<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>DINAMIKA POLITIK-EKONOMI by 11. Ekklesiafilifi Loyalita Crossesa</title>
      <link>https://padlet.com/ekklesiafilifi19/gr9p1q6njmsgxzy3</link>
      <description>PADA MASA REFORMASI (1998-SEKARANG)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-11-22 07:45:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-07 21:03:27 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. KRISIS MULTIDIMENSIONAL (MONETER, POLITIK, HUKUM, DAN KEPERCAYAAN)</title>
         <author>ekklesiafilifi19</author>
         <link>https://padlet.com/ekklesiafilifi19/gr9p1q6njmsgxzy3/wish/1906338789</link>
         <description><![CDATA[<div>Krisis moneter yang melanda Thailand pada awal Juli 1997, membuat nilai rupiah terus mengalami kemerosotan dan mendorong Presiden Soeharto meminta bantuan dari International Monetary Fund (IMF). Upaya pemerintah untuk menguatkan nilai tukar kembali dengan melakukan intervensi pasar tidak mampu membendung nilai tukar rupiah yang terus merosot, yang berdampak pada jatuhnya bursa saham Jakarta dan menyebabkan terjadinya PHK secara besar-besaran. Awal 1998, di sejumlah kota terjadi kerusuhan anti-Cina.<br><br>Perhatian tercurah pada sidang Umum MPR yang dilaksanakan pada Maret 1998. Sidang umum tersebut kembali menetapkan Soeharto sebagai presiden untuk ke-7 kalinya. Karena itu kecaman terhadap Presiden Soeharto terus meningkat yang ditandai lahirnya gerakan mahasiswa sejak awal 1998. Mahasiswa di berbagai kota mulai mengadakan aksi hingga keluar kampus dan berlanjut menjadi bentrokan dengan aparat keamanan karena menuntut pengunduran diri Presiden Soeharto. Namun pemerintah malah mengeluarkan kebijakan menaikkan tarif BBM dan tarif dasar listrik yang semakin memicu gerakan massa. Kerusuhan tidak dapat dipadamkan dan gelombang protes dari berbagai kalangan komponen masyarakat terus berlangsung.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1320088139/2fa6ab1ad65840aede1c76a82ccdfdc4/download.jpeg" />
         <pubDate>2021-11-22 15:10:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekklesiafilifi19/gr9p1q6njmsgxzy3/wish/1906338789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. TUNTUTAN DAN AGENDA REFORMASI</title>
         <author>ekklesiafilifi19</author>
         <link>https://padlet.com/ekklesiafilifi19/gr9p1q6njmsgxzy3/wish/1916302284</link>
         <description><![CDATA[<div><em>"Reformasi atau mati"</em>, demikian tuntutan yang ditorehkan oleh para aktivis mahasiswa pada spanduk-spanduk yang terpampang di kampus mereka, atau yang mereka teriakan saat melakukan aksi protes melalui kegiatan unjuk rasa pada akhir April 1998. Gerakan reformasi tahun 1998 memiliki enam agenda selain agenda utama yaitu gerakan reformasi turunnya Soeharto dari jabatan presiden, yaitu:<br>1) Suksesi kepemimpinan nasional<br>2) Amandemen UUD 1945<br>3) Pemberantasan KKN<br>4) Penghapusan dwifungsi ABRI<br>5) Penegakan supremasi hukum<br>6) Pelaksanaan otonomi daerah<br><br>Tanggal 12 Mei 1998 empat mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta tewas tertembak peluru aparat keamanan saat demonstrasi. Tanggal 18 Mei 1998 Ketua MPR/DPR Harmoko meminta Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden. Akhirnya pukul 09.00 WIB Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1320088139/867071f2c9dd2f5b53ef9634dad51020/image__1_.webp" />
         <pubDate>2021-11-28 14:35:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ekklesiafilifi19/gr9p1q6njmsgxzy3/wish/1916302284</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
