<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Integrasi dan Disintegrasi Negara-Negara di Dunia XII MIPA 2 by KURIKULUM SMA NEGERI 77 JAKARTA</title>
      <link>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2</link>
      <description>Silahkan isi timeline berdasarkan urutan waktu yang kalian temukan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-27 06:59:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-08 07:10:21 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Perang Vietnam (tahun perang...)</title>
         <author>infokurikulum77</author>
         <link>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358602122</link>
         <description><![CDATA[<div>*Nama Anggota:<br>1. Alya Khairunnissa (2)<br>2. Ariyo Seto (3)<br>3. Asy Syifa Salma (6)<br>4. Cindy Margery (9)<br>5. Dian Sidiq (10)<br>6. Mahesa Rio (17)<br>7. Muhammad Rizky (26)<br>8. Steven Paskah (38)<br><br>*Kronologi :<br>Perang Vietnam atau disebut juga Perang Indocina II merupakan kelanjutan dari Perang Indocina I. Perang Vietnam merupakan perang yang terjadi antara Vietnam Utara yang didukung oleh Cina dan Uni Soviet dengan Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat. Perang ini berlangsung pada tahun 1955-1975. Kronologi Perang Vietnam ialah sebagai berikut. 1. Intervensi Amerika Serikat (1955). Amerika Serikat sebagai salah satu negara yang berpartisipasi dalam pembentukan Geneva Convention 1954 merasa Vietnam Selatan harus dijauhi dari pengaruh Viet Minh yang terdapat di utara. Hal ini bertujuan untuk mencegah kawasan selatan terdoktrin oleh ideologi komunis. Intervensi Amerika Serikat terhadap kawasan selatan Vietnam menyebabkan perbedaan pandangan yang terjadi antara utara dan selatan semakin besar. Sentimen ini diperbesar dengan tindakan Perdana Menteri Vietnam Selatan, Ngo Dinh Diem yang menangkap sekitar 100.000 orang tentara Viet Minh yang menyusup ke Vietnam Selatan untuk memata-matai kawasan selatan. Tindakan tersebut mendapat respon keras dari Vietnam Utara. Pada tahun 1957, pasukan Viet Minh dan pasukan Diem mulai saling menyerang. 2. Pernyataan perang Vietnam Utara terhadap Vietnam Selatan dan sekutunya (1964-1969). Ho Chi Minh pemimpin Vietnam Utara secara resmi menyatakan perang terhadap Vietnam Selatan dan sekutunya, Amerika Serikat di tahun 1964. Serangan demi serangan terus diluncurkan kedua belah pihak hingga tahun 1969. 3. Perundingan di Paris (1970-1973). Dengan banyaknya korban yang berjatuhan, akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk berunding dan melakukan gencatan senjata pada tahun 1970. Perundingan itu diikuti oleh Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat di Paris. Kemudian pada tahun 1972, diumumkan oleh Amerika Serikat bahwa Indonesia, Kanada, Hongaria, dan Polandia menjadi pengawas gencatan senjata di Vietnam. Perundingan yang hampir mencapai kesepakatan itu ternyata dilanggar. Tiba-tiba saja Vietnam Utara menyerang Vietnam Selatan. Amerika Serikat pun marah, kemudian Presiden Richard Nixon memerintahkan pasukannya untuk meranjau semua lalu lintas laut dan juga menghancurkan seluruh jalur komunikasi dan transportasi Vietnam Utara. Karena mendapat serangan tersebut, akhirnya Vietnam Utara menyepakati gencatan senjatanya. Perjanjian itu disebut sebagai Persetujuan Paris, dan ditandatangani pada 27 Januari 1973. 4. Keruntuhan Vietnam Selatan (30 April 1975). Pada 18 April 1975, Vietnam Utara kembali mengancam wilayah Vietnam Selatan, dan wilayah yang dituju adalah Saigon, ibu kota Vietnam Selatan. Masyarakat Vietnam Selatan pun panik dan mulai mengungsi ke wilayah Amerika Serikat menggunakan lima kapal induk Armada yang dikirimkan Amerika Serikat. Dalam Persetujuan Paris, Amerika Serikat berjanji mengirim pesawat B-52 yang akan mengebom Vietnam Utara jika melakukan pelanggaran. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Amerika Serikat, dan Vietnam Selatan kekurangan kekuatan militernya. Pada akhirnya, pasukan Vietnam Selatan kalah akibat hujan tembakan artileri yang dilakukan oleh Vietnam Utara. Akhirnya, pasukan Vietnam Utara mulai menduduki posisi-posisi penting di Saigon dan mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan pada 30 April 1975. Hal itu menandakan menyerahnya pemerintahan Vietnam Selatan tanpa syarat kepada Vietnam Utara, dan kejatuhan Saigon pun menandakan berakhirnya Perang Vietnam dengan kemenangan Vietnam Utara.<br><br>*Tokoh terkenal :<br>1. Le Duan<br>2. Presiden Amerika Serikat ke-36, Lyndon B. Johnson<br>3. Ho Chi Minh</div><div>4. Presiden Amerika Serikat ke-37, Richard Nixon</div><div>5. Presiden Vietnam Selatan pertama, Ngo Dinh Diem<br>6. Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy<br>7. Perdana Menteri Vietnam ke-4, Vo Nguyen Giap</div><div>8. Jenderal William Westmoreland</div><div><br></div><div>*Lokasi Hari ini :<br>Vietnam</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-27 07:01:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358602122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Runtuhnya USSR (tahun 1985-1991)</title>
         <author>infokurikulum77</author>
         <link>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358602804</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota:<br>1. Naufarrel Zhafif Abhista<br>2. Alea Najluna Firdaus<br>3. Aureliano Yudhistira C.<br>4. Faizah Naila Nur S.<br>5. Farah Kamila<br>6. Geraldy Chafrina<br>7. M. Hafidz Rabbaanii<br>8. Sabrina Anggraini<br><br>Kronologi :<br>Maret 1985 : Mikhail Gorbachev terpilih menjadi Sekjen Partai Komunis Uni Soviet (PKUS)<br><br>Saat itu, Uni Soviet adalah sebuah negara partai tunggal. Artinya, negara ini dipimpin oleh sebuah partai. Karena jabatan tertinggi dalam PKUS adalah Sekretaris Jenderal/Sekjen, secara efektif Mikhail Gorbachev menjadi pemimpin Uni Soviet<br><br>Mei 1988:<br>Gorbachev memperkenalkan kebijakan Glasnost (keterbukaan) dan Perestroika (restruktrurisasi) akibat keterpurukan ekonomi Uni Soviet.<br><br>Diberlakukan pula Undang-Undang Koperasi, yang isinya memungkinkan rakyat Uni Soviet memiliki sektor privat dalam perekonomian, di antaranya dalam sektor jasa, manufaktur, dan perdagangan luar negeri.<br><br>Juni 1988:<br>Dalam Konferensi Partai ke-19 dari PKUS, Gorbachev meluncurkan pembaruan-pembaruan radikal yang dimaksudkan untuk mengurangi kontrol partai terhadap aparat-aparat pemerintahan.<br><br>Desember 1988 :<br>Dewan Soviet Tertinggi Soviet menyetujui dibentuknya suatu Kongres Deputi Rakyat. (Parlemen/Legislatif Uni Soviet)<br><br>1989-1990<br>Pada 7 Februari 1990, Komite Sentral (Pusat) PKUS setuju untuk melepaskan monopoli mereka atas kekuasaan Uni Soviet<br><br>Pemilihan umum untuk anggota kongres diadakan di seluruh Uni Soviet pada Maret dan April 1989.<br>Pada 15 Maret 1990 Gorbachev terpilih sebagai Presiden eksekutif pertama Uni Soviet.<br><br>Meskipun timeline di atas menunjukkan perubahan USSR ke arah yang lebih baik,&nbsp; terdapat efek samping dari kebijakan Glasnost dan Perestroika.<br>Terbukanya berbagai informasi, seperti perumahan yang buruk, alkoholisme, penyalahgunaan obat-obatan, polusi, pabrik-pabrik yang sudah ketinggalan zaman dari masa Stalin, dan korupsi kecil-kecilan hingga yang besar-besaran, yang selama ini telah diabaikan oleh media resmi, mendapatkan perhatian yang semakin besar, menyebabkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan USSR meningkat.<br><br>Masing-masing negara bagian dan negara satelit Uni Soviet juga telah mengadakan pemilu.<br><br>1990-1991<br>Pemberontakan warga Romania terhadap pemerintah Romania terjadi. Selain itu, akibat adanya pemilu, perlahan-lahan negara satelit USSR seperti Bulgaria, Cekoslowakia, Hungaria, Polandia, dan Jerman Timur runtuh/meninggalkan komunisme.<br><br>Timeline Negara Yang Meninggalkan USSR:&nbsp;<br>Lithuania: 11 Maret 1990<br>Latvia: 4 Mei 1990<br>Georgia: 9 April 1991<br>Estonia: 20 Agustus 1991<br>Ukraina: 24 Agustus 1991<br>Moldova: 27 Agustus 1991<br>Kyrgyzstan: 31 Agustus 1991<br>Uzbekistan: 31 Agustus 1991<br>Tajikistan: 9 September 1991<br>Armenia: 21 September 1991<br>Azerbaijan: 18 Oktober 1991<br>Turkmenistan: 27 Oktober 1991<br>Belarus: 10 Desember 1991<br>Rusia: 12 Desember 1991<br>Kazakhstan: 16 Desember 1991<br><br>Pada 24 Agustus 1991, Gorbachev mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen PKUS dan membubarkan segala seksi PKUS yang ada dalam pemerintahan. Di hari yang sama, Gorbachev menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Ukraina<br><br>Pada 8 Desember 1991, pemimpin Rusia, Ukraina, dan Belarus melakukan pertemuan rahasia untuk menyatakan bahwa Uni Soviet secara de facto telah bubar dan menyatakan pendirian CIS (Commonwealth of Independent States), mengajak para bekas republik dari Uni Soviet untuk bergabung. Gorbachev menanggapi bahwa hal tersebut adalah perbuatan inkonstitusional. Namun, dengan kekuasaan Uni Soviet yang semakin melemah, tanggapan Gorbachev tidak "memiliki arti"<br><br>Puncaknya adalah pada tanggal 25 Desember 1991, pukul 19.32. Kala itu, Gorbachev mengadakan siaran langsung di televisi, mengundurkan diri dari Presiden Uni Soviet dan menyerahkan kekuasaannya beserta segala yang berhubungan dengan Uni Soviet ke Boris Yeltsin, Presiden Federasi Rusia. Bendera Uni Soviet diturunkan, lagu kebangsaan Uni Soviet dimainkan terakhir kalinya, dan bendera Rusia dinaikkan.<br><br>26 Desember 1991, secara resmi oleh The Soviet Republics (kamar atas/senat dari USSR) mengambil suara bulat, menyatakan pembubaran USSR<br><br>Tokoh terkenal :<br>1) Mikhail Gorbachev<br>2) Boris Yeltsin<br><br>Lokasi Hari ini :<br>Federasi Rusia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-27 07:02:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358602804</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reunifikasi Jerman (tahun 1989-1990)</title>
         <author>infokurikulum77</author>
         <link>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358603178</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Nama Anggota:<br>1. Arq Aliski Handika C<br>2. Aqil Anggoro D<br>3. Aydin Azzam Wardijono&nbsp;<br>4. Fania Bayu Agum G<br>5. Khaisyah Marsheilla S<br>6. Meisya Rahmawati Leo<br>7. Muhammad Rinaldi M<br>8. Shintia Nurcolisa<br><br>Kronologi :<br>Reunifikasi Jerman atau penyatuan kembali Jerman adalah peristiwa penyatuan Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat) untuk membentuk satu bangsa Jerman kembali.&nbsp;</div><div>Peristiwa bersejarah ini berlangsung pada 3 Oktober 1990. Setelah lebih dari 45 tahun terpisah secara administratif maupun ideologis, Jerman akhirnya lahir kembali menjadi satu bangsa. Penyatuan kembali Jerman pun dirayakan secara meriah dengan lebih dari satu juta orang turun ke jalan.<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div><div><strong>Latar Belakang</strong></div><div>Kekalahan Jerman saat Perang Dunia II mengakibatkan negara ini terbagi menjadi empat zona pendudukan di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Soviet. Pembagian tersebut diatur dalam Perjanjian Postdam yang disepakati pada 2 Agustus 1945. Antara 1947 dan 1949, tiga zona Barat yang masing-masing diduduki oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis digabungkan, membentuk Republik Federal Jerman (Jerman Barat). Sementara Jerman Timur yang diduduki oleh Uni Soviet menjadi Republik Demokratik Jerman.</div><div>Perpecahan semakin terasa saat dilakukan pembatasan wilayah dengan membangun Tembok Berlin pada 1961. Hingga pada 1980-an, kekuatan politik dan ekonomi Uni Soviet mulai melemah. Sejalan dengan itu, intervensi mereka atas politik Blok Timur terus berkurang. Situasi semakin memburuk saat kebijakan Glasnost (keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diterapkan oleh Sekretaris Jenderal Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, mengalami kegagalan.&nbsp;</div><div>Hal itu kemudian mendorong rakyat Jerman Timur untuk melakukan pemberontakan dan revolusi demi lepas dari Uni Soviet. Beberapa peristiwa yang mendorong bersatunya Jerman antara lain kemajuan pesat di Jerman Barat yang menimbulkan keinginan Jerman Timur bergabung.</div><div>&nbsp;</div><div><strong>Kronologi</strong></div><div>Pada 1989, terjadi demonstrasi besar-besaran oleh masyarakat Jerman Timur dan peruntuhan Tembok Berlin. Hancurnya tembok pembatas yang oleh Churchill disebut sebagai "Tirai Besi" ini menjadi tanda runtuhnya rezim komunis di Jerman Timur.&nbsp;</div><div>Meski perbatasan masih dijaga ketat, ribuan orang Jerman Timur mulai berani melarikan diri ke Jerman Barat. Peristiwa tersebut mendorong diadakan pemilihan umum bebas pertama di Jerman Timur pada 18 Maret 1990. Wakil rakyat terpilih kemudian diberi mandat untuk berunding dengan Jerman Barat membahas tentang pernyatuan kembali.<br><br></div><div>Jerman Timur, Jerman Barat, Britania Raya, Prancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet segera mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai syarat-syarat Penyatuan kembali Jerman. Pertemuan diselenggarakan di sejumlah tempat, seperti di Berlin Timur, Paris, Bonn, dan Moskow. Negosiasi antara negara-negara tersebut melahirkan Perjanjian Dua Plus Empat atau Perjanjian Penyelesaian Akhir, yang secara resmi memberikan kedaulatan penuh kepada Negara Jerman.&nbsp;<br><br></div><div>Pada 22-23 Agustus 1990, Parlemen Rakyat atau Volkskammer memutuskan bahwa Republik Demokratik Jerman akan bergabung dengan Republik Federal Jerman. Perwakilan kedua Jerman kemudian menandatangi Perjanjian Persatuan atau Einigungsvertrag pada 31 Agustus 1990.&nbsp;<br><br></div><div>Pada sidang Volkskammer yang diadakan pada 20 September 1990, parlemen sepakat tentang reunifikasi. Realisasi penyatuan Jerman secara resmi terwujud pada 3 Oktober 1990, bertempat di Gedung Reichstag. Dengan begitu, Republik Demokratik Jerman tidak ada lagi dan 16 juta warganya resmi bergabung dengan Jerman Barat, membentuk negara Republik Federal Jerman yang baru dan bersatu.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>Dampak<br></strong><br></div><div>Penyatuan kembali Negara Jerman membawa dampak pada beberapa bidang. Pengaruh reunifikasi Jerman bagi kehidupan sosial global pada tahun 1990 adalah meningkatnya angka pengangguran. Hal itu disebabkan oleh biaya persatuan ulang yang sangat tinggi hingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi Jerman tersendat.&nbsp;</div><div>Walaupun Jerman Barat berusaha melakukan investasi besar-besaran, banyak industri di Jerman Timur yang hancur dan terpaksa tutup. Dua bulan setelah proses reunifikasi, dilangsungkan pemilu di seluruh Jerman untuk yang pertama kali sejak 1932. Pemilu tersebut dimenangkan oleh koalisi Liberal-Kapitalis, dengan Helmut Kohl sebagai pemimpinnya. Dengan kemenangan ini, ideologi Liberal Kapitalis secara resmi mengakhiri ideologi komunis Jerman.<br>&nbsp;<br><br></div><div><br><br>Tokoh terkenal :<br>1.Woel Gang Schauble<br>2.Helmuth Kohl<br>3.Gunther Krause<br>4.Wondrow Hans&nbsp;<br><br>Lokasi Hari ini : Berlin, Jerman</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-27 07:02:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358603178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Disintegrasi Cekoslovakia (tahun .....)</title>
         <author>infokurikulum77</author>
         <link>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358603570</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota:&nbsp;<br>1. Muhammad Abdul Karim<br>2. Muhammad Agung Shidqi<br>3. Nabilla Nazwa<br>4. Naira Tirta naraswati&nbsp;<br>5. Nevin Geraldo Kosasih<br>6. Niki Ananda<br>7. Rendy Mulyahardi<br>8. Siti Nur Azizah<br><br>Kronologi :<br>Usai Revolusi Beludru, Cekoslovakia mengangkat Vaclav Havel untuk menjadi presiden sementara.<br>Pada 1992, Vaclav mengusulkan agar nama Republik Federasi Sosial Cekoslovakia diganti menjadi Republik Cekoslovakia.Akan tetapi, usulannya ditolak oleh pihak Slovakia. Setelah proses negosiasi gagal dilakukan, Slovakia memutuskan untuk memisahkan diri dari Cekoslovakia.<br>Pada Januari 1993, Cekoslovakia resmi terbagi menjadi dua negara berdaulat, yaitu Republik Ceko dan Slovakia.<br><br><br>Tokoh terkenal :<br>1. Tomas Masaryk<br>2. Milan Hodza<br>3. Edvard Benes<br>4. Jan Syrovy<br>5. Marian Calfa<br>6. Antonin Zapotocky<br>7. Gustav Husak<br><br>Lokasi Hari ini : Republik Sosialis Cekoslovakia </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-27 07:03:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358603570</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Disintegrasi Yugoslavia (tahun 1990-1995)</title>
         <author>infokurikulum77</author>
         <link>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358604026</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota:&nbsp;<br>1. Holis Farhan<br>2.Kinanti Anindya P<br>3. Mahira Nareswari A<br>4. M. Fachry<br>5. M. Ghathaf<br>6. Nisa Maulianti<br>7. Tengku M. Bariq<br>8. Zahra Charmelia&nbsp;<br><br>Kronologi :<br>- Revolusi Log<br>- Perang 10 hari<br>- Brioni Agreement<br>- Perang Merdeka Croatia<br><br>Tokoh terkenal :<br>- Franjo Tuđman<br>- Borisav Jović&nbsp; (Борисав Јовић)<br>- Stjepan Mesic<br>- Josip Broz Tito<br>Јосип Броз тито (Pendukung/RIP)<br>- Slobodan Milesovic<br>Слободан Милошевић (Pendukung/Serbia)<br><br>Lokasi Hari ini :  Perbatasan Slovenia dan Croatia<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-27 07:03:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/infokurikulum77/LMSej_XIIMIPA2/wish/2358604026</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
