<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>LKPD Teks Argumentasi by </title>
      <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3</link>
      <description>Kelas XI TKR</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-19 07:12:38 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-20 05:07:29 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548530700</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA KELOMPOK : MIE GACOAN</p><p>NAMA ANGGOTA KELOMPOK :</p><ol><li><p>MUHAMAD AZIS BAITURAHMAN</p></li><li><p>YOHANS GHINIS MUTAQIN</p></li><li><p>APDAL MUNAJAR </p></li></ol><p><br></p><p> </p><p>    KALIMAT FAKTA : </p><ol><li><p>Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p></li><li><p>Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global.</p></li><li><p>Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida.</p></li><li><p>Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan.</p></li><li><p>Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p></li><li><p>dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p></li></ol><p><br></p><p>      KALIMAT OPINI :</p><ol><li><p>Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p></li><li><p>Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik.</p></li><li><p>Dalam era dimana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p></li><li><p>Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif.</p><p>  </p><p>SIMPULAN :</p><p>Jangan biarkan limbah makanan berceceran karena dapat menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan yang serius. Limbah makanan yang membusuk di tempat pembuangan akhir menghasilkan gas metana, yang berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari air dan tanah, serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit.</p><p><br></p></li></ol><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-20 04:45:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548530700</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548534764</link>
         <description><![CDATA[<p>nama kelompok: apem </p><p>ketua kelompok:rapi Nugraha </p><p>anggota: Alfiansyah permana </p><p> pajar </p><p>Kalimat Fakta :</p><ol><li><p>Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p></li><li><p> Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global.</p></li><li><p>Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida.</p></li><li><p>Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p></li><li><p>Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).</p></li></ol><p>kalimat opini:</p><ol><li><p>Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik.</p></li><li><p>Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya, menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan dapat mengurangi pemborosan pangan ini dan memaksimalkan penggunaan lahan pertanian yang ada.</p></li><li><p> Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan menjadi perhatian global, upaya memanfaatkan limbah makanan sangat penting.</p></li><li><p>Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan</p></li></ol><p><br></p><p>kesimpulan:</p><p>Limbah makanan merupakan masalah serius karena produksinya membutuhkan banyak sumber daya (air, energi, dan lahan) serta menimbulkan emisi gas rumah kaca yang tinggi, terutama metana. Data dari FAO menunjukkan bahwa jumlah makanan terbuang sangat besar dan menyumbang sekitar 8% emisi global.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-20 04:49:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548534764</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama Kelompok: PANCONG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548537738</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama anggota: Dias</p><p>                           Syipa</p><p>                           Repan</p><p><br></p><p>KALIMAT FAKTA : </p><p>1.  Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>2. Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3. Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>4. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>5. Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>6. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>KALIMAT OPINI : </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>1. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>2. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3. Dengan memanfaatkan limbah makanan, kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>4. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>5. Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>6. Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan sebagai antisipasi dampak negatif.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>PENDAHULUAN :</p><p><br></p><p>Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian. Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>TUBUH ARGUMEN : </p><p><br></p><p>Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang lebih berbahaya daripada karbondioksida. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan. Selain itu, pemanfaatan limbah makanan dapat mengurangi pemborosan sumber daya dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada. Pemanfaatan limbah makanan juga merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pengelolaan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik. Pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya pun perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>SIMPULAN :</p><p><br></p><p>Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan limbah makanan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-20 04:52:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548537738</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548537834</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok : Puding coklat pa hambali</p><p>Nama anggota   : M.Agil Nuruddin</p><p>                              Fazry Septiana</p><p>                              Deri oktav s.n.</p><p>Kalimat fakta</p><p>1. Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar,termasuk air,energi,dan lahan pertanian.</p><p>2. Menurut laporan dari Food and agriculture organization (FAO),Limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% Dari total emisi gas rumah kaca global.</p><p>3. Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA,ia menghasilkan metana,gas rumah kaca yang berbahaya daripada karbondioksida.</p><p>4. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan,seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah ditempat pembuangan akhir (TPA).</p><p>5. Dara dari FAO menunjukan bahwa sekitar 1.3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya,yang setara dengan sepertiga total produksi makanan global.</p><p><br></p><p>Kalimat opini</p><p>1. Oleh karena itu,pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menarapkan teknologi beserta praktik yang efektif dalam kemanfaatan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik.</p><p>2. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penghemat sumber daya menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan dilingkungan indonesia.</p><p>3. Dengan memanfaatkan limbah makanan,kita dapat mengurangi pemborosan sumber daya hari ini dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada.</p><p>4. Dalam era dimana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global,upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p><p>5. Dengan memanfaatkan limbah makanan,misalnya melalui komposting atau produksi biogas emisi metana dapat dikurangi secara signifikan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-20 04:52:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548537834</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>pdd9z7qdkd</author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548548800</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4238751321/b6ef0b6515ee7744cb6af8f4003983fb/Lembar_Kerja_Peserta_Didik.docx" />
         <pubDate>2025-08-20 05:03:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548548800</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548551719</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok: Gado Gado</p><p>Nama anggota kelompok</p><p>:•YUNUS</p><p> •MARVIN</p><p> •RAMDANI</p><p><br/></p><p>KALIMAT FAKTA:</p><p> 1.  Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar termasuk air,energi,dan lahan pertanian.</p><p><br/></p><p> 2.  Menurut laporan dari Food and agriculture organization ( FAO ),limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca gelobal.</p><p> </p><p> 3.  Limbah makanan yang tidak di kelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan,seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir(TPA)</p><p><br/></p><p>  4.  Pemanfaatan limbah makanan merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan.</p><p><br/></p><p> 5.  Dengan memanfaatkan limbah makanan misalnya melalui komposting atau peroduksi bio gas,emisi metana dapat di kurangi secara signifikan</p><p><br/></p><p> 6.  Dengan begitu masyarakat perlu mengetahui cara cara pemanfaatan sebagan antisipasi dampak negarif.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>KALIMAT OPINI:</p><p><br/></p><p>  1.  Dengan mengurangi gas rumah dan peng hematan sumber daya menjadi peroritas kebijakan pengelolaan lingkungan di indonesia.</p><p><br/></p><p>  2. dengan memanfaatkan limbah makanan,kita dapat menikmati pemborosan sumberdaya ini dan memaksimalkan penggunaan hasil yang ada. </p><p><br/></p><ol start="3"><li><p> dalam era dimana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian gelobal,upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p></li></ol><p><br/></p><p>  4.  Data dari FAO menunjukan bahwa             sekitar 1,3 miliar ton makanan                    terbuang tiap tahunya,yang setara           dengan sepertiga dari total produksi</p><p>        Makanan gelobal.</p><p>  5.  Dengan memanfaatkan limbah                  nakanan misalnya melalui kompsiting</p><p>       Atau produksi bio gas,emisi metana </p><p>       Dapat dikurangi secara signipikan</p><p>     </p><p>     PENDAHULUAN :</p><p>Produksi makanan membutuhkan sumber daya yang sangat besar, termasuk air, energi, dan lahan pertanian. Menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca global. Dalam era di mana isu perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan semakin menjadi perhatian global, upaya untuk memanfaatkan limbah makanan menjadi sangat penting.</p><p>  </p><p>TUBUH ARGUMEN:</p><p><br/></p><p>Ketika makanan dibuang dan membusuk di TPA, ia menghasilkan metana, gas rumah kaca yang lebih berbahaya daripada karbondioksida. Limbah makanan yang tidak dikelola dengan baik menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Data dari FAO menunjukkan bahwa sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya, yang setara dengan sepertiga dari total produksi makanan global. Dengan memanfaatkan limbah makanan, misalnya melalui komposting atau produksi biogas, emisi metana dapat dikurangi secara signifikan. Selain itu, pemanfaatan limbah makanan dapat mengurangi pemborosan sumber daya dan memaksimalkan penggunaan hasil pertanian yang ada. Pemanfaatan limbah makanan juga merupakan solusi yang sangat potensial untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi serta praktik yang efektif dalam pengelolaan limbah makanan, guna mencapai keberlanjutan yang lebih baik. Pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan sumber daya pun perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan di Indonesia.</p><p><br/></p><p>SIMPULAN :</p><p><br/></p><p>Dengan begitu, masyarakat perlu mengetahui cara-cara pemanfaatan limbah makanan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak negatif yang ditimbulkan</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-20 05:07:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pdd9z7qdkd/i8ezsqxpk00geaw3/wish/3548551719</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
