<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Food Loss &amp; Food Waste dan Ketahanan Pangan by Ell Admaja</title>
      <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-04-14 01:44:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-28 06:16:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/4f737f47b67f5b9c391d4f358b0f6fd7/kurisutina_removebg_preview.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Food Loss &amp; Food Waste</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1414627165</link>
         <description><![CDATA[<div>Food Loss &amp; Food Waste adalah berkurangnya jumlah dan kualitas (kandungan zat gizi) bahan makanan yang awalnya dimaksudkan untuk dikonsumsi manusia</div>]]></description>
         <pubDate>2021-04-14 01:45:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1414627165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Food Loss</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1414631424</link>
         <description><![CDATA[<div>Food Loss mengacu pada kerusakan makanan yang menyebabkan penurunan kualitas selama proses produksinya sebelum mencapai tahap konsumsi. Kualitas dan kuantitas makanan berkurang di antara pemrosesan, pasca panen, serta distribusi</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/4b23c446992c99bf09f6c9e42ec70645/food_waste.jpeg" />
         <pubDate>2021-04-14 01:47:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1414631424</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Food Waste</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1414639670</link>
         <description><![CDATA[<div>Food Waste mengacu pada penurunan kualitas makanan yang telah selesai melewati proses produksi. walaupun makanan tersebut telah melewati proses produksi, tetapi makanan tersebut tidak dikonsumsi karena terjadi pembuangan makanan yang biasanya disebabkan karena makanan telah busuk namun dalam beberapa kasus ada makanan yang belum mengalami pembusukan tetapi sudah dibuang </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/f2a0a5839d19f19dd8d1d77d36778279/food_loss.jpg" />
         <pubDate>2021-04-14 01:50:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1414639670</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415180119</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada tahun 2011, FAO mencatat bahwa 1/3 bagian dari pangan dunia terbuang setiap tahunnya. Sementara itu, World Resources Institute (WRI) mengakatakan bahwa, jumlah pangan yang dihasilkan di seluruh dunia adalah sebanyak 4 milliar ton per tahun, tetapi 1/4 dari jumlah makanan tersebut terbuang percuma baik pada saat proses produksi maupun konsumsi. Masalah ini akan mengakibatkan dampak buruk bila tidak segera ditangani karena menurut WRI, pada 2050, jumlah kebutuhan kalori per hari akan meningkat sebanyak 60%</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 06:25:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415180119</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jumlah Pangan yang hilang</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415203670</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>24 - 35% dari seluruh makanan yang diproduksi dunia hilang (diukur dalam bentuk kalori)</li><li>DI Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia baru rata rata penduduknya membuang sejumlah 1520 kalori per hari</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 06:35:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415203670</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerugian akibat dari terbuangnya makanan</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415223702</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Dari sisi ekonomi</strong></div><ul><li>Nilai makanan yang hilang di Sub Sahara Afrika setiap tahunnya mencapai $4 milliar&nbsp;</li><li>Di Cina, terhitung menghabiskan uang sebesar $32 milliar untuk makanan yang tidak termakan</li><li>Di Amerika Serikat, jumlah makanan yang terbuang per tahunnya mencapai nilai $165 milyar (melebihi jumlah dana yang dikeluarkan untuk taman taman nasional di amerika, perpustakaan, penjara penjara federal, biaya kesehatan veteran Amerika, serta dana untuk operasi FBI)</li></ul><div><br></div><div><strong>Dari sisi lingkungan</strong></div><ul><li>3.300 -&nbsp; 5.600 megaton gas rumah kaca (8 - 10% emisi gas rumah kaca) dihasilkan akibat dari produksi makanan yang terbuang</li><li>198 juta hektar tanah digunakan untuk menanam makanan yang tidak termakan tadi</li><li>173 milliar meter^3 air terbuang dalam proses produksi makanan yang tidak termakan</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 06:44:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415223702</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Presentase jumlah Food Loss &amp; Food Waste di beberapa negara dengan jumlah terbanyak</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415262589</link>
         <description><![CDATA[<div>source : FAO 2019</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/5df513af0480e18097e6911fdf80cd36/food_loss_region.PNG" />
         <pubDate>2021-04-14 06:59:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415262589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Presentase Bahan Pangan dengan jumlah limbah paling banyak</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415268768</link>
         <description><![CDATA[<div>Source : FAO 2019</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/5f7ec18d5170dabae621ac76d64e95fe/food_loss_corps.PNG" />
         <pubDate>2021-04-14 07:02:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415268768</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi Food Loss &amp; Waste ?</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415295409</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Beberapa hal yang kita sebagai konsumen bisa lakukan antara lain&nbsp;</div><ul><li>Membeli buah atau sayuran walaupun bentuknya jelek</li></ul><div>Banyak dari hasil panen yang dibuang adalah sayuran dan buah buiahan yang memiliki bentuk yang kurang bagus. Kita mulai sekarang bisa membeli sayuran dan buah buahan tersebut karena rasa yang dimiliki sama saja</div><ul><li>Kurangi makanan yang dibuang</li></ul><div>Kita bisa mengurangi jumlah makanan yang kita buang dengan cara membeli makanan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan</div><ul><li>Beli makanan melalui petani lokal</li></ul><div>Dengan kita membeli makanan dari petani lokal, kita akan mengurangi resiko kerusakan makanan pada proses distribusi</div><ul><li>Mendaur ulang makanan yang sudah tidak bisa di makan</li></ul><div>Kita bisa tetap memanfaatkan makanan makanan yang tidak kita makan dengan cara memberinya kepada hewan atau mengubahnya menjadi kompos. Tetapi, cara ini adalah cara terakhir yang kita lakukan karena kompos hanya mengembalikan 1% dari total energi yang dihasilkan makanan</div><ul><li>Lebih memahami lagi label label yang ada pada makanan</li></ul><div>Jika kita membeli makanan ada beberapa label pada makanan tersebut salah satunya adalah label&nbsp;<em>Best Before.&nbsp;</em>Label ini menunjukkan kapan makanan itu ada di puncak kesegaran bukan kapan makanan itu masih aman. Sehingga sebenarnya, masih bisa di makan walau sudah melewati tanggal yang tertulis.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 07:12:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415295409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa yang bisa dilakukan para produsen dan swalayan</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415445485</link>
         <description><![CDATA[<div>Banyak hasil produksi makanan yang dibuang karena ada bentuk bentuk yang tidak sesuai seperti ukuran dan warna padahal, makanan makanan tersebut masih bisa dimakan dan masih memiliki kandungan yang sama. Dengan begitu, sebaiknya para produsen dan toko toko swalayan menyumbangkannya ke organisasi organisasi non profit yang bergerak di bidang pangan untuk bisa kemudian diberikan ke orang orang yang kurang mampu. Dengan begitu, makanan yang tadinya terbuang bisa mengisi perut ribuan bahkan jutaan orang yang kelaparan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 08:12:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415445485</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lobak yang dibuang karena bentuk yang tidak sesuai </title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415476935</link>
         <description><![CDATA[<div>Source : <a href="https://ichef.bbci.co.uk/news/976/cpsprodpb/E638/production/_86363985_hughparsnips.jpg">BBC</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/bcaa04a295450238513222290470f143/_86363985_hughparsnips.jpg" />
         <pubDate>2021-04-14 08:24:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415476935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kembang kol layak pangan yang dibuang</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415483631</link>
         <description><![CDATA[<div>Source : <a href="https://dmrqkbkq8el9i.cloudfront.net/Pictures/1024x536/8/7/7/111877_Cauliflower-crates-for-web.jpg">The Grocer</a></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/4d92c420d7c1fbed46f91e9344954b47/111877_Cauliflower_crates_for_web.jpg" />
         <pubDate>2021-04-14 08:27:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415483631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Beberapa consumable food yang ditemukan di tempat sampah</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415489011</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 08:29:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415489011</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Madison, Wisconsin, Amerika Serikat</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415497140</link>
         <description><![CDATA[<div>Picture Source : Rob Greenfield</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/c08a81bdf100c600635e829928f3ffbe/Madison_Wisconsin.PNG" />
         <pubDate>2021-04-14 08:32:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415497140</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Makanan yang dikumpulkan dari tempat pembuangan di Detroit selama 2 jam</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415503529</link>
         <description><![CDATA[<div>Picture Source : Rob Greenfield</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/31ceaf9f78a5694fd994790d660ccf49/detroit.PNG" />
         <pubDate>2021-04-14 08:35:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415503529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Makanan yang ditemukan dari tempat pembuangan di Los Angeles yang merupakan kota dengan jumlah tunawisma terbesar kedua di Amerika Serikat</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415512501</link>
         <description><![CDATA[<div>Picture Source : Rob Greenfield</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1085373503/8b2c6c556e268716b060309d42696e90/LA.PNG" />
         <pubDate>2021-04-14 08:38:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415512501</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415521469</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><ul><li><h1><a href="https://www.wri.org/blog/2013/06/numbers-reducing-food-loss-and-waste">By the Numbers: Reducing Food Loss and Waste</a></h1></li><li><h1><a href="https://www.wri.org/blog/2013/05/great-balancing-act-3-needs-sustainable-food-future">The Great Balancing Act</a></h1></li><li><h1><a href="http://www.fao.org/food-loss-and-food-waste/flw-data)">Food Loss and Food Waste - FAO</a></h1></li><li><a href="http://www.fao.org/state-of-food-agriculture/2019/en/">The State of Food and Agriculture</a></li><li><a href="https://www.unep.org/resources/report/unep-food-waste-index-report-2021">UNEP Food Waste Index Report 2021</a></li><li><h1><a href="https://soundcloud.com/unfao/sofa-english">FAO Podcast - How to tackle food loss and waste?</a></h1></li><li><h1><a href="https://www.youtube.com/watch?v=w96osGZaS74">How To End The Food Waste Fiasco | Rob Greenfield | TEDxTeen</a></h1></li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-14 08:42:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1415521469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ketahanan Pangan</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1429909350</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut komite PBB untuk ketahanan pangan, Food Security atau Ketahanan pangan adalah kondisi di mana setiap orang mampu mengakses secara fisik, ekonomi, dan sosial ke pangan yang cukup, aman, dan bergizi.Sementara, ketahanan Pangan menurut UU No.18/2012 adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-18 13:38:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1429909350</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indikator ketahanan pangan</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432285227</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Suhardjo (1998), ketahanan pangan rumah tangga dapat diukur melalui beberapa indikator yaitu :</div><ol><li>tingkat kerusakan makanan, hasil ternak, dan perikanan</li><li>Tingkat penurunan produksi makanan</li><li>TIngkat ketersediaan pangan di rumah tangga</li><li>Perbandingan antara pengeluaran untuk pangan terhadap pengeluaran total</li><li>TIngkat kenaikan harga harga pangan terutama pada makanan yang sering dikonsumsi</li><li>Perubahan kehidupan sosial masyarakat (migrasi, peminjaman)</li><li>Keadaan konsumsi pangan (kebiasaan makan, kuantitas makanan, kualitas makanan)</li><li>GIzi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi</li></ol><div>Dalam mengukur tingkat ketahanan pangan, sebaiknya tidak hanya menggunakan indikator yang bersifat ekonomi, tetapi juga haus diperhatikan dari aspek perilaku konsumsi&nbsp; atau kebiasaan makan dan juga sistem sosial budaya masyarakat sekitar.&nbsp;<br><br>Selain itu, Sawit dan Ariani (1997) berpendapat bahwa indikator utama ketahanan pangan di tingkat nasional, regional, serta lokal dilihat dari tingkat produksi permintaan, dan ketersediaan pangan. Untuk tingkat rumah tangga dapat dilihat dari akses terhadap pangan, ketersediaan pangan, serta resiko terkait ketersediaan pangan serta akses ke pangan tersebut.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 09:44:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432285227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kondisi ketahanan pangan di dunia</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432324887</link>
         <description><![CDATA[<div>Survei yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 800.000 rumah tangga mengalami ketidakcukupan pangan. Ada juga beberapa kelompolk yang rawan kelaoaran di mana kelompok ini memiliki ciri ciri :&nbsp;</div><ol><li>Tidak memiliki tempat tinggal atau tunawisma</li><li>Anak anak miskin</li><li>Kepala rumah tangga perempuan</li><li>Pekerja miskin</li><li>Imigran ilegal dengan bantuan yang terbatas</li><li>Orang tua tunggal</li><li>Orang tua yang terinfeksi HIV</li><li>Pekerja pertanian musiman</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 10:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432324887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kondisi ketahanan pangan di Indonesia</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432336607</link>
         <description><![CDATA[<div>Dilansir dari data Kementerian Agraria dan Tata Ruang Wilayah, BPS dan Kementerian Pertanian, Lahan pertaninan di Indonesia semakin lama semakin berkurang jumlahnya. Pada tahun 2013, luas sawah nasional sebesar 7,75 juta hektare. Sementara pada 2019, luas sawah nasional hanya 7,465 juta hektare, Di mana dari sini bisa kita lihat ada penurunan liuas sawah nasional dengan rata rata 47.500 hektare per tahun. Salah satu alasan penurunan luas sawah tersebut adalah konversi lahan pertanian menjadi lahan untuk pembangunan infrastuktur. Pada tahun 2019, produksi padi hanya sebesar 54,6 juta ton gabah kering giling di mana nilai tersebut lebih kecil sebesar 7,76% dari hasil produksi pada 2018. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah menyiapkan dua lokasi di Kalimantan Tengah yaitu di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Di mana di kedua kabupaten itu terdapat lahan sawah seluas 148.000 hektare lenhkap dengan sistem irigasinya. DI kedua kabupaten itu juga ada 622.000 hektae lahan sawah yang belum teririgasi. Kemudian di Sumatra Utara, tepatnya di Kabupaten Humbang Hasundutan, sedang dipersiapkan lahan sekitar 30.000 hektare untuk dikola.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 10:05:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432336607</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hubungan Ketahanan Pangan terhadap Perekonomian dan masalah gizi </title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432952375</link>
         <description><![CDATA[<div>Persediaan pangan di pasar sangat berpengaruh pada harga pangan. Untuk saat ini, ketersediaan pangan di pasar masih belum stabil, sehingga hal tersebut menyebabkan ketidakstabilan pada harga penjualan bahan pangan di pasar. Ketidakstabilan harga pangan ini bisa menebabkan masyarakat yang berpenghasilan kurang akan kesulitan untuk mendapatkan makanan yang bergizi. Namun, jika harga pangan sudah stabil tetapi masih banyak penduduk yang belum memiliki pendapatan yang cukup, mereka juga akan tetap kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. Kedua masalah ini bisa menyebabkan masyarakat masyarakat yang disebutkan tadi mengalami kekurangan gizi. Di Indonesia sendiri berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 tercatat dari seluruh anak balita ada 19.6% yang mengalami masalah gizi. Dari 19.6% itu, 5,7%nya mengalami gizi buruk sementara 13.9%nya mengalami kurang gizi. Berdasarkan dari data hasil pemantauan status gizi balita di Jawa Tengah, beberapa hal yang memengaruhi masalah gizi tersebut antara lain, kurangnya asupan zat gizi, kemiskinan, infeksi penyakit, ketersediaan pangan di tingkat keluarga termasuk daya beli pangan masyarakat. Sebagian besar keluarga dengan balita yang mengalami masalah gizi ini berasal dari mereka yang bermata pencaharian sebagai buruh tani, para keluarga yang bermata pencaharian sebagai buruh tani tercatat memiliki akses yang lebih sulit terhadap pangan ketimbang keluarga pemilik lahan tani. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 13:23:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1432952375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyebab hilangnya lahan di suku Dayak Ngaju yang berdampak pada ketahanan pangan.</title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1433130936</link>
         <description><![CDATA[<div>beberapa lahan di Indonesia salah satunya lahan yang dikelola masyarakat di suku Dayak Ngaju mempertahankan pengelolaan lahan pertanian dengan konsep Handeel. Handeel adalah sungai atau parit yang dimanfaatkan sebagai sistem pengairan tradisional. Pada awalnya Handeel merupakan sebuah anak sungai yang digali dan dijadikan parit memanjang lurus./ Tetapi, keberadaan handeel ini terancam oleh adanya kebakaran hutan  dan lahan di sekitar handeel serta alih fungsi lahan menjadi lahan kelapa sawit. Kasus kebakaran besar pernah terjadi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau pada 1995 akibat dari dibukanya proyek pengembangan lahan gambut 1 juta hektar. Akibat hal ini, air lahan gambut menjadi kering bersamaan dengan hal tersebut terjadi juga kemarau panjang akibat el nino pada yang menambah keparahan pada kebakaran. Kebakaran menjalar hingga ke kawasan handeel masyarakat. Sekarang, protek pengembangan lahan gambut sudah dinyatakan gagal, pada tahun 2020 lalu, wilayah kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau dijadikan kawasan pangan terintegrasi (Food Estate) yang merupakan proyek strategis nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 13:54:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1433130936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi </title>
         <author>elladmaja</author>
         <link>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1433209919</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><a href="http://www.bulog.co.id/beraspangan/ketahanan-pangan/">Bulog :&nbsp; Ketahanan Pangan</a></li><li><a href="https://www.ifpri.org/topic/food-security#:~:text=Food%20security%2C%20as%20defined%20by,an%20active%20and%20healthy%20life.">International Food Policy Research Institute : FOOD SECURITY</a></li><li><a href="https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&amp;act=view&amp;id=2257">Peringkat Ketahanan Pangan Indonesia Meningkat</a></li><li><a href="https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/mengawal-ketersediaan-pangan-nasional">Mengawal Ketersediaan Pangan Nasional</a></li><li><a href="http://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/5145/KETAHANAN%20PANGAN%2c%20KONSEP%2c%20PENGUKURAN%20DAN%20STRATEGI.pdf?sequence=1&amp;isAllowed=y">&nbsp;KETAHANAN PANGAN: KONSEP, PENGUKURAN DAN STRATEGI&nbsp;</a></li><li><a href="https://media.neliti.com/media/publications/163311-ID-hubungan-ketahanan-pangan-keluarga-dan-p.pdf">&nbsp;HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI BALITA KELUARGA PETANI&nbsp;</a></li><li><a href="http://fian-indonesia.org/wp-content/uploads/2021/01/Jurnal-HAPB-FIAN_Jan21.pdf">&nbsp;PRAKTIK PENGELOLAAN HANDEEL DAN KEDAULATAN PANGAN&nbsp;</a></li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-04-19 14:08:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/elladmaja/hen5ptzn1y8yodv3/wish/1433209919</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
