<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan rakyat Kalimantan by Nur Afni Sauma Karin</title>
      <link>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba</link>
      <description>Perjuangan berlangsung tahun 1859 melawan Belanda dan dipimpin oleh Sultan Hidayatullah II dan Pangeran Antasari di Kesultanan Banjar yang mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-07 02:57:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-02 12:51:50 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas pandangan perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>saumakarin</author>
         <link>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285699284</link>
         <description><![CDATA[<div>Ringkasan Perjuangan Perlawanan Rakyat Kalimantan<br>Dikutip dari buku 'Sejarah' terbitan Grasindo, perlawanan rakyat Kalimantan berlangsung hampir selama setengah abad. Jenis perlawanannya pun terbagi menjadi dua corak, yakni ofensif (menyerang) dan defensif (bertahan).Pertempuran ini berlangsung pada tahun 1859 karena Belanda ikut campur tangan terhadap pengangkatan raja di Kerajaan Banjarmasin. Hal ini pun ditentang oleh masyarakat dan juga bangsawan hingga menyebabkan perselisihan. Diketahui, Belanda mengangkat pangeran Tamjidillah menjadi seorang sultan. Padahal, di sisi lain ada pangeran Hidayat yang dinilai lebih berhak namun hanya ditunjuk sebagai Mangkubumi sehingga memicu kemarahan rakyat untuk menyerang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:59:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285699284</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sekilas pandangan perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>saumakarin</author>
         <link>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285702984</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertempuran ini berlangsung pada tahun 1859 karena Belanda ikut campur tangan terhadap pengangkatan raja di Kerajaan Banjarmasin. Hal ini pun ditentang oleh masyarakat dan juga bangsawan hingga menyebabkan perselisihan.Diketahui, Belanda mengangkat pangeran Tamjidillah menjadi seorang sultan. Padahal, di sisi lain ada pangeran Hidayat yang dinilai lebih berhak namun hanya ditunjuk sebagai Mangkubumi sehingga memicu kemarahan rakyat untuk menyerang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 03:02:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285702984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan rakyat Kalimantan </title>
         <author>saumakarin</author>
         <link>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285703299</link>
         <description><![CDATA[<div>karena akibat terjadi kericuan pergantian takhta Kerajaan Banjar setelah wafatnya Sultan Adam tahun 1857. Dalam hal ini Belanda mengangkat Pangeran Tamjidillah sebagai Sultan Banjar. Rakyat tidak mau menerima sebab Pangeran Hidayat yang lebih berhak dan lebih disenangi rakyat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 03:02:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285703299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalan perlawanan </title>
         <author>saumakarin</author>
         <link>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285708468</link>
         <description><![CDATA[<div>Selain Belanda, rakyat Kalimantan juga melakukan perlawanan terhadap Jepang. Hal ini terjadi pada tahun 1940-an di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.Jepang pertama kali mendarat di Kalimantan Barat pada Februari 1942. Sekitar dua tahun kemudian terjadi pembunuhan massal bermula dari informasi yang diterima pihak Jepang bahwa akan muncul perlawanan. Jepang pun mulai melakukan penangkapan pada tokoh-tokoh masyarakat.Mulai Oktober 1943 sampai Juni 1944, Jepang melakukan eksekusi orang-orang yang ditangkap. Puncaknya terjadi pada 28 Juni 1944 yang kemudian dikenal dengan peristiwa Mandor. Mandor adalah sebuah wilayah kecil yang berjarak sekitar 88 kilometer dari Kota Pontianak. Diperkirakan ribuan orang tewas dibantai tentara Jepang dalam periode itu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 03:07:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285708468</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan </title>
         <author>saumakarin</author>
         <link>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285709795</link>
         <description><![CDATA[<div>Pangeran Antasari meninggal pada Oktober 1862 dan menitipkan pesan kepada para pengikutnya untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan. Perang Banjar berakhir pada tahun 1906 yang ditandai dengan kekalahan Pangeran Antasari dan Kesultanan Banjar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 03:08:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/saumakarin/jeg5s892vw7ordba/wish/2285709795</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
