<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kerajaan Majapahit by Joanita Febriana Puspasari</title>
      <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8</link>
      <description>Tugas IPS oleh Joanita Febriana Puspasari 7B/18</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-04-28 00:28:43 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-04-29 12:39:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2690334350/e5cf621231b8e65c166080b1b93ee5b4/SEJARAH_KERAJAAN_MAJAPAHIT.webp</url>
      </image>
      <item>
         <title>Awal Kemunculan</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3427029023</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Raden Wijaya adalah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit</strong>. Beliau berasal dari <strong>keturunan Ken Arok,</strong> pendiri Kerajaan Singasari. Setelah keruntuhan Singasari akibat serangan Jayakatwang atau raja Kediri, Raden Wijaya mendirikan Majapahit pada tahun 1293 <strong>untuk mengembalikan kejayaan Singasari.</strong> Keruntuhan ini lah menjadi momentum bagi Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan baru. </p><p><br></p><p>Raden Wijaya kemudian mendapat dukungan dari pasukan Mongol yang saat itu sedang dalam perjalanan untuk menaklukkan Singasari. Tetapi, mereka akhirnya bersatu untuk melawan Jayakatwang, yang pada saat itu telah merebut Singasari dan memproklamasikan dirinya sebagai raja. </p><p><br></p><p>Pada <strong>12 November 1293,</strong> Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja pertama Majapahit, menandai hari lahirnya Majapahit sebagai sebuah kerajaan. Ia dibantu oleh beberapa tokoh penting, seperti <strong>Arya Wiraraja, Nambi, Lembu Sora, Ranggalawe, dan Kebo Anabrang. </strong></p><p><br></p><p>Pada masa pemerintahan awal, ada beberapa pemberontakan yang terjadi. Meski demikian, Raden Wijaya berhasil menjadikannya salah satu kerajaan besar di Asia Tenggara. Nama "Majapahit" sendiri diyakini berasal dari buah maja, yang rasanya pahit, yang ditemukan di daerah Tarik, Jawa Timur. Beberapa teori juga menyebutkan bahwa kata "maja" merujuk pada simbol kekuatan dan keteguhan, yang mencerminkan karakter kerajaan tersebut yang tidak mudah jatuh. Disingkat dong buat padlet</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2690334350/6ab8b353ee69b97092b1c6d9acd0ea8f/SEJARAH_KERAJAAN_MAJAPAHIT.webp" />
         <pubDate>2025-04-28 01:18:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3427029023</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3427029305</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Keruntuhan Kerajaan Majapahit</strong> dimulai setelah wafatnya <strong>Raja Hayam Wuruk</strong> pada tahun 1389. Hayam Wuruk dikenal sebagai raja terbesar Majapahit, dan sepeninggalnya tidak ada penerus yang memiliki kemampuan kepemimpinan setara. Hal ini memicu ketidakstabilan politik dan konflik internal.</p><p><br></p><p>Salah satu konflik besar adalah <strong>Perang Paregreg</strong> (1404–1406), yaitu perang saudara antara menantu Hayam Wuruk, <strong>Wikramawardhana</strong>, dan anak dari selir Hayam Wuruk, <strong>Bhre Wirabhumi</strong>. Perang ini melemahkan kekuatan militer dan pemerintahan Majapahit dari dalam.</p><p><br></p><p>Majapahit juga menghadapi tekanan eksternal. Jalur perdagangan penting di kawasan Nusantara mulai dikuasai oleh <strong>Kerajaan Malaka</strong>, yang tumbuh sebagai pusat dagang baru di Selat Malaka. Hubungan dagang Majapahit dengan <strong>Dinasti Ming</strong> (Tiongkok) juga menurun, mengurangi kemakmuran ekonomi kerajaan.</p><p><br></p><p>Kemudian, <strong>penyebaran agama Islam</strong> semakin meluas di wilayah pesisir Jawa dan Sumatra. Banyak pelabuhan dagang dan kerajaan mulai beralih ke kerajaan Islam seperti <strong>Demak</strong>. Semua ini membuat Majapahit kehilangan kekuasaan dan wilayah secara bertahap. Majapahit diperkirakan benar-benar runtuh sekitar tahun <strong>1527</strong>, ketika <strong>Demak</strong> menguasai bekas wilayahnya. Runtuhnya Majapahit menandai berakhirnya era kerajaan <strong>Hindu-Buddha besar</strong> di Nusantara dan awal dari dominasi kerajaan-kerajaan Islam.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2690334350/b5238a604ca4ea0bed66682b4d2b92b4/main_qimg_be00534b36027382ab90bd_20211117045826.jpg" />
         <pubDate>2025-04-28 01:18:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3427029305</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raja dan Ratu</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429768687</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Raden Wijaya (1293–1309)</strong></p><p><strong>Pendiri Majapahit dan raja pertama.</strong></p><p>Mendirikan kerajaan setelah mengalahkan Jayakatwang (raja Kediri) dengan bantuan pasukan Mongol.</p><p><br></p><p><strong>Sri Jayanagara/Kalagamet (1309–1328)</strong></p><p>Putra Raden Wijaya.</p><p>Masa pemerintahannya diwarnai oleh konflik internal dan pemberontakan dari pejabat istana, seperti Tengger dan Nambi.</p><p><br></p><p><strong>Tribhuwana Wijayatunggadewi/Sri Gitarja (1328–1350)</strong></p><p>Putri Sri Jayanagara.</p><p>Memperluas wilayah Majapahit ke Bali dan Sunda, memperkuat stabilitas kerajaan, serta mendukung kebijakan diplomatik.</p><p><br></p><p><strong>Hayam Wuruk/Sri Rajasanagara (1350–1389)</strong></p><p><strong>Raja terbesar Majapahit.</strong></p><p>Pemerintahannya mencapai puncak kejayaan, memperluas pengaruh Majapahit ke luar Jawa, termasuk Sumatra, Bali, dan Kalimantan.</p><p><br></p><p><strong>Wikramawardhana (1389–1429)</strong></p><p>Menjabat setelah masa Hayam Wuruk.</p><p>Menghadapi konflik dengan pihak internal kerajaan, tetapi tetap mempertahankan posisi Majapahit sebagai kekuatan besar di Nusantara.</p><p><br></p><p><strong>Brawijaya V/Bhre Kertabumi (1468–1478)</strong></p><p><strong>Raja terakhir</strong> Majapahit yang tercatat sebagai pemimpin pada <strong>masa kejayaan</strong>nya.</p><p>Pemerintahannya menandai kemunduran Majapahit akibat serangan dari kerajaan-kerajaan kecil dan perselisihan internal.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2690334350/4645fecaee41a6ed4862d609d294a9c2/RajaKerajaanMajapahit_1024x526.jpg" />
         <pubDate>2025-04-29 11:37:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429768687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kehidupan Sosial dan Ekonomi</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429775355</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Majapahit dikenal dengan<strong> budaya dan seni yang sangat kaya</strong>. Seni ukir berkembang pesat dengan gaya yang detail dan <strong>menggambarkan alam serta hewan, seperti bunga, naga, dan burung. </strong></p><p><br></p><p>Selain itu, arsitektur Majapahit juga megah dan indah, dihiasi ukiran khas. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku yang hidup berdampingan, dengan s<strong>uku Jawa sebagai kelompok utama.</strong> Mereka memiliki sistem kekerabatan dan <strong>hierarki sosial yang kuat.</strong> <strong>Majapahit menjunjung toleransi beragama</strong>, memfasilitasi hidup berdampingan antara Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal (Kejawen).</p><p><br></p><p>Sebagai pusat perdagangan dan pertukaran budaya, Majapahit memperdagangkan kain, logam mulia, dan rempah-rempah. Interaksi ini memperkaya budaya lokal dengan pengaruh dari berbagai daerah di Nusantara dan Asia Tenggara.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2690334350/29aea5e9c44ea745107a51f119df4e9b/kehidupan_politik_majapahit.jpg" />
         <pubDate>2025-04-29 11:42:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429775355</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesenian, Budaya, dan Agama</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429777615</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pakaian Adat Majapahit</strong></p><ol><li><p>Masyarakat bangsawan memakai busana mewah.</p></li><li><p>Contohnya, Damarwulan memakai sumping Sureng Pati, kampuh, dan sabuk.</p></li><li><p>Pakaian mencerminkan status sosial tinggi.<br><br></p></li></ol><p><strong>Upacara Adat Majapahit</strong></p><ol><li><p>Kental dengan Kejawen dan Hindu-Buddha.</p></li><li><p>Pesta Srada: upacara pemujaan arwah leluhur.<br><br></p></li></ol><p><strong>Budaya Suku Tengger</strong></p><ol><li><p>Keturunan pengikut Majapahit yang mengungsi ke Pegunungan Tengger.</p></li><li><p>Melestarikan budaya lewat Upacara Kasada (persembahan di kawah Bromo, selamatan, Melasti, pemilihan dukun).<br><br></p></li></ol><p><strong>Tari Jathilan</strong></p><ol><li><p>Tarian prajurit tua dari Jawa.</p></li><li><p>Menggunakan kuda tiruan dari bambu atau kulit.</p></li><li><p>Gerak dinamis, menggambarkan semangat tempur.<br><br></p></li></ol><p><strong>Agama di Era Majapahit</strong></p><p>Elit istana menganut Hindu eksklusif.</p><p>Rakyat umum tetap memeluk kepercayaan lokal (animisme).</p><p>Animisme: pemujaan roh nenek moyang sejak masa prasejarah.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 11:43:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429777615</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kejayaan</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429783598</link>
         <description><![CDATA[<p>Masa kejayaan Majapahit terjadi pada pemerintahan<strong> Hayam Wuruk,</strong> yang didampingi oleh <strong>Gajah Mada sebagai Mahapatih.</strong> Pada masa ini, Majapahit mencapai puncak kejayaan di bidang politik, ekonomi, dan budaya.</p><p><br></p><p>Bukti kejayaan Majapahit antara lain:</p><p><br></p><p>Wilayah kekuasaan yang luas, meliputi:</p><p>Seluruh Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Maluku, pengaruh hingga Semenanjung Malaya (Malaysia) dan sebagian Filipina.</p><p><br></p><ol><li><p><strong>Sumpah Palapa Gajah Mada yang terealisasi</strong>, yang bertujuan menyatukan Nusantara. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil seperti Bali, Ternate, Maluku, dan Sumatra melalui ekspedisi militer dan diplomasi, termasuk aliansi politik dan pernikahan antarbangsawan.</p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p><strong>Kesejahteraan masyarakat dengan ekonomi </strong>yang makmur berkat penguasaan jalur perdagangan laut Nusantara. <strong>Seni dan budaya berkembang pesat</strong>, menghasilkan karya-karya besar dalam bentuk candi, sastra, kesenian, dan <strong>toleransi antara agama Hindu dan Buddha</strong>.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 11:48:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429783598</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Peninggalan</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429803465</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Gapura Bajang Ratu<br></strong>Sebuah bangunan gapura yang terletak di Desa Temon, Trowulan, Mojokerto. Gapura ini merupakan salah satu peninggalan monumental dari Majapahit.<br><br></p></li><li><p><strong>Candi Tikus<br></strong>Sebuah candi yang ditemukan di dekat Desa Temon, Trowulan, yang diduga digunakan untuk kegiatan keagamaan pada masa Majapahit.<br><br></p></li><li><p><strong>Kitab Negarakertagama<br></strong>Karya sastra terkenal dari Majapahit, yang ditulis oleh <strong>Mpu Prapanca</strong> pada abad ke-14. Kitab ini berisi sejarah dan keadaan politik, sosial, dan budaya Majapahit.<br><br></p></li><li><p><strong>Prasasti Kudadu<br></strong>Prasasti yang ditemukan di daerah Kudadu, Jawa Timur, yang berisi catatan penting mengenai kehidupan di Majapahit, termasuk tentang perjalanan diplomatik dan kebijakan pemerintahan.<br><br></p></li><li><p><strong>Candi Pari<br></strong>Candi yang terletak di daerah Parengan, Jawa Timur. Candi ini diperkirakan dibangun pada masa Majapahit dan memiliki arsitektur yang khas.<br><br></p></li><li><p><strong>Gapura Wringin Lawang<br></strong>Gapura yang berada di kawasan Trowulan, Mojokerto, yang merupakan salah satu pintu masuk utama ke kompleks istana Majapahit pada zaman dahulu.<br><br></p></li><li><p><strong>Candi Brahu<br></strong>Salah satu candi peninggalan Majapahit yang diperkirakan dibangun pada abad ke-15 Masehi. Candi ini terletak di daerah Trowulan dan digunakan untuk upacara keagamaan.<br><br></p></li><li><p><strong>Candi Cetho<br></strong>Candi yang bercorak Hindu dan dibangun pada akhir era Majapahit. Candi ini terletak di lereng Gunung Lawu, Jawa Timur, dan memiliki keunikan dalam arsitekturnya.<br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 12:05:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429803465</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumber Berita</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429806120</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Berita Tiongkok</strong> yang dituliskan pada masa Dinasti Ming yang mengungkap adanya hubungan diplomasi Majapahit dengan kekaisaran China.</p></li><li><p><strong>Prasasti Butak (1294)</strong> yang memuat peristiwa runtuhnya Kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan Majapahit.</p></li><li><p><strong>Kidung Harsawijaya dan Panji Wijayakrama</strong> yang memuat upaya Raden Wijaya dalam menghadapi musuh dari Kediri dan tahun-tahun awal perkembangan dari Kerajaan Majapahit.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Kitab Pararaton</strong> yang ditulis oleh Mpu Prapanca memuat pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Kitab Negarakertagama</strong> yang ditulis Mpu Prapanca yang memuat perjalanan Hayam Wuruk di Jawa Timur.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-04-29 12:06:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429806120</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Raja Terakhir</title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429807928</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Brawijaya VI/Girindrawardhana (1478–1489)</strong></p><p>Melanjutkan masa kemunduran Majapahit.</p><p>Pada masa pemerintahannya, kerajaan mulai kehilangan kekuasaannya dan mulai terpecah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2690334350/0d910c231049c44ee00a286bcb3bd798/afcd09bb5d52604d179686731cf2c926.jpg" />
         <pubDate>2025-04-29 12:08:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429807928</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429829131</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.bing.com/search?q=peninggalan%20bersejarah%20kerajaan%20majapahit&amp;qs=n&amp;form=QBRE&amp;sp=-1&amp;ghc=1&amp;lq=0&amp;pq=peninggalan%20bersejarah%20kerajaan%20majapahit&amp;sc=4-41&amp;sk=&amp;cvid=0324321546314272B004B1DA5DCADDB4" />
         <pubDate>2025-04-29 12:24:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429829131</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429829520</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.bing.com/search?pglt=297&amp;q=Masa+keruntuhan+dan+alasannya+kerajaan+majapahit&amp;cvid=92242b7745854ba787edb4210cd9b7f5&amp;gs_lcrp=EgRlZGdlKgYIABBFGDkyBggAEEUYOdIBCTI5NTQxajBqMagCALACAA&amp;FORM=ANNTA1&amp;ucpdpc=UCPD&amp;PC=ASTS" />
         <pubDate>2025-04-29 12:25:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429829520</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429830252</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://kumparan.com/berita-terkini/sejarah-masa-keruntuhan-kerajaan-majapahit-200LoLfBbHw" />
         <pubDate>2025-04-29 12:25:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429830252</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429830496</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://mediaindonesia.com/humaniora/610904/faktor-yang-menyebabkan-runtuhnya-kerajaan-majapahit" />
         <pubDate>2025-04-29 12:26:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429830496</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429830843</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://kumparan.com/berita-terkini/mengenal-sumber-sejarah-kerajaan-majapahit-1z5PRmSW7UV" />
         <pubDate>2025-04-29 12:26:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429830843</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831380</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://kumparan.com/berita-terkini/mengenal-sumber-sejarah-kerajaan-majapahit-1z5PRmSW7UV/3" />
         <pubDate>2025-04-29 12:26:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831380</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831547</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/kehidupan-sosial-budaya-kerajaan-majapahit-yang-menarik-diulik-21ymWngOPlT/full" />
         <pubDate>2025-04-29 12:26:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831547</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831701</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.kompas.com/stori/read/2021/04/26/165346179/raja-raja-kerajaan-majapahit?page=all#page2" />
         <pubDate>2025-04-29 12:27:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831701</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831839</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://retizen.republika.co.id/posts/312035/seni-dan-kebudayaan-kerajaan-majapahit" />
         <pubDate>2025-04-29 12:27:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429831839</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429832029</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://nationalgeographic.grid.id/read/132940599/selidik-agama-dan-kepercayaan-masyarakat-pada-era-kerajaan-majapahit?page=all" />
         <pubDate>2025-04-29 12:27:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429832029</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429832233</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://direktorimajapahit.id/halaman/masa-kejayaan-1293-1389" />
         <pubDate>2025-04-29 12:27:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429832233</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>24257054joan</author>
         <link>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429832300</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.nusantarainstitute.com/sejarah-majapahit-struktur-pemerintahan-pembagian-area-kerajaan/" />
         <pubDate>2025-04-29 12:27:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257054joan/i3uyacuje5xbi8k8/wish/3429832300</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
