<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Mataram Islam by Rizky Kurnia Sandy</title>
      <link>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-16 09:44:50 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-22 19:29:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>sndyv18</author>
         <link>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300197310</link>
         <description><![CDATA[<div>Sepanjang abad ke-16, tepatnya pada puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Anyakrakusuma, Mataram adalah salah satu negara terkuat di Jawa, kesultanan yang menyatukan sebagian besar pulau Jawa, yakni sebagian besar wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah kecuali Banten, selain itu juga menguasai daerah Madura, dan Sukadana (Kalimantan Barat) serta Pulau Sumatera (Palembang dan Jambi). Kesultanan ini terdiri dari beberapa wilayah inti mulai dari: kutagara, nagaragung, mancanagara, pasisiran dan sejumlah kerajaan vasal, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan sisanya diberikan beragam tingkat otonomi.<br><br>Kesultanan ini secara de facto merupakan negara merdeka yang menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan Belanda ditandai dengan kedua pihak saling mengirim duta besar. Anyakrakusuma di bawah kepemimpinannya tidak mengizinkan Serikat Dagang Hindia Timur (VOC) untuk mendirikan loji-loji dagang di pantai utara. Hal ini ditolak karena bila diizinkan maka ekonomi di pantai utara akan dikuasai dan melemah. Penolakan ini membuat hubungan keduanya sejak saat itu merenggang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1809279079/7667551f673a9b5f7c7b0188a1de2c5b/8734d_46289420_539379603137922_974270720981036368_n.jpg" />
         <pubDate>2022-09-16 15:40:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300197310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>peristiwa </title>
         <author>sndyv18</author>
         <link>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300203085</link>
         <description><![CDATA[<div>Raden Mas Rangsang atau lebih dikenal sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma adalah raja Kesultanan Mataram yang berkuasa antara 1613-1645 M. Di bawah kekuasaan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak keemasannya. Mataram mengalami kemajuan dalam segala bidang dan hampir menguasai seluruh tanah Jawa. Salah satu wilayah di Jawa yang belum dikuasai adalah Banten serta Batavia (Jakarta), yang menjadi markas VOC. Inilah salah satu alasan Sultan Agung menyerang Batavia, karena dianggap sebagai penghalang untuk menguasai Banten. Selain itu, Sultan Agung menganggap kedudukan VOC di Batavia sebagai ancaman karena kerap menghalangi kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka.<br>Pada 1628, Sultan Agung mengirim pasukan untuk melakukan serangan pertama ke VOC di Batavia. Serangan Sultan Agung ke Batavia yang pertama dipimpin oleh Tumenggung Baureksa, bupati Kendal. Strategi serangan pasukan Sultan Agung di Batavia pada 1628 adalah dengan membendung Sungai Ciliwung agar benteng VOC kekurangan air. Meski strategi ini berhasil membuat pihak VOC terjangkit wabah kolera, tetapi dominasi Belanda belum bisa dipatahkan. Pada akhirnya, pasukan Mataram memilih mundur dan kembali ke kerajaannya. Mundurnya perlawanan Mataram terhadap Belanda di Batavia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kalah persenjataan, stamina pasukan terkuras, dan kekurangan bahan makanan.<br>Serang kedua kembali dikirimkan Sultan Agung pada tahun 1629. Strategi yang diterapkan di antaranya, memperkuat armada militer, meningkatkan jumlah persenjataan, dan membangun lumbung makanan di Tegal dan Cirebon. Serangan kedua yang dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya ini berhasil membawa 80.000 pasukan Mataram sampai di Batavia. Namun, serangan ini kembali menemui kegagalan. Penyebab utama kegagalan serangan Mataram terhadap VOC tahun 1629 adalah dibakarnya lumbung padi pasukan Mataram oleh Belanda. Akibatnya, pasukan Mataram kekurangan bahan makanan dan kelelahan, sehingga memilih untuk mundur.<br>Dengan demikian, perlawanan Keslutanan Mataram melawan VOC dilakukan sebanyak dua kali. Sayangnya, dua kali perlawanan tersebut mengalami kegagalan semua. Faktor utama yang menyebabkan kegagalan karena jarak tempuh yang terlalu jauh, persenjataan yang kalah lengkap, dibakarnya lumbung padi pasukan Mataram oleh VOC.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-16 15:44:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300203085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>latar belakang </title>
         <author>sndyv18</author>
         <link>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300249167</link>
         <description><![CDATA[<div>latar belakang terjadinya perlawanan Mataram adalah tindakan VOC yang memonopoli perdagangan dan VOC menjadi penghalang Sultan Agung dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu mempersatukan pulau Jawa di bawah kekuasaaan Mataram.latar belakang terjadinya perlawanan Mataram adalah tindakan VOC yang memonopoli perdagangan dan VOC menjadi penghalang Sultan Agung dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu mempersatukan pulau Jawa di bawah kekuasaaan Mataram.<br><br><br>Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan. Sultan Agung memiliki cita-cita, yaitu mempersatukan seluruh tanah Jawa dan mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara. Terkait dengan cita-citanya ini, maka Sultan Agung sangat menentang keberadaan kekuatan VOC di Jawa. Apalagi, tindakan VOC yang terus memaksakan kehendak untuk melakukan monopoli perdagangan membuat para pedagang Pribumi mengalami kemunduran. Kebijakan monopoli itu juga dapat membawa penderitaan rakyat. Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia.&nbsp;<br><br>Dengan demikian, latar belakang terjadinya perlawanan Mataram adalah tindakan VOC yang memonopoli perdagangan dan VOC menjadi penghalang Sultan Agung dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu mempersatukan pulau Jawa di bawah kekuasaaan Mataram.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-16 16:15:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300249167</guid>
      </item>
      <item>
         <title>akhir peristiwa </title>
         <author>sndyv18</author>
         <link>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300252107</link>
         <description><![CDATA[<div>Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaaan yang berdiri di masa penjajahan Belanda. Seperti layaknya kerajaan lain, kerajaan ini juga menentang monopoli perdagangan VOC. Salah satu sultan yang menentang VOC adalah Sultan Agung. Di masa pemerintahan Sultan Agung juga Kerajaan Mataram mengalami perkembangan yang sangat pesat. Penyerangan pertama Mataram ke VOC masih mengalami kegagalan. Penyerangan kedua terjadi di tahun 1629. Penyerangan ini berhasil membuat Benteng Hollandia runtuh. Lalu, bagaimana kelanjutannya?<br><br>Saat Kerajaan Mataram mengepung Benteng Bommel, terdengar berita kalau Jenderal VOC saat itu, yaitu J.P. Coen sudah meninggal. Kejadian ini terjadi di tanggal 21 September 1629. Dalam situasinya yang sudah sangat kritis, Belanda semakin marah dan semakin brutal dalam menghadapi serangan Mataram. Dengan menyiapkan persenjataan yang lebih baik dan lengkap, Belanda dapat menangkal serangan dari Mataram. Pasukan Mataram semakin melemah dan akhirnya kembali ke Mataram.<br><br>Begitulah akhir dari serangan Sultan Agung yang kedua ini yang mengalami kegagalan.<br>Dengan kegagalan pasukan Mataram, VOC semakin ingin untuk terus memaksakan monopoli dan memperluas pengaruhnya di daerah-daerah lain. Namun, VOC selalu khawatir dengan kekuatan tentara Mataram yang semakin lama semakin kuat. Tentara VOC juga selalu berjaga-jaga untuk mengawasi tingkah laku pasukan Mataram. Pasukan Sultan Agung tidak pernah menyerah dan selalu berusaha untuk bisa menggagalkan rencana VOC untuk memperluas kekuasaan dan monopoli perdagangannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-16 16:17:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sndyv18/hyucp1f6n9efvumm/wish/2300252107</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
