<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas Kelas 10 IPS 2 by uttha Geografi</title>
      <link>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij</link>
      <description>LAPISAN ATMOSFER</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2019-02-20 03:34:37 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2019-03-29 00:37:07 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-assets.s3.amazonaws.com/icons/Lovecookie.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Jelaskan lapisan - lapisan atmosfer serta manfaatnya atau karasteristiknya</title>
         <author>geografiuttha</author>
         <link>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/344037108</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Jelaskan perbedaan iklim dengan cuaca<br>3. Jelaskan secara singkat 6 unsur cuaca</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-03-21 23:41:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/344037108</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/344432709</link>
         <description><![CDATA[<div>Anita<br>Risma<br>Yanti<br>Rifda<br>1.Pengertian Atmosfer<br><br>Yang Dimaksud Dengan Atmosfer Merupakann Gas Selimut Yang Dapat Membungkus Suatu Planet,Yang Khususnya Planet Bumi. Atmosfer Akan Menyelimuti Sebuah Planet Dengan Lapisan Yang Sangat Tebal, Bahkan Apabila Jika Dihitung-Hitung Jaraknya Akan Mencapai Ribuan Kilometer Dari Planet Tertentu Sampai Dengan Ke Luar Angkasa. Atmosfer Setiap Planet Itu Berbeda-Beda. Planet Bumi Sendirinya Akan Mempunyai Atmosfer Yang Ketebalannya Akan Mencapai Sekitar 1000 Kilometer Dari Permukaan Bumi. Ada Banyak Berbagai Macam Gas Yang Terdapat Didalam Atmosfer, Antara Lain Yakni Gas Nitrogen (77%), Oksigen (20%), Argon (0,8%), Karbondioksida (0,02%), Dan Uap Air, Krypton, Neon, Xinon, Hidrogen, Kalium Serta Ozon (0,06%<br>2.PERBEDAAN CUACA DAN IKLIM<br>1. Cuaca<br>Cuaca adalah keadaan udara pada waktu dan tempat tertentu. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca. Unsur-unsur cuaca meliputi curah hujan, suhu, tekanan, kelembaban, dan awan.<br>2. Iklim<br>Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka lama atau tetap. Apabila suatu daerah beriklim Af (iklim menurut Koppen misalnya), maka untuk seterusnya daerah itu beriklim Af. Karena iklim berlaku tetap, maka penelitian dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Biasanya dilakukan minimal 30 tahun. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.<br>3.1. Cuaca cerah<br><br>Cuaca cerah merupakan salah satu cuaca yang paling sering kita alami. Cuaca cerah ini ditandai dengan matahari yang bersinar cerah, langit terang, awan yang ada di langit jumlahnya sangat sedikit, serta udara terasa hangat. Kondisi cuaca cerah ini biasanya ada di tengah musim kemarau di mana tidak banyak uap air yang terbentuk menjadi awan karena jauh dari musim hujan. Dengan cuaca cerah ini banyak aktivitas yang bisa dilakukan.<br><br>2. Cuaca berawan<br><br>Cuaca berawan merupakan keadaan di mana cuaca ketika sinar matahari sering tertutup oleh awan yang ada di langit. Awan juga terlihat menebal dan menyebabkan langit menjadi agak gelap. Awan tersebut terbentuk karena banyaknya uap air yang bergerak ke atas langit. Cuaca berawan ini biasanya menandakan bahwa hujan akan turun di hari tersebut.<br>3. Cuaca panas<br><br>Cuaca panas merupakan cuaca yang terjadi di saat matahari bersinar dengan sangat terik. Udara di luar ruangan akan terasa hangat hingga panas serta di siang hari akan terasa membakar kulit terutama pada jam 12 siang ke atas. Di cuaca panas tersebut, angin akan bertiup lebih kencang dari biasanya serta debu akan berterbangan karena tertiup oleh angin. Untuk itu, disarankan menggunakan masker bagi pengendara motor, sepeda, atau pejalan kaki agar terhindar dari debu.<br><br>4. Cuaca dingin<br><br>Cuaca dingin merupakan keadaan suhu udara lebih rendah sehingga terasa lebih dingin dari biasanya. Suhu yang ada diketahui di bawah normal dan biasanya terjadi di saat peralihan musim kemarau dengan musim penghujan atau di saat musim penghujan itu sendiri.<br><br>5. Cuaca hujan<br><br>Cuaca hujan ini terjadi di saat butiran air yang tersimpan di awan jatuh ke bumi. Pada waktu cuaca hujan tersebut terjadi, langit biasanya berubah menjadi gelap dan matahari tertutup oleh awan mendung sehingga suhu udara menjadi dingin. Hujan terjadi karena uap air yang sangat banyak di awan sudah tak sanggup lagi tertampung hingga akhirnya jatuhlah butiran air ke atas bumi. Hujan ringan atau lebat biasanya dipengaruhi oleh kecepatan angin.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-03-23 08:30:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/344432709</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/346104525</link>
         <description><![CDATA[<div>Samsir kurniawan<br>Afdal<br>Kadri<br>Sapril<br>Muh.iqbal<br>1.A. Troposfer<br><br></div><div>Troposfer Meruopakan Lapisan Penyusun Atmosfer Yang Akan Letaknya Paling Dekat Dengan Permukaan Bumi. Sekira 79% Massa Atmosfer Terdapat Pada Lapisan Ini. Ketinggian Lapisan Troposfer Di Permukaan Bumi Tidak Akan Sama. Ketinggian Troposfer Di Daerah Kutub Sekira 7 Km, Di Daerah Khatulistiwa 15 Km, Dan Di Daerah. Lintang Tinggi Sekira 10 Km. Pada Lapisan Troposfer Akan Berlaku Hukum Gradien Geotermis, Yaitu Semakin Tinggi Suatu Tempat Suhunya Akan Semakin Dingin. Setiap Kenaikan Ketinggian 100 M Akan Terjadi Penurunan Suhu Sekira 0,6-1 Derajat Celcius. Peristiwa Yang Akan Terjadi Di Lapisan Troposfer Antara Lain Yakni Awan, Hujan, Petir, Maupun Tempat Mengudara Pesawat Terbang.<br><br></div><div>B. Stratosfer<br><br></div><div>Stratosfer Merupakan Lapisan Yang Terdapat Terletak Di Atas Lapisan Troposfer. Batas Antara Lapisan Troposfer Dan Stratosfer Dikenal Sebagai Tropopause. Sekira 19,7% Massa Atmosfer Yang Terdapat Pada Lapisan Ini. Lapisan Stratosfer Akan Terletak Pada Ketinggian 15-56 Km. Pada Lapisan Ini Yaitu Stratosfer Berlaku Hukum Isotermis, Yakni Suhu Udara Akan Bertambah Tinggi Seiring Dengan Naiknya Ketinggian Suatu Tempat. Kenaikan Suhu Akan Disebabkan Oleh Adanya Lapisan Ozon Pada Ketinggian Kurang Lebih 19km. Lapisan Ozon Yang Akan Mampu Menyerap Radiasi Ultraviolet Dari Sinar Matahari.<br><br></div><div>C. Mesosfer<br><br></div><div>Mesosfer Merupakan Lapisan Yang Terletak Di Atas Lapisan Stratosfer. Batas Antara Lapisan Troposfer Atau Mesosfer Dikenal Sebagai Stratopause. Sekira 0,999% Massa Atmosfer Terdapat Pada Lapisan Ini. Lapisan Mesosfer Kan Terdapat Pada Ketinggian 50-80 Km. Pada Lapisan Mesosfer Dapat Kembali Berlaku Hukum Geotermis. Penurunan Suhu Yang Terjadi Sebesar 0,3 Derajat Celcius Setiap Kenaikan 100 M. Suhu Terendah Pada Lapisan Ini Akan Dapat Mencapai -100 Derajat Celcius. Massa Udara Dingin Tersebut Mampu Akan Membakar Meteor Maupun Benda Langit Lain Yang Hendak Akan Masuk Ke Bumi. Pada Mesosfer Terdapat Lapisan Yang Bermuatan Listrik Pada Ketinggian Kurang Lebih 68 Km. Kondisi Ini Dapat Mengakibatkan Terjadinya Fenomena Awan Pijar Yang Akan Berasal Dari Uap Air Maupun Debu Meteor.<br><br></div><div>D. Termosfer<br><br></div><div>Termosfer Merupakan Lapisan Yang Akan Terletak Di Atas Lapisan Mesosfer. Batas Antara Lapisan Mesosfer Dengan Termosfer Dikenal Sebagai Mesopause. Sekira 0,001% Massa Atmosfer Terdapat Pada Lapisan Ini. Lapisan Ini Akan Terletak Pada Ketinggian 83-500 Km. Lapisan Ini Disebut Juga Ionosfer Karena Akan Terjadi Ionisasi Gas-Gas Oleh Radiasi Matahari. Lapisan Ini Dapat Mampu Memantulkan Gelombang Radio Sehingga Alat-Alat Komunikasi Seperti Radio Ataupun Televisi Dapat Beroperasi. Lapisan Termosfer Akan Ditandai Adanya Dengan Kenaikan Suhu Dari -100 Derajat Celcius Sampai Ribuan Derajat Celcius. Suhu Pada Lapisan Termosfer Dapat Mengalami Kenaikan Seiring Pertambahan Ketinggian.<br><br></div><div>E. Eksosfer<br><br></div><div>Eksosfer Merupakan Lapisan Atmosfer Yang Sangat Luar. Lapisan Eksosfer Terdapat Pada Ketinggian Ini Lebih Dari 500 Km. Batas Antara Termosfer Dengan Eksosfer Dikenal Sebagai Termopause. Kandungan Gas Utama Yang Terdapat Pada Lapisan Eksosfer Adalah Hidrogen. Fenomena Yang Akan Ditemui Pada Lapisan Ini Ialah Cahaya Redup Yang Juga Disebut Zodiakal Atau Gegenschein. Cahaya Tersebut Yang Dihasilkan Dari Pantulan Sinar Matahari Oleh Debu Meteorit Di Angkasa. Pada Lapisan Eksosfer Hampir Tidak Akan Terdapat Gaya Gravitasi Sehingga Semua Benda Akan Melayang-Layang. Dengan Demikian, Disebabkan Oleh Jaraknya Yang Sangatlah Jauh Dari Inti Bumi.</div><div>-Manfaat Atmosfer</div><ul><li>Berfungsi Sebagai Pelindung Bumi Dari Berbagai Macam Benda Luar Angkasa Yang Dapat Jatuh Ke Bumi Akibatnya Akan Terkena Gaya Gravitasi Bumi.</li><li>Sebagai Pelindung Bumi Dari Paparan Radiasi Sinar Ultraviolet Yang Akan Sangat Membahayakan Kehidupan Makhluk Hidup Yang Berda Di Bumi Dengan Lapisan Ozon.</li><li>Mengandung Berbagai Macam Gas Yang Akan Sangat Diperlukan Manusia, Hewan Maupun Tumbuhan Untuk Bernafas Serta Untuk Kebutuhan Makanan Yang Lainnya Seperti Oksigen, Nitrogen, Karbon Dioksida Atau Lain Sebagainya.</li><li>Sebagai Pengatur Cuaca Yang Dapat Mempengaruhi Angin, Salju, Hujan, Awan, Badai, Topan, Atau Lain Sebagainya.</li></ul><div>2.Iklim : bagaimana suasana atsmosfer yang terjadi selama periode yang lebih lama, wilayahnya lebih luas ( sulit berubah )<br>Cuaca: terjadi di wilayah yang relatif sempit dan dalam waktu yang relatif singkat sedangkan iklim terjadi di wilayah yang cukup luas dan dalam waktu yang relatif lama.<br>3.<strong>1. Suhu Udara</strong></div><div>Suhu udara berubah sesuai dengan tempat. Tempat yang terbuka, suhunya berbeda dengan tempat yang bergedung, demikian pula suhu di ladang berumput berbeda dengan lading yang di bajak. Secara fisis suhu udara dapat didefinisikan sebagai tingkat gerakan molekul benda, makin cepat gerakan molekul, makin tinggi suhunya. Suhu juga dapat didefinisikan sebagai tingkat panas suatu benda. Skala yang sering dipakai dalam pengukuran suhu udara adalah skala Fahrenheit yang dipakai di negara Inggris dan skala Celcius yang dipakai oleh sebagian besar negara di dunia. Suhu Fahrenheit dapat diubah menjadi derajat Celcius dengan persamaan berikut:</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div>Dalam beberapa penerapan, skala Kelvin atau skala suhu mutlak sering dipakai. Nilai setiap derajat pada skala mutlak sama dengan derajat Celcius ditambah 273.</div><div><br></div><div>Suhu udara berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Suhu maksimum terjadi sesudah tengah hari, biasanya antara jam 12.00 dan jam 14.00 dan suhu minimum terjadi pada jam 06.00 atau sekitar matahari terbit.</div><div><br></div><div>Suhu udara harian rata-rata didefinisikan sebagai rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang dilakukan tiap jam. Di Indonesia suhu harian rata-rata dapat dihitung dengan persamaan:</div><div><br></div><div>di mana  adalah suhu harian rata-rata, dan T<sub>7</sub> , T<sub>13</sub> , T<sub>18</sub> adalah suhu udara pada jam 7.00, jam 13.00, dan jam 18.00.</div><div><br></div><div>Suhu bulanan rata-rata ialah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam satu bulan dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Suhu tahunan rata-rata dihitumg dari jumlah suhu bulanan rata-rata dibagi dengan 12 atau jumlah suhu harian rata-rata dalam satu tahun dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun (365 hari) .</div><div><br></div><div><strong>2. Kelembaban udara</strong></div><div>Udara atmosfer adalah campurandari udara kering dan uap air. Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah uap air, yaitu :</div><ol><li>Tekanan uap (e) adalah tekanan parsial dari uap air.</li><li><em>e = ρRT</em></li><li>Kelembaban mutlak yaitu massa jenis uap (massa air yang terkandung dalam satu satuan volume udara lengas) dengan persamaan:</li><li><br></li><li>Nisbah percampuran (mixing ratio) yaitu nisbah uap air terhadap massa udara kering.</li><li>Kelembaban spesifik (<em>q</em>) didefinisikan sebagai massa uap air per satuan massa udara basah.</li><li>Kelembaban nisbi (RH) ialah perbandingan nisbah percampuran (<em>r</em>) dengan nilai jenuhnya (<em>rs</em>) dan dinyatakan dalam persen, jadi:</li><li><br></li></ol><div><br></div><div><strong>3. Curah Hujan</strong></div><div>Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau millimeter (1 inci = 25, 4 mm). Di daerah tropis hujannya lebih lebat daripada di daerah lintang tinggi. Garis yang menghubungkan titik-titik dengan curah hujan sama selama periode tertentu disebut isohyets.</div><div>Ada tiga jenis hujan, yaitu :</div><ol><li><strong>Hujan konvektif</strong></li><li>Akibat pemanasan radiasi matahari udara permukaan akan memuai dan naik ke atas, kemudian mengembun.Gerakan vertical udara lembab yang mengalami pendinginan dengan cepat akan menghasilkan hujan deras.Awan cumulonimbus (Cb) yang terjadi, pada umumnya mencakup daerah yang nisbi kecil sehingga hujan deras berlangsung dalam waktutidak lama.</li><li><strong>Hujan orografik</strong></li><li>Jika gerakan udara melalui pegunumgan atau bukit yang tinggi maka udara akan dipaksa naik. Setelah terjadi kondensaasi, tumbuh awan pada lereng di atas angin (windward side) dan hujannya disebut hujan orografik, sedangkan pada lereng di bawah angin (leeward side), udara yang turun akan mengalami pemanaan dengan sifat kering, dan daerah ini disebut daerah bayangan hujan.</li><li><strong>Hujan konvergensi dan frontal</strong></li><li>Jika dua massa udara yang konvergen horizontal mempunyai suhu dan massa jenis berbeda, maka massa udara yang lebih panas akan dipaksa naik di atas massa udara dingin. Bidang batas antara kedua massa udara yang berbeda sifat fisisnya disebut front.</li></ol><div><br></div><div>Jumlah curah hujan paling berlimpah terdapat di daerah ekuator dan berkurang menuuju daerah kutub. Ada tigapola curah hujan di Indonesia, yaitu :</div><ol><li><strong>Pola curah hujan jenis monsun</strong></li><li>Distribusi curah hujan bulanan berbentuk “V” dengan jumlah curah hujan musiman pada bulan Juni, Juli, atau Agustus. Saat monsun barat jumlah curah hujan berlimpah, sebaliknya saat monsoon timur jumlah curah hujan sangat sedikit. Daerah curah hujan jenis monsun sangat luas terdapat di Indonesia.</li><li><strong>Pola curah hujan jenis ekuator</strong></li><li>Jumlah curah hujan maksimum terjadi setelah ekinoks. Tempat di daerah ekuator seperti Pontianak dan Padang.</li><li><strong>Pola curah hujan jenis lokal</strong></li><li>Distribusi curah hujan bulanannya kebalikan dari jenis monsun, lebih banyak dipengaruhi oleh sifat local. Daerah yang mempunyai sifat local sangat sedikit, misalnya daerah Ambon.</li></ol><div><br></div><div><strong>4. Tekanan Atmosfer</strong></div><div>Berat sebuah kolom udara per satuan luas di atas sebuah titik menunjukkan tekanan atmosfer pada titik tersebut. Di permukaan laut tekanan atmosfer adalah 101,32 kPa atau 1013,2 mbar. Isobar, yaitu garis yang menghubungkan tempat yang mempunyai tekanan atmosfer sama pada ketinggian tertentu. Tekanan atmosfer selalu berkurang dengan bertambahnya ketinggian.</div><div><br></div><div><strong>5. Angin</strong></div><div>Angin ialah gerak udara yang sejajar dengan pewrmukaan bumi. Udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Angin diberi namasesuai dengan dari arah mana angin datang, misalnya angin timur adalah angin yang datang dari arah timur, angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat, dan angin lembah adalah angi yang datang dari lembah menaiki pegunungan.</div><div><br></div><div><strong>6. Embun, Kabut, dan Perawanan</strong></div><ol><li><strong>Embun</strong></li><li>Embun terjadi dari kondensasi pada permukaan tanah terutama pada waktu malam hari saat tanah menjadi dingin akibat radiasi yang hilang. Kadang-kadang angin laut membawa sejumlah uap air pada siang hari yang kemudian mengembun pada waktu malam yang dingin. Titik embun ialah suhu saat udaramenjadi jenuh dengan uap air atau suhu udara pada kelembaban nisbi 100 persen. Makin rendah kelembaban nisbi makin rendah titik embun.</li><li><strong>Kabut</strong></li><li>Kabut terbentuk di dalam udara dekat permukaan bumi, sedangkan awan terbentuk pada paras yang lebih tinggi. Jika udara dekat permukaan bumi mencapai titik embun, maka kabut diperkirakan akan terjadi. Jika suhu naik setelah kabut terjadi, maka diperkirakan kabut akan buyar. Ketebalan kabut bergantun pada berbagai fakto, seperti kelembaban, suhu, angin, inti kondensasi, dan sebagainya. Kabut yang disebabkan oleh pendinginan radiasi disebut kabut radiasi. Kabut ini terjadi pada malam hari yang cerah saat lapisan udara dekat permukaan banyak mengandung uap air, sedangkan lapisan udara diatasnya sangat rendah kelembabannya.</li><li><br></li><li>Jika udara lembab panas bergerak di atas permukaan yang lebih dingin akan terjadi kabut adveksi. Sebagai conntoh, kabut adveksi yang terjadi jika udara dari teluk Mexico bergerak ke A merika Serikat bagian selatan pada waktu musim dingin.</li><li><strong>Perawanan</strong></li><li>Perawanan adalah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan dinyatakan dalam persen, tetapi lebih umum dinyatakan dalam perdelapan dari langit yang tertutup awan, misalnya perawanan = 0, berarti langit cerah, perawanan = 4 berarti separo langit tertutup awan, perawanan 8 berarti langit mendung. Garis yang menghubungkan tempat dengan perawanan sama disebut isonephs.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-03-28 12:51:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/346104525</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/346380335</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota kelompok<br>Andi ildha mulqaidha<br>Arni<br>Jusmawati<br>Nursakinah<br>Jawaban<br>1.<strong>1. Lapisan Troposfer</strong><br>Troposfer merupakan lapisan paling bawah atmosfer bumi. Pada lapisan inilah manusia serta makhluk lain di bumi dapat bernapas dan bertahan hidup.<br>Umumnya, lapisan troposfer mempunyai radius ketinggian hingga 10 km dari permukaan bumi. Meski demikian, pada daerah kutub, ketinggian lapisan troposfer hanya 6 km saja.<br><strong>2. Lapisan Stratosfer</strong><br>Stratosfer merupakan lapisan atmosfer yang letaknya di atas troposfer.<br>Karakteristik dari lapisan atmosfer ini adalah ketinggiannya yang mencapai radius 10 km hingga 50 km di atas permukaan bumi.<br><strong>3. Lapisan Mesosfer</strong><br>Di atas stratosfer, terdapat mesosfer yang memiliki ketinggian mulai dari 50 km hingga 80 km.<br>Karakteristik yang dimiliki oleh lapisan ini adalah rendahnya suhu udara yang mampu membakar habis meteor atau benda-benda luar angkasa yang jatuh dari langit.<br><strong>4. Lapisan Termosfer</strong><br>Termosfer atau yang juga dikenal sebagai lapisan ionosfer merupakan lapisan dimana aurora kerap kali muncul saat petang atau pajar di bagian kutub.<br>Lapisan atmosfer ini memiliki jarak ketinggian sekitar 80 km hingga 375 km dari permukaan bumi.<br><strong>5. Lapisan Eksosfer</strong><br>Eksosfer merupakan lapisan dimana terjadi gerakan-gerakan atom yang tak beraturan di dalamnya.<br>Jarak ketinggian antara lapisan eksosfer dari permukaan bumi adalah sekitar 375 km hingga 1000 km. Suhu yang dimiliki oleh lapisan ini mencapai 2.200 derajat Celcius.<br>2. Cuaca : kondisi atsmosfer dalam periode waktu yang lebih singkat , wilayahnya sempit ( mudah berubah )<br><br>Iklim : bagaimana suasana atsmosfer yang terjadi selama periode yang lebih lama, wilayahnya lebih luas ( sulit berubah )<br>3. 1. Radiasi matahari : proses pembentukkan cuaca di atmosfer bumi<br>2. Suhu Udara : dapat berpengaruh terhadap pemanasan langsung dan tidak langsung<br>3. Tekanan : ekanan udara berbeda pada setiap tempat tergantung pada intensitas atau lama penyinaran matahari, ketinggian, dan letak lintang suatu tempat. Semakin tinggi elevasi suatu tempat semakin rendah tekanan udara di tempat itu.<br><br>4. Angin: ketika angin berhembus berpengaruh terhadap awan yang akan dibawa<br>5. Penguapan : apabila suhu panas maka akan terjadi penguapan <br>6. Kelemababn Udara : semakin rendah kelembaban maka cenderung akan tidak terjadi hujan</div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-03-29 00:37:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/geografiuttha/hh6qrh4pyjij/wish/346380335</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
