<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Gerakan Literasi Madrasah Berbasis Digital MAN 2 Gresik by Nurul Fauziah Asal</title>
      <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz</link>
      <description>Upaya Peningkatan Budaya Literasi Siswa MAN 2 Gresik di Kelas X-4</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-29 02:33:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-27 06:45:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/pixabay.com/get/ga30f6a1ad0b268b56bdf605bc5bff7a570f6e23512bd43577233510778c2690a0ffc6b84b56fc87e5f887aaa20412e35.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>MUHAMMAD HASBI WAKAFA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560657436</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: 29-Agustus-2025</p><p>Halaman: 1-4</p><p>Judul Buku: Pulang</p><p>Penulis: Tere Liye</p><p>Tokoh Utama: Pak Samad</p><p>Ringkasan Singkat: Babi hutan menyulitkan ladang warga,dan akan ada pemburu dari kota yang memburu babi hutan di desa. </p><p>Bagian Favorit: 12 orang lompat dari mobil itu.Mereka memakai sepatu boot,celana tebal,jaket,topi dan mereka terlihat gagah.Tapi yang paling menyita perhatianku mereka membawa senapan bukan kecepek. </p><p>Pesan Moral: Pak Somad berkata ia tidak memiliki rasa takut karena ia pernah berhadapan dengan sesuatu yang lebih mengerikan.</p><p>Hal ini mengajarkan kita bahwa keberanian muncul setelah menghadapi ketakutan terbesar dalam hidup. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 10:41:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560657436</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LAILATUR ROHMAH </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560758069</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1 - 15</p><p>Judul Buku: Tentang Kamu</p><p>Penulis: Tere Liye </p><p>Tokoh Utama: Sri Ningsih </p><p>Ringkasan Singkat: </p><p>Pukul 07.30, masih pagi untuk jalanan di Belgrave Square, London. Tapi sepagi ini, taman kecil yang dipenuhi pepohonan besar dan dikelilingi oleh berbagai kantor kedutaan besar itu ramai.</p><p>Bagian Favorit: </p><p>Zaman menutup pintu, kemudian menarik kursi yang terbuat dari kayu jati, duduk. Sedikit kikuk, dia tidak tahu dimana baiknya meletakkan bungkusan roti isi daging.</p><p>Pesan Moral: </p><p>Tidak haru dijalani dengan sabar, ikhlas, dan penuh kerja keras, karena kebaikan hati akan selalu membawa kebahagiaan sejati.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 12:59:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560758069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISTITA SABRINA. J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560822728</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat, 29 Agustus </p><p>Halaman:1-12</p><p>Judul Buku:PUSPAWARNA KEHIDUPAN</p><p>Penulis:Tiyas Alfaasi</p><p>Tokoh Utama:BELLA</p><p>Ringkasan Singkat:Pada suatu hari di sebuah sekolah SMA YAPENAS yang isinya dari anak kalangan orang berada. Kemudian ada anak bernama Bella yang masuk di sekolah tersebut meskipun dari kalangan orang biasa. Sejak dia masuk di kelasnya ia menjadi bahan tertawaan oleh teman temannya. Ia memiliki seorang pacar, ketika pulang sekolah Bella dijemput pacarnya. Ia merasa senang karena ada orang yang menyayanginya selain dirinya sendiri. Setelah lama ia dan pacarnya mengalami konflik karena suatu hal dan Bella ditampar oleh pacarnya. Karena pada saat itu Bella dan pacarnya kerja bareng. Bella memutuskan untuk tidak bekerja lagi karena selalu dipaksa oleh pacarnya untuk kerja meskipun sedang sakit. Saat ia melarikan diri dari pacarnya matanya sembab hidungnya mengeluarkan darah dan pingsan. Kemudian ia bertemu dengan wali kelasnya dan diajak pulang kerumah wali kelasnya selama 3 hari agar Bella aman dari pacarnya. </p><p>Bagian Favorit:Ketika tokoh utama di tolong oleh wali kelasnya karena wali kelasnya bertemu tokoh utama tergeletak di jalan. </p><p>Pesan Moral:Tidak ada yang menyayangi kita kecuali diri sendiri</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 14:02:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560822728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syafa&#39;atus az&#39;zaam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560866986</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1-12</p><p>Tangkap layar kover buku</p><p>Judul Buku: Gadis Rempah</p><p>Penulis:Musrifah Medkom</p><p>Tokoh Utama: Arumi, Naning, Dinda</p><p>Ringkasan Singkat (2–3 kalimat): Arumi seorang siswi SMA  yang tinggal bersama ibunya, Naning, seorang pengusaha rempah. Arumi tumbuh dalam keluarga berada, tetapi ia memiliki minat berbeda dari sang ibu. Kehadirannya ditemani oleh sahabat dekatnya, Dinda, yang menjadi tempat curhatnya.</p><p>Bagian Favorit:" Naning begitu bersemangat dengan bisnis rempah, sementara Arumi mulai merasa bingung dengan masa depannya. Bagian ini menunjukkan perbedaan pandangan antara ibu dan anak".</p><p>Pesan Moral: Setiap anak memiliki jalan dan impiannya sendiri. Perbedaan pendapat antara orang tua dan anak seharusnya disikapi dengan komunikasi dan saling pengertian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 14:47:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560866986</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHMAD NI&#39;AM FAIZI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560939996</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jum'at 29 agustus </p><p>Halaman:1-10</p><p>Judul Buku:Begitu Saja Kok Repot</p><p>Penulis:Umi Kulsum</p><p>Tokoh Utama:Maul</p><p>Ringkasan Singkat:maul adalah anak yang sayang sama mamaknya dan tidak malu dengan rasa sayangnya itu</p><p>Bagian Favorit:mamak nya mentenangkan dan meredupkan amarah maul dengan cara menanyai dengan nada nada yang lembut dan sedikit di iringi canda tawa</p><p>Pesan Moral:kita harus mencontoh mamaknya maul karena suatu masalah apapun harus di iringi dengan ketenangan dan kesabaran </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 16:01:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3560939996</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mita Aulia Citra kharisma </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561172614</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat,29 ,08,2025</p><p>Halaman:1-25</p><p>Judul Buku: Dalam Mihrab Cinta </p><p>Penulis: Habiburrahman El Shirazy </p><p>Tokoh Utama:zahrana</p><p>Ringkasan Singkat:Cerita ini menceritakan Zahrana, seorang dosen yang sukses namun belum menikah. Ia merenungkan hidupnya dan merasa bimbang saat menerima lamaran dari Pak Karman. Zahrana berdiskusi dengan sahabat-sahabatnya dan meminta nasihat dari orang tuanya. Akhirnya, rombongan Pak Karman datang untuk melamar, dan suasana lamaran berlangsung dengan hangat dan penuh harapan. tapi  Zahrana menolak lamaran pak Karman karna menurut nya kurang cocok.</p><p>Bagian Favorit:"Kebijakan yang sesungguhnya, biasanya tampak melalui kerendahan hati dan tidak banyak cakap." Kutipan ini mencerminkan sikap Zahrana yang berusaha tenang dan rendah hati dalam menghadapi situasi yang sulit.</p><p>Pesan Moral:apabila  menghadapi pilihan hidup yang penting, dengarkanlah kata hati, pertimbangkan nasihat dari orang terdekat, dan jangan lupakan nilai-nilai yang kamu yakini. Silaturahmi dan hubungan baik dengan keluarga juga merupakan hal yang penting.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 21:47:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561172614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KHALISA INTAN OCTAVIANI AZ ZAHRA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561192220</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jum'at 29 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1 – 7</p><p>Judul Buku: Supernova: Kesatria, Putri, &amp; Bintang Jatuh</p><p>Penulis: Dee Lestari</p><p><br/></p><p>Tokoh Utama:</p><p><br/></p><p>* Diva (Putri)</p><p>* Ferre (Kesatria)</p><p>* Reuben</p><p>* Rana</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada bagian awal buku, pembaca diperkenalkan dengan Reuben dan Ferre, dua mahasiswa yang sedang mengerjakan proyek skripsi. Mereka memutuskan untuk membuat sebuah cerita eksperimental yang memadukan sains, filsafat, dan kisah fiksi. Dari sinilah lahir tokoh-tokoh imajiner seperti Diva (Putri) dan Kesatria. Awal cerita membangun suasana penuh rasa ingin tahu sekaligus menyingkap hubungan kompleks antara realitas dan imajinasi.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit:</p><p>Saat Reuben dan Ferre berdiskusi penuh semangat untuk menciptakan dunia imajiner mereka. Bagian ini menarik karena menggambarkan kreativitas dan imajinasi tanpa batas.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral:</p><p>Bahwa ilmu pengetahuan dan imajinasi dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan sesuatu yang indah. Selain itu, awal cerita juga menekankan pentingnya persahabatan dan kerja sama dalam menghasilkan karya besar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-29 22:42:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561192220</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mayzahra Putri Shandyra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561358847</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat -29-08-2025</p><p>Halaman: 1-15</p><p>Judul Buku: Sekolah untuk timur</p><p>Penulis: Muhammad Fauzi</p><p>Tokoh Utama: Timur</p><p>Ringkasan Singkat: Buku ini menceritakan tentang Timur yang ingin lanjut bersekolah. Namun ayahnya tidak menyetujui hal itu karena ibunya akan melahirkan adiknya dan tidak ada yang membantu ibunya jika Timur sekolah.</p><p>Bagian Favorit: "Kitong anak Papua, bisa lulus SD saja sudah bagus. Bisa baca, tulis, dan hitung saja cukup," Lani membalikkan badan, menatap Timur dan Maruna yang berjalan beriringan.</p><p>"Tra boleh begitu, Lani. Kitong harus terus belajar. Apa ko tra ingin keliling Indonesia yang indah dan luas ini?" ucap Maruna sambil membentangkan tangannya.</p><p>"Hmmm, sa pikir-pikir dulu, ya!" Lani membalas dengan meletakkan telunjuk tangannya di kepala, seperti sedang berpikir.</p><p>Timur tersenyum melihat tingkah teman-temannya. Kenangan seperti ini yang akan dirindukan jika sudah lulus SD nanti.</p><p>"Sudahlah! Ayo kitong lomba lari. Satu... dua... tiga...!" teriak Martin sambil berlari meninggalkan teman-temannya.</p><p>Lani menyusul di belakang Martin. Timur dan Maruna saling pandang. Maruna tiba-tiba melesat di belakang Lani. Setelah membetulkan noken di punggungnya, Timur kemudian berlari. Dia mengejar Martin, Lani, dan Maruna yang sudah berlari di depannya."</p><p>Pesan Moral: Semangat juang dan kegigihan dalam meraih cita-cita, terutama dalam bidang pendidikan, meskipun menghadapi berbagai rintangan dan keterbatasan, serta pentingnya rasa syukur atas kesempatan yang ada. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 06:14:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561358847</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natasya Adelia Putri</title>
         <author>feliciadwianindita</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561367774</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Sabtu, 30, Agustus</p><p>Halaman: 1 – 86</p><p>Judul Buku: Kesatria Penjaga: Petualangan di Hutan Mangrove Nusantara</p><p>Penulis: Fransisca Emilia</p><p>Tokoh Utama: Arka, Sinta, Bima, Lala, dan tim “Kesatria Penjaga”</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Buku ini menceritakan petualangan sekelompok sahabat yang menamakan diri mereka “Kesatria Penjaga”. Mereka berpetualang di hutan mangrove Nusantara sambil belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Dalam perjalanan, mereka menghadapi berbagai tantangan: mulai dari kerusakan alam akibat ulah manusia, hewan-hewan yang butuh pertolongan, hingga ujian yang menguji keberanian, persahabatan, dan kerja sama tim.</p><p><br/></p><p>Di setiap bab, tokoh-tokoh ini menemukan nilai baru tentang arti kepedulian, tanggung jawab, dan kecintaan pada tanah air. Pada akhirnya, mereka berhasil menjadi pahlawan kecil yang tidak hanya menjaga hutan mangrove, tetapi juga menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk lebih peduli pada lingkungan.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit:</p><p>"Saat Arka dan teman-temannya berhasil mengatasi tantangan terbesar dengan kerja sama. Bagian ini menggambarkan bahwa keberanian dan solidaritas dapat membuat hal yang sulit menjadi mungkin."</p><p><br/></p><p>Pesan Moral:</p><p><br/></p><p>1. Lingkungan adalah warisan berharga yang harus dijaga oleh semua orang.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Persahabatan, gotong royong, dan kerja sama membuat kita lebih kuat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Setiap orang, sekecil apapun, bisa menjadi pahlawan bagi bumi dengan menjaga alam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 06:40:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561367774</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vita Aulia Annisa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561467228</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1-10</p><p>Judul Buku: Mengejar Haruto</p><p>Penulis: Dewi Cholidatul</p><p>Tokoh Utama: Jalu</p><p>Ringkasan Singkat: Jalu ingin menyusul Abah ke jepang. Dia ingin pergi ke desa sirakawa,seiring tempat serial komik dan manga Jepang paling terkenal, Haruto konon desa itu mirip sekali dengan kampung halamannya, kampung naga. Namun, kesederhanaan kampung naga menghalangi langkahnya. Jalu tak menyerah! bersama sahabatnya, Jalu merintis jalur mandiri dengan cara membuat konten kreatif tentang kampung halamannya. Dia berharap pundi-pundi uang bisa meluncur dari sana</p><p>Bagian Favorit: Jalu tak menyangka bertemu dengan Utari di warung Ijad. Setelah ritual adat hajat sasih, dia pergi ke warung Ijad untuk memastikan semua baik-baik saja. Namun rupanya, Utari sudah menunggunya di sana sejak semula.</p><p>"Ada apa, sih?" tanya Jalu tak mengerti.</p><p>Pesan Moral: Kesungguhan dalam mengejar mimpi</p><p>Kita harus berusaha dengan tekun dan tidak mudah menyerah untuk meraih sesuatu yang kita inginkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 11:33:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561467228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dina Setyawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561519274</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat 29 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1-15</p><p>Judul Buku: Jaka dan Naga Sakti</p><p>Penulis: Dina Alfiyanti Fasa</p><p>Tokoh Utama: Prabu Arya Seta</p><p>Ringkasan Singkat: Buku ini menceritakan putri Prabu Arya Seta yang terkena penyakit, Putri Ayu Rara Kemuning seorang putri yang ceria. Ia senang bergaul dengan siapa saja sehingga tak heran semua orang di kerjaan sangat menyayanginya. Ia terkena penyakit bau badan yang tidak sedap penyakit ini tidak terlalu bahaya,tapi sangat memengaruhi Putri Kemuning. Hal ini membuat Putri Kemuning kehilangan kepercayaan diri hingga memengaruhi keceriaan yang dulu dimilikinya. </p><p>Sejak beberapa bulan yang lalu Prabu Arya Seta telah mendatangkan tabib-tabib dari segala penjuru kerajaaan. Namun, tak satu pun berhasil menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Putri Kemuning. Kenyataan ini hampir membuatnya putus asa. Tak lama kemudian Prabu Arya Seta mendapatkan Daun sirna ganda obat untuk putrinya, untuk mendapatkan daun itu tidak mudah harus mengalahkan naga sakti yang tinggal di gua.</p><p>Bagian Favorit: Bagi para peserta sayembara, aku sangat berharap kalian akan dapat bertarung dengan hebat, mengalahkan naga sakti, dan membawa pulang daun sirna ganda untuk putriku. Semoga kalian berhasil</p><p>Pesan Moral: Kamu harus berjuang melalui beberapa hari buruk untuk mendapatkan hari-hari terbaik dalam hidupmu</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 13:55:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561519274</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALFIA MUFIDAH (3)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561549610</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: sabtu -30</p><p>Halaman: 1-5</p><p>Judul Buku: tenggelam nya kapan van der wajick Hamka</p><p>Penulis: hamka</p><p>Tokoh Utama: zainudin</p><p>Ringkasan Singkat: menceritakan tentang anak muda bergelar pendekar sutan yang mempunyai banyak warisan lalu warisanya di habiskan olh mamak datuk matari labih,sehingga pendekar sutan marah dan membunuh datuk matari labih,krna dia sdh membunuh mamaknya,sutan di buang selama 15 thn </p><p>Bagian Favorit:Sebetulnya Pandekar Sutan hanya seorang yang bertabiat lemah</p><p>lembut, lunak hati. Kalau bukan karena lunaknya tidaklah akan selama itu dia menahan hati</p><p>menghadapi kekerasan mamaknya. Tetapi, tangan yang terdorong bermula, dan pergaulan di</p><p>dalam penjara yang bersabung nyawa.</p><p>Pesan Moral:jangan lah engkau rakus dengan harta yang bukan milikmu sediri, sesungguhnya harta yang bukan milikmu itu bukan lah apa" krna bisa saja skrng engkau menikmatinya esok engkau mati di tangannya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-30 14:51:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561549610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ratu Annara Diningrat </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561867337</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Minggu, 31 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1-10</p><p>Judul Buku: hantu ondel ondel </p><p>Penulis:Hervianna Arrha</p><p>Tokoh Utama: jamila</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada malam purnama, seorang pemuda bernama Binsar berjaga di kampungnya. Ia mengantuk, tetapi harus tetap terjaga karena ada rumor hantu. Dua temannya, Jamila dan Galuh, mengajaknya mengintai hantu itu.</p><p><br/></p><p>Rumor tersebut bermula sebulan lalu. Dua penjaga ronda melihat sosok yang dikira boneka di pemakaman, tetapi tiba-tiba hilang begitu saja. Sejak saat itu, warga resah dan takut keluar malam.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>cerita tentang rumor sebulan lalu tentang hantu ondel-ondel </p><p>Pesan Moral:</p><p>Jangan mudah percaya rumor sebelum membuktikan kebenarannya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-31 08:07:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561867337</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUTYA DWI ANJANI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561939524</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Minggu, 31</p><p>Halaman: 5-10</p><p>Judul Buku: Hujan</p><p>Penulis:Tere Liye</p><p>Tokoh Utama:Lail, Elijah </p><p>Ringkasan Singkat:cerita ini menjelaskan tentang lail gadis terkena bencana alam dan gadis adalah anak yang yatim piatu </p><p>Bagian Favorit:Elijah memberikan bando yang terbuat dari logam </p><p>Pesan Moral:banyak banyak bersyukur kepada Tuhan yang maha esa dan saling membantu</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-31 11:08:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561939524</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JURNAL BACA SISWA</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561953179</link>
         <description><![CDATA[<p>Buatlah jurnal baca berdasarkan buku  yang sudah dibaca dengan format pada contoh berikut.</p><p><strong>JURNAL BACA</strong></p><p><strong>Hari, Tanggal: </strong>Jumat, 5 September 2025</p><p><strong>Nama: </strong>Nurul Fauziah Asal</p><p><strong>Halaman: </strong>1-15</p><p><strong>Tangkap layar kover buku</strong></p><ul><li><p><strong>Judul Buku: </strong>Ayat-Ayat Cinta</p></li><li><p><strong>Penulis: </strong>Habiburrahman El-Shirazy</p></li><li><p><strong>Tokoh Utama: </strong>Fahri, Aisyah, Maria</p></li><li><p><strong>Ringkasan Singkat (2–3 kalimat): </strong>Buku ini menceritakan Fahri asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia tinggal di sebuah apartemen bersama teman-temannya. Apartemen tersebut adalah milik seorang ibu yang beragama Kristen. </p></li><li><p><strong>Bagian Favorit: </strong>"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling cinta-mencintai adalah seperti satu tubuh atau badan. Apabila salah satu anggota itu sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit."</p></li><li><p><strong>Pesan Moral: </strong>Setiap agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama bukanlah penghalang manusia untuk saling menghormati dan menjalin hubungan baik.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4266870120/60538b745e17f6a8c151e7d3e16eab89/Kartu_Buku_Digital___Gelem_Bagi.png" />
         <pubDate>2025-08-31 11:40:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561953179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENUGASAN PUISI</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561954477</link>
         <description><![CDATA[<p>*Bagi siswa nomor absen genap</p><p>Buatlah karya puisi orisinal yang terinspirasi dari bacaan yang sudah Anda baca selama pembiasaan 15 menit literasi.</p><p>Puisi terdiri atas minimal 3 bait.</p><p>Baca panduan lengkapnya di sini:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://puisi.or.id/panduan-lengkap-menulis-puisi-untuk-pemula-yang-ingin-berkreasi/">https://puisi.or.id/panduan-lengkap-menulis-puisi-untuk-pemula-yang-ingin-berkreasi/</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://puisi.or.id/panduan-lengkap-menulis-puisi-untuk-pemula-yang-ingin-berkreasi/" />
         <pubDate>2025-08-31 11:43:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561954477</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETUNJUK PENULISAN CERPEN</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561954608</link>
         <description><![CDATA[<p>*Bagi siswa nomor absen ganjil</p><p>Pentigraf terdiri atas 3 paragraf</p><p>Baca panduan lengkapnya di sini:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.kompasiana.com/andini0112/65906f2ac57afb678912bb12/apa-itu-pentigraf-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-pentigraf?l=c">https://www.kompasiana.com/andini0112/65906f2ac57afb678912bb12/apa-itu-pentigraf-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-pentigraf?l=c</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompasiana.com/andini0112/65906f2ac57afb678912bb12/apa-itu-pentigraf-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-pentigraf?l=c" />
         <pubDate>2025-08-31 11:43:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561954608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DENISA ELVIRA SAECHA AULIYAH </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561985697</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Minggu, 31 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1 – 332</p><p>Judul Buku: Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990</p><p>Penulis: Pidi Baiq</p><p>Tokoh Utama: Dilan, Milea</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Buku ini bercerita tentang kisah cinta remaja antara Milea, siswi pindahan dari Jakarta, dengan Dilan, seorang murid SMA di Bandung yang terkenal nakal, unik, tapi penuh perhatian. Hubungan mereka manis namun juga penuh tantangan karena sikap Dilan yang berbeda dari kebanyakan orang.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit: Saat Dilan mengirim puisi dan kata-kata uniknya kepada Milea, karena menunjukkan sisi romantis Dilan yang tidak biasa.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral: Cinta sejati bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang menerima pasangan apa adanya. Persahabatan, perhatian, dan kesetiaan adalah hal penting dalam sebuah hubungan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-31 12:43:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3561985697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Decha Azzahra Fika </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3562298481</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jum'at, 29 Agustus 2025</p><p>Halaman: 1–47</p><p>Judul Buku: Misteri Drumband Tengah Malam</p><p>Penulis: Dian kristiani </p><p>Tokoh Utama: Faben, Mama Faben, Ayah Faben, Gendhis, Wira, Ryan, Selvi</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada bagian awal cerita, Faben mulai mendengar suara drumband aneh yang muncul setiap tengah malam. Ia merasa penasaran dan menceritakan hal itu kepada teman-temannya. Bersama mereka, Faben berusaha mencari tahu sumber suara misterius tersebut. Dalam penyelidikan awal, mereka menemukan beberapa petunjuk yang menimbulkan rasa takut sekaligus rasa ingin tahu lebih dalam.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>Ketika Faben memberanikan diri untuk tetap terjaga di malam hari demi membuktikan bahwa suara drumband itu nyata.</p><p>Pesan Moral:</p><p>Rasa ingin tahu harus diimbangi dengan keberanian dan kerja sama agar bisa menemukan kebenaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 00:03:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3562298481</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila lailatus sa&#39;diyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563223850</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: senin, 1 September 2025</p><p>Halaman: 1-15</p><p>Judul Buku: di atas sajadah cinta</p><p>Penulis: abiburrahman el shirazy</p><p>Tokoh Utama: zahid dan afirah</p><p>Ringkasan Singkat:Pada awal novel Di Atas Sajadah Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, diceritakan tentang Zahid, seorang pemuda yang saleh dan alim di kota Kufah, yang kemudian bertemu dengan seorang gadis rupawan bernama Afirah. Keduanya jatuh cinta, namun saat Zahid datang untuk melamar, ia mendapati bahwa Afirah sudah dilamar oleh pria lain. Meskipun demikian, Zahid menyerahkan diri kepada Allah, dan Afirah, setelah menerima sorban putih dari Zahid, menemukan kekuatan cinta yang lebih agung dan suci, yaitu cinta kepada Tuhan, melalui doa dan ibadahnya. </p><p>Bagian Favorit:saat zahid dan afirah bertemu</p><p>Pesan Moral:penekanan pada kekuatan doa dan ketakwaan kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan dan penentu jalan hidup, serta bahwa cinta sejati berakar pada kepatuhan dan sandaran kepada Allah SWT semata, bukan pada makhluk-Nya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 11:04:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563223850</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faiq Hafidh Maulana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563254150</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari, Tanggal: Senin, 1 Sep 2025</p><p>Halaman: 1-3</p><p>Judul Buku: Pada Senja Membawa Mu Pergi</p><p>Penulis: Boy Candra</p><p>Tokoh Utama: “Aku” (narator) dan “Kamu” (tokoh yang dituju dalam kisah cinta)</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Buku ini berisi kumpulan kisah, puisi, dan prosa tentang cinta, kehilangan, dan kerinduan. Penulis menggambarkan perjalanan perasaan seseorang yang pernah mencintai dengan tulus, namun harus merelakan kepergian orang yang dicintainya.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>Bagian ketika penulis menggambarkan perasaan ditinggalkan dengan perumpamaan senja indah namun sebentar, mengajarkan bahwa segala yang indah pun bisa hilang.</p><p>Pesan Moral:</p><p>Cinta tidak selalu berakhir dengan bersama. Dari kehilangan kita belajar ikhlas, menerima kenyataan, dan menghargai setiap momen yang pernah ada.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 11:39:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563254150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ZULFAN DANISH IHTISYAM </title>
         <author>zulfandanish09</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563265414</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p><br/></p><p>Hari, Tanggal: Jum'at, 29 Agustus 2025</p><p><br/></p><p>Nama: ZULFAN DANISH IHTISYAM </p><p><br/></p><p>Halaman: 1-30</p><p><br/></p><p>Judul Buku: Dillan</p><p><br/></p><p>Penulis: Pidi Baiq </p><p><br/></p><p>Tokoh Utama: Dillan</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat :</p><p>Pada halaman 1–30, novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq menceritakan Milea yang baru pindah sekolah ke Bandung dan pertama kali bertemu dengan Dilan, seorang anak SMA yang unik dengan gaya bicara dan tingkah lakunya yang nyeleneh. Pertemuan itu membuat Milea mulai merasakan keanehan sekaligus ketertarikan pada sosok Dilan.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit: </p><p>Bagian favorit dari Dilan 1990 halaman 1–30 adalah saat Dilan pertama kali menyapa Milea dengan cara yang tidak biasa, misalnya menebak ramalan atau menyampaikan kata-kata unik yang membuat Milea bingung sekaligus tersenyum. Momen itu menunjukkan karakter Dilan yang berbeda dari teman-teman lain dan menjadi awal hubungan mereka yang menarik.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral: </p><p>Pesan moral dari Dilan 1990 halaman 1–30 adalah bahwa pertemuan pertama bisa menjadi awal dari hubungan yang berkesan jika kita berani menjadi diri sendiri. Selain itu, sikap tulus dan apa adanya seringkali lebih menarik daripada berpura-pura demi terlihat sempurna.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 11:50:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563265414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAJMUDDIN BASAYEV AMIR AL JIHAD AL FURQON </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563289868</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin 1 September 2025</p><p>Halaman: 5-6</p><p>Judul Buku:Matahari</p><p>Penulis:Tere liye</p><p>Tokoh Utama: Ali</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:seorang anak yang suka mencari keributan dan buat onar seminggu terakhir mendadak menjadi populer di sekolah karena berhasil mencetak poin yang indah </p><p><br/></p><p>Bagian Favorit: Lihatlah di tengah lapangan,Ali sudah mengangkat tangan nya tinggi-tinggi ,tertawa lebar,membalas teriakan fans nya yang semakin gila berseru seru termasuk Seli di sebelah ku.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral: Jangan memandang orang dari sisi kekurangan nya saja tapi lihatlah kelebihan lain yang dimiliki orang tsb agar kita tidak gampang menilai buruk seseorang dari 1 sudut pandang saja</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 12:17:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563289868</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alya Noor Rafiqah (05) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563328205</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari, tanggal: Jumat, 29 Agustus 2025</p><p><br/></p><p>Halaman: 1-30</p><p><br/></p><p>Judul buku: Bumi</p><p><br/></p><p>Penulis: Tere Liye </p><p><br/></p><p>Tokoh utama: Raib</p><p><br/></p><p>Ringkasan singkat: Raib adalah seorang murid baru di sekolah, di kelas 10. Dia lebih suka menyendiri dan memperhatikan, menonton teman-temannya bermain basket. Sejak kecil dia terbilang anak pemalu tapi tidak pemalu pemalu sekali memang, meskipun satu dua kali jadi bahan tawaan teman-temannya atau kerabatnya, tapi pemalu inilah yang membuat Raib berbeda dari remaja kebanyakan. Dia ternyata amat berbeda, memiliki kekuatan. Itu sejak masa kecil meskipun hingga hari ini kedua orang tuanya, teman-temannya tidak tahu </p><p><br/></p><p>Bagian favorit: Saat Ali mengetahui jika Raib mempunyai kekuatan menghilang Dan ketika mereka bertengkar saat dihukum oleh Miss keriting </p><p><br/></p><p>Pesan moral: pentingnya persahabatan, keberanian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menghadapi berbagai rintangan, ancaman, serta menyoroti keindahan alam dan kelestarian lingkungan hidup. Novel ini juga mengajarkan pembaca untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah, tulus, dan bertekad melindungi orang-orang terkasih serta menjaga dunia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 12:58:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563328205</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adillia Sofiyanti </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563496888</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin, 1 September 2025</p><p>Halaman: 1–16</p><p>Tangkap layar kover buku: (terlampir gambar cover “Milea: Suara dari Dilan”)</p><p>Judul Buku: Milea: Suara dari Dilan</p><p>Penulis: Pidi Baiq</p><p>Tokoh Utama: Milea, Dilan</p><p>Ringkasan Singkat (2–3 kalimat):</p><p>Pada bagian awal buku, Milea mulai menceritakan kisah cintanya bersama Dilan. Ia menggambarkan sosok Dilan yang nyeleneh, penuh kejutan, dan berbeda dari kebanyakan laki-laki lain. Dilan sering membuat Milea kesal, tapi justru sikap itu yang membuatnya istimewa.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>"Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu."</p><p>Pesan Moral:</p><p>Cinta bisa hadir dengan cara yang sederhana. Perhatian kecil mampu membuat seseorang merasa berharga, dan setiap pertemuan maupun perpisahan selalu mengajarkan arti rindu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-01 15:56:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3563496888</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SATRIA MAULANA ALIF</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566033955</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin, 1 September 2025</p><p>Halaman: 1–4</p><p>Judul Buku: Laskar Pelangi</p><p>Penulis: Andrea Hirata</p><p>Tokoh Utama: Ikal, Lintang, Mahar, Bu Mus, Pak Harfan</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Cerita dibuka dengan suasana pagi pertama masuk sekolah di SD Muhammadiyah Belitong. Sekolah ini sederhana sekali dan hampir ditutup karena muridnya sangat sedikit. Anak-anak dari keluarga miskin datang bersama orang tuanya dengan penuh harap, meski sebenarnya banyak keraguan karena kondisi ekonomi mereka. Bu Mus dan Pak Harfan, dua sosok guru yang penuh keikhlasan, dengan sabar menunggu murid-murid baru. Setelah menegangkan, akhirnya terkumpul sepuluh anak—yang nantinya dikenal sebagai Laskar Pelangi.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>Momen ketika ayah Ikal tetap berusaha menguatkan dan mendukung anaknya untuk sekolah, walaupun keadaan ekonomi keluarga serba sulit. Itu menunjukkan cinta orang tua yang tulus dan harapan besar pada pendidikan.</p><p>Pesan Moral:</p><p>Pendidikan adalah kunci untuk mengubah masa depan. Dengan semangat belajar, dukungan keluarga, serta guru yang ikhlas, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 02:30:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566033955</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RISTITA SABRINA M. J</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566755717</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Selasa, 02 September</p><p>Halaman:12-16</p><p>Judul Buku:PUSPAWARNA KEHIDUPAN</p><p>Penulis:Titas Alfaasi</p><p>Tokoh Utama:Alena</p><p>Ringkasan Singkat:Alena, seorang pasien Covid-19, menjalani isolasi di ruang rawat bersama pasien lain bernama Wahyu yang kondisinya lebih parah hingga tak sadarkan diri dan hidup dengan bantuan ventilator. Meskipun Wahyu tak merespons, Alena sering bercerita tentang pemandangan indah yang ia lihat dari jendela, seolah ingin memberi semangat.</p><p>Hari demi hari, Alena merasa seperti berbicara dengan seorang kakak sendiri. Ia berusaha menghibur Wahyu dengan cerita, doa, dan harapan agar mereka bisa sembuh bersama. Setelah beberapa waktu, kondisi Alena membaik dan hasil tesnya dinyatakan negatif. Ia boleh pulang, meski berat hati meninggalkan Wahyu.</p><p>Sebelum pergi, Alena menitipkan sebuah buku berisi puisinya kepada dokter, agar suatu saat ketika Wahyu sadar, puisi itu bisa dibacakan untuknya. Puisi-puisi itu terinspirasi dari pemandangan yang dilihat Alena dari balik jendela.</p><p>Setelah keluar, Alena melihat berita di televisi bahwa kasus Covid-19 makin parah dan angka kematian meningkat. Hatinya sedih, ia hanya bisa berdoa agar Wahyu tidak menjadi salah satu korban meninggal karena virus tersebut.</p><p>Bagian Favorit:Ketika Alena terus menceritakan keindahan sekitar kepada Wahyu meskipun Wahyu terbaring tak berdaya. </p><p>Pesan Moral:Bersyukur atas kesehatan dan hal-hal kecil di sekitar kita, karena sering baru terasa berharga saat hilang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 10:56:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566755717</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KHALISA INTAN OCTAVIANI AZ ZAHRA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566786150</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Selasa, 02 September 2025</p><p>Halaman:8–44</p><p>Judul Buku: Supernova: Kesatria, Putri &amp; Bintang Jatuh*</p><p>Penulis:Dee Lestari</p><p>Tokoh Utama:  Dimas, Reuben, Ferre, Rana, Diva</p><p>    Ringkasan Singkat:</p><p>  Pada bagian awal buku, Dimas dan Reuben yang merupakan pasangan kekasih bertekad menulis sebuah kisah roman bercampur fiksi ilmiah. Dari imajinasi mereka lahirlah tokoh Ferre, seorang pria cerdas dan mapan yang kemudian terlibat hubungan terlarang dengan Rana, seorang perempuan yang sudah menikah. Cerita mulai membangun konflik batin antara cinta, komitmen, dan pilihan hidup.</p><p><br/></p><p>    Bagian Favorit:</p><p>  Bagian ketika Dimas dan Reuben berdiskusi penuh semangat tentang bagaimana membangun dunia cerita mereka. Di sini terlihat betapa menulis bukan hanya aktivitas kreatif, tetapi juga bentuk cinta dan komitmen. Selain itu, perkenalan awal tokoh Ferre dan Rana terasa kuat karena langsung membawa pembaca masuk ke pusaran konflik emosional.</p><p><br/></p><p>    Pesan Moral:</p><p>  Cinta dan kehidupan selalu penuh pilihan yang tidak mudah. Novel ini mengajarkan bahwa setiap keputusan membawa konsekuensi, dan keberanian untuk jujur terhadap perasaan adalah hal yang berharga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 11:28:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566786150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syafa&#39;atus az&#39;zaam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566810433</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Selasa 2 September 2025</p><p>Halaman: 13–20</p><p>Tangkap layar kover buku</p><p>Judul Buku: Gadis Rempah</p><p>Penulis: Musrifah Medkom</p><p>Tokoh Utama: Arumi, Naning, Dinda</p><p>Ringkasan Singkat (2–3 kalimat):</p><p> Naning semakin sering menyinggung Arumi agar siap melanjutkan bisnis keluarga di bidang rempah. Namun, Arumi merasa hatinya tidak di sana dan mulai memikirkan cita-cita lain. Dinda terus menjadi pendengar setia yang menguatkan Arumi di tengah kebingungannya.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>"Arumi menatap keluar jendela, membayangkan dunia luas yang ingin ia jelajahi, sementara suara ibunya terus terngiang memintanya fokus pada bisnis rempah."</p><p>Pesan Moral:</p><p>Setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Dukungan sahabat bisa menjadi sumber kekuatan saat menghadapi tekanan dari keluarga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 11:50:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3566810433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nabila lailatus sa&#39;diyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3567065108</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: rabu, 3 September 2025</p><p>Halaman:16-25</p><p>Judul Buku:di atas sajadah cinta</p><p>Penulis: habiburahman el syirazy</p><p>Tokoh Utama:zahid dan afirah</p><p>Ringkasan Singkat: jadi awal nya zahid mempunyai rasa cinta kepada afirah, lalu ia menemui ortunya, dan ternyata afirah sudah menerima lamaran dari lelaki lain. Lalu si afirah sama zahid saling mengirim kan surat terang perasaan nya dan afirah yg meminta maaf karena sudah meninggal kan zahid, setelah berlarut dalam kesedihan si afirah menjadikan sorban putih yg di berika oleh zahid itu dijadikan sajadah untuk menemani dia mengaduh dengan sang Maha pencipta</p><p>Bagian Favorit:saat zahid pertama kali mempunyai rasa cinta dengan afirah</p><p>Pesan Moral:lebih baik kita mencintai karena allah dan meminta pertolongan semua pada allah, dan jangan menyerah dengan ujian yang kita hadapi</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 14:21:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3567065108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LAILATUR ROHMAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3568764980</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari, tanggal : kamis, 4 September 2025</p><p>Halaman : 16 - 30</p><p>Judul buku : Tere Liye </p><p>Tokoh utama : sir Thompson, zaman, Eric, Sri Ningsih </p><p>Ringkasan singkat : </p><p>warisan sebesar itu, dia lebih kaya dibanding ratu Inggris dan keluarganya. Namanya bisa masuk dalam 100 orang terkaya di kerajaan Inggris.</p><p>Bagian favorit :</p><p>"Yeah, sebutan untuk para pemburu harta warisan. Heir hunters lebih mirip detektif - meskipun mereka seorang lawyer.</p><p>Pesan moral : </p><p>Kita harus hidup dengan jujur, sabar, dan tulus karena kebaikan akan selalu dikenang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-04 11:01:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3568764980</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natasya Adelia Putri</title>
         <author>feliciadwianindita</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573709148</link>
         <description><![CDATA[<p>Jurnal baca</p><p>Hari/Tanggal: Minggu-07-September 2025</p><p>Halaman: 4 – 9</p><p>Judul Buku: Kesatria Penjaga</p><p>Penulis: Fransisca emilia</p><p>Tokoh Utama: Mangrove (Kesatria Penjaga)</p><p><br/></p><p>Ringkasan:</p><p>Cerita ini menggambarkan bagaimana laut, daratan, dan hutan mangrove saling terhubung. Saat laut dilandq gempa besar hingga menimbulkan tsunami, hutan mangrove berdiri kuat melindungi pantai. Akar-akar mangrove mampu menahan derasnya gelombang, sehingga daratan tetap aman. Selain itu, mangrove juga membantu menyaring lumpur, sampah, dan racun yang terbawa sungai agar laut tetap bersih dan sehat bagi makhluk hidup.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorite:</p><p>Ketika mangrove digambarkan sebagai “Kesatria Penjaga” yang berani menghadang gelombang tsunami. Rasanya keren banget karena ternyata pohon kecil di panhai bisa punya peran sebesar itu.</p><p><br/></p><p>Pesan moral:</p><p>Mangrove bukan cuma pohon biasa. Dia punya peran penting untyk melindungi manusia, hewan, dan alam dari bencana. Karena itu, kita harus merawat dan melestarikannya supaya laut dan daratan tetap amsn.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 11:21:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573709148</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD HASBI WAKAFA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573734655</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Selasa 02-09-2025</p><p>Halaman: 5-8</p><p>Judul Buku: Pulang</p><p>Penulis: Tere Liye</p><p>Tokoh Utama: Pak Samad </p><p>Ringkasan Singkat: Ada pemburu yang datang.Yang tidak aku duga ialah bapakku ternyata kenal dekat dengan pemimpin pemburu itu, ternyata bapakku dulu adalah pemburu yang hebat.Ada mobil ke-4 datang yang berisi 2 orang dan sisanya 3 ekor anjing dan anjingnya berbadan besar-besar. </p><p>Bagian Favorit: Diletakkan berbaris di balai bambu,juga ransel,senter besar,tali,jaring, dan peralatan lain aku segera tahu.Melirik gerakan cetakan, mereka pasti pemburu berpengalaman.</p><p>Pesan Moral: Keberanian harus diimbangi dengan tanggung jawab ( Bujang berani ikut berburu,tapi ia juga harus menghargai pesan ibunya agar tetap berhati-hati).</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 11:44:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573734655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUTYA DWI ANJANI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573757600</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin 8 September 2025</p><p>Halaman:10 -27</p><p>Judul Buku: Hujan</p><p>Penulis: Tere Liye </p><p>Tokoh Utama:lail , maryam</p><p>Ringkasan Singkat:Lail dan Esok setelah mereka berpisah dan tinggal di tempat yang berbeda, serta awal persahabatan Lail dengan Maryam, serta beberapa adegan mereka bertiga berinteraksi sebelum peristiwa besar yang akan datang. Meskipun terpisah, Lail dan Esok mungkin masa kekuatan harapan dan optimisme di tengah kesulitan, serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan dan ketakutanih mempertahankan komunikasi, memperlihatkan bahwa mereka adalah teman baik yang saling peduli, serta membangun dasar-dasar cinta yang akan berkembang di kemudian hari. </p><p>Bagian Favorit:lail mempunyai sahabat baru yg bernama Maryam dan itu lail menjadi lebih tenang karena mempunyai sahabat seperti maryam</p><p>Pesan Moral:kekuatan harapan dan optimisme di tengah kesulitan, serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan dan ketakutan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 12:01:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573757600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dina Setyawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573766724</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin, 8 September 2025</p><p>Halaman: 16-25</p><p>Judul Buku: Jaka dan Naga Sakti</p><p>Penulis: Dina Alfiyanti Fasa</p><p>Tokoh Utama: Prabu Arya Setya, Naga Sakti</p><p>Ringkasan Singkat: Tiba-tiba gua menjadi gelap,tak ada lagi cahaya obor. Matahari hampir tenggelam,para peserta sayembara yang lain menunggu peserta pertama masuk ke dalam gua,sosok pemuda peserta pertama itu tak muncul-muncul, mereka bertanya-tanya seperti apakah naga sakti itu.</p><p> Sehingga matahari tenggelam kesabaran para peserta yang lain sudah habis,mereka lelah menunggu peserta pertama keluar gua. Tidak ingin menunggu lama mereka akhirnya berunding untuk menentukan orang kedua yang akan masuk dalam gua,dari hasil perundingan peserta kedua pun berdiri dan menyiapkan senjatanya,pemuda itu adalah penduduk Kerajaan Rigin Anom,ia pun mendengar berbagai versi cerita naga sakti.</p><p>Tujuh hari berlalu tidak ada kabar dari kaki Gunung Dumadi,belum ada satupun peserta yang dapat mengalahkan Naga Sakti</p><p>Bagian Favorit: Tak jarang mereka saling membicarakan kelebihan masing-masing. Mereka membicarakan penghargaan dan kemenangan yang pernah mereka dapatkan</p><p>Pesan Moral: Jangan pernah berpikir untuk mundur dan mengubah awal. Mulailah dari sekarang dan coba ubah akhir ceritanya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 12:07:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573766724</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mita Aulia Citra kharisma </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573836904</link>
         <description><![CDATA[<p> JURNAL BACA</p><p><br/></p><p>Hari, Tanggal: Senin, 8 September 2025</p><p>Halaman: 25–28</p><p>Judul Buku: Dalam Mihrab Cinta</p><p>Penulis: Habiburrahman El Shirazy</p><p><br/></p><p>Tokoh Utama: Zahrana</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada bagian ini, Bu Merlin datang ke rumah Zahrana untuk membicarakan keputusannya. Bu Merlin merasa kecewa dengan pilihan Zahrana yang menolak menikah dengan Pak Karman. Zahrana menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bisa mencintai Pak Karman, dan pernikahan hanya akan membuatnya menderita. Ia berharap Bu Merlin bisa memahami. Bu Merlin tetap menyarankan agar Zahrana mundur dari jabatannya, karena ia khawatir akan muncul masalah politik di kampus.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit:</p><p>Ketika Zahrana dengan tegas menyampaikan isi hati bahwa ia tidak bisa menikah dengan Pak Karman karena pernikahan tanpa cinta hanya akan menyiksanya.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral:</p><p><br/></p><p>Kejujuran pada diri sendiri lebih penting daripada sekadar mengikuti tekanan orang lain.</p><p><br/></p><p>Cinta tidak bisa dipaksakan.</p><p><br/></p><p>Dalam menghadapi masalah, kita perlu berani menyampaikan pendapat dengan bijak dan tetap menjaga harga diri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 12:51:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573836904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mayzahra Putri shandyra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573993289</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin 8 September</p><p> </p><p>Halaman: 16-20</p><p><br/></p><p>Judul Buku: sekolah untuk timur </p><p><br/></p><p>Penulis: Muhammad Fauzi </p><p><br/></p><p>Tokoh Utama: Timur</p><p> </p><p>Ringkasan Singkat: novel ini mengisahkan tentang Timur, seorang anak laki-laki dari Wamena, Papua, yang baru saja lulus SD dan berkeinginan untuk melanjutkan ke SMP. Namun, jarak yang jauh antara rumahnya dan SMP, serta larangan dari ayahnya yang menginginkan Timur membantu ibunya menjaga adiknya, Moses, menjadi hambatan baginya untuk melanjutkan pendidikan. </p><p><br/></p><p>Bagian Favorit: Timur, ko tra tidur? Besok ko perpisahan sekolah, kan? Tra ko siapkan semuanya?" Mama tiba-tiba berdiri di samping Timur.</p><p>"Iyo, Mama. Besok sa perpisahan bawa rok rumbai dan gelang taring babi. Bapak ada, kan, gelang taring babi?" tanya Timur sambil berdiri membawa lilin masuk ke rumah.</p><p>"Iyo, ada. Mama bantu carikan!" Mama berjalan di belakang Timur.</p><p>Mama membuka lemari kayu. Di dalamnya, ada beberapa baju yang memang jarang dipakai. Termasuk gelang taring babi. Sementara rok rumbai yang terbuat dari daun sagu yang dikeringkan, digantung di dekat dapur. Baju adat itu hanya dipakai saat ada perayaan hari besar saja di kampung. Setelah rok rumbai dan gelang taring babi ditemukan, Timur segera mencobanya.</p><p>"Ganteng sekali anak Mama!" puji Mama.</p><p>Timur tersenyum. Dia bangga bisa memakai baju adat yang indah.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral: kejar cita cita setinggi langit, tetap berusaha dan semangat meskipun orang tua tidak mendukung</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 14:10:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3573993289</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3574091365</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>ALYA NOOR RAFIQAH </strong></p><p><strong>JURNAL BACA</strong></p><p><br/></p><p>Hari, Tanggal: Selasa,08 September 2025</p><p><br/></p><p> Halaman: 31-61</p><p><br/></p><p>Judul Buku: Bumi</p><p><br/></p><p>Judul penulis: Tere Liye </p><p><br/></p><p>Tokoh Utama: Raib</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat: Sejak usia 6 tahun Raib ingin mempunyai kucing. Saking inginnya Dia pernah menculik kucing anggora milik tante Anita. Adik Mama, waktu kumpul arisan keluarga di rumahnya. Raib seharian bermain bersama kucing itu memegang bulunya yang tebal, hangat sambil memeluknya dengan tiduran. Akhirnya saat pulang Dia memasukkan ke dalam tas. Dua hari disembunyikan di kamar, pada hari ketiga Mama menemukannya.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit: Ketika Raib mengetahui salah satu kucingnya yaitu bernama kucing hitam dapat menghilang dan tidak nyata. Temannya Ali juga bisa mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh Raib seperti rambut Miss keriting asli atau wiig dan kucing hitam nyata atau tidak.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral: Menunjukkan nilai-nilai persahabatan dan kekeluargaan yang kuat di antara para karakter utama, seperti Raib, Ali, dan Seli. mereka  membentuk ikatan persahabatan yang lebih erat, </p><p>Keberanian dan Kejujuran,</p><p>Kebaikan Terhadap Lingkungan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 15:00:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3574091365</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUTYA DWI ANJANI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3574829254</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p><p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin 8 September 2025</p><p>Halaman:10 -27</p><p>Judul Buku: Hujan</p><p>Penulis: Tere Liye</p><p>Tokoh Utama:lail , maryam</p><p>Ringkasan Singkat:Lail dan Esok setelah mereka berpisah dan tinggal di tempat yang berbeda, serta awal persahabatan Lail dengan Maryam, serta beberapa adegan mereka bertiga berinteraksi sebelum peristiwa besar yang akan datang. Meskipun terpisah, Lail dan Esok mungkin masa kekuatan harapan dan optimisme di tengah kesulitan, serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan dan ketakutanih mempertahankan komunikasi, memperlihatkan bahwa mereka adalah teman baik yang saling peduli, serta membangun dasar-dasar cinta yang akan berkembang di kemudian hari.</p><p>Bagian Favorit:lail mempunyai sahabat baru yg bernama Maryam dan itu lail menjadi lebih tenang karena mempunyai sahabat seperti maryam</p><p>Pesan Moral:kekuatan harapan dan optimisme di tengah kesulitan, serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan dan ketakutan</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-09 01:05:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3574829254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RATU ANNARA DININGRAT </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3580258592</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>JURNAL BACA</strong></p><p><strong>Hari, Tanggal:</strong> Senin, 8 September 2025</p><p><strong>Halaman: </strong>11-20</p><p><strong>Judul Buku:</strong> hantu ondel ondel </p><p><strong>Penulis:</strong>Hervianna Arrha</p><p><strong>Tokoh Utama:</strong> jamila</p><p><strong>Ringkasan Singkat:</strong>Binsar, Galuh, dan Jamil nekat pergi ke kuburan pada malam hari untuk mencari tahu kebenaran rumor hantu ondel-ondel yang sedang membuat heboh warga. Binsar sebenarnya penakut, tapi ikut karena penasaran, bahkan ia sempat meninggalkan pesan di kulkas agar ibunya tidak khawatir. Galuh digambarkan sebagai anak yang dingin dan tegas, selalu serius dalam bertindak, dan Jamil justru banyak tingkah, suka melucu, dan heboh mengusir nyamuk. Saat mereka mengintai, obrolan mengarah pada ayah Galuh, Pak Jiwo, yang sering terlihat di sekitar kuburan karena pekerjaannya sebagai penjaga makam dan juga seniman ondel-ondel. Dari situ muncul dugaan bahwa hantu ondel-ondel yang ditakuti warga mungkin sebenarnya adalah Pak Jiwo sendiri, meskipun masih ada kemungkinan hantunya benar-benar nyata. Suasana semakin tegang karena Jamil khawatir kalau suatu saat warga salah paham dan mengira Pak Jiwo sebagai hantu, yang bisa berakibat buruk. </p><p><strong>Bagian Favorit:</strong></p><p>Jamil khawatir kalau suatu saat keluarga Salah paham dan mengira Pak jiwo sebagai hantu</p><p><strong>Pesan Moral:</strong></p><p>Jangan cepat percaya pada rumor. Kadang isu atau gosip bisa menyesatkan dan merugikan orang lain, jadi penting untuk mencari kebenaran dengan bijak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 13:20:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3580258592</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mutya Dwi Anjani x-4 (20)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581014873</link>
         <description><![CDATA[<p>                Puncak Edelweis </p><p>              ( Mutya Dwi Anjani )</p><p><br/></p><p>Di puncak gunung yang tinggi</p><p>Tumbuhlah kuntum bunga langkah</p><p>Seperti titisan bintang yang bersemi</p><p>Edelweis mekar dengan kelopak putih</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Bertumbuh di tempat yang tinggi</p><p>Mengingatkan keindahan alam abadi</p><p>Pesonanya jadi lambang berani</p><p>Menguatkan hati yang mencari arti</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Dalam kehidupan berliku mengajarkan</p><p>Untuk tetap bertahan dalam kesulitan</p><p>Edelweis bukan hanya bunga indah</p><p>Tapi di kenal dengan bunga penuh makna</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:30:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581014873</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RATU ANNARA DININGRAT X-4 [24]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581028504</link>
         <description><![CDATA[<p>rumor hantu yang katanya nyata </p><p><br/></p><p>(Ratu Annara Diningrat)</p><p><br/></p><p>Bulan purnama tersenyum sendu,</p><p>Binsar menjaga dengan mata terpejam,</p><p>Rumor hantu menebar ragu,</p><p>Kuburan jadi tempat yang menakutkan.</p><p><br/></p><p>Galuh dan jamil datang membawa ide,</p><p>Mengawasi hantu yang katanya nyata,</p><p>Mereka melangkah penuh penasaran,</p><p>Apakah nyata atau sekedar bayangan?</p><p><br/></p><p>Nyamuk berisik di kegelapan malam,</p><p>Jangkrik bernyanyi di semak semak tersembunyi,</p><p>Langka ringan beriring pelan,</p><p>Mencari kebenaran di balik bayang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:37:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581028504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mayzahra Putri Shandyra X-4 [14]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581028621</link>
         <description><![CDATA[<p>Sekolah, tempat mimpi tumbuh</p><p><br></p><p>(Mayzahra Putri Shandyra)</p><p><br></p><p>Di balik gerbang sekolah,</p><p>Ada sekumpulan ilmu yang tak terhingga,</p><p>Di sana ada mimpi mimpi,</p><p>Yang disiram dengan usaha dan doa,</p><p><br></p><p><br></p><p>Spidol menari di atas papan tulis,</p><p>Bukanlah sekedar coretan biasa,</p><p>Melainkan jalan untuk menuju masa depan yang cerah,</p><p><br></p><p><br></p><p>Sekolah bukan hanya tempat belajar,</p><p>Sekolah adalah rumah kedua yang mengajarkan,</p><p>Tentang pertemanan, perjuangan,</p><p>dan usaha yang tak pernah padam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:37:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581028621</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELAS:X-4 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581036275</link>
         <description><![CDATA[<p>ABSEN:18</p><p>MUHAMMAD ALIF HIDAYAH SAPUTRA </p><p><br/></p><p>         DI UJUNG SENJA</p><p><br/></p><p>Di ujung senja, langit bernyanyi,</p><p>Merangkai asa dalam cahaya sepi,</p><p>Mentari pamit dengan janji abadi,</p><p>Esok kan datang, membawa pagi.</p><p><br/></p><p>Angin berbisik lirih dan mesra,</p><p>Menyapu lara dari dada yang luka,</p><p>Meski gelap hendak bertahta,</p><p>Bintang pun setia menyalakan makna.</p><p><br/></p><p>Jangan menyerah, wahai jiwa lelah,</p><p>Di balik gelap, ada pelita cerah,</p><p>Langkahmu kini, meski perlahan,</p><p>Adalah nyala dari sebuah harapan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:41:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581036275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dina Setyawati X-4 [10]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581041922</link>
         <description><![CDATA[<p>Rahara</p><p><br/></p><p>(Dina Setyawati) </p><p><br/></p><p>Gaung kidung mengalun-alun</p><p>Entah senandung entah meraung</p><p>menyisir sela relung gulita</p><p>sayangnya, jiwa telah diliput samsara</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Segannya, namun kembali bertanya adakah masih tersisa nirwana? </p><p>Setelah gandrung menguasai segala </p><p>Perpaduan membawanya ke titik nadir</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Tersisa deru angin beraroma getir</p><p>Di bangku ke sembilan ruang doa sebelah kanan</p><p>Rahara redup ronanya</p><p>Perkara semua mata dadu ia tertulis dosa</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:44:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581041922</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila lailatus sa&#39;diyah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581045775</link>
         <description><![CDATA[<p>SAKSI BISU SAJADAH CINTA</p><p><br></p><p>Malam di Kufah begitu syahdu. Azra, seorang pemuda yang taat, kembali mengadukan hatinya kepada Allah.Namun di balik kekhusyukannya, hatinya diam-diam diuji oleh kehadiran gadis yang bernama Lyla.Setiap kali bayang wajah Lyla terlintas,hatinya bergetar hebat,tapi ia brusaha menjaganya dengan doa, meyakini bahwa cinta sejati harus ia serahkan pada Allah.<br><br>Hari-hari berlalu,kabar tentang lamaran Zayyan kepada Lyla membuat Azra kian teruji.Meski hatinya perih,ia memilih diam.Namun takdir ternyata indah.Lyla, yg semula diyakini akan menerima Zayyan,justru menolak dan mengirimkan surat kepada Azra. Dengan tinta air mata, ia menulis bahwa cintanya telah mantap kepada Azra. Azra terkejut,antara bahagia dan takut,bahagia krna cintanya berbalas, takut karna ia khawatir cinta itu justru menjauhkan mereka dari Allah.<br><br>Namun,ketika Azra hendak membalas surat dari Lyla.Di tengah do'anya, ia mendapat kabar bahwa Zayyan meninggal saat dalam perjalanan. Masyarakat Kufah pun memandang Azra sebagai sosok yang mengambil kebahagiaan sahabatnya. Azra menunduk dan bersedih.Ia sadar bahwa cinta bukan sekadar soal memiliki,melainkan soal keikhlasan Di atas sajadah,ia berbisik dan berdoa kepada allah Jika benar cinta ini darimu, ya Allah,maka tetapkanlah dan jagalah kami berdua.tetapi bila ia hanyalah ujian,maka ambillah seluruh rasa yang telah ada.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:46:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581045775</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD HASBI WAKAFA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581045787</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Lebah Dan Kupu Kupu</strong></p><p><br></p><p>Pada suatu hari hiduplah seekor lebah kecil Ia bernama Wawan dia lebah yang sangat giat mengumpulkan madu.Dan di suatu pagi lebah-lebah yang lain sedang berkumpul untuk menghisap sari-sari madu.Lalu datanglah sekumpulan kupu-kupu yang datang untuk mengumpulkan sari-sari bunga. Diantara kupu-kupu itu ada seekor yang bernama Tilany. </p><p><br></p><p>Di pagi yang berseri Wawang telat bangun dan di marah i oleh ibuknya,ia dilarang untuk berpergian ke tengah hutan, tapi dia tetap bersihkeras untuk mengambil sari-sari madu saat ia berjalan ke tengah hutan dia bertemu dengan Tilany. Pada saat mereka bertemu, Wawang mulai ada rasa pada Tilany dan  dia mencoba mengungkapkan rasa dan ia langsung diacuhkan oleh Tilany. Saat ia siap siap untuk mengumpulkan madu, dan telah sampai ke tempatnya mereka bingung karena para kupu-kupu sudah menghabiskan madu yang ada. Lalu pemimpin para lebah memutuskan untuk ganti kawasan ke sekitar taman Pak Somad. </p><p><br></p><p>Dan di suatu pagi para serangga mengadakan pesta. Wawang dan Tilany juga datang pada pesta tersebut, lalu Wawang mengajak Tilany untuk berdansa dan Tilany mau untuk berdansa, dan di saat tengah-tengah mereka berdansa Wawang mencoba mengungkapkan perasaa</p><p>nya dan Tilany menjawab dengan riang gembira dan mereka berdua bersama sampai selamnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:46:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581045787</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Lailatur Rohmah, Kelas : x-4, Absen : 13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581051058</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Selembar wasiat, segunung kisah </strong></p><p><br/></p><p>     Hujan tipis membasuh jendela kecil di apartemen Mia. Di hadapannya, bertumpuk dokumen dan buku catatan tua peninggalan Sri Ningsih. Awalnya, ia mengira pekerjaan ini hanya perkara biasa. Namun, semakin ia membaca catatan demi catatan, lembar demi lembar, hatinya diguncang. Tetapi ia menemukan kisah perjalanan hidup penuh luka dan perjuangan.</p><p><br/></p><p>     Sri Ningsih bukan hanya seorang perempuan biasa. Ia adalah saksi Mia. Dari masa kecil hidupnya penuh pengorbanan. Pada saat itu juga dada Mia terasa sangat sakit waktu membaca itu, wanita yang tak pernah ia kenal itu tiba-tiba terasa begitu dekat.</p><p><br/></p><p>    Di luar hujan mereda. Cahaya sore menembus jendela, menyinari meja. Mia menatap langit yang mulai cerah. Ia tersenyum kecil. Bukan karena pekerjaannya selesai. Tetapi dari kisah Sri Ningsih telah tiada. Kisahnya akan selalu hidup dalam hati seseorang yang ingin mendengarnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:49:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581051058</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ristita Sabrina M. J/25/X-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581051256</link>
         <description><![CDATA[<p><em>Sebuah Cerita Dibalik Jendela Rumah Sakit</em></p><p><br/></p><p>Pada suatu hari di sebuah rumah sakit terdapat dua orang pasien yang bernama Fara dan Farel mereka adalah dua pasien yang dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19. Dari balik jendela kamar, Fara suka melihat pemandangan luar rumah sakit yang sangat indah seperti laut, langit, dan anak-anak bermain di pantai. Ia selalu bercerita kepada Farel, meskipun Farel masih terbaring koma menggunakan alat bantu pernapasan. Fara merasa seperti berkomunikasi dengan kakaknya sendiri yang telah lama hilang. </p><p><br/></p><p>Dari hari ke hari, kondisi Farel tidak kunjung membaik. Fara sendiri sudah dinyatakan negatif Covid-19 dan harus segera pulang. Dari satu sisi Fara bahagia Karena bisa kembali ke keluarganya, tetapi di sisi lain ia bersedih karena harus meninggalkan Farel seorang diri. Sebelum ia pergi meninggalkan Farel, ia menitipkan sebuah buku puisi kepada seorang dokter agar dibacakan untuk Farel nanti suatu saat ia sadar. Hati Fara dipenuhi rasa cemas dan takut jika Farel menjadi salah satu korban virus covid -19 yang mematikan karena pada saat itu banyak sekali korban yang kalah dalam melawan virus covid-19. </p><p><br/></p><p>Dengan hati yang sangat berat, Fara meninggalkan ruang isolasi karena ia sudah dinyatakan negatif covid-19.Walaupun tak bisa lagi berada di sisi Farel, Fara sangat percaya bahwa setiap cerita doa yang pernah ia bagikan ke Farel akan menjadi kekuatan untuk Farel. Harapan Fara itu membuatnya tegar melangkah pulang, sambil berdoa agar suatu hari nanti Farel bisa sembuh dan semoga bisa bertemu lagi suatu hari nanti.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:49:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581051256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Misteri di Tengah Malam </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581054512</link>
         <description><![CDATA[<p>( Decha Azzahra Fika )</p><p><br></p><p>Malam hening tiba-tiba bergetar,</p><p>Dentum gendang terdengar samar,</p><p>Iringan langkah seolah nyata,</p><p>Membangkitkan rasa tanda tanya.</p><p><br></p><p>Suara musik kian bersuara,</p><p>Menyapu gelap sunyi merata,</p><p>Alunan nada penuh misteri,</p><p>Menggiringgi malam yang sunyi.</p><p><br></p><p>Di balik misteri yang mencekam,</p><p>Terlihat keberanian tumbuh perlahan,</p><p>Langka berani menyingkap rahasia,</p><p>Hingga kebenaran perlahan terbuka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:51:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581054512</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alya Noor Rafiqah X-4 (05)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581056414</link>
         <description><![CDATA[<p>DIMENSI TAK TERLIHAT</p><p><br/></p><p>       Di tepi jurang cahaya, Arka berdiri terpaku melihat dimensi paralel yang berkilau. Aira melangkah pelan ke sampingnya, wajahnya penuh waspada. “Di sini segalanya mirip dengan dunia kita, tapi penuh rahasia,” bisiknya lirih. Mira menyalakan percikan listrik kecil di tangannya, siap jika ada bahaya.</p><p><br/></p><p>       Tiba-tiba kabut hitam menggumpal muncul, membentuk sosok bayangan yang menyerupai Arka. Matanya merah menyala, penuh kebencian dan kesombongan. “Aku adalah Arka yang sesungguhnya, pemenang di dunia ini,” ujarnya. Aira refleks menarik tangan Arka, mengatakan bahwa ada  bahaya yang mereka had</p><p>api.</p><p><br/></p><p>      Mira melangkah maju dengan kilatan listrik semakin kuat di sekelilingnya. “Kalau ingin membuktikan siapa yang pantas, maka hadapilah kami”, katanya tegas. Arka bersama dua sahabatnya siap melawan versi gelap dirinya. Dimensi paralel bergetar  menguji kemampuan mereka bertiga. Arka tahu, pertarungan ini bukan hanya melawan musuh, tapi juga melawan dirinya sendiri. Dan bersama Aira serta Mira, ia percaya mereka bisa menang.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 00:53:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581056414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelas X-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581068243</link>
         <description><![CDATA[<p>Absen : 16</p><p>Muhammad Abdul Aziz Maualana</p><p><br/></p><p><br/></p><p>           Piring Bahagia Si &amp; Bi</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Di meja sederhana penuh warna,<br>‎Si dan Bi belajar bersama,<br>‎Mengaduk rasa, menata cinta,<br>‎Hidangan tersaji penuh makna.<br>‎<br>‎Namun tak selalu langkah mulus terasa,<br>‎Kadang masakan terlalu asin rasanya,<br>‎Atau bahan yang hilang entah ke mana,<br>‎Membuat hati sempat kecewa dan luka.<br>‎<br>‎Si dengan semangat penuh daya,<br>‎Bi dengan hati yang ceria,<br>‎Bersatu dalam langkah kecil,<br>‎Menghidangkan bahagia yang begitu indah dan adil.<br>‎<br>‎Oh, piring bahagia…<br>‎Bukan hanya soal rasa,<br>‎Tapi tentang cinta, kerja sama,<br>‎Dan syukur pada Sang Pencipta</p><p><br/></p><p><br/></p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:00:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581068243</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faiq Hafidh Maulana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581075532</link>
         <description><![CDATA[<p>BANGKU SENJA</p><p><br></p><p>Setiap sore, bagas selalu duduk di bangku kayu diujung lapangan desa. Tempat itu jadi titik favoritnya untuk melihat matahari perlahan tenggelam. Di tangannya ada foto yang mulai pudar, foto seseorang yang dulu selalu ia tunggu di jalan kecil dekat sana. Orang-orang yang lewat sering melihatnya sendirian, tapi bagas merasa tidak sepenuhnya sendiri. Ia masih percaya, bahwa suatu saat masa lalu lah yang akan menemani. </p><p>Hari hari berjalan seperti biasanya, tapi kebiasaan itu tidak pernah hilang.bagas selalu datang, bagas selalu duduk dibangku yang sama, menatap jalan sepi yang Entah kapan akan kembali ramai. dalam batin bagas selalu menyimpan kenangan dan harapan kecil, dan mungkin suatu hari nanti sosok itu akan kembali, tersenyum, lalu membuat sore terasa ringan seperti hari-hari sebelumnya. Meski bagas tahu hidup tak selalu indah, ia selalu menunggu karena cuma itu lah cara agar ia tetap merasa dekat. </p><p>Hingga akhirnya, sebuah kabar datang tanpa diduga. Orang yang ia tunggu selama ini ternyata sudah lama pergi, meninggalkan dunia sejak kecelakaan beberapa bulan lalu. Bagas terdiam lama, menatap foto yang semakin lusuh di tangannya. Ia sadar, yang ia rawat selama ini bukanlah harapan, melainkan kehilangan yang tak sanggup ia terima. Senja yang ia cintai ternyata bukan tentang menunggu seseorang kembali, tapi tentang belajar melepas perlahan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:04:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581075532</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAJMUDDIN BASAYEV AMIR AL JIHAD AL FURQON X-4 [22]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581076266</link>
         <description><![CDATA[<p>            KEGIGIHAN DAN DO'A</p><p><br></p><p>        Suara ombak beradu</p><p> berseru memecah malam&nbsp;</p><p> Walau hanya sebagian kecil di tepian&nbsp;</p><p><br></p><p> Tatapan kosong memandang langit</p><p>&nbsp;seolah tak ada ujungnya</p><p>&nbsp;seraya mengangkat tangan</p><p>&nbsp;meminta keajaiban&nbsp;</p><p><br></p><p> Dengan kegigihan dan harapan</p><p>Seolah memberikan kekuatan&nbsp;</p><p>Tuk menghadapi masa depan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:05:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581076266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Balqis Faizah Caecar (06) X-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581081050</link>
         <description><![CDATA[<p>Ibuku cahayaku</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Ibu engkau adalah gemerlap ku</p><p>yang selalu membuatku bersinar pada hari hari-hariku</p><p>dengan cinta dan kasih sayang yang tulus</p><p>engkau menjadikan hidukku lebih kuat </p><p>dengan kesabaranmu yang luas</p><p>mangajarkanku arti pantang menyerah</p><p><br/></p><p><br/></p><p>     Malam-malam yang sunyi</p><p>     tapi langit tahu bisikanmu</p><p>     kau sebut namaku dalam doa</p><p>     sementara aku tidur dengan lelap</p><p>     sabar mu menghadapi tingkah lakuku</p><p>     cinta ibu selalu sepanjang masa</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Terima kasih, ibu</p><p>untuk semua yang kau berikan padaku</p><p>aku mencintai dan menyayangimu dengan sepenuh hati.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:07:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581081050</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ADILLIA SOFIYANTI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581082474</link>
         <description><![CDATA[<p>Sahabat Sejati</p><p><br/></p><p>Nina dan Dira selalu bersama sejak kecil. Mereka belajar, bermain, dan saling berbagi cerita. Tak ada rahasia yang bisa disembunyikan di antara mereka. Persahabatan itu membuat hari-hari terasa hangat.</p><p><br/></p><p>Suatu hari, Nina merasa sedih karena gagal dalam lomba. Dira datang dengan senyuman dan kata-kata penyemangat. dan mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir segalanya. Kehadiran Dira membuat hati Nina kembali kuat.</p><p> </p><p>Sejak saat itu, mereka berjanji untuk selalu mendukung satu sama lain. Susah maupun senang, mereka tetap bersama. Persahabatan mereka ibarat rumah tempat pulang. Hangat, tulus, dan tak tergantikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:08:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581082474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syafa&#39;atus az&#39;zaam </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581086016</link>
         <description><![CDATA[<p>                     SEKOLAHKU                                                   (Syafa'atus) </p><p><br/></p><p>Saat pertama masuk gerbang</p><p>Kulihat sejuta harapan</p><p>Daun-Daun berterbangan </p><p>Seakan-akan menyabutku</p><p> </p><p>                                                      Sekolahku adalah istanah ku                     Juga rumah kedua bagiku                            Banyak kisah dan peristiwah                       Yang terjadi di sini</p><p><br/></p><p>Karna sekolah</p><p>Adalah tempat menuntut ilmu</p><p>Yang tak pernah kulupakan </p><p>Untuk selama-lamanya</p><p><br/></p><p>Aku mulai nyaman di sini                              Karena di sini aku juga mendapatkan        Teman,sahabat,untuk canda,tawa              Terima kasih sekolahku.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:10:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581086016</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hal Sepesial</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581086255</link>
         <description><![CDATA[<p>          (satria) </p><p><br/></p><p>Saat sinaran mentari pagi masih redup</p><p> seorang anak merelakan waktu tidurnya </p><p>yang begitu menenangkan dan nyaman </p><p>demi sebuah ilmu dan harapan. </p><p><br/></p><p>   anak sekecil itu harus menguatkan tubuhnya dari rasa malas yang kuat </p><p>demi sebuah perjalanan yang melelahkan menjemput dan membawa pengetahuan yang mempengaruhi masa depan</p><p><br/></p><p> di sebuah ruangan persegi dengan deretan bangku bangku yang menemaninya </p><p>ia menyiapkan diri untuk penerimaan</p><p>hal yang berharga </p><p>walaupun harga dirin yang menjadi taruhannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:10:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581086255</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Satria putra dewa kelas:x-4 absen:27</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581088116</link>
         <description><![CDATA[<p>Malam di danau</p><p><br/></p><p>Malam telah menyelimuti danau yang tenang airnya yang seperti kaca yang memerlukan bintang-bintang dilangit. Di tepi danau, rina duduk di batu besar, mendengarkan suara jangkrik dan angin yang lembut membelai dedaunan. </p><p><br/></p><p>Rina suka ke danau ini ketika malam. Disini,ia merasa jauh dari hiruk piruk kota dan berbicara dengan diri sendiri. Ia memandang ke tengah danau, membayangkan riak-riak kecil yang tercipta jika ia melempar  batu ke air. Dalam keheningan, ia merasa damai. </p><p><br/></p><p>Saat bulan mulai tinggi, rina berdiri dan berjalan perlahan di sepanjang tepi danau. Bayangan pepohonan ikut nari di permukaan air. Ia tersenyum, merasa malam ini begitu sempurna. Lalu,  dengan hati yang ringan, rina meninggalkan danau, membawa ketenangan malam yang masih mebekas di dalam dirinya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:11:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581088116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Satria Maulana A.</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581174445</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Senin, 8 September 2025</p><p>Halaman: 5–7</p><p>Judul Buku: Laskar Pelangi</p><p>Penulis: Andrea Hirata</p><p>Tokoh Utama: Ikal (narator), Bu Mus, Pak Harfan, Harun, Sahara</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada hari pertama masuk sekolah, SD Muhammadiyah hampir ditutup karena murid baru kurang dari sepuluh orang. Semua guru dan orang tua merasa cemas. Hingga akhirnya datanglah Harun, seorang anak yang sederhana dan penuh keceriaan, sehingga jumlah murid genap menjadi sepuluh. Kedatangan Harun membawa harapan baru bagi sekolah itu agar tetap berdiri.</p><p>Bagian Favorit: Saat Harun dengan senyum lebarnya datang berlari penuh semangat bersama ibunya, sehingga menyelamatkan SD Muhammadiyah dari penutupan.</p><p>Pesan Moral: Jangan pernah menyerah pada keadaan. Harapan bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal kecil yang terlihat sepele. Semangat belajar dan ketulusan hati dapat menjadi penyelamat bagi banyak orang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 01:56:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581174445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ZULFAN DANISH IHTISYAM </title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581197117</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Absen:30</p><p><br/></p><p>ZULFAN DANISH IHTISYAM </p><p><br/></p><p><br/></p><p> </p><p><strong>      Kisah Cinta di Ujung Senja </strong></p><p>Di bawah langit jingga yang mulai meredup,<br>Langkah-langkah kita menyatu dalam senyap,<br>Kala angin menyapa lembut dedaunan gugur,<br>Kau genggam tanganku, tak perlu banyak tutur.</p><p>Kita bukan kisah yang langsung indah,<br>Ada luka, ada tawa, ada jeda yang pasrah,<br>Namun setiap retak kita isi dengan harap,<br>Bahwa cinta bukan soal mudah, tapi tetap layak.</p><p>Kau ajarkan aku sabar dalam rindu,<br>Dan aku belajar percaya meski tak selalu tahu,<br>Kita tumbuh, bukan sempurna, tapi saling mengerti,<br>Itulah caraku tahu—kau bagian dari hati ini.</p><p>Kini senja kembali menyapa pelan,<br>Dan aku tahu, meski waktu bisa menggerus kenangan,<br>Kisah kita tak akan pudar oleh musim,<br>Karena cinta ini, adalah kisah yang kupilih untuk terus kuimajinkan dan kuhidupkan—meski hanya dalam diam.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 02:08:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3581197117</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sepiring ayam goreng </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3582356722</link>
         <description><![CDATA[<p>Sepiring Ayam Goreng </p><p>Di sebuah rumah sederhana,pagi itu meja makan tampak ramai.ibu sudah menyiapkan makan:nasi baru Tanak,sambal bajak dan sepiring sajian ayam."Bu, masakannya ayam lagi ? Bosan !" Protes Azzam,anak sulung yang duduk dibangku SMP. adiknya,bunga, spontan menangapi,"iya masa tiap hari ayam.temenku di sekolah sarapannya NuGet crispy.</p><p><br></p><p>Ibu terdiam.tanganya yang tadi sibuk menuang kopi mendadak berhenti.ayah yang sejak tadi membaca koran akhirnya bersuara,agak keras ""uang itu nggak jatuh dari langit ,nak .ibu sudah kerja keras sejak pagi, jangan banyak mengeluh .suasana jadi tegang.raka menundukan wajah,Lala berwajah murung,ibu memendam tangis,lalu masuk ke dapur tanpa berkata apa-apa.</p><p><br></p><p>Taka lama kemudian, Azzam dan bunga menyusul ke dapur."BU...MAAF ya.tadi Azzam sempat salah ucap."iya Bu,aku juga.ayam goreng ibu paling enak, tambah Lala sambil memeluk ibunya.</p><p>akhirnya mereka kembali duduk di meja makan.sepiring ayam goreng yang tadinya jadi sumber konflik,berubah jadi pengikat hati.dengan tawa kecil dan rasa haru, mereka menghabiskan sarapan bersama</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-12 16:12:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3582356722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natasya Adelia Putri                       </title>
         <author>feliciadwianindita</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3582768936</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>Sunyi Diantara Kita</strong></p><p>Bel istirahat berbunyi. Koridor SMA Dirgantara mendadak padat, suara teriakan bercampur tawa. Nebula berjalan sambil memegang buku olimpiade Kimianya, langkah cepat, wajah datar. Seperti biasa, beberapa anak melirik. Nebula bukan cuma cantik, tapi juga terkenal ambis dan sering juara lomba. “Neb!” Elvin, teman sekelasnya,memanggil. “Latihan debat nanti sore jadi, kan?” Nebula menoleh sebentar. “Iya. Nanti di aula.” Elvin tersenyum. “Oke neb. Jangan kabur ya.” Beberapa orang tertawa kecil, menggoda mereka. Nebula hanya tersenyum tipis. Tapi di ujung koridor, seseorang memperhatikan dari jauh Abi Kapten basket, OSIS, kelas 12. Rambutnya agak berantakan, postur tegap. Abi tersenyum tipis melihat Nebula, tapi saat teman-temannya ribut soal rapat OSIS, senyum itu seketika langsung hilang. Perpustakaan sore itu sepi. Nebula duduk di pojok, membuka soal olim. Suara kursi geser membuatn ia menoleh. "Kamu lagi, Bul.” Abi duduk di depannya, senyum khasnya muncul. “Kamu ga rapat OSIS emang?” Nebula menunduk, pura-pura sibuk. “Udah. Kabur sebentar, hehe.” Abi mengeluarkan bolpoin, mencoret-coret kertas kosong. Lalu dengan santai menyelipkannya ke buku Nebula. Nebula membaca kertas itu dengan cepat: ”kamu sibuk terus. i miss u bul.”  Ia menahan senyumnya, pura-pura marah. “Jangan nulis gitu di buku orang.” Abi nyengir. “Daripada aku ngomong keras-keras nanti ada yang dengar.” Mereka saling pandang. Dunia luar seakan memudar. Tapi ketika dua anak OSIS masuk, Abi langsung berdehem, berdiri, seolah hanya numpang duduk. Nebula kembali menunduk, seakan ia tak pernah mengenalnya. </p><p> </p><p>Hari pertandingan basket. Tribun penuh, sorak-sorai dari penonton menggelegar. Abi berlari di lapangan, wajahnya serius. Setiap kali ia mencetak poin, penonton Bersorak-Sorai. Kirana, partner OSIS-nya, sibuk bolak-balik ngurus tim. Dari jauh, mereka terlihat sangat begitu akrab. Nebula duduk di tribun, zella di sampingnya. Ia bertepuk tangan kecil, menahan diri untuk tidak bersorak lebih kencang. zella mencondongkan badan. “Lu engga cape apa jalanin hubungan backsecret sama abi? Lihat tuh, semua orang heboh ngira Abi sama kirana pacaran, Padahal lo pacarnya.” Nebula menggigit bibir. Matanya tak lepas dari Abi. Di lapangan, Abi sempat menoleh sekilas ke arah tribun. Tatapannya singkat, tapi cukup untuk bikin jantung Nebula berdebar. Sampai akhirnya tribun heboh lagi. “Eh, itu Celia ! Kak Celia balik!” Celia ex Abi, alumni OSIS, senior cantik. Ia berjalan ke pinggir lapangan, menyodorkan botol minum pada Abi. Penonton makin histeris. Nebula mengepelkan tanganya. Dada sesak. Malamnya. Abi: “kamu kenapa diem aja di tribun tadi bul?” Nebula: “gapapa kok, good night.” Pesan itu singkat, dingin. Abi menatap layar lama. Lalu balas. Abi: “aku cuma nerima botol minum. tapi aku gaada perasaan ke dia.” Nebula menutup mata, air mata mengalir. Tapi notifikasi lain muncul. Elvin: “neb, kalau kamu capek sama semua gosip itu, aku ada kok. beneran.” </p><p> </p><p>Lorong sekolah sore itu sunyi. Nebula berjalan cepat, menunduk. “bulaaaa.” Suara itu membuatnya berhenti. Abi berdiri di ujung lorong, wajahnya tegang. “Aku mau ngomong.” Nebula menghela napas. “Mau ngomong apa lagi, hah? Semua orang bilang kamu cocok sama kirana. Celia balik, semua orang heboh. Sedangkan aku? Aku bahkan harus pura-pura ngga ada kalau kamu lewat.” Abi terdiam. Lalu pelan, ia berkata, “Aku engga bisa bohong. Masih ada sisa rasa ke Celia, dikit. Dia bagian dari masa lalu aku.” Nebula menahan napas, matanya panas. “Tapi sisanya… semuanya buat kamu. i choose you, bul.... Aku rela sembunyi, rela dikira cocok sama orang lain, asal kamu tetep di sini.” Nebula meneteskan air matanya. “ Tapi kenapa rasanya aku selalu jadi pilihan kedua bi?” Abi mendekat, sambil menggenggam tangannya. “Kamu bukan pilihan kedua bul. Kamu itu tujuan terakhirku.” Mereka berdiri lama di lorong sepi itu. Nebula menangis di bahunya, sementara Abi hanya bisa memeluk, mencoba meyakinkan. Di luar, sekolah masih ramai dengan gosip, sorak, tawa. Tapi di dalam pelukan itu, mereka hanya dua remaja SMA berusaha bertahan di tengah dunia yang terlalu ribut untuk kisah cinta mereka. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-13 03:19:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3582768936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALIYAH MAHSHUNAH</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3584239785</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: jumat 29 Agustus 2025 </p><p>Halaman: 1-49</p><p>Judul Buku: bumi cinta </p><p>Penulis: Habiburrahman El Shirazy </p><p>Tokoh Utama: ayyas dan devid</p><p>Ringkasan Singkat: buku ini menjelaskan tentang keadaan lingkungan rusia ketika musim dingin juga menceritakan tentang 2 orang teman yg bertemu kembali setelah sekian lama yaitu ayyas dan devid mereka berpisah karena melanjutkan pendidikan di negri orang juga perubahan sikap mereka karena lingkungan dan pergaulan di negara tersebut </p><p>Bagian Favorit: ketika Yelena mengulurkan tangan pada ayyas untuk sekedar berjabat tangan atau perkenalan tapi ayyas menolaknya secara lembut dengan alasan tangan nya kaku karena kedinginan </p><p>Pesan Moral: seseorang pasti berubah seiring berjalannya waktu jangan pernah merubah apa yg sudah kau bangun dari awal jika kamu tidak ingin menyesal di kemudian hari bisa jadi itu hanyalah suatu cobaan atau ujian yg harusnya kau hadapi bukan kau jalani.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 00:15:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3584239785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vita Aulia Annisa (29) X4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3584260881</link>
         <description><![CDATA[<p>Adikku yang manis</p><p><br/></p><p>Roni berlari kegirangan sambil membawa sekantung plastik besar roti menuju rumahnya. Tempat kumuh yang hanya beratap terpal satu petak tanpa dinding. Dibangun sedemikian rupa hanya untuk bisa berlindung dari derasnya hujan. Disebut-sebut 'rumah' oleh kakak beradik ini.</p><p><br/></p><p>Sebelumnya, Roni mengobrak-abrik tempat sampah sebuah rumah makan untuk mencari makanan sisa yang masih layak. Itulah yang setiap hari ia lakukan untuk bertahan hidup. Merasa prihatin, pemilik rumah makan pun memberi beberapa roti untuk Roni. Roni terkejut bukan main dibuatnya. Segeralah ia pulang untuk berbagi roti dengan adiknya.</p><p>Dari jauh, Roni bisa melihat adiknya sedang tertidur pulas di 'rumah' mereka. la berlari tergopoh-gopoh.</p><p><br/></p><p>"Rani, bangunlah! Kakak membawa roti yang saaaangat banyak!" Teriak Roni sambil menghampiri. Saat Roni sudah mendekat, Roni menggoyang-goyangkan tubuh adiknya itu untuk membangunkannya. Sekian lama berlalu, Roni baru menyadari bahwa tangan adiknya sudah kelewat dingin.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 00:30:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3584260881</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Adila Ziski Al islami</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3584271646</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: sabtu 30,08,2025</p><p>Halaman:1-7</p><p>Judul Buku:LAYUR TETAPLAH BELAYAR</p><p>Penulis:ANANG YB</p><p>TokohUtama:ALUN,BAPAK,Laayur</p><p>Ringkasan Singkat:Novel ini bercerita tentang sosok remaja seumuran kamu.pada mulanya ia mau terlihat hebat.namun jalan hidup menyadarkan dirinya bahwa pihak yang harus dia kalahkan adalah dirinya sendiri. segala ego harus dia retas.sebaliknya semua hal baik dan segalanya kebajikan, itulah yang harus teratas</p><p>Bagian Favorit:tokoh utama (digambarkan seperti perahu layur di lautan) tetap berani berlayar meskipun menghadapi ombak, badai, dan rintangan di perjalanan. Bagian ini menggambarkan semangat pantang menyerah yang kuat.</p><p>Pesan Moral:Jangan mudah menyerah hanya karena hambatan, karena setiap rintangan justru mendidik kita menjadi lebih kuat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-15 00:37:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3584271646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ADILLIA SOFIYANTI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591863363</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari, Tanggal: Kamis, 18 september 2025</p><p>Halaman: 16–35</p><p>Judul Buku: Milea: Suara dari Dilan</p><p>Penulis: Pidi Baiq</p><p>Tokoh Utama: Dilan, Milea, teman-teman Dilan</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Dilan mulai menceritakan bagaimana perasaannya kepada Milea. Ia menunjukkan perhatian dengan caranya yang khas, penuh candaan dan kejutan. Milea mulai merasakan ketulusan Dilan, meski kadang bingung dengan sikapnya. Hubungan mereka perlahan tumbuh menjadi kisah yang hangat dan penuh warna.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 11:24:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591863363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vita Aulia Annisa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591878701</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Kamis, 18 September 2025</p><p>Halaman: 10-16</p><p>Judul Buku: Mengejar Haruto </p><p>Penulis: Dewi Cholidatul </p><p>Tokoh Utama: Jalu</p><p>Ringkasan Singkat: Jalu menyadari kampungnya memang sederhana, tetapi tidak miskin. Tak satu pun penduduk yang kekurangan makan. Bagaimana tidak, makanan yang diramu di Kampung Naga rata-rata dihasilkan dari halaman rumah sendiri. Hampir semua penduduk memiliki sawah dan kebun.</p><p>Bagian Favorit: Jalu melihat Utari di sekolah. Namun, tak seperti sebelumnya, Utari kini sering menghilang sesaat sebelum jam pelajaran selesai. Jalu nyaris tak bisa melihatnya. Sepulang sekolah, dia bersama teman-teman lain. Jalu sering memanggilnya, tetapi sepertinya Utari pura-pura pura tak mendengar. Jalu tidak mempunyai kesempatan untuk mengajak Utari terlibat dalam proyeknya.</p><p>Pesan Moral: pentingnya menghargai dan menerima diri sendiri, dengan tidak terlalu terbebani oleh keinginan atau identitas orang lain, serta keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri meski penuh tantangan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 11:36:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591878701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KHALISA INTAN OCTAVIANI AZ ZAHRA X-4 (12)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591909250</link>
         <description><![CDATA[<p>TERJEBAK RINDU </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Aku terjebak dalam ruangan, Pintunya terkunci oleh waktu, yang tak pernah bisa kusentuh, hingga mataku lelah menangis.</p><p><br/></p><p>Di Selap sudut, wajahmu menggantung seperti lukisan, yang hanya bisa kupandangi, ke arah yang tak pernah nyata.</p><p><br/></p><p>Andai rindu bisa kutukar,</p><p>Dalam labirin rasa,</p><p>Asal tak lagi terjebak </p><p>Oleh hati yang padam</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 12:00:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591909250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alfia Mufidah (03) X-4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591964797</link>
         <description><![CDATA[<p>Pikabu stop </p><p><br/></p><p>Pada suatu hari ada keluarga cemara yang hidup bahagia dan berkecukupan. Mereka sangat bahagia saling melengkapi satu sama lain,keluarga itu di karuniahi satu orng anak yang bernama Kaila. Kaila duduk di bangku SMP kelas 1 setiap pagi kalia di berih ayah nya uang saku lalu di antarkan oleh ibunya ke sekolah. </p><p><br/></p><p>Suatu saat ketika beni sedang asyik  nonton tv dan makan gorengan yang di hidangkan olh istrinya. Lalu ada temannya Beni  yang bernama Yadi mengirim pesan Beni,Yadi iseng menawar kan judol kepada Beni,si Beni tergiur olh Yadi karna Yadi menang  judol senilai 11jt. Setelah itu Beni iseng ikut bermain judi online karnasi Yadi. Namun ternyata ke isengan itu membawa malam petaka kepada Beni.</p><p><br/></p><p>Bukan hanya judi online saja tetapi Beni juga meminjam pinjaman online untuk bermain judol. Maka dari itu kehidupan Beni semakin susah lalu ia juga terjerat hutang yang berikisaran seratus tujuh puluh empat juta kepada pinjol. Dengan hutang sebanyak itu Beni merasa tidak sanggup dan akhirnya ia meninggalkan anak dan istrinya dengan cara bunuh diri di rel kereta api.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 12:38:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3591964797</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHMAD NI&#39;AM FAIZI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3592493815</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Jumat tanggal 19 September </p><p>Halaman:20-23</p><p>Judul Buku: begitu saja kok repot</p><p>Penulis:Umi kulsum</p><p>Tokoh Utama:maul</p><p>Ringkasan Singkat:bapak maul yang dulunya rajin dalam ibadah sekarang berubah sejak adanya penyakit yang di alami bapaknya maul</p><p>Bagian Favorit:bapaknya maul adalah seseorang yang rajin dan di siplin waktu</p><p>Pesan Moral:jangan pernah menyerah dan mengeluh atas kekurangan kita</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-18 18:06:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3592493815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mita Aulia Citra kharisma </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3592811330</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Transmigrasi Aira to Mesya </strong></p><p>Brak! Suara tabrakan keras  ketika sebuah mobil menabrak Aira, gadis cantik bermata biru dengan kulit sawo matang. Naas, niat baiknya menyelamatkan seorang nenek justru membuat jiwanya harus berpindah ke raga lain.  seorang gadis yang telah koma selama tujuh bulan ia adalah Mesya Salwa Azzahra  sama  dengan nama nya ia seorang gadis cantik dengan  kulit putih dan mata bulat nya tapi naas.nasip nya tak secantik nama dan paras nya ia gadis yang di benci oleh keluarga nya sejak lahir  karena dianggap pembawa sial. </p><p><br/></p><p>Bagi Aira, semua terasa seperti mimpi buruk yang menghantuinya. Dahulu ia dikelilingi kasih sayang, kini ia harus hidup dengan hinaan, pukulan, dan kebencian yang tiada henti yang di peroleh dari ayah dan kedua kakak nya.hidup bagaikan neraka itu yang di rasakan Mesya sejak kecil, Setiap hari ia berjuang, menahan luka yang tak hanya menggores raga, tapi juga jiwanya. Meski begitu, Aira yang kini harus menempati raga Mesya harus kuat dan tidak menyerah. Ia mulai melawan dengan kebaikan, menebar ketulusan, dan perlahan menunjukkan bahwa dirinya bukan pembawa sial, kematian ibu nya bukan karna nya tapi karna takdir.</p><p><br/></p><p>Hingga akhirnya, Aira merasah putus asa menempati raga Mesya . ia berlari begitu kencang menerjah hujan yang sangat deras, ia merindukan keluarganya.saat Mesya berlari dari arah timur melaju mobil warna hitam yang  sangat kencang. hingga menabrak tubuh Mesya kembali kaku. karna tabrakan begitu kencang itu. darah bercampur oleh derasnya hujan . mungkin kini  penyesalan sudah terlambat bagi kluarga Mesya , karna gadis yang dulunya ceria kini harus terbujur  kakuh dan tertutup oleh tanah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 00:20:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3592811330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ahmad niam faizi x-4 (2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3592922088</link>
         <description><![CDATA[<p>ANTARA KAU DAN AKU</p><p><br/></p><p>(ahmad niam faizi)</p><p><br/></p><p>kopi hitam kopi susu</p><p>bercampur dalam cangkirku</p><p>menyegarkan pagi yang dingin </p><p><br/></p><p><br/></p><p>Aroma kopi yang kuat</p><p>Berpadu dengan kenikmatan susu</p><p>membuatku merasa semangat</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Dalam setiap tegukan</p><p>kopi dan susu bersatu</p><p>menyatukan jiwa san raga</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 01:17:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3592922088</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALIYAH MAHSHUNAN</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593091826</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: selasa 02 September 2025 </p><p>Halaman: 1- 71</p><p>Judul Buku: bumi cinta </p><p>Penulis: Habiburrahman El Shirazy </p><p>Tokoh Utama: ayyas dan devid </p><p>Ringkasan Singkat: ayyas adalah seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang melakukan penelitian di rusia, ayyas meminta bantuan devid untuk mencarikan apartemen untuknya, dan saat tiba di apartemen  devid menjelaskan semua alasan kenapa ia memilih apartemen tersebut karena ayyas menginginkan apartemen yang strategis dan cocok untuk dirinya tapi ayyas malah mendapatkan apartemen yang berisi 3 kamar dan 2 kamar tersebut ternyata sudah di huni oleh 2 orang wanita rusia yang bernama yelena dan linor </p><p>Bagian Favorit: ketika ayyas melaksanakan sholat dzuhur dan ashar yang di jama dan ketika selesai sholat ia berdoa kepada allah meminta pertolongan perlindungan kepadanya </p><p>Pesan Moral: apapun keadannya sesulit apapun masalahnya serahkan semua nya kepada allah yang perlu kita lakukan hanya berusaha dan berdoa dan jangan lupa bahwa allah adalah tempat sebaik baiknya meminta pertolongan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 02:35:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593091826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aliyah Mahshunah </title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593097701</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Segalanya Sementara</strong> </p><p>Karya: Aliyah Mahshunah </p><p><br/></p><p>Ketika kebersamaan menghadirkan rasa</p><p>Ketika keterlambatan membuat kabar buruk yang tak pernah di sangka. </p><p>Di situlah aku baru menyadari bahwasanya.</p><p>Cinta dan rasa memiliki tidak bisa membuat kita bersama. </p><p><br/></p><p>Hidup bukan tentang seberapa lama kita bersama. </p><p>Tapi juga tentang kenangan kita bersama. </p><p>Tapi kita juga di ajarakan bahwasannya. </p><p>segala sesuatu hanya bersifat sementara. </p><p>Tidak untuk selamanya. </p><p><br/></p><p>Terkadang kau tak sadar bahwa kau sedang di uji oleh sang Pencita. </p><p>Entah itu untuk menguji kesabaran atau ke ikhlasan. </p><p>Tidak ada yang tau akhirnya seperti apa. </p><p>Yang jelas kau masih di perjalanan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 02:37:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593097701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA :DENISA ELVIRA SAECHA AULIYAH </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593099917</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><strong>SENJA AKU DAN KAMU</strong></p><p><br/></p><p>Di bawah langit senja, Aku dan kamu berdiri di tepi pantai. Ditemani gelombang ombak yang lembut memecah di depan kita. Kita bertemu di kafe yang sama, tempat dimana cinta tumbuh di antara tawa dan cerita yang kita bagikan. Namun, seperti semua kisah, ada akhirnya. Kamu harus pergi, dan jarak memisahkan kita.</p><p>Dalam pelukan yang terakhir, Kamu berkata, "Cinta kita akan selalu ada, meski jarak memisahkan. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan kita yang berbeda."</p><p>Aku tersenyum, merasa hangat dalam pesan itu. "Aku akan selalu menunggumu," ucapku".Meskipun kita berjauhan tetapi,perasaan ku ini ga bisa terlepas dari mu.aku selalu ingin melihat dan di cintai mu terus tanpa ada cela sedikit pun dari mu,karna aku udah secinta itu sama kamu.</p><p>Sejak saat itu kita berpisah, tetapi cinta kita tetap hidup, mengingatkan bahwa cinta sejati akan selalu ada, bahkan dalam jarak yang memisahkan.</p><p>Namun, saat aku membuka mata, hanya sunyi yang tersisa. Kamu tak pernah benar-benar ada di hadapanku lagi, karena kamu sudah pergi jauh, lebih jauh dari sekadar jarak yang bisa kupahami."</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 02:39:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593099917</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mita Aulia Citra kharisma </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593125640</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em><mark>transmigrasi Aira to Mesya</mark></em></strong></p><p><br/></p><p>Brak! Suara tabrakan keras terdengar ketika sebuah mobil menghantam tubuh Aira, gadis cantik bermata biru dengan kulit sawo matang. Niat baiknya menyelamatkan seorang nenek justru membuat jiwanya harus meninggalkan raga, lalu berpindah ke tubuh seorang gadis lain Mesya Salwa Azzahra.</p><p>Mesya, gadis berkulit putih dengan mata bulat indah, sejak lahir hidup dalam kebencian keluarganya. Ia dianggap sebagai pembawa sial karena kematian ibunya, sehingga ayah dan kedua kakaknya menumpahkan amarah, hinaan, dan pukulan kepadanya.</p><p><br/></p><p>Bagi Aira, semua ini terasa seperti mimpi buruk. Dulu ia dikelilingi kasih sayang, kini ia harus menjalani hidup sebagai Mesya, gadis yang setiap hari merasakan neraka dunia. Namun, Aira berusaha kuat. Ia melawan dengan kebaikan, menebar ketulusan, dan berusaha membuktikan bahwa Mesya bukanlah pembawa sial bahwa kematian ibunya adalah takdir, bukan kesalahannya.</p><p><br/></p><p>Namun, beban luka yang tak pernah berhenti membuat Aira dalam tubuh Mesya akhirnya merasa putus asa. Pada suatu malam hujan deras, ia berlari tanpa arah, merindukan keluarganya yang telah hilang. Tubuh Mesya kembali terhempas oleh tabrakan. Darah bercampur dengan air hujan, membasahi jalanan yang sunyi.</p><p>Kini, penyesalan datang terlambat bagi keluarga Mesya. Gadis yang dulu mereka benci, kini terbujur kaku, tertutup tanah, meninggalkan jejak duka dan rasa bersalah yang takkan pernah terhapus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-19 02:50:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3593125640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bima Bahar Rizqi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595729022</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal:Minggu,21 September 2025</p><p>Halaman:1-7</p><p>Judul Buku: Daun yang jatuh tak pernah membenci angin</p><p>Penulis:Tere Liye</p><p>Tokoh Utama:Tania,Adi</p><p>Ringkasan Singkat:Buku ini menceritakan gadis bernama Tania yang hendak ke perpustakan untuk membaca buku,namun disaat dia keluar rumah jalan sangat ramai dan macet,angkot berhenti sembaranga di bibir jalan,namun ada yang diuntungkan oleh kejadian itu,ada segerombol mahasiswa di sebrang jalan yang hendak menyebrang,angkot yang berhenti sembarangan itu membantu mereka menyebrang dan bergerak dengan nyaman.Sesampainya Tania di perpustakaan,Tania di tanyai salah seorang pegawai cowok perpustakaan itu,Tania menjawab dengan datar yang membuat cowok tersebut mundur dengan menundukan kepala,Tania tahu saat dia ke perpustakaan tersebut cowok itu sering kali mencuri curi pandangan kepada Tania,setelah itu datang Adi teman Tania yang hendak menemani Tania mencari novel,disaat sedang mencari novel,dengan tiba tiba Adi menarik tangan tania untuk keluar dari perpustakaan itu,tania berusaha melepas tangannya namun Adi semakin keras menggenggam tangan Tania,sesampainya diluar Adi mengatakan bahwa dia bisa menghentikan hujan,tania menjawab perkataan itu dengan konyol,namun Adi langsung berteriak dengan keras "hujan berhentilah" ucap triakan Adi,lalu Tania menyuruh adi berhenti untuk melakukan hal konyol seperti itu,namun Adi menjawan lagi "aku tidak bisa menghentikan hujan kalau lagi bersama orang yang kucintai" ucap Adi,Tania sudah tahu maksud dari perkataan adi tersebut,lalu Tania melepaskan pegangan tangan adi dan berlari,Adi juga berteriak menyebut nama Tania dengan keras yang membuat orang orang memperhatikan hal tersebut.</p><p>Bagian Favorit:saat Adi mengucapkan bahwa dia bisa menghentikan hujan yang padahal ingin mengungkapkan cintanya.</p><p>Pesan Moral:dibalik hal negatif selalu ada hal positif dibaliknya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-21 12:05:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595729022</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bima Bahar Rizqi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595738144</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: minggu,21 September 2025</p><p>Halaman:8-10</p><p>Judul Buku:Daun yang jatuh tak pernah membenci angin</p><p>Penulis:Tere Liye</p><p>Tokoh Utama:Tania,Ibu,Dedek</p><p>Ringkasan Singkat:mengenang masalalu disaat masih umur belasan dan pertama kali datang ke perpustakaan tersebut,disaat masih sering dimandikan oleh Ibu </p><p>Bagian Favorit:Tania takut memcahkan sesuatu yang padahal tidak ada piring dan kaca di situ</p><p>Pesan Moral:Selalu memegang teguh perkataan ibunya dan takut untuk melanggar perkataan tersebut</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-21 12:18:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595738144</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faiq Hafidh Maulana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595744964</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Minggu, 21 September</p><p>Halaman: 3–10</p><p>Judul Buku: Pada Senja yang Membawamu Pergi</p><p>Penulis: Boy Candra</p><p>Tokoh Utama: kamu dan Narator (aku/laki-laki dalam cerita)</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat: Di halaman ini diceritakan suasana senja yang penuh rasa kehilangan. Tokoh utama belajar bahwa tidak semua hal bisa ia genggam selamanya, sehingga ia harus berdamai dengan perpisahan.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit: Saat tokoh utama menatap senja dan menyadari bahwa setiap kepergian juga membawa makna baru dalam hidupnya.</p><p>Pesan Moral: Setiap perpisahan adalah bagian dari hidup. Belajar ikhlas dan menghargai waktu akan membuat kita lebih kuat untuk melangkah ke depan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-21 12:28:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595744964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Balqis faizah caecar </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595809345</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>JURNAL BACA</strong><br><strong>Hari, Tanggal:</strong> Jumat, 29 Agustus 2025<br><strong>Halaman:</strong> 1 – 2<br><strong>Judul Buku:</strong> <em>Ayah</em><br><strong>Penulis:</strong> Andrea Hirata<br><strong>Tokoh Utama:</strong> Sabari</p><p><strong>Ringkasan Singkat:</strong><br>Pada halaman awal buku, Andrea Hirata mengenalkan Sabari, seorang anak kampung yang polos, tulus, dan punya hati yang lembut. Cerita dimulai dengan menggambarkan masa kecil Sabari yang penuh rasa ingin tahu, suka membantu, dan ramah kepada semua orang. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan karakter yang penyayang, terutama kepada teman-temannya.</p><p><strong>Bagian Favorit:</strong><br>Bagian ketika Sabari digambarkan sebagai anak yang murah senyum dan disukai banyak orang di kampungnya. Hal ini membuat suasana awal cerita terasa hangat dan menyenangkan.</p><p><strong>Pesan Moral:</strong><br>Kebaikan hati dan keramahan akan membuat kita disukai banyak orang. Menjadi pribadi yang tulus adalah langkah awal untuk menjalani hidup dengan bahagia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-21 13:49:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3595809345</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Decha Azzahra Fika </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3596275822</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p><br/></p><p>Hari,tanggal : Senin, 22 September 2025</p><p>Halaman : 49-73</p><p>Judul buku : Misteri Drumband Tengah Malam </p><p>Penulis : Dian kristiani </p><p>Tokoh utama : Faben</p><p>Ringkasan singkat : </p><p>Faben mulai merasakan kerinduan terhadap kampung halamannya di Bengkulu, sambil mencoba menyesuaikan diri di Yogyakarta. Ia semakin penasaran dengan suara drumben tengah malam, yang menurut beberapa orang di sekitarnya adalah pertanda makhluk astral atau mitos lokal. Faben bertanya ke tetua atau orang tua seperti Mbah Rusmi tentang asal suara tersebut. Juga muncul konflik kecil di sekolah, salah satu tokoh yang penting yaitu Gendhis tiba-tiba tidak hadir latihan drumben sebagai mayoret, dan ini menambah rasa penasaran Faben tentang hubungan Gendhis dengan suara misterius itu. Faben mulai mempertanyakan semuanya: apakah hanya mitos, atau ada fakta yang mendasarinya.</p><p><br/></p><p>Bagian favorit :</p><p>Ketika Faben berbicara dengan Mbah Rusmi, dan Mbah menjelaskan mitos suara drumben gaib di Yogya bahwa siapa yang mendengarnya akan “diterima” untuk menetap di Yogya selamanya. Adegan ini sangat membangun suasana misteri, dan membuat Faben dan pembaca bertanya-tanya apakah suara itu benar-benar gaib atau ada sebab rasionalnya.</p><p><br/></p><p>Pesan moral :</p><p>Keberanian untuk mencarii kebenaran lebih penting dari pada sekedar percaya pada mitos.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-22 00:04:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3596275822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Adila Ziski Al islami</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3598761856</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal:SENIN,22,09,2025</p><p>Halaman:8</p><p>Judul Buku:LAYUR TETAPLAH BERLAYAR</p><p>Penulis:Anang yb</p><p>Tokoh Utama:bapak,kang wasis,alun,layur</p><p>Ringkasan Singkat:Pengorbanan orang tua—bapak Layur tetap bekerja keras untuk keluarga meski dalam kondisi sulit.</p><p>Bagian Favorit:kalau mau melaut,wajah tidak boleh di tekuk-tekuk begitu,kang.nanti yang jaga laut menolak kedatangan kita</p><p>Pesan Moral:Hargai kerja keras orang tua – perjuangan bapak Layur melaut demi keluarga mengajarkan rasa hormat dan tanggung jawab anak untuk membantu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 03:15:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3598761856</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Balqis Faizah Caecar</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3598842217</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Selasa, 2 September 2025</p><p>Halaman: 3 – 5</p><p>Judul Buku: Ayah</p><p>Penulis: Andrea Hirata</p><p>Tokoh Utama: Sabari</p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada halaman 3–5, diceritakan masa kecil Sabari yang penuh keceriaan meskipun hidup sederhana. Sabari dikenal sebagai anak yang jujur, baik hati, dan disenangi teman-temannya. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan sifat sabar dan tekun. Pertemuan awal Sabari dengan Marlena mulai tergambar di bagian ini dan menjadi titik awal cerita cintanya.</p><p>Bagian Favorit:</p><p>Bagian ketika Sabari digambarkan sebagai anak yang selalu membantu orang lain tanpa pamrih. Sikapnya membuat pembaca merasa hangat dan kagum.</p><p>Pesan Moral:</p><p>Kebaikan hati dan ketulusan adalah sifat yang harus dipertahankan sejak kecil. Dengan menjadi baik kepada orang lain, kita bisa membawa kebahagiaan dan menebarkan energi positif di sekitar kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-23 04:11:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3598842217</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alfia mufidah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601674694</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari tanggal:rabu 24 september</p><p>Halaman : 11-12</p><p>Judul buku : tenggelam nya kapal van wajik</p><p>Penulis: abdul malik</p><p>Tokoh utama : zainudin</p><p>Ringkasan :menceritakan detik detik meninggal nya ibu sang zainudin,setelah meninggal nya ibu xainudin ayah nya di suruh menikah lagi lalu menikah dengan perempuann lain,tapi pernikahan itu tidak di sukai oleh orng" sehingga nenek zainudin fi benco orng</p><p>Pesan moral: belajar menerima keaadan tanpa tergesa" mendapatkan pengganti nya.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 11:37:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601674694</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD ALIF HIDAYAH SAPUTRA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601693861</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal: Selasa, 24 September 2025</p><p>Halaman: 45–60</p><p>Judul Buku: Edensor</p><p>Penulis: Andrea Hirata</p><p>Tokoh Utama: Ikal dan Arai</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada bagian ini, Ikal dan Arai mulai menjalani kehidupan baru mereka sebagai mahasiswa di Eropa. Mereka penuh rasa ingin tahu, semangat, dan tekad untuk menaklukkan dunia meski dengan segala keterbatasan. Kisahnya menggambarkan pengalaman pertama mereka beradaptasi dengan suasana baru, bertemu orang-orang dari berbagai negara, dan merasakan budaya asing yang jauh berbeda dengan kampung halaman.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit:</p><p>Ketika Ikal dan Arai dengan penuh rasa percaya diri meski sederhana, berusaha menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan mahasiswa dari seluruh dunia. Sikap optimis dan keberanian mereka terasa sangat menginspirasi.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral:</p><p>Jangan pernah takut bermimpi besar dan menghadapi dunia yang luas. Dengan tekad, semangat, dan kerja keras, mimpi sebesar apa pun bisa digapai meski kita berasal dari tempat sederhana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 11:51:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601693861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD ALIF HIDAYAH SAPUTRA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601699511</link>
         <description><![CDATA[<p>JURNAL BACA </p><p>Hari, Tanggal: Selasa, 24 September 2025</p><p>Halaman: 1–50</p><p>Judul Buku: Edensor</p><p>Penulis: Andrea Hirata</p><p>Tokoh Utama: Ikal dan Arai</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada bagian awal buku Edensor, Ikal dan Arai akhirnya berhasil mewujudkan mimpi mereka untuk kuliah di Eropa, tepatnya di Sorbonne, Prancis. Perjalanan penuh perjuangan, keberanian, dan rasa ingin tahu membawa mereka pada pengalaman baru yang membuka mata tentang dunia. Mereka belajar menghadapi budaya yang berbeda, kehidupan mahasiswa yang keras, dan menemukan makna dari perjalanan panjang mimpi yang sejak kecil mereka impikan.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit:</p><p>Bagian ketika Ikal dan Arai pertama kali menginjakkan kaki di Paris. Rasa kagum, canggung, dan bahagia bercampur jadi satu, seakan mimpi yang selama ini mustahil akhirnya menjadi nyata.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral:</p><p>Perjuangan, doa, dan keyakinan dapat membawa seseorang mencapai mimpi, meski awalnya terasa mustahil. Persahabatan dan semangat pantang menyerah adalah kekuatan besar untuk menembus segala keterbatasan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 11:56:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601699511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Denisa Elvira Saecha Auliyah</title>
         <author>nurulasal65</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601716610</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari, Tanggal: selasa,2 September 2025</p><p>Halaman: 15–35</p><p>Judul Buku: Dilan: Dia adalah Dilanku 1990</p><p>Penulis: Pidi Baiq</p><p>Tokoh Utama: Dilan, Milea</p><p><br/></p><p>Ringkasan Singkat:</p><p>Pada bagian ini, Milea mulai menceritakan kesan awalnya terhadap Dilan yang unik dan berbeda dari teman-teman lain. Dilan dikenal jahil, lucu, dan punya cara mendekati Milea yang tidak biasa, seperti memberi tebakan, menulis surat, atau mengirim pesan yang membuat Milea heran sekaligus tertarik. Meski baru mengenal, Milea merasa Dilan punya karakter khas yang sulit ditebak, sehingga membuatnya penasaran.</p><p><br/></p><p>Bagian Favorit:</p><p>Ketika Dilan mengirim pesan lucu dan cara bicaranya yang santai tapi penuh perhatian, menunjukkan sisi romantis yang tidak biasa.</p><p><br/></p><p>Pesan Moral:</p><p>Setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukkan rasa sayang. Keunikan dan ketulusan lebih berharga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 12:09:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601716610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SATRIA PUTRA DEWA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601786851</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari/tanggal : rabu/24 September 2025</p><p>Nama : satria putra dewa</p><p>Judul Buku :senja hujan dan cerita yang telah usai</p><p>Tokoh utama:Boy candra</p><p>Ringkasan: Jarak telah membuat kita semakin jarang bertemu. Jarak telah menghadirkan ruang-ruang sepi di dada kita. Kamu dan aku bahkan seringkali merasa sendiri saat berada di keramaian pesta. Aku mencari-cari kamu di kepalaku, membawa kamu ke mana saja aku pergi. Sesekali aku mendatangi tempat-tempat yang sering kita kunjungi, hanya untuk mempercepat waktu, hanya untuk memastikan kita akan segera bertemu.</p><p>Bagian favorit:Kelak, pada senja-senja yang tak lagi sepi, kamu adalah seseorang yang kupeluk erat sepenuh hati. Tidak akan ada lagi jarak yang menakut-nakuti. Bila saat itu tiba, aku berharap waktu tetap saja melambat bersama kita. Agar aku bisa menatap matamu berlama-lama. Agar aku bisa menikmati senja, juga hujan-hujan yang pernah membuatku merindu buta. Semoga segala hal yang kita jalani kini. Seberat apa pun usaha menjaga hati. Tidak hanya menjadi lelah yang tak berarti.</p><p>Peran moral:Buku ini sangat bagus untuk di baca dan di hayati</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 12:50:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601786851</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Satria putra dewa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601829806</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari/tanggal:24-09-2025</p><p>Nama:satria putra dewa</p><p>Halaman:5-6</p><p>Tokoh utama:Boy Candra</p><p>Ringkasan:Seperti halnya menyukai senja yang tak perlu kujelaskan, aku selalu menyukai matamu. Menatap lebih dalam ke sana, lalu menenggelamkan diriku berlama-lama. Tidak ingin berlari lagi. Segala penat seolah menemukan obatnya. Matamu selalu bisa menenangkan segala yang gusar. Mengenangkan segala yang sudah terlalu jauh berjalan. Aku melihat diriku semakin dalam, semakin tidak mau keluar dari matamu. Itulah sebab mengapa aku suka mengajakmu duduk berlama-lama. Terkadang tidak terlalu banyak bicara. Kita hanya menikmati udara sambil saling menatap. Dalam hati, aku selalu memanjatkan doa, agar denganku saja kamu ingin menetap.</p><p>Bagian favorit:Aku juga suka saat kamu bermandi hujan. Tidak mandi hujan sungguhan. Kamu hanya kebasahan sebab air hujan yang turun terlalu lebat. Kita berteduh di halte, menunggu angkutan. Atau kadang, saat hujan turun sepulang dari tepi laut. Kita berteduh di pinggir rumah-yang sekaligus menjadi warung. Aku mengelap bias air yang membasahi pipimu. Kamu malah sengaja memercikkan hujan ke wajahku. Lalu, kita tertawa sambil bermain air. Tidak berani mandi hujan sungguhan. Kita hanya memainkan air yang turun dari ujung atap. Pada saat itu, matamu lebih menarik dari hujan mana pun. Matamu adalah langit yang teduh dan meneduhkan.</p><p><br/></p><p>Begitulah aku. Selalu terpesona oleh bening matamu. Selalu ingin mengurung diri di sana. Menunda waktu dan membiarkan diriku tenggelam semakin dalam. Saat hujan begini, aku selalu didatangi kenang. Diajak berjalan ke tempat-tempat yang pernah kita datangi. Diselundupkan kembali ke saat-saat diam sembari menatap matamu. Semuanya menjadi terasa nyata, bahkan saat kamu tak lagi pernah ada. Saat kamu terlalu jauh dilarikan jarak. Namun, hujan memang selalu begitu. Selalu mengingatkanku pada matamu, lalu entah mengapa selalu saja sesuatu menghangatkan mataku.</p><p>Pesan moral: menurut ku cerita ini bagus dan  suka di baca sama orang lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-24 13:13:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3601829806</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Muhammad Abdul Aziz Maulana
Absen : 16</title>
         <author>nurulasalskp</author>
         <link>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3605047161</link>
         <description><![CDATA[<p>📖 JURNAL BACA</p><p>Hari, Tanggal : Jumat, 26</p><p>Halaman : 1–5</p><p>Judul Buku : Piring Bahagia Si &amp; Bi</p><p>Penulis : Dian Pertiwi Josua</p><p>Tokoh Utama : Si dan Bi</p><p>Ringkasan Singkat :</p><p>Buku Piring Bahagia Si &amp; Bi bercerita tentang dua tokoh, yaitu Si dan Bi, yang menghadirkan “piring bahagia”. Cerita ini selaras dengan Gerakan Literasi Madrasah berbasis digital sebagai bagian dari upaya peningkatan budaya literasi siswa MAN 2 Gresik. Melalui kisah ini, pembaca diajak untuk memahami nilai kebersamaan, kerja sama, dan pentingnya literasi sebagai jalan menuju kebahagiaan.</p><p>Bagian Favorit :</p><p>Saat Si dan Bi ditampilkan sedang membawa dan menyiapkan piring bahagia, karena menggambarkan semangat kerja sama dan keceriaan mereka.</p><p>Pesan Moral :</p><p>Literasi dapat membuka wawasan dan menghadirkan kebahagiaan.</p><p>Kerja sama dan kebersamaan menjadikan hidup lebih bermakna.</p><p>Hal-hal sederhana, jika dilakukan dengan ikhlas, bisa membawa kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.</p><p>Membaca adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kehidupan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-26 02:49:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurulasalskp/if1c1q9ikqan1vvz/wish/3605047161</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
