<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>BELAJAR PEMBELAJARAN by Erwin Hari Kurniawan</title>
      <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran</link>
      <description>WEB INI MEMBANTU ANDA DALAM MENGUASAI MATERI BELAJAR PEMBELAJARAN</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2015-12-04 08:00:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-28 08:45:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/86558736/ca0432d11a9669b710e9d3ccb7efa718413f641c/c5b4aca13a0460c5e024b91806bfc176.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>TASK</title>
         <author>erwinhari</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/84883946</link>
         <description><![CDATA[<p>Buat rangkuman salah satu chapter belajar pembelajaran. deadline sabtu, 5 desember jam 23.59 wib</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-04 08:41:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/84883946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cara:</title>
         <author>erwinhari</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/84884660</link>
         <description><![CDATA[<p>klik dua kali bebas, lalu masukkan judul pada title, lalu ketik isi rangkuman anda. selamat berkarya! salam sukses. posting paling dahulu akan berada pada baris bawah. yang terakhir posting berada pada paling atas</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-04 08:46:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/84884660</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sefisari55</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85055454</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-04 22:23:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85055454</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sefisari55</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85055782</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88505134/04e14808b2aa435c1436e95fff68e450c0177be4/f40e981b7f413c85d52bef2ff4a124d4.docx" />
         <pubDate>2015-12-04 22:29:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85055782</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan Pendidikan dan Pengajaran</title>
         <author>uddin_kamal34</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85058211</link>
         <description><![CDATA[<p>Muhammad Kamaluddin / 14020230048 / 3B2</p><p><b style="font-size: 13px;">TUJUAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN</b><br></p>
<p><b>1.<span>&nbsp;</span></b><b>Pengajaran dan Perkembangan Siswa</b></p>
<p>Siswa adalah organisme hidup yang senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani ataupun rohani dalam menyesuaikan dengan lingkungannya.</p><p>Pendidikanadalah suatu proses yang mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan denganlingkungannya dan&nbsp; menimbulkan perubahan pada diri yang berfungsi secara adekuat dalam bermasyarakat. Pengajaran sendiri berfungsi mengarahkan proses ini agar sesuai tujuan.</p><p>Pertumbuhandan perkembangan dipengaruhi oleh dua unsur yaitu bakat dan lingkungan. Lingkungan akan mendukung bakat yang dimiliki oleh siswa dan bakat akan bisa diekspresikan dengan maksimal dilingkungan yang tepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa bakat dan lingkungan memiliki hubugan yang erat dan mendukung satu sama lain.</p>
<p><b>2.<span>&nbsp;</span></b><b>Nilai Tujuan Pendidikan</b></p>
<p>a.<span>&nbsp; </span>Mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan murid dalam proses pengajaran. Ini dikarenakan tujuan yang jelas akan membuat usaha dan pemikiran guru tercapai.</p><p>b.<span>&nbsp; </span>Memberikan motivasi kepada guru dan siswa. Ini mendorong pendidikan dan pengajaran akan lebih cepat dan efisien dan berhasil.</p><p>c.<span>&nbsp; </span>Memberikan pedoman dalam memilih dan menentukan metode belaja sesuai lingkungan siswa karena hal ini akan menjai pencapaian hasil belajar bagi siswa.</p><p>d.<span>&nbsp; </span>Tujuan pendidikan ada kaitannya dengan alat peraga yang digunakan oleh guru karena alat peraga menjadikan pengajaran akan lebih efektif.</p><p>e.<span>&nbsp; </span>Menentukan alat/teknik penilaian guru terhadap hasil belajar siswa. Penilaian ini untuk mengetahui sejauh&nbsp; mana tujuan pendidikan tercapai.</p>
<p><b>3.<span>&nbsp;</span></b><b>Tingkat-Tingkat Tujuan Pendidikan</b></p><p><i>a. </i><i>Tujuan Pendidikan Nasional</i></p><p>Tujuan pendidikan nasional dalah tujuan utama dari sistem pendidikan. Tujuan ini berlaku untuk jangka panjang dan sangat luas sehingga tujuan pendidikan nasional dijadikan dasar dalam menentukan tujuan dan kurikulum sekolah, tujuan pendidikan formal dan informal. Ketentuan tentang tujuan pendidikan nasional ada di Tap MPR-RI no. XXV/MPRS/1966 bab II pasal 3 dan 4. </p>
<p>Untuk mencapai dasar dan tujuann tersebut maka isi
pendidikan adalah</p><p>-<span>&nbsp; </span>Mempertinggi mental, morall, budi pekerti, dan mempekuat keyakinan beragama</p><p>- Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan</p><p>-<span>&nbsp;M</span>embina/memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat.</p>
<p>Tujuan pendidikan ini hanya dapat dicapai dalam jangka waktu yang&nbsp;lama dan melalui tujuan ini, siswa diarahkan perkembangannya agar hasilnya bisa berguna dalam bermassyarakat.</p>
<p><i>b.<span>&nbsp;</span></i><i>Tujuan Lembaga Pendidikan</i></p><p>Setiap lembaga pendidikan (dari TK sampai PT) mempunyai tujuan yang hendak  dicapai dan tujuan tersebut pastiah berbeda-beda sesuai jenis lembaga tersebut dan untuk siapa lembaga itu disediakan.</p>
<p><i>c. </i><i>Tujuan Kurikulum</i></p><p>Kurikulum di Indonesia harus mencerminkan jiwa pembukaan UUD ’45. Kurikulum harus diinterogasikan dengan <i>Nation a Character Building</i> yang memberikan kemungkinan perkembangan menjadi manusia yang bermental moral, budi
pekerti luhur dan kuat keyakinan agama yang memiliki kecerdasan tinggi dan
terampil.  <span style="font-size: 13px;">Dengan demikian kurikulum mempersiapkan </span><span style="font-size: 13px;">siswa menjadi manusia Pancasila.</span></p>
<p>d.<span>&nbsp; </span>Tujuan Mata pelajaran</p><p>Secara umum&nbsp; mata pelajaran dapat dibagi :</p><p>- Broad – field bahasa dan seni</p><p>- Broad – field&nbsp; ilmu pengetahuan sosial</p><p>- Broad – field&nbsp; ilmu pengetahuan alam</p><p>- Broad – field&nbsp; metematika</p><p>- Broad – field&nbsp; pendidikan jasmani dan rohani</p><p>Dalam setiap <i>broad – field</i> terdapat sejumah mata pelajaran yang memiliki tujuan-tujuannya sendiri yang berbeda satu sama lain. Tujuan ini merupakan penjabaran tujuan kurikulum dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.</p>
<p><b>4.<span>&nbsp;</span></b><b>Merumuskan Tujuan Mengajar</b></p><p>Tujuan mengajar merupakan tujuan khusus yang dirumuskan dalam <i>lesson plan. </i>Tujuan mengajar harus memenuhi kriteria sebagai berikut :</p><p>a.<span>&nbsp; </span>Tujuan bertitik tolak dari tingkah laku siswa.
Sebagai pedoman, kita bisa menggunakan tingkah laku sebagai berikut :</p><p>-<span>&nbsp;</span>Pengetahuan apa yang hendak diperoleh?</p><p>- Pengertian apa yang hendak dikembangkan?</p><p>-<span>&nbsp;</span>Keterampilan apa yang hendak dikembbangkan? Dsb.</p>
<p>b.<span>&nbsp; </span>Tujuan harus dirmuskan sekhusus mungkin agar lebih jelas apa yang hendak dicapai dan lebih mudah untuk mencapainya</p>
<p>c.<span>&nbsp; </span>Tujuan dirumuskan secara sederhana, singkat tapi jelas agar tidak bercabang dan membingungkan.</p>
<p>d.<span>&nbsp; </span>Tujuan dapat diperoleh dalam waktu singkat sehigga setelah pelajaran, guru dapat mengontrol tujuan yang tercapai.</p>
<p>e.<span>&nbsp; </span>Perumusan tujuan jangan disatukan dengan kegiatan mencapai tujuan.</p>

<p>Dengan demikian tujuan mengajar harus bersifat
efektif dan bisa dipertanggungjawabkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-04 23:17:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85058211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KOPo</title>
         <author>mustafa01031995</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85064398</link>
         <description><![CDATA[<div>KADIRI ISLAMIC UNIVERSITY OF KEDI<br>FACULTY TEACHER TRAINING AND EDUCATION <br>ENGLISH DEPARTEMENT<br>2015 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT karena dengan ridhonya semata<br>saya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah<br>BELAJAR PEMBELAJARAN . Sebagai wujud dari pengabdian saya kepada Allah SWT<br>sekaligus bentuk realisasi dari tanggung jawab dan kewajiban saya selama mengikuti<br>matakuliah ini. Resume ini berisi materi tentang “BELAJAR<br>PEMBELAJARAN”Pembahasan yang memaparkan tentang pembelajaran itu sendiri. Sehingga resume ini<br>dapat digunakan untuk penyajian pembelajaran dan untuk keperluan lainnya.<br>Resume ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa/i sebagai materi<br>dalam belajar atau sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan yang telah ada,<br>serta sebagai bahan untuk penentuan nilai tugas oleh dosen pembimbing. Selain<br>itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, kepada kedua orang<br>tua, teman-teman, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuannya<br>dalam penyusunan resume ini.      Kediri, Desember 2015    "Penulis"      BAB IKONSEP DIDAKTIKA.    Pengertian DidaktikDidaktik<br>berasal dari bahasa Yunani “didoskein”, yang berarti pengajaran atau “didaktos”<br>yang berarti pandai mengajar.PeB.     Prinsip-prinsip MengajarPrinsip mengajar adalah suatu aturan yang berlaku bagi<br>seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Prinsip-prinsip tersebut<br>disebut dengan asas-asas didaktik.Adapun prinsip-prinsip mengajar antara lain :1.      Asas<br>MotivasiMotivasi merupakan daya penggerak yang ada dalam diri<br>seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu<br>tujuan. 2.     <br>Asas AktivitasPada waktu mengajar guru harus memberikan kesempatan<br>kepada murid-murid untuk mengambil bagian yang aktif baik rohani maupun jasmani<br>terhadap pengajaran yang diberikan, 3.     <br>Asas PeragaanPenyakit<br>yang paling berkecamuk di sekolah adalah verbalisme. Bahaya verbalisme terdapat<br>dalam tiap situasi belajar, yakni apabila anak-anak diberi kata-kata tanpa memahami<br>artinya.<br>Oleh sebab itu, pembendaharaan<br>bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung, dengan melihat, mendengar,<br>mengecap, meraba, serta menggunakan alat indra lainnya. Hasil pelajaran serupa<br>itu dapat dianggap permanen dan tak akan dilupakannya.4.     <br>Asas IndividualitasTak<br>ada dua anak yang sama disebabkan oleh perbedaan pembawaan lingkungan. Salah<br>satu perbedaan ialah taraf intelegensi anak-anak, yang dinyatakan dengan<br>IQ. Faktor lain yang turut menyebabkan perbedaan adalah keadaan rumah,<br>lingkungan sekitar rumah, pendidikan, kesehatan anak, makanan, usia, keadaan<br>sosial ekonomi orang tua, dan lain-lain.5.      LingkunganSekolah<br>tak lepas dari masyarakat. Sekolah didirikan masyarakat untuk mendidik anak<br>menjadi warga negara yang berguna dalam masyarakat.6.      Kerjasama<br>(Kooperasi)Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk<br>sosial . Pendidikan mengantarkan siswa agar menjadi manusia seutuhnya maupun<br>menjadi makhluk yang secara individu bertanggung jawab pada didrinya, keluarga,<br>dan bangsanya dengan memiliki pengetahuan.               BAB IIBELAJAR DAN TEORI2.1. Definisi MengajarAda tiga definisi<br>mengajar yang paling tidak selama ini dipahami dan berpengaruh terhadap pola<br>pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, metode pengajaran, peran guru dan<br>Iain-lain. Ketiga definisi mengajar tersebut adalah :a. Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada<br>anak.b. Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan<br>pada anak.c. Mengajar adalah suatu aktivitas<br>mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan mcnghubungkannya<br>dengan anak sehingga terjadi proses belajar..2.2. Definisi BelajarBelajar<br>adalah suatu proses pembelajaran dalam memahamkan seseorang yang gak tahu<br>menjadi tahu dari memiliki sikap yang tidak benar  <br>Macam-macam Teori BelajarAda tiga<br>kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu:     <br>Teori belajar behaviorisme, Yaitu teori yang di cetuskan oleh gage dan berliner tentang perbahan tingkah<br>laku hasil pengalaman .     <br>Teori belajar kognitivisme.Yaitu Teori<br>ini dijelasin seorang peserta didik harus mempelajari dan harus<br>mengembangan suatu pendapat mereka.     <br>Teori belajar<br>konstruktivisme.Yaitu pandangan suatu<br>pembelajara tentang upaya susunan hidup.di sini<br>seorang peserta didik dapat mengaplikasikan suatu karya mereka ..  BAB IIIKOPETENSI GURUA.  <br>Pengertian Kompetensi GuruKompetensi<br>guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang<br>berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas<br>sebagai agen pembelajaran.Pada<br>penelitian ini hanya akan dikaji dua kompetensi guru, yaitu kompetensi<br>pedagogik dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik seorang guru<br>ditandai dengan kemampuannya menyelenggarakan proses pembelajaran yang bermutu,<br>serta sikap dan tindakan yang dapat dijadikan teladan. Guru juga perlu memiliki<br>kompetensi profesional yaitu selalu meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi<br>akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu<br>pengetahuan, teknologi dan seni.Guru<br>pendidikan dasar perlu memiliki kemampuan memantau atas kemajuan belajar<br>siswanya sebagai bagian dari kompetensi pedagogik dengan menggunakan berbagai<br>teknik asesmen alternatif seperti pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara,<br>potofolio, memajangkan karya siswanya. Guru sebagai pedagok perlu meningkatkan<br>kompetensinya melalui aktivitas kolaboratif dengan kolega, menjalin kerjasama<br>dengan orang tua, memberdayakan sumber-sumber yang terdapat di masyarakat,<br>melakukan penelitian sederhana. Diaz, Pelletier, dan Provenzo mengatakan bahwa<br>guru harus senantiasa berusaha memperbaiki kinerjanya dan mengatasi<br>masalah-masalah pembelajaran dan senantiasa mengikuti perubahan.  Dalam<br>membelajarkan siswa, menurut Cruicksank, Jenkins, dan Metcalf, guru perlu<br>menguasai pemanfaatan ICT untuk kebutuhan belajarnya.Kegiatan<br>belajar dan pembelajaran perlu dikelola dengan baik. Menurut Tight mengelola<br>pembelajaran adalah rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada siswa<br>agar dapat menerima, menanggapi, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran<br>dan merupakan sebuah cara dan proses hubungan timbal balik antara siswa dengan<br>guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan. Batasan tersebut selaras dengan<br>pendapat Tim Wollonggong bahwa mengelola pembelajaran merupakan suatu aktivitas<br>mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan<br>kebutuhan siswa, sehingga terjadi proses belajar.Batasan<br>mengelola pembelajaran secara lebih sederhana dikemukakan Crowl bahwa mengelola<br>pembelajaran sebagai perbuatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan membantu<br>atau memudahkan orang lain melakukan kegiatan belajar. Dalam kegiatan mengelola<br>pembelajaran seorang guru melakukan suatu proses perubahan positif pada tingkah<br>laku siswa yang ditandai dengan berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap,<br>keterampilan, kecakapan dan kompetensi serta aspek lain pada diri siswa,<br>sedangkan perubahan tingkah laku adalah keadaan lebih meningkat dari<br>keterampilan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan aspirasi. B.  <br>Macam – Macam Kompetensi Guru       Kompetensi<br>kepribadianKompetensi kepribadian<br>merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil,<br>dewasa, arif dan berwibawa, dapat menjadi teladan bagi peserta didik, dan<br>berakhlak mulia.      Kompetensi<br>pedagosisKompetensi ini meliputi<br>pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan pelaksana pembelajaran,<br>evaluasi belajar, dan pengembangan peserta didik untk mengaktualisasikan<br>berbagai potensi yang dimilikinya.       Kompetensi<br>socialKompetensi profesional<br>merupakan kemampuan guru untuk berkomonukasi secara efektif dengan peserta<br>didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan<br>masyarakat sekitar.      Kompetensi<br>profesinalKompetensi profesional<br>merupakan penguasaan materi pembelajaran secar dan mendalam, yang mencakup penguasaan<br>materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan metodologi<br>keilmuannya.Keempat<br>potensi tersebut sangat berperan penting dalam proses belajar mengajar agar<br>terciptanya kondisi belajar dan mengajar yang baik. C.  <br>Peranan dan Kompetensi Guru dalam Proses Belajar MengajarBerdasrakan<br>studi literatur terhadap pandangan Adams and Dickeydalam bukunya Basic<br>Principles of Student Teaching, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 13<br>peranan seorang guru dlam proses mengajar yang menuntut berbagai kompetensi dan<br>keterempilan dalam mengajar yaitu:       Guru<br>sebagai pengajar, menyampaikan ilmu pengetahuan, yang perlu memiliki<br>keterampilan dalam memberikan informasi kepada kelas.      Guru<br>sebagai pemimpin kelas, perlu memiliki keterampilan cara memimpin<br>kelompok-kelompok murid.       Guru<br>sebagai pembimbing, perlu memiliki keterampilan cara mengarahkan dan mendorong<br>kegiatan belajar siswa,dll.D. Pentingnya Kompetensi GuruMasalah<br>kompetensi profesional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus<br>dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Beberapa hal yang<br>menyebabkan pentingnya kompetensi guru antara lain:       Kompetensi<br>guru sebagai alat seleksi penerimaan guru      Kompetensi<br>guru penting dalam rangka pembinaan guru       Kompetensi<br>guru penting dalam rangka penyusunan kurikulum      Kompetensi<br>guru penting dalamm hubungan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa      BAB IVMENGAJAR DAN PENGAJARAN   <br>Peranan Guru Dalam Proses Belajar MengajarAda 3 komponen dalam dunia pengajaran :      <br>Guru     <br>Siswa       <br>Isi atau Materi PembelajaranInteraksi antara ke tiga<br>komponen utama melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media dan<br>penataan lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta suatu belajar-mengajar.<br>Guru memegang peranan sentral dalam belajar mengajar dan setidaknya menjalankan<br>tugas utama yaitu :      <br>Perencanaan     <br>Tujuan yang hendak dicapai     <br>Bahan pelajaran     <br>Bagaimana proses belajar yang efisien dan efektif.     <br>tujuan yang<br>di inginkan tercapai atau tidak.     <br>Melaksanakan pengajaranPelaksanan pengajaran selayaknya berpegang<br>pada apa yang tertuang dalam perencanan dengan factor-faktor sebagai berikut:     <br>Faktor Guru     <br>Faktor Siswa     <br>Faktor Kurikulum     <br>Faktor Lingkungan      <br>Hasil perencanaan     <br>Penguasaan materi pelajaran     <br>Kemampuan menerapkan prinsip – prinsip psikologi.     <br>Kemampuan menyelenggarakan Proses Belajar-Mengajar.     <br>Kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi<br>baru. BAB VPENGEMBANGAN KURIKULUM   <br>Pengertian Pengembangan Kurikulum Dalam kamus bahasa Indonesia kata ”pengembangan”secara etimologi yaitu<br>berartiproses/cara, perbuatan<br>mengembangkan. Pengertian pengembangan di atas, berlaku pula dalam bidang<br>kajian “kurikulum”, kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyususnan<br>kurikulum itu sendiri, pelaksanaan di sekolah-sekolah yang disertai dengan<br>penilaian yang intensif, dan penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukan<br>terhadap komponen-komponen tertentu dari kurikulum tersebut atas dasar hasil<br>penilaian.10 ”Pengembangan Kurikulum” yang mengatakan bahwa<br>pengembangan kurikulum merupakan suatu proses merencanakan, menghasilkan suatu<br>alat yang lebih baik dengan didasarkan dengan hasil penialaian terhadap<br>kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar<br>mengajar yang lebih baik. Dengan kata lain, pengembangan kurikulum adalah<br>kegiatan untuk menghasilakan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyususnan<br>kurikulum atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu<br>tertentu.Awal<br>kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang diberi nama Rentjana Pembelajaran<br>1947. Kurikulum ini pada saat itu meneruskan kurikulum yang sudah digunakan<br>oleh Belanda karena pada saat itu masih dalam psoses perjuangan merebut<br>kemerdekaan. Yang menjadi ciri utama kurikulum ini adalah lebih menekankan pada<br>pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.Setelah<br>rentjana pembelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum Indonesia mengalami<br>penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952.<br>Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus<br>memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.Usai<br>tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem<br>kurikulum pendidikan di Indonesia. Kali ini diberi nama dengan Rentjana<br>pendidikan 1964. yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan<br>pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional,<br>kerigelan dan jasmani.Kurikulum<br>1968 merupakan pemabaharuan dari kurikulum 1964. Yaitu perubahan struktur<br>pendiddikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan<br>dasar, dan kecakapan khusus. Pemabelajaran diarahkan pada kegiatan mempertinggi<br>kecerdasan dan keterampilan serta pengembangan fisik yang sehat dan kuatkurikulum<br>1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menekankan pada tujuan, agar pendidikan<br>lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan<br>Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) Zaman ini<br>dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan.<br>Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK),<br>materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.Kurikulum<br>1984 mengusung proses skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses,<br>tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan<br>kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa ditempatkan sebgai subyek<br>belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan,hingga melaporkan.<br>Model ini disebut dengan model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).          BAB VITUJUAN<br>PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN    TUJUAN PENDIDIKANTujuan<br>pendidikan itu juga ditanamkan sejak manusia masih dalam kandungan, lahir,hingga dewasa yang sesuai dengan perkembangan dirinya.<br>Ketika masih kecil pun pendidikan sudah dituangkan dalam UU 20 Sisdiknas 2003,<br>yaitu disebutkan bahwa pada pendidikan anak usia dini bertujuan untuk<br>mengembangkan kepribadian dan potensi diri sesuai dengan tahap perkembangan<br>peserta didik (Depdiknas 2003: 11).Tujuan<br>pendidikan disebut juga dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 dalampasal 3<br>adalah sebagai berikut “pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi<br>peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang<br>Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi<br>warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab".    <br>Tujuan<br>pengajaranTujuan<br>pengajaran di artikan sebagai suatu upaya pendidik/guru dalam hubungan dengan<br>tugas-tugasnya membina peserta didik/siswa misalnya:      <br>Meningkatkan<br>kemampuan baca siswa.     <br>Melatih<br>keterampilan tangan siswa.      <br>Menumbuhkan<br>sifat disiplin dan percaya diri di kalangan siswa.Tujuan pengajaran lebih diartikan sebagai perilaku hasil<br>belajar yang diharapkan dimiliki siswa-siswa.          BAB VIIPESERTA DIDIK   <br>Definisi Peserta Didik dan PendidikDi dalam UU No. 20 Tahun 2003<br>Tentang sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), peserta didik didefinisikan<br>sebagai setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses<br>pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan<br>nonformal. Sedangkan pendidik dalamUU<br>nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen secara tersirat menyebutkan bahwa<br>seorang guru adalah pendidikan professional dengan tugas utama mendidik,<br>mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai , dan mengevaluasi peserta didik. Pendidik adalah orang dewasa yang<br>bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan<br>baik jasmani maupun rohaninya. Agar tercapai tingkat kedewasaan mampu berdiri<br>sendiri memenuhi tugasnya sebagai mahluk Tuhan, mahluk sosial dan mahluk<br>individu yang mandiri.Pendidik yang ideal adalah sosok<br>yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani, bukan<br>karena tuntunan uang belaka, yang membatasi tugas dan tanggung jawabnya sebatas<br>dinding sekolah. Dan mempunyai karakter sebagai Guru selalu ingin bersama anak<br>didik didalam dan diluar sekolah dan guru merasa prihatin dan berfikir untuk<br>mengembangkan anak didiknya. .Adapun tanggung jawab seorang<br>pendidik yang diidentifikasi melalui segi umum yaitu: 1. Mencerdaskan kehidupan anak didik. 2. Memberikan sejumlah norma tentang perbuatan susila<br>dan asusila. Misalnya: guru mencontohkan melalui sikap, tingkah laku yang baik.<br>     BAB VIIIBAHAN PENGAJARAN DAN PROSEDUR<br>PENGAJARAN   <br>Bahan PengajaranBahan<br>pengajaran adalah bagan integral dalam kurikulum yang ditentukan dalam GBPP.<br>Bahan pengajaran pada dasarnya isi kurikulum. <br>Untuk mengeksplorasi isi kurikulum<br>dibutuhkan pendekatan pengembangan nasional kurikulum secara menyeluruh, yaitu:  Pendekatan<br>cultural  Pendekata<br>multidimensional  Pendekatan<br>manajerial  Pendekatan<br>professional    <br>IDENTIFIKASI<br>BAHAN PENGAJARANMenentukan keberhasilan KBM<br>sehubungan dengan ketercapaian tujuan pengajaran. <br>Klasifikasi bahan pengajaran dalam<br>bidang:Pengetahuan,<br>keterampilan, afektif <br>Identifikasi bahan pengajaran, dapat<br>ditinjau dari sudut;     <br>Kedudukan materi pelajaran     <br>Diperlukan tujuan instruksional     <br>Peta pengetahuan     <br>Fakta, prosedur, konsep, prinsipC. KETERAMPILAN INTERAKTIF <br>Taksonomi Bloom = Kognitif, afektif,<br>psikomotorik. <br>Isi keterampilan interaktif menurut<br>taksonomi Bloom = Perbuatan interaksi dengan orang lain dan mengandung kegiatan<br>intelektual, yaitu: berpikir mengenai hubungan dengan objek, orang, atau gejala<br>serta mereaksi secara cermat terhadap objek, orang, atau gejala tersebut.     <br>PROSEDUR<br>PENGAJARANBelajar adalah perubahan tingkah laku berkaitan latihan dan pengalaman.Teori Belajar : <br>Mental disiplin <br>Behaviorisme <br>Gestalt <br>Kognitif <br>Sistem    <br>PROSEDUR<br>PENGAJARAN KONSEP <br>Menetapkan prilaku <br>Mengurangi banyaknya atribut <br>Menyediakan media verbal untuk siswa <br>Memberikan contoh positif dan<br>negatif <br>Menyajikan contoh <br>Sambutan siswa dan penguatan <br>Menilai belajar konsep       BAB XISTRATEGI PENGAJARAN DAN MEDIA<br>PENGAJARAN   <br>DefinisiStrategi<br>merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai<br>tujuan tertentu.Dikatakan<br>sebagai pola umum yang berisi tentang seperangkat kegiatan yang dapat dijadikan<br>pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat<br>tercapai secara optimal.METODE<br>PEMBELAJARAN•Metode<br>bimbingan, siswa dituntun dg berbagai cara (senam, renang). Metode ini efektif<br>digunakan pada latihan dini &amp; tugas yg berbahaya•Metode<br>praktek padat (massed practice)•Metode<br>praktek distribusi (distributed practice)•Metode<br>latihan terpusat (blocked practice), mis, pass bawah 20 x, pass atas 20 x,<br>servis 20 x (1 tugas selesai baru pindah ke tugas lain)•Metode<br>latihan acak (random practice) mis, 1 x pass bawah, 1 x pass atas, 1 x servis,<br>kembali lg ke 1 x pass bawah, 1x pass atas, dst.•Metode<br>keseluruhan (whole method)•Metode<br>bagian (part method)•Metode<br>campuran (whole-part method)•Metode<br>progresif BAB XMETODE CERAMAH DAN<br>DISKUSI   <br>Metode Ceramah Dan Diskusi Metode ceramah<br>ialah bentuk interaksi endukatif melalui penerangan dan penerangan dan<br>penuturan secara lisan oleh guru atau pendidik terhadap sekelompok pendengar .Metode diskusi<br>adalah sebagai salah satu metode interaksi edukatif di artikan sebagai metode<br>di dalam mempelajari bahan atau bahan penyampaian dengan cara jalan diskusi<br>dalam suatu pembahasan .       BAB XIMengajar dengan metode: Penemuan, Creative Problem<br>Solving, Problem Posing dan Resource Based learningA. Pembelajaran Penemuan (Discovery)1. Pengertian Metode Penemuan (Discovery)Penemuan<br>(Discovery) adalah suatu metode / strategi yang berpusat pada siswa<br>dimana kelompok – kelompok siswa di hadapkan pada suatu persoalan untuk mencari<br>jawaban atas pertanyaan – pertanyaan dalam suatu prosedur dan struktur kelompok<br>yang digariskan secara jelas. Metode penemuan (Discovery) diartikan<br>sebagai prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran, perseorangan,<br>manipulasi obyek dan percobaan, sebelum sampai kepada generalisasi. Sehingga<br>metode penemuan (Discovery) merupakan komponen dari praktik pendidikan<br>yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajaraktif, berorientasi<br>pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri, danreflektif.10Menurut<br>Hanafiah metode penemuan (Discovery) merupakan suatu rangkaian kegiatan<br>pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan siswa secara maksimal untuk<br>mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga siswa<br>dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud<br>adanya perubahan tingkah laku.  Model Pembelajaran<br>Creative Problem Solving (CPS) Menurut Pepkin (2004), model CPS<br>adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan<br>keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan.<br>Ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan, siswa dapat melakukan keterampilan<br>memecahkan suatu masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Tidak<br>hanya dengan cara menghapal, keterampilan memecahkan masalah dapat juga<br>memperluas proses berpikir. CPS merupakan representasi dimensi-dimensi proses<br>yang alami, bukan suatu usaha yang dipaksakan. CPS merupakan pendekatan yang<br>dinamis, siswa menjadi lebih terampil sebab siswa mempunyai prosedur internal<br>yang lebih tersusun dari awal. Ada banyak kegiatan yang melibatkan kreatifitas<br>dalam pemecahan masalah seperti riset dokumen, pengamatan terhadap lingkungan<br>sekitar, kegiatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, dan penulisan yang<br>kreatif. Dengan CPS, siswa dapat memilih dan mengembangkan ide dan<br>pemikirannya. Berbeda dengan hafalan yang sedikit menggunakan pemikiran, CPS<br>memperluas proses berpikir.  MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSINGProblem<br>posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa menyusun pertanyaan<br>sendiri atau memecah suatu soal menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih<br>sederhana yang mengacu pada penyelesaian soal tersebut. <br>Resource Based learningMenurut<br>Suryosubroto ) Resource Based Learning adalah suatu pendekatan yang dirancang<br>untuk memudahkan siswa dalam mengatasi keterampilan siswa tantang luas dan keanekaragaman<br>sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. <br>Menurut<br>Nasution () Resource Based learnig adalah segala bentuk belajar yang<br>langsung menghadapkan murid dengan sesuatu<br>atau sejumlah individu atau kelompok dengan segala kegiatan belajar yang<br>berkaitan dengan itu, bukan dengan cara konvensional dimana guru menyampaikan<br>beban pelajaran kepada murid. <br>Menurut<br>Baswick (Dalam), pembelajaran berdasarkan sumber ”Resource Based<br>Learning” melibatkan keikutsertaan secara aktif dengan berbagai sumber (orang,<br>buku, jurnal, surat kabar, multi media, web, dan masyarakat), dimana para siswa<br>akan termotivasi untuk belajar dengan berusaha meneruskan informasi sebanyak<br>mungkin.<br>Dari berbagai pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan<br>Resource Based Lerning merupakan berbagai sarana atau alat yang digunakan guru<br>dalam proses pembelajaran sebagai perantara komunikasi dalam menyampaikan isi<br>materi pelajaran. <br>Ciri-ciri<br>pendekatan Resource Based Learning<br>Belajar berdasarkan sumber atau Resource Based Learning bukan sesuatu yang<br>berdiri sendiri, melainkan bertalian dengan sejumlah perubahan-perubahan yang<br>mempengaruhi pembinaan kurikulum. Perubahan-perubahan itu mengenai : <br>1. perubahan dalam sifat dan pola ilmu pengetahuan manusia <br>2. perubahan dalam masyarakat dan taksiran kita tentang tuntutannya.<br>3. perubahan mengenai pengertian kita tentang anak dan cara-cara belajar <br>4. perubahan dalam media komunikasi  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 04:25:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85064398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KOMPETENSI GURU</title>
         <author>mustafa01031995</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85064405</link>
         <description><![CDATA[<p>Mustafah / 14020230001/ 3</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88519981/e06395fc9eb3c7a4ca7d5e51383ae218a8de8467/2786db643f4dac9738ba78c382a74c2d.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 04:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85064405</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sefisari55</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85066236</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88505134/dd9d6ca9b3f7e5f03cc330571a1d9b316b6a8f6e/0444e02c1c8fbeee72c963c5d16674db.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 06:17:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85066236</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>izzam_f4</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85067045</link>
         <description><![CDATA[<p>Izzatul Mufidah B1</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410833/3d5c2e2532c0485d937833f858d054afb5af89ee/d9ed4e626f8d29b32cb77cf49f9d5053.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 07:14:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85067045</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>awelrudy</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85068269</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410846/9b5d3f7ad5309a8e70c5f2a40e2cf6974896f7cb/3f881910c3bb1d2deda427e96cea309f.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 08:24:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85068269</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Thank you</title>
         <author>erwinhari</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85070243</link>
         <description><![CDATA[<p>Mana yg lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 09:53:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85070243</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bettymahardica1</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85073065</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88540617/4d32f5466cc2d93048c69808729f9ce94b01b82f/0fae572f60bed66569ab12639439e382.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 11:40:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85073065</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uswatul Lyana / B1 / 14 -- 35 / sem </title>
         <author>uswatullyana</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85073651</link>
         <description><![CDATA[<p>Perkembangan kurikulum</p><p>Pada dasarnya kurikulum di tentukan oleh guru atau tenaga kependidikan. Guru yang menentukan topik pengajaran, bahan bahan yang akan di ajarkan, metode yang di gunakan, alat yang di pilih dan dipergunakan serta mengevaluasi hasil kurikulum.</p><p>Pihak luar dapat membantu, menentukan garis besar dari kurikulum yang akan di laksanakan, misalnya orang tua dan masyarakat. Guru yang memberi isi meelengkapi dan menyesuaikan kondisi siswa yang akan di ajar. Guru yang memegang peran penting dalam penyusunan dan pelaksanaan kurikulum, dan oleh karena itu guru harus memahami dengan baik masalah kurikulum.</p><p>Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan(sekolah) bagi siswa. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran namun meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan sekolah , perpustakaan,karyawan tata usaha, gambar gambar, halaman, halam sekolah dan lain lain.</p><p>Dalam sebuah system pendidikan nasional, dinyatakan bahwa kurikulum adalaj seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelejaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.</p><p>Faktor faktor yang harus di perhatikan dalam menyusun kurikulum : </p><p>1. Tujuan pendidikan nasional</p><p>2. Tahap perkembangan perserta didik</p><p>3. Kesesuaian dengan lingkungan</p><p>4. Kebutuhan pembangunan nasional</p><p>5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kesenian</p><p>6. Kesesuaian dengan jenis dan jenjang suatu pendidikan. </p><p>Faktor fatktor pengembangan kurikulum :</p><p>1. Filsafat pendidikan</p><p>2. Masyarakat</p><p>3. Siswa</p><p>4. Proses belajar</p><p>5. Bentuk kurikulum</p><p>Bentuk - Bentuk Kurikulum</p><p>1. Mata pelajaran terpisah - pisah / Isolated subject</p><p>Kurikulum terdiri dari sejumlah mata  pelajaran terpisah - pisah</p><p>2. Mata pelajaran berkolerasi / corelated</p><p>Penyampaian pokok - pokok materi yang bersamaan diantara dua atu lebih mapel dengan maksud agar para siswa lebih mudah mengerti.</p><p>3. Board field</p><p>Beberapa mapel yang sejenis, memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam bidang luas.</p><p>4. Program yang berpusat pada siswa / child centered program</p><p>Program yang menitikberatkan pada kegiatan siswa bukan pada mapel.</p><p>5. Core program</p><p>Program inti yang berupa unit atau masalah dan masalah diambil dari salah satu mapel.</p><p>6. Electric program</p><p>Program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada siswa.</p><p>Evaluasi dan perbaikan kurikulum </p><p>Guru selalu di berikan kesempatan untuk melakukan efaluasi dan perbaikan kurikulum sesuai dengan kondisi siswa. Sekolah yang berbeda, daerah yang berbeda, pastinya memerulkan kurikulum yang berbeda pula, jika mengikuti kurikulum yang sudah ditetapkan pemerintah pasti guru dan siswa akan menemui kesulitan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 12:04:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85073651</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifa&#39;atul Majid /BI/13020230078/sem 3</title>
         <author>sishuiitachi</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074077</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88517262/e886432f7c6fc80c92443f488cbb36d1142cf3f5/2b8965313c020c16b2e617362660d916.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 12:24:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074077</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074440</link>
         <description><![CDATA[<p><b>Tujuan Pendidikan dan Pengajaran</b></p>

<p>Ruslan
Rahman Wahid / 14020230058 / B2 / III</p>

<p><b>1.&nbsp;Pengajaran
dan Perkembangan Siswa</b></p>

<p>Siswa adalah organisme hidup yang
senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani ataupun rohani
dalam menyesuaikan dengan lingkungannya.</p>

<p>Pendidikan adalah suatu proses yang
mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan dengan lingkungannya dan&nbsp;
menimbulkan perubahan pada diri yang berfungsi secara kuat dalam bermasyarakat.
Pengajaran sendiri berfungsi mengarahkan proses ini agar sesuai tujuan.</p>

<p>Pertumbuhandan perkembangan
dipengaruhi oleh dua unsur yaitu bakat dan lingkungan. Lingkungan akan
mendukung bakat yang dimiliki oleh siswa dan bakat akan bisa diekspresikan
dengan maksimal dilingkungan yang tepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa bakat
dan lingkungan memiliki hubungan yang erat dan mendukung satu sama lain.</p>

<p><b>2.&nbsp;Nilai Tujuan Pendidikan</b></p>

<p>a.&nbsp; Mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan
murid dalam proses pengajaran. Ini dikarenakan tujuan yang jelas akan membuat
usaha dan pemikiran guru tercapai.</p>

<p>b.&nbsp; Memberikan motivasi kepada guru dan siswa.
Ini mendorong pendidikan dan pengajaran akan lebih cepat dan efisien dan
berhasil.</p>

<p>c.&nbsp; Memberikan pedoman dalam memilih dan
menentukan metode belajar sesuai lingkungan siswa karena hal ini akan menjadi
pencapaian hasil belajar bagi siswa.</p>

<p>d.&nbsp; Tujuan pendidikan ada kaitannya dengan alat
peraga yang digunakan oleh guru karena alat peraga menjadikan pengajaran akan
lebih efektif.</p>

<p>e.&nbsp; Menentukan alat/teknik penilaian guru
terhadap hasil belajar siswa. Penilaian ini untuk mengetahui sejauh mana tujuan
pendidikan tercapai.</p>

<p><b>3.&nbsp;Tingkat-Tingkat Tujuan Pendidikan</b></p>

<p>a. Tujuan Pendidikan Nasional</p>

<p>Tujuan pendidikan nasional dalah
tujuan utama dari sistem pendidikan. Tujuan ini berlaku untuk jangka panjang
dan sangat luas sehingga tujuan pendidikan nasional dijadikan dasar dalam
menentukan tujuan dan kurikulum sekolah, tujuan pendidikan formal dan informal.
Ketentuan tentang tujuan pendidikan nasional ada di Tap MPR-RI no.
XXV/MPRS/1966 bab II pasal 3 dan 4. </p>

<p>Untuk mencapai dasar dan tujuan tersebut maka isi
pendidikan adalah :</p>

<p>-&nbsp; Mempertinggi mental, moral, budi pekerti, dan
mempekuat keyakinan beragama</p>

<p>- Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan</p>

<p>-&nbsp;Membina/memperkembangkan fisik yang kuat dan
sehat.</p>

<p>Tujuan pendidikan ini hanya dapat dicapai dalam jangka
waktu yang&nbsp;lama dan melalui tujuan ini, siswa diarahkan perkembangannya
agar hasilnya bisa berguna dalam bermasyarakat.</p>

<p>b.&nbsp;Tujuan Lembaga Pendidikan</p>

<p>Setiap lembaga pendidikan (dari TK
sampai PT) mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan tujuan tersebut pastiah
berbeda-beda sesuai jenis lembaga tersebut dan untuk siapa lembaga itu
disediakan.</p>

<p>c. Tujuan Kurikulum</p>

<p>Kurikulum di Indonesia harus mencerminkan
jiwa pembukaan UUD ’45. Kurikulum harus diinterogasikan dengan <i>Nation a
Character Building</i> yang memberikan kemungkinan perkembangan menjadi manusia
yang bermental moral, budi pekerti luhur dan kuat keyakinan agama yang memiliki
kecerdasan tinggi dan terampil. Dengan demikian kurikulum mempersiapkan siswa
menjadi manusia Pancasila.</p>

<p>d.&nbsp; Tujuan Mata pelajaran</p>

<p>Secara umum&nbsp; mata pelajaran dapat dibagi :</p>

<p>- Broad – field bahasa dan seni</p>

<p>- Broad – field ilmu pengetahuan sosial</p>

<p>- Broad – field ilmu pengetahuan alam</p>

<p>- Broad – field matematika</p>

<p>- Broad – field&nbsp;pendidikan jasmani dan rohani</p>

<p>Dalam setiap <i>broad – field</i>
terdapat sejumah mata pelajaran yang memiliki tujuan-tujuannya sendiri yang
berbeda satu sama lain. Tujuan ini merupakan penjabaran tujuan kurikulum dalam
mencapai tujuan pendidikan nasional.</p>

<p><b>4.&nbsp;Merumuskan Tujuan Mengajar</b></p>

<p>Tujuan mengajar merupakan tujuan
khusus yang dirumuskan dalam <i>lesson plan. </i>Tujuan mengajar harus memenuhi
kriteria sebagai berikut :</p>

<p>a.&nbsp; Tujuan bertitik tolak dari tingkah laku
siswa. Sebagai pedoman, kita bisa menggunakan tingkah laku sebagai berikut :</p>

<p>-&nbsp;Pengetahuan apa yang hendak diperoleh ?</p>

<p>- Pengertian apa yang hendak dikembangkan ?</p>

<p>-&nbsp;Keterampilan apa yang hendak dikembangkan ?</p>

<p>b.&nbsp; Tujuan harus dirmuskan se<i>khusus</i> mungkin
agar lebih jelas apa yang hendak dicapai dan lebih mudah untuk mencapainya</p>

<p>c.&nbsp; Tujuan dirumuskan secara sederhana, singkat
tapi jelas agar tidak bercabang dan membingungkan.</p>

<p>d.&nbsp; Tujuan dapat diperoleh dalam waktu singkat
sehigga setelah pelajaran, guru dapat mengontrol tujuan yang tercapai.</p>

<p>e.&nbsp; Perumusan tujuan jangan disatukan dengan
kegiatan mencapai tujuan.</p>

<p>Dengan demikian tujuan mengajar
harus bersifat efektif dan bisa dipertanggungjawabkan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 12:45:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074440</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>jazzelfiky</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074466</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543534/4a45655958dd72b2af5f8297a8fd91584447139d/1a163d490ca096c672369e42bf06a9a5.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 12:48:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074466</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ruslan Rahman Wahid</title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074688</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543026/4ab8b180ccee74feeb371d5b375f7e4f940c15c7/66ac21814fbf4a3827658748d18ddc58.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 12:59:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074688</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hawk_e</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074786</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88544714/804d1c9be16f7fa713620324845df3c6a3a4bbbd/e89bf4bb12cde434c6e9ee65089f844d.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 13:03:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074786</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hawk_e</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074884</link>
         <description><![CDATA[<p>Komen dosen: mas kok cuma sedikit. di upload file aja

</p><p>TUGAS AKHIR</p>

<p>RAHMAT ASTAGINA / 14020230067 /</p>

<p>Didaktik adalah teori pembelajaran dan, dalam
arti luas, teori dan praktik penerapan pembelajaran dan belajar Berbeda
dengan matetik, sebagai ilmu
belajar, didaktik hanya merujuk pada ilmu pembelajaran.</p>

<p>Didaktik metodik
merupakan disiplin ilmiah yang berupaya menjawab pertanyaan tentang bagaimana pengetahuan,
keterampilan, dan sikap dapat
diajarkan oleh guru kepada siswa.
Disiplin tersebut diajarkan pada pendidikan pra jabatan untuk guru di tingkat perguruan tinggi mulai jenjang sarjana sampai
tingkat doktoral.</p>

<p><b>Didaktika umum<span>&nbsp; </span></b></p>

<p>Dalam didaktika umum
dipelajari aturan umum bagi seorang guru untuk dapat mengajar dengan sebaik
mungkin dalam suatu bahasan tertentu. Beberapa hal yang secara umum perlu
diketahui diantaranya tentang motif anak dalam belajar, evaluasi dan
penilaian, penggunaan media pembelajaran, desain pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Dalam hal
ini, pendidikan ditunjang oleh psikologi dan pedagogi. Selain itu
dalam didaktik juga dibahas mengenai berbagai peran guru, antara lain sebagai
perancang, pelaku, peneliti, sekaligus sebagai pelajar dalam suatu proses
belajar mengajar.</p>

<p><b>Didaktik khusus</b></p>

<p>Di sini dipelajari
tentang bagaimana mengajarkan suatu materi khusus dengan sebaik-baiknya.
Bimbingan tentang waktu dan tempat yang tepat serta persiapan dan pengajaran
yang cocok oleh teman sejawat dalam suatu pelatihan merupakan metodologi
pengajaran yang digunakan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 13:06:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85074884</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sadam3900039</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075006</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410831/3b749017bba93d4b01524545efcfcf7ced2fa5f5/2a707bd91d45a7c7cea53178b3ffc1d4.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 13:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MOH. SYAIFUL ADLIM. </title>
         <author>moh_syaifuladlim_uniska</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075058</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88508115/e63c7ac29c59dddfff217e1e7c38a3b0aac79b8a/ef54ee6d79f83c7e4e99449caa7553c9.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 13:15:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075058</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MOH. SYAIFUL ADLIM ( TUGAS PENGGANTI PRESENTASI)</title>
         <author>moh_syaifuladlim_uniska</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075112</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88508115/4b514e007164cef442ef7bb7fd6762403f9a42af/1f0d5c3aee02244d8e241c32c44fcd81.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 13:17:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075112</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>albetasyari_30</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075134</link>
         <description><![CDATA[<p>Kurang lengkap

</p><p>ALBERT ASY’ARI/14040230039/</p><p>TUGAS RESUME</p><p>PENGEMBANGAN KURIKULUM</p>

<p>Awal kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang
diberi nama Rentjana Pembelajaran 1947. Kurikulum ini pada saat itu meneruskan
kurikulum yang sudah digunakan oleh Belanda karena pada saat itu masih dalam
psoses perjuangan merebut kemerdekaan. Yang menjadi ciri utama kurikulum ini
adalah lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan
sejajar dengan bangsa lain.</p>

<p>Setelah
rentjana pembelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum Indonesia mengalami
penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus
memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.</p>

<p>Usai
tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem
kurikulum pendidikan di Indonesia. Kali ini diberi nama dengan Rentjana
pendidikan 1964. yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan
pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional,
kerigelan dan jasmani.</p>

<p>Kurikulum
1968 merupakan pemabaharuan dari kurikulum 1964. Yaitu perubahan struktur
pendiddikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan
dasar, dan kecakapan khusus. Pemabelajaran diarahkan pada kegiatan mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan serta pengembangan fisik yang sehat dan kuat</p>

<p>kurikulum
1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menekankan pada tujuan, agar pendidikan
lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) Zaman ini
dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan.
Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK),
materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.</p>

<p>Kurikulum
1984 mengusung proses skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses,
tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan
kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa ditempatkan sebgai subyek
belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan,hingga melaporkan.
Model ini disebut dengan model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).</p>

<p>Kurikulum
1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara
pendekatan proses.</p>

<p>Kurikulum
1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan
Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini
berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari
sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang
pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi
kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.</p>

<p>Kemudian
KBK tahun 2004 dan KBK tahun 2006 (versi KTSP), bahwa sekolah diberi kewenangan
penuh dalam menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar
yang ditetapkan, mulai dari tujuan, visi-misi, struktur dan muatan kurikulum,
beban belajar, kalender pendidikan hingga pengembangan silabusnya&nbsp;.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 13:18:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85075134</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fildzahsy</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85076090</link>
         <description><![CDATA[<p>Fildzah Syarafina NF</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88542140/58d9697990216fde217d8ec07664deccead6fee2/d341c2325bb76479336b744d13819e5d.pptx" />
         <pubDate>2015-12-05 13:50:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85076090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BELAJAR PEMBELAJARAN</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077050</link>
         <description><![CDATA[<p>Galih Putri K.S(14020230015)</p><p>Pembelajaran PEDOGAGIK</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/3b78a867110c7b0b36aa227e6ceef3b6eb035b29/cabc7d3205436aa0463e1940bc5eca71.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 14:23:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077050</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ekonurohman1990</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077061</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410842/dcd38a1f8decdb362e4264aa4ecc1d47c4a0d9af/c08994c063f345251c6cfb0109c2a548.doc" />
         <pubDate>2015-12-05 14:23:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077061</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BELAJAR PEMBELAJARAN</title>
         <author>riaantika1605</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077084</link>
         <description><![CDATA[<p>RIA ANTIKA (14020230028)</p><p>MENGAJAR DAN PENGAJARAN</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410836/52d6ee51648792768b56abcce004250645ac696f/68727598fa392eced58231c8c938e6b3.doc" />
         <pubDate>2015-12-05 14:24:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077084</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ekonurohman1990</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077146</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410842/01c6a7c71292a033821d2239f79f5812b2df115f/93816287802f4694204539f07fed4101.doc" />
         <pubDate>2015-12-05 14:26:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077146</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BELAJAR PEMBELAJARAN</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077273</link>
         <description><![CDATA[<p>DWI ANA RISKA SOVIANTI (14020230050)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/e62f9a54fa390a31a9996f375431d61a6fa77815/fcc75b7cff942442ae3c7bf22441073a.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 14:31:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85077273</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESU</title>
         <author>qiefemale2</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85078436</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 15:05:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85078436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME BELAJAR PEMBELAJARAN</title>
         <author>qiefemale2</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85078437</link>
         <description><![CDATA[<p>Kiky Pramas Ardya Sari (14020230065/</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88548503/951a95613310253858b75e1c1c92567343667e9a/3011d4c835ba5e2cdfbc0d9c395bec04.doc" />
         <pubDate>2015-12-05 15:05:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85078437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME BA</title>
         <author>qiefemale2</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85078439</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-05 15:05:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85078439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BELAJAR PEMBELAJARAN</title>
         <author>ekonurohman1990</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85079003</link>
         <description><![CDATA[<p>Eko Nurohman (14020230008)</p><p>PESERTA DIDIK DAN TENAGA PENDIDIK</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410842/e21a035e443fed78f9a0000d65e4a9ac7d71f288/e90419acd0ae96d425f61fb3a3ea1efb.doc" />
         <pubDate>2015-12-05 15:23:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85079003</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hestika_s1</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85079401</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88553306/ca3f1d23bd2819dd3adc80430df375b9f7db7e0d/6ec4b9a1ace1f57c03c0c021830941c9.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 15:35:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85079401</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>faidah56</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85079848</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410832/2da410313b8c33ef297b424cebf80ad837ea7638/ca56db28c9b96fb6c0a7552b128a40fb.doc" />
         <pubDate>2015-12-05 15:49:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85079848</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>umam2izul</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85080550</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88551778/9cc89f75c030b29fbfe75faecaff3341b5b1ce6f/80e8c3dc6618c9efc19dc4fe698245a6.docx" />
         <pubDate>2015-12-05 16:12:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85080550</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nan78696</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85106141</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410845/5f51d09b0c0f47f870c6d260065f5e26cb9f5ebf/f58df19e001ec1e3e315a7eca5df96fc.docx" />
         <pubDate>2015-12-06 12:10:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85106141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sri handayani</title>
         <author>sri_handayani823</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85106411</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410839/633d2c9c42cc714b3079357fa8446f4e47b3b5c6/a06e851e0f8feed16251cb16894e5e13.docx" />
         <pubDate>2015-12-06 12:21:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85106411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kristina </title>
         <author>tinakris092</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85106563</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410838/8bdd865a5197ad0bb5735bfb088f24cc40d9c0d1/57c2d26474317339a476d4dad9637c87.docx" />
         <pubDate>2015-12-06 12:24:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/85106563</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86148945</link>
         <description><![CDATA[<p>Ahmad Jalil</p><p>1402023000</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88613275/192ffd5fe74f9bd704f4ba82ecb8f53738d3d743/e0a39cb2840cfda6cf42fbd4ccff3a80.pdf" />
         <pubDate>2015-12-11 16:05:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86148945</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>awelrudy</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86225804</link>
         <description><![CDATA[<p>Resume</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410846/042ba3f12717fe42f28500334a6da9ce2c3efa4f/a4c193f53400569cb9fd4d9066c7438f.docx" />
         <pubDate>2015-12-11 23:54:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86225804</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sishuiitachi</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86230061</link>
         <description><![CDATA[<p>ppt </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-12 03:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86230061</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sishuiitachi</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86230062</link>
         <description><![CDATA[<p>PPT presentasi belajar pembelajaran </p><p>judul : model-model pembelajaran</p><p>Dwi Ana Riska Sovianti (14020230050)</p><p>Rifa'atul majid (13020230078)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88517262/0f8b631fa129a81400f5b21d4366297576f45cfa/98e78568fad95482051e3209154e45ae.pptx" />
         <pubDate>2015-12-12 03:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86230062</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>jazzelfiky</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86243691</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543534/c3c43d89fce3f941bc14b13d443e7ace9c15a661/1d8aa57417a953c42092af8814e45f2f.docx" />
         <pubDate>2015-12-12 14:34:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86243691</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>jazzelfiky</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86243774</link>
         <description><![CDATA[<p>Tugas PPT "Peserta Didik"</p><p>Nama : Amad Jajuli</p><p>NPM   : 14020230070</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543534/7743289551156610d32ea0233cca2c85e0209c72/f09a376d8eaaa38852f9964ef99fa3f0.pptx" />
         <pubDate>2015-12-12 14:36:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86243774</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>umam2izul</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86257044</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88551778/e7f88cc34ded925a947bd3371c4736be08b70f9a/6644af7d4654f72e01316260b9520ed0.docx" />
         <pubDate>2015-12-12 23:00:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86257044</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sahrilmujani</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86260134</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Syahril Mujani (140-24</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88559557/45f316fcebd50ed0bb3a2eb6752f32a0d19e9857/3798bdf3c2d939cfb1c82794e591e90a.docx" />
         <pubDate>2015-12-13 02:50:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86260134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME ALL FILE</title>
         <author>sahrilmujani</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86260174</link>
         <description><![CDATA[<p>Name: Syahril Mujani (140-240</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88559557/c29796d914151f1a11042c5aa08bc44a39bdc938/a3d78c63ff5bfb9805c9c270635cfbaf.docx" />
         <pubDate>2015-12-13 02:52:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86260174</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>umam2izul</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86269530</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88551778/341177ed2f3affd8cae567ebddd3892050fdebf0/96822d80f57308b7b5737f92d5b16b6a.pptx" />
         <pubDate>2015-12-13 11:22:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86269530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>resume semua presentasi</title>
         <author>padukirana</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86272044</link>
         <description><![CDATA[<p>AJUN SUPAHING</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88870740/fbb488619524f09e5bed17c0916f0e68ec11adf6/a87bf5bc32d8f36d9b5e8e52666f47da.docx" />
         <pubDate>2015-12-13 12:33:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86272044</guid>
      </item>
      <item>
         <title>resume presentasi sendiri</title>
         <author>padukirana</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86273227</link>
         <description><![CDATA[<p>maaf pak barang kali kemaren belum masuk...</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88870740/a6148f02ddbf36f409568ffd4c529630dba6c2f2/6246ecbbbbc56a8359a1acdc4841596c.docx" />
         <pubDate>2015-12-13 13:08:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86273227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME SEMUA MATERI ( TUGAS UAS SEMESTER III</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86312615</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Muhammad Faishol Nurul Huda</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88878806/518e9425f7086f4c74e8fa5826b9a62d4bac0409/5da68f747798b4bea9cb1f2e51331c6f.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 03:59:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86312615</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anizaramadini</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86367013</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88504355/a10f86909251e1684415c76bb3ba8d5db41308a0/787383a7553ef85560dae782ae08eda9.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 13:38:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86367013</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anizaramadini</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86369855</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88504355/df8e567457e5f2729e590e1f3216a8775d004691/18e23ce451e432d5364d73ac3a0d4ddd.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 13:50:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86369855</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bettymahardica1</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86382384</link>
         <description><![CDATA[<p>Ini lo pak kemarin saya udah kumpulin ini,pak Erwin bilang saya blom kumpulin :(</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88540617/ef358599277e80d8de0386315b916a3d2bf44762/c5a6fc69736a6430d005a6de47209bb9.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 14:40:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86382384</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>bettymahardica1</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86383230</link>
         <description><![CDATA[<p>BETTY MAHARDICA</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88540617/94c241ec764a742e59a987bf4edb2d2d20bf53d0/50d3de5d82897eef0c12290a4e267990.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 14:42:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86383230</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GALIH PUTRI K.S (B1/14-15)</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86396975</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/15989e08fab4633fe38b1524f370e7156b7af78f/9c9af82acecc3b5640e86a39caef806b.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 15:29:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86396975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Galih Putri K.S (B1/14-15)</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86396984</link>
         <description><![CDATA[<br>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/e4738e2b0fc14f0a1d5f08063e7adde66a6bfeef/d23e820fb281c7cae0adc778bb3f4945.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 15:29:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86396984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DWI ANA RISKA SOVIANTI/B2/14020230050</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86398749</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/e977f56c4e3d24a52036a76a18e35b7e09a50a7e/048622ebf191682a30cca2a277b4f654.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 15:36:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86398749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DWI&amp;nbsp; ANA RISKA SOVIANTI (B2/14-50)</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86399106</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/d502045a899e7cf4dfc0112dfdfe9cc029e65a31/7657a92acb4ad8429608bbd411a838a0.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 15:37:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86399106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Izzatul Mufidah (B1/14)</title>
         <author>izzam_f4</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86490078</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410833/28f61423d4ba0197613e4651b36030a180dc165b/a154bc3c5a1b58f6503a0214ed4a8b28.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 22:46:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86490078</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uswatul Lyana (B1)</title>
         <author>lyyshinoby</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86492475</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88511122/8c71934db3c99f03eda7aa4e8ca657383539c179/a872e2cb51327677d7c9b001633704da.docx" />
         <pubDate>2015-12-14 23:25:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86492475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kristina (B1/14-02)</title>
         <author>galihputri05</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86494605</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410844/3a51517752c0e2b27b144ba1396dbeb1b77fd553/bc86fc288af1490e9a6399f25949314e.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 00:05:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86494605</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fildzahsy</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86495336</link>
         <description><![CDATA[<p>FILDZAH SYARAFINA NF/B1/14020230030</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88542140/3c6ffbc533021593103f4729d39026a0ba7f6af3/34e006cb824498103c252fd9964c5256.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 00:19:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86495336</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86508542</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543026/32128cb3d263ce7e1309effdc664307f30bbb133/79dca5e3c90461c6cb66a737aac67f15.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 04:46:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86508542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>mustafah/b2/1402023001</title>
         <author>mustafa01031995</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86509089</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88519981/9e2a0f368f72bee7993807584d51e58fc81571e4/2e9ee849fa9cdbcc922d02c550798a0a.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 04:53:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86509089</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ruslan Rahman Wahid/b2/Semester III UAS belajar pembelajaran</title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86509135</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543026/c01bfce434a629e717bac67db256589c55656380/227e20a06a3338525b155cd0eb020a42.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 04:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86509135</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Estika Sari /b1/semester 3/ UAS</title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86511463</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543026/45207f2fe5885808c3981e8c00fe1d5340227169/8d250145948d3233ebb8b9463f103680.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 06:20:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86511463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>siti nur faidah/ b1/semester 3/ UAS</title>
         <author>faidah56</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86550625</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410832/c66c2b8a15deb0dc0a9cb501e75ea4dc213868ab/c10bf2c4a81b8b0288938815b5f49300.doc" />
         <pubDate>2015-12-15 12:43:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86550625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>albert asyari /b2/smester 3RESUMEMATERI“BELAJARPEMBELAJARAN”    Oleh : ALBERT ASY’ARINPM : 1402020230039        </title>
         <author>albetasyari_30</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86555581</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-15 13:15:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86555581</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kiky Pramas Ardya Sari/b2/III/ Uas</title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86556919</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543026/451f228292a9022a35dd6507978b74ed2d8f0cdc/a9fc17b80033f0bc8834916a418db19c.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 13:22:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86556919</guid>
      </item>
      <item>
         <title>makalah </title>
         <author>albetasyari_30</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86556924</link>
         <description><![CDATA[<p>

<p><b>MAKALAH</b></p>

<p><b>Pengembangan Kurikulum</b></p>
<p><b>Albert Asy’ari</b></p>

<p><b>NMP : 140202300</b><b>39</b></p>








<p><b>KADIRI ISLAMIC UNIVERSITY OF
KEDIFACULTY</b></p>

<p><b>TEACHER TRAINING AND EDUCATION</b></p>

<p><b>ENGLISH DEPARTEMENT</b></p>

<p><b>2014/2015</b></p>





<p><b>KATA PENGANTAR</b></p>

<p>Puji &nbsp;syukur &nbsp;penulis ucapkan &nbsp;atas
&nbsp;kehadirat Allah SWT Karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah Civic Education&nbsp; ini tepat pada
waktunya. Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk memberikan informasi tentang&nbsp;
Pemerintahan yang bersih dan demokratis, yang memberikan pengetahuan dan dapat
menambah wawasan.</p>

<p>Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dosen sebagai pembimbing dalam pembuatan makalah ini..</p>

<p>Makalah
ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. untuk itu kami mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca untuk penyempurnaan makalah untuk kedepannya dan
para pembaca diharapkan mencari referensi lain untuk memperluas pengetahuan
dalam memulai suatu usaha.Dan akhir kata kami ucapkan terima kasih.</p>
<p>&nbsp;
Kadiri, &nbsp;April 2015</p>
<p>&nbsp; Penulis</p>




<p><b>DAFTAR ISI</b></p>

<p><b>KATA PENGANTAR …………………………………………………......&nbsp; i</b></p>

<p><b>DAFTAR ISI
………………………………………………………….........&nbsp; &nbsp;ii</b></p>
<p><b>BAB&nbsp; 1&nbsp;
Pendahuluan ……………………………………………………............ 1</b></p>

<p>&nbsp;
&nbsp; A.Latar belakang………………………………………………...........&nbsp; &nbsp;2</p>

<p>&nbsp;
B.Rumusan Masalah……………………………………………........&nbsp;
&nbsp;2</p>

<p>&nbsp;C
.Tujuan……………………………………………………….........&nbsp;
&nbsp;2&nbsp;</p>

<p><b>BAB 2&nbsp;
Pembahasan&nbsp; ……………………………………………………...........&nbsp; 3</b></p>

<p>&nbsp;
a.Pemerintahan yang bersih...................................................................&nbsp; 3</p>

<p>&nbsp; b. Sistem
Demokrasi dalam pemerintahan………………………….&nbsp;
4</p>

<p><b>BAB 3&nbsp;
Penutup ……………………………………….......…………………..&nbsp;8</b></p>

<p>&nbsp;
a.Kesimpulan…………………………….......……………………….&nbsp; 8</p>

<p>&nbsp;
b.Saran…………………………........…………………………………&nbsp; 9&nbsp;</p>
<p><b>BAB I</b></p>

<p><b>PENDAHULUAN</b></p>

<p><b>A.&nbsp;
Latar Belakang</b></p>

<p>Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum
mencerminkan falsafah hidup bangsa, ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan
itu kelak akan ditentukan oleh kurikulum yang digunakan oleh bangsa tersebut
sekarang.Nilai sosial, kebutuhan dan tuntutan masyarakat cenderung/selalu
mengalami perubahan antara lain akibat dari kemajuan ilmu pengatahuan dan
teknologi. Kurikulum harus dapat mengantisipasi perubahan tersebut, sebab
pendidikan adalah cara yang dianggap paling strategis untuk mengimbangi
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.</p>

<p>Kurikulum
dapat (paling tidak sedikit) meramalkan hasil pendidikan/pengajaran yang
diharapkan karena ia menunjukkan apa yang harus dipelajari dan kegiatan apa
yang harus dialami oleh peserta didik. Hasil pendidikan kadang-kadang tidak
dapat diketahui dengan segera atau setelah peserta didik menyelesaikan suatu
program pendidikan.Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan sebab tidak ada satu
kurikulum yang sesuai dengan sepanjang masa, kurikulum harus dapat menyesuaikan
dengan perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah.</p>

<p>Perubahan
kurikulum dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu), tetapi dapat pula
bersifat keseluruhan yang menyangkut semua komponen kurikulum. Perubahan
kurikulum menyangkut berbagai faktor, baik orang-orang yang terlibat dalam
pendidikan dan faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan pendidikan. Sebagai
konsekuensi dari perubahan kurikulum juga akan mengakibatkan perubahan dalam
operasionalisasi kurikulum tersebut, baik dapat orang yang terlibat dalam
pendidikan maupun faktor-faktor penunjang dalam pelaksannaan kurikulum.</p>

<p>Pembaharuan
kurikulum perlu dilakukan mengingat kurikulum sebagai alat untuk mencapai
tujuan harus menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat yang senantiasa
berubah dan terus berlangsung.</p>

<p>Pembaharuan
kurikulum biasanya dimulai dari perubahan konsepsional yang fundamental yang
diikuti oleh perubahan struktural. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila
hanya terjadi pada komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja, isi saja,
metode saja, atau sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum bersifat
menyeluruh bila mencakup perubahan semua komponen kurikulum.</p>

<p><b>B.&nbsp;
Rumusan Masalah</b></p>

<p><b>Adapun ruusan masalah
pada makalah ini adalah :</b></p>

<p>1.&nbsp;
Bagaimana Sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia?</p>

<p>2.&nbsp;
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan kurikulum di Indonesia?</p>

<p>3.&nbsp;
Apa yang dimaksud Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968) ?</p>

<p>4.&nbsp;
Apa yang dimaksud Berorientasi Pencapaian ?</p>

<p>5.&nbsp;
Apa yang dimaksud KBK dan KTSP ?</p>

<p>6.&nbsp;
Apa yang dimaksud kurikulum 2013 ?</p>

<p>7.&nbsp;
Bagaimana langkah mengavaluasi kurikulum</p>

<p><b>C.&nbsp;
Tujuan Perumusan Masalah</b></p>

<p>1.&nbsp;
Mengetahuai Bagaimana Sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia</p>

<p>2.&nbsp;
Mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan kurikulum di
Indonesia</p>

<p>3.&nbsp;
Mengetahui Apa yang dimaksud Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)</p>

<p>4.&nbsp;
Mengetahui Apa yang dimaksud Berorientasi Pencapaian</p>

<p>5.&nbsp;
Mengetahui Apa yang dimaksud KBK dan KTSP</p>

<p>6.&nbsp;
Mengetahui Apa yang dimaksud kurikulum 2013 ?</p>

<p>7.&nbsp;
Mengetahui Bagaimana langkah mengavaluasi kurikulum</p>




<p><b>BAB II</b></p>

<p><b>PEMBAHASAN</b></p>

<p><b>A.&nbsp;
Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia</b></p>

<p>Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum
pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952,
1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004 dan 2006. Perubahan tersebut merupakan
konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya,
ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum
sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai
dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum
nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD
1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan
dalam merealisasikannya.</p>

<p>Lebih
spesifik, Herliyati (2008) menjelaskan bahwa setelah Indonesia merdeka dalam
pendidikan dikenal beberapa masa pemberlakuan kurikulum yaitu kurikulum
sederhana (1947-1964), pembaharuan kurikulum (1968 dan 1975), kurikulum
berbasis keterampilan proses (1984 dan 1994), dan kurikulum berbasis kompetensi
(2004 dan 2006).</p>

<p>Melalui
Unit 4 ini Anda akan mempelajari perkembangan kurikulum sekolah (KTSP) Untuk
itu, sajian pada ini akan dikemas dalam tiga subunit yang terdiri atas: (1)
Kurikulum Rencana pelajaran (2) Kurikulum Berbasis Pada Pencapaian Tujuan serta
(3) Kurikulum Berbasis Kompetensi dan KTSP.</p>

<p><b>B.&nbsp;
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum</b></p>

<p>Sekolah
mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat, terutama
dari perguruan tinggi dan masyarakat.</p>

<p><b>1.&nbsp;
Perguruan Tinggi</b></p>

<p>Perguruan Tinggi. Pertama, dari pengembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. Kedua,
dari pengembangan Ilmu Pendidikan dan Keguruan serta penyiapan guru-guru di
Perguruan tinggi Keguruan (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Telah kita
ketahui bahwa pengetahuan dan tekhnologi banyak memberikan sumbangan bagi isi
kurikulum serta proses pembelajaran. Jenis pengetahuan yang dikembangkan dalam
kurikulum. Perkembangan tekhnologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung
pengembangan alat bantu dan media pendidikan.</p>

<p>Kurikulum
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan
kurikulum, terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru
yang dihasilkannya. Penguassaan ilmu, baik ilmu pendidikan maupun bidang studi
serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan
dan implementasi kurikulum di sekolah. Guru-guru yang mengajar pada berbagai
jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini, umumnya disiapkan oleh LPTK
(IKIP, FKIP, STKIP) melalui berbagai program, yaitu program D2, D3, dan S1.
Pada sekolah dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO,
tetapi secara berangsur-angsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2.[1]</p>

<p><b>2.&nbsp;
Masyarakat</b></p>

<p>Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan
mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. Sebagai bagian dan agen dari
masyarakat, sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dimana
sekolah tersebut berada. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat
emenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat yang ada
disekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen,
masyarakat kota atau desa, petani pedaang atau pegawai, dan sebagainya. Sekolah
harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Salah satu kekuatan
yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. Perkembangan dunia usaha yang ada
di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebab sekolah bukan hanya
mempersiapkan anak untuk hidup, tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Jenis
pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di
sekolah.[2]</p>

<p><b>3.&nbsp;
System Nilai</b></p>

<p>Dalam kehidupan masyarakat terdapat system nilai,
baik dari moral, keagamaan, sosial, budaya maupun politis. Sekolah sebagai
lembaga masyarakat juga bertanggungjawab dalam pemeliharaan dan penerusan
nilai-nilai. System nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus
terintegrasi dalam kurikulum. Maslah utama yang dhadapi para pengembang
kurikulum menghadapi nilai ini adalah, bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak
hanya satu. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. Masyarakat memiliki
kelompok-kelompok etnis, kelompok vokasional, kelompok intelek, kelompok
sosial, spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok memiliki nilai berbeda.
Dalam masyarakat juga terdapat aspek-aspek sosial, ekonomi, politik, fisik,
estetika, etika, religious, dan sebagainya. Aspek-aspek tersebut sering juga
mengandung nilai-nilai yang berbeda. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
guru dalam mengajarkan nilai:</p>

<p>a.&nbsp;
Guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam
masyarakat</p>

<p>b.&nbsp;
Guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi, etis dan moral</p>

<p>c.&nbsp;
Guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru</p>

<p>d.&nbsp;
Guru menghargai nilai-nilai kelompok lain</p>

<p>e.&nbsp;
Memhami dan menerima keraguan kebudayaan sendiri</p>

<p><b>C.&nbsp;
Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)</b></p>

<p>Kurikulum yang digunakan di Indonesia dipengaruhi
oleh tatanan sosial politik Indonesia. Negara-negara penjajah yang mendiami
wilayah Indonesia ikut juga mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Pada
masa penjajahan Belanda, setidaknya ada tiga sistem pendidikan dan pengajaran
yang berkembang saat itu. Pertama, sistem pendidikan Islam yang diselenggarakan
perantren. Kedua, sistem pendidikan Belanda.</p>

<p>Sistem
pendidikan Belanda diatur dengan prosedur yang ketat dari mulai aturan siswa,
pengajar, sistem pengajaran, dan kurikulum. Sistem prosedural seperti ini
sangat berbeda dengan sistem prosedural pada sistem pendidikan islam yang telah
dikenal sebelumnya. Sistem pendidikan belanda pun bersifat diskriminatif.
Sekolah-sekolah dibentuk dengan membedakan pendidikan antara anak Belanda, anak
timur asing, dan anak pribumi. Golongan pribumi ini masih dipecah lagi menjadi
masyarakat kelas bawah dan priyayi. Susunan persekolahan zaman kolinial adalah
sebagai berikut (Sanjaya, 2007:207).</p>

<p>-&nbsp;
Persekolahan anak-anak pribumi untuk golongan non priyayi menggunakan pengantar
bahasa daerah, namanya Sekolah Desa 3 tahun. Mereka yang berhasil menamatkannya
boleh melajutkan ke Sekolah Sambungan (Vervolg School) selama 2 tahun. Dari
sini mereka bisa melanjutkan ke Sekolah Guru atau Mulo Pribumi selama 4 tahun,
inilah sekolah paling atas untuk bangsa pribumi biasa. Untuk golongan pribumi
masyarakat bangsawan bisa memasuki His Inlandsche School selama 7 tahun, Mulo
selama 3 tahun, dan Algemene Middlebare School (AMS) selama 3 tahun.</p>

<p>-&nbsp;
Untuk orang timur asing disediakan sekolah seperti Sekolah Cina 5 tahun dengan
pengantar bahasa Cina, Hollandch Chinese School (HCS) yang berbahasa Belanda
selama 7 tahun. Siswa HCS dapat melanjutkan ke Mulo.</p>

<p>-&nbsp;
Sedangkan untuk orang Belanda disediakan sekolah rendah sampai perguruan
tinggi, yaitu Eropese Legere School 7 tahun, sekolah lanjutan HBS 3 dan 5 tahun
Lyceum 6 tahun, Maddelbare Meisjeschool 5 tahun, Recht Hoge School 5 tahun,
Sekolah kedokteran tinggi 8,5 tahun, dan kedokteran gigi 5 tahun.</p>

<p>Setelah
Indonesia merdeka, yakni tahun 1945, di awal-awal pemerintahannya pemerintah
secara bertahap mulai mengkonstruksi kurikulum sesuai dengan kondisi dan
situasi saat itu. Tiga tahun setelah Indonesia merdeka mulailah pemerintah
membuat kurikulum yang sederhana yang disebut dengan “Rencana Pelajaran”. Tahun
1947. Kurikulum ini terus berjalan dengan beberapa perubahan terkait dengan
orientasinya, arah dan kebijakanyang ada, hingga bertahan sampai tahun 1968 saat
pemerintahan beralih pada masa orde baru. Apa isi yang terkandung dalam
kurikulum Rencana Pelajaran tersebut? Anda simak dalam uraian berikut ini :</p>

<p><b>1.&nbsp;
&nbsp;Rencana pelajaran 1947</b></p>

<p>Kurikulum
pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Dalam
bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum
(bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari
orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan
ditetapkan Pancasila. Awalnya pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama
Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih
dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya
meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh
dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana
kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan
maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada
pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar
dengan bangsa lain di muka bumi ini.</p>

<p>Rencana
Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan
menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya
memuat dua hal pokok:</p>

<p><b>a.&nbsp;
Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya</b></p>

<p><b>b.&nbsp;
Garis-garis besar pengajaran (GBP)</b></p>

<p>Rencana
Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikira dalam arti kognitif, namun yang
diutamakan pendidikan watak atau perilaku (value , attitude), meliputi :</p>

<p><b>a.&nbsp;
Kesadaran bernegara dan bermasyarakat</b></p>

<p><b>b.&nbsp;
Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari</b></p>

<p><b>c.&nbsp;
Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.</b></p>

<p><b>2.&nbsp;
Rencana Pelajaran Terurai 1952</b></p>

<p>Setelah
Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami
penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling
menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana
pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan
sehari-hari.</p>

<p>Kurikulum
ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai
1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata
pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode
1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan
Tanjung Pinang, Riau.Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana
Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana,
yaitu :a) Daya cipta, b) Rasa, c) Karsa, d) Karya, e) Moral.</p>

<p><b>Mata pelajaran
diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi.</b></p>

<p>a.&nbsp;
Moral</p>

<p>b.&nbsp;
Kecerdasan</p>

<p>c.&nbsp;
Emosional/artistik</p>

<p>d.&nbsp;
Keprigelan (keterampilan)</p>

<p>e.&nbsp;
Jasmaniah.</p>

<p>Pada
perkembangannya, rencana pelajaran lebih dirinci lagi setiap pelajarannya, yang
dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya
jelas sekali. Seorang guru mengajar satu mata pelajaran”. Pada masa itu juga
dibentuk Kelas Masyarakat. yaitu sekolah khusus bagi lulusan SR 6 tahun yang
tidak melanjutkan ke SMP. Kelas masyarakat mengajarkan keterampilan, seperti
pertanian, pertukangan, dan perikanan. Tujuannya agar anak tak mampu sekolah ke
jenjang SMP, bisa langsung bekerja.</p>

<p>Mata
Pelajaran yang ada pada Kurikulum 1954 yakni untuk jenjang Sekolah Rakyat (SD)
menurut Rencana Pelajaran 1947 adalah sebagai berikut.</p>

<p>a.&nbsp;
Bahasa Indonesia</p>

<p>b.&nbsp;
Bahasa Daerah</p>

<p>c.&nbsp;
Berhitung</p>

<p>d.&nbsp;
Ilmu Alam</p>

<p>e.&nbsp;
Ilmu Hayat</p>

<p>f.&nbsp;
Ilmu Bumi</p>

<p>g.&nbsp;
Sejarah</p>

<p>h.&nbsp;
Menggambar</p>

<p>i.&nbsp;
Menulis</p>

<p>j.&nbsp;
Seni Suara</p>

<p>k.&nbsp;
Pekerjaan Tangan</p>

<p>l.&nbsp;
Pekerjaan kepurtian</p>

<p>m.&nbsp;
Gerak Badan</p>

<p>n.&nbsp;
Kebersihan dan kesehatan</p>

<p>o.&nbsp;
Didikan budi pekerti</p>

<p>p.&nbsp;
Pendidikan agama</p>

<p><b>3.&nbsp;
Kurikulum Rencana Pendidikan 1964</b></p>

<p>Pada akhir era kekuasaan Soekarno, kurikulum
pendidikan yang lalu diubah menjadi Rencana Pendidikan 1964. Isu yang
berkembang pada rencana pendidikan 1964 adalah konsep pembelajaran yang
bersifat aktif, kreatif, dan produktif. Konsep pembelajaran ini mewajibkan
sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan persoalan
(problem solving).</p>

<p>Rencana
Pendidikan 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada
pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral, yang kemudian dikenal
dengan istilah Pancawardhana. Disebut Pancawardhana karena lima kelompok bidang
studi, yaitu kelompok perkembangan moral, kecerdasan, emosional/artisitk,
keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pada saat itu pendidikan dasar lebih
menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis, yang disesuaikan
dengan perkembangan anak.</p>

<p>Cara
belajar dijalankan dengan metode disebut gotong royong terpimpin. Selain itu
pemerintah menerapkan hari sabtu sebagai hari krida. Maksudnya, pada hari
Sabtu, siswa diberi kebebasan berlatih kegitan di bidang kebudayaan, kesenian,
olah raga, dan permainan, sesuai minat siswa. Kurikulum 1964 adalah alat untuk
membentuk manusia pacasialis yang sosialis Indonesia, dengan sifat-sifat
seperti pada ketetapan MPRS No II tanun 1960.</p>

<p>Penyelenggaraan
pendidikan dengan kurikulum 1964 mengubah penilaian di rapor bagi kelas I dan
II yang asalnya berupa skor 10 – 100 menjadi huruf A, B, C, dan D. Sedangkan
bagi kelas II hingga VI tetap menggunakan skor 10 – 100. Kurikulum 1964
bersifat separate subject curriculum, yang memisahkan mata pelajaran
berdasarkan lima kelompok bidang studi (Pancawardhana). Mata Pelajaran yang ada
pada Kurikulum 1968 adalah.</p>

<p>a.&nbsp;
Pengembangan Moral</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan kemasyarakatan</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan agama/budi pekerti</p>

<p>b.&nbsp;
Perkembangan kecerdasan</p>

<p>o&nbsp;
Bahasa Daerah</p>

<p>o&nbsp;
Bahasa Indonesia</p>

<p>o&nbsp;
Berhitung</p>

<p>o&nbsp;
Pengetahuan Alamiah</p>

<p>c.&nbsp;
Pengembangan emosional atau Artistik</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan kesenian</p>

<p>d.&nbsp;
Pengembangan keprigelan</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan keprigelan</p>

<p>e.&nbsp;
Pengembangan jasmani</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan jasmani/Kesehatan</p>

<p><b>4.&nbsp;
Kurikulum 1968</b></p>

<p>Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah
kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama
Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri
dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat
mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga
pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu
pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.</p>

<p>Kurikulum
1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan
struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa
pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan
perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan
konsekuen.</p>

<p>Dari
segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan
pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani,
mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan
keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan
kuat.Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan
1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan
manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi
materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan
kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9.</p>

<p>Djauzak
menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat mata pelajaran
pokok-pokok saja,” katanya. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak
mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi
apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.</p>

<p>Kurikulum
1968 lahir dengan pertimbangan politik ideologis. Tujuan pendidikan pada
kurikulum 1964 yang bertujuan menciptakan masyarakat sosialis Indonesia
diberangus, pendidikan pada masa ini lebih ditekankan untuk membentuk manusia
pancasila sejati.</p>

<p>Kurikulum
1968 bersifat correlated subject curriculum, artinya materi pelajaran pada
tingkat bawah mempunyai korelasi dengan kurikulum sekolah lanjutan. Bidang
studi pada kurikum ini dikelompokkan pada tiga kelompok besar: pembinaan
pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah mata pelajarannya 9,
yang memuat hanya mata pelajaran pokok saja.</p>

<p>Muatan
materi pelajarannya sendiri hanya teoritis, tak lagi mengkaitkannya dengan
permasalahan faktual di lingkungan sekitar. Metode pembelajaran sangat
dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pendidikan dan psikologi pada akhir tahun
1960-an. Salah satunya adalah teori psikologi unsur. Contoh penerapan metode
pembelajarn ini adalah metode eja ketika pembelajaran membaca. Begitu juga pada
mata pelajaran lain, “anak belajar melalui unsur-unsurnya dulu”. Struktur
kurikulum 1968 dapat dilihat pada tabel berikut ini.</p>

<p>a.&nbsp;
Pembinaan Jiwa Pancasila</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan agama</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan kewarganegaraan</p>

<p>o&nbsp;
Bahasa Indonesia</p>

<p>o&nbsp;
Bahasa Daerah</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan olahraga</p>

<p>b.&nbsp;
Pengembangan pengetahuan dasar</p>

<p>o&nbsp;
Berhitung</p>

<p>o&nbsp;
IPA</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan kesenian</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan kesejahteraan keluarga</p>

<p>c.&nbsp;
Pembinaan kecakapan khusus</p>

<p>o&nbsp;
Pendidikan kejuruan</p>

<p>D.&nbsp;
Kurikulum Berorientasi Pencapaian</p>

<p>Setelah
Indonesia memasuki masa orde baru maka tatanan kurikulmpun mengalami perubahan
dari “Rencana Pelajaran” menuju kurikulum berbasis pada pencapaian tujuan.
Dalam konteks ini adalah kurikulum subjek akademik, merupakan model konsep
kurikulum yang paling tua, sejak sekolah yang pertama dulu berdiri. Kurikulum
ini menekankan pada isi atau materi pelajaran yang bersumber dari disiplin
ilmu. Penyusunannya relatif mudah, praktis, dan mudah digabungkan dengan model
yang lain. Kurikulum ini bersumber dari pendidikan klasik, perenalisme dan esensialisme,
berorientasi pada masa lalu. fungsi pendidikan adalah memeliharadan mewariskan
ilmu pngetahuan, tehnologi, dan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi
yang baru.</p>

<p>Menurut
kurikulum ini, belajar adalah berusaha menguasai isi atau materi pelajaran
sebanyak-banyaknya. kurikulum subjek akademik tidak berarti terus tetap hanya
menekankan materi yang disampaikan, dalam sejarah perkembangannya secara
berangsur-angsur memperhatikan juga proses belajar yang dilakukan peserta
didik. Proses belajar yang dipilih tergantung pada segi apa yang dipentingkan
dalaam materi pelajaran tersebut. Semua proses pembelajaran diarahkan dalam
upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kurikulum ini mulai dikembangkan
sejak tahun 1975 hingga 1984.</p>

<p>1.&nbsp;
Kurikulum 1975</p>

<p>Kurikulum
1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan prinsip-prinsip di antaranya
sebagai berikut.</p>

<p>a.&nbsp;
Berorientasi pada tujuan. Dalam hal ini pemerintah merumuskan tujuan-tujuan
yang harus dikuasai oleh siswa yang lebih dikenal dengan khirarki tujuan
pendidikan, yang meliputi : tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional,
tujuan kurikuler, tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus.</p>

<p>b.&nbsp;
Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti
dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih
integratif.</p>

<p>c.&nbsp;
Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.</p>

<p>d.&nbsp;
Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur
Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah
kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam
bentuk tingkah laku siswa. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan
kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (Drill). Pembelajaran lebih
banyak menggunaan teori Behaviorisme, yakni memandang keberhasilan dalam
belajar ditentukan oleh lingkungan dengan stimulus dari luar, dalam hal ini
sekolah dan guru.</p>

<p>2.&nbsp;
Kurikulum 1984</p>

<p>Atas
dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan
masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum
1975 dianggap tidak sesuai lagi, oleh karena itu diperlukan perubahan
kurikulum. Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap
kurikulum 1975. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>

<p>d.&nbsp;
Berorientasi kepada tujuan instruksional. Didasari oleh pandangan bahwa
pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat
terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu,
sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan
adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa.</p>

<p>e.&nbsp;
Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa
aktif (CBSA). CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan
kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan
emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal,
baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor.</p>

<p>f.&nbsp;
Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Spiral adalah
pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan
keluasan materi pelajaran. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin
dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.</p>

<p>g.&nbsp;
Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep-konsep
yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian
diberikan latihan setelah mengerti. Untuk menunjang pengertian alat peraga
sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang
dipelajarinya.</p>

<p>h.&nbsp;
Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pemberian
materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada
jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret,
semiabstrak, dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari
contoh-contoh ke kesimpulan. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana
menuju ke kompleks.</p>

<p>i.&nbsp;
Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses adalah
pendekatan belajar-mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan
keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya.
Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien
dalam mencapai tujuan pelajaran.</p>

<p>3.&nbsp;
Kurikulum 1994</p>

<p>Terdapat
ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, di antaranya sebagai
berikut.</p>

<p>a.&nbsp;
Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan.</p>

<p>b.&nbsp;
Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat
(berorientasi kepada materi pelajaran/isi)</p>

<p>c.&nbsp;
Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum
untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti
sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan
dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.</p>

<p>d.&nbsp;
Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi
yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan
sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang
mengarah kepada jawaban konvergen divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari
satu jawaban), dan penyelidikan.</p>

<p>e.&nbsp;
Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan
konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan
terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan
pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan
masalah.</p>

<p>f.&nbsp;
Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke
hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek.</p>

<p>g.&nbsp;
Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk
pemantapan pemahaman siswa.</p>

<p>Selama
dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai
akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content
oriented), di antaranya sebagai berikut.</p>

<p>a.&nbsp;
Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya
materi/substansi setiap mata pelajaran.</p>

<p>b.&nbsp;
Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat
perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan
aplikasi kehidupan sehari-hari.</p>

<p>c.&nbsp;
Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Hal
ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut.
Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994.
Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip
penyempurnaan kurikulum, yaitu : (a)) Penyempurnaan kurikulum secara terus
menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat. (b)
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara
tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan
lingkungan serta sarana pendukungnya.</p>

<p>d.&nbsp;
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi
pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.</p>

<p>e.&nbsp;
Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan
materi, pembelajaran, evaluasi, dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran.</p>

<p>f.&nbsp;
Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan dan
tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya
yang tersedia di sekolah. Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan
menengah dilaksanakan bertahap yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan
penyempurnaan jangka panjang</p>

<p>E.&nbsp;
Kurikulum Berbasis Kompetensi dan KTSP</p>

<p>Kurikulum
yang berorientasi pada pencapaian tujuan (1975-1994) berimpilkasi pada
penguasaan kognitif lebih dominan namun kurang dalam penguasaan keterampilan
(skill). Sehingga lulusan pendidikan kita tidak memiliki kemampuan yang memadai
terutama yang bersifat aplikatif, sehingga diperlukan kurikulum yang
berorientasi pada penguasaan kompetensi secara holistik.</p>

<p>Kemampuan
secara holistik ini sejalan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi
dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak
terlepas dari pengaruhperubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, sertaseni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut
perlunyaperbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan
kurikulumuntuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikandiri
dengan perubahan zaman.Untuk itu upaya peningkatan mutu pendidikan harus
dilakukan secaramenyeluruh yang mencakup pengembangan dimensi manusia
Indonesiaseutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlaq, budi pekerti,
pengetahuan,keterampilan, seni, olah raga, dan perilaku.</p>

<p>Pengembangan
aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup
(life skill) yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didikuntuk
bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil di masa datang. Dengan demikian
peserta didik memiliki ketangguhan, kemandirian, danjati diri yang dikembangkan
melalui pembelajaran dan atau pelatihan yang dilakukan secara bertahap dan
berkesinambungan. Penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan peserta didik
yangdimaksudkan itu telah diamanatkan dalam kebijakan-kebijakan nasionalsebagai
berikut.</p>

<p>·&nbsp;
Perubahan keempat UUD 1945 Pasal31 tentang Pendidikan.</p>

<p>·&nbsp;
Tap MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN tahun 1999-2004.</p>

<p>·&nbsp;
Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional.</p>

<p>·&nbsp;
Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang OtonomiDaerah</p>

<p>·&nbsp;
Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentangKewenangan</p>

<p>Pemerintah
dan Daerah sebagai Daerah Otonom, yangantara lain menyatakan pusat
berkewenangan dalam menentukan:kompetensi siswa; kurikulum dan materi pokok;
penilaian nasional; dan kalender pendidikan.</p>

<p>Atas
dasar itulah maka Indonesia memilih untuk memberlakukan Kurikulum KBK sebagai
pedoman penyelenggaraan pendidikan serta penyempurnaannya dalam bentuk
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).</p>

<p><b>1.&nbsp;
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004</b></p>

<p>Kurikulum 2004 lebih populer dengan sebutan KBK
(kurikulum Berbasis Kompetensi). Lahir sebagai respon dari tuntutan reformasi,
diantaranya UU No 2 1999 tentang pemerintahan daerah, UU No 25 tahun 2000
tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom,
dam Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan.j pendidikan nasional.</p>

<p>KBK
tidak lagi mempersoalkan proses belajar, proses pembelajaran dipandang
merupakan wilayah otoritas guru, yang terpenting pada tingkatan tertentu
peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Kompetensi dimaknai sebagai
perpaduan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam
kebiasaan berpikir, dan bertindak. Seseorang telah memiliki kompetensi dalam
bidang tersebut yang tercermin dalam pola perilaku sehari-hari.</p>

<p>Kompetensi
mengandung beberapa aspek, yaitu knowledge, understanding, skill, value,
attitude, dan interest. Dengan mengembangkan aspek-aspek ini diharapkan siswa
memahami, mengusai, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari materi-materi
yang telah dipelajarinya. Adapun kompentensi sendiri diklasifikasikan menjadi:
kompetensi lulusan (dimilik setelah lulus), kompetensi standar (dimiliki
setelah mempelajari satu mata pelajaran), kompetensi dasar (dimiliki setelah
menyelesaikan satu topik/konsep), kompetensi akademik (pengetahuan dan
keterampilan dalam menyelesaikan persoalan), kompetensi okupasional (kesiapan
dan kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja), kompetensi kultural (adaptasi
terhadap lingkungan dan budaya masyarakat Indonesia), dan kompetensi temporal
(memanfaatkan kemampuan dasar yang dimiliki siswa</p>

<p><b>Beberapa Keunggulan KBK
dibandngkan kurikulum 1994 adalah:</b></p>

<p>a.&nbsp;
KBK yang dikedepankan Penguasaan materi Hasil dan kompetenasiParadigma
pembelajaran versi UNESCO: learning to know, learning to do, learning to live
together, dan learning to be.</p>

<p>b.&nbsp;
Silabus ditentukan secara seragam, peran serta guru dan siswa dalam proses
pembelajaran, silabus menjadi kewenagan guru.</p>

<p>c.&nbsp;
Jumlah jam pelajaran 40 jam per minggu 32 jam perminggu, tetapi jumlah mata
pelajaran belum bisa dikurangi.</p>

<p>d.&nbsp;
Metode pembelajaran Keterampilan proses dengan melahirkan metode pembelajaran
PAKEM dan CTL,</p>

<p>e.&nbsp;
Sistem penilaian Lebih menitik beratkan pada aspek kognitif, penilaian
memadukan keseimbangan kognitif, psikomotorik, dan afektif, dengan penekanan penilaian
berbasis kelas.</p>

<p>f.&nbsp;
KBK memiliki empat komponen, yaitu kurikulum dan hasil belajar (KHB), penilaian
berbasis kelas (PBK), kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pengelolaan
kurikulum berbasis sekolah (PKBS). KHB berisi tentang perencaan pengembangan
kompetensi siswa yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia
18 tahun. PBK adalah melakukan penilaian secara seimbang di tiga ranah, dengan
menggunakan instrumen tes dan non tes, yang berupa portofolio, produk, kinerja,
dan pencil test. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala membangun makna
atau pemahaman, guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar,
tetapi sebagai motivator yang dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa
dapat belajar secara penuh dan optimal</p>

<p><b>2.&nbsp;
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006</b></p>

<p>Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan
yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di
Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan
KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar
Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan
menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta
Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.</p>

<p>Pada
prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun
pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah
itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,
struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan,
dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006
tentang Pelaksanaan SI dan SKL.</p>

<p><b>Adapun prinsip-prinsip
pengembangan KTSP menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 sebagaimana dikutip
dari Mulyasa (2006: 151-153) adalah sebagai berikut.</b></p>

<p>a.&nbsp;
Berpusat pada potensi, perkembangan, serta kebutuhan peserta didik dan
lingkungannya. Pengembangan kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa peserta didik
adalah sentral proses pendidikan agar menjadi manusia yang bertakwa, berakhlak
mulia, berilmu, serta warga negara yang demokratis sehingga perlu disesuaikan
dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan lingkungan peserta didik.</p>

<p>b.&nbsp;
Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman
peserta didik, kondisi daerah dengan tidak membedakan agama, suku, budaya,
adat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi
komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara
terpadu.</p>

<p>c.&nbsp;
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.Kurikulum
dikembangkan atas kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
berkembang secara dinamis.</p>

<p>d.&nbsp;
Relevan dengan kebutuhan.</p>

<p>e.&nbsp;
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan relevansi pendidikan tersebut
dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja.</p>

<p>f.&nbsp;
Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum direncanakan dan disajikan
secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.</p>

<p>g.&nbsp;
Belajar sepanjang hayat, kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan,
pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.</p>

<p>h.&nbsp;
Seimbang antara kepentingan global, nasional, dan lokal.Kurikulum dikembangkan
dengan memperhatikan kepentingan global, nasional, dan lokal untuk membangun
kehidupan masyarakat.</p>

<p><b>F.&nbsp;
Kurikulum 2013</b></p>

<p>Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya
penyederhanaan.
Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi
masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa
depan.</p>

<p>Titik
beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau&nbsp;siswa, mampu lebih
baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan),
apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima
materi&nbsp;pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan
dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam,
sosial,&nbsp;seni, dan budaya.</p>

<p>Melalui
pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan,
dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih
produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai
persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.</p>

<p>Pelaksanaan
penyusunan kurikulum 2013&nbsp;adalah bagian dari melanjutkan pengembangan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan
mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu,
sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada
penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar
nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik
Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari
masyarakat.</p>
<p><b>G.&nbsp;
Evaluasi Kurikulum</b></p>

<p><b>1.&nbsp;
Definisi Evaluasi Kurikulum</b></p>

<p>Secara
komprehensif, evaluasi kurikulum merupakan bagian proses dari pengembangan
kurikulum. Banyak definisi evaluasi kurikulum yang disampaikan oleh pakar
kurikulum, masing – masing neniliki perspektif yang berbeda. Perbedaan tersebut
dapat dipengaruhi filosofi, ideology dan latar belakang pendidikan yang
evaluator. Sukmadinata (2009:73) menjelaskan konsep evaluasi kurikulum mencakup
seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. Hunkins (1980:313) “The Evaluator of
major stages of the total curriculum development effort managerial evaluation)
and the evaluation of theses major stages (meta evaluation). Evaluasi kurikulum
berarti evaluasi formatif dan summatif.</p>

<p>Sementara
longstreet (1993:143) “Curriculum evaluation concerned with the success and
merit of the curriculum and its design, planned content, and implementation”.
Evaluasi kurikulum berhubungan dengan keberhasilan kurikulum dan desain
kurikulum, isi yang direncanakan, dan imolementasinya. Tetapi Hasan (2008:41)
mendifinisikan, evaluasi kurikulum adalah usaha sistematis mengumpulkan
informasi mengenai suatu kurikulum untuk digunakan sebagai pertimbangan
mengenai nilai dan arti dari kurikulum dalam suatu kontek tertentu. Olivia
(1992:26) menyebut, “Curriculum evaluation is the final phase of development in
which result are assessed and successes of both the learners and the programs
are determined”. Jadi evaluasi kurikulum merupakan usaha yang terencana untuk
mengetahui apakah proses kurikulum berdampak terhadap pengetahuan dari prilaku
siswa.[3]</p>

<p><b>2.&nbsp;
Proses Evaluasi Kurikulum[4]</b></p>

<p>Secara
berkala kurikulum perlu dievaluasi dan disempurnakan karena sebagai komponen
utama dari pendidikan, juga sebagai sistim sosial yang berinteraksi dengan
system lainnya; lembaga pendidikan lain, pemerintah, sosial, dunia kerja, serta
system sosial budaya. Pendidikan, kurikulum selalu berada dalam perubahan dan
perkembangan. Sukmadinata (2009) mengenalkan perubahan tersebut emiliki
berbagai ciri sebagai berikut:</p>

<p>a.&nbsp;
Pertama, perubahan terjadi secara continue dalam semua komponen, berjalan secara
cepat maupun lambat.</p>

<p>b.&nbsp;
Kedua, perubahan dalam kelembagaan pendidikan terjadi dikarenakan perkembangan
ilmu pengetahuan dan tekhnologi.</p>

<p>c.&nbsp;
Ketiga, perubahan pada siswa terjadi karena perkembangan, tantangan, dan
belajar.</p>

<p>d.&nbsp;
Keempat, perubahan pada guru terjadi karena belajar, latihan, dnan pengalaman.</p>

<p>e.&nbsp;
Kelima, semua perubahan tersebut membutuhkan redesigning dan reprogramming
dalam pendidikan khususnya kurikulum.</p>

<p>Proses
kurikulum berlangsung secara berkesinambungan dan merupakan perpaduan dari
semua dimensi pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan. Proses evaluasi kurikulum berlangsung secara bertahap dan
berjenjang, yaitu:</p>

<p>a.&nbsp;
Proses analisis kebutuhan dan kelayakan sebagai langkah awal untuk mendesain
kurikulum,</p>

<p>b.&nbsp;
Perencanaan dan pengembangan suatu kurikulum sesuai dengan kebutuhan suatu
lembaga pendidikan,</p>

<p>c.&nbsp;
Implementasi/pelaksanaan kurikulum yang berlangsung dalam suatu proses
pembelajaran,</p>

<p>d.&nbsp;
Evaluasi kurikulum untuk mengetahui tentang tingkat keberhasilan kurikulum,</p>

<p>e.&nbsp;
Perbaikan kurikulum berdasarkan hasil evaluasi terhadap keterlaksanaan dan
kelemahannya setelah dilakukan penilaian kurikulum,</p>

<p>f.&nbsp;
Penelitian evaluasi kurikulum, dalam gal ini erat kaitannya dengan tahap-tahap
proses lainnya tetapi lebih mengarah pada pengembangan kurikulum sebagai cabang
ilmu pengetahuan dan tekhnologi.</p>

<p>Melaksanakan
kurikulum secara komprehensif sebagaimana disebutkan diats sangat komplek dan
problematik. Stake (Hunkins, 1980:304) merekomendasikan ada empat kategori
sebagai sumber informasi bagi evaluator kurikulum;</p>

<p>a.&nbsp;
Tujuan: Tujuan apasaja masing-masing personal dipengaruhi oleh evaluasi program</p>

<p>b.&nbsp;
Observasi: persepsi apasaja yang dicatat selama berlangsung</p>

<p>c.&nbsp;
Pakar evalusi dan pengembang kurikulum mempertimbangkan apasaja yang dianggap
sebagai peristiwa penting</p>

<p>d.&nbsp;
Keputusan: apakah perasaan individu dipengaruhi oleh program kurikulum.</p>

<p>Hunkins
(1980:313) evaluasi makro terhadap usaha pengembang kurikulum secara total dan
evaluasi terhadap seluruh tahapan penilaian pembelajaran. Evaluasi tersebut
dapat digambarkan sebagai berikut:</p>

<p><b>3.&nbsp;
Tujuan Evaluasi Kurikulum</b></p>

<p>Tujuan evaluasi kurikulum berbeda-beda tergantung
dari konsep pengertian seseorang tentang evaluasi. Konsep seseorang tentang
evaluasi dipengaruhi oleh pandangan filosofi seseorang tentang proses evaluasi
sebagai suatu bidang kajian dan sebagai suatu profesi. Evaluasi bertujuan untuk
merumuskan apa yang harus dlakukan, mengumpulkan informasi, dan menyajikan
informasi yang berguna bagi alternatif keputusan. Bahkan tujuan utama evaluasi
kurikulum adalah memberikan informasi terhadap pembuatan keputusan untuk
mengharapkan hasil yang didambakan dan memberikan informai yang berguna untuk
membuat pertimbangan berbagai alternative keputusan. Hasan (2008:44)
menegaskan; pekerjaan evaluasi yaitu untutk memberikan informasi mengenai
kegiatan yang dilakukan dalam proses mengkonstruksi kurikulum (curriculum
construksion), pelaksanaan kurikulum (curriculum instruction), pelaksanaan
kurikulum (Curriculum Implementation), dan evaluasi kurikulum. Evaluasi
kurikulum dimaksudkan untuk keperluan : (i) perbaikan program, (ii)
pertanggungjawaban kepada berbagai pihak, dan (iii) penentuan tindak lanjut
hasil pengembangan.</p>

<p>Ada
lima fungsi evaluasi pendidikan menurut Einser (Bafadal, 2007), Mendiagnosis,
merevisi kurikulum, membandingkan, mengeantisipasi kebutuhan pendidikan, dan
menentukan apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai. Jadi, tujuan evaluasi
kurikulum mencakup dua aspek:</p>

<p>a.&nbsp;
Pertama, evaluasi digunakan untuk menilai efektifitas program</p>

<p>b.&nbsp;
Kedua, evaluasi dapat digunakan sebagai alat bantu dalam implementasi kurikulum
atau pembelajaran. Tujuan evaluasi adalah penyempurnaan kurikulum dengan cara
mengungkapkan proses pelaksanaan kurikulum yang telah berhasil mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.[5]</p>
<p><b>BAB IV</b></p>

<p><b>PENUTUP</b></p>

<p>Awal kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang
diberi nama Rentjana Pembelajaran 1947. Kurikulum ini pada saat itu meneruskan
kurikulum yang sudah digunakan oleh Belanda karena pada saat itu masih dalam
psoses perjuangan merebut kemerdekaan. Yang menjadi ciri utama kurikulum ini
adalah lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan
sejajar dengan bangsa lain.</p>

<p>Setelah
rentjana pembelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum Indonesia mengalami
penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus
memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.</p>

<p>Usai
tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem
kurikulum pendidikan di Indonesia. Kali ini diberi nama dengan Rentjana
pendidikan 1964. yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan
pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional,
kerigelan dan jasmani.</p>

<p>Kurikulum
1968 merupakan pemabaharuan dari kurikulum 1964. Yaitu perubahan struktur
pendiddikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan
dasar, dan kecakapan khusus. Pemabelajaran diarahkan pada kegiatan mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan serta pengembangan fisik yang sehat dan kuat</p>

<p>kurikulum
1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menekankan pada tujuan, agar pendidikan
lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) Zaman ini
dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan.
Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK),
materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.</p>

<p>Kurikulum
1984 mengusung proses skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses,
tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan
kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa ditempatkan sebgai subyek
belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan,hingga melaporkan.
Model ini disebut dengan model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).</p>

<p>Kurikulum
1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara
pendekatan proses.</p>

<p>Kurikulum
1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan
Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini
berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari
sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang
pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi
kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.</p>

<p>Kemudian
KBK tahun 2004 dan KBK tahun 2006 (versi KTSP), bahwa sekolah diberi kewenangan
penuh dalam menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar
yang ditetapkan, mulai dari tujuan, visi-misi, struktur dan muatan kurikulum,
beban belajar, kalender pendidikan hingga pengembangan silabusnya&nbsp;</p>
<p><b>DAFTAR PUSTAKA</b></p>
<p>Ahmadi,
Manajemen Kurikulum: Pendidikan Kecakapan Hidup, Yogyakarta: Pustaka Ifada.
2013</p>

<p>Badan
Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan
Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:BSNP.</p>

<p>Departemen
Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta: Depdiknas.</p>

<p>Departemen
Pendidikan Nasional. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta:Dirjen
Dikdasmen.</p>

<p>Sukmadinata,
Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum. PT. REMAJA ROSDAKARYA. Bandung: 2012</p>

<p>[1]
Prof. DR. Nana Syaodih Sukmadinata. Pengembangan Kurikulum. PT. REMAJA
ROSDAKARYA. Bandung: 2012, Hal. 158</p>

<p>[2]
Ibid</p>

<p>[3]
Dr. Ahmadi, Manajemen Kurikulum: Pendidikan Kecakapan Hidup, (Yogyakarta:
Pustaka Ifada mei 2013), hal. 80</p>

<p>[4]
Ibid, hal. 81</p>

<p>[5]
Ibid, hal. 83</p>

</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-15 13:22:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86556924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sukman tugas akhir </title>
         <author>albetasyari_30</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86557430</link>
         <description><![CDATA[<p>

<p><b>RESUME
MATERI </b></p>

<p><b>“BELAJAR
PEMBELAJARAN”</b></p>











<p><b>Oleh : Sukman</b></p>

<p><b>NPM : 1402020230040</b></p>

















<p><b>KADIRI ISLAMIC UNIVERSITY OF KEDIFACULTY</b></p>

<p><b>TEACHER TRAINING AND EDUCATION</b></p>

<p><b>ENGLISH DEPARTEMENT</b></p>

<p><b>2015</b></p>
<p><b>KATA PENGANTAR</b></p>
<p>Segala puji bagi Allah SWT karena dengan ridhonya semata
saya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah
BELAJAR PEMBELAJARAN . Sebagai wujud dari pengabdian saya kepada Allah SWT
sekaligus bentuk realisasi dari tanggung jawab dan kewajiban saya selama mengikuti
matakuliah ini. Resume ini berisi materi tentang “BELAJAR
PEMBELAJARAN”</p>

<p>Pembahasan yang memaparkan tentang pembelajaran itu sendiri. Sehingga resume ini
dapat digunakan untuk penyajian pembelajaran dan untuk keperluan lainnya.
Resume ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa/i sebagai materi
dalam belajar atau sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan yang telah ada,
serta sebagai bahan untuk penentuan nilai tugas oleh dosen pembimbing. Selain
itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, kepada kedua orang
tua, teman-teman, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuannya
dalam penyusunan resume ini. </p>








<p><b>Kediri, Desember 2015 </b></p>







<p><b>&nbsp; &nbsp;
&nbsp;</b><b>"Penulis"</b></p>













<p><b>BAB I</b></p>

<p><b>KONSEP DIDAKTIK</b></p>

<p><b>&nbsp;
A.</b>&nbsp; <b>Pengertian Didaktik</b></p>

<p><b>&nbsp; </b>Didaktik
berasal dari bahasa Yunani <i>“didoskein”</i>, yang berarti pengajaran atau <i>“didaktos”</i>
yang berarti pandai mengajar.<b>Pe</b>ngertian didaktik adalah sitem suatu
pengajaran dalam pembelajaran dalam menyampaikan sebuah mata pelajran .</p>

<p><b>&nbsp;
B.</b>&nbsp; <b>Prinsip-prinsip Mengajar</b></p>

<p>Prinsip mengajar adalah suatu aturan yang berlaku bagi
seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Prinsip-prinsip tersebut
disebut dengan asas-asas didaktik.</p>

<p>Adapun prinsip-prinsip mengajar antara lain :</p>

<p><b>1.</b>&nbsp; <b>Asas
Motivasi</b></p>

<p>Motivasi merupakan daya penggerak yang ada dalam diri
seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu
tujuan. </p>

<p><b>&nbsp; 2.</b>&nbsp;
<b>Asas Aktivitas</b></p>

<p>Pada waktu mengajar guru harus memberikan kesempatan
kepada murid-murid untuk mengambil bagian yang aktif baik rohani maupun jasmani
terhadap pengajaran yang diberikan, </p>

<p><b>&nbsp; 3.</b>&nbsp;
<b>Asas Peragaan</b></p>

<p>Penyakit
yang paling berkecamuk di sekolah adalah <i>verbalisme</i>. Bahaya <i>verbalisme</i> terdapat
dalam tiap situasi belajar, yakni apabila anak-anak diberi kata-kata tanpa memahami
artinya.
Oleh sebab itu, pembendaharaan
bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung, dengan melihat, mendengar,
mengecap, meraba, serta menggunakan alat indra lainnya. Hasil pelajaran serupa
itu dapat dianggap permanen dan tak akan dilupakannya.</p>

<p><b>&nbsp;
</b></p>

<p><b>4.</b>&nbsp;
<b>Asas Individualitas</b></p>

<p>Tak
ada dua anak yang sama disebabkan oleh perbedaan pembawaan lingkungan. Salah
satu perbedaan ialah taraf <i>intelegensi</i> anak-anak, yang dinyatakan dengan
IQ. Faktor lain yang turut menyebabkan perbedaan adalah keadaan rumah,
lingkungan sekitar rumah, pendidikan, kesehatan anak, makanan, usia, keadaan
sosial ekonomi orang tua, dan lain-lain.</p>

<p><b>&nbsp;
5.</b>&nbsp; <b>Lingkungan</b></p>

<p>Sekolah
tak lepas dari masyarakat. Sekolah didirikan masyarakat untuk mendidik anak
menjadi warga negara yang berguna dalam masyarakat.</p>

<p><b>&nbsp;
6.</b>&nbsp; <b>Kerjasama
(Kooperasi)</b></p>

<p>Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk
sosial . Pendidikan mengantarkan siswa agar menjadi manusia seutuhnya maupun
menjadi makhluk yang secara individu bertanggung jawab pada didrinya, keluarga,
dan bangsanya dengan memiliki pengetahuan. </p>





























<p>BAB II</p>

<p><b>BELAJAR DAN TEORI</b></p>

<p>2.1. Definisi Mengajar</p>

<p>Ada tiga definisi
mengajar yang paling tidak selama ini dipahami dan berpengaruh terhadap pola
pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, metode pengajaran, peran guru dan
Iain-lain. Ketiga definisi mengajar tersebut adalah :</p>

<p>a. Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada
anak.</p>

<p>b. Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan
pada anak.</p>

<p>c. Mengajar adalah suatu aktivitas
mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan mcnghubungkannya
dengan anak sehingga terjadi proses belajar<b>.</b>.</p>

<p>2.2. Definisi Belajar</p>

<p>Belajar
adalah suatu proses pembelajaran dalam memahamkan seseorang yang gak tahu
menjadi tahu dari memiliki sikap yang tidak benar </p>

<p>Ø<span>&nbsp;
</span>Macam-macam Teori Belajar</p>

<p>Ada tiga
kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu:</p>

<p>a)<span>&nbsp;
</span>Teori belajar behaviorisme, </p>

<p>Yaitu teori yang di cetuskan oleh gage dan berliner tentang perbahan tingkah
laku hasil pengalaman .</p>

<p>b)<span>&nbsp;
</span>Teori belajar kognitivisme.</p>

<p>Yaitu Teori
ini dijelasin seorang peserta didik harus mempelajari dan harus
mengembangan suatu pendapat mereka.</p>

<p>c)<span>&nbsp;
</span>&nbsp;Teori belajar
konstruktivisme.</p>

<p>Yaitu &nbsp;pandangan suatu
pembelajara tentang upaya susunan hidup.di sini
seorang peserta didik dapat mengaplikasikan suatu karya mereka .</p>

<p>.</p>





<p><b>BAB III</b></p>

<p><b>KOPETENSI GURU</b></p>

<p>A.&nbsp;
Pengertian Kompetensi Guru</p>

<p>Kompetensi
guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas
sebagai agen pembelajaran.</p>

<p>Pada
penelitian ini hanya akan dikaji dua kompetensi guru, yaitu kompetensi
pedagogik dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik seorang guru
ditandai dengan kemampuannya menyelenggarakan proses pembelajaran yang bermutu,
serta sikap dan tindakan yang dapat dijadikan teladan. Guru juga perlu memiliki
kompetensi profesional yaitu selalu meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi
akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni.</p>

<p>Guru
pendidikan dasar perlu memiliki kemampuan memantau atas kemajuan belajar
siswanya sebagai bagian dari kompetensi pedagogik dengan menggunakan berbagai
teknik asesmen alternatif seperti pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara,
potofolio, memajangkan karya siswanya. Guru sebagai pedagok perlu meningkatkan
kompetensinya melalui aktivitas kolaboratif dengan kolega, menjalin kerjasama
dengan orang tua, memberdayakan sumber-sumber yang terdapat di masyarakat,
melakukan penelitian sederhana. Diaz, Pelletier, dan Provenzo mengatakan bahwa
guru harus senantiasa berusaha memperbaiki kinerjanya dan mengatasi
masalah-masalah pembelajaran dan senantiasa mengikuti perubahan.&nbsp; Dalam
membelajarkan siswa, menurut Cruicksank, Jenkins, dan Metcalf, guru perlu
menguasai pemanfaatan ICT untuk kebutuhan belajarnya.</p>

<p>Kegiatan
belajar dan pembelajaran perlu dikelola dengan baik. Menurut Tight mengelola
pembelajaran adalah rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada siswa
agar dapat menerima, menanggapi, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran
dan merupakan sebuah cara dan proses hubungan timbal balik antara siswa dengan
guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan. Batasan tersebut selaras dengan
pendapat Tim Wollonggong bahwa mengelola pembelajaran merupakan suatu aktivitas
mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan
kebutuhan siswa, sehingga terjadi proses belajar.</p>

<p>Batasan
mengelola pembelajaran secara lebih sederhana dikemukakan Crowl bahwa mengelola
pembelajaran sebagai perbuatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan membantu
atau memudahkan orang lain melakukan kegiatan belajar. Dalam kegiatan mengelola
pembelajaran seorang guru melakukan suatu proses perubahan positif pada tingkah
laku siswa yang ditandai dengan berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap,
keterampilan, kecakapan dan kompetensi serta aspek lain pada diri siswa,
sedangkan perubahan tingkah laku adalah keadaan lebih meningkat dari
keterampilan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan aspirasi.</p>

<p>B.&nbsp;
Macam – Macam Kompetensi Guru</p>

<p>a.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
kepribadian</p>

<p>&nbsp; Kompetensi kepribadian
merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif dan berwibawa, dapat menjadi teladan bagi peserta didik, dan
berakhlak mulia.</p>

<p>b.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
pedagosis</p>

<p>&nbsp; Kompetensi ini meliputi
pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan pelaksana pembelajaran,
evaluasi belajar, dan pengembangan peserta didik untk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimilikinya.</p>

<p>c.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
social</p>

<p>&nbsp; Kompetensi profesional
merupakan kemampuan guru untuk berkomonukasi secara efektif dengan peserta
didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan
masyarakat sekitar.</p>

<p>d.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
profesinal</p>

<p>&nbsp; Kompetensi profesional
merupakan penguasaan materi pembelajaran secar danmendalam, yang mencakup penguasaan
materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan metodologi
keilmuannya.</p>

<p>Keempat
potensi tersebut sangat berperan penting dalam proses belajar mengajar agar
terciptanya kondisi belajar dan mengajar yang baik.</p>



<p>C.&nbsp;
Peranan dan Kompetensi Guru dalam Proses Belajar Mengajar</p>

<p>Berdasrakan
studi literatur terhadap pandangan Adams and Dickeydalam bukunya Basic
Principles of Student Teaching, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 13
peranan seorang guru dlam proses mengajar yang menuntut berbagai kompetensi dan
keterempilan dalam mengajar yaitu:</p>

<p>a.<span>&nbsp; </span>Guru
sebagai pengajar, menyampaikan ilmu pengetahuan, yang perlu memiliki
keterampilan dalam memberikan informasi kepada kelas.</p>

<p>b.<span>&nbsp; </span>Guru
sebagai pemimpin kelas, perlu memiliki keterampilan cara memimpin
kelompok-kelompok murid.</p>

<p>c.<span>&nbsp; </span>Guru
sebagai pembimbing, perlu memiliki keterampilan cara mengarahkan dan mendorong
kegiatan belajar siswa,dll.</p>

<p>D. Pentingnya Kompetensi Guru</p>

<p>Masalah
kompetensi profesional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus
dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Beberapa hal yang
menyebabkan pentingnya kompetensi guru antara lain:</p>

<p>a.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
guru sebagai alat seleksi penerimaan guru</p>

<p>b.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
guru penting dalam rangka pembinaan guru</p>

<p>c.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
guru penting dalam rangka penyusunan kurikulum</p>

<p>d.<span>&nbsp; </span>Kompetensi
guru penting dalamm hubungan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa</p>










<p><b>BAB IV</b></p>

<p><b>MENGAJAR DAN PENGAJARAN</b></p>

<p>A.<span>&nbsp;
</span>Peranan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar</p>

<p>Ada 3 komponen dalam dunia pengajaran :</p>

<p>a.<span>&nbsp;
</span>Guru</p>

<p>b.<span>&nbsp;
</span>Siswa </p>

<p>c.<span>&nbsp;
</span>Isi atau Materi Pembelajaran</p>

<p>Interaksi antara ke tiga
komponen utama melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media dan
penataan lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta suatu belajar-mengajar.
Guru memegang peranan sentral dalam belajar mengajar dan setidaknya menjalankan
tugas utama yaitu :</p>

<p>a.<span>&nbsp;
</span>Perencanaan</p>

<p>1)<span>&nbsp;
</span>Tujuan yang hendak dicapai</p>

<p>2)<span>&nbsp;
</span>Bahan pelajaran</p>

<p>3)<span>&nbsp;
</span>Bagaimana proses belajar yang efisien dan efektif.</p>

<p>4)<span>&nbsp;
</span>&nbsp;tujuan yang
di inginkan tercapai atau tidak.</p>

<p>b.<span>&nbsp;
</span>Melaksanakan pengajaran</p>

<p>Pelaksanan pengajaran selayaknya berpegang
pada apa yang tertuang dalam perencanan dengan factor-faktor sebagai berikut:</p>

<p>1)<span>&nbsp;
</span>Faktor Guru</p>

<p>2)<span>&nbsp;
</span>Faktor Siswa</p>

<p>3)<span>&nbsp;
</span>Faktor Kurikulum</p>

<p>4)<span>&nbsp;
</span>Faktor Lingkungan</p>

<p>c.<span>&nbsp;
</span>Hasil perencanaan</p>

<p>1)<span>&nbsp;
</span>Penguasaan materi pelajaran</p>

<p>2)<span>&nbsp;
</span>Kemampuan menerapkan prinsip – prinsip psikologi.</p>

<p>3)<span>&nbsp;
</span>Kemampuan menyelenggarakan Proses Belajar-Mengajar.</p>

<p>4)<span>&nbsp;
</span>Kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi
baru.</p>
<p><b>BAB V</b></p>

<p><b>PENGEMBANGAN KURIKULUM</b></p>

<p>A.<span>&nbsp;
</span>Pengertian Pengembangan Kurikulum </p>

<p>Dalam kamus bahasa Indonesia kata ”pengembangan”secara etimologi yaitu
berarti&nbsp; proses/cara, perbuatan
mengembangkan. Pengertian pengembangan di atas, berlaku pula dalam bidang
kajian “kurikulum”, kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyususnan
kurikulum itu sendiri, pelaksanaan di sekolah-sekolah yang disertai dengan
penilaian yang intensif, dan penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukan
terhadap komponen-komponen tertentu dari kurikulum tersebut atas dasar hasil
penilaian.<sup>10 </sup>”Pengembangan Kurikulum” yang mengatakan bahwa
pengembangan kurikulum merupakan suatu proses merencanakan, menghasilkan suatu
alat yang lebih baik dengan didasarkan dengan hasil penialaian terhadap
kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar
mengajar yang lebih baik. Dengan kata lain, pengembangan kurikulum adalah
kegiatan untuk menghasilakan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyususnan
kurikulum atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu
tertentu.</p>

<p>Awal
kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang diberi nama Rentjana Pembelajaran
1947. Kurikulum ini pada saat itu meneruskan kurikulum yang sudah digunakan
oleh Belanda karena pada saat itu masih dalam psoses perjuangan merebut
kemerdekaan. Yang menjadi ciri utama kurikulum ini adalah lebih menekankan pada
pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.</p>

<p>Setelah
rentjana pembelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum Indonesia mengalami
penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus
memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.</p>

<p>Usai
tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem
kurikulum pendidikan di Indonesia. Kali ini diberi nama dengan Rentjana
pendidikan 1964. yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan
pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional,
kerigelan dan jasmani.</p>

<p>Kurikulum
1968 merupakan pemabaharuan dari kurikulum 1964. Yaitu perubahan struktur
pendiddikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan
dasar, dan kecakapan khusus. Pemabelajaran diarahkan pada kegiatan mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan serta pengembangan fisik yang sehat dan kuat</p>

<p>kurikulum
1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menekankan pada tujuan, agar pendidikan
lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) Zaman ini
dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan.
Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK),
materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.</p>

<p>Kurikulum
1984 mengusung proses skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses,
tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan
kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa ditempatkan sebgai subyek
belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan,hingga melaporkan.
Model ini disebut dengan model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).</p>





















<p><b>BAB VI</b></p>

<p><b>TUJUAN
PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN</b></p>

<p>A.<span>&nbsp; </span>TUJUAN PENDIDIKAN</p>

<p>Tujuan
pendidikan itu juga ditanamkan sejak manusia masih dalam kandungan, lahir,</p>

<p>hingga dewasa yang sesuai dengan perkembangan dirinya.
Ketika masih kecil pun pendidikan sudah dituangkan dalam UU 20 Sisdiknas 2003,
yaitu disebutkan bahwa pada pendidikan anak usia dini bertujuan untuk
mengembangkan kepribadian dan potensi diri sesuai dengan tahap perkembangan
peserta didik (Depdiknas 2003: 11).</p>

<p>Tujuan
pendidikan disebut juga dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 dalampasal 3
adalah sebagai berikut “pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab".</p>

<p>B.<span>&nbsp;
</span>Tujuan
pengajaran</p>

<p>Tujuan
pengajaran di artikan sebagai suatu upaya pendidik/guru dalam hubungan dengan
tugas-tugasnya membina peserta didik/siswa misalnya:</p>

<p>a.<span>&nbsp;
</span>Meningkatkan
kemampuan baca siswa.</p>

<p>b.<span>&nbsp;
</span>Melatih
keterampilan tangan siswa.</p>

<p>c.<span>&nbsp;
</span>Menumbuhkan
sifat disiplin dan percaya diri di kalangan siswa.</p>

<p>Tujuan pengajaran lebih diartikan sebagai perilaku hasil
belajar yang diharapkan dimiliki siswa-siswa. </p>
<p><b>BAB VII</b></p>

<p><b>PESERTA DIDIK</b></p>

<p>A.<span>&nbsp;
</span>&nbsp;Definisi Peserta Didik dan Pendidik</p>

<p>Di dalam UU No. 20 Tahun 2003
Tentang sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), peserta didik didefinisikan
sebagai setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses
pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan
nonformal. Sedangkan pendidik dalam&nbsp; UU
nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen secara tersirat menyebutkan bahwa
seorang guru adalah pendidikan professional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai , dan &nbsp;mengevaluasi peserta didik. </p>

<p>&nbsp; Pendidik adalah orang dewasa yang
bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan
baik jasmani maupun rohaninya. Agar tercapai tingkat kedewasaan mampu berdiri
sendiri memenuhi tugasnya sebagai mahluk Tuhan, mahluk sosial dan mahluk
individu yang mandiri.</p>

<p>Pendidik yang ideal adalah sosok
yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani, bukan
karena tuntunan uang belaka, yang membatasi tugas dan tanggung jawabnya sebatas
dinding sekolah. Dan mempunyai karakter sebagai Guru selalu ingin bersama anak
didik didalam dan diluar sekolah dan guru merasa prihatin dan berfikir untuk
mengembangkan anak didiknya. </p>

<p>.Adapun tanggung jawab seorang
pendidik yang diidentifikasi melalui segi </p>

<p>umum yaitu: </p>

<p>1. Mencerdaskan kehidupan anak didik. </p>

<p>2. Memberikan sejumlah norma tentang perbuatan susila
dan asusila. Misalnya: guru mencontohkan melalui sikap, tingkah laku yang baik.
</p>








<p><b>BAB VIII</b></p>

<p><b>BAHAN PENGAJARAN DAN PROSEDUR
PENGAJARAN</b></p>

<p>A.<span>&nbsp;
</span>Bahan Pengajaran</p>

<p>Bahan
pengajaran adalah bagan integral dalam kurikulum yang ditentukan dalam GBPP.
Bahan pengajaran pada dasarnya isi kurikulum.</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Untuk mengeksplorasi isi kurikulum
dibutuhkan pendekatan pengembangan nasional kurikulum secara menyeluruh, yaitu:</p>

<p><span>&nbsp; </span>Pendekatan
cultural</p>

<p><span>&nbsp; </span>Pendekata
multidimensional</p>

<p><span>&nbsp; </span>Pendekatan
manajerial</p>

<p><span>&nbsp; </span>Pendekatan
professional</p>

<p>B.<span>&nbsp;
</span>IDENTIFIKASI
BAHAN PENGAJARAN</p>

<p>Menentukan keberhasilan KBM
sehubungan dengan ketercapaian tujuan pengajaran.</p>

<p>ü<span>&nbsp;
</span>Klasifikasi bahan pengajaran dalam
bidang:</p>

<p>Pengetahuan,
keterampilan, afektif</p>

<p>ü<span>&nbsp;
</span>Identifikasi bahan pengajaran, dapat
ditinjau dari sudut;</p>

<p>1.<span>&nbsp;
</span>Kedudukan materi pelajaran</p>

<p>2.<span>&nbsp;
</span>Diperlukan tujuan instruksional</p>

<p>3.<span>&nbsp;
</span>Peta pengetahuan</p>

<p>4.<span>&nbsp;
</span>Fakta, prosedur, konsep, prinsip</p>

<p><b>&nbsp; </b>&nbsp;C. KETERAMPILAN INTERAKTIF</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Taksonomi Bloom = Kognitif, afektif,
psikomotorik.</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Isi keterampilan interaktif menurut
taksonomi Bloom = Perbuatan interaksi dengan orang lain dan mengandung kegiatan
intelektual, yaitu: berpikir mengenai hubungan dengan objek, orang, atau gejala
serta mereaksi secara cermat terhadap objek, orang, atau gejala tersebut.</p>
<p>A.<span>&nbsp;
</span>PROSEDUR
PENGAJARAN</p>

<p>Belajar adalah perubahan tingkah laku berkaitan latihan dan pengalaman.</p>

<p>Teori Belajar :</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Mental disiplin</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Behaviorisme</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Gestalt</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Kognitif</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Sistem</p>

<p>B.<span>&nbsp;
</span>PROSEDUR
PENGAJARAN KONSEP</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Menetapkan prilaku</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Mengurangi banyaknya atribut</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Menyediakan media verbal untuk siswa</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Memberikan contoh positif dan
negatif</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Menyajikan contoh</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Sambutan siswa dan penguatan</p>

<p><span>&nbsp;
</span>Menilai belajar konsep</p>
<p><b>BAB XI</b></p>

<p><b>&nbsp; </b><b>STRATEGI PENGAJARAN DAN MEDIA
PENGAJARAN</b></p>

<p>A.<span>&nbsp;
</span>Definisi</p>

<p>Strategi
merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan tertentu.</p>

<p>Dikatakan
sebagai pola umum yang berisi tentang seperangkat kegiatan yang dapat dijadikan
pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat
tercapai secara optimal.</p>

<p>METODE
PEMBELAJARAN</p>

<p>•Metode
bimbingan, siswa dituntun dg berbagai cara (senam, renang). Metode ini efektif
digunakan pada latihan dini &amp; tugas yg berbahaya</p>

<p>•Metode
praktek padat (massed practice)</p>

<p>•Metode
praktek distribusi (distributed practice)</p>

<p>•Metode
latihan terpusat (blocked practice), mis, pass bawah 20 x, pass atas 20 x,
servis 20 x (1 tugas selesai baru pindah ke tugas lain)</p>

<p>•Metode
latihan acak (random practice) mis, 1 x pass bawah, 1 x pass atas, 1 x servis,
kembali lg ke 1 x pass bawah, 1x pass atas, dst.</p>

<p>•Metode
keseluruhan (whole method)</p>

<p>•Metode
bagian (part method)</p>

<p>•Metode
campuran (whole-part method)</p>

<p>•Metode
progresif</p>



<p><b>BAB X</b></p>

<p><b>M</b><b>ETODE CERAMAH</b><b>DAN
DISKUSI</b></p>

<p><b>A.<span>&nbsp;
</span></b>Metode Ceramah Dan Diskusi </p>

<p><b>Metode ceramah</b>
ialah bentuk interaksi endukatif melalui penerangan dan penerangan dan
penuturan secara lisan oleh guru atau pendidik terhadap sekelompok pendengar .</p>

<p><b>Metode diskusi</b>
adalah sebagai salah satu metode interaksi edukatif di artikan sebagai metode
di dalam mempelajari bahan atau bahan penyampaian dengan cara jalan diskusi
dalam suatu pembahasan .</p>















<p><b>BAB XI</b></p>

<p><b>Mengajar dengan metode: Penemuan, Creative Problem
Solving, Problem Posing dan Resource Based learning</b></p>

<p><b>A. Pembelajaran Penemuan (<i>Discovery</i>)</b></p>

<p><b>1. Pengertian Metode Penemuan (Discovery)</b></p>

<p>Penemuan
(<i>Discovery</i>) adalah suatu metode / strategi yang berpusat pada siswa
dimana kelompok – kelompok siswa di hadapkan pada suatu persoalan untuk mencari
jawaban atas pertanyaan – pertanyaan dalam suatu prosedur dan struktur kelompok
yang digariskan secara jelas. Metode penemuan (<i>Discovery</i>) diartikan
sebagai prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran, perseorangan,
manipulasi obyek dan percobaan, sebelum sampai kepada generalisasi. Sehingga
metode penemuan (<i>Discovery</i>) merupakan komponen dari praktik pendidikan
yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajaraktif, berorientasi
pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri, danreflektif.<sup>10</sup></p>

<p>Menurut
Hanafiah metode penemuan (<i>Discovery</i>) merupakan suatu rangkaian kegiatan
pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan siswa secara maksimal untuk
mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga siswa
dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud
adanya perubahan tingkah laku.</p>

<p>Ø<span>&nbsp; </span><b>Model Pembelajaran
<i>Creative Problem Solving</i> (CPS) </b></p>

<p>Menurut Pepkin (2004), model CPS
adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan
keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan.
Ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan, siswa dapat melakukan keterampilan
memecahkan suatu masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Tidak
hanya dengan cara menghapal, keterampilan memecahkan masalah dapat juga
memperluas proses berpikir. CPS merupakan representasi dimensi-dimensi proses
yang alami, bukan suatu usaha yang dipaksakan. CPS merupakan pendekatan yang
dinamis, siswa menjadi lebih terampil sebab siswa mempunyai prosedur internal
yang lebih tersusun dari awal. Ada banyak kegiatan yang melibatkan kreatifitas
dalam pemecahan masalah seperti riset dokumen, pengamatan terhadap lingkungan
sekitar, kegiatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, dan penulisan yang
kreatif. Dengan CPS, siswa dapat memilih dan mengembangkan ide dan
pemikirannya. Berbeda dengan hafalan yang sedikit menggunakan pemikiran, CPS
memperluas proses berpikir.</p>

<p>Ø<span>&nbsp; </span><b>MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING</b></p>

<p>Problem
posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswa menyusun pertanyaan
sendiri atau memecah suatu soal menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih
sederhana yang mengacu pada penyelesaian soal tersebut.</p>

<p>Ø<span>&nbsp;
</span><b>Resource Based learning</b></p>

<p>Menurut
Suryosubroto ) Resource Based Learning adalah suatu pendekatan yang dirancang
untuk memudahkan siswa dalam mengatasi keterampilan siswa tantang luas dan keanekaragaman
sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. <br>
<b><i>Menurut
Nasution</i></b> () Resource Based learnig adalah segala bentuk belajar yang
langsungmenghadapkan murid dengan sesuatu
atau sejumlah individu atau kelompok dengan segala kegiatan belajar yang
berkaitan dengan itu, bukan dengan cara konvensional dimana guru menyampaikan
beban pelajaran kepada murid. <br>
<b><i>Menurut
Baswick</i></b> (Dalam), pembelajaran berdasarkan sumber ”Resource Based
Learning” melibatkan keikutsertaan secara aktif dengan berbagai sumber (orang,
buku, jurnal, surat kabar, multi media, web, dan masyarakat), dimana para siswa
akan termotivasi untuk belajar dengan berusaha meneruskan informasi sebanyak
mungkin.<br>
Dari berbagai pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan
Resource Based Lerning merupakan berbagai sarana atau alat yang digunakan guru
dalam proses pembelajaran sebagai perantara komunikasi dalam menyampaikan isi
materi pelajaran.</p>

<p>Ø<span>&nbsp;
</span><b>Ciri-ciri
pendekatan Resource Based Learning</b><br>
Belajar berdasarkan sumber atau Resource Based Learning bukan sesuatu yang
berdiri sendiri, melainkan bertalian dengan sejumlah perubahan-perubahan yang
mempengaruhi pembinaan kurikulum. Perubahan-perubahan itu mengenai : <br>
1. perubahan dalam sifat dan pola ilmu pengetahuan manusia <br>
2. perubahan dalam masyarakat dan taksiran kita tentang tuntutannya.<br>
3. perubahan mengenai pengertian kita tentang anak dan cara-cara belajar <br>
4. perubahan dalam media komunikasi</p>
</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-15 13:24:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86557430</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>albetasyari_30</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86557431</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-15 13:24:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86557431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME &amp;quot;BELAJAR PEMBELAJARAN OLE H EKO NUROHMAN </title>
         <author>ekonurohman1990</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86559086</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410842/706c52b0544adb20663dd8b7ddc704c5810fdcaf/f930bc8e5388ff4642490d535f0674f2.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 13:31:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86559086</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESUME OF ALL MATERIAL. BY RAHMAT ASTAGINA</title>
         <author>ruslan_djokam</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86573770</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88543026/002044c05085f01c05b59967b2b91af1f3ee8869/4034be994a24ace014e38fbfa7615ff6.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 14:31:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86573770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>resume&amp;nbsp;</title>
         <author>sishuiitachi</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86590208</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2015-12-15 15:24:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86590208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>resume all matter belajar pembelajaran by Rifa&#39;atul Majid</title>
         <author>sishuiitachi</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86590219</link>
         <description><![CDATA[<p>Rifa'atul Majid (13020230078)</p><p>b1       sem 3</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88517262/a12631a804f6cb44bae528fdafcba57923ccb236/7a298aa74934852df28d6933eddd8045.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 15:24:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86590219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Kamaluddin (</title>
         <author>uddin_kamal34</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86610317</link>
         <description><![CDATA[<p>140202300</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88455216/b10353d4a814aabed3da2a68009c9c42935349ab/f47ded189fdbade47f7409597d32cee9.docx" />
         <pubDate>2015-12-15 16:35:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/86610317</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>erwinhari</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87026460</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/86558736/3f4b3a1c113c8d7141342d55a82ba7d741708f23/e707ddc12ddbe8c5521b2cc69ac77d06.docx" />
         <pubDate>2015-12-18 11:11:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87026460</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ndr754</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87027072</link>
         <description><![CDATA[<p>Ahmad Fatih Anindra Putra.</p><p>14020230060</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88132802/d512fa23e34f7832b7f4320ac6382b336f8111f3/7a05d5fc4cb5aa6873b38280a4229a2d.doc" />
         <pubDate>2015-12-18 11:18:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87027072</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87104841</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88878806/84cc51cf7bbc1b163dd257c5c98d112e14da85d0/26953e5251f83d656feebb05b6462f8e.docx" />
         <pubDate>2015-12-19 05:11:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87104841</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>sadam3900039</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87121888</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/88410831/01cb54cc9619a3ad12116a19bf5c6cb8db8e767e/a59349aed2298f7fd0a65ff6be9a23fe.docx" />
         <pubDate>2015-12-20 01:15:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/87121888</guid>
      </item>
      <item>
         <title>tugas prakarya </title>
         <author>dwipuji12juni1976</author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/647438774</link>
         <description><![CDATA[<div>nama : adrian<br>kelas : 91<br>Absen : 1<br><br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/559499742/e43251d601097a7f740171eed565d5ac/VID_20191026_WA0011.mp4" />
         <pubDate>2020-07-04 17:52:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/647438774</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/1166709778</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=Yd7xmpdV3QA" />
         <pubDate>2021-02-05 01:50:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erwinhari/belajarpembelajaran/wish/1166709778</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
