<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERLINDUNGAN KONSUMEN by Siti Rojabiyatun Ni&#39;mah</title>
      <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-11-08 05:28:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-17 17:26:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/2614.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Selamat Pagi salam sejahtera anak-anakku semua</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374413747</link>
         <description><![CDATA[<div>Pagi ini kita akan belajar melalui Padlet</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-08 05:38:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374413747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ini adalah hasil karya dari teman kita anjar</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374419647</link>
         <description><![CDATA[<div>Silahkan kalian perhatikan</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1852388051/a63753e08eb9c4b94631c28ac6530579/03__ANJAR_NOFELLA_DWI_PERMATA_SARI___PERLINDUNGAN_KONSUMEN___1_1_1.docx" />
         <pubDate>2022-11-08 05:44:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374419647</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masing-masing kalian silahkan menjawab pertanyaan dibawah ini, cara yang pertama sebelum menjawab, kalian harus menuliskan nama dan nomer absen,</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374424168</link>
         <description><![CDATA[<div>SETIAP SEBELUM MENJAWAB KALIAN HARUS MENULISKAN NAMA DAN ABSEN</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-08 05:49:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374424168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>1. Jelaskan alasan pentingnya perlindungan konsumen</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374425318</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-08 05:50:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374425318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Sebutkan asas-asas Perlindungan konsumen !</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374445546</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-08 06:10:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2374445546</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Tuliskan lengkap isi &quot;Bab IV Pasal 8&quot; mengenai &quot;Perbuatan Yang Dilarang Bagi Pelaku Usaha&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2375965048</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 01:31:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2375965048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Febi ayu karlina(11)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376024535</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena <strong>dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen</strong>. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2. *asas manfaat<br>*asas keadilan<br>*asas keseimbangan<br>*asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>*asas kepastian hukum<br>3.PASAL 8 TENTANG PERBUATAN YANG DILARANG BAGI KONSUMEN&nbsp;<br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>B.tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c.tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f.tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>G.tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>J.tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2.Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:17:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376024535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nisa&#39;atul hijah (24)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376027267</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br><br>2.&nbsp; a). Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c). Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;d). Asas keamanan dan&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Keseimbangan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;e). Asas kepastian hukum<br><br>3. 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>&nbsp;b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>&nbsp;c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.<br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:20:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376027267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BRIGITA NATALIA (05) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376027905</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2. Asas manfaat, Asas Keadilan, Asas Keseimbangan, Asas Keamanan dan keselamatan konsumen, Asas Kepastian Hukum<br><br>3. <strong>BAB IV Pasal 8</strong><br>1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:20:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376027905</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sindi Ambarwati (30) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376028182</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2. a. Asas Manfaat&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; b Asas Keadilan<br>&nbsp; &nbsp; c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; d. Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; konsumen<br>&nbsp; &nbsp; e. Asas kepastian hukum<br><br>3. 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:20:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376028182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rika Novita Lestari (28)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376028222</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2. a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br><br>3.&nbsp;1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:20:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376028222</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicki Sri Utami (23)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376028944</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2. A. Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp; B. Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; C. Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; D. Asas keamanan dan&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; keseimbangan konsumen&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;  E.&nbsp; Asas kepastian hukum<br>3.&nbsp;1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau   jasa yang:<br>A.  tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>B. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>C. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>D. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>E. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>F. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>G. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>H. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>I. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>J. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:21:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376028944</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MEIKA KUSUMA NINGRUM  (21) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376029416</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2. -Asas manfaat&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; -Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; -Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; -Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; konsumen<br>&nbsp; &nbsp; -Asas kepastian hukum<br>3.&nbsp; &nbsp; pasal 8<br><br>1.)Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi&nbsp; dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2.) Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.)Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.)Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:21:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376029416</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Novia Ekgi Saputri (25)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376029493</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br><br>2.) A. Asas manfaat<br>&nbsp;  &nbsp; B. Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp;  C. Asas keseimbangan<br>&nbsp;  &nbsp; D. Asas keamanan dan&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;  keselamatan konsumen<br>&nbsp;  &nbsp; E. Asas kepastian hukum&nbsp;<br><br>3.) &nbsp;1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br><br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br><br>&nbsp; &nbsp;2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>&nbsp; &nbsp;3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>&nbsp; &nbsp;4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:21:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376029493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Monna Agustin (22)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376029610</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2.) *Asas manfaat;<br>&nbsp;   &nbsp; *Asas keadilan;<br>&nbsp;   &nbsp; *Asas keseimbangan;<br>&nbsp;   &nbsp; *Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; konsumen;<br>&nbsp; &nbsp; *Asas kepastian hukum.<br>3.) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>&nbsp; &nbsp;a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>&nbsp; &nbsp;b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>&nbsp; &nbsp;c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>&nbsp; &nbsp;d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>&nbsp; &nbsp;e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>&nbsp; &nbsp;f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>&nbsp; &nbsp;g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>&nbsp; &nbsp;h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>&nbsp; &nbsp;i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>&nbsp; &nbsp;j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:21:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376029610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DWI SAFIRA AGUSTINA(08)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376030170</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2.-Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp;-Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp;-Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp;-Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>&nbsp; &nbsp;-Asas kepastian hukum<br>3.Pasal 8<br>1.) Pelaku usaha dilarang memproduksi&nbsp; &nbsp; &nbsp; dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2.) Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.) Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.) Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:22:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376030170</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CHRISTIN TRI WAHYUNI (06) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376031194</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>2. a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br>3. 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:22:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376031194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANANDA DYAH AYU PUSPITA NINGRUM ( 01 )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376033454</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha , karena dapat mencegah penjual melakukan hal - hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen . Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2.) a). Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c). Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;d). Asas keamanan dan&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Keseimbangan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;e). Asas kepastian hukum<br>3.) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:24:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376033454</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafida Zeti Azzahra (27)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376037395</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2. <br>• Asas manfaat<br>• Asas keadilan <br>• Asas keseimbangan <br>• Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>• Asas kepastian hukum<br><br>3.<br>&nbsp;<strong>BAB IV<br>PERBUATAN YANG DILARANG<br>BAGI PELAKU USAHA<br>Pasal 8</strong><br><br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>• tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>• tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>• tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>• tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>• tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>• tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>• tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>• tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:27:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376037395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farensa ananda junia putri(10)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376038224</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha , karena dapat mencegah penjual melakukan hal - hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen . Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2.) a). Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c). Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;d). Asas keamanan dan&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Keseimbangan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;e). Asas kepastian hukum<br>3.) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:27:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376038224</guid>
      </item>
      <item>
         <title>YUNITA AYU ABABIL (36)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376039254</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>• Asas manfaat<br>• Asas keadilan&nbsp;<br>• Asas keseimbangan&nbsp;<br>• Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>• Asas kepastian hukum<br><br>3<br>&nbsp;BAB IV<br>PERBUATAN YANG DILARANG<br>BAGI PELAKU USAHA<br>Pasal 8<br><br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>• tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>• tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah<br>&nbsp;dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>• tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>• tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>• tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>• tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>• tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>• tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:28:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376039254</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Putrie Ramadhani (09)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376041131</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2. a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br><br>3. 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:30:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376041131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fifi Alidia agustin (12)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376043330</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2. a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br><br>3. 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:31:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376043330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jelita dewi agustin (16)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376043798</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha , karena dapat mencegah penjual melakukan hal - hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen . Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2.) a). Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c). Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;d). Asas keamanan dan&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Keseimbangan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;e). Asas kepastian hukum<br>3.) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:32:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376043798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Septiana Aprilia v hz(29)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376046514</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>• Asas manfaat<br>• Asas keadilan&nbsp;<br>• Asas keseimbangan&nbsp;<br>• Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>• Asas kepastian hukum<br><br>3.<br>&nbsp;BAB IV<br>PERBUATAN YANG DILARANG<br>BAGI PELAKU USAHA<br>Pasal 8<br><br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>• tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>• tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>• tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>• tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>• tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>• tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>• tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>• tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:34:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376046514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Velien Chantika Viardiansha (33)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376048752</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp;<br>Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br><br>3.&nbsp;<br>1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:35:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376048752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tutut Tri Azizah (32) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376048933</link>
         <description><![CDATA[<div>1.) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.&nbsp;<br>2.) ~ Asas Manfaat&nbsp;<br>Asas manfaat dimaksudkan untuk mengamankan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen harus memberikan manfaat sebesar besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan.<br>~ Asas Keadilan&nbsp;<br>Asas keadilan dimaksudkan agar partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh hak-haknya dan melaksanakan kewajiban secara adil.<br>~ Asas Keseimbangan<br>Asas keseimbangan dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materiil ataupun spiritual.<br>~ Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen<br>Asas keamanan dan keselamatan konsumen dimaksudkan untuk memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalam penggunaan. pemakaian, dan pemanfaatan barang dan jasa yang dikonsumsi atau digunakan.<br>~ Asas Kepastian Hukum<br>Asas kepastian hukum dimaksudkan agar baik pelaku usaha maupun konsumen menaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen serta negara menjamin kepastian hukum.<br>3.) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut,<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat; pakai, tanggal keterangan.<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.&nbsp;<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:36:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376048933</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LAILA INDAH SARI (18) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376049156</link>
         <description><![CDATA[<div>1.)Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br>2.)-Asas Keadilan<br>&nbsp; &nbsp;-Asas Keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp;-Asas Keamanan dan &nbsp; Keselamatan&nbsp; Konsumen<br>&nbsp; &nbsp;-Asas kepastian Hukum&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>3.)PERBUATAN YANG DILARANG BAGI PELAKU USAHA<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pasal 8&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.) tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan:<br>b.)tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c. )tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;&nbsp;<br>d.)tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut,<br>e.)tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f.)tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;&nbsp;<br>g.)tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;&nbsp;<br>h.) tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label:<br>i.) tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama kererang batang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>&nbsp;j.) tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br>&nbsp;2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.&nbsp;<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:36:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376049156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Virna Trinitavioni (34)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376049207</link>
         <description><![CDATA[<div>1. hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2. a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br><br>3. 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:36:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376049207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANJAR NOFELLA DWI (03)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376060146</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Alasan pentingnya perlindungan konsumen!<br>✓ Setiap manusia pada dasarnya memiliki hak untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, hak tersebut harus dijamin dan dilindungi, salah satunya melalui perlindungan konsumen.<br>Perlindungan konsumen merupakan konsep yang wajib diterapkan dalam proses kegiatan ekonomi. Perlindungan konsumen dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman bagi para konsumen dalam melengkapi kebutuhan hidup. Kebutuhan perlindungan konsumen juga harus bersifat tidak berat sebelah dan harus adil.<br><br>2. Asas Perlindungan Konsumen<br>A. Asas Manfaat<br>B. Asas Keadilan<br>C. Asas Keseimbangan<br>D. Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen<br>E. Asas Kepastian Hukum&nbsp;<br><br>3. Isi Bab IV Pasal 8<br><br>BAB IV<br>Perbuatan yang dilarang<br>Bagi pelaku usaha<br>Pasal 8<br><br>1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau mem perdagangan barang dan atau jasa yang:<br>A. Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang di persyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>B. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>C. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>D. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut,<br>E. Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>F. Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>G. Tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>H. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, bagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>I. Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang membuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat;<br>J. Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang mem perdagangan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.&nbsp;<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan terjemahan, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:44:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376060146</guid>
      </item>
      <item>
         <title>INTAN AGUSTIARA (15)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376061794</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>✓Asas manfaat<br>✓ Asas keadilan<br>✓Asas keseimbangan<br>✓Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>✓Asas kepastian hukum<br><br>3. *BAB IV*&nbsp;<br>PERBUATAN YANG DILARANG<br>BAGI PELAKU USAHA<br>Pasal 8<br><br>1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>✓tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>✓tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>✓ tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>✓ tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>✓ tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>✓tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>✓ tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>✓ tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>✓ tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>✓ tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:45:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376061794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KENSA VIRA KLAUDIA RINATA (17)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376066629</link>
         <description><![CDATA[<div>1) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>2) a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br>3) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f. Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j. Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:49:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376066629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Difa Amelia Anandini (07)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376080202</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp;<br>Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br><br>2.&nbsp;<br>a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br><br>3.&nbsp;<br>1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 02:58:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376080202</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MEI SUSILOWATI ABSEN 20. BDP 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376082239</link>
         <description><![CDATA[<div>1.&nbsp; Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>2.&nbsp; a. Asas Manfaat&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b Asas Keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;e. Asas kepastian hukum<br>3. 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:00:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376082239</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FITRI NIA SARI (13)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376087476</link>
         <description><![CDATA[<div>1) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>2) a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br>3) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f. Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j. Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:03:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376087476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AUREL AIDHA (04/XI BDP 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376087884</link>
         <description><![CDATA[<div>1) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>2) a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br>3) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f. Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j. Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:04:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376087884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: ANISA&#39;U DZAWIR ROSIDAH (02)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376088159</link>
         <description><![CDATA[<div>1) Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>2) a. Asas Manfaat&nbsp;<br>b Asas Keadilan<br>c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>d. Asas keamanan dan keselamatan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;konsumen<br>e. Asas kepastian hukum<br>3) 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f. Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j. Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:04:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376088159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Review jawaban tugas pagi ini : jawaban soal no 1 semua sama persis kecuali punya anjar. </title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376112897</link>
         <description><![CDATA[<div>Yang belum mengumpulkan :<br>1. Ilda gladis<br>2. Leny ayu<br>3. Nur Yuan<br>4. Sukma Ayu<br>5. Yesandra P<br><br>Jika ternyata sudah mohon konfirmasi,<br>Terimakasih<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:24:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376112897</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sukma ayu (31)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376116785</link>
         <description><![CDATA[<div>1). Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen.<br>.<br>.<br>2). a. Asas Manfaat&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; b Asas Keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; c. Asas Keseimbangan&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; d. Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; e.asas kepastian hukum<br>.<br>.<br>3). 1.	Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a.	Tidak memenuhi atau tidak sesuai&nbsp; dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang undangan;<br>b.	Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;<br>c.	Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d.	Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e.	Tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau pengunaan tertentu sebagai mana dinyatakan dalam lebel atau keterangn barang dan/atau jasa tersebur;<br>f.	Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam lebel, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g.	Tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h.	Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i.	Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memut nama barang, ukuran, berat/ isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, yang pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/ dibuat;<br>j.	Tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.<br>2.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3.	Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang ruak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4.	Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada pasal 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan brang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:27:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376116785</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sukma ayu sudah barusan, ok</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376126927</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 03:36:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376126927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nur Yuan Maulida zahra/26</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376243412</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal-hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli selaku konsumen. Apabila penjual memahami hukum perlindungan konsumen maka mereka tidak akan melanggar hukum .<br><br>2.&nbsp; a). Asas manfaat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Asas keadilan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;c). Asas keseimbangan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;d). Asas keamanan dan&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Keseimbangan konsumen<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;e). Asas kepastian hukum<br><br>3. 1. Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>&nbsp;b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yng dinyatakan dalam label matau etiket barang tersebut;<br>&nbsp;c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;<br>d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;<br>f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;<br>g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;<br>i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undngan yang berlaku.<br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar.<br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 05:37:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376243412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leny Ayu Rahmayanti (19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376328237</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>• Asas manfaat<br>• Asas keadilan&nbsp;<br>• Asas keseimbangan&nbsp;<br>• Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>• Asas kepastian hukum<br><br>3<br>&nbsp;*BAB IV*<br>*PERBUATAN YANG DILARANG*<br>*BAGI PELAKU USAHA*<br>*Pasal 8*<br><br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>• tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>• tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>• tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>• tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>• tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>• tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>• tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>• tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-09 07:07:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2376328237</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yesandra prastiwi mustika putri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2384133799</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>• Asas manfaat<br>• Asas keadilan&nbsp;<br>• Asas keseimbangan&nbsp;<br>• Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>• Asas kepastian hukum<br><br>3<br>&nbsp;BAB IV<br>PERBUATAN YANG DILARANG<br>BAGI PELAKU USAHA<br>Pasal 8<br><br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>• tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>• tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>• tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>• tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>• tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>• tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>• tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>• tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-15 04:30:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2384133799</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ilda gladis renata t.p (14)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2388294665</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Hukum perlindungan konsumen sangatlah penting bagi pihak penjual selaku pelaku usaha, karena dapat mencegah penjual melakukan hal- hal yang dilarang dalam hukum dan juga dapat mencegah ruginya pihak pembeli yaitu selaku konsumen<br><br>2.&nbsp;<br>• Asas manfaat<br>• Asas keadilan&nbsp;<br>• Asas keseimbangan&nbsp;<br>• Asas keamanan dan keselamatan konsumen<br>• Asas kepastian hukum<br><br>3<br>&nbsp;*BAB IV*<br>*PERBUATAN YANG DILARANG*<br>*BAGI PELAKU USAHA*<br>*Pasal 8*<br><br>1.Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:<br>• tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,<br>• tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.<br>• tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya,<br>• tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.<br>• tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut<br>• tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut;<br>• tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan "halal" yang dicantumkan dalam label;<br>• tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat / isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus di pasang/dibuat;<br>• tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br><br>2. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang, rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.<br><br>3. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.<br><br>4. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat 1 dan ayat 2 dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-17 13:44:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2388294665</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2395429304</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Eka Putrie Ramadhani&nbsp;<br>kelas XI BDPI / 9<br><br>1. *Definisi perilaku konsumen*<br><br>#perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan dengan pembelian,pemilihan,penggunaan,serta pengevaluasian produk dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan.&nbsp;<br>Definisi lain dari perilaku konsumen ini adalah hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.selain pertimbangan mengenai kualitas produk,perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh harga produk.<br>#dengan mempelajari perilaku konsumen pemasar dapat mengetahui peluang baru yang berasal dari kondisi belum terpenuhinya kebutuhan dan kemudian mengidentifikasikannya untuk melakukan pengelompokan/segmentasi pasar dan apa yang dilakukan oleh pemasar dapat dirancang secara lebih baik dari pesaingnya.<br>#aktivitas perilaku konsumen menurut Kurts dan Boone ada 2 yaitu:<br>1.Aktivitas mental : adalah aktivitas yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan seseorang, contohnya seperti motivasi,sikap,dan keyakinan.<br>2.Aktivitas Mental, aktivitas ini sangat mudah diamati dan dilihat. Seperti halnya konsumen yang masuk ke dalam toko untuk melakukan pembelian pada produk tertentu.<br><br>2.*Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen*<br>Faktor ini terdiri dari 4 macam yaitu:<br>1. Faktor Budaya<br>Terdiri dari 3 macam,yaitu<br>&nbsp; &nbsp;*Budaya<br>&nbsp; &nbsp;*Subbudaya<br>&nbsp; &nbsp;*Kelas sosial<br>2. Faktor sosial<br>Terdiri dari 3 macam yaitu:<br>&nbsp; &nbsp; *Kelompok acuan<br>&nbsp; &nbsp; *Keluarga<br>&nbsp; &nbsp; *Nilai, norma-norma,dan&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Peran sosial.<br>3. Faktor psikologis<br>Terdiri dari 4 macam yaitu:<br>&nbsp;*Motivasi<br>&nbsp;*Pembelajaran<br>&nbsp;*Persepsi<br>&nbsp;*Sikap dan keyakinan<br>4. Faktor Pribadi<br>&nbsp; *Usia dan siklus hidup<br>&nbsp; *Pekerjaan<br>&nbsp; *Keadaan ekonomi<br>&nbsp; *gaya hidup<br>&nbsp; *Konsep diri<br>&nbsp; *Kepribadian<br><br>*3.Jenis perilaku konsumen ritel*<br>Secara umum jenis perilaku konsumen ritel dibagi menjadi 2 yaitu:<br>&nbsp; 1. Perilaku konsumen bersifat Rasional<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; adalah jenis tindakan atau perilaku konsumen dalam pembelian barang atau jasa yang mengedepankan konsumen secara umum<br>&nbsp; &nbsp; 2. Perilaku konsumen yang bersifat irasional<br>Merupakan jenis perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming"diskon atau promosi tanpa mengedepankan kebutuhanya<br><br>4 .*Identifikasi perilaku konsumen*<br><br>Faktor- faktor yang melingkupi pelanggan atau konsumen<br><br>a.) Individu<br>b.) Lingkungan keluarga<br>c.) Lingkungan masyarakat<br>d.) Budaya kota dan desa<br>e.) Ekonomi<br>f.) Indeologi atau agama<br>g.) Tata nilai<br>h.) Status sosial<br><br>*5. Motivasi Pembelian*<br><br>a.) Akal (rasional)<br>b.) Pelayanan toko (service)<br>c.) Kebutuhan memdesak&nbsp;<br><br>*6. Jenis-jenis pelanggan*<br><br>Jenis pelanggan di bagi menjadi dua yaitu<br>a.) Pelanggan eksternal<br>b.) Pelanggan internal</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-23 10:59:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/i6mnbpja4y1eihb7/wish/2395429304</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
