<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Sejarah X Akuntansi by NIZZA NAZILLAH DZIKRULLOOH</title>
      <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4</link>
      <description>Rabu, 23 Oktober 2024</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-20 22:17:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-23 07:49:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>TATA CARA ABSEN</title>
         <author>nizzanazillah50</author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3178230102</link>
         <description><![CDATA[<p>Agak beda dari sebelumnya, berikut langkah - langkah absen sekalgus pengerjaan tugas untuk hari ini :</p><ol><li><p>Klik tanda plus di pojok kanan bawah/ di tengah bawah.</p></li><li><p>Pilih ikon kamera.</p></li><li><p>Ambil foto selfie yang berlatar ruang kelas.</p></li><li><p>Beri keterangan nama lengkap dan uraian pengerjaan tugasmu yang dijelaskan pada wall berikutnya (jika pada pertemuan sebelumnya, kalian hanya menuliskan nama lengkap pada keterangan foto selfi untuk absen. Nah sekarang pada keterangan digunakan untuk menuliskan jawaban dari tugasmu yaa).</p></li><li><p>Klik publikasikan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-20 22:22:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3178230102</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerjakan disini!</title>
         <author>nizzanazillah50</author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3181902588</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Silahkan klik tautuan di atas.</p></li><li><p>Pilih salah satu tokoh yang paling menarik menurutmu dari link di atas.</p></li><li><p>Pelajari tokoh tersebut dengan membaca artikel yang disajikan.</p></li><li><p>Ceritakan ulang dengan singkat tentang tokoh tersebut pada bagian uraian dari foto absenmu yang sudah diperintahkan pada wall sebelumnya. Jangan lupa juga tuliskan nama tokoh yang kamu pelajari.</p></li><li><p>Klik publikasikan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Category:Tokoh" />
         <pubDate>2024-10-22 15:39:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3181902588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Begini cara mengerjakannya! Ini contoh nggeh.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3182339343</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nizza Nazillah. D</p><p>Kelas : X Akuntansi</p><p><br/></p><p>Ahmad Dahlan</p><p>Ahmad Dahlan adalah tokoh pembaruan Islam dan pendiri Muhammadiyah. Ia lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 sebagai putra keempat dari KH. Abu Bakar, seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta pada masa itu. Ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana ‘Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kiai Ilyas, Kiai Murtadla, K.H. Muhammad Sulaiman, K.H. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Noer, 1978: 48).</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/g9345434b82899334555a20ae90291af3289aaddea7a335d4e095b21ad6988a9f1dcf5baf7a0326c378c9b398f91da719.jpg" />
         <pubDate>2024-10-22 20:58:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3182339343</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Safira Nur Laili Wahyu Dini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3182968739</link>
         <description><![CDATA[<p>Burhanuddin Harahap adalah politisi terkemuka dan pernah menjadi perdana Menteri  di bawah presiden Sukarno.Burhanuddin Harahap menjabat Perdana Menteri Indonesia (Kabinet Burhanuddin Harahap) tanggal 12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956) sekaligus merangkap Menteri Pertahanan (Mudjiono, 2017: 689).Anak ketiga dari enam bersaudara ini dibesarkan dalam keluarga muslim.Burhanuddin menempuh pendidikan dasar di HIS (Hollands Inlandse School) di wilayah Bagan Siapi-Api, dekat Tanjung Balai. Setelah lulus dari HIS, ia kemudian melanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan.Semasa pemerintahannya, Burhanuddin Harahap berusaha menstabilkan kondisi sosial, ekonomi dan politik Indonesia pada saat itu. Diantaranya meneruskan perjuangan mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah Republik Indonesia. Kabinet ini juga mengembangkan politik kerjasama Afrika-Asia, berdasarkan politik bebas aktif menuju perdamaian. Pada masa kabinet ini, kondisi ekonomi relatif baik, upaya pemberantasan korupsi digalakkan, yakni dengan dibuatnya RUU anti korupsi.Burhanuddin juga aktif di Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang didirikan sejumlah tokoh Masyumi. Aktivitasnya mulai berkurang ketika Burhanuddin mulai mengidap jantung sejak tahun 1976. Kerap keluar masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Akhirnya, seperti diberitakan Majalah Tempo (1987), Burhanuddin meninggal dunia pada tanggal 14 Juni 1987 di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta dalam usia 70 tahun.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931189087/c00f0a60ca50481fd83fb2b729c3a4db/17296575576907062903924842871032.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 04:32:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3182968739</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183075085</link>
         <description><![CDATA[<p>Mohammad Hatta </p><p>lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat dengan nama Mohammad Athar pada 12 Agustus 1902. Beliau wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980. Ayah dari Mohammad Hatta adalah Haji Muhammad Jamil, seorang keturunan ulama Tariqat Naqsyabandiyah di Payakumbuh. Datuk (kakek) dari Mohammad Hatta, Syaikh Abdurrahman adalah seorang ulama besar di surau Batuhampar, sekitar 9 kilometer dari Payakumbuh. Hatta memanggil kakeknya, Ayah Gaek. Ketika Hatta berumur 8 bulan, Muhammad Jamil wafat. Hatta memiliki seorang kakak perempuan, Rafi’ah yang usianya terpaut sekitar dua tahun (Hatta 2014a: 18-19).</p><p><br/></p><p>Hatta mendapatkan tanda kehormatan tertinggi 'Bintang Republik Indonesia Kelas 1' dari Presiden Soeharto pada tanggal 15 Agustus 1972 karena perjuangan Hatta bagi Republik Indonesia (Pane 2015: 493). Pada tanggal 23 Oktober 1986 Hatta memperoleh gelar Pahlawan Proklamator. Diselenggarakan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 81/TK/1986. Lalu pada tanggal 7 November 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan gelar Pahlawan Nasional kepada Hatta berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 84/TK/2012.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931501278/f9b1ee56537af9caf6b74d74ec4fc305/17296622563612770573314129188147.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:47:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183075085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>I Gusti Ngurah Rai</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183076258</link>
         <description><![CDATA[<p>I Gusti Ngurah Rai adalah tokoh pimpinan perlawanan terhadap Belanda yang terkenal dengan istilah Perang Puputan di Bali. Lahir di desa Cilangsari, kabupaten Badung, Bali pada 30 Januari 1917.</p><p><br/></p><p>Pada tahun 1936 ia mengikuti pendidikan calon perwira, Officer’s Opleiding Corps Prayoda, di Gianyar Bali selama empat tahun, dan diangkat sebagai komandan seksi di tangsi Prayoda Denpasar. Pada tahun 1941, ia mengikuti pendidikan khusus Lucthdeel Artelerie di Magelang, lalu ditugaskan menjadi perwira penghubung pertahanan Belanda untuk Jawa – Bali. Akibat serangan Jepang terhadap Bali tahun 1942, ia pindah ke Jawa Tengah (Panyarikan, 1977: 36-43).</p><p><br/></p><p>Ngurah Rai ditetapkan sebagai Komandan Tentara Republik Indonesia (TRI) Sunda Kecil oleh Oerip Soemohardjo. Pangkatnya dinaikan dari Mayor menjadi Letnan Kolonel. Resimen ini di bawah Divisi VII Suropati (Komadan: Imam Sidja’i) yang berkedudukan di Malang. Ia juga diangkat menjadi ketua Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) yang membawahi semua kekuatan sosial politik dalam masyarakat dan laskar-laskar rakyat (Panyarikan, 1977: 84).</p><p><br/></p><p>Pasca perjanjian Linggarjati (1946), Belanda mulai menjalankan taktik devide et impera  terhadap wilayah-wilayah di luar, khususnya Indonesia timur, lewat proyek Negara Indonesia Timur (NIT) di bawah inisiasi H.J. van Mook.</p><p><br/></p><p>Pada 20 November 1946 terjadi pertempuran di desa Marga yang mengakibatkan Ngurah Rai  gugur bersama 96 anak buahnya. Peristiwa ini dikenal dengan Puputan Margarana</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931492767/a4ff3dd0fb7e3113f58160d480850a95/17296621041225565370552838761473.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:48:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183076258</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183083344</link>
         <description><![CDATA[<p>ISMAIL MARZUKI</p><p>Ismail Marzuki merupakan komponis yang mempunyai peran penting dalam perkembangan seni musik Indonesia. Lagu-lagu ciptaannya sepanjang era 1930-an hingga 1950-an memiliki karakter kuat perpaduan romantisme dan nasionalisme. Ismail Marzuki terlahir pada 11 Mei 1914 di Kampung Kwitang Jakarta Pusat. Sejak kecil Ismail sudah akrab dengan berbagai jenis musik terutama yang menjadi koleksi ayahnya. Ismail pernah bekerja di perusahaan Knies di Noordwijk (KK), perusahaan yang menjual alat musik merek Colombia dan sebagai tenaga verkoper atau sales and marketing. Pekerjaan ini kemudian berperan dalam pembentukan karir Ismail sebagai penyanyi, pemain musik dan penggubah lagu. Sepanjang tahun 1930-an dan 1950-an, Ismail sudah menciptakan banyak lagu. Karya Ismail dibagi dalam dua yaitu lagu ciptaan penuh Ismail sebanyak 118 lagu dan lirik lagu yang ditulis Ismail namun diciptakan orang lain sebanyak 11 lagu. Beberapa ciptaan lagu Ismail  menggambarkan gerak sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya pada masa perjuangan. Sebagai bentuk penghargaan atas perannya dalam memajukan bidang kesenian namanya diabadikan pada nama Pusat Kesenian Jakarta, pada tahun 1968, yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM). Ismail menghembuskan nafas terakhir siang hari, tanggal 25 Mei 1958.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931525431/889d43adbaa5a94dbf46bd635417e89d/17296627078924058796498389081191.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:53:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183083344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Anindya Dwi Fitriani </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183085344</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelas : X Akuntansi </p><p>Sukarno</p><p>Sukarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia dan Bapak Proklamator Indonesia. Ia lahir pada 6 Juni 1901, dari rahim seorang ibu keturunan bangsawan dari Singaraja, Bali bernama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben dan ayah Raden Soekemi Sosrodihardjo.</p><p>Masa kanak-kanak Sukarno dihabiskan di beberapa kota di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Jombang, hingga Mojokerto.&nbsp;</p><p>Sukarno memulai pendidikan formal di Sekolah&nbsp;Angka Loro&nbsp;(Sekolah dasar kelas dua untuk anak-anak Bumiputra dengan lama pendidikan tiga tahun).</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931304088/630dc86635dd317707bcc896dd7a18c4/17296627501085061214162589897543.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:54:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183085344</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Santika dewi lestari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183085435</link>
         <description><![CDATA[<p>Mohammad Hatta </p><p>lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat dengan nama Mohammad Athar pada 12 Agustus 1902. Beliau wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980. Ayah dari Mohammad Hatta adalah Haji Muhammad Jamil, seorang keturunan ulama Tariqat Naqsyabandiyah di Payakumbuh. Datuk (kakek) dari Mohammad Hatta, Syaikh Abdurrahman adalah seorang ulama besar di surau Batuhampar, sekitar 9 kilometer dari Payakumbuh. Hatta memanggil kakeknya, Ayah Gaek. Ketika Hatta berumur 8 bulan, Muhammad Jamil wafat. Hatta memiliki seorang kakak perempuan, Rafi’ah yang usianya terpaut sekitar dua tahun (Hatta 2014a: 18-19).</p><p><br/></p><p>Hatta mendapatkan tanda kehormatan tertinggi 'Bintang Republik Indonesia Kelas 1' dari Presiden Soeharto pada tanggal 15 Agustus 1972 karena perjuangan Hatta bagi Republik Indonesia (Pane 2015: 493). Pada tanggal 23 Oktober 1986 Hatta memperoleh gelar Pahlawan Proklamator. Diselenggarakan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 81/TK/1986. Lalu pada tanggal 7 November 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan gelar Pahlawan Nasional kepada Hatta berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 84/TK/2012.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931521713/47e960466b9baf3f41834e6262d55df8/17296627410067548611245725672087.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:54:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183085435</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anis Nurul Hidayah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183086763</link>
         <description><![CDATA[<p>kls: x akutansi</p><p><br/></p><p>Abikoesno Tjokrosoejoso</p><p><br/></p><p>Abikoesno Tjokroseojoso adalah tokoh penting pergerakan antikolonial pada awal abad ke-20. Ia lahir di Delopo, daerah Madiun, pada 15 Juni 1897. Ayahnya bernama Raden Mas Tjokroamiseno, seorang pamong praja dengan jabatan terakhir Wedono Distrik Kanigoro, Madiun. Abikoesno Tjokrosoejoso adalah anak kedelapan dari dua belas bersaudara. Kakak keduanya adalah tokoh populer yang sangat berperan dalam Sarekat Islam, Haji Oemar Said Tjokroaminoto (Suratmin, 1982)</p><p>Pada usia 21 tahun, ia berbicara dalam kongres Sarekat Islam III sebagai wakil dari Surabaya</p><p>Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang resmi dibentuk pada tanggal 29 April 1945.</p><p>Dalam menekuni profesinya sebagai arsitek, Abikoesno telah banyak memberikan sumbangan karya hasil buah pikir filosofis antara pendidikan Barat dan tradisi Timur dengan tetap berpegang pada prinsip agama</p><p>Salah satu contoh penting pada masa penjajahan Jepang adalah ketika ia diperintahkan untuk membangun gedung-gedung baru di Jakarta diantaranya adalah gedung pertahanan dan keamanan, pembuatan kamar bola dan perbaikan Istana Merdeka yang pada saat itu dalam kondisi hampir rubuh. Sedangkan pada masa kemerdekaan, hasil karya arsitektur Abikoesno diantaranya adalah Masjid Asy-Syuro Garut, Pasar Cinde Palembang, Gedung Museum M.H. Thamrin, dan Masjid Syuhada Kota Baru Yogyakarta.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931518911/300b092c5cd6932f7443e6e8e8e6b37d/17296628996742235393678574356512.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:55:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183086763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Siska azuanita, kls: x akl</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183089836</link>
         <description><![CDATA[<p>I Gusti Ngurah Rai</p><p><br/></p><p>I Gusti Ngurah rai adalah tokoh pimpinan perlawanan terhadap Belanda yang terkenal dengan istilah Perang Puputan di Bali. Lahir di desa Cilangsari, kabupaten Badung, Bali pada 30 Januari 1917.</p><p><br/></p><p>Pada tahun 1936 ia mengikuti pendidikan calon perwira, Officer’s Opleiding Corps Prayoda, di Gianyar Bali selama empat tahun, dan diangkat sebagai komandan seksi di tangsi Prayoda Denpasar. Pada tahun 1941, ia mengikuti pendidikan khusus Lucthdeel Artelerie di Magelang, lalu ditugaskan menjadi perwira penghubung pertahanan Belanda untuk Jawa – Bali. Akibat serangan Jepang terhadap Bali tahun 1942, ia pindah ke Jawa Tengah (Panyarikan, 1977: 36-43).</p><p><br/></p><p>Ngurah Rai ditetapkan sebagai Komandan Tentara Republik Indonesia (TRI) Sunda Kecil oleh Oerip Soemohardjo. Pangkatnya dinaikan dari Mayor menjadi Letnan Kolonel. Resimen ini di bawah Divisi VII Suropati (Komadan: Imam Sidja’i) yang berkedudukan di Malang. Ia juga diangkat menjadi ketua Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) yang membawahi semua kekuatan sosial politik dalam masyarakat dan laskar-laskar rakyat (Panyarikan, 1977: 84).</p><p><br/></p><p>Pasca perjanjian Linggarjati (1946), Belanda mulai menjalankan taktik devide et impera  terhadap wilayah-wilayah di luar, khususnya Indonesia timur, lewat proyek Negara Indonesia Timur (NIT) di bawah inisiasi H.J. van Mook.</p><p><br/></p><p>Pada 20 November 1946 terjadi pertempuran di desa Marga yang mengakibatkan Ngurah Rai  gugur bersama 96 anak buahnya. Peristiwa ini dikenal dengan Puputan Margarana</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931492767/793be0e554b14a827cacb1ce69eced0f/17296627413548681890576121899189.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 05:57:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183089836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Dina Marshella</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183096579</link>
         <description><![CDATA[<p>Sukarno</p><p>Presiden Soekarno (circa 1949)</p><p>Sukarno adalah presiden pertama Republik Indonesia dan Bapak Proklamator Indonesia. Ia lahir pada 6 Juni 1901, dari rahim seorang ibu keturunan bangsawan dari Singaraja, Bali bernama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben dan ayah Raden Soekemi Sosrodihardjo. Soekemi menyematkan nama Kusno ditambah nama belakang dirinya kepada putranya (Salam 1982: 18). Kehadiran Kusno telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecil yang pada saat itu tinggal di Jalan Pandean IV/40, Surabaya. Sebelumnya, pasangan Soekemi dan Ida Ayu telah dikaruniai seorang putri bernama Soekarmini. Kusno kecil sering terserang sakit, seperti malaria dan disentri, sehingga Soekemi mengganti nama Kusno menjadi Sukarno. Tradisi mengganti nama anak yang sakit-sakitan memang lazim dalam kepercayaan orang Jawa (Adams 1986). Saat beranjak dewasa, Sukarno baru memahami bahwa kata “Sukarno” ternyata diambil dari nama salah satu tokoh pewayangan, yaitu Karno. Menurut Soekemi, Karno adalah pahlawan besar dalam cerita Mahabharata. Sembari memegang bahu Sukarno, Soekemi mendoakan putranya agar tumbuh menjadi seorang patriot. Dalam sebuah memoar yang ditulis Cindy Adams, Sukarno juga mengenang kalimat yang diucapkan ibunya pada</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931544502/3fcf93ed0f345ea464544b5f111c8d72/17296631910134348108481173048612.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:02:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183096579</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183098286</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Dea Natasya</p><p>Kelas: X Akuntansi</p><p><br/></p><p>BURHANUDDIN HARAHAP</p><p>Burhanuddin Harahap adalah politisi terkemuka dan pernah menjadi perdana Menteri  di bawah presiden Sukarno. Burhanuddin Harahap Kelahiran Medan, Sumatra Utara, 12 Januari  1917 dari pasangan suami istri asal Tapanuli, Muhammad Yunus dan Siti Nurfiah.Burhanuddin menempuh pendidikan dasar di HIS (Hollands Inlandse School) di wilayah Bagan Siapi-Api, dekat Tanjung Balai. Motivasi Burhanuddin menempuh pendidikan cukup tinggi. Dibuktikan ketika lulus AMS (Algemene Middelbare School) di Yogyakarta tahun 1938, Burhanuddin melanjutkan kembali ke RHS (Rechts Hogeschool) atau sekolah tinggi Hukum di Jakarta.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931552673/326075b896aee3dc445ea3819005609d/17296634083392390039823426532314.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:03:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183098286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Deylesya auril nur utami</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183110309</link>
         <description><![CDATA[<p>          KI BAGUS HADIKUSUMO</p><p><br/></p><p>Ki Bagus Hadikusumo adalah tokoh penting pergerakan Islam di Indoensia dan juga anggota BPUPKI. Ia lahir di Kampung Kauman Yogyakarta pada 24 November 1890. Awalnya, dia bernama R. Hidayat. Ia merupakan putra ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya bernama R. Haji Lurah Hasyim, seorang Abdi Dalem Agama Islam di Kraton Yogyakarta (Aning, 2005: 105).</p><p>Selain mendalami agama Islam, Ki Bagus juga belajar beberapa bahasa selain bahasa Jawa. Belajar dengan Raden Ngabehi Sasrasoeganda, Ki Bagus mendapatkan kemampuan berbahasa Melayu dan Belanda. Lebih-lebih, dirinya juga mendalami sastra Jawa. Ki Bagus juga sempat belajar bahasa Inggris dari Mirza Wali Ahmad Baiq.</p><p>Ki Bagus juga pernah aktif terlibat dalam partai politik.</p><p>Partai ini terdiri dari orang-orang Muslim modernis seperti Muhammadiyah, Persis, pecahan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang tergabung dalam Barisan Penyadar PSII, dan beberapa orang dari organisasi Islam lainnya. </p><p>Sementara itu, di tahun-tahun yang sama, sekitar 1922-1942, Ki Bagus juga bergerak di ranah pendidikan Islam lewat organisasi Muhammadiyah. Ki Bagus bahkan sempat menjadi Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadiyah (1926), dan Ketua PP Muhammadiyah (1942-1953).</p><p>Ki Bagus juga sangat produktif dalam menuliskan buah pikirannya. Buku karyanya antara lain Islam sebagai Dasar Negara dan Achlaq Pemimpin (1954). Karya-karyanya yang lain yaitu Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Islam (1940), Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954).</p><p>Ki Bagus Hadikusumo wafat pada 4 November 1954, saat masih menjabat sebagai ketua umum Muhammadiyah. Atas jasa-jasanya bagi Indonesia, pada 10 November 2015 bertepatan dengan Hari Pahlawan, ia diberi gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931556133/aa139e3340035b27088bb9d3e988c112/17296636996266546826890838277238.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:12:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183110309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama:Olivia tunikmah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183111798</link>
         <description><![CDATA[<p>kelas: X akuntansi</p><p>Mohammad Hatta</p><p><br/></p><p>Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat dengan nama Mohammad Athar pada 12 Agustus 1902. Beliau wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980.Ayah dari Mohammad Hatta adalah Haji Muhammad Jamil, seorang keturunan ulama Tariqat Naqsyabandiyah di Payakumbuh.</p><p>Siti Saleha, ibu dari Hatta berasal dari kalangan pedagang. Ayah dari Siti Saleha adalah Ilyas Bagindo Marah, salah seorang pedagang kaya di Bukittinggi (Abbas 2010:24). Pak Gaek adalah panggilan Hatta untuk Ilyas gelar Bagindo Marah.</p><p>Ketika Hatta berusia lima tahun, Pak Gaek akan memasukkan ke sekolah rakyat di Bukittinggi. Namun, Hatta belum dapat diterima karena usianya belum enam tahun dan ia belum dapat menjangkau telinga kirinya dengan tangan kanan di atas kepalanya. </p><p>Pada masa bersekolah di Batavia, Hatta tinggal di rumah Raja Bangsawan, mantan  inspektur kepala sekolah untuk wilayah Sumatra bagian selatan.</p><p>Di Batavia, Hatta menjadi anggota Jong Sumatranen Bond (JSB) tingkat pusat. Pada bulan Desember 1919 Hatta diangkat menjadi bendahara organisasi tersebut. Di antara teman dekat Hatta di JSB adalah Amir dan Bahder Djohan. Bahder Djohan, pelajar STOVIA sebenarnya sudah berteman dengan Hatta sejak di Padang.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931538049/1ca017bac30aaa07b025dd42e7a92c58/17296636961767971166859583913482.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:13:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183111798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Intan Aliana Sari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183113718</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Fatmawati</strong>&nbsp;adalah Ibu Negara Pertama Republik Indonesia dari tahun 1945 hingga 1967. Ia adalah istri ketiga presiden pertama Republik Indonesia,&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>, dan merupakan sosok perempuan yang tegar, bijaksana, penuh pengorbanan dan perjuangan.<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;dilahirkan dari rahim seorang ibu, bernama Siti Chadijah pada tanggal 5 Februari 1923, di Pesisir Pantai Tapak Paderi, BengkuluPada usia enam tahun&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;belajar di Sekolah Rakyat, kemudian melanjutkan ke sekolah dasar berbahasa Belanda,&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://esi.kemdikbud.go.id/index.php?title=Hollandsch_Inlandsche_School_(HIS)_Sekolah_Dasar_Bumiputra&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>Hollandsch – Inlandsche School</em>&nbsp;(HIS)</a>Pertemuan&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;dengan&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>, terjadi pada tahun 1938, ketika orang tua&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;mengajak berkunjung ke rumah pengasingan&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>&nbsp;di Bengkulu<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>&nbsp;menyatakan cintanya secara langsung kepada&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>, dua tahun kemudian, ketika&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;meminta nasihatnya sehubungan dengan adanya seseorang yang meminangnyaBendera merah putih tersebut merupakan hasil jahitan tangan ibu negara pertama Republik Indonesia,&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>Setahun kemudian, bendera merah putih hasil jahitan&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;itu akhirnya berkibar dan digunakan pada upacara&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia">Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.</a>&nbsp;Perasaan&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;sangat bahagia, karena berkibarnya Sang Merah Putih seakan menyiratkan kemerdekaan bangsa Indonesia yang sesungguhnya, dimana sebelumnya hanya sebatas impianSelama masa Revolusi Fisik&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;setia mendampingi&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>, khususnya ketika&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>&nbsp;menyampaikan pidato di beberapa wilayah di Jawa. Di sana mulai terlihat, bagaimana sosok&nbsp;<strong>Fatmawati</strong>&nbsp;ternyata juga pandai bicara di hadapan massa. Pernah suatu ketika saat mendampingi&nbsp;<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://esi.kemdikbud.go.id/wiki/Sukarno">Sukarno</a>&nbsp;di Cirebon, ia diminta bicara oleh rakyat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931550362/e513217f525eceef4ca915fa1f2d56fc/17296637633712072009663457983545.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:14:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183113718</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183121033</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931604082/7a5196575ed23c58a0157bb04c77d2fa/IMG20241023124422.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:18:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183121033</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183131219</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931608058/b3a909762d9d1e17e55453e1a5db3516/17296640671152517979661075394055.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:25:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183131219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Veriska </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183140907</link>
         <description><![CDATA[<p>I Gusti Ngurah Rai adalah tokoh pimpinan perlawanan terhadap Belanda yang terkenal dengan istilah Perang Puputan di Bali. Lahir di desa Cilangsari, kabupaten Badung, Bali pada 30 Januari 1917.</p><p>Pada tahun 1941, ia mengikuti pendidikan khusus Lucthdeel Artelerie di Magelang, lalu ditugaskan menjadi perwira penghubung pertahanan Belanda untuk Jawa – Bali.</p><p>Pada masa Jepang (1942-1945) Ngurah Rai bekerja sebagai agen Mitsui Bussan Kaisha (MBK) untuk Bali dan Lombok.</p><p>Mereka menyusun rencana untuk menyerang asrama dan merebut senjata Jepang, namun tidak berhasil karena diketahui oleh Jepang.</p><p>Tiga hari kemudian lima tokoh Bali yakni Wijaya Kusuma, Wisnu, Wayang Ledang, Cokorda Ngurah, Wayang Debes, dan Ngurah Rai bertemu mendiskusikan rencana selanjutnya.</p><p> Mereka tiba pada 1 Januari 1946, setelah 11 hari bergerilya di laut menghindari patroli Jepang</p><p>Ngurah Rai ditetapkan sebagai Komandan Tentara Republik Indonesia (TRI) Sunda Kecil oleh Oerip Soemohardjo.</p><p>Perjalanan Ngurah Rai di Jawa berhasil mendapatkan bantuan berupa senjata, peluru, dan pasukan.</p><p>Pada 16 April, Ngurah Rai bersama para pemimpin perjuangan membentuk Markas Besar Oemoem Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (MBO DPRI) Sunda Kecil.</p><p>Pada 20 November 1946 terjadi pertempuran di desa Marga yang mengakibatkan Ngurah Rai  gugur bersama 96 anak buahnya. Peristiwa ini dikenal dengan Puputan Margarana (Panyarikan, 1977: 136-137; Kempen, 1953: 37). Karena jasanya itulah pemerintah menetapkan I Gusti Ngurah Rai sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No.063/TK/tahun 1975 tanggal 9 Agustus 1975.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931658512/cf44b8186d2c45412b7ff47f2d4cca63/17296649081331275532544861425911.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:31:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183140907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nadia Putri Amelia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183142733</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Sukarno</p><p><br/></p><p>Presiden Soekarno (circa 1949)</p><p>Sukarno adalah presiden pertama Republik Indonesia dan Bapak Proklamator Indonesia. Ia lahir pada 6 Juni 1901, dari rahim seorang ibu keturunan bangsawan dari Singaraja, Bali bernama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben dan ayah Raden Soekemi Sosrodihardjo. Soekemi menyematkan nama Kusno ditambah nama belakang dirinya kepada putranya (Salam 1982: 18). Kehadiran Kusno telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecil yang pada saat itu tinggal di Jalan Pandean IV/40, Surabaya. Sebelumnya, pasangan Soekemi dan Ida Ayu telah dikaruniai seorang putri bernama Soekarmini. Kusno kecil sering terserang sakit, seperti malaria dan disentri, sehingga Soekemi mengganti nama Kusno menjadi Sukarno. Tradisi mengganti nama anak yang sakit-sakitan memang lazim dalam kepercayaan orang Jawa (Adams 1986). Saat beranjak dewasa, Sukarno baru memahami bahwa kata “Sukarno” ternyata diambil dari nama salah satu tokoh pewayangan, yaitu Karno. Menurut Soekemi, Karno adalah pahlawan besar dalam cerita Mahabharata. Sembari memegang bahu Sukarno, Soekemi mendoakan putranya agar tumbuh menjadi seorang patriot. Dalam sebuah memoar yang ditulis Cindy Adams, Sukarno juga mengenang kalimat yang diucapkan ibunya pada suatu pagi, bahwa Sukarno dilahirkan pukul setengah enam pagi saat fajar mulai menyingsing. Ia percaya bahwa suatu hari, Sukarno akan menjadi orang yang mulia dan menjadi pemimpin yang dicintai rakyat. Menurut kepercayaan orang Jawa, orang yang dilahirkan saat matahari terbit nasibnya telah ditakdirkan terlebih dahulu. Berdasar pada kepercayaan itu, Ida Ayu berpesan pada putranya agar selalu ingat bahwa dirinya adalah putra sang fajar. Kelahirannya juga menandai suatu abad baru, yaitu 1901 yang merupakan awal abad ke-20. Lebih dari itu, abad ke-20 juga menjadi awal zaman baru sekaligus tonggak nasionalisme di kalangan penduduk Bumiputra, yang dimulai dari kaum intelektual (Niel 1970).</p><p><br/></p><p>Masa kanak-kanak Sukarno dihabiskan di beberapa kota di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Jombang, hingga Mojokerto. Hal itu karena profesi sang ayah sebagai guru yang sering dipindahtugaskan, sehingga Sukarno pun ikut serta berpindah tempat tinggal. Kota pertama yang disinggahi adalah Jombang. Saat berusia enam tahun, keluarga Soekemi hijrah ke Mojokerto. Persinggahannya di berbagai kota dikenang oleh Sukarno sebagai babak-babak baru yang mempengaruhi pemikiran dan kedewasaannya. Mojokerto menjadi persinggahan yang berkesan justru karena keterbatasan yang dimiliki keluarga kecil Soekemi. Dengan gaji sekitar $ 25 per bulan, Soekemi harus menghidupi istri dan kedua anaknya (Palmier 1957: 101-119). Keadaan serba terbatas tersebut sering kali membuat Sukarno termenung dan kadang-kadang menangis tersedu. Apalagi, ketika ia mendengar suara anak-anak yang bermain petasan saat lebaran. Dalam kondisi demikian, ibu yang memiliki kebesaran hati adalah kekuatan terbesar Sukarno. Sukarno juga sangat menyukai sungai. Sungai adalah kawan terbaiknya saat kecil, karena ia dapat bermain di sana tanpa harus mengeluarkan biaya. Selain menyukai berbagai hal yang memiliki unsur air, Sukarno juga memiliki minat dan kecintaan yang tinggi terhadap seni. Hal itu telah muncul sejak Sukarno masih kecil.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931655905/411728b3a49de944773a2a41e863bb08/17296648255647024835873928040992.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:32:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183142733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Azzahra Ayudya Kinasih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183152422</link>
         <description><![CDATA[<p>Alexander Willem Frederik Idenburg adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-22 sejak 1816, ketika koloni ini dikembalikan oleh Inggris kepada Belanda. Ayahnya seorang dokter yang berdinas di Angkatan Laut. Menginjak usia 16, Idenburg dikirim ke Akademi Militer Kerajaan di Breda dan lulus sebagai perwira zeni. Pada 1882, sebagai letnan dua dirinya ditugaskan ke Hindia Belanda, mengawali karier militer yang akan berlangsung selama dua puluh tahun. </p><p>Idenburg aktif dalam mewujudkan "Pax Neerlandica" dan terlibat dalam kampanye-kampanye militer di Kalimantan Barat (1884) dan Aceh (1889-1890). </p><p>Latar belakang agama Kristennya yang fanatik membawa Idenburg berjemaat di Gereja Reform di Kwitang, Batavia. Dirinya kemudian terpilih selaku penatua dan ketika terjadi kekosongan pendeta selama beberapa bulan (1899), dia yang memimpin kebaktian di gereja ini. Imannya kemudian menciptakan kehebohan di Batavia. </p><p>Selama cuti ke Eropa pada 1894 dan 1895, Idenburg melakukan kontak dengan Abraham Kuyper (1837–1920). Sosok teolog yang sangat berpengaruh ini merupakan pendiri Gereja Reformed Belanda, pemimpin partai politik Kristen "Partai Anti-Revolusioner", pemimpin redaksi harian "De Standaard" dan sekaligus pendiri "Vrije Universiteit" di Amsterdam, yang kemudian menjadi Perdana Menteri (1901–1905) (Holtrop, 2000: 143). Perkenalan ini menandai awal persahabatan pribadi dan hubungan politik.</p><p>Karier politik veteran perang ini terus menanjak dengan pesat karena dukungan Kuyper dan partai Kristen konservatif.Pada 1909 partai Kristen konservatif meraih kemenangan besar di Belanda.</p><p>Sejak diberlakukannya kebijakan ekonomi liberal (1870)--yang membuka kesempatan luas bagi pengusaha swasta untuk berperan serta dalam kehidupan ekonomi–masyarakat Eropa di Hindia Belanda mulai menyadari pentingnya perhatian terhadap penduduk lokal. Ketika Kuyper diangkat sebagai perdana menteri (1901),dia menghubungkan gagasan Belanda sebagai "Kekuatan Kristen" dengan "panggilan moralnya" untuk Hindia.Idenburg juga menganggap Kristenisasi Hindia sebagai titik awal, atau lebih tepatnya sebagai "kandungan istimewa" dari program Partai Anti-Revolusioner yang berkuasa bagi koloninya (Holtrop, 2000: 146).</p><p>Selama seabad pemerintah memberlakukan prinsip netralitas terhadap agama. Namun, di bawah duo penguasa ini pembatasan misi dan zending yang sudah sejak lama diberlakukan di Hindia Belanda dihapuskan. Maka kegiatan misi dan zending Kristen di Jawa semakin gencar, khususnya di Jawa Tengah. Pemerintah bahkan mengeluarkan "edaran" (sirkuler).Kalangan Eropa banyak mengecamnya karena dia dianggap terlalu sikap moderat kepada Sarekat Islam (SI), yang saat itu muncul sebagai suatu kekuatan massa yang memiliki ribuan anggota.</p><p>Namun Idenburg mengidentifikasi munculnya SI, “Sebagai salah satu langkah menuju kebangkitan rakyat yang berfungsi melayani Politik Etis untuk mencapai tujuannya" (Alfian, 2010: 48). Dalam hal ini Idenburg sepaham dengan penasehat urusan pribumi, G.A.J. Hazeu. Mereka berdua mampu melihat adanya perubahan besar yang sedang terjadi dalam kehidupan pribumi. Maka Idenburg menolak banyaknya desakan untuk menindas SI, bahkan dirinya memberikan status badan hukum bagi SI di tingkat-tingkat lokal (Suminto, 1985: 126-127).</p><p>Sikap sederhana Idenburg yang ditunjukkannya saat audiensi dengan pengurus SI, sangat memberikan kesan mendalam kepada para pimpinan organisasi tersebut. Dia melarang mereka untuk duduk di lantai di depannya, suatu kebiasaan yang berlaku pada saat itu. Pers pribumi menyebut Idenburg berlaku laksana "seorang bapak", bukan "raja muda".</p><p>Setelah tugasnya di Hindia selesai, Idenburg kembali ke Belanda. Sejak 1920–1924 dia menjabat menteri negara dan anggota senat. Pada 1924 ia diangkat menjadi anggota dewan penasihat sekaligus penasihat pribadi Ratu Wilhelmina sampai wafatnya pada 1935 (Holtrop, 2000: 144).</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931655282/7df30745d1748916e8d74426c12b69fd/17296648198346274045278681873548.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:38:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183152422</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183169856</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Nayla Zahrotus Sita </p><p>Kelas : X Akuntansi</p><p><br/></p><p>                   BING SLAMET</p><p>Bing Slamet adalah seorang seniman panggung serba bisa dan maestro lawak Indonesia yang aktif sekitar tahun 1960-an hingga 1970-an. </p><p>Bing Slamet lahir pada tanggal 27 September 1927 di Cilegon, Banten, dengan nama Ahmad Syech Albar (Sutrisno, 1981: 157). Bing Slamet lahir dari pasangan Raden Entik Ahmad dan Hadijah. Sejak kecil ia sudah menunjukkan bakat dan minat yang luar biasa terhadap dunia seni. Semakin dewasa, ketertarikan dan bakat Bing Slamet semakin terasah. Ia bergabung dengan rombongan sandiwara Pantja Warna saat ia berusia 17 tahun.</p><p>Bing Slamet adalah seseorang yang nasionalis. Pada masa Agresi Militer Belanda, ia ikut berjuang dengan bergabung dalam BKR Divisi VI Brawidjaja. Di sana Bing Slamet ditunjuk sebagai prajurit penghibur. Ia memiliki tugas menyanyikan lagu-lagu yang menggugah semangat juang. </p><p>Setelah keadaan cukup aman dengan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda, Bing Slamet kemudian menjadi dekat dengan Presiden Sukarno. Dalam lawatannya ke luar negeri, Presiden Sukarno seringkali membawa serta seniman-seniman Indonesia untuk memperkenalkan seni khas Indonesia.</p><p>Bing Slamet bersama rekan-rekannya tergabung dalam sebuah grup lawak bernama Kwartet Jaya. Selain Bing Slamet, anggota grup lawak itu adalah Iskak, Eddy Sud, dan Ateng. Grup lawak Kwartet Jaya ini betul-betul berjaya di panggung pementasan lawak di Indonesia.</p><p>Selain di dunia lawak, Bing Slamet juga berkarya di dunia seni musik. Sebagai penyanyi dan pencipta lagu, ia memiliki kualitas suara dan kemampuan olah suara yang sangat baik. Ia juga membentuk grup musik dengan nama Eka Sapta yang beranggotakan Bing Slamet, Idris Sardi, L. Ireng Maulana, Darmono, dan Muljono. Dalam Eka Sapta Bing Slamet mendapat bagian gitar, perkusi, dan vokal.</p><p>Kiprah Bing Slamet di dunia seni pertunjukan semakin besar dengan didirikannya Safari Sinar Sakti Film. Safari Sinar Sakti Film yang ia dirikan berhasil memproduksi film-film komedi yang sangat diminati masyarakat. Di antara film-filmnya yang sukses di pasaran adalah Bing Slamet Setan Jalanan (1972) dan Bing Slamet Koboi Cengeng (1974).</p><p>Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1974 dan dimakamkan di pemakaman Karet (Sutrisno, 1981).</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931720961/c12e4b421c13ce0eb7dc58986e23d7c6/17296660571024665487691208232019.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 06:49:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183169856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arthalita Nova Arianti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183260069</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2931803650/a6d0d5f9f3e8bc0e9e24b0c387d12533/17296696539415452253540711552711.jpg" />
         <pubDate>2024-10-23 07:49:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nizzanazillah50/inuih1enlvr62rx4/wish/3183260069</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
