<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>perlawanan rakyat maluku by Damar aji Sasongko</title>
      <link>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-20 03:47:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-20 04:06:03 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>sekilas pandang</title>
         <author>damarajisasongko28</author>
         <link>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304164839</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku pada penjajahan tercatat sebagai salah satu perlawanan terhebat di negeri ini. Kawasan ini selalu menjadi incaran negara asing karena kekayaan rempah-rempah. Dua negara pernah mencoba menguasai kawasan ini, Portugis lalu kemudian Belanda.<br>Selain Maluku, perlawanan juga terjadi di beberapa daerah, seperti Jawa, Sumatera Barat, dan Aceh. Bentuk perlawanan tersebut dilakukan untuk mengusir penjajah dari Nusantara. Berikut ringkasan perjuangan perlawanan rakyat Maluku pada VOC Belanda</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 03:54:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304164839</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang</title>
         <author>damarajisasongko28</author>
         <link>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304168609</link>
         <description><![CDATA[<div>Latar Belakang Dari Perlawanan Rakyat Maluku<br><br></div><div>Sebenarnya, perlawanan-perlawanan rakyat Indonesia kepada para penjajah yakni Bangsa Belanda ini disebabkan karena semata-mata adanya VOC. Yap, kongsi dagang Hindia-Timur ini dianggap sebagai upaya bangsa Belanda untuk memonopoli kekayaan Indonesia dan membuat rakyat semakin sengsara. Nah, berikut ini adalah beberapa latar belakang penyebab terjadinya Perlawanan Rakyat Maluku yang kala itu dipimpin oleh Kapitan Pattimura.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 03:57:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304168609</guid>
      </item>
      <item>
         <title>peristiwa</title>
         <author>damarajisasongko28</author>
         <link>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304171121</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku muncul pada tahun 1635 di bawah pimpinan Kakiali, Kapitan Hitu. Saat Kakiali tewas terbunuh, perjuangannya dilanjutkan Kapitan Tulukabessy. Perlawanan ini baru dapat dipadamkan pada tahun 1646. Sampai akhir abad ke-18 tak terdengar lagi perlawanan pada VOC.<br><br>Baru kemudian muncul nama Sultan Jamaluddin, dan Sultan Nuku dari Tidore. Namun VOC dengan cepat bisa memadamkan perlawanan itu. Lalu pada 1817 muncul tokoh dari di Pulau Saparua bernama Pattimura. Dalam aksi Pattimura itu, Benteng Duurstede berhasil dihancurkan oleh rakyat Maluku. Bahkan, Residen Belanda Van den Bergh terbunuh dalam peristiwa tersebut.<br><br>Tak sampai di situ, Belanda terus membawa pasukan dari Ambon hingga Jawa demi mengalahkan rakyat Maluku. Peristiwa ini menjalar ke kota lainnya di Maluku, seperti Ambon, Seram, dan pulau lainnya agar rakyat Maluku mundur.<br><br>Rakyat Maluku pun mundur karena kekurangan pasokan makanan. Demi menyelamatkan rakyat dari kelaparan, Thomas Mattulessia atau Patimurra menyerahkan diri dan dihukum mati</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 03:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304171121</guid>
      </item>
      <item>
         <title>akhir peristiwa</title>
         <author>damarajisasongko28</author>
         <link>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304177877</link>
         <description><![CDATA[<div>Rakyat Maluku yang pertamanya terbagi menjadi Ternate &amp; Tidore akhirnya bersatu kembali setelah Sultan Khaerun terbunuh oleh Portugis, dan Sultan Baabullah selaku putra Sultan Khaerun praktis memimpin perlawanan rakyat besar-besaran terhadap Portugis. Portugis yang terdesak hebat pun mundur dan keluar dari Maluku, namun masalah belum selesai karena VOC pun datang.<br><br>Berang; rakyat Maluku yang akhirnya berada di bawah pimpinan Sultan Nuku pun melawan VOC dan didukung oleh rakyat Papua di bawah pimpinan Raja Ampat dan juga orang-orang Gamrange dari Halmahera. Oleh para pengikutnya, Pangeran Nuku diangkat sebagai sultan dengan gelar Tuan Sultan Amir Muhammad Syafiudin Syah. Sultan Nuku juga berhasil meyakinkan Sultan Aharal dan Pangeran Ibrahim dari Ternate untuk bersama-sama melawan VOC. Bahkan dalam perlawanan ini Inggris juga member dukungan terhadap Sultan Nuku. Belanda kewalahan dan tidak mampu membendung ambisi Nuku untuk lepas dari dominasi Belanda. Sultan Nuku berhasil mengembangkan pemerintahan yang berdaulat melepaskan diri dari dominasi Belanda di Tidore sampai akhir hayatnya (tahun 1805)&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 04:06:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/damarajisasongko28/i5xgd2ygmxv6ehqt/wish/2304177877</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
