<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Lanjutkan kalimat berikut menjadi sebuah cerita pendek yang menarik! by Dewi Sulistyorini</title>
      <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m</link>
      <description>Langkah kaki membawaku menyusuri jalan setapak yang asing. Tanpa alas, rumput melindungi kaki dari tajamnya kerikil. Telingaku mengenali suara gemericik sungai yang terisi dari air dengan beragam warna dan rasa. Murni dan tampak segar seperti madu.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-25 01:09:18 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-30 08:51:02 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Eriken Audrian B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193941277</link>
         <description><![CDATA[<p>Dan aku tau kalau itu sungai kecil yang sangat bagus dan potensial ada ikan nya.</p><p><br/></p><p>Lalu aku langsung bergegas pulang ambil pancing dan memancing sambil ngalamun mikir kan masa depan nya gimana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:37:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193941277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Queenarra shada ayra runcha</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193941718</link>
         <description><![CDATA[<p>Suara alam berdering begitu nyaring mengusik tidur nyenyak seorang pria, dia enggan membuka mata, tapi akhirnya terpaksa ia buka karena suara alam yang menggangu tapi nyaman, setelah itu ketika dia membuka mata ternyata sudah banyak orang di alam surga itu setelah itu mereka dan pria itu menikmati suara alam sambil ngobrol bareng bersama orang orang di surga setelah ngobrol mereka berbicara tentang kehidupan mereka sebelum meninggal dan masuk surga, mereka bersyukur semasa hidup nya berbuat baik dan akhirnya masuk surga, mereka duduk bersantai sekali sambil bersyukur</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:37:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193941718</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reyhan Pasha R                        </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193943072</link>
         <description><![CDATA[<p>Matahari bersinar terik  Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, sehingga hanya menyisakan berkas tipis. Burung-burung berkicau seolah sedang menyanyikan lagu untuk alam. Bunyi riak jernih sungai beradu dengan batu kali berpadu dengan sahutan dari beberapa penghuni hutan yang lainnya. yang sekarang tengah asyik bermain bersama teman-temannya di sebuah sungai.  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:38:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193943072</guid>
      </item>
      <item>
         <title>dito fabio</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193944569</link>
         <description><![CDATA[<p>jalan yang berkrikil membuat kakiku sakit dan tersadar jika kehidupan ini begitu gelap karena tidak ada yang memwarnai.kemudian aku sadar jika kehidupan ini tidak dilakukan hanya dengan mengikuti angin,kita harus mencari tantangan yang ada dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengwarnai kehidupan ku yang hampa,kegiatan yang dilakukan seperti jalan-jalan malam dan ngopi di kota agar tenang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:39:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193944569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhimas Toti Pradana Putra </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193945038</link>
         <description><![CDATA[<p>dengan awan yang berwana warni di langit sana. bayak burung- burung yang berterbangan di atas sana. banyak hewan hewan yang berkeliaran di bawah sana. ternyata ini hanyalah mimpi semata.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:40:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193945038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adelia Nur Fauziyah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193949733</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejenak aku mulai menyusuri dimana arah gemercik air tersebut berasal. Mataku berbinar tanda kagum akan suasana yang menyelimuti pemandangan ini,nampak seorang laki laki yang berdiri dengan gagah dan tegak di tepian sungai. "Hai, dimanakah ini?, aku baru melihat tempat ini." Tanyaku kepada seorang laki laki tersebut." Perlahan laki laki tersebut membalikkan badannya dan menatap ke arahku. "Inilah tempat yang disukai semua para bangsawan di negeri ini." Jawab laki laki tersebut sambil menggenggam erat payung yang ia bawa. Aku semakin tak mengetahui apa yang dimaksud oleh laki laki berbaju hitam kekar itu. Suasana yang semakin memikat hatiku, nyaman, dan penuh warna di dalamnya. "Bolehkah anda jelaskan sedikit, sepertinya saya tersesat." Tanyaku dengan spontan. Pria tersebut mendekatkan dirinya kepadaku dan mengatakan suatu hal dengan nada yang sangat lembut, selembut kain sutra. "Tidak semua orang bisa masuk ke negeri ini, wahai tuan putri." Aku semakin bingung akan perkataan yang ia katakan.</p><p><br/></p><p>Pria tersebut pergi meninggalkan ku ketika mengucapkan kalimat tersebut, aku menyusuri sungai tersebut, terdapat banyak sekali orang orang yang menatapku akan ketakutan,aku semakin tidak mengerti. Ketika sesuatu memberhentikan ku di dekat pohon besar dan segulung karpet berwarna merah, terdapat seorang nenek tua yang mendatangiku. "Wahai gadis muda, Mengapa kau datang kemari hanya seorang diri?" Tanya seorang nenek tua di hadapanku. "Apa maksudnya nek?" Tanyaku kembali. "Engkau adalah keturunan dari Pangeran di negeri sebrang bukan?" Tanya nenek tersebut sambil menghelai rambutku. Aku tak mengerti apa yang dimaksud, karena aku hanya terbiasa hidup seperti manusia biasa pada umumnya.</p><p><br/></p><p>Tepat ketika seorang nenek tersebut mengajak ku ke sebuah rumah gubuk, di sekitar sungai tersebut, ia memberikan suatu foto dan surat yang disimpan di dalam kotak yang di gembok. Didapatinya fotoku saat sedang berusia tepat 5 tahun, bersama ayah dan ibuku. Tetapi yang membuatku heran adalah Kakek tua yang berada di belakang kami, menggunakan mahkota emas dan mantel berwarna merah itu yang nampak asing bagiku, wanita tua tersebut telah menjelaskan ku siapa diriku yang sebenernya, dan mengapa aku bisa tersesat disini, ternyata aku adalah keturunan seorang raja yang ditugaskan untuk mengurus negri ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:43:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193949733</guid>
      </item>
      <item>
         <title>bagus aryo samudra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193950530</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku terus berjalan menyusuri jalan setapak yang seolah tersembunyi dari dunia luar.Cahaya matahari menari di sela pepohonan,aroma tanah basah dan embun pagi mengiringi langkahku.</p><p>Tiba di tepi sungai,aku terpesona melihat airnya yang jernih berwarna warni seperti pelangi.Saat kucicipi,rasanya manis seperti madu. Keajaiban ini membuatku penasaran, hingga aku menyeberangi jembatan kayu di dekatnya.</p><p>Di sebrang,ada padang bunga liar dan seorang wanita tua yang menyapaku.“Aku penjaga hutan ini,” katanya.dia menjelaskan, sungai itu adalah hadiah alam untuk membawa ketenangan. Saat aku kembali ke jalan setapak, hatiku terasa ringan, penuh kedamaian dari hutan ajaib ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:44:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193950530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shokhibul khasan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193958872</link>
         <description><![CDATA[<p>Ternyata ini adalah surga yang dimana banyak sekali mengalir sungai sungai yang banyak warna dan rasa dengan air terjun yang indah dengan suara air tejun dan kicauan burung yang merdu.Banyak sekali pohon buah buahan ,pepohonan yang besar seperti payung memayungi sesorang yang kehujanan.Disana kita bisa meminta apapun yang kita mau tanpa ada rasa lelah ,sakit dan tidak ada rasa panas .Yang disana dapat melihat sesorang dengan wajah yang cerah.Tidak ada lagi pagi, siang ,sore dan malam.kita disana bebas kesana kesini bermain .Itulah sedikit pandangan surga yang indah.Maka dari itu kalau kita ingin masuk surga selamat dari neraka kita harus menghindari dari pergaulan ,zina ,mabuk dan jangan perbanyak maksiat.perbanyaklah sholat ,membaca Al-Quran,istigfar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:51:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193958872</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arya Sentyaki Ajatashatru</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193960092</link>
         <description><![CDATA[<p>Orang-orang berlari kesana kemari dengan riang gembira nya, hanya senyum dan tawa yang terlihat. Semua orang kembali muda dan setiap keluarga kembali berjumpa. Semua permintaan terwujud dan menjadi nyata. Namun,seketika aku terdiam dan merenung ketika aku teringat dengan keluarga ku. Tak satupun keluarga ku yang terlihat, aku pun mulai kehilangan senyumku. Aku meminta dan meminta pada tuhan untuk mempertemukan ku dengan keluarga ku namun permintaan ku tak kunjung terwujud. Tak berhenti ku meminta pada tuhan untuk berjumpa dengan ayah dan ibu ku. Tiba-tiba sesosok malaikat mendatangi ku," wahai hamba tuhan, sesungguhnya aku datang kemari untuk memberi tahu mu bahwasanya kedua orang tua mu masih hidup di dunia dan sedang menangisi kepergian mu".</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:52:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193960092</guid>
      </item>
      <item>
         <title>rizky alifria </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193960376</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku melihat sungai yang indah, tempat yang indah yang belum pernah aku temui sebelumnya, banyak orang orang kesana kemari, berbolak balik seperti sedang mencari cari, aku pun merasa bingung dimanakah posisiku sekarang?, aku bertanya tanya. </p><p><br/></p><p>Matahari mulai terik, membuat keringat menetes di keningku.  Aku berhenti sejenak, menunduk untuk meminum air sungai yang jernih.  Rasa manis madu yang kurasakan di lidah, membuatku merasa segar dan bersemangat.  </p><p><br/></p><p>Di kejauhan, aku melihat sebuah pohon besar dengan ranting-ranting yang menjulang tinggi.  Bayangannya yang rindang tampak menjanjikan tempat berteduh dari terik matahari.  Aku pun melangkah maju, penasaran dengan apa yang akan kutemukan di balik pohon itu.</p><p><br/></p><p>Tempat yang sangat indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya, melihat orang orang yang nampak bahagia disitu, tersenyum bahagia seperti tak ada beban yang menampungnya. Aku teringat pada sebuah lagu yang berjudul "Gala Bunga Matahari" Karya Sal Priadi, yang mengisahkan kerinduan mendalam terhadap seseorang yang telah meninggal. </p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:52:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193960376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bryan Octa Ramadhany/7/F1.2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193962193</link>
         <description><![CDATA[<p>Langkah kaki membawaku menyusuri jalan setapak yang asing. Tanpa alas, rumput melindungi kaki dari tajamnya kerikil. Telingaku mengenali suara gemericik sungai yang terisi dari air dengan beragam warna dan rasa. Murni dan tampak segar seperti madu.</p><p><br/></p><p>Aku berjongkok,mencelupkan kedua tanganku ke permukaan air yang bening seperti air mata.Saat tetes air yang menyentuh bibirku rasa manis menyelimuti tenggorokanku,seolah olah ada rasa yang mengalir seperti air.Setiap tetesan air membawa sebuah perasaan damai yang sulit untuk kugambarkan.Aku melihat sebuah bayangan seseorang yang berdiri di tepi sungai,dengan menatapku dari kejauhan dengan senyuman lembut di wajahnya.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan dari kejauhan.Aku mengikuti langkahnya seolah-olah ada daya tarik yang tak bisa kuabaikan.Saat kami berjalan menyusuri jalan,dia bercerita tentang sungai ini "Dulu sungai ini airnya bening,sebening air mata tanpa warna dan tanpa rasa.Namun orang yang berdatangan selalu membawa warna dan rasa yang masih tertinggal di sungai ini.</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kami tiba di jembatan kayu tua yang sangat kokoh dan indah,disana kami melihat air sungai yang sangat berkilau seperti berlian yang sangat jernih dan berwarna biru tua seperti cermin yang bisa memantulkan benda diatasnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:53:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193962193</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mega Aulia Nur Asifah (23)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193962978</link>
         <description><![CDATA[<p>Angin sepoi' menyapa saat diriku sampai disana. Iris mataku menangkap berbagai jenis pemandangan yang membuatku terkesima. Bermacam-macam jenis bunga  kudapati di sana, tampak indah. Lalu sekilas aku melihat  tubuh seseorang yang aku kenali, berdiri membelakangiku dengan  pakaian serba putihnya. Itu nenek ku, nenek berjalan ke depan dengan langkah yang pelan. Ku panggil nenek dengan suara lantang. Nenek seolah tak bisa mendengarku dan dia terus berjalan seolah tiada aku yang daritadi terus menerus memanggilnya. Aku berlari mengikutinya. Tanpa ku sadari, aku menginjak sesuatu yang membuatku terpersok dalam dann bughhhh. Aku tersadar, di sebuah ruangan serba putih berbau obat-obat an, di kelilingi seluruh keluargaku yang sedang berkumpul menanti bangunku dari koma yang cukup panjang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:54:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193962978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kinanti Aulia. M. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193963235</link>
         <description><![CDATA[<p>Melihat pemandangan indahnya sungai itu aku mulai melangkahkan kaki ku untuk mendekati sungai tersebut. Aku dapat melihat dengan jelas warna-warna sungai tersebut. Aku melihat sekeliling dan aku tersadar bukan hanya sungai tersebut yang indah namun pemandangan sekeliling sungai tersebut juga sama indahnya. Terdapat bunga-bunga yang bermekaran dan pohon-pohon yang rimbun. Aku mulai melangkahkan kaki ku untuk mendekati salah satu pohon besar disana. Aku mulai menyenderkan badan ku di pohon besar itu dan mulai memejamkan mataku sambil sejuknya angin. Tanpa sadar aku mulai terlelap dalam tidur ku. </p><p>Beberapa waktu kemudian.... </p><p>Aku tersadar saat matahari yang ada berada dalam atas kepala ku perlahan mulai tengelam. Aku bergegas bangun dari tidur ku dan kembali. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:54:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193963235</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Retno adinka mirasti </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193963689</link>
         <description><![CDATA[<p>wanita cantik itu yang kini tinggal ditempat yang begitu sangat indah. Wanita yang dulunya selalu membantu dan menghormati siapapun. Wanita yang dulu tak pernah lupa dengan ibadah. Pada suatu hari wanita tersebut mengalami hal yang sangat tidak terduga. hari itu selesai bekerja wanita tersebut pulang, tetapi malangnya wanita itu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. Banyak orang yang merasa kehilanganya. Wanita itu memang meninggalkan dunia yang indah ini, namun wanita itu telah datang ke tempat berlabuh terakhirnya. Wanita itu kembali hidup, namun ditempat yang tidak ia ketahui. Tempat dimana seluruh keindahnya mengalahkan dunia, tempat yang selalu membuat siapapun yang melihatnya begitu terpana. Tempat itu adalah tempat tinggal abadi bagi wanita itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:54:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193963689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fahrezi  15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193964954</link>
         <description><![CDATA[<p> Di pinggiran sungai yang sepi dan sunyi, Aku berlari dengan perasaan yang bahagia.  Dari ujung sungai terlihat siluet bayangan wanita. Aku berjalan menuju bayangan  itu. Aku terkejut, melihat ada seorang bidadari yang sedang singgah diatas batu emas. Aku memberanikan diri untuk mendekati bidadari itu, jarak semakin dekat, dan tiba -  tiba bidadari itu menoleh dan tersenyum dengan senyuman manisnya. Tiba - tiba aram yang Aku setting berbunyi dengan keras,dan membangunkan ku.</p><p><br/></p><p>  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:55:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193964954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Karunia Syifa Nurfajrina (16)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193965557</link>
         <description><![CDATA[<p>Angin menyapa raga ku sejuk, semua terasa tenang dan tidak ada gangguan sedikit pun. Di tengah pandangan ku yang sedang memandangi sekitar, ku dapati seseorang sepantar dengan ku. Ia berkulit putih, mata nya yang indah berwarna biru, gaun pendek putih yang ia kenakan terlihat elok dengan tubuhnya. Ku hampiri gadis itu lalu ku ajak ia bertukar suara "Hei? siapakah kau? mengapa kau berada di sini?", tanya ku. Ia menoleh, namun tak satu kata pun keluar dari mulutnya untuk menjawab pertanyaan ku, aku pun melambaikan tangan ku di depan muka gadis itu, namun tiba tiba ia menangis. Ku dekap badan kecilnya, hingga ia berhenti  menangis. Puas akan tangisannya, ia menggerakan mulut nya dan berkata "Aku Sanggia, maaf untuk sambutan yang kurang baik dan terimakasih untuk pelukannya", aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Aku memiliki banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada gadis manis ini, "mengapa ia berada di sini?", pikir ku. Aku tak tau apa yang terjadi, namun tiba tiba Sanggia menjawab pertanyaan yang aku pikirkan. Sahutnya, "Aku salah satu korban bullying di sekolah ku, terakhir aku di lempari batu karena aku tak sengaja datang terlambat ke sekolah, aku di lempar ke kolam sekolah ku dan semua terasa gelap. saat ku buka mataku, tempat ini lah yang pertama muncul di hadapan ku, namun rasanya aku tak bisa mengikhlas kan itu". Aku turut sedih mendengar ceritanya, kembali ku dekap raga gadis itu lalu aku berkata "Tak apa untuk semuanya, mari belajar saling memaafkan dan mengikhlaskan bersama ku. Sekarang, kau teman ku dan juga sebaliknya. tolong bahagia setelahnya ya!", kami berpelukan, memohon ampun untuk semua, lalu kembali menyusuri keindahan yang ada di tempat ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:56:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193965557</guid>
      </item>
      <item>
         <title>melsa harlianty </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193967278</link>
         <description><![CDATA[<p>Tempat ini sama seperti yang ku dengar dicerita orang. Tempat yang suci, bebas dari penderitaan. Banyak manusia yang menginginkan tempat itu, akan tetapi tidak semua bisa. Orang orang yg berada disana sedang bersenang senang, tidak ada  pikiran tentang penghuni neraka. Mereka menikmati sungai dari air susu, arak, madu, mendengarkan alunan musik petikan kecapi. Keadaan yang jauh berbeda dengan dunia, hingga banyak manusia yang menginginkan tinggal disana. Lantas sekarang saya berdiri ditempat tersebut, saya dapat merasakan ketenangan disini. Banyak sekali kenikmatan yg ku dapatkan, sempat berpikir apakah pantas saya mendapatkan semua bahagiaan itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:57:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193967278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rahel Rahma S</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193967364</link>
         <description><![CDATA[<p>Langkah kakiku langsung berhenti di tempat yang nan indah itu aku merasa sangat takjub dengan keindahannya. Di sana terdapat orang-orang yang berkumpul dan bersantai. Pakaian yang bersih dan wajah yang bahagia dan ceria. Orang-orang itu sangat menikmati pemandangan tempat itu. Air yang jernih dan segar yang ada ditempat itu membuat orang yang meminumnya tidak akan kehausan lagi walaupun matahari sedang terik. Gemericik airnya bagaikan irama musik yang menenangkan hati dan pikiran. Kebahagiaan yang tiada habisnya untuk mereka yang ada disana. Keadaan yang damai dan tentram membuat mereka merasa nyaman dan aman. Pohon pohon besar yang tumbuh disana memberikan udara yang bersih. Tak ada pikiran kotor, tak ada pikiran tentang hal duniawi. Hamparan rumput di sana membuat siapa saja yang berada diatasnya akan tertidur pulas karena rumput itu sehalus kain sutera. Bahkan mereka yang ada disana merasa ingin hidup abadi supaya selalu bisa menikmati keindahan pemandangan ini. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:58:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193967364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>D.Abizard.A.H</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193967433</link>
         <description><![CDATA[<p>munculah di diriku rasa ingin mencoba sungai madu tersebut,semakin lama diriku ditempat itu,semakin bertanya tanya juga aku "dimanakah diriku ini?" <em>sambil melihat kanan dan kiri, aku berjalan menyusuri tempat itu sambil kebingungan,tanpa aku sadari ternyata ada seseorang yang mengikutiku, saat aku berjalan dengan kebingungan ada suara "sssttt" aku pun mencari dari manakah suara itu berasal, saat aku menoleh kebelakang ada seseorang yang memakai jubah putih dengan muka yang tertutup kain putih bersih, dia pun berbicara kepadaku "hai nak... apakah kamu dream expert?? hampir tidak ada yang bisa mengendalikan dirinya saat didunia mimpi" kata orang berjubah putih itu,sambil kebingungan apa maksut orang itu aku pun bertanya "apa maksutmu? apa maksutmu dunia mimpi? dan dimanakah aku sekarang??" sambil meninggikan nada karna kesal tidak sedikitpun mendapatkan jawaban dari apa yang orang itu katakan, orang itu pun menjawab "ah.. maaf nak.. aku lupa memberitahumu dimanakah dirimu sekarang berada,sekarang kamu berada di dunia mimpi,dan perkenalkan aku adalah penjaga dunia mimpi ini" aku dengan perasaan semakin kebingungan pun bertanya lagi "bagaimanakah bisa aku berada disini? kembalikan lah diriku ke alam yang sebenarnya!" orang itu pun menjawab dengan tenang "baiklah nak,baru saja aku ingin memberimu pilihan tapi kau sudah memilih pilihan yang belum aku beri,pilihannya adalah,karna kau orang satu satunya yang bisa mengendalikan dirimu di dunia ini,kau akan ku beri pilihan,1. bisa memiliki dunia ini,atau 2.jika kau ingin dikembalikan,dengan senang hati akan aku kembalikan ke dunia asalmu" jawab orang itu,aku pun dengan yakin menjawab dan memilih pilihan ke 2 "tolong kembalikan aku ke dunia asalku.. aku sangat rindu dengan keluargaku" kataku, "baiklah nak... pejamkan matamu.." kata orang itu, </em>*dengan polosnya aku dan sangat ingin aku untuk kembali,aku pun memejamkan mataku,  dan disaat aku membuka mataku,aku sudah berada di kamarku dan orang itu pun menghilang</p><p><br/></p><p><br/></p><p>terimakasih..</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:58:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193967433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NABIL </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193968686</link>
         <description><![CDATA[<p>Dengan udara yang sejuk dan tenang melewati jembatan tua,saya tiba di Padang bunga yang sangat luas, ditengah Padang bunga yang indah terdapat rumah kayu yang sangat tua dan masih terjaga dengan baik, aku berjalan menuju rumah kayu itu,aku memasuki rumah tua itu yang sejuk dan wangi aku beristirahat sejenak di kursi kayu yang tampak sudah rapuh dan tua bertapa nikmatnya duduk dikursi tua itu yang bisa melepas lelahnya perjalanan hari ini.Sambil melihat lihat rumah tua itu aku teringat masa kecilku yang sangat ku rindukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 06:59:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193968686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pinta Rahma W/F1.2/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193969749</link>
         <description><![CDATA[<p>Sepanjang menyusuri jalan setapak yang asing itu, kanan kiriku banyak sekali pohon yang rindang. Pohon itu selalu menjadi tempat teduh dan beristirahat anak-anak kecil ketika selesai bermain. Aku mengambilkan buah dari pohon itu untuk anak-anak kecil yang sedang beristirahat. Senyuman manis dari anak-anak kecil itu membuat aku semakin rindu dengan masa kecilku di desa. Tiba-tiba datang lah seorang pria tersenyum lebar dan mendekati diriku. Aku pun kebingungan dan heran "siapakah pria itu?". Aku mulai menyadari bahwa pria itu adalah sahabat ku saat kecil. Lama aku tak berjumpa dengan dia. Dia harus ikut pindah karena tugas orang tuanya. Hari ini aku ingin membuat sebuah kenangan yang indah dan tak mungkin bisa kita ulangi lagi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:00:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193969749</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhiya Ulhaq Nabilla </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193969810</link>
         <description><![CDATA[<p>Setiap langkahku semakin mendekat pada sumber suara itu, membawa rasa ingin tahuku semakin menggebu. Di antara pepohonan rimbun, cahaya matahari menyelinap, aroma lembab tanah basah dan bunga liar yang mekar menyapa indra penciumanku. Saat tiba di tepi sungai, aku terpesona oleh airnya yang berkilau dalam sinar matahari. Tidak hanya jernih, tetapi juga memantulkan nuansa biru, hijau, dan emas, seolah mengundangku untuk menjelajahi kedalamannya. Aku merasakan keinginan kuat untuk mencelupkan tangan ke dalamnya. Aku melihat pantulan wajahku di air yang tenang itu.</p><p><br/></p><p>Dug dug dug...</p><p><br/></p><p>Jantungku berdegup kencang, pikiranku terasa sangat kacau, terlintas kenangan yang selama ini tidak ingin aku ingat. Tepat saat itu ku teringat. </p><p><br/></p><p>Aku adalah seorang siswa menengah atas, namaku Kenzo Eleanor. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan buku buku daripada harus bergaul dengan anak seumuranku. Namun, dengan sifatku ini, aku menjadi sasaran pembullyan dikelasku. Setiap hari, aku selalu menghadapi ejekan dari sekelompok geng dikelasku. Mereka sering melakukan kekerasan padaku, bahkan meminta uang saku yang seharusnya aku gunakan untuk membeli sesuatu yang aku butuhkan. Meskipun hatiku terluka, aku berusaha untuk tidak menunjukkannya, aku percaya bahwa suatu hari nanti, pasti mereka bisa berubah. Sayangnya, tak seperti yang aku kira, kelakukan mereka justru semakin kasar padaku. Mereka lebih sering memukul, mengejek dan mempermalukanku didepan umum. Puncaknya, saat mereka memintaku untuk bertemu diluar sekolah.</p><p><br/></p><p>Hari itu cuaca sangat panas, tepatnya jam 2 siang. Sesuai dengan yang mereka minta, aku pergi menemui mereka dilapangan pinggir sungai.</p><p><br/></p><p>"Apa ?, apa yang kalian mau dariku ?, kenapa kalian selalu menggangguku?" Tanyaku yang sudah geram dengan perilaku mereka.</p><p><br/></p><p>"Ya sudah jelas dong, kamu kan anak DPR, uangmu pasti banyak" Balas pria tinggi dengan rambut coklat keemasan.</p><p><br/></p><p>"Hah?, apa hubungannya?" Tanyaku penasaran.</p><p><br/></p><p>"Kau itu bodoh atau bagaimana?, sudah kubilang karena kamu kaya, lagipula, uang yang ada di pemerintah juga milik rakyat kan?, tentu saja kami meminta uang kami!" balas pria lain yang sedang memegang tongkat.</p><p><br/></p><p>"Kalian, kalian keterlaluan, hal yang kalian pikirkan itu sudah salah, apalagi langkah yang kalian ambil" Ucapku membela.</p><p><br/></p><p>Belum juga 1 menit aku mengucapkan kata kataku, aku dipukul menggunakan tongkat oelh orang orang itu. Aku masih sedikit sadar, aku melihat raut wajah panik mereka. Tubuhku terasa terangkat, dan...</p><p><br/></p><p>Byur....</p><p><br/></p><p>Tubuhku terlempar kedalam kolam, aku kehilangan kendali atas tubuhku, aku tak bisa bergerak, hingga akhirnya terhanyut dalam aliran sungai yang panjang. Entah jasadku ditemukan atau tidak, yang pasti aku sudah tenang di surga yang indah ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:00:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193969810</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sulistia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193969842</link>
         <description><![CDATA[<p>Seketika langkah kakiku berhenti didepan sungai yang berisikan air minum yang sangat segar. Aku mengambil sedikit air sungai itu dan meminumnya hingga habis yang membuat tubuhku terasa segar. Namun aku merasakan keanehan, kenapaa air itu seperti madu bukan seperti air sungai pada umumnya. Hingga akupun kebingungan ketika melihat sekelilingku penuh dengan tanaman bunga dan beberapa aliran air yang sangat beragam jenis. Sungguh aneh dan membuat ku merasakan kebingungan yang mendalam. Dan seketika aku tersadar bahwa ini bukanlah ditempat yang biasa aku tempati melainkan disebuah Surga. Setelah aku tau bahwa ini ada disurga akupun teringat bahwa aku sudah tiada dan jauh dari orang sekeliling ku. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan ketika berada ditempat asing sendiri tanpa ada keluarga dan orang yang aku kenal. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:00:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193969842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wakhidatun Silfiana Saputri </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193971452</link>
         <description><![CDATA[<p>  Namun,kita harus bisa adaptasi dengan tempat dan suasana asing tersebut. Kita tidak tahu bagaimana kedepannya yang akan terjadi di tempat dan suana asing tersebut,entah bahagia atau bisa juga sebaliknya. Seiring berjalannya waktu banyak hal yang bisa berubah. Termasuk dengan pertemanan,teman yang bisa menjadi asing karena adanya penyebab suatu hal. </p><p><br/></p><p>   Dulu,saat awal kelas 10 Afa dan Ana adalah dua orang asing yang belum saling kenal. Suatu saat,mereka menjadi saling kenal satu sama lain karena satu kelas sewaktu kelas 10. Mereka kemana pun selalu berdua,saling support ketika ada masalah, menjalani hari-hari dengan bahagia dan sedih bersama-sama. Pada suatu keadaan, mereka mendapatkan suatu masalah salah satunya adalah dari keluarga, pihak keluarga dari Ana tidak merestui pertemanan mereka. Karena pertemanan mereka lambat laun menjadi pertemanan yang tidak sehat.</p><p><br/></p><p>   Dan akhirnya, Ana lebih mementingkan restu orang tuanya karena dia berfikir kalau keputusan orang tuanya itulah yang terbaik untuk Ana. Sewaktu kenaikan kelas, mereka tidak mengumbar masalah mereka dan orang lain belum tahu kalau mereka mendapatkan masalah tersebut. Teman-teman yang lainnya mengira mereka masih berteman seperti biasanya,karena awal kelas 11 mereka masih berteman dekat sebelum akhirnya mereka asing. </p><p><br/></p><p>    Setelah beberapa minggu, pertemanan mereka terlihat semakin renggang. Dan banyak yang menyadari hal tersebut, Dina sebagai salah satu teman Ana, memberikan berbagai pertanyaan terhadap ana "kamu kok sekarang udah jarang main sama Afa? kamu asing sama dia? ada masalah apa kamu sama Afa Naa? " ujar Dina. Dina pun hanya bisa tersenyum dan menjawab "semua itu ada masanya Dinn" jawabnya. Dan sekarang Ana menjalani hari-hari dengan keadaan yang terasa asing bagi Ana,yang biasanya sewaktu istirahat dia main sama Afa, sekarang dia hanya bisa mengenang kenangan dulu. Lambat laun, Ana bisa terbiasa dengan keadaan yang bahwasanya dia harus asing dengan Afa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:01:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193971452</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Annisa Safira Munfarida (03)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193971460</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku mulai berjalan mengikuti arah mengalirnya sungai itu. Terasa sangat wangi jika di hirup. Saat akhirnya, aku mulai menemukan ujung dari sungai itu, dan mendapati sebuah pemandangan yang sangat indah. Aku melihat kelinci yang melompat kesana kemari, mereka sangat lucu. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lainnya, dan melihat ada seorang laki-laki yang sedang duduk di tepi sungai. Aku berjalan ke arahnya, dan menyapanya.</p><p><em>"Hai?" </em>kata ku sambil menepuk pundak nya</p><p><em>"Iya? Ada apa?" </em>jawabnya</p><p><em>"Kenapa kamu disini?" </em>tanya ku</p><p><em>"Sedang menikmati keindahan alam ini saja" </em>jawabnya lagi</p><p>Aku pun ikut duduk di sebelahnya dan ikut memandangi indahnya pemandangan. Sembari memercikkan air sungai yang ada di depanku. </p><p><em>"Siapa namamu?" </em>tanya nya padaku</p><p><em>"Aku? Aku Nebulla" </em>jawab ku </p><p><em>"Aku Sabiru" </em>lanjutnya sambil mengulurkan tangannya ke arah ku. </p><p>Aku menerima uluran tangannya dan sedikit tersenyum. Dia membalas dengan senyuman yang manis. Aku mulai berdiri dan ingin berjalan meninggalkannya. Tanpa aku sadari, dia mengikuti ku dan berjalan sejajar bersama ku. </p><p><em>"Sangat indah ya pemandangan nya?" </em>ucapnya tiba tiba</p><p><em>"Iya, sangat" </em>jawab ku </p><p><em>"Di tempat yang luas ini, bagaimana jika kita bermain kejar-kejaran?" </em>ajaknya kepadaku</p><p>Ajakan nya membuatku sedikit berfikir untuk menjawab mau atau tidak. Dan akhirnya aku menjawab..</p><p><em>"Boleh, biar nebulla yang lari, biru yang mengejar!!" </em>jawab ku dengan antusias.</p><p><em>"Iya, biarkan aku yang mengejarmu" </em>ucapnya</p><p>Aku mulai berlari dan membiarkan biru mengejarku. Kita berlarian di tempat yang luasnya tidak bisa kita ukur, sambil tertawa kecil untuk menciptakan suasana semakin seru.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:01:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193971460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keysa Shafiyyul Aini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193972640</link>
         <description><![CDATA[<p>Tempat yang indah sejuk pohon-pohon tumbuh dengan rapi. Suara air mengalir membuatku nyaman berada disini. Sepoi-sepoi angin terasa, terdengar suara langkah seseorang yang mendekat, datang lah seseorang yang tidak aku kenal. Mulutnya tersenyum dan tangannya melambai kepadaku. Berdirilah seorang pria didepan ku, ia mengajakku berkeliling dijalan setapak ini. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Aku meneruskan perjalanan hingga akhirnya pria itu berhenti ditepi sungai, aku tepesona dan tersenyum, lalu menikmati indahnya alam sampai akhirnya aku pun menutup mata kembali.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:02:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193972640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Azahra khanza Anindya Najwa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193980786</link>
         <description><![CDATA[<p>Saat aku tiba di tepi sungai, mataku tertuju pada sebuah kotak kayu kecil yang tergeletak di atas batu. Dengan rasa penasaran, aku membuka kotak itu dan menemukan sebuah kompas tua yang berkilau. Anehnya, jarum kompas tidak menunjukkan arah utara, tetapi menunjuk ke arah hutan lebat di sebelahku.</p><p><br/></p><p>Tanpa berpikir panjang, aku mengikuti arah jarum. Di tengah hutan, aku menemukan sebuah cahaya yang bersinar lembut. Saat mendekat, aku melihat sekumpulan makhluk kecil berwarna-warni menari di antara pepohonan, mengelilingi sebuah pohon besar dengan daun berkilau.</p><p><br/></p><p>Mereka menatapku dengan rasa ingin tahu, seolah mengundangku untuk bergabung. Dalam sekejap, aku merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Di sinilah aku menemukan makna perjalanan ini menemukan keajaiban di tempat yang tak terduga. Dengan hati penuh, aku tersenyum dan tahu, hidupku akan selalu dipenuhi dengan petualangan baru.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:08:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193980786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marchella</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193990362</link>
         <description><![CDATA[<p>Aku tertuju pada keindahan batuan emas, perak, juga betapa harumnya bunga kasturi yang menyejukan hati. Bak negeri berkilauan emas dan berbau semerbak begitu wanginya, ditempati putri putri nan cantik jelita. Buah-buahan bersusun hijau di sepanjang aliran sungai, pohon rindang membentang dan air yang tertuangkan. Tempat yang diciptakan untuk kesenangan, kebahagiaan, keimanan dengan rasa syukur dan cukup. Disini tempat untuk tertawa bukan menangis,  tempat abadi bagi mereka untuk hidup selamanya. Terpancar aura wajah cerah, ceria dan bahagia pada wajah penghuninya. Segala sesuatu abadi disini, segala sesuatu indah, segala sesuatu sempurna. </p><p><br/></p><p>Bertebaran bidadari yang sangat cantik jelita. Keelokan dan kecantikannya mencapai kesempurnaan, siapapun yang memandangnya tidak akan berpaling dari wajahnya. Suaranya begitu lembut, gerak tubuhnya begitu anggun, kulitnya sangat halus dan jernih. Matanya begitu indah nan menawan, semerbak wangi kasturi selalu menempel pada tubuhnya. Elok wajahnya bagaikan terangnya cahaya rembulan, kilauan cahaya terpancar dari gigi-giginya dikala tersenyum. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 07:15:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3193990362</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dava erik mundi w</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3194109498</link>
         <description><![CDATA[<p>Matahari mulai merangkak naik, menyinari permukaan yang tenang. Embun pagi masih menempel pada dedaunan, di pinggir sungai ada satu burung bangau yang berdiri berhadapan dengan air sungai. burung bangau itu  diam saja dan menatap ke langit-langit dan melihat teman-temannya berterbangan, dan setelah itu burung bangau tersebut ikut terbang bersama teman-temannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-10-30 08:51:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dewisulistyorini455/hmxi0ttnr57zwq4m/wish/3194109498</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
