<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tanggapan Mengenai Bencana sosial by MUHAMMAD SAINUL</title>
      <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu</link>
      <description>Tugas geografi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-11-08 00:28:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-12-21 08:01:30 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Tragedi Helloween di Itaewon, Korea Selatan 🇰🇷 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2374576859</link>
         <description><![CDATA[<div>Di kabarkan kejadian pesta Helloween di Itaewon tersebut menewaskan setidaknya 156 korban. Di lansir dari CNN Indonesia kejadian tersebut terjadi karna banyak nya orang yang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada seseorang yang jatuh dan menimpa massa di bawah.&nbsp;</div><div>Menurut ilmu geograf pristiwa tersebut dapat di hubungkan oleh beberapa aspek, yaitu&nbsp;</div><div>1. Aspek Fisik&nbsp;</div><div>Aspek Fisik adalah <strong>aspek geografi yang menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia</strong>. Menurut saya pristiwa ini terjadi karna miringnya tanah dan sempitnya jalan yang di singgahi masaa saat pesta berlangsung.&nbsp;</div><div>2. Aspek Sosial&nbsp;</div><div>Aspek Sosial adalah <strong>aspek geografi yang menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia</strong>. Menurut saya kejadian ini terjadi karna banyaknya lonjakan massa yang mengikuti pesta Helloween yang pertama di selenggarakan seusai pademi covid - 19.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-08 08:07:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2374576859</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2374577133</link>
         <description><![CDATA[<div>Di kabarkan kejadian pesta Helloween di Itaewon tersebut menewaskan setidaknya 156 korban. Di lansir dari CNN Indonesia kejadian tersebut terjadi karna banyak nya orang yang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada seseorang yang jatuh dan menimpa massa di bawah.&nbsp;</div><div>Menurut ilmu geograf pristiwa tersebut dapat di hubungkan oleh beberapa aspek, yaitu&nbsp;</div><div>1. Aspek Fisik&nbsp;</div><div>Aspek Fisik adalah <strong>aspek geografi yang menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia</strong>. Menurut saya pristiwa ini terjadi karna miringnya tanah dan sempitnya jalan yang di singgahi masaa saat pesta berlangsung.&nbsp;</div><div>2. Aspek Sosial&nbsp;</div><div>Aspek Sosial adalah <strong>aspek geografi yang menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia</strong>. Menurut saya kejadian ini terjadi karna banyaknya lonjakan massa yang mengikuti pesta Helloween yang pertama di selenggarakan seusai pademi covid - 19.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-08 08:07:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2374577133</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2383896946</link>
         <description><![CDATA[<div>Arya Wildhan Zacky<br>X<br><br>Pesta Halloween di distrik Itaewon, Korea Selatan,berujung tragedi mengerikan menyebabkan 156 orang tewas.<br>Artikel CNN Indonesia "Tragedi Halloween Itaewon Tewaskan 156 Orang, Apa yang Salah?"<br>Aspek geografi tentang peristiwa tersebut yaitu :<br><br>1) Aspek Fisik, adalah aspek yang mengkaji segala fenomena geosfer yang memengaruhi keberlangsungan hidup manusia<br>: peristiwa ini terjadi karena Arus kerumunan dua arah, jalan-jalan sempit, volume kerumunan tanpa kontrol adalah faktor yang menonjol pada tahap ini,miringnya tanah dan sempitnya jalan tetap disinggahi saat pesta.<br><br><br>2) Aspek Sosial adalah aspek yang mengkaji hubungan manusia dengan fenomena geosfer.<br>: Banyaknya lonjakan massa yang mengikuti Halloween pertama diselenggarakan sesuai pandemi covid19</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-15 01:27:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2383896946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:cahaya alfika inawan/06/X</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2393394678</link>
         <description><![CDATA[<div>Tragedi Halloween Itaewon Tewaskan 156 Orang, Apa yang Salah?<br><br>Tragedi Halloween di Itaewon menewaskan 156 orang, disebabkan oleh&nbsp; semakin banyak warga yang memadati jalan menanjak. Setelah itu ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawahnya. Petugas atau aparat kepolisian sudah berusaha untuk menarik sebagian orang yang untuk keluar dari kerumunan tersebut, tetapi sudah puluhan orang terkapar dan mengalami henti jantung diakibatkan desakan yang padat hingga terjadi nya kurang pernafasan. Menurut pakar manajemen keamanan kerumunan yang berbasis di Inggris, Steve Allen, mengatakan nihil rencana manajemen kerumunan menjadi alasan utama tragedi itu.<br>"Saya tak melihat polisi di salah satu rekaman, saya juga tak melihat bentuk manajemen kerumunan," kata Allen kepada Korea Times, Senin (31/10).<br>Dikarenakan sudah 2× Korea mendapatkan kerumunan warga atau masyarakatnya dalam acara besar, tapi tidak tercatat dari kejadian tersebut&nbsp; memakan korban jiwa. Kurangnya ke efektivitas dari aparat dan warga membuat semuanya terlena. Setelah disahkannya tidak ada aturan jaga jarak membuat masyarakat beramai-ramai turun ke jalan tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. Dan lelahnya aparat dengan menghadapi jumlah masyarakat Korea yang banyak.<br>Dari hal ini, ternyata dapat kita hubungkan antara peristiwa dengan geografi. Baik aspek&nbsp; fisik maupun aspek sosial. Maka dapat kita lihat berikut ini :<br><br>1.	Aspek Fisik<br>Seperti kita ketahui, aspek fisik ialah aspek geografi yang telah menyangkut persoalan keadaan lingkungan alam di luar manusia. Sebagaimana keterkaitannya antara aspek fisik dengan kejadian ini ialah :<br>Jalanan di Itaewon yang memiliki bentukan tanah tidak rata, yang menanjak dan sempit tidak sesuai dengan kapasitasnya membuat masyarakat pada saat itu harus berdesakan hingga memakan korban jiwa.<br><br>2.	Aspek Sosial<br>Aspek sosial geografi ialah aspek geografi berupa rangkaian masalah sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi karena adanya aktivitas serta kreativitas manusia dipermukaan bumi. Hal ini memiliki kerkaitan yang cukup besar dalam peristiwa yang terjadi di Itaewon yaitu volume kerumunan masyarakat untuk berkerumunan pasca dicabutnya aturan " Jaga jarak" selama masa pandemi telah selesai tidak dapat terkontrol dan faktor lainnya adalah masyarakat membuat arus dua arah, dimana bisa membuat orang berdesakan untuk menyelamatkan diri dari kerumunan tersebut dan bernafas dengan baik. Sehingga hal ini dapat memungkinkan memakan korban jiwa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 01:46:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2393394678</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2424775768</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama; Nailatul Khairiyah<br><br>Tragadi Halloween di itaiwan ini menyangkut aspek ilmu geografi di mana aspek ilmu geografi itu di bagi menjadi dua yaitu aspek fisik dan aspek sosial<br><br><strong>1. Aspek fisik</strong><br>Mengapa hal ini termasuk aspek fisik?<br>Karena menyangkut persoalan keadaan lingkungan yg memengaruhi keberlangsungan hidup manusia yaitu;<br><em>Festival Halloween yg di rayakan oleh ribuan orang di jalan yg sempit dan menanjak dengan arus 2 arah yg mengakibatkan orang-orang berdesakan hingga sesak nafas mengakibatkan efek domino dan hal itulah yg menyebabkan festival Halloween ini memakan korban</em><br><br><strong>2. Aspek sosial</strong><br>Mengapa hal ini termasuk aspek sosial?<br>Karena meliputi segala hal yg melekat pada kehidupan manusia seperti tradisi, adat, kelompok dan masyarakat yaitu;<br><em>Ribuan orang hadir di festival Halloween karena merupakan tradisi atau kebiasaan di Korea Selatan dan juga merupakan pertama kalinya semenjak aturan jarak sosial yg begitu lama karena pandemi covid-19 dan kemudian hal itu di cabut, maka hal itulah yg membuat ribuan orang hadir tanpa terkontrol dan memakan banyak korban </em><br><br>Selain menyangkut aspek geografi juga menyangkut pendekatan geografi di mana pendekatan geografi itu di bagi 3 yaitu pendekatan keruangan, ekologi dan kompleks wilayah<br><br><strong>1. Pendekatan keruangan<br></strong>Mengapa hal ini termasuk pendekatan keruangan?<br>karena menggunakan titik lokasi untuk menunjukkan suatu fenomena yaitu;<br><em>Tragedi Halloween terjadi di distrik Itaewon, Korea Selatan</em><br><br><strong>2. Pendekatan ekologi<br></strong>Mengapa hal ini termasuk pendekatan ekologi?<br>Karena menunjukkan hubungan manusia dengan aspek fisik atau lingkungan yaitu;<br><em>Tragedi Halloween di etaewan terjadi karena tanah yg tidak merata dan sempit karena kepadatan bangunan yg di bangun di etaewan </em><br><br><strong>3. Pendekatan kompleks wilayah<br></strong>Mengapa hal ini termasuk pendekatan kompleks wilayah?<br>Karena merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan ekologi di mana adanya keterkaitan dgn wilayah lain atau fenomena yg lain yaitu;<br><em>Kerumunan di Korea Selatan dalam jumlah besar bukan kali pertama tetapi baru kali ini yg memakan korban karena banyak orang yg memadati jalan yg sempit dan tanah yg tidak merata atau menanjak dgn arus 2 arah</em><br><br><br>Menurut pendapat saya seperti ini jadi Jika ada kesalahan saya mohon maaf</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-19 13:10:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2424775768</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Alya Nabila R (X) </title>
         <author>iwiennurwiyati</author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426347793</link>
         <description><![CDATA[<div><br>&nbsp;Mapel : Geografi<br>&nbsp;"Tragedi Halloween Itaewon Tewaskan 156 Orang, Apa yang Salah?"<br>&nbsp;Sumber : CNN Indonesia.<br>&nbsp;1.berujung tragedi mengerikan menyebabkan 156 orang tewas.<br>&nbsp;Hingga kini, penyebab insiden ini masih dalam proses penyelidikan.&nbsp;<br><br>Kejadian itu bermula saat semakin banyak orang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawah.<br>&nbsp;Petugas lalu berusaha keras menarik beberapa orang keluar dari kerumunan. Namun, puluhan orang sudah terkapar dan mengalami henti jantung.&nbsp;<br><br>Kerumunan di Korea Selatan dalam jumlah besar bukan kali pertama. Pada 2017 lalu, sekitar 200 ribu orang hadir untuk merayakan festival Halloween. Saat itu, acara berjalan lancar dan tak ada korban jiwa.&nbsp;<br><br>Dua dekade sebelumnya yakni pada 2002, jutaan orang mengenakan kaus merah membanjiri jalan-jalan. Mereka menyemangati tim nasional Korsel yang bertanding di Piala Dunia. Di kerumunan ini, juga tak ada korban tewas.&nbsp;<br><br>Pakar manajemen keamanan kerumunan yang berbasis di Inggris, Steve Allen, mengatakan nihil rencana manajemen kerumunan menjadi alasan utama tragedi itu.&nbsp;<br><br>"Saya tak melihat polisi di salah satu rekaman, saya juga tak melihat bentuk manajemen kerumunan," kata Allen kepada Korea Times, Senin (31/10).&nbsp;<br><br>Ia juga menyebut distrik itu merupakan destinasi populer, Allen juga meyakini Halloween ini merupakan pertama sejak aturan jarak sosial dicabut, sehingga dengan sendirinya meningkatkan risiko kerumunan.&nbsp;<br><br>"Arus kerumunan dua arah, jalan-jalan sempit, volume kerumunan tanpa kontrol adalah faktor yang menonjol pada tahap ini," ujar dia.&nbsp;<br><br>Menurut laporan, polisi Korea Selatan mengerahkan 137 personel ke Itaewon pada Sabtu lalu. Mereka tak mengira kerumunan akan sebesar itu.&nbsp;<br><br>Tak seperti aksi unjuk rasa, demonstrasi atau festival yang biasanya diorganisir lalu dilaporkan kepada pihak berwenang sebelumnya, polisi tak memperkirakan pertemuan massal malam itu.<br>&nbsp;Namun, Allen tetap meyakini bahwa beberapa bencana kerumunan bisa diprediksi dan dicegah.<br>&nbsp;Lebih jauh, ia menerangkan langkah utama mencegah bencana kerumunan adalah pemantauan efektif dari personel kompeten, memiliki staf khusus manajemen kerumunan dan berbagi informasi awal dari berbagai metode termasuk media sosial.<br>&nbsp;2.Jumlah Personel Keamanan yang Minim<br>&nbsp;Senada dengan Allen, pengamat bencana di Universitas Seoul, Lee Young Joo menunjukkan tak ada kontrol polisi dalam festival tak terorganisir itu.<br>&nbsp;"Seperti bencana lain, kerumunan massa juga sangat sulit diprediksi. Namun, sangat disayangkan pihak berwenang mengerahkan jumlah personel yang minim di lokasi, meski sadar perayaan halloween ini tanpa masker sejak pandemi COvid-19," ujar Lee.&nbsp;<br><br>"Jadi saat individu menyadari mereka tak bisa bergerak atau melarikan diri, mungkin sudah terlambat," imbuh dia,&nbsp;<br><br>Akademisi itu juga menyoroti lokasi kerumunan yang sempit untuk jumlah yang pengunjung hingga ratusan ribu.&nbsp;<br><br>Lee menilai jalan selebar 3,2 meter dengan kemiringan 10 derajat tampaknya memperburuk bagi mereka yang berjalan di area itu.&nbsp;<br><br>"Karena mereka tersumbat di gang miring, beberapa orang tampaknya tersandung orang lain yang berdiri di depan mereka, mengakibatkan efek domino," ujar Lee lagi.&nbsp;<br><br>Baru-baru ini, Kepala Polisi Korea Selatan Yoon Hee Keun mengakui pengendalian massa dalam festival Halloween di Itaewon tak cukup memadai.&nbsp;<br><br>Yoon mengatakan petugas tak mampu menangani kerumunan meski menerima banyak laporan darurat jelang tragedi tersebut.&nbsp;<br><br>"[Polisi mengetahui] ada kerumunan besar bahkan sebelum insiden itu terjadi,yang menunjukkan bahaya," kata Yoon kepada AFP, Selasa (1/11).&nbsp;<br><br>Namun, ia mengatakan cara mereka menangani informasi itu, "tak cukup memadai."</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 03:23:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426347793</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nirmala Sariputi Harsono</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426352616</link>
         <description><![CDATA[<div>menggunakan pendekatan keruangan:&nbsp;<br>konflik terjadi di itaewon<br><br>menggunakan pendekatan ekologi:&nbsp;<br>Kejadian itu bermula saat semakin banyak orang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawah.<br><br>aspek fisik:&nbsp;<br>jalan yang dipakai ferstival menanjak<br><br>aspek sosial:<br>terjadi kerumunan, menyebabkan saling berdesakan, petugas berusaha menarik beberapa orang untuk keluar dari kerumunan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 03:33:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426352616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maryam binti Hadi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426362125</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pendektan keruangn<br>Terjadi kematian massal di itaewon korea selatan<br>2. Pendektan kompleks wilayah<br>Trategi hallowen itaewon terjadi krna padatnya penduduk di itaewon yng rata rata mengikuti acara tersebut. Krna itaewon merupkn tmpat para migrasu negara lain menetap, warga negara indonesia yng turut menjadu korban dievakuasi kembali ke indonesia.<br>3. Pendekatan ekologi<br>Sebnyk 22 ribu orng tinggal di distrik yongsan-gu, kota seoul, korea selatan, yang dimna rerata penduduk adlh para migrasi yang membuka resto macanegara dan turis bnyk berkunjung disini, sehingga menyebabkan membludaknya pengunjung pada trategi halloween itaewon yng berakibt adnya kematian massal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 03:48:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426362125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurdiana Kamelia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426490003</link>
         <description><![CDATA[<div>Tragedi Halloween Itaewon ini menyangkut Pendekatan Geografi di mana Pendekatan ini dibagi menjadi 3 yaitu: Pendekatan Keruangan, Pendekatan Ekologi, dan&nbsp; Pendekatan Kompleks Wilayah.<br>1. Pendekatan Keruangan<br>Terjadi tewaskan 156 orang di Tragedi Hallowen Itaewon, Korea Selatan&nbsp;<br><br>2. Pendekatan Ekologi<br>Tragedi Halloween terjadi krna diduga ratusan orang berjatuhan akibat cardiac arrest alias henti jantung. Ratusan orang terkena henti jantung setelah ribuan orang memadati jalan sempit di kota Itaewon, Korea selatan, dalam perayaan Halloween.<br><br>3. Pendekatan Kompleks Wilayah<br>Kerumunan di Korea Selatan dlam jumlah besar bukan kali pertama, tetapi baru kali meningkatkan risiko kerumunan krna arus kerumunan dua arah, jalan jalan sempit, dan volume kerumunan tanpa kontrol. Kerumuan massa juga sangat diprediksi. Namun, sangat di sayangkan pihak berwenang mengerahkan jumlah personel yang minim lokasi, meski sadar perayaan halloween ini tanpa masker sejak pandemi COVID-19.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-21 08:00:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/muhammadsainul1807216/jghjswnckbeds0tu/wish/2426490003</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
