<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>AGAMA DAN KEBANGSAAN by </title>
      <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif</link>
      <description>Refleksi Film Tanda Tanya (2011)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-16 07:38:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-11-16 11:07:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pertanyaan Refleksi</title>
         <author>adhiandreas</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893618056</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikut ada 3 pertanyaan sebagai tuntunan refleksi :<br>1.&nbsp; Adegan mana dari film yang menyentuh/inspiratif bagimu ?<br>2.&nbsp; Apakah kamu pernah memiliki pengalaman seperti di film berkaitan dengan hidup beragama ?<br>3. Bagaimana&nbsp; cara merawat perbedaan di tengah masyarakat kita ?<br>Silakan teman-teman  bisa menjawab semua atau memilih salah satu. Kalau misal teman-teman mempunyai refleksi lain berkaitan dengan Film Tanda Tanya, silakan dibagikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 09:05:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893618056</guid>
      </item>
      <item>
         <title>191434075-Veronika Putri Patricia</title>
         <author>veronicapatricia612</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893627685</link>
         <description><![CDATA[<div>Selamat sore frater dan teman-teman saya akan membagikan refleksi terkait film tanda tanya.&nbsp;<br>1. Adegan yang paling menyentuh ketika Soleh memutuskan untuk merelakan diri mendekap bom demi umat katolik yang sedang merayakan malam kudus.<br>2. Ya, saya pernah mengalami kondisi dimana hidup di tengah kemajemukan. Ada yang memandang rendah miinoritas namun di saat yang sama banyak pula yang mampu menghargai perbedaan beragama.<br><br>3. Kita berada pada masyarakat majemuk yang memiliki latar belakang yang beragam. Hal yang saya dapatkan ketika menonton film ini adalah dibalik perbedaan yang sangat banyak ada persamaan dari tiap manusia yaitu tujuan. Sebenarnya kita semua bergerak dan bernafas di muka bumi untuk menuju 1 tujuan yaitu mencari Tuhan. Hanya saja cara kita berbeda-beda. Jadi menurut saya cara merawat perbedaan agar tidak menjadi akar perpecahan itu dasarnya dari hati dan pikiran. Ketika kita memahami bahwa kita semua sama-sama mencari tujuan yaitu Tuhan hanya saja caranya yang berbeda-beda maka tidak akan ada manusia yang melebihkan kepercayaannya(dalam artian ekstrim) sekaligus merendahkan kepercayaan lain. Kita berbeda untuk tujuan yang sama saya rasa akan membangun sikap moderasi beragama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 09:11:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893627685</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yudaapriliano49</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893645988</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>211424011_Yudha Apriliano Akbar<br></strong><br>Selamat sore frater dan teman-teman saya akan menjawab refleksi&nbsp; "Bagaimana&nbsp; cara merawat perbedaan di tengah masyarakat kita ?" berdasarkan pendapat saya.<br><br>Kita harus menghargai apa yang dilarang bagi orang lain dan tidak mencoba-cobainya. Dengan tidak melakukan hal tersebut, kita akan setidaknya dihargai apa yang kita percayai. Hal yang lain seperti keibadahan dan keagamaan, sebaiknya kita tidak melakukan apa yang dianggap menganggu dalam keagaaman mereka terutama dalam hari raya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 09:22:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893645988</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>indirachastity79</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893653417</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya Elionora Indira C/211414052<br>Menurut saya, banyak sekali adengann yang menyentuh dari film tersebut. salah satunya ketika tokoh Soleh menemukan bom ketika menjaga Gereja, dan dia memilih untuk mengorbankan dirinya supaya tidak banyak korban jiwa akibat bom tersebut. Padahal sebelumnya tokoh Soleh bersikap rasis dan memprovokasi warga untuk mengacaukan restoran orang tua Ping Hen. Walaupun memang dari Ping Hen sendiri juga tidak menghargai karyawannya yang muslim dan warga sekitar. Tetapi dari situ mereka sama-sama menyadari, kalau satu sama lain semakin egois, perselisihan itu tidak akan ada habisnya. Disaat kita saling menghargai dan menghormati, segala perbedaan bisa berjalan berdampingan.<br><br>Selain itu saya juga salut dengan tokoh Rika yang walaupun pindah ke agama Katolik, dia tetap bisa mengajarkan agama islam ke anaknya. Dia menyadari bahwa pada intinya, semua agama mengajarkan kebaikan. Saya juga salut dengan tokoh ayah dari Ping Hen. Dia selalu berusaha berbuat baik untuk orang sekitarnya walaupun seringkali diperlakukan dengan tidak baik. saya merasa diajak untuk berbuat baik kepada siapapun, tanpa memandang perbedaan, atau walaupun saya tidak diperlakukan dengan buruk, saya harus tetap mengasihi. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 09:26:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893653417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fr Adhi</title>
         <author>adhiandreas</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893662681</link>
         <description><![CDATA[<div>Di tengah situasi masyarakat Indonesia yang hidup dalam sentimen mayoritas dan minoritas, masih ada tokoh seperti Tan Kat Sun pemilik warung Chinese Food Canton yang sangat menghargai perbedaan antara dirinya dengan para pegawainya. Dalam menjalankan usahanya dia menanamkan prinsip-prinsip toleransi yang layaknya dapat kita tiru. Dia sungguh menghormati pelanggan yang mungkin berbeda keyakinan dengan dia. Mulai dari alat masak hingga alat makan semua disendirikan. Tak lupa dia pun juga mengingatkan pegawainya untuk menunaikan ibadah. Sebuah toleransi yang indah. Sentimen mayoritas dan minoritas telah membawa orang-orang jatuh pada sikap egois dan sombong. Dalam situasi seperti saat ini masyarakat kita butuh orang-orang seperti Tan Kat Sun yang sungguh rendah hati dan menghargai orang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 09:31:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893662681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>181224059-Benedikta Sukma Ayu D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893726254</link>
         <description><![CDATA[<div>Selamat sore Frater dan teman-teman, saya ingin membagikan refleksi terkait dengan film tanda tanya.<br><br></div><div>Bagi saya, adegan yang menyentuh adalah ketika Surya mau berperan sebagai Yesus dan mendalami perannyapada malam paskah dengan tetap pada hatinya sebagai umat muslim. Padahal ketika diajak Rika untuk casting ke gereja, Surya masih mementingkan gengsinya karna takut menjadi bahan omongan tetangganya jika ia berperan dan mengikuti acara gereja. Sebenarnya banyak sekali adegan yang relate dengan kehidupan nyata kita terutama di Indonesia. Dimana memang banyak agama masuk ke negara ini dan sebenarnya mengharuskan kita untuk saling menerima satu sama lain, tetapi ada saja oknum yang mungkin dengan maksud mempertahankan agamanya, justru dengan caranya yang salah itu membuat agamanya sendiri dijudge hingga akhirnya menimbulkan konflik. Hal ini tentu pernah saya rasakan di lingkungakn tempat tinggal saya, dimana agama saya minoritas di lingkungan ini sehingga ketika saya pertama kali memiliki hewan peliharaan yaitu anjing. Tetangga saya langsung melarang keluarga saya supaya tidak memakai sarana umum di lingkungan tempat tinggal saya.&nbsp; Tetapi untuk sekarang ini mereka sudah bisa mulai menerima hanya saja ada batasan-batasan yang memang harus keluarga saya jaga. Dari hal ini saya melihat dan menyadari bahwa merawat perbedaan di tengah masyarakat bukan lah hal yang mudah. Karena kita dituntun untuk saling menerima dan sadar bahwa kita hidup bersosial dimana akan semakin banyak perbedaan yang besar ketika kita hidup di sebuah lingkungan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 10:07:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893726254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>191434081_Azura Alma</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893729569</link>
         <description><![CDATA[<div>Selamat sore frater, saya Azura Alma (191434081) saya akan memberikan refleksi mengenai cara merawat perbedaan di tengah masyarakat kita. Lingkungan kita memiliki agama yang beragam, ada 6 agama yang berbeda cara meyakininya. Seperti pada film diceritakan bagaimana kehidupan beragama yang beragam di lingkungan masyarakat. Banyak perbedaan tiap agama namun hal tersebut bukanlah menjadi penghalang kita untuk tidak menghargai perbedaan tersebut. Lalu bagaimana cara kita merawat perbedaan tersebut? Yaitu dengan mulai menanamkan pada diri kita sendiri untuk selalu menghargai perbedaan dan menerima adanya perbedaan tersebut. Dengan menghargai satu sama lain, menghargai perbedaan cara beragama seseorang/cara seseorang meyakini kepercayaan yang dianutnya akan membuat orang lain yang berbeda dengan kita merasakan dihargai atas pilihannnya sendiri dan perbedaan tersebut menjadi lebih berwarna bukan menjadi sebuah masalah yang membuat perpecahan antar umat beragama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 10:09:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893729569</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>indirachastity79</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893768387</link>
         <description><![CDATA[<div>Frater, saya Elionora Indira C/211414052, ijin bertanya. mungkin ini pertanyaannya agak keluar jalur, tapi jujur saya penasaran frater. selama ini, saya sering melihat di media sosial atau dari teman-teman dekat saya terkait "cinta beda agama". dan mereka seringkali menyebutkan bahwa mencintai orang yang beda agama itu sama seperti "mengkhianati Tuhan". tapi saya pikir, Tuhan itu hanya satu. yang berbeda itu hanyalah cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan. jadi sebenarnya mereka tidak mengkhianati Tuhan. mereke bertemu dengan seseorang dan akhirnya jatuh cinta kan juga bagian dari rencana Tuhan buat mereka. berarti bisa dikatakan cinta beda agama itu bukan suatu hal yang salah? yang menjadi masalah adalah cara pandang keluarga besar pasangan itu. bagaimana pandangan agama, atau barangkali pandangan frater terkait fenomena cinta beda agama ini?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 10:33:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893768387</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>monicaadelia7</author>
         <link>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893827860</link>
         <description><![CDATA[<div>Saya Monica Adelia Kintan Cahyono (211424009) hendak menjawab pertanyaan refleksi "Bagaimana cara merawat perbedaan ditengah masyarakat kita?"<br>menurut saya, ditengah kehidupan yang penuh keanekaragaman ini kita juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kita. saling menghargai satu sama lain agar mampu menciptakan lingkungan yang positif. selain itu, mencintai perbedaan harus dimulai dari diri sendiri. kita perlu menanamkan dalam diri jiwa toleransi yang tinggi terhadap sesama kita, terutama yang memiliki perbedaan dengan kita. barulah setelah kita bisa melatih diri sendiri untuk bersikap toleransi, kita bisa menerapkan dalam masyarakat luas. dalam masyarakatpun kita juga bisa membaur dalam segala kegiatan yang dilakukan di dalam masyarakat, guna mengakrabkan diri dengan sesama.&nbsp; gotong royong juga merepakan salah satu cara untuk memupuk kebersamaan ditengah perbedaan yang ada<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-11-16 11:07:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/adhiandreas/ipb24n8c1z0uefif/wish/1893827860</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
