<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Di Padletku kita selalu dan terus belajar by Pice Dori</title>
      <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft</link>
      <description>Dikerjakan dengan kekuatan jiwa</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-01-20 00:09:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-04-05 10:15:49 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>IDE DASAR</title>
         <author>petrusdori27</author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103762487</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemimpin/leader adalah figur kompeten yang sungguh katolik bukan karena agama, iman dan gerejanya melainkan karena horisonnya yang luas, yang universal dan inklusiv, yang terbuka dan tanggap serta mampu mengakomodir dan merangkul keberagaman dan bersama-sama mereka membangun dan menggapai kebaikan bersama (bonum comune) dalam iklim penuh damai dan harmoni. </div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft" />
         <pubDate>2021-01-20 00:11:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103762487</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LINTAS BATAS AGAMA, SUKU DAN WARNA KULIT</title>
         <author>petrusdori27</author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103867277</link>
         <description><![CDATA[<div>Figur seorang pemimpin dalam konteks multikultural, yang menerima, mengakui dan menghargai perbedaan-perbedaan hari ini tidak bisa tidak seorang yang, apapun agama dan keyakinannya adalah pribadi yang  mampu lintas batas suku, agama dan warna kulit di satu pihak, dan di pihak lain, yang sungguh interkultural dalam caranya menerima dan memahami yang lain sebagai kekayaan, dan bukan ancaman, mampu  berinteraksi dengan yang berbeda dari diri dan budayanya sendiri, serta membangun hubungan timbal balik dengan mereka dalam mengapai kebaikan bersama. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-20 01:28:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103867277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BUTUH PENDIDIKAN INTERKULTURAL</title>
         <author>petrusdori27</author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103870358</link>
         <description><![CDATA[<div>Figur yang demikian tidak jatuh secara spontan dari langit. Dia tidak dilahirkan melainkan menjadi karena dididik dan dibentuk. Oleh karena itu figur yang ini butuh persiapan, pendidikan dan latihan-latihan ketrampilan/kecakapan  yang berwawasan interkultural dalam mengatur, memimpin  dan mempromosikan hubungan timbal balik antara yang berbeda-beda, bukan hanya secara kasual dan spontan, bukan pula yang terjadi hanya sehari melainkan secara tetap dan terus menerus, karena hal itu dirancang secara sadar dan intensional serta diwujudkan dalam proses pendidikan interkultural yang berlangsung dalam satu irama yang terus maju, dan sudut pandang yang dinamis, yang hidup dan  terus menjadi dalam waktu menuju  satu hidup bersama yang lebih baik.  </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-20 01:30:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103870358</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENDEKATAN MULTI ARAH</title>
         <author>petrusdori27</author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103897731</link>
         <description><![CDATA[<div> Kepemimpinan yang seperti ini membutuhkan pendekatan, bukan hanya satu arah melainkan multi arah dan interdisipliner. Lewatnya semua bidang ilmu teristimewa ilmu-ilmu kemanusiaan seperti filsafat, sosiologi, antropologi, psikologi dan pedagogi bertemu untuk saling berinteraksi, saling kait mengait dan memperkaya dalam mengkaji secara serius kepemimpinan katolik yang sungguh interkultural dalam era yang mengedepankan keberagaman ini. Menuju figur kepemimpinan yang demikian, setiap disiplin ilmu memperkaya, memperluas, menginklusifkan ilmu dan sudut pandang ilmu yang lain. Berbeda dari sebelumnya, hari ini kita sungguh membutuhkan pendidikan saling butuh dan saling keterkaitan antar ilmu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-20 01:50:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1103897731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KOMEN REU SIL LADO DARI AUSTRALIA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1104417862</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagus sekali reu. Mungkin perlu menjelaskan atau mendorong mahasiswa/i mencari atau mendefinisikan sedikit apa itu interkultural dan interkulturalisme. Dengan demikian mereka bisa membandingkan pemahaman mereka dgn pemahaman orang lain tambah dgn yang dipaparkan oleh reu. Kalau mereka semua bisa dgn mudah menggunakan padlet, mereka bisa menulis atau merekam pandangan dan pendapat mereka. Ini juga membuka diskusi.  Sekedar saran kawan. <br><br>Keinklusivan mungkin perlu diperluas menjangkau/merangkul gender termasuk LGBTQ. Tapi reu ahlinya.  Salam.<br>----------------------------<br>TERIMA KASIH BANYAK REU UNTUK MASUKANMU YANG BERNAS, MEMBANTU SAYA UNTUK MEMAHAMI LEBIH JAUH FUNGSI PADLET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KREATIV DAN INKLUSIV YANG BARU SAYA COBA PAGI INI. ADA BEBERAPA TERMINOLOGI YANG SUDAH  BIASA NAMUN PERLU DIJELASKAN SECARA BAIK SEPERTI MONO-MULTIKULTURAL, KULTUR  DAN INTERKULTURAL, SEPERTI ITU JUGA ISTILAH KATOLIK. SELAIN DALAM KULIAH ATAU NANTI DALAM BUKU, SEMOGA RUANG INI PUN MENJADI TEMPAT KITA SALING MEMPERKAYA. <br>BANYAK SALAMKU UNTUK KELUARGA KECILMU, TUHAN BERKATI. </div>]]></description>
         <pubDate>2021-01-20 07:03:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1104417862</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SIL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1104682678</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih. Di padlet reu bisa minta beberapa misionaris. Merekam pengalaman mereka (seperti YouTube) utk mengundang tanggapan dan diskusi.<br>------------------------<br>Selamat sore dari Nitapleat Kawan....anjuran baikmu sudah saya jalankan. Saya bagikan di wa teman angkatan kita untuk minta masukan mereka juga. Salamku untuk keluarga kecilmu, malam bae untukmu!</div>]]></description>
         <pubDate>2021-01-20 08:28:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1104682678</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEPEMIMPINAN KATOLIK YANG INTERKULTURAL</title>
         <author>petrusdori27</author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1105023687</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/962942509/07532c72fc86ac2b2c5c88c02d383046/leadership.jpg" />
         <pubDate>2021-01-20 10:07:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1105023687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fr. Edi Soge, SVD bertanya:</title>
         <author>edysoge27</author>
         <link>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1108258247</link>
         <description><![CDATA[<div>Terima kasih pater. Pater membuka ruang diskusi yg bagus. Pater bisa jelaskan dulu beberapa terminologi itu.<br>---------------------------<br>Bravo Edi!<br>Kita bisa mulai dengan istilah: monokultural, yakni pandangan yang mengabsolutkan mono:satu budaya dominan sebagai rujukan untuk hidup bersama. Yang baik dan benar adalah yang sesuai dengan budaya dominan itu. <br>Multikultural, yakni pandangan yang mengedepankan multi: banyak budaya, dan karena itu butuh penerimaan dan pengakuan yang sama di hadapan negara. Meskipun secara teoretis yang banyak itu terus berjuang untuk hal yang sama di hadapan negara,  kenyataan menunjukkan betapa sulitnya yang berbeda-beda itu saling berinteraksi, berdialog, saling memperhitungkan dan berhubungan secara timbal balik di antara mereka. Ada bahaya, bahwa dalam yang banyak itu, masing-masing budaya membangun tembok pemisah dan bukan jembatan penghubung. Disinilah perlunya hari ini kita maju satu langkah lebih berani dan progresif melalui model: interkulturalitas: inter (kata depan bahasa latin yang menunjukkan satu gerakan dinamis, saling berhubungan dan keterkaitan dari budaya yang berbeda-beda) demi kebaikan bersama (bonum comune). Pedagogi interkultural dibutuhkan untuk mencairkan yang beku, kaku dan tertutup dari yang berbeda-beda itu serta mempromosikan interaksi timbal balik dan dialog di antara yang berbeda-beda. Sudah saatnya kita beralih dari pendidikan multikultural kepada yang interkultural. <br>Salamku Edi:) </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-01-21 02:13:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/petrusdori27/hckm1se210bzf4ft/wish/1108258247</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
