<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>kisi-kisi pas geografi by azalea ziyyan annajwa</title>
      <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-12-01 12:28:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-12-01 14:40:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Karakteristik wilayah Indonesia dan pemanfaatannya</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405061746</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Wilayah Daratan</strong><br><strong>Daratan</strong> merupakan bagian dari permukaan bumi yang <em>nggak</em> digenangi air dan berbentuk padat. Wilayah daratan pun <em>nggak</em> selalu rata tuh, tetapi juga terdapat pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan lembah. Biar lebih paham, yuk kita kenalan dulu dengan mereka satu per satu.</div><div><strong>1. Pegunungan</strong></div><div>Pegunungan merupakan sebuah <strong>dataran yang menjulang lebih tinggi dari sekelilingnya</strong>, yang berketinggian antara 800 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Pegunungan sendiri merupakan rangkaian dari beberapa gunung. Gunung-gunung yang membentuk pegunungan panjangnya dapat mencapai ribuan kilometer dan terbentuk dalam waktu jutaan tahun lamanya. Contoh-contoh pegunungan di Indonesia antara lain adalah Pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari utara ke selatan Pulau Sumatra, Pegunungan Kapur Utara yang membentang di pesisir utara Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Pegunungan Menoreh yang menjadi batas alami antara Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah.<br><strong>2. Dataran Tinggi</strong></div><div><em>Eits</em>, dataran tinggi berbeda dengan pegunungan. <strong>Dataran tinggi adalah</strong> dataran luas yang letaknya di daerah pegunungan yang terbentuk karena hasil erosi dan sedimentasi yang terjadi selama ratusan tahun lamanya.</div><div>Dataran tinggi juga bisa terbentuk dari bekas kaldera yang tertimbun material dari lereng gunung di sekitarnya. Sebuah area bisa disebut dataran tinggi kalau punya ketinggian minimal 700 meter dari permukaan laut.</div><div>Di Indonesia sendiri, tersebar beberapa dataran tinggi, yaitu di Pulau Sumatra bagian barat, Pulau Jawa bagian selatan, sebagian besar Pulau Sulawesi, hingga Pulau Papua bagian utara. Contoh pegunungan tinggi di Indonesia adalah Dataran Tinggi Atlas di Aceh, Dataran Tinggi Barul di Sulawesi Tengah, Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.<br><strong>3. Dataran Rendah</strong></div><div>Berbeda dengan dataran tinggi, <strong>dataran rendah merupakan</strong> dataran yang mempunyai ketinggian sekitar 200 hingga 300 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah merupakan dataran yang banyak ditemui di Indonesia karena banyak digunakan untuk daerah pemukiman.</div><div>Hal itu dikarenakan suhu di dataran rendah <em>nggak</em> terlalu dingin, sehingga sangat cocok untuk pemukiman warga. Adapun contoh dataran rendah yang ada di Indonesia adalah dataran rendah Cianjur di Jawa Barat.</div><div>Dataran rendah di Indonesia terdapat secara luas memanjang di Pulau Sumatra bagian timur, Pulau Jawa bagian utara, sebagian besar Pulau Kalimantan, dan Pulau Papua bagian selatan.</div><div><strong>4. Lembah</strong></div><div>Di Indonesia juga terdapat banyak lembah. <strong>Lembah merupakan</strong> bentang alam yang sangat luas, bisa mencapai ribuan kilometer persegi, yang dikelilingi oleh pegunungan ataupun perbukitan yang terbentuk dari beberapa proses geologis. Beberapa lembah dengan pemandangan yang luar biasa di Indonesia antara lain adalah Lembah Sianok di Sumatra Barat, Lembah Baliem di Papua Barat, dan Lembah Pantunan di Bali.</div><div>Oh iya, Indonesia juga terletak di wilayah pertemuan lempeng tektonik Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, sehingga membuat sepanjang area pertemuan tersebut terbentuk jalur pegunungan aktif. Dengan kata lain, Indonesia masuk dalam wilayah yang dikenal sebagai <em>ring of fire</em> atau jalur cincin api. Hampir semua wilayah Indonesia dilalui jalur cincin api ini, kecuali Pulau Kalimantan. Itulah kenapa wilayah Kalimantan sangat jarang terjadi gempa bumi.<br>Walaupun begitu, wilayah daratan Indonesia memiliki tanah yang subur sebagai akibat dari hujan yang teratur dan banyaknya gunung berapi. Hal itu membuat Indonesia memiliki beragam jenis tanah, mulai dari tanah humus (yang paling subur), tanah aluvial, tanah vulkanik, regosol, gambut, laterit, litosol, dan tanah kapur.<br><br><strong>Wilayah Perairan</strong></div><div><em>Nah</em>, selain daratan, area perairan juga termasuk wilayah Indonesia. <strong>Perairan</strong> sendiri adalah bagian dari permukan bumi yang menempati wilayah luas dan digenangi oleh air. Wilayah Indonesia memiliki perairan yang sangaaat luas, bahkan mencakup dua pertiga bagian dari keseluruhan luas wilayahnya.</div><div><em>Eits</em>, wilayah perairan <em>nggak</em> terbatas pada laut saja, ya. Melainkan juga meliputi selat, teluk, sungai, dan danau. Kita kenalan satu-satu deh sama mereka biar tahu perbedaannya.</div><div><strong>1. Laut</strong></div><div>Menurut definisinya, <strong>laut merupakan</strong> kumpulan air asin yang berada di dalam sebuah area cekungan yang amat besar. Laut akan menghubungkan antarpulau yang satu dengan pulau lainnya. Bila dibandingkan dengan samudra, ukuran laut lebih kecil lagi. Dengan kata lain, samudra adalah kumpulan dari beberapa laut. Nama-nama laut di Indonesia juga banyak, disesuaikan dengan nama tempat atau daerah yang ada di sekitarnya, contohnya adalah Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan Laut Banda.</div><div>Indonesia adalah negara dengan area lautan yang lebih luas jika dibandingkan dengan wilayah daratannya. Sebagai sebuah negara maritim, <em>nggak</em> heran jika Indonesia memiliki banyak kekayaan yang berasal dari laut serta banyak pula yang memiliki mata pencaharian di laut sebagai nelayan.<br><br><br><strong>Potensi lokasi Indonesia secara astronomis </strong><br><br>Secara <strong>astronomis</strong>, Indonesia terletak di antara <strong>6° LU-11° LS</strong> (dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote) dan di antara<strong> 95° BT-141° BT </strong>(dari Sabang sampai Merauke). Posisi ini membuat Indonesia ada di wilayah tropis sehingga memiliki iklim tropis, ditandai dengan suhu dan curah hujan tinggi. Suhu di Indonesia antara <strong>27°-32° Celcius</strong> dan curah hujan tahunan berkisar antara 1<strong>.000-4.000</strong> milimeter per tahun.<br><br><strong>Potensi lokasi Indonesia secara geografis<br><br></strong>&nbsp;Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan <strong>dua samudra,</strong> yaitu <strong>Benua Asia</strong> dan <strong>Benua Australia</strong> serta <strong>Samudera Pasifik</strong> dan <strong>Samudera Hindia. </strong>Posisi ini membuat Indonesia dilalui jalur pelayaran internasional antarnegara dan antarbenua.&nbsp; Walau tampak rumit, rute pelayaran utama (core route) dunia relatif sederhana, yaitu menghubungkan <strong>Amerika Utara, Eropa dan Asia Pasifik</strong> melalui <strong>Terusan Suez, Selat Malaka, dan Terusan Panama</strong>. Indonesia dilalui jalur pelayaran utama dunia, yaitu jalur pelayaran komersial paling penting dan melayani pasar utama dunia. Ada juga rute pelayaran pendukung (secondary route) yang melayani pasar lebih kecil. Indonesia dilalui jalur pelayaran utama dan jalur sekunder. Indonesia ada di Benua Asia yang saat ini perkembangan ekonominya sangat cepat. Pada peta jalur perhubungan dunia, negara-negara Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan. Negara-negara Asia Timur lewat jalur Selat Malaka mengirimkan barang-barang ekspor ke berbagai wilayah di dunia, seperti Afrika, Timur Tengah dan Eropa. Negara-negara Eropa menggunakan Selat Malaka untuk menyalurkan ekspor ke berbagai negara di Asia.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810087158/e7d1a6fa2edaebb61edb025ac483c2fd/download__1_.jpeg" />
         <pubDate>2022-12-01 12:42:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405061746</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Letak geologis, geografis dan morfologi serta pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405077088</link>
         <description><![CDATA[<div>Posisi letak geologis Indonesia diidentifikasi dengan kondisi batuan dan pegunungan sangat unik. Indonesia berada di <strong>antara dua sirkum, tiga dangkalan, dan lempeng tektonik</strong>.<br><br><strong>1.</strong> Indonesia dilalui rangkaian <strong>pegunungan Mediteran dan Pasifik. Sirkum Pasifik</strong> adalah pegunungan lipatan yang mengelilingi <strong>Samudra Pasifik.</strong> Sedangkan <strong>Sirkum Mediteran</strong> adalah pegunungan lipatan yang dimulai dari pegunungan <strong>Atlas di Afrika Utara</strong> sampai <strong>Nikobar</strong> dan masuk Indonesia. <strong>Dampaknya</strong>, Indonesia memiliki banyak penampakan wilayah namun rentan tanah longsor.<br><br><strong>2.</strong> Letak geologis Indonesia juga ditandai dengan tiga dangkalan. Wilayah Indonesia terletak di antara d<strong>angkalan Sunda, Sahul, dan peralihan keduanya.</strong> Dangkalan Sunda meliputi <strong>wilayah barat Indonesia yaitu Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. </strong>Untuk dangkalan Sahul meliputi <strong>kawasan timur Indonesia yaitu Papua dan sebagian Maluku. </strong>Sedangkan dangkalan peralihan berada di <strong>Sulawesi dan Nusa Tenggara</strong>. Dangkalan <strong>Sunda</strong> dan <strong>Sahul </strong>dipisahkan <strong>Garis Wallaceae</strong> yang menandai sebaran wilayah.<br><br><strong>3.</strong> Penanda letak geologis Indonesia lainnya adalah pertemuan tiga lempeng tektonik. Ketiganya adalah <strong>Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.</strong> Pertemuan ketiganya menyebabkan Indonesia berada di wilayah <strong>ring of fire</strong> atau <strong>cincin api Pasifik</strong>. <strong>Ring of fire</strong> adalah sebutan untuk wilayah yang sering dilanda gempa bumi. Dampak lainnya adalah rentan mengalami tsunami karena pergeseran lempeng yang berada di lautan. Tsunami diakibatkan gempa bawah laut dengan pusatnya ada di kedalaman kurang dari 30 kilometer.<br>Lempeng Indo-Australia berada di dasar Samudra Hindia yang bergerak ke utara. Lempeng Asia atau Eurasia relatif punya pergerakan stabil. Sementara lempeng Pasifik di Samudra Pasifik bergerak ke arah barat.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810087158/e265ccd0277c51616c5d361b9623bb72/download__2_.jpeg" />
         <pubDate>2022-12-01 12:55:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405077088</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penerapan prinsip berkelanjutan dalam pemanfaatan SDA</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405086962</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemanfaatan sumber daya alam yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan adalah pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan generasi saat ini tetapi juga mempertimbangkan generasi mendatang. Dalam proses pembangunan berkelanjutan harus diperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Tujuannya adalah agar kualitas lingkungan dapat selalu terjaga.<br><br></div><div>Ciri-ciri pembangunan berkelanjutan secara umum:<br>• menjamin terciptanya pemerataan dan keadilan;<br>• menghargai keanekaraman hayati;<br>• menggunakan pendekatan berbasis integratif;<br>• menerapkan perspektif jangka panjang.<br><br>Pemanfaatan sumber daya alam sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan adalah pemanfaatan sumber daya alam harus mengutamakan prinsip optimal dan prinsip lestari, berikut ini penjelasannya:</div><div><br></div><div><strong>1. Prinsip Optimal</strong><br><br></div><div>Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam adalah pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan dengan cara mengambil kekayaan alam dengan memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko akan kerugian, memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam tersebut&nbsp; dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan negara. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang dan juga mempertimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang.<br><br></div><div><strong>2. Prinsip Lestari</strong><br><br></div><div>Prinsip lestari adalah segala usaha yang dilakukan untuk menjaga keberadaan sumber daya alam tetap ada baik ditinjau dari sifat dan juga bentuknya. Pemanfaatan sumber daya alam harus mempertimbangkan kelestarian dan juga kualitas lingkungan. Contoh pemanfaatan sumber daya alam dengan prinsip lestari ini antara lain menggunakan pupuk alami atau organik, menggunakan pestisida sesuai dengan kebutuhan, menggunakan jala untuk menangkap ikan, dan sebagainya. &nbsp;<br><br>Pengelolaan SDA&nbsp;<br>- menyusun amdal<br>- menerapkan prinsip ekofisien<br>- mempertimbangkan pembangunan berkelanjutan<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810087158/081b7e5d213e99a8eb1fa9c1236f9942/download__3_.jpeg" />
         <pubDate>2022-12-01 13:03:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405086962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Poros maritim dunia dan strateginya</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405111914</link>
         <description><![CDATA[<div>Guna menuju poros maritim dunia, Indonesia membangun ekonomi maritim yang pesat, kekuatan maritim yang kokoh, dan peradaban maritim yang kuat. Sumbangan ekonomi maritim terhadap PDB meningkat dari 6,4 persen tahun 2015 menjadi 12,5 persen tahun 2045.<br><br></div><div>Tidak hanya itu, Indonesia juga telah merancang strategi pembangunan maritim yang tertuang dalam Visi Indonesia 2045. Strategi Indonesia itu meliputi tiga hal utama yaitu: kekuatan maritim, ekonomi maritim, dan peradaban maritim.<br><br></div><div>Melalui kekuatan maritim, Indonesia tengah berusaha mewujudkan kemampuan pertahanan keamanan maritim yang kuat dan handal dalam menghadapi&nbsp; tantangan regional dan global. Sedangkan, di peradaban maritim dilakukan strategi dengan menciptakan kualitas sumber daya manusia maritim yang unggul, inovasi&nbsp; teknologi kemaritiman, dan&nbsp; budaya maritim yang kuat sebagai basis peradaban bahari.<br><br></div><div>Selain itu, dalam ekonomi maritim dilakukan strategi dengan meningkatkan peranan ekonomi maritime menjadi sekitar 12,5 persen PDB pada tahun 2045 dengan fokus pada: (1) pembangunan konektivitas laut yang efisien dan efektif, (2) industrialisasi perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing, dan (3) pariwisata bahari yang inklusif.<br><br></div><div>Dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Presiden Joko Widodo mencanangkan lima pilar utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia:</div><div><strong>LIMA PILAR POROS MARITIM DUNIA</strong></div><ul><li>Pilar pertama : pembangunan kembali budaya maritim Indonesia.</li><li>Pilar kedua : Berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.</li><li>Pilar ketiga : Komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.</li><li>Pilar keempat : Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan</li><li>Pilar kelima : Membangun kekuatan pertahanan maritim.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810087158/3379eb3d7cea177e36f6a66e02f0d4cf/0.jpg" />
         <pubDate>2022-12-01 13:21:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405111914</guid>
      </item>
      <item>
         <title>jenis jenis SDA </title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405119904</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk jenis-jenisnya sendiri, sumber daya alam itu ada yang bersifat diperbaharui dan tidak dapat diperbarui.<br><br></div><div><strong>1. Jenis sumber daya alam berdasarkan sifatnya</strong></div><div>Sumber daya alam yang dapat diperbaharui merupakan kekayaan alam yang dapat didaur ulang dan ketersediaannya di alam tidak terbatas. Contoh dari SDA yang dapat diperbaharui seperti air, udara, tanah, hewan, dan tumbuhan.<br><br></div><div>Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya yang tidak bisa didaur ulang lagi alias akan habis jika diambil terus-terusan. Beberapa contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui yaitu gas alam, minyak bumi, emas, timah, tembaga, batubara, dan besi.<br><br></div><div><strong>2. Jenis sumber daya alam berdasarkan asalnya</strong></div><div>Selain itu, berdasarkan asalnya sumber daya alam dibagi menjadi dua jenis, yaitu sumber daya alam hayati dan non hayati. Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Contoh dari sumber daya alam hayati yaitu sapi, ayam, kambing, tumbuh-tumbuhan seperti jagung, padi, ubi, lalu ada ikan, dan lain-lain.<br><br></div><div>Kemudian, sumber daya alam non hayati adalah sumber daya yang bukan berasal dari makhluk hidup. Contoh SDA dari jenis yang satu ini yaitu minyak bumi, air, matahari, tambang, emas, dan lain-lain.<br><br><strong>Macam-macam Sumber Daya di Indonesia serta Kegunaannya</strong></div><div>Dari penjelasan di atas, aku udah menjabarkan secara singkat tentang pengertian dan jenis-jenis dari sumber daya.<br><br></div><div>Pada bab kali ini kita akan melihat lebih jelas mengenai<strong> potensi sumber daya alam Indonesia </strong>beserta kegunaannya.</div><div><br></div><div><strong>1. Sumber daya alam hutan</strong></div><div>Seperti yang udah aku sebutkan di awal artikel, Indonesia merupakan salah satu negara yang menyumbang oksigen terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia dikenal mempunyai paru-paru Bumi yang berada di hutan Kalimantan.<br><br></div><div>Nah, kamu tahu nggak, berapa luas hutan yang dimiliki oleh Indonesia? Menurut <em>Kompas</em>, luas hutan di Indonesia sekitar 99 juta hektar.<br><br></div><div>Akan tetapi, sayangnya dari waktu ke waktu hutan Indonesia mengalami kerusakan sehingga luasnya pun berkurang.<br><br></div><div>Fungsi dari sumber daya alam hutan itu sendiri yaitu untuk melestarikan flora dan fauna yang ada di dalamnya. Selain itu, hutan juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup beserta menciptakan oksigen yang bagus bagi lingkungan sekitar.<br><br></div><div><strong>2. Sumber daya alam laut</strong></div><div>Selain terkenal dengan paru-paru dunia, Indonesia juga dikenal dengan negara maritim. Seperti yang kita ketahui, Indonesia dikenal dengan negara kepulauan yang dipisahkan oleh luasnya lautan di sekelilingnya.<br><br></div><div>Dengan luasnya lautan yang berada di Indonesia, potensi alamnya pun sangat besar. Setidaknya, menurut <a href="https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/28/110000269/potensi-sumber-daya-alam-indonesia?page=all#:~:text=KOMPAS.com%20%2D%20Potensi%20sumber%20daya,Indonesia%20untuk%20menjadi%20negara%20maju."><em>Kompas</em></a>, potensi ikan laut di Indonesia mencapai sekitar 6 juta ton/tahun.&nbsp;<br><br></div><div>Banyaknya ikan yang berada di lautan Indonesia tentu saja sangat bermanfaat dalam kegiatan budidaya ikan. Selain itu, potensi sumber daya alam laut di Indonesia juga berguna untuk kegiatan pariwisata.&nbsp;<br><br></div><div>Pantai-pantai indah yang berada di berbagai daerah di Indonesia bisa menjadi tempat wisata yang bagus sehingga membantu dalam perkembangan ekonomi negara.<br><br></div><div><strong>3. Sumber daya alam batubara</strong></div><div>Selanjutnya, ada sumber daya alam yang mungkin seringkali kamu dengar di berita televisi maupun media.<br><br></div><div>Yap, Indonesia menjadi negara kelima terbesar di dunia yang menghasilkan batubara. Daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia berada di pulau Kalimantan.<br><br></div><div>Tercatat, menurut Katadata, Kalimantan menyimpan cadangan batubara sebesar 25,84 miliar ton dan sumber daya sebesar 88,31%. Dengan demikian, Kalimantan menyimpan sebanyak 62,1% batubara.<br><br></div><div>Lalu, apa sebenarnya kegunaan sumber daya alam yang satu ini? Batubara mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari, misalnya dapat menjadi sumber bahan bakar pembangkit listrik hingga membantu industri-industri lain seperti industri kertas, industri baja, industri alumunium, dan lain-lain.<br><br></div><div><strong>4. Sumber daya alam minyak bumi</strong></div><div>Selain batubara, minyak bumi juga kerap digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Indonesia.<br><br></div><div>Lalu, seberapa besar sumber daya minyak bumi di Indonesia?&nbsp;<br><br></div><div>Menurut <a href="https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/menteri-esdm-cadangan-minyak-indonesia-tersedia-untuk-95-tahun-dan-cadangan-gas-199-tahun">siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) </a>tanggal 19 Januari 2021, cadangan minyak bumi di Indonesia akan tersedia hingga 9,5 tahun mendatang. Lalu, cadangan gas bumi Indonesia mencapai 19,9 tahun.<br><br></div><div>Sudah terbayang, kan, berapa besar sumber daya minyak bumi di Indonesia? Akan tetapi, patut diingat juga kalau ini hanya bertahan selama 9 tahun dan minyak bumi termasuk salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.<br><br></div><div>Sementara itu, di sisi lain <strong>potensi sumber daya alam Indonesia</strong> minyak bumi ini mengalami penurunan di tiap tahunnya. Dengan demikian, maka Indonesia melakukan kegiatan impor minyak bumi.<br><br></div><div><strong>5. Sumber daya alam gas</strong></div><div>Sama seperti minyak bumi, sumber daya gas alam di Indonesia juga memiliki cadangan yang sangat banyak. Bahkan, diperkirakan cadangan gas di Indonesia sampai 2,8 triliun meter kubik.<br><br></div><div>Lantas, apa kegunaan gas di Indonesia? Gas alam juga bisa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas/uap (PLTG/PLTU).<br><br></div><div>Selain itu, gas juga bisa digunakan untuk kebutuhan hotel, restoran, dan lain-lain. Bahkan, sumber daya gas alam juga bisa dipakai untuk bahan baku pabrik pupuk, obat-obatan, plastik, cat, dan lain-lain.<br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810087158/79767aa9cb74c184c677ec36019645bc/download__4_.jpeg" />
         <pubDate>2022-12-01 13:27:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405119904</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses pembangunan nasional</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405123495</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembangunan nasional Indonesia adalah paradigma Pembangunan yang terbangun atas pengamalan Pancasila yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedomannya.&nbsp;<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810087158/103010601ae3c0728789e187c2a050bc/download__5_.jpeg" />
         <pubDate>2022-12-01 13:30:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405123495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fungsi Hutan dan pengelolaannya</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405144791</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Fungsi Pengelolaan Hutan Lestari</strong></div><div>Dalam kebijakan pengelolaan hutan lestari, ada sejumlah fungsi yang menjadi bagian tak terpisahkan, yaitu fungsi ekologi, fungsi sosial, dan ekonomi. Ketiga fungsi ini merupakan jawaban atas persoalan yang sering terjadi dalam pengusahaan hutan tanpa memperhatikan kelestarian alam.<br><br></div><div>·&nbsp; Fungsi Ekologi<br><br></div><div>Apa yang disebut dengan fungsi ekologi dalam pengelolaan hutan lestari? Jika mengacu pada <strong>Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999</strong>, ada sebuah pernyataan yang menyebut bahwa hutan adalah kesatuan ekosistem yang merupakan lahan dengan sumber daya alam hayati dan berpadu dengan alam.</div><div>Keduanya tidak bisa dipisahkan. Sumber daya alam dari hutan memang sangat banyak dan beragam serta bisa dimanfaatkan manusia.</div><div>Akan tetapi, ada yang disebut dengan fungsi ekologi hutan yang tidak bisa diabaikan. Ekologi dinilai lestari apabila kualitas sistem konservasi dapat memberi perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan.</div><div><strong>Fungsi ekologi hutan di antaranya</strong> dapat menyerap gas karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia, dapat menghasilkan oksigen untuk kebutuhan seluruh makhluk hidup, menjadi sumber air karena akar pohon dapat menahan resapan air, dapat mencegah terjadinya banjir maupun erosi, menjadi habitat bagi hewan, serta sumber adanya keanekaragaman hayati.<br><br></div><div>·&nbsp; Fungsi Sosial<br>Fungsi sosial juga tak lepas dari terciptanya solidaritas antar masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Pemanfaatan hasil hutan hendaknya tidak menghasilkan kesenjangan sosial bagi kelompok masyarakat. Karena itu, pengelolaan hutan sebaiknya dilakukan secara kolektif.</div><div>Ada pun langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan fungsi sosial tersebut adalah mengadakan kesepakatan adat dengan tokoh masyarakat terkait.</div><div>Di dalamnya terdapat peraturan dan sanksi yang diperhatikan oleh masyarakat. Beberapa contohnya, tidak melakukan penebangan pohon, tidak mengolah lahan dengan bahan kimia, serta mewajibkan masyarakat menanam pohon.<br><br>·&nbsp; Fungsi Ekonomi<br><br></div><div>Pengelolaan hutan tak bisa dilepaskan dari fungsi ekonomi, yaitu bagaimana hutan menjadi sumber daya yang meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. <strong>Artinya</strong>, masyarakat dapat menikmati hasil hutan secara stabil sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja bagi generasi penerus. Hal ini dapat diidentifikasi melalui beberapa indikasi. Pertama, hutan dapat meningkatkan devisa negara, menjadi modal pembangunan di berbagai sektor, serta berhubungan dengan pelayanan jasa lingkungan. Ketiganya merupakan hal yang saling terkait.</div><div>Hal ini ditegaskan oleh sifat produk sumber daya hutan. Kayu misalnya, diperlukan oleh banyak industri dan sangat berperan menjadi material produksi.</div><div>Pada akhirnya, sumber daya hutan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan hasil hutan.</div><div>Baik pada tahap penanaman, pemeliharaan, kegiatan pemanenan, hingga pengolahannya.<br><br><strong>Manfaat Pengelolaan Hutan Lestari<br></strong>1. Melestarikan hutan&nbsp;<br>2. Menikmati panen berkelanjutan<br>3. Pengambilan Hasil Hutan Tidak Berdampak Negatif<br>4. Mengoptimalkan Fungsi Hutan<br>5. Memberdayakan Masyarakat Sekitar</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 13:45:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405144791</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pariwisata berkelanjutan</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405149338</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pariwisata berkelanjutan</strong> adalah <strong>pariwisata</strong> yang mengundang semua pihak – terutama anggota masyarakat – untuk mengelola sumber daya dengan cara yang memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan estetika sambil memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam, keanekaragaman hayati, dan sistem pendukung penting lainnya. <br><br>Pengembangan <strong>pariwisata berkelanjutan</strong> dimaksudkan agar tidak ada lagi <strong>pembangunan destinasi wisata</strong> yang semata-mata hanya berfokus untuk <strong>menarik pengunjung sebanyak-banyaknya</strong>, tanpa memperhitungkan <strong>dampak yang diakibatkan</strong>. <br><br>Ada <strong>empat pilar utama</strong> yang menjadi <strong>pedoman</strong> dalam membangun destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia, antara lain:<br><br></div><ol><li><strong>Pengelolaan</strong> destinasi pariwisata <strong>berkelanjutan</strong>. Artinya, perencanaan pariwisata harus mampu menjaga <strong>tingkat kepuasan wisatawan</strong> serta memastikan <strong>keselamatan</strong> dan <strong>keamanan</strong> <strong>wisatawan</strong> maupun <strong>komunitas atau masyarakat lokal</strong> di kawasan destinasi wisata.&nbsp;</li><li>Pemanfaatan <strong>ekonomi</strong> bagi <strong>masyarakat lokal</strong>. Pembangunan pariwisata harus bisa menjamin adanya <strong>peningkatan perekonomian</strong> dengan <strong>melibatkan masyarakat lokal</strong> dalam <strong>pengelolaan dan pemanfaatan</strong> tempat wisata.&nbsp;</li><li><strong>Pelestarian budaya</strong> bagi masyarakat dan pengunjung. Pembangunan pariwisata harus menghormati <strong>nilai-nilai sosio-budaya</strong> komunitas tempat dibangunnya destinasi wisata, melestarikan <strong>warisan budaya tradisional</strong> mereka, serta berkontribusi pada <strong>pemahaman dan toleransi antarbudaya</strong>.&nbsp;</li><li><strong>Pelestarian lingkungan</strong>. Tujuan perencanaan pariwisata berkelanjutan adalah untuk memanfaatkan <strong>sumber daya lingkungan</strong> yang ada (termasuk flora dan fauna) secara <strong>optimal</strong>. Tetapi, perlu diingat bahwa dalam <strong>pembangunannya</strong> harus tetap mempertimbangkan <strong>kondisi lingkungan </strong>dan <strong>risiko yang ditimbulkan</strong>.&nbsp;</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 13:47:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405149338</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Factor-faktor sebaran flora fauna</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405157972</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna</strong></div><div>Secara garis besar, ada faktor abiotik dan biotik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Apa saja faktor abiotik yang mempengaruhi sebaran flora dan fauna?<br><br></div><div>1. <strong>Faktor abiotik </strong>sesuai namanya, merupakan faktor yang bukan merupakan makhluk hidup, misalnya seperti iklim, tanah, dan keadaan geologis lainnya.<br>2. <strong>Faktor Klimatik . </strong>Beberapa contoh faktor klimatik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna termasuk seperti iklim, suhu, curah hujan, kelembaban, angin, dan lain sebagainya. <br>3. <strong>Faktor topografi</strong> dalam persebaran flora dan fauna di sini mengacu pada relief atau bentuk permukaan Bumi, seperti adanya gunung, lembah, sungai, danau, atau pantai. Selain itu, kemiringan sebuah lahan juga bisa mempengaruhi makhluk hidup di wilayah tersebut. Contohnya, pada wilayah dataran yang sangat miring dan curam, tentu terbatas sekali hewan yang bisa tinggal di situ. Mungkin hanya kambing gunung saja, yang mampu beraktivitas dan merumput di sekitar area tersebut.<br>4. <strong>Faktor edafik </strong>persebaran flora dan fauna, alias kondisi tanah suatu daerah. Kondisi tanah itu bisa dilihat dari berbagai aspek, seperti tekstur, tingkat kegemburan, nutrisi, kandungan air tanah, dan kandungan udaranya.<br>5. <strong>Faktor manusia</strong> ini termasuk faktor biotik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Misalnya, bila manusia menebang pohon di hutan tanpa melakukan pelestarian lingkungan, habitat hewan di daerah tersebut tentu hilang. Sehingga, persebaran fauna tertentu di sana bisa berubah, atah bahkan punah.<br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 13:53:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405157972</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tipe flora dan fauna Indonesia dan dunia</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405160601</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Jenis-Jenis Flora di Indonesia</strong></div><div>Jenis-jenis flora yang ada di Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kawasan barat, kawasan peralihan, dan kawasan timur.<br><br></div><div><strong>a) Kawasan Barat (bercorak asiatis)</strong></div><div>Flora yang ada di kawasan barat memiliki corak asiatis. Jenis-jenis flora ini bisa kamu temukan di wilayah Indonesia, seperti pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Flora yang berada di kawasan barat biasanya hidup di hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan yang didalamnya paling banyak ditemukan beragam jenis flora dan fauna.<br><br></div><div>Pada hutan ini umumnya ditumbuhi oleh pohon-pohon yang tinggi dan besar. Bahkan pohon-pohon tersebut membentuk tajuk yang terdiri dari banyak lapisan. Pohon-pohon yang ada di hutan hujan tropis biasanya tingginya sampai 45 meter dan akan selalu memanjang setiap tahunnya.<br><br></div><div>Selain pohon-pohon, ada juga bunga-bunga yang tumbuh di hutan hujan tropis di kawasan Barat Indonesia. Bunga yang dimaksud adalah bunga Raflesia Arnoldi atau bunga bangkai dan bunga Anggrek.<br><br></div><div><strong>b) Kawasan Peralihan (Wallace)</strong></div><div>Kawasan berikutnya yang menjadi pembagian kelompok flora di Indonesia adalah kawasan peralihan atau <em>Wallace</em>. Pulau-pulau yang termasuk kawasan ini adalah pulau Sulawesi, Pulau Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta Pulau Maluku.<br><br></div><div>Jika dilihat dari letak pulaunya, maka bisa dikatakan kalau flora yang termasuk ke dalam kawasan peralihan merupakan tanaman yang bisa bertahan hidup di iklim kering dan suhu yang cenderung panas.<br><br></div><div>Vegetasi yang ada di kelompok kawasan peralihan, bisa kita lihat di sabana dan setepa yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Di Sulawesi ada di hutan pegunungan yang kaya akan floranya. Sedangkan di pulau Maluku terdapat hutan campuran yang didalamnya terdapat flora, seperti cengkeh, pala, lontar, pala, kayu manis, dan masih banyak lagi.<br><br></div><div><strong>c) Kawasan Timur (corak Australiatik)</strong></div><div>Flora yang ada di kawasan timur biasanya bercorak Australiatik. Umumnya, flora yang ada di kawasan timur hidup di hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis yang ada di bagian timur Indonesia bisa ditemukan di pulau Papua. Bahkan, hutan hujan tropis yang ada di Papua sama dengan hutan hujan tropis di bagian barat Australia.<br><br></div><div>Oleh karena itu, flora-flora yang termasuk ke dalam kelompok kawasan timur memiliki corak Australiatik. Tumbuhan-tumbuhan yang dapat kita temukan pada kawasan timur di Papua, seperti pohon sagu, pohon-pohon mangrove (ada di hutan mangrove), dan pohon nipah.<br><br><strong>Jenis-Jenis Fauna di Indonesia</strong></div><div>Jenis-jenis fauna yang ada di Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kawasan barat, kawasan peralihan, dan kawasan timur.<br><br></div><div><strong>a) Kawasan Barat atau Asiatis</strong>Jenis-jenis fauna yang pertama bisa kamu temukan di pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, dan Pulau Bali. Semua fauna yang ada di pulau-pulau tersebut biasanya tinggal di daerah atau hutan dengan suhu yang cenderung sejuk.</div><div>Hewan-hewan yang banyak ditemukan di pulau-pulau tersebut, seperti harimau sumatera, macan tutul harimau jawa, badak jawa, elang jawa, dan masih banyak lagi. Jadi, apakah kamu pernah melihat fauna yang hidup di kawasan barat?<br><br></div><div><strong>b) Kawasan Tengah atau Peralihan</strong></div><div>Jenis-jenis fauna yang kedua bisa ditemukan di pulau yang letaknya ada di bagian tengah Indonesia. Pulau-pulau apa saja itu? Pulau Sulawesi, pulau Nusa Tenggara Barat dan pulau Nusa Tenggara Timur, pulau maluku, dan pulau-pulau disekitarnya.<br><br></div><div>Hewan komodo yang merupakan salah satu hewan langka termasuk jenis hewan yang hidupnya di kawasan tengah atau peralihan. Selain komodo, masih ada hewan-hewan lainnya, seperti anoa, burung maleo, dan lain-lain.<br><br></div><div><strong>c) Kawasan Timur atau Australis</strong></div><div>Jenis-jenis fauna yang terakhir bisa ditemukan atau dilihat di pulau Papua dan pulau-pulau disekitarnya. Fauna yang ada di pulau Papua biasanya memiliki kulit tubuh yang sangat indah. Selain itu, hewan-hewan di Papua memiliki beberapa kesamaan seperti hewan yang ada di Australia. Contoh hewan-hewan yang ada di kawasan timur Indonesia atau di pulau Papua, yaitu burung cendrawasih, burung kakatua raja, burung kasuari, kuskus, kanguru papua, dan masih banyak lagi.<br><br><br><strong>Jenis-Jenis Flora di Dunia</strong></div><div>Jenis-jenis flora di dunia terbagi menjadi beberapa kelompok. Untuk lebih jelasnya mari kita simak kelompok flora di dunia.<br><br></div><div><strong>1. Hutan Hujan Tropis</strong></div><div>Hutan hujan tropis adalah hutan yang memiliki sistem ekosistem yang paling banyak jumlah floranya sehingga menghasilkan keberagaman flora. Pada hutan hujan tropis biasanya ada banyak sekali tumbuhan-tumbuhan yang menempel di batang, pohon palem, pohon rotan, hingga bunga yang sudah sangat terkenal yaitu bunga Raflesia Arnoldi.<br><br></div><div><strong>2. Hutan Gugur</strong></div><div>Hutan gugur adalah hutan yang di mana banyak sekali tumbuhan-tumbuhan yang menggugurkan bunganya. Biasanya, hutan gugur dapat ditemukan di Eropa Tengah, Rusia, Jepang, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Tumbuhan-tumbuhan yang ada di hutan gugur, seperti pohon maple, pohon cemara, pohon pakis, bunga sakura, dan lain-lain.<br><br></div><div><br></div><div><br></div><div><strong>3). Sabana</strong></div><div>Sabana adalah padang rumput yang memiliki pohon-pohon yang cukup tinggi. Meskipun pohon itu cukup tinggi, tetapi pertumbuhannya sangatlah jarang terjadi. Kawasan sabana ini bisa kamu lihat di beberapa negara, seperti Nigeria, Australia, Costa Rica, India, dan lain-lain. Jika tidak ingin ke luar negeri kamu bisa melihat sabana di Indonesia atau tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat.<br><br></div><div>Pada umumnya, kawasan sabana ditumbuhi banyak sekali rerumputan, pohon akasia, pohon palem, dan lain-lain.<br><br></div><div><strong>4. Padang Rumput atau Stepa</strong></div><div>Padang rumput adalah tanah datar yang sangat luas dan kering. Biasanya padang rumput terletak di wilayah tropis hingga ke wilayah subtropis. Negara-negara yang memiliki padang rumput, yaitu Afrika Selatan, Kyrgyzstan, Jepang, bahkan ada di Indonesia. Padang rumput di Indonesia ada di wilayah gunung Semeru.<br><br></div><div>Tumbuhan-tumbuhan yang hidup di lingkungan padang rumput biasanya hanya rumput-rumput saja dan tumbuhan yang tidak berkayu.<br><br></div><div><strong>5. Gurun </strong>adalah padang yang luas yang tandus dan umumnya gurung berupa padang pasir. Sinar matahari di gurun sangatlah panas, bahkan bisa mencapai 40 derajat celcius. Gurun ini bisa kamu lihat di beberapa negara, yaitu Tiongkok, Kazakhstan, Uzbekistan, India, Iran, dan lain-lain.</div><div>Tidak semua tumbuhan bisa tumbuh di kawasan gurun. Tumbuhan-tumbuhan yang dimaksud, yaitu kaktus, pohon kurma, pohon palm, pohon, zaitu, dan jenis-jenis lainnya.<br><br></div><div><strong>6. Taiga</strong></div><div>Istilah “taiga” diambil dari bahasa Rusia yang jika diartikan adalah hutan terluas yang ada di dunia. Hutan terluas ini tersebar di Eurasia dan Amerika Utara, Kanada, Siberia Utara, Rusia, dan lain-lain.<br><br></div><div>Tumbuhan yang ada di hutan taiga biasanya bentuk seperti jarum atau pohon konifer. Jenis-jenis tumbuhan konifer, seperti pohon alder, pohon jumper, pohon spurce, dan lain-lain.<br><br></div><div><strong>7. Tundra</strong></div><div>Tundra adalah daerah beku dan tandus yang letaknya ada di kutub utara. Pada kawasan tundra tidak ada pohon yang menjulang tinggi yang ada hanyalah rumput-rumput kecil saja.<br><br></div><div><strong>Jenis-Jenis Fauna di Dunia</strong></div><div>Jenis-jenis fauna di dunia dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kawasan neartik, neotropik, australia, oriental, paleartik, dan etopia.<br><br></div><div><strong>1. Kawasan Neartik</strong></div><div>Kawasan Neartik ini berada di Amerika Utara, Kanada, dan Greenland. Sementara itu, hewan-hewan yang ada di kawasan ini, yaitu bison, kalkun, karibau, dan sebagainya.<br><br></div><div><strong>2. Kawasan Neotropik</strong></div><div>Kawasan Neotropik terletak di Meksiko Selatan, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Hewan-hewan yang dapat dilihat di kawasan ini, seperti kukang, tapir, antelop, dan lain-lain.<br><br></div><div><strong>3. Kawasan Australia</strong></div><div>Kawasan Australia merupakan kawasan yang berada di sekitar Australia, yaitu Selandia Baru, Australia, dan Papua Nugini. Pada kawasan ini, hewan-hewan yang bisa kamu lihat, seperti kanguru, koala, dan lain-lain.<br><br></div><div><strong>4. Kawasan Oriental</strong></div><div>Kawasan Oriental ini terletak di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Contoh hewan di kawasan ini yaitu harimau, gajah, badak bercula satu, dan lain-lain. Kamu mungkin sering melihat hewan-hewan tersebut di kebun binatang.<br><br></div><div><strong>5. Kawasan Paleartik</strong></div><div>Kawasan Paleartik tersebar di Eropa, Afrika Utara, dan sebagian Asia (Himalaya). Fauna yang bisa kamu lihat di kawasan ini meliputi domba, sapi, beruang kutub, dan kerbau.<br><br></div><div><strong>6. Kawasan Ethiopia</strong></div><div>Kawasan Ethiopia terletak di Afrika Selatan, Madagaskar, dan Gurun Sahara. Hewan-hewan yang ada di kawasan ini biasanya singa, zebra, jerapah, dan lain-lain.<br><br></div><div><br><br></div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 13:55:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405160601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sebaran wilayah flora dan fauna Indonesia dan dunia</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405180625</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Sebaran</strong> jenis-jenis <strong>flora dan fauna di Indonesia dan dunia</strong> tidak merata, mengikuti kondisi pada letak geografis dan astronomisnya. <strong>Persebaran flora dan fauna</strong> di <strong>dunia</strong> bermula dari wilayah asal suatu makhluk hidup hingga terjadi migrasi dan menyebar.<br><br><strong>Persebaran flora di dunia</strong> diantaranya hutan hujan tropis, hutan musim tropis, hutan gugur, Taiga, tundra, Gurun, dan padang rumput. 4. <strong>Persebaran fauna di dunia</strong> antara lain kawasan Neartik, kawasan neotropik, Kawasan australia, Kawasan oriental, kawasan paleartik dan kawasan Ethiopia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:08:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405180625</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Upaya pelestarian keanekaragaman hayati</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405184444</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Melakukan Tebang Pilih<br>2. Pelestarian Alam<br>3. Reboisasi<br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:10:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405184444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak kerusakan lingkungan</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405186059</link>
         <description><![CDATA[<div>Kerusakan lingkungan telah menyebabkan beberapa dampak buruk. Pertama, <strong>manusia berisiko mengalami kondisi kesehatan yang berbahaya seperti, misalnya, asma dan radang paru-paru akibat polusi udara</strong>. Dampak buruk lainnya adalah hilangnya keanekaragaman hayati.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:12:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405186059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur penyusun ekosistem</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405188029</link>
         <description><![CDATA[<div>Komponen-komponen penting dan berpengaruh dalam pembentukan sebuah ekosistem adalah:<br><br>• Komponen biotik<br>Komponen biotik adalah komponen hidup yang terdapat dalam sebuah ekosistem, yang terdiri dari produsen, konsumen tingkat 1, konsumen tingkat 2, konsumen puncak, dan dekomposer.<br><br>• Komponen abiotik<br>Komponen abiotik adalah komponen tak hidup yang menyusun sebuah ekosistem, komponen abiotik meliputi unsur-unsur CO2, H2O, O2, tanah, cahaya, udara, dan sebagainya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:13:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405188029</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis lingkungan hidup</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405196779</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Lingkungan biotik</strong> Menurut Ahmad Husain dalam buku Ketahanan Dasar Lingkungan (2019), lingkungan biotik adalah segala sesuatu yang hidup dan bernyawa dalam suatu tempat. Semua komponen pada lingkungan biotik memiliki nyawa dan beraktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Komponen biotik<strong> </strong>pada lingkungan, meliputi hewan, manusia, tumbuhan, jamur, serta benda hidup lainnya. Adapun komponen tersebut dibagi menjadi tiga kelompok, yakni produsen (penghasil), konsumen (pemakai), serta dekomposer (pengurai). <br><strong>2. Lingkungan abiotik</strong> Adalah seluruh benda mati atau tidak bernyawa yang memiliki manfaat atau pengaruh besar bagi kehidupan makhluk hidup. Contoh lingkungan abiotik adalah tanah, air, udara, dan sinar matahari. Tanpa lingkungan abiotik, seluruh makhluk hidup akan terancam dan sulit memenuhi kebutuhannya. <br><strong>3. Lingkungan alami</strong> Dilansir dari buku Pengantar Kesehatan Lingkungan (2021) oleh Mubarak dkk, lingkungan alami merupakan lingkungan yang terdiri atas unsur abiotik (benda tidak hidup) serta biotik (benda bernyawa). Jenis lingkungan ini ada tanpa campur tangan manusia. Karena terbentuk secara alami lewat proses alam yang dinamis. <br><strong>4. Lingkungan buatan</strong> Berkebalikan dengan lingkungan alami, lingkungan buatan adalah lingkungan yang sengaja dibentuk manusia menggunakan teknologi, baik sederhana maupun modern. Ciri utama lingkungan buatan adalah bentuknya tidak beragam dan biasanya hanya berupa satu jenis. Misalnya kawasan industri, permukiman, sekolah, gedung, dan sebagainya. Tujuan pembentukan jenis lingkungan ialah supaya bisa ditempati dan digunakan manusia atau makhluk hidup lainnya.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:18:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405196779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>analisis daya dukung lingkungan</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405200418</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Analisis daya dukung lingkungan</strong> merupakan suatu alat perencanaan pembangunan yang memberikan gambaran hubungan antara penduduk, penggunaan lahan dan <strong>lingkungan</strong>.<br><br>1.Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.<br>2.Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).<br>3.Mengembangkan metode penambangan dan pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang.<br>4.Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:20:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405200418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>peningkatan IKLH </title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405203068</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>IKLH</strong> (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup) merupakan gambaran atau indikasi awal yang memberikankesimpulan cepat dari suatu kondisi lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu<br><br>Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2020 Meningkat. 24 Februari 2021, dibaca 10023 kali. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indonesia <strong>meningkat sebesar 3,72 poin dari angka 66,55 pada tahun 2019 menjadi 70,27 pada tahun 2020</strong>.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:22:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405203068</guid>
      </item>
      <item>
         <title>jenis metode dalam mengumpulkan data kependudukan </title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405212464</link>
         <description><![CDATA[<div>Terdapat tiga metode data kependudukan yang dapat diperoleh, yaitu sensus penduduk, survei penduduk, dan registrasi penduduk. <br><br><strong>1. Sensus penduduk</strong> Dilansir dari buku Kamus Geografi Istilah dan Penjabarannya (2016) karya Putri Fitria, sensus penduduk adalah proses pengumpulan, pengolahan, evaluasi, analisis dan penerbitan data-data demografi, ekonomi, dan sosial dari setiap orang yang bermukim di sebuah negara atau salah satu bagian negara tersebut pada waktu tertentu. Tujuan utama dilakukan sensus adalah untuk mengetahui keseluruhan jumlah penduduk, persebaran, serta ciri-cirinya. Sensus penduduk dilakukan secara berkala selama sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk di Indonesia sudah dilakukan sejak zaman Belanda. Tercatat Indonesia sudah melakukan sensus sebanyak sepuluh kali, yaitu tahun 1905, 1920, 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010, dan 2020. Dalam metode pelaksanaanya, sensus dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Sensus de facto Sensus de facto merupakan pencacahan penduduk yang menetapkan bahwa bisa dikatakan penduduk sebuah negara apabila orang yang disensus berada di negara bersangkutan. Saat dilakukan sensus, semua orang yang ada dicatat dalam daftar sensus dan dianggap sebagai penduduk negara tersebut. Sensus de facto umumnya dilakukan oleh negera-negara di kawasan Eropa. Orang yang diakui sebagai penduduk dalam sensus de jure adalah orang yang memiliki kartu tanda penduduk. Turis atau wisatawan tidak dicatat sebagai penduduk negara tersebut.<br><br><strong>2. Survei penduduk</strong> <br>Dalam buku Pengantar Studi Kependudukan (2017) karya Musliadi, survei didefinisikan sebagai pencacahan penduduk dengan teknik mengambil contoh daerah untuk dicacah keadaan penduduknya. Ciri-ciri survei adalah cakupan lebih terbatas, pengambilan sampel informasi lebih luas dan mendalam, dan survei tidak dilakukan secara menyeluruh di suatu negara. Indonesia sendiri beberapa kali telah melakukan survei nasional tentang kependudukan. Survei tersebut antara lain Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), Survei Fertilitas dan Mortalitas, dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). Selain itu, ketelitian survei juga lebih tinggi dan hasilnya lebih cepat diperoleh. Biasanya survei dilakukan setahun sekali sehingga gejala perubahan dapat diamati lebih teliti. <br><br><strong>3. Regitrasi Penduduk.</strong> Registrasi penduduk merupakan pencatatan kondisi penduduk yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan. Dalam metode ini, registrasi data yang dicatat berupa data kelahiran, kematian, perkawinan, perpindahan penduduk, perceraian, adopsi anak, dan lain-lain. Akan tetapi, registrasi penduduk seringkali terkendala karena kualitas sumber daya manusia yang mencatat.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:27:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405212464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, angka kelahiran dan kematian</title>
         <author>azaleaannajwa</author>
         <link>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405233451</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Dinamika Penduduk</strong> adalah perubahan / pertumbuhan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, hal ini disebabkan karena adanya peristiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah unsur-unsur dinamika penduduk. Pertumbuhan penduduk secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu p<strong>ertumbuhan alami, pertumbuhan migrasi, </strong>dan<strong> pertumbuhan penduduk total.</strong><br><br></div><ol><li><strong>Pertumbuhan Penduduk Alami</strong> adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. Pertumbuhan alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini : <strong>Pa = L – M </strong>(Pa = Pertumbuhan penduduk alami L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian )</li><li><strong>Pertumbuhan Penduduk Migrasi</strong> adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini : <strong>Pm = I – E </strong>( Pm= Pertumbuhan penduduk migrasi I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi ).</li><li><strong>Pertumbuhan Penduduk Total</strong> adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan rumus berikut ini : <strong>P = (L – M) + (I – E) (</strong> P = Pertumbuhan penduduk total L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi )</li><li><strong>Tingkat kelahiran (fertilitas)</strong> adalah tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi pada suatu periode tertentu. Tingkat kelahiran bayi dapat dihitung dengan dua cara, yaitu:</li></ol><div><br></div><ul><li><strong>Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR)</strong>, adalah angka kelahiran yang menunjukkan jumlah kelahiran perseribu penduduk dalam suatu periode.</li><li><strong>Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR)</strong>, adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 wanita pada usia reproduksi atau melahirkan yaitu pada kelompok usia 15-49 tahun</li></ul><div>&nbsp; &nbsp; 5. <strong>Tingkat kematian (mortalitas)</strong> merupakan pengurangan       jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian. Tingkat kematian dapat diketahui melalui tiga cara, yaitu:</div><div><br></div><ul><li>Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR), adalah angka yang menunjukkan rata-rata kematian perseribu penduduk dalam satu tahun.</li><li>Tingkat Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR), adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu perseribu penduduk dalam kelompok yang sama</li></ul><div>Tingkat Kematian Bayi (Infan Mortality Rate/IMR), adalah angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi yang lahir hidup.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-12-01 14:40:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/azaleaannajwa/hv227k24tinsid89/wish/2405233451</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
