<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bagaimana Cara Anda mengajarakan Materi Qawaid kepada siswa? by </title>
      <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks</link>
      <description>Made with a taste for adventure</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-06-14 07:07:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-07-24 02:29:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Nina Fauziyatul Mujahidah, S.Pd.I (MAN 2 Cirebon)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641513659</link>
         <description><![CDATA[<div>cara saya mengajarkan Qawaid kepada Siswa yaitu: pembelajaran Materi Qawaid terpisah dengan pembelajaran keterampilan-keterampilan lainnya, supaya siswa bisa lebih fokus dan waktunya luas. pada mulanya saya menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran Qawaid ini dan dilanjutkan dengan pemberian materi. Metode yang saya gunakan yatiu Metode Qiyasiyyah yaitu pengertian materi dulu dilanjutkan dengan contoh-contoh. biasanya untuk materi qawaid saya menganjurkan siswa untuk menghafalnya (boleh dengan lagu, dsb) supaya lebih mudah dipahami. setelah itu lanjut dengan memberikan latihan-latihan qawaid. ketika siswa sudah hafal materi qawaid nya, mereka cenderung lebih paham dan mudah untuk mengerjakan latihan-latihan.Terima Kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 03:12:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641513659</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641518593</link>
         <description><![CDATA[<div>Abdul Aziz <br>SMK AL HUDA BUMIAYU <br>Pembelajaran qowaid di sekolah kami dengan cara yang tidak njlimet. Contohnya dalam materi mudzakar dan muannas. Kami hanya menjelaskan perbedaanya bahwa ciri-ciri muannas (perempuan) adalah ada bulatan diatas nya ada titik dua diatasnya, kls ga ada brrti mudzakar (laki-laki). Karena SMK terutama yang mayoritas siswa laki -laki pasti menangkapnya ke yang begituan, tp yang penting mereka paham. Terima kasih </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 03:29:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641518593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Niswatul Fauziyah (MAN Insan Cendekia Halmahera Barat)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641524872</link>
         <description><![CDATA[<div>Cara saya mengajar materi Qawaid pada siswa adalah: biasanya saya memberi motivasi materi Qawaid dalam Bentuk lagu, materi pembagian kalimat dalam bahsa Arab kan ada tiga (Isim, Fiíl dan Huruf) saya contohkan yang isim. lagunya (mari mengenal cirinya isim, kasroh dan tanwin baris akhirnya, berawalan al atau ma mi mu, didepan ada amilul ismi, faailun nama-nama, terakhir kata majemuk (lirik lagu bertamasya)). setelah anak2 bersemangat belajar sambil menyayi lagu ciri-ciri isim dengan diulang-ulang akhir cepat dihafal. Kemudian saya menjelaskan dan memberikan contoh kalimatnya dipapan tulis. setelah anak-anak paham betul materi yg diajarkan baru saya memberikan latihan-latihan mencari kalimat isim dalam al-Qurán, untuk mengevaluasi hasil proses belajar siswa. Dengan metode ini siswa lebih cepat paham dan pembelajarannya pun menyenagkan. Syukran Ustadz.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 03:51:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641524872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Cahyo Kurniawan, SMA SHAFTA Surabaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641528609</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran qowaid yang saya terapkan di sekolah masih pada taraf persuasif Kepada siswa, dikarenakan mayoritas mereka sebelumnya tidak terbiasa dengan mapel bahasa Arab apalagi qowaid maka saya hanya menyisipkan sedikit demi sedikit materi penting mengenainya misalkan garis besar perbedaan muanas maupun mudzakar. Akan tetapi ketika memang ada anak yang bertanya mengenai materinya, maka saya akan menjelaskan sekilas saja dan menawari teman sekelasnya apakah siap menerima materinya. Ketika siswa satu kelas merasa keberatan maka saya akan menjelaskan secara terpisah, yaitu mencari waktu sendiri dengan anak yang bertanya tadi supaya teman yang lain tidak merasa tertekan dan akhirnya mereka jenuh dalam pembelajaran bahasa Arab.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 04:05:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641528609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zulfikri, S.Ag.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641529514</link>
         <description><![CDATA[<div>(SMA N 1 Solok Selatan)<br><br>Pembelajaran Qowaid yang saya ajarkan di sekolah yaitu dengan pemberian latihan-latihan seperti, apa musanna dari طالب ؟ <br>dan ini dibuat dalam tabel  mufrad, musanna dan jamak.  siswa diinstruksikan menuliskannya dalam tabel. <br>Kemudian  latihan berikutnya  saya tuliskan sebuah kata di papan tulis        lalu saya minta peserta didik menebak  apakah kata tersebut  termasuk Isim, Fi'il atau Huruf? sehingga peserta didik tertarik untuk menebaknya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 04:09:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641529514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Ihsan Daulai, S. Ag.    SMAN 2 LANGSA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641534757</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk pembelajaran qawaid , memang harus siswa mengetahuinya,karena kaidah yang dipelajari mengacu pada contoh2 yang di berikan. Kedudukan kalimat itu sebagai apakah dia. Contoh kata yang jadi subjek atau predikat atau pun objek. Walaupun tidak di bahas mendalam di pembelajaran tingkat SMA. Jadi kalau saya selalu menerangkan dari khass ke Amm... Dari contoh contoh baru masuk ke kaidah atau definisi dari kaidah tersebut. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 04:32:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641534757</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Husnul Hotimah, S.Pd.I        SMA NUUR EL- BANTANY         Pembelajaran qawa&#39;id  yang saya ajarkan disekolah yaitu tehnik bernyanyi. Tehnik bernyanyi adalah suatu metode yang sangat penting bagi anak, karena bernyanyi itu merupakan suatu kegiatan yang sangat disukai oleh semua anak supaya mereka tidak merasa bosan dalam melakukan sebuah kegiatan, melalui bernyayi tersebut anak juga bisa cepat menghafal, melalui bernyayi anak bisa mengeluarkan ekspresinya disaat bernyanyi, jadi tehnik bernyanyi itu juga bisa untuk menumbuhkan rasa semangat bagi anak dalam melakukan pembelajaran. Proses pembelajaran dengan menggunakan tehnik bernyanyi merupakan kegemaran yang digemari anak dalam berbagai umur, sehingga dalam pembelajaran bahasa arab anak- anak lebih senang serta menumbuhkan semangat anak dalam belajar bahasa Arab. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lagu untuk pembelajaran antara lain :Syair atau kata - kata dalam lagu hendaknya jelas ,Bahasa yang digunakan dalam lagu tersebut tidak terlalu sulit, Tema lagu yang dipilih yang sesuai dg dunia anak ,Lagu diupayakan memiliki keterkaitan dengan materi yang diajarkan. Dalam pembelajaran kali ini saya akan mengajarkan tentang fi&#39;il mudhori&#39; versi sholawatan. biasanya saya melakukan  langkah- langkah  sebagai berikut: 1. Mengucap salam, berdo&#39;a sebelum belajar, bernyanyi tentang lagu versi sholawatan. 2.Menuliskan tashrif fi&#39;il mudhori&#39;. 3.Mempraktikkan kepada anak contoh  nyanyian versi sholawatan dengan materi fi&#39;il mudhori&#39; .        4. Saya mengajak anak didik mendengarkan dan menirukan saya menyanyikan fi&#39;il mudhori&#39; versi sholawatan.             5. Anak didik mengikuti langkah demi langkah hingga dapat menirukan saya seperti yang diperintahkan oleh saya          6. Setelah itu saya mengajukan pertanyaan, tentang tashrif fi&#39;il mudhori&#39; tadi.                                               9. Saya mengobservasi, menilai dan menganalisis hasil pembelajaran dengan metode bernyanyi.                                 Alhamdulillah respon anak ketika, pembelajaran qowa&#39;id dengan bernyanyi anak cepat tanggap, cepat hapal dan mudah mengingat, ketika minggu depannya sekilas dikaitkan atau dibahas anak masih hapal dan paham.  Syukron.                   </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641536256</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 04:40:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641536256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syahrul, S.Pd.I.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641536659</link>
         <description><![CDATA[<div>SMAN 1 Sanggar Bima-NTB<br>Assalamualaikum.Wr.Wb.<br>Pembelajaran Qowaid yang saya terapkan di sekolah saya masih disesuaikan dengan keadaan siswa karena Siswa di Sekolah saya banyak yang belum pernah belajar bahasa Arab sebelumnya,  Jadi saya memberikan  materi yang ringan dan mudah dipahami dulu kemudian memberikan sedikit latihan untuk menguatkan daya ingat mereka seperti dhomir muttasil dan dhomir munfasil kemudian saya memberikan contoh kedua dhomir tersebut, posisi dhomir mana yang terpisah  dalam kalimat ketika digabungkan   dengan fiil dan mana dhomir yang bisa digabungkan..<br><br>mungkin hanya itu cara saya mengajarkan Qowaid di Sekolah saya..<br>Mudah-mudahan bermanfaat.<br>Syukron.....<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 04:41:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641536659</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641542691</link>
         <description><![CDATA[<div>Ika Fatmawati, S. Pd.I<br>( SMA N 1 Juntinyuat Indramayu)<br>Cara saya mengajarkan materi qowaid kepada siswa di kelas, yakni :<br>Pertama, saya melakukan apersepsi (mengabsen dan mengecek kesiapan siswa/kelas)<br>Kedua, saya menyampaikan materi yang akan diajarkan pada hari ini yaitu qowaid (tata bahasa), dengan memberitahukan tujuan pembelajaran, dan kompetensi dasarnya kepada siswa kemudian saya tulis di papan tulis agar anak mampu mengetahui kegiatan pembelajarannya.<br>Ketiga, sebelum saya mengajar materi qowaid, saya review/ulas kembali materi qiro'ah (bacaan) dengan cara guru meminta siswa membaca teks bacaan dibuku atau teks baru yang disediakan guru di papan tulis/tayangan misal tema : Kehidupan sekolah. Keempat : Kemudian saya jelaskan bahwa pertemuan kali ini adalah qowaid dan materi ini contohnya bisa kita ambil dari qiroah yang kalian baca. Guru bertanya : apa itu qowaid, nak? siswa menjawab : tata bahasa, bu!! mereka tahu karena sering mendengar kata qowaid sebelumnya. <br>Guru menulis materi : قواعد (Tata Bahasa) <br>فعل-فاعل-مفعول به di papan tulis, dan siswa memperhatikan tanpa menulis terlebih dahulu (fokus)<br>Sebelum guru menjelaskan, pengertian pola-pola tersebut dan manfaat pembuatan pola tersebut bagi kehidupan sehari-hari, guru menunjuk beberapa siswa untuk menjawabnya. Dan siswa A menjawab : fi'il adalah kata kerja, siswa B fa'il adalah pelaku sedangkan siswa C maf'ul bih adalah sasaran/objek, kemudian guru dan siswa menyimpulkan bahwa pola fiil, fail, maf'ul bih ini tidak lebih dari kegiatan sehari² yang kita lakukan. <br>Kelima : Guru memberi informasi kepada siswa, untuk mencatat materi pengertian fiil, fail dan maf'ul  bih. (Fi'il : kata kerja, Fa'il : pelaku dan Maf'ul bih : Sasaran/objek benda)<br>contoh kalimat :        عائشة تكتب الدرس <br>               الدرس  : مفعول به  : عائشة : فاعل، تكتب : فعل dst.<br>Keenam : Guru bertanya kepada siswa, sudah mengerti semua kah anak-anak, siswa menjawab : mengerti ustadzah..<br>Keempat : Guru membagi 4 kelompok, 1 kelompok terdiri atas 6 siswa. Setelah terbagi siswa mencari teman nya. <br>Kedelapan : Langkah selanjutnya, siswa mengerjakan Lembar kerja siswa yang sudah dibagikan guru, dimana siswa diminta kembali membaca teks bacaan yang tersedia bersama kelompoknya. Lalu siswa diminta mencari kalimat yang mengandung pola fiil, fail dan maf'ul bih pada teks bacaan yang tersedia dan ditulis pada kertas polio bergaris/diketik dalam bentuk makalah (jika ada waktu)   <br>Kesembilan : Guru meminta siswa untuk menyampaikan tugas kerjanya didepan kelas <br>Kesepuluh : Kesimpulan ( antara guru dan siswa tentang materi pembelajaran, dan disela-sela akhir pelajaran diadakan game/nyanyian dan refleksi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 05:10:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641542691</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abdullah Muhammad, S.Pd.I (SMKS Pariwisata Muhammadiyah Slawi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641547380</link>
         <description><![CDATA[<div>pembelajaran qowa'id yg di ajarkn di skolah kami memang lebih sedikit, karena klo siswa tau pembahasan kita tentang tata bahasa siswa langsung pusing. jd di kami biasanya pembeljarannya ketik asa qowaid kita sisipkan sedikit, smbari memberikan pelajaran dalam bacaan, tujuannya agar siswa penasaran misal pada isim isyaroh kami buat kalimat lalu siswa di suruh membaca, setelah itu baru guru sedikit menjelaskan itu isim isyaroh li baid atau li qorib, mungkin nt dari teman2 atau dari narasumber bisa memberikan teknik atau strategi yg lebih baik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 05:32:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641547380</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mattukhatul Umamah,SS&gt;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641563256</link>
         <description><![CDATA[<div>SMA  Darul Quran Kota Mojokerto<br>Rancangan pembelajaran qowaid khususnya pada mata pelajaran bahasa arab yang hanya di beri waktu dua jam untuk semua maharah dalam bahasa arab dan juga qowaidnya.yang kami terapkan di sekolah sangat fleksibel dan tidak membebankan siswa,sekali,karena memang sudah di fokuskan ke pada guru nahwunya sendiri,karena memang kurikulumnya di campur antara umum dan diniyah.<br>dalam pembelajarannya, kami awali dengan penentuan kompetensi dasar yang ingin di capai,materi,indikator dan penting nya  tujuan dari belajar qowaid bagi siswa, contoh dalam materi  naat manut ,kemudian guru memberikan stimulus dengan gambar tau puzzle yang menunjukkan gambar tentang sifat,kemudian siswa mulai menganilisis gambar,setelah itu gurumenjelaskan materi  kemudian murid bersama2 merangkai gambar atau puzle tersebut mnjadi sebuah kalimat,dan menunjukkan identitasnya,masing-masing atau irabnya,setelah iti siswa di suruh membuat contoh kalimat satu - satu dengan bahasa mereka sendiri.dan terakhir guru memberi penguatan dan evaluasi hasil belajar qowaid hari ini.<br>demikian ustdz,mhon masukannya agar pembelajaran qowaid ini bisa menyenangkan di ajarkan.syuron.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 06:48:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641563256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lailatun Ni&#39;mah, S.Ag. (MA Matholi&#39;ul Huda Sokopuluhan Pucakwangi Pati Jawa Tengah)                  Pengalaman saya mengajarkan Qawaid dengan berbagai metode atau teknik yang bervariasi tergantung materi dalam qawaid tersebut. Kebetulan saya mengajar kelas 11 di MA yang notabene 90% inputnya dari lulusan MTs meskipun mereka tidak bermukim di pondok/lulusan dari pesantren, tetapi ketika MTs setidaknya mereka sudah punya bekal pengetahuan bahasa arab khususnya Qawaid. Selain itu di MA juga ada pelajaran salaf seperti Nahwu, Sharaf . Jadi untuk mata pelajaran Bahasa Arab hanya diberi waktu 2 JP. Karena waktu yang sedikit tersebut dan dituntut untuk menyelesaikan materi sesuai KD yang ditetapkan oleh KMA maka dalam pembelajaran Qawaid saya memakai metode yang bervariasi. Contohnya materi Jumlah Fi’liyah maka saya menggunakan metode Bernyanyi yaitu dengan menyanyikan tashrif lughawi. Sedangkan materi masdar muawwal (أن مصدرية) memakai metode diskusi kelompok. Siswa diberikan teks sederhana yang berkaitan dengan qawaid tersebut, kemudian siswa menentukan masdar muawwalnya. Adakalanya metode yang saya gunakan adalah metode Take and Give dengan menggunakan kartu kendali, jadi antara satu peserta dengan peserta lain saling bertukar informasi tentang qawaid tertentu. Untuk mayoritas metode yang biasa saya pakai adalah metode induktif (إستقرائي) dari contoh ke teori/rumusan teori atau dari yang mudah ke sulit.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641568236</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 07:09:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641568236</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laily Sholihatin (MA NU Gresik)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641585175</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pembelajaran qawaid pada siswa:<br><br></div><div>1. Saya bertanya kepada siswa tentang pelajaran pada pertemuan sebelumnya</div><div>2. Menjelaskan kepada siswa materi qawaid</div><div>3. Saya mempersilakan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami</div><div>4. Memberikan pertanyaan pemahaman pada siswa</div><div>5. Meminta siswa untuk menganalisa</div><div>6.Tadribat, bisa berupa permainan edukatif terkait materi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 08:11:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641585175</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nafiatur Rasyidah, S.PD.I (MAN 2 Yogyakarta)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641666852</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran Qawaid di MAN 2 Yogyakarta sebenarnya tidak memiliki porsi waktu yang banyak. Qawaid dalam pelajaran Bahasa Arab MA adalah penguat di sela-sela pembelajaran 4 maharah itu. Namun tidak dipungkiri betapa pentingnya materi qawaid tersebut mengingat dalam semua aspek maharah dalam Bahasa Arab semuanya mengandung Qawaid.<br>Adapun materi qawaid biasanya saya sampaikan sebagai berikut :<br>1. Pada posisi pembelajaran qawaid biasanya siswa telah terlebih dahulu mempelajari teks bacaan<br>2. Saya menjelaskan qaidah terkait, biasanya saya awali dengan peta konsep<br>3. Contoh-contoh diambilkan dari bacaan yang telah dipelajari siswa<br>4. Setelah penjelasan klasikal, siswa saya pandu untuk mengidentifikasi teks tsb lebih lanjut terkait qaidah yg dipelajari<br>5. Dilanjutkan dengan penguatan melalui tadribat baik lisan maupun tulisan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 13:12:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641666852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mochamad Gilang Ardela Mubarok (SMA Negeri 10 Garut)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641680239</link>
         <description><![CDATA[<div>Materi <em>Qowaid Lughah</em> yang saya sampaikan kepada para peserta didik disekolah saya terutama para siswa dibangku kelas XI (sebelas) saya sampaikan dengan cara Menggunakan metode induktif yang berbasis kepada istilah-istilah linguistik. dengan tujuan mempermudah para peseta didik menghafal rumus dan istilah dalam materi qowaid, diawali dengan bentuk kosa kata bahasa arab dengan bahasa indonesianya / artinya, selanjutnya tahap mencontohkan posisi kata dalam kalimat, tentu dengan rumus <em>qowaid</em> yang tidak terlalu sulit dan  dikolaborasikan dengan rumus pada bahasa indonesia,  hingga pada tahap selanjutnya mengenal susunan kalimat, yang dalam suatu kalimat tentu terdiri dari beberapa kata yang mempunyai posisi yang berbeda dipermudah juga dengan istilah rumus pada  bahasa indonesia. hingga pada tahap terakhir yaitu tahap penjelasan secara luas dengan membagi peserta didik dalam beberapa kelompok lalu mereka ditugaskan mencari informasi lebih terkait judul rumus <em>qowaid</em> yang diberikan, lalu antar kelompok saling berbagi informasi dengan guru menulis satu jumlah kalimat di papan tulis, dan kelompok-kelompok yang telah dibagi masing-masing saling menjelaskan posisinya masing-masing, sehingga terjadi saling bertukar informasi dan fikiran antar peserta didik.<br>tahap selanjutnya penguatan materi dengan evaluasi. <br>akan tetapi sebagai mata pelajaran  bahasa asing yang sifatnya muatan lokal dan latar belakang siswa yang tidak seluruhnya berbasis dari Madrasah Tsanawiyah hampir 35 % siswa masih belum faham sama sekali terhadap huruf dan kosa kata bahasa arab. sehingga penyampaian materi qowaid ini terkadang tidak menyeluruh. <br><br>Mungkin itu pengalaman singkat saya dilapangan dalam menyampaikan materi Qowaid Lughah disekolah.<br>Syukran Jazilan.. <br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2020-06-27 13:42:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641680239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ibadur Rahman Al Huda, S.Pd
(SMA Islam Almaarif Singosari Malang)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641700882</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran qawaid yang biasa saya lakukan di kelas (X dan XI) yaitu dengan cara menjelaskan terlebih dahulu kaidah khusus yang menjadi topik pembahasan kemudian dilanjutkan dengan memberikan contoh² sederhana yang berkaitan dengan kaidah khusus sebelumnya,.<br>Untuk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa, saya meminta masing-masing dari mereka membuat satu contoh kalimat yang mengandung kaidah tersebut, dan apabila ada yang kurang pas maka saya memperbaikinya,.<br>Di akhir pembelajaran saya memberikan beberapa soal atau tadrib (latihan) yang masih berkaitan dengan kaidah inti yang sedang dibahas pada hari itu.<br>Kesimpulannya yaitu pembelajaran qawaid yang saya gunakan adalah dimulai dari kaidah khusus menuju kepada kaidah yang umum,.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 14:33:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641700882</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641715036</link>
         <description><![CDATA[<div>Meliyani, S. Pd<br>( SMK Muhammadiyah Kotaagung Tanggamus Lampung)<br><br>Cara saya mengajarkan materi qowaid kepada siswa di kelas, yaitu dengan menyiapkan materi dan tujuan pembelajaran qowaid lebih dahulu, kemudian melihat kesiapan  siswa untuk mengikuti pelajaran qowaid jika siswa sudah siap baru saya memulai pembelajaran.<br><br>Sebelum saya menyampaikan materi qowaid (tata bahasa), saya memberika stimulus terlebih dahulu yaitu dengan memberikan contoh dari qowaid misalkan tentang jumlah fi’liyah, apa bila ada peserta didik yang sudah paham/sudah mempelajarinya di MTs ajan saya jadikan tutor sebaya di dalam kelompok kecil yang akan saya buat nantinya. Kemudian setelah saya menjelaskan dan membagi kelompok kecil/small grup saya membagi kelompok tersebut terdiri dari 3-5 peserta didik dimana didalam satu kelompok terdiri dari peserta didik yang berkemampuan rendah, sedang dan tinggi. Bagi siswa yang berkemampuan tinggi agar dapat memberikan pemahaman kepada temannya yang berkemampuan rendah dan sedang, saya membuat kelompok tersebut karena sering kali siswa yang malu/segan untuk bertanya kepada guru, jika kepada teman sebayanya mereka akan lebih enjoy dalam bertanya. Strategi yang saya gunakan dalam kelompok kecil itu yaitu dengan strategi STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION). Kemudian untuk evaluasi qowaid saya menggunakan tes objektif dan kadang menggunakan aplikasi kahoot agar siswa dapat bermain serta belajar quiz.<br><br>Syukron. Inilah pengalam saya dalam mengajar qowaid</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 15:09:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641715036</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641724353</link>
         <description><![CDATA[<div>Ramli, S.Pd,I SMK Muhammadiyah Loa Janan<br><br>Pembelajaran Qawaid di SMK mungkin tdk sama dengan di Madrasah aliyah. Karena di SMK siswa Rata rata Pemula.<br><br>Pembelajaran qawaid tidak saya ajarkan sperti maharah yang lain kecuali isim Dhomir (Itupun sya pakai Lagu). Lagunya sya beri contoh dulu kemudian siswa mengikuti. Dan Setelah itu siswa boleh menghafalnya dengan irama yang berbeda.<br><br>Tapi Pembelajaran Qawaid lebih banyak sya sisipkan di setiap materi. Karna Dengan bgtu mereka tdk takut salah dlam belajar bahasa arab.<br><br>Dikelas sya hanya Fokus mengjarkan empat Maharatul lughah (istima, kalam ,qiraah, kitabah).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 15:33:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641724353</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641725749</link>
         <description><![CDATA[<div>Risma Dwi Handayani, S.Pd<br>(SMAN 1 CICURUG)<br>Pembelajaran Qawaid saya berikan pada keterampilan membaca dan menulis, kebetulan saya mengajar di SMA Negeri sehingga tidak terlalu memperdalam Qawaid. Pertama siswa di berikan sebuah teks bacaan, kemudian bersama-sama kita bahas baik dari arti kosakata hingga makna yang ada pada teks tersebut tujuannya untuk menjawab pertanyaan. Setelah kegiatan tersebut kemudian saya menjelaskan Qawaid yang digunakan, saya kenalkan istilahnya dengan menjabarkan pola-polanya dan saya berikah contoh kalimat yang sesuai susunan Qawaid yang dipelajari. Kemudian sebagai bahan evaluasi maka siswa diperintahkan untuk membuat kalimat sesuai Qawaid yang sudah dipahami lalu saya koreksi dan jika ada kesalahan saya betulkan dengan coretan balpoin merah sehingga anak tau dimana letak kesalahannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 15:37:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641725749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bianca putri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641732631</link>
         <description><![CDATA[<div>(MAN 1 Tapanuli Tengah)</div><div>Pembelajaran <em>qawa’id </em>dalam beberapa lembaga pendidikan seringkali dipisahkan menjadi dua, yaitu pembelajaran <em>nahwu</em> dan <em>sharaf</em>. Keduanya memiliki karakteristik materi yang berbeda. Dengan demikian, jika keduanya berdiri sendiri, maka strategi pembelajarannya tentu akan berbeda pula. Dalam tulisan ini, pembelajaran <em>qawa’id</em> yang ditawarkan tidak memisahkan antara <em>nahwu</em> dan <em>sharaf</em>, artinya materi yang disampaikan mencakup kedua ketrampilan tersebut</div><div>Misalnya untuk latihan menyusun kalimat dengan bentuk yang sudah ditentukan, seperti membuat <em>jumlah ismiyah</em> atau <em>jumlah fi’liyah.</em><br>Langkah-langkahnya adalah:</div><ul><li>Siapkan kertas yang berisi potongan-potongan kata. Misalnya berisi kata benda (untuk membuat <em>jumlah ismiyah</em>) atau kata kerja (untuk membuat <em>jumlah fi’liyah</em>).</li><li>Bagilah siswa dalam kelompok-kelompok kecil (3-5 orang).</li><li>Mintalah masing-masing kelompok menuliskan kalimat yang disusun dari kata-kata tersebut.</li><li>Mintalah masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasilnya (presentasi) di depan kelas.</li><li>Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan.</li><li>Berikan klarifikasi terhadap kerja kelompok tersebut dengan memberikan tambahan penjelasan tentang struktur kalimat yang telah mereka pelajari.</li></ul><div><br><br><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div> </div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-27 15:56:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/641732631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu Pratiwi,S.Pd.I</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/642219596</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran qawa'id yang saya terapkan di sekolah kembali kepada sub materi yang akan dibahas misalkan dalam pembelajaran dibahas terkait materi tertentu dengan pola <em>mubtada’ dan khabar</em>, terlebih dahulu guru meminta siswa untuk memperhatikan mufrodat serta artinya terkait tema yang ada pada materi kemudian dari mufrodat yang telah dibahas, guru memberikan contoh kalimat sederhana dengan susunan pola <em>mubtada’ dan khabar</em> . Dari contoh kalimat tersebut guru  menerangkan terkait pola  <em>mubtada’ dan khabar</em>. Setelah itu memberikan kesempatan kepada siswa mencoba untuk membuat contoh kalimat dengan susunan pola kalimat yang telah dijelaskan dari mufrodat yang ada. Disaat pemberian materi qowaid, agar penjelasan serta pemberian contoh kepada siswa dengan penjelasan yang lebih mudah untuk dipahami terlebih yang diajarkan adalah kelas x dimana tidak semua siswa yang dihadapi sudah memiliki dasar-dasar bahas Arab. Dalam pemberian materi qowaid juga dapat dilakukan melalui metode yang menyenangkan contohnya melalui media lagu atau permainan. <br>Syukron ustadz. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-06-28 15:24:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/642219596</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/642595405</link>
         <description><![CDATA[<div>M. ALFIANTO EDRIZAL<br>(SMAN 3 SUNGAI PENUH) <br><br>Kami menghajarkan qowaid di sekolah menggunakan video pembelajaran yang telah kami rekam sebelum kegiatan berlangsung. Diharapkan siswa dapat lebih memahami pelajaran karena mereka dapat mengulang ulang video pembelajaran tersebut di rumah. <br><br>Kami juga menyajikan contoh contoh dalam bentuk tabel kepada siswa. Dan soal soal latihan dalam diktat yang kami berikan. </div>]]></description>
         <pubDate>2020-06-29 05:05:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/642595405</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hani Wijayanti - SMAN 1 Parungkuda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660733690</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran Qawaid diawali dengan siswa yang disajikan terlebih dahulu teks berupa percakapan/cerita yang mengandung unsur qawaid yang akan dijelaskan, misal fiil madhi. Di dalam naskah tersebut, fiil madhi diberi warna khusus agar mudah diidentifikasi. Siswa membaca terlebih dahulu teks yang disajikan sambil memerhatikan teks yang ditandai atau diberi warna.  Kemudian guru mulai menjelaskan mengenai  qawaid yang akan diajarkan dengan fiil madhi yang sudah terdapat di dalam teks. Dengan demikian, siswa selain mengetahui mengenai fiil madhi, siswa juga menjadi tahu bagaimana penggunaan fiil madhi tersebut di dalam kalimat baik berupa percakapan maupun cerita.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 04:23:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660733690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Rizky Utami, S.Pd (SMAN 1 Bantarkawung, Brebes)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660734857</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran qawaid di sekolah saya biasa disampaikan pada keterampilan membaca dan penerapannya dalam keterampilan menulis.<br>Misalkan materi fi'il mudhari pada materi Al-Hayatu Yaumiyyah, saya sampaikan materi fi'il mudhari dengan memberikan contoh-contoh nya melalui lagu atau slide PPT berupa tabel berisi pola perubahan fi'il sesuai denan mufrad, mutsanna' dan jama' juga sesuai muannats mudzakkar nya, siswa diajak melakukan permainan misalkan mencocokkan bentuk fi'il madli dan fi'il mudhori'. setelah itu saya tampilkan suatu teks bacaan, menjak siswa menanalisis bentuk fi'il mudhari dalam teks tersebut, untuk evaluasinya, saya berikan sebuah teks dengan yang menggunakan fi'il madhli yang sudah diberi warna berbeda,  kemudian meminta siswa mengubahnya ke dalam bentuk fi'il mudhari, atas teks dengan fi'il mudhari dengan dhamir هو (dia laki-laki) kemudian meminta siswa menuah semua fi'il mudhari pada teks tersebut dengan dhamir هي atau أنا.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 04:25:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660734857</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660777255</link>
         <description><![CDATA[<div>Siti Watini, S.Pd<br>SMAN 1 Sumberjaya<br><br>Assalamualaikum.Wr.Wb<br>Cara mengajar Materi Qawaid kepada siswa yang saya lakukan adalah menyajikan teks baik berupa wacana maupun berupa percakapan, kemudian menjelaskan materi qawaidnya misalkan tentang isim dhomir, setelah itu siswa mencari isim dhomir pada teks, dan disuruh mengucapkan dan menulis dipapan tulis, satu persatu bergantian, sampai semua siswa kebagian, walaupun mendapatkan isim dhomir yg sama.setelah kebagian semuanya, siswa mempraktekkan pengucapan isim dhomir dengan cara dihafal dan boleh dinadhomkan, siswa cepat hafal klo pengucapan isim dhomir dengan cara dinadhomkan...demikian pengalaman saya dalam mengajar salah satu materi qawaid...🙏</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 05:19:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660777255</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suherman, S.Ag</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660777465</link>
         <description><![CDATA[<div>SMAN 1 Sukagumiwang<br>Assalamualaikum. Wr. Wb.<br>Dalam pembelajaran Qowaid tidak bisa terlepas dari rumus nahwu sharof.<br>maka langkah awal kita ajarkan kepada anak pemahaman terhadap kalimat isim beserta ciri-cirinya,kalimat fiil beserta ciri-cirinya, dan kalimat khuruf.<br>berikan dulu contoh dalam bahasa indonesia agar anak paham pengertian isim, fi'il, dan huruf.<br>contoh;<br>gorengan (Isim)<br>menggoreng (Fi'il)<br>sementara khuruf identik dengan kata sambung.<br>dalam bahasa arab kalimat isim mempunyai beberapa ciri diantaranya:<br>- berakhiran tanwin<br>- berakhiran kasroh<br>- berawalan ال<br>- berawalan م<br>- menujukan nama<br>- berwajan (pola) Fail/pelaku<br>sementara kalimat fiil biasanya diawali dengan huruf ي,ت<br>sementara kalimat khuruf merupakan kata sambung atau imbuhan seperti huruf jar, huruf nasab.<br> <br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 05:20:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660777465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Agus Adib Fahhrudin R., S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660780836</link>
         <description><![CDATA[<div>SMAN 1 Batuan Sumenep<br><br>Pembelajaran Qawa'id yang kami lakukan selama ini di sekolah adalah memulai mengajarkan konsep tentang kata (isim, fi'il, harf).<br>pada pembahasan isim, kemi mengenalkan tentang penggunaan  alif lam serta perubahan harakat akhir yang mengiringinya. dilanjutkan dengan mengenalkan konsep mufras-mutsanna-jama'.<br>setelah konsep isim selesai, baru dilanjutkan fi'il baik perubahannya berdasakan masa/waktu maupun perubahannya berdasarkan subyek (fa'il)nya. siswa diminta membuat kalimat yang mengandung fi'il di dalamnya.<br>setelah itu baru membahas konsep kalimat, dimana siswa dikenalkan dengan posisi kata serta perubahan harakat yang mengiringinya.<br>siswa diminta berlatih membuat kalimat sesuai dengan qawa'id yang telah diajarkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 05:25:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660780836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sardi, S.Pd.I. - MAN 1 Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660781059</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamu'alaikum wr. wb.<br>Dalam mengajarkan Qowaid saya biasanya meminta siswa untuk membaca dan mempelajari qowaid yang akan diajarkan terlebih dahulu, terus saya tanya tentang pemahaman mereka. Setelah itu saya menerangkan qowaid yang sedang dipelajari lalu saya meminta mereka untuk mencari tarkib yang ada pada bacaan yang sesuai dengan tema yang sedang dipelajari. setelah itu jika terjadi kesalahan maka dicari yang benar yang bagaimana secara bersama-sama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 05:26:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660781059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latifah Rahmawati (MAN 1 Yogyakarta)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660866202</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Karena sebagian besar siswa kami adalah lulusan smp maka saya dalam mengajarkan qowaid berusaha dengan cara sederhana tapi bisa memahamkan. Contohnya menggunakan kartu ketika menjelaskan pembagian kata, atau ttg ma'rifah nakiroh dll. Pertama tentu saja kita jelaskan baik langsung dipapan tulis atau lewat powerpoint dan kita berikan contoh contohnya lalu tiap anak kita beri kartu yang berisi satu kata . Setelah itu kita minta anak menempel kartu tersebut dipapan tulis sesuai tempatnya. Dipapan tulis sudah kita plot plot ..contohnya isim <br>, fiil, hurf. Setelah semua kartu sudah ditempel anak kita minta menjelaskan kartu yang sudah ditempelnya tadi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 07:59:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660866202</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660885369</link>
         <description><![CDATA[<div>Martin Amnillah, MAN Temanggung</div><div> Siswa  yang ada di MAN Temanggung 70% berasal dari SMP. Sebekum saya mengajar tentunya saya menjrelaskan dulu tujuan dari pembelajaran. Yang saya lakukan ketika mengajar qowaid adalah membaca huruf hijaiyah (karena memang ada yang belum bisa membedakan huruf  أ , ع  , ث, س ) setelah itu masuk ke kata baik kata fi’il maupun isim . Ketika membahas  Fi’il  yang kami lakukan adalah megubah dari Fi’Il Madhi ke Mudhori’ dan sebaliknya. Untuk Isim anak disuruh membedakan isim nakiroh dan Makrifah. Dalam pembuatan kalimat bermula dari membedakan isim dan fi’il anak diajarkan materi yang agak tinggi levelnya yaitu membuat kalimat dengan pola Jumlah fo’liyah dan Jumlah Ismiyah. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 08:44:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660885369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mega Zulfy Lestari (SMAN 1 Gombong)</title>
         <author>megazulfy10</author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660885465</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pembelajaran Qawaid di kelas X, pertama saya jelaskan terlebih dahulu konsep dasarnya seperti pengenalan tentang isim, fi'il dan hurufnya. Kemudian saya jelaskan konsep Qawaid sesuai materi atau bahasan pokok saat itu. Di lanjutkan dengan bersama-sama membuat contoh dengan dipandu oleh guru. Setelah itu kita mengkaji Qawaid tersebut ke dalam teks yang pernah kita bahas sebelumnya seperti pada teks khiwar atau qiraah. <br>Baru selanjutnya peserta didik diberi latihan untuk membuat sesuai Qawaid atau menganalisis kalimat sederhana.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 08:44:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660885465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diana Rahadianti (MAN 1 Bengkulu)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660909775</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Bismillaahirrahmaanirrahiim,<br><br>Materi Qowaid biasanya terletak setelah materi Qiro'ah. Didalam qiro'ah tersebut  ada beberapa kalimat yang merupakan  contoh penerapan teori qowaid yang akan dibahas pada bab tersebut. Di akhir pembelajaran qiro'ah, setelah semua siswa mendapat giliran untuk membaca teks, biasanya saya akan menunjukkan kalimat-kalimat yang mengandung teori qowaid  yang menjadi "highlight" pembahasa qowaid pada bab tersebut. Biasanya saya akan memperkenalkan istilahnya sepintas dan menyampaikan bahwa istilah qowaid itu yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Pada pertemuan berikutnya, barulah saya secara khusus membahas teori qowaid yang tersebut secara rinci, diiringi contoh-contohnya, kemudian siswa berlatih membuat kalimat dengan menerapkan qowaid tersebut. Dalam kesempatan ini, pembelajaran juga sekaligus melatih kemampuan kitabah siswa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 09:35:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660909775</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CATUR PUTRI WIBAWANTI, S.PdSMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660942085</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Langkah-langkah pembelajaran Qowaid yang sy lakukan di sekolah adalah:<br></strong><br></div><div><strong>1.</strong>       <strong>menyampaikan tujuan pembelajaran </strong></div><div><strong>2.</strong>       <strong>menyajikan beberapa contoh kalimat pada slide PPT</strong></div><div><strong>Meminta siswa mengamati dan mencari perbedaan pada beberapa kalimat yang disajikan (bisa dilakukan secara berklompok)</strong></div><div><strong>3.</strong>       <strong>menampung berbagai pendapat siswa terkait temuan dari perbedaan kalimat</strong></div><div><strong>dalam sebuah tabel (bisa dilakukan secara berkelompok)</strong></div><div><strong>4.</strong>       <strong>Membahas satu persatu temuan siswa/hasil dispok</strong></div><div><strong>5.</strong>       <strong>menyajikan slide berisi kalimat-kalimat yang ditandai dengan warna berbeda sebagai penekanan pada perbedaan (ciri khas masing-masing kalimat)</strong></div><div><strong>6.</strong>       <strong>jika siswa sudah memahami perbedaan-perbedaan yang ditemukan</strong></div><div><strong>7.</strong>       <strong>Meminta siswa mencoba menyimpulkan sebuah kaidah dari apa yang dipelajari. </strong></div><div><strong>8.</strong>       <strong>Memberikan penguatan terhadap simpulan kaidah yang telah dibuat oleh siswa</strong></div><div><strong>9.</strong>       <strong>memberikan kesempaatn untuk siswa bertanya</strong></div><div><strong>10.</strong>   <strong>jika sudah tidak ada pertanyaan maka memberikan pemantapan pemahaman melalui kuis/game yang menarik baik individu atau kelompok</strong></div><div><strong>11.</strong>   <strong>memberikan evaluasi berupa latihan soal membuat kalimat sederhana dari kaidah yang telah dipeljari </strong></div><div><strong>12.</strong>   <strong>merefleksi pembeljaran yang telah berlangsung.</strong></div>]]></description>
         <pubDate>2020-07-23 11:10:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660942085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tika Sastiani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660943520</link>
         <description><![CDATA[<div>MAN Bintan<br><br>Assalamu'alaikum wr wb<br>Dalam pembelajaran qawaid untuk kelas X, saya mengajarkan dari materi dasar terlebih dahulu yaitu pembagian kata (isim, fi'il, huruf) dan Dhomir. Materi qawaid biasanya saya selipkan sebelum materi qiraah. Kemudian setelah materi qawaid disampaikan, baru masuk ke qiraah sehingga anak-anak dapat melihat kaidah qawaid yang ada pada teks. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 11:14:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660943520</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rohmat Teguh Nugroho (SMK Al Irsyad Tegal)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660957447</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,<br><br>Pembelajaran Qowa'id (tata bahasa) di SMK tempat saya mengajar, saya sesuaikan dengan kemampuan dan tingkat keterserapan siswa, dengan latar belakang banyak siswa lulusan SMP, saya mulai mengenalkan dan mengajar dari yang paling ringan : <br><br></div><div>1.       Menanamkan kepada siswa bahwa setiap kata dalam bahasa arab mengenal gender (jenis kelamin)</div><div>2.       Mengenalkan perbedaan kalimat mudzakkar (kata bermakna laki-laki) dengan kalimat muannats (kata bermakna perempuan) beserta ciri-cirinya</div><div>3.       Mengenalkan pembagian kata mulai dari isim (kata benda), fi’il (kata kerja) dan hurf (kata yang tidak bermakna kecuali disambung dengan kata lain)</div><div>4.       Mengenalkan perbedaan isim, fi’il dan huruf</div><div>5.       Mengenalkan isim dhomir (kata ganti) baik yang muttashil (tersambung) ataupun yang munfashil (terpisah)</div><div>6.       Setelah mengenal yang dasar selanjutnya masuk pada pengenalan kedudukan kata dalam kalimat (I’rab) sederhana dan seterusnya<br><br></div><div>Setiap materi qowa’id saya menggunakan metode yang berbeda, saya sesuaikan dengan materi dan tujuannya. Di antara metode yang digunakan seperti dilagukan pada materi kata ganti, menonton video pada materi perbedaan kalimat mudzakkar dan muannats, atau melalui slide powerpoint materi perbedaan isim, fi’il dan hurf. Setelah ada feedback yang baik dari siswa, saya melakukan evaluasi melalui pertanyaan kepada siswa baik secara klasikal atau individual<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 11:50:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660957447</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660963369</link>
         <description><![CDATA[<div>Rian Hoerudin, S.Sos. (SMA Handayani 1 Pameungpeuk)<br><br>Bismillahirrahmaanirrahiim<br>Saya memulai pembelajatan qowaid (tata bahasa) dimulai dengan menuliskan bahan ajar terlebih dahulu di atas papan tulis, disaat itu juga anak2 disuruh membaca baca qowaid yang akan diajarkan. Setelah selesai, anak2 semua menutup buku dan perangkat belajar lainnya untuk mulai menyimak penjelasan yg akan disampaikan. Setelah mereka siap untuk menyimak, saya memulai dengan menjelaskan judul qoidahnya secara bahasa terlebih dahulu, setelah mengerti saya lanjutkan dengan menjelaakan secara istilah kemudian dikaitkan dengan contoh yang sudah ditulis sebelumnya di atas papan tulis... Tanpa menutup kemungkinan mereka belum terlalu faham dengan maksud qoidahnya dan saya mulai menerangkan kembali sampai mereka mengerti, ditambah tanya jawab di dalamnya. Setelah mereka mengerti saya mempersilahkan membuka buku dan mulai mengisi latihan yg sudah ada di buku sebagai penguatan pemahaman mereka..<br><br>Walhamdulillah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 12:06:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660963369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eko Cahyo Asmoro, S.Pd.I ( SMA Negeri 1 Pagar Alam )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660979894</link>
         <description><![CDATA[<div>Bismillahirrahmanirrahim<br>Assalamu'alaikum wr.wb<br>Untuk anak-anak tingkat SMA dengan latar belakang sebelumnya yang mayoritas berasal dari SMP untuk materi Qawaid adalah materi yang sangat menakutkan dan membuat pusing layaknya pelajaran Matematika. <br>Bagi saya dalam mengajarkan materi qawaid kepada anak-anak adalah dengan cara terlebih dahulu menjelaskan  definisi dari materi yang akan disampaikan dengan ditambahkan contoh-contoh dri video pembelajaran di You tube, kemudian meminta siswa untuk memberikan contoh beberapa dan kadangkala saya juga menyuruh satu atau dua anak yang memang benar-benar sudah faham dengan materi qawaidnya untuk menjelaskan ulang kepada teman-temannya di depan kelas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 12:38:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660979894</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novialita (SMAN 1Batanghari)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660982170</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamualaikum wr.wb<br>Langkah pembelajaran qowaid yang biasa saya lakukan di kelas adalah dengan memberikan contoh kata/kalimat yang menggambarkan kaidah qowaid yang akan diajarkan. siswa diminta untuk mmeperhatikan perbedaan dari beberapa contoh kalimat yang saya berikan. dan biasanya saya selalu memberikan contoh kalimat dengan kosa kata yang dekat dengan keseharian siswa. setelah itu barulah saya menjelaskan kaidah qowaid terkait contoh yang diberikan. namun ada beberapa kaidah qowaid yang saya ajarkan dengan menyisipkan teknik lagu dan permainan , karena siswa lebih menyukai pembelajaran yang santai dan menyenangkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 12:43:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660982170</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ainunjariah726</author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660983566</link>
         <description><![CDATA[Strategi yang digunakan untuk mengajarkan ketrampilan qawa’id. Misalnya untuk latihan menyusun kalimat dengan bentuk yang sudah ditentukan, seperti membuat jumlah ismiyah atau jumlah fi’liyah. Langkah-langkahnya adalah:
	Menyiapkan  kertas yang berisi potongan-potongan kata. Misalnya berisi kata benda (untuk membuat jumlah ismiyah) atau kata kerja (untuk membuat jumlah fi’liyah).
	membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok kecil (3-5 orang).
	meminta masing-masing kelompok menuliskan kalimat yang disusun dari kata-kata tersebut.
	masing-masing kelompok diminta untuk menyampaikan hasilnya (presentasi) di depan kelas.
	kelompok lain diberi kesempatan untuk untuk memberikan komentar atau pertanyaan.
	Guru memberikan  klarifikasi terhadap kerja kelompok tersebut dengan memberikan tambahan penjelasan tentang struktur kalimat yang telah mereka pelajari.

]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 12:46:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660983566</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ainun Jariah (MAN 4 Banjar)</title>
         <author>ainunjariah726</author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660986940</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh</em>. </div><div> </div><div>Untuk mengajarkan keterampilan Qawa’id  misalnya untuk latihan menyusun kalimat sesuai strukturnya, seperti membuat <em>jumlah ismiyah</em> atau <em>jumlah fi’liyah adalah m</em>enyiapkan  kertas yang berisi potongan-potongan kata. Misalnya berisi kata benda (untuk membuat <em>jumlah ismiyah</em>) atau kata kerja (untuk membuat <em>jumlah fi’liyah</em>), membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok kecil (3-5 orang), kemudian masing-masing kelompok menuliskan kalimat yang disusun dari kata-kata tersebut, setelah setelah masing-masing kelompok diminta untuk menyampaikan hasilnya (presentasi) di depan kelas dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk untuk memberikan komentar atau pertanyaan. Setelah idiskusi berakhir ana memberikan  klarifikasi terhadap kerja kelompok tersebut dengan memberikan tambahan penjelasan tentang struktur kalimat yang telah mereka pelajari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 12:52:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/660986940</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661025131</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamu’alaikum...<br>Lathifah <br>SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG<br>Dalam mengajarkan tata bahasa/Qowaid kepada siswa langkah yang pertama saya tempuh:<br>1. Memberikan bahan ajar berupa qowaid yang akan d bahas pada pertemuan KBM sebelum jadwalnya.<br>2. Siswa d minta untuk membaca terlebih dahulu.<br>3. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya mengenai qowaid yang telah d baca apabila yang ragu atau tidak jelas.<br>4. Guru memberikan pertanyaan sederhana kepada siswa, dari jawaban2 itulah sy bs menganalisis bagaimana cara menerangkan yang luas tentang materi tata bahasa.<br>5. Siswa d beri contoh sebuah kalimat tanpa harakat untuk mengimplementasikan teori qowaid yg sudah d jelaskan<br>6. Guru mempersilahkan siswa untuk mengoreksi pekerjaan temanya,, di sinilah anak2 mulai berpikir kritis, comunikatif dan collaborations.<br>7. Guru memberikan jawaban yang benar jd siswa tau letak kesalahannya.<br><br>4. Guru bertanya kepada siswa <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 13:46:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661025131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hanief Nur Widhianti (MAN 2 Wonosobo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661060990</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh<br>Bismillahirahmanirrahim<br>Dalam mengajarkan qowaid kepada siswa biasanya setelah membahas qiroah, biasanya saya membacakan contoh -contoh yang ada dalam buku , kemudian membahasnya satu persatu dengan tanya jawab dan menulis ulang di papan tulis, kemudian mempersilakan beberapa siswa untuk menuliskan contoh yang lain  di papan tulis kemudian dibahas lagi dengan tanya jawab. Untuk latihan soalnya bemacam-macam cara, misalnya dengan membuat kartu atau kuis diaplikasi GC atau Quiziz</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 14:30:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661060990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Al Habib Yusron, S.Pd. (SMA Islam Al Azhar 19 Jakarta)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661065203</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran Qawaid yang selama ini saya lakukan di sekolah cukup beragam. Tentunya hal tersebut berdasarkan kemampuan dasar murid-murid kami di sekolah yang sangat beragam pula. Jika saya berhadapan dengan kelompok murid yang memiliki kemampuan membaca dan menulis Arab dengan baik (modal awal belajar B Arab - menurut saya), maka strategi pembelajarannya adalah dengan pemberian materi dengan slide, penjelasan dan kemudian diskusi kelompok. <br>Namun jika berhadapan dengan murid-murid yang notabene belum mampu membaca dan menulis Arab dengan baik, bahkan tidak sedikit yang huruf hijaiyyah saja belum tahu, maka pembelajaran qawaid lebih saya tekankan pada pembelajaran qawaidul imla.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 14:35:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661065203</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teuku Rizki Ramadhan, S.Pd (MAN 4 Pidie)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661143617</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembelajaran qawaid (tarkib) tetap mengambil materi yang ada di dalam buku ajar. Adapun proses penjelasannya guru lebih dulu memilih untuk menjelaskan pengertian dari pola yang akan dipelajari, kemudian baru memberikan contoh dengan mengikuti susunan kaidah yang telah dijelaskan. Selanjutnya siswa akan membuat contoh dari kaidah yang telah diajarkan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-23 16:11:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661143617</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661536233</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamu'alaikum wr. wb.<br>Hayati Syahrir,S.Ag<br>(SMAN 4 Enrekang,Sulawesi Selatan )<br><br>     Pembelajaran Qawa'id (tata bahasa ), di SMA tempat saya mengajar, saya sesuaikan dengan kemampuan  dan tingkat keterserapan dari siswa dengan latar belakang yang sebagian besar siswa adalah lulusan SMP. Caranya adalah :<br>1. Menyampaikan tujuan pembelajaran.<br>2. Menyajikan teks wacana atau percakapan yang berkaitan dengan materi qawa'id yang akan saya ajarkan.<br>3. Menjelaskan materi qawa'id yang terkait.<br>4.Menjelaskan contoh qawa'id yang diambil dari wacana yang telah dibaca oleh siswa.<br>5. Menuliskan materi qawa'id di papan tulis, siswa memperhatikan.<br>6. Menanyakan kepada siswa , apakah sudah dimengerti materi yang telah dijelaskan.<br>7.Membagi siswa ke beberapa kelompok, dan meminta siswa untuk mencari kalimat yang terkait dengan materi yang dijelaskan.<br>8. Mengumpulkan tugas yang dikerja oleh siswa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-07-24 02:29:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/isnainimuhammad75/Bookmarks/wish/661536233</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
