<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Modul.5 KP.1 Pengantar Perecanaan Pembelejaran. by noerlella 84</title>
      <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-01 02:39:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-01 08:44:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Iis Nurmalasari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533530902</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dilakukan secara sistematis dan terstruktur agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.saya merencanakan pembelajaran dengan terlebih dahulu menyiapkan materi ajar, tujuan pembelajaran yang ingin di capai, menyediakan media pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, dan menyiapkan asesmen baik asesmen formatif maupun sumatif untuk mengukur pemahaman murid </p></li><li><p>Dalam merancang pembelajaran, ada beberapa <strong>prinsip utama</strong> yang perlu diperhatikan agar proses pembelajaran menjadi efektif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, yaitu prinsip pembelajaran Berkesadaran, bermakna dan menggembirakan</p></li><li><p>ya sudah, dengan menggunakan prinsip pembelajaran mendalam, sudah mendorong murid untuk lebih berpikir kritis dan kreatif</p></li><li><p>Dalam pembelajaran yang berkualitas dan modern, murid diposisikan sebagai subjek aktif atau pusat dari proses belajar, bukan sekadar penerima informasi. Ini dikenal sebagai prinsip “pembelajaran yang berpusat pada peserta didik” (student-centered learning).</p></li><li><p>ada beberapa tantang yang di hadapai yaitu keterbatasan waktu, keberagaman karakter siswa, motivasi belajar yang kurang , masih terjadinya teacher center, kurang nya rasa percaya diri siswa</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:35:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533530902</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irma</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533532385</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perencanaan biasanya dilakukan dengan menganalisis kurikulum, melihat CP dan diuraikan menjadi TP. Kemudian menentukan topik, metode dan strategi pembelajaran, media, dan sumber belajar serta menyusun asesmen.</p></li><li><p>Prinsip yang saya gunakan adalah relevansi dengan kehidupan sehari-hari, student center, inovatif, reflekti dan menyenangkan.</p></li><li><p>Ya, sudah. Karena selain strategi pembelajaran yang mendorong murid menjadi kritis, kreatif dan mendalam juga diperlukan media pembelajaran yang inovatif.</p></li><li><p>Murid di posisikan sebagai pusat dari pembelajaran atau student center sedangkan guru menjadi fasilitator.</p></li><li><p>Tantangan yang sering saya hadapi adalah perbedaan tingkat kemampuan murid, waktu yang terbatas dan sumber belajar yang kurang memadai.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:38:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533532385</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitriyah Maylani, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533533511</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Memahami Profil Murid dan Kebutuhannya,Merumuskan Tujuan Pembelajaran secara Holistik,Merancang Aktivitas yang Mendorong Proses Berpikir Tingkat Tinggi,Menyiapkan Asesmen Formatif yang Mendorong Refleksi,dan Merancang Lingkungan Belajar yang Memberdayakan Murid.</p></li><li><p>Berkesadaran,Bermakna, dan menggembirakan.</p></li><li><p>Sudah.Karena saya berharap strategi pembelajaran yang saya gunakan  mampu membentuk <strong>murid yang berpikir kritis, kreatif, dan mendalam</strong>, tidak hanya di kelas, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.</p></li><li><p>Dalam proses belajar, saya memposisikan murid sebagai <strong>subjek utama dan pelaku aktif</strong> dalam pembelajaran, bukan sekadar penerima materi dari guru. Murid saya pandang sebagai individu yang memiliki potensi, pengalaman, minat, dan cara belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pembelajaran harus <strong>berpihak pada murid</strong> dan memberikan ruang bagi mereka untuk <strong>menemukan, mencoba, bertanya, gagal, memperbaiki, dan tumbuh</strong>.</p></li><li><p>Beberapa tantangan yang sering saya hadapi antara lain:Keragaman Karakteristik Murid, dan menyusun kerangka asesmen formatif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:40:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533533511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ina</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535053</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembalajaran di kelas dengan cara melihat TP terlebih dahulu lalu membuat konsep pemebelajarannya.</p></li><li><p>Prinsip pembelajaran yang saya gunakan dalam merancang pembelajaran adalah prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.</p></li><li><p>Strategi yang saya gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif dan mendalam. Salah satu contohnya murid sudah berani mengemukakan pendapatnya ketika guru memberikan suatu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.</p></li><li><p>Posisi murid dalam pembelajaran adalah sebagai subjek aktif yang memilik peran pentring dalam proses belajar bukan hanya penerima informasi pasif. Dimana siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Tantangan yang sering saya hadapi dalam merancang pembelajaran adalah berbedanya kemampuan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Ada murid yang bisa menangkap pembelajaran dengan cepat ada jga yang masih perlu bimbingan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:42:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eva Retnaningsih H</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535183</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Dimulai dengan tujuan pembelajaran ,analisis karakteristik siswa,pemilihan materi dan metode pembelajaran,hingga merencanakan pembelajarn,</p><p>2.Prinsip yang digunakan berkesadaran,bermakna dan menggembirakan.</p><p>3. sudah, karena strategi yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran</p><p>4.sebagai pusat atau objek utama dalam melaksanakan pembelajaran.</p><p>5.Hal yang paling menjadi tantangan yaitu keragaman karakteristik siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:42:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535183</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indri Yati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535185</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;</p><p>Biasanya, perencanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan CP kemudian mennetukan TP dan  ATP. Guru merancang tujuan, materi, metode, dan penilaian  yang akan digunakan untuk pembelajaran.</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Prinsip yang digunakan biasanya adalah menggembirakan dan juga berpusat pada murid serta kontekstual dengan kehidupan sehar-hari.</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;</p><p>Sebagian strategi sudah mengarah ke sana, misalnya:</p><ul><li><p>Diskusi kelompok</p></li><li><p>Proyek sederhana</p></li><li><p>Pertanyaan pemantik</p><p>Namun, strategi ini kadang belum konsisten atau hanya dilakukan sesekali. Ada kecenderungan lebih fokus pada hasil akhir, bukan proses berpikir.</p></li></ul></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;</p><p>Murid seharusnya diposisikan sebagai subjek yang aktif dan reflektif. Mereka bukan hanya penerima informasi, tetapi juga:</p><ul><li><p>Penanya</p></li><li><p>Pemecah masalah</p></li><li><p>Pemikir<br>Namun dalam praktik, sering kali kita sebagai guru masih mengarahkan terlalu banyak, sehingga ruang eksplorasi murid menjadi terbatas.&nbsp;</p></li></ul></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>Beberapa tantangan umum:</p><ul><li><p>Keterbatasan waktu (harus mengejar target kurikulum)</p></li><li><p>Beban administratif</p></li><li><p>Variasi kebutuhan murid yang luas</p></li><li><p>Kurangnya referensi atau contoh pembelajaran mendalam</p></li><li><p>Kebiasaan lama (guru lebih nyaman berceramah).</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:42:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535185</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535428</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menganalisis CP, menentukan tujuan pembelajarannya, menentukan materi yang sesuai, model dan metode yang akan digunakan kemudian kegiatan pembelajaran yang diharapkan, asesmen apa yang akan digunakan, refleksi dan evaluasi.</p></li><li><p>prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan</p></li><li><p>- Memberikan ruang bagi murid untuk bertanya, menganalisis, dan mengevaluasi. Mendorong eksplorasi ide dan solusi kreatif. Mengaitkan materi dengan konteks nyata. </p></li><li><p>Murid diposisikan subjek bukan objek sebagai pusat dari proses belajar, diberi ruang untuk berekspresi, dan mendukung kebutuhan belajar murid sesuai potensinya.</p></li><li><p>keterbatasan sumber daya, mindset guru, keterlibatan siswa yang beragam ada yang aktif dan tidak, dalam merancang pembelajaran yang menarik dan kreatif, serta kesediaan teknologi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:43:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>N. Eva Fahrunnisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535683</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Memahami tujuan pembelajaran terlebih dahulu, mengidentifikasi kebutuhan murid, merancang serangkaian kegiatan pembelajaran dan merancang asesmen, refleksi serta evaluasi</p></li><li><p>berpusat pada murid, dan berkesadaran</p></li><li><p>iya, namun hanya di beberapa pelajaran saja dan itupun hanya beberapa murid yang aktif</p></li><li><p>mengubah posisi murid bukan hanya sebagai konsumen tapi juga sebagai pencipta dan produsen</p></li><li><p>keterbatasan waktu, merancang asesmen yang tepat, membangun keterlibatan dan motivasi murid serta kekhawatiran terhadap hasil akhir dari pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:44:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535860</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>- Menetapkan dan menganalisis Tujuan Pembelajaran</p><p>-Menganalisis Karakteristik Peserta Didik</p></li><li><p>Perhatian,motivasi,keaktifan,keterlibatan langsung </p></li><li><p>Strategi pembelajaran yang digunakan sudah cukup mendukung perkembangan berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, namun masih perlu ditingkatkan melalui variasi aktivitas yang lebih menantang, pertanyaan tingkat tinggi, dan ruang bereksplorasi agar setiap murid dapat mengembangkan potensinya secara optimal.</p></li><li><p>Murid ditempatkan sebagai pusat pembelajaran (studentcentered learning), aktif, mandiri, kolaboratif, dan reflektif, dengan guru sebagai fasilitator yang mendukung mereka mencapai pemahaman mendalam.</p></li><li><p>Tantangan terbesar adalah mendesain pembelajaran yang dapat menyesuaikan kebutuhan beragam murid, tetap bermakna, sesuai target kurikulum, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, dengan dukungan media dan asesmen yang memadai.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:44:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533535860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwin windiawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533536271</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Menyusun rencana pembelajaran dan menyediakan alat peraga yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam rencana pembelajaran</p></li><li><p>Prinsipnya dalam pembelajaran adanya kesadaran, bermakna dan menggembirakan</p></li><li><p>Sudah, dengan cara memberikan pertanyaan, umpan balik dan eksperimen</p></li><li><p>Murid sebagai pusat perhatian </p></li><li><p>Pembiayaan, waktu, beban administrasi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:45:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533536271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cici</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533537013</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu, dari mulai menyiapkan materi, menyusun TP, dan menyiapkan media belajar serta sumber lain yang ingin digunakan.</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran? prinsip pembelajaran yang berpusat pada murid, dan pembelajaran yang kontekstual.</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?&nbsp;&nbsp;menurut saya apabila pembelajaran berpusat pada murid pasti mendorong mereka lebih aktif, dan menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;menempatkan mereka sebagai pusat dan subjek bukan hanya sebagai penerima yang pasif.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;apabila ada metode yang kurang cocok , mengelola prilaku murid, kemampuan murid yang berbeda-beda, sumber yang kurang mendukung.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:46:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533537013</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adah Saadah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533537916</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Biasanya , perencanaan pembelajaran dimulai dengan mengidentifikasi tujuan pembelajaran, kemudian memilih materi dan metode pengajaran yang sesuai dengan murid, serta merancang asesmen untuk mengukur pemahaman murid.</p></li><li><p>2.Prinsip yang digunakan meliputi relevansi materi dengan kehidupan murid , keterlibatan aktif murid dalam proses belajar, berkesadaran, bermakna, dan mengembirakan untuk mendukung keberhasilan proses  pembelajaran.</p></li><li><p>strategi yang digunakan yaitu evaluasi diri, berpusat pada murid, interaktif dan menyenangkan.</p></li><li><p>murid diposisikan sebagai subjek aktif dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Tantangan yang dihadapi waktu dan perbedaan karakter dan kemampuan murid .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:46:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533537916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ai  Agustin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533539480</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Saya biasanya merencanakan pembelajaran di kelas,melibatkan beberapa tahapan, mulai dari identifikasi tujuan pembelajaran, analisis kebutuhan siswa, pemilihan materi dan metode, hingga penyusunan instrumen penilaian.&nbsp;</p><p>2.menekankan pada pemahaman yang mendalam dan bermakna, bukan sekadar hafalan. Tiga prinsip utama dalam pembelajaran mendalam adalah: <strong><mark>berkesadaran , bermakna  dan menggembirakan </mark></strong>&nbsp;</p><p>3.Belum ,karena ketiga prinsip pembelajarn mendalam belum terealisasi.</p><p>4.Guru dapat memposisikan murid dalam pembelajaran yang berpusat pada murid dengan beberapa cara, antara lain dengan <strong><mark>menciptakan lingkungan belajara yang menyenangkan.</mark></strong>.</p><p> Guru juga berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mendampingi, bukan hanya mentransfer informasi.&nbsp;</p><p>5.tantangan yang sering di hadapi ,</p><p>.Kesiapan guru dan keterbatasan fasiitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:50:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533539480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sisma Nuraftiani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533539871</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Merencanakan pembelajaran di kelas yaitu dengan menentukan tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik siswa, memilih Dan menyusun materi ajar, Dan memilih metode Dan media pembelajaran.</p></li><li><p>principal utama yang dalam merancang pembelajaran yaitu: berpusat padat siswa, struktur dan sistematis, relevant Dan kontekstual, beragam, interaktif, Dan kolaboratif. </p></li><li><p>ya, sudah karena strategi yang saya gunakan sudah mendorong murid untuk menjadi Kritis, kreatif Dan mendalam karena perlu media pembelajaran yang menyenangkan Dan inovatif.</p></li><li><p>Dalam proses pembelajaran saya sudah memberikan peluang murid untuk berprilaku aktif dalam proses pembelajaran, Dan mengembangkan pengetahuan murid untuk bisa mengaitkan dengan pengelaman, dengan cara belajar murid itu sendiri. </p></li><li><p>Beberapa tantangan yang saya hadapi adalah banyak keanekaragaman karakteristik siswa dalam menyusun Asesmen formatif yang saya berikan kepada murid. </p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:50:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533539871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nazla nur sadiah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533539891</link>
         <description><![CDATA[<p>1.<strong> Menetapkan dan Menganalisis Tujuan Pembelajaran</strong></p><p>Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar atau capaian pembelajaran dari kurikulum yang berlaku. Tujuan harus jelas dan menjadi acuan utama bagi semua kegiatan pembelajaran. </p><p>Rumusan tujuan sebaiknya menggunakan kata kerja operasional yang mencerminkan keterampilan berpikir. Misalnya, menganalisis, menjelaskan, menyusun, membandingkan.</p><p><strong>2. Menganalisis Karakteristik Peserta Didik</strong></p><p>Analisis mencakup faktor usia, tingkat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional, latar belakang budaya, serta kebutuhan khusus. Hasil analisis ini digunakan untuk menyusun strategi diferensiasi atau penyesuaian kegiatan belajar agar semua siswa dapat terlibat secara optimal. Karakteristik juga memengaruhi gaya belajar dan kecepatan memahami materi.</p><p><strong>3. Menyusun Materi dan Sumber Belajar</strong></p><p>Materi pembelajaran dipilih berdasarkan kurikulum namun dapat diperkaya dengan sumber lain, seperti artikel ilmiah, berita aktual, studi kasus, atau media interaktif. </p><p>Pemilihan materi mempertimbangkan kebermanfaatan, tingkat kesulitan, dan keterkaitan dengan konteks kehidupan siswa. </p><p><strong>4. Memilih Metode dan Strategi Pembelajaran</strong></p><p>Strategi pembelajaran merupakan pendekatan keseluruhan yang mencakup metode, teknik, dan model pembelajaran. Misalnya, strategi pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau pembelajaran kooperatif. </p><p><strong>5. Menentukan Media dan Alat Pembelajaran</strong></p><p>Media dipilih untuk mendukung penyampaian materi agar lebih konkret dan mudah dipahami. Media dapat berupa digital atau non-digital. Penggunaan media harus mempertimbangkan ketersediaan alat dan kesiapan guru maupun siswa dalam mengakses dan menggunakannya.</p><p> </p><p><strong>2.  1. Motivasi</strong></p><p> Ada dua jenis motivasi yang harus dipahami, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.&nbsp;</p><p>Motivasi intrinsik yang juga dikenal sebagai motivasi murni ini, adalah motivasi yang muncul dari diri siswa sendiri. </p><p><strong>2. Belajar Aktif</strong></p><p>Belajar aktif bisa dari segi kegiatan fisik seperti membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Dan belajar aktif dari segi kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan dan kegiatan psikis yang lain. </p><p><strong>3. Peragaan</strong></p><p>Yang dimaksud prinsip peragaan adalah suatu cara yang dilakukan oleh Guru Pintar untuk memberikan kejelasan secara realita terhadap pesan yang disampaikan sehingga dapat lebih mudah dimengerti dan dipahami siswa. </p><p><br/></p><p><strong>3.Mendorong Pemikiran Kritis:</strong></p><ul><li><p><strong>Pertanyaan Terbuka:</strong></p><p>Apakah strategi pembelajaran mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan yang membutuhkan analisis, evaluasi, dan sintesis informasi?&nbsp;</p></li><li><p><strong>Diskusi dan Debat:</strong></p><p>Apakah strategi pembelajaran menyediakan ruang untuk diskusi dan debat yang memungkinkan siswa saling bertukar pikiran dan menguji ide-ide mereka?&nbsp;</p></li><li><p><strong>Studi Kasus dan Pemecahan Masalah:</strong></p><p>Apakah strategi pembelajaran melibatkan studi kasus atau masalah dunia nyata yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam mencari solusi?&nbsp;</p></li></ul><p>4 ciptakan lingkungan belajar yang mendukung </p><p>berikan peran aktif kepada murid </p><p>dorong siswa untuk bertanya </p><p>5.Tantangan nya mungkin ketika mengondisikan anak-anak yang kurang memahami atau yang kurang fokus pada pembelajaran </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:50:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533539891</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533541559</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?&nbsp;&nbsp;</p><p>Menentukan Tujuan Pembelajaran</p><p>Mendiagnosis Kebutuhan Belajar Siswa</p><p>Merancang Kegiatan Pembelajaran</p><p>Merencanakan Asesmen</p><p>Melakukan Diferensiasi</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Berpusat pada Siswa (Student-Centered)</p><p>Berorientasi pada Tujuan yang Jelas</p><p>Relevan dan Kontekstual</p><p>Fleksibel dan Adaptif</p><p>Mengintegrasikan Asesmen</p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p>Mendorong Berpikir Kritis</p><p>Mendorong Berpikir Kreatif</p><p>Mendorong Berpikir Kreatif</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?&nbsp;</p><p>Dalam proses belajar, kita harus memposisikan murid sebagai <strong>pusat dari pembelajaran</strong> atau <strong>subjek belajar</strong>. Ini adalah pergeseran dari pendekatan tradisional di mana guru menjadi pusat dan murid hanya menerima informasi secara pasif.</p><p>Berikut adalah beberapa cara praktis untuk memposisikan murid sebagai subjek belajar:</p><p><br/></p><p><strong>1. Menjadikan Murid sebagai Peneliti dan Penjelajah</strong></p><p><br/></p><p>Alih-alih memberikan semua jawaban, berikanlah pertanyaan pemantik atau masalah yang harus mereka selidiki sendiri. Dorong mereka untuk mencari sumber informasi, melakukan eksperimen, atau berdiskusi untuk menemukan solusi. Dengan begitu, murid akan merasa memiliki peran aktif dalam membangun pengetahuan mereka, bukan sekadar menghafal fakta.</p><p><br/></p><p><strong>2. Memberikan Otonomi dan Pilihan</strong></p><p><br/></p><p>Berikan murid kesempatan untuk memilih. Contohnya, mereka bisa memilih topik proyek yang ingin mereka kerjakan, metode presentasi, atau cara mereka menunjukkan pemahaman. Ketika murid merasa memiliki kendali atas proses belajar mereka, motivasi internal mereka akan meningkat dan mereka belajar dengan lebih bertanggung jawab.</p><p><br/></p><p><strong>3. Mengajak Murid untuk Berkolaborasi</strong></p><p><br/></p><p>Belajar adalah proses sosial. Posisikan murid untuk bekerja sama dalam kelompok, memecahkan masalah bersama, dan saling mengajar. Dalam proses ini, mereka tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari teman sebaya. Murid juga belajar keterampilan sosial seperti berkomunikasi, bernegosiasi, dan menghargai pendapat orang lain.</p><p><br/></p><p><strong>4. Mendorong Murid untuk Reflektif dan Memberikan Umpan Balik</strong></p><p><br/></p><p>Setelah sebuah pembelajaran selesai, ajak murid untuk merefleksikan apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka mempelajarinya. Minta mereka untuk mengevaluasi diri sendiri dan memberikan umpan balik tentang strategi pembelajaran yang digunakan guru. Ini tidak hanya membantu mereka memahami proses belajar mereka, tetapi juga membuat mereka merasa dihargai sebagai bagian penting dari proses pendidikan.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?&nbsp;&nbsp;</p><p>Keterbatasan Waktu dan Kurikulum yang Padat</p><p>Beban Administrasi yang Tinggi</p><p>Mindset Konvensional dan Tuntutan Nilai Akhir</p><p>Kurangnya Sumber Daya dan Keterampilan</p><p>Lingkungan Kelas yang Belum Kondusif</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:54:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533541559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NURLAELA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533542054</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya biasanya merencanakan pembelajaran dikelas?</p></li></ol><p>untuk merencanakannya saya sebelum proses pembelajaran di mulai menyiapkan materi yang diajarkan terlebih dahulu  lalu tujuan pembelajaran yang akan di capai dan menyiapkan bahan ajar atau media alat pembelajaran dan melaksanakan asesmen baik itu di print out atau tertulis dan tes lisan</p><ol start="2"><li><p>Prinsip apa yang kita gunakandalam merancag pembelajaran.</p><p>mempergunakan kabiasaaan sehari-hari mulai dari jadwal piket agar kebersihan tetap terjaga</p></li><li><p>apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berfikir kritis dalam pembelajaran mendalam?</p><p>belum, masih banyak yang harus saya pelajari dan untuk mendorong murid agar lebih berfikir secara kritis misalnya murid menceritakan pengalamannya sendiri baik itu secara lisan atau tulisan</p></li><li><p>bagaimanaa kita memposisikan murid dalam belajar</p><p>murid di posisikan secara acak atau campuran agar temannya yang masih kurang dalam segi pembelajaranya di campurkan dengan yang sudah mampu dengan melihat kemampuannya, dan melakukan tutor sebaya</p></li><li><p>tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merncang pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan? </p><p>tantangan yang sering di hadapi adalah keragaman karakteristik murid yang selalu ingin melakukan bermain saat pembelajaran berlangsung.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:55:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533542054</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Neng Ely Heryani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533542057</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dengan menyusun rencana pembelajaran terlebuh dahulu, menyiapkan alat peraga yang dibutuhkan.</p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam pembelajaran yaitu dengan prinsip kesadaran, bermakna, dan menggembirakan </p></li><li><p>Sudah, dengan cara memberikan tugas proyek kepada peserta didik, refleksi dan umpan balik, memberikan pilahan dan tantangan kepada peserta didik.</p></li><li><p>Murid sebagai subjek yang aktif, murid sebagai pemecah masalah,</p></li><li><p>Tantangan yang sering saya hadapi targetnya administrasi, keterbatasan waktu dan sumber daya, kurangnya dukungan sistem.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:55:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533542057</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533543152</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>perencanaan pembelajaran biasanya dilakukan melalui beberapa tahap yaitu : menentukan tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik peserta didik,menentukan materi pembelajaran,memilih metode dan model pembelajaran, menyiapkan media dan model pembelajaran, menyusun RPP, kemudian membuat jadwal.</p></li><li><p>prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran yaitu akti, kreatif, inovatif dan menyenangkan.</p></li><li><p>Strategi pembelajaran yang saya gunakan melibatkan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang menantang murid untuk menganalisis, membandingkan, dan mengevaluasi informasi. Saya juga memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan pendapat, menyusun argumen, serta menyampaikan ide-ide baru melalui proyek dan tugas.</p></li><li><p>saya memposisikan murid sebagai pusat dari seluruh aktivitas belajar. Murid bukan lagi dipandang sebagai objek</p></li><li><p>perbedaan karakteristik murid juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam satu kelas, terdapat murid dengan latar belakang, kemampuan, minat, dan kebutuhan belajar yang sangat beragam.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:57:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533543152</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Juli Nurzili</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533543310</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Biasanya saya membuat modul pembelajaran kemudian membuat media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid dan melakukan asesmen formatif kepada murid.</p></li><li><p>berkesadaran,bermakna,dan menyenangkan</p></li><li><p>  strategi yang saya gunakan sudah mendorong murid berfikir kritis,kreatif dan  mendalam dalam hal menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.</p></li><li><p>Murid dilibatkan aktif dalam materi pembelajaran agar tercipta  proses pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran,bermakna, dan  menyenangkan.</p></li><li><p>keterbatasan waktu menjadi tangtangan dalam merancang PM karena pembelajaran menjadi terburu-buru dan berorientasi hasil,bukan proses.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:58:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533543310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vivi Kartikasari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533543451</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya merancang pembelajaran dikelas biasanya saya membuat modul ajar terlebih dahulu kemudian membuat LKPD.</p></li><li><p>Dalam merancang pembelajaran prinsip yang saya gunakan adalah menggunakan pembelajaran mendalam</p></li><li><p>sudah, karena strategi yang saya gunakan  siswa dapat memahami konsep materi secara menyeluruh.</p></li><li><p>Murid dilibatkan aktif dalam materi pembelajaran agar terciptanya proses pembelajaran yang berkesaadaran, bermakna dan menyenangkan.</p></li><li><p>Tantangan yang saya hadapi adalah kesenjangan kemampuan murid, diamana satu kelas itu memiliki latar belakang, minat dan kemampuan yang berbeda sehingga sulit merancang pembelajaran yanb bermakna dan menyenangkan untuk semua murid secara sekaligus.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 04:58:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533543451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Euis hodijah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533544691</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya dilakukan melalui beberapa tahap sistematis untuk memastikan proses belajar berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam merencanakan pembelajaran di kelas:</p><p><strong> Menentukan Tujuan Pembelajaran</strong></p><ul><li><p>Mengacu pada <strong>CP (Capaian Pembelajaran)</strong> dalam Kurikulum Merdeka atau <strong>KI/KD</strong> .</p><p><br/></p><p>2.Dalam merancang pembelajaran yang efektif dan bermakna, guru perlu berpegang pada <strong>prinsip-prinsip pembelajaran</strong>. Berikut adalah prinsip-prinsip utama yang biasanya digunakan, terutama dalam konteks <strong>Kurikulum Merdeka</strong>:</p><p>-Berpusat  pada murid</p><p>-Aktif dan fartisifasif</p><p>-kontektual</p><p>-kolaborasi</p><p>-di perensiasi</p><p>-pembelajaran berbasis masalah</p><p>-refleksi</p><ol start="3"><li><p>ya sudah dengan menggunakan perinsip pembelajaran mendalam ,sudah memdorong untuk lebih berpikir kritis dan kreatif</p></li><li><p>Dalam pembelajaran yang berkualitas dan moderen di posisikan sebagai subjek aktif atau pusat dari proses belajar, bukan sekedar penerima imformasi.</p></li><li><p>beberapa tantangan yang sering saya hadapi antara lain; keragaman karakteristik murid, dan menyusun kerangka asesmen formatif.</p></li></ol></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 05:01:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533544691</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUSI SULASTRI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533546988</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Biasanya dalam merencanakan pembelajaran dikelas yang pertama menetukan tujuan pembelajaran terlebih dahulu, menentukan strategi pembelajaran, menentukan asesmen dan buku sumber.</p><p><br/></p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>Prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan, bakat dan minat siswa</p><p><br/></p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif dan mendalam?</p><p>strategi nya dengan berpikir kritis diantaranya menganalisis, dan mengevaluasi</p><p><br/></p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p>sebagai subjek belajar yang aktif dan berpastisipasi dalam proses pembelajaran </p><p><br/></p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan?</p><p>Mengidentifikasi kebutuhan dan minat siswa, tantangan dalam memahami kebutuhan dan minat siswa yang beragam dan unik  </p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 05:06:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533546988</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ridwan (Ade Nuryani) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533582247</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Perencanaan pembelajaran di kelas biasanya mengikuti langkah-langkah sistematis agar proses belajar mengajar berjalan efektif, terarah, dan berdampak</p><ol start="2"><li><p>Dalam merancang pembelajaran, terdapat beberapa <strong>prinsip dasar</strong> yang menjadi acuan agar proses belajar benar-benar <strong>bermakna, efektif, dan berorientasi pada peserta didik</strong>. Berikut prinsip-prinsip yang umum digunakan</p></li><li><p><strong>Saya menyadari bahwa sebagian strategi pembelajaran yang saya gunakan sudah mulai mengarah untuk mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mendalam,</strong> namun masih terdapat ruang yang perlu saya perkuat dan kembangkan.</p></li><li><p><strong>Murid seharusnya diposisikan sebagai subjek utama dalam proses belajar, bukan sebagai objek.</strong> Artinya, mereka <strong>bukan hanya penerima informasi</strong>, tetapi <strong>penggerak utama pembelajaran mereka sendiri</strong>.</p></li><li><p>Murid memiliki <strong>latar belakang, gaya belajar, kemampuan, dan kebutuhan</strong> yang berbeda-beda.</p><p>Merancang pembelajaran yang mampu <strong>memfasilitasi semua siswa secara adil</strong> (pendekatan diferensiasi) memerlukan waktu, kreativitas, dan perencanaan yang matang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 06:23:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533582247</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Misbahudin, S.Pd</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533582446</link>
         <description><![CDATA[<p>Biasanya, merencanakan belajar di kelas melibatkan beberapa langkah penting supaya proses belajar mengajar berjalan efektif dan terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah umum yang biasa dilakukan:</p><ol><li><p><strong>Menentukan tujuan pembelajaran</strong><br>Tentukan apa yang ingin dicapai oleh siswa setelah mengikuti pelajaran, misalnya kompetensi atau pengetahuan tertentu.</p></li><li><p><strong>Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)</strong><br>Membuat RPP yang berisi langkah-langkah pembelajaran, metode yang digunakan, alat dan bahan ajar, serta evaluasi.</p></li><li><p><strong>Menyusun materi pembelajaran</strong><br>Memilih dan mengorganisasi materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat kemampuan siswa.</p></li><li><p><strong>Menentukan metode dan strategi pembelajaran</strong><br>Misalnya ceramah, diskusi, kerja kelompok, eksperimen, atau pembelajaran berbasis proyek.</p></li><li><p><strong>Menyiapkan media dan alat bantu belajar</strong><br>Seperti presentasi, video, alat peraga, atau bahan cetak yang mendukung pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Menentukan waktu dan alokasi waktu</strong><br>Membagi waktu pembelajaran agar tiap materi mendapatkan porsi yang cukup.</p></li><li><p><strong>Membuat evaluasi dan penilaian</strong><br>Menyiapkan soal atau kegiatan evaluasi untuk mengukur pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran.</p></li></ol><p>Dalam merancang pembelajaran, ada beberapa prinsip penting yang biasanya digunakan supaya proses belajar menjadi efektif dan bermakna. Berikut prinsip-prinsip utama dalam merancang pembelajaran:</p><ol><li><p><strong>Prinsip Kejelasan Tujuan</strong><br>Tujuan pembelajaran harus jelas, spesifik, dan dapat diukur agar siswa dan guru tahu apa yang diharapkan.</p></li><li><p><strong>Prinsip Keterpaduan</strong><br>Materi, metode, dan evaluasi harus saling terkait dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Prinsip Kesinambungan</strong><br>Pembelajaran dirancang agar ada kesinambungan antara satu materi dengan materi berikutnya, sehingga pengetahuan berkembang secara bertahap.</p></li><li><p><strong>Prinsip Keterlibatan Aktif Siswa</strong><br>Pembelajaran harus melibatkan siswa secara aktif, bukan hanya menerima informasi secara pasif.</p></li><li><p><strong>Prinsip Perbedaan Individual</strong><br>Merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa.</p></li><li><p><strong>Prinsip Motivasi</strong><br>Pembelajaran harus mampu memotivasi siswa agar tertarik dan antusias dalam belajar.</p></li><li><p><strong>Prinsip Kesesuaian dengan Kondisi dan Lingkungan</strong><br>Materi dan metode disesuaikan dengan kondisi, sumber daya, dan lingkungan belajar yang ada.</p></li><li><p><strong>Prinsip Evaluasi yang Menyeluruh</strong><br>Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui kemajuan belajar dan efektivitas pembelajaran.</p></li></ol><p>Berikut prinsip-prinsip utama dalam merancang pembelajaran:</p><ol><li><p><strong>Prinsip Kejelasan Tujuan</strong><br>Tujuan pembelajaran harus jelas, spesifik, dan dapat diukur agar siswa dan guru tahu apa yang diharapkan.</p></li><li><p><strong>Prinsip Keterpaduan</strong><br>Materi, metode, dan evaluasi harus saling terkait dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Prinsip Kesinambungan</strong><br>Pembelajaran dirancang agar ada kesinambungan antara satu materi dengan materi berikutnya, sehingga pengetahuan berkembang secara bertahap.</p></li><li><p><strong>Prinsip Keterlibatan Aktif Siswa</strong><br>Pembelajaran harus melibatkan siswa secara aktif, bukan hanya menerima informasi secara pasif.</p></li><li><p><strong>Prinsip Perbedaan Individual</strong><br>Merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa.</p></li><li><p><strong>Prinsip Motivasi</strong><br>Pembelajaran harus mampu memotivasi siswa agar tertarik dan antusias dalam belajar.</p></li><li><p><strong>Prinsip Kesesuaian dengan Kondisi dan Lingkungan</strong><br>Materi dan metode disesuaikan dengan kondisi, sumber daya, dan lingkungan belajar yang ada.</p></li><li><p><strong>Prinsip Evaluasi yang Menyeluruh</strong><br>Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui kemajuan belajar dan efektivitas pembelajaran.</p></li></ol><p>Dengan memperhatikan prinsip-prinsip ini, pembelajaran akan lebih terarah dan hasilnya lebih maksimal. Kamu ingin saya jelaskan salah satu prinsip secara lebih detail?</p><p>Anda bilang:</p><p>Apa Strategi yang digunakan dalam mendorong siswa dalam belajara berfikir kritis, kreatif, dan mendalam</p><p>ChatGPT bilang:</p><p>Bagus banget kamu tertarik mendorong siswa supaya bisa berpikir kritis, kreatif, dan mendalam! Berikut beberapa <strong>strategi pembelajaran</strong> yang efektif untuk mengembangkan kemampuan itu:</p><p>1. <strong>Strategi untuk Berpikir Kritis</strong></p><ul><li><p><strong>Diskusi dan Debat</strong><br>Dorong siswa untuk berdiskusi dan berdebat soal topik tertentu supaya mereka belajar mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan menyusun argumen logis.</p></li><li><p><strong>Pemecahan Masalah (Problem Solving)</strong><br>Berikan masalah nyata atau kasus yang menantang agar siswa mencari solusi dengan analisis mendalam.</p></li><li><p><strong>Pertanyaan Terbuka</strong><br>Gunakan pertanyaan yang tidak punya jawaban tunggal agar siswa harus mengevaluasi, membandingkan, dan menyimpulkan.</p></li></ul><p>2. <strong>Strategi untuk Berpikir Kreatif</strong></p><ul><li><p><strong>Brainstorming</strong><br>Ajak siswa mengeluarkan sebanyak mungkin ide tanpa takut salah untuk memicu kreativitas.</p></li><li><p><strong>Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)</strong><br>Siswa membuat proyek yang membutuhkan inovasi dan imajinasi.</p></li><li><p><strong>Metode Berpikir Divergen</strong><br>Latih siswa untuk melihat masalah dari berbagai perspektif dan menghasilkan banyak alternatif solusi.</p></li></ul><p>3. <strong>Strategi untuk Berpikir Mendalam</strong></p><ul><li><p><strong>Pembelajaran Reflektif</strong><br>Minta siswa menulis jurnal atau refleksi tentang apa yang dipelajari, bagaimana mereka memahami konsep, dan apa yang ingin mereka eksplorasi lebih jauh.</p></li><li><p><strong>Studi Kasus dan Analisis Mendalam</strong><br>Berikan studi kasus yang kompleks dan ajak siswa melakukan analisis detail terhadap berbagai aspeknya.</p></li><li><p><strong>Socratic Questioning</strong><br>Guru bertanya secara bertahap dan mendalam untuk memancing siswa menguraikan alasan, asumsi, dan konsekuensi dari suatu gagasan.</p></li></ul><p><br/></p><p>Dalam proses belajar, <strong>memposisikan murid dengan tepat</strong> sangat penting supaya mereka aktif, termotivasi, dan mendapat manfaat maksimal. Berikut beberapa cara memposisikan murid dalam proses belajar:</p><ol><li><p><strong>Sebagai Subjek Aktif</strong><br>Murid bukan hanya penerima informasi pasif, tapi harus menjadi pelaku utama dalam proses pembelajaran. Mereka aktif mencari, mengeksplorasi, bertanya, dan menyelesaikan masalah.</p></li><li><p><strong>Sebagai Pembelajar Mandiri</strong><br>Dorong murid untuk bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri, mengembangkan kemampuan belajar mandiri dan rasa ingin tahu.</p></li><li><p><strong>Sebagai Anggota Kelompok Kolaboratif</strong><br>Ajak murid belajar dalam kelompok agar bisa berdiskusi, berbagi ide, dan belajar dari teman, sehingga keterampilan sosial dan teamwork berkembang.</p></li><li><p><strong>Sebagai Pemikir Kritis dan Kreatif</strong><br>Tempatkan murid agar mereka terbiasa berpikir analitis, mempertanyakan informasi, dan menghasilkan ide-ide baru.</p></li><li><p><strong>Sebagai Individu yang Berbeda</strong><br>Hargai perbedaan gaya belajar, kemampuan, dan minat murid. Sesuaikan pembelajaran agar setiap murid mendapat pengalaman belajar yang optimal.</p></li><li><p><strong>Sebagai Penilai Diri</strong><br>Ajari murid untuk mengevaluasi sendiri kemajuan dan hasil belajarnya, sehingga mereka bisa mengenali kekuatan dan kelemahan diri.</p></li></ol><p>1. <strong>Beragamnya Karakteristik Siswa</strong></p><p>Setiap siswa punya kemampuan, minat, dan gaya belajar yang berbeda-beda. Membuat pembelajaran yang bisa “mengena” untuk semua seringkali sulit.</p><p>2. <strong>Keterbatasan Waktu dan Materi</strong></p><p>Seringkali guru harus menyelesaikan kurikulum yang padat dalam waktu terbatas, sehingga susah memberikan ruang untuk pembelajaran yang mendalam dan menyenangkan.</p><p>3. <strong>Sarana dan Prasarana yang Terbatas</strong></p><p>Keterbatasan alat bantu belajar, teknologi, atau lingkungan belajar yang kondusif bisa menghambat kreativitas dan keaktifan siswa.</p><p>4. <strong>Motivasi Siswa yang Berbeda-beda</strong></p><p>Tidak semua siswa termotivasi dengan cara yang sama, sehingga menantang guru untuk menemukan cara yang bisa membangkitkan minat belajar semua siswa.</p><p>5. <strong>Tuntutan Evaluasi dan Penilaian Standar</strong></p><p>Fokus pada nilai dan ujian kadang membuat pembelajaran menjadi kurang bermakna dan lebih menekankan hafalan daripada pemahaman dan kreativitas.</p><p>6. <strong>Kesiapan Guru</strong></p><p>Tidak semua guru memiliki pelatihan atau pengalaman dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan menyenangkan.</p><p>7. <strong>Gangguan dan Distraksi</strong></p><p>Lingkungan belajar yang kurang kondusif, baik di kelas maupun di rumah, dapat mengganggu konsentrasi dan semangat belajar siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 06:23:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533582446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aprianto Abdurahman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533582870</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya biasanya dalam merencanakan pembelajaran dilakukan dengan melihat ATP yang telah dibuat sebelumnya.</p></li><li><p>Mungkin dahulu prinsip yang digunakan selalu berpusat kepada peserta didik namun saat ini saya di berikan untuk menggunakan prinsip pembelajaran yang baru yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.</p></li><li><p>Strategi pembelajaran yang digunakan perlu mendukung perkembangan murid yang mendorong untuk berpikir kritis, kreatid dan mendalam.</p></li><li><p>Murid perlu ditempatkan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran karena harus berpusat pada mereka.</p></li><li><p>Mungkin tantangan akan selalu ada dalam merancang pembelajaran bagaimana seorang guru perlu menerapkan prinsip yang berkedaran, bermakna dan menggembirakan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 06:24:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533582870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yusuf Ramdhani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533584209</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>perencanaan dikelas biasanya menentukan capaian pembelajaran , tujuan pembelajaran kemudian refleksi melibatkan murid di kelas. untuk pembelajaran yang menyenangkan harus difokuskan karena murid cenderung monoton bila tidak ada pembelajaran yang menggembirakan.</p></li><li><p>prinsipnya harus ada prinsip pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan.</p></li><li><p>sudah dengan cara memberikan pertanyaan pemantik. </p></li><li><p>murid sebagai pusat perhatian.</p></li><li><p>pembiayaan , waktu, beban administrasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 06:27:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533584209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adiarni</title>
         <author>adiarnisyafitri52</author>
         <link>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533653936</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menentukan tujuan, memilih materi, merancang metode, dan menyiapkan media yang sesuai kebutuhan murid.</p></li><li><p>Relevansi, kebermaknaan, inklusivitas, dan keberlanjutan dalam setiap rancangan pembelajaran.</p></li><li><p>Strategi yang saya terapkan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam melalui diskusi, problem solving, dan proyek.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai pelaku aktif dalam proses belajar yang didampingi oleh guru sebagai fasilitator.</p></li><li><p>Tantangan utama adalah mengakomodasi keberagaman murid dan keterbatasan waktu serta sumber daya agar pembelajaran tetap bermakna dan menyenangkan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-01 08:44:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elanurlela456/iikvhiqrryzjt4nw/wish/3533653936</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
