<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tes Intelegensi, Tes Minat, dan Etika Pengukuran Psikologi by </title>
      <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm</link>
      <description>Kelompok 8 &amp; Kelompok 5 | Pengukuran A-1</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-12 11:16:07 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-20 04:27:19 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>nadhiraprilias</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1733551381</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Pada awal 1895, Alfred Binet &amp; Victor Henri menerbitkan beberapa artikel di mana mereka berpendapat bahwa kemampuan memori dan pemahaman akan hubungan sosial dapat diukur. Sepuluh tahun kemudian, Binet dan Theodore Simon menerbitkan 30-item “Skala Pengukuran Intelegensi” yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi anak sekolah di Paris dengan disabilitas intelektual. Tes Binet melalui banyak revisi, terjemahan, meluncurkan gerakan pengujian kecerdasan dan gerakan pengujian klinis. Tak lama setelah itu, tes psikologi digunakan dalam berbagai bidang, seperti rumah sakit, pengadilan, dan lain-lain.</li><li>Pada tahun 1939, David Wechsler memperkenalkan sebuah tes yang dirancang untuk mengukur kecerdasan orang dewasa. WAIS telah direvisi beberapa kali sejak itu, dan tes versi Wechsler telah diterbitkan yang memperpanjang rentang usia peserta tes dari anak usia dini hingga dewasa senior.&nbsp;</li><li>Tes intelegensi kelompok muncul di Amerika Serikat sebagai tanggapan atas kebutuhan militer untuk metode yang efisien yang menyaring kemampuan intelektual para rekrut Perang Dunia I. Kebutuhan ini menjadi urgensi ketika Amerika Serikat bersiap memasuki Perang Dunia II. Para psikolog dipanggil lagi oleh dinas pemerintah untuk mengembangkan tes kelompok, mengelola mereka untuk merekrut, dan menafsirkan data tes. Setelah perang, para psikolog kembali dari dinas militer membawa banyak keterampilan pengujian terapan yang akan berguna dalam aplikasi sipil maupun pemerintahan. Tes psikologi semakin banyak digunakan di berbagai situasi, termasuk perusahaan besar dan organisasi swasta.</li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-12 11:30:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1733551381</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>najwacholil01</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1733559034</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Nadhira Aprilia Supriyadi (112011133228)</li><li>Najwa (112011133135)</li><li>Azizah Amirah (112011133127)</li><li>Feren Alia Hidayat (112011133226)</li><li>Salma Riza Nabilah (112011133171)</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-12 11:40:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1733559034</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>azizahamirah02</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735166641</link>
         <description><![CDATA[<div>Anastasia, A and Urbina, S. (1997). <em>Psychological Testing – Seventh Edition. </em>New Jersey: Prentice Hall. Inc</div><div><br></div><div>Andayani, B. (2001). Kemampuan Psikologis Anak Dengan Tulisan Tangan Buruk. <em>Jurnal Psikologi</em>. 28(2), 77-96. <a href="https://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7682">https://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7682</a>.</div><div><br></div><div>Cohen R, Swerdlik, M. (2010). <em>Psychological Testing and Assessment</em>. Boston: McGraw-Hill Higher Education.</div><div><br>Domino, G., &amp; Domino, M. L. (2006). <em>Psychological Testing: An Introduction.</em> New York: &nbsp; Cambridge University Press.<br><br></div><div>HIMPSI. (2010). <em>Kode Etik Psikologi Indonesia</em>. Jakarta : Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia.&nbsp;</div><div><br></div><div>Maarif, V., Widodo, A. E., &amp; Wibowo, D. Y. (2017). Aplikasi Tes IQ Berbasis Android. <em>Indonesian Journal on Software Engineering ISSN</em>, 3(2), 36-43. <a href="https://doi.org/10.31294/ijse.v3i2.2820">https://doi.org/10.31294/ijse.v3i2.2820</a></div><div><br></div><div>Midori, Laila &amp; Rizky, Muhammad. (2020). Serba-Serbi Tes Inteligensi. <a href="https://www.researchgate.net/publication/340246748_Serba-Serbi_Tes_Inteligensi">https://www.researchgate.net/publication/340246748_Serba-Serbi_Tes_Inteligensi</a>&nbsp;</div><div><br></div><div>Mudhar, M., &amp; Rafikayati, A. (2017). Analisis kebutuhan pengembangan alat tes intelegensi wechsler intelligence scale for children (WISC) untuk anak tunarungu. <em>Seminar Nasional Bimbingan Konseling Universitas Ahmad Dahlan</em>.<a href="http://seminar.uad.ac.id/index.php/snbkuad/article/viewFile/69/73">&nbsp; 2. http://seminar.uad.ac.id/index.php/snbkuad/article/viewFile/69/73</a></div><div><br></div><div>Nuraeni, N. (2012). Tes psikologi: Tes Inteligensi dan Tes Bakat. Pustaka pelajar : Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto Press.&nbsp;</div><div><br></div><div>Rahmadani, A. S. (2019). Karakteristik Psikometri pada Standard Progressive Matrices (SPM). <em>JPPP-Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi</em>, 8(02),59-68. <a href="https://doi.org/10.21009/JPPP.082.01">https://doi.org/10.21009/JPPP.082.01</a></div><div><br>Rohmah, Umi. (2011). Tes Intelegensi dan Pemanfaatannya Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Cendekia : <em>Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan</em>, <em>9</em>(1), 125-139. <a href="https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/cendekia/article/view/869/681">https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/cendekia/article/view/869/681</a>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 06:16:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735166641</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WISC</title>
         <author>ferenaliaa</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735173957</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><em>Tes intelegensi Wechsler Intelligence Scale for Children</em> (WISC) adalah salah satu tes yang umum digunakan di dunia psikologi serta sering digunakan oleh para psikolog. Pada tahun 1939, David Wechsler memperkenalkan versi pertama tes inteligensi yang dirancang khusus untuk digunakan bagi orang dewasa yang bernama <em>Wechsler-Bellevue Intelligence Scale</em> (W-B) (Anastasi &amp; Urbina, 1997). Sepuluh tahun kemudian, Wechsler menerbitkan skala inteligensi untuk anak-anak yang dikembangkan berdasar isi skala W-B. Skala ini diberi nama <em>Wechsler Intelligence Scale for Children</em> (WISC). Tes intelegensi WISC digunakan untuk tes intelegensi pada anak usia 8-15 tahun.&nbsp;</li><li>WISC terdiri dari dua sub bagian, yakni Verbal (V) dan Performance (P)(Anastasia &amp; Urbina, 1997). Tes verbal terdiri atas materi perbendaharaan kata, pengertian, informasi, hitungan, persamaan, rentang angka. Sedangkan, tes performance terdiri atas mengatur gambar, melengkapi gambar, rancangan balok, merakit objek, mazes, dan simbol. (Mudhar &amp; Rafikayati, 2017). Melalui Tes WISC dapat mendeskripsikan berbagai aspek kecerdasan anak dan dapat mengukur kemampuan kognitif seseorang dengan melihat pola-pola respon pada tiap-tiap subtes.&nbsp;</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741014824/f06b7edd8e42cec373970747f6f40f0b/wisc_wisc_r_wisc_iii_jpg.webp" />
         <pubDate>2021-09-13 06:20:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735173957</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WAIS</title>
         <author>ferenaliaa</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735181212</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>WAIS dikembangkan oleh David Wechsler. Akibat rasa ketidakpuasan dengan batasan dari teori Stanford-Binet dalam penggunaannya, khususnya dalam pengukuran kecerdasan untuk orang dewasa sehingga dikembangkanlah tes ini. Wechsler kemudian meluncurkan tes kecerdasan baru yang dikenal sebagai Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) pada 1955. Pada tahun 1974, WISC direvisi dan diluncurkan dengan nama baru, yakni WISC-R (R adalah revised). Wechsler terus menyusun skala lain untuk orang dewasa dengan cara memperluas isi WISC sehingga lahirlah Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) pada tahun 1955. Revisi terhadap WAIS sendiri telah dilakukan dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1981 dengan nama WAIS-R (Anastasi &amp; Urbina, 1997).</li><li>Tes ini digunakan oleh orang dewasa usia 16-75 tahun atau lebih. Pelaksanaan tes ini dilakukan secara individu (Maarif et al., 2017). WAIS menjadi alat tes yang paling populer karena paling banyak digunakan di dunia saat ini. Tes ini semula bernama Wechsler Bellevue Intelligence Scale (WBIS). Tes intelegensi ini memiliki enam subtes yang dikombinasikan dalam bentuk skala pengukuran keterampilan verbal dan lima subtes membentuk suatu skala pengukuran keterampilan tindakan (Rohmah, 2011).</li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741014824/5d31914193a59819f981721006f249f1/wais_iv_kit.png" />
         <pubDate>2021-09-13 06:24:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735181212</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SON</title>
         <author>ferenaliaa</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735182462</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>SON merupakan salah satu tes inteligensi non verbal digunakan untuk individu dengan rentan usia 3 – 16 tahun. Alat tes ini juga tidak hanya sebatas untuk individu dalam kondisi normal namun juga dapat digunakan untuk individu dengan disabilitas seperti tunarungu. Hal tersebut karena tes SON berbentuk <em>puzzle</em> dan rangkaian gambar yang perlu dicocokan dan peserta tidak dituntut untuk menjawab perintah yang diberikan. SON sendiri dirancang mulai pada tahun 1939 – 1942, di Amsterdam dan kemudian dalam perkembangannya banyak dilakukan revisi-revisi pada item alat tes ini (Nuraeni, 2012).</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741014824/d292da7c5394fa685460e84ad55f3f61/unnamed_2.jpg" />
         <pubDate>2021-09-13 06:24:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735182462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SPM (Standard Progressive Matrices)</title>
         <author>azizahamirah02</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735187104</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Merupakan tes intelegensi yang dirancang oleh J. Raven, J. C. Raven &amp; Court pada 1936 dan dipublikasikan untuk pertama kalinya pada 1938. Tes ini dikembangkan berdasarkan teori <em>two-factor</em> Spearman, yang membedakan antara <em>general intelligence</em> (g) dan <em>specific intelligence</em> (s)<strong> </strong>(Domino &amp; Domino, 2006).<strong> </strong>Pada awalnya SPM dikembangkan bersama dengan sebuah tes kosakata (<em>The Mill Hill Vocabulary Scale)</em> untuk menilai dua komponen dari <em>general intelligence</em>; dimana SPM mengukur kemampuan edukasi sedangkan the Mill Hill mengukur kemampuan reproduksi. Pada 1938 tes SPM telah distandarisasi dan di re-standarisasi kembali pada 1979 pada sekolah anak-anak Inggris (Domino &amp; Domino, 2006).<br><br></div><div>Tes ini terdiri atas 60 permasalahan yang dibagi dalam 5 seri, yakni seri A, B,C,D,E yang masing-masing terdapat 12 permasalahan (Rahmadani, 2019). Tes SPM disebut <em>progressive </em>karena setiap seri secara bertahap permasalahan menjadi lebih sukar. Setiap permasalahan terdiri dari desain geometri dengan sebuah bagian yang hilang dimana responden akan menyeleksi kepingan hilang dari bentuk geometri tersebut dari enam atau delapan pilihan yang disediakan.&nbsp;<br><br>Pemberian skor dilakukan seperti berikut; subjek mendapatkan nilai 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawab salah, yang kemudian menjabarkan tingkat intelegensi subjek berdasarkan skor total tes dengan mempertimbangkan usia subjek. Lebih lanjut, tingkat intelegensi subjek dapat dikelompokkan berdasarkan nilai persentil sebagai berikut:<br><br></div><div><strong>a.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Grade 1 (</strong><strong><em>intellectually superior</em></strong><strong>)</strong> bagi subjek yang memiliki skor diatas nilai diatas 95 persentil pada kelompok usia subjek.<br><br></div><div><strong>b.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Grade II (</strong><strong><em>definitely above the average in the intellectual capacity)</em></strong> bagi subjek yang memiliki skor pada atau diatas 75 persentil.<br><br></div><div><strong>c.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Grade III (</strong><strong><em>intellectually average</em></strong><strong>) </strong>bagi subjek yang memiliki skor diantara 25 hingga 75 persentil.<br><br></div><div><strong>d.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Grade IV (</strong><strong><em>definitely below average in intellectual capacity</em></strong><strong>) </strong>bagi subjek yang memiliki skor pada atau dibawah 25 persentil.<br><br></div><div><strong>e.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Grade V (</strong><strong><em>intellectually defective</em></strong><strong>) </strong>bagi subjek yang memiliki skor pada atau dibawah 5 persentil pada kelompok usia subjek.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/740492969/7ed6299e4dda0f818b85d7495b1c2a4d/APM_220px_RavenMatrix.gif" />
         <pubDate>2021-09-13 06:27:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735187104</guid>
      </item>
      <item>
         <title>APM (Advanced Progressive Matrices)</title>
         <author>azizahamirah02</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735193948</link>
         <description><![CDATA[<div>Seri tes APM merupakan tipe tes kedua yang dikembangkan Raven pada 1947. Berbeda dengan SPM, tes APM bertujuan dan ditujukan untuk mengukur subjek yang berusia 11 tahun atau lebih, yang memiliki intelejensi diatas rata-rata. <br>APM terdiri dari dua set, yakni set I yang terdapat 12 soal dengan batas waktu 5 menit untuk pengerjaan dan set II terdapat 36 soal dengan batas waktu 40 menit.&nbsp;<br>Set I digunakan sebagai tes latihan sebagai penjelas cara pengerjaan soal, sedangkan set II sebagai pengukur kapasitas intelektual ataupun efisiensi mental subjek karena mencakup pertanyaan yang membutuhkan proses berpikir tinggi (Domino &amp; Domino, 2006).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 06:30:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735193948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CPM (Coloured Progressive Matrices)</title>
         <author>azizahamirah02</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735195134</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Merupakan tes intelegensi yang dikembangkan Raven pada 1947, yang digunakan pada anak berusia 5 hingga 11 tahun, orang dengan cacat mental, dan orang dewasa. Tes CPM terdiri atas 36 permasalahan yang identik dengan SPM tetapi dengan tambahan permasalahan tersebut dicetak dengan gambar yang berwarna. Terdapat pula tes kosakata (<em>the Crichton Vocabulary Scale</em>) yang mendampingi CPM (Domino &amp; Domino, 2006).&nbsp;<br><br></div><div>Namun, terdapat beberapa peneliti seperti Tuddenham, Davis, dan Davidson yang mempertanyakan kepentingan aspek warna. Dalam menjawab hal ini mereka mereproduksi CPM dengan warna hitam-putih dan mendapatkan hasil yang serupa dengan tes CPM yang menjadi standarisasi. Akan tetapi tujuan dibuatnya CPM dengan mementingkan aspek warna adalah untuk membuat tes dapat merangsang visual subjek ketika mengerjakan tes CPM.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/740492969/8a36a82ffb83193976f024d929c420d1/cpm_download__9_.jfif" />
         <pubDate>2021-09-13 06:31:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735195134</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SKALA BINET-SIMON</title>
         <author>najwacholil01</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735302677</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes intelegensi Binet merupakan alat tes IQ praktis pertama yang diperkenalkan oleh psikolog asal Prancis Alfred Binet (1957 – 1911)&nbsp; Alat tes ini dibuat atas perintah pemerintah, pada masa itu, dengan tujuan untuk mendeteksi anak – anak dengan kecerdasan yang kurang. Untuk menjalankan tugasnya, Binet bekerja sama dengan psikolog asal Perancis Theodore Simon. Melalui kerja sama ini mereka menemukan skala, pada tahun 1905, yang disebut dengan skala Binet-Simon.&nbsp; Menurut Binet, kecerdasan seseorang dapat diukur melalui tugas – tugas yang berkaitan dengan penyelesaian masalah serta penalaran. Oleh karena itu, alat tes Stanford-Binet terdiri dari 30 item tes yang berurutan, mulai dari yang paling mudah hingga yang tersulit. Prinsip – prinsip yang mendasari tes ini ada 3, yakni</div><ol><li>Ada 3 fungsi intelektual utama, menilai, memakai, dan menalar. Menurut Binet, anak-anak dengan kecerdasan dibawah rata – rata (Moron dan embisil) tidak memiliki penilaian, tetapi tidak untuk anak – anak dengan bisu dan tuli.</li><li>Kecerdasan meningkat seiring bertambahnya usia.</li><li>Kecerdasan dapat dipahami atau diukur melalui beberapa tugas yang diberikan.</li></ol><div><br></div><div>Pada sejarahnya, Tes Stanford-Binet mengalami beberapa kali revisi, mulai dari skala tes hingga alat tesnya sendiri terevisi seiring berjalannya waktu.</div><div><br></div><ul><li><strong>Edisi pertama </strong>dari tes Binet diluncurkan pada tahun 1905. Tes ini merupakan tes IQ praktis pertama yang menyediakan detail administrasi dan terorganisir. Tes Stanford- Binet juga merupakan tes pertama di Amerika yang menerapkan konsep <em>Intelligence quotient</em>.&nbsp; Tetapi, edisi ini bukan tanpa kekurangan. Sayangnya pada edisi ini, tes hanya tersedia untuk anak - anak berumur 3, 5, 7, 9, dan 11 tahun saja.</li></ul><div><br></div><div>o &nbsp; Revisi tahun 1908 : Pada revisi tahun ini, jumlah soal pada tes ditambahkan menjadi 58 soal serta beberapa tes sebelumnya ada yang dihapus dan diganti. Semua tes pada revisi ini juga dikelompokkan sesuai umur.</div><div><br>o &nbsp; Revisi tahun 1911 : Revisi ini dilakukan bersamaan dengan meninggalnya Binet. Sebenarnya tidak ada perubahan yang fundamental pada revisi ini, hanya terjadi perluasan hingga level dewasa, serta perubahan – perubahan kecil lainnya.<br><br></div><div>o &nbsp; Skala pada alat tes Stanford Binet sendiri juga dilakukan beberapa kali,&nbsp; kebanyakan dilakukan oleh L.M Terman dan teman – temannya di Stanford, yakni pada tahun 1916, 1937, 1960, dan 1972<br><br></div><ul><li><strong>Edisi kedua</strong> terbit pada tahun 1937. Sebenarnya, penelitian untuk edisi ini sudah dilakukan oleh Lewis Madison Terman yang bekerja sama dengan Maud. A. Merril sejak tahun 1926 dan membutuhkan 11 tahun untuk menyelesaikannya. Dasar pemikiran dari edisi kedua ini adalah kritik pada edisi sebelumnya tentang adanya kekeliruan pengertian mengenai prosedur yang digunakan untuk mengembangkan suatu skala kecerdasan karena kesalahpahaman yang berkembang adalah bahwa IQ sama dengan kecerdasan. Pada revisi tahun&nbsp; ini, berkembang dua bentuk skala paralel, yakni skala L (yang mewakili Lewis) dan skala M (yang mewakili Maud) yang masing-masing terdiri dari 129 item tes.</li><li><strong>Edisi ketiga</strong> dari tes Stanford-Binet adalah pada tahun 1972. Pada edisi ini terjadi pembenahan norma dimana pada revisi sebelumnya, kualitas sample standardisasi dikritik. Manual pada alat tes tersebut dikritik lantaran dinilai tidak jelas dalam menentukan jumlah minoritas yang dimasukan sebagai sampel standarisasi. Di dalamnya, hanya disebutkan “sebagian besar” individu ras kulit hitam dan marga Spanyol diikutsertakan tanpa memberikan angka pastinya. Norma tahun 1972 mungkin juga telah merepresentasikan Barat, serta komunitas perkotaan besar</li><li><strong>Edisi keempat</strong> memberikan kemajuan yang signifikan dibanding revisi – revisi sebelumnya terutama pada bagian organisasi teoretis, organisasi tes, administrasi tes, penilaian tes, dan interpretasi tes. Pada revisi ini juga, pengelompokan yang sebelumnya dilakukan brdasarkan umur dan disebut dengan ‘age scale’ berubah menjadi ‘point scale’. Berbeda dengan age scale, pada point scale pengorganisasian tes dilakukan per item dan bukan berdasarkan umur di mana sebagian besar peserta tes dianggap mampu merespons dengan cara yang benar.</li><li><strong>Edisi kelima</strong> dari tes Stanford-Binet mengalami perluasan umur yang cukup signifikan. Revisi ini bahkan bisa digunakan oleh anak semuda 2 tahun dan hingga setua 85 tahun. Tes ini menghasilkan beberapa skor gabungan, termasuk skala penuh tes IQ yang merupakan turunan dari 10 subtes. Pada edisi ini landasan teori yang digunakan adalah teori kemampuan intelektual Cattel-Horn-Carrol (CHC).</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/739617993/c37d4c2fcb87234b4988bcaecb1c7891/Tes_Binet.png" />
         <pubDate>2021-09-13 07:25:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735302677</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CFIT (Culture Fair Intelligance Test)</title>
         <author>najwacholil01</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735310257</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes ini berawal dari adanya keinginan untuk membuat sebuah tes intelegensi yang bebas dari unsur budaya. Walaupun pada tes – tes yang ada sebelumnya, seperti Stanford-binet test, unsur budaya telah diusahakan untuk dipisahkan sejauh – jauhnya agar tercipta tes yang adil dan juga ramah bagi kaum minoritas, nyatanya tes tersebut tidak terbebas sepenuhnya dari unsur budaya. Masalah unsur budaya ini terus dikaji oleh para peneliti hingga akhirnya dibuat kesimpulan bahwa gagasan untuk mengembangkan tes yang benar-benar bebas budaya memang memiliki daya tarik intuitif yang besar akan tetapi telah terbukti bahwa hal tersebut merupakan suatu kemustahilan. Hal tersebut karena semua tes kecerdasan secara tidak langsung akan mencerminkan kebudayaan dimana tes tersebut dibuat, baik sedikit maupun banyak. Dengan kata lain, tes intelegensi akan dibedakan menjadi sejauh mana tes tersebut sarat akan kebudayaan.<br><br>Segera setelah terbukti bahwa tidak ada tes yang secara sah dapat disebut “culture-free”, sejumlah tes yang disebut sebagai “culture-fair” atau adil secara budaya mulai diterbitkan. Culture Fair Intelligence test dapat didefinisikan sebagai tes atau proses asesmen yang di desain untuk meminimalisir pengaruh unsur budaya yang berkaitan dengan aspek prosedur evaluasi, seperti instruksi administrasi, konten item, tanggapan yang diperlukan dari penguji, dan interpretasi yang dibuat dari data yang dihasilkan.<br><br>Culture Fair Intelligence test mpertama kali dikembangkan oleh Raymond B. Cattel pada tahun 1940. Tes ini sendiri terkenal cukup praktis karena hanya memerluka waktu kurang lebih 30 menit dalam pengerjaannya. Cattel percaya bahwa intelegensi dibagi menjadi 2 komponen, yakni fluid intelligence dan crystallized intelligence. Fluid intelligence adalah kecerdasan atau intelegensi yang&nbsp; berasal dari hereditas (bawaan lahir). Sedangkan, crystallized intelligence adalah kecerdasan atau intelegensi yang dipelajari dan di dapat dari lingkungan, misalnya proses belajar di sekolah.&nbsp; Teori Gf-Gc tersebut kemudia menjadi dasar teori dalam pengembangan Culture-fair intelligence test ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/739617993/82e6ada9d04ca354f6bcc1cf8f94b623/Tes_CFIT.png" />
         <pubDate>2021-09-13 07:29:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735310257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TIKI (Tes Intelegensi Kolektif Indonesia)</title>
         <author>najwacholil01</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735314128</link>
         <description><![CDATA[<div>TIKI atau Tes Intelegensi Kolektif Indonesia merupakan alat tes intelegensi yang dibuat pada tahun 1977 berdasarkan hasil kerja sama Universitas Padjadjaran (Indonesia) dengan Universitas Vrije Universiteit (Belanda). Tes ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan alat tes intelegensi yang berdasar pada norma Indonesia. Secara keseluruhan tes ini dibagi menjadi tiga, yakni<br><br><strong>A. TIKI Dasar</strong></div><div>Tiki dasar merupakan tingkatan paling awal pada Tes Intelegensi Kolektif Indonesia. Tes ini diperuntukan kepada anak – anak- pada jenjang Sekolah Dasar hingga kelas dua Sekolah Menengah Pertama. Tes ini mencakup tes berhitung angka, penggabungan bagian, eksklusi gambar, hubungan kata, membandingkan beberapa gambar, labirin/maze, berhitung huruf, mencari pola, eksklusi kata dan terakhir mencari segitiga untuk mengukur intelegensi anak – anak.<br><br><strong>B. TIKI Menengah</strong></div><div>TIKI menengah atau yang kerap disebut sebagai TIKI-M merupakan Tes intelegensi tingkatan kedua pada Tes Intelegensi Kolektif Indonesia. Tes ini diperuntukan kepada remaja kelas tiga Sekolah Menengah Pertama hingga kelas dua Sekolah Menengah Atas. Untuk emngukur intelegensi pada tes ini, peserta diminta untuk berhitung angka, penggabungan bagian, menghubungkan kata, eksklusi gambar, berhitung soal, meneliti, membentuk benda, eksklusi kata, bayangan cermin, berhitung huruf, membandingkan beberapa benda dan tes pembentukan kata.</div><div><br><strong>C. TIKI Tinggi</strong></div><div>TIKI tinggi juga dikenal dengan sebutan TIKI-T. Tes intelegensi ini merupakan Tes dengan tingkatan paling tinggi dalam Tes Intelegensi Kolektif Indonesia dan diperuntukan kepada siswa kelas tiga Sekolah Menengah Atas hingga Mahasiswa atau orang dewasa. Dlam proses tesnya, peserta tes akan diminta untuk berhitung angka, penggabungan bagian, menghubungkan kata, abstraksi non verbal, deret angka, meneliti, membentuk benda, eksklusi kata, bayangan cermin, menganalogi kata, bentuk tersembunyi dan terakhir adalah pembentukan kata.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 07:31:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735314128</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nadhiraprilias</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735363313</link>
         <description><![CDATA[<div>Intelegensi dapat didefinisikan sebagai kapasitas multifaset yang memanifestasikan dirinya dengan cara yang berbeda di seluruh rentang kehidupan. Secara umum, intelegensi mencakup kemampuan untuk memperoleh dan menerapkan alasan pengetahuan secara logis, merencanakan secara efektif, menyimpulkan secara perseptif, membuat penilaian yang baik dan memecahkan masalah, memahami dan memvisualisasikan konsep, memperhatikan, intuitif, menemukan kata-kata dan pemikiran yang tepat dengan fasilitas, serta mengatasi, menyesuaikan diri, dan memanfaatkan situasi baru dengan sebaik-baiknya. Inteligensi merujuk pada kecerdasan, tetapi terdapat banyak pandangan yang mendefinisikan mengenai inteligensi.&nbsp;</div><ol><li>Francis Galton : Galton percaya bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang dilengkapi dengan kemampuan indera terbaik.</li><li>Alfred Binet : Binet membahas komponen intelegensi adalah dalam hal penalaran, penilaian, memori, dan abstraksi. Ia menilai bahwa komponen inteligensi ini saling berhubungan satu sama lain.</li><li>David Wechsler : Intelegensi didefinisikan secara operasional, adalah kapasitas agregat atau global individu untuk bertindak dengan tujuan, untuk berpikir rasional dan untuk menangani secara efektif dengan lingkungannya.</li><li>Jean Piaget : Piaget menggambarkan 4 tahap perkembangan kognitif yang menurut teorinya dialami oleh setiap manusia.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 07:54:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735363313</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dasar Asesmen</title>
         <author>nadhiraprilias</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735369763</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Psikolog dan/ atau Ilmuwan Psikologi melakukan observasi, wawancara, penggunaan alat instrumen tes sesuai dengan kategori dan kompetensi yang ditetapkan untuk membantu psikolog melakukan pemeriksaan psikologis.</li><li>Laporan hasil pemeriksaan psikologis yang merupakan rangkuman dari semua proses asesmen, saran dan/atau rekomendasi hanya dapat dilakukan oleh Psikolog<strong> </strong>sesuai dengan kompetensinya, termasuk kesaksian forensik yang memadai mengenai karakteristik psikologis seseorang hanya setelah Psikolog yang bersangkutan melakukan pemeriksaan kepada individu untuk membuktikan dugaan diagnosis yang ditegakkan.</li><li>Psikolog dalam membangun hubungan kerja wajib membuat kesepakatan dengan lembaga/ institusi/organisasi tempat bekerja mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah pengadaan, pemilikan, penggunaan dan penguasaan sarana instrumen/alat asesmen.</li><li>Bila usaha asesmen yang dilakukan Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dinilai tidak bermanfaat Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi tetap diminta mendokumentasikan usaha yang telah dilakukan tersebut.<br><br></li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 07:57:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735369763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penggunaan Asesmen</title>
         <author>nadhiraprilias</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735371745</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menggunakan teknik asesmen psikologi, (wawancara atau observasi, pemberian satu atau seperangkat instrumen tes) dengan cara tepat mulai dari proses adaptasi, administrasi, penilaian atau skor, menginterpretasi untuk tujuan yang jelas baik dari sisi kewenangan sesuai dengan taraf jenjang pendidikan, kategori dan kompetensi yang disyaratkan, penelitian, manfaat dan teknik penggunaan. Hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan proses asesmen adalah:<ol><li>Konstruksi Tes : Validitas dan Reliabilitas</li><li>Administrasi dan Kategori Tes</li><li>Kategori Alat Tes dalam Psikodiagnostik</li><li>Tes dan Hasil Tes yang Kadaluarsa</li><li>Asesmen yang dilakukan oleh orang yang tidak kompeten/<em>qualified<br></em><br></li></ol></li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 07:58:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735371745</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>baliylahalimtinan2020</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735475286</link>
         <description><![CDATA[<div>Whiterington (1988) mendefinisikan minat sebagai suatu kesediaan seseorang terhadap suatu obyek, seseorang (orang lain), suatu soal/ hal, atau situasi yang berhubungan dengan dirinya. Sedangkan Crow &amp; Crow (1973) mengartikan minat sebagai kekuatan pendorong yang menyebabkan&nbsp; individu memberikan perhatian terhadap objek yang bisa&nbsp; merupakan seseorang, situasi, maupun aktivitas tertentu. Kemudian, Holland (1997), mengatakan bahwa minat adalah suatu kegiatan atau hal-hal yang meningkatkan keingintahuan seseorang, membuat seseorang menaruh perhatian, memunculkan rasa senang pada diri seseorang. Minat merupakan indikator adanya dorongan dalam diri seseorang pada bidang kegiatan tertentu sehingga orang tersebut merasa ingin mempelajari dan menekuninya. Dalam hal ini, jika ingin mengetahui minat seseorang menggunakan serangkaian tes yang harus tidak mengungkap aspek kognitif yang biasanya disebut dengan <em>kemampuan. </em>Tes minat&nbsp; bertujuan untuk mengukur preferensi seseorang terhadap topik atau hal tertentu sehingga mempermudah orang tersebut menentukan pilihan jurusan kuliah ataupun pekerjaan (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:51:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735475286</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabilajaziah</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735476410</link>
         <description><![CDATA[<ol><li>Winda Nur H (112011133002)</li><li>Nur Salsabila Jaziah (112011133009)</li><li>Farhaniaz Salmaa Reimyza (112011133011)</li><li>Velina Delia Irawan (112011133029)</li><li>Baliylah Al Imtinan (112011133040)</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:52:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735476410</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>baliylahalimtinan2020</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735476685</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejarah tes minat pertama kali dicatat pada tahun 1921. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory. Kemudian, pada tahun 1939 adalah pertama kalinya sumber informasi utama tes psikologi-Mental measurement Yearbook diterbitkan dan didalamnya terdapat pembahasan mengenai 15 macam tes minat.<br><br>Dalam skala Internasional, tes minat yang paling banyak digunakan sampai saat ini adalah :</div><ul><li>Strong Vocational Interest Blank(SVIB), yang dipublikasikan pertama kali pada tahun 1927, SVIB dan revisinya menjadi sangat populer dan digunakan secara bebas sering di kedua pengaturan perguruan tinggi dan praktek swasta&nbsp; (Zytowski &amp; Warman, 1982). SVIB sekarang terkenal dengan nama Strong-Campbell Interest Inventory atau SCII.</li><li>Kuder Prefence Survey (KPS) yang dikembangkan oleh GF Kurder dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1934. KPS awalnya menggunakan skala konten misalnya <em>agriculture</em> dari pada skala pekerjaan tertentu. Tes ini juga terbukti cukup populer (Domino &amp; Domino, 2006). &nbsp;<br><br></li></ul><div>Setelah itu, peristiwa penting lainnya dalam sejarah tes minat adalah peristiwa yang terjadi tahun 1959, ketika John Holland menerbitkan teori tentang perilaku manusia yang menemukan penerapan luas untuk penilaian minat karir. Holland berpendapat bahwa pilihan pekerjaan pada dasarnya adalah refleksi kepribadian seseorang, dan penemuan minat karir pada dasarnya adalah inventaris kepribadian. Hingga saat penerbitan mental measurement yearbook yang terakhir ternyata telah ada lebih dari 80 tes minat (Domino &amp; Domino, 2006).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:52:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735476685</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kuder</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735479411</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengantar</div><div>Tes Kuder merupakan tes minat yang dikembangkan oleh G. Frederic Kuder. Tes ini berfokus pada pengukuran bidang minat yang luas, yang mungkin dimiliki seseorang, sehingga hasil tes akan menggambarkan bagaimana minat seseorang pada semua bidang minat yang diungkap tes Kuder, apapun bentuk atau formatnya (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020). Pada awalnya, tes ini dikembangkan dengan memberikan daftar pernyataan kepada sekelompok mahasiswa dan berdasarkan tanggapan mereka, menempatkan item ke dalam sepuluh skala homogen (Domino &amp; Domino, 2006). <br><br>Terdapat tiga format tes Kuder yaitu:<br>1. <em>Kuder General Interest Survey</em> (KGIS)</div><div>Tes KGIS merupakan alat tes yang bisa digunakan untuk anak-anak tingkat SMP dan SMA dari kelas 6 sampai kelas 12. Tes ini disusun oleh Kuder berdasarkan jawaban yang diberikan subjek coba (yaitu anak-anak) pada 168 kelompok pernyataan macam-macam aktivitas, meliputi minat kejuruan, potensi pekerjaan, atau jurusan pendidikan di perguruan tinggi (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).<br><br></div><div>Tujuan dasar penyusunan KGIS oleh Kuder adalah:</div><ol><li>Merangsang eksplorasi karir</li><li>Menyarankan kemungkinan karir yang diminati</li><li>Membuka pilihan minat-minat yang luas, tidak untuk membatasi minat anak-anak.<br><br></li></ol><div>Tes KGIS memasukkan sepuluh bidang minat, yaitu <em>outdoor</em>, <em>mechanical</em>, <em>computation</em>, <em>scientific</em>, <em>persuasive</em>, <em>artistic</em>, <em>literary</em>, <em>musical</em>, <em>social service</em>, dan <em>clerical</em>.<br><br>2. <em>Kuder Occupational Interest Survey</em> (KOIS)</div><div>	Tes KOIS merupakan tes minat <em>vocational</em> yang bersifat <em>self-report</em>. Tes ini seringkali justru dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperoleh data sebelum memberikan bimbingan dan konseling pendidikan kejuruan/<em>vocational</em>. Berbeda dengan KGIS, tes ini didesain untuk orang dewasa. Jumlah dan bahasa dalam tes ini sudah disesuaikan dengan subyek usia dewasa. Tes KOIS terdiri atas 100 item pertanyaan yang menjelaskan berbagai aktivitas (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).<br><br>3. <em>Kuder Preference Record-Vocational</em> (KPR-V)</div><div>	Tes Kuder dengan format KPR-V berisi pernyataan-pernyataan yang mewakili sepuluh bidang pekerjaan, seperti KGIS atau KOIS, yaitu: <em>outdoor</em>, mekanik, komputasi, <em>science</em>, persuasif, artistik, sastra, musik, pelayanan sosial, dan <em>clerical</em> (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020). Tes ini digunakan untuk konseling karir pada siswa sekolah menengah dan orang dewasa (Domino &amp; Domino, 2006).<br><br></div><div>Tujuan penggunaan tes ini di bidang:</div><ol><li>Pada bidang pendidikan, tes ini dapat digunakan untuk <em>testee</em> yang ingin mengambil studi lanjut.</li><li>Pada bidang pekerjaan, tes ini dapat digunakan untuk membantu perusahaan dalam melakukan seleksi calon karyawan atau menentukan apakah karyawan yang sudah bekerja berada pada tipe pekerjaan yang mereka sukai.</li></ol><div><br>B. Bentuk</div><div>Secara umum, setiap soal pada tes Kuder terdiri dari tiga pernyataan mengenai suatu kegiatan. <em>Testee</em> akan diminta untuk memilih dua kegiatan, yaitu kegiatan apa yang paling disukai dan yang paling tidak disukai (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:53:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735479411</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>baliylahalimtinan2020</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735481103</link>
         <description><![CDATA[<div>Hasil tes minat pada umumnya digunakan dalam 4 bidang terapan, yaitu&nbsp;<br><br></div><ol><li>Konseling pekerjaan, hasil tes minat biasanya digunakan untuk karyawan yang sudah bekerja diperusahaan atau bidang lain. Tujuannya adalah melakukan pengecekan konsistensi antara tugas dan pilihan pekerjaan yang mereka jalani dengan pekerjaan yang sebenarnya mereka sukai.</li><li>Konseling karier, dalam konseling karir, terdapat inventori yang dikembangkan dan mencerminkan 3 perubahan-perubahan utama. Pertama, perubahan yang berkaitan dengan meningkatnya penekanan pada eksplorasi diri. Perubahan kedua berkaitan dengan perhatian pada sasaran pengukuran minat. Perubahan penting ketiga terkait dengan perluasan pilihan-pilihan karier ini, perubahan ini berkaitan dengan keprihatinan tentang keadilan terhadap jenis kelamin.</li><li>Penjurusan siswa untuk pendidikan lanjutan, pada dasarnya penjurusan siswa di sekolah lanjutan merupakan penempatan siswa pada jurusan-jurusan atau program-program studi yang tersedia disesuaikan dengan hasil pengukuran minat yang sudah dilakukan.</li><li>Perencanaan bacaan dalam pendidikan dan latihan, dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bacaan seperti apa yang disukai mayoritas siswa. Selain itu, dalam skala yang lebih besar, hasil tes minat dapat diterapkan untuk perencanaan pemilihan dan penerbitan buku-buku bacaan yang lebih disukai oleh siswa pada suatu daerah atau provinsi tertentu (Susana, 2014).&nbsp;<br><br></li></ol><div>Berdasarkan penelitian dan pengamatan pada umumnya tes minat tidak digunakan secara eksklusif dan mengabaikan hasil pengukuran mengenai aspek kognitif serta non kognitif lainnya seperti tes bakat, kepribadian dan intelegensi (Susana, 2014).<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:54:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735481103</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) </title>
         <author>salsabilajaziah</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735511308</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><strong>Pengantar</strong></li></ul><div>Pada awalnya, di tahun 1947 Rothwell menyusun tes minat. Pada saat itu, tes yang disusun Rothwell memasukkan 9 kategori jenis-jenis pekerjaan. Baru di tahun 1958, Kenneth Miller memasukkan 3&nbsp; kategori jenis pekerjaan baru selain 9 kategori jenis-jenis pekerjaan sebelumnya yang sudah disusun oleh Rothwell, sehingga di tahun 1958 tes RMIB memasukkan 12 kategori jenis pekerjaan. Pengembangan Miller pada tes yang disusun Rothwell menjadikan nama tes ini menjadi Rothwell Miller Interest Blank (RMIB). Sama seperti tes minat lainnya, tes RMIB diciptakan dengan maksud mengetahui minat yang mungkin dimiliki testee dengan cara mengungkap bagaimana sikap yang ditunjukkan testee pada suatu bentuk pekerjaan, juga bagaimana ide-ide stereotipe yang dimiliki testee tentang pekerjaan tersebut&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;<br><br></div><ul><li><strong>Bentuk Tes RMIB</strong></li></ul><div>Tes tersebut berbentuk blanko/tabel, yang berisi sembilan kelompok daftar pekerjaan, huruf A sampai I, dibedakan menurut kelompok pekerjaan laki-laki dan perempuan. Masing-masing kelompok pekerjaan ini berisi 12 jenis pekerjaan, mewakili 9 kategori pekerjaan yang diukur dalam tes ini&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;<br><br></div><div>Ke 12 kategori pekerjaan yang ada di tes RMIB yaitu : <br><strong>1. Outdoor</strong>&nbsp;</div><div>Pilihan aktivitas yang disukai adalah aktivitas di luar ruangan atau di lapangan terbuka, sehingga pekerjaan yang sesuai adalah pekerjaan yang dilakukan di luar ruangan, tidak terkait dengan aktivitas yang dikerjakan di dalam ruangan&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk Laki-laki: petani, penjaga hutan, penyelidik, nelayan, petani tanaman hias, nelayan, supir.&nbsp;</li><li>Untuk perempuan: ahli pertamanan, peternak, petani bunga dan tukang kebun, pertanian, guru pendidikan jasmani, pramugari kapal, pembina olahraga.&nbsp;</li></ul><div><strong>2. Mechanical&nbsp;</strong></div><div>Pada testee yang suka dengan aktivitas yang mengarah pada bidang mekanik atau teknik, misalnya teknik mesin, teknik sipil, dan sebagainya&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: insinyur sipil, montir, pembuat jam tangan, tukang las, tukang bubut, tukang listrik, montir, instalator, pembuat jam tangan&nbsp;</li><li>Untuk Perempuan: ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, ahli reparasi jam&nbsp;</li></ul><div><strong>3. Computational&nbsp;</strong></div><div>Bidang minat yang lebih disukai oleh individu yang berkaitan dengan kegiatan aritmatika atau bidang yang ada hubungannya dengan angka-angka, misalnya, ahli pembukuan keuangan, akuntan, dll&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: akuntan, auditor, kasir, petugas pajak.</li><li>Untuk perempuan: pegawai urusan gaji, juru bayar, pegawai pajak, guru IPA.&nbsp;</li></ul><div><strong>4. Scientific</strong>&nbsp;</div><div>Bidang minat disukai oleh seseorang yang berkaitan dengan bidang ilmiah. Minat yang ada hubungannya dengan bidang ilmiah adalah minat dalam pekerjaan yang membutuhkan kegiatan dalam hal analisis dan penelitian, eksperimen, kimia dan sains secara umum, seperti: para peneliti, pakar matematika, dll&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: ilmuwan, ahli biologi, ahli astronomi, atau insinyur kimia industri</li><li>Untuk perempuan: ilmuwan, ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli astronomi, atau asisten laboratorium.&nbsp;</li></ul><div><strong>5. Personal Contact</strong></div><div>Bidang minat ini merupakan salah satu yang disukai sebagian orang karena berkaitan dengan bidang persuasif. Bidang ini dapat ditemukan pada pekerjaan yang banyak berhubungan dengan aktivitas manusia, dalam bentuk diskusi, persuasi, atau kerjasama dengan orang lain, seperti ahli komunikasi, pemasaran, dll. Secara umum, minat personal contact mendominasi pekerjaan yang berhubungan kontak dengan orang lain&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: penyiar radio, petugas wawancara, sales asuransi, pedagang keliling&nbsp;</li><li>Untuk Perempuan:&nbsp; sales girl, pegawai rumah mode, penyiar radio, petugas humas.&nbsp;</li></ul><div><strong>6. Aesthetic</strong></div><div>Bidang minat aesthetic merupakan bidang yang disukai seseorang karena berhubungan dengan bidang seni atau arsitektur. Pekerjaan ini berhubungan dengan bidang ini bersifat seni dan menciptakan sesuatu, misalnya pelukis, seni patung, arsitek, dll&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: seniman, artis, arsitek, decorator, fotografer dan penata panggung&nbsp;</li><li>Untuk perempuan: seniwati, guru kesenian, artis, penata panggung.</li></ul><div><strong>7. Literary</strong></div><div>Individu lebih suka bidang minat yang mengarah pada hal-hal yang berhubungan dengan literatur atau buku-buku, seperti ahli perpustakaan, petugas administrasi, dll. Pekerjaan yang terkait dengan bidang minat dalam literal biasanya ada hubungannya dengan buku-buku, membaca mengarang&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: wartawan, pengarang, penulis skenario, ahli perpustakaan, penulis majalah&nbsp;</li><li>Untuk perempuan: wartawan, kritikus buku, penyair, penulis sandiwara radio.&nbsp;</li></ul><div><strong>8. Musical</strong></div><div>Bidang minat musical adalah bidang yang disukai seseorang karena terkait dengan kesenangan melakukan kegiatan di bidang musik, misalnya sebagai ahli dalam komposer musik, pemain musik, dll. Minat musical umumnya ada hubungannya dengan kegiatan atau pekerjaan seseorang yang memainkan alat-alat musik atau untuk mendengarkan orang lain, bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan musik&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka, dan pramuniaga toko musik</li><li>Untuk perempuan: pemain organ, guru music, komponis, pianis konser, pramuniaga toko music.&nbsp;</li></ul><div><strong>9. Social Service&nbsp;</strong></div><div>Bidang minat ini adalah bidang yang menarik bagi seseorang yang mengarah pada kegiatan di bidang layanan sosial, seperti sukarelawan, pekerja sosial, ahli kemasyarakatan, dll. Pekerjaan yang didasari dari minat social service yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, yaitu keinginan untuk membantu dan mengarahkan atau menasehati tentang masalah dan kesulitan mereka, keinginan untuk memahami orang lain dan memiliki ide yang hebat atau kuat dalam hal pemberian pelayanan&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: guru SD, psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama, petugas palang merah&nbsp;</li><li>Untuk perempuan: guru SD, psikolog pendidikan, petugas kesejahteraan sosial, ahli penyuluh jabatan, petugas palang merah.&nbsp;</li></ul><div><strong>10. Clerical&nbsp;</strong></div><div>Kategori bakat dan minat yang mengarah pada kemampuan di bidang keterampilan tangan, seperti sekretaris, notulen, produsen pengrajin, dll. Minat terhadap tugas-tugas rutin yang membutuhkan ketepatan dan ketelitian (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: manajer bank, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos, petugas ekspedisi (surat)&nbsp;</li><li>Untuk perempuan: sekretaris pribadi, juru ketik, penulis steno, pegawai kantor, penyusun arsip</li></ul><div><strong>11. Practical&nbsp;</strong></div><div>Kategori bakat dan minat yang mengarah pada kemampuan keterampilan lapangan praktis, seperti mekanik, tukang memperbaiki mesin, dll. Minat terhadap pekerjaan praktis, pertukangan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: tukang kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukang batu, tukang sepatu.&nbsp;</li><li>Untuk perempuan: ahli penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam, juru masak.&nbsp;</li></ul><div><strong>12. Medical&nbsp;</strong></div><div>Kategori bakat dan minat yang mengarah pada keterampilan di bidang medis atau kesehatan, seperti dokter, perawat, profesional kesehatan, dll. Minat dalam bidang kedokteran, pereda penyakit, penyembuhan, dan bidang medis serta masalah biologis umum&nbsp; (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;</div><ul><li>Untuk laki-laki: Dokter, ahli bedah, dokter hewan, apoteker, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen &nbsp;</li><li>Untuk perempuan: Dokter, ahli bedah, dokter hewan, pelatih rehabilitasi pasien, perawat orang tua.&nbsp;</li></ul><div><br></div><ul><li><strong>Kelebihan dan Kelemahan</strong></li></ul><div>Kelebihan&nbsp;</div><ol><li>Dapat dimasukkan ke dalam susunan baterry test</li><li>Lebih mudah dikerjakan oleh subjek</li><li>Skor dapat disusun dengan lebih cepat</li><li>Lebih cocok diberikan untuk orang dewasa.</li><li>Hasil keseluruhan dari tes akan memperlihatkan pola interest dari subjek.</li></ol><div>Kelemahan&nbsp;<br>Memiliki minat yang kurang terperinci&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/743577990/80ede5d208a4517fc39d042ab0c8e09e/6_1.jpg" />
         <pubDate>2021-09-13 09:10:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735511308</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WPPSI (Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735559681</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) dikembangkan oleh Wechsler. Sesuai dengan namanya, alat tes ini dirancang dan ditujukan untuk anak-anak pada usia sebelum masuk sekolah atau anak-anak yang ada pada tingkat taman kanak-kanak, perkiraan usia dimulai dari 2 tahun atau saat anak mulai masuk ke taman kanak-kanak hingga umur 6 tahun saat anak mulai masuk ke sekolah dasar. Alat tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan anak secara keseluruhan serta dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik keterlambatan atau kesulitan anak tersebut .&nbsp; &nbsp;</li><li>Atribut psikologis dan kemampuan-kemampuan yang diukur oleh alat tes ini terdiri dari 2 penilaian besar, yaitu tes verbal yang mencangkup atas tes kemampuan menerima informasi, kemampuan pemahaman, kemampuan berhitung, kemampuan melihat persamaan dan pengertian; serta tes prestasi yang terdiri atas rumah binatang dengan mencocokan nama binatang dan tempat tinggalnya, penyelesaian gambar dengan melengkapi gambar yang kosong, mencari jejak, bentuk geometris, labirin dan puzzle balok.&nbsp;</li><li>&nbsp; Alat tes WPPSI juga dapat digunakan untuk mengidentifikasikan dan mengklasifikasikan anak-anak dengan keterlambatan kemampuan kognitif, mengevaluasi keterlambatan kemampuan kognitif, gangguan intelektual dan autisme. WPPSI juga dapat digunakan untuk menentukan jenis sekolah yang tepat bagi anak hingga melihat apakah anak mengalami kerusakan pada otak.</li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 09:37:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735559681</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IST (Intelligenz Struktur Test)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735561245</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><ul><li>Intelligenz Struktur Test (IST) merupakan alat tes inteligensi yang telah diadaptasi di Indonesia. Tes ini dikembangkan oleh Rudolf Amthaeur di Frankfrurt Main Jerman pada tahun 1953. Intelligenz Struktur Test (IST) terdiri dari 9 subtes antara lain Satzerganzung (SE) yaitu melengkapi kalimat, Wortauswahl (WA) yaitu melengkapi kata-kata, Analogien (AN) yaitu persamaan kata, Gemeinsamkeiten (GE) yaitu sifat yang dimiliki bersama, Rechhenaufgaben (RA) yaitu kemampuan berhitung, Zahlenreihen (SR) yaitu deret angka, Figurenauswahl (FA) yaitu memilih bentuk, Wurfelaufgaben (WU) yaitu latihan balok, dan Merkaufgaben (ME) yaitu latihan simbol.&nbsp;</li><li>&nbsp; Tes IST terdiri dari 9 sub tes terdiri dari 176 aitem soal. Waktu pengerjaan yang dibutuhkan dalam penyajian tes IST ini kurang lebih selama 90 menit dengan instruksi yang berbeda-beda pada setiap sub tesnya.Tes IST ini membutuhkan seorang tester yang memiliki keterampilan dalam menyajikan tes dan proses skoring serta interpretasi yang memakan waktu. Tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasi.&nbsp;</li><li>Kumolohadi &amp; Suseno (2012) menjelaskan bahwa melalui tes IST, dapat diperoleh skor inteligensi umum dan skor kemampuan khusus secara mendetail yang diungkap dengan sembilan sub tes dalam IST, diantaranya yaitu:&nbsp;</li></ul><ol><li>Sub tes Satzerganzung (SE) mengungkap kemampuan berpikir kongkrit praktis,mengukur keinginan berprestasi, pengambilan keputusan, kemampuan memahami realitas, common sense, pembentukan pendapat/penilaian, dan kemandirian dalam berpikir.</li><li>Sub tes Wortauswahl (WA) mengungkap kemampuan bahasa dengan menangkap inti kandungan makna dari sesuatu yang disampaikan, kemampuan empati serta kemampuan berpikir induktif dengan menggunakan bahasa.&nbsp;</li><li>Sub tes Analogien (AN) mengungkap kemampuan berpikir secara eksibilitas, kemampuan menghubung-hubungkan atau mengkombinasikan,resistensi, serta kemampuan untuk berubah dan berganti dalam berpikir.&nbsp;</li><li>Sub tes Gemeinsamkeiten (GE) mengukur kemampuan memahami esensi pengertian suatu kata untuk kemudian dapat menemukan kesamaan esensial dari beberapa kata, serta mengukur kemampuan menemukan ciri-ciri khas yang terkandung pada dua objek dalam upaya menyusun suatu pengertian yang mencakup kekhasan dari dua objek tersebut.&nbsp;</li><li>Sub tes Rechhenaufgaben (RA) mengukur kemampuan berpikir logis,kemampuan bernalar,memecahkan masalah praktis dengan berhitung, matematis,dan kemampuan berpikir runtut dalam mengambil keputusan.&nbsp;</li><li>Sub tes Zahlenreihen (ZR) mengukur kemampuan berhitung dengan didasari pada pendekatan analisis atas informasi faktual yang berbentuk angka sehingga ditemukan suatu kesimpulan.&nbsp;</li><li>Adanya kemampuan mengikuti komponen irama dalam berpikir. Sub tes Figurenauswahl (FA) mengungkap kemampuan membayangkan secara menyeluruh dengan cara dengan menggabung-gabungkan potongan suatu objek visual secara konstruktif sehingga menghasilkan suatu bentuk tertentu.&nbsp;</li><li>Sub tes Wurfelaufgaben (WU) mengukur kemampuan analisis yang turut disertai dengan kemampuan membayangkan perubahan keadaan ruang secara antisipasif. Dalam kemampuan ini terdapat peran imajinasi, kreativitas, eksibilitas berpikir dan kemampuan menyusun atau mengkonstruksi perubahan.&nbsp;</li><li>Sub tes Merkaufgaben (ME) mengukur daya ingat seseorang yang didalamnya terdiri dari kemampuan memperhatikan, kemampuan menyimpan atau mengingat dalam waktu lama. IST adalah alat tes yang kompleks dan memiliki tingkat kesulitan pada tugas-tugas di setiap bagian yang tinggi. Meski begitu, melalui tes IST individu dapat mengetahui IQ total dan per bagian.</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 09:38:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735561245</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabilajaziah</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735566326</link>
         <description><![CDATA[<div>Domino, G., &amp; Domino, M. L. (2006). <em>Psychological Testing an Introduction.</em> Cambridge University Press.</div><div><br>Dra. Dwi Nastiti, M., &amp; Nurfi Laili, S. M. (2020). Asesmen Minat dan Bakat: Teori dan Aplikasinya. (M. Effy Wardati Maryam, Ed.) Sidoarjo: UMSIDA Press.<br><br></div><div><em>SDS (SELF DIRECTED SEARCH)-HOLLAND</em>. (2019, Desember 24). Retrieved from Konsultan Psikologi Jakarta: <a href="https://www.konsultanpsikologijakarta.com/sds-self-directed-search-holland/">https://www.konsultanpsikologijakarta.com/sds-self-directed-search-holland/<br></a><br></div><div>Susana, S. (2014, Desember 12). Tes Minat, Mata Kuliah Pemahaman Individu II. Retrieved from http://susisusana96.blogspot.com/2014/12/tes-minat_12.html</div><div><br>Walsh, W. B., &amp; Osipow, S. H. (1986). <em>Advances in Vocational Psychology Vol. I: The Assessment of Interest</em>. Hilllsdale New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 09:42:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735566326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Self Directed Search</title>
         <author>salsabilajaziah</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735578515</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><strong>Pengantar</strong></li></ul><div>Self Directed Search merupakan sebuah instrumen tes yang dikembangkan oleh J.L. Holland. Tes SDS ini digunakan untuk konseling pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri, diskor sendiri, hingga diinterpretasikan sendiri. Penggunaan tes SDS memerlukan dua <em>booklet</em> yakni buku penilaian (<em>assessment booklet</em>) dan buku klasifikasi pekerjaan (<em>occupational classification booklet</em>). Tujuan Holland mengembangkan tes SDS adalah untuk meningkatkan jumlah klien yang bisa dilayani oleh seorang konselor dengan memangkas waktu untuk mengawasi, menilai, dan menginterpretasi klien, dan untuk memberikan pengalaman konseling vokasional kepada orang-orang yang tidak memiliki ataupun tidak ingin berkonseling dengan konselor (Walsh &amp; Osipow, 1986).&nbsp;<br><br></div><div>Holland mengembangkan konversi bidang minat dari tes Kuder dengan membentuk <em>six personality types</em> yang terdiri dari Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, Conventional (RIASEC). Hal ini menjadikan tes SDS bukan sekedar inventaris minat kerja, melainkan juga sebagai inventaris kepribadian, nilai, dan kompetensi. Pembentukan tes SDS berdasar pada asumsi Holland terkait kebudayaan di Amerika. Masyarakat di Amerika dapat digolongkan kepribadiannya dalam 6 jenis yakni RIASEC, sama pula dengan pemilihan kerja nya. Sehingga, melalui tes SDS dapat diketahui kepribadian seseorang melalui jenis pekerjaannya (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).&nbsp;<br><br></div><div>Setiap tipe dari RIASEC memiliki corak keunikannya masing-masing yang dapat dijabarkan sebagai berikut:<br><strong>1. Tipe Realistik</strong></div><div>Tipe ini memiliki sifat kurang peka dalam bergaul, kurang cakap dalam hubungan antar pribadi, kurang fasih dalam berkomunikasi, cenderung menyukai masalah yang konkrit-praktis, dan cenderung mengutamakan fitur fisik seperti kejantanan dan kekuatan otot. Melihat karakteristik tersebut, tipe realistik cenderung cocok untuk pekerjaan yang berorientasi pada penerapan seperti operator mesin, pilot, ahli listrik, dan pekerjaan sejenis lainnya.<br><br><strong>2. Tipe Investigatif</strong><br>Tipe ini memiliki sifat cenderung mengacu pada tugas yang diberikan, lebih senang menyendiri, cenderung berhati-hati saat bertindak untuk menghadapi masalah, dan menyukai tugas yang bersifat abstrak. Orang dengan tipe ini cocok untuk pekerjaan bidang akademik dan yang memerlukan pemikiran yang dalam untuk memecahkan permasalahan, seperti ahli kimia, ahli fisika, ahli matematika, dan pekerjaan sejenis lainnya.<br><br><strong>3. Tipe Artistik</strong></div><div>Tipe artistik memiliki sifat yang cenderung peka terhadap perasaan, mudah berimajinasi, dan impulsif. Selain itu, orang dengan tipe artistik cenderung menghindari hal-hal yang bersifat sosial, terstruktur, dan stagnan. Mereka akan mengekspresikan dirinya melalui media seni untuk mengatasi permasalahan. Pekerjaan yang cocok dengan tipe artistik adalah pelukis, penyair, ahli musik, dan pekerjaan sejenis lainnya.<br><br><strong>4. Tipe Sosial</strong></div><div>Tipe sosial memiliki sifat sangat mudah bersosialisasi, bertanggung jawab tinggi, cakap dalam berkomunikasi, mampu mengelola hubungan interpersonal maupun intrapersonal dengan baik, memiliki kemampuan membujuk yang tinggi, dan dapat bekerja sama dalam kelompok. Tipe sosial lebih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dibandingkan dengan kegiatan terstruktur dan stagnan. Pekerjaan yang cocok untuk tipe sosial adalah psikolog, konselor, guru, terapis, dan sejenisnya. <br><br><strong>5. Tipe Enterprising</strong></div><div>Tipe ini cenderung memiliki kemampuan verbal dan membujuk orang lain dengan baik walaupun sekaligus bertindak agresif melalui lisan, serta berfokus pada kekuasaan dan kepemimpinan. Pekerjaan yang cocok dengan tipe ini adalah CEO, promotor, politikus, dan lain-lain yang sejenis.<br><br><strong>6. Tipe Konvensional</strong></div><div>Tipe konvensional memiliki ciri-ciri yang memiliki kemampuan klerikal dan numerikal, memandang diri sebagai pribadi yang sistematis dan mudah beradaptasi, serta menjunjung nilai status dan kekayaan materi. Pekerjaan yang cocok dengan tipe konvensional adalah ahli statistik, analisis keuangan, perpajakan, dan pekerjaan sejenis lainnya (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).<br><br></div><ul><li><strong>Bentuk</strong></li></ul><div>Tes SDS memiliki tiga pengelompokan soal, yakni kelompok kompetensi, kelompok kegiatan, dan kelompok pekerjaan yang masing-masing diberikan dengan instruksi berbeda. Setiap kelompok terdiri dari kelompok pernyataan RIASEC. Kelompok kompetensi memiliki 11 aitem untuk setiap tipe dengan respon Ya-Tidak, kelompok kegiatan memiliki 11 aitem untuk setiap tipe dengan respon Suka-Tidak Suka, kelompok pekerjaan memiliki 14 aitem untuk setiap tipe dengan respon Ya-Tidak (Walsh &amp; Osipow, 1986).&nbsp;<br><br></div><div>Testee mengisi sesuai dengan dirinya di lembar Penilaian-Diri yang berisi pernyataan-pernyataan pada tiap kelompok. Lalu, testee dapat menilai atau melakukan skoring pada setiap aitem untuk memperoleh 1 skoring untuk masing-masing kode huruf (R,I,A,S,E,C). Hasil tes diambil dari tiga kode huruf dengan skor tertinggi dengan kode huruf urutan tertinggi mewakili minat utama subjek tersebut. Tiga kode huruf dengan skor tertinggi tersebut juga dijadikan sebagai <em>summary code</em> yakni digunakan untuk kombinasi minat yang dimiliki oleh subjek (Dra. Dwi Nastiti &amp; Nurfi Laili, 2020).<br><br></div><ul><li><strong>Kelebihan dan Kekurangan</strong></li></ul><div>Kelebihan:</div><ul><li>Tes SDS terfokus pada pengukuran minat kerja subjek</li><li>Dapat mengetahui karakteristik pribadi subjek</li><li>Memberikan taraf intelegensi&nbsp;</li><li>Memberikan bimbingan yang relevan terkait karir serta konseling karir<br><br></li></ul><div>&nbsp; &nbsp; Kekurangan:</div><ul><li>Testee dapat menjawab tes dengan bias</li><li>Adanya batasan usia dalam pengerjaan tes SDS</li><li>Banyaknya aitem yang digunakan dalam tes menyebabkan testee tidak fokus atau sungguh-sungguh saat menjawab tes</li><li>Kurangnya proses peninjauan perkembangan yang mendasari keenam tipe Holland&nbsp;</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 09:49:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735578515</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SII (Strong Interest Inventory)</title>
         <author>salsabilajaziah</author>
         <link>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735583344</link>
         <description><![CDATA[<div><br>SII adalah salah satu tes minat yang dirumuskan oleh E.K. Strong.Jr., pada tahun 1919-1920 kemudian diterbitkan pertama kalinya pada tahun 1927 dengan nama <em>Strong Vocational Interest Blank </em>(SVIB). Adanya tes SII ini dipengaruhi oleh teori yang dikembangkan oleh Holland dan didukung dengan riset-riset lainnya.<br><br></div><div><br>SII merupakan salah satu tes psikologi mengenai minat yang paling tua dan terdiri dari Sebagian besar item (lima bagian pertama) membutuhkan responden untuk menunjukkan suka, tidak suka, atau acuh tak acuh terhadap 131 pekerjaan (Apakah Anda ingin menjadi akuntan? psikolog?), 36 mata pelajaran sekolah (sosiologi, matematika), 51 aktivitas terkait karier (berternak ; berkebun), 39 kegiatan rekreasi (berkemah; memasak), dan 24 tipe orang (Apakah Anda suka bekerja sama). Bagian 6 membutuhkan responden untuk memilih dari pasangan kegiatan yang mereka sukai (Apakah Anda lebih suka bekerja secara individu atau dengan orang-orang?), dan bagian 7 memiliki beberapa pernyataan deskriptif diri (Apakah Anda? orang yang kreatif?). Item yang dibagi menjadi 7 bagian dan pada 5 bagian pertama, responden diminta untuk menjawab dengan membuat tanda S, TT, atau TS (suka, tidak tahu, tidak suka). Tes ini ditujukan untuk rentang usia dari SMA, mahasiswa, atau orang dewasa. Kemudian sebelum berganti nama menjadi SII,&nbsp; SVIB mengalami beberapa revisi pada tahun 1970, yaitu :<br><br></div><ul><li>Perkenalan kerangka matematis untuk membimbing organisasi dan interpretasi skor</li><li>Penggabungan form-form pria dan wanita lebih awal dan penormaan kembali semua skala pekerjaan pada sampel pria dan wanita yang baru</li><li>Peningkatan substansial dalam jumlah skala untuk pekerjaan kejuruan atau teknis yang menuntut pekerjaan lebih rendah daripada lulusan universitas&nbsp;</li></ul><div><strong>Konsep dan Bentuk SII<br></strong><br></div><div>Tujuan dilakukannya tes SII adalah untuk mencari tahu minat subjek dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan kesukaan atau ketidaksukaan subjek pada beberapa kegiatan, objek, atau jenis orang dan pertanyaan tersebut hanya dibatasi pada kelompok pekerjaan tertentu.<br><br></div><div>Bentuk tes ini adalah terdiri dari 7 bagian, 5 bagian pertama akan meliputi pekerjaan, pelajaran sekolah, aktivitas saat waktu kosong, dan relasi dengan orang yang memiliki tipe kepribadian berbeda. Kemudian pada bagian keenam, subjek diminta menyatakan pilihan di antara aktivitas-aktivitas pasangan. Dan bagian ketujuh, subjek akan memberikan respon “ya”, “tidak”, atau “?”, pada pernyataan yang menggambarkan dirinya. Skoring pada tes minat ini adalah dengan menggunakan komputer pada pusat skooring yang ditunjuk oleh penerbit dengan menggunakan perangkat lunak yang dimiliki oleh penerbit. pemeriksaan yang dilakukan oleh komputer sebagai jawabannya proses skoring dengan komputer dilakukan dengan cara komputer&nbsp; dirancang untuk menilai kesalahan prosedural dan digunakan oleh administrator tes untuk menentukan apakah hasil tes bermakna. Indeks ini termasuk jumlah item yang dijawab, item tanggapan yang jarang diberikan, dan persentase suka, tidak suka, dan tanggapan tidak tahu yang diberikan untuk masing-masing bagian. Dan nantinya hasil berupa lembaran yang berisi penjelasan pengorganisasian dari bagian-bagian tersebut.<br><br><strong>Kelebihan dan Kekurangan</strong><br><br></div><div>Kelebihan :<br>-Konteks minat sangat luas tidak hanya masalah pekerjaan secara langsung tetapi juga hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari&nbsp;<br>-Skoring lebih cepat karena menggunakan komputer.<br><br></div><div>Kelemahan :<br>-Skoring cenderung rumit karena harus memiliki perangkat lunak yang dimiliki oleh penerbit yang resmi&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 09:52:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/najwacholil01/gm6jhntzhpvzkptm/wish/1735583344</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
