akibat rontoknya perekonomian, sementara inflasi tercatat mencapai 650%. Kondisi Jakarta yang kian tidak terkendali, dirasa tidak aman bagi presiden. Sehingga beberapa perwira tinggi Angkatan Darat memindahkan Presiden Soekarno ke Bogor. Di Istana Bogor, Presiden Soekarno Menyusun Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR) yang ditujukan kepada Men / Pangad Jenderal Soeharto. Isinya adalah untuk mengendalikan kondisi negara dan otoritas wibawa pemerintah. Surat ini dipergunakan oleh Soeharto untuk membubarkan PKI, nakhoda yang diduga terlibat G30S, membentuk pemerintahan baru, dan menjalankan pemerintahan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-29 23:08:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142747866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian Orde Baru</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142748888</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Orde Baru</strong> adalah rezim yang pernah berkuasa di Indonesia selama kurang lebih 32 tahun (1966-1998). Penamaan ini dipergunakan sebagai perbandingan dengan Orde Lama, sehingga pemerintahan ini sebagai pembaharunya. Rezim Orba berlangsung sejak diterimanya Surat Perintah Sebelas Maret 1966 oleh Jenderal Soeharto, dan berakhir ketika reformasi terjadi pada tahun 1998. Selama berjalannya rezim ini, Indonesia mengubah struktur ekonomi, politik, sosial-budaya, dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Di sisi lain, pemerintahan ini juga diwarnai dengan banyak sekali coretan negatif di bidang politik, HAM, militer, dan sosial. Selama 32 tahun dipimpin oleh Presiden Soeharto, pengaruh dari perubahan-perubahan yang ada bahkan masih terasa sampai hari ini.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-01-29 23:09:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142748888</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas Sejarah</title>
         <author>grismeydellanurisky47</author>
         <link>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142750418</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: -Ayra Izzah N (02)<br>      -Grismey Della N (13)<br><br>Kelas: XII IPA 2</div>]]></description>
         <pubDate>2021-01-29 23:10:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/grismeydellanurisky47/jsat83w8hxausblg/wish/1142750418</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
