<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>[8E] Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, susunlah sebuah artikel singkat minimal tiga paragraf. Tiap paragraf terdiri atas 3-5 kalimat. by AMELIA WIDAYANTI</title>
      <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3</link>
      <description>Cantumkan nama lengkap, nomor presensi, dan kelas.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-23 18:13:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-08 13:16:13 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/svg/1f4dd.svg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Peserta Didik Kelas VIIIE Sangat Suka Membaca Buku</title>
         <author>ameliawidayanti16</author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3600221051</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok: </p><ol><li><p>........................... (...)</p></li><li><p>........................... (...)</p></li></ol><p>Kelas: VIIIE</p><p><br/></p><p>Dari peserta didik kelas VIIIE yang berjumlah 31 orang, banyak yang sangat suka membaca buku. Hal ini terlihat dari jumlah buku yang mereka baca dalam sebulan. Daftar Kunjungan mereka ke perpustakaan sekolah juga menunjukkan bahwa peserta didik kelas VIIIE suka berkunjung ke perpustakaan pada waktu istirahat dan membaca buku di sana.</p><p><br/></p><p>Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, peserta didik yang membaca 1-2 buku dalam seminggu berjumlah 10 anak, peserta didik yang membaca 3-5 buku berjumlah 8 anak, dan sisanya suka membaca lebih dari 5 buku.</p><p>Artinya, dalam sebulan, peserta didik kelas VIIIE paling sedikit membaca 4—8 buku.</p><p><br/></p><p>Dari daftar kunjungan pustaka, peserta didik kelas VIIIE tercatat paling sering mengunjungi perpustakaan. Jumlah total kunjungan peserta didik kelas VIIIE lebih dari 1000 kali dalam setahun. Tidak mengherankan jika dari semua peserta didik di sekolah, peserta didik kelas VIIIC paling banyak mengukir prestasi karena mereka sangat gemar membaca. Peserta didik yang gemar membaca memiliki banyak pengetahuan yang dapat membantu mereka meraih prestasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 18:37:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3600221051</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kisah inspiratif mbak sari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3617490101</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok </p><p>1.yonisatwinkaputri kls8E[28]</p><p>Mbak sari adalah salah satu penjual esteh dan camilan.penjual ini berjualan setiap hari kecuali hari libur itu kalau ada acara tertentu saja,mbak sari berjualan di daerah mana jalan malabar barat RT01RW16no11.terdapat sebuah kisah inspiratif dari seorang penjual esteh yang bernama mbak sari, dengan penuh semangat, pantang menyerah,iya telah berjualan esteh selama hampir dua tahun, membangun impian sedikit demi sedikit.</p><p>Mbak sari memulai usahanyadengan modal awal sekitar 1jutaRupiah modal tersebut dimanfaatkannya dari barang-barang yang sudah ada dirumah.ia meracik sendiri estehnya dengan membeli teh tubruk dari berbagai merek, menciptakan citarasa khas yang digemari pelanggannya. Kombinasi ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli, terutama anak-anak sekolah dan warga sekitar.</p><p>Dalam mengelola keuangan usahanya , mbak sari memiliki prinsip yang sederhana namun efektif.ia menyisihkan 10-15%dari setiap penjualan untuk ditabung, sementara sisanya digunakan kembali sebagai modal.kedisiplinanini membantunya menjaga keberlangsungan usaha dan mewujudkan impiannya.</p><p>Persaingan dalam bisnis esteh tentu ada,namun mbak sari menghadapinya dengan keyakinan.ia percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Fokusnya adalah memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kualitas produknya.mbak sari memiliki harapan besar untuk usaha estehnya.ia ingin usahanya semakinsukses, bisamembeli kontaineruntuk berjualan,dan memiliki kedai yang lebih bagus dan modern.demgan kerja kerasdandoa ,iya yakin impiannya akan terwujud.</p><p>Kisah mbak sari adalah bukti bahwa dengan semangat,kerjakeras,dan keyakinan.kita bisa meraih impian, sekecil apapun usaha yang kita mulai.kisahnya bisa menjadi ,inspirasi bagi kita semua terutama bagi para pelaku UMKM di Surakarta untuk terus berjuang dan mengembangkan usaha.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-04 01:48:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3617490101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PESERTA DIDIK KELAS VIIIE SUKA JAJAN DIKANTIN </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3619738830</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok:</p><p>-Ilham/14</p><p>-Yudas/29</p><p>-Agung/1</p><p>KELAS:VIIIE</p><p><br/></p><p>Dari peserta didik kelas VIIIE yang berjumlah 31 orang,terkenal dengan semangat belajarnya, juga memiliki kebiasaan lain yang tak kalah populer: kegemaran mereka jajan di kantin sekolah. Setiap kali bel istirahat berbunyi, kantin menjadi tujuan utama bagi sebagian besar siswa kelas ini. Mereka berbondong-bondong menuju kantin, menciptakan suasana ramai dan penuh tawa, seolah-olah kantin adalah oasis kecil di tengah padatnya jadwal pelajaran.</p><p> </p><p>Berbagai macam jajanan menjadi daya tarik utama bagi siswa-siswi VIIIE. Mulai dari gorengan hangat seperti bakwan dan tempe mendoan, cireng dan otak-otak yang gurih, hingga es teh manis dan jus buah segar, semuanya laris manis. Beberapa siswa memiliki jajanan favorit yang selalu mereka  incar,contohnya:saya,Agung,dan Ilham.Kita suka membeli es teh manis, sementara yang lain suka mencoba hal baru setiap harinya, menjadikan waktu istirahat sebagai petualangan kuliner mini.</p><p> </p><p>Bagi kelas VIIIE, kantin bukan hanya tempat untuk mengisi perut, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial. Di sana, mereka bertukar cerita, berbagi pengalaman lucu di kelas, atau sekadar bercanda ria dengan teman-teman. Momen-momen ini mempererat ikatan persahabatan di antara mereka, menciptakan kenangan manis yang tak terlupakan di bangku sekolah.</p><p> </p><p>Tidak heran jika kantin selalu ramai dengan kehadiran siswa kelas VIIIE. Antusiasme mereka dalam menikmati jajanan dan kebersamaan di kantin telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian mereka di sekolah. Kebiasaan jajan ini tidak hanya memuaskan selera, tetapi juga memberikan energi dan semangat baru untuk melanjutkan pelajaran di sesi berikutnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-06 10:46:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3619738830</guid>
      </item>
      <item>
         <title>judulnya: penjual nasi liwet~</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3621814284</link>
         <description><![CDATA[<p>anggota kelompok:</p><p>   1. aidila 8E /02</p><ol start="2"><li><p>embun 8E/ 11</p><p><br/></p><p>nasi liwet merupakan olahan dari dari labu siam, kelapa ,ayam ,telur ,cabe, Miri, ebi ,dan utamanya adalah beras. beras yang dijual ada sekitar 5 liter dalam sehari penjual nasi liwet itu membeli bahan-bahan jualannya di pasar legi.</p><p><br/></p><p><br/></p></li></ol><p>Bu penjual itu sudah menekuni jualan nasi liwet selama sekitar 4 tahun. ibu itu membuka lapaknya dari jam 05.00 sampai jam 08.00 itu pun jika lagi rame </p><p><br/></p><p>penjual itu sehari bisa mendapatkan uang rp700.000 atau lebih dari itu. ibu itu sering kali dititipiin jualan orang lain, ibu itu ternyata juga menjual ketan ,ketan itu seharga rp1.500</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-07 13:10:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3621814284</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penjual ayam kampung pak iwan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623318132</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok:</p><p>M. Satria al azka(31) </p><p>Kelas:VIIIE/8E</p><p>Pak iwan adalah penjual ayam kampung. Pak iwan berjual setiap hari kecuali hari libur dan acara tertentu, pak iwan berjualan dikota solo tepatnya di palur plaza. Terdapat kisah menarik dari seorang pak iwan yang berjualan ayam kampung, dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Ia telah berjualan ayam kampung hampir 10 tahun membangun impiannya dari sejak SMA sedikit demi sedikit pak iwan mulai usahanya dengan modal 500rb, dimanfaatkan untuk membeli ayam kampung dan kandang ayam, lalu ayam kampung itu di ternak oleh pak iwan. Pak iwan juga memastikan bahwa ayam kampung yang dia jual berasal dari peternakan pak iwan sendiri dan budidaya secara alami dan sehat.                                                                                       </p><p> Pak iwan juga selalu berusaha menjaga kualitas dan kepercayaan pelangan. Dengan harga mulai 60rb perekor ayam kampung. Didepot pak iwan juga dikenal memiliki rasa yang khas dan tekstur daging yang lebih padat. Meski harus bersaing dengan ayam ras yang lebih murah, pak iwan tetap optimis dengan usahanya, selama kualitas tetap terjaga dan pelangan mencari keunikan ayam kampung pak iwan yakin usaha ini akan terus berjalan. Pak iwan  juga membangun hubungan erat dengan pelangan.</p><p><br/></p><p>Pak iwan akan tetap berjualan selama masih ada pelangan yang mencari ayam kampung. Kisah nya bisa menjadi inspirasi bagi kita yang bercita-cita sebagai peternak ayam kampung dan terus berjuang dan mengembangkan usaha. Semangat,kerja keras , kita bisa meraih impian. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 09:24:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623318132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mengetahui Guru Seni Budaya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623412200</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok :</p><ol><li><p>Carrissa Kharisma P.W (9)</p></li><li><p>Suri Allea R. (25)</p></li><li><p>Syfa Widi Yulianti (26)</p></li></ol><p>Kelas : <strong>VII E</strong></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Guru Seni Budaya di SMPN 18 adalah Bu Fafa Bu Fafa sudah mengajar di SMPN 18 selama <strong>1,5 </strong>atau <strong>satu setengah </strong>tahun. Sebelum Bu Fafa mengajar di SMPN 18, beliau pernah belajar di SMPN 14 dan sebelum beliau bisa berpikir untuk menjadi seorang guru, awalnya Ibu dan Bapak beliau menginspirasikan Bu Fafa untuk menjadi guru. Tetapi perlahan-lahan, Bu Fafa sadar jika beliau senang untuk membagikan ilmu dan mengajar.</p><p><br/></p><p>Bu Fafa pun sempat mengajar mapel <strong>Prakarya<em> </em></strong>di SMPN 14. Sebelum Bu Fafa ingin menjadi seorang guru, beliau ingin menjadi seorang <strong>Designer</strong>. Beliau menjadi guru dikarenakan beliau senang untuk menurunkan dan membagikan ilmu dengan siswa–siswi yang beliau temui, beliau pun senang untuk melihat muka–muka murid baru dari kelas–kelas lain untuk diajak belajar. Untuk Bu Fafa, pelajaran Seni Budaya bisa menjadi sulit dan mudah tergantung kalau beliau sudah mengajar, mengetahuinya, atau pernah mempraktekannya. </p><p><br/></p><p>Beliau pun sudah pernah mewakili event–event atau acara tentang Seni Budaya, beliau mengatakan kalau beliau pernah mewakilkan event–event seperti <strong>Mapsi</strong>, <strong>Kreaso</strong>, <strong>Pameran MKHS</strong>, dan lain lain. Perasaan Bu Fafa untuk menjadi guru adalah beliau senang, senang dikarenakan mampu untuk bertemu dengan wajah–wajah yang berbeda.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Dan dengan itulah, dengan mengetahui guru kita. Kita bisa mengetahui beliau lebih baik, dan bisa juga menginspirasikan kita untuk menjadi seorang guru kalau kita ingin menjadi seorang guru seperti beliau.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 10:39:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623412200</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Guru Agama Bu Fira Menjadi Teladan Bagi Siswa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623481777</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok:</p><p>Bian Putra M (8)</p><p>Arya Sutansyach E (5)</p><p>Zain Nazril I (29)</p><p><br></p><p>Bu Fira adalah salah satu guru agama di sekolah yang dikenal sebagai sosok yang sabar, disiplin, dan penuh kasih sayang kepada para siswanya. Beliau selalu berusaha menjadi contoh yang baik, tidak hanya dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan. Setiap kali mengajar, Bu Fira selalu memulai pelajaran dengan doa dan memberikan motivasi agar para siswa bersemangat untuk menuntut ilmu. Sikapnya yang lembut namun tegas membuat para siswa merasa hormat sekaligus nyaman ketika mengikuti pelajarannya. Ia juga mampu menciptakan suasana kelas yang damai, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang dan memahami pelajaran agama dengan lebih baik.</p><p><br></p><p>Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, Bu Fira menjelaskan bahwa tujuan utama pembelajaran agama adalah membentuk karakter dan akhlak yang mulia pada setiap siswa. Menurutnya, pelajaran agama bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya berdoa sebelum belajar, bersikap sopan santun kepada guru dan teman, serta menjauhi perbuatan yang tidak baik. Dalam wawancara tersebut, Bu Fira juga mengatakan bahwa keberhasilan seorang siswa tidak hanya diukur dari nilai akademik yang tinggi, tetapi juga dari perilaku dan sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Oleh karena itu, ia berusaha menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan rasa saling menghargai kepada semua siswanya.</p><p><br></p><p>Selain mengajarkan ilmu agama, Bu Fira juga sering memberikan nasihat tentang kehidupan. Ia mendorong siswa untuk tidak mudah menyerah dan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Ketika ada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, Bu Fira tidak segan untuk memberikan bimbingan tambahan di luar jam pelajaran. Beliau percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan perlu dibimbing dengan cara yang baik agar bisa berkembang secara maksimal. Banyak siswa merasa bahwa Bu Fira bukan hanya seorang guru, tetapi juga seperti orang tua kedua di sekolah yang selalu siap membantu dan mendengarkan.</p><p><br></p><p>Para siswa mengaku sangat senang dan bersyukur memiliki guru seperti Bu Fira. Mereka merasa bahwa pelajaran agama menjadi lebih menarik karena disampaikan dengan cara yang lembut dan mudah dipahami. Banyak di antara mereka yang menjadi lebih rajin beribadah, lebih sopan dalam berbicara, serta lebih peduli terhadap sesama setelah mengikuti pelajaran Bu Fira. Sikap teladan yang ditunjukkan oleh Bu Fira telah memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekolah secara keseluruhan. Suasana sekolah menjadi lebih tertib, dan hubungan antar siswa pun semakin baik karena mereka berusaha meneladani sikap yang telah diajarkan oleh beliau.</p><p><br></p><p>Dari wawancara dan pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Bu Fira merupakan sosok guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mendidik siswa untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Beliau telah memberikan contoh nyata bagaimana seorang pendidik seharusnya bersikap terhadap murid-muridnya.</p><p><br></p><p>Dedikasi dan keteladanan Bu Fira menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Dengan bimbingan beliau, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter baik, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan agama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 11:34:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623481777</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pentingnya Melestarikan Bahasa Jawa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623554487</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok:</p><ol><li><p>Feliq Hauzan Ali (12/VIIIE) </p></li><li><p>Naufal Izzan Hafiz (21/VIIIE) </p></li></ol><p>Bahasa Jawa merupakan warisan budaya yang sarat makna dan nilai kesopanan. Dalam wawancara dengan Pak Yoga, guru Bahasa Jawa, beliau menyampaikan bahwa bahasa Jawa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cerminan tata krama dan identitas masyarakat Jawa. Namun, minat siswa terhadap bahasa ini mulai menurun karena pengaruh bahasa gaul dan teknologi. Meski begitu, Pak Yoga terus berupaya menumbuhkan kecintaan siswa melalui metode belajar yang menarik. Ia berharap generasi muda tidak malu berbahasa Jawa agar warisan leluhur ini tetap lestari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 12:28:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623554487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peserta Didik Kelas 8E Mengenal Peran BK di Sekolah. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623631936</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok:</p><ol><li><p>Silviana Putriany 24/8E</p></li><li><p>Anugrah Herni Alvika 03/8E</p></li><li><p>Keizya Meizyaroh 16/8E</p></li></ol><p><br/></p><p>Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan kakak PPL, kami mendapatkan informasi tentang Bimbingan Konseling (BK) di sekolah. BK adalah layanan yang membantu peserta didik mengembangkan potensi diri secara optimal, mendukung perkembangan karakter, keterampilan sosial, serta menjaga kesehatan mental dan emosional siswa. </p><p><br/></p><p>Kakak PPL menjelaskan bahwa BK bukanlah tempat untuk menghukum siswa, melainkan sahabat siswa yang siap memberi bimbingan dan nasihat agar siswa dapat memperbaiki sikap dan berperilaku lebih baik. Tantangan yang harus dihadapi kakak PPL saat ini adalah menghadapi siswa yang kadang ramai dan sulit diatur, namun kakak PPL tetap berusaha mendampingi mereka dengan sabar.  </p><p><br/></p><p>Pesan dari kakak PPL untuk para siswa adalah agar selalu mendengarkan nasihat guru, menghormati dan menyayangi orang tua supaya bisa menjadi anak yang sukses dan membahagiakan keluarga. Dari wawancara ini, kamu memahami bahwa peran BK sangat penting untuk membimbing siswa agar lebih baik dalam sikap, belajar, dan kehidupan sehari-hari. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-08 13:16:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ameliawidayanti16/iza4919mb2z9r2w3/wish/3623631936</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
