<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>[BoD-2_Innovation Competition-B1] Group 3 : First Idea Statement by Tjitra</title>
      <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv</link>
      <description>Ladies and gentlemen, kindly to create ideas about Design Thinking on Empathy - understanding who are the customer of beyond the port for the new Pelindo. Write down your ideas in this padlet following the provided examples.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-02 08:41:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-02 16:14:42 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>GROUP 3</title>
         <author>Tjitra</author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1712309849</link>
         <description><![CDATA[<div><br><strong>Problem Identification:<br></strong>1. Adi :<br>a. Keterlambatan barang masuk ke terminal karena &nbsp; keterbatasan truk&nbsp;<br>Usulan ; pembuatan aplikasi seperti Gojek untuk pemesanan truk kepelabuhan dengan berkolaborasi dengan asosiasi terkait (ALFI dan Aptrindo).<br>b. Data komoditas ekspor yang dimiliki oleh daerah belum sepenuhnya melalui pelabuhan umum sehingga data antara jumlah barang tersedia dan yang keluar belum sama.<br>Usulan : Dapat dibuatkan suatu aplikasi kontrol komoditas daerah sehingga memberikan peluang bagi pelabuhan untuk menghandle barang yang pengirimannya melalui pelabuhan umum<br>2. Alfian:&nbsp; Jadwal meeting online yang tidak beraturan dan seringkali berbenturan</div><div>3. R. Apri: optimalisasi investasi Pelindo Bersatu</div><div>4. R. Apri: Belum Adanya segmen bisnis terkait penyediaan end to end engineering solution</div><div>5. Nosep : Belum jelasnya careep map/ career track pegawai. Ketika merger nanti, organisasi menjadi semakin besar, SDM/pegawai yang dikelola semakin banyak dengan talent yang beragam.</div><div>6. Miftah: pengembangan talenta dan proses transfer knowledge perlu disediakan program learning yang dapat meningkatkan skill dengan cepat dan efektif, penyempurnaan career map/ career track pegawai </div><div>7. Ervin: Untuk Petikemas, Pelindo tidak berhubungan langsung dengan cargo owner, sehingga tidak mengetahui permasalahan owner dan kebijakan cenderung ke mitra Pelindo (Shipping Line, EMKL, dll)</div><div><strong><br>First Idea to Solve:<br>[</strong><em>Formulate the ideas to be implemented in order to solve the problem stated above]<br></em><strong><br>Expected Results:<br></strong><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1054190910/2f600e419871bc27c78a27c33e9fe64a/Filling_Guide_Padlet_First_Idea_Statement.pdf" />
         <pubDate>2021-09-02 08:41:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1712309849</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Small Market Place (SMP)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716659032</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem Identification :<br>IPC Group (Cabang dan Anak Perusahaan) masih kesulitan dalam memberikan kebijakan yang pas buat cargo owner, baik petikemas maupun non petikemas, hal ini dikarenakan :&nbsp;<br>a. Kondisi eksisting IPC Group hanya terhubung dengan mitra bisnis (shipping lines, trucking, PBM, EMKL, dll) bukan dengan cargo owner langsung.<br>b. Banyaknya kesulitan yg dialami cargo owner tidak diketahui langsung sama IPC Group, seperti keterbatasan gudang yg dimiliki cargo owner, kesulitan untuk konsolidasi komoditinya, kesulitan pencarian petikemas empty, dll&nbsp;<br>c. Kesulitan2 tersebut ditangkap oleh kompetitor sebagai peluang, sehingga munculnya DEPO DEPO swasta, kegiatan stuffing/stripping di luar area pelabuhan, membantu konsolidasi muatan dan penyiapan petikemas empy.<br><br>First Idea to Solve :<br>Diharapkan Cabang dan Anak Perusahaan turun langsung sampai ke Cargo Owner dengan menciptakan inovasi dalam pemasaran bersama, yaitu dengan memetakan segala kesulitan yang dihadapi Cargo Owner dan mencoba memberikan solusi berdasarkan layanan dan fasilitas yang dimiliki IPC Group. Sebagai permulaan, mungkin bisa dimulai dari cabang tertentu, dimana cakupannya masih kecil dan bisa menjadi quick win dan percontohan bila nanti IPC sudah bersatu dengan Pelindo lain menjadi Pelindo Raya.<br><br>Expected Results :<br>Disebut Small Market Place (SMP) karena masih kecil hanya terdiri dari Cabang dan Anak Perusahaan, dimana dapat menyajikan semua layanan dan fasilitas, yang dapat diakses Cargo Owner langsung, bisa untuk komunikasi, request layanan, maupun solusi cepat untuk pengambilan keputusan atau kebijakan, sehingga diharapkan kedepan segala kesulitan Cargo Owner dapat diberikan solusi dan menjadi peluang bisnis baru bagi IPC Group sehingga dapat tumbuh kembang bersama<br><br>Ervin Bayu Sanjaya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 14:37:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716659032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hinterland Big Data (HBD)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716676618</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem Identification :<br>IPC Group masih kesulitan dalam menentukan Taksasi, Penyusunan RKAP, Pengambilan Keputusan Manajemen, dan Penentuan Strategi Pemasaran karena :<br>a. Masih belum mengetahui data sebaran total produksi dari Hinterland yang ada, apakah semua deliverynya sudah lewat pelabuhan terdekat atau lewat pelabuhan lain atau masih ada yang lewat darat.<br>b. Penentuan Taksasi atau RKAP hanya berdasar prosentase potensi kenaikan berdasarkan data trafik periode-periode sebelumnya yang dimiliki IPC Group<br>c. IPC Group sudah memiliki data traffik tapi belum dapat digunakan secara optimal untuk pengambilan keputusan maupun pembuatan strategi pemasaran dalam unlocking potensi pangsa pasar<br><br>First Idea to Solve :<br>a. Melakukan pemetaan hinterland sekitar yang ada dengan mendatangi satu satu&nbsp; maupun dengan melakukan sinergi instansi pemerintah yang terkait (dinas perindustrian, karantina pertanian, badan pusat statistik, dll).&nbsp;<br>b. Mencoba mengelola big data yang ada dengan menggunakan artificial intelligence, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran pola/pattern yg dapat mendukung pengambilan keputusan.<br>c. Biar mudah dilaksanakan, bisa dilakukan di cabang kecil terlebih dahulu untuk quick win dan sebagai percontohan, sebelum secara global Pelindo bersatu<br><br>Expected Results :<br>Hinterland Big Data (HBD) dapat di develop dan digunakan secara real time untuk pengambilan keputusan manajemen, menangkap peluang bisnis yang ada, dan menambah keyakinan ketercapaian taksasi maupun RKAP<br><br>Ervin Bayu Sanjaya<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 15:00:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716676618</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716749871</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem Identification:<br>1. Jadwal meeting, webinar, training dan assesment online terjadi tidak teratur dan sering berbenturan.<br>2. Pengadaan barang dan jasa yang sifatnya rutin belum terstandard dan harganya antara cabang, kantor pusat dan anak perusahaan masih berbeda-beda.<br>3. Pengadaan barang dan jasa dengan nilai di atas 20 M sebagian besar waktu serah terima pekerjaannya mundur, sehingga menimbulkan opportunity loss.<br><br>First Idea to Solve:<br>1. Perlu dibuatkan sistem monitoring SDM yang terintegrasi dengan sistem eksiting mulai dari scheduling, analisa beban kerja sampai dengan pemetaan karir.<br>2. Modul e-purchasing eksisting pelindo 2 perlu untuk diimplementasikan ke seluruh Pelindo setelah merger dan terintegrasi untuk seluruh Pelindo baik cabang, kantor pusat dan anak perusahaan.<br>3. Perlu diterapkan SRM (supplier relationship management) secara digital dan terintegrasi dengan sistem eksisting.<br><br>Expected Results:<br>1. Proses pengembangan SDM dan karir berlangsung secara berjenjang, fokus dan terarah.<br>2. Pengadaan barang dan jasa di seluruh pelindo dapat terstandard, kompetitif dan transparan.&nbsp;<br>3. Opportunity loss dapat diminimalisasi<br><br>Alfian Anugrah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 16:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716749871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Revenue Enhancement and Performance </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716759601</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Problem Identification :<br>Keterlambatan barang masuk ke terminal karena keterbatasan truck&nbsp; milik perusahaan&nbsp;<br><br>First Idea to Solve :&nbsp;<br>Pembuatan aplikasi seperti Gojek untuk pemesanan truk kepelabuhan dengan berkolaborasi dengan asosiasi terkait (ALFI dan Aptrindo).&nbsp;<br><br>Expected Results :<br>Kelancaran proses pengiriman barang ekspor/impor dari/dan ke gudang/pabrik/petani dan pelabuhan<br><br>2.&nbsp; Problem Identification :&nbsp;<br>Data komoditas ekspor yang dimiliki oleh daerah belum sepenuhnya melalui pelabuhan umum sehingga data antara jumlah barang tersedia dan yang keluar belum sama.&nbsp;<br><br>First Idea to Solve : &nbsp;<br>Dapat dibuatkan suatu aplikasi kontrol komoditas daerah sehingga memberikan peluang bagi pelabuhan untuk menghandle barang yang pengirimannya melalui pelabuhan umum<br><br>Expected Results :&nbsp;<br>Dengan terkontrolnya data komoditas daerah dan data ekspor pelabuhan maka ada kesempatan bagi pelabuhan untuk mengoptimalkan komoditas daerah yang belum melalui pelabuhan sehingga membantu pertumbuhan ekonomi daerah<br>&nbsp;<br>&nbsp;3. Problem Identification : &nbsp;<br>&nbsp;Kualitas BBM yang rendah, menyebabkan alat BM sering mengalami kerusakan engine&nbsp;<br><br>First Idea to Solve :<br>Melakukan modifikasi terhadap Dispenser pengisian BBM dengan menambahkan water separator/ Filter sehingga kotoran/air akan dipisahkan sebelum BBm masuk ke tanki alat BM&nbsp;<br><br>&nbsp;Expected Results : &nbsp;<br>Dengan kualitas BBM yang baik maka performance terminal akan terjaga dan dapat menambah umur alat BM&nbsp;<br><br><br>Adi Saputra Darmansyah<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 17:12:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716759601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>End To End Engineering Solution (E3S) &quot;Creating Value to the Great Pelindo Bersatu&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716914380</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Problem identification</em>:<br><br></div><div>Kondisi pandemi yang mendisrupsi ke hampir seluruh aspek bidang usaha khususnya bidang usaha konstruksi mengakibatkan sebagian besar perusahaan konstruksi kesulitan finansial dan berdampak kepada terlambatnya penyelesaian pekerjaan infrastruktur pelabuhan sehingga penambahan alat produksi menjadi tertunda dan berdampak pada hilangnya potensi pendampatan perusahaan.<br><br></div><div><em>First Idea to solve</em>:<br><br></div><div>1. Program-program pengembangan infrastruktur di Pelindo I-IV yang masih dilakukan oleh perusahaan konstruksi baik swasta maupun BUMN, merupakan satu peluang baru untuk membuat portofolio bisnis baru perusahaan yang diharapkan menjadi solusi atas permasalahan pada penyediaan infrastruktur pelabuhan;<br><br></div><div>2. Ditunjuknya salah satu anak perusahaan sesuai hasil kajian untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang memiliki spesialisasi di bidang konstruksi kepelabuhanan yang memberikan pelayanan <strong><em>End to End Engineering Solution (E3S). </em></strong>Sehingga diharapkan sebagian besar program pengembangan infrastruktur pelabuhan di Pelindo Bersatu dapat dikerjakan oleh perusahaan tersebut.<br><br></div><div><em>Expected results</em>:<br><br></div><div>1. Penyelesaian program pengembangan infastruktur pelabuhan sesuai target waktu yang diharapkan;</div><div>2. Penambahan nilai perusahaan dengan adanya portofolio bisnis baru perusahaan;</div><div>3. Ekspansi bisnis di bidang konstruksi kepelabuhanan, dimana selain berperan aktif di Pelindo bersatu juga diharapkan dapat mengambil opportunity di <em>Global Market.<br><br>Apriyanto</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 23:29:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716914380</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Employee Mapper</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716915384</link>
         <description><![CDATA[<div>Employee Mapper</div><div>Problem Identifications:</div><div><br>a.Belum adanya career journey map / career path untuk pegawai Pelindo.&nbsp;</div><div><br>b.Belum terintegrasinya database pegawai terkait :&nbsp;</div><div>•track tugas kedinasan (lokasi unit kerja : di unit kerja mana saja pegawai tersebut ditugaskan, posisi jabatan yang pernah diemban dan durasi waktu : berapa lama pegawai tersebut ditugaskan di lokasi unit tertentu, berapa lama pegawai tersebut ditugaskan di jabatan tertentu); dan diintegrasikan dengan implementasi kebijakan/pedoman/aturan terkait pola karir &nbsp;</div><div>•History pelatihan/workshop yang pernah diambil terkait dengan career path pegawai ybs</div><div>•Gap pemenuhan kompetensi karir/jabatan tertentu Vs kompetensi pegawai ybs</div><div><br>c.Perlu scheduler terintegrasi untuk berbagai kegiatan dan kondisi pegawai ybs : pelatihan, rapat, perjalanan dinas, cuti, untuk menghindari dobel kegiatan/agenda yang bertabrakan.<br><br></div><div>First Idea to Solve:</div><div>Perlu dibuat semacam pemetaan yang menggambarkan kondisi pegawai-pegawai dengan berbagai parameter/ indicator (tingkat pendidikan, kompetensi, data penugasan, pelatihan) di masing-masing unit kerja di seluruh wilayah kerja Pelindo Bersatu. Pengembangan aplikasi yang ada seperti Oracle Enterprise, E-Office, IPL 4.0 learning wallet supaya saling terintegrasi terkait data/ kondisi pegawai.&nbsp;<br>•Pemilihan/pembelian pelatihan/workshop di aplikasi learning wallet sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang karir impian / career dream pegawai ybs</div><div>•Konsumtif pelatihan di aplikasi learning wallet namun terarah sesuai kebutuhan untuk menunjang dream / pemenuhan persyaratan kompetensi jabatan tertentu</div><div><br>Expected results:</div><div>Data pemetaan ini digunakan untuk perencanaan dan pemerataan pengembangan karir pegawai yang berkeadilan dikaitkan dengan implementasi kebijakan kebijakan/pedoman/aturan terkait pola karir. Setiap pegawai mengetahui pola karir kedepan seperti apa dan harus bagaimana. Data pemetaan ini diharapkan bisa digunakan dalam pengaturan biaya pengembangan human capital (perencanaan maupun pelaksanaan) secara efektif, efisien, terukur, tepat sasaran sehingga memberikan kontribusi dari bidang HR dalam pengelolaan keuangan perusahaan yang lebih besar di Pelindo Bersatu.<br><br>Nosep Kristoro<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 23:32:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716915384</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peningkatan Budaya Belajar melalui Learning in Flow of Work</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716919866</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem Identification:&nbsp;<br>1.&nbsp; Sebagian besar pekerja pelabuhan merasa berada dizona nyaman dikarenakan sifat perusahaan yang monopoli. terbentuk culture enggan mempelajari hal baru yg kurang mendukung arah perubahan strategi perusahaan secara nasional.<br>2. Career path yang ada di perusahan masih memerlukan penyempurnaan untuk menjawab kebutuhan dan memotivasi pekerja agar berkinerja optimal.<br>3. Untuk meningkatkan performa pelabuhan agar dapat bersaing secara global, perlu disiapkan SDM yang kompeten, agile (dapat beradaptasi secara cepat terhadap perubahan), selalu belajar dan inovatif.&nbsp;<br><br>First Idea to solve:<br>1. Tumbuhkan iklim budaya belajar pada lingkungan kerja dengan memberikan tantangan pekerjaan yang memaksa pekerja untuk belajar lebih.<br>2. Penyempurnaan career path dapat dimulai dengan mencoba melakukan harmonisasi&nbsp; aspirasi&nbsp; karir pegawai dengan rencana karir perusahaan.<br>3. Pekerja dilibatkan dalam project2 untuk menangani permasalahan dalam berbagai bidang perusahaan agar kompetensinya semakin terasah.<br><br>Expected results:<br>Peningkatan performa pekerja yang berimbas pada peningkatan performa perusahaan untuk meningkatkan daya saing perusahaan secara global.\<br><br>Miftah Nurjanah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-04 23:45:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716919866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Open the SILO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716960232</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem identification:<br>1. Dengan banyaknya Peusahaan di lingkungan IPC group, maka orang2 yang berada di IPC menjadi ter "kotak" dalam lingkungannya sendiri, SDM hanya berkoordinasi dengan SDM, teknik hanya dengan teknik, dan bahkan paranya banyak orang2 yang berada dalam satu divisi, tidak mau berbagi informasi tentang pekerjaannya kepada orang lain di divisi itu<br>contoh simple adalah permintaan data kepada perusahaan lain, dilakukan orang perorang secara direct, dan apabila ada permintaan data yang sangat mirip pun dari orang kedua, maka akan meminta data lagi kepada perusahaan tersebut, (tidak mau berbagi data)&nbsp;<br>2. sulit bagi perusahaan untuk mencegah kebocoran data2 penting dari perusahaan<br>Idea to solve:<br>1. membuat jembatan penghubung (PIC dari perusahan satu ke perusahaan lain) yang akan bertanggung jawab langsung akan flow data yang keluar dari perusahaan,<br>2. PIC perusahaan akan menyimpan data2 perusahaan lain yang telah diminta dan bertugas untuk membagikan data tersebut kepada orang yang meminta data<br>3. tidak diperkenankan untuk meminta data secara langsung selain kepada PIC perusahaan tersebut demi menjaga kerahasiaan dokumen<br>4. pegawai perusahaan yang meminta data di wajibkan untuk berkordinasi terlebih dahulu dengan PIC yang menyimpan semua data sebelum mengajukan permintaan data,&nbsp;<br><br>Expected result:<br>1. mengurangi workload dari perusahaan yang ada dibawahnya.<br>2. kebocoran data bisa kurangi<br><br>Rudy Istiawan</div>]]></description>
         <enclosure url="https://thumbs.dreamstime.com/b/concept-misunderstanding-barrier-relations-denial-society-barriers-people-prejudice-social-classes-124171046.jpg" />
         <pubDate>2021-09-05 01:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716960232</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Co-working Space</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716973083</link>
         <description><![CDATA[<div>Problem Identification:<br>1. banyaknya pegawai yang ada di IPC, membuat perusahaan harus menyediakan tempat yang luas untuk mereka bekerja, perusahaan mengeluarkan budget yang besar untuk membuat tempat kerja yang baik buat mereka,<br>2. tempat bekerja yang ada sekarang membuat mereka ter "kotak" dengan divisi dan tugas mereka masing2 sehingga koordinasi antar pegawai menjadi kurang<br><br>Idea to solve:<br>1. membuat layout kantor dengan konsep co-working space, tidak ada kursi dan meja yang dedicated ke satu orang pekerja, after office mereka akan membereskan pekerjaan mereka di meja dan kemudian dimasukkan ke locker masing2&nbsp;<br>2. dengan co-working space, para pegawai lebih mudah berkordinasi satu sama lain tentang pekerjaan ataupun data yang diperlukan satu sama lain<br>3. dengan situasi yang lebih santai, membuat pekerja lebih nyaman dan diharapkan mau untuk lebih produktif<br>4. peruahaan akan lebih efisien dalam mendesign ruang kantor co-working space dibanding memberikan meja atau kursi yang dedicated<br><br>Rudy Istiawan</div>]]></description>
         <enclosure url="https://hw-media.herworld.com/public/2018/03/story/coworking_space_rc_0.jpg" />
         <pubDate>2021-09-05 01:40:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/Tjitra/i9sasbe70zz94rtv/wish/1716973083</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
