<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kehidupan Politik &amp; Ekonomi Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan ,Masa Demokrasi Liberal by erika citra berliana</title>
      <link>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-19 11:43:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-09-19 11:56:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA AWAL KEMERDEKAAN</title>
         <author>erikacitra52403</author>
         <link>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751553805</link>
         <description><![CDATA[<div>Kondisi politik Indonesia pada masa awal kemerdekaan masih belum stabil. Mengingat lantaran ada berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi pada masa itu. Perkembangan politik di awal masa kemerdekaan Indonesia punya tujuan supaya memperoleh akomodasi suara-suara rakyat untuk nanti bermanfaat bagi pemerintahan Indonesia. Pastinya partai-partai politik di era itu punya pergerakan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Seperti contohnya PNI yang merupakan gabungan antara Serikat Rakyat Indonesia, kemudian Partai Rakyat Indonesia dan juga Gabungan Republik Indonesia.Adanya partai-partai yang berdiri dengan mempunyai haluan sosialis-komunis jadi titik mula perkembangan demokrasi yang ada di Tanah Air.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 11:48:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751553805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEHIDUPAN EKONOMI PADA MASA AWAL KEMERDEKAAN</title>
         <author>erikacitra52403</author>
         <link>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751554624</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Di awal kemerdekaan terdapat beberapa sebab yang mengakibatkan kehidupan nasional menjadi buruk seperti tidak terkendalinya peredaran uang pada masa pemerintah Jepang sehingga menimbulkan inflasi, serta alat pembayaran yang sah belum dimiliki sehingga menggunakan tiga mata uang yaitu mata uang pendudukan jepang, mata uang de javanesche dan mata uang pemerintah Hindia Belanda.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 11:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751554624</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA LIBERAL </title>
         <author>erikacitra52403</author>
         <link>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751556624</link>
         <description><![CDATA[<div>Berbagai Peristiwa politik yang terjadi pada demokrasi liberal diantaranya :<br>A. Pergantian Kabinet yang Cepat<br>B. Hubungan Pusat dan Daerah<br>C. Pemilu I Tahun 1955<br>D. Kemacetan Konstituante<br>E. Dekrit Presiden 5 Juli 1959.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 11:51:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751556624</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEHIDUPAN EKONOMI PADA MASA LIBRAL</title>
         <author>erikacitra52403</author>
         <link>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751560961</link>
         <description><![CDATA[<div>Demokrasi Liberal berlangsung di Indonesia dari tahun 1949 hingga 1959. Saat itu Indonesia baru merdeka. Perekonomian belum tertata dan tersendat-sendat. Apalagi setelah merdeka, Belanda masih berusaha menguasai Indonesia. Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949. Namun pengakuan itu didasarkan pada syarat Indonesia harus membayar utang kepada Belanda seperti hasil Konferensi Meja Bundar. Baca juga: Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan, Hasil, dan Dampaknya Utang tersebut sebesar Rp 1,5 triliun utang luar negeri dan Rp 2,8 triliun utang dalam negeri. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Defisit yang harus ditanggung pemerintah saat itu sebesar Rp 5,1 miliar. Indonesia saat itu hanya mengandalkan ekspor pertanian dan perkebunan. Jika permintaan ekspor itu turun, maka perekonomian akan melemah secara signifikan. Upaya menggerakkan sektor lain terhambat keterbatasan dana dan sumber daya manusia.<br>&nbsp;<br>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-19 11:55:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/erikacitra52403/h48y3v2igmr9c31s/wish/1751560961</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
