<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Penegakkan dan Pelanggaran Hukum by I Wayan Gustama</title>
      <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12</link>
      <description>By Gustama</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-01 01:31:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-24 00:06:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Contoh</title>
         <author>gustm</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1782973646</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya bahwa terhadap penegakkan hukum di Indonesia yaitu diperlukan suatu sanksi yang berat terhadap Koruptor misalnya hukuman mati.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-01 01:50:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1782973646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh</title>
         <author>gustm</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1782978904</link>
         <description><![CDATA[<div>Dibuatkan peraturan perundang-undangan yang mengatur lebih spesifik tindak pelanggaran korupsi dan hukuman mati bagi koruptor</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-01 01:52:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1782978904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penegakan hukum di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783072365</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:putu Widayani<br>Nis:0904<br>Kelas:XII IPS 1<br>Refleksi atas penegakan dan keadilan hukum di Indonesia yaitu,keadilan dan sanksi atas melanggarnya Hak Asasi Manusia (HAM)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-01 02:29:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783072365</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI PENEGAKAN DAN PELANGGARAN HUKUM</title>
         <author>kurniadw684</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783148488</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA : KADEK KURNIA DEWI<br>KELAS : XII MIPA 3<br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0806<br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum yaitu mengenai aksi pengedar dan pemakai narkoba, dalam hal ini diperlukan suatu tindakan tegas bagi pengedar, tidak hanya dihukum penjara namun bisa mendapat hukuman mati, bagi pemakai narkoba sebaiknya selain mendapat tahapan rehabilitasi juga bisa mendapat hukuman penjara yang berat, karena menimbang dari pengalaman sebelumnya, masih ada mantan rehabilitasi narkoba yang kembali menggunakan narkoba bahkan setelah mendapat hukuman.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-01 03:03:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783148488</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DAN PELANGGARAN HUKUM</title>
         <author>kurniadw684</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783154436</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA : KADEK KURNIA DEWI<br>KELAS : XII MIPA 3<br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0806<br>Dari refleksi tersebut, perlu dibuatkan peraturan baru yang lebih spesifik mengenai penyalahgunaan narkoba selain sanksi penjara pada Pasal 111, 112, 113, 114 dan Pasal 127 serta berbagai peraturan perlindungan generasi muda dari narkoba.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-01 03:06:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783154436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan Dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>niketutseptiani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783396528</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Ketut Septiani<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 2<br>NIS&nbsp; &nbsp; : 0844<br><br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum yaitu khususnya dibidang hak asasi manusia, saat ini sebagian masyarakat Indonesia telah berubah dari masyarakat majemuk yang memiliki rasa persaudaraan yang tinggi berubah menjadi manusia yang memiliki degradasi nilai-nilai kemanusiaan yang mecemaskan. Contoh kecilnya yaitu saat ini banyak sekali terjadi aksi intoleransi, kekerasan, anarkisme, baik itu antar golongan maupun anatar individu. Hal itu terjadi karena penegakkan hukum tak berjalan sesuai dengan harapan sehingga masyarakat melakukan upaya penegakkan hukum dengan cara mereka sendiri melalui bentuk-bentuk pengadilan massa yang berujung pada tindakan-tindakan pelanggaran HAM.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/819735101/9fd67cd0f6e46d3fecd9527d07281de3/download__1_.jpg" />
         <pubDate>2021-10-01 05:33:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783396528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakkan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author>niketutseptiani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783408431</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Ketut Septiani<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 2<br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0844<br><br>Berdasarkan refleksi tersebut sangat diperlukan adanya penegakkan hukum yang seharusnya, seperti adanya upaya penerapan norma-norma hukum secara nyata agar hukum dapa berfungsi dan ditegakkan sebagai pedoman perilaku dalam hidup bermasyarakat. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/819735101/32f8007350c1bf28063ed7b329a55e18/download__2_.jpg" />
         <pubDate>2021-10-01 05:43:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783408431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi peneggakan dan pelanggaran hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783993286</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;:Ni Ketut Sancita Dewi<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; :21<br>Kelas&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; :XII MIPA 1<br></strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum mengenai praktik suap, kolusi, kompromi,yang merajalela di negeri ini.ini melibatkan banyak sekali penjabat pemerintah yang rakus meski telah bebas dari pemerintahan yang korup selama puluhan tahun dan berganti era menjadi era reformasi.namun Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (“KKN”), suap, dan gratifikasi masih tetap lancar dilakukan oleh pihak-pihak yang sungguh ingin merugikan keuangan negara. Amat mengerikan melihat rentetan kasus KKN, suap, dan gratifikasi yang bergulir di negeri ini.hal itu terjadi karena penegak hukum yang tidak berjalan dengan sesuai dan berujung pada tindakan tindakan pelanggaran hukum </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-01 12:08:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1783993286</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786490155</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Kadek Feriyanti Dewi<br>Nis :0837<br><br>Refleksi&nbsp;saya bahwa diperlukannya peningkatan kualitas penegakan hak asasi manusia. Dimana masyarakat memiliki harapan terkait penegakan hukum yang memberikan perlindungan terhadap setiap individu. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-02 22:31:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786490155</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786508344</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Kadek Feriyanti Dewi<br>Nis : 0837<br><br>Semua pihak baik masyarakat atau pemerintah harus berkontribusi memperkuat komitmen dalam pemenuhan hak asasi. Penegakan hukum yang memberikan perlindungan terhadap setiap individu terkait dengan keadilan, kepastian hukum, kesetaraan di hadapan hukum dan pemenuhan hak asasinya sangat diperlukan. Hak sipil, politik, ekonomi, sosial serta budaya harus dilindungi secara berimbang dan tidak ada yang terabaikan agar pelanggaran HAM tidak semakin banyak terjadi.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-02 22:57:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786508344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Wika Arinata_0816_XII MIPA 3</title>
         <author>wikaarinata</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786542350</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia terkait Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kasusnya telah banyak menggugurkan anggota TNI dan Polri saat dalam penyelidikan bahkan masyarakat sekitar, selain itu KKB kerap kali melakukan ancaman dan tindak kekerasan terhadap aparat keamanan serta masyarakat dengan menggunakan senjata api yang berakibat jatuhnya korban jiwa maupun kerugian harta benda. Namun, tetap saja Komnas HAM pun tidak setuju akan label terorisme untuk KKB karena mereka masih memiliki HAM.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-02 23:56:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786542350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Wika Arinata_0816_XII MIPA 3</title>
         <author>wikaarinata</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786542841</link>
         <description><![CDATA[<div>Adapun, yang perlu dibenahi agar praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia bisa lebih baik adalah pemerintah seharusnya lebih memperhatikan lagi terkait kasus KKB ini, karena sudah banyaknya anggota TNI dan Polri bahkan masyarakat yang tidak bersalah yang digugurkan oleh KKB. Tidak perlu ragu lagi terkait meringkus KKB termasuk pelanggaran HAM sehingga pemerintah harus menindak tegas KKB ini sebagai aksi terorisme yang amat meresahkan masyarakat. Pemerintah harus bisa meringkus cepat KKB ini agar terciptanya kondisi yang aman dan damai bagi masyarakat Papua pada umumnya dan dapat mengetahui alasan secara luas sehingga dapat menentukan hukuman yang tepat bagi KKB.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-02 23:57:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786542841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Wika Arinata_0816_XII MIPA 3</title>
         <author>wikaarinata</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786548004</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus Penyerangan Kantor Polisi Oksamol oleh KKB<br>Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1501768/deretan-kasus-penembakan-kkb-yang-tewaskan-aparat-dan-warga/full&amp;view=ok&nbsp;<br>KKB disebut menyerang Kantor Polsubsektor Oksamol di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Jumat, 28 Mei 2021. Dari aksi penyerangan tersebut, Kepala Subsektor Oksamol Briptu Mario Sanoy tewas. Juru Bicara Satuan Tugas atau Satgas Nemangkawi Komisaris Besar M. Iqbal Alqudusy mengatakan insiden penyerangan terjadi pada sekitar pukul 01.00 WIT. "Dalam peristiwa itu warga sempat melihat ada enam orang dari Distrik Kiwirok yang masuk ke Distrik Oksamol dan telah memantau pos polisi," kata dia melalui keterangan tertulis pada Jumat, 28 Mei 2021. Enam orang anggota KKB itu kemudian menyerang pos dan menembak Briptu Mario. Mereka juga membawa kabur tiga pucuk senjata api yang terdiri dari dua senjata api SS1 dan satu revolver.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-02 23:58:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786548004</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luh Putu Merliani Putri_0834_XII IPS 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786597414</link>
         <description><![CDATA[<div> untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu dilakukan tindakan seperti menegakkan supremasi hukum, menyelesaikan konflik vertikal dan horizontal yang mengakibatkan kekerasan fisik, memberikan perlindungan lebih teradap hal-hak anak dan perempuan, dan menegakkan keadilan bagi seluruh masyarakat. evaluasi terhadap kinerja instansi perlindungan HAM juga perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi, sehingga masyarakat dapat menanam kembali kepercayaan mereka terhadap pemerintahan. selain itu harus dilakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan perlindungan HAM di Indonesia.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 01:25:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786597414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luh Putu Merliani Putri_0834_XII IPS 1 no</title>
         <author>merlianiputri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786605114</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Sejak era reformasi, sudah ada beberapa presiden yang memimpin Indonesia. Namun, persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) belum menemui titik terang, terlebih kasus-kasus yang terjadi pada para pejuang HAM di Indonesia. HAM merupakan suatu hal yang pasti dimiliki oleh setiap individu yang merupakan anugerah-Nya yang harus dijunjung tinggi, dihormati, dan dilindungi oleh negara. Reflesi saya tehadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum mengenai penculikan, kekerasan, dan pembunuhan. Kasus seperti ini sudah dari dulu hingga sekarang masih ada dan banyak korban yang tidak mendapatkan Hak Asasi Manusia. Hal ini terjadi karena penegakan HAM di Indonesia masih belum stabil.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 01:37:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786605114</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi penegak dan pelanggaran hukum di Indonesia</title>
         <author>liaariani2003</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786612448</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Putu Lia Ariani<br>Kelas: XII IPS2<br>NIS: O897<br>Refleksi saya terhadap penegak dan pelanggaran hukum di Indonesia adalah agar ditingkatkannya sanksi yang tegas oleh para pengedar, pengguna narkoba yang semakin marak terjadi di Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 01:49:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786612448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luh Putu Merliani Putri_0834_XII IPS 1</title>
         <author>merlianiputri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786612927</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh kasus pelanggaran HAM yg terjadi di Indonesia yaitu "Penculikan Aktivis Pada 1997/1998" Pelanggaran HAM ini juga terjadi di masa Orde Baru. Terjadi aksi penculikan aktivis selama kurun waktu 1997-1998. Melansir KONTRAS, dalam periode tersebut terjadi kasus penculikan dan penghilangan paksa 23 orang penduduk sipil.<br><br>Sebagian dari mereka merupakan aktivis pro demokrasi. Mirisnya, hanya 9 orang dari mereka yang dikembalikan. Sisanya, 13 orang belum ditemukan hingga saat ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 01:50:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786612927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi praktik penegak dan pelanggar hukum di Indonesia</title>
         <author>liaariani2003</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786615331</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Putu Lia Ariani<br>Kelas: XII IPS2<br>NIS:0897<br> Dari refleksi pengguna dan pengedar narkoba harus diberi sanksi yang tegas solusi yang dapat di berikan adalah dengan membuatkan undang-undang yang lebih menitik beratkan pengguna dan pengedar agar penggunaan narkoba di Indonesia dapat sedikit demi sedikit berkurang dan Indonesia bisa bebas narkoba</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 01:54:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786615331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Yuli Sari Ningsih (0853)_XII IPS 1</title>
         <author>sariningsihyuli488</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786765897</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di indonesia yaitu terkait dengan pelanggaran aturan lalu lintas, dimana banyak kita temui kasus pelanggaran dalam lalu lintas  seperti memakai ponsel saat berkendara, pengendara motor yang tidak memakai helm hal ini tentunya akan banyak menimbulkan dampak negatif seperti kecelakaan dalam berlalu lintas yang bisa menyebapkan kematian, hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan berlalu lintas dan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 05:33:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786765897</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Yuli Sari Ningsih (0853)_XII IPS 1</title>
         <author>sariningsihyuli488</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786779722</link>
         <description><![CDATA[<div>untuk mengurangi permasalahan tersebut diperlukan adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan dalam berlalu lintas dan sosialisasi tentang kasus kecelakaan yang terjadi di jalan akibat melanggar lalu lintas selain sosialisasi kepada masyarakat juga diperlukan penetapan hukuman yang lebih tegas kepada pihak yang melakukan pelanggaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 05:52:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1786779722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787325759</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Komang Putri Marta Armayani<br>Kelas: XII MIPA 2<br>NIS: 0828<br>Refleksi saya terhadap penegakkan hukum di Indonesia mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan yang sering terjadi akibat KDRT di Indonesia. Walaupun aturannya sudah tertuang dalam undang-undang No 23 tahun 2004, namun kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi hingga saat ini terutama pada daerah-daerah pedalaman yang jarang diketahui karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan ke pihak berwajib. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 14:03:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787325759</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Praktik penegakkan dan pelanggaran hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787332043</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Komang Putri Marta Armayani<br>Kelas: XII MIPA 2<br>Nis: 0828<br>Solusi refleksi tersebut, perlu dibentuk peraturan baru untuk menunjang peraturan sebelumnya untuk mengatasi kasus kekerasan terhadap perempuan yang juga berkaitan dengan pelanggaran HAM. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 14:06:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787332043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Ari Candra Asih_0874_XII MIPA 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787590093</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap hukum di Indonesia mengenai kasus yang terjadi pada tahun 2020. Pelajar berinisial (ZA) 16 tahun yang dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap kelompok begal.&nbsp;<br>Dimana dalam sidang dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), ZA dikenakan dengan pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 351 KUHP (3) dan UU darurat pasal 2 (1) dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.&nbsp;<br>Hal ini tentu saja dirasa tidak patut bagi logika dan kenyataan. Namun ternyata hukum berkata lain. Coba saja bandingkan dengan kasus berat lainnya seperti korupsi sampai milyaran. Tetapi masih bisa bebas dari penjara dsb.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 16:28:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787590093</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Ari Candra Asih_)0874_XII MIPA 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787596421</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut kasus yang saya jelaskan mengenai ZA yang dituduh melakukan pembunuhan berencana, saya rasa memang dalam lingkungan pengadilan, ketika kita bisa membayar/menggunakan pengacara yang (mahal) semua keadaan ntah baik/buruk bisa berubah. Mereka yang rakyat biasa ketika mendapatkan hal seperti ini sangat sulit untuk membenarkan keadaan yang sudah benar karena kalah saat berada dalam persidangan. Sangat perlu untuk lebih menegakkan keadilan dan mencari bukti yang lebih banyak mengenai kasus-kasus tsb.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-03 16:32:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1787596421</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi penegak dan pelanggaran hukum di Indonesia </title>
         <author>dwiariasih</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1789358882</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Kadek Dwi Ariasih&nbsp;<br>Kelas : XII IPS 1&nbsp;<br>Nis : 0802&nbsp;<br>Refleksi saya bahwa diperlukan penegasan terhadapan hak asasi manusia, karena masyarkat memerlukan perlindungan terhadap setiap individu. dimana dimasa pandemi ini banyak masyarakat yang melakukan kekerasan fisik maupun mental.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-04 12:15:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1789358882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Praktik penegakan dan pelanggaran hukum </title>
         <author>dwiariasih</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1789461008</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Kadek Dwi Ariasih&nbsp;<br>Kelas : XII IPS 1<br>Nis : 0802&nbsp;<br>Solusi dari refleksi tersebut adalah diperlukan  penegasan undang-undang tentang hak asasi manusia untuk mengurangi terjadinya kekerasan dan lainya sebagainya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-04 12:51:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1789461008</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI PENEGAKAN HUKUM DAN PELANGGARAN HUKUM</title>
         <author>putupurwani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1791123028</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Putu Purwani<br>Kelas&nbsp; : XII IPS 2<br>Nomor : 30<br>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum yaitu mengenai pemerkosaan baik wanita ataupun pria. Dalam pelanggaran ini agar diberikan hukuman yang lebih berat karena pemerkosaan membuat mental korban sangat terganggu selain itu stigma masyarakat yang mengetahuinya juga membuat korban down terhadap keadaan sekitar. Karena itu untuk membuat para pelaku atau orang yang memiliki pemikiran pemerkosaan tidak lagi memikirkan hal tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-05 00:05:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1791123028</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SOLUSI AGAR PRAKTIK PERLINDUNGAN DAN PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA LEBIH BAIK</title>
         <author>putupurwani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1791132364</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Putu Purwani<br>Kelas : XII IPS 2<br>Nomor : 30<br>Dengan menyebarkan atau lebih banyak membuat sosialisasi tentang pemerkosaan dan bahanyanya, juga hukuman penjara yang lebih berat bagi pelakunya. Juga rehabilitas bagi para korban. Terimakasi, Semoga hukum di Indonesia lebih baik agar Indonesia menjadi negara yang maju terlebih lagi pelanggaran yang terjadi semakin menurun. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-05 00:10:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1791132364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>URAIAN SINGKAT </title>
         <author>putupurwani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1791144983</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Putu Purwani<br>Kelas : XII IPS 2<br>Nomor : 30&nbsp;<br>Contoh kasus pemerkosaan di Sumatera Selatan, tentang penjaga kos pria berumur 38 tahun yang memperkosa 2 siswi SMA yng merupakan penghuni kos. Pemerkosaan tersebut terjadi tanggal 30 Agustus 2020</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-05 00:17:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1791144983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uraian singkat </title>
         <author>dwiariasih</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1796155708</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Kadek Dwi Ariasih<br>Kelas : XII IPS 1<br>NIS : 0802<br><br>Kasus perundungan atau bullying di sekolah<br>Bullying di sekolah juga merupakan contoh pelanggaran HAM ringan. Beberapa tahun lalu seorang siswa di SMA negeri di Jakarta mengaku dihardik, dipukul dan dicengkeram oleh tiga seniornya hingga lebam-lebam hanya gara-gara tidak memakai kaos dalam (kaos singlet). Aturan memakai singlet itu diterapkan oleh seniornya, bukan oleh sekolah. Korban telah berusaha memberikan penjelasan soal tidak pakai singlet itu. Namun ketiga seniornya tetap tidak mau mendengar dan terus memarahinya.<br><br>Baca artikel detikedu, "Contoh Kasus Pelanggaran HAM Ringan di Indonesia" selengkapnya <a href="https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5735064/contoh-kasus-pelanggaran-ham-ringan-di-indonesia">https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5735064/contoh-kasus-pelanggaran-ham-ringan-di-indonesia</a>.<br><br><br>
</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-06 11:45:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1796155708</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA</title>
         <author>wiryaadikusuma</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1796293742</link>
         <description><![CDATA[<div>
<strong>Komang Wirya Adi Kusuma <br>14<br>XII MIPA 3</strong><br>Refleksi saya atas penegakan hukum dan keadilan di Indonesia adalah adanya hukum yang tumpang tindih satu dengan yang lainya. Berbagai kasus kriminal hukum perdata yang sudah terbukti bersalah bisa dipelintir dengan UU ITE, ada begitu banyak pasal-pasal yang bisa digunakan untuk menyerang terlapor, seperti tindakan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik, dll.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-06 12:39:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1796293742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA</title>
         <author>wiryaadikusuma</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1796302884</link>
         <description><![CDATA[<div>
<strong>KOMANG WIRYA ADI KUSUMA<br>14<br>XII MIPA 3</strong><br>Solusi yang bisa dipertimbangkan adalah membuat aturan dengan lebih spesifik dengan batasan-batasan yang jelas.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-06 12:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1796302884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakkan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798326304</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Dimas Priliano</div><div>NIS : 0762</div><div>Kelas : XII MIPA 1<br><br>
</div><div>Refleksi saya terhadap Penegakkan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia adalah mengenai Hak Asasi Manusia. Belakangan ini banyak korban aksi kejahatan seksual berani mengungkapkan atau mengutarakan apa yang terjadi kepadanya. Baik diungkapkan di media sosial atau secara langsung ke jalur hukum. Korban yang berani speak up di media sosial cenderung mendapat kecaman atau bully atas apa yang telah dilakukan padahal posisi korban pada saat itu sedang atau telah mengalami kejahatan seksual. Kemudian mereka akan mendapatkan citra atau kesan yang buruk dimata masyarakat. Sehingga tidak sedikit dari para korban kejahatan seksual yang memilih diam dan merahasiakannya secara pribadi daripada harus melaporkannya. Dalam pasal 1 Rancangan undang-undang (<strong><em>RUU</em></strong>) Penghapusan Kekerasan Seksual (<strong>PKS</strong>) yaitu hak atas penanganan, perlindungan, dan pemulihan yang didapatkan, digunakan dan dinikmati oleh korban, dengan tujuan mengubah kondisi korban yang lebih baik, bermartabat dan sejahtera Seharusnya kita mengapresiasi keberanian korban kejahatan seksual dan terus mendukungnya agar kejahatan seperti ini tidak terulang kembali.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-07 01:55:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798326304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakkan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author>dimaspriliano</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798338461</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Dimas Priliano</div><div>NIS : 0762</div><div>Kelas : XII MIPA 1<br><br>Berdasarkan refleksi tersebut diperlukan adanya penegakkan hukum yang seharusnya berguna untuk melindungi, menjaga dan mendukung korban aksi kejahatan seksual. Agar para korban tidak takut dan tidak merasa dikucilkan di kehidupan bermasyarakat&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-07 02:00:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798338461</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dimas Priliano_0762_XII MIPA 1</title>
         <author>dimaspriliano</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798357808</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus Kejahatan Seksual di Indonesia</div><div>Sumber :</div><div>
<a href="https://metro.tempo.co/read/1512958/komnas-perempuan-terima-aduan-kasus-kekerasan-seksual-pegawai-kpi">https://metro.tempo.co/read/1512958/komnas-perempuan-terima-aduan-kasus-kekerasan-seksual-pegawai-kpi</a><br><br>
</div><div>Pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS mengadukan dugaan perundungan dan kekerasan seksual yang dialami kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Ketua Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan Dewi Kanti dalam keterangan tertulis mengatakan pihaknya menerima laporan itu pada Kamis, 30 September 2021. MS menyampaikan peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya, dampak, langkah yang diambil, serta perkembangan advokasi kasus. Ia merasa perlu melaporkannya kepada Komnas Perempuan sebagai lembaga HAM yang memiliki fokus dan keahlian dalam hal kekerasan seksual untuk mendapatkan pertimbangan pada situasi yang dihadapinya. Termasuk dampak yang dialami anggota keluarganya, dalam hal ini pada istri dan ibunya Kekerasan seksual yang dialami MS berdampak secara psikis, fisik, seksual, dan sosial ekonomi. Komnas Perempuan merekomendasikan kepolisian untuk menyelidiki kasus yang dialami oleh MS secara transparan dan profesional, serta bekerja sama dengan lembaga layanan pemulihan korban. KPI harus membangun kerja sama lintas institusi dalam menangani kasus yang dialami MS secara akuntabel. Komnas Perempuan mengingatkan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang tindak pidana kekerasan seksual.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-07 02:08:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798357808</guid>
      </item>
      <item>
         <title>                                       </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798562386</link>
         <description><![CDATA[<div>
<strong>Nama : Ni Luh Senjarini<br>Kelas&nbsp; : XII IPS 2<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0867<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 20</strong><br><br>Refleksi saya terhadap penegakkan hukum di Indonesia terutama tentang korupsi yang dilakukan oleh pejabat selain itu juga tentang petinggi petinggi negara yang melakukan aksi suap dan&nbsp; masyarakat dari kalangan atas yang melanggar aturan hukum seperti contohnya adanya kasus pelecehan seksul penggunaan narkoba. Menurut saya hukum di Indonesia sudah bagus namun pelaksanaan sanksi yang diberikan kepada pelanggar terkadang kurang adil. Seperti contohnya rakyat Indonesia disaat pandemi ini perekonomiannya sangat menurun drastis dari sebelum pandemi termasuk juga bagi masyarakat yang kurang mampu pastinya sangat kena dampak dari pandemi ini. Namun disisi lain ada pejabat yang kehilangan hati nuraninya dan menggelapkan uang rakyat atau korupsi. Tanpa mereka sadari mereka telah melanggar hukum dan sumpah janjinya. Sehingga dana bansos seharusnya di berikan kepada rakyat tetapi uang nya dikorupsi kan. Saya sering melihat di tv para pejabat yang korupsi proses penghukumannya terus ditarik ulur dan proses hukumnya lama sekali. Contoh kedua ada ibu-ibu yang mencuri susu untuk anaknya tetapi tanpa proses yang panjang ibu itu dihukum ada yang sampai 7 tahun penjara. Jadi kesimpulannya terkadang hukum di Indonesia tumpul ke atas dan tajam kebawah.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-07 03:33:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798562386</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798581946</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh putu<br>Kelas.&nbsp; : XII IPS 2<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0867<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 20<br><br>Dari kasus tersebut dapat dilakukan dengan cara menegakkan kembali UU atau pasal pasal mengenai larangan ataupun sanksi dari pelanggaran korupsi, pelecehan seksual ataupun pengguna narkoba. Atau juga dengan membuatkan undang undang baru dengan sanksi yang setimpal sehingga pelanggar harus berfikir puluhan kali dampak yang diakibatkan jika melanggar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-07 03:42:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798581946</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798594813</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh Senjarini<br>Kelas. : XII IPS 2<br>Nis.&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0867<br>No.&nbsp; &nbsp; &nbsp; 20<br><br>REPUBLIKA.CO.ID, Terungkapnya kasus korupsi dana bantuan sosial Covid-19 di Kementerian Sosial, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka. Miris dengan kenyataan ini, korupsi seperti menjadi budaya baru dalam tataran pemangku jabatan negara.<br>Dana yang harusnya digunakan untuk kepentingan rakyat yang terdampak pandemi, malah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pejabat tanpa melihat kehalalan dalam mendapatkannya.<br>Sumber : https://m-republika-co-id.cdn.ampproject.org/v/s/m.republika.co.id/amp/ql2juj282?amp_js_v=a6&amp;amp_gsa=1&amp;usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16335783944785&amp;referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp;amp_tf=Dari%20%251%24s&amp;ampshare=https%3A%2F%2Fwww.republika.co.id%2Fberita%2Fql2juj282%2Fmensos-korupsi-dana-bansos-budaya-pejabat-negara</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-07 03:48:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1798594813</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Marsyani_0807_XII MIPA 3                                                                                                                             </title>
         <author>kadekmarsyani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802116168</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Refleksi tentang penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia dari saya adalah terkait dengan hukum yang masih tumpul keatas dan tajam kebawah. Pada realitanya terdapat kasus-kasus yang membuktikan hukum masih tajam kebawah dan sebaliknya tumpul keatas. Sehingga diperlukan adanya suatu tindak tegas maupun usaha dari aparat dengan dibantu kesadaran seluruh masyarakat.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-08 09:25:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802116168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Marsyani_0807_XII MIPA 3 </title>
         <author>kadekmarsyani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802146650</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal yang perlu dibenahi agar praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia bisa lebih baik dari refleksi tersebut adalah perlunya aparat untuk megegakkan keadilan dan menyamaratakan hak dan tanggung jawab. pemerintah harusnya lebih tegas kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang kalangan, karena semua sama di depan hukum, namun kita tidak bisa hanya menuntut pada aparat atau penegak hukum. setidaknya kita sebagai penduduk harus sadar diri jangan sampai mengambil tindakan tercela dan lari dari hukum, sadar diri sudah berbuat salah dan harus bertanggung jawab dengan hukuman yang setimpal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-08 09:46:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802146650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Adinda Pradnyaswari_XII MIPA 2_25/0872</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802353208</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum yaitu mengenai pelecehan terhadap wanita dan anak dibawah umur. Seperti yang kita ketahui, walaupun di Indonesia sudah menyatakan kesetaraan gander namun masih banyak pemikiran kolot masyarakat yang menganggap seorang wanita itu lemah dan hanya objek untuk kepuasan mereka.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-08 12:11:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802353208</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Made Adinda Pradnyaswari_XII MIPA 2_25/0872</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802354936</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari refleksi tersebut, memang sudah ada beberapa aturan tertulis UU mengenai pelecehan seksual seperti UU pasal 294 ayat (1). Namun peraturan tersebut hanya menjelaskan tentang jeratan beberapa tahun penjara. Seharusnya perlu dibuatkan peraturan yang baru, yang lebih berat seperti denda dan juga pertanggungjawaban terhadap keluarga korban untuk efek jeranya.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-08 12:12:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1802354936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Marsyani_0807_XII MIPA 3 </title>
         <author>kadekmarsyani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1804167836</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus yang saya temukan masih tentang hukum yang tajam keatas dan tumpul kebawah, yakni kasus Nenek Minah yang dihukum hanya karena mencuri 3 buah kakao. Nenek Minah divonis 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan oleh Pengadilan Negeri Purwokerto pada 19 November 2009. Ia terbukti melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Kasus itu bermula ketika Nenek Minah memetik 3 buah kakao milik sebuah perusahaan pada 2 Agustus 2009. Kakao dipetik untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Perbuatannya diketahui mandor perusahaan. Nenek Minah pun meminta maaf dan menyerahkan kakao yang dipetiknya kepada mandor itu. Buntut petik 3 buah kakao senilai Rp30 ribu itu menjadi panjang. Polisi memproses Nenek Minah sebagai pencuri sampai akhirnya duduk sebagai terdakwa, kemudian divonis bersalah. Langsung atau tidak langsung, kisah itu menginisiasi lahirnya Surat Edaran Kapolri Nomor SE/8/VII/2018 tentang Penerapan Keadilan Restoratif. Andai kepolisian konsisten menerapkan keadilan restoratif, tidak akan ada lagi kasus seperti Nenek Minah di negeri ini. Fakta bicara lain, kepastian hukum selalu meniadakan keadilan hukum.<br><br>Sumber: <a href="https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2050-nenek-minah-namamu-disebut">https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2050-nenek-minah-namamu-disebut</a><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-09 14:45:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1804167836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komang Dana_0822_XII IPS 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806207863</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi&nbsp;saya bahwa penegak hukum tidak dapat diharapkan untuk melakukan penegakan hukum secara menyeluruh dan adil.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-10 23:10:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806207863</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Komang Dana_0822_XII IPS 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806212745</link>
         <description><![CDATA[<div>Peradilan&nbsp;adalah pilar utama agar negara kita bergerak cepat dan menuju negara maju yang berkeadilan. Setiap aktivitas dan perlindungan hak-hak ekonomi, sosial, budaya rakyat disyaratkan oleh adanya  hukum yang baik, keteraturan dan ketertiban.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-10 23:15:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806212745</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Nengah Juni Ardani_XII MIPA 3_23</title>
         <author>juniardani12</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806217037</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi terhadap penegakan Hukum dan Pelanggaran Hukum di Indonesia adalah diperlukannya keadilan yang memang benar benar harus adil dalam memberikan sanksi maupun hukum terkhusus untuk yang mengambil uang rakyat secara diam diam atau korupsi dan koruptor , seharusnya mereka yang sampai korupsi bisa diberikan sanksi yang berat karena itu sama artinya mereka telah mencuri uang rakyat baik itu yang kaya atau miskin</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-10 23:20:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806217037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Nengah Juni Ardani_XII MIPA 3_23</title>
         <author>juniardani12</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806218514</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari refleksi tersebut diperlukannya peraturan baru yang lebih spesifik atau tegas mengenai Korupsi, serta penanganan yang khusus</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-10 23:21:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806218514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Nengah Juni Ardani_XII MIPA_23</title>
         <author>juniardani12</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806226874</link>
         <description><![CDATA[<h1>Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Negara Rugi Puluhan Triliun:</h1><h1>https://www.kompas.tv/article/204569/deretan-kasus-korupsi-terbesar-di-indonesia-negara-rugi-puluhan-triliun</h1><div><br>KOMPAS.TV - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara, dijatuhi vonis 12 tahun penjara dan dikenai pidana pengganti sebesar Rp 14,59 miliar karena terbukti bersalah dalam korupsi bansos Covid-19.</div><div>Korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia. Selain korupsi bansos Covid-19, ada beberapa kasus korupsi terbesar di Indonesia yang menyebabkan kerugian negara hingga puluhan triliun rupiah</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompas.tv/article/204569/deretan-kasus-korupsi-terbesar-di-indonesia-negara-rugi-puluhan-triliun" />
         <pubDate>2021-10-10 23:30:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806226874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author>ekasuryanti</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806270440</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh Gede Eka Suryanti<br>Kelas : XII MIPA 2<br>NIS : 0857<br>Refleksi terhadap penegakan hukum di bidang hak asasi manusia harus ditingkatkan misalnya diberikan hukuman seberat-beratnya karena dapat dilihat sebagai masyarakat Indonesia telah berubah dari masyarakat majemuk yang memiliki rasa sosial yang tinggi menjadi manusia Indonesia yang memiliki degradasi nilai-nilai kemanusiaan yang mencemaskan. Hal ini diperlihatkan dengan aksi intoleransi, kekerasan, anarkisme, perlawanan terhadap petugas atau sebaliknya, saling serang antar golongan, dan lain-lain.</div><div>Hal tersebut dapat terjadi karena penegakan hukum tak berjalan sesuai dengan harapan sehingga masyarakat melakukan upaya penegakan hukum dengan cara mereka sendiri melalui bentuk-bentuk pengadilan massa yang berujung pada tindakan-tindakan pelanggaran HAM. Bahkan di lain sisi, sejarah menceritakan ada juga penegak hukum yang seharusnya melindungi hak asasi manusia warganya, malah berbuat sebaliknya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 00:17:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806270440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author>ekasuryanti</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806277071</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Ni Luh Gede Eka Suryanti<br>Kelas : XII MIPA 2<br>NIS : 0857<br>Perlu dibuatkan peraturan perundang undangan yang lebih spesifik mengenai HAM. Selain itu Penyusunan dan pembentukan undang-undang dan perkembangan hukum kebiasaan harus serasi dengan kebutuhan masyarakat, harus objektif dan tidak mendiksriminiasi. Sistem hukum yang baik akan memaksa aparat penegak hukum untuk bekerja dengan jujur, efektif, dan efisien yang pada akhirnya akan mencerminkan penegakan hukum yang berkualitas pula</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 00:23:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806277071</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ekasuryanti</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806284823</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Ni Luh Gede Eka Suryanti<br>Kelas : XII MIPA 2<br>NIS : 0857<br><strong>Tragedi Rumoh Geudong, Aceh (1989-1998)</strong></div><div>Tragedi Rumoh Geudong merupakan sebuah tragedi penyiksaan oleh aparat TNI terhadap masyarakat Aceh selama masa konflik Aceh.<br><br></div><div>Salah satu kasus pelanggaran HAM di Indonesia ini terjadi di sebuah rumah tradisional Aceh yang merupakan markas TNI di desa Billie.<br><br></div><div>Rumah tersebut menjadi tempat penyiksaan kejam saat konflik tersebut berkecamuk.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 00:30:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806284823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KADEK DENI ADNYANI_0798_NO 14</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806672937</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Penembakan Mahasiswa Universitas Tri Sakti<br></strong>Sumber Kompas.com<br>Para mahasiswa melakukan aksi damai dari Kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pukul 12.30.</div><div>Sayangnya, aksi mereka dihalangi oleh Polri yang disusul dengan kedatangan militer. Beberapa mahasiswa kemudian mencoba untuk bernegosiasi dengan pihak Polri.</div><div>Akhirnya pukul 17.15, para mahasiswa bergerak mundur. Pergerakan ini diikuti dengan majunya aparat keamanan.</div><div>Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru mereka ke arah para mahasiswa, yang mengakibatkan 4 mahasiswa tewas dalam kejadian tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 04:48:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1806672937</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi singkat</title>
         <author>sriwahyuni4</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808950454</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Dewa Ayu Sri Wahyuni<br>NIS&nbsp; &nbsp; : 0761<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 2<br><br>Perlindungan hukum di indonesia menurut dari pandangan saya perlu ditingkatkan lagi seperti penekanan hukum bagi koruptor yang bisa lebih berat lagi seperti hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati, jika dibandingkan dengan pencuri biasa yang mencuri uang sedikit mendapatkan hukuman yang sangat berat sedangkan koruptor hanya hukuman yang ringan jadi hukum di indonesia harus lebih digunakan dengan baik dan tepat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 23:07:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808950454</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketut Sukma Ariani_XII Mipa 1_18</title>
         <author>ketutsukma03</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808955806</link>
         <description><![CDATA[<div>Yang bisa saya reflesikan adalah terkait dengan pengadilan HAM dan pengadilan HAM ad hoc,memang ada persoalan yang bertingkat-tingkat,&nbsp; mulai desain pengadilan ad hoc, performa jaksa penuntut umum, dan juga persoalan sikap hakim atas pelanggaran HAM berat ini. Kita perlu untuk menyadari dalam menegakkan keadilan atas pelanggaran HAM yang berat ini dari aspek dan normatif dan praktik itu&nbsp; itu memang luar bisa serius tantangannya,, dan ini belum bisa ke aspek politik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 23:12:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808955806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketut Sukma Ariani_XII Mipa 1_18</title>
         <author>ketutsukma03</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808968420</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><mark>dari refleksi tersebut, hal yang perlu dibenahi untuk peningkatan praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia adalah sebagai berikut : <br>* Penegakan hukum tidak bisa dipisahkan dari badan peradilan (penegak hukum) dan hukumnya sendiri. Ketiganya menjadi pilar yang saling menopang dan tidak bisa dipisahkan. Hukum itu berguna bila ditegakkan oleh lembaga peradilan. Sebaliknya, penegakan hukum tidak akan bisa berjalan jika tidak ada hukum sebagai landasan bagi lembaga peradilan dalam menegakkan hukum. Tidak ada yang lebih utama dari ketiga hal itu. Maka dari itu, ketiganya harus bekerja secara sinergis serta berjalan secara seimbang.<br></mark></strong><mark><br><br></mark><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-11 23:21:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808968420</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketut Sukma Ariani_XII Mipa 1_18</title>
         <author>ketutsukma03</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808988373</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>Tanggal 17 Juli diperingati sebagai hari Keadilan Internasional (World Day for International Justice), yang merujuk pada Statuta Roma tentang Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) pada 17 Juli 1998. Statuta Roma mengatur kejahatan paling serius yakni kejahatan genosida (the crime of genocide), kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity), kejahatan perang (war crimes), dan kejahatan agresi (the crime of aggression).<br>Indonesia sendiri mengalami deviasi melalui UU No. 26 tahun 2000 tentang Pelanggaran HAM Berat, yang justru memberi pondasi kuat bagi impunitas pelanggar HAM dengan unsur komando. Sehingga, bisa dibilang, rekam jejak pelaksanaan UU 26/2000 menjadi gagal total dalam menjerat pelanggar HAM, apalagi untuk menjamin rasa keadilan bagi Korban.<br>Dalam kondisi “prematur” dan penuh keterbatasan tersebut, Pemerintah Indonesia, Presiden Joko Widodo, justru mendorong pembentukan Rancangan Peraturan Presiden soal Unit Kerja Presiden untuk Penanganan Peristiwa Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat (Ranperpres UKP-PPHB) melalui mekanisme non-yudisial.</mark><br><br>Sumber :https://www.google.com/search?q=kasus+pelanggaran+ham+di+indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.google.com/search?q=kasus+pelanggaran+ham+di+indonesia+2021+dan+nya&amp;sxsrf=AOaemvKbZa2qwN4IvBcAhT8byzd9yLN5Ow%3A1633993975056&amp;ei=98RkYY3tAs22rQHz6JbgBg&amp;oq=kasus+pelanggaran+ham+di+indonesia+2021+dan+refleksinya&amp;gs_lcp=Cgdnd3Mtd2l6EAEYADIECCMQJzIECCMQJzIICAAQgAQQsQMyCwgAEIAEELEDEIMBMgQIABBDMgUIABCABDIICAAQsQMQgwEyBQguEIAEMg4IABCABBCxAxCDARDJAzIFCAAQkgM6BwgjEOoCECc6CwguEIAEEMcBEK8BOgsIABCxAxCDARDJA0oECEEYAFDIhQNYo5ADYMurA2gBcAJ4AIABlgGIAbgFkgEDMC41mAEAoAEBsAEKwAEB&amp;sclient=gws-wiz" />
         <pubDate>2021-10-11 23:36:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1808988373</guid>
      </item>
      <item>
         <title>komang widiasa_XII MIPA3_13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810482424</link>
         <description><![CDATA[<div>refleksi saya terhadap hukum yaitu hakum itu harus di perketat supaya tidak banyak orang yang melanggar hukum di indonesia. contoh nya korupsi yang masih merajalela di negara kita dan ke adilan dalam hakim kurang bagus<br>dalam menegakan tindakan tindakan korupsi  di indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 12:12:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810482424</guid>
      </item>
      <item>
         <title>komang widiasa_XII MIPA3_13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810494135</link>
         <description><![CDATA[<div>dengan cara mempertegas aturan aturan dan membuatkan undang undang yang mengatur spesifik tindakan pelanggaran korupsi dan hukuman mati terhadap para koruptor yang meraja lela di indonesia<br>mungkin aturan ini akan membuat orang orang mejadi takut korupsi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-12 12:17:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810494135</guid>
      </item>
      <item>
         <title>komang widiasa_XII MIPA_13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810507298</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><h1><strong>Kasus Korupsi Rp 31 M, Ketua DPRD Bengkalis Divonis 1,5 Tahun Bui</strong></h1><div><br>https://www.liputan6.com/regional/read/2974957/kasus-korupsi-rp-31-m-ketua-dprd-bengkalis-divonis-15-tahun-bui<br><br>&nbsp;Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau menjatuhkan vonis ringan terhadap Ketua DPRD Bengkalis, Heru Wahyudi. Meski terbukti bersalah melakukan <a href="https://www.liputan6.com/regional/read/2966578/kejati-sulsel-cegah-bos-tambang-terkait-kasus-korupsi-pasar">korupsi dana bansos</a>, dia hanya divonis 18 bulan penjara.</div><div>Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Sebelumnya jaksa menuntut Majelis Hakim menghukum Heru dengan pidana penjara delapan tahun enam bulan&nbsp;</div><div>Dana bansos yang dikucurkan Rp 230 miliar. Adapun Praktek bancakan korupsi berjamaah dana bansos itu telah merugikan negara Rp 31 miliar itu.<br><br>"Menyatakan terdakwa bersalah dan divonis satu tahun enam bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim, Raden Heru Kunto Dewo dalam membacakan amar putusannya di PN Pekanbaru, Riau, Rabu 31 Mei 2017.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.liputan6.com/regional/read/2974957/kasus-korupsi-rp-31-m-ketua-dprd-bengkalis-divonis-15-tahun-bui" />
         <pubDate>2021-10-12 12:22:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810507298</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan pelanggaran Hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810582345</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Kadek Ari Anggarini<br>Nis: 0794<br>Kelas: XII IPS 1<br>pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan refleksi saya terhadap penegakan hukum pidana bagi rakyat kecil dan rakyat kelas atas di Indonesia. salah satu kasus nya adalah dua orang ibu yang mencuri minyak kayu putih untuk di berikan kepada anaknya, hampir di penjarakan selama 7 tahun, padahal kejahatan yang di lakukan oleh dua ibu ini masih jauh lebih ringan di bandingkan kasus pencurian uang rakyat atau korupsi dana sosial yang di lakukan oleh eks menteri sosial Indonesia Juliari. seharusnya, hukum pidana yang hendak di berikan oleh penegak hukum kepada tersangka harus diberikan sesuai dengan tingkat kejahatannya, apakah rendah, menengah, atau sudah kejahatan yang berat. dan hendaknya diberikan keadilan bagi rakyat kecil di mata hukum.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1273783363/09d91bfe5451a5cefeddb88c24748a52/kolase_foto_unggahan_hotman_pari_20210909094155.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-12 12:49:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1810582345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Restu Hardita_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1815661878</link>
         <description><![CDATA[<div>Ada dua isu penting di negara ini terkait penegakan hukum yang menjadi sorotan banyak pihak, yaitu: isu pelanggaran HAM dan isu KKN, suap, dan grafitasi. Hingga saat ini, telah banyak kasus pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, seperti: peristiwa Tanjung Priok, Semanggi, Talangsari, Trisakti, tragedi Mei, kasus penutupan gereja (HKPB Philadelphia, GKI Yasmin, dll), kasus Ahmadiyah[5], penyerangan Lapas Cebongan, terorisme di berbagai tempat, dan yang terakhir peristiwa pembunuhan para pekerja jalan dan jembatan di Papua. Dari masalah diatas, menurut saya ada 2 faktor penting yang menyebabkan pelanggaran penegakan hukum, yaitu pemerintah dan juga dari masyarakat, pemerintah harusnya lebih tegas dalam membuat aturan dan konsekuensi serta lebih memperhatikan rakyatnya. Masyarakat juga harusnya lebih sadar&nbsp; diri dengan aturan yg berlaku dan juga harus bisa menanamkan jiwa cinta tanah air, agar bisa menciptakan negara Indonesia yang aman damai dan sejahtera.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 01:59:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1815661878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Restu Hardita_XII MIPA 3_29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1815682576</link>
         <description><![CDATA[<div>Dengan&nbsp;menegaskan kembali peraturan yang berlaku, memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Menurut saya, sebenarnya puncil dari semua permasalahan penegakan hukum adalah korupsi dan koruptor.  Sebaiknya pemerintah harus membentuk agen/intel yg khusus untuk memberantas korupsi selain KPK, dengan begitu diharapkan bisa menekan jumlah pelanggaran penegakan hukum.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 02:07:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1815682576</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Restu Hardita_XII MIPA 3_29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1815694765</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada 19 November 2009, nenek Minah (55) dihukum oleh PN Purwokerto selama 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Dia dinyatakan bersalah karena memetik 3 buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA), Ajibarang, Banyumas. Selama persidangan dengan agenda putusan berlangsung penuh keharuan. Bahkan ketua majelis hakim, Muslih Bambang Luqmono SH, terlihat menangis saat membacakan vonis.<br>https://news.detik.com › berita<br>Web results<br>Mencuri 3 Buah Kakao, Nenek Minah Dihukum 1 Bulan 15 Hari</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 02:12:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1815694765</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Wayan Ariantining_0887_XII IPS 1</title>
         <author>wayanariantining234</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1816125823</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap hukum di Indonesia adalah masih banyaknya ketimpangan yang terjadi dalam penegakan hukum di Indonesia. Tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Semua bisa diputar balikkan, yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Hukum bisa sangatlah mudah dipermainkan, aparat penegak hukumnya yang tidak menjunjung tinggi nilai keadailan tetapi mereka lebih menjunjung tinggi nilai uang. Makin besar nilai uang yang didapat semakin mudah untuk melnggar hukum. Aparat penegak hukum masih sangat gampang tergiur oleh rupiah. Siapa yang memiliki banyak uang dia akan mudah lolos dalam jeratan hukum begitupun sebaliknya bagi yang tidak memiliki banyak uang maka akan dipersulit dalam proses hukum. Budaya suap menyuap sudah sangat dilestarikan dengan baik oleh para kalangan kelas <em>elite</em> yang segalanya bisa dilakukan dengan uang.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 05:51:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1816125823</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Wayan Ariantining_0887_XII IPS 1</title>
         <author>wayanariantining234</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1816130031</link>
         <description><![CDATA[<div>Memang sangat sulit untuk merubah ketimpangan dalam penegakan hukum yang berkaitan dengan moral orang-orang kelas atas Indonesia, sulit untuk membangun kembali kesadaran hukum dari diri manusia Indonesia. Untuk membangun kembali negara ini menjadi negara yang patuh terhadap hukum dan maju mungkin hanya akan menjadi sebuah angan-angan belaka, jika dari setiap diri manusianya tidak ada keinginan untuk berubah kearah yang lebih baik. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa, cobalah lebih mematuhi hukum dari saat ini dan belajar hidup menghargai sesama serta hidup disiplin. Hukum di Indonesia ini harus lebih ditegakkan, aparat hukum yang harus menjunjung keadilan. Jika para manusia patuh terhadap hukum yang ada maka negara tersebut akan tentram, tidak akan ada kekacauan dimana-mana. Sudah saatnya Indonesia harus bisa mengkondisikan dirinya dengan baik terutama dalam hal hukum dan moral. Mari kita galakkan penegakkan hukum di negara kita ini. Keadilan dan ketegasan harus dijunjung tinggi mulai dari sekarang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 05:53:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1816130031</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Wayan Ariantining_0887_XII IPS 1</title>
         <author>wayanariantining234</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1816133756</link>
         <description><![CDATA[<div>JAKARTA, iNews.id - Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara kepada mantan Pejabat Kementerian Sosial (Kemensos), Adi Wahyono, Rabu (1/9/2021) dalam kasus suap bansos Covid-19. Mantan anak buah Juliari Batubara itu juga diwajibkan membayar denda Rp350 juta subsider enam bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan Adi Wahyono yang pernah memegang mandat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 pada Kemensos itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Adi Wahyono terbukti terlibat menerima suap terkait pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.<br>&nbsp;<br>Sumber: Artikel ini telah tayang di <a href="http://www.inews.id">www.inews.id</a> dengan judul " Kasus Suap Bansos Covid-19, Mantan Pejabat Kemensos Divonis 7 Tahun Penjara ", Klik untuk baca: <a href="https://www.inews.id/news/nasional/kasus-suap-bansos-covid-19-mantan-pejabat-kemensos-divonis-7-tahun-penjara">https://www.inews.id/news/nasional/kasus-suap-bansos-covid-19-mantan-pejabat-kemensos-divonis-7-tahun-penjara</a>.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-14 05:56:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1816133756</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1818474381</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Juni Lestari<br>Kelas : Xll MIPA 1<br>NIS&nbsp; : 0848<br>&nbsp; &nbsp;<br>Penegakkan hukum di Indonesia seharusnya tidak memandang bulu, derajat, dan martabat seseorang. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 01:09:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1818474381</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1818485215</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Juni Lestari<br>Kelas : Xll MIPA 1<br>NIS   : 0848<br>Dengan membuat perundang-undangan yang sesuai dengan apa yang telah dilanggar dan menindak tegas tanpa memandang bulu atau penyamaratakan seseorang didepan hukum.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 01:14:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1818485215</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>suryasuwastika</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1819437784</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Agus Made Surya Suwastika<br>Kelas: XII.IPS 2<br>NIS: 0757</strong><br><br>Izin memberikan pendapat Mr. Refleksi saya terhadap penegakan hukum yang ada di Indonesia yaitu pada masih lemah pengimplementasian hukum di lapangan dan pemberian hukuman yang kurang masuk akal dan adil dalam menindak pelanggaan hukum terutama kasus korupsi. Hukum di Indonesia sebenarnya sudah baik dengan mempertimbangkan kesejahteraan dan kebaikan semua elemen, yang dimana sesuai dengan struktur negara Indonesia yang memiliki banyak keberahaman. Namun sering ditemukan penegakan hukum terutama kasus korupsi di Indonesia yang masih lemah dalam penegakannya di lapangan. Selain itu pemberian hukuman yang diberikan kepada pihak yang bersalah sering kali menimbulkan kontrofersi akibat adanya penetapan hukuman yang tidak adil. Sekian yang bisa saya sampaikan, apabila ada salah kata saya mohon maaf. Saya akhiri dengan terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 11:47:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1819437784</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>suryasuwastika</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1819441270</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Agus Made Surya Suwastika<br>Kelas: XII.IPS 2<br>NIS: 0757<br><br></strong>Izin memberikan pendapat Mr. Berdasarkan refleksi yang sudah saya sampaikan, menuut saya&nbsp; hal yang perlu dibenahi agar praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia bisa lebih baik yaitu dengan meningkatkan kualitas pengawasan yang saya rasa selama ini masih kurang. Selain itu, peran masyarakat Indonesia juga sangat diperlukan yaitu dengan selalu kritis dan peduli dengan kasus-kasus seperti korupsi dengan selalu mendorong adanya penegakan hukum yang ada di Indonesia sehingga dapat terjadi suatu keadilan dalam penegakan hukum di Indonesia. Sekian yang bisa saya sampaikan, apabila ada salah kata saya mohon maaf. saya tutup dengan terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 11:49:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1819441270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>suryasuwastika</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1819450326</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama: Agus Made Surya Suwastika<br>Kelas: XII.IPS 2<br>NIS: 0757</strong><br><br>Izin memberikan pendapat Mr. Salah satu kasus lemahnya pengimplementasian hukum di lapangan dan pemberian hukuman yang kurang masuk akal dan adil dalam menindak pelanggaan hukum kasus korupsi yaitu pada kasus "suap proyek PLTU-MT Riau-1, Idrus Marham, mendapat pengurangan hukuman dari MA. Adapun terdakwa kasus korupsi investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia, Frederick ST Siahaan, divonis bebas setelah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan, pengurangan atau bahkan penghapusan hukuman terhadap koruptor, akan memberi dampak negatif pada Indeks Persepsi Korupsi atau IPK Indonesia". Bisa kita lihat pada kasus ini, penindakan dan penegakan kasus korupsi masih sangat lemah di Indonesia. Padahal korupsi merupakan kasus dengan pengaruh sangat besar yang dapat mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu negara. Banyak pihak-pihak yang berhasil mengatasi dan menggagalkan tuduhan/hukuman yang diberikan padanya. Hal tersebut membuktikan pengawasan terhadap pelaanggaran hukum terutama kasus korupsi di Indonesia masih sangatlah lemah. Sekian yang bisa saya sampaikan, apabila ada salah kata saya mohon maaf. saya tutup dengan terima kasih.<br><br>Sumber:<br>https://www.alinea.id/nasional/deretan-putusan-ma-yang-ringankan-hukuman-koruptor-b1Xrv9pBk<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.alinea.id/nasional/deretan-putusan-ma-yang-ringankan-hukuman-koruptor-b1Xrv9pBk" />
         <pubDate>2021-10-15 11:56:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1819450326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Pande Pinandia Eka Putri_27_0899_XII IPS 1</title>
         <author>pandepinandia</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1821026653</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di indonesia adalah diperlukannya penegakan hukum yang lebih tegas. Karena hingga saat ini, masih terjadi kesenjangan hukum diantara struktur sosial, yaitu antara si kaya dan si miskin. Banyak kasus-kasus ringan namun mendapatkan hukuman berat, tetapi banyak pula kasus berat yang malah mendapatkan hukuman yang tidak setimpal atau lebih ringan dari kejahatannya. Contohnya adalah kasus nenek 92 tahun yang menebang kayunya sendiri namun dituduh mencuri dan mendapakan hukuman 1 tahun penjara. Lain halnya kasus korupsi bansos oleh eks menteri sosial yang hukumannya diringankan dari 12 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. Alasan peringanan hukuman itu juga tidak logis, yaitu karena terdakwa dirasa tertekan karena bullyan netizen. Itulah mengapa, hukum indonesia masih perlu pembenahan dari segi keadilan dalam sistemnya.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-16 12:02:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1821026653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Pande Pinandia Eka Putri_0899_27_XII IPS 1</title>
         <author>pandepinandia</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1821540340</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari adanya ketimpangan hukum di indonesia, sangat diperlukan adanya pembenahan dalam sistemnya. Dapat berupa penguatan peraturan perundang-undangan yang lebih spesifik mengatur pelanggaran yang berisi denda dan masa tahanan. Agar tindak kejahatan seperti korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal. Sehingga istilah hukum seperti tajam ke bawah namun tumpul ke atas, tidak berlaku lagi karena adanya kesetaraan hukum. Untuk mewujudkan keadilan hukum, diperlukan kerja sama dari semua pihak dengan berperan aktif dalam mengamati kinerja pemerintah dan para penegak hukum.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-17 01:23:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1821540340</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Pande Pinandia Eka Putri_0899_27_XII IPS 1</title>
         <author>pandepinandia</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1821545815</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia merupakan negara hukum sesuai dengan pasal 27 ayat 1. Namun hukum di negara kita masih belum merata di semua struktur sosial. Contohnya adalah kasus nenek minah yang dipenjara selama 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan 3 bulan. Dia dinyatakan bersalah karena memetik 3 buah kakao yang harganya tak lebih dari Rp10.000. Lalu ada juga kasus siswa SMK yang dipenjara selama 5 tahun karena mencuri sandal jepit milik seorang BRIPTU. Seperti kita ketahui, kasus pencurian baik besar maupun kecil memang tidak bisa dibenarkan. Tetapi, hukuman yang diberikan sangat tidak setara dengan apa yang dicurinya. Berbeda dengan kasus korupsi pajak Gayus Tambunan yang telah merugikan negara sebesar Rp124 M yang hanya divonis 7 tahun penjara. Kasus ini memperlihatkan dengan jelas bahwa hukum di indonesia masih sangat timpang antara struktur sosial atas dan bawah.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompasiana.com/annafitriana/54f7939ea33311c3758b4739/ketimpangan-hukum-di-indonesia" />
         <pubDate>2021-10-17 01:34:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1821545815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Sukrayanti_0903_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822801834</link>
         <description><![CDATA[<div>kasus yang saya temukan mengenai pelanggaran hukum yaitu seperti berikut&nbsp;<br>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Dodi disebut mendapat komitmen fee Rp2,6 miliar dari empat proyek. "Total komitmen fee yang akan diterima oleh DRA (Dodi Reza Alex) dari SUH dari 4 proyek dimaksud sejumlah sekitar Rp 2,6 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam konferensi pers, Sabtu (16/10/2021). KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, termasuk Dodi Reza. "KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan 4 tersangka," ujar Alex.<br>Selain Dodi, tersangka lain adalah HM Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, EU Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, dan SUH dari pihak Swasta selaku Direktur PT Selaras Simpati Nusantara. Alex mengatakan Tim KPK menerima informasi akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara yang disiapkan oleh SUH yang nantinya akan diberikan pada DRA melalui HM dan EU.<br><br>sumber:https://kabar24.bisnis.com/read/20211017/16/1455208/jadi-tersangka-korupsi-dodi-reza-alex-diduga-terima-fee-rp26-miliar <br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://kabar24.bisnis.com/read/20211017/16/1455208/jadi-tersangka-korupsi-dodi-reza-alex-diduga-terima-fee-rp26-miliar" />
         <pubDate>2021-10-18 01:23:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822801834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Sukrayanti_0903_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822822463</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan kasus yang saya temukan yaitu mengenai korupsi. hingga saat ini korupsi masih saja terjadi di Indonesia itupun yang melakukannya adalah seorang pemimpin yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi rakyatnya serta seharusnya mampu mensejahterakan rakyatnya. Maka dari itu hal yang perlu dilakukan adalah dengan memperketat masalah keuangan disetiap instansi, selain itu juga mempertegas hukuman dan aturan pada kasus korupsi, disini peran hukum untuk mewujudkan keadilan sangat penting.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-18 01:32:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822822463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Sumardi_XII MIPA 3_0839_16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822830282</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia adalah terkait adanya aliran sesat yang mengadu domba sehingga dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.&nbsp; Aliran sesat menjadi problematic tersendiri dalam penegakkan hukum di Indoensia, aliran sesat pada hakikatnya dapat di katakan sebagai ajaran atau aktifitas yang menyimpang dari norma-norma agama yang berlaku secara universal. Kasus aliran sesat sudah semestinya menjadi perhatian tersendiri, mengingat hal ini berhubungan dengan kebebasaan beragama dan keharmonisan dalam bernegara. Pasalnya penodaaan agama bukan kasus yang datang dan tenggelam.  Keberadan aliran sesat selama ini menyinggung dan menyakiti hati masyarakat,&nbsp; &nbsp; Undang Undang PNPS No 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama yang sudah sekian lama hadir, nyatanya belum mampu dimaknai dengan bijak oleh banyak kalangan khususnya masyarakat.&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-18 01:36:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822830282</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Sukrayanti_0903_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822850379</link>
         <description><![CDATA[<div>*<strong>Refleksi*&nbsp;</strong></div><div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia adalah penegakan hukum mengenai korupsi harus dipertegas dan juga hukum tidak boleh memandang pelaku korupsi dari kalangan mana dan juga perlunya kesadaran dii pada masing-masing orang agar tidak adanya lagi kasus korupsi di Indonesia. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-18 01:45:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822850379</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Sumardi_XII MIPA 3_0839_16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822891336</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan refleksi yang telah saya paparkan yang perlu dibenahi agar praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia terkait sesat bisa lebih baik adalah sebagai berikut&nbsp;<br>1. pemerintah agar dapat lebih berperan aktif dalam membantu mengantisipasi berkembangnya aliran sesat dan mencegah konflik sosial antar umat beragama dan meningkatkan meningkatkan kerukunan antar umat bangsa, baik dengan pendekatan kultural maupun keagamaan<br>2.&nbsp; Sebaiknya para tokoh agama atau MUI lebih memahami masalah munculnya aliran sesat ini, dengan begitu mereka dapat melakukan peneguran atau pencegahan kepada para pelaku yang ingin merusak islam dengan cara menyimpang dari yang seharusnya<br>3. Diberlakukannya peraturan undang undang yang lebih tegas dan adil kepada seseorang yang menyebarkan aliran sesat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-18 02:03:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822891336</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Sumardi_XII MIPA 3_0839_16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822913717</link>
         <description><![CDATA[<div>Di Inhil, Pria Ajarkan Aliran Sesat Ke Muridnya <br><br>Senin (27/8/2018), polisi mengamankan Hamdani alias Guru (41) di rumahnya di Kelurahan Tagaraja, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau atas dugaan mengajarkan aliran sesat. Guru diduga menyuruh menyuruh para murid menginjak, merobek hingga mengencingi kitab suci. Pihak Polres Inhil saat ini sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka penistaan agama. Kapolres Inhil AKBP Christian Roni Putra mengatakan aksi tersebut terungkap setelah Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie mendapat informasi dari warga bahwa ada seorang warga yang diperintahkan untuk menyobek kitab suci. Kemudian, saksi juga dihubungi oleh Ketua MUI Kecamatan Kateman, Hamdan Zainuddin yang menyampaikan perihal yang sama. "Ada seorang warga bernama Darmiatun (27) memberi tahu terkait adanya seseorang yang memerintahkan untuk menginjak, merobek serta mengencingi Al Quran," ujar Christian. Ia menjelaskan pihak kepolisian berkoordinasi dengan MUI. "Kasusnya sudah ditangani secara profesional," kata Christian.<br><br>Sumber : <br><a href="https://regional.kompas.com/read/2020/01/21/06380041/5-kasus-aliran-sesat-dan-mengaku-nabi-di-tanah-air-klaim-setara-yesus-hingga?page=all">https://regional.kompas.com/read/2020/01/21/06380041/5-kasus-aliran-sesat-dan-mengaku-nabi-di-tanah-air-klaim-setara-yesus-hingga?page=all</a>.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-18 02:14:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1822913717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakan Hukum dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>dwiandina</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1826675183</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Kadek Dwi Andina Widyani<br>No. A: 06<br>Kelas : XII IPS 2<br>Refleksi menurut saya adalah kurangnya kesadaran masyarakan salah satu contoh&nbsp; yaitu&nbsp; penegakan hak asasi manusia di lingkungan masyarakat, seperti adanya kekerasan atau pelecehan seksual yang dilakukan bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Dimana masyarakat memiliki harapan terkait penegakan hukum yang memberikan perlindungan terhadap setiap individu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-19 09:49:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1826675183</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dwiandina</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1826843666</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Kadek Dwi Andina Widyani<br>No. A : 06<br>Kelas&nbsp; : XII IPS 2 <br>Diperlukannya peraturan yang lebih ketat terhadap UU HAM mengenai kekerasan dan pelecehan seksual, apalagi mengenai pergaulan yang bebas agar meminimalisir terhadap adanya permasalahannya ini. selain itu mengadakan program mengenai pendidikan karakter dan edukasi mengenai pergaulan bebas antara keluarga</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-19 11:35:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1826843666</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dwiandina</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1826886388</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Kadek dwi Andina Widyani<br>No. A : 06<br>Kelas&nbsp; : XII IPS 2<br>Mojokerto - Pengasuh Ponpes di Mojokerto, AM (52) dilaporkan mencabuli dan memerkosa santriwati berusia 14 tahun. Pengacara terlapor, Matyatim berpendapat kliennya tidak melakukan pencabulan dan pemerkosaan tersebut.<br>Menurut Matyatim, Ponpes itu terdiri dari pondok putra dan pondok putri. Pondok putra di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo dikelola AM. Sedangkan pondok putri di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo dikelola dua putri dan menantu AM.<br><br>Matyatim menambahkan, kliennya hanya sesekali saja mengecek kegiatan belajar mengajar ke pondok putri. "Abah AM kan pengelola pondok putra, itu jauh sekali hampir 1 km. Tidak logislah, kalau memang terjadi pemerkosaan ketemunya di mana, pada saat kapan. Yang mengajar kan bukan Abah, yang mengajar putri-putri dan menantunya. Abah tinggal di pondok Sampang. TKP yang dituduhkan di pondok putri di Desa Simbahringin," kata Matyatim kepada detikcom, Selasa (19/10/2021).<br><br>Baca artikel detiknews, "Pengacara Yakin Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tak Cabuli-Perkosa Santriwati" <br>selengkapnya <a href="https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5773846/pengacara-yakin-pengasuh-ponpes-di-mojokerto-tak-cabuli-perkosa-santriwati">https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5773846/pengacara-yakin-pengasuh-ponpes-di-mojokerto-tak-cabuli-perkosa-santriwati</a><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5773846/pengacara-yakin-pengasuh-ponpes-di-mojokerto-tak-cabuli-perkosa-santriwati?_ga=2.91561241.2096402262.1634643408-1042611583.1634643408" />
         <pubDate>2021-10-19 11:58:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1826886388</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakan Hukum dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>jiyestaputri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1829426981</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh Kade Jiyesta Putri Sasikirani<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 19<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 3<br><br>Refleksi dan feedback saya mengenai penegakan hukum yang berjalan di Indonesia yaitu kurang tegas dan masih terjadinya ketidak adilan dalam pengambilan keputusan tersebut. Contohnya masih banyak para pelaku kriminal yang masih berkeliaran meskipun mereka sudah pernah mendapatkan hukuman di jeruji besi, namun tetap melakukan aksi kriminal. Baru-baru ini juga sempat viral dimedia sosial seseorang yang mengaku kerabat dari salah satu anggota dewan perwakilan rakyat yang tidak terima bahwa dirinya termasuk ke jejaring razia lalu lintas. Dari hal tersebut sudah dapat dilihat bahwa banyak orang yang memanfaatkan kekuasaan untuk melindungi diri dari kuaa hukum yang sudah jelas-jelas salah. Meskipun itu salah banyak orang yang tidak berani untuk mengatakan bahwa tindakan tersebut salah dikarenakan pangkat mereka lebih rendah. Tidak hanya itu ada juga kasus peringan kasus korupsi yang semestinya lebih berat namun diringankan karena alasan yang tidak logis. Sedangkan di Negara lain para koruptor akan dipenjara seumur hidup bahkan di Korea Utara langsung di hukum mati. Hal tersebut yang mengakibatkan banyak pejabat atau kalangan berkuasa menyepelekan hukum Indonesia.<br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-20 05:26:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1829426981</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Kade Jiyesta Putri Sasikirani_0860_XII MIPA 3</title>
         <author>jiyestaputri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1829463553</link>
         <description><![CDATA[<div>Yang perlu dibenahi yaitu ketegasan penegak hukum, sebelum benar-benar menjadi anggota dari penegak hukum tersebut pastilah terdapat sebuah janji, syarat ataupun ketentuannya, oleh sebab itu dari diri masing-masing anggota calon penegak hukum harus benar-benar menanamkan janji (paling utama), misalnya berjanji akan benar-benar mengegakkan hukum kepada seluruh masyarakat. Jika janji itu sudah tertanam dalam diri penegak hukum maka hambatan atau godaan untuk mengingkari janji itu akan dengan mudah dihilangkan, namun sebaliknya jika calon penegak hukum hanya menginginkan jabatan atau uang maka sampai kapanpun keadilan tidak akan terjadi. Selanjutnya sanksi yang diberikan harus memang benar-benar tidak pandang bulu baik itu untuk golongan tinggi ataupun golongan rendah sekalipun, sanksi juga harus membuat pelaku criminal jera akan sanksi yang mereka dapatkan. Jika sanksi yang dibuat atau diputuskan kepada pelaku criminal ringan tidak sebanding dengan apa yang diperbuat maka pelaku menyepelekan hukuman dan perubahan pun tidak akan terjadi. Lalu yang terpenting yaitu kesadaran semua pihak jika semua pihak tidak memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan dan penegakan hukum maka perlindungan ataupun penegakan hukum yang ada di Indonesia tidak pernah mendapatkan jalan terang ataupun mengalami perubahan kearah yang positif. Begitupun sebaliknya jika semua orang memiliki kesadaran mengenai perlindungan dan penegakan hukum maka perlindungan ataupun penegakan hukum di Indonesia berjalan dengan baik dan mungkin kasus mengenai hukum mengalami penurunan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-20 05:50:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1829463553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Kade Jiyesta Putri Sasikirani_XII MIPA_19</title>
         <author>jiyestaputri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1829528738</link>
         <description><![CDATA[<div>Seorang remaja bernama Jef (18) nekat membunuh ayah tirinya, Johan Saputra (49). Jef tak terima lantaran ayah tirinya itu kerap menganiaya sang ibu dan bahkan sudah dua kali memperkosa adik kandungnya. Johan Saputra tewas ditikam Jef di Desa Prabumulih II Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas, Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa ini bermula saat Jef dan sang ibu, Suryani (48), serta seorang kerabatnya hendak ke Polsek Muara Lakitan. Tujuannya untuk melapor, bahwa Suryani sering dianiaya oleh suaminya, yaitu Johan Saputra.Tak hanya itu, Suryani juga hendak melapor bahwa anak perempuannya (adik kandung tersangka Jef), diduga sudah pernah diperkosa sebanyak dua kali oleh suaminya. Peristiwa pemerkosaan ini terjadi di rumah mereka di wilayah Sukarami, Kota Palembang. Karena Suryani bersama anak perempuannya ikut suaminya di wilayah Sukarami, namun dihadang dan tidak diperbolehkan masuk oleh suaminya Johan. Sehingga terjadilah keributan antara Johan dengan anak tirinya Jef, tepatnya di depan warung salah seorang warga di Desa Prabumulih II, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musiwaras. Saat keributan itu, tiba-tiba Jef yang emosi dan kesal kemudian menikam bagian dada Johan yang merupakan ayah tirinya tersebut dengan sebilah pisau sebanyak satu kali. Dalam kondisi terluka, Johan kemudian berlari ke arah belakang rumah salah seorang warga setempat. Melihat korban lari, Jef kemudian mengejar dan kembali menikam kaki kiri Johan sebanyak dua kali. Akibatnya, Johan tewas di lokasi kejadian dengan satu luka tusuk di bagian dada kiri dan luka tusuk dua liang di bagian kaki sebelah kiri. Kapolres Musiwaras AKBP Efrannedy melalui Kapolsek Muara Lakitan Iptu M Romi mengungkapkan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengecek dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mendapat informasi tersebut pihaknya kemudian langsung bergerak untuk melakukan penjemputan terhadap tersangka. "Pelaku berhasil diamankan dan saat diintrogasi mengakui perbuatannya telah membunuh korban dengan cara menusuk dada korban dengan menggunakan sebilah pisau. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa menuju Polres Musiwaras untuk dilakukan proses penyidikan," kata Iptu M Romi, Jumat (31/7/2020).&nbsp;<br><br>Sumber :<br>https://www.tribunnews.com/regional/2020/07/31/anak-remaja-bunuh-ayah-tak-terima-ibunya-sering-disiksa-dan-adiknya-sudah-diperkosa-2-kali?page=3</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.tribunnews.com/regional/2020/07/31/anak-remaja-bunuh-ayah-tak-terima-ibunya-sering-disiksa-dan-adiknya-sudah-diperkosa-2-kali?page=3" />
         <pubDate>2021-10-20 06:32:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1829528738</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENEGAKAN HUKUM DAN PELANGGARAN HUKUM DI INDONESIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1832271875</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Putu Ari Budiani<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 1<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 26<br>NIS&nbsp; &nbsp; : 0882<br><br><strong>Hubungan TNI dan Polri Setiap Negara </strong>harus selalu siap menghadapi kemungkinan ancaman bersenjata dari luar atau dari dalam negeri yang membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara, karenanya di semua Negara ada angkatan perang dan polisi. Seiring dengan proses demokrasi, globalisasi dan dala menghhadapi tuntutan mas depan, diperlukan peningkatan kinerja dan profesionalisme, globalisasi, dan dalam menghadapi tuntutan masa depan, diperlukan peningkatan kinerja dan profesionalisme aparat pertahanan negara serta aparat keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai kebijakan dalam penataan kembali peran melalui berbagai kebijakan dalam penataan kembali peran melalui berbagai kebijakan dalam penataan kembali peran TNI dan Polri. untuk menata kejelasan tugas, wewenang dan tanggung jawab antara TNI dan Polri dibutuhkan hubungan dan tata cara kerja antara keduanya. Hubungan dan tata cara kerja TNI dan Polri pada masa orde Baru diadakan Departemen Pertahanan dan Keamanan, ada Komkamtib, ada UU anti Subversi, dan Kowilhan. Dalam era reformasi Departemen Pertahanan dan Keamanan diganti menjadi Departemen Pertahanan seperti pada tahun 1950-an. Kopkamtib dihapus karena kekuasaannya yang sangat luas. UU Anti Subversi dan Kowilhan.&nbsp; Dalam era reformasi Departemen Pertahanan dan Keamanan diganti menjadi Departemen Pertahanan seperti pada tahun 1950-an. Kopkamtib dihapus karena kekuasaannya yang sangat luas, UU anti Subversi dicabut, sedangkan Komando Wilayah Pertahanan (bukan Komando Wilayah Pertahanan dan Keamanan) dihapus pada zaman Pangab Benny Moerdani. Kemudian setelah UUD 1945 Bab Pertahanan Negara mengalami perubahan menjadi Bab Pertahanan dan Keamanan Negara, dimana pada substansi Pasal 30 ayat (1) sampai dengan ayat (5), lebih lanjut secara rinci diatur dalam UU No. 2 tahun 2002 dan dalam UU no. 3 tahun 2002. Secara konsepsional susunan dan kedudukan Polri serta susunan dan kedudukan TNI dipisahkan secara tegas sehingga susunan dan kedudukan Polri berbeda dengan susunan dan kedudukan TNI. Jadi, pisahnya Polri dan ABRI dan menempatkannya kembali dibawah Presiden selaku Kepala Pemerintahan Negara bukanlah hal yang baru. Namun, walaupun secara tegas telah dinyatakan terpisah, dalam hal bila ada keterkaitan penyelenggaraan pertahanan Negara serta kegiatan keamanan dan ketertiban masyarakat, diharapkan TNI dan Polri harus bekerja sama dan saling membantu sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Keterkaitan penyelenggaraan pertahanan Negara serta kegiatan keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini belum diatur, namun demikian hubungan dan tata cara kerja TNI dan Polri sebenarnya masih relevan bila menggunakan UU No. 23 tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. Undang-Undang Keadaan Bahaya, Staat van Oorlog en Beleg atau martial law merupakan hal yang umumnya dimiliki oleh Negara-negara di dunia, tentunya dengan beraneka ragam isinya. Pernyataan keadaan bahaya tidak saja diperlukan untuk memulihkan keamanan, tetapi juga misalnya untuk menanggulangi bencana alam. Undang-undang tentang Keadaan Bahaya membagi keadaan dalam 4 tingkat yaitu, tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, dan darurat perang. Wilayah yang dinyatakan dalam keadaan bahaya tidak harus selalu meliputi seluruh wilayah negara, tapi dapat satu propinsi, atau beberapa kabupaten dalam satu propinsi. Keberadaan UU Nomor 23 tahun 1959 selama masa Orde Baru tidak pernah digunakan. UU ini digunakan pertama kali di Maluku pasca berakhirnya Orde Baru, yaitu darurat sipil. Namun demikian, dalam pelaksanaannya kurang jelas wewenang dan tanggung jawab keamanan antara TNI dan Polri. Oleh karena itu, diperlukan UU Perbantuan untuk&nbsp; memecahkan masalah ketidakjelasan wewenang dan tanggung jawab antara Polri dan TNI. <br><br>Bentuk pelanggaran yang terjadi yaitu:<br><strong>Bentrok TNI Vs Polri<br>Berikut merupakan pemberitaan yang dimuat dalam surat kabar digital Tempo</strong><br>Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan meminta agar Polri diberi kesempatan untuk menyelidiki pertikaian antara TNI dan Polri di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. "Terkait dengan masalah ini, saya harap kedua belah pihak bisa menahan diri. Berikan kesempatan kepada kami untuk menyelidiki apa yang sebetulnya terjadi," katanya saat ditemui setelah meluncurkan Media Management Center (M2C) di Polda Metro Jaya, Senin, 16 November 2015.<br><br></div><div><br>Anton mengatakan pihaknya sudah mengirim tim untuk menyelidiki hal tersebut. "Pihak polisi juga sudah menurunkan Propam ke sana apabila ada kesalahan prosedur dari anggota Polri," katanya. Sebelumnya, dua anggota TNI dari Kodam III Siliwangi tertembak dalam baku tembak melawan personel Polresta Muara Enim.<br><br></div><div><br>Ia mengatakan sanksi sudah pasti akan diberikan jika memang terbukti ada kesalahan dari pihak polisi sendiri. "Untuk masalah di internal TNI diserahkan kepada lingkup internal untuk lebih jauh menyelidiki penyebabnya," ucapnya. Anton sendiri mempertanyakan apa yang sedang dilakukan pihak Kodam III Siliwangi di sana.<br><br></div><div><br>Dua anggota TNI yang tertembak itu adalah Kapten Edi Sutrisno, 43 tahun, dan Deden, 33 tahun. Keduanya merupakan anggota Kodam III Siliwangi dari satuan Intel. Baku tembak itu terjadi pada Jumat malam, sekitar pukul 23.00 WIB, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara.<br><br><strong><br>Hal Yang Perlu Dibenahi</strong></div><div>Sehingga menurut saya evaluasi atau penilaian yang komprehensif terhadap penegakan hukum haruslah dilakukan terhadap tiga elemen penting dalam sistem hukum. Pertama, substansi peraturan perundangundangan. Kedua, lembaga atau struktur serta sarana dan prasarana hukum dan ketiga adalah masalah budaya hukum (legal culture) masyarakat kita. Ketiga elemen tersebut saling terkait dan tidak&nbsp; dapat dipisahkan dalam sistem penegakan hukum. <strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1415539232/9d5ef1c1b7af2f5bf6575b0811e7db34/222713_620.jpg" />
         <pubDate>2021-10-21 02:36:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1832271875</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Ni Komang Sri Apriyanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1835184671</link>
         <description><![CDATA[<div>Kls: XII IPS 2<br>Nia:&nbsp; 0851<br>Refleksi saya tentang penegakan hukum adalah semoga semakin meratanya hukum di Indonesia supaya tidak ada hukum yang lancip ke bawah dan tumpul ke atas. Serta memberikan hukum yang setimpal untuk orang-orang yang melanggar,seperti narkoba,atau pengedar agar memiliki efek jera.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-22 02:04:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1835184671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Ni Komang Sri Apriyanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1835190477</link>
         <description><![CDATA[<div>Kls: XII IPS 2<br>Nis: 0851<br>Dari refleksi pengedar/pengguna yang bisa di berikan Sanski efek jera yang dapat membuat orang tersebut takut untuk melakukan kegiatan pengedaran atau pemakaian obat terlarang itu, agar juga Indonesia bisa memberantas narkoba di Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-22 02:06:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1835190477</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Ni Komang Sri Apriyanti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1835194486</link>
         <description><![CDATA[<div>Kls: XII IPS 2<br>Nis: 0851<br>Kasus nek mirnah<br>Pada 19 November 2009, nenek Minah (55) dihukum oleh PN Purwokerto selama 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Dia dinyatakan bersalah karena memetik 3 buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA), Ajibarang, Banyumas. Selama persidangan dengan agenda putusan berlangsung penuh keharuan. Bahkan ketua majelis hakim, Muslih Bambang Luqmono SH, terlihat menangis saat membacakan vonis.<br>https://news.detik.com/berita/d-1775253/10-kasus-yang-mengguncang-hukum-indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-22 02:08:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1835194486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia</title>
         <author>Kadekbayusuprastya</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1837539156</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : kadek Bayu Suprastya<br>Absen : 11<br>Kelas : XII MIPA II<br><br>Perlunya penindakan tegas terhadap pelaku balap liar, bukan hanya memberikan sekedar himbauan, teguran, dan penertiban, akan tetapi perlunya sangsi pidana yang diberikan dan tetap berdasarkan kepada undang undang yang berlaku.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://insidelombok.id/wp-content/uploads/2020/12/WhatsApp-Image-2020-12-23-at-17.52.02-1.jpeg" />
         <pubDate>2021-10-23 03:16:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1837539156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yang perlu dibenahi</title>
         <author>Kadekbayusuprastya</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1837546106</link>
         <description><![CDATA[<div>Kadek Bayu Suprastya<br>0797/absen 11/XII MIPA II<br>Mengimplementasikan secara lebih tegas terhadap Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), balapan liar di jalan raya itu merupakan tindakan ilegal. Pelakunya bisa dikenakan hukuman sesuai aturan berlaku yaitu pidana hukuman penjara selama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.<br>Sehingga tidal ada toleransi lagi bagi oelaku balap liar yang kerap merugikan masyarakat umum.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-23 03:23:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1837546106</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Nengah Wilastri</title>
         <author>ninengahwilastri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840040116</link>
         <description><![CDATA[<div>XII IPS 2<br>0879<br>22<br>Bagi saya sendiri hukum perlu ditegakkan sekali dimanan tidak diadakannya jaminan bagi pelaku karna itu tidak adil untuk rakyat kurang mampu dan mampu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-24 23:40:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840040116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Nengah Wilastri</title>
         <author>ninengahwilastri</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840041878</link>
         <description><![CDATA[<div>XII IPS 2<br>0879<br>22<br>Dari permasalaha itu pemerintah bisa mempertinbangkan untuk biaya dendanya supaya adil bagi seluruh warga negara,dan dapat menegakkan keadilan terhadap orng yg bersalah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-24 23:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840041878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Komang Desi Riani-XII MIPA 3_0823</title>
         <author>desiriani</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840080302</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus Pelanggaran hukum oleh Menteri Indonesia , Juliari Peter Batubara.<br><br>Dalam perkara korupsi Bansos Covid-19, KPK menentukan Juliari Batubara, dua pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta dua pebisnis Harry van Sidabukke dan Aridan Iskandar menjadi tersangka. KPK menduga Juliari menyunat Rp 10 ribu berasal dari tiap paket pengadaan Bansos Covid-19 seharga Rp 300 ribu. Total uang yang dikira sudah diterima sebanyak Rp. 17 miliar. Bara yang terduga korupsi dana Bansos. Dalam kasus tersebut KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19. Penetapan tersangka Mensos dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 6 orang, salah satunya anak buah Mensos Juliari.“KPK menetapkan 5 orang tersangka, sebagai penerima yakni JPB (Juliari Peter Batubara), MJS, AW. Sebagai pemberi AIM dan HS,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Minggu, 6 Desember dini hari. MJS adalah Matheus Joko Santoso dan AW yakni Adi Wahyono. Keduanya pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial. Sedangkan dua orang tersangka pemberi yakni AIM (Ardian I M) dan HS (Hary Sidabuke) adalah pihak swasta.</div><div><br></div><div>Penangkapan para tersangka kecuali Mensos Juliari Batubara dilakukan pada Sabtu 5 Desember dini hari. Penangkapan diawali dari informasi yang diterima KPK pada 4 Desember. Uang belasan miliar disita dalam operasi tangkap tangan ini. Mereka yang ditangkap langsung dibawa ke KPK. OTT KPK dilakukan terkait pengadaan bansos COVID-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 Triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan 2 periode.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-25 00:12:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840080302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan dimata hukum</title>
         <author>mertayasa</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840584998</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: I Wayan Mertayasa<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0786<br>Kelas&nbsp; :XII MIPA 3<br><br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum ada di bidang keadilan dimata hukum. untuk meminimalisir terjadinya tumpah tindih dan kecemburuan sosial yang begitu tinggi di masyarakat mengenai keadilan di Indonesia, maka diperlukan yang namanya kesetaraan di mata hukum yang pasti. Tidak hanya sebuat teks belaka yang bisa dicicil dengan jabatan semata. Sekian, Terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-25 04:21:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840584998</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keadilan dimata hukum</title>
         <author>mertayasa</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840591098</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: I Wayan Mertayasa<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0786<br>Kelas&nbsp; :XII MIPA 3<br>Meninjau dari refleksi tersebut maka yang perlu dibenahi adalah kejujuran, kepastian hukum dimata rakyat, serta peraturan perundang-undangan yang lebih pasti tanpa adanya pilih kasih antara pejabat dengan rakyat biasa. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-25 04:25:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840591098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>keadilan dimata hukum</title>
         <author>mertayasa</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840603191</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: I Wayan Mertayasa<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0786<br>Kelas&nbsp; :XII MIPA 3<br><br>jika melihat keadilan dimata hukum, masih banyak sekali kasus tumpang-tindih uyang terjadi seperti kasus gisel yang tidak ditahan karena memiliki anak berusia 4 tahun. sumber : https://news.detik.com/berita/d-5326556/alasan-polisi-tak-tahan-gisel-punya-anak-usia-4-tahun<br>sedangkan di lain sisi ada kejadian yang melibatkan seorang ibu yang memiliki anak yang sempat terancam 7 tahun penjara karena mencuri susu untuk anaknya, namun pada akhirnya ibu tersebut dibebaskan.&nbsp; sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-012563145/sempat-terancam-7-tahun-penjara-ibu-ibu-pencuri-susu-di-blitar-akhirnya-bebas<br>. dari kedua kejadian di atas sudah terlihat adanya tumpang-tindih di mata hukum, sehingga perlu yang namanya keadilan. Sekian, terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="https://news.detik.com/berita/d-5326556/alasan-polisi-tak-tahan-gisel-punya-anak-usia-4-tahun" />
         <pubDate>2021-10-25 04:32:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1840603191</guid>
      </item>
      <item>
         <title>​​​​​​Refleksi penegakkan dan pelanggaran hukum di indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1847532423</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Kadek Agus Darma Kusuma<br>Kelas : XII MIPA 2<br>​​​​​​​Pembangunan semesta tidaklah cukup tanpa adanya pembangunan hukum</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-27 08:00:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1847532423</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Made Deva Oktawan_0779_XII MIPA 3</title>
         <author>devaoktawan</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1853703285</link>
         <description><![CDATA[<div>Penegakan hukum di Indonesia saat ini, yang benar bisa menjadi salah yang salah bisa menjadi benar. Praktik mafia hukum di Indonesia saat ini justru semakin merajalela. Namun penegakan hukum saat ini sangat lamban, banyaknya kasus kejahatan-kejahatan yang disikapi secara lamban akan menggerus hukum semakin rendah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 11:22:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1853703285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Made Deva Oktawan_0779_XII MIPA 3</title>
         <author>devaoktawan</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1853711452</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari refleksi tersebut perlu adanya keadilan bagi semua warga indonesia sehingga hukum di indonesia tidak lancip kebawah dan tumpul keatas</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-29 11:29:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1853711452</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Made Deva Oktawan_0779_XII MIPA 3</title>
         <author>devaoktawan</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1853717215</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Eko Sulistiyono dan Effendi Putra tampaknya tak menyangka tindakannya malah berujung bui.</strong></div><div>Dua orang satpam di Kota Padang itu divonis penjara karena tak sengaja membunuh Adek Firdaus terduga pencuri yang masuk di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.</div><div>Pada sidang yang digelar Selasa (20/10/2020) memutuskan bahwa Eko divonis 1 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Effendi Putra divonis 4 tahun 6 bulan penjara.<br>yang melibatkan dua satpam tersebut terjadi pada 1 Januari 2020 lalu.</div><div>pada Saat itu Eko dan Effendi melakukan patroli di dermaga VII Pelabuhan Teluk Bayur dan memergoki Adek Firdaus masuk ke area obyek vital negara.</div><div>Kemudian dua satpam tersebut meminta Adek Firdaus untuk keluar area tersebut. Namun Adek malah masuk ke mess PT CSK Dermaga Beton Umum.</div><div>Lagi-lagi, Adek Firdaus diminta untuk segera meninggalkan lokasi oleh kedua satpam tersebut. Namun ia menolak.</div><div>Dengan emosi ia mengeluarkan pisau dan menyerang Eko dan Effendi.</div><div>Mereka pun berkelahi dan pisau yang dibawa Adek Firdaus untuk menyerang dua satpam tersebut terlepas. Pisau tersebut kemudian diambil oleh salah satu satpam. Perkelahian tak berhenti di situ Adek Firdaus kemudian mengeluarkan golok yang ia simpan di pinggangnya dan kembali menyerang dua satpam di obyek vital tersebut.</div><div>Karena diserang, Effendi secara spontan menusukkan pisau rampasan yang ia pegang ke paha dan dada Adek Firdaus.</div><div>Terduga pencuri tersebut kemudian meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit karena mengeluarkan banyak darah.<br>Sumber : https://www.kompas.tv/article/118648/tak-sengaja-bunuh-terduga-pencuri-di-obyek-vital-negara-2-satpam-divonis-penjara?page=2<br>Dari kejadian di atas terlihat adanya ketidak adilan sistem hukum di indonesia sehingga perlu yang namanya ke adilan</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompas.tv/article/118648/tak-sengaja-bunuh-terduga-pencuri-di-obyek-vital-negara-2-satpam-divonis-penjara?page=2" />
         <pubDate>2021-10-29 11:33:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1853717215</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RRFLEKSI PENEGAKAN DAN PELANGGARAN HUKUM </title>
         <author>anantawahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1856234501</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Ananta Wahyuni<br>Nis: 0846<br>Kelas : XII Mipa 2<br>&nbsp;Refleksi saya terhadap PENEGAKAN HUKUM Di Indonesia adalah terkait dengan korupsi. Sampai sejauh ini, agenda utama reformasi untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi masih jauh dari harapan. Kasus-kasus korupsi besar yang terjadi di masa lalu belum juga selesai. Sedangkan kasus-kasus baru bermunculan secara beruntun..maka perlu adanya sanksi Dan peraturan Yang lebih tegas Lagi mengenai Hal ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-31 05:53:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1856234501</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anantawahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1856238143</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Ananta Wahyuni<br>Nis : 0846<br>Kelas : XII Mipa 2<br> Hal Yang perlu dibenahi adalah adanya Ketegasan HUKUMi Dan perlu dibuatkan sanksi Yang lebih tegas Lagi ,Tanpa memandang status sosial</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-31 05:58:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1856238143</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>anantawahyuni</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1856241112</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Ananta Wahyuni<br>Nis : 0846<br>Kelas : XII Mipa 2<br>. Korupsi Bansos Juliari Batubara&nbsp;<br><br>Usai terjerat kasus korupsi, bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dituntut membayar kerugian negara dengan pidana pengganti sebesar Rp 14.597.450.000 subsider 2 tahun penjara. Dilansir dari laman resmi KPK, ia telah terbukti memerintah dan menerima fee pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp 32,48 miliar, setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.<br><br>Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut pidana tambahan berupa hak politik dicabut selama 4 tahun, dan berharap agar ia dijatuhkan hukuman penjara selama 11 tahun. Juliari telah dinilai melanggar Pasal 12 huruf (b) Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik&nbsp;<br><br><br>Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.<br><br>https://nasional-okezone-com.cdn.ampproject.org/v/s/nasional.okezone.com/amp/2021/08/10/337/2453723/tilep-bantuan-negara-di-masa-pandemi-ini-deretan-kasus-korupsi-bansos?amp_js_v=a6&amp;amp_gsa=1&amp;usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16356600014933&amp;referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp;amp_tf=From%20%251%24s&amp;ampshare=https%3A%2F%2Fnasional.okezone.com%2Fread%2F2021%2F08%2F10%2F337%2F2453723%2Ftilep-bantuan-negara-di-masa-pandemi-ini-deretan-kasus-korupsi-bansos</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-31 06:03:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1856241112</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Adi Hendrawan_XII MIPA 1_0792</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1864597979</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi hukum menurut saya sebagai mana yang banyak terjadi sekarang adalah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh masyarakat. Namun para penyidak banyak yang abai dengan tugas mereka sebagai penyidak aturan. Kasus kasus sekarang yang dimana ketika ada pelanggaran yang terjadi dengan hanya di suap dan pelanggaran dibiarkan lewat begitu saja. Hal ini sangat jauh dari peraturan yang telah di tetapkan pada UUD 1945</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1437788517/7f966408ea572f8d24a5caeca079441c/images__9_.jpeg" />
         <pubDate>2021-11-03 13:22:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1864597979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Duwi Aditiya_XII MIPA 3_0799</title>
         <author>duwiaditiya</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1866133579</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus Penembakan Misterius (1982-1986)<br>Sumber: <a href="https://www.99.co/blog/indonesia/kasus-pelanggaran-ham-di-indonesia/">https://www.99.co/blog/indonesia/kasus-pelanggaran-ham-di-indonesia/</a><br><br>Penembakan Misterius atau Petrus merupakan kasus yang terjadi antara tahun 1983 hingga 1985 atau pada masa Orde Baru.&nbsp; Peristiwa ini termasuk dalam golongan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia, karena telah mengadili seseorang tanpa melalui proses hukum.&nbsp; Penyebab utama Petrus adalah kuatnya rezim pemerintahan Soeharto.&nbsp; Langkah yang dilakukan dalam Petrus adalah menghakimi siapa saja yang dinilai sebagai pelaku kriminal atau kejahatan, seperti preman, perampok, dan lain-lain.&nbsp; Dari kasus ini, pada 1983, tercatat sebanyak 532 orang tewas dan 367 tewas karena luka tembak.&nbsp; Kemudian, pada 1984, ada 107 tewas dan pada 1985 sejumlah 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas karena ditembak.&nbsp;<br>&nbsp;<br>&nbsp;<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 00:51:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1866133579</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Duwi Aditiya XII MIPA 3</title>
         <author>duwiaditiya</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1866165363</link>
         <description><![CDATA[<div>REFLEKSI PENEGAKAN DAN PELANGGARAN HUKUM<br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum yaitu mengenai aksi Penembakan misterius (1982-1986) , dalam&nbsp; kasus ini diperlukan suatu tindakan tegas dari masyarakat kepada para pemerintah, karena pada masa orde baru sistemm&nbsp; pemerintahannya bersifat otoriter jadi kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden alhasil presiden menyalahgunakan kekuasannya untuk melakukan hal hal yayng tidak diinginkan yang berujung pada kesengsaraan masyarakat, untuk kedepannya tidakan yang tegas kita berikan pada pemerintah adalah seperti memberikan kritik ataupun aspirasi yang membagun kepada pemerintah, agar pemerintah juga dapat mempertimbangka keputusan ataupun regulasi baru yang dibuatnya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 01:06:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1866165363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakkan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author>duwiaditiya</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1866175956</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Kadek Duwi Aditiya_XII MIPA 3<br>Dari refleksi tersebut dipandang perlu dibuatkan regulasi baru yang membangun serta transparan antara pemerintah dan juga masyarakat agar kedua belah pihak tidak merasa keberatan dengan keputusan yang diberikan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dalam pengambiln keputusan, dan jiklau ada yang melanggar perjanjian maka dipandang perlu untuk memberikan sangksi yang tegas kepada para pelanggar agar sistem yang dibuat dapat berjalan dengan maksimal.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 01:11:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1866175956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Krispa Tripayanti_0827_XII IPS 1</title>
         <author>komangkrispa</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1867146271</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum yang terjadi di indonesia yaitu: Hukum Indonesia sangat lumrah di sebut "Tumpul ke atas, Tajam ke bawah" salah satu kenyataan bahwa keadilan di negeri ini lebih Tajam menghukum masyarakat kelas bawah daripada pejabat tinggi dan bagi mereka yang memiliki uang. Coba bandingkan dengan para tikus berdasi yang notebenenya adalah para pejabat perpendidikan tinggi yang ekonominya kelas atas yang terjerat dengan kasus korupsi dan suap. Dalam kehidupan sehari hari sering kita jumpai masalah kecil tapi dianggap besar dan terus dipermasalahkan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan sikap kekeluargaan. Namun, berlangsung dengan persidangan yang dipersulit bahkan menjadi sangat tidak logis. Sementara, diluar masih banyak tikus berdasi yang berkeliaran dengan senang dan santainya menikmati uang rakyat yang acap kali disalah gunakan untuk hal yang bersifat pribadi, bukannya menyejahterakan rakyat namun sebaliknya membuat rakyat menjerit seolah mencari dimana keadilan negeri ini<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 11:11:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1867146271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI Komang Krispa Tripayanti_0817_XII IPS 1</title>
         <author>komangkrispa</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1867197052</link>
         <description><![CDATA[<div>bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas serta penegakan hukum harus tetap dilakukan secara humanis karena masyarakat membutuhkan proses penegakan hukum yang menegakan keadilan, bukan dalam rangka memeroleh kepastian hukum.<br><br></div><div>Paling tepat, cara untuk menegakkan hukum di Indonesia adalah:<br><br></div><div>1. Meningkatkan pendidikan karakter</div><div>Salah satu kasus dan tantangan yang masih dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah masih banyaknya praktik korupsi yang dilakukan oleh banyak pegawai pemerintah, bahkan aparat-aparat penegak hukum di lembaga peradilan walaupun sudah ada undang-undang tentang korupsi. Tentu saja ini hal yang sangat ironis mengingat peran lembaga peradilan adalah lembaga yang bertugas dan bertanggung jawab dalam memutuskan atau menyelesaikan suatu perkara dengan seadil-adilnya. Tentu saja para aparat tidak bisa mengambil keputusan secara adil bagi pihak-pihak yang beperkara jika sudah ada pihak yang menerima suap. Untuk mengatasi hal ini, maka harus diberikan pendidikan moral sejak dini. Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter sejak dini. sejak di bangku sekolah akan menimbulkan kesadaran dan kebiasaan untuk hidup jujur dan tidak berkompromi dengan tindakan yang berlawanan dengan kejujuran. Pendidikan yang sama tidak hanya berhenti di bangku sekolah namun juga diberikan pada saat pembekalan bagi para calon aparat penegak hukum, misalnya calon hakim. Pendidikan yang diberikan akan menjadi dasar timbulnya pemahaman mengenai integritas dan moral yang kemudian dipraktikan pada saat menjalankan tugas.<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>2. Peningkatan Kualitas Seleksi Aparat Penegak Hukum</div><div>Sebagai warga negara, kita tentu ingin penegakan hukum di Indonesia tercipta. Salah satu pihak yang berperan dalam hal tersebut adalah aparat penegak hukum. Secara ideal pasti diharapkan orang-orang dengan integritas tinggi lah yang masuk dan lolos dari proses seleksi aparat penegak hukum. Namun kenyataan menunjukkan hal sebaliknya. Banyak aparat yang mau berkompromi dengan pelanggaran hukum. Selain dengan pendidikan karakter sedini mungkin, cara menegakkan hukum secara berkeadilan di Indonesia adalah dengan membuat proses rekruktmen yang semakin ketat. Sebaiknya para calon aparat harus melalui beberapa tahap yang diperketat dengan tujuan untuk menguji tidak hanya kemampuan kognitif tetapi juga karakter dan integritasnya. Standar yang diimplementasikan dalam proses seleksi calon aparat penegak hukum harus semakin tinggi dan diperketat supaya benar-benar hanya peserta yang terbaik yang akan menduduki posisi-posisi lembaga penegak hukum di Indonesia.</div><div>&nbsp;</div><div>3. Praktik Penegakan Hukum yang Tidak Memihak&nbsp;</div><div>Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 27 ayat (1) mengatur bahwa setiap warga negara Indonesia diperlukan sama di hadapan hukum. Hal ini menunjukkan bahwa setiap warga negara harus diperlakukan secara adil tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan. Tidak akan ada ketimpangan dalam memperlakukan warga negara Indonesia jika peraturan tersebut dilaksanakan. Namun sayangnya masih ditemukan kasus dimana seorang warga negara yang tidak mampu harus berurusan dengan pihak pengadilan dan mengalami percobaan hukuman selama 1 bulan 15 hari hanya karena melakukan pencurian tiga buah kakao. Kasus ini menjadi ironis pada saat disandingkan dengan para pegawai pemerintah yang terkait dengan kasus korupsi namun masih bisa hidup dengan mewah di dalam tahanan. Penting untuk melihat kedua contoh tersebut sebagai bukti bahwa implementasi penegakan hukum yang tidak memihak belum dijalankan dengan benar. Peraturan tersebut sudah jelas mengatur nilai yang harus diterapkan dalam penegakan hukum. Jika ketidakberpihakan sudah diterapkan di Indonesia, maka ini akan menjadi salah satu hal yang efektif sebagai cara menegakkan hukum secara berkeadilan di Indonesia.</div><div>&nbsp;</div><div>4. Pemberian Bantuan Hukum</div><div>Pada contoh yang sudah disebutkan sebelumnya, mengenai warga negara tidak mampu yang mencuri tiga buah kakao, warga negara tersebut, dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi, menghadapi proses peradilan tanpa bantuan pengacara. Ketiadaan pengacara membuatnya harus menjalani percobaan hukuman. Jika memang ingin melangsungkan penegakan hukum secara adil, setiap warga negara, khususnya yang tidak mampu, seharusnya diberikan bantuan hukum. Mereka yang tidak mampu pastilah membutuhkan bantuan dalam melalui proses peradilan. Dengan adanya bantuan ini barulah bisa dikatakan bahwa masyarakat dari golongan yang tidak mampu pun mempunyai akses ke penegakan hukum yang adil. Oleh sebab itulah, pemberian bantuan hukum merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan dengan serius sebagai cara menegakkan hukum secara berkeadilan di Indonesia.<br><br></div><div>5. Apresiasi Bagi Aparat Penegak Hukum</div><div>Pemberian penghargaan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi kerja seseorang. Apresiasi bagi pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang juga akan menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut dihargai dan diakui kualitasnya. Pemberian apresiasi bagi aparat penegak hukum bisa menjadi bagian dari salah satu cara menegakkan hukum hukum secara berkeadilan di Indonesia. Kriteria untuk pemberian apresiasi tentunya harus jelas. Misalnya, penghargaan diberikan kepada aparat hukum yang melakukan paling banyak terobosan dalam proses penegakan hukum. Dengan pemberian penghargaan, aparat penegak hukum akan berlomba-lomba untuk melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 11:43:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1867197052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Krispa Tripayanti_0827_XII IPS 1 </title>
         <author>komangkrispa</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1867246422</link>
         <description><![CDATA[<div>Mencuri susu demi anak Vs mencuri uang rakyat demi kepentingan pribadi. kira-kira bagaimana hukum indonesia menyikapi ini semua??&nbsp;<br>ya benar sekali, sepertinya steatment hukum indonesia yang "tajam ke bawah tumpul keatas". hal iyang samapun terjadi pada kasus ini. seoang ibu yang mencuri sedikit susu yang harganyapun tak seberapa demi sang anak harus mendapatkan hukuman selama 7 tahun penjara. sedangkan mereka para "tikus berdasi" yang dengan sadar mencuri uang rakyat demi kepentingan sendiri mendapatkan hukuman yang tak seberapa. sebagai contoh kasus korupsi uang bansos rakyat pada masa pandemi yang di korupsi oleh "MENTRI SOSIAL"&nbsp;<strong>JULIARI BATUBARA.&nbsp;</strong>hanya divonis kurungan penjara 12 tahun dan denda sekecil 500 jt, hanya 12 tahun untuk orang yang mencuri uang rakyat "merugikan rakyat" sebesar 32,2 Miliar di tengah pandemi. tidak adil pasti, dan sangat bertentangan dengan undang-undang yang mengatur hukuman mati para koruptor yang sudah di atur dalam undang-undang.&nbsp;<br>Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, hukuman mati sebenarnya tercantum di awal undang-undang. Di Pasal 2 tentang Tindak Pidana Korupsi, tercantum di ayat 2 bahwa: "Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan." Dalam lampiran penjelasan pasal per pasal di undang-undang itu, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan "keadaan tertentu" dalam ketentuan ini dimaksudkan sebagai pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada keadaan tertentu.</div><div>"Pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter."</div><div>dan pandemi covid-19 sudah ditetapkan sebagai “BENCANA ALAM NASIONAL” pleh pemerintah, lalu bagaimana dengan undang-undang ini??? *tanda tanya besar<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://republika.co.id/berita/qz3ral354/kasus-ibu-ibu-curi-susu-cisa-hukum-jangan-tajam-ke-bawah" />
         <pubDate>2021-11-04 12:11:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1867246422</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Febriantini_0847_XII IPS 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1868618700</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dari pelanggaran hukum yaitu&nbsp; Terkait budaya hukum: kesadaran publik terhadap hukum (termasuk di dalamnya sikap anti-korupsi dan pelajaran budi pekerti) harus ditingkatkan, bahkan harus diajarkan sejak dini di dalam lingkup keluarga, termasuk bagaimana seorang warga negara memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang harus dijalankan. Dari sisi pemerintah harus ada tindakan yang dapat menciptakan masyarakat yang taat (tunduk) terhadap hukum dan hormat kepada hukum (law abiding-society) bukan karena takut kepada penegak hukum tapi karena kesadaran diri sendiri.<br>Contohnya dapat berupa sosialisasi atau penyuluhan-penyuluhan hukum terkait ketertiban, disiplin, ketentraman, kepastian hukum, toleransi, menolak keserakahan, dan sebagainya, yang dapat membuat masyarakat lebih aware terhadap hukum. Pemerintah janganlah hanya fokus terhadap pembentukan undang-undang, tapi melupakan perbaikan budaya hukum masyarakatnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 23:27:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1868618700</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Febriantini_0847_XII IPS 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1868624392</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal yang perlu dibenahi&nbsp; agar praktik perlindungan dan penegakan hukum di Indonesia bisa legih baik dari refleksi tersebut adalah sosialisasi atau penyuluhan-penyuluhan hukum terkait ketertiban, disiplin, ketentraman, kepastian hukum, toleransi, menolak keserakahan, dan sebagainya, yang dapat membuat masyarakat lebih aware terhadap hukum. Pemerintah janganlah hanya fokus terhadap pembentukan undang-undang, tapi melupakan perbaikan budaya hukum masyarakatnya..<br>Selain itu,dalam jangka panjang sistem pendidikan bisa disesuaikan atau ditambahkan pendekatan yang lebih menanamkan kedisiplinan di dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari hal dasar seperti mematuhi rambu lalu lintas, membuang sampah pada tempatnya, menyeberang di zebra cross atau jembatan penyeberangan, memelihara lingkungan hidup, hingga hal yang lebih besar seperti tidak KKN[9] dan selalu menghormati HAM orang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-04 23:32:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1868624392</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Gede Krisna Aryanti_XII Mipa 2_23</title>
         <author>krisnaarianti</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869094000</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia adalah diperlukannya penegakan hukum yang lebih tegas. Saat ini, masih terjadi kesenjangan hukum diantara struktur sosial. Keadilan masih sangat jarang ditemukan, banyak kasus berat yang pelakunya hanya mendapatkan hukuman yang ringan, keadilan didapatkan karena penyalahgunaan kekuasaan/jabatan dan uang. Rakyat biasa yang tidak memiliki uang dan kekuasaan tidak berdaya dihadapan hukum. Bahkan Indonesia yang merupakan negara Demokrasi masih terjadi tumpang tindih dalam pelaksananya. Jaman sekarang apabila ada rakyat yang berpendapat/bersuara menolak suatu keputusan dianggap kontra dengan pemerintah dan ditangkap, sungguh sangat miris. Inilah refleksi yang perlu dibenahi kedepannya agar penegakan hukum di Indonesia lebih baik. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-05 03:26:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869094000</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Gede Krisna Aryanti_XII Mipa 2_23</title>
         <author>krisnaarianti</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869111420</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari Refleksi tersebut, apa yang perlu dibenahi agar praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia bisa lebih baik adalah penguatan peraturan perundang-undangan yang lebih spesifik mengatur denda dan masa tahanan agar tidak ada lagi yang mendapatkan ketidakadilan karena sudah mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang diperbuat. Memperkuat lembaga negara yang berwenang dalam Hukum serta KPK. Dan memperhatikan pendapat masyarakat,  tidak menyakiti mahasiswa saat berdemosntrasi menyalurkan aspirasi masyarakat. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-05 03:35:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869111420</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Gede Krisna Aryanti_XII Mipa 2_23</title>
         <author>krisnaarianti</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869143788</link>
         <description><![CDATA[<div>Tumpang tindihnya penegakan Hukum dan Pelanggaran hukum dapat dilihat pada dua kasus berikut:<br>1. <a href="https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/1468154/korupsi-dana-bansos-di-tengah-pandemi-ini-urutan-kasusnya-yang-tidak-dihukum-mati-seperti-ancaman-pemerintah-sebelumnya">https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/1468154/korupsi-dana-bansos-di-tengah-pandemi-ini-urutan-kasusnya-yang-tidak-dihukum-mati-seperti-ancaman-pemerintah-sebelumnya</a><br>Dalam perkara korupsi Bansos Covid-19, KPK menentukan Juliari Batubara, dua pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta dua pebisnis Harry van Sidabukke dan Aridan Iskandar menjadi tersangka. KPK menduga Juliari menyunat Rp 10 ribu berasal dari tiap paket pengadaan Bansos Covid-19 seharga Rp 300 ribu. Total uang yang dikira sudah diterima sebanyak Rp. 17 miliar. Bara yang terduga korupsi dana Bansos. Dalam kasus tersebut KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19.&nbsp; Juliari Peter Batubara dituntut dengan pidana 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juliari diyakini bersalah menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.<br><br></div><div>"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan," ujar Jaksa saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/7).<br><br></div><blockquote>2. <a href="https://www.tvonenews.com/berita/11959-korupsi-200-juta-dana-bantuan-desa-kades-di-wonosobo-diciduk-polisi?page=all">https://www.tvonenews.com/berita/11959-korupsi-200-juta-dana-bantuan-desa-kades-di-wonosobo-diciduk-polisi?page=all</a></blockquote><div>Seorang Kepala Desa, Ngadimulyo, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Jawa tengah berhasil diamankan oleh Polres Wonosobo akibat dugaan melakukan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Desa Tahun Anggaran 2020.<br>Dana Bantuan Keuangan yang diselewengkan oleh pelaku sebesar RP 200 juta, yang semula akan dialokasikan untuk proyek pembangunan senderan jalan Wangan Jetis-Silebuh Desa Ngadimulyo, Selomerto, Wonosobo.&nbsp;<br><br>PWN sendiri akan dikenakan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.<br><br>Sangat terlihat ketumpang tindihan hukum di indonesia, hukuman yang diterima dua pelaku korupsi diatas sangat jauh berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.tvonenews.com/berita/11959-korupsi-200-juta-dana-bantuan-desa-kades-di-wonosobo-diciduk-polisi?page=all" />
         <pubDate>2021-11-05 03:54:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869143788</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Komang Febriantini_0847_XII IPS1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869496090</link>
         <description><![CDATA[<div><a href="https://regional.kompas.com/read/2021/11/01/191929178/tolak-diajak-berhubungan-badan-siswi-sma-di-kupang-dianiaya-hingga-nyaris">https://regional.kompas.com/read/2021/11/01/191929178/tolak-diajak-berhubungan-badan-siswi-sma-di-kupang-dianiaya-hingga-nyaris</a><br>KOMPAS.com - MT (17), siswi kelas 1 di sebuah SMA di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris diperkosa MB alias Marsel (19), kakak kelasnya. Keduanya diketahui baru sehari berpacaran. Kapolsek Amfoang Utara Iptu Nyoman Sarjana, mengatakan, kasus itu telah dilaporkan ke polisi. Pemerkosaan itu berhasil digagalkan karena korban berusaha melakukan perlawanan.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://regional.kompas.com/read/2021/11/01/191929178/tolak-diajak-berhubungan-badan-siswi-sma-di-kupang-dianiaya-hingga-nyaris" />
         <pubDate>2021-11-05 08:42:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1869496090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Kadek Dodi Suwastika_XII IPS 2_02</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1871040831</link>
         <description><![CDATA[<div>Solusi yang bisa dijadikan pertimbangan untuk menegakan hukum yaitu dengan lebih menekankan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-06 01:19:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1871040831</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kadek Oka Linggayani_0808_XII MIPA 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1873831278</link>
         <description><![CDATA[<div>https://nasional.okezone.com/read/2018/01/12/337/1844191/5-kasus-kdrt-di-indonesia-paling-miris-ada-yang-sampai-jual-istri&nbsp;<br><br>KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga ) merupakan salah satu bentuk dari pelanggaran HAM khusus nya terjadi pada wanita yang sudah berumah tangga , sangat banyak alasan permasalahan dalam rumah tangga yang bisa memicu kekerasan alasan yang paling sering terungkap karena kondisi ekonomi yang buruk sampai dengan perselingkuhan . Pada kasus yang saya angkat ini salah satu nya kasus yang terjadi , seorang suami, Choiron (34) warga Jalan Demak Nomor 266 Surabaya, Jawa Timur tega menjual istrinya ke orang lain untuk digauli secara bersama-sama. Bahkan perbuatan tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Ia memaksa istrinya melakukan hubungan intim bersama-sama dengan dua hingga tiga pria sekaligus termasuk dirinya.<br>Dari permasalahan ini saya berharap hukum di indonesia bisa menghukum pelaku sesuai dengan perbuatan yang dilakukan .</div>]]></description>
         <enclosure url="https://nasional.okezone.com/read/2018/01/12/337/1844191/5-kasus-kdrt-di-indonesia-paling-miris-ada-yang-sampai-jual-istri" />
         <pubDate>2021-11-08 02:28:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1873831278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Putu Julia Devi Pradnya Wati_0864_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1874363865</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia pada penyimpangan Hak Asasi Manusia yaitu, terkait kasus Kekerasan Seksual yang semakin marak terjadi di Indonesia dan lemahnya hukum yang ditegakkan pada kelaku kekerasan seksual, dimana hukuman yang diberikan kepada pelaku kekerasan seksual menurut saya kurang adil dan bahkan ada kasus kekerasan seksual yang tidak diusut atau terselesaikan oleh tim penyidik karena dianggap permasalahan yang sepele dan kasus datang dari kalangan rakyat biasa. Seharusnya semua pelaku kejahatan kekerasan seksual tersebut patut dihukum yang seberat-beratnya dengan tidak memandang siapa dan jabatan pelaku tersebut.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-08 07:27:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1874363865</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Putu Julia Devi Pradnya Wati_0864_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1874495024</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan refleksi yang sudah saya paparkan, solusi atau upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kasus kekerasan seksual adalah dengan cara merevisi kembali sistem hukum yang sudah ada, seperti dengan memperbaiki dan memperkuat lagi sistem undang-undang mengenai Kekerasan seksual terutama pada kasus pelecehan seksual dan segera mengesahkannya, mengingat Indonesia belum memiliki aturan yang jelas untuk menjerat para pelaku pelecehan seksual. Selanjutnya adalah, pemerintah yang berwenang sebaiknya memperbaiki lagi sistem pelaporan atau pengaduan dan pelayanan terhadap masyarakat, agar data-data dari kasus yang masuk bisa lebih akurat lagi dan akan sangat lebih baik lagi jika petugas yang berwenang dapat menindak kasus tersebut tanpa pandang bulu dan tidak lambat dalam mengusut kasus yang dilaporkan oleh pelapor, agar tidak ada lagi kasus tindak kekerasan seksual yang selesai begitu saja tanpa adanya kejelasan akhir antara pelaku dan korban. agar tidak terjadi lagi kasus seperti, pelaku yang seharusnya ditindak dengan tegas sesuai hukum yang ada, tapi akhirnya kasus hanya diselesaikan dengan sistem kekeluargaan dan korban malah menjadi tertekan dan mengalami trauma berat.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-08 08:36:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1874495024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Putu Julia Devi Pradnya Wati_0864_XII MIPA 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1874558849</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>DUGAAN PELECEHAN SEKSUAL DAN PERUNDUNGAN DI KPI<br></strong><br></div><div><a href="https://grafis.tempo.co/read/2794/kronologi-dugaan-pelecehan-seksual-dan-perundungan-terhadap-pegawai-kpi">https://grafis.tempo.co/read/2794/kronologi-dugaan-pelecehan-seksual-dan-perundungan-terhadap-pegawai-kpi</a>&nbsp;<br><br></div><div>Pelecehan seksual dan perundungan diduga terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Korban mengaku dirundung dan dilecehkan oleh senior-senior ditempatnya bekerja dari awal masuk kerja pada tahun 2011 sampai puncaknya pada tahun 2015 ia kembali mendapatkan pelecehan seksual. Korban dengan inisial MS kerap menerima cacian, diminta untuk membeli makanan, hingga bagian dari kemaluannya (buah zakarnya) dicoret-coret menggunakan spidol yang kemudian difoto.<br><br></div><div><strong><em>Kronologi rinci:</em></strong><br><br></div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2011 [Korban diterima bekerja di KPI]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2011-2014 [korban mulai diintimidasi dan dirundung oleh senior-seniornya ditempatnya bekerja]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2015 [Korban dilecehkan secara seksual terhadap para pelaku]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2016 [Korban mulai sering sakit dan terkena tekanan mental karena trauma terhadap perlakuakan yang dilakukan oleh pelaku]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2017 [Korban mengadu ke Komnas HAM melalui email dan korban diminta untuk melapor ke polisi kerena masalah yang dialami serius dan sudah masuk ke ranah pidana]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2019 [Karena tak tahan oleh kelakuan pelaku, korban kembali melapor ke Polsek Gambir, namun Polisi menyarankan pelaku untuk menyelesaikan kasus secara internal di kantor terlebih dahulu atau bisa dibilang secara kekeluargaan]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2020 [Korban kembali mencoba untuk melaporkan kasusnya ke Polisi, namun hasilnya tetap sama, nihil, dan tidak ada kemajuan sama sekali.</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2021 [Kasus dari korban dengan inisial MS ini viral   dimedia sosial]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 1 September 2021 [Korban kembali melaporkan kasusnya ke Polres Jakarta Pusat didampingi oleh Komisioner KPI. dan laporan kali ini baru diterima]</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2 September 2021 [setelah laporan diterima, KPI memanggil 7 terduga pelaku untuk menginvestigasi kasus ini]</div><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>TAWARAN DAMAI KASUS PELECEHAN DI KPI DISEBUT RUGIKAN KORBAN</strong><br> <br> <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211011211055-20-706362/tawaran-damai-kasus-pelecehan-di-kpi-disebut-rugikan-korban">https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211011211055-20-706362/tawaran-damai-kasus-pelecehan-di-kpi-disebut-rugikan-korban</a>&nbsp;<br><br></div><div>Yeni, Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena (FLP), mengungkapkan bahwa masih terdapat investigasi dalam penyelesaian kasus ini oleh berbagai pihak seperti berusaha mempertemukan korban dengan pelaku yang berpotensi dapat melemahkan proses hukum. Dalam penyelesaian kasus ini juga, di tahun 2019, pihak kepolisian sempat meminta korban untuk menyesaikan kasus secara intern di kantornya atau bisa dibilang dengan cara kekeluargaan. Dengan cara tersebut tentu saja korban akan merasa takut dan sangat tertekan dan mengalami trauma yang sangat berat. Setelah kasus viral di media sosial barulah pihak kepolisian meneriman laporan yang dilaporkan oleh korban MS ini. Hal ini dapat membuktikan bahwa, sistem yang ada di Indonesia dalam mengusut kasus seperti ini masih sangatlah lemah, belum jelas dan masih tumpul kebawah.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-08 09:12:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1874558849</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author>riskaayupratami</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1893136582</link>
         <description><![CDATA[<div>Ni Komang Riska Ayu Pratami_16_XII IPS 2<br><br>Refleksi saya bahwa terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia yaitu masih saja tumpul ke atas dan tajam kebawah. Misalnya yang dimana orang dengan ekonomi keatas atau orang yang memiliki jabatan ketika melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi yang menghabiskan uang rakyat hanya diberikan hukuman ringan sedangkan orang dengan kelas ekonomi kebawah ketika melakukan pelanggaran akan mendapatkan hukuman maupun sanksi yang sangat tegas daan berat. Seharusnya supremasi hukum di Indonesia tidak dibeda-bedakan agar tidak menimbulkan supremasi hukum yang ringkih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 04:25:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1893136582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum Di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1895505451</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Putu Ayu Santika Dewi<br>Kelas : XII MIPA 3<br>NIS&nbsp; : 0883<br><br>Refleksi saya terdapat Penegakan dan pelanggaran hukum di indonesia yaitu masih banyaknya pelanggaran peraturan lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat, seperti tidak memakai helm dan tidak mematuhi rambu-rambu. Walaupun telah ada tindakan dari aparat berwajib, tetap saja masih ada saja  masyarakat yang melanggar, hal tersebut tentu berbahaya bagi keselamatan pengemudi lain. Sekian dari saya, Terimakasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-17 00:49:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1895505451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1895518126</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Putu Ayu Santika Dewi<br>Kelas : XII MIPA 3<br>NIS : 0883<br><br>Dari refleksi tersebut, pemerintah dapat mengambil tindakan dengan mempertegas sanksi yang diberikan kepada pelanggar agar dapat menimbulkan efek jera kepada si pelanggar. Aparat berwajib juga hendaknya menolak tindakan seperti suap jika seandainya  hal tersebut dilakukan oleh si pelanggar</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-17 00:55:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1895518126</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakkan dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1901967350</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Ni Wayan Deasi Sastra Astiti<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 1<br>NIS&nbsp; &nbsp; :0888<br><br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia yaitu menurut saya di Indonesia hukum yang berlaku untuk mengatasi atau menghukum pelaku kejahatan KKN dan  Kejahatan Seksual  perlu diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Seperti pelaku KKN menurut saya pelaku Korupsi, Kolusi dan Nepotisme merupakan pelanggaran yang sangat berat karena tidak hanya merugikan satu atau dua orang melainkan merugikan perusahaan, pemerintah dan masyarakat, sehingga hukuman yang seberat beratnya seperti hukuman penjara seumur hidup atau denda dengan jumlah sebesar kerugian oleh perusahaan akibar pelaku korupsi mungkin akan terasa cukup sebagai bentuk pertangung jawaban atas perbuatannya. Sedangkan untuk pelaku  kejahatan seksual selain hukuman yang diberikan oleh yang berwajib, menurut saya hukum di Indonesia juga harus mengatur aturan agar pelaku kejahatan seksual tidak boleh tampil di acara tv atau tampil di depan umum yang menyebabkan korban merasakan trauma akibat melihat wajah pelaku yang berada di media baik televisi, maupun media lainnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-19 12:43:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1901967350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1901975260</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Wayan Deasi Sastra Astiti<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 1<br>NIS&nbsp; &nbsp; : 0888<br><br>Dari refleksi tersebut, menurut saya pemerintah dapat menindak tegas para pelaku kejahatan KKN dan Pelaku kejahatan seksual yang telah terjadi belakangan ini sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku. Para pelaku kejahatan tersebut tidak seharusnya di berikan kesempatan untuk bernegosiasi dengan cara suap, dengan hal tersebut hukum di Indonesia akan adil bagi seluruh kalangan tanpa membedakan pelaku dari kalangan terpandang, artis ataupun hanya orang biasa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-19 12:48:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1901975260</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakkan Hukum dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1901993144</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Wayan Deasi Sastra Astiti<br>Kelas&nbsp; : XII MIPA 1<br>NIS&nbsp; &nbsp; :0888<br><br>https://www.kompas.com/hype/read/2021/09/06/111254566/ini-kasus-yang-pernah-menjerat-saipul-jamil-hingga-heboh-muncul-petisi?page=all<br><br>Pada kasus ini terjadi sebuah pelanggaran hukum berupa kekerasan seksual pada seorang anak yang dilakukan oleh seorang Publik Figur bernama Saipul Jamil pada tahun 2016 yang kemudian Saipul Jamil terbukti bersalah sehingga harus ditahan di penjara yang kemudian bebas pada tahun 2021 ini. Namun sayangnya respon dari media televisi Indonesia malah menyambut kebebasan Saipul Jamil dengan mengundangnya ke salah satu acara tv di stasiun tv tersebut, sehingga banyak masyarakat yang menandatangani petisi untuk memboikot Saipul Jamil dari media agar korban tidak merasakan traumanya kembali. Dari sini menurut saya seharusnya sebagai media nasional tidak seharusnya stasiun tv tersebut mengundang bahkan menyambut seorang pelaku kejahatan seksual seperti menyambut seorang atlet yang mendapatkan medali emas pada ajang internasional, hal tersebut akan berdampak negatif kepada korban yang akan merasa trauma akibat melihat wajah pelaku</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompas.com/hype/read/2021/09/06/111254566/ini-kasus-yang-pernah-menjerat-saipul-jamil-hingga-heboh-muncul-petisi?page=all" />
         <pubDate>2021-11-19 12:59:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1901993144</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi penegak dan pelanggaran hukum</title>
         <author>Putuaguswidiastika</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1903962465</link>
         <description><![CDATA[<div>Putu agus widiastika_Xll mipa3_27<br>Refleksi penegak dan pelanggaran hukum di indonesia yaitu begal yang berkeliaran dimalam hari. Sering kita jumpai pada berita(tv,surat kabar,berita online) bawasanya tindakan kejahatan sering terjadi pada malam hari salah satunya begal(aksi kelompok jahat yang merampas hak milik orang lain). Sehingga banyak petugas kepolisian untuk memperketat penjagaan pada malam hari supanya mengurangi aksi kejahatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-21 02:05:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1903962465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu agus widiastika_Xll mipa 3_27</title>
         <author>Putuaguswidiastika</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1903966574</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari&nbsp;refleksi tersebut perlu adanya perketaat hukum bagi mereka yang melakukan tindakan kriminal yaitu begal, penjagaan atau perketaan pada malam hari maupun siang hari harus di maksimalkan sehingga tidak adanya celah bagi orang yang ingin melakukan kejahatan serta perlu adanya sosialisai hukum kriminal kejahatan sehingga masyarakat luas tau akan dampak hukum jika melakukan tindakan kejahatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-21 02:13:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1903966574</guid>
      </item>
      <item>
         <title>putu agus widiastika_Xll mipa 3_27</title>
         <author>Putuaguswidiastika</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1903971086</link>
         <description><![CDATA[<div>https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5814451/nakes-di-pandeglang-dibegal-siang-bolong-ditodong-golok-motor-dirampas<br>Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Pandeglang, Banten bernama Tyas (24) menjadi korban begal. Pelaku melakukan aksinya di siang bolong dan menodongkan sebilah bolok untuk menakuti korban.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5814451/nakes-di-pandeglang-dibegal-siang-bolong-ditodong-golok-motor-dirampas" />
         <pubDate>2021-11-21 02:23:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1903971086</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakan Hukum dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1904899608</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Wayan Putu Pebriska Riantini<br>Kelas&nbsp; : XII Mipa 3<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0890<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; :26<br><br>Refleksi saya tentang Penegekan Hukum dan&nbsp; Pelanggaran Hukum di Indonesia adalah saat ini negara Indonesia telah berkembang menjadi salah satu negara yang&nbsp; sedang berproses di segala bidang, khususnya di bidang hukum. Sudah genap 20 tahun lamanya semenjak hukum di Indonesia tidak takluk lagi kepada penguasa. Sebagai negara hukum (rechtsstaat)[1] yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia[2], hukum harus menjadi panglima di dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinaungi oleh konstitusi negara UUD 1945 dan dasar negara Pancasila.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-22 00:00:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1904899608</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1904904135</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Wayan Putu Pebriska Riantini<br>Kelas&nbsp; : XII Mipa 3<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0890<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; :26<br><br>Dari refleksi tersebut, kita harus mentaati peraturan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-22 00:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1904904135</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1904910021</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Wayan Putu Pebriska Riantini<br>Kelas&nbsp; : XII Mipa 3<br>Nis&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0890<br>No     :26<br>Contoh di tahun 2004, kasus BLBI telah membebani APBN triliunan rupiah. Pada tahun 2012 terdapat dua kasus besar yang mendapat sorotan tajam dari masyarakat yaitu kasus skandal Bank Century dan kasus Hambalang. Tahun 2014, ada kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji. Tahun 2015 KPK menemukan kasus suap terkait pemulusan proyek pembangkit listrik di Sulawesi Selatan. Di lain sisi ada kasus korupsi dana bantuan sosial serta kasus penyelewengan dana di Kementerian ESDM. Di tahun 2017, ada kasus korupsi E-KTP yang melibatkan banyak pejabat negara.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-22 00:12:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1904910021</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI LUH EKARINI_XII IPS 1_21</title>
         <author>niluhekarini</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1905904827</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>ICW: Negara Rugi Rp1,6 Triliun akibat Korupsi Sektor Pendidikan<br></strong><br></div><div>Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan negara merugi Rp1,6 triliun dari korupsi di sektor pendidikan sepanjang 2016-September 2021. Peneliti ICW, Dewi Anggraeni, mengatakan terdapat 240 korupsi pendidikan yang ditindak aparat penegak hukum dalam waktu enam tahun terakhir.</div><div>"Menimbulkan kerugian negara Rp1,6 triliun. Kerugian negara kami yakini jauh lebih besar sebab terdapat kasus yang hingga kajian ini disusun belum diketahui besaran kerugian negaranya," ujar Dewi dikutip dari situs resmi ICW, Senin (22/11).</div><div><br></div><div>"Selain itu, dari observasi pengadaan barang/jasa (PBJ) sektor pendidikan, kami menemukan terdapat pengadaan yang tak sesuai kebutuhan dan tak dapat dimanfaatkan, baik karena mangkrak maupun tidak lengkap," sambungnya.<br>Dewi berujar korupsi sektor pendidikan masih terjadi di tengah situasi pandemi Covid-19. Kata dia, 4 dari 12 kasus korupsi pendidikan yang terjadi pada 2020-2021 terkait dengan penanganan Covid-19.<br><br>Kasus tersebut yaitu korupsi dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Takalar, Kabupaten Wajo, dan Kota Pasuruan dengan modus pemotongan bantuan.<br><br>Dari penelusuran ICW dan jaringan di Aceh-Medan, lanjut dia, ditemukan potensi korupsi pada objek yang sama juga banyak terjadi dengan beragam modus, mulai dari disalurkan pada lembaga penerima yang tak memenuhi persyaratan, penerima fiktif, hingga BOP digunakan tidak sesuai peruntukan.<br><br>Selain itu, Dewi mengatakan korupsi dana BOS juga masih terjadi meskipun skema penyaluran telah diubah sejak 2020,dari yang sebelumnya ditransfer oleh Kementerian Keuangan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) menjadi ditransfer langsung ke rekening sekolah.<br><br>Ia menuturkan, 240 korupsi pendidikan terbanyak berkaitan dengan penggunaan dana BOS, yaitu terdapat 52 kasus atau 21,7 persen dari total kasus.<br><br>"Sejauh ini, terdapat 2 korupsi dana BOS tahun anggaran 2020 yang telah ditindak oleh kejaksaan, yaitu di Kota Bitung, Sulawesi Utara, dan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dengan modus pemotongan oleh oknum Dinas Pendidikan dan kegiatan fiktif di sekolah," terang dia.<br><br>Sumber:<a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211122090819-12-724220/icw-negara-rugi-rp16-triliun-akibat-korupsi-sektor-pendidikan">https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211122090819-12-724220/icw-negara-rugi-rp16-triliun-akibat-korupsi-sektor-pendidikan</a>.<br><br></div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/870500696/25867a62808eda06487f70159c895567/Screenshot__348_.png" />
         <pubDate>2021-11-22 11:55:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1905904827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI LUH EKARINI_XII IPS 1_21</title>
         <author>niluhekarini</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1905926664</link>
         <description><![CDATA[<div>Adapun, yang perlu dibenahi agar praktik perlindungan dan penegakkan hukum di Indonesia bisa lebih baik adalah pemerintah seharusnya lebih memperhatikan lagi terkait kasus korupsi sektor pendidikan ditengah covid 19,disana dijelaskan  korupsi terbanyak yaitu korupsi pembangunan infrastruktur dan PBJ noninfrastruktur, seperti pengadaan buku, arsip sekolah, meubelair, perangkat TIK untuk e-learning, pengadaan tanah untuk pembangunan fasilitas pendidikan.Perbuatan ini tentu dapat menghambat kemajuan pendidikan di Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-22 12:10:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1905926664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI LUH EKARINI_XII IPS 1_21</title>
         <author>niluhekarini</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1905948070</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia terkait&nbsp; negara merugi Rp1,6 triliun dari korupsi di sektor pendidikan yang kasusnya banyak&nbsp; yaitu korupsi pembangunan infrastruktur dan PBJ noninfrastruktur, seperti pengadaan buku, arsip sekolah, meubelair, perangkat TIK untuk e-learning, pengadaan tanah untuk pembangunan fasilitas pendidikan.<br>Pemerintah sebaikknya lebih greget lagi dalam mengawasi penyaluran dana pendidikan agar tidak terjadi kerugian bagi negara akibat korupsi dari sebelah pihak<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-22 12:25:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1905948070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Putu Raditya Bimatara_0785         </title>
         <author>radityabimatara09</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907495304</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya bahwa terhadap penegakan hukum di Indonesia yaitu diperlukannya ketegasan dan keadilan dalam penegakan hukum yang ada di Indonesia, agar semua orang terliat sama di mata hukum.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://res.cloudinary.com/istaid/image/upload/v1569553337/Post/No.%201377%20Penegakan%20Hukum%20Dan%20Keadilan_1569553337.jpg" />
         <pubDate>2021-11-23 03:33:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907495304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Putu Raditya Bimatara_0785</title>
         <author>radityabimatara09</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907523333</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari refleksi tersebut yang perlu dibenahi agar praktik penegakan humum di Indonesia bisa lebih baik adalah dengan cara meningkatkan kualitas seleksi aparat penegak hukum yang ada di Indonesia, sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam penegakan hukum di Indonesia dan semua masyarakat sama di mata hukum. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 03:53:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907523333</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uraian Singkat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907709845</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Riska Ayu Pratami<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 16<br>Kelas&nbsp; &nbsp; : XII IPS 2<br><br><br>Salah satu contoh kasus penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia yang tajam kebawah dan tumpul keatas yaitu kasus pencurian kakao oleh nenek Minah. Nenek Minah divonis 1,5 tahun penjara hanya karena mencuri tiga buah Kakao yang harganya tidak lebih dari Rp 10.000. Bahkan, untuk datang ke sidang kasusnya ini Nenek yang sudah renta dan buta huruf itu harus meminjam uang Rp 30.000 untuk biaya transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh. Hukuman yang diberikan kepada Nenek Minah itu menggambarkan bahwa proses hukum yang mati dari tujuan hukum itu sendiri. Hukum hanya mengikuti aturan formal dan tidak memperhitungkan subtansi dan hati nurani. Saat ini, Hakim&nbsp; dinilainya terlalu legalistik terhadap putusan bersalah rakyat kecil. Hakim tidak mampu memahami arti dan makna sekaligus kearifan yang terkandung dalam aturan hukum. Walaupun mencuri atau mengambil barang orang lain sekecil apa pun tanpa izin merupakan perbuatan melanggar hukum, dan hukum harus ditegakkan. Namun, perlu diperhatikan juga apakah hal itu sudah sesuai dengan rasa keadilan di masyarakat. Jika dibandingkan, para pejabat dan koruptor berdasi putih mencuri uang rakyat yang nilainya sebanding dengan jutaan kakao itu diperlakukan dengan terhormat oleh aparat. Mereka dapat melanggeng bebas dari hukuman yang tidak terlalu berat. Mereka pun dapat mangkir dari panggilan pengadilan dengan alasan sakit yang kadang dibuat-buat dan berdasarkan data Indonesian Corruption Watch (ICW) menunjukan koruptor rata-rata hanya dihukum di bawah dua tahun saja. Dari kasus diatas memperlihatkan bahwa keadilan hukum di negeri ini hanya sebatas keadilan sendal jepit, keadilan yang menjepit rakyat kecil. Sungguh diprihatinkan, di negeri yang dalam butir-butir dasar negaranya disebut menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perilaku berkeadilan ini, rakyatnya diperlakukan dalam perbedaan kasta besar dan kecil. Penegakan hukum di negeri ini masih sangat diskriminatif. Keras dan tegas untuk rakyat kecil, tapi loyo dan bagai agar-agar bagi kalangan atas.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 06:32:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907709845</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakan Hukum dan Pelanggaran Hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907717117</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Komang Riska Ayu Pratami<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 16<br>Kelas&nbsp; : XII IPS 2<br><br><br>Sebaiknya aparat penegak hukum menggunakan restorative justice (keadilan restoratif) sebagai penyelesaian alternatif dalam sejumlah kasus kecil seperti yang menimpa Nenek Minah. Keadilan restoratif adalah konsep pemidanaan yang mengedepankan pemulihan kerugian yang dialami korban dan pelaku, dibanding menjatuhkan hukuman penjara bagi pelaku. Hal itu dimaksudkan agar penyelesaian kasus-kasus kecil tak perlu sampai ke pengadilan, tetapi diselesaikan cukup dengan mediasi.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 06:38:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907717117</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Komang Sunadi _XII ips 2_No:11</title>
         <author>sunadi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907939426</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum yang ada di indonesia yaitu di perlukannya keadilan atau sanksi terhdapa orang yang telah melakukan asusila terhadap seorang anak yang masih di bawah usia.salah satu sanksi yang harus diberikan terhadap orang tersebut yaitu penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, nah walaupun sudah ada sanksi mengenai asusila tersebut saya lihat masih ada beberapa orang yang melakukan hal tersebut terhadap anak di bawah umur. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 08:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907939426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Komang Sunadi _XII ips 2</title>
         <author>sunadi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907955970</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari Refleksi yang saya buat perlu dibuatkan aturan yang lebih spesipik mengenai asusila terhadap anak di bawah umur  selain sanksi atau hukum penjara hanya selama 5 tahun dan 15 tahun mungkin hukuman bisa di tambah jika pelaku mengulangi hal tersebut yaitu dengan cara memberikan hukuman penjara seumur hidupnya agar dimana tidak terjadi kembali hal seperti itu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 09:06:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907955970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Komang Sunadi_XII ips 2_No:11</title>
         <author>sunadi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907983168</link>
         <description><![CDATA[<div>Contohnya kasus anak anggota DPRD Bekasi yang berumur 21 tahun melakukan pemerkosaan terhadap anak remaja yang berusia 15 tahun dan anak anggota DPRD tersebut juga dituding telah menjual anak remaja tersebut ke pria hidung belang.Korban tersebut disekap oleh anak anggota DPRD tersebut di indekost yang terletak di lantai 2 amar indekost itu disewa pelaku selama sebulan, dari Februari hingga Maret 2021. Di lokasi itu pula korban diduga diperkosa oleh anak anggota DPRD tersebut.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 09:22:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1907983168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Ni Nengah Sedanu, 27,0878,XII Mipa 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1908136525</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut&nbsp;pendapat saya Sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia hukum harus menjadi panglima di dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinaungi oleh konstitusi negara UUD 1945 dan dasar negara Pancasila. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 10:56:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1908136525</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Ni Nengah Sedanu, 27,0878,XII Mipa 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1908147181</link>
         <description><![CDATA[<div>Pendapat saya, kita harus memperkuat budaya perusahaan agar tidak terjadinya korupsi dan juga dibuatnya undang-undang atau peraturan yang meningkatkan keterbukaan informasi. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 11:04:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1908147181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Ni Nengah Sedanu, 27,0878,XII Mipa 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1908162643</link>
         <description><![CDATA[<div>Contohnya&nbsp;: tawuran antar pelajar bisa terjadi karena ketersinggungan salah satu kawan yang menanggapi dengan rasa setia kawan yang berlebihan. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-23 11:14:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1908162643</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi penegakan dan pelanggaran hukum dan peanggaran hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909665780</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Putu Cindy Febiyanti<br>Kelas : XII MIPA 2<br>Nis : 0884<br>No : 28<br>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia yaitu seharusnya  hukuman yang di berikan kepada setiap pelaku sama dan tidak memandang status sosial hal tersebut dilakukan agar hukuman yang diberikan memberikan efek jera terhadap pelakunya. &nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-24 02:35:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909665780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI TERHADAP PENEGAKKAN DAN PELANGGARAN HUKUM </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909725092</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Made Adinda Putri Pratiwi <br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 26 <br>Kelas &nbsp; : XII MIPA 2 <br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0873 <br><br>Refleksi&nbsp; saya terhadap penegakkan dan pelanggaran hukum yang ada di Indonesia&nbsp; yaitu mengenai kasus korupsi, lebih spesifiknya terhadap lapas yang digunakan untuk para koruptor. <br>Sumber : <br>https://newsmaker.tribunnews.com/2019/12/22/penampakan-sel-mewah-setya-novanto-beda-dari-tahanan-lainnya-ini-deretan-fasilitas-yang-tersedia?page=4<br><br>korupsi adalah salah satu kasus pelanggaran hukum yang selalu menjadi sorotan warga negara. Dari kasus diatas dapat kita lihat bagaimana penegakkan hukum di Indonesia belum berjalan dengan baik, hal ini dbuktikkan dengan perbandingan yang signifikan antara penjara para penjabat besar dengan orang biasa. Dalam kasus ini diperlukan keadilan bagi semua koruptor. seperti yang tercantum dalam beberapa peraturan, seperti :<br>1.&nbsp; &nbsp; <a href="https://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/3969/node/2/uu-no-12-tahun-1995-pemasyarakatan">Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan</a>;</div><div>2.&nbsp; <a href="http://www.pemasyarakatan.com/wp-content/uploads/2016/05/STANDAR-REGISTRASI-DAN-KLASIFIKASI-NARAPIDANA-DAN-TAHANAN.pdf">Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: Pas- 170.Pk.01.01.02 Tahun 2015 tentang Standar Registrasi dan Klasifikasi Narapidana dan Tahanan</a>.<br>Dari data di atas seharusnya dapat diperhatikan klasifikasi seperti apa saja yang memang berlaku dalam lapas, dan klasifikasi apa saja berdasar atas kemampuan koruptor. Hal ini menimbang, isi pasal 27 ayat 1, dimana disebutkan bahwa semua orang berkedukkan yang sama dimata hukum, jadi tidak ada keterimpangan sosial untuk para koruptor. </div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://newsmaker.tribunnews.com/2019/12/22/penampakan-sel-mewah-setya-novanto-beda-dari-tahanan-lainnya-ini-deretan-fasilitas-yang-tersedia?page=4" />
         <pubDate>2021-11-24 03:14:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909725092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENEGAKKAN HUKUM DAN PELANGGARAN HUKUM </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909733189</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama&nbsp; : Ni Made Adinda Putri Pratiwi<br>No&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 26&nbsp;<br>Kelas&nbsp; &nbsp; : XII MIPA2&nbsp;<br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0873&nbsp;<br>Dari refleksi tersebut, perlu dilakukan penegasan dalam hal pengklasifikasian penjara untuk para tahanan, lebih ditegaskan lagi klasifikasi yang di berlakukan, serta dibuatkan peraturan yang tegas untuk mereka menggunakan uang untuk membeli lapas. Jika memang diperlukan, dapat dibuatkan peraturan tertulis agar ketika seseorang melanggar, ia tidak akan bisa mengelak karena telah ada bukti tertulis. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-24 03:20:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909733189</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi terhadap Penegakkan Hukum dan Pelanggaran Hukum di Indonesia.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909734246</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama&nbsp; : I Putu Krisna Prima Satya<br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 0784<br><br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia yaitu masih terlihat tumpul ke atas dan tajam kebawah. Ada banyak hal yang patut kita pikirkan lebih matang, utamanya dari kasus-kasus yang telah terjadi atau sudah lewat. Banyak ditemukan kasus yang memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat miskin sering mengalami diskriminasi utamanya dari penanganan kasus yang terjadi. Sebaliknya? Kita semua tahu bagaimana.&nbsp;<br>terimakasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-24 03:21:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909734246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SOLUSI AGAR PRAKTIK PERLINDUNGAN DAN PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA LEBIH BAIK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909739956</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : I Putu Krisna Prima Satya<br>NIS&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 0784<br><br>Lalu bagaimana? Untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu dilakukan beberapa tindakan, seperti :<br>1. Menegakkan Supremasi Hukum<br>2. Menyelesaikan konflik vertikal dan horizontal yang&nbsp; berpotensi mengakibatkan kekerasan fisik.<br>3. Memberikan perlindungan lebih teradap hal-hak anak dan perempuan, dan menegakkan keadilan bagi seluruh masyarakat.&nbsp;<br><br>Evaluasi terhadap kinerja instansi perlindungan HAM juga perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi, sehingga masyarakat dapat menanam kembali kepercayaan mereka terhadap pemerintahan. Selain itu harus dilakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan perlindungan HAM di Indonesia.&nbsp;<br>terimakasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-24 03:25:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909739956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>URAIAN SINGKAT </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909761965</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus perbedaan sel tahanan Setya Novanto dengan tahanan lain di Lapas Sukamiskin. <br>https://newsmaker.tribunnews.com/2019/12/22/penampakan-sel-mewah-setya-novanto-beda-dari-tahanan-lainnya-ini-deretan-fasilitas-yang-tersedia?page=4<br><br>SetyaNovanto adalah tersangka kasus korupsi E-ktp, ia di vonis hukuman penjara 15 tahun di lapas sukamiskin, Jumat 20 Desember 2019 , tim Ombudsman Republik Indonesia mengunjungi <a href="https://www.tribunnews.com/tag/lapas-sukamiskin">Lapas Sukamiskin</a> di Bandung, Jawa Barat. Pada saat itu tim yang dipimpin oleh&nbsp; Adrianus Maleila menemukan perbedaan mencolok pada luas dan fasilitas di dalam sel Setnov dibandingkan sel narapidana lainnya di Lapas Sukamiskin. Dari luas kamar sendiri, kamar Setnov berukuran 3 x 7 m, sedangkan stadar kamar di lapas tersebut hanya 3 x 1,2 m. Sedangkan dari fasilitas, dalam sel Setnov ditemukan spring bed, pintu yang digembok dengan sidik jari, terdapat kitchen set dan dua exhaust fan,Terdapat pula furnitur meja dan empat kursi untuk tamu, serta dua kasur pegas alias spring bed dengan satu kasur di antaranya terbilang besar.</div><div>Ada juga fasilitas wastafel dengan lantai marmer.</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://newsmaker.tribunnews.com/2019/12/22/penampakan-sel-mewah-setya-novanto-beda-dari-tahanan-lainnya-ini-deretan-fasilitas-yang-tersedia?page=4" />
         <pubDate>2021-11-24 03:41:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1909761965</guid>
      </item>
      <item>
         <title>refleksi penegak hukum dan pelanggaran hukum</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1913910236</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: I Gusti Nyoman Merta Septiadi<br>08<br>XII MIPA1<br>Generasi muda merupakan market jangka panjang yang menguntungkan bagi bandar narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga memperkenalkan istilah lain, yaitu Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.Masifnya penggunaan narkoba pada 2019, mendapat perhatian Yasonna H. Laoly pada Sabtu (27/4/2019). Dikutip pada news.detik.com, Menteri Hukum dan HAM itu mengatakan persoalan narkoba menjadi momok bagi semua kalangan, keluarga, masyarakat maupun negara/pemerintah.Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat 4,2 juta orang yang terseret masalah penyalahgunaan narkoba pada 2011 dan terus meningkat, khususnya dari kalangan millenial yang mengalami peningkatan yang sangat drastis.Kepala BNN Komjen Heru Winarko pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasioan (HANI) 2019 yang bertemakan: Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas, mengatakan bahwa beberapa tahun lalu penggunaan narkoba hanya 20 persen, dan sekarang meningkat menjadi 25 persen.“25 persen pengguna itu, adalah anak-anak dan remaja, jadi BNN mengajak semua lapisan masyarakat agar sama-sama menjaga milenial supaya tidak menggunakan narkoba,” ujar Heru di Opus Grand Ballroom At The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).Wujud keseriusan pemerintah dalam mengatasi permasalahan narkoba terlihat sejak 2009 lalu yang telah mengubah UU Narkotika, yang sebelumnya UU No. 7 Tahun 1997 diperbaharui dengan disahkannya UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1473436751/901727988722c78f7b8f6ab8a911d5ce/narkoba.jpg" />
         <pubDate>2021-11-26 07:58:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1913910236</guid>
      </item>
      <item>
         <title>solusi praktik penegakan hukum dan pelanggaran hukum </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1913916738</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : I Gusti Nyoman Merta Septiadi<br>NO: 08<br>KLS: XII MIPA 1<br>dari hal tersebut harusnya pemerintah lebih waspada terhadap penyebaran narkotika di lingkungan murid atau mahasiswa karan akar masalah ini terjadi karna murid yang mengguanak narkotika pasti akan terus memakai barang haram tersebut sehingga mungkin dari hanya pengguna juga ikut menjadi pengedar karna ingin terus mengonsumsi barang haram tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-26 08:03:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1913916738</guid>
      </item>
      <item>
         <title>i gusti nyoman merta septiadi -XII MIPA1 -08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1913921771</link>
         <description><![CDATA[<div>APASAJAKAH KLASIFIKASI PEMBAGIAN JENIS NARKOBA?<br><br></div><div>UU Narkotika membagi golongan narkoba menjadi 3 jenis, meliputi:<br><br></div><ol><li>Golongan I , Jenis Narkotika yang secara umum dikenal masyarakat antara lain Ganja, Sabu-sabu, Kokain,Opium, Heroin, dll;</li><li>Golongan II, Jenis Narkotika yang secara umum dikenal masyarakat antara lain Morfin, Pertidin dll;</li><li>Golongan III, Jenis Narkotika yang secara umum dikenal masyarakat antara lain Kodein, dll.</li></ol><div>APAKAH PERBEDAAN PENGEDAR DAN PENGGUNA NARKOBA?<br><br></div><div>UU Narkotika mengklasifikasikan mengenai siapa saja yang terlibat narkoba. Pengklasifikasian tersebut menjadi 2 bagian, yaitu pengedar narkoba dan pengguna narkoba, dengan penjelasan berikut:<br><br></div><div>Pengedar berdasar simpulan Pasal 35 UU Narkotika, adalah orang yang melakukan kegiatan meyalurkan atau menyerahkan Narkotika, baik dalam rangka perdagangan, bukan perdagangan maupun pemindahtanganan, untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.<br><br></div><div>Akan tetapi, tidak semua pengedar bisa dikategorikan tindak pidana. Misalnya peredaran narkotika dalam bentuk obat jadi yang sudah mendapat izin dari pihak berwenang yakni Menteri Kesehatan (lihat Pasal 36 UU Narkotika) atau penyerahan Narkotika kepada pasien oleh rumah sakit atau dokter berdasarkan resep dokter dapat dilakukan dan itu bukan merupakan pelanggaran hukum/tindak pidana (lihat pasal 43 dan 44 UU Narkotika).<br><br></div><div>Pengguna narkoba dalam UU Narkotika, terbagi menjadi 2 yaitu:<br><br></div><ol><li>Pecandu Narkotika yaitu orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis.&nbsp; (lihat Pasal 1 angka 13) jo Pasal 54 jo Pasal 127);</li><li>Penyalah Guna yaitu orang yang menggunakan Narkotika tanpa hak atau melawan hukum (lihat Pasal 1 angka 13 UU Narkotika) Penyalahguna Narkotika (Pasal 1 angka 15 jo Pasal 54 jo Pasal 127).</li></ol><div><a href="https://lbh-ri.com/">SAMAKAH</a> SANKSI YANG DIDAPATKAN ANTARA PENGEDAR DAN PENGGUNA NARKOBA?<br><br></div><div>Pengedar berdasarkan UU Narkotika dikenakan sanksi pidana penjara antara 2 (dua) sampai 20 (dua puluh) tahun, bahkan sampai pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup tergantung dari jenis dan banyaknya narkotika yang diedarkan, disalurkan atau diperjual belikan. (lebih detail bisa dilihat dalam Ketentuan Pidana dari Pasal 111 sampai Pasal 126 UU Narkotika) Sedangkan pengguna narkoba, mendapatkan rehabilitasi baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial, berdasarkan Pasal 54 UU Narkotika yaitu: “<em>Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial</em>.” (KONSEKUENSI HUKUM PENGEDAR DAN PENGGUNA NARKOBA oleh <strong>Nurul Qisthy Chumairoh/</strong><strong><em>nqc</em></strong>)<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-26 08:07:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1913921771</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Karina Dewi_XII IPS 2_14</title>
         <author>karinadewi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1919757160</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia masih belum mencapai keadilan. Karena salah satu contoh kasus nya adalah, seseorang yang mencuri seekor ayam tetangganya dihukum 5 tahun penjara namun seorang koruptor yang melakukan korupsi bermiliar miliar juta rupiah dihukum juga selama 5 tahun. Menurut saya ini bukanlah sistem hukum yang adil yang dijalankan di negara Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/832791451/79f20671895e18caec50ab2eb540126b/Screenshot__711_.png" />
         <pubDate>2021-11-30 07:18:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1919757160</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Karina Dewi_XII IPS 2_14</title>
         <author>karinadewi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1919762407</link>
         <description><![CDATA[<div>Yang perlu dibenahi dari sistem penegakan hukum di Indonesia adalah agara aparat penegak hukum tidak membeda bedakan seseorang yang menjadi erdakawa, awalaupun yang bersalah adalah orang yang tersohor, kaya maupun penjabat, harus dijatuhi hukuman yang setimpal ketika melakukan kesalahan. Begitu juga bagi masyarakat kecil juga harus diberikan keadilan dalam pelaksanaan hukuman, krena semua orang mempunyai derajat yang sama di depan hukum</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-30 07:22:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1919762407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Kadek Karina Dewi_XII IPS 2_14</title>
         <author>karinadewi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1919768723</link>
         <description><![CDATA[<div>Kasus yang akan saya angkat yaitu kasus dari Kasus Kriminalisasi Pemulung<br><br>PN Jakpus pada 3 Mei 2010 memvonis bebas Chairul Saleh seorang pemulung yang dituduh memiliki ganja seberat 1,6 gram. Pria 38 tahun ini dipaksa mengakui memiliki ganja oleh sejumlah oknum polisi ini.<br><br>Orang nomor 1 di tubuh Polri waktu itu, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri pun turun tangan untuk menindaklanjuti kasus dugaan rekayasa ini. Dia langsung menelpon Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono untuk meminta kepastian adanya rekayasa tersebut.<br><br>Dalam sidang disiplin Propam Polres Jakpus menjatuhkan hukuman kepada 4 polisi yang terlibat dalam rekayasa kasus kepemilikan ganja terhadap pemulung Chairul Saleh ini. Kanit Narkoba Polsek Kemayoran Aiptu Suyanto didemosi sedangkan penyidik Brigadir Rusli ditunda kenaikan pangkatnya selama 1 tahun.<br><br>Kemudian Aiptu Ahmad Riyanto ditunda kenaikan pangkat selama satu tahun, serta dimutasi secara demosi. Dan untuk Brigadir Dicky ditempatkan ke tempat khusus selama 7 hari.<br><br>Baca artikel detiknews, "10 Kasus yang Mengguncang Hukum Indonesia" selengkapnya <a href="https://news.detik.com/berita/d-1775253/10-kasus-yang-mengguncang-hukum-indonesia">https://news.detik.com/berita/d-1775253/10-kasus-yang-mengguncang-hukum-indonesia</a>.<br><br>Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-30 07:25:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1919768723</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Penegakkan Hukum dan Pelanggaran Hukum di Indonesia</title>
         <author>indraadiputra</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1920706405</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : I Gede Indra Adi Putra<br>Absen : 05<br>Kelas : XII MIPA 2<br><br>Refleksi saya terhadap penegakan dan pelanggaran hukum di Indonesia masih belum ada keadilan yang jelas. Salah satu contohnya adalah kasus korupsi 31 M ketua DPRD Bengkalis, Heru Wahyudi. Yang dimana dalam kasus ini dia telah terbukti bersalah melakukan korupsi dana bansos, dan dia hanya divonis 18 bulan penjara. Vonis tersebut sangat jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut 8 tahun 6 bulan dan juga membayar sejumlah denda. Saat mendengan vonis dari hakim tersebut, dia sangat merasa bahagia dan langsung mencurahkan suka citanya itu dengan memberikan pelukan hangat ke istrinya.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.liputan6.com/regional/read/2974957/kasus-korupsi-rp-31-m-ketua-dprd-bengkalis-divonis-15-tahun-bui" />
         <pubDate>2021-11-30 15:40:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1920706405</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Praktik Perlindungan dan Penegakan Hukum di Indonesia</title>
         <author>indraadiputra</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1920711985</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : I Gede Indra Adi Putra<br>Absen : 05<br>Kelas : XII MIPA 2<br><br>Menurut saya yang perlu dibenahi dari sistem penegakan hukum di Indonesia adalah dari ketegasan dan cara pandang untuk mencapai keadilan dalam proses vonis hukum. Seharusnya elemen-elemen atau para penegak hukum seharusnya bisa lebih tegas dalam memberikan keputusan dan seharusnya bisa lebih rasional. Sesuai dengan sifat hukum yang mengikat dan memaksa serta dimata hukum semua orang memiliki derajat yang sama. Walaupun dia seorang pejabat atau masyarakat biasa, walaupun dia berkeluarga atau masih lajang seharusnya hukuman yang diberikan tetap sama, namun tetap di sesuaikan dengan tindak pelanggaran yang dia lakukan.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-30 15:42:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1920711985</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Gede Indra Adi Putra/05/XII MIPA 2</title>
         <author>indraadiputra</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1920717869</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam perspektif hukum, kata pengajar ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, seorang terdakwa bisa mendapatkan keringanan hukuman jika melakukan perbuatan positif bagi orang lain atau membantu membongkar suatu perkara.</div><div>Feri menilai pertimbangan majelis hakim meringankan vonis terhadap Juliari ganjal. Menurutnya hakim justru lebih mempedulikan nasib politikus PDI Perjuangan itu ketimbang desakan untuk menjatuhkan vonis berat.</div><div>Padahal, kata Feri, hakim memiliki opsi memberikan hukuman maksimal berupa penjara seumur hidup bahkan pidana mati terhadap pelaku korupsi di masa bencana.</div><div>"Apa alat ukur hakim bahwa publik melakukan penghinaan kepada terdakwa? Seberapa banyak yang mencerca dan berapa yang membela? Kalau hanya berbasis perasaan dan asumsi hakim, itu tidak pas," kata Feri via telepon, Selasa (24/08).</div><div>"Pelaku bukan hanya tidak amanah, tapi mengambil keuntungan dari bantuan untuk warga yang terdampak pandemi. Kenapa hakim malah peduli kepada pelaku, bukan publik yang telah dikhianati dan uangnya dicuri?</div><div>"Orang patut curiga, hal meringankan ini dicari-cari untuk membenarkan hukuman yang lebih ringan dibandingkan pemberatan yang diatur undang-undang," ujar Feri</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-58320105" />
         <pubDate>2021-11-30 15:44:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1920717869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ni komang sriariani kls 12 ,mipa 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1921954958</link>
         <description><![CDATA[<div>Saat ini negara Indonesia telah berkembang menjadi salah satu negara yang sedang berproses di segala bidang, khususnya di bidang hukum. Sudah genap 20 tahun lamanya semenjak hukum di Indonesia tidak takluk lagi kepada penguasa. Sebagai negara hukum (rechtsstaat)[1] yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia[2], hukum harus menjadi panglima di dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinaungi oleh konstitusi negara UUD 1945 dan dasar negara Pancasila.<br><br></div><div>Di masa pemerintahan yang sekarang, Presiden Joko Widodo dalam program Nawa Cita tegas menyatakan untuk ”menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya”. Namun yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, “Apakah nawa cita tersebut sudah benar-benar terwujud? Apakah hukum saat ini telah benar-benar menjadi panglima? Apakah negara ini sudah benar-benar bebas korupsi? Apakah sudah ada peradilan yang bebas dan tidak memihak yang menjamin persamaan setiap warga negara dalam hukum, serta jaminan keadilan bagi setiap orang terutama para pencari keadilan (justitiabelen)?”<br><br></div><div>Perlu digarisbawahi bahwa pembangunan ekonomi, politik, dan sosial (pembangunan semesta/di segala bidang) tidaklah cukup tanpa adanya pembangunan hukum yang berkelanjutan. Selama lebih dari empat dekade hukum telah diabaikan, dan akibatnya, penegakan hukum sekarang ini sulit dilaksanakan karena lembaga-lembaga hukum sudah sedemikian rusak.<br><br></div><div>Padahal setiap warga negara Indonesia memiliki harapan tersendiri terkait penegakan hukum yang memberikan perlindungan bagi setiap individu. Pada tataran konsep dan teori,[3] penegakan hukum yang memberikan perlindungan bagi setiap individu merupakan hal ideal dan sifatnya wajib untuk dilaksanakan, namun pada tataran penerapan, hukum belum cukup melindungi masyarakat pencari keadilan (justitiabelen), terutama yang berkaitan dengan keadilan, kepastian hukum, kesetaraan di hadapan hukum, dan pemenuhan hak asasinya.[4]<br><br></div><div>Ada dua isu penting di negara ini terkait penegakan hukum yang menjadi sorotan banyak pihak, yaitu: isu pelanggaran HAM dan isu KKN, suap, dan grafitasi. Hingga saat ini, telah banyak kasus pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, seperti: peristiwa Tanjung Priok, Semanggi, Talangsari, Trisakti, tragedi Mei, kasus penutupan gereja (HKPB Philadelphia, GKI Yasmin, dll), kasus Ahmadiyah[5], penyerangan Lapas Cebongan, terorisme di berbagai tempat, dan yang terakhir peristiwa pembunuhan para pekerja jalan dan jembatan di Papua.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-01 03:43:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1921954958</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Sindi Pratiwi_XII IPS 1_23</title>
         <author>sindipratiwi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1926461597</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap Penegakkan Hukum dan Pelanggaran Hukum di Indonesia kala pandemi yaitu tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Menilai penerapan PSBB di sejumlah wilayah yang belum optimal dancenderung belum efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Maka diperlukan aturan yang ditetapkan agar masyarakat dapat menjalankan kebijakan penerapan PSBB secara konsekuen, disiplin, dan bertanggung jawab.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/452454640/c307e03818330e4b05b5eb3f917f339b/Pelanggaran_PSBB.jpg" />
         <pubDate>2021-12-03 02:07:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1926461597</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Sindi Pratiwi_XII IPS 1_23</title>
         <author>sindipratiwi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1926469710</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari refleksi tersebut yang perlu dibenahi agar perlindungan dan penegakan hukum di Indonesia bisa lebih baik yaitu dengan mendorong pemerintah meningkatkan sinergi dengan TNI dan Kepolisian untuk memberlakukan tindakan represif dan pemberian sanksi para pelanggar PSBB sebagai upaya mencegah situasi semakin memburuk.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/452454640/8370692477d51e8a10605208ec456d81/download.jpg" />
         <pubDate>2021-12-03 02:12:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1926469710</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ni Luh Sindi Pratiwi_XII IPS 1_23</title>
         <author>sindipratiwi</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1926483474</link>
         <description><![CDATA[<div>Beberapa minggu terakhir angka positif <a href="https://liputan6.com/tag/covid-19">Covid-19</a> di Bali mengalami lonjakan. Hampir setiap hari, angka kasus positif Covid-19 di Bali mencapai tiga digit dengan rata-rata 150 hingga 180 kasus. Namun, banyak Warga Negara asing (WNA) berkeliaran tanpa mengenakan masker.</div><div>Para WNA pelanggar Protokol Kesehatan (prokes) itu ditemukan saat operasi yustisi dan penegakan prokes oleh Kodim Badung bersama instansi terkait.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.liputan6.com/regional/read/4591578/wna-santai-keluyuran-tanpa-masker-saat-kasus-covid-19-di-bali-melonjak" />
         <pubDate>2021-12-03 02:21:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1926483474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI LUH URMILA WIDYA UTAMI_XII MIPA 1_0871</title>
         <author>urmilawidyautami</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1935038281</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakkan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia adalah diperlukannya tindakan tegas unntuk menegakkan hukum.&nbsp;Karena penegakkan hukum di Indonesia sangat memprihatinkan, terutam apada tindak pidana korupsi yang bersifat sistemik dan memunculkan banyak ketidakadilan bagi masyarakat Indonesia. Korupsi sudah merayap ke berbgai sektor dan instansi di Indonesia yang tentu menghancurkan moral bangsa. Maka seorang penegak hukum dituntut untuk menambah dan memaksimalkan pengetahuan hukum (knowledge), meningkatkan skill dan yang paling penting adalah memiliki integritas moral untuk menegakkan hukum.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 03:33:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1935038281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NI LUH URMILA WIDYA UTAMI_XII MIPA 1_0871</title>
         <author>urmilawidyautami</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1935048751</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari refleksi tersebut yang perlu dibenahi agar tindakan korupsi diminimalisir adalah memberikan hukuman yang berat kepada koruptor, jadi pemimpin yang berintegritas, memanfaatkan teknologi pada sistem, membangun pendidikan moral sejak kecil, menanamkan nilai religi secara intensif, supermasi yang kuat serta menutup celah internasional.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-08 03:41:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1935048751</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Yuniari_XII IPS 1_29</title>
         <author>putuyuniari</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940139629</link>
         <description><![CDATA[<div>Refleksi saya terhadap penegakan hukum dan pelanggaran hukum di Indonesia yaitu hukum di indonesia  masih belum adanya keadilan . Dimana hukum di Indonesia masih sering dikatakan tumpul keatas dan tajam kebawah. Seperti halnya kasus pada rakyat dengan ekonomi menengah kebawah diberikan hukuman yang berat sedangkan pada kasus pelanggaran terhadap hukum pada rakyat yang memiliki golongan menengah keatas diberikan hukuman yang ringan. Dapat dilihat dari seorang koruptor hanya di hukum selama 15 tahun yang seharusnya dihukum lebih berat dari 15 tahun dan seorang ibu-ibu yang mencuri&nbsp; susu dan minyak kayu putih untuk&nbsp; anaknya divonis&nbsp; sampai 7 tahun.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-10 11:24:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940139629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putu Yuniari_XII IPS 1_29</title>
         <author>putuyuniari</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940145186</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya yang perlu dibenahi dari sistem penegakan hukun di Indonesia yaitu dari segi ketegasan dan keadilan. Sesuai dengan sifat hukum bersifat memaksa dan setiap manusia memiliki kedudukan yang sama dimata hukum maka dalam memberikan vonis kepada kasus hukum tidak memandangan dari segi golongan kedudukan namun hukuman yang diberikan harus setimpang dengan kesalahan yang sudah dilakukan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-10 11:29:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940145186</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Terhadap Penegakkan Hukum di Indonesia</title>
         <author>luhayudewisawitri2</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940207247</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh Ayu Dewi Sawitri<br>Kelas : XII IPS 2<br>NIS : 0854<br><br>Beberapa penegakan hukum di Indonesia menurut saya kurang seimbang atau sepadan dengan pelanggaran yang dilakukan. Contohnya saja pada kasus pelecehan seksual. Hukuman paling lama bagi pelaku adalah 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara. Akan tetapi, kejahatan mereka yang mereka buat dapat merusak masa depan seseorang. Bahkan tidak hanya berdampak pada fisiknya, tetapi kepada mentalnya juga. Hal ini tidak hanya berdampak pada diri korban tetapi juga orang di sekitar korban yang bisa saja mendapatkan trauma. Maka dari itu, diperlukan adanya hukuman yang setimpal supaya para pelaku dan orang yang berniat untuk melakukan tindakan kejahatan itu dapat takut untuk melakukan kejahatan yang sama.<br><br>Terima kasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-10 12:20:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940207247</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Solusi Praktik Penegakkan dan Pelanggaran Hukum </title>
         <author>luhayudewisawitri2</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940213988</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh Ayu Dewi Sawitri<br>Kelas : XII IPS 2<br>NIS : 0854<br><br>Dari permasalahan akan kasus pelecehan seksual yang saya angkat tadi. Menurut saya solusi yang tepat adalah dengan meninjau kembali hukum yang dijatuhkan tersebut. Dimana dipertimbangkan dampak fisik dan psikis yang diterima oleh korban dengan hukuman yang diberikan oleh pelaku. Dan bercermin dari kasus para pelaku pelecehan seksual yang sudah keluar dari penjara. Apakah mereka mengulang kembali kejahatan yang sama ataupun tidak. Jika banyak pelaku yang mengulang kembali kejahatan yang sama, maka diperlukan hukuman yang lebih berat dari pada hukuman sebelumnya.<br><br>Terima kasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-12-10 12:25:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940213988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uraian Singkat</title>
         <author>luhayudewisawitri2</author>
         <link>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940241741</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Ni Luh Ayu Dewi Sawitri<br>Kelas : XII IPS 2<br>NIS : 0854<br><br>Kasus glorifikasi mantan narapidana pelecehan seksual, Saipul Jamil mendapatan sambutan meriah dari keluarga dan penggemarnya saat menyelesaikan masa tahanan. Tidak hanya itu, salah satu stasiun TV swasta, yaitu Trans TV&nbsp; di acara Kopi Viral untuk berbincang-bincang. Akibat perlakuan seperti itu, banyak masyarakat yang merasa risih bahkan kesal yang datang juga dari beberapa publik figur dari Indonesia, sperti Ernest Prakarja. Banyak yang menyuarakan untuk melarang Saipul Jamil tampil di stasiun TV Indonesia. Karena selain untuk mengantisipasi agar kasus pelecehan seksual dianggap hal biasa juga untuk mengantisipasi supaya masa rehabilitasi dari trauma korban pelecehan seksual dari Saipul Jamil terganggu. Selain itu, Komisi Perlindungan Anak juga menyarankan untuk diberlakukannya peraturan yaitu pengawasan dan pembatasan pergerakan mantan pelaku pelecehan seksual yang telah keluar dari penjara. Untuk memperkecil kemungkinan diulanginya tindakan kegiatan yang sama.<br><br>Terima kasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-58460450" />
         <pubDate>2021-12-10 12:44:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/gustm/ppkn12/wish/1940241741</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
