<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pahlawan Nasional dari Papua by 15_Hana Meidina Q.A</title>
      <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot</link>
      <description>Frans Kaisiepo, Silas Pare, dan Marthen Indey</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-13 00:38:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-29 10:28:32 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1293724027/f7abada66a17868d5e45da6dc5885e7a/papuans_waving_indonesian_flags_natural_600w_1837624186.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Peta Papua</title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677554116</link>
         <description><![CDATA[<div>Papua adalah wilayah yang di Indonesia yang bahkan setelah RI kemerdekaan menjadi negara kesatuan pada tahun 1950 pun, tetap berada dalam kendali belanda. Nyatanya hingga tahun 1962, ketika Indonesia akhirnya memilih jalan perjuangan militer dalam merebut wilayah ini, Belanda tetap berupaya mempertahankan Papua. Berbagai upaya telah dilakukan agar bisa menjadikan Papua sebagai bagian dari nefara Republik Indonesia. Akhirnya, muncullah tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam upaya integrasi tersebut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1293724027/ad6e3e165992ee8576e60cafb59e4831/3aa93cf6_peta_papua.jpg" />
         <pubDate>2021-08-13 01:25:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677554116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1). Frans Kaisiepo</title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677557193</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://1.bp.blogspot.com/-PHnQ5fBIzxA/YHku5fKfP4I/AAAAAAAAEuI/ETDZSeJ5DDwjTeh5OxFWvGwQ2_kPggd5ACLcBGAsYHQ/s878/Frans-Kaisiepo%2Bhd.jpg" />
         <pubDate>2021-08-13 01:28:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677557193</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677569267</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Frans Kaisiepo </em>(1921-1979) adalah salah satu seorang tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat&nbsp; menjelang Indonesia merdeka. ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946. Pada tahun yang sama, Kaisiepo menjadi anggota delegasi Papua dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan, dimana ia sempat menyebut Papua <em>(Nederlands Nieuw Guinea)</em> dengan nama Irian yang kono diambil dari bahasa Biak dan berarti daerah panas.<br><br>Tahun 1948 Kaisiepo ikut berperan dalam merancang pemberontakan rakyat Biak melawan pemerintah kolonial belanda. Setahun setelahnya, ia menolak&nbsp; menjadi ketua delegasi Nederlands Nieuw Guinea ke Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Tahun 1961 ia mendirikan partai politik Irian Sebagian Indonesia (ISI) yang menuntut penyatuan Nederlands Nieuw Guinea ke negara Republik Indonesia. Wajar bila ia kemudian banyak membantu para tentara pejuang Trikora saat menyerbu Papua.<br><br>Paruh tahun terakhir tahun 1960-an, Kaisiepo berupaya agar Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) bisa dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Papua bergabung ke Indonesia. Akhirnyta proses tersebut menetapkan Papua menjadi bagian dari negara Republik Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-13 01:39:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677569267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2). Silas Papare</title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677600425</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1293724027/7cd140dedea01df01b1a6196ab83c931/silas_55e656f89297733710185a74.jpg" />
         <pubDate>2021-08-13 02:07:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677600425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3). Marthen Indey</title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677610341</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1293724027/77af2a99b490058d6b9e33e13e7b6c71/martin.jpg" />
         <pubDate>2021-08-13 02:16:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677610341</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677659409</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Silas Papare</em> (1918-1978) membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) hanya sekitas sebulan setelah&nbsp; Indonesia merdeka. Tujuan KIM yang dibentuk pada bulan September 1945 ini adalah untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan dalam membela&nbsp; dan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Pada bulan Desember di tahun yang sama, Silas Papare bersama Marthen Indey dianggap mempengaruhi Batalyon Papua bentukan sekutu untuk memberontak terhadap Belanda. Akibatnya mereka berdua ditangkap Belanda dan dipenjara di Holandia (Jayapura).<br><br></div><div>Setelah keluar dari penjara, Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaan Irian. Karena Belanda tidak senang, ia kemudian ditangkap dan kembali dipenjara di Biak. Partai ini kemudian diundang pemerintah RI ke Yogyakarta. Setelah bebas Sila Papare pergi kesana bersama dengan teman-temannya membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta. Sepanjang tahun 1950-an ia berusaha kerasa agar Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia. Tahun 1962 ia mewaikili Irian Barat duduk sebagai anggota delegasi RI dalam Perundingan New York antara Indonesia-Belanda dalam upaya penyelesaian masalah Papua. Berdasarkan <em>“New York Agreement”</em> ini, Belanda akhirnya setuju untuk mengembalikan Papua ke Indonesia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-13 02:56:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677659409</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>hanameidina8</author>
         <link>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677685754</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Marthen Indey</em> (1912-1986) sebelum Jepang masuk ke Indonesia adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda. Namun jabatan ini bukan berarti melunturkan sikap nasionalismenya. Keindonesiaan yang ia miliki justru semakin tumbuh tatkala ia kerap berinteraksi dengan tahan politik Indonesia yang dibuang Belanda ke Papua. Antara tahun 1945-1947, Indey masih menjadi pegawai pemerintah Belanda dengan jabatan sebagai Kepala Distrik. Meski demikian, bersama-sama kaum nasionalus di Papua secara sembunyi-sembunyi ia malah menyiapkan pemberontakan. Tetapi, pemberontakan ini gagal dilaksanakan.<br><br></div><div>Sejak tahun 1946 Marthen Indey menjadi ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM). Ia selalu memimpin sebuah aski protes yang didukung delegasi 12 Kepaka Suku terhadap keingunan Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia. Indey juga terang-terangfan menghimbau anggota militer yang bukan orang Belanda agar melancarkan perlawanan terhadap Belanda. Akibat aktivitas politiknya tersebut, pemerintah Belanda menangkap dan memenjarakan Indey.<br><br></div><div>Tahun 1962, saat Marthen Indey tak lagi dipenjara, ia menyusun kekuatan gerilya sambil menunggu kedatangan tentara Indonesia yang akan diterjunkan ke Papua dalam rangka operasi Trikora. Setelang perang usai, ia berangkat ke New York untuk memperjuangkan masuknya Papua ke wilayah Indonesia, di PBB hingga akhirnya Papua (Irian) menjadi bagian dari Republik Indonesia. &nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-13 03:21:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hanameidina8/j2o5hk76024it3ot/wish/1677685754</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
