<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>CYBERNAUT SPACE by Liyana Amalina</title>
      <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-07-03 12:08:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-05 03:20:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 3 (konten bersyukur)</title>
         <author>raniafelitasalsabila2005</author>
         <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045895836</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut kelompok 3, kami setuju akan adanya konten bersyukur namun untuk kontennya sendiri harus disertai dengan consent yang jelas dari yang bersangkutan. Kami setuju dengan statement membangun empati dan kepekaan masyarakat tapi harus sesuai dengan realita yang ada dan lebih baik disertakan dengan bantuan sosial. Makatsih </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-05 03:16:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045895836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6 (Ugm Cantik)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896170</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut kita, kalau untuk eksistensinya setuju saja karena orang dalam foto tsb terdapat persetujuan. Namun, dalam konteks STANDAR KECANTIKAN tidak dibenarkan standar kecantikan dari akun @ugmcantik, mungkin dari account @ugmcantik bisa memberikan disclaimer akun ini hanya utk fun aja &amp; bukan patokan standar kecantikan perempuan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-05 03:17:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896170</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kel 5+6</title>
         <author>ambrosiusnayakaaksapradipta</author>
         <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896543</link>
         <description><![CDATA[<p>Dilihat dari satu sisi, akun UGM Cantik memang bisa dianggap menguntungkan karena bisa menggaet traction dan engagement kepada mereka yang sudah memberikan consent kepada akun tersebut untuk dipost. Namun, juga memang benar adanya kalau akun UGM Cantik itu menetapkan ekspektasi standar kecantikan yang toxic kepada perempuan. Akun tersebut juga melanggengkan dan memberikan ruang untuk rape culture karena komentar-komentarnya yang biasanya menuju kepada objektifikasi perempuan dan pelecehan seksual. Ada beberapa kasus juga di mana admin tidak responsif dalam menangani hal ini dan akhirnya tetap melanggengkan objektifikasi perempuan. Jadi, bila UGM Cantik ingin tetap ada eksistensinya, admin harus tetap lebih responsif dan mungkin menerapkan filter comments agar kolom komentarnya bersih dari pelanggengan rape culture. Edukasi dan diberikan notice dari akun tersebut untuk menjaga komentar agar tidak menjadi ladang rape culture.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-05 03:17:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896543</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896594</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2562579827/cbfa5a70e1dd25ae0973213a9dcb9b83/Screenshot_20240705_101634_Gmail.jpg" />
         <pubDate>2024-07-05 03:17:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896594</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896619</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok kami TIDAK SEJUTU. Karena tindakan tersebut justru berimplikasi negatif, hal tersebut sangat keji, memanfaatkan kelemahan orang lain untuk keuntungan sepihak, bukan simpati atau empati yang didapatkan, tetapi komersialisasi hati nurani. Di sisi lain, memang konten seperti ini dapat membangun perasaan empati dan kepekaan, tetapi harus dengan persetujuan orang tersebut. Pun. Dampak negatif yang ditimbulkan sering kali lebih besar daripada dampak positif yang ditimbulkan. Seringkali, kaum marjinal yang dijadikan sebagai konten bersyukur tidak mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada pemilik konten. Jadi, konten bersyukur yang di uploaded seringkali dijadikan komersil yang hanya menguntungkan pihak tertentu. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-05 03:17:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045896619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kel 1+2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045900464</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2100475985/4564eeb3f1b57603beefd4ccbd15d875/IMG_6404.jpeg" />
         <pubDate>2024-07-05 03:20:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/liyanaamalina/hdwcxu3uvd4xiz1u/wish/3045900464</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
