<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>KEARIFAN LOKAL INDONESIA by Yunita Manakutty</title>
      <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx</link>
      <description>Made with a taste for adventure</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-23 15:57:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-24 06:18:54 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KEARIFAN MASYARAKAT PAPUA</title>
         <author>yunitamanakutty</author>
         <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231032226</link>
         <description><![CDATA[<p>Masyarakat memiliki banyak kerarifal lokal budaya mereka contohnya adalah : Mereka memiliki tarian khas yaitu sajojo, memiliki kerajinan khas seni ukir asmat, memiliki bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat lokal yaitu bahasa suku Dani, memilliki tradisi potong jari (iki palek, mereka memiliki alat musik pukul yang khas bernama tifa dan meiliki upacara adat yang bernama upacara malolo. Pakaian adat mereka bernama Koteka, Mereka memiliki tradisi unik lainnya yaitu festival Baliem Valley dan Tradisi Benge. Semua yang mereka lakukan adalah tradisi untuk mempererat tali persatuan dan kekeluargaan diantara suku Dani. Mereka juga mempercayai bahwa semua keberagaman yang mereka miliki adalah sebagai bentuk kasih sayang Tuhan untuk kelestarian hidup mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1464648482/0a7d028008fa7289daa64a450408c1c8/Baju_Adat_Papua_2024_08_20_13_38_43_0d8010556d63261a3b0ebcb1b4d26e4b_960x640_thumb.webp" />
         <pubDate>2024-11-23 15:58:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231032226</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan Masyarakat Sulawesi Tengah (Kelompok 2)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231325973</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><ol><li><p><strong>Tarian Modero</strong> : Tarian yang dibawakan oleh golongan tua dan muda saat pesta panen (vunja)</p></li><li><p><strong>Upacara Ratompo</strong> : Upacara khusus yang diadakan untuk seorang gadis bangsawan setelah mengikuti prosesi Mancumani dalam suatu pesta adat antar kampung</p></li><li><p><strong>Nosarara Nosabatutu</strong> : Filosofi hidup ini berarti "bersama-sama kita bersatu." Nilai ini mencerminkan pentingnya harmoni, kerja sama, dan perdamaian dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah. </p></li><li><p><strong>Ritual Wala Suji</strong> : Upacara adat suku Kaili ini dilakukan untik menolak bala, mrnjaga keharmonisan, dan mrnghormati leluhur. Biasanya, ritual ini diiringi dengan musik tradisional dan tarian adat.</p></li><li><p><strong>Tradisi Tali Nuara</strong> : Ritual adat yang dilakukan masyarakat suku Lore untuk meminta kesuburan tanah sebelum menanam. Ritual ini menunjukkan penghormatan kepada alam sebagai sumber kehidupan.</p></li><li><p><strong>Rumah Tambi : </strong>Rumah Tambi adalah rumah bagi suku Kaili dan suku Lore yang berada di provinsi Sulawesi Tengah. Desain rumah panggung seolah menjadi salah satu ciri khas dari berbagai rumah adat yang ada di Indonesia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3080097420/8a80b6c540d4f7df33e00d7dea32bd9a/tari_dero_suku_pamona_sulawesi_tengah.jpg" />
         <pubDate>2024-11-24 05:50:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231325973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kearifan Masyarakat Jawa Barat (kelompok 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231327873</link>
         <description><![CDATA[<p>Masyarakat Jawa Barat memiliki banyak kearifan lokal budaya, contoh nya: tarian khas yaitu jaipong yang berasal dari daerah Pangandaran dan tari topeng yang berasal dari daerah Cirebon, Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi yaitu bahasa Sunda, kerajinan khas dari Jawa Barat yaitu anyaman bambu yang berasal dari daerah Subang, tradisi yang berada di daerah Jawa Barat yaitu Seren Taun yang berasal dari Sunda budaya ini adalah doa dan ucapan syukur masyarakat Sunda terutama dalam bidang pertanian, alat musik yang berasal dari Jawa Barat yaitu angklung yang berasal dari daerah Bandung, Makanan khas Jawa Barat yaitu lotek berasal dari daerah Bandung dan karedok berasal dari daerah Jawa Barat, pakaian adat yang di gunakan yaitu Pangsi yang berasal dari daerah Banten, tradisi unik yang dilakukan yaitu Nyekar dimana tradisi tersebut merupakan tradisi ziarah kubur yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0c/Pasanggiri_Jaipong.jpg" />
         <pubDate>2024-11-24 05:57:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231327873</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEARIFAN LOKAL MALUKU (Kelompok 4) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231331112</link>
         <description><![CDATA[<p>Maluku merupakan salah satu provinsi di kawasan Timur Negara Republik Indonesia yang memiliki posisi strategis, karena kedudukannya berada antara sebagian wilayah Barat dan Tengah Indonesia dengan Papua di bagian Timur, serta menjadi penghubung wilayah Selatan yakni Negara Australia dan Timor Leste dengan wilayah Utara. Ibu kotanya ialah Kota Ambon. Dasar hukum pendiriannya adalah UU RI No. 20 Tahun 1958. Flora resminya anggrek larat. Hari jadinya adalah pada tanggal 19 Agustus 1945.</p><p>Tarian tradisional khas Maluku yang terkenal di antaranya:</p><p>Tari Cakalele: Tarian adat yang menceritakan peperangan masyarakat adat Maluku. Tarian ini biasanya ditampilkan saat perayaan adat atau penyambutan tamu. </p><p>Tari Lenso: Tarian yang berkembang pada masa penjajahan Portugis dan Belanda di Maluku. Kata "lenso" berasal dari bahasa Portugis yang artinya "sapu tangan". </p><p>Tari Poco-Poco: Tarian yang sangat terkenal di Indonesia, terutama pada tahun 2000-an. Kata "poco-poco" berasal dari bahasa Ternate yang berarti bayi lucu, berpipi tembam, imut, dan menggemaskan. </p><p>Tari Yerik: Tarian yang berisi pesan untuk meminta keselamatan kepada Tuhan.</p><p>Makanan khas Maluku ada nasi lapola, kohu kohu dengan kasbi rebus, ikan komu asar, sagu woku komo-komo, sambal colo-colo, dan talam sagu bakar. </p><p>Alat musik tradisionalnya mereka ada totobuang, tifa, fu, ukulele, dan rumba.</p><p>Ada beberapa jenis rumah adat  Maluku, di antaranya:</p><p>Rumah Melayu Atap Limas Potong: Rumah panggung dengan atap berbentuk limas yang terpotong. Semakin kaya pemilik rumah, semakin besar pula bentuk rumah ini. </p><p>Rumah Selaso Jatuh Kembar: Rumah adat ini memiliki selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah. Rumah ini dihiasi corak dasar Melayu, umumnya bersumber dari alam. </p><p>Rumah Belah Bubung: Rumah panggung yang lebih sederhana dibandingkan Selaso Jatuh Kembar. Bentuk atapnya bisa berbeda-beda, tergantung dari nama rumah adatnya.</p><p>Tradisi berlayar yang merupakan bentuk karakter masyarakat Maluku. </p><p>Mereka memiliki beragam upacara adat, diantaranya:</p><p>Upacara adat Sasi</p><p>Tradisi yang dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup, dengan melarang mengambil hasil panen atau hasil laut dalam jangka waktu tertentu. </p><p>Malam Badendang</p><p>Tradisi yang menjadi sarana untuk berkumpul dan membangun kebersamaan masyarakat. Acara ini dimeriahkan dengan tari-tarian daerah, karaoke, dan makanan khas Maluku.</p><p>Bahasa yang digunakan di Maluku diantara adalah:</p><p>Bahasa Ambon, bahasa utama yang digunakan oleh suku Ambon. Bahasa ini merupakan dialek Melayu yang dipengaruhi oleh bahasa tanah asli. </p><p>Bahasa Alune, bahasa yang dituturkan di Desa Rambatu, Desa Manusa, Desa Rumberu, Desa Hukuana Kota, dan Desa Huku Kecil, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat. </p><p>Bahasa Lola, bahasa yang tersebar di Kepulauan Aru, khususnya di Aru Tengah Timur. </p><p>Bahasa Loon, bahasa yang tersebar di Maluku Tengah, khususnya di Seram Utara Barat.</p><p>Baju adat mereka adalah baju mustiza atau baju basumpa, yang menjadi bagian penting dalam adat pernikahan masyarakat Maluku, khususnya Ambon. </p><p>Lagu khas Maluku yang cukup ikonik ada Rasa Sayange dan Poco-Poco. Lagu tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Maluku dan sering dinyanyikan dalam acara adat. Liriknya berbentuk pantun atau sajak dengan pesan moral dan nasihat dalam bahasa Ambon. Untuk makna lagu Rasa Sayange, adalah sebagai pesan untuk menyampaikan rasa kasih sayang satu sama lain. Tak hanya itu, lagu tersebut juga memiliki makna tentang sebuah rasa kepedulian kepada lingkungan yang dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang. Makna dari lagu Poco-Poco adalah tentang kegembiraan dan semangat hidup yang diungkapkan melalui irama yang ceria. Untuk lagu Poco-Poco, lagu ini adalah tentang kebersamaan dan kegembiraan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p><p>Budaya masyarakat Maluku dalam kaitannya dengan Tuhan tercermin dalam kepercayaan bahwa setiap upacara adat yang dilakukan disaksikan oleh Tuhan dan leluhur. Kepercayaan ini membuat masyarakat Maluku sangat menjaga dan merawat benda-benda cagar budaya sebagai peninggalan leluhur mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3080128724/05ed1841d501e66557aa7e8ca09263b4/IMG_20241124_WA0041.jpg" />
         <pubDate>2024-11-24 06:08:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231331112</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEARIFAN MASYARAKAT BALI (Kelompok 5)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231333349</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Anggota Kelompok :</p><ul><li><p>Yura Efaldo Thomas </p></li><li><p>Yeremia Daniel Likumahua</p></li><li><p>Matthew Metekohy </p></li><li><p>Jelita Febrina Chintya Batubara </p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><p><strong>Upacara Adat </strong></p><p>Di Bali memiliki Banyak Sekali Upacara Adat, tapi ada satu yang cukup menarik yaitu Upacara Ngaben, upacara bagi orang sudah meninggal dunia,atau biasa disebut kremasi.</p><p><br/></p><p><strong>Bahasa </strong></p><p>Selain banyak nya Upacara Adat, Bali juga memiliki bahasa nya tersendiri. Ada 3 macam bahasa Bali yaitu, Alus (untuk kita kepada orang yang lebih tua), Madya (untuk kita kepada sesama atau setara dengan kita), dan Kasar (untuk kita kepada orang yang lebih dekat dengan kita).</p><p><br/></p><p><strong>Pakaian Adat</strong></p><p>Bali juga memiliki pakaian adat yang cukup unik, salah satu nya ada Payas Alit atau Payas Nista.</p><p><br/></p><p><strong>Tradisi Unik</strong></p><p>Selain upacara adat ada juga tradisi unik yang sering dilakukan oleh Masyarakat Bali. Contohnya Metatah atau bisa dibilang tradisi potong gigi khusus bagi anak remaja yang akan beralih ke dewasa</p><p><br/></p><p><strong>Makanan Khas</strong></p><p>Selain itu juga ada makanan khas Bali yaitu Ayam Betutu dan juga Arak Bali, serta yang banyak di incar adalah babi guling khas Bali.</p><p><br/></p><p><strong>Suku Yang Ada</strong></p><p>Sudah jelas dari bahasa nya, di Bali terdapat suku yabg mendiami provinsi Bali yaitu Suku Bali itu sendiri.</p><p><br/></p><p><strong>Tarian Khas</strong></p><p>Selain makanan, Upacara Adat, Bahasa, dan juga Tradisi, di Bali juga punya tarian tradisional salah satu tarian nya yaitu Tari Kecak dan juga Tari Pendet.</p><p><br/></p><p><strong>Alat Musik</strong></p><p>Ada tarian maka juga ada alat musik sebagai iringan tarian tersebut, alat musik yang ada beberapa acara dan juga upacara Bali biasa nya adalah Gamelan Bali dan juga Tindik.</p><p><br/></p><p>Jadi Bali punya banyak sekali Kearifan nya yang memang tidak bisa disebut, tapi dari sini kearifan daerah Bali itu sendiri yang menjadi daya Tarik wisatawan yang hampir ditiap tahun di datangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak nya kearifan tersebut yang menjadi sebuah ciri khas dari daerah itu sendiri.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9e/Bali%2C_Indonesia_%2850368691146%29.jpg" />
         <pubDate>2024-11-24 06:14:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231333349</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEARIFAN LOKAL SUMETRA BARAT</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231334476</link>
         <description><![CDATA[<p>KELOMPOK 3</p><p><br/></p><p>Kearifan lokal Sumatera Barat mencerminkan budaya dan nilai-nilai adat masyarakat Minangkabau yang sarat dengan filosofi hidup dan tradisi. Berikut beberapa contoh kearifan lokal dari Sumatera Barat:</p><p><br/></p><p>1. Falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah"</p><p><br/></p><p>Filosofi ini menekankan bahwa adat istiadat Minangkabau berlandaskan ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, segala keputusan dan perbuatan diselaraskan dengan ajaran agama.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>2. Musyawarah dan Mufakat</p><p><br/></p><p>Budaya Minangkabau menjunjung tinggi musyawarah dalam pengambilan keputusan. Hal ini terlihat dalam sistem kekerabatan dan pemerintahan adat yang berbasis pada demokrasi.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>3. Gotong Royong (Sakato)</p><p><br/></p><p>Masyarakat Minangkabau dikenal dengan semangat gotong royong, baik dalam kegiatan adat, pembangunan fasilitas umum, maupun kegiatan sosial lainnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>4. Sistem Matrilineal</p><p><br/></p><p>Sumatera Barat memiliki sistem kekerabatan matrilineal, di mana garis keturunan mengikuti ibu. Hal ini unik dan menjadi identitas budaya yang kuat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>5. Rumah Gadang</p><p><br/></p><p>Rumah adat ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol persatuan dan tempat bermusyawarah keluarga besar. Arsitekturnya mencerminkan kearifan lokal dalam hal adaptasi lingkungan.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>6. Pantun dan Pepatah Petitih</p><p><br/></p><p>Masyarakat Minangkabau sering menggunakan pantun dan pepatah dalam percakapan sehari-hari sebagai sarana pendidikan moral dan penyampaian nasihat.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>7. Kuliner sebagai Identitas Budaya</p><p><br/></p><p>Masakan khas Minangkabau seperti rendang dan nasi kapau, sate padang tidak hanya mencerminkan rasa yang kaya, tetapi juga filosofi gotong royong, karena proses memasaknya sering melibatkan banyak orang.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>8. Upacara Adat</p><p><br/></p><p>Upacara seperti "Turun Ka Sawah" atau "Batagak Gala" merupakan bagian dari adat yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas.</p><p><br/></p><p>Upacara Turun Mandi adalah upacara yang dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kelahiran seorang bayi. Selain itu, upacara ini juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa telah muncul keturunan baru dari sebuah keluarga.</p><p><br/></p><p>9.Seni</p><p>Tari Piring</p><p>Tarian tradisional yang berasal dari Solok, Sumatera Barat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari ganjil yang mengenakan pakaian berwarna merah atau emas. Gerakan tariannya menggambarkan kegiatan sehari-hari, seperti menanam padi, beristirahat, dan makan bersama</p><p>Tari Adok. </p><p>Tarian Alang Suntiang Penghulu. </p><p>Tarian Ampun Mande (Ampun Ibu) </p><p>Tari Gelombang Dua Belas. </p><p>Tari Piring (Cupak)</p><p><br/></p><p>Baju Batusangkar. Baju Batusangkar adalah pakaian tradisional yang berasal dari kota Batusangkar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-24 06:18:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/yunitamanakutty/i9bwrf56jpu77xvx/wish/3231334476</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
