<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Ujian Tengah Semester ORKOM by Nuga pratama</title>
      <link>https://padlet.com/pratamanuga3/jh2uli95p638io4a</link>
      <description>Nuga Pratama (2283200020)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-13 08:02:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-10-13 08:19:34 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1846079622/4113762a26368e95624fcafe7a9620a9/Logo_Untirta.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Jelaskan struktur sistem komputer terkini dengan lengkap ?</title>
         <author>pratamanuga3</author>
         <link>https://padlet.com/pratamanuga3/jh2uli95p638io4a/wish/2338345622</link>
         <description><![CDATA[<div>Secara umum, sistem komputer terdiri atas CPU dan sejumlah device<br>controller yang terhubung melalui sebuah bus yang menyediakan akses ke<br>memori. Umumnya, setiap device controller bertanggung jawab atas sebuah<br>hardware spesisfik. Setiap device dan CPU dapat beroperasi secara konkuren<br>untuk mendapatkan akses ke memori. Adanya beberapa hardware ini dapat<br>menyebabkan masalah sinkronisasi. Karena itu untuk mencegahnya sebuah<br>memory controller ditambahkan untuk sinkronisasi akses memori.&nbsp;<br><br>Pada sistem komputer yang lebih maju, arsitekturnya lebih kompleks.<br>Untuk meningkatkan performa, digunakan beberapa buah bus . Tiap bus<br>merupakan jalur data antara beberapa device yang berbeda. Dengan cara ini<br>RAM, Prosesor, GPU (VGA AGP) dihubungkan oleh bus utama berkecepatan<br>tinggi yang lebih dikenal dengan nama FSB (Front Side Bus). Sementara<br>perangkat lain yang lebih lambat dihubungkan oleh bus yang berkecepatan<br>lebih rendah yang terhubung dengan bus lain yang lebih cepat sampai ke bus<br>utama. Untuk komunikasi antar bus ini digunakan sebuah bridge .&nbsp;<br><br>Tanggung jawab sinkronisasi bus yang secara tak langsung juga<br>mempengaruhi sinkronisasi memori dilakukan oleh sebuah bus controller atau dikenal sebagai bus master. Bus master akan mengendalikan aliran data<br>hingga pada satu waktu, bus hanya berisi data dari satu buah device. Pada<br>prakteknya bridge dan bus master ini disatukan dalam sebuah chipset .&nbsp;<br><br>Jika komputer dinyalakan, yang dikenal dengan nama booting, komputer<br>akan menjalankan bootstrap program yaitu sebuah program sederhana yang<br>disimpan dalam ROM yang berbentuk chip CMOS (Complementary Metal<br>Oxide Semiconductor). Chip CMOS modern biasanya bertipe EEPROM<br>(Electrically Erasable Programmable Read Only Memory), yaitu memori nonvolatile (tak terhapus jika power dimatikan) yang dapat ditulis dan dihapus<br>dengan pulsa elektronik. Lalu bootsrap program ini lebih dikenal sebagai BIOS<br>(Basic Input Output System)<br><br>Bootstrap program utama, yang biasanya terletak di Motherboard akan<br>memeriksa hardware-hardware utama dan melakukan inisialisasi terhadap<br>program dalam hardware yang dikenal dengan nama firmware.&nbsp;<br><br>Bootstrap program utama kemudian akan mencari dan meload kernel<br>sistem operasi ke memori lalu dilanjutkan dengan inisialisasi sistem<br>operasi.Dari sini program sistem operasi akan menunggu kejadian tertentu.<br>Kejadian ini akan menentukan apa yang akan dilakukan sistem operasi<br>berikutnya (event-driven).<br><br>Kejadian ini pada komputer modern biasanya ditandai dengan<br>munculnya interrupt dari software atau hardware, sehingga Sistem Operasi ini<br>disebut Interrupt-driven. Interrupt dari hardware biasanya dikirimkan melalui<br>suatu signal tertentu, sedangkan software mengirim interrupt dengan cara<br>menjalankan system call atau juga dikenal dengan istilah monitor call .<br>System/Monitor call ini akan menyebabkan trap yaitu interrupt khusus yang<br>dihasilkan oleh software karena adanya masalah atau permintaan terhadap<br>layanan sistem operasi. Trap ini juga sering disebut sebagai exception .&nbsp;<br><br>Setiap interrupt terjadi, sekumpulan kode yang dikenal sebagai ISR<br>(Interrupt Service Routine) akan menentukan tindakan yang akan diambil.<br>Untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan, dapat dilakukan dengan dua<br>cara yaitu polling yang membuat komputer memeriksa satu demi satu<br>perangkat yang ada untuk menyelidiki sumber interrupt dan dengan cara<br>menggunakan alamat-alamat ISR yang disimpan dalam array yang dikenal<br>sebagai interrupt vector di mana sistem akan memeriksa Interrupt Vector setiap<br>kali interrupt terjadi.&nbsp;<br><br>Arsitektur interrupt harus mampu untuk menyimpan alamat instruksi yang<br>di- interrupt. Pada komputer lama, alamat ini disimpan di tempat tertentu yang<br>tetap, sedangkan padakomputer baru, alamat itu disimpan di stack bersamasama dengan informasi state saat itu<br><br>Referensi<br>Modul Mata Kuliah Pengantar Ilmu Komputer<br>Disusun Oleh : Iskadar Ikbal., S.T<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1846079622/5dfdd63a7e56e7faf948829957f581dd/Screenshot_2022_10_13_at_14_56_25.png" />
         <pubDate>2022-10-13 08:06:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pratamanuga3/jh2uli95p638io4a/wish/2338345622</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
