<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Demokrasi Berdasarkan UUD 1945 by Nenia Nabila Patimah</title>
      <link>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk</link>
      <description>Pendidikan Pancasila | XI C3</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-10-17 15:23:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-03 00:47:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f50e.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>nabilaanenia</author>
         <link>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3637829325</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada pertemuan hari ini, kegiatan pembelajaran difokuskan pada <strong>materi periodisasi Undang-Undang Dasar (UUD) di Indonesia</strong>. Sebelumnya, peserta didik telah mempelajari dua periode awal, yaitu <strong>Periode I: UUD 1945 (18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949)</strong> dan <strong>Periode II: Konstitusi Republik Indonesia Serikat atau UUD RIS (27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950)</strong>. Sebagai lanjutan dari materi sebelumnya, pada pertemuan kali ini pembahasan diarahkan pada <strong>Periode III dan Periode IV</strong>, yakni <strong>Periode III: Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950</strong>, yang berlaku sejak <strong>17 Agustus 1950 hingga 5 Juli 1959</strong>, serta <strong>Periode IV: UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945</strong>, yang <strong>kembali diberlakukan mulai 5 Juli 1959</strong> melalui Dekret Presiden.</p><p>Pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik dapat memahami <strong>perkembangan dan dinamika konstitusi di Indonesia</strong>, serta bagaimana perubahan sistem pemerintahan dan prinsip demokrasi tercermin dalam setiap periode konstitusi tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-17 15:23:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3637829325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 : Isi pokok dan ciri sistem pemerintahan UUDS 1950</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3641993214</link>
         <description><![CDATA[<p>Hadiatul Umar</p><p>Rohaniah</p><p>Haidar Baghir Ibrahim</p><p>Siti Nuraini</p><p>Wanda Hadiqotussilvia</p><p>Danish Alif Munandar</p><p>Neng Chika Septiani</p><p>Nabil Radith G. </p><p>Zeffany Cylovia P. </p><p>Auliya Safitri</p><p>Bagus Putra Wongso</p><p><br></p><p>Inti sari materi :</p><p>•Latar belakang UUDS 1950</p><p>•penjelasan bentuk negara, pemerintahan, dan sistem pemerintahan yang digunakan dari UUDS 1950</p><p>•Peran Presiden, Perdana Menteri, serta Parlemen dalam masa UUDS 1950?</p><p>•Kenapa pada masa ini sering terjadi pergantian kabinet</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4595125522/dd61496582103290cf97c5f68b55503c/17610099016021791845757222814360.jpg" />
         <pubDate>2025-10-21 01:19:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3641993214</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1: Latar Belakang Terbentuknya UUDS 1950</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3642021779</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota kelompok 1:</p><p>Alip Supriadi</p><p>Anindhita Alfiyanti </p><p>Arya Firdaus</p><p>Fera Permata</p><p>Fajar</p><p>Lia Hernawati</p><p>Muhamad Dava</p><p>Muziawati</p><p>Raissa Cyrilla Yugangga</p><p>Ryu El Pahsa Mutahari</p><p>Zakky Satya Purnama</p><p><br></p><p><br></p><p>A. Penyebab Indonesia Beralih dari RIS ke NKRI</p><p>	•	Bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) tidak sesuai dengan cita-cita bangsa yang menginginkan persatuan dan kesatuan.</p><p>	•	Banyak rakyat dan daerah tidak puas dengan sistem federal karena dianggap buatan Belanda untuk memecah belah Indonesia.</p><p>	•	Muncul keinginan kuat dari daerah-daerah bagian RIS untuk bergabung kembali dengan Republik Indonesia (RI) di Yogyakarta.</p><p>	•	Akhirnya, dilakukan perundingan antara RIS dan RI yang menghasilkan kesepakatan untuk kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p><p><br></p><p><br></p><p>B. Proses Hukum Lahirnya UUDS 1950</p><p>	•	Ditetapkan melalui Undang-Undang Federal No. 7 Tahun 1950 tentang perubahan Konstitusi RIS menjadi Undang-Undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950).</p><p>	•	Disahkan pada 14 Agustus 1950 dan mulai berlaku 17 Agustus 1950 bersamaan dengan terbentuknya kembali NKRI.</p><p>	•	UUDS 1950 bersifat sementara, karena Indonesia masih menyiapkan konstitusi yang tetap melalui Konstituante.</p><p><br></p><p><br></p><p>C. Infografis / Gambar tentang Proses Kembali ke NKRI</p><p><br></p><p>🗓️ 27 Desember 1949 → Indonesia menjadi RIS</p><p>⬇️</p><p>📢 Awal 1950 → Daerah-daerah bagian RIS bergabung kembali dengan RI</p><p>⬇️</p><p>📜 Konferensi Jakarta (19 Mei 1950) → Disepakati pembentukan NKRI</p><p>⬇️</p><p>⚖️ UU Federal No. 7 Tahun 1950 disahkan</p><p>⬇️</p><p>🎉 17 Agustus 1950 → NKRI berdiri kembali dengan UUDS 1950</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4595244686/a9ea1acc3c1d9b9724eef0bb5ca35c67/IMG_20251021_WA0003.jpg" />
         <pubDate>2025-10-21 01:32:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3642021779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 : Dampak dan nilai demokrasi dalam UUD 1945 setelah 1959 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3642027312</link>
         <description><![CDATA[<p>kelompok 4</p><p>Nama Anggota :</p><ul><li><p>Mochamad Rizki</p></li><li><p>Muhamad Fauzan</p></li><li><p>Muhamad Rayvan</p></li><li><p>Muhammad Fatih Afif R</p></li><li><p>Muhammad Naufal C</p></li><li><p>Raya Hairir Faid</p></li><li><p>Ria Ananta</p></li><li><p>Rifa Nuraini</p></li><li><p>Rikma Winesa</p></li><li><p>Risnafiah</p></li><li><p>Ulfia Tuzahra Maulyda</p></li></ul><p><br></p><p>1. Pelaksanaan Demokrasi:</p><p>Setelah Dekret Presiden 5 Juli 1959, Indonesia kembali ke UUD 1945 dan menerapkan Demokrasi Terpimpin. Kekuasaan berpusat pada Presiden Soekarno, sedangkan peran partai politik dan rakyat berkurang.</p><p><br></p><p>2. Contoh &amp; Dampak:</p><p><br></p><p>-Presiden membentuk MPRS dan DPAS dengan anggota pilihan sendiri.</p><p><br></p><p>-Pembubaran Konstituante dan pengangkatan Soekarno sebagai presiden seumur hidup.</p><p><br></p><p>-Dampaknya: kebebasan politik dibatasi, oposisi ditekan, muncul kultus individu, dan terjadi ketegangan politik (NASAKOM).</p><p><br></p><p>3. Perbandingan dengan UUDS 1950:</p><p><br></p><p>-UUDS 1950: demokrasi liberal, rakyat bebas berpendapat, kekuasaan dibagi.</p><p><br></p><p>-Setelah 1959: demokrasi terpimpin, kekuasaan terpusat, kebebasan politik menurun.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4595151778/860bb75b4a32def4e0f9780aae7bfdff/1761010128520930673798592285500.jpg" />
         <pubDate>2025-10-21 01:35:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3642027312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3:isi dekrit Soekarno 1959</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3653530766</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan mengapa konstituante gagal menyusun UUD:</p><p>Konstituante gagal menyusun UUD baru karena terjadi perbedaan pendapat tajam antarpartai (tentang dasar negara dan bentuk UUD), tidak tercapai suara 2/3 yang disyaratkan, serta situasi politik yang tidak stabil. Setelah mempertimbangkan berbagai dasar, Presiden Soekarno menetapkan tiga hal: 1) Pembubaran Konstituante, 2) Penetapan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 serta tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara, dan 3) Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara dalam waktu sesingkat-singkatnya.</p><p><br></p><p>ISIDEKRIT:</p><p>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</p><p>TENTANG KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 </p><p>KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG </p><p>Dengan ini menyatakan dengan khidmat:</p><p>Bahwa anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945, yang disampaikan kepada segenap Rakyat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara.</p><p>Bahwa berhubung dengan pernyataan sebagian terbesar Anggota-anggota Sidang Pembentuk Undang-Undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh Rakyat kepadanya.</p><p>Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.</p><p>Bahwa dengan dukungan sebagian terbesar Rakyat Indonesia dan didorong oleh keyakinan kami sendiri, kami kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi.</p><p>Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan satu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut.</p><p>Setelah mempertimbangkan berbagai dasar, Presiden Soekarno menetapkan tiga hal: 1) Pembubaran Konstituante, 2) Penetapan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 serta tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara, dan 3) Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara dalam waktu sesingkat-singkatnya.</p><p><br></p><p>alasannya Soekarno membubarkan nya:Konstituante gagal menyusun UUD baru karena terjadi perbedaan pendapat tajam antarpartai (tentang dasar negara dan bentuk UUD), tidak tercapai suara 2/3 yang disyaratkan, serta situasi politik yang tidak stabil.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4635418024/f2a7a1a5d14435cf942a58f1e5fe8c3f/IMG_20251021_WA0005_1_.jpg" />
         <pubDate>2025-10-28 01:34:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nabilaanenia/iicwnm4nfjlxp7tk/wish/3653530766</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
