<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kombel Ekonomi by Mayna Rery Fandani</title>
      <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-19 05:07:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-27 06:24:14 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kombel Ekonomi 19-3-2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2924478473</link>
         <description><![CDATA[<p>Kami memilih opsi belajar mandiri di PMM dengan tema disiplin positif. Dimulai dari modul 1 yaitu tentang "Bolehkah Memaksa". Berangkat dari permasalahan kami yang sama mengenai perilaku beberapa siswa di kelas saat KBM yaitu antusias belajar yang kurang yaitu sibuk dengan dunianya senidiri, ngobrol bersama teman 1 circle, tidur. Yang sudah kami lakukan tentu selalu mengingatkan untuk siswa tersebut mengikuti pola pembelajaran kami (kesannya dipaksa untuk ikut belajar). Tapi cara ini sampai hari ini masih belum berhasil. Setelah kami melihat video tersebut cara untuk meminta siswa untuk melakukan sesuatu tanpa harus memaksa yaitu :</p><p>a. Mengajak/mendorong siswa melakukan kegiatan yang membuat mereka senang.</p><p>b. Membantu siswa untuk menemukan inspirasinya.</p><p>c. Membuka ruang dialog dengan siswa.</p><p>Setelah kami diskusi yang akan kami lakukan mencoba poin ke 3 yaitu membuka ruang dialog dengan siswa. Mengobrol apa yang dirasakan, alasan mereka selama ini bahkan kalau bisa sampai ketemu solusinya. Harapannya siswa belajar memang kebutuhan mereka bukan kesannya dipaksa. Doakan kami ya.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385025620/6da886db28c92a04c461935cfe281853/774fc343_cf02_4559_a916_3edcb5d884b3.jfif" />
         <pubDate>2024-03-19 05:08:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2924478473</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Segitiga Restitusi</title>
         <author>mariati12</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2938240478</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1804479861/7364ac2a16ec46a36f5bd7d4c342f0e8/segitiga_restitusi_png_630d5c5435578d3a701ce582.jpg" />
         <pubDate>2024-03-31 11:17:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2938240478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel Ekonomi 02-04-2024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2940006778</link>
         <description><![CDATA[<p>Merujuk dari tema kombel kami pada beberapa minggu yang lalu yakni "disiplin positif", maka hari ini tema kombel kami adalah hasil dari "disiplin positif" tersebut. Kami telah melaksanakan solusi yang telah kami cantumkan pada pertemuan minggu yang lalu. Kami juga telah melakukan beberapa langkah dari restitusi yang ada di PMM namun belum sepenuhnya. Kami telah berusaha menanyakan solusi dari siswa itu sendiri, namun mereka masih belum bisa memberikan solusi yang baik, siswa lebih banyak diam dan menyerahkan pemberian solusi kepada guru.</p><p>Namun sudah terlihat beberapa perubahan yang telah terjadi setelah kami melakukan pengamatan 2 minggu belakangan, yakni: </p><ol><li><p>Siswa sudah mulai menyadari sikap hormat terhadap guru, mereka mendengarkan untuk beberapa waktu saat gurunya menjelaskan</p></li><li><p>Beberapa siswa masih ada yang tidur, namun tidak setiap kali pertemuan</p></li><li><p>Siswa sudah mulai aktif saat pembelajaran dikelas baik dalam bertanya maupun dalam menjawa pertanyaan.</p></li></ol><p>Namun masih ada beberapa siswa yang masih sama seperti minggu kemarin. Upaya dari kami adalah mencoba untuk melakukan kembali langkah restitusi dan selalu mengingatkan siswa tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-02 06:01:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2940006778</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tgl 23 April 2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2965594539</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertemuan selasa sebelumnya tgl 16 April 2024, kombel ekonomi sharing dengan Kepsek mengenai disiplin positif yang kami lakukan. Dari sharing tersebut Kepsek memberikan masukan untuk memberikan alur penanganan siswa yaitu perencanaan-implementasi-evaluasi-refleksi. Dari alur tersebut dapat dimasukkan ke aksi nyata di PMM. Evaluasi dari proses "ngobrol" dengan siswa yang tersebut sebelumnya yaitu dilakukan di tempat yang tidak khusus tetapi di kelas sambilan saat mengajar, masih ada teman-teman yang lain saat proses "ngobrol" jadi kemungkinan jawaban dari mereka juga belum maksimal. Setelah sharing dengan Kepsek, kami mencari referensi aksi nyata dari disiplin positif. Akhirnya kami menemukan refleksi siswa dalam bentuk pertanyaan. Kemudian kami membuat pertanyaan untuk refleksi dari proses "ngobrol" kami berkaitan dengan disiplin positif. Terlampir pertanyaan refleksi untuk siswa tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385025620/0ad8f5265c138f079de0a844fc5b65b6/DS1.jfif" />
         <pubDate>2024-04-23 02:21:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2965594539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel Ekonomi &amp; PKY 14-5-2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2991676733</link>
         <description><![CDATA[<p>Hari ini kami membahas mengenai refleksi. Dari hasil diskusi kami ada 2 hal yang kami diskusikan yaitu :</p><ol><li><p>Pentingnya refleksi</p><p>Pentingnya refleksi untuk mengetahui pemahaman siswa setelah pembelajaran. Selain itu mengetahui apakah model/metode pembelajaran guru sesuai dengan siswa/tidak. Mengetahui perasaan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Siswa yang belum paham akan mendapatkan pengulangan materi kembali.</p></li><li><p>Contoh refleksi yang sudah pernah kami lakukan di kelas.</p><p>a. Memberikan pertanyaan lisan apakah siswa sudah paham/belum.</p><p>b. Meminta siswa menyimpulkan materi pembelajaran.</p><p>c. Menjawab soal kembali terkait materi yang sudah disampaikan guru. (menggunakan sticky note, kertas)</p><p>d. Merespon pemahaman siswa dengan menggunakan jari. Paling banyak jari artinya paham.</p><p>e. Merespon perasaan siswa setelah belajar menggunakan emoticon.</p><p>f. Memberikan umpan balik apakah model/metode pembelajaran sudah sesuai apa tidak (contohnya tidak presentasi terus-menerus).</p><p>Kendala yang kami temui tidak tiap pertemuan melakukan refleksi karena keterbatasan waktu dan saat mengkondisikan siswa untuk fokus refleksi susah karena pergantian jam. Bisa jadi minimal refleksi dilakukan 1 kali per bab atau 1 kali per semester.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385025620/0854fc742ff6011854aa7e0b990431ae/kombel_14_5_2024.jfif" />
         <pubDate>2024-05-14 02:39:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/2991676733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel Ekonomi &amp; PKY, 21 mei 2024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3002753546</link>
         <description><![CDATA[<p>Merujuk pada pertemuan sebelumnya yakni pembahasan mengenai pentingnya refleksi dan contoh rekleksi yang telah dilakukan, maka pertemuan kali ini kami mencoba menyusun format refleksi untuk dibagikan kepada peserta didik pada minggu yang akan datang. Tujuan kami menyusun format ini adalah:</p><ol><li><p>Untuk mempermudah proses refleksi</p></li><li><p>Untuk mengetahui kemampuan pemahaman belajar siswa dan perkembangan mengajar guru ketika dikelas selama satu semester ini.</p></li></ol><p>Refleksi tidak kami lakukan setiap kali berakhirnya BAB, namun kami menyesuaikan dengan kebutuhan. </p><p><br/></p><p><br/></p><p>#berani di refleksi itu baik :)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2276417095/fe30cb5515453a3d5de44453004656cb/REFLEKSI.docx" />
         <pubDate>2024-05-22 04:01:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3002753546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Modul Projek &quot;Simple Living, will you?&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3022223515</link>
         <description><![CDATA[<p>Literasi Keuangan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://guru.kemdikbud.go.id/perangkat-ajar/toolkits/bdWMKvem8O" />
         <pubDate>2024-06-09 12:58:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3022223515</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Waspada Kejahatan Finansial</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3022416034</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2455836407/648fd2ad40f543ee80683b856ad98182/Modul_Projek____Waspada_Kejahatan_Finansial___Fase_F___E4mE3q8WGa.pdf" />
         <pubDate>2024-06-09 21:39:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3022416034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>23 Juli 2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3059408608</link>
         <description><![CDATA[<p>Minggu sebelumnya kami (guru ekonomi) sudah kombel membahas analisis CP kelas XI dan sudah dibuat <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://docs.google.com/document/d/1iM6NIrENUdfSkUmKemHi3tEj5M9FtNl6/edit">https://docs.google.com/document/d/1iM6NIrENUdfSkUmKemHi3tEj5M9FtNl6/edit</a></p><p>Jadi nanti analisis CP ini TP nya akan dimasukkan di prota dan prosem. Minggu ini kami mengambil topik dari PMM tentang perundungan. Jadi kami sharing di kelas masing-masing yang mengarah ke perundungan. Dari hasil temuan kami contoh perundungan yang kami tafsirkan adalah ketika ada teman mengejek/mengata-ngatain tetapi siswa yang diejek tidak marah/biasa aja. Solusi dari kami teguran lisan dan membuat kesepakatan kelas untuk saling menghormati dan menghargai. Jadi rencana kami minggu depan akan menonton video tentang perundungan di PMM. Setelah menonton hasil video tersebut mungkin kami bisa menyimpulkan apakah contoh di atas termasuk perundungan atau bukan. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://docs.google.com/document/d/1iM6NIrENUdfSkUmKemHi3tEj5M9FtNl6/edit" />
         <pubDate>2024-07-23 06:23:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3059408608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>30 Juli 2024 (Jenis Perundungan)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3063626869</link>
         <description><![CDATA[<p>Minggu ini, tim kombel dari guru ekonomi dan geografi melakukan analisis terhadap pemahaman konsep perundungan dan jenis-jenis perundungan. Kami menyimak video yang disediakan di PMM. Kami mempersamakan konsep mengenai pengertian perundungan (yakni perkataan atau perbuatan yang berniat untuk merendahkan dan dilakukan secara terus menerus). Setelah menonton video tersebut, kami mengetahui bahwa perundungan itu ada banyak jenisnya. Ada perundungan langsung dan tidak langsung, verbal dan non verbal, dan lain sebagainya. Perbuatan maupun perkataan dikatakan perundungan apabila pihak lawan merasa bahwa hal tersebut bisa menyakitinya secara fisik maupun mental. Rencana kami pada pertemuan kombel berikutnya adalah, kami akan menganalisis tindakan perundungan yang terjadi di sekolah dan mencari solusi untuk tindakan tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/modul/160?from=topik&amp;menuId=42&amp;topik=42&amp;topik_name=Iklim%20Sekolah%20Aman%3A%20Mencegah%20Perundungan" />
         <pubDate>2024-07-30 05:18:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3063626869</guid>
      </item>
      <item>
         <title>13 Agustus 2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3074126111</link>
         <description><![CDATA[<p>Kombel hari ini masih membahas tentang perundungan. Hasil diskusi kami ingin mendatangkan narasumber yang lebih paham mengenai perundungan dari dosen Uvers dan kami akan memberikan beberapa pertanyaan seperti :</p><ol><li><p>Apa arti perundungan secara umum?</p></li><li><p>Ciri-ciri perundungan?</p></li><li><p>Mengapa orang yang mengalami perundungan tidak mau melapor ke guru?</p></li><li><p>Apabila teman mengejek teman yang lain tapi tidak merasa sakit hati atau biasa aja apakah termasuk perundungan?</p></li><li><p>Bagaimana sikap kita sebagai guru apabila ditemukan kasus perundungan?</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-08-13 08:39:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3074126111</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diskusi dengan Ahli terkait masalah Perundungan. 20 agustus 2024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3084090916</link>
         <description><![CDATA[<p>Pertemuan kombel kami hari ini dihadiri oleh salah satu konselor dari UVERS bernama Bu Widya. Kami membicarakan beberapa hal yang berkenaan dengan Bullying. Kami sepakat bahwa Bullying adalah hal yang patut untuk diperhatikan dilingkungan sekitar kita. Kerap sekali terjadi kondisi dimana peserta didik mengatakan sesuatu hal kepada temannya dengan kata "hanya bercanda kok Bu". Sebagai pendidik kita harus menyikapi hal ini dengan sangat bijak. Kita tidak bisa terus menormalisasi bully dalam bungkus candaan tersebut. Jangan membenarkan hal itu terus menerus, ujar Bu Widya. Jika mungkin ada peserta didik yang sering melakukan hal yang demikian, ajak ia untuk bicara, berikan pemahaman bahwa hal yang ia lakukan dengan maksud bercanda bisa termasuk kategori bully apabila dilakukan dalam waktu yang berulang secara terus menerus. Tanyakan anak tersebut, bagaimana bila hal itu dilakukan pada kamu dalam waktu yang panjang? Apa yang kamu rasakan? Dan apa yang akan kamu lakukan?. </p><p>Menurut Bu Widya, kasus bully ini ibarat dengan gunung es, banyak yang tidak ketahuan. Namun jika guru sudah menemukan indikasi bahwa ada peserta didik yang sedang mengalami kasus bully, terlebih dahulu tanyakan pada teman temannya, apakah ada perubahan perilaku yang terjadi kepada si anak tersebut. Komunikasikan dengan wali kelas. Wali kelas akan membantu mencari tahu apakah memang benar ada perubahan perilaku, jika benar maka alangkah baiknya wali kelas membuka ruang kepada anak tersebut. Melakukan pendekatan secara personal, mengadakan interaksi secara terbuka dengan anak tersebut. Bu Widya juga menjelaskan bahwa berikan anak tersebut kepercayaan, bahwa apa yang ia sampaikan tidak akan tersebar kemana pun. Namun anak tersebut harus mengungkapkan kejadian yang sebenarnya. </p><p>Kasus bullying ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, namun membutuhkan bantuan dari pihak lain. Seperti teman sekelas, guru, BK, bahkan sampai ke orang tua. Memang kasus bully ini terkesan kasus yang sederhana dan kecil. Namun dampak yang akan dirasakan oleh korban akan berkepanjangan, bahkan banyak orang yang melakukan tindakan yang kurang pantas karena kasus bully ini.</p><p>Bu Widya berkata bahwa bully ini akan berdampak pada 3 orang. Yakni pelaku, korban dan juga saksi. Jangan dinormalisasi  dan dibenarkan. Berikan bantuan kepada peserta didik yang sedang mengalami kasus bully ini. Banyak korban bully yang tidak berani untuk mengungkapkan bahwa ia sedang di bully oleh temannya. Ini merupakan pekerjaan yang berat bagi seorang guru maupun pendidik, karena korban tidak akan mudah untuk melapor karena mungkin ada perasaan takut akan semakin di bully oleh pelaku. Maka guru perlu memberikan rasa aman dan percaya bahwa korban akan baik-baik saja. Bully ini akan meninggalkan luka bagi korban untuk waktu yang lama. Korban akan merasa tidak berharga, tidak layak, selalu insecure, tidak percaya diri, takut berhadapan dengan banyak orang, mudah merasa tersakiti dan masih banyak lagi. Luka ini akan menyebabkan gangguan mental yang cukup memprihatinkan. Jika memang butuh bantuan psikolog atau pun konselor, Bu Widya bersedia untuk bekerja sama dengan pihak SMA untuk hal tersebut. Kami berharap ada kerjasama yang akan dilaksanakan dengan pihak UVERS (konselor), terutama diperuntukkan kepada guru-guru yang mengalami beberapa kendala dalam melaksanakan tugas.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2623915612/363b41574ca189dd924a185f5b4202be/WhatsApp_Image_2024_08_22_at_11_53_05.jpeg" />
         <pubDate>2024-08-22 04:59:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3084090916</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel tanggal 27 Agustus 2024</title>
         <author>herkulanusheruwibowo30</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3096971480</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada kegiatan Kombel ini kami merumuskan &amp; memutuskan untuk mencari metode belajar yang dirasa jarang / tidak pernah digunakan dalam kelas, adapun tujuan dari pencarian model pembelajaran tersebut ialah :</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memunculkan sebuah ide metode belajar baru yang jarang / tidak digunakan di dalam kelas.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghasilkan metode belajar dari berbagai metode belajar yang rasa bisa diimplementasikan dikelas nantinya.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengimpelemntasikan metode belajar yang dirasa jarang / tidak digunakan didalam kelas.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghasilkan rumusan masalah yang dapat diatasi didalam kelas.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memunculkan hasil analisa bersama untuk menentukan yg mana metode yg relevan.</p><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menghasilkan diskusi bersama tentang pandangan terkait metode belajar.</p><p>7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memiliki analisis tersendiri terkait metode yang diterapkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-01 11:51:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3096971480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel 30 Juli 2024</title>
         <author>herkulanusheruwibowo30</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3096972526</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembullyan merupakan salah satu tindakan yang sering terjadi dikalangan anak-anak &amp; tidak menutup kemungkinan juga terjadi kepada orang dewasa, baik dalam sebuah komunitas serta dalam keluarga. Banyak dari kita yang sebenarnya tidak memahami arti seccara singkat terkait pembullyan ini, sehingga memicu ketidak tahuan kita sebagai seorang yang menggalami / tidak terdampak. Secara arafiah pembullyan merupakan tidakan yang sifatnya merendahkan seseorang baik fisik, mental, maupun suatu hal yang tidak bisa diterima oleh orang lain yang memandang bahwa dirinya sebagai yang baik dan tidak memiliki cela. Banyak hal yang terjadi didalam hidup terkait pembullyan ini, didalam keluarga sekalipun jika seorang anak yang tidak berbakat serta tidak memiliki kemampuan ataupun tidak memiliki bakat dalam hidupnya dan menjadi perbandingan dengan saudaranya sehingga menjadi perbandingan. Mungkin anak tersebut memiliki bakat yang tidak diketahuinya sehingga susah untuk menggungkapkan jati dirinya dalam sebuah keluarga. Keluarga sendiri terkadang juga tidak bisa menjadi sarana &amp; prasarana dalam membentuk kepribadian seorang anak. Seorang anak akan mendapat pendidikan paling pertama ialah didalam keluarga itu sendiri, sehingga banyak anak yang tidak bisa mengungkapkan jati dirinya, terlebih jika kedua orangtua dari anak sibuk dengan pekerjaan sehari-hari sehingga seorang anak tidak memiliki tempat yang tepat dalam mengungkapkan apa yang sedang ia rasakan baik yang terjadi disekolah, pertemanan, dan pergaulan, sehingga memunculkan ketidak nyamanan dalam diri anak tersebut. Tekanan ini memunculkan tindakan yang menganggu secara psikologi sehingga seorang anak yang menggalami pembullyan akan melakukan tindakan anarki, berupa tindakan keras yang menyebabkan kehilangan nyawa seorang yang melakukan pembullyan tersebut kepada dirinya. Kita bisa melihat bahwa tindakan ini sebenarnya sering juga terjadi dinegara – negara maju yang memlihat bahwasanya tindakkan tersebut meresahkan &amp; merugikan dari segi mental seorang anak. Untungnya dinegara kita Indonesia hal-hal seperti ini tidak terjadi dikarenakan penggunaan senjata api / senjata tajam tidak diperkenankan sehingga tindakan itu tidak terjadi, tetapi hal seperti ini tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi, terlebih saat ini kemudahan dalam mengakses informasi bisa dilakukan dari genggaman tangan. Peranan orangtua, Guru, &amp; Lingkungan tempat tinggal sanggat berpengaruh terhadap pembentukan jati diri seorang anak, seorang anak banyak akan berubah &amp; mendapatkan hal – hal baru dari kedua orangtua, lingkungan maupun teman sebaya. Akhirnya pembullyan ini bisa didefenisikan sebagai salah satu tindakan yang merugikan untuk seorang yang dibully &amp; menganggu psikologi orang tersebut, terlebih jika tindakan itu berlangsung seumur hidup &amp; orang tersebut tidak bisa terbuka dengan orang lain dengan kondisi yang sedang di alaminya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-01 11:54:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3096972526</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel 3 September 2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3103301818</link>
         <description><![CDATA[<p>Kami membahas 3 model pembelajaran </p><ol><li><p>Role playing ide dari Bu Ros</p><p>Role playing ini seperti drama jadi siswa harus mempersiapkan naskah, properti, adegan. Sudah dilaksanakan oelh bu Ros di kelas XII.</p></li><li><p>Komik ide dari Bu Mayna</p><p>Komik ini akan diterapkan di kelas XI. Komik lebih cocok diterapkan untuk materi yang umum tidak spesifik. Komik yang akan dipakai bisa manual atau digital. Dengan adanya komik meningkatkan kreativitas menggambar dan tata bahasa dalam percakapan.</p></li><li><p>Sobry ide dari Pak Heru</p><p>Model seperti ini pada dasarnya seperti diskusi biasa, kemudian untuk siswa yang aktif bertanya akan dimeriahkan dengan pemberian reward makanan. </p><p>Kami diskusi juga plus minus pemberian reward makanan. Terkadang dengan adanya reward fokus siswa hanya ke reward aja bukan ke tujuan pembelajaran/materi yang belum paham. Terkadang juga aktif hanya karena ada reward kalau tak ada reward tidak aktif bertanya. Padahal yang diinginkan adalah bertanya karena memang ingin tahu dan paham tanpa atau pun adanya reward. </p><p>Jadi kami sepakat untuk masing2 model pembelajaran di atas akan diterapkan dipembelajaran kami bulan September ini.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-05 02:34:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3103301818</guid>
      </item>
      <item>
         <title>8-10-2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3169075476</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah kombel 3 September kami melaksanakan model pembelajaran yang kami idekan di kelas masing2. Hampir selama 3 minggu kami menjalani model pembelajaran tersebut. Kemudian kami melakukan evaluasi untuk masing-masing model pembelajaran.</p><ol><li><p>Model pembelajaran role playing</p><p>a. Persiapannya lama</p></li><li><p>Model pembelajaran komik (manual)</p><p>a. Membutuhkan waktu yang lama</p><p>b. Siswa yang tidak suka menggambar akan mengalami kesusahan.</p><p>c. Karena ini bentuknya kelompok, ada beberapa siswa yang belum dapat bagian tugasnya saat beberapa pertemuan pembuatan komik "nganggur".</p></li><li><p>Model pembelajaran sobry</p><p>a. Membutuhkan waktu yang lama</p><p>b. Ada beberapa siswa yang tidak kerja saat pembuatan product.</p><p>c. Ketika pemberian reward bagi pemenang ada beberapa kelompok yang merasa tidak terima.</p><p>Untuk positifnya dari ke tiga model pembelajaran ini diantaranya :</p><ol><li><p>Meningkatkan kreativitas</p></li><li><p>Meningkatkan keaktifan siswa</p></li><li><p>Meningkatkan variasi pembelajaran </p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2385025620/4117ce06c25b813126ba04d3fbc48523/photo_collage_png.png" />
         <pubDate>2024-10-15 00:27:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3169075476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kegiatan Kombel pada tanggal 22 Oktober 2024</title>
         <author>herkulanusheruwibowo30</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3191663961</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan insklusif merupakan sebuah pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kekurangan / keterbatasan fisik tetapi memiliki kecerdasan&nbsp; &amp; bakat istimewa untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Contoh &nbsp;- contoh pendidikan inklusif yang diterapkan sebagai berikut :</p><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekolah Luar Biasa (SLB).</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Taman Kanak-Kanak.</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekolah Dasar.</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekolah Menengah Pertama.</p><p>e.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekolah Menengah Atas.</p><p>f.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sekolah Menengah Kejuruan.</p><p>Tujuan Pendidikan Insklusif ialah menghargai keanekaragaman &amp; tidak diskriminatif bagi semua peserta didik serta dapat belajar &amp; menjadikan perbedaan sebuah kekuatan dalam pengembangan potensinya.&nbsp; Terdapat empat prinsip dalam pendidikan inksklusif ialah :</p><p>a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keberagaman.</p><p>b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berbasis potensi.</p><p>c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Melibatkan siswa.</p><p>d.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders).</p><p>Diharapkan dengan adanya pendidikan insklusif ini semua orang, baik peserta didik, maupun pengajar bisa lebih memahami peserta didik yang memiliki kekurangan baik fisik &amp; mental sehingga tidak memunculkan perundungan dikemudian hari. Sehingga terciptanya proses belajar &amp; mengajar yang diharapkan sesuai dengan tujuan &amp; prinsip dari pendidikan Insklusif tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-29 02:53:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3191663961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel 29-10-2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3202141810</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya kami membahas topik pendidikan inklusif, sebelum membahas tersebut di sekolah kami, kami memahami video tentang pendidikan inklusif yang ada di PMM. Kemudian kami berdiskusi  di sekolah kami ada tidak siswa yang memiliki kebutuhan inklusif tsb. Dari pengamatan kami ada 1 siswa yang disabilitas fisik yaitu di kaki. Kemudian untuk disabilitas intelektual ada 2 siswa. Indikator kami yaitu lemah dalam kemampuan, lambat dalam mencerna informasi, kemudian perilaku tidak seusianya. Untuk tindak lanjut dari siswa tersebut yang disabilitas fisik apabila ada kegiatan fisik siswa tersebut lebih ke pemberian tugas yang relevan. Untuk siswa yang disabilitas intelektual lebih ke bimbingan yang lebih lama. Saran untuk sekolah dapat mengadakan pelatihan tentang kebutuhan siswa yang inklusif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-05 08:45:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3202141810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kegiatan Kombel pada tanggal 19 November 2024</title>
         <author>herkulanusheruwibowo30</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3223498339</link>
         <description><![CDATA[<p>Kegiatan Kombel pada tanggal 19 November 2024 berfokus kepada pembelajaran diferensiasi, dengan tujuan menenmukan permasalahan &amp; mengatasi permasalahan tersebut didalam proses belajar &amp; mengejar dikelas. Dari Bu mayna sendiri menggunakan dua langkah pembelajaran / tritmen nya :</p><ol><li><p>Membaca.</p></li><li><p> Menonton Video.</p><p>dari Bu Mayna sendiri dua tritmen tersebut dirasa mampu untuk mengatasi kejenuhan dalam proses belajar &amp; mengajar dikelas. </p><p>untuk kegiatan kombel hari ini diharapkan bisa menghasilkan sebuah solusi yang tepat terkait proses belajar &amp; mengajar dikelas. Praktek kegiatan ini akan saya implementasikan pada hari rabu tepatnya ditanggal 20 November, sehingga bisa diketahui hasil capaiannnya untuk kelas mapel pilihan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-19 04:26:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3223498339</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel 26 November 2024</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3242048002</link>
         <description><![CDATA[<p>Kombel hari ini mendengarkan sharing dari Pak Heru untuk simulasi KBM berdiferensiasi. Pada mapel Geografi ini setiap siswa diberikan topik yang berbeda tentang materi mitigasi, dalam simulasi ini siswa juga refleksi terhadap materi tersebut. Setiap siswa juga diberikan sumber buku paket. Tujuan dari topik yang berbeda ini supaya siswa mampu mengerjakan secara mandiri, mengasah critical thingking. Dari observasi guru ada beberapa siswa sekitar 6 siswa yang masih rendah critical thingkingnya. Untuk ke depan akan dicobakan proses belajar yang berbeda lainnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-12-02 04:06:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3242048002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel 14-1-2025</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3298140209</link>
         <description><![CDATA[<p>Kombel kami masih membahas pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran ini kami lakukan untuk memberikan proses pembelajaran yang berbeda dari beberapa siswa. Indikator yang kami ambil adalah siswa yang sering tidur atau mengobrol dengan kawan saat guru menjelaskan. Jadi akan dibagi 2 kategori siswa yang seperti tersebut di atas akan diberikan metode pembelajaran melihat video kemudian untuk siswa yang pada umumnya/biasa akan diberikan metode pembelajaran dengan membaca buku. Dari kedua metode tersebut nantinya siswa akan ditanya isi materi dari 2 media tersebut, dapat berupa tes lisan dan tes tertulis. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-21 03:31:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3298140209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11 Februari 2025</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3325232948</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya kami telah mendiskusikan mengenai perbedaan cara belajar siswa-siswi dan setelah kami memetakan perbedaan cara belajar mereka, maka kami sepakat untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi. </p><p>Bu mayna: hari ini melakukan pembelajaran dengan sebagian siswa diminta untuk memperhatikan video sedangkan siswa lain diminta untuk membaca. Sesuai dengan pemetaan minggu lalu.</p><p>Pak Heru : melakukan pembelajaran dengan membentuk kelompok kecil dan beberapa kelompok diminta untuk memperhatikan video, sedangkan siswa lain diminta untuk membaca.</p><p>Bu Ros: siswa diminta untuk membaca secara keseluruhan, namun dua siswa yang sangat sulit untuk memahami pelajaran siberikan bimbingan khusus oleh Bu Ros.</p><p><br/></p><p>Untuk hasil dari pembelajaran berdiferensiasi ini akan kami bahas pada minggu yang akan datang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-02-12 04:38:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3325232948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kombel 04 Maret 2025</title>
         <author>herkulanusheruwibowo30</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3350221656</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Dilaksanakan kombel (kelompok belajar) dengan tujuan memecahkan kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di kelas, pada tahap ini kami berinisiatif menggunakan metode berdiferensiasi untuk mengetahui cara mengatasi / solusi yang tepat dalam menanggani peserta didik yang sulit untuk di rangkul dalam proses belajar di kelas.</p><p>Dari hasil diskusi yang dilakukan di dapatkan dua hal yang bisa disampaikan.</p><ol><li><p> Ibu Mayna mengungkapkan bahwa proses belajar berdiferensiasi yang dilaksanakan dikelasnya berhasil tetapi hasil yang dicapai tidak mencapai 50%, sehingga masih beberapa kendala yang harus diantisipasi dalam proses belajar di kelas, lalu tidak hanya itu saja Ibu Mayna mengungkapkan bahwa metode ini diterapkan dalam dua kelas, salah satu dari kelas tersebut juga berusaha meminta hal yang sama dengan kelas yang digunakan metode belajar berdiferensiasi tersebut.</p><p><br/></p></li><li><p>Saya sendiri (Heru) mengungkapkan bahwa terdapat dua objek utama yang bisa disampaikan.</p><p>a. Pertama kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan melibatkan peserta didik dalam pembelajaran ini, sehingga antusias dari mereka terlihat dalam proses belajar,</p><p>b. Kedua ada beberapa peserta didik yang memang sebelum diterapkan metode belajar berdiferensiasi ini&nbsp; sudah diberikan atau sudah digabungkan dengan kelompok lain, tetapi hasil yang dicapai masih seperti itu saja.</p></li></ol><p>Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan guna menemukan perbedaan &amp; cara mengatasi kondisi belajar peserta didik ini, tetapi dengan karakteristik serta ciri dari peserta didik juga mengalami kendala.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-04 06:12:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3350221656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11 Maret 2025</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3380829573</link>
         <description><![CDATA[<p>Hasil dari diferensisasi pembelajaran untuk kelas Bu Mayna berupa teknik membaca dan teknik melihat video kemudian mereview keberhasilan 50% karena rata-rata siswa tersebut mampu untuk mereview materi dari video, tetapi setelah selesai motode ini beberapa siswa masih kurang antusias dalam pembelajaran seperti tidur dan mengobrol dengan temannya.</p><p>Kelas pak Heru bisa dikatakan keberhasilan 70% yaitu mengerjakan project yang berbeda tiap kelompoknya. Pembedaan kelompok ini berdasarkan kemampuan. Hanya ada 3 orang yang cukup mampu setelah adanya diferensiasi pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-25 05:37:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3380829573</guid>
      </item>
      <item>
         <title>27 Mei 2025</title>
         <author>maynafandani35</author>
         <link>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3468778507</link>
         <description><![CDATA[<p>Topik yang kami ambil adalah kekerasan seksual yang ada di PMM. Alasan memilih topik ini adalah karena melihat data-data kekerasan seksual yang banyak terjadi di sekolah. Kami melihat 2 video. Video pertama tentang pengertian kekerasan seksual. Video kedua tentang macam-macam kekerasan seksual. Secara garis besar :</p><ol><li><p>Pengertian kekerasan seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan atau menyerang tubuhdan atau fungsi reproduksi seseorang karena ketimpangan relasi kuasa/gender.</p></li><li><p>Macam-macam kekerasan seksual</p><p>a. Kekerasan verbal/non fisik</p><p>b. Kekerasan fisik</p><p>c. Kekerasan daring (media sosial)</p></li></ol><p>Dari hasil diskusi kami, yang membuat kami masih bingung adalah di kontak fisik. Apakah kontak fisik yang tidak bernuansa seksual seperti menepuk bahu siswa yang lagi tidur, melerai siswa putri yang berkelahi termasuk ke dalam kekerasan seksual yang bentuk fisik. Setelah kami berdiskusi itu tidak termasuk karena tujuannya bukan bernuansa seksualitas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-27 06:24:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/maynafandani35/iecgjbrraw9fwp2w/wish/3468778507</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
