<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pembekalan CF21 Kelas 6 by Narasumber 110</title>
      <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g</link>
      <description>Refleksi Pembelajaran Modul 3.3</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-12-10 15:17:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-01-07 02:54:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Apa hal baru yang Anda pelajari dari modul ini tentang kepemimpinan murid dan dampaknya terhadap keterlibatan murid dalam pembelajaran, serta bagaimana pengalaman Anda sebelumnya mempengaruhi cara Anda memahami konsep ini?
</title>
         <author>kspstkns110</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3254307737</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://get.pxhere.com/photo/book-read-white-bear-blue-toy-still-life-teddy-bear-textile-plush-teddy-stuffed-toy-background-blue-844147.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 15:22:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3254307737</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mendorong kepemimpinan murid melalui program-program di sekolah, dan bagaimana langkah konkret Anda lakukan untuk memastikan program-program tersebut benar-benar berdampak positif pada murid?
</title>
         <author>kspstkns110</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3254312367</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/g83d5e376e5064469a4970caf6b636d3276f10cb0a9657267bf6ce55aa6a2060c2e574d5626457935618f1baa3f9681fc.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 15:26:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3254312367</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3.  Bagaimana konsep kepemimpinan murid yang Anda pelajari di modul ini terhubung dengan pengalaman Anda di masa lalu, relevansinya dalam praktik di sekolah saat ini, dan bagaimana Anda akan mengaplikasikannya untuk meningkatkan program sekolah di masa depan?

</title>
         <author>kspstkns110</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3254314542</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/g94fa7979d8d75636f7d5c54348642c3c555f39b165153e22ed973bd8a8fac66029ee6f7c5b6493b5b87813d9dd4871a1.jpg" />
         <pubDate>2024-12-10 15:27:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3254314542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CASTO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255401411</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Hal baru yang saya pelajari pada modul 3.3 pengelolaan program yang berdampak pada murid yaitu tentang bagaimana car akita membuat suatu program yang dapat menumnuhkembangkan jiwa kepemimpinan bagi peserta didik dalam sebuah pembelajaran. Pengalaman saya sebelumnya dalam mengembangkan kepemimpinan murid hanya dilakukan pada ekstrakurikuler pramuka saja, setelah mengetahui hal ini ternyata dapat dilakukan dalam program yang dapat meningkatkan kepemimpinan murid melalui kegiatan “Munerasi Dadu Berjalan.”</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158673067/9420c11090062f38040c0aeb27223715/foto_Casto.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:29:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255401411</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>omihrochimi42</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255401418</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya baru mengetahui bahwa kepemimpinan murid tidak hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang kemampuan siswa untuk mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Pengalaman saya sebelumnya sebagai guru membuat saya menyadari betapa pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3114788415/756b3dca8c4cbb32cb17fd378a3fb7e0/foto_selfi.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:29:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255401418</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>omihrochimi42</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255402154</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Tantangan utama adalah mengubah mindset bahwa siswa hanya sebagai penerima pasif. Langkah konkret yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengambil keputusan, memimpin kelompok, dan bertanggung jawab atas hasil belajar mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3114788415/31a345918aa93953f969e83db180e99a/foto_selfi.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:30:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255402154</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>omihrochimi42</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255402931</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Konsep kepemimpinan murid ini sejalan dengan pengalaman saya dalam melihat potensi siswa. Saya akan menerapkannya dengan cara mendesain pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, melibatkan mereka dalam perencanaan kegiatan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3114788415/b5d56bad394ffa983b00a0b7ac6196d0/foto_selfi.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:31:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255402931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CASTO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255404151</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Tantangan yang saya hadapi dalam mendorong kepemimpinan murid melalui program " Numerasi Dadu Berjalan" yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang dapat dilakukan pada program ini. </p><p>Langkah konkret yang saya lakukan yaitu mencari barang yang ada disekitar yang dapat digunakan untuk program tersebut.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158673067/b51017b965e3afccbc47365ddfe72c2c/planet.png" />
         <pubDate>2024-12-11 08:32:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255404151</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamid Kamar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255404613</link>
         <description><![CDATA[<p>Pemahaman saya tentang pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan adalah harus mampu memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan utamanya dalam proses pembelajaran murid dan haruslah sesuai dengan dasar pengambilan keputusan yaitu berpihak pada murid, memeberikan contoh dan teladan kepada murid bagaimana mengambil keputusan yang bijak, arif dan bertanggung jawab. Yang sebelumnya belum maksimal dilakukan artinya pengambilan keputusannya tidak berdasarkan Keputusan berbasis nilai tapi berbasis fakta di lapangan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158684608/6720baa41df254ca1d7fe4f953153a72/29.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:33:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255404613</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arini Susanti</title>
         <author>arinisusanti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405069</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Hal baru yang dipelajari tentang kepemimpinan murid dan dampaknya terhadap keterlibatan murid dalam pembelajaran sangat banyak terutama setelah menggunakan Voice(Suara),Choice(Pilihan) dan Ownership (kepemilikan kata hati) setiap program berjalan dengan baik dan meningkatkan proses pembelajaran siswa pun sangat bahagia ketika proses pembelajaran.sebelumnya setiap program pembelajaran tidak pernah melibatkan murid semua sesuai dengan kehendak guru.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115768877/193dec73580859855b158b5cf3aa40fa/IMG_20231030_WA0062.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:33:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Riyadi Priyambodo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405517</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari modul tentang kepemimpinan&nbsp; murid dan dampkanya terhadap ketertiban murid dalam pembelajaran, saya memahami bahwa kepemimpinan murid bukan hanya tentang memberikan tanggung jawab kepada siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk berkembang secara aktif dan mandiri. Kepemimpinan murid dapat meningkatkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan keterlibatan dalam pembelajaran, sehingga menciptakan suasana yang lebih tertib dan kondusif di kelas.</p><p><br/></p><p>Pengalaman saya sebelumnya dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk memimpin kegiatan kelompok dalam pembelajaran berbasis STEM dan kontekstual  telah membantu saya melihat bagaimana murid dapat mengatur diri mereka sendiri. Namun, modul ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang strategi sistematis untuk melibatkan siswa sebagai pemimpin, baik dalam kelas maupun kegiatan sekolah lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:34:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arini Susanti</title>
         <author>arinisusanti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405608</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Tantangan yang di hadapi yaitu masih kurang pede dan ada sebagian guru yang belum bisa ikut berkolaborasi dalam menjalankan semua program ,strateginya dengan terus melibatkan guru tersebut dalam setiap kegiatan dan mendengarkan kata hatinya,kita sebagai kepala sekolah menjadi inspirasi contoh bagi guru tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115768877/4cd629d6c7cf65ad310f0775c788e502/IMG_20231030_WA0062.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:34:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Septy</title>
         <author>dedehkurniasih49</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405971</link>
         <description><![CDATA[<p>kepemimpinan murid atau student agency melibatkan voice (suara), choice (pilihan), dan kepemilikan (ownership) yang berdampak pada kemandirian murid dalam mengarahkan pemeblajaran mereka sendiri. pengalaman saya dulu biasanya dominasi guru dalam mengarahkan siswa dalam pembelajaran, sekarang mengubah mindset saya agar lebih mengedepankan kemampuan murid dalam kepemimpinan dirinya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:34:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255405971</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arini Susanti</title>
         <author>arinisusanti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406024</link>
         <description><![CDATA[<p>3. Masa kini dengan mempelajari modul ini menjadikan sekolah yang aman,nyaman,menyenangkan,masa yang akan datang terus melaksanakan ilmu yang didapatkan dan terus melaukan refleksi atas yang sudah dilakukan sehingga lebih baik lagi program pembelajaran yang sudah dibuat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115768877/e1691653f7f0c30059b7b04f4906c6a5/IMG_20231030_WA0062.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:34:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406024</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ani M.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406449</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemahaman saya sebagai pemimpin satuan Pendidikan tentang pengambilan Keputusan berbasis nilai Kebajikan adalah bahwasannya sebagai pimpinan kadang kita akan menghadapi dilema etika dalam menghadapi sebuah masalah dimana kita di hadapkan pada pilihan yang sama-sama benar tapi salah satunya akan merugikan yang lain, maka di situ rasa kasih sayang/kasihan berperan, sedangkan untuk bujukan moral kita dihadapkan pada sebuah pengambilan Keputusan yang satu salah yang lainya benar tetapi yang salah menjadi dominan karena berbagai faktor misalnya karena sudah menjadi kebiasaan, tetapi sebagai pimpinan kita tidak boleh terkena bujuk rayu tersebut, kita tetap harus memilih yang benar. Sedangkan untuk pendekatan berbasis asset saya memahami bahwasanya banyak asset di sekolah yang bisa kita manfaatkan sebagai kekuatan dalam mengembangkan pembelajaran berpusat pada murid tetapi kadang kita menyadarinya sehingga untuk bisa engumpulkan asset-aset tersebut kita perlu mengidentifikasi/menganalisisnya Bersama-sama. Dan untuk kepemimpinan murid, saya memahami pada dasarnya murid bisa memimpin dirinya sendiri, hal tersebut bisa ditumbuhkan dengan berbagai cara diantaranya dengan berperannya Tri Sentra Pendidikan</p></li><li><p>Secara keseluruhan tantangan yang saya hadapi adalah bagaimana memperbaiki mind set warga sekolah terutama guu dalam menerapkan Keputusan berbasis nilai Kebajikan bahwasannya yang biasa belum tentu benar dan yang benar belum tentu biasa, sedangkan untuk pengelolaan sumber daya berbasis asset memperbaiki pemikiran yang cenderung mencari kelemahan sebagai alas an tidak bisa mengembangkan sekolah dan tidak bisa mencari potensi diri yang bisa dijadikan asset dalam pembelajaran (di kelas). Untuk kepemimpinan murid yang menjadi tantangan adalah belum berperannya lingkungan dalam Pendidikan, lingkungan yag cenderung apatis dan tidak merasa punya tanggung jawab terhadap sekolah atau tempat pendidkan yang berada di lingkungannya.</p></li><li><p>Saat ini karena sekolah sudah memiliki 3 guru penggerak maka ke-3 materi tersebut sudah disosialisasikan sehingga sedikit banyaknya warga sekolah sudah mulai memahami tapi masih sedikit yang mengimplementasikannya. Berbeda dengan sebelumnya kami tidak memahami bahkan tidak mengenali kekuatan aset yang ada di sekolah padahal ternyata banyak sekali salah satunya memiliki 3 GP yang alhamdulillah bisa menghidupkan komunitas belajar di sekolah sehingga segala informasi Pendidikan bisa dibagi dan dipelajari Bersama. Untuk meningkatkan kualitas dan ekosistem sekolah di masa depan tentu saja harus berperannya Tri Sentra Pendidkan yaitu adanya hubungan harmonis antara sekolah, keluarga dan lingkungan sehingga bisa saling menjaga, saling mengingatkan satu sama lain dalam hal memajukan pendidikan di sekolah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:34:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CASTO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406565</link>
         <description><![CDATA[<p>3.Konsep kepemimpinan murid yang saya pelajari pada modul ini yaitu terhubung dengan pengalaman saya pad masa lalu sebagai seorang murid melakukan permainan dadu, dan sekarang daya dapat menerapkan permainan dadu berjalan tersebut sebagai sebuah program bermain sambil belajar bagi peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158673067/6b63a753e5c8f7f36060b8f41cec04f7/in_the_rama_u.webp" />
         <pubDate>2024-12-11 08:35:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406565</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lili</title>
         <author>lilispd21</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406988</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang didapatkan mengenai pengelolaan program yang berdampak positif pada murid tentunya saya harus mengoptimalkan lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, Pelibatan komunitas dalam program sekolah untuk mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid.&nbsp; Pengalaman saya sebelumnya kurang memberikan ruang tentang program atau kegiatan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, dengan demikian pengelolaan program yang berdampak positif pada murid agar dioptimalkan untuk mendukung ekosistem pembelajaran di sekolah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115797808/c673c12df2527e031470c194c98b9d2b/WhatsApp_Image_2024_12_06_at_09_45_36.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:35:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255406988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lili</title>
         <author>lilispd21</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255408018</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Tantangan yang dihadapi dalam mengoptimalkan pengelolaan program yang berdampak positif pada murid untuk mendukung ekosistem pembelajaran di sekolah berkenaan dengan kurangnya kesadaran dan kemampuan sumber daya manusia yang belum memahami cara pengelolaan program yang berdampak positif pada murid tersebut. Strategi konkrit yang akan saya lakukan:</p><p>1. menyadarkan diri bahwa murid sebagai mitra bagi guru dalam pembelajaran.</p><p>2. mengupayakan terwujudnya lingkungan sekolah yang mendukung tumbuhnya murid-murid yang mampu menjadi pemimpin dalam proses pembelajarannya sendiri.</p><p>3. menerapkan konsep kepemimpinan murid pada program atau kegiatan sekolah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115797808/54fee77aea354c41cf4159ff4567fec4/WhatsApp_Image_2023_08_21_at_16_05_51.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:36:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255408018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1</title>
         <author>suhenda70</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255408099</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal baru yang saya pelajari, tentang kepemeimpina murid bukannya memberikan kesempatan kepada murid untuk memimpin dalam suatu kegiatan atau organisasi tetapi lebih dari itu memberikan kesempatatan kepada murid untuk mengembangkan karekter, penuatan nilai positif dan mengembangkan keterampilan abad-21 bersikap kritis, kretaif</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:36:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255408099</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Iwan Kartiwa</title>
         <author>iwankartiwa94</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255408480</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru saya adalah bahwa sangat penting untuk mulai melaksanakan program kepemimpinan murid. Dampaknya tentu sangat signifikan terhadap kemandirian murid, dimana aspirasi atau kehendak murid mendapatkan tempat dan suara mereka didengarkan oleh sekolah. Kepemimpinan murid akan tumbuhkembang dengan baik ketika apa yang menjadi kehendak mereka ada yang mendengarkan dan memfasilitasi. Kepemimpinan murid tentunya harus memperhatikan aspek voice yaitu suara atau gagasan murid, choice yakni pilihan-pilihan yang ditawarkan murid dalam sebuah kegiatan dan ownership yaitu soal kepemilikian atau rasa memiliki terhadap kegiatan/program yang akan dilaksanakan disertai dengan rasa tanggungjawab yang tinggi. Dampaknya akan sangat signifikan dalam membentuk kesadaran dan kemandirian murid. Pengalaman sebelumnya memang masih sangat berpengaruh murid masih tetap harus mendapatkan bimbingan dalam melaksanakan program/kegiatan yang berdampak positif bagi mereka.</p></li><li><p>Tantangannya adalah pemahaman dan kesadaran baik murid, guru maupun orang tua yang belum memahami pentingnya pendekatan student agency. Langkah konkret yang akan dilakukan adalah mengedukasi dan mensosialisasikan penerapan student agency untuk mewujudkan program yang berdampak positif bagi murid.</p></li><li><p>Terhubung dengan masa lalu, ya pada saat itu ruang untuk student agency terbatas, dominasi program datang dari sekolah. Masa sekarang, saya merasa sudah saatnya murid lebih berdaya dengan memperhatikan voice, choice dan ownership mereka. Aplikasinya adalah berkoordinasi dengan bagian kesiswaan dan OSIS untuk menyiapkan program-program unggulan yang berdampak positif bagi murid dan mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2709755878/811b30c19ea4a4e4c875562e29c4160e/IMG_3919.JPG" />
         <pubDate>2024-12-11 08:36:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255408480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamid Kamar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255409176</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang saya hadapi dan temui dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus yang sifatnya dilemma etika adalah perasaan tidak enak yang timbul karena tidak dapat memuaskan semua pihak. Namun diharapkan dapat meminimalkan perasaan tidak nyaman dan keputusan yang saya ambil dapat diterima oleh semua pihak.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158684608/41d0d87dcd5630258e5e230c6d7875e2/29.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:37:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255409176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurhayati</title>
         <author>nurhayatispd17</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255409252</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Hal baru yang saya pelajari dari modul ini adalah Kepemimpinan murid, konsep pemimpin pendidikan &nbsp;memberi peran penting kepada siswa dalam pengambilan keputusan dan pembentukan ekosistem sekolah, yaitu dengan memberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kepemimpinan, baik melalui organisasi sekolah, ekstrakuriler, maupun proyek sosial, siswa dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi.</p></li><li><p>Tantangan yang mungkin dihadapi adalah, respon dari siswa yang masih belum bisa memaknai pelibatan mereka dalam suatu hal. kemungkinan proses belajar terganggu waktunya, serta pemmahaman guru dan orang tua yang belum sampai pada upaya menerapkan kepemimpinan murid dalam suatu program atau kegiatan.  Memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk berperan aktif tanpa menggangu proses pembelajaran utama. Tidak semua siswa siap atau memiliki keterampilan untuk memimpin, sehingga perlu untuk memberi dukungan yag sesuai agar dapat berkembang.</p><p>Strategi untuk mengatasinya adalah Membentuk forum atau dewan siswa, mengadakan Latihan kepemimpinan dan menyediakan mentoring atau bimbingan untuk membantu siswa yang terlibat dalam kepemimpinan untuk berkembang secara pribadi dan sosial.</p><p>Integrasi Konsep-konsep dalam praktik sekolah</p></li><li><p>Kepemimpinan dalam Pendidikan berdasarkan pengalaman dapat dijadikan sebagai landasan dalam penerapan dimasa sekarang, dengan menyelaraskan kebijakan berbasis nilai Kebajikan, pengelolaan aset dan kepemimpinan siswa. Dalam jangka Panjang penerapan ini akan menciptakan ekosistem yang mendudkung tumbuh kembangnya karakter dan keterampilan kepemimpinan pada siswa, yang berdampak positif bagi Masyarakat secara umum.&nbsp;&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115839501/85dc83ddc561989aeb5f6bee4e856ecf/WhatsApp_Image_2023_06_03_at_05_43_45.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:37:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255409252</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi modul 3.3 pengelolaan program yang berdampak pada murid</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255409916</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Dari modul ini, saya belajar bahwa kepemimpinan murid bukan hanya tentang memberikan tanggung jawab kepada mereka, tetapi lebih kepada menciptakan ruang bagi murid untuk mengambil inisiatif, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Konsep kepemimpinan murid ini sangat berfokus pada pemberdayaan, yang memberikan dampak positif terhadap keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Sebelumnya, pengalaman saya lebih banyak berfokus pada pemimpin yang lebih banyak memberi instruksi dan mengarahkan. Namun, setelah mempelajari materi ini, saya menyadari pentingnya memberikan kesempatan kepada murid untuk memimpin, merencanakan, dan merefleksikan hasil kerjanya. Hal ini mengubah perspektif saya dalam memahami bahwa murid yang diberi peran kepemimpinan cenderung lebih terlibat, merasa dihargai, dan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap proses pembelajaran mereka.</p><p><br/></p><p>2. Tantangan utama yang saya hadapi dalam mendorong kepemimpinan murid melalui program-program sekolah adalah bagaimana menciptakan suasana yang memungkinkan murid merasa percaya diri dan diberdayakan untuk mengambil peran aktif. Banyak murid yang awalnya merasa ragu atau takut untuk tampil sebagai pemimpin, sehingga mereka cenderung pasif dalam berbagai kegiatan. Untuk mengatasi hal ini, saya mencoba untuk mengimplementasikan pendekatan yang lebih inklusif dengan memberikan dukungan emosional dan membimbing mereka dalam memahami bagaimana peran kepemimpinan itu dapat memperkaya pengalaman belajar mereka. Saya juga mengajak murid untuk merancang dan menjalankan program kecil di kelas, seperti proyek kelompok atau kegiatan sosial di luar jam pelajaran. Langkah konkret lainnya adalah memberi mereka ruang untuk berbicara, bertanya, dan memberi masukan terhadap kegiatan yang sudah mereka jalani, sehingga mereka merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam berperan.</p><p><br/></p><p>3. Konsep kepemimpinan murid yang saya pelajari dalam modul ini sangat relevan dengan pengalaman saya sebelumnya, terutama dalam hal bagaimana melibatkan murid dalam merancang dan mengelola kegiatan di sekolah. Saya pernah mencoba memberikan kesempatan kepada murid untuk menjadi bagian dari pengambilan keputusan terkait kegiatan kelas, namun saya merasa kurang efektif dalam memberikan ruang bagi mereka untuk benar-benar bertanggung jawab. Setelah mempelajari modul ini, saya semakin memahami pentingnya memberi mereka kesempatan untuk berperan lebih besar dalam proses pengelolaan program. Ke depan, saya akan mengintegrasikan kepemimpinan murid dalam setiap kegiatan di sekolah, mulai dari merancang kurikulum hingga menilai hasil kegiatan. Saya juga akan lebih memberi perhatian pada pembentukan lingkungan yang mendukung kemandirian dan inisiatif murid, dengan harapan dapat mendorong mereka untuk mengambil peran lebih aktif dalam pengelolaan dan evaluasi program-program di sekolah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158699557/02188ef758ace822b28b9e619632205e/17339062680133360566690364873251.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:38:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255409916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lili</title>
         <author>lilispd21</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255410147</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Konsep pengelolaan program yang berdampak positif pada murid yang belum optimal di masa lalu harus mulai diperbaiki dan diterapkan secara optimal sebagai relevansi dalam praktik di sekolah saat ini, saya harus mengaplikasikan pengelolaan program yang berdampak positif pada murid. Agar dapat meningkatkan kualitas belajar</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115797808/39b6c6593041da8befd57a905c793c1b/WhatsApp_Image_2024_06_19_at_11_02_14__1_.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:38:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255410147</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Moch Ucu Sudarsono</title>
         <author>madusono12</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255410940</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal baru, siswa memiliki 3 hal penting dalam peranya sebagai siswa yaitu voice, choice dan ownership. Hal ini yang menjadi modal bagi pendidik untuk mendorong siswa agar lebih banyak kesempatan diberikan dalam memimpin suatu kegiatan yang dilaksanakan baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:39:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255410940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Septy </title>
         <author>dedehkurniasih49</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412021</link>
         <description><![CDATA[<ol start="2"><li><p>Tantangan yang saya hadapi adalah menumbuhkan kesadaran diri murid atas kemampuan dirinya sendiri untuk mandiri, mengarahkan pembelajarannya masing-masing. langkah konkret saya akan berkolaborasi dengan guru untuk membantu murid menumbuhkan kesaadran dan kemandirian diri sehingga bisa dilatih untuk menjadi student agency terutama dalam kegiatan ekstrakurikuler dan OSIS. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:40:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412021</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. </title>
         <author>suhenda70</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412053</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang saya hadapi adalah bagaimana cara memotivisi murid agar memiliki kepercayaan diri untuk terlibat dalam pengembangan kepemimpin murid, kurangnya dukungan dari sekolah dan rekan guru dalam kegiatan kepemimpinan murid</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:40:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnih Ayuningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412062</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal baru yang saya pelajari tentang kepemimpinan murid, kepemimpinan murid dengan voice,choice, dan ownership. Keterlibatannya murid diberi kesempatan mengutarakan gagasan atau keiinginan, dan memilih cara dan proses serta terhubung  dengan apa yang sedang dipelajari. Kepemimpinan murid dapat meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan keterampilan sosial siswa. Selain itu, siswa yang memiliki kesempatan untuk memimpin cenderung lebih bertanggung jawab, mandiri, dan proaktif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:40:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Riyadi Priyambodo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412124</link>
         <description><![CDATA[<p>2. Tantangan dalam Mendorong Kepemimpinan Murid melalui Program-program di Sekolah:</p><ul><li><p>Rendahnya rasa percaya diri sebagian siswa untuk mengambil peran sebagai pemimpin.</p></li><li><p>Kurangnya dukungan dari sebagian guru atau orang tua yang masih memandang kepemimpinan murid sebagai hal yang kurang penting.</p></li><li><p>Terbatasnya waktu untuk pelatihan atau pembinaan kepemimpinan di tengah jadwal akademik yang padat.</p></li></ul><p><strong>&nbsp;</strong></p><p>Langkah kongrit yang saya lakukan untuk memastikan program-program tersebut benar-benar berdampak positif pada murid<strong> </strong>adalah:</p><ul><li><p>Membuat program pelatihan kepemimpinan berbasis proyek yang melibatkan siswa secara bertahap, mulai dari skala kecil hingga besar</p></li><li><p>Melibatkan semua guru dalam memberikan ruang bagi siswa untuk memimpin, baik dalam kegiatan kelas maupun ekstrakurikuler.</p></li><li><p>Melakukan refleksi bersama siswa terkait pengalaman mereka dalam memimpin, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.</p></li><li><p>Memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan kemajuan atau keberhasilan dalam peran kepemimpinan mereka.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:40:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255412124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>iies</title>
         <author>iiesgustiyana08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255413357</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sebelumnya, mungkin saya lebih fokus pada peran guru sebagai pusat pembelajaran dan anak-anak sebagai penerima pasif informasi. Namun, pemahaman baru ini menggeser paradigma tersebut. Kini, saya berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal.</p><p>Anak-anak diberikan kesempatan untuk membuat keputusan sederhana, misalnya memilih mainan, menentukan urutan kegiatan, atau menyelesaikan masalah kecil.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:42:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255413357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mas Lidia Widia Astuti</title>
         <author>masastuti15</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255414417</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemahaman baru saya dan dampak positif dari program yang melibatkan kepemimpinan murid secara aktif adalah murid dapat mengemukakan pendapatnya dan dapat ikut berpartisifasi pada program sekolah, sehingga murid mendapatkan haknya sesuai dengan keinginan murid, tentunya dengan pengawasan guru dan kepala sekolah, sehingga program dapat menciptakan&nbsp; (<em>well-being</em>) murid yang optimal adalah sebuah keadaan emosional yang berkelanjutan yang dicirikan dengan (terutama) suasana hati dan sikap yang positif, hubungan positif dengan murid lain kesejahteraan aupun guru, daya lenting atau ketangguhan, pengoptimalan kekuatan diri, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pengalaman belajar mereka di sekolah. Konsep ini mengubah cara pandang saya dalam mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid di sekolah, dimana sebelumnya program hanya direncanakan dan dirancang oleh guru dan kepala sekolah, murid hanya diikut sertakan dalam pelaksanaanya saja. Setelah mempelajari modul ini, saya merasa tercerahkan untuk melibatkan murid dalam merancang program sekolah.</p><p>2.&nbsp; &nbsp;Tantangan yang saya hadapi dalam mendorong kepemimpinan murid melalui program sekolah adalah dalam perbedaan sudut pandang antar warga sekolah, sehingga perlu mengadakan diskusi untuk menyamakan persepsi, dan untuk menentukan keputusan yang disepakati bersama. Langkah konkret yang dilakukan untuk memastikan program-program benar-benar berdampak positif pada murid yaitu yaitu dengan melakukan pengawasan, evaluasi kegiatan/program, dan melakukan refleksi kegiatan/program, untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan pengembangan.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebelumnya pada kegiatan/program di sekolah, murid hanya diikut sertakan dalam pelaksanaanya saja, sedangkan program direncanakan dan dirancang oleh guru dan kepala sekolah. Kini setelah mempelajari modul ini, saya akan melibatkan murid dalam merancang program sekolah. Selanjutnya saya bukan hanya melibatkan murid dalam merencanakan, merancang dan pelaksaan program, namun juga bekerjasama dengan orang tua siswa dan masyarakat agar program atau kegiatan di sekolah berjalan dengan optimal dan maksimal.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3108948709/f5af16678d59d7bf825faf1abe9e39f1/WhatsApp_Image_2024_12_05_at_09_12_43.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:43:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255414417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Moch Ucu Sudarsono</title>
         <author>madusono12</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255414946</link>
         <description><![CDATA[<p>kurangnya kepercayaan diri dalam diri siswa, hal ini bisa disiasati dengan melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan sosialisasi tentang perundungan. Menjadi Tim sosialisasi yang mengidentifikasi gejala gejala awal terjadinya perundungan yang terjadi kepada teman temanya. Siswa dapat melakukan investigasi, identifikasi dapat memberikan penjelasan dengan menjalin komunikasi dan berkolaborasi dengan pihak terkait, seperti walikelas, kesiswaan, BK dan orang tua siswa</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2115844116/4750373c388cad24ad3f46da21d4d8cf/133750477019532157.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:43:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255414946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YOSEP rizal susanto</title>
         <author>yosepkrj</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255416152</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya dari modul 3,3 ini adalah bahwa dalam melaksanakan program sekolah yang dilaksanakan untuk murid perlu diterapkanadanya &nbsp;keterlibatan murid. Hal ini dilakukan sebagai Upaya untuk membina, menciptakam” Student&nbsp; Agency” dengan melibatkan&nbsp; murid supaya proaktif dalam setiap kegiatan murid di sekolah.Pengalaman saya kaitan dengan modul ini adalah sudah menerapkan dalam kegiatan OSIS saat saya menjadi PKS Kesiswaan antara tahu 208-2023 melalui LDKS dan kepanitiaan dalam kegiatan siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:44:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255416152</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yosepkrj</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417065</link>
         <description><![CDATA[<p>2&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan &nbsp;yang saya hadapi dalam mendorong kepemimpinan murid melalui program di sekolah, pola pikir tentang kepemimpinan murid dikalangan Sebagian rekan sejawat , langkah konkret yang saya lakukan untuk memastikan program-program tersebut benar-benar berdampak pada murid adalah saya selaku pemmbina kesiswaan saat itu mengadakan LDKS menjadikan pengurus OSIS terlibat dalam kepanitian kegiatan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:45:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417065</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamid Kamar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417254</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Dalam pengambilan Keputusan berbasis nilai Kebajikan terdapat tiga prinsip yang kita anut dalam pengambilan keputusan yaitu berpikir berbasis Hasil Akhir, berpikir berbasis Peraturan dan berpikir berbasis Rasa Peduli. Sehingga pengalaman saya sebelumnya masih kurang menunjukkan sikap tang berbasis pada nilai-nilai Kebajikan atau sudah hanya belum mengetahui sebelumnya konsep tersebut, kemudian sangat relevanm dengan perkembangan Pendidikan di masa sekarang dan akan akan konsisten diterapkan di lingkungan ekosistem sekolah supaya menghasilkan pembelajaran Dimana murid-murid menghasilkan kesuksesan hasil pembelajaran yang dilakukan oleh bapak dan ibu gurunya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3158728063/c98ffcb75c26a0134a7b69b1714e93a2/26.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:45:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Casto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417296</link>
         <description><![CDATA[<p>Terimakasih ibu, semoga ibu sehat selalu. aamiin.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:45:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417296</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>yosepkrj</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417601</link>
         <description><![CDATA[<p>3..&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Konsep kepemimpinan murid yang saya pelajari di modul ini terhubung dengan pengalaman saya di masa lalu adalah sebelum mengalami pembelajaran modul 3.3 ini kurang maham optimal tentangstudent agency , relevansinya dalam praktik di sekolah saat ini adalah saya merasa bahwa teori student agaency ini sangat tepat dalam memproses terciptanya student agency dikalangan murid, dan &nbsp;&nbsp;penrapan untuk meningkatkan program sekolah di masa depan adalah melalui makin menerapkan teoeristuden agensy ini dalam materi LDKS sebagai Langkah awamelalui diseminasi lalu akan menerapkannya dalam setiap kegiatan siswan dengan melibatkan murid dalam kepanitiannya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:46:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255417601</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418460</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>3. Hubungan Konsep Kepemimpinan Murid dengan Pengalaman Hubungan dengan Pengalaman di Masa Lalu:</strong><br>Di masa lalu, saya sering melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan sederhana, seperti menentukan topik diskusi atau metode belajar kelompok. Konsep yang saya pelajari di modul ini mempertegas pentingnya memberikan siswa tanggung jawab yang lebih besar untuk mendorong kepemimpinan mereka secara terstruktur.</p><p><br/></p><p><strong>Relevansi dalam Praktik Saat Ini:</strong><br>Saat ini, kepemimpinan murid sangat relevan dalam mendukung pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran yang sering saya terapkan adalah pembelajaran berbasis STEM dan juga pengembangan karakter. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memimpin, saya melihat peningkatan dalam rasa tanggung jawab mereka terhadap proses pembelajaran.</p><p><br/></p><p><strong>Aplikasi untuk Masa Depan:</strong></p><ol><li><p>Melibatkan OSIS dalam pengelolaan kegiatan sekolah yang berdampak pada komunitas, antara lain program lingkungan, literasi, keagamaan, olahraga, dan sebagainya</p></li><li><p>Membentuk program siswa senior sebagai mentor untuk siswa junior, sehingga mereka dapat belajar memimpin sambil membantu teman-teman mereka.</p></li><li><p>Menambahkan komponen pelatihan kepemimpinan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada, seperti Pramuka, Paskibra, atau klub sains, dan program lainnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:47:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Moch Ucu Sudarsono</title>
         <author>madusono12</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418596</link>
         <description><![CDATA[<p>Dahulu, tidak ada perhatian terhadap kesempatan siswa atau peranan siswa baik dalam kegiaan pembelajaran maupun ekstra, relevansinya sekarang, pendidik dapat memberikan keleluasaan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembeljaran, berdiskusi, bermain peran, berkolaborasi kemudian peran siswa dalam kegiatan ekstra, mengikuti even even yang diadakan dalam kesempatan ekstrakurikuler. Kedepanya menjadikan even even itu sebagai agenda tahunan, agar para siswa dapat maksimal untuk berperan didalamnya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:47:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3</title>
         <author>suhenda70</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418679</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman masa lalu sebenarnya sudah menerapakan program yang berdampak pada murid namun belum dihubungkan dengan kepemimpinan murid, perlu dieksplore terkait bagaimana program kepemimpinan murid ini selaras dengan dimensi propil pelajar pancasila dan keterampilan abad-21. Pengalaman masa kini akan lebih mengedepankan bagaimana program yang berdampak pada murid itu berdarkan suara, pilihan dan kepemilikan murid melalui diskusi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:47:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418679</guid>
      </item>
      <item>
         <title>iies</title>
         <author>iiesgustiyana08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418840</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangannya</p><p><strong>Perbedaan Tingkat Perkembangan</strong></p><p>Tidak semua anak memiliki tingkat perkembangan yang sama. Beberapa anak mungkin lebih siap untuk mengambil inisiatif, sementara yang lain masih membutuhkan bimbingan lebih intensif.</p><p>Langkah konkritnya</p><p><strong>Penciptaan Lingkungan yang Kondusif</strong></p><p>Ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan merangsang rasa ingin tahu anak-anak. Sediakan berbagai macam bahan ajar yang menarik dan sesuai dengan minat anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3115782536/89fed5f03d25594611aa54b831bfb62a/WhatsApp_Image_2024_06_25_at_20_40_58.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:47:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255418840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dedeh Septy </title>
         <author>dedehkurniasih49</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255419599</link>
         <description><![CDATA[<p>konsep kepemimpinan murid sangat berhubungan dengan masa lalu saya dalam praktik di sekolah yang biasanya dominan dalam mengambil keputusan, sekarang saya lebih terbuka untuk memberikan kesempatan kepada murid dalam pembelajaran namun tetap dalam pengawasan yang bertanggung jawab. untuk aplikasi program sekolah, saya dan kesiswaan berkolaborasi dalam mengarahkan dan mendampingi siswa dalam melaksanakan kegiatan OSIS atau  P5.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:48:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255419599</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnih Ayuningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255420305</link>
         <description><![CDATA[<p>2  tantangan yang dihadapi : Tidak semua guru dan staf memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya kepemimpinan murid, atau mungkin merasa kurang percaya diri dalam memfasilitasi perkembangan kepemimpinan siswa. Kurikulum yang padat dan tuntutan akademik yang tinggi seringkali menyulitkan sekolah untuk mengalokasikan waktu yang cukup untuk program kepemimpinan murid.</p><p>langkah konkret yang dilakukan, mengajak guru, staf, orang tua, dan siswa untuk terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program kepemimpinan. Sesuaikan program dengan kebutuhan dan minat masing-masing siswa, dan mengatur waktu seefektif mungkin</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:49:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255420305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yayu Rahayu</title>
         <author>yayurahayu57</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255420478</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Pengalaman di masa lalu dalam pendidikan sering kali lebih terfokus pada pendekatan pengajaran yang terpusat pada guru, di mana guru adalah satu-satunya pemegang otoritas dan sumber pengetahuan. Namun, seiring berjalannya waktu, ada peningkatan kesadaran akan pentingnya peran aktif murid dalam proses pembelajaran. Konsep kepemimpinan murid membawa perubahan paradigmatik dengan mendorong murid untuk berpartisipasi lebih aktif dan menjadi agen perubahan dalam lingkungan belajar mereka.</p><p>Di masa lalu, banyak program kepemimpinan murid berfokus pada kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi siswa, klub, atau tim olahraga. Ini memberikan murid kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan di luar kelas, namun jarang diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum dan aktivitas belajar sehari-hari di dalam kelas.</p><p>Relevansi Konsep Kepemimpinan Murid dalam Praktik di Sekolah</p><ol><li><p><strong>Meningkatkan Keterlibatan Murid:</strong></p><ul><li><p>Kepemimpinan murid meningkatkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, di mana murid merasa lebih bertanggung jawab dan termotivasi untuk berpartisipasi. Ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan kolaboratif.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pengembangan Keterampilan Abad 21:</strong></p><ul><li><p>Kepemimpinan murid relevan dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Keterampilan ini sangat penting untuk kesuksesan murid di masa depan.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pembelajaran Berbasis Proyek dan Kolaborasi:</strong></p><ul><li><p>Dalam praktik, kepemimpinan murid dapat diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek (PBL) dan aktivitas kolaboratif. Ini memberi murid kesempatan untuk memimpin tim, mengelola proyek, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.</p></li></ul></li><li><p><strong>Peningkatan Rasa Percaya Diri dan Kemandirian:</strong></p><ul><li><p>Melalui peran kepemimpinan, murid belajar untuk percaya pada kemampuan mereka sendiri, mengambil inisiatif, dan membuat keputusan yang informatif. Ini meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian mereka.</p></li></ul></li></ol><p>Mengaplikasikan Konsep Kepemimpinan Murid di Masa Depan</p><ol><li><p><strong>Integrasi dalam Kurikulum:</strong></p><ul><li><p>Menerapkan konsep kepemimpinan murid secara terintegrasi dalam kurikulum. Guru dapat mendesain aktivitas pembelajaran yang memungkinkan murid untuk mengambil peran pemimpin dalam proyek kelompok, diskusi kelas, atau kegiatan pembelajaran lainnya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pelatihan dan Pengembangan:</strong></p><ul><li><p>Menyediakan pelatihan dan pengembangan bagi guru untuk memahami dan menerapkan strategi kepemimpinan murid dalam pengajaran mereka. Pelatihan ini dapat mencakup teknik fasilitasi, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta metode pembelajaran aktif.</p></li></ul></li><li><p><strong>Program Mentoring:</strong></p><ul><li><p>Membangun program mentoring di mana murid senior atau yang lebih berpengalaman membimbing murid yang lebih muda. Ini membantu menciptakan budaya kepemimpinan di seluruh sekolah dan memberikan murid pengalaman praktis dalam memimpin.</p></li></ul></li><li><p><strong>Fasilitasi Partisipasi Murid dalam Pengambilan Keputusan:</strong></p><ul><li><p>Melibatkan murid dalam proses pengambilan keputusan di sekolah, seperti perencanaan kegiatan sekolah, evaluasi program, atau pengembangan kebijakan sekolah. Ini memberikan murid suara dan peran nyata dalam pengelolaan sekolah.</p></li></ul></li><li><p><strong>Pemanfaatan Teknologi:</strong></p><ul><li><p>Menggunakan teknologi untuk mendukung kepemimpinan murid. Platform digital dapat digunakan untuk proyek kolaboratif, diskusi online, dan pembelajaran jarak jauh, memberikan murid lebih banyak kesempatan untuk berperan aktif.</p></li></ul></li><li><p><strong>Kolaborasi dengan Komunitas:</strong></p><ul><li><p>Menghubungkan program kepemimpinan murid dengan komunitas lokal. Mengadakan proyek pelayanan masyarakat atau kolaborasi dengan organisasi lokal dapat memperluas wawasan dan pengalaman murid dalam memimpin.</p></li></ul></li><li><p><strong>Evaluasi dan Umpan Balik Berkelanjutan:</strong></p><ul><li><p>Melakukan evaluasi dan memberikan umpan balik berkelanjutan terhadap program kepemimpinan murid. Ini membantu untuk terus memperbaiki program dan memastikan bahwa mereka tetap relevan dan efektif dalam mendukung perkembangan murid.</p></li></ul></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1850695304/66d73f9565a5228361fd1dc81896087f/WhatsApp_Image_2024_12_07_at_08_00_19.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:49:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255420478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NANIH</title>
         <author>nanihspdi24</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255423040</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><br/></p><p>1.Apa pemahaman baru Anda tentang dampak positif dari program yang melibatkan kepemimpinan murid secara aktif? Pemahaman baru tentang rancangan program yang jarang melibatkan murid, murid seolah tak berdaya, padahal dengan membuat Program yang berdampak pada murid, yaitu dengan a) menguatkan yang ada. B) Mendorong Kebermaknaan, c) Implementasi kepemimpinan murid.A.VOICE adalah gagasan, pandangan, perhatian, keinginan, kebutuhan yang diekspresikan oleh murid melalui&nbsp; partisipasi aktif mereka di kelas, sekolah, komunitas, dan sistem pendidikan mereka, yang berkontribusi pada proses pengambilan keputusan dan secara kolektif memengaruhi hasilnya.CHOICE adalah kesempatan yang diberikan kepada murid untuk memilih cara dan proses mereka belajar, serta bagaimana mereka akan menunjukkan pemahaman merekaOWNERSHIPadalah &nbsp;saat murid terhubung (baik secara fisik, kognitif, atau sosial emosional) dengan apa yang sedang dipelajari, terlibat aktif dan menunjukkan minat dalam proses belajarnya sehingga ia merasa ‘memiliki’ proses</p></li><li><p>Tantangan ;</p><p>siswa jarang dilibatkan dalam kepemimpinan siswa yang cenderung kurang motivasi </p><p>Strategi anak2 dilibatkan, diberikan kesempatan dalam kegiatan program kepemimpinan murid. yang biasa kami lakukan pada kegiatan pentas seni, mereka jadi panitia</p></li><li><p>Bagaimana konsep ini mengubah cara Anda memandang peran Anda dalam mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid di sekolah?&nbsp;Konsep ini mengubah cara pandang tentang pentingnya mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid, Potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Peran kita adalah:</p><p>a. Mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuaidengan kodrat, konteks dan kebutuhannya</p><p>b. Mengurangi kontrol kita terhadap mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3114788869/b4dff968649e72d84e6a6972e2d6e8eb/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:51:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255423040</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NO 3</title>
         <author>lutfifauzi51</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255423532</link>
         <description><![CDATA[<p>Konsep kepemimpinan murid secara aktif telah mengubah cara saya memandang peran saya sebagai seorang pendidik dan pemimpin di sekolah. Sebelumnya, saya cenderung melihat peran saya lebih sebagai pemberi pengetahuan dan pengelola kelas, dengan fokus utama pada proses pengajaran dan evaluasi pembelajaran. Namun, setelah memahami lebih dalam tentang pentingnya kepemimpinan murid, saya kini melihat peran saya sebagai fasilitator dan mentor yang bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kepemimpinan murid.</p><p><strong>Peran Saya sebagai Fasilitator dalam Mengembangkan Kepemimpinan Murid</strong></p><p>Saya menyadari bahwa tugas saya tidak hanya untuk mengajarkan mata pelajaran, tetapi juga untuk memfasilitasi kesempatan bagi murid untuk mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan kegiatan sekolah. Ini berarti saya perlu menciptakan ruang bagi mereka untuk berlatih kepemimpinan melalui berbagai aktivitas dan memberi mereka kepercayaan untuk membuat keputusan yang berdampak.</p><p><strong>Memberikan Dukungan dan Mentoring</strong></p><p>Sebagai pendidik, saya melihat peran saya juga sebagai mentor yang dapat memberikan arahan dan dukungan kepada murid dalam perjalanan mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan. Ini mencakup mendampingi murid dalam menghadapi tantangan, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta mengapresiasi usaha mereka. Kepemimpinan murid bukan hanya tentang mengambil posisi tertentu, tetapi juga tentang bagaimana mereka menginspirasi, mengorganisir, dan berkolaborasi dengan orang lain.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:52:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255423532</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Bahar  Sungkowo : Jawaban nomor 1</title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255423851</link>
         <description><![CDATA[<p>Hal baru yang saya dapatkan dalam  modul 3.3. ini adalah bahwa dalam pembelajaran pada era Merdeka Belajar murid di percaya dalam mengelola pembelajaran berbasis murdi dengan konsep kepemimpinan murid. Dalam P5 , murid berperan aktif dalam merencanakan, melaksanakan dan melaporkan proyek pembelajaran P3 . Kepemimpinan murid adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan memimpin  dalam pembelajaran, kegiatan dan pengelolaan program ekstrakurikuler, ko kurikuler dan intra kurikuler, peserta didik diberi kepercayaan penuh untuk  mensukseskan dalam kegiatan proyek proyek belajar. </p><p>Peran guru adalah mendampingi, mengarahkan dan memberikan kepercayaan kepada murid. </p><p>Peran guru adalah memberikan panduan, memberikan rule (aturan) dan bagaimana indikator keberhasilan. </p><p>Peserta didik mengelola dengan kegiatan kelompok, dan menjadi pemain utama dalam proyek-proyeknya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/563beb3e43ae6723d35fec7a0244e6f7/Kid_prerneur.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:52:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255423851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Karwatisari</title>
         <author>rinakarwatisari84</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255426671</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Banyak hal baru yang saya peroleh di modul ini. saya jadi paham Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana merancang dan mengimplementasikan program sekolah yang benar-benar berpusat pada murid dan menghasilkan perubahan yang signifikan dalam pembelajaran mereka. menguatkan yang sudah ada (spirit), mendorong kebermaknaan (komitmen), implementasi kepemimpinan murid (kontekstual). sayajuga jadi paham karakteristik lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid</p></li><li><p>tantangan yang saya rasakan dukungan dari lingkungan dan warga sekolah, perbedaan persepsi (berbeda itu indah), tidak semua guru memiliki keterampilan yang memadai untuk merancang program yang efektif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2015169093/9fc17e773ed7ac96a927f616cfec3609/WhatsApp_Image_2023_10_10_at_10_21_31.jpeg" />
         <pubDate>2024-12-11 08:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255426671</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karnih Ayuningsih</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255427226</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>Saya pernah menjadi bagian dari organisasi siswa, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, atau memiliki pengalaman memimpin kelompok belajar. Pengalaman ini dapat memberikan  pemahaman langsung tentang bagaimana rasanya menjadi seorang pemimpin dan tantangan apa yang sering dihadapi. saya telah mengamati bagaimana siswa merespons ketika diberikan kesempatan untuk mengambil inisiatif atau memimpin. menerapkan beberapa praktik yang mendukung pengembangan kepemimpinan murid, terhubung dalam praktik di sekolah Siswa diharapkan tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku pembelajaran yang aktif. Kepemimpinan murid memberikan siswa kesempatan untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam proses pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 08:56:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255427226</guid>
      </item>
      <item>
         <title>iies</title>
         <author>iiesgustiyana08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255433281</link>
         <description><![CDATA[<ol start="3"><li><p>kalau dulu saya selalu menentukan apapun yang akan dilaksanakan di kelas, namun kini saya akan mengaplikasinya dengan memberikan kesempatan kepada siswa <strong>Memilih aktivitas yaitu </strong>membiarkan anak-anak memilih aktivitas yang ingin mereka lakukan pada waktu tertentu, misalnya bermain di pusat pasir, membaca buku, atau menggambar.</p></li></ol><p><strong>Membuat jadwal sederhana yaitu saya </strong> melibatkan anak-anak dalam membuat jadwal kegiatan sehari-hari, seperti menentukan waktu bermain, makan, dan istirahat.</p><p><strong>Memilih makanan yaitu  </strong>Anak-anak dapat memilih makanan kesukaan mereka untuk bekal makan siang.</p><p><strong>Memilih lagu untuk dinyanyikan, saya </strong>membiarkan anak-anak memilih lagu yang ingin mereka nyanyikan bersama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-11 09:01:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255433281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahar Sungkowo : Jawaban nomor 2</title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255437207</link>
         <description><![CDATA[<p>Tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran dengan kepemimpinan murid adalah :</p><ol><li><p>Siswa kurang aktif dan kreatif serta masih terkesan takut dan pasif serta hanya berharap pemberian dari guru. Dalam sekolah yang sederhana di kampung , murid masih malu-malu dan bingung dalam memberikan tanggungjawab,khususnya kelas 7 dan 8. Student Agency ini masih belum efektif.</p></li><li><p>Kepemimpinan OSIS terkadang juga belum mampu mengusulkan ide dan gagasan-gagasan yang kreatif dalam program-program OSISnya, guru masih dominan dalam mengatur program OSIS. Apa yang tidak jalan dari Student AGency: pertama, kualitas generasi ke generasi pergantian OSIS adalah ada kalanya bagus, ada kalanya kurang. Kegiatan ekstrakurikuler juga belum memberikan dampak dalam kepemimpinan organisasi ekstrakurikuler. Siswa SMP masih belum maksimal Student Agency dan kepemimpinan murid.</p></li><li><p>Konsep kepemimpinan dengan Student Agency dengan pengelolaan organisasi dengan Pimpinan/ketua dan anggota organisasinya belum dipercaya oleh beberapa guru. Gurupun belum memahami student Agency dan kepemimpinan murid. Apa ide kreatifnya? 1. Mengadakan LDKS dengan melibatkan unsur Angkatan Bersenjata atau POLRI, dengan kegiatan yang memberikan kepercayaan diri dan pengelolaan organisasi. Bagaimana kepemimpinan organisasipun dilakukan bagaimana pemimpin menjalankan kepemimpinannya. 2. Adanya setengah semester mata pelajaran tambahan di rumpun IPS, dengan materi menejemen kepemimpinan sehingga anggota OSIS dan kelas 9 dapat meneriman materi kepemimpinan dan organisasi.  3. memasang quote-quote tentang kepemimpinan murid dan di modul dan soal ulangan disematkan kalimat kalimat penyemangat tentang kepemimpinan. Mengadakan IHT memanggil pengawas untuk menjelaskan Kepemimpinan murid dan Student Agency. 4, Estrakurikuler pramuka diatarkan dantekankan kepada kepemimpinan dan student agency pada kompetensi kepramukaan.</p><p>Demikian terima kasih. Wallahu alam.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/4e8efee29bd994725ee1b73ce3003cdd/Linmaster.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 09:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255437207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bahar Sungkowo : Jawaban no.3</title>
         <author>baharspd08</author>
         <link>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255448820</link>
         <description><![CDATA[<p>Student Agency belum dikenal, tapi kepemimpinan dengan membentuk Organisasi OSIS, organisasi ekstrakurikuler, dan organisasi Pramuka. Waktu lalu, saya masih menjadi subyek dalam pelaksanaan proyek sekolah sedangkan murid atau peserta didik adalah obyek yang menyukseskan program sekolah. Misalnya saya memegang program kebugaran, saya menyusun program dan waktu pengetesan kebugaran, sedangkan murid melakukan tes kebugaran hanya sebagai obyek yang harus menghasilkan hasil tes yang baik. Jadi meskipun ada ekstrakurikuler , guru yang aktif (Teacher Agency) sementara murid hanya sebagai obyek saja.</p><p>Sekarang setelah memahami kepemimpinan murid dengan student Agency (organisai berbasis kepemimpinan murid), relevansinya sangat besar. Program-program kepemimpinan dengan wadah Program pemimpin masa depan, kegiatan klub-klub olahraga dan seni serta club literasi yang dikelola oleh peserta didik dengan program-program jangka panjang dan jangka pendek. Student Agency yang memayungi semua klub-klub peserta didik adalah OSIS , sehingga StudetAgency terbesar disekolah adalah OSIS dengan jabatan presiden OSIS, Mentri OSIS dan MPR./DPR OSIS nya. Saya mendukung dan berperan aktif dalam program OSIS dan klub-klub olahraga, seni dan keagamanaan.</p><p>Guru sebagaimana filosofi KHD yakni : Tur wuri Handhayani, dibelakang dengan mendorong menuju kesuksesan. Guru memberikan kepercayaan, keleluasaan dalam menata organisasi dengan baik. Tentunya student Agency harus selalu memberikan progress Report kepada guru dalam hal ini Wakasek Kemuridan. Penekanan dalam student Agency adalah :</p><p>Kepercayaan</p><p>Kemandirian</p><p>Tanggungjawab</p><p>Integritas dan</p><p>Kekompakan kolaborasi </p><p>Inquiri apresiatif</p><p><br/></p><p>Demikian Wallahu Alam Bis Showab</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3136105101/4ba60bcacc9fe99360504a4f05317017/p1qese75fb.jpg" />
         <pubDate>2024-12-11 09:17:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kspstkns110/ijr17huso21fly8g/wish/3255448820</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
