<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS KELAS 9B by tri astuti</title>
      <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7</link>
      <description>KEPENDUDUKAN</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2017-04-05 05:09:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-11 08:01:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Brightnessdown.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>nama : Yusni Ahmad Mustofa/9B/37</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164802725</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk di bidang :</div><div>&nbsp;</div><div>1. Budaya&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk juga berdampak dalam bidang kebudayaan. Karena banyak penduduk, menjadi semakin banyaknya budaya luar negeri yang masuk kedalam Indonesia(globalisasi), menyebabkan kebudayaan asli Indonesia semakin dilupakan, mulai dari cara berpakaian, cara bertutur kata(berbicara). sebagian besar korban globalisasi di Indonesia adalah anak anak remaja, mereka menuntut dirinya untuk semakin mengikuti perkembangan jaman yang ada tak jarang juga mereka menjadi bersifat individual, melupakan sifat Indonesia gotong royong.</div><div>&nbsp;</div><div>2. Pendidikan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.</div><div>&nbsp;</div><div>3. Kesehatan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>4. Ekonomi&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ledakan penduduk pada masa sekarang ini telah membawa dampak yang cukup merugikan bagi bangsa. jika penduduk semakin bertambah, maka pemerintah juga harus memperhatikan tentang ketenaga kerjaan. apabila tenaga kerja semakin bertambah maka jumlah lapangan pekerjaan harus ditambah juga. Karena semakin berkurangnya lapangan kerja, banyak mengakibatkan pengangguran, yang juga meningkatkan angka kemiskinan bertambah. selain itu pengangguran dan kemiskinan dapat mengakibatkan orang untuk berbuat kriminal , misalnya : mencuri, merampok, begal dll.</div><div>&nbsp;</div><div>5. Keamanan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Seperti yang kita tahu,&nbsp; kepadatan penduduk yang tak terkendalikan ini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-05 07:51:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164802725</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama : Tifano Pratista Ramandika nur Husodo/9B/33</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164802898</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk di bidang :</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>1. Kesehatan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>2. Ekonomi&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ledakan penduduk pada masa sekarang ini telah membawa dampak yang cukup merugikan bagi bangsa. jika penduduk semakin bertambah, maka pemerintah juga harus memperhatikan tentang ketenaga kerjaan. apabila tenaga kerja semakin bertambah maka jumlah lapangan pekerjaan harus ditambah juga. Karena semakin berkurangnya lapangan kerja, banyak mengakibatkan pengangguran, yang juga meningkatkan angka kemiskinan bertambah. selain itu pengangguran dan kemiskinan dapat mengakibatkan orang untuk berbuat kriminal , misalnya : mencuri, merampok, begal dll.</div><div>&nbsp;</div><div>3. Keamanan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Seperti yang kita tahu,&nbsp; kepadatan penduduk yang tak terkendalikan ini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Budaya&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk juga berdampak dalam bidang kebudayaan. Karena banyak penduduk, menjadi semakin banyaknya budaya luar negeri yang masuk kedalam Indonesia(globalisasi), menyebabkan kebudayaan asli Indonesia semakin dilupakan, mulai dari cara berpakaian, cara bertutur kata(berbicara). sebagian besar korban globalisasi di Indonesia adalah anak anak remaja, mereka menuntut dirinya untuk semakin mengikuti perkembangan jaman yang ada tak jarang juga mereka menjadi bersifat individual, melupakan sifat Indonesia gotong royong.</div><div>&nbsp;</div><div>5. Pendidikan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-05 07:52:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164802898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama : choirul Basri/9B/06</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164803100</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk di bidang :</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>1. Pendidikan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.</div><div>&nbsp;</div><div>2. Kesehatan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>3. Ekonomi&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ledakan penduduk pada masa sekarang ini telah membawa dampak yang cukup merugikan bagi bangsa. jika penduduk semakin bertambah, maka pemerintah juga harus memperhatikan tentang ketenaga kerjaan. apabila tenaga kerja semakin bertambah maka jumlah lapangan pekerjaan harus ditambah juga. Karena semakin berkurangnya lapangan kerja, banyak mengakibatkan pengangguran, yang juga meningkatkan angka kemiskinan bertambah. selain itu pengangguran dan kemiskinan dapat mengakibatkan orang untuk berbuat kriminal , misalnya : mencuri, merampok, begal dll.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Keamanan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Seperti yang kita tahu,&nbsp; kepadatan penduduk yang tak terkendalikan ini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas.</div><div>&nbsp;</div><div>5.. Budaya&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk juga berdampak dalam bidang kebudayaan. Karena banyak penduduk, menjadi semakin banyaknya budaya luar negeri yang masuk kedalam Indonesia(globalisasi), menyebabkan kebudayaan asli Indonesia semakin dilupakan, mulai dari cara berpakaian, cara bertutur kata(berbicara). sebagian besar korban globalisasi di Indonesia adalah anak anak remaja, mereka menuntut dirinya untuk semakin mengikuti perkembangan jaman yang ada tak jarang juga mereka menjadi bersifat individual, melupakan sifat Indonesia gotong royong.</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-05 07:53:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164803100</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama : Reizka Deany/9b/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164803211</link>
         <description><![CDATA[<div>dampak kepadatan penduduk dibidang :<br>1.Ekonomi</div><div>&nbsp;meledaknya jumlah penduduk&nbsp; akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Jika kelebihan tenaga kerja maka akan&nbsp; menambah beban Negara untuk membangun lebih banyak tempat kerja. Tapi&nbsp; jika dana Negara untuk pembangunantidak mecukupi maka makin banyaklah pengangguran dan menyebakan banyak terjadinya tindakan criminal, contohnya: pencurian dan perampokan</div><div>&nbsp;</div><div>2. Kebudayaan&nbsp;</div><div>Karna semakin banyaknya budaya luar negri yang masuk ke Indonesia menyebabkan semakin hilangnya kebudayaan asli Indonesia misalnya cara berpakaian anak jaman sekarang yang meniru gaya berpakaian orang barat. Tidak hanya dari cara berpakaian tapi juga tingkah laku dan juga cara berbicara. Sebagian besar anak jaman sekarang menuntut dirinya untuk terus mengikui perkembangan jaman yang ada entah itu dari pakaian,kata-kata dan sebagainya.<br><br></div><div>3. Kebutuhan sandang,pangan (sosial)</div><div>Dalam buku berjudul <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Population_Bomb&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>The Population Bomb</em></a> (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_R._Ehrlich&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>Paul R. Ehrlich</em></a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Malthus"><em>Thomas Malthus</em></a><em> dalam </em><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=An_Essay_on_the_Principle_of_Population&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>An Essay on the Principle of Population</em></a> (1798) sama sama mengemukakan ramalan tentang adanya bencana kemanusiaan&nbsp; akibat dari banyaknya jumlah penduduk atau ledakan penduduk. Laju pertumbuhan saat ini mulai melebihi batas sandang pangan yang tersedia dan menyebabkan bencana kelaparan pada daerah daerah tertentu. Contohnya badan pemerintahan BULOG (Badan Urusan Logistik) dan DOLOG (Depot Logistik) yang menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok seperti beras,minyak ,gula dan lainnya. Tapi jika semakin banyak penduduk maka makin banyak pula kebutuhan yang perlu disediakan oleh BULOG dan DOLOG.Jika kebutuhan sembako yang disediakan oleh DOLOG ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk di daerah itu tentu sembako akan menjadi barang rebutan dan akan menjadi barang yang langka yang mengakibatkan harganya akan semakin melonjak dan masyarakat yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli kebutuhan pangan tersebut, dan tentu akan berdampak pada kemiskinan yang kian parah.<br><br></div><div>4. Keamanan</div><div>Makin tinggi tingkat kepadatan penduduk disebuah Negara atau daerah maka makin tinggi pula tingkat keamanan yang harus dimiliki Negara ataupun daerah tersebut. Tapi nyatanya jika tingginya kepadatan penduduk menyebabkan makin tingginya tingkat pengangguran dan tingkat kriminalitass yang terjadi dan itu menyebabkan timbulnya keresahan yang terjadi di massyarakat. Hal ini memberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang contohnya Polisi dan juga Tentara namun terkadang masih ada beberapa kelalaian dari pihak&nbsp; yang berwenang.<br><br></div><div>5. Kesehatan<br>&nbsp;tinggi rendahnya kesehatan suatu Negara biasanya dilihat dari besar kecilnya kematian. karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kesehatan disebabkan, antara lain:&nbsp; Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan,&nbsp; Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,&nbsp; Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan, Gizi yang rendah dan&nbsp; Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh). Dampak rendahnya kesehatan ini menyebabkan naiknya tingkat kematian dari suatu Negara. Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat,. Upaya-upaya tersebut di antarnya:</div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.</div><div>4.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.</div><div>5.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.</div><div>6.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Mengadakan penyuluhan tentang gizi dan lingkungan&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-05 07:53:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164803211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Yeremia Ajijaya Putra/9B/35</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164806157</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk di bidang :</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 1. Ekonomi&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ledakan penduduk pada masa sekarang ini telah membawa dampak yang cukup merugikan bagi bangsa. jika penduduk semakin bertambah, maka pemerintah juga harus memperhatikan tentang ketenaga kerjaan. apabila tenaga kerja semakin bertambah maka jumlah lapangan pekerjaan harus ditambah juga. Karena semakin berkurangnya lapangan kerja, banyak mengakibatkan pengangguran, yang juga meningkatkan angka kemiskinan bertambah. selain itu pengangguran dan kemiskinan dapat mengakibatkan orang untuk berbuat kriminal , misalnya : mencuri, merampok, begal dll.</div><div>&nbsp;</div><div>2. Keamanan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Seperti yang kita tahu,&nbsp; kepadatan penduduk yang tak terkendalikan ini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas.</div><div>&nbsp;</div><div>3. Budaya&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk juga berdampak dalam bidang kebudayaan. Karena banyak penduduk, menjadi semakin banyaknya budaya luar negeri yang masuk kedalam Indonesia(globalisasi), menyebabkan kebudayaan asli Indonesia semakin dilupakan, mulai dari cara berpakaian, cara bertutur kata(berbicara). sebagian besar korban globalisasi di Indonesia adalah anak anak remaja, mereka menuntut dirinya untuk semakin mengikuti perkembangan jaman yang ada tak jarang juga mereka menjadi bersifat individual, melupakan sifat Indonesia gotong royong.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Pendidikan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.</div><div>&nbsp;</div><div>5. Kesehatan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-05 08:11:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164806157</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : katrine putri eka permatasari/9b/15</title>
         <author>katrinputri97</author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164908553</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk di bidang :<br>1.Ekonomi</div><div>Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir para&nbsp; pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran, gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –&nbsp; tindakan criminal lainnya.</div><div><br></div><div>2.Pendidikan</div><div>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :</div><div>a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah</div><div>&nbsp;b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.</div><div><br></div><div>3.Kebudayaan</div><div>Kita ambil contoh di Indonesia, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa</div><div>&nbsp; Belanda. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di&nbsp; jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah&nbsp; pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk&nbsp; juga ke dalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen&nbsp; protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan.<br>4. Sosial<br>Perubahan sosial adalah serangkaian perubahan yang dilakukan dalam perkembangan masyarakat. Masyarakat Indonesia telah mengalami berbagai macam perubahan sosial selalu terjadi tanpa henti baik di desa maupun di kota. Bandingkanlah kehidupan yang terjadi pada masa lampau dengan masa kini. Banyak perbedaan yang menunjukkan perubahan baik di bidang ekonomi, politik, hukum, pendidikan, maupun kesehatan.<br><br></div><div>5. Pertahanan dan keamanan<br><br></div><div>Dengan adannya kerjasama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Beberapa negara khususnya yang memiliki letak geografis yang berdekatan, terutama yang berada dalam satu kawasan, akan berupaya untuk menjaga stabilitas pertahanan diantara negara-negara tersebut, hal ini dapat diwujudkan dengan kerja sama dibidang militer. Melalui tukar-menukar persenjataan militer maupun latihan perang bersama.<br><br></div><div>Adanya upaya setiap negara mempertahankan kedaulatan negara melalui pembuatan sistem persenjataan maupun pemberdayaan rakyat dan tentaranya. Globalisasi bidang HANKAM pernah dirasakan masyarakat dunia, yaitu dibentuknya pakta pertahanan NATO, SEATO, WARSAWA, dsb. Dampak negatif pengaruh globalisasi terhadap keamanan dan pertahanan negara dengan adanya reaksi – reaksi keras dari sebagian rakyat terhadap peristiwa atau tragedi yang terjadi di suatu negara yang dianggap melanggar hak asassi manusia. Dan juga perlu diwaspadai adalah Ancaman disintegrasi bangsa karena adanya pengaruh dan dukungan dari negara lain. Sedangkan dampak negatif&nbsp; Globalisasi yang lain di bidang ini, globalisasi menjadikan kemajuan teknologi juga juga digunakan oleh jaringan penjahat internasional untuk beroperasi di berbagai negara. Penjahat-penjahat dari dalam negeri yaitu setiap warga Negara yang melakukan tindak pidana seperti korupsi, makar terhadap pemerintahan negara, serta membunuh dan sebagainya, dapat dengan mudah melarikan diri ke Negara lain dan menetap di sana bahkan para penjahat politik dapat memperoleh suaka politik. Hal ini sangat merugikan bagi suatu negara. Adanya Penguasaan suatu kepulauan negara oleh negara lain. Akibat semakin tidak terlihatnya batas suatu negara dengan negara lain, maka suatu negara akan dengan mudah menguasai bagian negara lain, apalagi jika negara yang bersangkutan tidak memiliki pertahanan dan keamanan yang tangguh.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-05 15:16:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/164908553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Yunita Maulidya H.P/9B/36</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165107049</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.<br><br></div><div><strong>1.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Dampak kepadatan penduduk dalam aspek politik.</strong></div><div>&nbsp;Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah.Dampak ini mengacu pada kepadatan penduduk yang tidak merata. Seperti, pulau Jawa memiliki penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa.&nbsp;</div><div>Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.</div><div><strong>2.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Dampak kepadatan penduduk dalam aspek ekonomi</strong></div><div>Pengaruh pertumbuhan populasi terhadap pertumbuhan ekonomi masih menjadi perdebatan. pertumbuhan penduduk yang tinggi sering dianggap berdampak buruk bagi perekonomian dari berbagai segi. Namun pertumbuhan penduduk yang tinggi sebenarnya juga membawa beberapa keuntungan,seperti ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diikuti oleh kebijakan pemerintah yang baik dalam menghadapi masalah ini,maka pertumbuhan penduduk yang tinggi hanya akan membawa dampak yang buruk bagi suatu Negara. Beberapa contoh dampak kepadatan penduduk terhadap bidang ekonomi adalah:</div><div>&nbsp;</div><div>a.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Dampak positif&nbsp;</div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Berlimpahnya sumber daya manusia</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Dapat meningkatkan produktivitas</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Kesempatan berwirausaha menjadi lebih besar</div><div>&nbsp;</div><div>b.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Dampak negatif</div><div>1.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Pendapatan perkapita berkurang</div><div>2.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Meledaknya jumlah penduduk</div><div>3.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Menyebabkan timbulnya kemiskinan<br><br></div><div><strong>3. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Perkembangan Sosial</strong></div><div>Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku dalam masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial di masyarakat.<br><br></div><div>a. Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan</div><div>Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.<br><br></div><div>b. Berkurangnya lahan tempat tinggal</div><div>Untuk memenuhi kebutuhan papan yakni rumah tentu kita memerlukan lahan untuk membangun. Semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain.<br><br></div><div><br></div><div>c. Meningkatnya investor yang datang</div><div>Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berakibat menjamurnya pusat perbelanjaan. Seorang pengusaha tentu akan membangun usahanya ditempat yang strategis, tempat yang ramai, dan tempat yang menurutnya banyak terdapat konsumen. Kawasan padat penduduklah yang akan menjadi incaran para investor atau pengusaha. Untuk daerah perkotaan, para pengusaha akan cenderung untuk membangun pusat perbelanjaan modern atau yang biasa kita sebut Mall. Mungkin menurut sebagian besar orang, suatu daerah yang memiliki banyak Mall mencirikan bahwa daerah tersebut adalah daerah metropolitan yang masyarakatnya cenderung berada di kelas ekonomi menengah ke atas dan akan mendongkrak gengsi masyarakat. Padahal fakta yang ada di balik fenomena menjamurnya pusat perbelanjaan modern adalah meningkatnya sifat konsumtif. Jika jumlah pusat perbelanjaan di suatu daerah semakin banyak, lama kelamaan akan menimbulkan sifat konsumtif masyarakat di daerah tersebut.<br><br></div><div>d. Meningkatnya angka pengangguran</div><div>Semakin bertambahnya jumlah penduduk tentu akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Namun bagaimana jika lapangan pekerjaan yang tersedia tidak cukup menampung jumlah tenaga kerja yang ada? Tentu hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.</div><div>Ledakan penduduk adalah masalah yang harus segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang telah dijelaskan. Adapun solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan ledakan penduduk yaitu:<br><br></div><div>a. Melakukan program transmigrasi</div><div>b. Menggalakkan program keluarga berencana</div><div>c. Mengoptimalkan lahan dengan menggunakan teknologi.</div><div>d. Pemerataan pembangunan<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>4. <strong>Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap perkembangan kebudayaan<br></strong><br></div><div>Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat<br><br></div><div>tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan<br><br><strong>5. Pertahanan dan Keamanan</strong></div><div><br></div><div>Dengan adannya kerjasama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Beberapa negara khususnya yang memiliki letak geografis yang berdekatan, terutama yang berada dalam satu kawasan, akan berupaya untuk menjaga stabilitas pertahanan diantara negara-negara tersebut, hal ini dapat diwujudkan dengan kerja sama dibidang militer. Melalui tukar-menukar persenjataan militer maupun latihan perang bersama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-06 11:53:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165107049</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>iamsofiaa072</author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165125042</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA: SOFIA/9B/32<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/172951447/3f7b1b14d554a7cc48eb9b18d2d775b4/Dampak_Akibat_Kepadatan_Penduduk_Terhadap_Berbagai_Aspek.docx" />
         <pubDate>2017-04-06 13:07:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165125042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA : AZARIA NATHANIA A/9B/04</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165374047</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-07 13:16:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165374047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA : AZARIA NATHANIA A/9B/04</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165374290</link>
         <description><![CDATA[<div>KEPADATAN PENDUDUK INDONESIA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
<br>&nbsp; &nbsp;
<br>1.Latar Belakang
<br>Indonesia merupakan negara terpadat ke-4 di dunia setelah Cina,India, dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduknya yang mencapai 239,5 juta. Sungguh jumlah yang sangat fantastis mengingat bahwa kepulauan Indonesia bisa di katakan sebagai pulau yangg tidak&nbsp; begitu besar. 
<br>
<br>&nbsp;
<br>
<br>Dengan melihat hal tersebut tentunya kita berpikir bahwa “Bagaimana pengaruh banyaknya jumlah penduduk tersebut di dalam kehidupan kita?” Jawabannya adalah akan menimbulkan berbagai pengaruh, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan.
<br>
<br>
<br>
<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Penduduk yang besar ini dapat dilihat sebagai beban dan potensi bagi pembangunan. Semua &nbsp; upaya pembangunan, kapan dan dimanapun selalu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk, menurunkan jumlah penduduk miskin, pengangguran serta mengurangi tingkat ketimpangansosial,dan ekonomi diantara kelompok dalam masyarakat. Dilihat dari dimensi ekonomi, kesejahteraan penduduk ditentukan oleh kondisi distribusi sumberdaya seperti modal dan lahan, kesempatan berusaha dan kesempatan kerja serta yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas sumber daya manusianya.Sumber daya m anusia merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan sumber daya m anusia yang berkualitas danmemiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini diabaikan.
<br>2.Analisa
<br>Dilihat dari sudut pandang perkembangan sosial dan budaya , bertambahnya penduduk dalam jumlah besar memberikan pengaruh positif sekaligus negatif bagi suatu daerah. Pertumbuhan penduduk dapat mendorong pertumbuhan perkembangan sosial dan budaya yang baik, tetapi juga dapat sebagai penghalang bagi pertumbuhan sosial. Di negara maju pertumbuhan penduduk mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena didukung oleh investasi yang tinggi, teknologi yang tinggi dan lain-lain. Akan tetapi di negara berkembang, akibat pertumbuhan penduduk terhadap pembangunan tidaklah demikian, karena kondisi yang berlaku sama sekali berbeda dengan kondisi kehidupan sosial dan budaya negara maju. negara berkembang modal kurang, teknologi masih sederhana, tenaga kerja kurang ahli. Karena itu, pertumbuhan penduduk benar-benar dianggap sebagai hambatan pembangunan ekonomi, dimana pertumbuhan penduduk yang cepat memperberat tekanan pada lahan dan menyebabkan pengangguran dan akan mendorong meningkatnya beban ketergantungan. Penyediaan fasilitas pendidikan dan sosial secara memadai semakin sulit terpenuhi. 
<br>&nbsp;
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>&nbsp;
<br>
<br>Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap&nbsp; perkembangan sosial
<br>
<br>Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan beberapa efek&nbsp; pada keadaan perkembangan social dimasyarakat, seperti :
<br>1.Ekonomi
<br>Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir para&nbsp; pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran, gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –&nbsp; tindakan criminal lainnya.
<br>2.Pendidikan
<br>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :
<br>a. Kurangnya fasilitas pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah
<br>b. Pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.
<br>
<br>
<br>3.Kebudayaan
<br>Kita ambil contoh di Indonesia, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di&nbsp; jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah&nbsp; pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk&nbsp; juga ke dalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen&nbsp; protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan.
<br>
<br>Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap perkembangan kebudayaan
<br>	
<br>Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan.
<br>
<br>
<br>Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk :
<br>•	Kematian
<br>Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian&nbsp; dan faktor penghambat kematian .
<br>•	Kelahiran
<br>Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran&nbsp; dan yang mendukung kelahiran.
<br>•	Imigrasi
<br>Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua, maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti.
<br>
<br>Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk Lainnya:
<br>•	Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
<br>•	Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll.
<br>•	Angka pengangguran meningkat.
<br>•	Angka kesehatan masyarakat menurun.
<br>•	Angka kemiskinan meningkat.
<br>•	Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
<br>•	Ketersediaan pangan sulit.
<br>•	Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
<br>•	Angka kecukupan gizi memburuk.
<br>•	Muncul wanah penyakit baru.
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>Pengaruh-Pengaruh Terhadap Pertumbuhan Penduduk
<br>A.Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi
<br>Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Akibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
<br>B.Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Kemiskinan
<br>Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti natalitas, mortalitas, mobilitas, ketenagakerjaan, perkawinan, aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
<br>C. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial
<br>Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
<br>D.Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan
<br>Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu: Pencemaran Lingkungan
<br>Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>Penjelasan&nbsp; Teori Dorong-Tarik (Everet S. Lee)
<br>	
<br>Menurut Everet S. Lee migrasi dalam arti luas adalah perubahan tempat tinggal
<br>secara permanen atau semi permanen. Disini tidak ada pembatasan, baik pada jarak
<br>perpindahan maupun sifatnya, yaitu apakah perbedaan itu bersifat sukarela atau terpaksa.
<br>Jadi migrasi adalah gerakan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan ada niatan
<br>menetap di daerah tujuan. Tanpa mempersoalkan jauh dekatnya perpindahan, mudah atau
<br>sulit, setiap migrasi mempunyai tempat asal, tempat tujuan dan bermacam-macam
<br>rintangan yang menghambat. Factor jarak merupakan factor yang selalu ada dari
<br>beberapa factor penghalang . Factor-faktor migrasi :
<br>1. faktor-faktor yang terdapat di daerah asal.
<br>2. faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan.
<br>3. faktor penghalang antara.
<br>4. faktor-faktor pribadi (individu).
<br>
<br>3.KESIMPULAN
<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kita telah mengetahui, perkembangan budaya indonesia selalu mengalami arus naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus kita banggakan karena kita telah menjadi penduduk indonesiaoleh penduduk Indonesia, tetapi sekarang ini kebudayaan tersebut telah banyak di lupakan,dan hamper hilang sama sekali. Semakin berkembang nya zaman, rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini akan&nbsp; berdampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Semakin lemah nya kebudayaan kita, di saat itu lah banyak kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sehingga memancing bangsa kita untuk mengikuti gaya hidup luar, namun hal ini telah di tindak tegas oleh pemerintah dengan cara menaikkan lagi kebudayaan yang hampir hilang . Sebagai contoh: Batik hasil dari budaya indonesia, batik ini ternyata tidak hanya diminati oleh bangsa Indonesia,tetapi negara lain juga meminati nya,seperti: Australia hal itu muncul karena batik telah diresmikan dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
<br>Dari data-data diatas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa penduduk di suatu daerah memang akan selalu dan selalu bertambah setiap harinya,oleh karena itu kita sebagai warga negara imdonesia agar selalu mencintai dan mempertahan kebudayaan leluhur bangsa kita sendiri meskipun jaman telah berubah.
<br>
<br>4.SARAN
<br>Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi telah dilakukan pemerintah melalui berbagai program diantaranya program keluarga berencana (KB) yang dimulai awal 1970-an. Dan juga usaha-usaha pemerataan penyebaran penduduk yang dilakukan dengan cara pemindahan penduduk melalui program transmigrasi. Sehingga kita dapat menyimpulkan usaha yang harus dilakukan untuk mengatasi ledakan penduduk antara lain:
<br>a. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran (dengan KB) untuk menekan jumlah penduduk.
<br>b. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk menampung tenaga kerja.
<br>c. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu daerah.
<br>d. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan perumahan.
<br>e. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
<br>f. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
<br>g. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan dan produksi hasil pertanian lainnya meningkat.
<br>h. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia.
<br>&nbsp; &nbsp;Dengan diterapkannya semua saran diatas, diharapkan laju pertumbuhan yang tinggi pun dapat diatasi dan pemerintah pun dapat meningkatkan produksi pangan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga dapat tercipta Perkembangan sosial dan budaya yang akan mengarah kearah positif bagi seluruh penduduk Indonesia.
<br>
<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-07 13:17:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165374290</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama : Nirmala Desi A/9B/25</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165384456</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk di bidang :</div><div>&nbsp;</div><div>1. Keamanan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Seperti yang kita tahu,&nbsp; kepadatan penduduk yang tak terkendalikan ini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas.</div><div>&nbsp;</div><div>2. Budaya&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk juga berdampak dalam bidang kebudayaan. Karena banyak penduduk, menjadi semakin banyaknya budaya luar negeri yang masuk kedalam Indonesia(globalisasi), menyebabkan kebudayaan asli Indonesia semakin dilupakan, mulai dari cara berpakaian, cara bertutur kata(berbicara). sebagian besar korban globalisasi di Indonesia adalah anak anak remaja, mereka menuntut dirinya untuk semakin mengikuti perkembangan jaman yang ada tak jarang juga mereka menjadi bersifat individual, melupakan sifat Indonesia gotong royong.</div><div>&nbsp;</div><div>3. Pendidikan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Kesehatan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>5. Ekonomi&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ledakan penduduk pada masa sekarang ini telah membawa dampak yang cukup merugikan bagi bangsa. jika penduduk semakin bertambah, maka pemerintah juga harus memperhatikan tentang ketenaga kerjaan. apabila tenaga kerja semakin bertambah maka jumlah lapangan pekerjaan harus ditambah juga. Karena semakin berkurangnya lapangan kerja, banyak mengakibatkan pengangguran, yang juga meningkatkan angka kemiskinan bertambah. selain itu pengangguran dan kemiskinan dapat mengakibatkan orang untuk berbuat kriminal , misalnya : mencuri, merampok, begal dll.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-07 13:52:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165384456</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Anisya Vira R / 9B / 02</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165529206</link>
         <description><![CDATA[<div><br>A.	Dampak Kepadatan Penduduk Pada Bidang Sosial<br>Penduduk yang tidak merata bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial pada daerah tertentu, misalnya dikota besar akan muncul pemukiman-pemukiman kumuh di bantaran sungai yang sangat padat. Pemukiman kumuh ini menyebabkan masalah sosial yaitu kemiskinan. Selain itu terdapat juga masalah kesehatan karena sangat sulitnya mendapatkan air bersih dan tidak adanya sanitasi yang memadai. Pencemaran lingkungan juga terjadi karena limbah rumah tangga dibuang begitu saja ke sungai. Para penduduk juga melakukan kegiatan sehari-hari di sungai, misalnya : mencuci, mandi dan buang hajat di sungai. Dan semua kegiatan itu dapat merugikan bagi penduduk di sekitar sungai.<br><br>Penduduk yang padat juga menimbulkan banyaknya aksi kriminalitas, karena sangat ketatnya persaingan untuk mencari nafkah sehingga sebagian penduduk tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur. Hal ini menyuburkan tindak kriminal di masyarakat.<br><br>Di lain tempat yang penduduknya sangat sedikit akan terjadi kekurangan sumber daya manusia yang bisa menghambat pembangunan. Padahal pembangunan di daerah tertinggal sangat membutuhkan SDM yang banyak dan berkualitas. Tetapi sekali lagi mental masyarakat yang ingin cepat mendapatkan pekerjaan sehingga mereka lebih memilih pindah ke daerah-daerah yang padat penduduknya, misalnya di perkotaan atau di pulau Jawa.<br><br>Kesimpulan untuk dampak kepadatan penduduk di bidang sosial :<br>1. Tingkat pendidikan bisa semakin tinggi (jika penduduknya besaing unuk menuntut ilmu)2. Tingkat pendidikan bisa semakin mahal (karena banyaknya penduduk memerlukan sekolah yang banyak)3. Rasa kekeluargaan semakin tinggi (jika penduduknya mau menimbulkan rasa kekeluargaan)4. Rasa kekeluargaan semakin rendah (karena penduduknya terlalu fokus untuk dirinya sendiri)<br><br>B.	Dampak Kepadatan Penduduk Pada Bidang Ekonomi<br><br>Sebaran penduduk yang timpang bisa menyebabkan pemusatan kegiatan ekonomi hanya pada daerah tertentu saja. Perkotaan menjadi tempat terjadinya kegiatan ekonomi yang paling besar. Semua fasilitas perdagangan, industri dan transportasi ada di sana, Sehingga hasil-hasil pembangunan dan kesejahteraan hanya dinikmati hanya segelintir orang saja. Sedangkan di daerah lainnya yang mempunyai penduduk sedikit akan kurang terperhatikan dan kesejahteraan ekonominya menurun karena kurang fasilitas dan tidak adanya sumber daya ekonomi.<br><br>Masalah pengangguran dan kemiskinan juga menjadi hal bisa terjadi jika penduduk yang tidak merata. Sehingga perlu ada solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan program transmigrasi dan pembangunan klaster-klaster industri di luar jawa.&nbsp;<br><br>Kesimpulan untuk dampak kepadatan penduduk di bidang ekonomi :<br>1. Masyarakat yang kurang mampu akan semakin banyak2. Jumlah lapangan kerja semakin terbatas3. Jumlah lapangan kerja bertambah (jika penduduk baru membuat lapangan kerja sendiri)4. Semakin tinggi persaingan harga kebutuhan pokok.<br><br>C.	Dampak Kepadatan Penduduk Pada Bidang Budaya<br><br>Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis. Sedangkan daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya &nbsp;lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilaisi. Akibat lebih lanjut banyak penduduk yang kehilangan budaya leluhur mereka berganti dengan budaya yang baru yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan orang banyak.<br><br>D.	Dampak Kepadatan Penduduk Pada Bidang Politik&nbsp;<br>&nbsp;<br>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah. Di pulau Jawa dengan penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.<br><br>Selain itu Kepala Daerah sangat &nbsp;sulit melakukan pembangunan &nbsp;jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.<br><br>E.	Dampak Kepadatan Penduduk Pada Bidang Keamanan<br>Dampak apabila kepadatan penduduk di bidang keamanan adalah :<br>1. Tingkat kriminalitas tinggi2. Semakin mudahnya para penyelundup masuk3. Bisa terjadi penyelundupan barang barang yang dilarang4. Pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 00:20:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165529206</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535519</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 06:03:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535519</guid>
      </item>
      <item>
         <title>na</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535772</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 06:20:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535772</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA : ALMA KHALISA RAHMA/9B/01</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535773</link>
         <description><![CDATA[<div>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK DALAM BERBAGAI BIDANG</div><div>&nbsp;1.Ekonomi</div><div>- Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban Negara.</div><div>- dampak dari pengangguran dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –&nbsp; tindakan criminal lainnya.</div><div>&nbsp;2.Pendidikan</div><div>Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; kurangnya fasilitas pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.</div><div>&nbsp;</div><div>Tingkat pendidikan yang buruk dapat menyebabkan anak-anak mengalami depresi. Hal ini memicu terjadinya pekerjaan-pekerjaan yang tidak layak dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.</div><div>&nbsp;Bahkan dampak lain dari masalah ini bisa menyebabkan tingkat tindakan kriminal yang dilakukan anak-anak meningkat. Generasi muda dan anak-anak yang cerdas adalah kunci kemajuan suatu negara. Jika masa kanak-kanak mereka diisi dengan hal-hal negatif maka jalan menuju kesuksesan bangsa akan semakin jauh.<br><br></div><div>3. Kebudayaan<br>- Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barattersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus lainnya.</div><div>&nbsp;</div><div>-&nbsp; penduduk yang jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis.</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>4. Politik<br><br></div><div>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah. Di pulau Jawa dengan penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.</div><div>&nbsp;</div><div>Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.</div><div>&nbsp;<br>5. Keamanan<br><br></div><div>- Tingkat kriminalitas tinggi<br>&nbsp;- Semakin mudahnya para penyelundup masuk<br>&nbsp;- Bisa terjadi penyelundupan barang barang yang dilarang<br>&nbsp;- Pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 06:20:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Nirma Kumala M.A/9B/24</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535805</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk meliputi bidang politik,ekonomi,sosial budaya,kemanan,dan pertahanan.<br>1.Dampak kepadatan penduduk dalam bidang politik<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 06:21:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Nirma Kumala M.A/9B/24</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535981</link>
         <description><![CDATA[<div>0Dampak kepadatan penduduk berpengaruh terhadap bidang politik,ekonomi,sosial budaya,keamanan,dan pendidikan.<br>1.Dampak kepadatan penduduk dalam bidang politik Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah. Di pulau Jawa dengan penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.</div><div><br></div><div>Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.<br>2.Dampak Kepadatan penduduk dalam bidang Ekonomi<br>Sebaran penduduk yang timpang bisa menyebabkan pemusatan kegiatan ekonomi hanya pada daerah tertentu saja. Perkotaan menjadi tempat terjadinya kegiatan ekonomi yang paling besar. Semua fasilitas perdagangan, industri dan transportasi ada di sana, Sehingga hasil-hasil pembangunan dan kesejahteraan hanya dinikmati hanya segelintir orang saja. Sedangkan di daerah lainnya yang mempunyai penduduk sedikit akan kurang terperhatikan dan kesejahteraan ekonominya menurun karena kurang fasilitas dan tidak adanya sumber daya ekonomi.</div><div><br></div><div>Masalah pengangguran dan kemiskinan juga menjadi hal bisa terjadi jika penduduk yang tidak merata. Sehingga perlu ada solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan program transmigrasi dan pembangunan klaster-klaster industri di luar jawa.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>Dampak di Bidang Budaya</strong></div><div>Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis. Sedangkan daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya&nbsp; lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilaisi. Akibat lebih lanjut banyak penduduk yang kehilangan budaya leluhur mereka berganti dengan budaya yang baru yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan orang banyak.</div><div>3.Dampak kepadatan penduduk dalam bidang sosial budaya<br>Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat</div><div>&nbsp;</div><div>tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan<br>4.Dampak kepadatan penduduk dalam bidang pendidikan<br>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :</div><div>a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah</div><div>&nbsp;b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.<br>5.Dampak kepadatan penduduk dalam bidang Keamanan<br>Penduduk merupakan pelaku penting dalam upaya<br><br>Hankam Negara untuk meningkatkan Ketahanan Nasionalnya<br><br>karena ciri-ciri dan perilakunya dapat mempengaruhi<br><br>upaya Hankam, dilihat dari :<br><br>&lt;br&gt;&lt;br&gt;<br><br>A. Kependudukannya.<br><br>1. Jumlah dan pertumbuhannya terus meningkat<br><br>Kenaikannya tidak diikuti dengan pertambahan<br><br>jumlah kebutuhan penduduk secara seimbang sehingga<br><br>sering menimbulkan berbagai masalah yang<br><br>mengganggu Ketahanan Nasional.<br><br>2. Berdasarkan komposisi umur, jenis kelamin dan usia<br><br>reproduksi, jumlah perempuan lebih banyak dari<br><br>jumlah laki-laki. Hal ini menunjukkan tingkat<br><br>fertilitas masih cukup tinggi.<br><br>3. Kelompok usia muda lebih banyak dibanding<br><br>kelompok usia tua, berarti masih,menunjukkan lagu<br><br>pertumbuhan penduduk Indonesia masih cukup tinggi<br><br>4. Persebaran penduduk, kepadatannya dan persebaran<br><br>angkatan kerjanya tidah merata untuk setiap<br><br>wilayahnya, sehingga sering menimbulkan kerawanan<br><br>kerawanan di berbagai bidang.<br><br>5. 78% angkatan kerjanya berpendidikan SD ke bawah,<br><br>sehingga sumber daya manusianya kurang bisa<br><br>diproduktifkan dalam pembangunan.<br><br>&lt;br&gt;&lt;br&gt;<br><br>B. Pertahanan Keamanan Negaranya.<br><br>Penduduk yang ditempatkan ke dalam unsur-unsur<br><br>Hankam masih belum memenuhi persyaratan seperti pada:<br><br>1. Masih sulit diperoleh dari penduduk yang mampu<br><br>menggunakan segala jenis perlengkapan militer<br><br>untuk AL, AU, Artileri dan Havaleri (ADJ,<br><br>2. Penduduk yang mampu menggunakan senjata dengan<br><br>kondisi yang ada dan dapat menghancurkan musuh di garis dapan yang dipersiapkan untuk Infantri (AD)<br><br>masih langka/sulit diperoleh.<br><br>3. POLRI, berasal dari penduduk berkualitas yang<br><br>mampu melayani logistik, personil dan lain-lain.<br><br>4. Rakyat terlatih, cadangan dan Perlindungan<br><br>Masyarakat, semua berasal dari penduduk yang<br><br>berkualitas.<br><br>5. Hasil seleksi langsung dari penduduk, banyak calon<br><br>yang gagal pada tes Kesamaptaan dan Kesehatan<br>C. Ketahanan Nasionalnya.<br>Dari delapan Gatra (Asta Gatra) sebagai unsur-<br>unsur Ketahanan Nasional masih terdapat kendala-kendala yang dapat mengancam kelangsungan Hidup Bangsa danNegara Indonesia<br>Oleh sebab itu, ciri-ciri dan perilaku penduduk serta<br>sosialisasinya dalam kecintaan terhadap tanah air (Bela<br>Negara) harus ditata kembali agar mampu mendukung upaya<br>Hankam Negara dalam rangka meningkatkan Ketahanan nasional.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 06:28:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165535981</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165537198</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 07:03:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165537198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Arnetta Putri P/9B/03</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165537964</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak kepadatan penduduk dalam bidang -bidang berikut:<br><br><br>1. Kesehatan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</div><div>2. Ekonomi&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ledakan penduduk pada masa sekarang ini telah membawa dampak yang cukup merugikan bagi bangsa. jika penduduk semakin bertambah, maka pemerintah juga harus memperhatikan tentang ketenaga kerjaan. apabila tenaga kerja semakin bertambah maka jumlah lapangan pekerjaan harus ditambah juga. Karena semakin berkurangnya lapangan kerja, banyak mengakibatkan pengangguran, yang juga meningkatkan angka kemiskinan bertambah. selain itu pengangguran dan kemiskinan dapat mengakibatkan orang untuk berbuat kriminal , misalnya : mencuri, merampok, begal dll.</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>3. Keamanan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Seperti yang kita tahu,&nbsp; kepadatan penduduk yang tak terkendalikan ini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Budaya&nbsp;</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk juga berdampak dalam bidang kebudayaan. Karena banyak penduduk, menjadi semakin banyaknya budaya luar negeri yang masuk kedalam Indonesia(globalisasi), menyebabkan kebudayaan asli Indonesia semakin dilupakan, mulai dari cara berpakaian, cara bertutur kata(berbicara). sebagian besar korban globalisasi di Indonesia adalah anak anak remaja, mereka menuntut dirinya untuk semakin mengikuti perkembangan jaman yang ada tak jarang juga mereka menjadi bersifat individual, melupakan sifat Indonesia gotong royong.</div><div>&nbsp;</div><div>5. Pendidikan</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 07:27:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165537964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Zephania Malakhiah Putri Ely/9B/</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165546788</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK DI BEBERAPA BIDANG<br></strong><br></div><div><strong>1. Dampak kepadatan penduduk di bidang ideologi<br></strong><br></div><div>Terdapat pengangguran yang tinggi yang kemudian menyebabkan penduduk yang kurang mampu sehingga beberapa dari mereka membangun rumah di tepian sungai yang mengakibatkan berkurangnya ketersedian lahan, beberapa dari penduduk tersebut juga sebagian besar melakukan kegiatan seperti mandi dan mencuci pakaian di aliran sungai dikarenakan mereka kekurangan air bersih.<br><br></div><div>Juga menyebabkan kerusakan lingkungan.<br><br></div><div><strong>2. Dampak kepadatan penduduk di bidang politik<br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk yang kadang tidak merata, menyebabkan proses politik yang akan dijalankan menjadi susah terjangkau.<br><br></div><div><strong>3. Dampak kepadatan penduduk di bidang ekonomi<br></strong><br></div><div>Pendapatan per kapita yang berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun, yang juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Akibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat. <br><br></div><div><strong>4. Dampak kepadatan penduduk di bidang sosial dan budaya<br></strong><br></div><div>Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan meningkat, yang kemudian menyebabkan kenaikan angka kriminalitas atau kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.<br><br></div><div>Kepadatan penduduk yang tidak merata juga dapat menyebabkan masalah kesehatan dan pendidikan. Masalah kesehatan dan pendidikan akan terganggu karena fasilitas yang harus di sediakan sangat banyak untuk mengimbangi jumlah penduduk yang sangat banyak.<br><br></div><div><strong>5. Dampak kepadatan penduduk di bidang pertahanan dan keamanan <br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk juga dapat menyebabkan terjadinya penyelundupan barang illegal, pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk, seorang penyelundup juga bisa masuk dengan mudahnya, dan sering terjadi tawuran.<br><br></div><div> <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 11:40:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165546788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Putri Dian Shafira /9B/27</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165549807</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/190603607/0f50f9b3202557c6ff659d48b4dbb76c/DAMPAK_KEPADATAN_PENDUDUK.docx" />
         <pubDate>2017-04-09 13:02:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165549807</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Sekar Luthfia F S/9B/31                                             </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550369</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi&nbsp;<br>Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang.&nbsp; Akibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.<br><br></div><div><br>&nbsp;2. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial dan Budaya&nbsp;<br>&nbsp;Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan meningkat.&nbsp; sehingga akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat..masalah kesehatan dan pendidikan akan terganggu karena jumlah fasilitas kurang mengimbangi dengan jumlah penduduk di Indonesia.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Selain itu banyaknya penduduk di Indonesia, semakin banyak kebudayaan asing yang masuk di Indonesia sehingga menyebabkan kebudayaan asli di Indonesia semakin ditinggalkan. Banyak anak remaja yang semakin melupakan budaya Indonesia seperti berpakaian minim, bertutur kata dll dengan mengikuti kebudayaan barat tak jarang remaja Indonesia bersikap individualis, melupakan sifat Indonesia gotong royong&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>3.Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan&nbsp;<br>&nbsp;Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:&nbsp;<br>&nbsp;<br>&nbsp;1) Makin berkurangnya lahan produktif, seperti sawah dan perkebunan karena lahan tersebut dipakai untuk pemukiman.&nbsp;<br>&nbsp;2) Makin berkurangnya ketersediaan air bersih. Manusia membutuhkan air bersih untuk keperluan hidupnya. Pertambahan penduduk akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan air bersih. Hal ini menyebabkan persediaan air bersih menurun.&nbsp;<br>&nbsp;3) Pertambahan penduduk juga menyebabkan arus mobilitas meningkat. Akibatnya, kebutuhan alat tranportasi meningkat dan kebutuhan energi seperti minyak bumi meningkat pula. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara dan membuat persediaan minyak bumi makin menipis.&nbsp;</div><div>4) Pertambahan penduduk juga menyebabkan makin meningkatnya limbah rumah tangga, seperti sampah dan lain-lain. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>4. Pengaruh kepadatan penduduk terhadap&nbsp; Bidang Pertahanan</div><div><br>&nbsp;1. Tingkat kriminalitas tinggi<br>&nbsp;2. Semakin mudahnya para penyelundup masuk<br>&nbsp;3. Bisa terjadi penyelundupan barang barang yang dilarang<br>&nbsp;4. Pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk &nbsp;</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 13:15:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Muhammad Hazazi/9B/20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550616</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div><strong>1. Dampak kepadatan penduduk di bidang ideologi<br></strong><br></div><div>Terdapat pengangguran yang tinggi yang kemudian menyebabkan penduduk yang kurang mampu sehingga beberapa dari mereka membangun rumah di tepian sungai yang mengakibatkan berkurangnya ketersedian lahan, beberapa dari penduduk tersebut juga sebagian besar melakukan kegiatan seperti mandi dan mencuci pakaian di aliran sungai dikarenakan mereka kekurangan air bersih.<br><br></div><div>Juga menyebabkan kerusakan lingkungan.<br><br></div><div><strong>2. Dampak kepadatan penduduk di bidang politik<br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk yang kadang tidak merata, menyebabkan proses politik yang akan dijalankan menjadi susah terjangkau.<br><br></div><div><strong>3. Dampak kepadatan penduduk di bidang ekonomi<br></strong><br></div><div>Pendapatan per kapita yang berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun, yang juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Akibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.<br><br></div><div><strong>4. Dampak kepadatan penduduk di bidang sosial dan budaya<br></strong><br></div><div>Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan meningkat, yang kemudian menyebabkan kenaikan angka kriminalitas atau kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.<br><br></div><div>Kepadatan penduduk yang tidak merata juga dapat menyebabkan masalah kesehatan dan pendidikan. Masalah kesehatan dan pendidikan akan terganggu karena fasilitas yang harus di sediakan sangat banyak untuk mengimbangi jumlah penduduk yang sangat banyak.<br><br></div><div><strong>5. Dampak kepadatan penduduk di bidang pertahanan dan keamanan<br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk juga dapat menyebabkan terjadinya penyelundupan barang illegal, pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk, seorang penyelundup juga bisa masuk dengan mudahnya, dan sering terjadi tawuran.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 13:21:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550616</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Devy laily asih utami/9B/08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550864</link>
         <description><![CDATA[<div><br>A. Dampak kepadatan penduduk dibidang sosial dan budaya<br><br>Kepadatan penduduk di suatu wilayah yang tidak merata akan berdampak pada kurangnya lapangan pekerjaan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 13:26:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Firyal Dalilah I/9B/13</title>
         <author>firyal992</author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550998</link>
         <description><![CDATA[<div><br>A.Pengaruh Kepadatan Penduduk Dibeberapa Bidang<br><br>Jumlah penduduk di suatu daerah atau negara mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Apabila pertumbuhan penduduk terus bertambah dan tidak dapat terkendali maka akan menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan sebuah negara. Berikut adalah dampak kepadatan penduduk dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lingkungan&nbsp;<br><br><br>1) Bidang Ekonomi&nbsp;<br>Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah&nbsp; meledaknya jumlah penduduk yang akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara. Semakin banyak pengangguran di sebuah negara akan mengakibat pendapatan perkapita menurun. Sehingga tingkat kriminalitas sangat tinggi karena adanya daya saing antar kehidupan bermasyarakat ,contoh : Pencurian,&nbsp; Perampokan, Penipuan dll<br><br><br>2) Bidang Sosial<br>Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat. Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan tingkat kemiskinan meningkat. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.<br><br>&nbsp;<br>3)&nbsp; Bidang Budaya<br>karena semakin padatnya penduduk juga dapat mempengaruhi unsur kebudayaan. Sebuah kebudayaan dapat berubah dengan adanya kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri.&nbsp;<br><br><br>4) Bidang&nbsp; Politik<br>Dampak kepadatan penduduk adalah Kelebihan tenaga kerja sedangkan lahan kerja sangat sedikit. Jika banyaknya tenaga kerja tidak berkualitas maka akan berdampak pada politik sebuah negara yaitu sulitnya pemerintah untuk mengatur penduduk di sebuah daerah, pembangunan negara menjadi terhambat,&nbsp; banyak permasalahan kesenjangan sosial memberi dampak diplomasi yang tidak seimbang untuk negara dengan dunia internasional&nbsp;<br><br><br>5) Bidang Keamanan<br>Kepadatan penduduk akan berakibat Terjadinya kecemburuan sosial antar-masyarakatyang menyebabkan konflik sehingga sering terjadi tawuran antar warga dan pelajar. Selain itu&nbsp; tingkat kriminalitas dalam masyarakat meningkat. Hal ini menyebabkan Ketahan Nasional menurun sebab semakin banyak konflik antar masyarakat dan tindak kriminal semakin menghilangkan rasa persatuan dan kesatuan&nbsp;<br><br><br>6) Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan<br>a) Makin berkurangnya lahan produktif<br>b) Makin berkurangnya ketersediaan air bersih.<br>c)Pertambahan penduduk juga menyebabkan makin meningkatnya limbah rumah tangga. Dll<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 13:29:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165550998</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Devy laily asih utami/9B/08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165551006</link>
         <description><![CDATA[<div><br>A. Kepadatan penduduk di bidang sosial&nbsp;<br><br>Pada suatu wilayah yang memiliki tingkat kepadatan tidak merata akan menyebangkan kurangnya lapangan pekerjaan<br><br>B. Kepadatan penduduk dibidang ekonomi<br><br>Karena kurangnya lapangan pekerjaan dan banyaknya masyarakat akan menjadikan seseorang bertindak kriminalitas untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tinggi<br><br>C. Kepadatan penduduk dibidang politik<br><br>Dalam bidang politik, masyarakat bebas berpendapat. Sehingga memiliki banyak keberagaman untuk memilih calon pemimpin contohnya walikota dll.<br><br>D. Kepadatan penduduk dibidang ideologi<br><br>Kepadatan masyarakat atau disebut kepadatan penduduk ini memiliki banyak dampak salah satuhnya dalam bidang ideologi. Masyarakat memiliki banyak keberagaman budaya. Mereka memiliki kepercayaan masing masing sehingga indonesia hal ini menjadikan kebhinekaan tunggal ika<br><br>E. Kepadatan penduduk dibidang budaya<br><br>Dalam suatu wilayah jika memiliki penduduk yang sangat padat akan terlahirnya keberagaman suku,makanan khas, tarian, bahasa dll. Sebagai contoh ani berasal dari palembang ia tinggal di surabaya dan ia membuka kedai empek empek ia memperkenalkan makanan khasnya daerahnya dan menjadikannya sebagai usaha kecil untuk menambah penghasilan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 13:29:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165551006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Reyhan jarsi yoga/9B/29</title>
         <author>rejarjago</author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165553667</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP BERBAGAI BIDANG</strong></div><div>Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas atau dengan kata lainperbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan.secara umum, tingkat kepadatan penduduk ataupopulation density dapat diartikan sebagaiperbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luasdaerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuanluas tertentu. Kepadatan penduduk memiliki dampakdalam berbagai bidang yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.</div><div> </div><div>A)<strong>Kepadatan penduduk dalam bidang ideologi</strong></div><div>pengangguran yang tinggi menyebabkanpenduduk kurang mampu, sehingga beberapa darimereka membangun rumah di tepian sungai yang mengakibatkan berkurangnya ketersedian lahan, beberapa dari penduduk tersebut dan jugasebagian besar melakukan kegiatan seperti mandidan mencuci pakaian di aliran sungai dikarenakankesediaan air bersih yang kurang. Hal itumenyebabkan kerusakan lingkungan.</div><div> </div><div>B)<strong>Kepadatan penduduk dalam bidang politik</strong></div><div>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposionalakan menimbulkan masalah dalam penentuanjumlah wakil rakyat pada setiap daerah. Di pulauJawa dengan penduduk yang begitu besar tetapiwilayahnya sempit biasanya mempunyai wakilrakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentangoleh penduduk di pulau lain yang mempunyaipenduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikitpadahal di daerah mereka mempunyai sumberdaya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadiketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawadangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perluada kebijakan politik dalam menentukan jumlahwakil rakyat antara daerah yang padatpenduduknya dengan daerah yang jarangpenduduknya.</div><div> <br>3)<strong>Kepadatan penduduk dalam bidang ekonomi</strong></div><div>Dampak kepadatan penduduk terhadapekonomi adalah pendapatan per kapita berkurangsehingga daya beli masyarakat menurun. Hal inijuga menyebabkan kemampuan menabungmasyarakat menurun sehingga dana untukpembangunan negara berkurang. Akibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang danpengangguran makin meningkat</div><div> </div><div> </div><div> </div><div>D)<strong>Kepadatan penduduk dalam bidang sosial</strong></div><div>Jika lapangan pekerjaan berkurang, makapengangguran akan men ingkat. Hal ini akanmeningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinyaurbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa kekota untuk mendapatkan pekerjaan yang layakmakin meningkatkan penduduk kota. Hal iniberdampak pada lingkungan dan kesehatanmasyarakat.</div><div> </div><div>E)<strong>Kepadatan penduduk dalam bidang budaya</strong></div><div>Budaya masyarakat Indonesia yang sukabergotong royong dan bekerja sama juga akanhilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalupadat akan membuat persaingan yang sangat ketatsehingga menyababkan penduduk menjadi lebihindividualis. Sedangkan daerah yang penduduknyakurang akan kehilangan<strong> </strong>budaya asli mereka karenatidak ada lagi yang mau melestarikan budayatersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik kedaerah yang lebih padat yang multikultur sehinggakebudayaan masing-masing penduduk akan hilangatau melebur dengan budaya  lainya dalam bentukakulturasi dan asimilaisi. Akibat lebih lanjut banyakpenduduk yang kehilangan budaya leluhur merekaberganti dengan budaya yang baru yang cenderungmementingkan kepentingan pribadi dari padakepentingan orang banyak.</div><div> </div><div><strong>Kepadatan penduduk dalam bidang pertahanandan keamanan</strong></div><div>Kepadatan penduduk yang tak terkendalikanini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah makin tingkat kependudukan tinggidan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkantingginya tingkat pengangguran, angka kriminalitasyang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurangbaik yang menimbulkan keresahan yang terjadi di masyarakat. Apabila pendapatan rendah, banyakorang yang terpaksa melakukan tindakan kriminalagar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entahdengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggudengan adanya tindak kriminalitas. Hal inimemberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang namun terkadang pekerjaan para pihakyang berwenang seperti satpam dan polisi kurangefektif karena jumlah penduduk yang padat, seorang penyeludup  juga bisa masuk denganmudahnya, dan tawuran pun sering terjadi.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 14:19:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165553667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ria Sri Hapeni/9B/30</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165556508</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK&nbsp; DI BERBAGAI&nbsp; BIDANG<br></strong><br></div><div><strong>1. Dampak kepadatan penduduk di bidang ideologi<br></strong><br></div><div>pengangguran yang tinggi menyebabkan penduduk menjadi kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka, sehingga beberapa dari mereka membangun rumah di tepian sungai yang mengakibatkan berkurangnya ketersedian lahan di sungai, beberapa dari penduduk tersebut dan juga sebagian besar melakukan kegiatan seperti mandi dan mencuci pakaian di aliran sungai dikarenakan kesediaan air bersih yang kurang. Hal itu menyebabkan kerusakan lingkungan terjadi.<br><br></div><div><strong>2. Dampak kepadatan penduduk di bidang politik<br></strong><br></div><div>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proporsional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah. Dampak ini mengacu pada kepadatan penduduk yang tidak merata. Seperti, pulau Jawa memiliki penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa.&nbsp; Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM, apalagi SDM yang berkualitas.<br><br></div><div><strong>3. Dampak kepadatan penduduk di bidang ekonomi<br></strong><br></div><div>Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah&nbsp; meledaknya jumlah penduduk yang akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara. Semakin banyak pengangguran di sebuah negara akan mengakibat pendapatan perkapita menurun. Sehingga tingkat kriminalitas sangat tinggi karena adanya daya saing antar kehidupan bermasyarakat ,contoh: Pencurian,&nbsp; Perampokan, Penipuan dan lainnya.<br><br></div><div><strong>4. Dampak kepadatan penduduk di bidang sosial dan budaya<br></strong><br></div><div>&nbsp;Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku dalam masyarakat. Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis. Sedangkan daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya&nbsp; lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilaisi. Akibat lebih lanjut banyak penduduk yang kehilangan budaya leluhur mereka berganti dengan budaya yang baru (budaya asing) yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan orang banyak.<br><br></div><div><strong>5. Dampak kepadatan penduduk di bidang pertahanan dan keamanan&nbsp;<br></strong><br></div><div>Makin tinggi tingkat kepadatan penduduk disebuah Negara atau daerah maka makin tinggi pula tingkat keamanan yang harus dimiliki Negara ataupun daerah tersebut. Tapi nyatanya jika tingginya kepadatan penduduk menyebabkan makin tingginya tingkat pengangguran dan tingkat kriminalitass yang terjadi dan itu menyebabkan timbulnya keresahan yang terjadi di massyarakat. Hal ini memberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang contohnya Polisi dan juga Tentara namun terkadang masih ada beberapa kelalaian dari pihak&nbsp; yang berwenang tersebut.</div><div><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</strong></div><div><strong>6. Dampak kepadatan penduduk di bidang pendidikan</strong></div><div>&nbsp;</div><div>Pendidikan merupakan dasar yang sangat penting bagi suatu negara, semakin bagus pendidikan suatu negara bisa mendorong negara tersebut untuk maju, Jika kepadatan penduduk tidak dapat ditanggulani dengan baik dan sarana prasarana pendidikan semakin kecil, maka banyak anak-anak yang tidak bisa bersekolah, lingkar pendidikan di suatu negara menjadi rendah dan akhirnya produktifitas bekerja akan menurun nantinya.<br><br></div><div><strong>7. Dampak kepadatan penduduk di bidang kesehatan<br></strong><br></div><div>Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian, karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-09 15:13:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165556508</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leonandra E.V</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165620554</link>
         <description><![CDATA[<div>9B/17</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/191041377/6d66ce6f07325f67703819a581a269ab/Video_20170409114628664_by_videoshow.mp4" />
         <pubDate>2017-04-10 08:13:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165620554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leonandra E.V</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165620817</link>
         <description><![CDATA[<div>9B/17<br><br>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Kehidupan&nbsp;<br><br>Jumlah manusia yang makin meningkat memiliki dampak dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang Ideologi, Politik,ekonomi, sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan.<br><br>1. Dampak Kepadatan Penduduk di bidang ideologi<br><br>Pengangguran yang tinggi menyebabkan penduduk kurang mampu memenuhi kehidupan sehari hari. Sehingga mereka membangun rumah di pinggiran sungai yang menyebabkan tercemarnya ekosistem sungai<br><br>2.Dampak kepadatan penduduk bidang ekonomi<br><br><br></div><div>Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir para&nbsp; pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran, gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –&nbsp; tindakan criminal lainnya.</div><div><br></div><div>3. Dampak kepadatan penduduk bidang sosial<br><br><br>Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.<br><br>4.Dampak kepadatan penduduk bidang pendidikan<br><br><br>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :</div><div>a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah</div><div>&nbsp;b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.</div><div><br>5. Dampak kepadatan penduduk bidang kebudayaan<br>Kita ambil contoh di Indonesia, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa</div><div>&nbsp; Belanda. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di&nbsp; jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai.&nbsp;</div><div><br>6. Dampak kepadatan penduduk bidang politik&nbsp;<br><br><br>menyebabkan proses politik yang akan di jalankan menjadi susah terjangkau jika tidak adanya pemerataan persebaran penduduk.&nbsp;<br><br>7. Dampak kepadatan penduduk bidang keamanan dan pertahan<br><br><br>Kepadatan penduduk menyebabkan:<br>1.Tingkat kriminalitas tinggi<br>2.Semakin mudahnya para penyelundup masuk<br>3. Bisa terjadi penyelundupan barang barang yang dilarang<br>4. Pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk<br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 08:15:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165620817</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165643982</link>
         <description><![CDATA[<div>KATRINE PUTRI (15/9B)<br>JESSE RAPHAELA (14/9B)<br>YOGHURT NANAS<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/191083639/50791053c2742fdb5e691faa2f049eab/XiaoYing_Video_1489409121815.mp4" />
         <pubDate>2017-04-10 11:52:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165643982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JESSE RAPHAELA F. (14/9B)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165649620</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap berbagai bidangl&nbsp;</strong></div><div><br></div><div>Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan beberapa efek&nbsp; pada keadaan&nbsp; dimasyarakat, seperti :&nbsp;</div><div><br></div><div>1.Ekonomi&nbsp;</div><div>Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir para&nbsp; pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran, gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –&nbsp; tindakan criminal lainnya.&nbsp;</div><div><br></div><div>2.Pendidikan&nbsp;</div><div>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :&nbsp;</div><div>a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah&nbsp;</div><div>&nbsp;b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.&nbsp;</div><div><br></div><div>3.Kebudayaan&nbsp;</div><div>Kita ambil contoh di Indonesia, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa&nbsp;</div><div>&nbsp; Belanda. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di&nbsp; jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah&nbsp; pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk&nbsp; juga ke dalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen&nbsp; protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan.<br>4. Sosia<strong>l<br></strong>Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku dalam masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial di masyarakat.<br><br></div><div>a. Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan<br><br></div><div>Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.Tapi apa yang terjadi jika ternyata stok sandang, pangan, dan papan yang ada ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk yang jumlahnya semakin bertambah ?<br><br></div><div>Dalam buku berjudul <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Population_Bomb&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>The Population Bomb</em></a> (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_R._Ehrlich&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>Paul R. Ehrlich</em></a> meramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Malthus"><em>Thomas Malthus</em></a><em> dalam </em><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=An_Essay_on_the_Principle_of_Population&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>An Essay on the Principle of Population</em></a> (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan . Sebagai contoh untuk kebutuhan pangan, pemerintah memiliki BULOG (Badan Urusan Logistik) untuk pemerintah pusatdan DOLOG (Depot Logistik) untuk pemerintah daerah yang berfungsi salah satunya untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan lain-lain. Semakin bertambahnya penduduk, maka akan semakin banyak pula kebutuhan pangan pokok yang harus disediakan oleh DOLOG.Bagaimana jika kebutuhan sembako yang disediakan oleh DOLOGternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk di daerah itu? Tentu sembako akan menjadi barang rebutan dan akan menjadi barang yang langka yang mengakibatkan harganya akan semakin melonjak dan masyarakat yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli kebutuhan pangan tersebut, dan tentu akan berdampak pada kemiskinan yang kian parah.<br><br></div><div>b. Berkurangnya lahan tempat tinggal<br><br></div><div>Untuk memenuhi kebutuhan papan yakni rumah tentu kita memerlukan lahan untuk membangun. Semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain.<br><br></div><div>Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan papan, untuk memenuhi kebutuhan pangan pun kita memerlukan lahan. Misalnya beras, untuk menghasilkan beras tentu diperlukan sawah untukmenanam padi.Semakin bertambahnya penduduk semakin bertambah pula kebutuhan akan beras . Dan semakin bertambahnya kebutuhan beras akan semakin bertambah pula kebutuhan akan lahan untuk menanam padi. Apa yang terjadi jika lahan ‘lumbung padi’ nasional semakin lama semakin berkurang ? Jika kita dilihat dua fenomena di atas, ledakan penduduk&nbsp; akan mengakibatkan terjadinya perebutan lahan untuk perumahan dan pertanian. Dan sebagian besar fenomena yang terjadi dewasa ini adalah pengikisan lahan yang lebih diutamakan untuk perumahan. Kemudian ledakan penduduk juga akan berakibat semakin berkurangnya rasio antara luas lahan dan jumlah penduduk atau yang&nbsp; biasa kita sebut dengan kepadatan penduduk.<br><br></div><div>c. Meningkatnya investor yang datang<br><br></div><div>Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berakibat menjamurnya pusat perbelanjaan. Seorang pengusaha tentu akan membangun usahanya ditempat yang strategis, tempat yang ramai, dan tempat yang menurutnya banyak terdapat konsumen. Kawasan padat penduduklah yang akan menjadi incaran para investor atau pengusaha. Untuk daerah perkotaan, para pengusaha akan cenderung untuk membangun pusat perbelanjaan modern atau yang biasa kita sebut <em>Mall</em>. Mungkin menurut sebagian besar orang, suatu daerah yang memiliki banyak <em>Mall</em> mencirikan bahwa daerah tersebut adalah daerah metropolitan yang masyarakatnya cenderung berada di kelas ekonomi menengah ke atas dan akan mendongkrak gengsi masyarakat. Padahal fakta yang ada di balik fenomena menjamurnya pusat perbelanjaan modern adalah meningkatnya sifat konsumtif. Jika jumlah pusat perbelanjaan di suatu daerah semakin banyak, lama kelamaan akan menimbulkan sifat konsumtif masyarakat di daerah tersebut.<br><br></div><div>Sifat konsumtif dapat berujung ke sifat malas, tidak&nbsp; kreatif,dan akhirnya akan menuju ke arah kemiskinan. Mengapa sifat konsumtif dapat berujung ke sifat malas ? Hal ini disebabkan&nbsp; karena masyarakat merasa semuanya sudah tersedia di pusat perbelanjaan tersebut. Sehingga mereka malas untuk&nbsp; memproduksi sesuatu. Dan akibatnya masyarakat akan terus bergantung pada keberadaan pusat perbelanjaan tersebut dan menjadi masyarakat yang tidak produktif.<br><br></div><div>d. Meningkatnya angka pengangguran<br><br></div><div>Semakin bertambahnya jumlah penduduk tentu akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Namun bagaimana jika lapangan pekerjaan yang tersedia tidak cukup menampung jumlah tenaga kerja yang ada? Tentu hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.<br><br></div><div>Ledakan penduduk adalah masalah yang harus segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang telah dijelaskan. Adapun solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan ledakan penduduk yaitu:<br><br></div><div>a. Melakukan program transmigrasi<br><br></div><div>b. Menggalakkan program keluarga berencana<br><br></div><div>c. Mengoptimalkan lahan dengan menggunakan teknologi.<br><br></div><div>d. Pemerataan pembangunan<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 12:27:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165649620</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dandy Raditya S (9B/07)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165660899</link>
         <description><![CDATA[<div>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK DALAM BERBAGAI BIDANG<br><br><strong>Dampak Akibat Kepadatan Penduduk Terhadap Berbagai Aspek<br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas atau dengan kata lainperbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan<br><br></div><div>Jumlah manusia yang makin meningkat memiliki dampak dalam berbagai bidang kehidupan, seperti lingkungan, bidang politik,ekonomi, sosial,budaya, pertahanan dan keamanan,pendidikan,dan kesehatan<br><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Politik</strong></div><div>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah.Dampak ini mengacu pada kepadatanpenduduk yang tidak merata. Seperti, pulau Jawa memiliki penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.</div><div>&nbsp;</div><div>2.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi</strong></div><div>Pertumbuhan penduduk yang tinggisering dianggap berdampak buruk bagi perekonomian dari berbagai segi. Namun pertumbuhan penduduk yang tinggi sebenarnya juga membawa beberapa keuntungan,seperti ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diikuti oleh kebijakan pemerintah yang baik dalam menghadapi masalah ini,maka pertumbuhan penduduk yang tinggi hanya akan membawa dampak yang buruk bagi suatu negara. Beberapa contoh dampak kepadatan penduduk terhadap bidang ekonomi adalah:</div><div><strong><em>Dampak positif kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah :&nbsp;<br></em></strong><br></div><div><br>1.&nbsp; &nbsp; Berlimpahnya Sumber Daya Manusia.</div><div>Kita bisa memanfaatkannya sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara kita sendiri, tanpa membutuhkan tenaga dari luar negeri untuk memakmurkan bangsa Ini sendiri dan bisa mengirim tenaga kerja dari Indonesia ke luar negeri, karena berlimpahnya ketersediaannya Sumber Daya Manusia dari Indonesia Itu sendiri</div><div>2.&nbsp; &nbsp; Dapat Meningkatkan Produksi.</div><div>Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, berarti banyak pula tenaga pekerja pekerja di Indonesia yang memproduksi suatu kebutuhan hidup untuk masyarakat Indonesia itu sendiri, tanpa harus membutuhkan produksi dari luar negeri yang tidak kalah saing hasil produktivitasnya.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; Kesempatan Berwirausaha menjadi lebih besar.</div><div>Banyaknya jumlah penduduk bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha, dalam kata lain dapat membuka lapangan kerja baru bagi sebagian besar penduduk di Indonesia, sehingga dapat memproduksi suatu barang atau teknologi yang berguna untuk bangsa itu sendiri, dan memajukan bangsa Indonesia yang saat ini masih dikategorikan sebagai negara Berkembang.</div><div><strong><em>&nbsp;</em></strong></div><div><strong><em>Dampak negatif&nbsp; kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah :&nbsp;<br></em></strong><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Meledaknya jumlah penduduk. Sehingga akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang kurang memadai, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>3.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial</strong></div><div>a)&nbsp; &nbsp; Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan</div><div>Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.</div><div>b) &nbsp; Penduduk yang tidak merata bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial pada daerah tertentu, misalnya dikota besar akan muncul pemukiman-pemukiman kumuh di bantaran sungai yang sangat padat. Pemukiman kumuh ini menyebabkan masalah sosial yaitu kemiskinan.</div><div>c)&nbsp; &nbsp; Penduduk yang padat juga menimbulkan banyaknya aksi kriminalitas, karena sangat ketatnya persaingan untuk mencari nafkah sehingga sebagian penduduk tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur. Hal ini menyuburkan tindak kriminal di masyarakat.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>4.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Kebudayaan</strong></div><div><strong>a)</strong>&nbsp; &nbsp;Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis.</div><div>&nbsp;</div><div>b) &nbsp; Daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya&nbsp; lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilasi.</div><div>c)&nbsp; &nbsp; Perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat . Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div><strong>5.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan</strong></div><div>J umlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:<br><br></div><div><strong>1)</strong>&nbsp; &nbsp;<strong>Berkurangnya Ketersediaan Lahan</strong></div><div>Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain, luas tanah atau lahan tidak bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.</div><div>&nbsp;</div><div>2)&nbsp; &nbsp;<strong>Kebutuhan Udara Bersih</strong></div><div>Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang&nbsp; bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.</div><div>Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO<sub>2</sub> dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NO<sub>x</sub>) dan oksida belerang (SO<sub>x</sub>) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.</div><div>Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.</div><div>&nbsp;</div><div>3)&nbsp; &nbsp;<strong>Kerusakan Lingkungan</strong></div><div>Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia&nbsp; yang alami telah ditebang&nbsp; atau rusak parah. Menigkatnya jumlah&nbsp; penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya&nbsp; penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan&nbsp; secara liar &nbsp; untuk dijadikan&nbsp; tanah pertaniaan atau untuk mencari&nbsp; hasil hutan sebagai&nbsp; mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>4)&nbsp; &nbsp;<strong>Kebutuhan Air Bersih</strong></div><div>Airmerupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Akan&nbsp; tetapi, air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. &nbsp; Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas&nbsp; yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan&nbsp; manusia. Syarat fisika&nbsp; yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.</div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>5)&nbsp; &nbsp;<strong>Kekurangan Makanan</strong></div><div>Manusia sebagai mahkluk hidup&nbsp; membutuhan makanan. Dengan bertambahnya jumlah&nbsp; populasi manusia atau penduduk, maka&nbsp; jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan&nbsp; produksi&nbsp; pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan&nbsp; makanan. Ketidakseimbangan&nbsp; antara bertambahnya&nbsp; penduduk &nbsp; dengan bertambahnya &nbsp; produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap&nbsp; suatu penyakit&nbsp; rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.</div><div><strong><br>6) &nbsp; Pencemaran&nbsp;</strong></div><div>Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia. Sedangkan, polutan adalah segala sesuatu yang menyebabkan polusi. Semua zat dikategorikan sebagai polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada di tempat yang tidak semestinya, dan berada pada waktu yang tidak tepat.</div><div>Pencemaran atau polusi tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat kepada lingkungannya.</div><div><strong><em>1)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Air</em></strong></div><div>Penyebab pencemaran air adalah limbah pabrik atau limbah rumah tangga. Bahan pencemar berupa bahan kimia yang mengandung racun, mudah mengendap, mengandung radioaktif, panas, dan pembongkarannya banyak memerlukan oksigen. Polutan yang menyebabkan pencemaran air harus diuraikan. Penguraian polutan tersebut memerlukan banyak O&nbsp; sehingga menyebabkan kekurangan Odalam air yang berpengaruh terhadap kehidupan di air. Banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Pencemaran air menyebabkan air berwarna hitam, kotor, dan berbau busuk. Pencemaran nitrogen dalam perairan menyebabkan eutrofikasi, yaitu ledakan pertumbuhan tumbuhan air, seperti eceng gondok.&nbsp; Air ya ng tercemar dapat dikurangi kadar pencemarannya dengan cara menyaring, mengencerkan, dan mengendapkan. Pabrik-pabrik diwajibkan menampung dan mengolah limbah, WC pada setiap rumah tangga perlu dilengkapi dengan septic tank.</div><div><strong><em>2)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Tanah</em></strong></div><div>Bahan pencemar tanah berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan barang-barang rongsokan. Bahan pencemar yang sukar dihancurkan oleh mikroba adalah plastik, stiroform, kaca, dan lain-lain. Untuk mengurangi pencemaran ini banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendaur ulang bahan-bahan tersebut.</div><div><strong><em>3)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Udara</em></strong></div><div>Bahan pencemar udara umumnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan gas dan asap yang sangat membahayakan. Bahan-bahan yang dapat mencemari udara adalah oksida karbon (CO2 dan CO), oksida belerang (SO dan SO), senyawa hidrokarbon (CH4 dan C2), partikel cair (asam sulfat, asam nitrat), dan lain-lain.</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Pencemaran udara dapat mengakibatkan beberapa hal, antara lain:<br><br></div><div>a. Jika kadar CO<br><br></div><div>tinggi, gas tersebut akan membentuk lapisan tersendiri di atmosfer, lapisan ini menyerap sinar matahari yang harusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu di bumi meningkat, sehingga es di kutub mencair dan permukaan air laut naik. Akibatnya daratan bisa tenggelam. Peristiwa ini disebut „efek rumah kaca‰. 2<br><br></div><div>b. Gas CO merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas CO mempunyai daya ikat lebih tinggi terhadap hemoglobin dibandingkan gas O2&nbsp; sehingga ikatan Hb dengan CO lebih stabil. Jika banyak hemoglobin&nbsp; yang berikatan dengan gas CO akan menyebabkan tubuh kita kekurangan O2.Akibatnya, badanmu menjadi lemas.<br><br></div><div>c. Oksida belerang dan oksida nitrogen jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa sulfat dan nitrat yang bersifat asam. Zat asam tersebut jika turun bersama hujan akan menyebabkan hujan asam dan dapat merusak tumbuhan, mikroorganisme tanah serta kehidupan hewan air tawar.<br><br></div><div>d. Gas&nbsp; CFC yang digunakan sebagai pendingin (AC, lemari es, dan dispenser) atau gas penyemprot akan merusak ozon sehingga meningkatkan radiasi sinar ultraviolet ke muka bumi dan dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit<br><br></div><div><strong><em>4)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Suara</em></strong></div><div>Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising yang terus menerus.&nbsp; Suara tersebut dapat ditimbulkan oleh mesin instalasi listrik pabrik, pesawat terbang, kereta api, dan lain-lain. Akibat pencemaran tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran, tekanan darah, jantung, dan lain-lain.<br><br></div><div>6.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan</strong></div><div>Kepadatan penduduk yang tak terkendalikanini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah makin tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik yang menimbulkan keresahan yang terjadi di masyarakat. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas. Hal ini memberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang namun terkadang pekerjaan para pihakyang berwenang seperti satpam dan polisi kurang efektif karena jumlah penduduk yang padat, seorang penyeludup&nbsp; juga bisa masuk dengan mudahnya, dan tawuran pun sering terjadi.<br><br></div><div><strong>7.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Pendidikan<br></strong><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.<br><br></div><div><strong>8.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Kesehatan</strong></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 13:15:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165660899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Khoiro Shofia A (9B/16)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165673079</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padletuploads.blob.core.windows.net/prod/191095003/53de38020f369233e5e46edf5495558f/Dampak_Pertumbuhan_Penduduk_Pada_Bidang_IPOLEKSOSBUDHANKAM.docx" />
         <pubDate>2017-04-10 13:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165673079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA : MHAZAZI/9B/20, YUSNI AHMAD M/9B/38</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165677201</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 14:09:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165677201</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS Bioteknologi</title>
         <author>irulhendra5</author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165677690</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Yeremia ajijaya 9B/35<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tifano pratista 9B/33</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 14:11:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165677690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yafi Maulana Fairuzi/9B/34</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165684216</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan beberapa efek  pada keadaan perkembangan social dimasyarakat, seperti :</div><div><br></div><div>1.Ekonomi</div><div>Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir para  pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran, gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –  tindakan criminal lainnya.</div><div><br></div><div>2.Pendidikan</div><div>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan  pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :</div><div>a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah</div><div> b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.</div><div><br></div><div>3.Kebudayaan</div><div>Kita ambil contoh di Indonesia, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa</div><div>  Belanda. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di  jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah  pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk  juga ke dalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen  protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan</div><div><br><br></div><div><strong>Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap perkembangankebudayaan</strong></div><div><br></div><div>Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki  budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat</div><div> </div><div>tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai  pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing  juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 14:31:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165684216</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MAULIDA Z.P/9B/18</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165701275</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Dampak Akibat Kepadatan Penduduk Terhadap Berbagai Aspek/Bidang<br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas atau dengan kata lain perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan</div><div>&nbsp;</div><div>1.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Kesehatan</strong></div><div>&nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan</div><div>&nbsp;</div><div><strong>2.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi</strong></div><div>Pertumbuhan penduduk yang tinggisering dianggap berdampak buruk bagi perekonomian dari berbagai segi. Namun pertumbuhan penduduk yang tinggi sebenarnya juga membawa beberapa keuntungan,seperti ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diikuti oleh kebijakan pemerintah yang baik dalam menghadapi masalah ini,maka pertumbuhan penduduk yang tinggi hanya akan membawa dampak yang buruk bagi suatu negara. Beberapa contoh dampak kepadatan penduduk terhadap bidang ekonomi adalah:</div><div><strong>Dampak positif kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah :&nbsp;<br></strong><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; Berlimpahnya Sumber Daya Manusia.</div><div>Kita bisa memanfaatkannya sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara kita sendiri, tanpa membutuhkan tenaga dari luar negeri untuk memakmurkan bangsa Ini sendiri dan bisa mengirim tenaga kerja dari Indonesia ke luar negeri, karena berlimpahnya ketersediaannya Sumber Daya Manusia dari Indonesia Itu sendiri</div><div>2.&nbsp; &nbsp; Dapat Meningkatkan Produksi.</div><div>Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, berarti banyak pula tenaga pekerja pekerja di Indonesia yang memproduksi suatu kebutuhan hidup untuk masyarakat Indonesia itu sendiri, tanpa harus membutuhkan produksi dari luar negeri yang tidak kalah saing hasil produktivitasnya.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; Kesempatan Berwirausaha menjadi lebih besar.</div><div>Banyaknya jumlah penduduk bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha, dalam kata lain dapat membuka lapangan kerja baru bagi sebagian besar penduduk di Indonesia, sehingga dapat memproduksi suatu barang atau teknologi yang berguna untuk bangsa itu sendiri, dan memajukan bangsa Indonesia yang saat ini masih dikategorikan sebagai negara Berkembang.</div><div><strong><em>&nbsp;</em></strong></div><div><strong>Dampak negatif&nbsp; kepadatan penduduk terhadap ekonomi </strong><strong><em>Dampak negatif&nbsp; kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah :&nbsp;<br></em></strong><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Meledaknya jumlah penduduk. Sehingga akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang kurang memadai, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>3.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial</strong></div><div>a)&nbsp; &nbsp; Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan</div><div>Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.</div><div>b) &nbsp; Penduduk yang tidak merata bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial pada daerah tertentu, misalnya dikota besar akan muncul pemukiman-pemukiman kumuh di bantaran sungai yang sangat padat. Pemukiman kumuh ini menyebabkan masalah sosial yaitu kemiskinan.</div><div>c)&nbsp; &nbsp; Penduduk yang padat juga menimbulkan banyaknya aksi kriminalitas, karena sangat ketatnya persaingan untuk mencari nafkah sehingga sebagian penduduk tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur. Hal ini menyuburkan tindak kriminal di masyarakat.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>4.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Kebudayaan</strong></div><div><strong>a)</strong>&nbsp; &nbsp;Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis.</div><div>&nbsp;</div><div>b) &nbsp; Daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya&nbsp; lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilasi.</div><div>c)&nbsp; &nbsp; Perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat . Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div><strong>5.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan</strong></div><div>J umlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:<br><br></div><div><strong>1)</strong>&nbsp; &nbsp;<strong>Berkurangnya Ketersediaan Lahan</strong></div><div>Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain, luas tanah atau lahan tidak bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.</div><div>&nbsp;</div><div>2)&nbsp; &nbsp;<strong>Kebutuhan Udara Bersih</strong></div><div>Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang&nbsp; bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.</div><div>Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO<sub>2</sub> dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NO<sub>x</sub>) dan oksida belerang (SO<sub>x</sub>) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.</div><div>Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.</div><div>&nbsp;</div><div>3)&nbsp; &nbsp;<strong>Kerusakan Lingkungan</strong></div><div>Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia&nbsp; yang alami telah ditebang&nbsp; atau rusak parah. Menigkatnya jumlah&nbsp; penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya&nbsp; penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan&nbsp; secara liar &nbsp; untuk dijadikan&nbsp; tanah pertaniaan atau untuk mencari&nbsp; hasil hutan sebagai&nbsp; mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>4)&nbsp; &nbsp;<strong>Kebutuhan Air Bersih</strong></div><div>Airmerupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Akan&nbsp; tetapi, air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. &nbsp; Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas&nbsp; yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan&nbsp; manusia. Syarat fisika&nbsp; yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.</div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>5)&nbsp; &nbsp;<strong>Kekurangan Makanan</strong></div><div>Manusia sebagai mahkluk hidup&nbsp; membutuhan makanan. Dengan bertambahnya jumlah&nbsp; populasi manusia atau penduduk, maka&nbsp; jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan&nbsp; produksi&nbsp; pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan&nbsp; makanan. Ketidakseimbangan&nbsp; antara bertambahnya&nbsp; penduduk &nbsp; dengan bertambahnya &nbsp; produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap&nbsp; suatu penyakit&nbsp; rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.</div><div><strong><br>&nbsp;6) &nbsp; Pencemaran&nbsp;</strong></div><div>Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia. Sedangkan, polutan adalah segala sesuatu yang menyebabkan polusi. Semua zat dikategorikan sebagai polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada di tempat yang tidak semestinya, dan berada pada waktu yang tidak tepat.Pencemaran atau polusi tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat kepada lingkungannya.</div><div>&nbsp;Pencemaran udara dapat mengakibatkan beberapa hal, antara lain:</div><div>a. Kadar CO<br><br></div><div>b. Gas CO&nbsp;<br><br></div><div>c. Oksida belerang dan oksida nitrogen&nbsp;<br><br></div><div>d. Gas&nbsp; CFC&nbsp;<br><br></div><div>e.&nbsp; Pencemaran Suara<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>6.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan</strong></div><div>Kepadatan penduduk yang tak terkendalikanini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah makin tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik yang menimbulkan keresahan yang terjadi di masyarakat. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas. Hal ini memberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang namun terkadang pekerjaan para pihakyang berwenang seperti satpam dan polisi kurang efektif karena jumlah penduduk yang padat, seorang penyeludup&nbsp; juga bisa masuk dengan mudahnya, dan tawuran pun sering terjadi.<br><br></div><div><strong>7.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Pendidikan<br></strong><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.<br><br></div><div><strong>8.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Politik</strong></div><div>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah.Dampak ini mengacu pada kepadatanpenduduk yang tidak merata. Seperti, pulau Jawa memiliki penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 15:30:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165701275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bioteknologi Pangan Yogurth Rambutan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165731763</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Kelompok:<br>1. Firyal Dalilah I (13)<br>2. Khoiro Shofia A (16)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-10 17:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165731763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK DALAM BERBAGAI BIDANGDampak Akibat Kepadatan Penduduk Terhadap Berbagai AspekKepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas atau dengan kata lainperbandingan jumlah penduduk dengan luas lahanJumlah manusia yang makin meningkat memiliki dampak dalam berbagai bidang kehidupan, seperti lingkungan, bidang politik,ekonomi, sosial,budaya, pertahanan dan keamanan,pendidikan,dan kesehatan1.    Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang PolitikDalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah.Dampak ini mengacu pada kepadatanpenduduk yang tidak merata. Seperti, pulau Jawa memiliki penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.Selain itu Kepala Daerah sangat  sulit melakukan pembangunan  jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas. 2.    Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang EkonomiPertumbuhan penduduk yang tinggisering dianggap berdampak buruk bagi perekonomian dari berbagai segi. Namun pertumbuhan penduduk yang tinggi sebenarnya juga membawa beberapa keuntungan,seperti ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diikuti oleh kebijakan pemerintah yang baik dalam menghadapi masalah ini,maka pertumbuhan penduduk yang tinggi hanya akan membawa dampak yang buruk bagi suatu negara. Beberapa contoh dampak kepadatan penduduk terhadap bidang ekonomi adalah:Dampak positif kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah : 1.    Berlimpahnya Sumber Daya Manusia.Kita bisa memanfaatkannya sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara kita sendiri, tanpa membutuhkan tenaga dari luar negeri untuk memakmurkan bangsa Ini sendiri dan bisa mengirim tenaga kerja dari Indonesia ke luar negeri, karena berlimpahnya ketersediaannya Sumber Daya Manusia dari Indonesia Itu sendiri2.    Dapat Meningkatkan Produksi.Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, berarti banyak pula tenaga pekerja pekerja di Indonesia yang memproduksi suatu kebutuhan hidup untuk masyarakat Indonesia itu sendiri, tanpa harus membutuhkan produksi dari luar negeri yang tidak kalah saing hasil produktivitasnya.3.    Kesempatan Berwirausaha menjadi lebih besar.Banyaknya jumlah penduduk bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha, dalam kata lain dapat membuka lapangan kerja baru bagi sebagian besar penduduk di Indonesia, sehingga dapat memproduksi suatu barang atau teknologi yang berguna untuk bangsa itu sendiri, dan memajukan bangsa Indonesia yang saat ini masih dikategorikan sebagai negara Berkembang. Dampak negatif  kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah : ·       Pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. ·       Meledaknya jumlah penduduk. Sehingga akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang kurang memadai, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.·       Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya                    jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. 3.    Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosiala)    Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papanSetiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.b)   Penduduk yang tidak merata bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial pada daerah tertentu, misalnya dikota besar akan muncul pemukiman-pemukiman kumuh di bantaran sungai yang sangat padat. Pemukiman kumuh ini menyebabkan masalah sosial yaitu kemiskinan.c)    Penduduk yang padat juga menimbulkan banyaknya aksi kriminalitas, karena sangat ketatnya persaingan untuk mencari nafkah sehingga sebagian penduduk tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur. Hal ini menyuburkan tindak kriminal di masyarakat. 4.    Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Kebudayaana)   Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis. b)   Daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya  lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilasi.c)    Perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat . Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki  budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai  pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing  juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan  5.    Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap LingkunganJ umlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:1)   Berkurangnya Ketersediaan LahanPeningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain, luas tanah atau lahan tidak bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk. 2)   Kebutuhan Udara BersihSetiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara. 3)   Kerusakan LingkunganSetiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia  yang alami telah ditebang  atau rusak parah. Menigkatnya jumlah  penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya  penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan  secara liar   untuk dijadikan  tanah pertaniaan atau untuk mencari  hasil hutan sebagai  mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.  4)   Kebutuhan Air BersihAirmerupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Akan  tetapi, air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari.   Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas  yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan  manusia. Syarat fisika  yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit. 5)   Kekurangan MakananManusia sebagai mahkluk hidup  membutuhan makanan. Dengan bertambahnya jumlah  populasi manusia atau penduduk, maka  jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan  produksi  pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan  makanan. Ketidakseimbangan  antara bertambahnya  penduduk   dengan bertambahnya   produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap  suatu penyakit  rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.6)   Pencemaran Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia. Sedangkan, polutan adalah segala sesuatu yang menyebabkan polusi. Semua zat dikategorikan sebagai polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada di tempat yang tidak semestinya, dan berada pada waktu yang tidak tepat.Pencemaran atau polusi tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat kepada lingkungannya.1)   Pencemaran AirPenyebab pencemaran air adalah limbah pabrik atau limbah rumah tangga. Bahan pencemar berupa bahan kimia yang mengandung racun, mudah mengendap, mengandung radioaktif, panas, dan pembongkarannya banyak memerlukan oksigen. Polutan yang menyebabkan pencemaran air harus diuraikan. Penguraian polutan tersebut memerlukan banyak O  sehingga menyebabkan kekurangan Odalam air yang berpengaruh terhadap kehidupan di air. Banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Pencemaran air menyebabkan air berwarna hitam, kotor, dan berbau busuk. Pencemaran nitrogen dalam perairan menyebabkan eutrofikasi, yaitu ledakan pertumbuhan tumbuhan air, seperti eceng gondok.  Air ya ng tercemar dapat dikurangi kadar pencemarannya dengan cara menyaring, mengencerkan, dan mengendapkan. Pabrik-pabrik diwajibkan menampung dan mengolah limbah, WC pada setiap rumah tangga perlu dilengkapi dengan septic tank.2)   Pencemaran TanahBahan pencemar tanah berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan barang-barang rongsokan. Bahan pencemar yang sukar dihancurkan oleh mikroba adalah plastik, stiroform, kaca, dan lain-lain. Untuk mengurangi pencemaran ini banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendaur ulang bahan-bahan tersebut.3)   Pencemaran UdaraBahan pencemar udara umumnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan gas dan asap yang sangat membahayakan. Bahan-bahan yang dapat mencemari udara adalah oksida karbon (CO2 dan CO), oksida belerang (SO dan SO), senyawa hidrokarbon (CH4 dan C2), partikel cair (asam sulfat, asam nitrat), dan lain-lain. Pencemaran udara dapat mengakibatkan beberapa hal, antara lain:a. Jika kadar COtinggi, gas tersebut akan membentuk lapisan tersendiri di atmosfer, lapisan ini menyerap sinar matahari yang harusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu di bumi meningkat, sehingga es di kutub mencair dan permukaan air laut naik. Akibatnya daratan bisa tenggelam. Peristiwa ini disebut „efek rumah kaca‰. 2b. Gas CO merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas CO mempunyai daya ikat lebih tinggi terhadap hemoglobin dibandingkan gas O2  sehingga ikatan Hb dengan CO lebih stabil. Jika banyak hemoglobin  yang berikatan dengan gas CO akan menyebabkan tubuh kita kekurangan O2.Akibatnya, badanmu menjadi lemas.c. Oksida belerang dan oksida nitrogen jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa sulfat dan nitrat yang bersifat asam. Zat asam tersebut jika turun bersama hujan akan menyebabkan hujan asam dan dapat merusak tumbuhan, mikroorganisme tanah serta kehidupan hewan air tawar.d. Gas  CFC yang digunakan sebagai pendingin (AC, lemari es, dan dispenser) atau gas penyemprot akan merusak ozon sehingga meningkatkan radiasi sinar ultraviolet ke muka bumi dan dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit4)   Pencemaran SuaraPencemaran suara disebabkan oleh suara bising yang terus menerus.  Suara tersebut dapat ditimbulkan oleh mesin instalasi listrik pabrik, pesawat terbang, kereta api, dan lain-lain. Akibat pencemaran tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran, tekanan darah, jantung, dan lain-lain.6.    Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Pertahanan dan KeamananKepadatan penduduk yang tak terkendalikanini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah makin tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik yang menimbulkan keresahan yang terjadi di masyarakat. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas. Hal ini memberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang namun terkadang pekerjaan para pihakyang berwenang seperti satpam dan polisi kurang efektif karena jumlah penduduk yang padat, seorang penyeludup  juga bisa masuk dengan mudahnya, dan tawuran pun sering terjadi.7.    Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Pendidikan        Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.8.    Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Kesehatan          Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat  dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165882749</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-11 13:52:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165882749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Miftachur Ridlo Dawam(9b/21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165883101</link>
         <description><![CDATA[<div>DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK DALAM BERBAGAI BIDANG<br><br><strong>Dampak Akibat Kepadatan Penduduk Terhadap Berbagai Aspek<br></strong><br></div><div>Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas atau dengan kata lainperbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan<br><br></div><div>Jumlah manusia yang makin meningkat memiliki dampak dalam berbagai bidang kehidupan, seperti lingkungan, bidang politik,ekonomi, sosial,budaya, pertahanan dan keamanan,pendidikan,dan kesehatan<br><br></div><div>1.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Politik</strong></div><div>Dalam perpolitikan Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan distrik proposional akan menimbulkan masalah dalam penentuan jumlah wakil rakyat pada setiap daerah.Dampak ini mengacu pada kepadatanpenduduk yang tidak merata. Seperti, pulau Jawa memiliki penduduk yang begitu besar tetapi wilayahnya sempit biasanya mempunyai wakil rakyat dalam jumlah banyak. Itu akan ditentang oleh penduduk di pulau lain yang mempunyai penduduk sedikit tetapi mempunyai wilayah yang luas. Mereka hanya wakil rakyat yang sedikit padahal di daerah mereka mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Sehingga terjadi ketidakadilan keterwakilan di DPR antara Jawa dangan daerah lain di luar Jawa. Maka dari itu perlu ada kebijakan politik dalam menentukan jumlah wakil rakyat antara daerah yang padat penduduknya dengan daerah yang jarang penduduknya.Selain itu Kepala Daerah sangat&nbsp; sulit melakukan pembangunan&nbsp; jika penduduknya sedikit, ini sangat dirasakan di pulau Kalimantan dan Papua dimana mereka sangat sulit dalam menjalankan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk karena kurang jumlah SDM , apalagi SDM yang berkualitas.</div><div>&nbsp;</div><div>2.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi</strong></div><div>Pertumbuhan penduduk yang tinggisering dianggap berdampak buruk bagi perekonomian dari berbagai segi. Namun pertumbuhan penduduk yang tinggi sebenarnya juga membawa beberapa keuntungan,seperti ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diikuti oleh kebijakan pemerintah yang baik dalam menghadapi masalah ini,maka pertumbuhan penduduk yang tinggi hanya akan membawa dampak yang buruk bagi suatu negara. Beberapa contoh dampak kepadatan penduduk terhadap bidang ekonomi adalah:</div><div><strong><em>Dampak positif kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah :&nbsp;<br></em></strong><br></div><div><br>1.&nbsp; &nbsp; Berlimpahnya Sumber Daya Manusia.</div><div>Kita bisa memanfaatkannya sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara kita sendiri, tanpa membutuhkan tenaga dari luar negeri untuk memakmurkan bangsa Ini sendiri dan bisa mengirim tenaga kerja dari Indonesia ke luar negeri, karena berlimpahnya ketersediaannya Sumber Daya Manusia dari Indonesia Itu sendiri</div><div>2.&nbsp; &nbsp; Dapat Meningkatkan Produksi.</div><div>Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, berarti banyak pula tenaga pekerja pekerja di Indonesia yang memproduksi suatu kebutuhan hidup untuk masyarakat Indonesia itu sendiri, tanpa harus membutuhkan produksi dari luar negeri yang tidak kalah saing hasil produktivitasnya.</div><div>3.&nbsp; &nbsp; Kesempatan Berwirausaha menjadi lebih besar.</div><div>Banyaknya jumlah penduduk bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha, dalam kata lain dapat membuka lapangan kerja baru bagi sebagian besar penduduk di Indonesia, sehingga dapat memproduksi suatu barang atau teknologi yang berguna untuk bangsa itu sendiri, dan memajukan bangsa Indonesia yang saat ini masih dikategorikan sebagai negara Berkembang.</div><div><strong><em>&nbsp;</em></strong></div><div><strong><em>Dampak negatif&nbsp; kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah :&nbsp;<br></em></strong><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Meledaknya jumlah penduduk. Sehingga akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang kurang memadai, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>3.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial</strong></div><div>a)&nbsp; &nbsp; Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan</div><div>Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.</div><div>b) &nbsp; Penduduk yang tidak merata bisa menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial pada daerah tertentu, misalnya dikota besar akan muncul pemukiman-pemukiman kumuh di bantaran sungai yang sangat padat. Pemukiman kumuh ini menyebabkan masalah sosial yaitu kemiskinan.</div><div>c)&nbsp; &nbsp; Penduduk yang padat juga menimbulkan banyaknya aksi kriminalitas, karena sangat ketatnya persaingan untuk mencari nafkah sehingga sebagian penduduk tidak mendapatkan pekerjaan atau menganggur. Hal ini menyuburkan tindak kriminal di masyarakat.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>4.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Kebudayaan</strong></div><div><strong>a)</strong>&nbsp; &nbsp;Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama juga akan hilang jika terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan penduduknya jumlahnya terlalu padat akan membuat persaingan yang sangat ketat sehingga menyababkan penduduk menjadi lebih individualis.</div><div>&nbsp;</div><div>b) &nbsp; Daerah yang penduduknya kurang akan kehilangan budaya asli mereka karena tidak ada lagi yang mau melestarikan budaya tersebut. Kebanyakan penduduk lebih tertarik ke daerah yang lebih padat yang multikultur sehingga kebudayaan masing-masing penduduk akan hilang atau melebur dengan budaya&nbsp; lainya dalam bentuk akulturasi dan asimilasi.</div><div>c)&nbsp; &nbsp; Perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat . Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki&nbsp; budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai&nbsp; pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing&nbsp; juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div><strong>5.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan</strong></div><div>J umlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:<br><br></div><div><strong>1)</strong>&nbsp; &nbsp;<strong>Berkurangnya Ketersediaan Lahan</strong></div><div>Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi. Pada sisi lain, luas tanah atau lahan tidak bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.</div><div>&nbsp;</div><div>2)&nbsp; &nbsp;<strong>Kebutuhan Udara Bersih</strong></div><div>Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih. Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang&nbsp; bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.</div><div>Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO<sub>2</sub> dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NO<sub>x</sub>) dan oksida belerang (SO<sub>x</sub>) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.</div><div>Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.</div><div>&nbsp;</div><div>3)&nbsp; &nbsp;<strong>Kerusakan Lingkungan</strong></div><div>Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia&nbsp; yang alami telah ditebang&nbsp; atau rusak parah. Menigkatnya jumlah&nbsp; penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya&nbsp; penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan&nbsp; secara liar &nbsp; untuk dijadikan&nbsp; tanah pertaniaan atau untuk mencari&nbsp; hasil hutan sebagai&nbsp; mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>4)&nbsp; &nbsp;<strong>Kebutuhan Air Bersih</strong></div><div>Airmerupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Akan&nbsp; tetapi, air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. &nbsp; Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas&nbsp; yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan&nbsp; manusia. Syarat fisika&nbsp; yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.</div><div><strong>&nbsp;</strong></div><div>5)&nbsp; &nbsp;<strong>Kekurangan Makanan</strong></div><div>Manusia sebagai mahkluk hidup&nbsp; membutuhan makanan. Dengan bertambahnya jumlah&nbsp; populasi manusia atau penduduk, maka&nbsp; jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan&nbsp; produksi&nbsp; pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan&nbsp; makanan. Ketidakseimbangan&nbsp; antara bertambahnya&nbsp; penduduk &nbsp; dengan bertambahnya &nbsp; produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap&nbsp; suatu penyakit&nbsp; rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.</div><div><strong><br>6) &nbsp; Pencemaran&nbsp;</strong></div><div>Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia. Sedangkan, polutan adalah segala sesuatu yang menyebabkan polusi. Semua zat dikategorikan sebagai polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada di tempat yang tidak semestinya, dan berada pada waktu yang tidak tepat.</div><div>Pencemaran atau polusi tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat kepada lingkungannya.</div><div><strong><em>1)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Air</em></strong></div><div>Penyebab pencemaran air adalah limbah pabrik atau limbah rumah tangga. Bahan pencemar berupa bahan kimia yang mengandung racun, mudah mengendap, mengandung radioaktif, panas, dan pembongkarannya banyak memerlukan oksigen. Polutan yang menyebabkan pencemaran air harus diuraikan. Penguraian polutan tersebut memerlukan banyak O&nbsp; sehingga menyebabkan kekurangan Odalam air yang berpengaruh terhadap kehidupan di air. Banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Pencemaran air menyebabkan air berwarna hitam, kotor, dan berbau busuk. Pencemaran nitrogen dalam perairan menyebabkan eutrofikasi, yaitu ledakan pertumbuhan tumbuhan air, seperti eceng gondok.&nbsp; Air ya ng tercemar dapat dikurangi kadar pencemarannya dengan cara menyaring, mengencerkan, dan mengendapkan. Pabrik-pabrik diwajibkan menampung dan mengolah limbah, WC pada setiap rumah tangga perlu dilengkapi dengan septic tank.</div><div><strong><em>2)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Tanah</em></strong></div><div>Bahan pencemar tanah berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan barang-barang rongsokan. Bahan pencemar yang sukar dihancurkan oleh mikroba adalah plastik, stiroform, kaca, dan lain-lain. Untuk mengurangi pencemaran ini banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendaur ulang bahan-bahan tersebut.</div><div><strong><em>3)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Udara</em></strong></div><div>Bahan pencemar udara umumnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan gas dan asap yang sangat membahayakan. Bahan-bahan yang dapat mencemari udara adalah oksida karbon (CO2 dan CO), oksida belerang (SO dan SO), senyawa hidrokarbon (CH4 dan C2), partikel cair (asam sulfat, asam nitrat), dan lain-lain.</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Pencemaran udara dapat mengakibatkan beberapa hal, antara lain:<br><br></div><div>a. Jika kadar CO<br><br></div><div>tinggi, gas tersebut akan membentuk lapisan tersendiri di atmosfer, lapisan ini menyerap sinar matahari yang harusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu di bumi meningkat, sehingga es di kutub mencair dan permukaan air laut naik. Akibatnya daratan bisa tenggelam. Peristiwa ini disebut „efek rumah kaca‰. 2<br><br></div><div>b. Gas CO merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas CO mempunyai daya ikat lebih tinggi terhadap hemoglobin dibandingkan gas O2&nbsp; sehingga ikatan Hb dengan CO lebih stabil. Jika banyak hemoglobin&nbsp; yang berikatan dengan gas CO akan menyebabkan tubuh kita kekurangan O2.Akibatnya, badanmu menjadi lemas.<br><br></div><div>c. Oksida belerang dan oksida nitrogen jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa sulfat dan nitrat yang bersifat asam. Zat asam tersebut jika turun bersama hujan akan menyebabkan hujan asam dan dapat merusak tumbuhan, mikroorganisme tanah serta kehidupan hewan air tawar.<br><br></div><div>d. Gas&nbsp; CFC yang digunakan sebagai pendingin (AC, lemari es, dan dispenser) atau gas penyemprot akan merusak ozon sehingga meningkatkan radiasi sinar ultraviolet ke muka bumi dan dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit<br><br></div><div><strong><em>4)</em></strong>&nbsp; &nbsp;<strong><em>Pencemaran Suara</em></strong></div><div>Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising yang terus menerus.&nbsp; Suara tersebut dapat ditimbulkan oleh mesin instalasi listrik pabrik, pesawat terbang, kereta api, dan lain-lain. Akibat pencemaran tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran, tekanan darah, jantung, dan lain-lain.<br><br></div><div>6.&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan</strong></div><div>Kepadatan penduduk yang tak terkendalikanini mengakibatkan beberapa kerugian. Yang paling utama adalah makin tingkat kependudukan tinggi dan pendapatan rendah, hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, angka kriminalitas yang tinggi, serta tingkat keamanan yang kurang baik yang menimbulkan keresahan yang terjadi di masyarakat. Apabila pendapatan rendah, banyak orang yang terpaksa melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, entah dengan merampok, mencuri, atau yang lain. Sehingga tingkat keamanan agak terganggu dengan adanya tindak kriminalitas. Hal ini memberikan tugas lebih kepada pihak yang berwenang namun terkadang pekerjaan para pihakyang berwenang seperti satpam dan polisi kurang efektif karena jumlah penduduk yang padat, seorang penyeludup&nbsp; juga bisa masuk dengan mudahnya, dan tawuran pun sering terjadi.<br><br></div><div><strong>7.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Pendidikan<br></strong><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kepadatan penduduk disuatu wilayah tak jarang juga mencakup ke bidang pendidikan.Dengan jumlah penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.<br><br></div><div><strong>8.</strong>&nbsp; &nbsp; <strong>Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam bidang Kesehatan</strong></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-11 13:53:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/165883101</guid>
      </item>
      <item>
         <title>EDOWARDO PM(9B/10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/166009880</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak akibat kepadatan penduduk</div><div><br><br></div><div>masalah akibat padatnya peduduk<a href="http://tutorialterkini.blogspot.com/2013/04/masalah-kependudukan-di-indonesia-dan.html"> indonesia </a><br>Pertumbunah penduduk yang terus meningkat di Indonesia dari pengumpulan data Sensus Penduduk 2010 telah mencapai 90 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan penduduk Indonesia akan mencapai 240 juta. Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan semula 235 juta.<br><br>Penyebab padatnya penduduk adalah karna pemerintah gagal menjalankan program KB, gagal melakukan program transmirgasi, tidak menggunakan lahan secara optimal, pembangunan tidak merata.<br><br><strong>Akibat dampak padatnya penduduk</strong> ini banyak mengakibatkan:<br><br>1. Terdapat pengangguran yang tinggi,<br>2. Sering terjadi tawuran,<br>3. Kelaparan pendudukan,<br>4. Kemiskinan.<br><br>Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk adalah:<br><br>1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja,<br>2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan,<br>3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi,<br><br>4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.<br>Pertumbunah penduduk yang terus meningkat di Indonesia mengakibatkan menahan lajunya tingkat pendidikan. Pastinya akan banyak anak anak Indonesia, masa depan Indonesia yang harus hilang sia – sia begitu saja..!!! untuk itu pemerintah di harapkan mengatsi permasalahan tingkat pendidikan untuk warga yang kurang mampu, contoh dari sebuah keluarga yang kurang mampu misalnya, mereka mempunyai beberapa orang anak yang seharusnya masih melanjutkan tingkat pendidikan di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, tapi apa daya karena tidak memiliki cukup banyak uang untuk menyekolahkan anak mereka tersebut, akhirnya anak mereka terpakasa putus sekolah.<br><br>Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi.Kalian telah mengetahui,bahwa manusia memiliki berbagai kebutuhan.Manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan makanan ,tempat tinggal atau lahan ,air bersih dan udara bersih,serta kebutuhan sosial ekomomi.<br><br>Kepadatan penduduk ini juga menyebabkan:<br>1. Berkurangnya ketersediaan lahan,<br>2. Kerusakan lingkungan,<br>3. Kekurangan kebutuhan air bersih,<br>4 Kekuranganmakanan.<br><br>Dampak lingkungan yang terjadi akibat masalah ledakan penduduk adalah polusi. Tingkat polusi bergerak naik seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk disuatu area permukiman. Polusi ditimbulkan dari asap hasil pembuangan kendaraan bermotor yang jumlahnya saat ini semakin meningkat tajam. Hal ini terlihat semakin tingginya frekuensi kemacetan yang terjadi dijalan-jalan yang membuat jalan di kota tidak lancar lagi di lalui.<br><strong>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk</strong><br>Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu :<br>a. Kelahiran (natalitas)<br>b. Kematian (mortalitas)<br>c. Migrasi (perpindahan)<br><br>Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.<br>Faktor Yang Menunjang Dan Menghambat Kelahiran (Natalitas) Di Indonesia Adalah Sebagai Berikut:<br>a. Penunjang Kelahiran (<strong>Pro Natalitas</strong>) antara lain :<br>1. Kawin usia muda<br>2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”<br>3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah<br>4. Anak merupakan penentu status social<br>5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.<br><br>b. Penghambat Kelahiran<strong> (Anti Natalitas)</strong> antara lain :<br>1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)<br>2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan<br>3. Semakin banyak wanita karir.<br><br>Penggolongan angka kelahiran kasar <strong>(CBR)</strong> :<br>1. angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk<br>2. angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk<br>3. angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk<br><br><strong>Faktor Yang Menunjang Dan Menghambat Kematian</strong> (Mortalitas) Di Indonesia, Adalah Sebagai Berikut :<br>a. Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :<br>1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan<br>2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai<br>3. Keadaan gizi penduduk yang rendah<br>4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir<br>5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan<br><br><strong>b. Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :</strong><br>1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan<br>2. Fasilitas kesehatan yang memadai<br>3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk<br>4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan<br><br><strong>Penggolongan angka kelahiran kasar :</strong><br>1. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk<br>2. angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk<br>3. angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk<br><br>solusinya<br>Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam wilayah Indonesia umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi berasal dari Jawa, Madura, dan Bali, mereka biasanya ditempatkan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan Nusantara.<br>Pulau Kalimantan yang merupakan salah satu pulau besar di Indonesia dan memilki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tempat tujuan transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan pertanian, dengan lahan yang masih luas dan tanah yang subur terbuka peluang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi para transmigran.<br><br>Pemerataan penduduk melalui transmigrasi dianggap penting mengingat kekayaan alam yang merupakan<a href="http://akunt.blogspot.com/search?q=modal">modal</a> pokok dalam pembangunan nasional, yang masih terpendam dalam bumi Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan di bidang transmigrasi sangat erat hubungannya dengan pembangunan daerah, baik di daerah asal maupun daerah penerima. Dari berbagai studi telah didapatkan keterangan tentang keadaan para transmigran umum ketika di daerah asal. Transmigrasi umum di Kalimantan Selatan misalnya, 61% tidak memiliki tanah ketika di daerah asal ( hardjosoenarto dalam Friedrich, 1980:94 ). Transmigrasi adalah perpindahan tempat, suatu gerakan yang mempunyai motivasi, dengan berbagai factor yang melatarbelakanginya, ( Suyitno, 1980:116 ).<br><br>yang lain.&nbsp;</div><ul><li>melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran.</li><li>menunda masa perkawinan.</li><li>penambahan dan penciptaan lapangan kerja,</li><li>meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan.</li><li>mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi.</li><li>meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan</li></ul><div><br></div><div><a href="https://www.blogger.com/profile/07224284189154992233">Afif Kurniawan </a>di <a href="http://bumiindonesiapertiwi.blogspot.co.id/2013/07/dampak-akibat-kepadatan-penduduk.html?m=1">09.57</a></div><div>Berbagi&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-12 03:20:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/166009880</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/166173958</link>
         <description><![CDATA[<div>NINDY NADHIVA REZQI / 9B / 23</div><div><br></div><div>Dampak Akibat Kepadatan Penduduk Terhadap Berbagai Bidang</div><div><br></div><div>1.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Sosial</div><div>- Secara sosial daerah yang penduduknya banyak sering terjadi masalah sosial misalnya : Pemukiman kumuh, kemiskinan dan lain-lain</div><div>- Sedangkan daerah yang penduduknya rendah penduduknya cenderung terisolir atau tertutup dari dunia luar sehingga kurang bisa berkomunikasi dengan dunia luar dan tidak bisa mengembangkan potensi&nbsp; mereka.</div><div><br></div><div>2.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Ekonomi</div><div>- Secara ekonomi jika sebaran penduduk yang tidak merata maka akan menimbulkan terpusatnya kegiatan ekonomi pada daerah tertentu saja, misalnya kalau di Indonesia , Pulau Jawa menjadi pusat ekonomi karena penduduknya paling padat, sedangkan daerah lain tidak bisa berkembang karena penduduknya sedikit.</div><div>- Selain itu jika suatu daerah terlalu padat maka akan menyebabkan terjadinya masalah ekonomi, misalnya pengangguran dan rendahnya tingkat pendapatan.</div><div><br></div><div>3.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Budaya</div><div>- Jika penduduk tidak merata maka upaya untuk melestarikan budaya hanya terpusat pada daerah tertentu saja.</div><div>- Selain itu akan memperlambat terjadinya akulturasi dan asimiliasi antar budaya di Indonesia, padahal kalau&nbsp; akulturasi dan asimiliasi antar budaya itu bisa dipercepat maka akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa</div><div><br></div><div>4.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Politik</div><div>- Secara politik akan menimbulkan sistem politik yang tidak seimbang: misalnya Jawa mempunyai wakil rakyat di DPR ebih banyak dari pada daerah lain, padahal dari seperti kalimantan, Sulawesi, Papua dan Sumatera lebih luas daripada Jawa. Jadi keterwakilan di DPR ini bisa terjadi ketimpangan.</div><div><br></div><div>5.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Kesehatan</div><div>Tingkat tinggi rendahnya kesehatan suatu negara dapat dilihat dari tingkat kematian , karena kematian erat dengan kualitas kesehatan. Rendahnya kualitas kesehatan dapat&nbsp; dilihat dari kurangnya fasilitas kesehatan, kekurangan air bersih, minimnya pengetahuan tentang kesehatan disuatu negara, gizi yang rendah dan lingkungan yang tidak sehat. Tak jarang kepadatan penduduk berdampak kepada kekurangan air bersih dan lingkungan yang tidak sehat, sehingga kepadatan penduduk juga berdampak kepada kesehatan</div><div><br></div><div>6.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Pendidikan</div><div>Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan&nbsp; pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :&nbsp;</div><div>a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah&nbsp;</div><div>b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.&nbsp;</div><div><br></div><div>7.	Pengaruh Kepadatan Penduduk dalam Bidang Keamanan</div><div>-Tingkat kriminalitas tinggi</div><div>-Semakin mudahnya para penyelundup masuk</div><div>-Bisa terjadi penyelundupan barang barang yang dilarang</div><div>-Pekerjaan para pengaman (satpam, polisi, dll) kurang efektif karena banyaknya jumlah penduduk</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-12 21:42:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/166173958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BIOTEKNOLOGI PANGAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/166468754</link>
         <description><![CDATA[<div>YOGURT STRAWBERRY<br>1.ALMA KHALISA (01-9B)<br>2.MAULIDA ZP      (18-9B)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-04-16 14:24:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/166468754</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/201407953</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-28 13:04:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/201407953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS KELAS 7E</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/201407954</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2017-10-28 13:04:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/triastuti3971/iwk00x7fz5o7/wish/201407954</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
