<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bisnis Internasional Kamis 1 by sufiana N</title>
      <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul</link>
      <description>Welcome to our Bulletin board! Contribute by posting announcements, sharing achievements, and expressing thoughts to build a vibrant, interactive class community. Let&#39;s keep the conversation positive and supportive!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-11 02:57:06 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-16 23:18:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4cd.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Bisnis Internasional </title>
         <author>sufianaxiis1</author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214626492</link>
         <description><![CDATA[<p>Perhatikan seksama instruksi dan gunakan kalimat yang efektif! Cara menjawab dengan klik tombo "+" pada pojok kanan bawah atau komentari postingan dari teman kalian. Jangan lupa menggunakan nama asli + NIM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet.com/padlets/5vtqnfw2tzdjd6t7" />
         <pubDate>2024-11-13 06:31:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214626492</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Husni mubarak (2250210111)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214724318</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada tahun 2018, pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump memulai kebijakan proteksionis terhadap Tiongkok. AS memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang impor dari Tiongkok, dengan tujuan untuk mengurangi defisit perdagangan dan mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk memproduksi barang di dalam negeri. </p><p>Dampak dari tersebut yaitu Tarif tinggi berdampak pada banyak perusahaan di kedua negara. Beberapa perusahaan AS yang mengimpor bahan mentah atau produk dari Tiongkok mengalami kenaikan biaya, yang berujung pada kenaikan harga produk di pasar domestik. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan Tiongkok kehilangan sebagian pangsa pasar di AS.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 07:51:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214724318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>muhammad ariel nasirul umam (2250210129)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214790242</link>
         <description><![CDATA[<p>1.The news explains that several American companies plan to shift production out of China due to the high tariff threats proposed by president-elect Donald Trump. Companies like Steve Madden and Whirlpool anticipate price increases on their products due to these tariffs, while Taiwan Semiconductor Manufacturing Company is also investing outside of China.</p><p>2.The WTO plays a crucial role in regulating international trade by providing a dispute resolution mechanism that reduces the risk of trade conflicts. The WTO aims to ensure that all member countries adhere to agreed-upon trade rules, thereby creating a fair and transparent trading system.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 08:45:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214790242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dien Cita (2250210127)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214828622</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Berita ini menyoroti bagaimana kebijakan tarif protektionistik dapat mempengaruhi rantai pasokan global dan strategi perdagangan internasional.  Setelah kemenangan Trump, banyak perusahaan seperti Steve Madden berencana untuk mengalihkan produksi mereka ke negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja. Taiwan juga menyatakan akan mendukung perusahaan-perusahaannya untuk pindah dari China. Beijing menanggapi bahwa ancaman tarif ini tidak akan membantu AS dalam memenangkan perang dagang. </p><p>2. Dalam kasus tersebut peran WTO adalah menyediakan platform bagi negara-negara anggota untuk menyelesaikan sengketa perdagangan. Jika negara seperti China merasa dirugikan oleh tarif yang dikenakan AS, mereka dapat mengajukan keluhan ke WTO untuk menilai apakah tindakan tersebut melanggar aturan perdagangan internasional. Selain itu, WTO berperan dalam mendorong dialog antara negara-negara untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, membantu mencegah eskalasi konflik perdagangan yang lebih besar.</p><p>Referensi: </p><ol><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://policy.trade.ec.europa.eu/enforcement-and-protection/dispute-settlement/wto-dispute-settlement_en">https://policy.trade.ec.europa.eu/enforcement-and-protection/dispute-settlement/wto-dispute-settlement_en</a></p></li><li><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://guides.ll.georgetown.edu/c.php?g=363556&amp;p=3915307">https://guides.ll.georgetown.edu/c.php?g=363556&amp;p=3915307</a></p></li><li><p>Sari, Ratna, dll Retalisasi China terhadap Amerika Serikat dalam konteks perang dagang, Hassanuddin Journal Of International Affairs 3 no.2 <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/download/27661/10176">https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/download/27661/10176</a></p></li><li><p>Barus, Adhi Pradana. Sengketa Penerapan Tariff Impor dan Hambatan Dagang Antara Amerika Serikat dan Negara China Dalam Perspektif Kerangka WTO, Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum 2, No.1 <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/download/21/17">https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/download/21/17</a></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 09:17:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214828622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mukhammad Ulin Niam (2250210135)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214886553</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Dari video ini membahas terkait dampak yang terjadi dari ancaman tarif 60% oleh Donald Trump terhadap perusahaan as dan Taiwan. Dan dalam video tersebut juga membahas dampak dari tarif terhadap perdagangan global, dan dari dampak ini dapat menggangu pasar global dan berdampak negatif pada ekonomi global, dan secara keseluruhan dalam video ini memberikan gambaran tentang ancaman  tarif trump telah berhasil mempengaruhi perusahaan as dan Taiwan, dan dengan dampak yang besar terhadap perdagangan global</p><p> </p><p>2. Peran wto dalam kasus yang ada pada video ini adalah memastikan bahwa perdagangan global harus dan tetap terbuka dan adil, wto bisa membantu menyelesaikan masalah masalah dari perdagangan Antara negara dan juga memastikan bahwa negara negara itu bisa mematuhi peraturan yang sudah di tetapkan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 10:02:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214886553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wulan Vira Eva Sari (2250210134)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214891708</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Higlight dari berita tersebut adalah rencana Donald Trump yang ingin menaikkan tarif pajak pada barang-barang yang diimpor dari Tiongkok sebesar 60-100% dan 10-20% dari negara lain. Akibatnya, barang-barang ini akan menjadi lebih mahal di AS. Dengan menaikkan pajak, Trump berharap perusahaan-perusahaan AS yang memproduksi barang di Tiongkok akan memindahkan produksinya ke negara lain atau kembali ke AS, supaya ekonomi AS lebih kuat dan mandiri.</p><p>Kebijakan ini membuat beberapa perusahaan menjadi waspada. Karena jika rencana tersebut benar-benar dijalankan, harga barang-barang seperti sepatu dan microwave bisa naik di AS karena biaya produksinya yang meningkat. Apalagi jika perusahaan tersebut hanya bisa mendapatkan bahan baku dari Tiongkok.</p><p>Namun, Tiongkok menganggap kebijakan ini akan merugikan negara mereka dan mengancam hubungan dagang antara Tiongkok-AS. Sedangkan Taiwan, yang diketahui punya hubungan sensitif dengan Tiongkok, juga berencana memindahkan beberapa produksi mereka keluar dari Tiongkok agar terhindar dari dampak pajak ini.</p><p>Sources:&nbsp;</p><p>•<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.voaindonesia.com/a/trump-ancam-kenakan-pajak-sampai-200-pada-china-jika-serang-taiwan/7828508.html">https://www.voaindonesia.com/a/trump-ancam-kenakan-pajak-sampai-200-pada-china-jika-serang-taiwan/7828508.html</a></p><p>•<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.cbsnews.com/news/donald-trump-platform-policy-positions-2024/">https://www.cbsnews.com/news/donald-trump-platform-policy-positions-2024/</a></p><p><br/></p><p>2. Dikutip dari <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://Reuters.com">Reuters.com</a>, "He has vowed to impose new tariffs of 10%-20% on global imports and 60% on goods from China, well above the rates it has committed to under WTO rules and upending global trade flows". Kutipan tersebut menyatakan bahwa rencana kenaikan tarif pajak yang diusulkan Trump sudah jauh melewati batas yang ditetapkan WTO dan berpotensi mengganggu kelangsungan pasar global. Sebagai pengawas dan penengah dalam perdagangan internasional, peran WTO dalam permasalahan ini yaitu memastikan bahwa kebijakan tarif dan perdagangan yang diambil oleh AS, seperti tarif tinggi yang direncanakan oleh Trump pada produk Tiongkok, sesuai dengan aturan perdagangan internasional.</p><p>Dan memberikan kesempatan untuk mengajukan keluhan resmi ke WTO, jika Tiongkok maupun negara-negara lain merasa kebijakan tarif AS tidak adil atau melanggar aturan. WTO kemudian akan meninjau kembali kasus tersebut dan melakukan mediasi agar kedua negara dapat mencapai kesepakatan. Jika ditemukan pelanggaran, WTO punya wewenang untuk memberi sanksi atau memaksa perubahan kebijakan agar perdagangan tetap berjalan adil dan tidak merugikan pasar global.</p><p><br/></p><p>Source:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.reuters.com/world/wto-hold-special-meeting-end-nov-weigh-chiefs-reappointment-2024-11-12/">https://www.reuters.com/world/wto-hold-special-meeting-end-nov-weigh-chiefs-reappointment-2024-11-12/</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 10:07:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3214891708</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizqia Ni&#39;matul Maula (2250210116)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215044687</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dari berita tersebut di simpulkan bahwa Donald Trump ingin menaikkan tarif pajak pada barang- barang yang diimpor dari Tiongkok sebanyak 60%- 100%. Trump juga mengatakan ia akan mengenakan tarif pajak sebanyak 20% pada negara - negara lain, termasuk Meksiko. Perusahaan-perusahaan AS seperti Steve Madden mengatakan mereka akan mengurangi produksi mereka di Tiongkok dan memindahkan operasi mereka ke negara - negara, seperti Vietnam dan Kamboja. Sementara itu, Taiwan mengatakan juga akan membantu perusahaan - perusahaannya untuk memindahkan produksi mereka keluar dari Tiongkok. Beijing telah menanggapi ancaman tarif Trump, dengan mengatakan hal ini tidak akan membantu Washington memenangkan perang dagang.</p></li><li><p>Dalam kasus ancaman tarif 60% oleh Donald Trump yang mendorong perusahaan AS dan Taiwan keluar dari Tiongkok, World Trade Organization (WTO) memiliki beberapa peran penting:</p></li></ol><p>a.) Forum penyelesaian sengketa: WTO dapat menjadi forum bagi negara-negara anggota untuk menyelesaikan sengketa perdagangan terkait kebijakan tarif Trump[1]. China atau negara lain yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan ke Dispute Settlement Body (DSB) WTO.</p><p>b.) Penegakan aturan perdagangan: WTO berperan menegakkan prinsip-prinsip perdagangan bebas dan adil, termasuk prinsip non-diskriminasi. Kebijakan tarif yang hanya menargetkan satu negara dapat dianggap melanggar prinsip Most Favored Nation (MFN)[1].</p><p>c.) Pengawasan kebijakan perdagangan: WTO dapat melakukan tinjauan terhadap kebijakan perdagangan AS untuk memastikan kesesuaiannya dengan komitmen dalam perjanjian WTO[3].</p><p>d.) Mediasi: WTO dapat memfasilitasi negosiasi antara AS, China, dan negara-negara terdampak lainnya untuk mencari solusi atas sengketa tarif[1].</p><p>e.) Pemberian sanksi: Jika AS terbukti melanggar aturan WTO, organisasi ini dapat memberikan otorisasi bagi negara lain untuk melakukan retaliasi perdagangan terhadap AS[2].</p><p><br/></p><p>Namun, efektivitas peran WTO dapat terbatas mengingat sikap skeptis Trump terhadap organisasi ini selama masa jabatan pertamanya[4]. Hal ini bisa menyulitkan upaya WTO dalam menengahi sengketa dan menegakkan aturan perdagangan global.</p><p><br/></p><p>Citations:</p><p>[1] https://law.uii.ac.id/blog/2018/06/26/perang-dagang-as-cina-dan-runtuhnya-masa-depan-wto/</p><p>[2] https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/download/27661/10176</p><p>[3] https://etd.umy.ac.id/id/eprint/30671/4/Bab%20I.pdf</p><p>[4] https://www.cnbcindonesia.com/news/20241111182030-4-587377/teror-tarif-trump-tak-cuma-ancam-china-ri-cs-di-ujung-tanduk</p><p>[5] https://www.cnbcindonesia.com/news/20241113062044-4-587729/ada-bahaya-laten-dari-trump-untuk-asia-eropa-ri-kena</p><p>[6] https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/download/21/17</p><p>[7] https://www.dw.com/id/asia-tenggara-bersiap-hadapi-ancaman-tarif-donald-trump/a-70754314</p><p>[8] https://news.detik.com/dw/d-7634147/asia-tenggara-bersiap-hadapi-ancaman-tarif-donald-trump</p><p>[9] https://www.perplexity.ai/elections/2024-11-05/us/president</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 12:11:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215044687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Atina Rohmatil Lailiyah (2250210126)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215147302</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Berita ini membahas rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk menerapkan tarif tinggi sebesar 60-100 persen pada barang impor dari Tiongkok, yang memicu kekhawatiran di kalangan perusahaan AS dan Taiwan. Beberapa perusahaan AS, seperti Steve Madden, berencana mengurangi produksi di Tiongkok dan memindahkannya ke negara lain, seperti Vietnam dan Kamboja. Pemerintah Tiongkok merespons dengan menekankan bahwa tarif dan isu Taiwan tidak akan membawa keuntungan bagi siapa pun. Kebijakan tarif Trump ini diperkirakan dapat mengganggu rantai pasokan global dan berdampak besar pada kebijakan perdagangan AS.</p><p>2. Dalam konteks ini, World Trade Organization (WTO) memiliki peran penting. WTO dapat berfungsi sebagai forum konsultasi dan negosiasi bagi kedua negara terkait tarif serta memiliki mekanisme penyelesaian sengketa melalui Dispute Settlement Body. Mekanisme ini memungkinkan WTO membentuk panel guna menyelidiki dan memberikan rekomendasi terkait sengketa dagang. Jika AS benar-benar menerapkan tarif tinggi, Tiongkok dapat mengajukan gugatan ke WTO untuk menyelesaikan sengketa melalui prosedur yang ada. Dengan demikian, WTO menjadi forum krusial dalam menengahi serta menyelesaikan potensi sengketa dagang antara AS dan Tiongkok terkait kebijakan tarif tersebut.</p><p>referensi : </p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 13:19:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215147302</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zhava fitri andriani (2250210114)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215148218</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1.Berita tersebut menggambarkan potensi eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. Trump mengancam akan mengenakan tarif tinggi (60-100%) pada barang impor dari Tiongkok. Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan AS berencana memindahkan produksi mereka keluar dari Tiongkok ke negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja untuk menghindari dampak tarif tersebut. Tiongkok merespons dengan menyatakan bahwa perang dagang tidak akan menguntungkan siapapun.</p><p>2.Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam berita, WTO berpotensi memainkan peran penting dalam menengahi sengketa dagang ini. WTO dapat menjadi forum bagi kedua negara untuk menyelesaikan perselisihan melalui mekanisme penyelesaian sengketa. WTO juga dapat mengevaluasi apakah kebijakan tarif yang diusulkan sesuai dengan aturan perdagangan internasional. Namun, efektivitas WTO dalam menangani sengketa antara dua ekonomi besar ini masih menjadi pertanyaan, mengingat kompleksitas hubungan AS-Tiongkok</p><p>Sumber:</p><p>[1] <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://ditjenppi.kemendag.go.id/organisasi-perdagangan-dunia">https://ditjenppi.kemendag.go.id/organisasi-perdagangan-dunia</a></p><p>[2] <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/hdm/article/view/1274">http://jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/hdm/article/view/1274</a></p><p>[3] <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/rir/article/download/15422/9198">https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/rir/article/download/15422/9198</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 13:20:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215148218</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cantika Deby Awalul Ismy (2250210120)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215152740</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1.Jelaskan isi dari berita tersebut terkait kerjasama perdagangan internasional</p><p>Kerjasama perdagangan internasional merujuk pada hubungan antarnegara untuk memfasilitasi perdagangan barang, jasa, dan investasi melalui kebijakan dan perjanjian yang disepakati.</p><p>Pada Berita ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan Donald Trump yang mengenakan tarif tinggi terhadap Tiongkok dan negara lain dapat mengubah kerjasama perdagangan internasional. Perusahaan-perusahaan AS mulai memindahkan produksi mereka ke negara lain untuk menghindari tarif, yang menggambarkan pentingnya kerjasama antarnegara dalam menjaga kelancaran perdagangan global. Kebijakan ini berpotensi mengubah pola perdagangan internasional dan dapat memaksa banyak perusahaan, terutama yang berbasis di AS, itu, kebijakan tarif tinggi ini bisa menyebabkan lonjakan harga barang.</p><p>source:</p><p>- <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/10314/6151">https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/10314/6151</a></p><p>- <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://journal.aihii.or.id/index.php/ijir/article/download/222/71">https://journal.aihii.or.id/index.php/ijir/article/download/222/71</a></p><p>2.bagaimana peran WTO dalam kasus peran  tersebut</p><p>Peran WTO dalam kasus ini adalah untuk mengawasi dan menegakkan aturan perdagangan internasional yang disepakati oleh negara-negara anggotanya. Jika AS mengenakan tarif tinggi terhadap Tiongkok, dan Tiongkok merasa tarif tersebut melanggar kesepakatan perdagangan internasional, Tiongkok dapat mengajukan sengketa ke WTO. WTO akan memproses sengketa ini melalui mekanisme penyelesaian sengketa untuk menentukan apakah kebijakan AS melanggar aturan perdagangan internasional. Jika terbukti melanggar, WTO dapat memberikan rekomendasi untuk mencabut atau mengubah kebijakan tersebut, sehingga perdagangan internasional tetap berjalan secara adil dan sesuai aturan.</p><p>source : </p><p>- Journal : <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p><p>• EBook : Budi Rustandi Kartawinata, Bisnis Internasional, Bandung : PT. Karya Manunggal Lithomas, 45.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 13:22:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215152740</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kholifatul Rokhimah (2250410037)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215159437</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>berita ini tentang ancaman tarif tinggi yang diajukan oleh Donald Trump, ada beberapa hal penting yang perlu dicatat. Pertama, Trump selama kampanye presiden mengancam mengenakan tarif 60%-100% pada barang-barang China dan 20% pada negara lain seperti Meksiko, yang mencerminkan kebijakan proteksionis dengan dampak besar bagi AS dan mitra dagangnya. Perusahaan-perusahaan AS, seperti Steve Madden, sudah merencanakan untuk memindahkan produksi dari China ke negara lain untuk menghindari biaya lebih tinggi. Tanggapan China menunjukkan ketegangan yang meningkat, dengan klaim bahwa tarif ini hanya akan memperburuk hubungan dagang. Negara seperti Taiwan juga membantu perusahaan-perusahaan lokalnya untuk memindahkan produksi dari China sebagai langkah antisipasi. Secara keseluruhan, kebijakan tarif Trump ini berdampak besar pada ekonomi global dan perdagangan internasional, yang seharusnya mendapat perhatian dari WTO agar perdagangan tetap adil dan teratur.</p></li><li><p>Peran WTO dalam kasus kebijakan tarif tinggi yang diajukan oleh Donald Trump sangat penting untuk menjaga stabilitas perdagangan internasional. WTO dapat berfungsi sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa jika negara seperti China menganggap tarif tersebut melanggar perjanjian internasional, serta memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan mematuhi aturan perdagangan global seperti GATT. Selain itu, WTO juga dapat mendorong dialog antara negara-negara yang terlibat untuk mencari solusi yang saling menguntungkan, serta mengawasi dampak kebijakan tersebut terhadap ekonomi global. Dengan memastikan bahwa semua negara anggota mematuhi perjanjian perdagangan, WTO berperan penting dalam mencegah ketegangan dan ketidakstabilan ekonomi yang dapat merusak hubungan perdagangan antarnegara, menjaga agar sistem perdagangan internasional tetap adil, teratur, dan aman.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 13:25:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215159437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rohid murtaja 2250210123</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215181376</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Setelah periode kepemimpinan Donald Trump yang pertama, hubungan antara Amerika Serikat dan China mengalami ketegangan yang signifikan, terutama melalui perang dagang yang memperburuk hubungan ekonomi dan memengaruhi stabilitas global. Trump memperkenalkan tarif tinggi pada produk China dan membatasi kerja sama teknologi, yang menambah gesekan dalam hubungan bilateral kedua negara.</p><p><br/></p><p>Namun, setelah Trump kembali berpotensi menjadi presiden, China menyampaikan harapan untuk hubungan yang lebih stabil dan kooperatif. Presiden China Xi Jinping mengucapkan selamat kepada Trump atas kemenangan dalam pemilu 2024, dengan harapan agar hubungan AS-China dapat kembali kondusif, berbasis prinsip saling menghormati, dan berfokus pada kerja sama yang saling menguntungkan. Pernyataan ini mencerminkan niat China untuk meredakan ketegangan dengan pendekatan diplomasi yang lebih damai, meskipun China tetap waspada terhadap potensi kebijakan ekonomi agresif yang bisa diambil Trump di masa mendatang.</p><p><br/></p><p>Selain itu, China menunjukkan strategi untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara lain seperti Rusia, sambil mempertahankan komunikasi dengan AS. Meski demikian, tantangan untuk membangun hubungan yang benar-benar harmonis tetap besar, terutama mengingat posisi Trump yang cenderung memperketat kontrol ekonomi dan keamanan atas China jika kembali berkuasa.</p><p><br/></p><p>2. Dalam konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China, terutama pada masa Donald Trump, WTO (World Trade Organization) memainkan peran penting sebagai forum penyelesaian sengketa perdagangan. Trump memberlakukan tarif tinggi pada produk China dengan alasan bahwa praktik perdagangan China merugikan industri Amerika. China menanggapi dengan tarif balasan. Kedua negara ini, sebagai anggota WTO, membawa kasus mereka ke badan tersebut untuk menguji legalitas tarif-tarif yang dikenakan.</p><p><br/></p><p>Beberapa peran utama WTO dalam konteks ini meliputi:</p><p><br/></p><ul><li><p>Fasilitasi Penyelesaian Sengketa : Kedua negara membawa sengketa ini ke WTO, dengan China mengklaim bahwa tarif AS melanggar aturan perdagangan internasional. WTO mengeluarkan putusan yang menganggap beberapa tarif AS terhadap China melanggar aturan. Namun, WTO menghadapi keterbatasan, terutama karena AS di bawah pemerintahan Trump memblokir penunjukan hakim baru di Badan Banding WTO, menghambat efektivitas putusan tersebut.</p></li><li><p>Mediasi dan Konsultasi : Sebagai badan internasional, WTO menawarkan platform bagi negara-negara untuk melakukan konsultasi sebelum tindakan perdagangan diambil. Namun, konsultasi ini sering kali tidak berhasil dalam kasus AS-China, mengingat pendekatan yang sangat berlawanan.</p></li><li><p>Evaluasi Kebijakan Perdagangan : WTO memantau kebijakan perdagangan anggota, termasuk tindakan-tindakan tarif yang diterapkan AS pada masa Trump. Badan ini mencoba menilai dampaknya pada sistem perdagangan global dan memberikan rekomendasi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.</p></li></ul><p><br/></p><p>Meski WTO berupaya menegakkan aturan perdagangan, keterbatasannya dalam mengeksekusi putusan—terutama karena struktur Badan Banding yang saat itu terbatas—membuat penyelesaian sengketa AS-China sulit tercapai secara efektif. Peran WTO dalam konflik ini mencerminkan tantangan yang dihadapi organisasi dalam menangani perselisihan antarnegara besar yang mengutamakan kebijakan domestik mereka.</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://internasional.kontan.co.id/news/trump-menang-xi-jinping-harapkan-hubungan-stabil-dan-menguntungkan-antara-as-china">https://internasional.kontan.co.id/news/trump-menang-xi-jinping-harapkan-hubungan-stabil-dan-menguntungkan-antara-as-china</a></p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://kabar24.bisnis.com/read/20241106/19/1813874/donald-trump-jadi-presiden-siap-siap-hubungan-as-china-kembali-memanas">https://kabar24.bisnis.com/read/20241106/19/1813874/donald-trump-jadi-presiden-siap-siap-hubungan-as-china-kembali-memanas</a></p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.kompas.tv/internasional/551729/reaksi-xi-jinping-setelah-trump-menangi-pilpres-as-china-ingin-makin-mesra">https://www.kompas.tv/internasional/551729/reaksi-xi-jinping-setelah-trump-menangi-pilpres-as-china-ingin-makin-mesra</a></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 13:37:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215181376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ainun Nafiah (2250410060)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215211925</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>tersebut membahas dampak ancaman tarif 60% yang diajukan Donald Trump terhadap barang-barang yang diimpor dari Tiongkok. Setelah kemenangan Trump, banyak perusahaan Amerika berencana memindahkan produksi mereka dari Tiongkok ke negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja. Perusahaan-perusahaan seperti Steve Madden menyatakan bahwa mereka akan mengurangi produksi di China sebagai respons terhadap kebijakan tarif yang diusulkan. Taiwan juga berencana untuk membantu perusahaan-perusahaannya dalam memindahkan produksi keluar dari Tiongkok. Sementara itu, Beijing menanggapi ancaman tarif ini dengan mengatakan bahwa langkah tersebut tidak akan membantu Amerika Serikat memenangkan perang dagang.</p><ol start="2"><li><p>Peran WTO dalam Kasus Ini: WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) berfungsi sebagai forum untuk menyelesaikan penyelesaian perdagangan internasional dan mengatur aturan perdagangan global. Dalam konteks ancaman tarif Trump, jika negara-negara yang terkena dampak merasa bahwa tarif tersebut melanggar perjanjian perdagangan internasional, mereka dapat mengajukan keluhan ke WTO. WTO akan menilai apakah tindakan tersebut sesuai dengan aturan perdagangan yang telah disepakati dan dapat memberikan rekomendasi atau keputusan yang mengikat bagi negara-negara yang terlibat.</p><p><br/></p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 13:52:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215211925</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nuril Fala Syifa (2250210125)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215236669</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS memicu kekhawatiran mengenai kebijakan perdagangan, terutama terkait tarif tinggi yang mungkin dikenakan pada barang impor dari Tiongkok dan negara lain. Trump mengancam tarif 60-100% pada barang dari Tiongkok, yang mendorong perusahaan-perusahaan seperti Steve Madden dan Church &amp; Dwight untuk memindahkan produksi ke negara lain seperti Vietnam dan Kamboja. Selain itu, Taiwan juga berencana merelokasi produksi semikonduktornya ke AS untuk menghindari dampak tarif. Kebijakan ini berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan meningkatkan biaya barang di pasar AS.</p><p>Referensi: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20241113062044-4-587729/ada-bahaya-laten-dari-trump-untuk-asia-eropa-ri-kena">https://www.cnbcindonesia.com/news/20241113062044-4-587729/ada-bahaya-laten-dari-trump-untuk-asia-eropa-ri-kena</a></p><p>2. WTO berperan penting dalam menangani sengketa perdagangan internasional, termasuk yang melibatkan kebijakan tarif yang diusulkan oleh Donald Trump terhadap Tiongkok. Dengan adanya ancaman tarif yang sangat tinggi, perusahaan-perusahaan Amerika mulai memindahkan produksi mereka ke negara lain untuk menghindari dampak ekonomi negatif. Tindakan ini berpotensi melanggar prinsip-prinsip WTO, yang bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan dan memastikan kepastian bagi pelaku bisnis. Jika AS melanjutkan kebijakan ini, dapat memicu respons balasan dari negara lain dan merusak stabilitas sistem perdagangan global.</p><p>Referensi: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/download/21/17/403">https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/download/21/17/403</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 14:04:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215236669</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggi Mariana Bakhtriani (2250210113)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215247941</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggi Mariana Bakhtriani (2250210113)</p><p><br/></p><p>1.&nbsp;Berita ini membahas tentang ancaman Donald Trump untuk menaikkan tarif impor dari China sebesar 60-100%. Ancaman ini telah mendorong beberapa perusahaan Amerika untuk memindahkan produksi mereka keluar dari China. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Steve Madden, Whirlpool, dan Church &amp; Dwight. Taiwan juga telah menyatakan akan memindahkan produksi keluar dari China karena takut akan tarif dari Trump. Ancaman Trump untuk menaikkan tarif telah memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Perang dagang akan merugikan kedua negara dan juga akan berdampak negatif pada ekonomi global. Pemerintah China telah menanggapi ancaman Trump dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan menanggapi ancaman tersebut. China juga telah menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan untuk melindungi kepentingan mereka. Belum diketahui apakah Trump akan benar-benar menaikkan tarif impor dari China. Namun, ancaman Trump telah menciptakan ketidakpastian di kalangan bisnis dan investor. Ketidakpastian ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi global. Taiwan akan membantu perusahaan-perusahaan untuk merelokasi produksi dari China mengingat kemungkinan dampak besar dari tarif yang dijanjikan oleh&nbsp; Presiden AS yang akan datang, Donald Trump, terhadap negara tersebut, Menteri Ekonomi Kuo Jyh-huei mengatakan pada hari Kamis. Ancaman Trump, yang akan mulai menjabat pada bulan Januari, untuk memberlakukan tarif sebesar 60% pada impor AS atas barang-barang China menimbulkan risiko pertumbuhan yang besar bagi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini. Perusahaan-perusahaan Taiwan telah menginvestasikan miliaran dolar di Cina selama empat dekade terakhir, mengambil keuntungan dari biaya yang secara historis lebih rendah, tetapi pemerintah Taiwan, yang mewaspadai peningkatan tekanan dari Beijing untuk menerima klaim kedaulatan Cina, telah mendorong perusahaan-perusahaannya untuk memindahkan investasi ke tempat lain. Berbicara di parlemen, Kuo mengatakan bahwa dampak dari tarif Trump terhadap Cina bagi perusahaan-perusahaan Taiwan yang berproduksi di sana akan “cukup besar”. “Kami akan sesegera mungkin memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan Taiwan untuk memindahkan basis produksi mereka,” katanya, tanpa memberikan rincian. Kuo juga ditanya oleh anggota parlemen tentang kekhawatiran Trump akan membatalkan subsidi untuk TSMC, membuka tab baru, pembuat chip kontrak terbesar di dunia, yang menginvestasikan $ 65 miliar di negara bagian Arizona, AS untuk pabrik-pabrik baru. Kuo mengatakan bahwa ada rencana darurat, termasuk membantu lebih banyak perusahaan dalam rantai pasokan untuk pindah ke Amerika Serikat.</p><p><br/></p><p>REFERENSI :</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.nhis.co.id/wp-content/uploads/2024/11/NH_Daily_Nov_8_2024_Bahasa.pdf">https://www.nhis.co.id/wp-content/uploads/2024/11/NH_Daily_Nov_8_2024_Bahasa.pdf</a>  </p><p><br/></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;WTO berperan penting dalam menangani sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang telah ditetapkan. Dalam konteks perang dagang ini, Tiongkok mengajukan kasus di WTO terkait tarif yang dikenakan oleh AS, menyoroti fungsi WTO sebagai forum untuk menyelesaikan konflik secara damai. Namun, ada kekhawatiran mengenai efektivitas mekanisme ini dalam menghadapi sengketa yang semakin kompleks dan berlarut-larut. Meskipun menghadapi tantangan, WTO tetap menjadi badan utama dalam menjaga aturan perdagangan internasional dan mendorong dialog antara negara-negara anggota. Dalam kasus ini, negara-negara ASEAN, termasuk Vietnam dan Thailand, merespons dengan strategi perdagangan yang berbeda akibat tarif yang dikenakan oleh AS terhadap Tiongkok, menunjukkan dampak dari kebijakan WTO dalam memfasilitasi penyesuaian perdagangan global.</p><p><br/></p><p>REFERENSI : <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a>  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 14:10:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215247941</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ardila Tri Wulandari (2250210118)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215265267</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Isi dari berita tersebut ialah adanya rencana dari Donald Trump sebagai presiden terpilih AS untuk mengenakan tarif produk impor dari negara lain  sebesar 10%-20%, serta tarif sebesar 60%-100% pada produk yang diimpor dari China. Tarif yang diusulkan Donald Trump akan meningkatkan biaya impor bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengimpor produk ke AS. Selain itu, Tarif Donald Trump yang dikenakan pada China ini memiliki dampak yang cukup besar pada perusahaan yang berproduksi di China, salah satunya adalah Taiwan. Perusahaan-perusahaan Taiwan telah berinvestasi miliaran dolar di China selama empat dekade terakhir, tetapi pemerintah Taiwan yang khawatir telah mendorong  perusahaan-perusahaannya untuk memindahkan investasi ke tempat lain.</p><p>Referensi: </p><p>https://www.cnbc.com/2024/11/11/trump-tariff-threat-looms-large-on-many-asian-countries-not-just-china.htmlsi</p><p><br/></p><p>https://www.reuters.com/world/asia-pacific/taiwan-will-help-companies-move-china-given-likely-trump-tariffs-2024-11-07/</p><p><br/></p><p>2. Peranan WTO dalam kasus tersebut, WTO berperan sebagai forum penyelesaian sengketa perdagangan internasional. WTO juga memiliki peranan penting dalam memfasilitasi perdagangan internasional melalui regulasi perdagangan global yang stabil dan dapat diandalkan. WTO dituntut berperan dalam kasus ini, karena dapat mengganggu iklim perdagangan global. Dalam kasus ini, WTO menjadi tempat bagi negara-negara yang merasa dirugikan oleh kebijakan tarif Donald Trump untuk mengajukan keluhan dan mencari penyelesaian. Jika China merasa dirugikan atas tarif yang dikenakan dapat mengajukan gugatan ke WTO dan WTO akan melakukan mekanisme penyelesaian sengketa. Apabila tarif yang dikenakan tidak sesuai dengan prinsip WTO maka diberi rekomendasi untuk meninjau kembali kebijakannya serta mendorong semua pihak untuk menemukan solusi yang saling memuaskan. </p><p>Referensi:</p><p>https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 14:18:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215265267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ella Widya Rosiana (2250410046) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215335125</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Berita tersebut menyoroti situasi di mana ancaman tarif 60% yang diusulkan oleh mantan Presiden Donald Trump terhadap produk-produk yang diimpor dari Tiongkok dapat memicu dampak yang luas bagi perusahaan-perusahaan Amerika dan Taiwan, yang sedang mempertimbangkan untuk memindahkan basis produksi mereka Alternatif ke negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja guna menghindari beban biaya tambahan yang signifikan, yang tidak hanya akan meningkatkan harga jual produk mereka di pasar domestik dan internasional, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasokan global yang telah terbangun selama bertahun-tahun, di mana banyak perusahaan bergantung pada komponen dan bahan baku yang diproduksi di berbagai negara. Dalam proses pengambilan keputusan ini, perusahaan-perusahaan tersebut harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk ketersediaan tenaga kerja terampil di negara tujuan, infrastruktur logistik yang memadai untuk mendukung operasi produksi, serta stabilitas politik dan ekonomi yang dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis mereka di masa depan.</p><p><br/></p><p>2. peran WTO dalam kasus ini sangat penting karena WTO berfungsi sebagai lembaga internasional yang mengatur aturan perdagangan antarnegara dan menyediakan mekanisme penyelesaian penyelesaian. Jika tarif yang diusulkan tersebut diterapkan, negara-negara yang merasa dirugikan, baik itu Tiongkok maupun negara-negara lain yang terlibat dalam rantai pasokan, dapat mengajukan keluhan ke WTO. Proses ini memungkinkan WTO untuk menilai apakah tindakan tarif tersebut sesuai dengan peraturan perdagangan internasional yang telah disepakati oleh anggotanya. Dengan kata lain, WTO bertindak sebagai mediator untuk memastikan bahwa praktik perdagangan tetap adil dan tidak diskriminatif, sehingga membantu menjaga stabilitas perekonomian global dan mencegah terjadinya perang dagang yang dapat merugikan semua pihak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 14:55:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215335125</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annata Fahria (2250210122)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215346704</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menjelaskan rencana sejumlah perusahaan Amerika yang mempertimbangkan untuk memindahkan produksi keluar dari Tiongkok karena ancaman tarif tinggi oleh Presiden Donald Trump. Trump dan Partai Republik telah mengusulkan tarif hingga 60-100% untuk barang impor dari Tiongkok, yang bertujuan melindungi ekonomi Amerika dari persaingan barang impor murah. Trump juga berencana mengenakan tarif 20% pada barang-barang dari negara-negara lain, seperti Meksiko, untuk mengurangi ketergantungan AS terhadap negara-negara tersebut. Akibatnya, beberapa perusahaan AS, seperti Steve Madden dan Whirlpool, beralih ke Vietnam, Kamboja, atau bahkan ke AS sendiri untuk menghindari kenaikan biaya akibat tarif tersebut.</p><p>Pemerintah Taiwan juga berencana memindahkan produksi dari Tiongkok sebagai langkah antisipatif terhadap potensi tarif. Perusahaan semikonduktor Taiwan telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pabrik di Arizona. China sendiri menanggapi rencana ini dengan sikap diplomatis, menentang tindakan apa pun yang dianggap merugikan perdagangan global.</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/10314/6151">https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/10314/6151</a></p><p><br/></p></li><li><p>WTO (World Trade Organization) berperan penting dalam menyelesaikan sengketa perdagangan internasional, termasuk sengketa dagang antara AS dan Tiongkok, melalui mekanisme penyelesaian sengketa. WTO membentuk panel yang mengkaji sengketa dan memberikan rekomendasi, meskipun kebijakan yang dihasilkan sering bersifat normatif dan tidak mengikat secara langsung. Meskipun WTO memainkan peran dalam menjaga kestabilan perdagangan global, mekanisme penyelesaian sengketa menghadapi tantangan, seperti waktu yang lama untuk menyelesaikan kasus dan proses yang tidak selalu efektif dalam menangani sengketa yang semakin kompleks. Oleh karena itu, WTO perlu memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa dan meningkatkan perannya dalam memfasilitasi perdagangan internasional untuk menjaga kepercayaan dan kestabilan antara negara-negara anggotanya.</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 15:00:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215346704</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Badriyatut Thohiroh(2250210138) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215369184</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berita tersebut membahas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, terutama mengenai ancaman tarif yang akan dikenakan oleh presiden terpilih AS, Donald Trump. Trump berencana menaikkan tarif hingga 60-100% pada barang-barang impor dari Tiongkok sebagai bagian dari kebijakan proteksionis untuk mendukung produksi domestik. Ancaman ini membuat beberapa perusahaan AS, seperti Steve Madden dan Church &amp; Dwight, mulai merelokasi produksinya ke negara lain seperti Vietnam, Kamboja, atau bahkan AS sendiri untuk menghindari tarif tinggi yang berpotensi menaikkan biaya produk di AS.</p><p>Selain itu, beberapa perusahaan teknologi dari Taiwan juga berencana memindahkan produksinya dari Tiongkok karena kekhawatiran tarif dan tekanan dari kebijakan perdagangan AS. Misalnya, perusahaan semikonduktor besar Taiwan telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pabrik baru di Arizona, AS. Di sisi lain, Tiongkok menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tarif tinggi tersebut dan juga mencatat bahwa hubungan AS dengan Taiwan adalah isu sensitif yang dapat memperkeruh hubungan AS-Tiongkok. Pemerintahan Trump dinilai akan mengkaji ulang kebijakan perdagangan sebelumnya dengan Tiongkok dan berpotensi memperpanjang ketegangan dalam bentuk tarif atau ancaman tarif lebih lanjut. Ini mengindikasikan bahwa kebijakan proteksionis dapat berdampak besar pada rantai pasokan global, terutama di sektor-sektor yang bergantung pada Tiongkok sebagai pemasok utama.</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20241111182030-4-587377/teror-tarif-trump-tak-cuma-ancam-china-ri-cs-di-ujung-tanduk">https://www.cnbcindonesia.com/news/20241111182030-4-587377/teror-tarif-trump-tak-cuma-ancam-china-ri-cs-di-ujung-tanduk</a> </p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.snopes.com/news/2024/09/19/trump-tariffs-explainer/">https://www.snopes.com/news/2024/09/19/trump-tariffs-explainer/</a></p></li><li><p>Dalam konteks perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) berperan sebagai penengah dan penyelesai dalam memecahkan masalah konflik dagang internasional. WTO menyediakan kerangka hukum dan prosedur bagi kedua negara untuk menyelesaikan gangguan mereka melalui Badan Penyelesaian Sengketa (DSB), yang menangani klaim tarif, kebijakan dagang, dan praktik perdagangan lainnya. DSB menginvestigasi klaim, membentuk panel peninjau, dan mengeluarkan rekomendasi serta keputusan yang wajib dipatuhi oleh negara anggota.</p><p>Ketika AS dan Tiongkok memberlakukan tarif tinggi satu sama lain, WTO bertindak untuk mengurangi eskalasi konflik dengan menawarkan solusi yang melibatkan negosiasi dan arbitrase. WTO berupaya mencegah agar perang dagang tidak semakin merugikan pasar global, yang juga menguntungkan negara-negara lain, terutama di Asia Tenggara.</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://unair.ac.id/dampak-perang-dagang-antara-amerika-serikat-dan-china-terhadap-ekspor-indonesia/">https://unair.ac.id/dampak-perang-dagang-antara-amerika-serikat-dan-china-terhadap-ekspor-indonesia/</a></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://unair.ac.id/dampak-perang-dagang-antara-amerika-serikat-dan-china-terhadap-ekspor-indonesia/">https://unair.ac.id/dampak-perang-dagang-antara-amerika-serikat-dan-china-terhadap-ekspor-indonesia/</a></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://abhiseva.id/economy/analisis-dampak-perang-dagang-amerika-china-terhadap-ekonomi-dunia/">https://abhiseva.id/economy/analisis-dampak-perang-dagang-amerika-china-terhadap-ekonomi-dunia/</a></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 15:12:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215369184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hafidaningrum (2250210110)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215440934</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berita ini membahas tentang ancaman tarif 60% yang diusulkan oleh Donald Trump terhadap produk-produk asal Tiongkok yang memiliki dampak signifikan pada keputusan perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Taiwan untuk keluar dari Tiongkok. Strategi ini menjadi bagian dari upaya Trump dalam memperketat persaingan ekonomi dengan Tiongkok dan menekan ketergantungan AS pada produk Tiongkok. Pengenaan tarif yang tinggi mengakibatkan meningkatnya biaya produksi dan distribusi bagi perusahaan yang berbasis di Tiongkok, khususnya yang berorientasi pada ekspor ke AS. Akibatnya, banyak perusahaan AS dan Taiwan mulai mempertimbangkan relokasi ke negara lain dengan lingkungan ekonomi yang lebih stabil, guna menjaga keuntungan dan daya saing mereka di pasar global. Selain dampak finansial langsung, ancaman tarif ini juga berdampak pada geopolitik dan hubungan ekonomi antara AS, Taiwan, dan Tiongkok. Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, AS memperkuat hubungan dengan Taiwan sebagai mitra dagang strategis. Dukungan terhadap Taiwan ini termasuk dalam inisiatif ekonomi seperti perjanjian perdagangan bilateral yang menguntungkan bagi Taiwan dan berfungsi sebagai upaya AS untuk meredam kekuatan Tiongkok di wilayah Asia Timur. Dengan hubungan ekonomi yang kian erat antara AS dan Taiwan, perusahaan Taiwan yang memiliki basis produksi di Tiongkok juga terpengaruh oleh ketidakpastian tarif, sehingga mendorong mereka untuk memindahkan operasional ke negara yang lebih aman dari konflik dagang. Lebih jauh, ancaman tarif 60% ini juga memicu perusahaan multinasional untuk mencari alternatif lain di luar Tiongkok, terutama di negara-negara Asia Tenggara yang memiliki tenaga kerja murah dan insentif investasi. Relokasi ini membawa implikasi yang cukup besar bagi ekonomi Tiongkok karena semakin banyak perusahaan asing yang berpindah keluar, yang berarti hilangnya investasi langsung, pekerjaan, dan teknologi bagi Tiongkok. Relokasi perusahaan ini juga menguntungkan negara-negara tetangga Tiongkok, khususnya Vietnam dan Thailand, yang menjadi tujuan utama investasi dari perusahaan AS dan Taiwan yang sebelumnya berbasis di Tiongkok. Implikasi kebijakan tarif ini juga terkait erat dengan strategi AS untuk mempertahankan hegemoni ekonominya di Asia. Seiring meningkatnya persaingan ekonomi antara AS dan Tiongkok, AS tidak hanya memanfaatkan tarif sebagai alat tekanan ekonomi tetapi juga memperkuat aliansi dengan negara-negara seperti Taiwan. Pendekatan ini, selain memberikan keuntungan ekonomi bagi Taiwan, juga memperkuat posisi Taiwan di kawasan Asia Timur di tengah tekanan dari Tiongkok. Keputusan perusahaan untuk keluar dari Tiongkok tidak hanya murni berdasar ekonomi, tetapi juga sebagai respons terhadap kebijakan AS yang mendukung diversifikasi dan stabilitas ekonomi regional.REFERENSI:</p><p>https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/index.php/balcony/article/download/441/220/949</p></li><li><p>Peran World Trade Organization (WTO) dalam sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terutama terlihat dalam penggunaan mekanisme penyelesaian sengketa atau dispute settlement mechanism yang dimiliki oleh WTO. WTO dirancang sebagai lembaga internasional yang mengatur perdagangan antar negara dan memfasilitasi penyelesaian sengketa dagang melalui jalur multilateral, sehingga mencegah penggunaan tindakan sepihak yang dapat memicu perang dagang. Dalam konteks perang dagang antara AS dan Tiongkok, WTO telah menerima pengaduan dari Tiongkok terkait kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh AS, yang dianggap melanggar ketentuan GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Tiongkok mengklaim bahwa tindakan AS melanggar prinsip non-diskriminasi dan transparansi yang diatur oleh WTO, khususnya pada Pasal I dan II GATT 1994, serta tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 23 dari Dispute Settlement Understanding (DSU) WTO. Hasilnya, WTO membentuk panel untuk menangani sengketa ini, dan pada laporan final yang diterbitkan pada 2020, panel WTO memutuskan bahwa tarif yang diberlakukan AS tidak dapat dibenarkan dengan alasan yang diajukan. AS kemudian mengajukan banding, tetapi ketidakaktifan badan banding WTO membuat keputusan tersebut belum final. Dalam hal ini, peran WTO terlihat penting namun terbatas, terutama karena sistem penyelesaian sengketa WTO mengalami stagnasi akibat kekosongan posisi di badan banding, yang disebabkan oleh keputusan AS untuk menahan penunjukan anggota baru. Secara keseluruhan, meskipun WTO berperan sebagai forum untuk menengahi konflik dagang ini, keterbatasan yang dihadapi oleh sistem penyelesaian sengketanya, terutama pada tahap banding, menunjukkan bahwa WTO masih memerlukan reformasi untuk meningkatkan efektivitas dan kredibilitasnya dalam menangani perselisihan perdagangan yang melibatkan negara-negara besar seperti AS dan Tiongkok.</p></li><li><p>REFERENSI:</p><p>https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 15:51:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215440934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alfiyah Nururokhmah (2250410036)</title>
         <author>aalfiyah350</author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215568817</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berita tersebut membahas tentang ancaman Donald Trump untuk menaikkan tarif impor dari China sebesar 60%. Ancaman ini telah mendorong beberapa perusahaan Amerika untuk memindahkan produksi mereka keluar dari China. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Steve Madden, Whirlpool, dan Church &amp; Dwight. Dampak ancaman tarif tersebut juga dapat berpengaruh terhadap rantai pasokan dan kebijakan perdagangan yang dapat terjadi di Amerika Serikat. Selain itu, Taiwan juga telah menyatakan bahwa mereka akan memindahkan produksi mereka keluar dari China karena takut akan tarif dari Donald Trump tersebut.</p></li><li><p>WTO berperan penting dalam menyelesaikan sengketa perdagangan antara AS dan China yang muncul akibat tarif yang dikenakan oleh Donald Trump. WTO menyediakan forum bagi negara-negara anggota untuk menyelesaikan konflik perdagangan melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang diatur dalam <em>Understanding of Rules and Procedures</em> (DSU). Dalam konteks perang dagang ini, WTO menyatakan bahwa tarif AS melanggar aturan perdagangan global dan meminta AS untuk mematuhi kewajibannya. Keputusan WTO mendukung China, yang merasa dirugikan oleh kebijakan tarif tersebut, dan menyerukan kerjasama antara kedua negara.</p></li></ol><p><br/></p><p>Referensi:</p><p>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/download/27661/10176</p><p><br/></p><p>https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 17:02:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215568817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Uswatun Rohmania (2250210124)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215587121</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berita ini menjelaskan tentang Presiden terpilih AS Trump menyatakan bahwa ia akan menaikkan tarif atas barang-barang China sebesar 60-100%. Tarif yang diusulkan Trump kemungkinan besar akan menimbulkan kerugian yang lebih besar pada ekonomi yang lebih terbuka di kawasan tersebut, dengan Taiwan lebih rentan terhadap ancaman tersebut daripada Korea atau Singapura. Terlepas dari tarif, Goldman masih memperkirakan akan adanya tekanan berkelanjutan terhadap relokasi rantai pasokan tertentu dari Tiongkok ke Asia Tenggara, India atau Meksiko pada khususnya. Perusahaan - perusahaan AS seperti Steve Madden akan mengurangi produksi mereka di Tiongkok dan memindahkan operasi mereka ke negara-negara, seperti Vietnam dan Kamboja. Sementara itu, Taiwan mengatakan juga akan membantu perusahaan perusahaannya untuk memindahkan produksi mereka keluar dari Tiongkok.</p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p>Adapun peran World Trade Organization (WTO) dalam penyelesaian sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam bentuk kokret. Salah satu fungsi WTO adalah menjadi forum formal sengketa perdagangan bagi negara-negara anggotanya. Menyelesaikan sengketa perdagangan adalah salah satu kegiatan inti WTO. Sengketa muncul ketika pemerintah anggota percaya bahwa pemerintah anggota lain melanggar kesepakatan atau komitmen yang telah dibuatnya di WTO. WTO memiliki salah satu mekanisme penyelesaian sengketa internasional yang paling aktif di dunia. WTO berupaya menyelesaikan sengketa perdagangan antara kedua negara. WTO sepanjang proses sengketa terus mendorong agar AS dan Tiongkok mau melalui mediasi. Mediasi adalah alternatif dari persidangan (melalui panel DSB WTO). Mediasi memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan panel di DSB. Secara umum, mediasi dapat ditempuh lebih cepat dibandingkan dengan membentuk panel. Mediasi lebih murah dan lebih fleksibel bagi para pihak daripada sidang penuh. Penyelesaian seringkali didasarkan pada kebutuhan dan kepentingan para pihak di WTO, yang secara khusus terfokus pada masa depan, sedangkan persidangan panel menyelesaikan apa yang telah terjadi di masa lalu. Menurut statistik dan pengalaman di WTO, antara 70% dan 80% mediasi berakhir dengan penyelesaian. Dorongan mediasi di WTO bisa membantu meredakan konflik jika masing- masing pihak bersepakat melakukan mediasi. Suara yang tidak memihak dapat membantu kedua negara mengesampingkan emosi mereka dan saling menentukan dengan tepat apa yang mereka masing-masing butuhkan untuk dibawa dalam kesepakatan perdagangan. Suara netral dapat membantu mereka menemukan titik temu. Namun sayangnya hingga saat ini dorongan untuk menggunakan jalur mediasi oleh WTO belum diterima kedua belah pihak yang bersengketa.</p></li></ol><p><br></p><p>Referensi :</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://verdauen.com/berita/ancaman-tarif-trump-membayangi-banyak-negara-asia-tidak-hanya-tiongkok/31204/">https://verdauen.com/berita/ancaman-tarif-trump-membayangi-banyak-negara-asia-tidak-hanya-tiongkok/31204/</a> </p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20241113062044-4-587729/ada-bahaya-laten-dari-trump-untuk-asia-eropa-ri-kena/amp">https://www.cnbcindonesia.com/news/20241113062044-4-587729/ada-bahaya-laten-dari-trump-untuk-asia-eropa-ri-kena/amp</a> </p><p><br></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 17:12:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3215587121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latifah Ainurrahmah (2250210108)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216015538</link>
         <description><![CDATA[<p>berita ini membahas tentang dampak dari kebijakan perdagangan yang diusulkan oleh Donald Trump, terutama mengenai rencana untuk menaikkan tarif impor terhadap barang-barang dari Tiongkok dan negara lain. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi defisit perdagangan AS dan melindungi industri domestik, tetapi dapat merusak kerjasama perdagangan internasional. Beberapa perusahaan AS mulai memindahkan produksi mereka ke negara lain untuk menghindari tarif tinggi, yang dapat menyebabkan gangguan pada rantai pasokan dan kenaikan harga barang.</p><p><br/></p><p>sedangkan peran WTO dalam hal ini adalah untuk memastikan bahwa kebijakan tarif yang dikenakan oleh negara-negara anggota sesuai dengan perjanjian internasional. Jika kebijakan tarif Trump melanggar aturan WTO, negara yang dirugikan dapat mengajukan keluhan atau mengenakan tarif balasan, dan WTO dapat memutuskan untuk mengharuskan AS mencabut kebijakan tersebut. Dengan demikian, kebijakan tarif yang diusulkan Trump berisiko memicu ketegangan perdagangan global dan merusak stabilitas ekonomi internasional.</p><p><br/></p><p>referensi :</p><p><strong>Bown, C. P., &amp; Irwin, D. A.</strong> (2019). <em>The WTO and the Trump Trade Wars</em>. <em>Brookings Institution Press</em>.</p><p><br/></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-13 23:32:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216015538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Firly Feliyana Maulida (2250210106) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216049920</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berita ini membahas tentang dinamika kerjasama perdagangan internasional yang kompleks, khususnya antara Amerika Serikat dan Tiongkok, setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden. Dalam konteks ini, beberapa perusahaan Amerika mulai merencanakan untuk mengalihkan produksi mereka dari Tiongkok sebagai respons terhadap ancaman tarif yang sangat tinggi, yang diperkirakan bisa mencapai antara 60 hingga 100%. Langkah ini tidak hanya mencerminkan kekhawatiran terhadap biaya yang meningkat akibat tarif, tetapi juga menunjukkan bagaimana kebijakan perdagangan dapat memengaruhi keputusan strategis perusahaan.</p><p>Perusahaan-perusahaan seperti Steve Madden dan Church &amp; Dwight sudah mulai mengurangi ketergantungan mereka terhadap produksi di Tiongkok. Misalnya, Steve Madden berencana untuk mengurangi produksinya di Tiongkok sekitar 45% dan beralih ke negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja. Ini menunjukkan adanya pengalihan rantai pasokan yang signifikan, di mana perusahaan-perusahaan berusaha melindungi diri dari dampak langsung tarif yang mungkin diberlakukan. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang bergantung pada bahan baku dari Tiongkok, seperti produsen kotoran kucing, juga merasakan dampak dari kemungkinan lonjakan harga akibat tarif.</p><p>Di sisi lain, berita ini juga menyoroti dampak yang lebih luas dari kebijakan perdagangan Trump terhadap hubungan internasional, termasuk reaksi dari Taiwan. Taiwan berencana untuk merelokasi produksinya keluar dari Tiongkok karena kekhawatiran terhadap kebijakan tarif AS. Perusahaan semikonduktor terbesar di Taiwan bahkan telah berinvestasi besar-besaran di Arizona untuk mendirikan pabrik baru, menunjukkan bagaimana kebijakan perdagangan dapat menyebabkan pergeseran besar dalam investasi global.</p><p>Kebijakan tarif yang diusulkan Trump juga dapat memicu ketegangan diplomatik antara AS dan Tiongkok, terutama dalam konteks isu Taiwan yang sensitif. Tiongkok menolak segala bentuk interaksi resmi antara AS dan Taiwan, yang menunjukkan bahwa perdebatan perdagangan ini tidak hanya melibatkan aspek ekonomi, tetapi juga faktor politik yang lebih luas. Keseluruhan situasi ini menunjukkan bagaimana kebijakan perdagangan dapat menciptakan dampak yang luas dan mendalam, memengaruhi strategi perusahaan, hubungan internasional, serta stabilitas ekonomi global.</p><p>Sumber : https://www.cbsnews.com/news/trump-china-tariff-could-actually-help-beijing-economy-amid-taiwan-standoff/</p></li><li><p>Dalam konteks kebijakan perdagangan yang diusulkan oleh Donald Trump, peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menjadi sangat penting. WTO berfungsi sebagai forum untuk menyelesaikan sengketa perdagangan internasional dan menetapkan aturan yang mengatur perdagangan antar negara. Ketika Trump mengancam untuk mengenakan tarif tinggi pada barang-barang yang diimpor dari Tiongkok, hal ini berpotensi melanggar prinsip-prinsip dasar WTO, seperti non-diskriminasi dan perlakuan yang sama terhadap semua anggota.</p><p>Salah satu aspek utama dari peran WTO adalah dalam menangani sengketa perdagangan. Jika Tiongkok merasa bahwa tarif yang dikenakan oleh AS melanggar ketentuan WTO, mereka dapat mengajukan gugatan melalui mekanisme penyelesaian sengketa WTO. Dalam kasus sebelumnya, WTO telah memutuskan bahwa tindakan unilateral seperti peningkatan tarif tanpa konsultasi yang tepat dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian perdagangan internasional yang telah disepakati. </p><p>Selain itu, WTO juga berperan dalam memfasilitasi dialog antara negara-negara anggota untuk mencari solusi damai terhadap ketegangan perdagangan. Dalam situasi di mana negara-negara seperti AS dan Tiongkok terlibat dalam perang dagang, WTO dapat berfungsi sebagai mediator untuk mendorong negosiasi dan penyelesaian yang lebih konstruktif, daripada mengandalkan tarif yang dapat memperburuk hubungan internasional. </p><p>Namun, tantangan yang dihadapi WTO adalah bahwa beberapa negara, termasuk AS di bawah pemerintahan Trump, mungkin memilih untuk mengabaikan atau tidak mematuhi aturan yang ditetapkan oleh WTO. Hal ini dapat mengurangi efektivitas WTO sebagai pengatur perdagangan global dan menciptakan ketidakpastian di pasar internasional. </p><p>Secara keseluruhan, peran WTO dalam konteks kebijakan perdagangan yang diusulkan oleh Trump sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kepastian dalam perdagangan internasional. Dengan adanya mekanisme penyelesaian sengketa dan forum untuk negosiasi, WTO dapat membantu mencegah eskalasi konflik perdagangan yang lebih besar.</p><p>Sumber :</p><p>1. [Sengketa Penerapan Tariff Impor Dan Hambatan Dagang Antara Amerika Serikat Dan Negara China Dalam Perspektif Kerangka WTO | Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum](https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/view/21)</p><p>2. [Exclusive | Ex-WTO head says China-EU ‘united front’ can counter Trump trade curbs | South China Morning Post](https://www.scmp.com/economy/global-economy/article/3286235/former-wto-head-says-china-eu-united-front-can-counter-trump-trade-curbs)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 00:10:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216049920</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216123190</link>
         <description><![CDATA[<p> Nama: Fazat Sa'adati </p><p>Nim: 2250210121</p><ol><li><p>Dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS pada tahun 2024, ketegangan dalam perang dagang antara AS dan Tiongkok diprediksi akan kembali meningkat. Trump sebelumnya menjalankan kebijakan perdagangan yang agresif terhadap Tiongkok, termasuk mengenakan tarif besar pada berbagai produk impor. Trump berencana memperketat aturan perdagangan lagi, terutama jika terjadi tindakan Tiongkok terhadap Taiwan, yang menganggap AS sebagai sekutu utama di Asia. Bahkan Trump&nbsp; mengancam akan mengenakan tarif sebesar 60 hingga 100% pada barang-barang yang diimpor dari Tiongkok dan mengenakan tarif 20% pada barang-barang dari negara lain .</p></li></ol><p><br></p><p>Perusahaan manufaktur semikonduktor Taiwan yang merupakan pembuat chip kontrak terbesar di dunia telah menginvestasikan $65 miliar di Arizona untuk mendirikan pabrik baru sementara Tiongkok. Church dan Dwight, yang terkenal dengan produk perawatan mulut, telah memindahkan sebagian produksinya keluar Tiongkok karena khawatir para ahli pajak baru percaya bahwa proposal tarif Donald Trump akan sangat mengganggu rantai pasokan dan sangat berdampak pada kebijakan perdagangan AS.&nbsp;</p><p>Kebijakan ini diharapkan akan berdampak langsung pada rantai pasokan global dan menambah ketidakpastian di pasar internasional. Perang dagang juga dapat menyebabkan keterbatasan akses teknologi, khususnya terkait semikonduktor, yang sangat penting dalam perkembangan teknologi canggih di kedua negara. Baik AS maupun China kini lebih menekankan pada kebijakan dalam negeri untuk meningkatkan produksi chip dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar.</p><p><br></p><p>Di sisi lain, ketegangan ini memperumit kerjasama perdagangan internasional. Di tengah isolasi Trump yang cenderung unilateral, banyak negara lain mungkin harus memilih pihak antara AS dan China, menciptakan hambatan baru bagi perdagangan multilateral yang stabil. Meski begitu, China telah meningkatkan perlindungan ekonomi dalam negeri melalui aturan anti-sanksi yang dirancang untuk mengatasi kebijakan AS yang keras, sekaligus membuka peluang negosiasi untuk meredakan perang tarif.</p><p><br></p><p>Referensi:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.china-briefing.com/news/trump-china-us-relations-2024-election-victory-implications-businesses/">https://www.china-briefing.com/news/trump-china-us-relations-2024-election-victory-implications-businesses/</a></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.stripes.com/theaters/asia_pacific/2024-11-06/election-2024-china-trump-15765718.html">https://www.stripes.com/theaters/asia_pacific/2024-11-06/election-2024-china-trump-15765718.html</a>&nbsp;</p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Peran World Trade Organization (WTO) dalam sengketa dagang AS–Tiongkok, yang secara khusus berdampak pada negara-negara Asia Tenggara, adalah sebagai pengawas untuk menjaga keseimbangan perdagangan internasional serta sebagai forum untuk menyelesaikan perselisihan. Artikel tersebut menyebutkan bahwa WTO berupaya mempertahankan ketertiban dalam perdagangan global, termasuk menangani pengenaan tarif secara sepihak oleh AS terhadap produk-produk Tiongkok dengan alasan keamanan nasional.</p></li></ol><p><br></p><p>Referensi:</p><p><em>PERANAN WORLD TRADE ORGANIZATION DALAM MENANGANI PERANG&nbsp;</em></p><p><em>DAGANG ANTARA AMERIKA SERIKAT DAN TIONGKOK</em></p><p>Muhamad Candrawijaya</p><p>Departemen Hubungan Internasional, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 01:08:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216123190</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fellia Anggita (2250410067)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216504006</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Berita ini mungkin menyoroti keputusan atau kebijakan tertentu yang diambil oleh salah satu atau kedua negara yang berdampak pada hubungan perdagangan mereka.</p><p>Pemberlakuan Tarif: Salah satu negara (misalnya, AS) mungkin memberlakukan tarif tambahan pada produk-produk dari negara lain (misalnya, China) sebagai bentuk proteksi terhadap industri dalam negeri atau sebagai respon atas praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.</p><p>Pembatasan Kuota Impor: Negara pengimpor mungkin membatasi jumlah produk tertentu yang dapat diimpor dari negara eksportir.</p><p>Sanksi Ekonomi: Negara-negara yang terlibat dalam konflik perdagangan mungkin saling memberikan sanksi ekonomi, seperti pembatasan investasi atau larangan ekspor produk tertentu.</p><p>Perselisihan Terkait Hak Kekayaan Intelektual: Konflik dapat muncul terkait pelanggaran hak paten, merek dagang, atau desain industri</p><p>2. <strong>Peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)</strong> dalam konteks konflik perdagangan tersebut. Ini berarti kita harus memahami bagaimana WTO berfungsi, mekanisme penyelesaian sengketa yang dimilikinya, serta potensi dampak dari konflik ini terhadap sistem perdagangan multilateral yang dikelola oleh WTO.</p><p>WTO sebagai Forum Negosiasi:</p><p>Perundingan Bilateral: Negara-negara yang berselisih dapat mencoba menyelesaikan masalah melalui perundingan bilateral.</p><p>Mekanisme Penyelesaian Sengketa: Jika perundingan gagal, negara yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan ke panel sengketa WTO.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 05:41:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216504006</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anisa Fatmawati (2250410053)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216529884</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Berita dalam video tersebut menjelaskan dampak dari ancaman tarif tinggi yang diusulkan oleh Presiden terpilih Donald Trump terhadap kerjasama perdagangan internasional. Trump berjanji untuk mengenakan tarif antara 60% hingga 100% pada barang-barang yang diimpor dari China, serta 20% pada barang dari negara lain, termasuk Meksiko. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Trump untuk mengurangi defisit perdagangan AS dan melindungi industri domestik.</p><p>Sebagai respons terhadap kebijakan ini, banyak perusahaan Amerika, seperti Steve Madden, mengumumkan rencana untuk mengurangi produksi mereka di China dan memindahkan operasi ke negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja. Hal ini menunjukkan pergeseran dalam rantai pasokan global yang dapat mempengaruhi kerjasama perdagangan internasional. Selain itu, Taiwan juga menyatakan dukungan untuk membantu perusahaan-perusahaannya beralih dari China, mencerminkan perubahan strategi dalam menghadapi ketidakpastian perdagangan.</p><p>Reaksi pemerintah Cina terhadap ancaman tarif ini juga sangat signifikan. Mereka menegaskan bahwa langkah-langkah semacam itu tidak akan membantu AS memenangkan perang dagang dan dapat memperburuk hubungan bilateral antara kedua negara. Ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan yang diambil oleh satu negara dapat memiliki dampak luas pada hubungan perdagangan global.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>WTO (World Trade Organization) memainkan peran penting dalam konteks sengketa perdagangan internasional yang muncul akibat kebijakan tarif yang diusulkan oleh Trump. WTO menyediakan kerangka hukum bagi negara-negara anggota untuk menyelesaikan sengketa perdagangan melalui mekanisme penyelesaian sengketa (Dispute Settlement Mechanism). Berikut adalah beberapa poin penting mengenai peran WTO dalam kasus ini: </p><p>Mekanisme Penyelesaian Sengketa: Jika tindakan tarif yang diusulkan oleh Trump dianggap melanggar aturan WTO, negara-negara yang terkena dampak, seperti China, dapat mengajukan keluhan kepada WTO. Proses ini memungkinkan penilaian apakah kebijakan tersebut melanggar perjanjian perdagangan internasional.</p></li></ol><p>Stabilitas Perdagangan Global: Dengan menyediakan platform untuk menyelesaikan sengketa secara damai, WTO berkontribusi pada stabilitas dan keberlanjutan perdagangan internasional. Ini penting untuk menjaga hubungan dagang antara negara-negara anggota agar tetap adil dan teratur.</p><p><br/></p><p> Referensi </p><p>1. Baldwin, R., &amp; Evenett, S. J. (2009). "The Global Crisis and Trade: A Global Perspective." World Bank Policy Research Working Paper. </p><p>2. Hoekman, B., &amp; Kostecki, M. (2009)."The Political Economy of the World Trading System: WTO and Beyond." Oxford University Press.</p><p>3. Mavroidis, P. C. (2016)."Trade in Goods: The WTO Agreement on Tariffs and Trade." Cambridge University Press.</p><p>   </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 06:05:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3216529884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meisye Awwaliyya Selfiana (2250210128) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217009270</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Dalam vidio tersebut, Trump mengajukan rencana untuk mengenakan tarif menyeluruh sebesar 10% hingga 20% pada hampir semua impor serta tarif sebesar 60% atau lebih pada barang-barang dari Tiongkok. Ini merupakan langkah-langkah yang menurutnya akan meningkatkan manufaktur AS.</p><p>Selama masa jabatannya sebagai presiden dari awal tahun 2017 hingga awal tahun 2021, pendekatan agresif Trump terhadap Tiongkok ditegaskan oleh gelombang tarif yang menjerumuskan kedua negara ke dalam perang dagang yang menggerakkan pasar di seluruh dunia.</p><p>Trump telah mengumumkan niatnya untuk mengenakan tarif menyeluruh mulai dari 10% hingga 20% pada semua impor, bersama dengan tarif tambahan sebesar 60% hingga 100% pada produk yang diimpor dari China. Goldman memperkirakan AS akan mengenakan tarif tambahan rata-rata 20% pada produk China pada paruh pertama tahun 2025.</p><p>Tingginya tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat terhadap Tiongkok yang akan menerima impor barang terhadap negara yang akan melakukan impor menimbulkan dampak ekonomi. Pasalnya, negara yang akan melakukan impor akan terbebani dengan tarif bea tersebut dan hal itu akan memengaruhi neraca perdagangannya sebab Tiongkok akan mengeluarkan biaya ekstra untuk menjual produknya ke luar negeri. Akibatnya, Tiongkok merasa perdagangannya dihambat dan membalas menaikan tarif bea impor juga terhadap Amerika Serikat yang menaikan tarif bea. Hal tersebutlah yang dikenal sebagai perang dagang.</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://amp.kontan.co.id/news/ini-ancaman-donald-trump-kepada-china-terkait-taiwan">https://amp.kontan.co.id/news/ini-ancaman-donald-trump-kepada-china-terkait-taiwan</a></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20241111182030-4-587377/teror-tarif-trump-tak-cuma-ancam-china-ri-cs-di-ujung-tanduk">https://www.cnbcindonesia.com/news/20241111182030-4-587377/teror-tarif-trump-tak-cuma-ancam-china-ri-cs-di-ujung-tanduk</a></p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/10314/6151">https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/10314/6151</a></p><p><br></p><p>2. Salah satu peranan WTO yaitu sebagai forum dalam menyelesaikan perdamaian dan menyediakan mekanisme konsiliasi guna mengatasi penyelesaian perdagangan yang timbul. WTO memiliki peran dalam upaya penyelesaian perselisihan dagang antara kedua negara. Hal ini terutama ketika pemerintah Tiongkok meminta untuk </p><p>diadakannya konsultasi oleh WTO untuk dapat menyelesaikan permasalahan dagang</p><p>dengan Amerika Serikat. </p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25273#:~:text=WTO%20mendorong%20arus%20perdagangan%20antar,kelancaran%20perdagangan%20barang%20dan%20jasa">https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/25273#:~:text=WTO%20mendorong%20arus%20perdagangan%20antar,kelancaran%20perdagangan%20barang%20dan%20jasa</a>.</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 12:46:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217009270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desti Ridatul Alfiyani (2250210140) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217215386</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam konteks antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Taiwan, serta negara-negara lain yang terlibat, kerja sama perdagangan ini seringkali kompleks. Amerika Serikat dan Tiongkok adalah dua ekonomi terbesar di dunia, dengan hubungan perdagangan yang saling bergantung, tetapi juga bersaing. Saat tarif tinggi diterapkan oleh salah satu negara, seperti yang diusulkan oleh Donald Trump, biaya barang impor meningkat, yang berdampak pada harga barang di pasar dalam negeri dan kemampuan bersaing perusahaan internasional.<br>Amerika Serikat, di bawah kebijakan Trump, berusaha mengurangi ketergantungan pada produksi di Tiongkok dengan mengalihkan produksi ke negara-negara lain seperti Vietnam, Kamboja, dan Taiwan. Taiwan pun turut mendukung perusahaannya dalam relokasi produksi sebagai langkah untuk mengurangi dampak negatif dari kebijakan tarif AS terhadap Tiongkok. Upaya ini bisa menciptakan aliansi baru dalam rantai pasokan global, tetapi juga bisa menimbulkan ketegangan dalam hubungan diplomatik, khususnya dengan Tiongkok yang melihat langkah ini sebagai bentuk ancaman.<br>Secara keseluruhan, perdagangan internasional yang didasari pada kerja sama akan menciptakan manfaat ekonomi, namun jika disertai dengan kebijakan proteksionisme atau tarif yang tinggi, maka ketegangan politik dan perang dagang dapat terjadi, yang akhirnya dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.<br>Referensi:<br>• <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20241027144147-128-583387/deretan-negara-ekonomi-terkuat-dunia-amerika-masih-nomor-1#:~:text=Berdasarkan%20data%20PDB%20tahunan%202023%2C%20Amerika%20Serikat%20masih%20memimpin%20dengan,95%25%20dari%20total%20ekonomi%20global.%EF%BF%BChttps://amp.kontan.co.id/news/selain-china-negara-negara-ini-juga-berpotensi-terdampak-kebijakan-tarif-trump">https://www.cnbcindonesia.com/research/20241027144147-128-583387/deretan-negara-ekonomi-terkuat-dunia-amerika-masih-nomor-1#:~:text=Berdasarkan%20data%20PDB%20tahunan%202023%2C%20Amerika%20Serikat%20masih%20memimpin%20dengan,95%25%20dari%20total%20ekonomi%20global.<br>• https://amp.kontan.co.id/news/selain-china-negara-negara-ini-juga-berpotensi-terdampak-kebijakan-tarif-trump</a></p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p>World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia berperan penting dalam kasus-kasus seperti ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Beberapa peran utama WTO dalam konteks tarif perdagangan AS dan Tiongkok:<br>1. Menyediakan Platform Penyelesaian Sengketa: sebagai anggota WTO, baik AS maupun Tiongkok bisa membawa sengketa tarif ini ke Badan Penyelesaian Sengketa WTO. Panel arbitrase akan mengkaji kasus ini berdasarkan aturan WTO, dan keputusan final WTO akan memandu negara dalam menyesuaikan kebijakan mereka.<br>2. Menjamin Kepatuhan Terhadap Aturan Perdagangan: jika suatu negara, seperti AS, berencana memberlakukan tarif besar-besaran yang melampaui batas, negara lain bisa menggugat kebijakan tersebut jika dianggap melanggar aturan. WTO berperan untuk memastikan bahwa negara-negara anggota tidak menggunakan tarif sebagai alat untuk memproteksi pasar dalam negeri secara berlebihan atau untuk menghukum negara lain.<br>3. Mengurangi Ketegangan Perdagangan: dalam kasus AS dan Tiongkok, WTO bisa berperan sebagai mediator untuk mengurangi dampak dari kebijakan tarif yang dapat memicu perang dagang berkepanjangan. Melalui WTO, negara-negara dapat berunding dan mencari solusi yang lebih stabil dan menguntungkan bagi semua pihak.<br>4. Menjaga Stabilitas Ekonomi Global: perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia dapat mengganggu stabilitas ekonomi global, dan WTO bertanggung jawab untuk mencegah hal ini. Dengan memastikan negara-negara mematuhi aturan yang telah disepakati, WTO membantu menjaga kelancaran arus perdagangan internasional. <br>Referensi:<br><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.wto.org/english/tratop_e/dispu_e/cases_e/ds543_e.htm">https://www.wto.org/english/tratop_e/dispu_e/cases_e/ds543_e.htm</a></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 14:42:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217215386</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217609349</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Refa Ristiana (2250210136)</strong></p><ol><li><p>Ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menaikkan tarif impor barang dari China sebesar 60-100% dapat memengaruhi dinamika kerjasama perdagangan barang, jasa, dan investasi global. Kebijakan tarif ini, yang bertujuan mengurangi defisit perdagangan AS dan mendorong pemindahan produksi ke dalam negeri, telah menciptakan ketidakpastian yang signifikan di kalangan bisnis, investor, dan negara-negara terkait. Beberapa perusahaan besar Amerika, seperti Steve Madden, Whirlpool, dan Church &amp; Dwight, telah mulai memindahkan produksinya dari China untuk menghindari dampak negatif tarif tersebut. Taiwan, yang selama ini banyak berinvestasi di China, juga merespons dengan rencana relokasi produksi akibat kekhawatiran akan dampak tarif tinggi yang dapat merugikan pertumbuhan ekonomi mereka. Pemerintah Taiwan, yang khawatir dengan tekanan Beijing terkait klaim kedaulatan, berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan Taiwan untuk memindahkan basis produksi mereka ke negara lain, termasuk AS.</p><p>Ancaman tarif yang lebih tinggi dari Trump berpotensi memperburuk hubungan perdagangan AS-China dan memperbesar risiko terjadinya perang dagang yang akan merugikan kedua negara, serta menambah ketidakpastian di pasar global. Dalam konteks ini, kebijakan ini dapat mengubah arah aliran investasi, dengan perusahaan-perusahaan berusaha mencari alternatif lokasi yang lebih stabil dan ramah terhadap kebijakan perdagangan bebas. Selain itu, pemerintah Taiwan berencana untuk membantu lebih banyak perusahaan, termasuk yang beroperasi dalam rantai pasokan global, untuk merelokasi produksi mereka ke Amerika Serikat sebagai langkah strategis untuk menghindari dampak tarif. Ini menciptakan pergeseran penting dalam hubungan perdagangan internasional yang bergantung pada perjanjian multilateral dan kebijakan investasi antarnegara. Ke depan, keputusan-keputusan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan mempercepat perubahan dalam rantai pasokan internasional.</p><p>Refrensi: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.nhis.co.id/wp-content/uploads/2024/11/NH_Daily_Nov_8_2024_Bahasa.pdf">https://www.nhis.co.id/wp-content/uploads/2024/11/NH_Daily_Nov_8_2024_Bahasa.pdf</a></p></li><li><p>WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) memainkan peran krusial dalam menangani sengketa perdagangan internasional, termasuk antara Amerika Serikat dan Tiongkok, melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang telah disepakati. Dalam konteks perang dagang ini, Tiongkok mengajukan kasus terkait tarif tinggi yang dikenakan AS terhadap barang-barang Tiongkok, menyoroti fungsi WTO sebagai forum untuk menyelesaikan konflik perdagangan secara damai. Namun, terdapat kekhawatiran mengenai efektivitas mekanisme ini dalam menangani sengketa yang semakin kompleks dan berlarut-larut, mengingat proses hukum yang memakan waktu dan potensi ketidakpatuhan negara besar terhadap keputusan WTO. Meskipun demikian, WTO tetap menjadi badan utama yang menjaga aturan perdagangan internasional dan mendorong dialog antar negara anggota. Dalam kasus ini, negara-negara ASEAN, termasuk Vietnam dan Thailand, merespons dengan berbagai strategi perdagangan sebagai dampak dari tarif AS terhadap Tiongkok, yang menunjukkan bagaimana kebijakan WTO dapat memfasilitasi penyesuaian perdagangan global di tengah ketegangan tersebut.</p><p>Refrensi: <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf">https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</a></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 18:06:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217609349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elma Fatmawati (2250210112)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217948372</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Isi Berita</strong></p><p><br/></p><p>Trump melihat tarif sebagai cara untuk menumbuhkan ekonomi AS, melindungi pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan pajak. Di masa lalu, ia menargetkan tarif pada negara-negara tertentu seperti China atau industri tertentu, misalnya baja. Namun, janji kampanye pemilu Trump untuk mengenakan pajak sebesar 10% hingga 20% pada semua barang asing dapat memengaruhi harga di seluruh dunia.</p><p>Trump telah mengumumkan niatnya untuk mengenakan tarif menyeluruh mulai dari 10% hingga 20% pada semua impor, bersama dengan tarif tambahan sebesar 60% hingga 100% pada produk yang diimpor dari Tiongkok. Goldman Sachs memperkirakan AS akan mengenakan tarif tambahan rata-rata 20% pada produk Tiongkok di paruh pertama 2025.</p><p><br/></p><p><strong>Peran WTO atas kasus tersebut</strong></p><p><br/></p><p>Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah satu-satunya organisasi internasional global yang menangani aturan perdagangan antarnegara. Inti organisasi ini adalah perjanjian WTO, yang dinegosiasikan dan ditandatangani oleh sebagian besar negara-negara yang berdagang di dunia dan diratifikasi di parlemen mereka. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perdagangan berjalan semulus, sedapat mungkin diprediksi dan sebebas mungkin.</p><p>Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan, yang kemudian menjadi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dibentuk setelah Perang Dunia Kedua untuk menghindari terulangnya proteksionisme yang merugikan sesama manusia yang memicu persaingan dan konflik menjelang perang.</p><p><br/></p><p>Hingga saat ini, sistem tersebut telah menghindari apa yang disebut sebagai hasil dilema tahanan — di mana setiap negara bertindak demi kepentingan pribadinya yang sempit untuk menghasilkan hasil yang secara kolektif lebih buruk bagi semua orang.</p><p><br/></p><p>https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7633149/trump-bakal-naikkan-tarif-impor-dampaknya-hantui-negara-asia</p><p><br/></p><p>https://amp-dw-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.dw.com/id/tarif-dagang-as-ue/a-70766193?amp_gsa=1&amp;amp_js_v=a9&amp;usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&amp;aoh=17315719969819&amp;csi=1&amp;referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp;ampshare=https%3A%2F%2Fwww.dw.com%2Fid%2Ftarif-dagang-as-ue%2Fa-70766193</p><p><br/></p><p>https://www.wto.org/english/thewto_e/thewto_e.htm</p><p><br/></p><p>https://eastasiaforum.org/2024/02/26/trump-the-wto-and-defending-global-trade/</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-14 23:30:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3217948372</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwita Khoirin Nida (2250210117)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3218213005</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Dalam vidio tersebut membahas Donald Trump yang akan menaikkan tarif impor pada barang-barang dari China  sebesar 60%, hal ini membuat beberapa perusahan memindahkan produksinya dari China ke negara lain, yaitu diantaranya adalah steve madden yang berkantor pusat di Amerika telah memutuskan untuk mengurangi produksi di china sekitar 45% dan memilih pindah ke vietnam dan kamboja. Selain itu, Crurch &amp; Dwight juga memindahkan sebagian produksinya keluar dari China karena khawatir akan kenaikan tarif.</p><p>https://www.voaindonesia.com/a/trump-ancam-kenakan-pajak-sampai-200-pada-china-jika-serang-taiwan/7828508.html</p><p>2. Peran World Trade Organization (WTO) dalam sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China adalah sebagai arbitrator(orang yang berwenang memutuskan sengketa) melalui Dispute Settlement Body (DSB). WTO juga berperan sebagai forum untuk merundingkan perjanjian perdagangan dan menyelesaikan sengketa perdagangan antara keduannya. Dalam kasus tersebut jika China merasa Amerika Serikat tekah merusak kepentingan perdagangan China, China dapat melaporkan Amerika Serikat ke WTO.</p><p>https://doi.org/10.56128/jkih.v2i1.21</p><p>https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-15 02:29:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3218213005</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jihan Annisa (2250210131)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3219330865</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Setelah Donald Trump menjadi presiden terpilih Amerika serikat, beberapa perusahaan Amerika mengalihkan produksi ke luar China. Dalam kampanyenya, Donald Trump mengatakan akan menaikkan tarif impor barang ke Amerika. Khusus barang-barang yang diimpor dari China tarifnya akan mencapai 60% - 100%, dan 20% pada barang- barang yang diimpor dari negara lain seperti Meksiko. <br><br>Salah satu perusahaan Amerika Serikat yaitu Steve Madeen mengatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk mengurangi produksi di China sebesar 45%, dan mengalihkan produksinya ke negara - negara lain seperti Vietnam dan kamboja. Taiwan juga mengatakan bahwa mereka akan merelokasi produknya dari China. Para ahli percaya bahwa usulan Donald Trump akan sangat mengganggu rantai pasokan dan berdampak buruk pada pedapatan perdagangan AS. <br><br>Han Shen Lin, China director at The Asia Group (TAG) mengatakan bahwa dia percaya bahwa ancaman Trump mengenai tarif sebesar 60% akan terjadi dan sebenarnya Trump juga telah menyuarakannya beberapa kali di masa lalu. <br><br>Mao Ning, Juru bicara Kementrian Luar Negeri China mengatakan tidak akan memberikan pernyataan atas hal tersebut. <br><br>Pernyataan atau ancamam Trump tentang hal ini belum ditindak lanjuti secara pasti. Untuk mengesahkan kebijakan tarif tersebut biasanya memerlukan waktu, proses legeslatif dan negosisai diplomatik lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara resmi. Situasi politik domestik dan hubungan internasional juga mempengaruhi apakah ancaman tersebut akan direalisasikan atau tidak.&nbsp; <br>Bisa jadi ncaman tarif ini digunakan sebagai alat untuk merundingkan kesepakatan dagang atau memberi tekanan kepada negara - negara mitra dagang. <br><br>Namun jika Donald Trump menaikkan tarif impor barang seperti yang disebutkan, sebesar 60 - 100% untuk barang dari China dan 20% untuk negara lain seperti Meksiko, hal ini akan memiliki dampak besar bagi kerjasama perdagangan internasional yaitu Peningkatan Ketegangan Perdagangan&nbsp; (perang dagang). Potensi geopolitik China dan AS berpotensi semakin sengit. Trump akan meningkatkan tarif bea masuk dan berbagai hambatan perdagangan dari China ke AS. Dampaknya, perdagangan antara China dan AS akan mengendur. Padahal seperti yang kita tahu AS adalah salah satu destinasi ekspor utama China. <br><br>Kemudian migrasi produksi, beberapa perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk memindahkan produksi dari China ke negara lain dengan biaya tarif lebih rendah, seperti Vietnam atau negara - negara Asia Tenggara lainnya. <br><br>Perusahaan - perusahaan Amerika Serikat, terutama yang memiliki pabrik atau rantai pasok yang bergantung pada produksi di China, mulai mencari alternatif lokasi produksi untuk menghindari tarif yang lebih tinggi, ketidakpastian tarif dan kebijakan perdagangan. Meskipun ancamam tarif ini belum sepenuhnya, dampaknya terhadap keputusan bisnis dan strategi sudah dapat digambarkan, sehingga perusahan - perusahaan global lebih berhati-hati dalam menerima resiko.</p></li><li><p>World Trade Organization (WTO) adalah satu-satunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan Internasional. Keberadaan WTO memberikan peran penting terhadap perdagangan Internasional. Fungsi dari WTO:  <br><br>1) Untuk mendukung, melaksanakan, pengaturan, hingga penyelenggaraan persetujuan yang telah dicapai demi mewujudkan tujuan kerja sama ekonomi<br> 2) Sebagai tempat diskusi negara anggota mengenaim perjanjian yang telah dicapai, mendamaikan negara yang mengalami perselisihan sengketa perdagangan, hingga membentuk kerangka kebijakan ekonomi global bersama dengan Bank Dunia serta IMF. <br><br>Beberapa peran WTO dalam perdagangan Internasional adalah:  <br><br>1) Mengatur jalannya perdagangan, WTO menerapkan sejumlah aturan untuk membantu negara anggota agar bisa membuka pasar kepada negara anggota yang lain. <br> 2) Mendorong persaingan sehat.<br> 3) Menjamin Perekonomian Negara Anggota. <br><br>Dalam kasus tarif impor yang dilakukan AS, peran WTO sangat penting dan relevan dalam menjaga kestabilan dan keteraturan perdagangan internasional.  <br><br>A. Penyelesaian Sengketa, jika sebuah negara merasa dirugikan oleh kebijakan tarif yang diterapkan oleh negara lain, mereka dapat mengajukan penyelesaikan sengketa melalui mekanisme yang ada di WTO. Pada masa pemerintahan Trump China mengajukan keluhan ke WTO terkait tarif yang dikenakan AS pada barang-barang China. <br>Jika kenaikan tarif impor benar - benar terjadi, China dapat mengajukan keluhan kepada WTO.  <br><br>B. Proses Negosiasi dan Diplomasi, salah satu fungsi WTO adalah untuk menyediakan platform bagi negara-negara untuk melakukan negosiasi dan mencalai kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan. </p></li></ol><p><br/></p><p>https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/peran-wto-dalam-perdagangan-internasional-beserta-fungsinya-21oLSGBi4D6</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-15 17:36:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3219330865</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitriana Rahma Ayu (2250210132)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3220190037</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p><br/></p><p>1. Berita ini berisi tentang pernyataan publik Presiden AS Donald Trump tentang tarif berkisar dari yang mengkhawatirkan hingga yang tampaknya mustahil, tetapi satu hal yang jelas: ancaman tarif ini harus ditanggapi dengan serius. Baik kandidat maupun penasihatnya telah konsisten tanpa henti dalam penekanan berulang mereka pada peningkatan tarif dan pemotongan pajak penghasilan. Proposal khusus Trump mencakup tarif menyeluruh sebesar 10% untuk semua mitra dagang serta tarif 60% atau lebih tinggi untuk barang-barang dari Tiongkok. Proposal tarif ini muncul bersamaan dengan seruan untuk pemotongan pajak yang akan menelan biaya hingga $5 triliun selama sepuluh tahun. Trump bahkan telah melontarkan gagasan untuk sepenuhnya mengganti pajak penghasilan dengan tarif.</p><p><br/></p><p>Referensi: https://www.intereconomics.eu/contents/year/2024/number/4/article/trump-s-2025-tariff-threats.html</p><p><br/></p><p>2. WTO didirikan untuk melayani tiga tujuan utama. Yang pertama adalah menyediakan tahap yang diatur bagi anggota untuk berkonsultasi dan menegosiasikan agenda perdagangan mereka. Kedua, memastikan bahwa tidak ada negara anggota yang didiskriminasi dalam hal  </p><p>perdagangan. Ketiga adalah penyediaan sistem ajudikasi fungsional untuk memungkinkan penyelesaian sengketa perdagangan untuk mencegah perang dagang.</p><p><br/></p><p>Referensi: https://eprints.unram.ac.id/38549/2/JURNAL-PERANAN%20WORLD%20TRADE%20ORGANIZATION%20DALAM%20MENANGANI%20PERANG%20DAGANG%20ANTARA%20AMERIKA%20SERIKAT%20DAN%20TIONGKOK.pdf</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-16 23:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sufianaxiis1/ienbljlnx785auul/wish/3220190037</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
