<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Analysis Model Pembelajaran Berbasis  by Avanti Vera</title>
      <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d</link>
      <description>Silahkan teman-teman masuk ke dalaï kelompok model Pembelajaran masing-masing. Baca Materi terkait Teori Belajar Konstruktivistik. Silahkan analisis pada Aktivitas model pembelajaran bentuk implementasi dari teori Belajar Konstruktivistik.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-11-03 01:25:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-04 07:12:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Reggio Emilia (Bina)</title>
         <author>2200002014_</author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774816060</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Konstruktivistik adalah salah satu teori yang memebangun pengetahuan anak melalui pengalaman belajar mereka sendiri.&nbsp;</p><p>Contohnya adalah saat bermain balok anak anak bebas untuk berekplorasi membangun apapun, namun guru tetap menjadi pemantik dari kegiatan anak. guru dapat bertanya mengenaik bangunan atau hal apa yang ingin anak bangun dari balok-balok tersebut. ketika anak ingin membangun gedung anak akan terbangun pengetahuannya dari perbedaan ukuran balok besar dan kecil, kemudian bentu balok dan lainnya. anak berekperimen jika membangun dari ukuran kecil ke besar apakah akan roboh atau tidak dan begitu pula sebaliknya.</p><p>Jika dikaitkan dengan Model Reggio Emilia hal ini selaras karena dalam reggio emilia anak dibebaskan untuk mengekplorasi dan belajar melalui &nbsp;pengalaman sentuhan, gerakan, pendengaran dan pengamatan. hal ini juga terdapat aktifitas “proyek” di mana anak akan menentukan sendiri hal yang ingin ia pelajari dan selidiki, dibantu oleh guru dan orang tua untuk menemukan artinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:24:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774816060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>(KMB) Diah Ayu Praharani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774819398</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori belajar konstruktivistik adalah pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan bahwa individu aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Dalam konteks pembelajaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), implementasi teori belajar konstruktivistik dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang memungkinkan anak-anak untuk aktif dalam proses pembelajaran mereka. Berikut adalah beberapa contoh nyata implementasi teori konstruktivistik dalam pembelajaran PAUD:</p><p>Pembelajaran Berbasis Proyek: Guru dapat memberikan proyek kepada anak-anak yang memungkinkan mereka untuk memilih topik yang menarik bagi mereka. Misalnya, proyek tentang hewan peliharaan. Anak-anak dapat melakukan penelitian, mengamati hewan peliharaan mereka, dan berbagi temuan mereka dengan teman-teman. Melalui proses ini, mereka membangun pengetahuan mereka sendiri tentang hewan peliharaan.</p><p>Diskusi Terbuka: Guru dapat memfasilitasi diskusi terbuka dengan anak-anak, mengajukan pertanyaan terbuka, dan mendorong mereka untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Ini membantu mereka mengorganisir pemahaman mereka sendiri dan berbagi ide dengan teman-teman.</p><p><br></p><p>Keterkaitan Teori Konstruktivistik dan Kurikulum Merdeka</p><p>Scaffolding, Salah satu fitur menonjol dari KMB yang selaras dengan konstruktivisme adalah scaffolding. Metode ini merupakan pengurutan pembelajaran dengan suatu bantuan dan saat performa membaik maka bantuan tersebut perlahan dikurangi secara bertahap. </p><p>Diferensiasi pembelajaran merupakan metode pembelajaran yang mendukung teori konstruktivisme. Elemen dalam diferensiasi pembelajaran yakni : konten, proses, produk, afeksi dan lingkungan pembelajaran. Kelima elemen ini sudah mendapatkan perlakuan yang memadai dalam KMB. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:28:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774819398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SENTRA (LATHIFIA AZIZAH JAMIK)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774833127</link>
         <description><![CDATA[<p>Konstruktivis Piaget berdasarkan epistemologi atau pengetahuan mengasumsikan bahwa siswa membangun pengetahuan mereka sendiri berdasarkan interaksi dengan lingkungan mereka. Ada 4 asumsi epistemologis yang menjadi inti dari apa yang disebut sebagai "pembelajaran konstruktivis."</p><p>1.  Pengetahuan secara fisik dibangun oleh siswa yang terlibat dalam pembelajaran aktif. </p><p>2. Pengetahuan secara simbolis dikonstruksi oleh siswa yang membuat representasi tindakan mereka sendiri</p><p>3. Pengetahuan dibangun secara sosial oleh siswa yang menyampaikan makna mereka kepada orang lain</p><p>4. Pengetahuan secara teori dikonstruksi oleh siswa yang mencoba menjelaskan hal-hal yang tidak sepenuhnya mereka pahami (Singh &amp; Yaduvanshi, 2015).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:43:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774833127</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitrah ramdana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774834588</link>
         <description><![CDATA[<p>Model pusat pembelajaran  ini menitikberatkan pada ruang bermain, dimana anak membentuk lingkaran</p><p> Jalan kaki yang dimaksud di sini adalah salah satu bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak, khususnya </p><ol><li><p>menjaga lingkungan bermain,</p></li><li><p>menjaga sebelum anak bermain, </p></li><li><p>mendukung individu saat anak bermain,</p></li><li><p>dan titik dukungan setelah anak-anak bermain</p></li></ol><p>Untuk membantu mengoptimalkan platform ini, Central Learning menerapkan konsep kepadatan dan intensitas bermain</p><p>Rumus Pusat = (Jumlah anak : 2 + 1)</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:45:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774834588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SENTRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774835713</link>
         <description><![CDATA[<p>(Khandira)</p><p>• Teori Konstruktivitik <strong>Menurut</strong> <strong>Piaget,</strong> konstruktivitik memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman terhadap realitas melalui pengalaman dan instruksinya<strong>.</strong></p><p><strong>• Menurut Vygotsky</strong> percaya bahwa pengetahuan dibangun antar individu dan setiap orang dapat beradaptasi dengan situasi ini. Vygotsky berpendapat bahwa fungsi mental yang lebih tinggi bersifat mobile</p><p>antara interpsikologi (interpsikologis) melalui interaksi sosial dan intrapsikologi (intrapsikologis) dalam pikiran sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:46:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774835713</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BCCT (Dilla Alifah Putri) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774840902</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori belajar konstruktivistik adalah cara belajar individu dengan cara membentuk pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman sebelumnya. Teori belajar ini fokus pada pengetahuan yang dibangun dengan mengadaptasi informasi baru melalui pengalaman yang sudah ada. Dalam teori belajar konstruktivisme, belajar adalah kegiatan aktif di mana siswa membangun pengetahuan dan pemahaman baru, mencari maknanya berdasarkan apa yang dipelajari atau sesuai pengalaman yang nyata. Teori ini juga mengharuskan guru untuk berdialog terbuka dengan siswa mengenai apa yang dibutuhkan siswa untuk menemukan bakat dan minat mereka. Contohnya guru bisa saling berbagi pengetahuan atau pengalaman dengan siswa. </p><p>Jika dikaitkan dengan model bcct maka ini selaras karena model pembelajaran bcct mengarahkan anak untuk membangun pengetahuan mereka melalui </p><p>sejumlah pengalaman yang didapatkan dari berbagai kegiatan bermain maupun lingkungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:52:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774840902</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SENTRA (tanaya)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774841776</link>
         <description><![CDATA[<p>Implementasi teori belajar konstruktivis dalam model sentra:</p><ul><li><p>siswa memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran. Mereka diberikan kesempatan untuk menjelajahi konsep-konsep dengan cara mereka sendiri, sehingga membangun pemahaman mereka sendiri. Siswa diajak untuk bekerja sama dalam kelompok atau dengan instruktur untuk berdiskusi, menjelaskan, dan membantu satu sama lain dalam memahami materi pelajaran. Ini memungkinkan konstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial.</p><p><br/></p></li><li><p>Pembelajaran di sentra dapat melibatkan pengalaman langsung atau simulasi yang memungkinkan siswa untuk mengonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui pengamatan dan praktik.</p><p><br/></p></li><li><p>Guru atau fasilitator dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang mendorong siswa untuk menggali informasi dan menjelaskan ide-ide mereka sendiri. Ini mendorong proses berpikir kritis dan konstruksi pengetahuan.</p></li></ul><p><br/></p><p>Penerapan teori belajar konstruktivis dalam model sentra menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana mereka aktif terlibat dalam proses konstruksi pengetahuan mereka sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:53:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774841776</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizka putri patlicia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774845426</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori belajar konstruktivistik membutuhkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajarannya. Partisipasi aktif sebagai penerapan teori konstruktivistik dapat dilaksanakan dalam pembelajaran secara tematik.</p><p>BBCT adalah Pendekatan baru yang menganut paham Konstruktivisme, dimana pada pendekatan ini anak belajar bagaimana berfikir. Guru banyak memberi kesempatan pada anak untuk mengekspresikan perasaannya dan menemukan pemecahan masalah sendiri. Anak-anak sejak kecil sudah dilatih untuk mampu bekerjasama dengan anak-anak lain dan saling mendengar perasaan dan harapan teman-temannya sehingga anak belajar bagaimana memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Hal ini sangat mendukung pengembangan kecerdasan anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 04:57:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774845426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kurikulum Merdeka (DHIA&#39;ULHAQ)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774848161</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori konstruktivistik adalah suatu upaya untuk membangun  susunan hidup yang berbudaya modern. konstruktivistik merupakan  sebuah teori  yang sifatnya  membangun,  membangun  dari  segi  kemampuan,  pemahaman,  dalam  proses pembelajaran.  Sebab  dengan  memiliki  sifat  membangun  maka  dapat  diharapkan keaktifan dari pada siswa akan meningkat kecerdasannya. Pembelajaran   konstruktivisme   adalah   pembelajaran   yang   berpusat   pada   siswa   (student oriented),  guru  sebagai  mediator,  fasilitator,  dan  sumber  belajar  dalam  pembelajaran.1  Dalam pembelajaran  konstruktivisme,  siswa  membangun  pengetahuan  melalui  pengalaman,  interaksi  sosial, dan  dunia  nyata.  Maka  dari  itu  tugas  utama  guru  yaitu  membimbing  siswa  untuk  belajar  serta mengembangkan  dirinya  sesuai  dengan  kemampuan  yang  dimiliki.  Pembelajaran  konstruktivisme peran seorang guru berubah dari peran sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai fasilitator, yaitu guru lebih banyak sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar.Merdeka  Belajar  adalah  program  baru  dari  Kemendikbud  RI  yang  mengusung pembelajaran  yang menyenangkan. Dengan  adanya  program ini, diharapkan  mampu merubah sistem pendidikan  nasional  yang  selama  ini  terkesan  monoton.  Oleh  karena  itu,  dibutuhkan  pengembangan berpikir yang inovatif oleh para guru sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dalam Merdeka Belajar  guru  dan  siswa  diberikan  kepercayaan  secara  penuh  dalam  proses  pembelajaraN  Merdeka Belajar  dapat  dijadikan momentum  bagi  guru  dan  siswa  agar  dapat melakukan  inovasi  serta  mandiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaranResiliensi  guru sangat  penting.Guru  berperan untuk mengembangkan kompetesi 4C (critical thinking, comunication, collaboration, creativity) pada siswa  secara  sistemik.  Dengan  pendidikan  berbasis  budaya  akan  terbentuk  pribadi  siswa  yang berkarakter  unggul  yang  memiliki  kemampuan  adapatsi  dan  siap  mengimplementasikan kurikulum merdeka pada dunia industri (Dewantara, 2019). Konsep  filsafat  kontruktivisme  dalam  mengembangkan  kemampuan  calon  pendidik  pada implementasi  kurikulum  merdeka  diharapkan  mampu  memberikan  pemahaman  bagi  calon  pendidik dalam   mengembangkan   skill dan   karakternya   sebagai   upaya   mempersiapkan   diri   menghadapi tantangan yang semakin berat sebagaimana yang dijelaskan oleh) bahwa aliran kontruktivisme dalam pendidikan mempersiapkan dan mengembangkan sebuah proses pembelajaran yang aktif dan mandiri yang terkait dengan perkembangan revolusi industri </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 05:00:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774848161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kurikulum Merdeka (DHIA&#39;ULHAQ)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774849658</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori konstruktivistik adalah suatu upaya untuk membangun  susunan hidup yang berbudaya modern. konstruktivistik merupakan  sebuah teori  yang sifatnya  membangun,  membangun  dari  segi  kemampuan,  pemahaman,  dalam  proses pembelajaran.  Sebab  dengan  memiliki  sifat  membangun  maka  dapat  diharapkan keaktifan dari pada siswa akan meningkat kecerdasannya.</p><p> Pembelajaran   konstruktivisme   adalah   pembelajaran   yang   berpusat   pada   siswa   (student oriented),  guru  sebagai  mediator,  fasilitator,  dan  sumber  belajar  dalam  pembelajaran.1  Dalam pembelajaran  konstruktivisme,  siswa  membangun  pengetahuan  melalui  pengalaman,  interaksi  sosial, dan  dunia  nyata.  Maka  dari  itu  tugas  utama  guru  yaitu  membimbing  siswa  untuk  belajar  serta mengembangkan  dirinya  sesuai  dengan  kemampuan  yang  dimiliki.  Pembelajaran  konstruktivisme peran seorang guru berubah dari peran sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai fasilitator, yaitu guru lebih banyak sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar.</p><p> Merdeka  Belajar  adalah  program  baru  dari  Kemendikbud  RI  yang  mengusung pembelajaran  yang menyenangkan. Dengan  adanya  program ini, diharapkan  mampu merubah sistem pendidikan  nasional  yang  selama  ini  terkesan  monoton.  Oleh  karena  itu,  dibutuhkan  pengembangan berpikir yang inovatif oleh para guru sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dalam Merdeka Belajar  guru  dan  siswa  diberikan  kepercayaan  secara  penuh  dalam  proses  pembelajaraN  Merdeka Belajar  dapat  dijadikan momentum  bagi  guru  dan  siswa  agar  dapat melakukan  inovasi  serta  mandiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaranResiliensi  guru sangat  penting.Guru  berperan untuk mengembangkan kompetesi 4C (critical thinking, comunication, collaboration, creativity) pada siswa  secara  sistemik.  Dengan  pendidikan  berbasis  budaya  akan  terbentuk  pribadi  siswa  yang berkarakter  unggul  yang  memiliki  kemampuan  adapatsi  dan  siap  mengimplementasikan kurikulum merdeka pada dunia industri (Dewantara, 2019). Konsep  filsafat  kontruktivisme  dalam  mengembangkan  kemampuan  calon  pendidik  pada implementasi  kurikulum  merdeka  diharapkan  mampu  memberikan  pemahaman  bagi  calon  pendidik dalam   mengembangkan   skill dan   karakternya   sebagai   upaya   mempersiapkan   diri   menghadapi tantangan yang semakin berat sebagaimana yang dijelaskan oleh) bahwa aliran kontruktivisme dalam pendidikan mempersiapkan dan mengembangkan sebuah proses pembelajaran yang aktif dan mandiri yang terkait dengan perkembangan revolusi industri </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 05:02:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774849658</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kurikulum Merdeka (DHIA&#39;ULHAQ)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774850290</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori konstruktivistik adalah suatu upaya untuk membangun  susunan hidup yang berbudaya modern. konstruktivistik merupakan  sebuah teori  yang sifatnya  membangun,  membangun  dari  segi  kemampuan,  pemahaman,  dalam  proses pembelajaran.  Sebab  dengan  memiliki  sifat  membangun  maka  dapat  diharapkan keaktifan dari pada siswa akan meningkat kecerdasannya.</p><p><br></p><p> Pembelajaran   konstruktivisme   adalah   pembelajaran   yang   berpusat   pada   siswa   (student oriented),  guru  sebagai  mediator,  fasilitator,  dan  sumber  belajar  dalam  pembelajaran.1  Dalam pembelajaran  konstruktivisme,  siswa  membangun  pengetahuan  melalui  pengalaman,  interaksi  sosial, dan  dunia  nyata.  Maka  dari  itu  tugas  utama  guru  yaitu  membimbing  siswa  untuk  belajar  serta mengembangkan  dirinya  sesuai  dengan  kemampuan  yang  dimiliki.  Pembelajaran  konstruktivisme peran seorang guru berubah dari peran sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai fasilitator, yaitu guru lebih banyak sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar.</p><p><br></p><p> Merdeka  Belajar  adalah  program  baru  dari  Kemendikbud  RI  yang  mengusung pembelajaran  yang menyenangkan. Dengan  adanya  program ini, diharapkan  mampu merubah sistem pendidikan  nasional  yang  selama  ini  terkesan  monoton.  Oleh  karena  itu,  dibutuhkan  pengembangan berpikir yang inovatif oleh para guru sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dalam Merdeka Belajar  guru  dan  siswa  diberikan  kepercayaan  secara  penuh  dalam  proses  pembelajaraN  Merdeka Belajar  dapat  dijadikan momentum  bagi  guru  dan  siswa  agar  dapat melakukan  inovasi  serta  mandiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaranResiliensi  guru sangat  penting.Guru  berperan untuk mengembangkan kompetesi 4C (critical thinking, comunication, collaboration, creativity) pada siswa  secara  sistemik.  Dengan  pendidikan  berbasis  budaya  akan  terbentuk  pribadi  siswa  yang berkarakter  unggul  yang  memiliki  kemampuan  adapatsi  dan  siap  mengimplementasikan kurikulum merdeka pada dunia industri (Dewantara, 2019). Konsep  filsafat  kontruktivisme  dalam  mengembangkan  kemampuan  calon  pendidik  pada implementasi  kurikulum  merdeka  diharapkan  mampu  memberikan  pemahaman  bagi  calon  pendidik dalam   mengembangkan   skill dan   karakternya   sebagai   upaya   mempersiapkan   diri   menghadapi tantangan yang semakin berat sebagaimana yang dijelaskan oleh) bahwa aliran kontruktivisme dalam pendidikan mempersiapkan dan mengembangkan sebuah proses pembelajaran yang aktif dan mandiri yang terkait dengan perkembangan revolusi industri </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 05:03:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774850290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Belajar Konstruktivistik  (Ranni)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774854878</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori Belajar Konstruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir secara aktif dan kreatif serta pembelajaran menjadikan siswa sebagai pusat&nbsp;pembelajaran, dan pembelajaran lebih efektif.</p><p>Sehingga pada pendekatan Reggio Emilia dapat meningkatkan perkembangan Kreativitas anak dalam menerima pelajaran. Teori  Konstruktivistik mengembangkan pola pikir yang membangun kreativitas dan daya&nbsp;nalar&nbsp;anak.</p><p>Guru sebagai pendidik dan berperan sebagai pembelajar bersama anak-anak secara aktif. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 05:08:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774854878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kurikulum Merdeka </title>
         <author>2200002006_</author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774863534</link>
         <description><![CDATA[<p>Dewani Azminnisa Hayati </p><p>2200002006</p><p>Konstruktivisme adalah teori tentang bagaimana pelajar membangun pengetahuan dari pengalaman, yang unik untuk setiap individu. Konstruktivisme menurut Piaget (1971) adalah sistem- penjelasan tentang bagaimana siswa sebagai individu memperbaiki beradaptasi dan pengetahuan. Konstruktivisme merupakan pergeseran paradigma dari behaviourisme ke teori kognitif. Epistemologi behaviourist berfokus pada kecerdasan, domain tujuan, tingkat pengetahuan, dan penguatan, Sementara epistemologi konstruktivis mengasumsikan bahwa siswa membangun pengetahuan mereka sendiri berdasarkan interaksi dengan lingkungan mereka. Empat asumsi epistemologis adalah inti dari apa yang kita sebut sebagai "pembelajaran konstruktivis."Yang pertama adalah, pengetahuan secara fisik dibangun oleh siswa yang terlibat dalam pembelajaran aktif. Kedua, pengetahuan secara simbolis dikonstruksi oleh siswa yang membuat representasi tindakan mereka sendiri; Pengetahuan dibangun secara sosial oleh siswa yang menyampaikan makna mereka kepada. orang lain; dan yang terakhir adalah, Pengetahuan secara teori dikonstruksi oleh siswa yang mencoba menjelaskan hal-hal yang tidak sepenuhnya mereka pahami (Singh &amp; Yaduvanshi, 2015).</p><p>belajar konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut dengan bantuan fasilitasi orang lain, sehingga teori ini memberikan keaktifan terhadap menemukan manusia sendiri untuk belajar kompetensi, pengetahuan, atau teknologi dan hal lain: yang diperlukan guna mengembangkan teori.</p><p>Ketika kita berbicara tentang contoh teori belajar konstruktivisme, sebenarnya ada banyak sekali contohnya. Salah satu contohnya, Seorang guru Biologi mengajak siswanya membuktikan apa benar buah Tin salah satu buah spesial? Se special apa buah tin, sampai-sampai disebutkan dalam Al-Quran.</p><p>Para siswa pun diajak untuk mengambil mikroskop masing-masing. Agar bisa menemukan hasilnya. Maka ada dua sampel buah tin.</p><p>• Sampel 1 buah tin sudah matang dan dalam kondisi yang baik (layak)</p><p>•Sampel 2 Buah tin dalam kondisi berjamur dan lembek seperti busuk.</p><p>Hipotesis Apakah buah tin mengandung cacing?</p><p>Konstruktivisme</p><p>Saat dilakukan uji coba menggunakan mikroskop. Maka para siswa pun melakukan pengecekan. Hasilnya, sampel 1 dan sampel 2 tidak ditemukan sama sekali cacing. Pada sampel 2 hanya ditemukan spora jamur saja, dan tidak ditemukan cacing dan benar-benar bersih.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 05:17:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774863534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SENTRA (Aufa)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774871172</link>
         <description><![CDATA[<p>Konstruktivisme menekankan pada proses pemecahan masalah ilmiah atau proses inqury yang mengharuskan siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang bisa mengarahkan siswa kearah  tersebut. Konstruktivisme sebagai pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan siswa membangun pengetahuannya dari pengalaman yang didapatkan sehingga pendekatan ini memungkinkan efektif dalam pembelajaran sains. Contoh nya dalam Sentra Sains memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi tentang kejadian–kejadian yang terjadi sehari–hari di  sekitar anak dengan menggunakan panca indra. Misalnya, mengapa tanaman menjadi tinggi? Dalam Sentra Sains anak diajak untuk melakukan percobaan dan melakukan pengamatan dan merangsang rasa ingin tahu anak terhadap  lingkungan sekitar, seperti “apa yang terjadi jika…?”. Pendidik dalam Sentra Sains berperan untuk merangsang rasa ingin tahu anak dengan cara  memberikan berbagai macam pertanyaan pada anak yang berhubungan dengan kegiatan sains atau yang berkaitan dengan alam. Ketika anak merespon  pernyataan pendidik, anak mulai menggunakan keterampilan berpikir untuk melakukan pengamatan dan percobaan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 05:26:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774871172</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RPL ( Fifinita Ningsih )</title>
         <author>2235002025_</author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774928901</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori belajar konstruktivis adalah pandangan dalam pendidikan yang menekankan bahwa siswa aktif membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi dengan materi pelajaran dan pengalaman mereka sendiri. Implementasi teori konstruktivisme dalam model pembelajaran melibatkan pendekatan yang berpusat pada siswa, di mana siswa diberi kesempatan untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan merumuskan pemahaman mereka sendiri melalui tugas, diskusi, dan eksperimen. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses pembelajaran mereka, bukan hanya sebagai penyampai informasi. Model pembelajaran konstruktivis membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam dan memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan belajar seumur hidup.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 06:41:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774928901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RPL(Sutarni) </title>
         <author>2235002030_</author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774990291</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori belajar konstruktivistik adalah proses pembelajaran yang pusat pembelajaran di lakukan secara mandiri oleh peserta didik untuk membangun kempentensi,ketrampilan atau pengetahuan secara mandiri untuk menghasilkan perubahan yang di perlukan oleh peserta didik idan guru berperan sebagai fasilitator. </p><p>Implementasi dalam pembelajaran adalah mendorong kemandirian anak dalam belajar, mendorong anak untuk berfikir kritis, siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 07:48:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2774990291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MARCELA ZAHRA KHAIRUNNISA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2775486302</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori belajar konstruktivistik adalah teori belajar yang mengedepankan kegiatan mencipta serta membangun dari sesuatu yang telah dipelajar. Kegiatan membangun (konstruktif) dapat memacu siswa untuk selalu aktif,sehingga kecerdasannya akan turun meningkat. BCCT juga dapat meningkatkan minat dan aktivitas belajar anak dengan baik,contohnya seorang guru sedang memasuki nilai rata-rata,guru tersebut membuat suatu instruksi agar para peserta didik bisa mulai menerapkan teori belajar konstruktivisme di kelas. eori belajar konstruktivisme telah menunjukkan perubahan signifikan dari paradigma pemusatan </p><p>guru ke pandangan bahwa siswa adalah pembelajar aktif. Ada juga pergeseran dari instruksi berbasis individu ke lingkungan belajar yang melibatkan interaksi sosial. Selain membahas konsep-konsep dasar konstruktivis, baik dalam bentuk kognitif dan sosialnya, artikel ini juga memberikan penjelasan tentang bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diterapkan di kelas bahasa kedua. Ini dapat dilakukan melalui organisasi interaksi sosial dan penggunaan teks otentik, sementara pengetahuan awal mereka juga diaktifkan. Selain itu,penggunaan bahan ajar yang otentik dianggap menguntungkan untuk pembelajaran bahasa. Adalah tugas guru untuk merancang kegiatan kelas sehingga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar bahasa kedua secara bermakna, dengan menggunakan strategi berdasarkan konsep konstruktivis, karena tidak hanya meningkatkan penguasaan bahasa individu, tetapi juga sikap&nbsp;sosial&nbsp;mereka</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 15:35:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2775486302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANGGUN MONICA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2775979548</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori konstruktivistik Vygotsky dikembangkan oleh psikolog Rusia bernama Lev Vygotsky (1896-1934). Konstruktivisme Vygotsky menjelaskan bahwa proses pembangunan penegtahuan dilakukan secara kolaboratif antar individu dan dapat berubah sesuai masingmasing individu. ; peningkatan interaksi sosial dalam pembelajaran, peranan guru sebagai fasilitator dan pendamping (scaffolding) dan pengembangan keterampilan sosial siswa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-04 07:12:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/avantipramudyani/jqt5p67g8a2fv08d/wish/2775979548</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
