<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TUGAS 1 XII LIMIT GEO WILAYAH by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-07-30 03:39:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-12 10:33:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Hotsun.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Wilayah Permukaan Bumi - Hutan Mangrove 84</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271661114</link>
         <description><![CDATA[<div><br>-Kelompok Mangrove Squad-<br>1) Andi Enrico Maulana<br>2) Rhafly Dwi Saputra T.<br>3) Dandy Anggara Saputra<br>4) Niar Nurcahya Nasrullah<br>5) Siti Faradibah Asriani<br> <br>profil wilayah : “hutan mangrove”<br>Hutan Mangrove ini letaknya ada di Dusun Pasir Mendit Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kulon Progo, Yogyakarta. Lokasinya sekitar 15 menit dari Pantai Congot, tepatnya 7 km. Hutan mangrove mempunyai luas 3.300 hektar, dgn suhu udara dgn fluktuasi musiman tdk lebih dari 5 derajat celcius dan suhu udara rata2 di bulan terdingin lebih dari 20 derajat celcius.<br>Hutan Mangrove ini termasuk wilayah karena hutan ini dibatasi oleh kenampakan tertentu yang bersifat khas dan membedakan wilayah tersebut dari wilayah lainnya. Misalnya, wilayah hutan mangrove sendiri berbeda dengan wilayah pertanian, begitu jg wilayah kota berbeda dengan wilayah perdesaan. <br>Selain itu, hutan mangrove termasuk wilayah fungsional. Alasannya, karena hutan mangrove merupakan contoh wilayah fungsional yg dikatakan sebagai zona penyangga wilayah dan sebagai penyangga bagi daerah lain. Hutan mangrove juga lebih menekankan keterkaitan antarkompen/lokasi.<br>Saat ini, di area hutan mangrove tersebut Masing-masing lokasi mempunyai ciri khas dan daya tarik tersendiri. Salah satunya di lokasi Jembatan Api-Api misalnya, pengunjung dapat menikmati pemandangan sekaligus menyeberangi jembatan besar yang terbuat dari kayu dan bambu. Jembatan ini di lewati jika ingin menuju ke hutan mangrove.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/302846588/67cc6d7512cb9a200a132ced4a17f4fa/311A5A81_0AA5_4D80_9BDF_4B1B17AF957F.jpeg" />
         <pubDate>2018-08-01 12:25:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271661114</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271748128</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok Neptunus</div><div><br></div><div>Nama anggota kelompok :</div><ul><li>Mutia Rizky Yunus H.</li><li>Ananda Jurana</li><li>A. Anastasya Ariska.A</li><li>Annisa Cahyani Aksam</li><li>Hasnan Habib S</li></ul><div><br></div><div>HUTAN LINDUNG WEHEA</div><div><br></div><div>Profil singkat wilayah</div><div>Hutan lindung wehea berada diwilayah kabupaten kutai timur provinsi kalimatan timur. Pulau kalimantan sangatlah kaya akan wilayah hutan karena pulau kalimantan merupakan pulau terbesar diindonesia yang wilayahnya sangat luas sekali.&nbsp;</div><div><br></div><div>Karakteristik / ciri-ciri hutan lindung wehea:</div><div>1. Luasnya hutan lindung wehea adalah 38.000 HA&nbsp;</div><div>2. Dihutan ini masih bisa didapati suku lokal kalimantan yaitu suku dayak yang notabene nya masih menggantungkan kehidupannya pada sumber daya hutan</div><div>3. Hutan lindung ini mampu menyongkong tiga daerah aliran sungai seperti aliran sungai seleq, melinyiu, dan sekung.</div><div><br></div><div>Hutan lindung wehea dikatakan wilayah homogen dimana populasi disuatu area memiliki karakteristik yang khas. Wilayah homogen didasarkan pada kriteria "alam" seperti karakteristik fisik, misalnya ketinggian / iklim. Mengapa hutan lindung wehea dikatakan sebagai wilayah homogen(formal) karena karakteristik hutan ini berpopulasi lokal. Dimana karakteristik wilayah homogen adalah populasi lokal seperti bahasa, pendapatan, politik atau agama.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-02 05:23:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271748128</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok Malino</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271748229</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Anggota<br>1. Akhmad Afif Athaullah<br>2. Achmad Dzaki FIkri M<br>3. Arya Rasendriya<br>$. Muh.Bilal Alfieldy<br><br>GURUN SAHARA 82<br><br>Profil: <strong><br>Gurun Sahara</strong> adalah nama sebuah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Pasir">padang pasir</a> terbesar di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">dunia</a>. Nama "Sahara" diambil dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a> yang berarti "padang pasir".&nbsp;<br><br></div><div>Sahara terletak di utara <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a> dan berusia 2,5 juta tahun. Padang pasir ini membentang dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Atlantik">Samudra Atlantik</a> ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Merah">Laut Merah</a>. Dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Tengah">Laut Tengah</a> di utara sampai ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sahel">Sahel</a> di sebelah selatan. Dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mauritania">Mauritania</a> di sebelah barat ke <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> di sebelah timur. Padang pasir ini membagi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Benua">benua</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a> menjadi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara">Afrika Utara</a> dan Afrika "yang sejatinya". Kedua bagian benua ini sangat berbeda, baik secara <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Iklim">iklim</a> maupun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya">budaya</a>. Luas padang pasir ini sekitar 9.000.000 km<sup>2</sup>.<br>Tak mengherankan jika Sahara dijuluki sebagai salah satu gurun terbesar di dunia<br><br>Karakteristik gurun sahara : Salah satu keajaiban Sahara yang hingga kini masih sangat melegenda adalah keberadaan Oasis, daerah yang memiliki tingkat kesuburan tanah sangat tinggi. Terdapat 90 oasis yang tersebar di seluruh penjuru gurun.<br><br></div><div>Salah satu karakteristik Gurun Sahara yang juga dipunyai oleh 12 gurun utama dunia lainnya, adalah soal curah hujan. Hampir sepanjang tahun, hujan sangat jarang turun di kawasan tersebut. Suhu siang hari di Sahara bisa sangat menyengat, tapi sebaliknya pada malam hari bisa menusuk tulang karena terlalu dingin.<br><br></div><div>Kota-kota penting yang ada di sekitar Sahara, diantaranya Nouakchott (ibukota Mauritania), Tamanraset, Ouargla, Bechar, Messoud, Ghardaia, El Oued, Aljazair, Agadez, 🤬 (Nigeria), Faya-Largeau, dan Chad (Libya). Kota-kota tersebut memiliki peran penting karena berdekatan dengan Sahara.<br><br>Gurun Sahara dikatakan Wilayah karena di gurun sahara membentuk kompleks yang lengkap karena memiliki tanah, air, tumbuhan, hewan dan manusia sesuai dengan pengertian wilayah oleh B.A. Botkin.<br><br>Gurun sahara dikatakan wilayah homogen atau formal karena gurun sahara memiliki karakteristik tang khas seperti iklim yang panas, flora dan fauna yang beragam serta faktor bahasa, budaya dan populasi lokal yang beragam.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://maps.googleapis.com/maps/api/staticmap?center=sahara%20desert&amp;key=AIzaSyD3kjetwpeAYF-eXThlRhc1F1EYwsQvHcY&amp;scale=2&amp;size=640x480&amp;maptype=hybrid&amp;language=en&amp;markers=sahara%20desert" />
         <pubDate>2018-08-02 05:25:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271748229</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wilayah permukaan bumi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271749810</link>
         <description><![CDATA[<div>GUNUNG SEMERU 80<br><br>Kelompok Muffin :<br><br>1.Nur Anisa Putri S<br>2.Siti Arafiah Aqmarina<br>3.Siti Yana Nabilah<br>4.Nur Aliyah<br>5.Gabriella Eka<br>6.Vira Angel<br><br>Profil wilayah<strong><br>Gunung Semeru</strong> atau <strong>Gunung Meru</strong> adalah sebuah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi_kerucut">gunung berapi kerucut</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa">Pulau Jawa</a>, dengan puncaknya <em>Mahameru</em>, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci">Gunung Kerinci</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani">Gunung Rinjani</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat">Nusa Tenggara Barat</a><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gunung_Semeru#cite_note-1"><sup>[1]</sup></a>. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama <em>Jonggring Saloko</em>. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Malang">Kabupaten Malang</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lumajang">Kabupaten Lumajang</a>, Provinsi <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>. Gunung ini termasuk dalam kawasan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bromo_Tengger_Semeru">Taman Nasional Bromo Tengger Semeru</a>.<br><br></div><div><br></div><div><strong>Gunung Semeru</strong></div><div><br><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Semeru.jpg"><figure class="attachment attachment--preview"><img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Semeru.jpg/280px-Semeru.jpg" width="280" height="190"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></a><br><br></div><div>Titik tertinggi</div><div><br><br></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Puncak_topografi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Puncak</a></div><div> | 3.676 m (12.060 ft)<br><br></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Daftar_daftar_gunung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Masuk dalam daftar</a></div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ribu">Ribu</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi#Klasifikasi_gunung_berapi_di_Indonesia">Gunung api Tipe A</a><br><br></div><div>Koordinat</div><div> | <a href="https://tools.wmflabs.org/geohack/geohack.php?language=id&amp;params=8_6_28.8_S_112_55_12_E_type:mountain">8°6′28.8″LS,112°55′12″BT</a><br><br></div><div>Geografi</div><div><br><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Java_Relief_Map.svg"><figure class="attachment attachment--preview"><img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c4/Java_Relief_Map.svg/285px-Java_Relief_Map.svg.png" width="285" height="152"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></a><figure class="attachment attachment--preview"><img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/39/Red_triangle_with_thick_white_border.svg/16px-Red_triangle_with_thick_white_border.svg.png" width="16" height="14"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>SemeruLetak Gunung Semeru di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau">Pulau</a> <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a><br><br></div><div>Letak</div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Malang">Kabupaten Malang</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lumajang">Kabupaten Lumajang</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a><br><br></div><div>Geologi</div><div><br><br></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_jenis_gunung">Jenis gunung</a></div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stratovolcano">Stratovolcano</a><br><br></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Letusan_gunung">Letusan terakhir</a></div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/2015">2015</a><br><br></div><div>Pendakian</div><div><br><br></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Rute_normal&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rute termudah</a></div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tumpang,_Malang">Tumpang</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Malang">Kabupaten Malang</a></div><div><br>Semeru mempunyai kawasan <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Dipterokarp_Bukit&amp;action=edit&amp;redlink=1">hutan Dipterokarp Bukit</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Dipterokarp_Atas&amp;action=edit&amp;redlink=1">hutan Dipterokarp Atas</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hutan_Montane">hutan Montane</a>, dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Ericaceous&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hutan Ericaceous atau hutan gunung</a>.<br><br></div><div><br>Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lintang_Selatan">LS</a> dan 112°55' <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bujur_Timur">BT</a>.<br><br></div><div><br>Pada tahun <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1913">1913</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1946">1946</a> Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/1973">1973</a>. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pronojiwo,_Lumajang">Pronojiwo</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Candipuro,_Lumajang">Candipuro</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lumajang">Lumajang</a>.<br><br>Ciri-ciri/karateristik :<br>1.merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di indonesia.<br>22.mempunyai kawasan hutan dipterokarp bukit,hutan ericaceous atau hutan gunung.<br>3.memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m.<br>4.gunung ini di anggap sebagai”lingga acala”lingga yang tidak bergerak sekaligus juga berarti lingga yang bukan diciptakan manusia.<br><br><br><br><br>Gunung semeru termasuk wilayah karena semeru secara administratif termasuk dalam wilatah dua kabupaten,yakni malang dan lumajang,dan dikatakan wilayah karena berdasarkan karakteristik fisik lahan,iklim dan jenis tanahnya.<br><br>Gunung semeru dikatakan wilayah formal karena ketinggiannya lebih dari 600 meter ,berdasarkan  pada ciri ciri morfologi yaitu suatu daerah yang memiliki ketinggian di atas 600 meter di atas permukaan laut,dan memiliki kemiringan lerengnya lebih dari 24%.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-02 05:56:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/271749810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wilayah dan Pewilayahan</title>
         <author>ariomhmmd</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272032950</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok Latimojong :&nbsp;<br>Arya Fathurrahman<br>Adam Mustakim<br>Andi Muh Ario Sutan A.M<br>GHALY GIBRALTAR<br>Muh. Razky Ramadhana<br>Farhan Muh. Putra<br>Ajeng Dwi Setya Laras putri<br><br>Gunung Latimojong<br>Gunung Latimojong adalah satu nama gunung di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Gunung Latimojong berada di tengah-tengah Sulawesi Selatan. Sebagian besar pengunungan ini terletak di daerah Kabupaten Enrekang.</div><div><br><br></div><div>Pegunungan latimojong membujur dari Barat ke Timur, dan melintang dari Utara ke Selatan.</div><div><br><br></div><div>Karakteristik :&nbsp;</div><div><br><br></div><div>1.Memiliki ketinggian 3.478 meter</div><div><br><br></div><div>2.gunung ini bertipe tidak aktif</div><div><br><br></div><div>3. mempunyai banyak puncak-puncak diantaranya adalah merupakan puncak tertinggi di Sulawesi yaitu puncak Rante mario 3.478 mdpl, kemudian ada puncak Buntu Nenemori 3.397 mdpl, Buntu Ranetekombala 3.087 mdpl.</div><div>&nbsp;</div><div>Gunung latimojong termasuk wilayah homogen karena didasarkan pada kriteria alamseperti ketinggiannya 3.478 meter</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-06 03:28:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272032950</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PEMBANGUNAN WILAYAH BERKELANJUTAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272033868</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Keolompok 6<br>Anggota <br>Vira Angel Tambukuk P.<br>Gabriella Eka A.<br>Rafly Dwi S.<br>Muh.Ghaly B.<br>Nafla Aprillia R.K<br><br>Pada tahun 1987,Komisi Lingkungan dan Pembangunan Dunia memperkenalkan istilah "pembangunan berkelanjutan ( sustainable development)". Komisi ini menyadari bahwa masalah lingkungan seperti kemiskinan dan disintegrasi tidak dapat di pisahkan dari masalah lain.<br>Pembangunan berkelanjutan membutuhkan analiss seimbang dan terpadu dari tiga perspektif utama , yakni Sosial,Ekonomi dan Lingkungan .<br>Menurut UU Republik Indonesia No 32.Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup,pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dab terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup .<br>Pada September 2018 pembangunan berkelanjutan melibatkan 194 negara anggota PBB ,komonitas sipil,dan pelaku ekonomi seluruh dunia.<br>Tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG yaitu usaha untuk menjawab permasalahan global dalam mengatasi kemiskinan ,kesenjangan dan perubahan iklim.<br>Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terdiru dari:<br>1.tanpa kemiskinan dengan cara mengentaskan segalaa bentuk kemiskinan di semua tempat.<br>2.kehidupan sehat dan sejahtra dengan cara menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahtraan untuk semua usia.<br>3.pengadaan air bersih dan senitasi layak untuk semua<br>4.kesetaraan gender dengan cara mencapai kesejahtraan gender dan pemberdayaan perempuan.<br>5.mengurangi kesenjangan di antara negara negara.<br>Menurut peraturan Presiden Republik Indonesia No.59 Tahun 2007 pembangunan berkelanjutan tujuanya <br>1.menjaga peningkatan kesejahtraan ekonomi<br>2.menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat<br>Konfrensi Nasional PB di Yogyakarta tahun 2004 meghasilakn kesepakatan nasional PB sbagai berikut <br>1.penegakan komitmen bagi pembangunan yang berkelanjutan melalui penerapan tiga pilar,yaitu pembangunan ekonomi,sosial,dan perlindungan lingkungan.<br>2.pengentasan kemiskinan ,perubahan pola produksi dan komsumsi ,serta pelestarian lingkungan <br>3.peningkatan kemandirian sosial<br>4.penegasan jaminan keragaman sumber daya dan budaya sebagai modal pembangunan dan perekat bangsa <br>5.penegasan kotmitmen untuk meneruskan proses reformasi<br>Dalam konteks pembangunan berkelanjutan ,dimensi keruangan merupakan hal terpenting terlihat dari hala hal berikut ini .<br>1.fenomena lokal memiliki dampak global .Misalnya,pengalih fungsian habitat alam menjadi lahan pertanian sangat mempengaruhi fungsi dan struktur ekosistem .hal ini dapat mengurangi ketahanan ekosistem sekaligus mempengaruhi siklus geokimia .Dampaknya kegitan ini berkonstribusi pada pemanasan global ..<br>2.tren global menimbulkan dampak lokal.misalnya ,perubahan iklim global,pada gilirannya memiliki konsekuensiblokal dalan erosi tanah,sedimentasi hilir,banjir dan salinisasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-06 03:42:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272033868</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tujuan pembangunan wilayah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034120</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Nama kelompok 5 :<br>-Nur Anisa Putri.S.<br>-Siti Arafiah Aqmarina<br>-Niar Nurcahya.N.<br>-Siti Farahdibah Asriani<br><br><br></div><div><strong><br>Tujuan pembangunan <br></strong><br></div><div>Menimbang banyaknya aspek yang harus dibangun, maka pembangunan seringkali dilakukan secara bertahap. Tahapan pembangunan tersebut tidak dapat di sesuaikan dengan skala prioritas. Pembangunan tersebut menyangkut kepentingan yang didahulukan. </div><div><br></div><div>Adapun tujuan pembangunan Indonesia yang tersirat. Secara umum terdapat dalam pembukaan UUD 1945 dimana tujuan pembangunan adalah sebagai berikut.. </div><div><br></div><ol><li>Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia</li><li>Memajukan kesejahteraan umum </li><li>Mencerdaskan kehidupan bangsa </li><li>Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan juga keadilan sosial. </li></ol><div>Tujuan pembangunan tersebut dapat terlihat menjadi tujuan bukan hanya pembangunan kebendaan (fisik) saja. Namun, dalam tujuan pembangunan terswebut dapat tersirat tujuan pembangunan non fisik yang dapat berupa kecerdasan, kesejahteraan dan juga kedamaian. Pembangunan kebendaan atau pembangunan fisik merupakan suatu sarana dalam mencapai tujuan pembangunan non fisik. </div><div><br></div><div>Agar tujuan pembangunan dapat tercapai sebagaimana mestinya dan sebagaimana seharusnya, maka dibutuhkan sebuah perencanaan pembangunan yang sebagaimana telah dijelaskan diatas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-06 03:45:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034120</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KONSEP PEMBANGUNAN WILAYAH</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034265</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2<br>- A. Enrico Maulana<br>- Siti Yana Nabilah<br>- Hasnan Habib<br>- Nur Aliyah <br><br>Ada berbagai konsep pembangunan wilayah yang berkembang dan diterapkan di Indonesia. Menurut Bappenas konsep-konsep itu antara lain sbb.<br>1) konsep pengembangan wilayah berbasis sumber daya dengan berbagai pendekatan.<br>2) Konsep pembangunan wilayah berbasis penataan ruang yang diimplementasikan dalam bentuk penyusunan penataan ruang nasional yang terperinci dalam wilayah provinsi dan kabupaten.<br>3) konsep pengembangan wilayah terpadu yang menekankan kerjasama antarsektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di daerah-daerah tertinggal.<br>4) konsep pengembangan wilayah berdasarkan klaster (gugus).<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-06 03:47:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tugas 2 geografi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034864</link>
         <description><![CDATA[<div>Tujuan pembangunan wilayah<br><br><br>Nama kelompok 5 :<br>-Nur Anisa Putri.S.<br>-Siti Arafiah Aqmarina<br>-Niar Nurcahya.N.<br>-Siti Farahdibah Asriani<br><br></div><div><br>Tujuan pembangunan <br><br></div><div>Menimbang banyaknya aspek yang harus dibangun, maka pembangunan seringkali dilakukan secara bertahap. Tahapan pembangunan tersebut tidak dapat di sesuaikan dengan skala prioritas. Pembangunan tersebut menyangkut kepentingan yang didahulukan. </div><div><br></div><div>Adapun tujuan pembangunan Indonesia yang tersirat. Secara umum terdapat dalam pembukaan UUD 1945 dimana tujuan pembangunan adalah sebagai berikut.. </div><div><br></div><ol><li>Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia</li><li>Memajukan kesejahteraan umum </li><li>Mencerdaskan kehidupan bangsa </li><li>Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan juga keadilan sosial. </li></ol><div>Tujuan pembangunan tersebut dapat terlihat menjadi tujuan bukan hanya pembangunan kebendaan (fisik) saja. Namun, dalam tujuan pembangunan terswebut dapat tersirat tujuan pembangunan non fisik yang dapat berupa kecerdasan, kesejahteraan dan juga kedamaian. Pembangunan kebendaan atau pembangunan fisik merupakan suatu sarana dalam mencapai tujuan pembangunan non fisik. </div><div><br></div><div>Agar tujuan pembangunan dapat tercapai sebagaimana mestinya dan sebagaimana seharusnya, maka dibutuhkan sebuah perencanaan pembangunan yang sebagaimana telah dijelaskan diatas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-06 03:55:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WILAYAH PEMBANGUNAN DI INDONESIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034992</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 5<br>Adam mustakim n<br>Andi muh.ario sutan am<br>Arya faturrahman<br>Razky ramadhana<br><br>Wilayah-wilayah pembangunan utama Indonesia dibagi ke dalam empat region atau wilayah utama. </div><div><br></div><div>Adapun keempat kawasan tersebut adalah sebagai berikut.</div><div><br>1. Wilayah Pembangunan Utama A, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Medan. <br>Kawasan ini meliputi wilayah sebagai berikut.</div><div>a. Wilayah Pembangunan I, meliputi daerah-daerah Aceh dan Sumatra Utara, yang pusatnya di kota Medan.</div><div>b. Wilayah Pembangunan II, meliputi daerah-daerah Sumatra Barat dan Riau, dengan pusatnya di kota Pekanbaru.</div><div><br></div><div>2. Wilayah Pembangunan Utama B, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Jakarta. Wilayah ini antara lain sebagai berikut.</div><div>a. Wilayah Pembangunan III, meliputi daerah-daerah Jambi, Sumatra Selatan, dan Bengkulu, dengan pusat pertumbuhan di kota Palembang.</div><div>b. Wilayah Pembangunan IV, meliputi daerah-daerah Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pusat pertumbuhan kota Jakarta.</div><div>c. Wilayah Pembangunan VI, meliputi daerah Kalimantan Barat, yang pusatnya di kota Pontianak.</div><div><br></div><div>3. Wilayah Pembangunan Utama C, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Surabaya. Wilayah ini meliputi daerah-daerah sebagai berikut.</div><div>a. Wilayah Pembangunan V, meliputi daerah-daerah Jawa Timur dan Bali, yang pusatnya di Surabaya.</div><div>b. Wilayah Pembangunan VII, meliputi daerah-daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, dengan pusat pertumbuhan di kota Balikpapan dan Samarinda.</div><div><br></div><div>4. Wilayah Pembangunan Utama D, dengan pusat pertumbuhan utama adalah Ujungpandang. Wilayah ini meliputi daerah-daerah sebagai berikut.</div><div>a. Wilayah Pembangunan VIII meliputi daerah-daerah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara, yang pusatnya berada di Makassar.</div><div>b. Wilayah Pembangunan IX, meliputi daerah-daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, dengan pusatnya di kota Manado.</div><div>c. Wilayah Pembangunan X, meliputi daerah-daerah Maluku dan Papua, yang berpusat di kota Sorong. Untuk dapat memperjelas dan memudahkan Anda mengetahui wilayah pembangunan utama di Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-06 03:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272034992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok galaxy</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272450279</link>
         <description><![CDATA[<div><br>- Dandy Anggara S x<br>- Achmad Dzaki Fikri Musakkir<br>- Arya Rasendriya B<br>- Muh.Bilal Alfieldy x<br>- Annisa Cahyani A x<br>FAKTOR PENENTU PEMBANGUNAN WILAYAH<br>Menurut Blakely,ada empat faktor yaitu:<br>1. Besarnya kesempatan kerja yang ada di daerah tersebut. Hal ini berkaitan juga dengan kualitas tenaga kerja yang memungkinkan akses lokasi yang baik bagi perusahaan untuk melakukan usaha didaerah tersebut.<br>2. Basis pembangunan daerah. Hal ini berkaitan dengan adanya pengembangan institusi ekonomi yang baik yang mampu mendorong peningkatan hasrat berusaha bagi kalangan dunia usaha<br>3. Aset lokasi berupa keunggulan kompetitif daerah atas dasar kualjtas lingkungan<br>4. Faktor Topografi dimana kondisi topografi memengaruhi strategi pembangunan yang terjadi di suatu wilayah<br>5. Faktor klimatologi yang memengaruhi kondisi alam dan budaya di suatu wilayah<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-09 05:22:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272450279</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272450903</link>
         <description><![CDATA[<div>• A. Anastasya Ariska.A</div><div>• Ananda Jurana</div><div>• Dwi Setya</div><div>• Mutia Rizky</div><div>• Akhmad Afif</div><div><br></div><div>MAKNA PEMBANGUNAN WILAYAH</div><div><br></div><div>Menurut undang-undang no. 25 tahun 2004, pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tuhuan bernegara. Makna pembangunan memiliki arti sebuah proses, cara atau perbuatan yang berkaitan dengan perubahan. Hal ini terlihat dari pengertian pemb angunan yang disampaikan oleh para ahli.</div><div>1. Prof. Ginandjar Kartasasmita mengatakan pembangunan adalah suatu proses perubahan menuju arah yang lebih baik melalui upaya-upaya yang dilakukan secara terencana.</div><div>2. Prof. Siagian berpendapat pembangunan merupakan suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang terencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara, dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaaan bangsa.</div><div>3. Saul M. Karz, pembangunan diartikan sebagai perubahan sosial menuju keadaan yang dipandang lebih bernilai dimana pada umumnya tujuan-tujuan pembangunan ialah pembinaan bangsa atau perkembangan sosial ekonomi. Pembinaan bangsa menekankan kepentingan kesejahteraan manusia menjadi fokus utama dari pembangunan</div><div>dimana masyarakat yang menentukan tujuan, sumber-sumber pengawasan. dan pengarahan pelaksanaan pembangunan</div><div>4. Deddy P. Tikson berpandangan pembangunan nasional dapat diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial, dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan.</div><div>Salah satu bagian integral dari proses pembangunan nasional adalah pembangunan wilayah. Pembangunan wilayah pada dasarnya memiliki makna yang sama dengan pembangunan secara umum. Hanya saja, pembangunan terjadi ditingkat wilayah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-09 05:33:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/272450903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEORI KUTUB PERTUMBUHAN EKONOMI (Growth Pole Theory)</title>
         <author>ariomhmmd</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275431294</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kelompok 5 :<br>Arya Fathurrahman<br>Adam Mustakim<br>A.Muh. Ario Sutan Averil M.<br>Razky Ramadhana<br>Farhan Muh. Putra<br>M. GHALY GIBRALTAR</strong><br><br>Teori Kutub Pertumbuhan Ekonomi (Growth Pole Theory)</div><div><br></div><div>Teori ini dipelopori oleh Francois Perroux, seorang ahli ekonomi regional bekebangsaan Perancis. Teori ini berlandaskan pada Teori Shcumpeter, yang menyatakan bahwa peran inovasi (kewiraswastaan) di dalam meningkatkan pertumbuhan atau pembangunan ekonomi.Teori aglomerasi (kutub pertumbuhan) adalah pemusatan spasial berhubungan dengan industri yang berisi dorongan pertumbuhan pada pusat kota melalui pemekaran dan menginduksi pertumbuhan kota yang jauh dari pinggir pantai.Teori Growth Pole dapat diartikan sebagai berikut :¨ Salah satu alat utama yang dapat melakukan penggabungan antara prinsip-prinsip sentralisasi dengan desentralisasi.¨  Teori yang menjadi dasar strategi kebijaksanaan pembangunan wilayah melalui industri daerah.¨  Pembangunan atau pertumbuhan tidak terjadi di segala tata-ruang. Akan tetapi, terjadi hanya terbatas pada beberapa tempat tertentu dengan variabel-variabel yang berbeda intensitasnya.¨   Salah satu cara untuk menggalakan kegiatan pembangunan suatu daerah tertentu melalui pemanfaatan<em>aglomeration economies</em> sebagai faktor pendorong utama.<br>Teori Growth Pole dapat pula diartikan secara fungsional dan secara geografis.·    <strong>Secara Fungsional</strong>Suatu lokasi pemusatan kelompok usaha atau cabang industri yang hubungannya bersifat memiliki unsur-unsur kedinamisan sehingga mampu mestimulasi kehidupan ekonomi baik kedalam maupun keluar (daerah belakangnya).<em> (Tarigan: 128-129)</em>·     <strong>Secara Geografis</strong>Suatu lokasi yang memiliki tingkat aksesibilitas tinggi sehingga menjadi pusat daya tarik <em>(pole of attraction),</em> yang menyebabkan banyak usaha tertarik untuk berlokasi didaerah tersebut dan masyarakat senang datang memanfaatkan fasilitas yang ada.<em>(Tarigan: 128-129).<br></em>Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam suatu ruang terdapat pusat-pusat yang memiliki kekuatan untuk mengembangkan pusat itu sendiri dan untuk berkembang secara lebih luas, mempengaruhi daerah sekitarnya. Selain itu, dari pengertian diatas, dapat disimpulkan inti dari Teori Growth Pole, yaitu<strong> :</strong>¨ Dalam proses pembangunan akan timbul industri unggulan yang merupakan industri penggerak utama dalam pembangunan suatu daerah. Keterkaitan antar industri sangat erat, maka perkembangan industri unggulan akan mempengaruhi perkembangan industri lain yang berhubungan dengan industri unggulan.¨  Pemusatan industri pada suatu daerah akan mempercepat pertumbuhan perekonomian karena akan menciptakan pola konsumsi yang berbeda antar daerah.¨  Perekonomian merupakan gabungan dari sistem industri yang relatif aktif (unggulan) dengan industri yang relatif pasif atau industri yang tergantung industri unggulan.<br>Terjadinya suatu aglomerasi ditandai dengan adanya beberapa hal sebagai berikut :</div><ul><li>ž<em>Scale economies = </em>keuntungan yang timbul karena pusat pengembangan memungkinkan beberapa industri bergabung dalam operasi skala besar, karena ada jaminan sumber bahan baku dan pasar.</li><li><em>Localization Economies =</em> timbul akibat adanya saling keterkaitan antar industri sehingga kebutuhan bahan baku dan pasar dapat dipenuhi dengan mengeluarkan ongkos angkut yang minimum.</li><li><em>Urbanization economies = </em>timbul karena fasilitas pelayanan sosial dan ekonomi yang dapat digunakan secara bersamaan sehingga pembebanan ongkos untuk masing-masing perusahaan dapat dilakukan serendah mungkin.</li></ul><div>Tidak semua kota dapat digolongkan sebagai pusat pertumbuhan, tetapi sebagai suatu pusat pertumbuhan harus memiliki empat ciri sebagai berikut :¨    Adanya hubungan intern dari berbagai macam kegiatanAdanya keterkaitan satu sektor dengan sektor lainnya sehingga apabila ada satu sektor yang tumbuh akan mendorong sektor lain karena saling terkait. Berbagai komponen kehidupan kota akan saling mendukung terciptanya pertumbuhan.¨      Ada efek penggandaan <em>(multiplier effect)</em>Adanya keterkaitan antar sektor akan menciptakan efek penggandaan. Permintaan pada satu sektor akan menciptakan produksi pada sektor tersebut maupun sektor lain yang terkait, dan pada akhirnya akan terjadi akumulasi modal. <em>Multiplier effect</em> sangat berperan dalam suatu kota untuk memacu pertumbuhan daerah belakangnya.¨      Adanya konsentrasi geografisKonsentrasi geografis dari berbagai sektor dapat menciptakan efisiensi diantara sektor yang saling membutuhkan. Selain itu juga meningkatkan daya tarik dari kota tersebut.¨      Bersifat mendorong daerah belakangnyaHal ini dapat terjadi apabila hubungan antara kota dan wilayah harmonis. Misalnya kota membutuhkan bahan baku dari wilayah belakangnya dan menyediakan berbagai kebutuhan wilayah belakang untuk dapat mengembangkan dirinya<br><br>Sumber : <a href="http://annisamuawanah.blogspot.com/2012/07/teori-kutub-pertumbuhan-ekonomi-growth.html?m=1">http://annisamuawanah.blogspot.com/2012/07/teori-kutub-pertumbuhan-ekonomi-growth.html?m=1</a></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-27 03:12:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275431294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEORI LOKASI PERTANIAN (Kelompok 1)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275433525</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Anastasya Ariska<br>Ananda Jurana<br>Mutia Rizky<br>Dwi Setya <br>Akhmad Afif Athaullah<br><br>Teori Lahan Pertanian<br>J.H Von Thunen adalah seorang ahli dalam ekonomi pertanian yang berasal dari Jerman pada tahun 1826-1850 dan merupakan orang pertama yang membuat model analitik dasar dari hubungan antara pasar, produksi, dan jarak. Teori Von Thunen lebih di kenal sebagai teori lokasi pertanian, ia berpendapat bahwa pertanian merupakan komoditi yang cukup besar di perkotaan. Pertanian merupakan proses pengolahan lahan yang di tanami dengan tanaman tertentu untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pada zaman itu banyak area pertanian yang terletak di wilayah yang tidak strategis. Petani yang berada di lokasi jauh dari pusat pasar atau kota, harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk menjual hasil panennya. Maka dari itulah Von Thunen mengeluarkan teori mengenai lokasi pertanian.</div><div>• Hubungan Lokasi Pertanian di Makassar</div><div>Luas lahan pertanian produktif di Kota Makassar dari tahun ke tahun terus mengalami penyempitan, seiring dengan pesatnya pertambahan penduduk. Setiap tahun lahan pertanian beralih fungsi menjadi lahan perumahan.</div><div><br></div><div>Kepala Bappeda Kota Makassar, Andi Iriani mengatakan, luas lahan sawah di Kota Makassar yang tercatat sekitar 2.636,  itupun masih terus mengalami pengurangan. Lokasinya tersebar pada Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, Tallo,    Panakkukang, Rappocini, dan Tamalate.</div><div><br></div><div><br></div><div>Iriani melanjutkan, petani adalah ujung tombak peningkatan produksi dan produktifitas pertanian. Baik produksi tanaman pangan maupun produksi tanaman hortikultura. Untuk mencapai hasil pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang maksimal, diperlukan pelibatan penyuluh untuk mendampingi petani baik teknis maupun merubah sikap dan perilaku petani.</div><div><br></div><div><br></div><div>Di era modern saat ini, petani harus bisa bercocok tanam dengan berbagai variasi species tanaman pangan dan hortikultura pada lahan sawah maupun lahan pekarangan rumah, dengan berbagai variasi species tanaman pangan ini petani bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya.</div><div><br></div><div>Untuk memperoleh pengetahuan teknis petani agar dapat melakukan budidaya tanaman dengan berbagai variasi species tanaman maka petani perlu diberi pengetahuan melalui pelatihan budidaya tanaman pangan dan hortikultura pada lahan sawah dan lahan pekarangan rumah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-27 03:33:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275433525</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TEORI KERUCUT PERMINTAAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275434260</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA ANGGOTA KELOMPOK:<br>1.Siti Arafiah Aqmarina<br>2.Nur Anisa Putri<br>3.Niar Nurcahya<br>4.Siti Faradibah<br>5.Gabriella Eka<br>6.Rafly Dwi<br><br>TEORI KERUCUT PERMINTAAN<br><br>Losch, memiliki nama asli August Losch, seorang ekonom Jerman yang menulis buku berjudul The Economics of Location (1954). Losch adalah seorang yang selalu menaruh perhatian pada daerah-daerah ekonomi.&nbsp;<br>August Losch dalam teorinya mengatakan bahwa lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh dari tempat penjual, konsumen makin enggan membeli karena biaya transportasi untuk mendatangi tempat penjual semakin mahal. Losch cenderung menyarankan agar lokasi produksi berada di pasar atau di dekat pasar. Teori lokasi dari Losch ini berbeda dengan teori Weber, yang dimana Losch lebih melihat persoalan dari sisi permintaan (pasar), sedangkan Weber sendiri lebih mengarah kearah sisi penawaran (produksi).<br>August Losch merupakan orang pertama yang mengembangkan teori lokasi dengan segi permintaan sebagai variabel utama. Teori ini bertujuan untuk menemukan pola lokasi industri sehingga diketemukan keseimbangan spasial antar lokasi. Losch berpendapat bahwa dalam lokasi industri yang tampak tak teratur dapat diketemukan pola keberaturan.&nbsp;<br>Dalam membangun teori ini, Losch memandang bahwa suatu permukaan lahan yang datar dan homogen, jika diubah oleh pusat (industri) maka volume penjualan akan membentuk kerucut. Artinya, semakin jauh dari pusat industri, maka volume penjualan barang akan semakin berkurang, karena harga akan semakin tinggi sebagai akibat dari naiknya ongkos transportasi yang dibutuhkan. Kegiatan ekonomi yang terdapat di daerah tersebut merupakan pertanian berskala kecil yang pada dasarnya ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan petani masing-masing.<br>Losch berpendapat bahwa akhirnya luas daerah pasar masing-masing petani penjual akan mengecil dan dalam keseimbangannya akan terbentuk segienam beraturan. Bentuk ini dipilih karena menggambarkan daerah penjualan terbesar yang masih dapat dikuasai setiap penjual dan berjarak minimum dari tempat lokasi kegiatan produksi yang bersangkutan. Keseimbangan yang dicapai dalam teori Losch berasumsi bahwa harga hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, oleh karenanya keseimbangan akan terganggu bila salah seorang penjual menaikkan harga jualnya. Keputusan ini mengakibatkan tidak hanya pasar menyempit karena konsumen tak mampu membeli, namun sebagian pasar akan hilang dan direbut oleh penjual yang berdekatan. Untuk memperluas jangkauan pasar dapat dilakukan dengan menjual barang yang berbeda jenis dari yang sudah ditawarkan.<br><br>Kontribusi utama Losch adalah memperkenalkan potensi permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi industri, lalu yang kedua adalah kritik terhadap pendahulunya yang selalu berorientasi pada biaya terkecil yang mana biasanya yang dilakukan oleh industri adalah memaksimalkan keuntungan (profit – revenue maximation) dengan berbagai asumsi serta pemikirannya, Losch mengemukakan bahwa bagaimana proses economic landscape terjadi, yang merupakan keseimbangan (equillibrium) antara supply (permintaan) dan demand (penawaran).&nbsp;<br><br>Perdagangan baru terjadi bila terdapat kelebihan produksi. Untuk mencapai keseimbangan, ekonomi ruang Losch harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:<br>Perdagangan baru terjadi bila terdapat kelebihan produksi. Untuk mencapai keseimbangan, ekonomi ruang Losch harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:<br>2. Terdapat cukup banyak usaha pertanian dengan penyebaran cukup merata sehingga seluruh permintaan yang ada dapat dilayani.<br>3. Terdapat free entry dan tak ada petani yang memperoleh super-normal propfit sehingga tak ada rangsangan bagi petani dari luar untuk masuk dan menjual barang yang sama di daerah tersebut.<br>4. Daerah penawaran adalah sedemikian hingga memungkinkan petani yang ada untuk mencapai besar optimum, dan<br>5. Konsumen bersikap indifferent terhadap penjual manapun dan satu-satunya pertimbangan untuk membeli adalah harga yang rendah.<br>Dan pada akhirnya, teori ini akan mendorong pabrik setiap tahunnya untuk mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Dalam hal ini, di harpkan pula tidak adanya pabrik lain di wilyah yang sama menghasilkan barang yang sama pula, karena akan mengurangi pendapatan. Oleh karena itu, dalam teori ini terdapat kecenderungan bahwa pabrik di bangun secara merata dan saling bersambungan sehingga membentuk heksagonal.<br><br>Menurut Losch terdapat tiga jenis wilayah ekonomi, yaitu wilayah pasar sederhana, jaringan wilayah pasar dan sitem wilayah pasar. Wilayah pasar individual tersebut nampaknya sangat sederhana dan sangat tergantung pada perdagangan, sedangkan system wilayah pasar sangat kompelks, walapun merupakan bentuk ideal yang menekankan pada swasembada, akan tetapi sulit dijumpai dalam kenyataan. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak komoditas diproduksikan dan di perdagangkan mencapai diluar lingkup system, maka terjadilah wilayah-wilayah yang saling tumpah tindih. Wilayah ekonomi lebih mencerminkan peristiwa-peristiwa yang berlangsung seperti apa adanya dari pada sekedar pembagian alamiah wilayah-wilayah suatu negara.</div><div>Antara wilayah sederhana dan sistem regional lengkap terdapat jaringan trayek transpor menghubungkan kota-kota dalam pengertian pusat sentral. Walaupun jaringan dan daerah-daerah produksi dan konsumsi sudah nyata, akan tetapi perlu dibedakan dengan sistem wilayah. Sistem wilayah merupakan kesatuan dari banyak wilayah, merupakan suatu organisme dari pada sebagai suatu organ.</div><div>Walaupun teori Losch dalam beberapa segi tidak memuaskan, akan tetapi Losch telah merintis analisis tata ruang, oleh karena itu tidak dapat disangkal bahwa tidak ada ahli-ahli teori lokasi dan ahli-ahli Ekonomi Regional melalaikan hasil pekerjaan Losch.</div><div>Sumbangan teori Losch dalam pengembangan wilayah dapat disebutkan yaitu wilayah-wilayah yang membentuk sistem jaringan wilayah pasar diasosiasikan sebagai wilayah ekonomi, pusat-pusat wilayah pasar yang mempunyai kedudukan sebagai unit-unit produksi dapat diinterpretasikan sebagai pusat-pusat urban dan perumusan tentang hirarki dan hubungan fungsional antar pusat-pusat urban.<br><br>Gambar&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-27 03:39:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275434260</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori lokasi industri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275434369</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama kelompok 2<br>Hasnan habib <br>A.endrico maulana<br>Siti yana nabilah<br>Nafla aprilia<br>Nur aliah<br>Vira angel<br><br>Teori lokasi industri <br>Prinsip teori lokasi industri adalah bahwa penentuan lokasi industri di tempatkan di tempat-tempat yang resiko biaya atau resiko paling murah<br><br>Prinsip tersebut didasarkan pada 6 asumsi bersifat prakondisi:<br>1.wilayah bersifat homogen(karena di kima memiliki sejumpulan gedung yang di pergunakn untuk sejumlah industri) <br>2.ketersedian sumber daya bahan mentah(makassar alah satu kota yang <br><br>3.upah tenaga kerja<br>4.manusia berpikir secara rasional<br>5.persaingan antar kegiatan industri<br><br>Dalam menentukan lokasi industri terdapat 3 faktor penentu  <br>1.buaya transportasi <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-27 03:40:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275434369</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275437517</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama anggota:1. Achmad Dzaki Fikri musakkir<br>2. Arya rasendriya<br>3. Dandy anggara<br>4. Muh Bilal alfieldy<br>5. Annisa cahyani aksam <br>Teori ini menyatakan bahwa suatu lokasi pusat aktivitas yang senantiasa melayani berbagai kebutuhan penduduk, harus terletak pada suatu tempat yang sentral, yaitu suatu tempat yang memungkinkan partisipasi manusia yang jumlahnya maksimum, baik mereka yang terlibat dalam aktivitas pelayanan maupun yang menjadi konsumen dari barang-barang dan pelayanan yang dihasilkannya.</div><div>Berdasarkan jenis pusat pelayanan, hierarki tempat yang sentral dibedakan menjadi:</div><div>-       Tempat sentral yang berhierarki 3 (k = 3) adalah pusat pelayanan yang berupa pasar atau sering disebut kasus pasar optimal.</div><div>-       Tempat sentral yang berhierarki 4 (k= 4) dinamakan situasi lalu lintas yang optimum, artinya daerah tersebut dan daerah disekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu memberikan kemungkinan rute lalu lintas yang paling efisien.</div><div>-       Tempat sentral yang berhierarki 7 (k = 7) dinamakan situasi administratif yang optimum. Situasi administratif yang dimaksud berupa kota pusat pemerintahan.</div><div>Untuk dapat menerapkan teori Christaller pada suatu daerah, ada 2 syarat utama yang harus dipenuhi, yaitu:</div><div>§  topografi wilayah relatif seragam</div><div>§  tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer seperti padi-padian, kayu dan batu bara.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-08-27 04:02:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/275437517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori pusat pertumbuhan berdasarkan lokasi pertanian 79/80</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/276488610</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 1<br>A. Anastasya Ariska<br>Ananda Jurana<br>Mutia Rizky Yunus<br>Dwi Setya<br>Akhmad Afif </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/307914630/c384a35fda8a414009473b294e692fec/IMG_1708.jpg" />
         <pubDate>2018-08-30 06:28:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/276488610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lokasi industri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277219385</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2 :<br>Nur Aliyah<br>Vira Angel<br>Siti Yana Nabilah<br><br>A. Enrico Maulana<br>Hasnan Habib<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-09-03 03:48:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277219385</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lokasi industri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277219770</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2:<br>Nur Aliyah<br>Siti Yana Nabilah<br>Vira Angel<br>Nafla Aprillia<br>A. Enrico Maulana<br>Hasnan Habib</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-09-03 03:52:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277219770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA ANGGOTA KELOMPOK</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277219852</link>
         <description><![CDATA[<div>1.Nur anisa putri.s<br>2.Siti arafiah&nbsp;<br>3.Gabriella eka<br>4.Niar nurcahya<br>5.siti farahdiba</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-09-03 03:52:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277219852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teori kerucut permintaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277220275</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama anggota kelompok<br>1.Nur anisa putri.s<br>2.siti arafiah <br>3.gabriella eka<br>4.Niar nurcahya<br>5.siti faradibah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-09-03 03:55:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277220275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lokasi industri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277220653</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2:<br>A. Enrico Maulana<br>Nur Aliyah<br>Siti Yana Nabilah<br>Vira Angel<br>Hasnan Habib<br>Nafla Aprillia<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/302539604/852786af0256ec58a29b2a503493dbea/851206_851206_Riko.pdf" />
         <pubDate>2018-09-03 03:58:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/277220653</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PETA TATA RENCANA RUANG KOTA MAKASSAR</title>
         <author>kasmangeo</author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/279253249</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/43898477/5ef46bff82be23e52a600672302c9b5b/Tata_Guna_Lahan_Makassar.jpg" />
         <pubDate>2018-09-10 04:05:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/279253249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>POLA TATA RUANG </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/282097270</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><mark>WILAYAH</mark></strong> <strong><mark>K</mark></strong><br><br>KELOMPOK 2<br>Hasnan Habib<br>A. Enrico Maulana<br>Siti Yana Nabilah IP<br>Nur Aliyah<br>Nafla Aprillia<br><br>Wilayah K merupakan wilayah budaya terpadu yang dimana di dalam wilayah tersebut terdapat benteng somba opu yg kondisinya kurang diperhatikan oleh pemerintah. Lokasi benteng somba opu tersebut tidak sesuai karena tidak adanya dinding pembatas antara benteng dan pemukiman sekitar yang menyebabkan lingkungannya menjadi kotor, dan rusaknya beberapa fasilitas akibat orang yang tidak bertanggung jawab. Di samping itu, lokasi benteng somba opu termasuk lokasi yang strategis karena jalur transportasi ke benteng bisa melalui darat dan bisa juga melalui laut.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/302951339/ac4a802a461c806b6d9d47d5f9b942dd/02.jpg" />
         <pubDate>2018-09-17 03:50:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/282097270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kawasan pemukiman terpadu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/282097271</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama anggota kelompok:<br>1.Nur anisa putri.s<br>2.Siti arafiah <br>3.Dandy anggara saputra<br>4.Rafly dwi<br>5.Annisa Cahyani<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/313716599/c0e362a5e5a5164f70fc334591f0fd4f/EE851F68_B010_4C4D_80AF_7BD24ADAE78B.jpeg" />
         <pubDate>2018-09-17 03:50:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/282097271</guid>
      </item>
      <item>
         <title>POLA TATA RUANG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/283733159</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>WILAYAH C</mark></div><div><br></div><div>NAMA KELOMPOK :&nbsp;</div><ol><li>Vira Angel</li><li>Gabriella Eka</li><li>St. Faradibah Asriani</li><li>Niar Nurcahya</li></ol><div><br></div><div>Wilayah C merupakan kawasan riset dan pendidikan terpadu dimana di wilayah tersebut terdapat Universitas Hasanuddin, dimana penggunaan lahan atau lokasinya sudah sesuai. Karena, lokasinya berada di jalan utama yaitu di Jalan Perintis Kemerdekaan 9. Hal ini memudahkan mahasiswa untuk pergi dan pulang kuliah, karena di daerah unhas banyak alat transportasi yg dapat di akses oleh mahasiswa itu sendiri.</div><div><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:619,&quot;url&quot;:&quot;blob:https://padlet.com/6805ba79-79d8-4ff4-b63a-299ac0641c3d&quot;,&quot;width&quot;:610}" data-trix-content-type="image"><img src="blob:https://padlet.com/6805ba79-79d8-4ff4-b63a-299ac0641c3d" width="610" height="619"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; (<em>Gambar Lokasi Unhas)</em></div><div>Namun selain itu, ruas jalan Universitas Hasanuddin rawan kemacetan. Kondisi tersebut terjadi dikarenakan penggunaan ruas jalan secara bersamaan oleh mahasiswa, dosen dan karyawan untuk menuju kampus. Jalan tersebut juga dipergunakan oleh masyarakat umum yang rumahnya berada di sekitar wilayah kampus sebagai akses menuju tempat kerja, sekolah, dan berbagai tempat yang lain. Peningkatan jumlah mahasiswa terutama mahasiswa yang menggunakan kendaraan, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum tampaknya menyumbang kepadatan dan kemacetan lalu lintas pada ruas jalan di sekitar Universitas Hasanuddin.</div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-09-20 05:14:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/283733159</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri-Ciri Sosial desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/288964214</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelompok 2&nbsp;<br>.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-10-04 05:26:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/hx6a7as1ki55/wish/288964214</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
