<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pembelajaran Discover Learning dan Ausubel by Luthfi Hapsari</title>
      <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj</link>
      <description>Alifian Sultan Basundara (K3523010) &amp; Luthfi Hapsari (K3523042)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-10-31 05:35:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-01 17:34:45 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Discover Learning</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770147673</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2175617671/3e648d28ce0a614ae0892899f99bf31d/9_Powerful_Social_Emotional_Learning_Games_for_Your_Child.jpeg" />
         <pubDate>2023-10-31 06:10:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770147673</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Devinisi Discovery Learning</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770153319</link>
         <description><![CDATA[<p>Discovery learning adalah metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk mencaritahu, dan <mark>mengembangkan pengetahuan mereka melalui pengalaman langsung.</mark> Discovery learning berfokus pada pemahaman konsep daripada menghafal informasi. Menurut Effendi (2012) Discovery learning merupakan pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam pemecahan masalah untuk pengembangan pengetahuan dan ketrampilan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-31 06:15:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770153319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770161165</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Stimulation (pemberian rangsangan)</p><p>guru menerangkan konsep kepada siswa. contoh konsep gravitasi</p></li><li><p>Problem statementm (mengidentifikasi masalah)</p><p>guru memberikan pernyataan terbuka kepada siswa seperti, "mengapa buah bisa jatuh dari pohon?"</p></li><li><p>Data collectio (proses mengumpulkan data)</p><p>guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengumpulkan data yang relevan mengenai gravitasi</p></li><li><p>Data processing (pengolahan data)</p><p>siswa menganalisis data yang sudah dikumpulkan</p></li><li><p>Verification (pembuktian)</p><p>siswa melakukan eksperimen. seperti, uji coba menjatuhkan benda dengan ketinggian yang berbeda dan menghitung waktunya</p></li><li><p>Generalization (penarikan kesimpulan)</p><p>hasil dari eksperimen dan pengumpulan data disatukan hingga menghasilkan sebuah hipotesis. Gravitasi adalah gaya yang menarik benda ke pusat bumi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-31 06:22:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770161165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelebihan dan Kekurangan Discovery Learning</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770174877</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kelebihan</strong></p><p>1. Memungkinkan siswa memahami pembelajaran secara mendalam karena terlibat langsung/eksplorasi</p><p>2. Meningkatkan pemikiran kreatif dan inovatif</p><p>3. Membuat siswa lebih menghargai pencapaiannya, karena terdapat unsur diskusi</p><p>4. Siswa akan merasa bahagia dan puas karena berhasil melakukan penelitian</p><p>5. Membantu siswa menghilangkan keraguan karena mereka mencari tau sendiri kebenaran yang pasti</p><p><br/></p><p><strong>Kekurangan</strong></p><p>1. Tidak bisa diterapkan pada semua siswa. bagi siswa yang memiliki kemampuan kognitif rendah, kemungkinan besar akan mengalami kesulitan dalam pembelajaran, sehingga akan menimbulkan frustasi</p><p>2. Tidak efesien dalam jumlah siswa yang banyak</p><p>3. Memerlukan waktu pembelajaran karena proses eksplorasi</p><p>4. Penilaian hasil menjadi lebih sulit karena setiap siswa memiliki jalur pembelajaran yang berbeda-beda</p><p>5. Tidak cocok dalam semua jenis materi pembelajaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-31 06:34:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770174877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori Kognitif menurut Ausubel</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770176680</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2175617671/9cddd9a2d75a8a81a039abe53e2f6aad/What_Is_A_Vision_Board_And_Does_It_Work_.jpeg" />
         <pubDate>2023-10-31 06:36:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770176680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Konsep Teori Kognitif</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770178914</link>
         <description><![CDATA[<p>Teori kognitif menurut Ausubel mengungkapkan bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur kognitif(pengetahuan yang sudah dimiliki/diketahui) oleh siswa/peserta didik. Menurut Ausubel, <mark>metode penemuan dan ceramah dapat mendukung pembelajaran bermakna atau pembelajaran menerima, tergantung pada situasinya.</mark> Ausubel tidak menganggap bahwa satu metode lebih baik daripada yang lain. Menurut Basyari (2022) faktor utama yang mempengaruhi gaya belajar adalah struktur kognitif yang ada, stabilitas, dan kejelasan pengetahuan.</p><p><br/></p><p><strong>Terdapat beberapa klasifikasi belajar :</strong></p><p>A. Klasifikasi dalam dimensi</p><ol><li><p>Dimensi 1</p><p>berisi penyajian informasi berbentuk final kepada siswa</p></li><li><p>Dimensi 2</p><p>berisi cara siswa meningkatkan materi yang diberikan dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa</p></li></ol><p>B. Klasifikasi belajar berdasarkan cara siswa menerima pelajaran</p><ol><li><p>Belajar bermakna</p><p>Siswa dapat mengaitkan pembelajaran yang didapat dengan pengetahuan yang sudah diperoleh sebelumnya</p></li><li><p>Belajar Menghafal</p><p>Siswa mempelajari fenomena baru tanpa menghubungkan konsep yang sudah ada dalam struktur kognitifnya</p></li></ol><p>C. Klasifikasi belajar berdasarkan cara menyajikan materi</p><ol><li><p>Penerimaan</p><p>a. Menerima bermakna</p><p>siswa dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognigatif yang telah dimiliki</p><p>b. Menerima tidak bermakna</p><p>bahan pembelajaran yang disajikna dalam bentuk final dihafalkan oleh siswa</p></li><li><p>Penemuan</p><p>a. Penemuan bermakna</p><p>informasi yang dipejari ditentukan sendiri oleh siswa dan dihubungkan dengan struktur kognitif yang dimiliki</p><p>b. Penemuan tidak bermakna</p><p>informasi yang dipelajari ditentukan bebas oleh siswa dan dihafalkan</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-31 06:38:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2770178914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2771302013</link>
         <description><![CDATA[<p>Yuliana, N. (2018). Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, 2(1), 21–28. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://doi.org/10.52217/pedagogia.v4i1.732">https://doi.org/10.52217/pedagogia.v4i1.732</a></p><p><br/></p><p>Effendi, L. A. (2012). Pembelajaran matematika dengan model penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13 (2).</p><p><br/></p><p>Rahmah, N. (2013). Belajar Bermakna Ausubel. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 1(1), 43–48. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://doi.org/10.24256/jpmipa.v1i1.54">https://doi.org/10.24256/jpmipa.v1i1.54</a></p><p><br/></p><p>Basyir, M. S., Aqimi Dinana, &amp; Diana Devi, A. (2022). Kontribusi Teori Belajar Kognitivisme David P. Ausubel dan Robert M. Gagne dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Madrasah, 7(1), 89–100. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://doi.org/10.14421/jpm.2022.71.12">https://doi.org/10.14421/jpm.2022.71.12</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-10-31 22:29:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2771302013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Implementasi</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2771369981</link>
         <description><![CDATA[<p>Implementasi dalam pembelajaran</p><ol><li><p>Menentukan tujuan pembelajaran</p><p>Guru menentukan tujuan dari pembelajaran, seperti "siswa akan memahami dan mengoprasikan bilangan pecahan"</p></li><li><p>Mengukur kesiapan siswa</p><p>Dapat dilakukan dengan memeberikan pre-tes. Hasilnya akan digunakan untuk menyesuaikan pengajaran</p></li><li><p>Memilih materi pembelajaran dan mengaturnya dalam penyajian konsep</p><p>Guru memilih materi yang sesuai, seperti pengenalan bilangan pecahan, operasi pecahan, dan penggunaan pecahan dalam konteks sehari-hari. Materi tersebut disusun secara logis dari yang sederhana ke kompleks.</p></li><li><p>Mengidentifikasi apa saja prinsip yang harus dikuasai oleh siswa dari materi pembelajaran</p><p>Guru mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar, seperti cara menyederhanakan pecahan, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan, yang harus dikuasai oleh siswa.</p></li><li><p>Menyajikan pandangan secara menyeluruh kepada siswa tentang apa saja yang harus dipelajari</p><p>Guru memberikan ganbaran mengenai materi dan pernyataan mengapa pembelajaran tersebut penting dalam kehidupan sehari-hari</p></li><li><p>Menggunakan advance organize</p><p>Dengan memberikan rangkuman dan keterkaitan antar materi yang dipelajari</p></li><li><p>Mengajar siswa dengan pemahaman konsep</p><p>Konsep disususn secara sistematis. Guru mengajarkan cara mengoprasikan dengan contoh yang konkret</p></li><li><p>Mengevaluasi hasil pembelajaran</p><p>Dapat dilakukan dengan memberikan tugas latihan dan evaluasi formatif untuk memastikan siswa paham tentang materi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-01 00:15:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2771369981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan</title>
         <author>luthfihapsarii</author>
         <link>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2772458619</link>
         <description><![CDATA[<p><mark>Pada Dicovery learning siswa dituntut untuk menemukan suatu penemuan terhadap konsep pembelajaran</mark>, sedangkan teori belajar kognitif menurut <mark>ausubel siswa diberikan bimbingan tetapi juga diberikan ruang untuk menemukan konsep dari pembelajaran </mark></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-01 15:54:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/luthfihapsarii/j4qvzng3woa8tlpj/wish/2772458619</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
