<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Upaya Strategi Promosi Warisan Budaya Kelas A by </title>
      <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-05-20 06:40:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-02 04:03:57 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SWOT </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999734903</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama dan NIM:</p><ol><li><p>Luke Verdien Wiranegara 13030121140076 </p></li><li><p>Muhammad Razan Rasyid 13030121140074</p></li></ol><p><br/></p><p>SWOT dalam Upaya Strategi Promosi Warisan Budayaa Candi Cangkuang Garut:</p><p><br/></p><p>A. Strategi S-O (Strength- Opportunity)</p><p>Analisis ini dimulai dari peluang menjadi kekuatan yang dimana Candi Cangkuang ini belum banyak orang ketahui dan salah Satu candi peninggalan di Tanah Sunda. Candi ini peninggalan Hindu yang berbahasa aksara Sunda. Candi ini ditemukan pertama kali tahun <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1966">1966</a> oleh tim peneliti Harsoyo dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Uka_Tjandrasasmita">Uka Tjandrasasmita</a> berdasarkan laporan Vorderman dalam buku <em>Notulen Bataviaasch Genotschap</em> terbitan tahun <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1893">1893</a> mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam kuno di bukit Kampung Pulo, Leles.</p><p><br/></p><p>Selanjutnya kekuatan menjadi keunikan yang dimana menyatu akulturasi budaya Antara Hindu dan Islam, dikarenakan disebelahnya ada makam Islam dipercayakan leluhur di wilayah setempat</p><p><br/></p><p><br/></p><p>B. Strategi W-O</p><p>Untuk dari segi tiket menikmati keindahan Candi Cangkuang, pengunjung akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang untuk anak-anak dan Rp 10.000 per orang untuk dewasa. Lalu juga untuk penarik Utama juga dari Candi ini terdapat Pada bagian dalam candi, terdapat arca Dewa Siwa. </p><p>Untuk tiba di lokasi candi, pengunjung harus menaiki rakit yang menyeberangkan pengunjung melintasi danau.</p><p><br/></p><p>Terbuat dari bambu dan digerakkan dengan cara tradisional, para pengunjung akan menikmati pemandangan danau hingga pegunungan yang memutari kawasan candi.</p><p><br/></p><p>C. Strategy S-T: (Strength-Threat): Analisis SWOT terhadap Candi Cangkuang, Garut, menyoroti aspek internal dan eksternal yang dapat memengaruhi keberhasilan pelestariannya. Kekuatan Candi Cangkuang terletak pada warisan sejarah dan budayanya yang kaya, yang menarik wisatawan dan mendukung penelitian arkeologi. Namun, kelemahannya terletak pada kurangnya fasilitas dan infrastruktur pendukung, serta keterbatasan sumber daya manusia dan pendanaan.</p><p><br/></p><p>D. Strategy W-T( Weakness-Threat):Di sisi lain, terdapat peluang untuk meningkatkan promosi dan pemasaran Candi Cangkuang melalui kemitraan dengan pihak pariwisata dan pemanfaatan media sosial. Namun, ancaman datang dari bencana alam, perubahan iklim, vandalisme, dan pencurian artefak. Oleh karena itu, strategi yang diperlukan mencakup penguatan infrastruktur, promosi aktif, dan kerja sama lintas sektor untuk mengurangi risiko ancaman, sambil tetap memprioritaskan pelestarian warisan budaya yang berharga ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2480672149/dd58e038ff969da7f856e2a07dbf4739/1585_3__Penemuan_Candi_Cangkuang_tidak_terlepas_dari_karya_Vorderman_yang_berjudul_Bataviach_Genoot_Schap_karya_Vorderman_1.jpg" />
         <pubDate>2024-05-20 06:56:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999734903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999738534</link>
         <description><![CDATA[<p>Objek Wisata kampung Pelangi</p><p>Erina Nur Hikmah 13030121120017</p><p>Meta Juwita Lestari 13030121140082</p><p>Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan di kampung Pelangi, seperti yang kita tahu kampung Pelangi lokasi yang strategis dan dekat dengan kita yang berada di Semarang bawah namun seiring berkembangnya waktu potensinya menurun, untuk lebih rincinya akan kami jelaskan di bawah ini.</p><p>1. Kekuatan : Kampung Pelangi Semarang memiliki potensi sebagai destinasi wisata yang menarik, dengan berbagai keindahan dan fasilitas yang dapat menarik pengunjung. Selain itu Kampung Pelangi memiliki karakteristik yang unik dan khas, seperti arsitektur tradisional dan budaya setempat, yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya autentik. Kampung Pelangi juga telah melibatkan masyarakat setempat dalam pengembangan wisata, yang dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata.</p><p> 2. Kelemahan, disisi lain selain memiliki kekuatan Kampung pelangi juga memiliki kelemahan diantaranya  dana, infrastruktur, dan fasilitas, yang mulai tidak di perhatikan, selain itu juga terdapat keterbatasan dalam promosi dan pemasaran, yang dapat menghambat peningkatan kesadaran dan kunjungan wisatawan.</p><p>3. Peluang </p><p>-Dapat mengembangkan wisata dengan berbagai cara seperti pengembangan infrastruktur dan fasilitas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan</p><p>-Dapat bekerja sama dengan pihak lain seperti pemerintah dan industri wisata</p><p>-Dapat mengembangkan budaya setempat dengan cara mementaskan pertunjukan budaya setempat</p><p>4. Ancaman, adapun ancaman dari kampung Pelangi yaitu adanya kompetisi dari destinasi wisata lain yang lebih populer dan lebih baik dalam infrastruktur dan fasilitas. Selain itu juga keterbatasan dana sehingga menghambat perkembangan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 06:58:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999738534</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Farhan Fajri</title>
         <author>fetihsalim9</author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999741809</link>
         <description><![CDATA[<p>Mohamad Farhan Salim_13030121130027</p><p>Mohamad Hidayah Al-Fajri_13030121130054</p><p><br></p><p>Strategi pelestarian kebudayaan dengan upaya pusat edukasi</p><p><br></p><p>- Strategi S-O: Pusat edukasi memiliki kekuatan internal yang relatif mampu mewadahi segala bentuk kebudayaan. Tentunya dengan skala yang disesuaikan. Dengan keluasan pewadahan tersebut, pusat studi memiliki kekuatan yang memaksimalkan potensi menarik wisatawan yang juga maksimal. Dalam ide kami, pusat edukasi tidak hanya memberikan edukasi kepada wisatawan namun juga memberikan praktik konkret kepada wisatawan, sehingga mampu memberikan pengalaman riil dan merangkul wisatawan dalam melestarikan budaya. Jika wisatawan mancanegara ikut melestarikan budaya kita, kami rasa bukanlah suatu hal yang patut dihentikan.</p><p><br></p><p>- Strategi W-O: Kelemahan pusat studi semacam ini barangkali adalah space yang besar dan waktu kunjung yang lama. Untuk menyiasati, mungkin perlu fragmentasi sesuai segmen. Katakanlah pusat edukasi dikelaskan sesuai OPK (10 opk), maka perlu 10 tempat untuk pusat edukasi yang mewakili tiap OPK. Biarpun membutuhkan dana yang besar, namun mampu merapikan waktu kunjung dan tempat (space).</p><p><br></p><p>- Strategi S-T: Ragam budaya indonesia yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai strategi menunjang adanya rencana pusat edukasi. Budaya yang beragam juga menjadi cerminan integrasi nasional yang terbentuk di Indonesia. Pusat studi dengan kekuatan penampungan kemajemukan tentu lebih variatif dalam menanggulangi ancaman yang ada. Dalam pemahaman kami, kemajemukan dan pemberian pengalaman praktis kepada wisatawan mampu menjadi nilai jual untuk bersaing dengan museum2 kontemporer yang sedang marak (kami rasa, perlahan juga menggerus eksistensi pusat studi)</p><p><br></p><p>- Strategi W-T: : Penguatan internal dari segi sturuktual dan kelembagaan dapat menjadi upaya untuk mengatasi adanya tantangan eksternal seperti perubahan zaman. Harapannya dengan penguatan internal ini, rencana pusat studi yang dimaksud tetap eksis dengan mengembangkan inovasi serta kreatifitas yang diawali dengan kuatnya struktural dari internal. Kekuatan struktural tentu datang dari pihak stakeholder. Para pemangku jabatan harapannya mampu memfasilitasi dan membantu baik dari pengelolaan maupun promosi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:01:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999741809</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Kelompok:</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999743003</link>
         <description><![CDATA[<p>Ahmad Akmal M</p><p>Faris Dhaifan Ariyanto </p><p><br></p><p>Topik pembahasan :</p><p>Sentra Pembuatan Wayang Kulit dan Wisata Edukatif Desa Gendeng, Yogyakarta  </p><p><br></p><p>Analisis:</p><p>Strategi S-O</p><p>Desa Gendeng memiliki daya tarik lokal yang telah melekat sejak tahun 1929 dengan peninisiasi Alm. Bpk Walijo dimana desa ini sejak dulu sangat disorot oleh pelancong maupun masyarakat setempat karena potensi dalam pembuatan wayang kulit serta beberapa gamelan hingga tarian</p><p><br></p><p>Strategi W-O</p><p>Dalam melakukan sebuah warisan untuk terus-menerus menghasilkan pengrajin wayang kulit bahwa Warga Gendeng juga di setiap rumah memiliki sentra pembuatan ini juga sebagai upaya pemberdayaan lalu tempat untuk menyimpan koleksi melalui etalase untuk nantinya bisa dilihat oleh kurator kurator </p><p><br></p><p>Strategi S-T</p><p>Sentuhan Jawa di Desa ini sangatlah kental karena disini pengunjung juga dapat merasakan atau melakukan aktivitas baik itu melihat atau merasakan langsung sensasi membuat wayang kulit secara langsung yang dipandu oleh masyarakat sekitar sehingga hal ini yang menarik bagi wisatawan untuk mengunjungi</p><p><br></p><p>Strategi W-T</p><p>Dengan ini para kurator maupun pengrajin selalu bekerja sama dalam hal perawatan dan pembimbingan pembuatan wayang kulit serta penerapan status wisata edukasi di Desa Gendeng sebagai perawatan eksistensi setempat dan budaya Jawa khususnya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:02:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999743003</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Prasta dan Putra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999746266</link>
         <description><![CDATA[<p>I Gusti Gede Prasta Wastia_13030121140079</p><p>Putra Tri Setyadi_13030121140095</p><p><br></p><p>Strategi Promosi warisan budaya Desa Wisata Kopeng, Semarang berdasarkan analisis SWOT:</p><p>1. Strategi S-O</p><p>- Desa Wisata Kopeng memiliki kekuatan internal berupa berbagai objek wisata berpotensi didalamnya  seperti umbul songo, taman wisata kopeng, kopeng agropark, dan tamana nasional gunung merbabu yang dapat dimaksimalkan promosinya untuk menari wisatawan mancanegara. Disamping itu potensi wisata lain juga nampak selain wisata alam yang disebutkan di atas, yakni terdapat pula wisata budaya (tradisi saparan, nyadranan, dan tari keprajuritan) dan wisata kuliner (tahu bakso, stik ubi, sirup waluh, dan lain-lain).</p><p>- Memaksimalkan promosi agar dapat dijangkau yakni melalui pembuatan aplikasi desa wisata dan website sehingga dapat dijangkau informasi oleh para wisatawan, tidak hanya di infonesia tetapi juga di luar negeri. Aplikasi dan website selain berisi informasi destinasi di desa dapat menjadi media penghubung antara produsen masyarakat desa baik itu kerajinan, produsen tanaman hias, maupun kuliner untuk terhubung dengan konsumen di luar desa.</p><p><br></p><p>2. Strategi W-O</p><p>- Masalah lingkungan seringkali ditemukan di beberapa objek wisata desa ini, seperti masalah sampah di air terjun umbul songo yang harus diminimalisir. Desa Wisata Kopeng dengan penduduk yang cukup banyak dan susunan organisasi pemerintahan desa yang cukup jelas memiliki peluang untuk mengatasi masalah lingkungan di beberapa objek wisata ini dengan gotong royong.</p><p>-Wisata yang sebaiknya dikelola dengan lebih kekinian, karena sebagian besar dikelola secara mandiri oleh masyarakat desa sehingga promosi media sosial sangat kurang.</p><p>3. Strategi S-T</p><p>Penggunaan sumber daya manusia desa kopeng sebagai pengelola open trip desa wisata yang dibarengi dengan paket wisata. Hal ini memiliki kelebihan bahwa masyarakat sekitar udah lebih paham mengenai wisata sekitar dibanding dengan orang luar. Hal ini juga bisa mengatasi tantangan dari luar. Masyarakat akan bersama sama berusaha untuk membuat sistem dan paket yang optimal untuk menarik perhatian pengunjung. Selain itu juga pemberdayaan wisata alam yang sudah ada juga perlu untuk diperhatikan mengingat lokasi desa kopeng yang strategis pada lerang gunung merbabu.</p><ol start="4"><li><p>Strategi W-T ⁠</p></li></ol><p>Pelatihan sumber daya masyarakat untuk menjadi pengelola dan tour guide pada program open trip dapat menjadi opsi untuk mengatasi masalah internal seperti masalah komunikasi atau public speaking dan promosi. Pelatihan ini juga bertujuan agar sumber wisata dapat dikelola setelah masyarakat sekitar mendapatkan pelatihan dari pihak terkait.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:05:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999746266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis SWOT</title>
         <author>galangherdha</author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999748781</link>
         <description><![CDATA[<p>Galang Herdhananda</p><p>(13030121130051)</p><p>Mila Lutfiana Anisa</p><p>(13030121130040)</p><p>Manajemen Warisan Budaya (A)</p><p>Pagelaran Wayang Wong</p><p><br></p><p>Strategi strength</p><p>- Kisah yang berlatarbelakang tradisional Jawa. Strateginya yakni pembuatan kisah yang menarik dengan tidak meninggalkan nilai tradisional Jawa</p><p>- ⁠Pementasan wayang dengan konsep yang unik yakni melibatkan pemeran dengan dirias langsung dan tampil di atas panggung. Contoh strategi yakni melatih kemampuan fisik dan mental dari pemeran wayang wong</p><p>- ⁠Ketertarikan masyarakat Jawa pada wayang wong dengan keunikannya, strateginya dengan mengadakan pelatihan bagi pementasan wayang wong bagi para peminat wayang wong</p><p><br></p><p>Strategi weakness</p><p>- Kurangnya minat untuk membangkitkan pementasan wayang wong. Strateginya mengadakan latihan pementasan agar pentas wayang wong bisa rutin diadakan</p><p>- ⁠Pembuatan kisah yang dinilai monoton, sehingga sesekali perlu diadakan pagelaran wayang wong yang memanfaatkan kisah fenomena saat ini dengan tidak meninggalkan pakem dan aturan pentas wayang wong</p><p>- ⁠Kurangnya frekuensi pementasan, strateginya yakni dengan menggelar pagelaran wayang wong dengan memanfaatkan event-event nasional atau daerah</p><p><br></p><p>Strategi opportunities</p><p>- Meningkatkan minat masyarakat dengan seni tradisional. Contoh strateginya dengan mengadakan event-event atau iklan pagelaran wayang wong</p><p>- ⁠Peningkatan kualitas dan keterampilan para pemeran wayang wong. Strateginya dengan mengadakan pelatihan dan sosialisasi kepada golongan tersebut</p><p>- ⁠Peningkatan promosi yang efektif. Contoh strategi melalui iklan, flyer, pementasan di tingkat kecil terlebih dahulu, dll.</p><p>- ⁠Peningkatan relasi kebudayaan yang luas dengan pihak lain, contoh strategi dengan memperluas relasi kepada lembaga swasta, komunitas, pemerintah, dll.</p><p><br></p><p>Strategi threats</p><p>- Penurunan minat terhadap wayang wong karena turunnya minat pada budaya tradisional. Strateginya dengan mempromosikan wayang wong dengan berbagai jalur baik luring maupun daring</p><p>- ⁠Kurangnya sumber daya manusia, strateginya dengan menarik pihak-pihak atau individu-individu yang berminat pada pagelaran wayang wong melalui jalur promosi, undangan, atau pementasan yang diadakan</p><p>- ⁠Kurangnya bantuan pemerintah, dengan strategi meningkatkan relasi dan intensitas komunikasi dengan pemerintah agar pagelaran wayang wong bisa terus berjalan</p><p>- ⁠Kurangnya kerja sama dengan organisasi lain, dengan strategi memperluas relasi dengan berbagai pihak dan melakukan promosi yang terukur kepada pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama. Baik melalui lembaga swasta, perusahaan, komunitas, LSM, dan lain-lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:07:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999748781</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Kelompok: Wiar Diasti Maharani_13030120140073 &amp; Muhammad Fathur Rohman Maulana_13030121140105</title>
         <author>muhamadfathurrahmanmaulana73</author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999749655</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:08:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999749655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999750299</link>
         <description><![CDATA[<p>kelompok </p><p>1. Ardies Adelia_13030121120018</p><p>2. Nurin Nishfah_13030121120004</p><p><br/></p><p>analisis SWOT dalam upaya strategi promosi Warisan budaya Wayang</p><p><br/></p><p>STRATEGI (SO)</p><p>1. Manfaatkan ketenarannya di masyarakat dapat memasarkan produk dengan mudah kepada konsumen.</p><p>2. Gunakan keahlian yang dimiliki sebagai master pengrajin untuk memudahkan persaingan dalam AEC.</p><p>3. Manfaatkan pelanggan untuk menarik minat dan kepercayaan dari konsumen baru.</p><p>4. Manfaatkan pengakuan kualitas produk untuk memudahkan kerjasama dengan mitra industri lainnya</p><p><br/></p><p> STRATEGI (WO)</p><p>1. Memanfaatkan cluster industri dengan untuk dapat menarik perhatian konsumen khususnya kalangan anak muda.</p><p>1. Manfaatkan pengetahuan dalam persaingan di AEC untuk memperbaiki struktur organisasi yang kurang tepat.</p><p>2. Manfaatkan kepercayaan konsumen untuk meraih keuntungan usaha meskipun belum terdaftar disperindag.</p><p>3. Manfaatkan kerjasama bersama industri lain untuk mempermudah mendapatkan informasi akan bahan baku.</p><p><br/></p><p> STRATEGI (ST)</p><p>1. Tingkatkan penjualan produk di pasar lokal dengan memanfaatkan ketenaran dimasyarakat.</p><p>2. Tingkatkan pemahaman di bidang industri wayang untuk dapat bersaing dengan ndustri yang sejenis.</p><p>3. Gunakan pelanggan setia untuk mendapatkan keuntungan kemudian mendirikan showroom baru.</p><p>4. Tingkatkan penjualan wayang yang berkualitas terbaik dengan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat.</p><p><br/></p><p> STRATEGI (WT)</p><p>1. Ciptakan produk budaya yang modern agar diminati semua kalangan dipasar lokal maupun internasional.</p><p>2. Meningkatkan kualitas produk serta memperbaiki struktur organisasi di IKM dengan baik.</p><p>3. Mendirikan showroom baru serta mendaftarkannya di Disperindag.</p><p>4. Tingkatkan kerjasama dengan pemasok untuk mendapatkan bahan baku dan membuat produk dengan kualitas bagus yang dapat di jangkau oleh masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:09:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999750299</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999754626</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ardies Adelia_13030121120018</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nurin Nishfah_13030121120004</p><p><br></p><p><br></p><p>analisis SWOT dalam upaya strategi promosi wayang sebagai warisan budaya</p><p><br></p><p>STRATEGI (SO)</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manfaatkan ketenarannya di masyarakat dapat memasarkan produk dengan mudah kepada konsumen.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gunakan keahlian yang dimiliki sebagai master pengrajin untuk memudahkan persaingan dalam AEC.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manfaatkan pelanggan untuk menarik minat dan kepercayaan dari konsumen baru.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manfaatkan pengakuan kualitas produk untuk memudahkan kerjasama dengan mitra industri lainnya</p><p>&nbsp;</p><p> STRATEGI (WO)</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memanfaatkan cluster industri dengan untuk dapat menarik perhatian konsumen khususnya kalangan anak muda.</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manfaatkan pengetahuan dalam persaingan di AEC untuk memperbaiki struktur organisasi yang kurang tepat.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manfaatkan kepercayaan konsumen untuk meraih keuntungan usaha meskipun belum terdaftar disperindag.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manfaatkan kerjasama bersama industri lain untuk mempermudah mendapatkan informasi akan bahan baku.</p><p>&nbsp;</p><p> STRATEGI (ST)</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tingkatkan penjualan produk di pasar lokal dengan memanfaatkan ketenaran dimasyarakat.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tingkatkan pemahaman di bidang industri wayang untuk dapat bersaing dengan ndustri yang sejenis.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gunakan pelanggan setia untuk mendapatkan keuntungan kemudian mendirikan showroom baru.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tingkatkan penjualan wayang yang berkualitas terbaik dengan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p> STRATEGI (WT)</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ciptakan produk budaya yang modern agar diminati semua kalangan dipasar lokal maupun internasional.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Meningkatkan kualitas produk serta memperbaiki struktur organisasi di IKM dengan baik.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mendirikan showroom baru serta mendaftarkannya di Disperindag.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tingkatkan kerjasama dengan pemasok untuk mendapatkan bahan baku dan membuat produk dengan kualitas bagus yang dapat di jangkau oleh masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:12:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999754626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999757241</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok</p><p>Risma Maharani_130300121130049</p><p>Daris Yolanda_13030121120010</p><p><br></p><p>Analisis SWOT dalam upaya promosi Museum Wahanarata (MUseum Kereta Keratom) Yogyakarta.</p><p><br></p><ol><li><p>Strategi S-O</p></li></ol><p>Museum Wahanarata merupakan museum yang berisi mengenai barang barang kereta dari kereta keraton. Hal tersebut merupakan hal unik yang dapat menarik perhatian dari wisatawan. Kita dapat meningkatkan pariwisata di museum tersebut dengan menonjolkan barang koleksi museum yang berupa barang keraton. Kita bisa memakai sosial media untuk melakukan promosi sehingga orang akan tertarik berkunjung ke museum Wahanarata</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Strategi W-O</p></li></ol><p>Museum Wahanarata merupakan museum yang masih berbentuk tradisional. Dalam hal ini museum Wahanarata bisa dikatakan kalah teknologi oleh museum-museum lain. Hal tersebut karena museum lain sendiri sudah banyak yang membuat semacam museum tour secara daring. Kelemahan tersebut dapat membuat peluang besar dengan memanfaatkan keunikan dari museum Wahanarata untuk bisa langsung berkunjung ke Jogja sehingga akan terasa ekslusif.</p><p><br></p><ol start="3"><li><p>Analisis S T</p></li></ol><p>Strength (kekuatan) museum ini memiliki berbagai koleksi yang cukup lengkap apalagi didukung fasilitas dan tampilan yang baru, lokasi strategis terletak yang strategis di dekat keraton Yogyakarta, selain itu memiliki dukungan yang cukup kuat dari keraton Yogyakarta maupun pemerintah yang terus menerus melakukan konservasi yang berguna  untuk perawatan koleksi museum sehingga layak untuk disajikan kepada pengunjung. Untuk Threats (Ancaman) adanya tren pariwisata dalam artian pengunjung memilih wisata yang lainnya seperti wisata alam dan lainnya, adanya persaingan dengan destinasi wisata lainnya. </p><p><br></p><ol start="4"><li><p>. strategi W-T</p></li></ol><p>melakukan revitalisasi museum baik dari keraton Yogyakarta sendiri dan bantuan dari pemerintah, melakukan promosi disekitar wilayah tersebut maupun lewat media sosial, memberikan pelatihan staf museum dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan museum,</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:15:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999757241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK RISMA DARIS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999762652</link>
         <description><![CDATA[<p>nama kelompok: </p><p>Risma Maharani 13030121130049</p><p>Daris Yolanda 13030121120010</p><p><br></p><p>Analisis SWOT mengenai upaya promosi museum Wahanarata (Museum Kereta Keraton Yogjakarta) </p><p><br></p><ol><li><p>Strategi S-O</p></li></ol><p>Museum Wahanarata merupakan museum yang berisi mengenai barang barang kereta dari kereta keraton. Hal tersebut merupakan hal unik yang dapat menarik perhatian dari wisatawan. Kita dapat meningkatkan pariwisata di museum tersebut dengan menonjolkan barang koleksi museum yang berupa barang keraton. Kita bisa memakai sosial media untuk melakukan promosi sehingga orang akan tertarik berkunjung ke museum Wahanarata</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Strategi W-O</p></li></ol><p>Museum Wahanarata merupakan museum yang masih berbentuk tradisional. Dalam hal ini museum Wahanarata bisa dikatakan kalah teknologi oleh museum-museum lain. Hal tersebut karena museum lain sendiri sudah banyak yang membuat semacam museum tour secara daring. Kelemahan tersebut dapat membuat peluang besar dengan memanfaatkan keunikan dari museum Wahanarata untuk bisa langsung berkunjung ke Jogja sehingga akan terasa ekslusif</p><p><br></p><ol start="3"><li><p>Strategi S - T</p></li></ol><p>Strength (kekuatan) museum ini memiliki berbagai koleksi yang cukup lengkap apalagi didukung fasilitas dan tampilan yang baru, lokasi strategis terletak yang strategis di dekat keraton Yogyakarta, selain itu memiliki dukungan yang cukup kuat dari keraton Yogyakarta maupun pemerintah yang terus menerus melakukan konservasi yang berguna  untuk perawatan koleksi museum sehingga layak untuk disajikan kepada pengunjung. Untuk Threats (Ancaman) adanya tren pariwisata dalam artian pengunjung memilih wisata yang lainnya seperti wisata alam dan lainnya, adanya persaingan dengan destinasi wisata lainnya. </p><p><br></p><ol start="4"><li><p>Strategi W-T</p></li></ol><p>melakukan revitalisasi museum baik dari keraton Yogyakarta sendiri dan bantuan dari pemerintah, melakukan promosi disekitar wilayah tersebut maupun lewat media sosial, memberikan pelatihan staf museum dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan museum. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:19:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999762652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SWOT</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999770871</link>
         <description><![CDATA[<p>Guntur Pramudya Bayu Wicaksana_13030121120005</p><p>Fika Qurrota A'yun_13030121140103</p><p>Upaya Strategi Promosi Warisan Budaya Makanan Gethuk</p><p><br></p><p>Strategi S O</p><p>dengan meningkatkan kualitas gethuk, termasuk bahan baku, proses produksi, dan rasa. Memastikan produk memiliki daya saing tinggi di pasar internasional dengan promosi keunikan rasa gethuk. Mengembangkan packaging yang menarik untuk standar wisatawan mancanegara. Pelatihan staf menggunakan multibahasa dalam pelayanan mancanegara.</p><p><br></p><p>Strategi W O</p><p>gethuk memiliki umur simpan yang terbatas dan cenderung menjadi tidak segar setelah beberapa hari. Hal ini dapat menjadi tantangan dalam distribusi jarak jauh atau ekspor ke pasar internasional. Gethuk mungkin belum dikenal secara luas di luar Indonesia, sehingga membutuhkan upaya ekstra dalam memperkenalkan produk tersebut kepada wisatawan mancanegara. Rasa dan tekstur gethuk mungkin tidak sesuai dengan preferensi rasa dari wisatawan asing, yang dapat membatasi daya tarik produk di pasar internasional.</p><p><br></p><p>Strategi S T</p><p>dengan memanfaatkan kekuatan gethuk yang memiliki rasa yang enak, kemudian dengan pengemasan yang terbilang simple karena gethuk merupakan makanan yang terbilang sederhana dalam pengonsumsiannya, hal ini pun dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi ancaman gethuk dimana gethuk saat ini masih kurang diminati oleh masyarakat terutama kalangan muda yang bahkan tidak mengetahui eksistensi dari gethuk. Dengan memanfaatkan kekuatan dari gethuk maka dapat digunakan sebagai solusi sehingga dapat menarik perhatian kalangan muda dan menambah minat terhadap gethuk.</p><p><br></p><p>Strategi W T</p><p>gethuk memiliki kelemahan pengemasan yang kurang menarik, varian rasa yang kurang beragam, hingga usia gethuk yang tergolong pendek sehingga hal ini pun dapat menjadi kelemahan dan bahkan tantangan bagi pemasaran gethuk sendiri. Untuk itu dibutuhkan langkah yang cerdas dalam mengatasi permasalahan tersebut seperti dengan menambah varian rasa kemudian mengemas produk dengan menarik sehingga dapat menarik perhatiandan minat masyarakat untuk membeli gethuk dan memasarkan gethuk hingga luar negara. Selain itu juga gethuk dapat diolah dengan sedemikian rupa sehingga dapat membuat usia gethuk menjadi lebih lama. Dengan melakukan hal tersebut, dapat cukup mengatasi tantangan yang ada seperti kurangna minat kalangan muda terhadap gethuk.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:26:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999770871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Kelompok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999773175</link>
         <description><![CDATA[<p>Adella Ayunda Patrisia_13030121130033</p><p>Ikmal Yaqinaka Ashro Panatagama_13030121120015 </p><p><br></p><p>Strategi promosi warisan budaya Candi Cetho, Karanganyar, berdasarkan analisis SWOT:</p><p>1. <strong>Kekuatan (Strengths):</strong></p><p>   - Keindahan Alam: Memanfaatkan keindahan alam sekitar Candi Cetho, seperti pemandangan pegunungan dan udara yang segar, sebagai daya tarik utama.</p><p>   - Keunikan Arsitektur: Menyoroti keunikan arsitektur dan detail artistik dari Candi Cetho dalam promosi.</p><p>   - Kedamaian dan Spiritualitas: Memasarkan Candi Cetho sebagai tempat untuk mencari kedamaian spiritual dan meditasi.</p><p>2. <strong>Kelemahan (Weaknesses):</strong></p><p>   - Aksesibilitas Terbatas: Mengatasi tantangan aksesibilitas terutama bagi pengunjung internasional yang mungkin kesulitan mencapai lokasi Candi Cetho.</p><p>   - Kurangnya Fasilitas Wisata: Mengembangkan fasilitas seperti transportasi lokal, akomodasi, dan tempat makan di sekitar Candi Cetho.</p><p>3. <strong>Peluang (Opportunities):</strong></p><p>   - Peningkatan Minat Pariwisata Budaya: Memanfaatkan peningkatan minat wisatawan terhadap warisan budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Candi Cetho.</p><p>   - Pengembangan Paket Wisata: Mengembangkan paket wisata yang mencakup kunjungan ke Candi Cetho bersama dengan objek wisata lainnya di sekitar Karanganyar.</p><p>4. <strong>Ancaman (Threats):</strong></p><p>   - Rendahnya Kesadaran Wisatawan: Mengatasi rendahnya kesadaran wisatawan, terutama dari luar negeri, tentang keberadaan Candi Cetho.</p><p>   - Persaingan dengan Destinasi Wisata Lain: Menghadapi persaingan dengan destinasi wisata lainnya yang lebih terkenal di Indonesia.</p><p><br></p><p>Strategi promosi dapat melibatkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan keindahan alam dan keunikan arsitektur Candi Cetho, serta kerjasama dengan agen perjalanan lokal untuk menyediakan paket wisata yang menarik. Upaya juga harus dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas di sekitar Candi Cetho agar lebih ramah pengunjung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:28:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999773175</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis strategi swot pada museum sonobudoyo. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999774028</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Gitara Vitra Maharani-13030121140083</p></li><li><p>Athirah Ghassani-13030121140129</p></li></ol><p><br/></p><p>Museum Sonobudoyo: salah satu museum di bawah pengelolaan UPTD dari Dinas Kebudayaan Provinsi Yogyakarta. Museum ini memiliki nilai budaya ilmiah, meliputi koleksi pengembangan dan bimbingan edukatif kultural.</p><p><br/></p><p><strong>1. Strategi S-O (strength-opportunities)</strong></p><p>a. Melakukan kerjasama mitra dengan komunitas untuk mempromosikan museum.</p><p>b. Koleksi museum yang lengkap, asli, dan memiliki nilai historis.</p><p>c. Pemanfaatan lokasi museum sonobudoyo sebagai bahan promosi melalui media.</p><p><br/></p><p><strong>2. ⁠Strategi W-O (weakness-opportunities)</strong></p><p>a. Program museum sebagai tempat atraktif bagi generasi muda.</p><p>b. Pembentukan divisi khusus yang berfokus kepada promosi.</p><p>c. Pelatihan untuk sumberdaya manusia yang dimiliki museum.</p><p>d. Pemeliharaan amenitas museum.</p><p><br/></p><p><strong>3. strategi W-T (weakness-threat)</strong></p><p>a. Mengelola promosi wisata melalui media-media melalui kegiatan positif dengan itu menghasilkan publikasi lebih luas melalui media sosial untuk menarik lebih banyak lagi pengunjung dengan strategi publikasi menarik dan kreatif.</p><p>b. Mengadakaan kegiatan untuk meningkatkan daya tarik wisata untuk generasi muda.</p><p>c. Pembentukan koperasi untuk membenahi kualitas amenitas museum.</p><p><br/></p><p><strong>4. Strategi S-T (strength-threat) </strong></p><p>a. Membentuk tim khusus yang menjaga hubungan baik dengan media agar adanya sistem yang lancar dan profesional untuk mengalih jalannya struktur museum himgga tidak adanya kendala baik ketika ada pameran maupun selama berjalannya museum.</p><p>b. Membentuk kerjasama dengan media untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap museum.</p><p>c. Meningkatkan ststem keamanan koleksi untuk mengatasi isu keamanan.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:29:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999774028</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999775149</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok : </p><p>1. Ilsa Shofiana Fatwa Dewi_13030121140101 2.Yanuar Eka Prasetyo_13030121120011</p><p><br></p><p>Analisis SWOT Candi Gedongsongo Semarang</p><p><br></p><p>Strategy S-O</p><p>1. Nilai sejarah dan budaya tinggi: Candi Gedongsongo merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Jawa Tengah dengan nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk berkunjung.</p><p>2. Keindahan alam: Candi Gedongsongo terletak di kawasan pegunungan dengan pemandangan alam yang indah dan asri. Hal ini memberikan daya tarik tambahan bagi wisatawan.</p><p>3. Sarana dan prasarana yang memadai: Candi Gedongsongo memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk menunjang kegiatan wisata, seperti toilet, mushola, area parkir, dan lain sebagainya.</p><p>4. Aksesibilitas yang mudah: Candi Gedongsongo mudah diakses oleh wisatawan, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.</p><p>5. Ketersediaan paket wisata: Tersedia berbagai paket wisata menarik yang ditawarkan kepada wisatawan, seperti paket wisata edukasi, paket wisata religi, dan paket wisata alam.</p><p>6. Promosi yang gencar: Candi Gedongsongo gencar dipromosikan oleh pemerintah dan berbagai pihak terkait, sehingga semakin dikenal oleh wisatawan.</p><p><br></p><p>Strategy W-O</p><p>1. Kurangnya publikasi: Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang Candi Gedongsongo, sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung masih belum optimal.</p><p>2. Fasilitas yang belum lengkap: Beberapa fasilitas di Candi Gedongsongo masih belum lengkap, seperti pusat informasi dan pemandu wisata.</p><p>3. Keterbatasan sumber daya manusia: Jumlah tenaga kerja di Candi Gedongsongo masih terbatas, sehingga pelayanan kepada wisatawan masih belum maksimal.</p><p>4. Jalan menuju candi yang sempit dan rusak: Jalan menuju Candi Gedongsongo sempit dan rusak, sehingga menyulitkan akses bagi wisatawan.</p><p>5. Kurangnya kegiatan wisata: Kurangnya kegiatan wisata yang menarik di Candi Gedongsongo, sehingga wisatawan tidak betah berlama-lama di objek wisata ini.</p><p><br></p><p>Strategy S-T </p><p>1. Meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata sejarah dan budaya: Minat wisatawan terhadap wisata sejarah dan budaya semakin meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi Candi Gedongsongo untuk menarik lebih banyak wisatawan.</p><p>2. Pengembangan infrastruktur wisata: Pemerintah dan pihak swasta dapat bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur wisata di Candi Gedongsongo, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan lain sebagainya.</p><p>3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia: Tenaga kerja di Candi Gedongsongo perlu ditingkatkan kualitasnya melalui pelatihan dan pendidikan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan.</p><p>4. Kerjasama dengan pihak lain: Candi Gedongsongo dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain, seperti agen perjalanan wisata, sekolah, dan universitas, untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.</p><p>5. Pengembangan kegiatan wisata: Candi Gedongsongo dapat mengembangkan berbagai kegiatan wisata menarik, seperti pertunjukan seni, festival budaya, dan lain sebagainya.</p><p><br></p><p>Strategy W-T</p><p>1. Persaingan dengan objek wisata lain: Candi Gedongsongo menghadapi persaingan dengan objek wisata lain di Semarang dan sekitarnya.</p><p>2. Bencana alam: Candi Gedongsongo terletak di kawasan rawan bencana alam, seperti gempa bumi dan tanah longsor.</p><p>3. Perubahan iklim: Perubahan iklim dapat menyebabkan kerusakan pada Candi Gedongsongo.</p><p>4. Krisis ekonomi: Krisis ekonomi dapat menyebabkan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:30:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999775149</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999776936</link>
         <description><![CDATA[<p>Laurence Hizkia 13030121130028</p><p>Strategi promosi warisan budaya Museum melalui analisis SWOT</p><p>&nbsp;</p><p>Strategi SO</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memanfaatkan kerjasama dengan komunitas untuk mempromosikan museum</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Koleksi museum yang lengkap, asli dan memiliki nilai historis dapat menjadi pesan yang disampaikan melalui kegiatan museum</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemanfaatan lokasi museum sebagai bahan promosi melalui media</p><p>&nbsp;</p><p>Strategi WO</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Program museum sebagai tempat atraktif bagi generasi muda.</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembentukan divisi khusus yang berfokus kepada promosi</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pelatihan untuk sumberdaya manusia yang dimiliki museum d) Pemeliharaan amenitas museum</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memelihara hubungan baik dengan instansi dan media</p><p>&nbsp;</p><p>Strategi WT</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengelola promosi wisata melalui media[1]media melalui kegiatan positif</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengadakaan kegiatan untuk meningkatkan daya tarik wisata untuk generasi muda</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembentukan koperasi untuk membenahi kualitas amenitas museum</p><p>&nbsp;</p><p>Strategi ST</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membentuk tim khusus yang menjaga hubungan baik dengan media.</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Membentuk kerjasama dengan media untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap museum</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Meningkatkan ststem keamanan koleksi untuk mengatasi isu keamanan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:32:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999776936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999781602</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama + NIM</p><ol><li><p>Wiar Diasti Maharani_13030120140073</p></li><li><p>Muhammad Fathur Rohman Maulana_13030121140105</p></li></ol><p><br></p><p>Strategi Museum Ranggawarsita dalam Pemasaran Wisata Budaya Berdasarkan Analisis SWOT:</p><p><br></p><ol><li><p>Strategy S-O  dan W-O</p></li></ol><p><strong>Kekuatan:</strong></p><ul><li><p>Pelestarian Budaya Museum Ranggawarsita mempunyai peranan penting dalam melestarikan warisan budaya Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.</p></li><li><p>Pendidikan</p></li></ul><p>Berfungsi sebagai sumber pendidikan, memberikan wawasan tentang sejarah, seni, dan tradisi daerah.</p><ul><li><p>Daya Tarik Wisata Museum ini menarik wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi kekayaan sejarah budaya Indonesia, yang berkontribusi terhadap perekonomian lokal.</p><p><br></p></li></ul><p><strong> Kelemahan</strong></p><ul><li><p>Sumber Daya yang Terbatas</p></li></ul><p>Museum Ranggawarsita mungkin menghadapi kendala dalam pendanaan dan staf, sehingga mempengaruhi kemampuannya untuk memelihara dan memperluas koleksinya secara memadai.</p><ul><li><p>Aksesibilitas</p></li></ul><p>Museum ini mungkin menghadapi tantangan dalam menjangkau khalayak yang lebih luas, terutama mereka yang tidak dapat mengunjungi museum secara fisik karena masalah lokasi atau mobilitas.</p><ul><li><p>Integrasi Teknologi </p></li></ul><p>Ada peluang peningkatan dalam pemanfaatan teknologi untuk tur virtual, pameran interaktif, dan sumber daya online untuk meningkatkan keterlibatan&nbsp;pengunjung.</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Strategy S-T</p></li></ol><p>Strategi S-T bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan internal museum dalam mengatasi ancaman eksternal. Strategi S-T yang dapat diterapkan oleh Museum Ranggawarsita:</p><ul><li><p><em>Memanfaatkan Koleksi Artefak yang Beragam untuk Kampanye Digital</em></p></li></ul><p>   - <em>Kekuatan</em>: Koleksi artefak yang beragam dan bersejarah.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Perubahan minat masyarakat ke arah hiburan digital.</p><p>   - Strategi: Mengembangkan program digital seperti tur virtual, pameran online, dan cerita multimedia tentang artefak untuk menarik minat generasi muda yang lebih memilih hiburan digital.</p><ul><li><p><em>Lokasi Strategis untuk Kolaborasi dengan Destinasi Wisata Lain</em></p></li></ul><p>   - <em>Kekuatan</em>: Lokasi yang strategis di Semarang.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Persaingan dengan destinasi wisata lain.</p><p>   - strategi: Menjalin kerjasama dengan destinasi wisata lain di Semarang untuk menawarkan paket tur terpadu, dan mengadakan acara atau festival budaya bersama untuk menarik lebih banyak pengunjung.</p><ul><li><p><em>Menggunakan Tenaga Ahli untuk Program Pendidikan dan Penelitian</em></p></li></ul><p>   - <em>Kekuatan</em>: Tenaga ahli yang kompeten.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Kurangnya minat dari generasi muda.</p><p>   - strategi: Mengembangkan program pendidikan yang menarik, seperti lokakarya, seminar, dan program magang, serta proyek penelitian bersama dengan institusi pendidikan untuk menarik perhatian generasi muda.</p><ul><li><p><em>Fasilitas Modern untuk Pameran Temporer dan Acara Khusus</em></p></li></ul><p>   - <em>Kekuatan</em>: Fasilitas modern.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Persaingan dari tempat wisata lain.</p><p>-strategi: Menyelenggarakan pameran temporer dan acara khusus yang menggunakan fasilitas modern museum, serta acara komunitas seperti pameran seni lokal, seminar budaya, dan festival.</p><ul><li><p>Menggalang Dana dan Meningkatkan Sumber Pendapatan.</p></li></ul><p>   - <em>Kekuatan</em>: Kerjasama dengan institusi pendidikan dan komunitas.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Kurangnya pendanaan.</p><p>   - <em>Strategi</em>: Meluncurkan kampanye penggalangan dana, mencari sponsor dari perusahaan swasta dan organisasi non-profit, serta mengembangkan toko suvenir dan kafe untuk meningkatkan pendapatan tambahan.</p><p><br></p><ol start="3"><li><p>Strategy W-T</p></li></ol><p>Strategi W-T bertujuan untuk meminimalkan kelemahan internal museum dalam menghadapi ancaman eksternal. Strategi W-T yang dapat diterapkan oleh Museum Ranggawarsita:</p><ul><li><p><em>Meningkatkan Keterlibatan Digital untuk Mengatasi Kurangnya Akses Teknologi</em></p></li></ul><p>   - <em>Kelemahan</em>: Kurangnya infrastruktur teknologi.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Perubahan minat masyarakat ke arah hiburan digital.</p><p>   - <em>Strategi</em>: Mengajukan dana hibah atau mencari sponsor untuk meningkatkan infrastruktur teknologi, seperti website yang interaktif, aplikasi museum, dan program digital yang menarik.</p><ul><li><p><em>Pelatihan dan Pengembangan Staf untuk Mengatasi Kekurangan SDM Terlatih</em></p></li></ul><p>   - <em>Kelemahan</em>: Kekurangan staf yang terlatih dalam manajemen modern.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Persaingan dengan destinasi wisata lain.</p><p>   - <em>Strategi</em>: Mengadakan pelatihan dan workshop untuk staf dalam manajemen museum, pemasaran digital, dan layanan pelanggan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing museum.</p><ul><li><p><em>Pemeliharaan Koleksi yang Lebih Baik untuk Mengatasi Kerusakan Lingkungan</em></p></li></ul><p>   - <em>Kelemahan</em>: Kurangnya upaya konservasi yang memadai.</p><p>   - <em>Ancaman</em>: Kerusakan lingkungan.</p><p>   - <em>Strategi</em>: Meningkatkan upaya konservasi dengan mengadopsi teknologi modern untuk pengendalian lingkungan dalam museum, seperti sistem pengendalian suhu dan </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2494401131/25bb32754c758c3dd0a7d62cb6d0f2e4/ronggowarsito_museum_building_ranggawarsita_state_museum_central_java_province_semarang_indonesia_semarang_indonesia_august_188829078.webp" />
         <pubDate>2024-05-20 07:36:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999781602</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Athirah - Gitara</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999781936</link>
         <description><![CDATA[<p>Analisis Strategi SWOT Pada Museum Sonobudoyo</p><ol><li><p>Strategi S-O</p><p>a. Memberikan pelatihan kepada pegawai dengan kerjasama pada pihak lain.</p><p>b. Kelengkapan koleksi dan status sebagai museum negeri mampu menjadi daya tarik wisata pada museum ini.</p><p>c. Pemanfaatan lokasi museum sonobudoyo sebagai bahan promosi melalui media. Hal ini karena letaknya di wilayah strategis sehingga terdapat banyak akses untuk dapat berwisata ke Museum Sonobudoyo.</p><p>d. Museum ini selalu mendapat dana APBD setiap tahun.</p></li><li><p>Strategi W-O</p><p>a. Perlu ditambahnya fasilitas yang masih belum ada di Museum Sonobudoyo.</p><p>b. Memberikan pelatihan bahasa asing terhadap kalangan pegawai guna memudahkan komunikasi antar negara. </p><p>c. Pembentukan divisi atau bagian khusus yang berfokus kepada promosi.</p></li><li><p>Strategi W-T </p><p>a. Mengelola promosi wisata melalui media-media melalui kegiatan positif dengan itu menghasilkan publikasi lebih luas melalui media masa untuk menarik lebih banyak lagi pengunjung dengan strategi publikasi menarik dan kreatif.</p><p>b. Mengadakaan kegiatan untuk meningkatkan daya tarik wisata untuk generasi muda.</p><p>c. Pembentukan koperasi untuk membenahi kualitas amenitas museum.</p></li><li><p>Strategi S-T </p><p>a. Membentuk tim khusus yang menjaga hubungan baik dengan media agar adanya sistem yang lancar dan profesional untuk mengalih jalannya struktur museum himgga tidak adanya kendala baik ketika ada pameran maupun selama berjalannya museum.</p><p>b. Membentuk kerjasama dengan media untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap museum.</p><p>c. Meningkatkan ststem keamanan koleksi untuk mengatasi isu keamanan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:37:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999781936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK AYU ESPA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999790292</link>
         <description><![CDATA[<p>Strategi promosi warisan budaya enting enting Salatiga</p><p><br></p><p>Strategi S O</p><p>Meningkatkan kualitas enting enting, termasuk bahan baku, proses produksi, dan rasa. Memastikan produk memiliki daya saing tinggi di pasar internasional dengan promosi keunikan rasa enting enting kacang. Mengembangkan packaging yang menarik untuk standar wisatawan mancanegara. Pelatihan staf menggunakan multibahasa dalam pelayanan mancanegara.</p><p>Strategi W O</p><p>Enting enting memiliki rasa yang cenderung monoton yaitidak segar setelah beberapa hari.</p><p>Hal ini dapat menjadi tantangan dalam distribusi jarak jauh atau ekspor ke pasar internasional. Gethuk mungkin belum dikenal secara luas di luar Indonesia, sehingga membutuhkan upaya ekstra dalam memperkenalkan produk tersebut kepada</p><p>wisatawan mancanegara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:45:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999790292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Ayu dan Espa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999806904</link>
         <description><![CDATA[<p>Espa Tria Annissa_13030121140075</p><p>Diah Ayu Listiyorini_13030121120007</p><p><br></p><p>Strategi S O</p><p>Meningkatkan kualitas enting enting, termasuk bahan baku, proses produksi, dan rasa. Memastikan produk memiliki daya saing tinggi di pasar internasional dengan promosi keunikan rasa enting enting kacang. Mengembangkan packaging yang menarik untuk standar wisatawan mancanegara. Pelatihan staf menggunakan multibahasa dalam pelayanan mancanegara.</p><p><br></p><p>Strategi W O</p><p><br></p><p>Enting enting memiliki rasa yang cenderung monoton yaitu tidak dapat berubah rasa.</p><p><br></p><p><br></p><p>Strategi S T</p><p>Dengan memanfaatkan kekuatan enting-enting kacang gepuk yang memiliki rasa yang enak, kemudian dengan pengemasan yang sederhana karena enting enting kacang gepuk adalah makanan yang terbilang sederhana atau bisa dibilang cemilan, hal ini pun dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi ancaman  dimana enting enting saat ini masih kurang diminati oleh masyarakat terutama kalangan muda yang bahkan tidak mengetahui eksistensi dari enting enting kacang gepuk</p><p><br></p><p>Dengan memanfaatkan kekuatan dari enting enting kacang gepuk maka dapat digunakan sebagai solusi sehingga dapat menarik perhatian kalangan muda dan menambah keminat terhadap enting enting kacang gepuk.</p><p><br></p><p><br></p><p>Strategi W T</p><p>Enting enting gepuk memiliki kelemahan pada pengemasan yang kurang menarik, varian rasa yang kurang beragam hal ini menjadi kelemahan dan bahkan tantangan bagi pemasaran enting enting kacang gepuk itu sendiri. Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam mengatasi permasalahan tersebut seperti dengan membuat kemasan produk yang lebih menarik sehingga dapat menarik perhatian dan minat masyarakat untuk membeli enting enting kacang gepuk dan memasarkan enting enting kacang gepuk hingga luar negara.</p><p>Kiranya, hal ini dapat mengatasi tantangan yang ada seperti kurangnya minat masyarakat khususnya di kalangan anak muda terhadap enting enting kacang gepuk</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 07:59:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999806904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Espa dan Diah Ayu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999811441</link>
         <description><![CDATA[<p>ANALISIS SWOT STRATEGI PROMOSI WARISAN BUDAYA</p><p>Nama : Espa Tria Annissa_13030121140075</p><p>Diah Ayu Listiyorini_13030121120007</p><p>Strategi S O</p><p>Meningkatkan kualitas enting enting, termasuk bahan baku, proses produksi, dan rasa. Memastikan produk memiliki daya saing tinggi di pasar internasional dengan promosi keunikan rasa enting enting kacang. Mengembangkan packaging yang menarik untuk standar wisatawan mancanegara. Pelatihan staf menggunakan multibahasa dalam pelayanan mancanegara.</p><p>Strategi W O</p><p>Enting enting memiliki rasa yang cenderung monoton yaitu tidak dapat berubah rasa.</p><p>Strategi S T</p><p>Dengan memanfaatkan kekuatan enting-enting kacang gepuk yang memiliki rasa yang enak, kemudian dengan pengemasan yang sederhana karena enting enting kacang gepuk adalah makanan yang terbilang sederhana atau bisa dibilang cemilan, hal ini pun dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi ancaman  dimana enting enting saat ini masih kurang diminati oleh masyarakat terutama kalangan muda yang bahkan tidak mengetahui eksistensi dari enting enting kacang gepuk</p><p>Dengan memanfaatkan kekuatan dari enting enting kacang gepuk maka dapat digunakan sebagai solusi sehingga dapat menarik perhatian kalangan muda dan menambah keminat terhadap enting enting kacang gepuk.</p><p>Strategi W T</p><p>Enting enting gepuk memiliki kelemahan pada pengemasan yang kurang menarik, varian rasa yang kurang beragam hal ini menjadi kelemahan dan bahkan tantangan bagi pemasaran enting enting kacang gepuk itu sendiri. Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam mengatasi permasalahan tersebut seperti dengan membuat kemasan produk yang lebih menarik sehingga dapat menarik perhatian dan minat masyarakat untuk membeli enting enting kacang gepuk dan memasarkan enting enting kacang gepuk hingga luar negara.</p><p>Kiranya, hal ini dapat mengatasi tantangan yang ada seperti kurangnya minat masyarakat khususnya di kalangan anak muda terhadap enting enting kacang gepuk</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-20 08:04:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pancafisip/ix76wa8q1f4j3d7c/wish/2999811441</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
