<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>DISKUSI PERAN DAN FUNGSI UANG DALAM SISTEM EKONOMI (SYARIAH DAN KONVENSIONAL) by </title>
      <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks</link>
      <description>Diskusi terkait soal yang diberikan serta merumuskan hasil diskusi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-07 05:06:00 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-03-24 17:39:49 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1 </title>
         <author>alivia20159</author>
         <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116123490</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Anggota :&nbsp;<br>1. Alivia Rianti Putri&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(20313028)<br>2. Annisa Syahbani&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; (20313224)<br>3. Ilham Bagus Indiarto (20313226)<br>Mata Kuliah : Ekonomika Keuangan Islam (F)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-28 01:24:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116123490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERTANYAAN DISKUSI</title>
         <author>alivia20159</author>
         <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116127953</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikut merupakan pertanyaan diskusi :&nbsp;<br>a.) Jelaskan pengertian Uang dan fungsi Uang dalam pandangan konvensional<br>b.) Bagaimana mengukur jumlah uang (M1 dan M2)?<br>c.) Jelaskan mengapa teori kuantitas uang dapat menjelaskan kondisi perekonomian?<br>d.) Bagaiamana peran uang dalam pandangan ekonomi dan keuangan Islam?bandingan jawaban dengan<br>pertanyaan pada poin “a”.<br>e.) Jelasakan, apakah uang kertas termasuk Riba dalam system keuangan Islam? Bagaimana dengan uang digital?<br>f.) Apa yang dimaksud dengan pandangan “uang sebagai potensial capital” dalam pandangan system ekonomi<br>Islam?<br>g.) Bagaimana penciptaan uang dalam perpektif Islam? (jawaban pada pertanyaan ini minimal 5 kalimat)<br><br>Setiap jawaban yang dituliskan wajib mencantumkan kutipan (sitasi). </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-28 01:27:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116127953</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>alivia20159</author>
         <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116133662</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk diskusi bisa memberikan atau menyanggah tanggapan terkait hasil jawaban teman lain disertai pernyataan yang konkrit. Tanggapan bisa dituliskan di kolom komentar disertai nim dan nama lengkap. Terimakasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-28 01:31:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116133662</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20313028_ALIVIA RIANTI PUTRI</title>
         <author>alivia20159</author>
         <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116615397</link>
         <description><![CDATA[<div>a.) Jelaskan pengertian uang dan fungsi uang dalam pandangan konvensional.<br>Jawaban :<br>Pengertian Uang.<br>Sejatinya uang merupakan salah satu komoditas yang ditujukan sebagai alat transaksi atau pertukaran barang dan jasa. Menurut Mishkin (2011 : 43) Uang dapat didefinisikan sebagai alat tukar yang digunakan oleh masyarakat dalam pembayaran barang dan jasa maupun hutang yang dimiliki. Pada konsep ini, Mishkin juga menekankan bahwa uang dapat juga digunakan sebagai indikator dalam mengukur kesejahteraan (wealth) melalui aset likuiditas berjangka seperti investasi, saham, tanah, dan lain - lain.&nbsp;<br><br>Fungsi Uang.<br>Mishkin (2011 : 44) menyatakan bahwa terdapat 3 fungsi uang yang utama, yaitu :&nbsp;<br>1. Uang sebagai media tukar (medium of exchange)<br>Uang digunakan sebagai alat pembayaran untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan . Apabila kita mengaitkan dengan sistem barter yang terjadi pada jaman dahulu, kegiatan transaksi dinilai tidak efisien karena mengharuskan seseorang untuk mencari barang yang diinginkan. Untuk itu, hadirnya konsep uang sebagai alat tukar akan mempermudah seluruh transaksi.<br>2. Uang sebagai satuan unit (Unit of Account)<br>Hal ini dapat dimaknai bahwa setiap barang yang akan dibeli pasti memiliki satuan unit untuk mengetahui apakah dengan uang yang tersedia mampu melakukan transaksi. Sehingga perlu adanya penyesuaian terkait dengan satuan unit barang dan jumlah uang. Contoh : Untuk membeli 10kg beras diperlukan uang sejumlah Rp. 20.000<br>3. Uang sebagai alat penyimpan nilai (Store of Value)<br>Uang sebagai penyimpan nilai pada dasarnya merupakan bentuk dari daya beli masyarakat (purchasing power) atas suatu barang atau jasa. Penyimpanan nilai dapat dilakukan dengan asset likuiditas dimana masyarakat dapat memberdayakan dan mengelolanya dengan baik.&nbsp;<br>Contoh : Emas dan Perak<br><br>b.) Bagaimana mengukur jumlah uang (M1 dan M2).<br>Jawaban :&nbsp;<br>Mishkin (2011 : 51-52) menyatakan bahwa pengukuran jumlah uang dilakukan oleh The Banks of Canada yang dijadikan tolak ukur bagi perhitungan moneter negara lain dengan memperhatikan komponen lainnya. Adapun pengukuran dilakukan dengan konsep M1 (uang dalam arti sempit) dan M2 (uang dalam arti luas), yang dijelaskan sebagai berikut ini :&nbsp;<br>* M1 = Currency (C) + Simpanan Bank + Aset lain yang disimpan dalam bank<br>Dalam hal ini, Currency dimaknai sebagai uang kartal yang terdiri atas uang kertas dan uang logam.<br>*M2 = M1 + Deposito berjangka<br>Dalam hal ini, deposito berjangka yang disimpan dalam bank ini dapat berupa milik pribadi maupun swasta hingga pemerintah.&nbsp;<br><br>c.) Jelaskan mengapa teori kuantitas uang dapat menjelaskan&nbsp;<br>kondisi perekonomian?<br>Jawaban :&nbsp;<br>Teori kuantitas uang ditujukan untuk mengetahui antara jumlah uang yang beredar terkait dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan tingkat inflasi. Seringkali fakta yang didapatkan menjelaskan bahwa semakin tinggi jumlah uang yang beredar di masyarakat maka tingkat inflasi akan semakin tinggi juga. Hal ini yang akan mempengaruhi perekonomian suatu negara. Berdasarkan Nurlaili (2016) dalam Ichsan (2020 : 34) menyatakan bahwa semakin banyak jumlah uang yang beredar di masyarakat maka intensitas perekonomian suatu negara akan bertambah pesat dan gairah masyarakat terhadap daya beli mencapai maksimum. Ketika melihat teori kuantitas uang secara konvensional dapat dimaknai bahwa uang yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesejahteraan, sehingga banyaknya kuantitas uang di masyarakat akan mencerminkan kondisi perekonomian yang mengalir (flow concept).&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-28 07:32:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2116615397</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20313226 - Ilham Bagus Indiarto</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2118535310</link>
         <description><![CDATA[<div>d.) Bagaiamana peran uang dalam pandangan ekonomi dan keuangan Islam?bandingan jawaban dengan pertanyaan pada poin “a”.!<br><br>Dalam Islam, uang dipandang sebagai alat tukar, bukan suatu komoditi. Peranan uang ini dimaksudkan untuk melenyapkan ketidakadilan, ketidakjujuran, dan pengisapan dalam ekonomi tukar-menukar (barter). Karena dalam system barter ada unsure ketidakadilan yang digolongkan sebagai riba al Fadhl, yang dilarang dalam islam. Sedangkan Sejatinya uang merupakan salah satu komoditas yang ditujukan sebagai alat transaksi atau pertukaran barang dan jasa. Menurut Mishkin (2011 : 43) Uang dapat didefinisikan sebagai alat tukar yang digunakan oleh masyarakat dalam pembayaran barang dan jasa maupun hutang yang dimiliki.&nbsp;<br><br>Peran uang dalam ekonomi islam :<br><br>1. Uang sebagai Ukuran Harga.<br>Ini merupakan fungsi uang yang terpenting. Uang adalah satuan nilai atau standar ukuran harga dalam transaksi barang dan jasa. Ini berarti uang berperan menghargai secara aktual barang dan jasa. Dengan adanya uang sebagai satuan nilai memudahkan terlaksanakanya transaksi dalam kegiatan ekonomi masyarakat.<br><br>2. Uang sebagai Media Menyimpan Nilai<br>Uang sebagai store of value berarti uang adalah cara mengubah daya beli dari masa kini ke masa depan. Uang sebagai penyimpan nilai dimaksudkan bahwa orang yang mendapatkan uang kadang tidak mengeluarkan seluruhnya dalam satu waktu, tapi ia sisihkan sebagian untuk membeli barang atau jasa yang ia butuhkan pada waktu yang ia inginkan, atau ia simpan untuk hal-hal yang tak terduga seperti sakit mendadak atau menghadapi kerugian yang tak terduga.&nbsp;<br><br><br>e.) Jelasakan, apakah uang kertas termasuk Riba dalam system keuangan Islam? Bagaimana dengan uang digital?<br><br>Uang kertas dianggap riba karena semuanya terbuat dari bahan kertas namun hanya dibedakan dari angka yang tertera. Uang kertas tidak memiliki nilai, dirobek uang tersebut sudah tidak berlaku. Dan pada uang kertas melekat sifat ribawi sehingga tidak boleh diperjualbelikan kecuali dengan yang sama, sejenis, dan secara tunai. Beberapa fatwa individu cendikiawan muslim Indoneisa, yang menyatakan bahwa praktik uang elektronik mengandung riba. Letak riba pada umunya adalah berupa kelebihan atau tambahan yang dapat muncul dalam transaksi jual beli ataupun utang piutang. Dalam transaki jual beli, riba dapat muncul ketika suatu komoditas diperjualbelikan dengan nilai berbeda pada waktu tertentu. Atau di sisi lain riba mucul dari terdapatnya pertambahan nilai utang dari nilai pokok atau principal utang yang dibayarkan oleh debitur kepada kreditur. Transaksi uang elektronik syariah dilandasi dengan konsep akad sebagai berikut ( agar sah dan tidak termasuk riba a Akad antara penerbit dengan pemegang uang elektronik adalah akad wadi’ah atau akad qardh; b Di antara akad yang dapat digunakan penerbit dengan para pihak dalam penyeleggaraan uang elektronik (principal, acquirer, Pedagang [merchant], penyelenggara kliring dan penyelenggara penyelesai akhir) adalah akad ijarah, akad ju’alah dan akad wakalah bi al-ujrah; c Di antara akad yang dapat digunakan antara penerbit dengan agen layanan keuangan digital adalah akad ijarah, akad ju’alah, dan akad wakalah bi al-ujrah.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-29 03:55:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2118535310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20313224 - ANNISA SYAHBANI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2124659554</link>
         <description><![CDATA[<div>f.) apa yang dimaksud dengan pandangan "sebagai potensial capital" dalam pandangan system ekonomi islam ?&nbsp;<br><br>Dalam pandangan ekonomi islam sendiri, uang memang suatu yang dapat diterima secara khalayak umum lalu diterbitkan dari lembaga uang yang berwenang untuk saluran pertukaran, mengukur, dan menyimpan uang. Bahkan islam pun tidak mengenal suatu bentuk kebutuhan uang pada segala spekulasi karena memang tidak diperbolehkan. Sebab uang merupakan barang publik, dan itu milik masyarakat. Dari sini bisa disimpulkan&nbsp; bahwa uang dibuat untuk melancarkan suatu pertukaran dan menetapkan nilai yang wajar pada pertukaran tersebut.&nbsp;<br><br>g.) Bagaimana penciptaan uang dalam perspektif islam ? (min 5 kalimat)<br><br>uang dalam islam merupakan flow concept, yang artinya uang harus mengalir.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-01 02:10:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/alivia20159/Bookmarks/wish/2124659554</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
