<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Feux de Joie Plotting by anonymous</title>
      <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot</link>
      <description>Welcome to Campfire, how&#39;s your trip? Tell the others!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-05-22 09:31:11 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-10-24 13:36:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1/1 - Haura.</title>
         <author>chrysnthms</author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600637376</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp;Berdasarkan sabda yang terhormat Nona Greisy selaku KaDept Program Director, gue dapat tugas jadi pramugari mendadak bus, dengan titah utama menunjukkan bangku para crew dan manager lain yang ributnya sebelas dua belas anak bebek baru menetas.</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Meski sejatinya gue merasa nggak berguna, ya gimana ya─ kayak gabut banget berdiri doang di bus, tapi setidaknya mendingan dari pada Kak Chaka yang jadi supir dadakan atau Kak Zie, yang lari-lari mengumpulkan para bebek itu.</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Tersenyum pada para anak bebek─maksudnya crew manager yang memasuki bus dengan rusuh, gue melanjutkan tugas gue dengan lancar. Sampai akhirnya 20-an (iya gue lupa berapa detailnya) crew dan manager duduk dengan rapih di bus.</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Setelah briefing singkat yang disampaikan Kak Eci─ dengan gue yang sudah duduk anteng bersama Kari tentunya, bus yang dikemudikan Kak Chaka pun berangkat menuju Camp.&nbsp;</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Perjalanan dibuka dengan pertunjukan badut dadakan oleh Crew PD, yang dipelopori Kak Zie selaku ketua Club perbadutan Ekdilosi, dan bus segera penuh dengan riuh canda tawa. Sempat terbayang di benak gue bahwa bus bisa aja terbalik saking rusuhnya.</div><div><br></div><div>&nbsp; &nbsp;Masih awal, masih 5 menit berangkat dari Markas Utama Lutheux Creative. Belum juga dimulai─ tapi&nbsp;agaknya pusing sudah terasa...</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 08:24:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600637376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2/2 : Yanzie</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600669528</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; Siapa yang sore–sore pusing sendiri <em>mondar–mandir </em>di depan bis?<br>&nbsp; &nbsp; Yanzie orangnya.<br>&nbsp; &nbsp; Satu–per–satu kru beserta <em>manager</em> sudah tiba di tempat berkumpul. Melihat Greisy yang tiba lebih awal dan sibuk sendiri sampai detik ini, <em>Bro </em>Chaka yang sibuk absen kru dan <em>manager</em> yang sudah tiba, Haura dan Berdikari yang entah kemana tidak terlihat dalam jarak pandangku.<br>&nbsp; &nbsp; “Yang sudah diabsen bisa langsung masuk kedalam bis,” tutur Greisy. “Kak Zie, tolong atur tempat duduknya yang rapih ya?” Ia mengacungkan ibu jarinya kearahku, aku mengangguk dan langsung menggiring para kru dan <em>manager </em>masuk kedalam bis. Ah, ternyata Haura ada di dalam bis.<br>&nbsp; &nbsp; Aku memperhatikan beberapa kru yang telah menempati bangku kosong di dalam bis. “Barangnya taruh sendiri ya. <em>gak</em> boleh protes, soalnya aku <em>nggak</em> <em>nyampe</em>.”</div>]]></description>
         <pubDate>2021-06-11 08:52:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600669528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3/5 : Greisy</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600691345</link>
         <description><![CDATA[<div>Aku tertawa mendengar perkataan Kak Zie. Memang, di antara anak PD yang lainnya, Kak Zie paling memiliki bakat alami dalam membuat tawa sekaligus kesal.<br><br>Kusandarkan tubuh ke belakang, memejamkan mata sebentar. Sejak tadi aku ribut mengomentari dan memastikan banyak hal sebelum berangkat menuju tempat kemah. Yakin, anak PD lain pasti pusing sama ocehanku.<br><br>"Eci, nanti sampai sana ngapain?" tanya Kak Zie duduk di sebelahku.<br><br>Aku membuka mata lalu memandangnya. "Kemah?"<br><br>Wajah Kak Zie berubah kesal datar. "Maksudnya, ngapain? Pembukaan, bikin tenda, atau apa?"<br><br>"Tendanya udah ada semua, paling ngasih waktu bebas dulu. Biar pada jalan-jalan di sana. Kapan lagi kan Lutheux Creative back to nature gini?" jawabku lagi.<br><br>Kak Zie mengangguk.&nbsp;<br><br>Tidak lama kemudian bahuku ditepuk dari belakang. Aku menoleh, tentu saja Haura pelakunya.<br><br>"Kak Eci, nanti aku dikasih kerjaan jangan susah-susah ya di sana," ucapnya sambil nyengir.<br><br>Aku menggelengkan kepala. "Engga, tenang aja. Tugas kamu cuma ngebadut."<br><br>○ ○ ○<br><br>Sesampainya di sana aku turun lebih dulu dan memimpin jalan menuju tenda. Kami sudah memesan tenda lengkap untuk acara ini. Kak Zie, Haura dan Kari juga membantu membagikan letak tenda masing-masing kelompok.<br><br>"Nanti jam 17.30, kita kumpul lagi di sini ya!" ucapku dengan suara keras, maklum, jika pelan tidak akan terdengar.&nbsp;<br><br>Setelah semua kru dan manager berpencar ke tenda masing-masing, Kak Chaka yang baru selesai dengan busnya datang.<br><br>"Udah beres semua Ci?" tanyanya yang kujawab dengan anggukan. "Ane mau rebahan dulu, capek banget asli."<br><br>"Udah tua sih," jawabku sambil mengangguk. Kak Chaka hanya menunjukkan ekspresi kesal sedikit menjawabku, kemudian berlalu.<br><br>Ah, sudah harinya. Ayo bersenang-senang dua hari ke depan! Sebelumnya, ayo makan donat dulu! Nyam.<br><br>○ ○ ○</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1196094037/419f4f65338512a3876a56f50f5245fa/928be944c6dd58321af994b09f627b5b.jpg" />
         <pubDate>2021-06-11 09:11:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600691345</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600742495</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>POV: HONGJOONG</em></strong><br><br>Tepat di hari Jumat ini, Greisy kembali mengingatkan sekaligus menyuruh seluruh penghuni Lutheux Creative untuk bersiap-siap pergi berkemah ke sebuah tempat. Entah tempat apa itu, tidak ada yang mengetahuinya. Tetapi, namanya saja berkemah. Sudah pasti tempatnya itu adalah hutan, bukan?<br><br>Seluruh crew dikumpulkan di pagi hari untuk melakukan briefing terlebih dahulu. Briefing dimaksudkan agar seluruh crew membawa seluruh peralatan-peralatan yang sekiranya akan dibutuhkan pada saat berkemah.<br><br>Sebelum berangkat, si 'panitia' membagi seluruh crew menjadi beberapa kelompok. Aku masuk ke kelompok Archionelle dengan ke 5 temanku yang lainnya. Aku hanya mengenal tiga perempat dari mereka, tetapi semoga saja dengan adanya kegiatan kemah ini, aku bisa lebih dekat dengan mereka.<br><br>Aku keluar dari ruangan yang letaknya di paling ujung dengan membawa tas ransel. Cukup berat karena aku harus membawa perlengkapan yang sedikit banyak daripada teman kelompokku, terutama yang wanita. Biarkan lelaki mengalah demi wanita untuk kali ini.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-06-11 10:03:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600742495</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600777763</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Sudut Pandang: Noah.<br><br>Jam di dinding menunjukkan pukul 13.00 ketika aku menutup resleting tas ransel berwarna hitam. Kugendong tas bervolume itu di punggung dan segera bergegas masuk menuju mobil yang sudah kupanaskan mesinnya. Senyum tak pernah meninggalkan wajahku, hari ini adalah hari yang telah lama kutunggu. Karena dua hari kedepan aku bersama 5 anggota tim lainnya akan mengikuti campfire. Aku meletakkan tas punggungku di kursi samping dan mengendalikan setir mobil sembari menekan dial nomor Glamoura.&nbsp;<br><br>"Halo, iya ini gue udah di jalan. Lo udah siap belum? Oke oke 15 menit lagi sampe ya," ucapku kepada orang di seberang sana.<br><br>Kuputar lagu sebagai teman di jalan agar aku tidak bosan. Suara Troye bersenandung begitu halus&nbsp; menyapa indra pendengarku.<br><br>Setelah melewati jalan yang cukup padat, aku sampai di kawasan komplek di mana Glamoura tinggal. Tangan kananku memencet klakson mobil disusul dengan suara yang mengundang atensi Glamoura, sehingga wanita dengan setelan yang sama denganku itu keluar dari kediamannya. Raut wajahnya tak menunjuk kebahagiaan, sehingga memudarkan senyum lebarku di balik masker.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 10:40:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600777763</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600779012</link>
         <description><![CDATA[<div>Ini sepenggal cerita yang ntah bagi mereka mungkin konyol, tapi bagi kita-kita sebuah keajaiban. Gimana nggak sebuah keajaiban? Yang tadinya ngerasa mager parah, berubah jadi seru abis. Gini singkatnya, kita anak-anak geng Cabe Terong nama gaulnya ‘Theousorte’ yang notabenenya suka nongkrong, tiba-tiba aja gitu diajakin camping, otomatis ogah takut kotor katanya, iyuh kamseupay.<br><br>Labirin dan Theo yang udah masang wajah sengak dengan tangan yang menyilang udah pasti nolak diajakin, tapi tentunya kalah sama jurus ambisius yang udah sedari orok tumbuh, Maureen sang ketua geng mendobrak keras meja ngajakin taruhan anak-anak. Taruhannya nggak main-main, yang mampu bertahan ikut camping dikasih apapun yang dia mau. Sebaliknya? Tentu ada konsekuensinya, yang kalah pokoknya ngajakin pacaran sama anak sekolahan non elite, yang tentunya nggak level sama geng Theousorte. Panik nggak? Panik lah masa enggak.<br><br>Ya pada akhirnya, anak geng Theousorte lebih memilih untuk berani kotor-kotoran daripada turun derajat.<br><br>selesai menentukan tempat dan waktu kumpul, mereka pun menyiapkan barang bawaan mereka. rillea yang sibuk dengan baju dan dandanannya sampai harus membawa koper.<br><br>setelah berkumpul, mereka pun melakukan perjalanan menuju tempat camping yang telah ditentukan. feux de joie, namanya<br><br>" ide lo aneh banget sih ren " ucap labirin ketus, maureen yang ngerasa terpanggil cuman bisa geleng-geleng liat kelakuan temennya yang ga banget buat lanjutin camping.&nbsp;<br><br>" BENTAR " teriak eldani, denger teriakan dani dari ujung pelosok otomatis kita semua berhenti dari tempat dan cari dimana asal suara itu " HAHAHA LO NGAPAIN " ejek rillea yang ngeliat bawaan dani lebih banyak dari dia " ya gapapa sih, namanya juga firstime " delek dani<br><br>Dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan muka delek.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 10:41:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600779012</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. POV : MICHELA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600781182</link>
         <description><![CDATA[<div>Hanya 1 kata yang terlintas di benakku, heran. Heran melihat anak laki laki-laki itu membawa barang yang sangat banyak, anak lelaki tiada lain adalah hongjoong, teman sekelompoku. Karena rasa kasihan ku, aku berkeinginan untuk membantunya. "Hong" panggil ku terhadap nya, ia pun menoleh kearahku. "Perlu ku bantu ga" tanyaku kepada hong. Ia membalasnya dengan menggelengkan kepala dan berkata "Aku, lelaki kuat gak butuh bantuan" Ucap nya dengan nada sombong.<br><br>Ada sebercak rasa kesal mendengar omongan anak itu, tapi yasudahlah daripada bawa barang berat mending aku kumpul yang lain, pikirku. Aku pun mencari tempat kelompok Archionelle lainnya, aku melihat mereka tengah berbaris untuk persiapan briefing.<br><br>Aku tepat berada di belakang mereka bertiga, seperti si hong dan Kak maven belum sampai juga. Karena diteamku hanya ada 2 orang wanita, termasuk aku dan kak zafira, cewek cantik yang berada di depan barisan<br><br>Aku pun mengampiri Kak Zafira, bermaksud untuk berkenalan dengan nya. "Hallo, Kak Zafi salam kenal" Aku menyapanya sambil mengulurkan tangan, untung nya Kakak itu membalas nya dengan ramah, kami berdua pun bercerita dan bermain sambil menunggu briefing dimulai.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 10:43:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600781182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>POV : MAVEN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600794688</link>
         <description><![CDATA[<div>Kali ini aku datang telat dan karena waktu briefing segera dimulai aku pun berlari menuju tempat briefing dilakukan. Saat aku sampai di tempat untuk briefing aku pun segera mencari dimana posisi kelompok ku berkumpul dan melihat sekitar, dari jauh aku melihat kalo semua teman sekelompok ku telah berkumpul.<br><br>Setelah menemukan dimana anggota kelompok aku berada, aku pun segera bergegas menghampiri mereka. Dari 5 orang yang ada disana aku hanya mengenal beberapa dari mereka saat sampai aku segera menyapa mereka “Halo, sorry aku telat. Btw salam kenal aku Mavendra panggil aja Maven”.&nbsp;<br><br>“Halo Maven salam kenal” jawab salah satu dari mereka. Kemudian aku pun duduk di barisan belakang dan menunggu waktu briefing dimulai, saat lagi bercanda tiba-tiba panitia pun hadir dan menarik perhatian kami untuk fokus ke mereka karena briefing pun akan dimulai.<br><br>Setelah briefing selesai kami pun segera menuju ke bus yang telah di tentukan dan di pandu oleh salah satu panitia. “Halo team Archionelle kalian ada di bus ini ya, untuk tempat duduk nya udah kami kasih tanda nama kalian dan jangan lupa masukan barang kalian ke bagasi bus ya”. Setelah menaruh barang kedalam bagasi kami pun segera memasuki bus yang sudah di beri tahu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 10:56:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600794688</guid>
      </item>
      <item>
         <title>POV : ZAFIRA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600796617</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah beberapa hari lalu diberitahukan bahwa hari ini akan diadakan kemah, aku yang merasa excited dengan kegiatan ini berbegas berbaris menuju kelompok yang telah ditentukan.&nbsp;<br><br>Saat sedang berbaris dan mendengarkan psngarahan dari panitia, ada seorang gadis yang berlari kecil menghampiriku. Ah pasti dia salah satu teman se tim ku- batinku berkata saat ia senyum menatapku, "Hallo, Kak Zafi salam kenal !" Dia menyapaku yang ku balas dengan senyuman ramah "Hai, pasti namamu Michel ya? salah kenal semoga kita bisa menjadi tim keren ya" Balasku sambil tertawa pelan. Kami berdua pun bercerita dan bermain sambil menunggu briefing dimulai.&nbsp;<br><br>Satu persatu teman tim ku pun mulai berdatangan, ada Hong si raja mengumpat ada pula Marson ah yang ku tak tau bagaimana alur hidupnya dan ada sam yang ku panggil akrab samsul si sok sibuk yang sulit dihubungi.<br><br>Saat briefing dimulai ada satu anggota tim kami yang datang terlambat, dia salah satu orang yang ku kenal karena kita sering bertemu di instansi lain. Tipe orang jutek tapi tidak berakhlak ini bernama Maven, dengan percaya dirinya dia langsung mendudukan diri dan bergabung bersama kami. Setelah anggota kami lengkap akhirnyapun kami memulai briefing dan bersiap untuk melakukan perjalanan menuju tempat perkemahan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 10:58:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600796617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>POV : Julian</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600800354</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari yang cukup berat, pada jam makan siang seorang perempuan dengan berwajah mungil nan cantik mengirimkan pesan pengingat, "Jangan lupa untuk briefing kenerangkatan siang ini ya" ucap dia— Greisy yang mengkomandokan seluruh peserta untuk dapat hadir tepat waktu. Cukup buruk, karena aku lupa untuk agenda penting hari ini untuk ke campfire. Tanpa ada persiapan baik barang bawaan maupun kendaraan.<br><br>Mau tidak mau pilihan hanya satu, aku akan datang terlambat karena aku harus menyelesaikan ujian ku terlebih dahulu. Notifikasi pesan grup membanjiri kolom pesan masuk di handphone membuatku tidak fokus mengerjakan soal-soal dihadapanku, sebetulnya bukan itu— fokusku buyar dalam melakukan studi literatur slide di handphone kala berbarengan dengan notifikasi-notifikasi masuk tersebut. "Arghh, bisa diem kaga anying! puyeng betul wak" ucapku meracau sendiri ditengah kesulitan dan tertimpa overthinking akibat belum memiliki persiapan keberangkatan. Ambisi ku penuh menyelesaikan soal-soal mengesalkan ini dan segera berangkat ke lokasi campfire.<br><br>Tepat pukul 16.47 aku datang ke lokasi briefing dilakukan. Sebentar, aku melupakan sesuatu tapi apa aku juga lupa.. Oh! NAMA KELOMPOK. Aku melupakan nama kelompokku apa dan secepat mungkin jariku meluncur mencari berkas pembagian kelompok yang tertimbun banyak bubble chat semalam.<br><br>Aku berlari dari gerbang depan ke lokasi briefing yang cukup jauh dari lokasi dimana aku kebingungan tersebut dengan penuh energi dan kecepatan kilat juga disamping adanya rasa takut aku pun sampai. Aku menemukan sekumpulan orang-orang! ada yang sedang membuat barisan, membuat lingkaran, menjabat tangan, dan ada juga yang memperlihatkan barang bawaannya. Aku yang lari terengah-engah dengan penampilan serta barang bawaan seadanya mengundang banyak perhatian tertuju kepada ku. Dalam jarak 50 meter aku berteriak "ARCHIONELLEEEE" mungkin mereka mengiraku tidak jelas tetapi aku bermaksud mencari teamku dimana. Seorang seorang laki-laki yang tidak asing melambaikan tangannya "Disini Archionelle" orang itu adalah Hongjoong, kawan lamaku yang sekian lama tidak bertemu kini kami dipertemukan lagi dalam satu team.<br><br>Aku menghampiri mereka semua dan aku mengenal wajahnya satu-satu, disana terdapat Maven yang aku tau dia adalah tetanggaku di kos jelas aku hapal wajahnya. Namun masih banyak yang belum aku kenal hingga aku tertuju pada satu wanita yang berwajah mungil merah seperti bayi tikus, becanda bayi tikus. Wajahnya merah karena menahan panas ditengah lapang, "Hi cantik kenalan dong", ucapku sambil mengulurkan tangan. "Michela, panggil aja Yupi", sambutnya. Dalam benakku mengatakan, wanita ini cukup tidak jelas namanya siapa dipanggilnya apa *menglelah* tapi tidak apa-apa, dia lucu.</div>]]></description>
         <pubDate>2021-06-11 11:02:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600800354</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rintihan hati ajen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600842408</link>
         <description><![CDATA[<div>at Demetorous Basecamp.<br><br>•Agathean Pov•<br>"Ga, kita ke tempat campnya naik apa?" tanya Aza yang lagi masukin baju ke ranselnya.<br><br>Dengan santai gua jawab "Mobilnya bang Dev, kan?" sambil main mobile legend dan ga peduli sama keadaan sekitar yang lagi pada rusuh<br><br>Bang Dev ngelemparin baju ke wajah gua dan bilang<br>"Kan udah gua bilang, mobil gua belum ganti oli. Gamau ah bahaya"<br><br>Gua kaget dan langsung afk dari room ML padahal lagi nyerang base lawan<br>"Hah, kapan lu bilang gitu?" Gua shock banget karena mobil gua masih di bengkel dan baru bisa diambil besoknya.<br><br>"Kemarin gua bilang, lu sih hp-an mulu"<br><br>Akhirnya kita jalan kaki menuju ke hutan tempat camp, gua sabar banget karena selama perjalanan gua di omelin satu kelompok.&nbsp;<br><br>•Authors pov•<br>Ketika di perjalanan mereka masih sibuk mengomeli Aga yang teledor karena sibuk dengan hp nya. Saling menyalahkan dan sedikit candaan yang bisa mereka lakukan. Hampir 45 menit berjalan kaki, kelompok Demetorous akhirnya sampai di hutan camp dilaksakan.<br><br>"Ah capek banget weh, akhirnya sampe juga." Hardik Oca dari kejauhan yang masih kesal karena harus berjalan kaki dengan jarak cukup jauh.&nbsp;<br><br>"Udah, Ca. Ngomelnya tar dulu, gua juga capek kali." Sahut Aga yang tak terima terus disalahkan sepanjang perjalanan.&nbsp;<br><br>AZA's Pov<br>Gue capek banget pengen remes palanya aga, gara gara dia kita semua harus jalan kaki buat pergi ke tempat camping.<br>"Woy cape elah kapan sih ini sampenya? Nih jalan bangunin jalan raya lah biar gampang,"<br><br>"Bangunin tol aja biar lebih mantap" Ucap Dev yang lagi lirik kanan kiri liat pohon, katanya sih pemandangannya indah padahalmah gitu - gitu aja orang isinya cuma pohon<br><br>"Berisik kalian anjir udh jalan aja nanti juga sampai juga lebay lu pada," Ujar Aga yang mulai kesal diomelin terus<br><br>"Apaan lebay idih jelek. Btw ada gajah ga ya disini?" Kata Ezra dengan random thoughtnya<br><br>kita semua auto liat sekeliling nyari gajah, tapi gue lebih takut ada hewan buas sih. nanti kalo gue diterkam gimana? gamau deh, gue kan belum nikah, masa udah mati diterkam hewan buas.<br><br>"Kalau ada gajah nanti gua suruh gajahnya nginjek lu, Zra"<br><br>"Jen kok lu diem aja?" Oca menyadari keheningan dari ajen, dimana yang lain pada ngomel dan ngeluarin random thoughtnya, ajen malah diem dan nyimak. bahkan gue baru sadar kalo disini ada ajen.<br><br>"kaki gue sakit ca, keseleo tadi" PANIK GA? PANIK GA? PANIK GA? PANIK LAH MASA ENGGA. MAMPUS! Gimana nih, udah jauh dari pemukiman warga<br><br>"Istirahat dulu ayo, siniin kaki lu,"&nbsp; Ujar Oca.<br><br>kita pun duduk diatas kayu pohon yang terbaring lemah, anjay, boong. iya kita duduk diatas batang pohon biar ga kotor banget bajunya. terus Oca lagi fokus ngurutin kaki ajen, cocok dah si Oca, tinggal buka praktek aja.<br><br>Dev Pov<br>Setelah ngeliat kaki ajen kesakitan, feeling gua gaenak nih.<br>"Bang, nanti lu gendong gua ya" Ujar ajen<br><br>NAHKAN GUA BILANG APA!<br>"Aduh gua kan udah tua, Jen. Aga atau Ezra aja dah, nanti gua encok gimana?"<br><br>Oca mencubit pinggang gua, dasar jelmaan uler.<br>"Udah lu aja kak, gua urut nanti" Tutur oca<br><br>disitu gua cuma bisa "YAUDAH IYEEE"<br><br>"Ca, lo jago urut kenapa ga jadi tukang urut aja sih? mayan kan berduit daripada lo kasih ke Kak Dev" Ucap Aza<br><br>"Tenang, abis gua ngurutin tuh gorila gua masukin buku utang kok biaya urutnya" Jawab Oca<br><br>Gua noleh ke Aza sambil melotot "Kata gua mending lu diem" terus gua gendong ajen dan nitipin tas gua ke Ezra dan Aga.&nbsp;<br><br>Ajen Pov<br>Setelah kaki gua diurut Oca, gua mencium bau yang tidak sedap. "Tar dulu dah, lu semua cium bau kek ga enak gtu ga sih?"&nbsp;<br><br>Yang lain pun ikut terdiam dan mencoba mencium bau yang gua maksud. Setiap dari mereka mengendus bau tubuh mereka sendiri, dan memang benar ada bau yang tidak sedap belum jelas sumbernya. "Bau lu ya Kak? Lu kan biasa kagak mandi." Tanya Oca tegas pada Dev.&nbsp;<br><br>"Yeuuuu monyet Arab, enak aja kalo nuduh. Gini² wangi ya, cium aja nih kalo kga percaya." Dev menarik telinga Oca tak terima.<br><br>"Kok baunya dari kanan gua sih." Aza menatap Ezra dan Aga yang memang berada tepat sebelah kanannya. "Wahh parah, lu ya Ga? Lu kan paling jorok di antara kita." Gue nuduh aga karena yaa enak aja sih<br><br>"Enak aja, gini gini gua tetep mandi ya tadi," Aga melayangkan protes<br><br>abis ya, kalo bukan dia siapa lagi dah??<br><br>Ezra Pov<br>Selama di perjalanan, mereka saling tuduh siapa yang bau. gak habis pikir masalah kecil aja diributin udah kaya perang dunia. Akhirnya kita sampe dan buru buru diriin tenda. gua se-tenda sama Bang Dev Ajen juga Aga, sementara Oca sama Aza.<br><br>Padahal ini hutan banyak pohonnya, tapi bukannya adem malah gerah kenapa ye? Kaki gua berasa pengen copot karena jalan sejauh itu, parah sih harusnya kita jalan dikit aja ga usah sejauh itu.<br><br>Gua baru sadar ternyata tadi gua ngga sempet mandi, pas tau kita bakal jalan kaki langsung cabut gitu aja karena takut terlambat sampenya.<br>"guys sorry sorry, tadi gua yang ga mandi, buru buru takut telat," Gua bilang pas kita semua lagi ngobrol diluar tenda sambil cengengesan. Yang lain cuma natap gua tanpa mengeluarkan kata kata dan masuk ke tenda, hadeh untung gaada perang dunia ketiga.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 11:42:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600842408</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600844705</link>
         <description><![CDATA[<div>2. Sudut pandang: Glamoura<br>Aku sangat kesal ketika mendengar klakson mobil yang berbunyi didepan rumahku, pasalnya aku belum siap karena terlambat, tetapi aku memutuskan untuk berkata bahwa aku sudah siap karena aku yakin pria itu akan mengumpat padaku ketika tahu yang sebenarnya.&nbsp;<br><br>Aku memakai kemeja merah dengan inner hitam dan membawa ransel besar. Aku bergegas keluar dan memasuki mobil milik Noah.<br><br>"Gak ada yang ketinggalan, kan?" Tanya Noah padaku<br><br>"Ada" Jawabku<br><br>Noah melirikku dengan tatapan sinis<br>"Apa? Kenapa ga diambil dulu?" Tanya-nya kesal<br><br>"Roh gue"<br><br>Noah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Vanellope sambil mengumpat sepanjang jalan padaku.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 11:44:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600844705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Sudut Pandang Lovie</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600865066</link>
         <description><![CDATA[<div>Jam sudah menunjukkan pukul 13.50 WIB tapi Glamoura dan Noah belum juga sampai, aku memaki mereka dalam hati.&nbsp;<br><br>"Aduu lama banget sih! Yang ada gue telat nih." Pekik ku<br><br>Bagaimana bisa di saat genting ini mereka malah terlambat. Dan tidak lama kemudian mobil Van warna hitam yang aku tunggu itupun datang dengan dua orang yang sudah ingin ku jambak rambutnya.<br><br>"Lama banget sih! Nungguin dari tadi tau ga! Nanti kalau telat gimana!?" Ucapku sambil mengomel.<br><br>"Tau tuh Glamoura, di jemput malah belum siap." Jawab noah<br><br>"Gue kan prepare dulu! Sabar dong!! Ga sabaran banget jadi orang." Kata Glamoura dengan ngototnya.<br><br>"Udah - udah jangan berantem, masuk mobil berangkat ke Astrea biar ga makin telat." Potong noah dengan bijak.<br><br>Akhirnya kami semua masuk ke dalam mobil, dengan mood ku yang jelek. Mobil Van itu pun jalan dengan laju agar cepat sampai ke tempat selanjutnya yaitu Astraea.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 11:59:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600865066</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sudut pandang Astraea.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600894794</link>
         <description><![CDATA[<div>Matahari menyinari ku saat aku berdiri sembari menunggu mereka menjemputku. Tidak lama saat menunggu, perutku berbunyi, sebab aku belum memakan apapun siang ini.&nbsp;<br><br>"Tumben lama banget, laper gue makan aja kali ya?" Tanya ku dalam hati.<br><br>Tanpa berpikir panjang akhirnya aku menuju rumah makan padang yang tidak jauh dari rumahku.<br><br>20 menit berlalu teman - temanku datang namun mereka tak kunjung menemukan ku karena aku lupa mengabari mereka kalau sedang di rumah makan padang.<br><br>"Si Rea kemana mana deh, aduh tu anak kayak jelangkung pergi tak di jemput tapi kalo pulang nebeng!" Ucap Vanellope dengan nada ketus.<br><br>"Coba lo telfon deh noah, keburu telat nih." Kata Glamoura.<br><br>Noah pun mengambil benda kotak tersebut dari sakunya dan langsung menekan nomer yang dia cari.&nbsp;<br><br>"Halo Rea lo dimana?" Ucap Noah<br><br>"Di rumah makan padang hehe, lo pada gue tungguin kelamaan sih jadi keburu laper gue."&nbsp; Ucapku dengan cengengesan di sebrang sana.<br><br>"ASTAGFIRULLAH ASTREA! LO BISA - BISANYA MALAH MAKAN NASI PADANG DULU!" Teriak Glamoura yang berada di samping Noah.<br><br>"Hehehe sorry sorry, gue kesana sekarang deh ini udah selesai kok." Jawabku<br><br>"Yaudah gue tunggu lo cepetan." Kata Noah<br><br>Aku pun cepat - cepat menyelesaikan makanku dan segera kembali ke rumah karena tema - temanku sudah menunggu di sana. 5 Menit kemudian aku sudah sampai dan cepat memasuki mobil itu lalu kami berangkat ke tempat selanjutnya, dengan Vanellope dan Glamoura yang tak berhenti mengomeliku sampai telingaku terasa panas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-06-11 12:20:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/callasereine/campfireplot/wish/1600894794</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
