<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi M 1.1 - GCP 11  by Vitriyani Pryadarsina</title>
      <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-06-27 04:31:19 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-09 15:09:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Mohamad Hasim, SDN 2 Sudimoroharjo Nganjuk. Pendidikan pada intinya mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri anak didik kita dan kata kuncinya ada pada aktornya yaitu guru.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039701294</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:50:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039701294</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039705158</link>
         <description><![CDATA[<p>susanti ,SDN 2 Kemuning Tegalombo Pacitan.</p><p>Pembelajaran yang merdeka  lahir dan batin artinya Pembelajaran yang  tanpa paksaan ,tekanan dan bebas untuk mengekspresikan semua yang ada pada dirinya dan guru sebagai  penuntun/Pembimbing segala kodrat yang ada,Pendorong ,mengerakkan dan mengarahkan sesuai dengan harapan mencapai keselamatan dan Kebahagian peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:54:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039705158</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039705191</link>
         <description><![CDATA[<p>Sri Wahyuni, SDN 1 Sekar.</p><p>Pendidikan hakikatnya untuk menciptakan generasi emas yang berbudi luhur sesuai kodrat alam anak dan dibentuk menjadi karakter yang bisa bermasyarakat dan berbahagia sesuai kodrat zaman yang dituntun, dimotivasi, serta dibersamai dengan semangat oleh pendidik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:54:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039705191</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dimas Kusuma SMPN 2 Tanjunganom Nganjuk.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039706685</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan Pada dasarnya adalah mengembangkan Bakat yang sudah dimiliki anak. Kita sebagai pendidik hanya menuntun, memotivasi dan mengasah agar potensi diri anak dapat berkembang dengan baik</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:57:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039706685</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039707034</link>
         <description><![CDATA[<p>Carla- Jadikanlah pendidikan ruang untuk berlatih mengembangkan nilai-nilai serta potensi siswa hingga tercapai keselamatan dan kebahagiaan yang dapat dinikmati dan dihargai. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:57:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039707034</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Astutik, SDN 1 Kalak</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708019</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya <em>terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD</em> adalah pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak. Saya melakukan asesmen awal, ketika memberikan lembar kerja saya membebaskan anak untuk menjawab dalam bentuk gambar atau cerita.&nbsp;</p></li><li><p>Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mengarahkan dan membimbing anak untuk mencapai potensi terbaiknya, agar anak tidak salah arah dalam menuju kebahagiaan dan keselamatan serta sebagai manusia bermasyarakat. Di daerah saya (Pacitan, Jawa Timur) memiliki potensi kebudayaan yang dapat dikembangkan dan diintegrasikan dalam proses pembelajaran diantaranya adalah Sambatan dan Ceprotan. Perwujudan konkret yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya adalah mengintegrasikan kebudayaan lokal berupa sambatan dan ceprotan dalam pembelajaran disekolah. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam pembelajaran di kelas berupa diskusi kelompok, piket kelas dan berdo’a sebelum dan sesudah belajar. Di lingkungan sekolah berupa kerja bakti Jum’at bersih.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Seorang anak lahir dengan kodrat alam (kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. pendidikan yang diberikan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan atau potensi anak serta mengikuti perkembangan zaman. Pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak, agar dapat mendidik dengan maksimal.</p></li><li><p>Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” yang maksudnya pendidik harus mengutamakan kebutuhan peserta didik serta memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik. Tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak.</p><p>&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:59:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eva Nurlaili_SDN 1 Nglawak</title>
         <author>evanurlaili51</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708081</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi M 1.1</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2553485505/777055c939ab77b7b186e8fbacb035ee/Elaborasi_konsep.rtf" />
         <pubDate>2024-06-27 09:59:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708081</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Clearning Ade K.H., SDN 2 Bungur Nganjuk. Pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat selamat dan bahagia. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708257</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:59:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708257</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708268</link>
         <description><![CDATA[<p>Hermin Yustiana, SDN 2 Widoro.</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah saya menerapkan model pembelajaran discovery learning dan pendekatan diferensiasi untuk siswa saya, dimana saya membuat kelompok belajar sesuai dengan bakat dan minat anak, yaitu kelompok visual, audio visual, dan kinestetik.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun sesuai konteks sosial budaya melalui kegiatan gotong royong, saya menuntun siswa untuk saling membantu dan menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat semangat kebersamaan.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam pendidikan sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Dengan pendekatan ini, pendidikan di Indonesia dapat menghasilkan individu yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi, serta mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan bangsa</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang pendidikan yang menghamba pada anak memiliki relevansi yang sangat besar dalam peran saya sebagai guru. Menghamba pada anak berarti menempatkan kebutuhan, minat, dan potensi siswa sebagai fokus utama dalam proses pendidikan. Sebagai guru, saya dapat menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara ini dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menggunakan metode pengajaran yang inovatif dan interaktif, serta mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa. Dengan pendekatan ini, saya membantu siswa mengembangkan potensi mereka secara optimal dan mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang mandiri, kritis, dan berdaya saing tinggi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 09:59:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708268</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lia Budyati_CGP Nganjuk</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708480</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merfleksi pemikiran KHD adalah anak diberikan kebebasan sesuai dengan kodrat alam dan zamannya.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dlm konteks sosial di daerah adalah anak diberikan pengetahuan tentang beragam adat istiadat didaerahnya untuk terus dilestarikan.</p></li><li><p>Karena kodrat alam dan zaman sangatlah saling mempengaruhi untuk terus berkembang untuk memerdekakan murid dan mengadakan proyek/apa yang dihasilkan.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pada anak peran saya pendidik adalah membuat anak menuntun anak untuk selamat dan bahagia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:00:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708480</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>uunyuniasari74</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708526</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Uun Yuniasari, SDN 3 Sumengko Nganjuk</strong></p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD salah satunya adalah memerdekakan siswa dalam belajar. Siswa diberikan kebebasan dalam menggali pengetahuannya, menuangkan ide-idenya, melaporkan hasil pembelajarannya dalam bentuk yang siswa inginkan.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menjadi panutan bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku, misalnya saja membiasakan anak untuk memulai dan mengakhiri kegiatan apapun dengan doa, sopan santun dalam bersikap, menerapkan 3S ⟮senyum, salam, sapa⟯ dalam keseharian, menghargai teman, serta mencintai lingkungan sekitar.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena seorang anak terlahir dengan membawa kodratnya sendiri-sendiri, sehingga tugas seorang guru adalah menuntun dan menggali potensi anak agar berkembang secara optimal selaras dengan budi pakerti yang luhur dengan tetap memperhatikan kodrat zaman dimana anak tersebut tumbuh di era millenial ini tetapi tidak meninggalkan akar budayanya.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik adalah dengan tulus ikhlas melayani siswa dalam proses pembelajarannya namun tetap dalam batasannya. Peserta didik bukanlah objek yang bisa kita perlakukan sesuai dengan keinginan kita, namun siswa sebagai subjek.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:00:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039708526</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tri Wahyono, SMKS Diponegoro Tulakan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709019</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Memberikan kebabasan kepada murid untuk mengikuti exstrakurikuler sesuai yang diinginkanya.</p></li><li><p>Memberikan contoh secara nyata melalui sosial budaya yang ada didaerah dengan melibatkan anak didik secara langsung</p></li><li><p>karena setiap anak memiliki kodratnya masing-masing, baik kodrat dalam diri anak maupun dari luar diri anak tersebut yang harus dituntun oleh guru untuk menemukan jati dirinya. sedangkan kodrat zaman bahwa anak-anak harus dituntun sesuai dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal ilmu penetahuan serta wawasan yang berkembang secara global.</p></li><li><p>menghamba pada anak bukan berarti guru menyembah anak, namun memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan diri sesuai yang diinginkanya. adapun relevansinya yakni menghormati individual masing-masing anak .</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:00:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu Wahyuningtyas, TK Pertiwi 1 Kwagean</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709483</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya sebagai pendidik mulai menerapkan bahwa pendidikan itu berhampa pada anak. Saya yang dulunya menyamaratakan pembelajaran ke semua murid saya dan hanya memberikan pembelajaran yang berbeda apabila anak tersebut memang&nbsp; benar- benar berbeda kemampuannya, namun sekarang saya mencoba menghamba pada anak. Saya memberikan pembelajaran sesuai dengan keadaan masing – masing anak.Memberikan pembelajaran yang bervariasi yang menyenangkan. Karena tujuan berhampa pada anak adalah kita mencoba menuntun anak membimbing anak dalam mencapai tujuan pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:01:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709483</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eda Era - CGP 11 NGANJUK - 81a</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709501</link>
         <description><![CDATA[<p>mengingat relevansi pemikiran KHD yaitu pendidikan harus berpihak pada anak, dimana harus kita pandang dahulu kodrat alam (potensi anak) dan kodrat zaman (kebutuhan lingkungan saat ini) untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang bermanfaat mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan bagi anak maka salah satu wujud yang saya lakukan disekolah dalam koteks sosial budaya didaerah saya adalah mewujudkan pembelajaran yang mengarah pada life skill. misalnya dalam mempelajari matematika dasar berhitung, anak-anak kita ajak memahami pentingnya belajar berhitung dengan melihat lingkungan sekitar sekolah kami yang dekat dengan pasar, dimana banyak walimurid kami adalah pedagang. dan cara-cara lain yang serupa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:01:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709501</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709815</link>
         <description><![CDATA[<p>Maratusholihah, SDN 2 Tumpuk, Kec Bandar,Pacitan. 1. Bahwa sesungguhnya KHD sudah memberikan pondasi yang kuat pada pendidikan  Indonesia, dengan Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, sya sebagai guru akan berusaha mencontoh untuk membentuk karakter anak. 2. Menuntu anak dengan sabar kearah yang jelas, contoh pembiasaan sholat dhuha. 3. Kodrat alam dimiliki semua anak, kita sebagai guru harus memperhatikan semua potensinya. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039709815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUMARTI TK TUNAS HARAPAN KABUPATEN PACITAN </title>
         <author>sumarti424</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710179</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan adalah menuntun anak sesuai dengan minat dan bakatnya </p><p>Pendidikan bukan hanya ilmu akademis saja namun perlu penanaman Budi pekerti yang baik </p><p>Pendidikan sejatinya adalah berhamba pada anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>menerapkan pembelajaran yang menjunjung tinggi kodrat alam dan kodrat zaman sehingga bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid,kita sebagai guru harus bisa menuntun dan membersamai semua bakat dan minat peserta didik yang berbeda beda sehingga anak-anak bisa mencapai keselamatan,kemerdekaan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.</title>
         <author>enyspd23</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710425</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nevi Suhodo_SDN 2 Tumpuk Kec. Bandar, Pacitan </title>
         <author>nevisuhodo44</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710431</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD sesuai pengalaman saya adalah dengan memberikan tugas sesuai dengan bakat minat peserta didik, termasuk kemampuan dan gaya belajar anak tersebut.</p></li><li><p>Proses menuntun dalam konteks sosial budaya dengan memberikan bimbingan, memfasilitasi, dan mengarahkan seseorang/siswa untuk mencintai budayanya, serta mengedepankan budaya timur dalam bertindak laku.</p></li><li><p>Kodrat alam dan jaman memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Maka dalam mendidik, seorang pendidik perlu mengetahui kodrat alamnya masing-masing serta bisa memberikan pembelajaran yang sudah dirancang sesuai jamannya, sehingga pendidikan bisa berjalan seimbang dan dinamis.</p></li><li><p>Mengutamakan peserta didik; memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa, karsa, raga; tidak memihak pada salah satu murid, dan pendidik harus bisa memenuhi/melihat kemampuan minat bakat siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teti Fitriani SDN Poko Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710443</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menuntun peserta didik untuk mengeksplor potensi pada diri mereka masing-masing melalui bimbingan dan latihan</p><p>2. Dalam budaya disekitar seperti contoh adanya kegiatan kerja bakti atau gotong royong yang menanamkan sikap kerjasama, tolong menolong dan juga peduli, dengan cara mengajak anak atau melibatkan mereka dalam kegiatan tersebut sehingga mereka memahami mkana dari adanya kegiatan tersebut dengaan harapan nantinya mereka daat mengaplikasikannya dalam kehidupan.</p><p>3. Karena dalam pendidikan diindonesia lebih mengedapankan kepentingan dari anak tersebut, sehingga segala sesuatu yang dimiliki anak akan selalu dihargai dan terlebih akan dikembangkan. Begitu juga dengan perkembangan zaman yang membersamai pendidikan diindonesia juga akan menjadi pertimbangan tersendiri untuk nantikan diguanakan dalam pelaksanaan pembelajaran</p><p>4. Peran saya sebagai pendidik yang utama adalah membimbing anak dalam menggapai apa yang menjadi impian mereka sesuai dengan bakat dan potensi yang mereka miliki. Sebagai guru tentunya peran dalam memberikan fasilitas serta mengikuti pendidikan anak dengan segala potensi yang mereka miliki sehingga dapat berkembang dengan baik, sesuai bakat dan minat mereka masing-masing</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indri Widiastuti SDN 2 Kayen Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710451</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran yang selalu berpihak pada murid dimana kita sebagai guru ikut serta dalam memfasilitasi segala potensi anak dengan mempertimbangkan bakat, minat siswa dan selalu menuntunnya untuk melakukan pembiasaan yang baik untuk menumbuhkan budi pekerti yang baik. Mendampingi pembelajaran sesuai dengan zamannya dengan mengikuti perkembangan teknologi saat ini seperti belajar canva, video pembelajaran dari youtube, game edukasi wordwall, dll.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang saya lihat dari dalam lingkungan sekolah saya terkait pemikiran KHD adalah adanya pembiasaan-pembiasaan akhlak yang baik pada anak-anak, adanya bimbingan, dan diperkenalkan kearifan lokal daerah, sehingga tidak hanya muncul budaya sikap yang baik terhadap sesama tetapi juga budaya menghargai yang tumbuh dimanapun berada. Menuntun anak-anak untuk selalu bahagia dan merdeka sesuai kodrat alam dan kodrat zaman.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; karena kedua hal itu tidak bisa dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam (potensi, bakat, minat) yang berbeda, sedangkan kodrat zaman mereka harus melek dengan teknologi di masa kini dan masa depan. Sehingga kita sebagai guru harus terus membimbing mereka agar anak-anak selalu merasa bahagia dan mempunyai karakter dan budi pekerti yang baik.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pemikiran KHD bahwa Pendidikan yang berpihak pada anak, kita sebagai guru harus memperhatikan kondisi anak, bagaimana potensi, minat ataupun bakat (kodrat diri) dan lingkungan dimana anak tumbuh, sehingga bisa menjadi modal untuk mencapai cita-citanya.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:02:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039710451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Carlis Andi Wibowo ( CGP A.11 Kab. Pacitan / SDN 1 Tambakrejo)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712032</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah Satu Pemikiran KHD adalah Pendidikan berpusat pada anak. Pengalaman saya dipembelajaran di kelas yang pernah saya lakukan yang mencerminkan pemikiran tesrsebut adalah pembelajaran dengan metode bermain peran saat materi teks fiksi. Dalam pembelajaran terssebut  dapat mengakomodasi bakat dan potensi anak </p></li><li><p>Salah satu konsep menuntun disekolah adalah Menuntun peserta didik untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan daerah, seperti bahasa Jawa, kesenian tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak peserta didik untuk belajar bahasa Jawa, mengenal dan mengapresiasi kesenian tradisional</p><p>Saya sebagai guru dalam kontek ini yang dapat saya lakukan Menjadi contoh dan teladan bagi peserta didik dalam menghargai dan melestarikan kebudayaan daerah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi dengan peserta didik, mengajarkan dan menampilkan kesenian tradisional di sekolah, mengikutsertakan peserta didik dalam adat istiadat di masyarakat, dan menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai luhur kebudayaan daerah.</p></li><li><p>Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak beradaKodrat alam adalah lingkungan alam tempat peserta didik berada baik itu kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Sedangkan Kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama artinya&nbsp; kodrat zaman adalah perubahan dari waktu ke waktu</p><p>Dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, kita dapat membentuk pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak. Mari bersama-sama menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan dengan baik</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada anak artinya seorang pendidik harus memiliki kesadaran diri untuk melaksanakan tanggung jawabnya tanpa pamrih.&nbsp;</p><p>salah satu peran guru sebagai pengelola pembelajaran (learning manager), guru perperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. Melalui pengelolaan kelas yang baik, guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa.</p><p>Seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka dan menuntun anak untuk selamat dan bahagia.</p><p>Pembelajaran yang berpihak pada murid bertujuan menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kekhasan tersebut sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang berkualitas dan menyenangkan. Konsep ini mendasarkan pada pemahaman bahwa setiap murid memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda-beda.</p><p>Dalam konteks pembelajaran di kelas terutama dalam menyusun perencanaan pembelajaran, Bagaimana pendidik membuat tujuan pembelajaran pada sebuah materi ketika siswa mempunyai kemampuan,&nbsp; minat,&nbsp; dan bakat yang berbeda-beda</p></li></ol><p><br/></p><p><strong><em>Salam, Selamat, Bahagia!</em></strong></p><p><strong><em>Salam Guru Penggerak!</em></strong></p><p><strong><em>Bergerak, Tergerak, Menggerakkan!</em></strong></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:05:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712032</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur hayati TK Cempaka Kecamatan bandar kabupaten pacitan 1.Pengalaman pembelajaran yang pernah saya lakukan yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu menciptakan suasana kelas yang aman,nyaman,menyenangkan asah asih dan asuh</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712136</link>
         <description><![CDATA[<p>2.Proses menuntun adalah membersamai anak dalam menemukan dan mencapai tuajuan pembelajaran</p><p>3.Pendidik perlu memikirkan kodrat alam dan kodrat zaman agar murid bisa selamat dan bahagia </p><p>4.Relevansi pemikiran ki hajar dewantara dengan kurikulum merdeka adalah anak-anak di berikan kemerdekaan untuk belajar,bermain sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman yang ada pada mereka dalam upaya mewujudkan manusia yang merdeka,selamat dan bahagia</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:05:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712136</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ekopurwanto21</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712426</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Eko Purwanto_SDN 1 Sumengko_Nganjuk.</strong></p><ol><li><p>Pengalaman saya ketika proses belajar pembelajaran yang mencermikan pemikiran KHD : ketika saya memiliki murid yang belum bisa membaca maka saya harus melayani dengan sepenuh hati dan ikhlas agar murid tersebut bisa lancar membaca yaitu dengan cara memberi bimbangan belajar setelah pulang sekolah,sehingga dengan perlahan anak bisa membaca dan berkembang lebih baik.</p></li><li><p>menuntun dalam konteks sosial budaya adalah membinbing segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat sehingga mereka bisa saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lainya.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena Seorang anak akan lahir dari kodrat alamnya (potensi, bakat, kemampuan) yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang pendidik kita diharapkan mampu menuntun mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang&nbsp; guru mampu membimbing anak memasuki era globalisasi, untuk itu seorang guru&nbsp; harus mampu teknologi serta memiliki keterampilan abad 21 dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran disekolah.</p></li><li><p>Relevansinya saya sebagai pendidik kita harus memberikan pelayanan penuh pada peserta didik sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan individunya.Memahami kelebihan dan kekurangannya, memberikan motivasi dan dorongan agar mereka bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki.sehingga nantinya mereka bisa lebih berfikir kritis,mandiri,kreatif dan bertanggung jawab.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ida Sudarti</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712450</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman terkait proses pembelajaran yg merefleksikan pemikiran KHD yaitu pembelajaran yang berpihak kepada anak dengan mempertimbangkan kodrat zaman dengan melakukan pembelajaran berbasis teknologi menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi seperti menggunakan powerpoint video pembelajaran dr YouTube dan video kreasi sendiri melalui canva. Melakukan pembelajaran yang memperhatikan kodrat amal. Peserta didik yaitu dengan melakukan pendekatan secara psikologis dan emosional untuk siswa yg spesial. Melakukan pendampingan dalam upaya menuntun anak melakukan pembiasaan baik untuk menumbuhkan Budi pekerti baik anak didik.</p><p> </p></li><li><p>Menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu memberikan arahan yang lebih baik, menuntun berperan penting dalam memahami norma yang berlaku dalam masyarakat. Menuntun juga berkaitan erat dengan pendidikan karakter mental dan moral. Menuntun mencakup keteladanan dan memberi contoh yang baik. </p></li><li><p>Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pada dasarnya pendidikan bertujuan untuk memoles kodrat alam menjadi hal hal yang positif dan lebih baik. Karena ketrampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai zannya.</p></li><li><p>Relevansinya bahwa sebagai seorang guru hendaknya mampu mampu memberikan tuntunan teladan dan memahami karakteristik anak serta memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman anak didik agar kegiatan pembelajaran yang kita lakukan berhasil mengantarkan anak pada kemerdekaan yang setinggi tingginya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712450</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eva Nurlaili_ CGP 11_082A</title>
         <author>evanurlaili51</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712582</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara.</p></li></ol><p>Pengalaman yang saya ceritakan disini adalah ketikaa pertama kali menghadapi pandemi covid 19. Dimana peserta didik mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara daring yang kebanyakan memanfaatkan teknologi digital. Sebagai pendidik, saya memberikan contoh dan memotivasi peserta didik agar tetap semangat dalam mengembangkan ilmu dan keterampilan untuk menguasai teknologi. Saya mengajak peserta didik untuk belajar model sinkron menggunakan <em>zoom meeting </em>&nbsp;dan <em>google meet</em>. Kemudian memberikan soal-soal latihan dengan menggunakan <em>google form </em>, <em>quizziz dan liveworksheet.</em> Pada awalnya peserta didik merasa kesulitan. Namun dengan segala contoh dan motivasi, pada akhirnya peserta didik dapat menguasainya.</p><p>2.&nbsp;Perwujudan “menuntun” yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya.</p><p>Saat ini banyak anak yang kurang mengerti dalam penggunaan bahasa daerah. Khususnya di tempat saya, banyak anak-anak yang tidak dapat menggunakan dan menerapkan Bahasa Jawa dengan baik dan benar. Dalam hal ini, peran saya sebagai pendidik adalah mengarahkan peserta didik agar dapat menggunakan Bahasa Jawa dengan baik dan benar. Saya menerapkan pembiasaan berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Jawa setiap Hari Kamis. Baik itu dalam kegiatan belajar mengajar dan komunikasi selama di sekolah. Harapan saya dari pembiasaan ini adalah peserta didik dapat menerapkan penggunaan Bahasa Jawa dengan baik dan benar.</p><p>3.&nbsp;Alasan pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.</p><p>Sebagai seorang pendidik, kita harus memahami bahwa pendidikan pada jaman dahulu tentulah berbeda dengan pendidikan pada jaman sekarang ini. Pendidik harus menerapkan pendidikan sesuai dengan jamannya. Mendampingi peserta didik untuk terus berkembang sesuai dengannya, namun tidak keluar dari kodrat masyarakat Indonesia yang memegang teguh nilai-nilai Pancasila.</p><p>4.&nbsp;Relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik.</p><p>Dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik bebas menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran. Peserta didik diberi kebebasan untuk menggali potensi yang dimiliki. Sedangkan peran guru disini adalah sebagai pendamping dan pengarah agar peserta didik tidak salah arah dan membahayakan dirinya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siswanto, SDN Tanjungrejo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712790</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan anak sejatinya menuntun agar mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712790</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712848</link>
         <description><![CDATA[<p>Trianica Indra Ardina, SMK Ma'arif Sabilul Hidayah</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksi pemikiran khd yaitu memberikan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan</p></li><li><p>yang di artikan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu guru harus mampu membekali peserta didik dengan nilai-nilai yang dapat di ambi dari sosial budaya daerah setempat contohnya menerapkan budaya sopan santun, gotong royong, saling membantu dsb.</p></li><li><p>Karena pada hakikatnya peserta didik memiliki karakter dan bakat yang sudah ada sejak lahir dan sebagai seorang guru hendaknya kita mampu menggali potensi tersebut. untuk kodrat zaman yang mana sebagai seorang guru kita harus mampu mempertimbangkan kodrat zaman ini yaitu dengan melaksanakan pembelajaran yang berbasis IT.</p></li><li><p>Pemikiran KHD "pendidikan berhamba pada anak" dan peran saya sebagai pendidik yaitu sebagai seorang guru kita harus memfasilitasi murid, mendampingi dan memandu, pemberi teladan dan motivasi kepada peserta didik. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:06:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039712848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nico Perlambang Agung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039713096</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang relevan dengan memperhatikan kondisi sosio kultur geografis demi mengetahui potensi siswa untuk kemudian dikembangkan sesuai karakter yang dimiliki</p></li><li><p>Menggerakkan dan menuntun siswa untuk bersikap sopan, santun, peduli, cinta tanah air, toleran, dll. Perwujudannya di sekolah saya seperti melakukan kegiatan Jumat Berseri dimana didalamnya ada kerja bakti, doa bersama, dan senam.</p></li><li><p>Karena pendidik adalah penuntun siswa untuk mengembangkan bakat/potensinya (kodrat alam) dan pendidik juga penuntun siswa menyesuaikan diri dengan zaman yang terus berkembang (kodrat zaman)</p></li><li><p>Guru harus mengembangkan pembelajaran yang berorientasi dan berpusat kepada siswa. Siswa bukan objek, tetapi subjek dan juga teman belajar yang harus kita kerahkan dan maksimalkan potensinya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:07:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039713096</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kristi Wahyu T. SDN 2 Drenges Nganjuk</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039714545</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai pendidik kita harus menuntun anak dengan baik sehingga mereka dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar dengan memberikan penghormatan sepenuhnya kepasa siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:09:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039714545</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039715309</link>
         <description><![CDATA[<p>Kusnudin</p><p>smkn Tulakan</p><p>Menurut saya menuntun dalam proses pendidikan merupakan suatu usaha dalam mengantar membimbing  maupun mendampingi anak dalam proses pembelajaran</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:10:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039715309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endah Kusuma Wardani, 086A Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039715956</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya mengajar dengan cara memberikan beberapa permainan yang menyenangkan kepada anak didik saya kelas 2 SD, baik permainan individu maupun permainan dalam kelompok. Dengan permainan tersebut, anak didik dapat mengeksplor kemampuan mereka dalam berpikir, mengendalikan emosi dan melatih kecepatan gerak atau laku. Ada kalanya juga dengan permainan yang menggunakan kerja sama dengan kelompok sehingga memupuk rasa persatuan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sosial budaya di daerah saya yang paling menonjol adalah adanya gotong royong dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Saya mewujudkan sikap gotong royong ke dalam kelas dan sekolah dengan cara memberikan tugas-tugas yang sifatnya bersama-sama maupun dalam bentuk kelompok. Guru berperan sebagai penuntun dalam kegiatan-kegiatan tersebut, artinya tidak hanya menyuruh saja, namun juga memberikan contoh, mendampingi, memberi semangat dan juga mendorong anak untuk mau dan mampu melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan perlu memperhatikan kodrat alam karena setiap anak memiliki kodrat yang berbeda-beda yang mana hal itu merupakan keistimewaan dan anugerah bagi setiap anak. Guru harus memahami kodrat masing-masing anak dengan cara melakukan tes diagnostik awal, gunanya untuk mengetahui bakat, minat dan potensi anak yang nantinya akan dikembangkan bersama dengan guru di sekolah agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam belajar.</p><p>Pendidikan juga perlu memperhatikan kodrat zaman yang artinya bahwa pendidikan bersifat dinamis dan terus selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam cara mendidik guru juga harus mampu beradaptasi dengan hal tersebut agar anak tidak tertinggal atau mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pemikiran KHD yang berhamba pada anak, bahwa anak sebagai subjek pendidikan sehingga guru harus mengutamakan kepentingan dan kebutuhan anak serta memberikan yang terbaik untuk anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:11:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039715956</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Murwani Sukisno, SDN 2 Belah - PACITAN</title>
         <author>srisukisno78</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039716059</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pembelajaran yang berpusat pada anak, yang mengutamaan kemerdekaan anak lahir dan batin, yang sesuai kodrat mereka sebagai manusia dan kodrat zaman yang sesuai dimana mereka hidup, yang memberi tuntunan untuk menciptakan budi pekerti yang baik. </p></li><li><p>Implementasi menuntun dalam konteks sosial budaya adalah, pembelajaran yang dilakukan disesuaikan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung pada sosial budaya daerah setempat seperti gotong royong, sopan santun, toleransi, dll. </p></li><li><p>karena indonesia mempunyai wilayah yang beragam sehingga pembelajaran harus disesuaikan dimana mereka tinggal. disesuaikan dengan kodrat zaman karena anak-anak akan mudah belajar jika pembelajaran disesuaikan dengan kesenangan mereka, yang menyenangkan, kreatif, kekinian, dan kental IT. </p></li><li><p>sebagai pendidik memang kita diharuskan menghamba pada anak, pembelajaran yang kita lakukan harus memenuhi kebutuhan mereka, dan yang dapat mengembangkan segala potensi yang mereka punyai.  </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:11:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039716059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Netty Dwi setyani. Kelas 083B Kab.Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717070</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD : </p><p>Sebelum mempelajari topik mengenai pemikiran-pemikiran dasar pedidikan Ki Hadjar Dewantara, saya beranggapan bahwa pembelajaran&nbsp; tradisional adalah pembelajaran yang terbaik dan pembelajaran yang harus dilalui oleh peserta didik untuk memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan, di mana pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang terfokus pada perpindahan pengetahuan dari guru kepada peserta didik, sehingga guru dianggap sebagai sumber pembelajaran utama untuk peserta didik dapat menyerap informasi-informasi sedangkan peserta didik hanya sebagai objek pembelajaran. Saya juga beranggapan pendidikan lebih baik fokus terhadapat akademis dan teknis, sehingga dulu saya terfokus hanya pada kompetensi kurikulum yangg mengakibatkan saya hanya akan terfokus dengan penyelesain kompetensi sesuai dengan yang tercantum pada tujuan kurikulum tanpa melihat hal-hal lain, seperti kemampuan, kesiapan, dan minat peserta didik. Selama pembelajaran dikelas pun saya lebih banyak menggunakan metode&nbsp;<em>teacher center learning&nbsp;</em>dan hanya sedikit melibatkan peserta didik selama pembelajaran.</p><p>Pemikiran konsep pendidikan yang saya pahami terasa kurang tepat setelah mempelajari mengenai pemikiran-pemikiran dasar KHD. Terdapat beberapa hal yang membuat saya tersadar bahwa konsep pendidikan yang selama ini saya pahami ternyata masih banyak kekeliruan. Pertama, saya menyadari bahwa pendidikan bukan hanya perpindahan pengetahuan dari guru ke peserta didik ataupun penguasaan dan penyelesaian kompetensi kognitif, melainkan Pendidikan juga menjadi kegiatan atau tempat untuk peserta didik dapat mengembangkan potensi agar menjadi warga negara yang berkualitas dan berjiwa merdeka. Kedua, KHD menyampaikan penerapan budi pekerti. Saya pun menyadari bahwa penerapan budi pekerti juga merupakan hal penting yang harus sudah diterapkan di sekolah-sekolah dengan pendidikan berkarakter karena akan meningkatkan&nbsp; kualitas pendidikan di Indonesia. Ketiga, KHD memaparkan bahwa pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. Di mana Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi</p><p><br/></p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya : </p><p>Dalam setiap pekan di lembaga saya selalu menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya daerah. salah satunya *Sabtu Santun* Dimana setiap hari Sabtu para pendidik &amp; tenaga kependidkan juga siswa memakai baju khas Pacitan yaitu bisa lurik, batik pace, atau kaos lurik &amp; celana gemyong, juga setiap hari sabtu wajib menggunakan bahasa jawa alus, kromo inggil. penerpan budi pekerti, sopan santun &amp; anggah ungguh.</p><p><br/></p></li><li><p>Mengapa pendidikan Indonesia perlu mempertimbangakan kodrat alam dan Kodrat zaman ? </p><p>Karena ketrampilan yang harus dikuasai siswa juga harus berkembang seiring berkembangan zaman, pendidik harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya.</p><p>pembentukan karakter siswa, misalnya sifat tanggung jawab, rajin, jujur harus di tebalkan lakunya dalam kehidipan sehari- hari.</p><p><br/></p><ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD pendidikan yang berhamba pada siswa dalam peran saya sebagai pendidik : </p><p>masih sangat relevan dengan peran kita sebagai pendidik dalam mengarahkan dan membimbing anak dalam proses pendidikn. Pendidikan bukan hanya mengasah kemampuan dan pemahaman intelektual semata, akan tetapi juga membentuk karakter moral yang kokoh untuk anak.</p></li></ol><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:13:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717070</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ERMA T.M.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717188</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pikirkan dan Tuliskan satu pengalaman anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p>Jawab: saya memberi tugas kepada murid disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya.</p><p>2. Bagaimana perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>Jawab: membimbing anak untuk memiliki sikap gotong-royong, guyup rukun, bersikap ramah, saling menghargai, dan tenggangrasa.</p><p>3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>Jawab: kodrat alam dan kodrat zaman tidak dapat dipisahkan. dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan konvergensi. seorang anak lahir dengan membawa kemampuan, bakat, potensi yang berbeda. mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan zamannya. maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. selanjutnya pendidik mengenalkan dan merancang pendidikan sesuai dengan zamannya, sehingga pendidikan bersifat dinamis.</p><p>4. Apa relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak " dalam peran saya sebagai pendidik?</p><p>Jawab: saya akan mengutamakan kebutuhan murid dan memberi kebebasan kepada murid dalam mengembangkan minat dan bakat mereka</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:13:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717188</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Suyani, SDN 2 Nglaban</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717553</link>
         <description><![CDATA[<p>Kita sebagai pendidik harus bisa menuntun dan membimbing anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat, dengan selalu berpihak kepada anak, mendedikasikan diri kita untuk memberikan yang terbaik untuk anak dengan tulus ikhlas. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:13:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717553</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nining Yulianti_SD Negeri Sobo Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717558</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu ketika saya mengajar siswa yang sangat aktif dan melakukan sesuatu sesuka hati saat kegiatan pembelajaran. Siswa tersebut sangat unik dan berbeda dengan teman-tamannya. Saat yang lain berdiskusi, dia akan bermain sendiri atau mengganggu teman lainnya. Pada awal mengajar di kelas tersebut, saya sempat bingung untuk mengatasinya. Hingga saya akhirnya mulai mencari informasi dari orang tua anak, rekan guru, dan teman-teman anak tersebut. Setelah mendengar cerita tentang anak tersebut, saya mulai mendekati anak tersebut. Mengajaknya bercerita kehidupan sehari-hari, mendengarkan keluh kesahnya sampai memberi motivasi kenapa dia harus bersekolah. Meskipun awalnya sulit, namun akhirnya dia dapat membuka diri. Akhirnya saya tahu bahwa dia hanya ingin diperhatikan oleh gurunya. Dia dapat belajar dengan baik jika diperlakukan sesuai dengan minatnya. Komunikasi dan mengetahui karakter anak sangat penting untuk diketahui guru agar kita tahu bagaimana kita harus bertindak dan memperlakukan setiap anak dengan kodrat alamnya masing-masing.</p></li><li><p>Perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya adalah melalui keteladanan guru dalam proses pembelajaran, baik keteladanan sikap, karakter, dan perilaku, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Di daerah saya budaya sambatan merupakan budaya yang masih ada hingga saat ini dan relevan diterapkan sebagai pendidikan karakter siswa di sekolah. Buday aini dapat menumbuhkan karakter gotong royong, peduli, dan toleransi. Perwujudan budaya ini di sekolah antara lain kegiatan Jum’at Bersih, kerja bakti dan piket kelas.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dari diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam ⟮potensi, bakat, kemampuan⟯ yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik wajib menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan zaman</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Tugas pendidik adalah menuntun, memotivasi, mengarahkan segala bakat dan minatnya serta memfasilitasi mereka dalam mencapai cita-cita dengan tetap mengedepankan &nbsp;budi pekerti yang luhur.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:13:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039717558</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039718011</link>
         <description><![CDATA[<p>Luluk wahyuningsari, TK Nganjuk</p><p>Menuntun disini kita sebagai guru mengarahkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik menuju kearah yang lebih baik demi mencapai kebahagiaan dan keselamatan pada diri sendiri dan di masyarakat. Di sini pendidikan berpusat pada anak yaitu dimana anak adalah potret dari pendidikan itu sendiri yang artinya kita sebagai guru memberikan pendidikan yang sesuai kebutuhan anak .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:14:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039718011</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039718414</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Rohkhayati, SMP N 3 Bandar,</strong></p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait filosofi KHD <strong>menuntun</strong>, yaitu ketika ada seorang anak yang mempunyai potensi dalam membaca puisi akan tetapi tidak memiliki rasa percaya diri, saya senantiasa memberi semangat, motivasi kepada anak tersebut bahwa anak tersebut pasti bisa. Saya mendampingi dengan tulus sehingga pada akhirnya anak tersebut dapat tampil lomba dengan bahagia dan menikmati apa yang dia lakukan tanpa ada rasa terpaksa. </p></li></ol><ol start="2"><li><p>Pada konteks sosial budaya di daerah saya misalnya budaya <em>sambatan atau </em>gotong royong sangat memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan pemikiran KHD. Anak perlu dikenalkan dengan budaya daerah sejak dini agar nantinya ia mampu mengikuti dan mengimplementasikan nilai-nilai budaya tersebut secara sadar dalam kehidupannya.</p></li><li><p>Karena sejatinya pendidikan anak untuk menuntut anak mencapai kodratnya sesuai dengan alam dan zaman.</p></li><li><p>Pendidikan adalah untuk menuntun anak, membersamai dalam proses belajar mengajarnya dengan pengajaran yang berpihak pada murid. Sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya agar anak dapat mencapai masa depan yang humanis (selamat dan bahagia).</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:15:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039718414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizal Adi Nugroho_SD Negeri Arjosari_Kab.Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039718685</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan Reflektif :</strong></p><p>&nbsp;<strong>1. Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</strong></p><p>Jawaban : Siswa diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan memberikan saran kepada guru. Mendampingi peserta didik dalam kegiatan Ekstrakurikuler yang diminati anak (Rebana, Drumband, Pramuka).</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Bagaimana perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p><p>Jawaban : Melakukan pembiasaan di sekolah dengan kegiatan yang bersifat menguatkan karakter mulia. Membuat kesepakatan kelas Bersama-sama dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. Melakukan pembiasaan pada hari Sabtu yaitu dengan tema Sabtu bersih dan sehat serta Sabtu Santun.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p><p>Jawaban : Karena setiap anak memiliki kodrat masing-masing dan guru harus menggali potensi anak sesuai minat dan bakatnya. Karena guru diibaratkan sebagai tukang kebun yang bisa menanamkan budi pekerti luhur kepada anak.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4. Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai&nbsp;pendidik?</strong></p><p>Jawaban : Memberikan layanan kepada murid dengan sebaik-baiknya. Tidak memaksanakan kehendak kepada murid namun guru harus memberikan kebebasan sesuai kebutuhan minat dan bakat peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:15:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039718685</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irnawati SMK Ma&#39;arif </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039719165</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya yaitu memberikan system pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan media pembelajaran seperti, canva, quizziz, PPT dan lain sebagainya.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengajak anak didik untuk melihat dan mengeksplor social budaya yang masih dilestarikan diwilayah masing-masing anak.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena kedua kodrat ini saling berpengaruh untuk terus berkembang memerdekakan murid.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansinya bahwa sebagai seorang pendidik hendaknya mampu memberikan tuntunan teladan dan terus memberikan motivasi kepada peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:16:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039719165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Linda Diana Sari, SDN 4 Temon Kabupaten Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039719992</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendidikan yang kita lakukan adalah menuntun serta membimbing kodrat yang ada dalam diri anak agar mencapai potensi terbaiknya  dengan tujuan supaya anak selamat dan bahagia sebagai pribadi dan anggota masyarakat.</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman&nbsp;bahwa anak hendaknya di tuntun sesuai sifat dan bentuk lingkungan, &nbsp;kodrat itu sudah ada dari Tuhan sejak anak lahir di dunia, sehingga anak bisa mengembangkan sendiri sesuai dengan minat dan bakatnya, dan juga lingkungan dimana anak berada tetapi harus bisa mengikuti perubahan zaman yang terus berkembang.</p></li><li><p>Pendidikan berpihak pada murid atau berhamba pada sang anak yaitu bahwa kita bisa memberikan yang terbaik, tulus Ikhlas, memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi, berinovasi dan berkarya dengan bebas dari segala ikatan dengan suci hati bukan meminta sesuatu hak dengan tujuan pembelajaran itu untuk anak.</p></li><li><p>sesuai dengan konsep pendidikan atau semboyan KHD yaitu Ing ngarso sung tuladha ing madya mangunkarso tut wuri handayani, dimana bahwa seorang pendidik harus bisa menjadi contoh, memberi semangat dan  motivasi  serta memberikan dorongan sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai. Guru sebagai among yang menentukan masa depan anak.</p></li></ol><p>Salam, Selamat Bahagia!</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:17:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039719992</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039720855</link>
         <description><![CDATA[<p>ANGGUN DINI TORISA, SDN 1 Gondang Kec. Nawangan Kab. Pacitan</p><p>1.	Memberi kebabasan pada anak untuk mengemukakan pendapat, memberikan saran, memberikan banyak pilihan untuk mengembangkan potensi sebagai peserta didik.</p><p>2.	Anak dikenalkan pada pembiasaan, mengenalkan keteladanan, memberikan contoh yang baik. </p><p>3.	Pendidikan berpihak pada murid, dimana guru mementingkan kebutuhan anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman.</p><p>4.	Sebagai seorag pendidik harus bisa memberikan tuntunan, teladan, serta mengantar kan anak didiknya sampai pada tujuannya, sebagai anak Indonesia yang berbudi pekerti luhur, bisa membaur dalam masyarakat dengan selamat dan bahagia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:18:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039720855</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Nuroni (SD N Arjosari)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039720913</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p><p>Mengajak anak diskusi awal /musyawarah terkait cara pembelajaran dengan &nbsp;kami berikan banyak pilihan dan kemudian sepakati</p><p><br></p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p><p>Dalam membentuk karakter peserta didik kita harus menunjukkan keteladanan, dan memberi contoh yang baik kepada peserta didik. Misalnya seorang guru yang mendidik muridnya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi, bertoleransi, menghargai orang sekitar, memperkenalkan budaya yang ada pada daerah tersebut dan lain sebagainya. Pendidikan tersebut akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenai budaya yang ada didaerahnya, menjadi pribadi yang&nbsp; baik suka menolong dan membantu sesama, serta bisa berguna bagi masyarakat sekitar, bangsa, dan juga Negara.</p><p><br></p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p><p>Dalam menuntun anak tentunya disesuaikan dengan alam dan zaman. Kekuatan alam berkaitan dengan sosial-budaya (masyarakat) artinya pengaruh dari luar harus disaring dan lebih mengutamakan kearifan lokal bangsa Indonesia. Sedangkan kekuatan zaman dimana anak dititikberatkan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan abad 21, anak menjadi pelaku (subjek)&nbsp; pembelajaran bukan objek pembelajaran. Keterampilan abad 21 dicapai dengan mempertimbangkan pembelajaran abad 21 yaitu mengacu pada konsep 4c (Critical thinking dan Problem solving Skills, Communications Sckill, Creativity and Innovations Skill, Collaborations Skills).</p><p><br></p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p><p>Maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan yang guru berikan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan. Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan dalam berfikir dan belajar. Oleh karena itu kita harus bisa merubah pendidikan dengan pendekatan yang awalnya Teacher Centered menjadi Student Centered, artinya pendidikan dengan pembelajaran berpusat pada anak/ peserta didik. Kita memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar berdasarkan pengalamannya sendiri sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif, dan selalu ditantang untuk berpikir kritis. Saya berusaha menuntun siswa,&nbsp; memberikan teladan atau contoh&nbsp; dengan tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, memberikan dorongan dan arahan agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:18:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039720913</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Febriastuti Evika Tristanti, SDN 1 Banjaranyar Nganjuk.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039720983</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan)pemikiran KHD?</strong></p><p>Pengalaman saya membersamai murid kelas 4 yang spesial belum mengenal huruf, saya berikan latihan khusus ketika istirahat dengan rutin alhamdulillah sudah bisa membaca dan ketika naik ke kelas V sudah lancar membaca dan memahami bacaan. Yang diberikan dengan hati akan sampai kepada hati sesama.</p></li><li><p><strong>Bagaimana perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p><p>Perwujudan 'menuntun' dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu dapat dilihat dari kegiatan bersih desa. Dalam kegiatan tersebut kita dapat belajar banyak hal seperti gotong royong, kebersamaan, belajar mengungkapkan rasa syukur, belajar menghargai dan sebagainya.</p></li><li><p><strong>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p><p>Karena dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman Pendidikan Indonesia dapat terwujud secara holistik dan relevan dengan kebutuhan anak-anak. hal ini relevan juga dengan pemikiran pemikiran dari KHD</p></li><li><p><strong>Apa relevansi pemikiran KHD"Pendidikan yang berhamba(berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik?</strong></p><p>Relevansi pemikiran KHD terhadap peran saya sebagai pendidik bahwa hendaknya saya mendidik dengan hati, memberikan kemerdekaan kepada anak untuk dapat mengembangkan kompetensi, bakat, dan minat yang dimiliknya. Memberikan pengalaman-pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://images.pexels.com/photos/9666376/pexels-photo-9666376.jpeg" />
         <pubDate>2024-06-27 10:18:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039720983</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eky S SMK N 1 Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039722746</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman sy terkait dengan pemikiran KHD adalah membebaskan anak sesuai dengan kodrat alam serta kodrat zaman yg dimilikinya untuk mencapai cita-citanya gemilangnya untuk mengembangkan potensi dirinya.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yg saya lihat dalam kontek sosial budaya di daerah sy adalah dengan menghargai kebudayaan daerah kita sendiri dengan mengikuti adat istiadat budayanya seperti berkata sopan, gotong royong, hormat menghormati, toleransi.</p></li><li><p>Sebagai pendidik harus bertanggung jawab untuk membimbing siswa ke arah yang kebih baik dengan mewujudkan kodrat alam yang mereka miliki</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:21:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039722746</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039722775</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Ratna Ariani_SD Negeri 1 Tanjungkalang_ Nganjuk_81A</strong></p><ol><li><p>Pengalaman terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah </p><p>1.&nbsp;Melaksanakan pembelajaran yang menuntun, &nbsp;ketika melaksanakan diskusi kelompok, mengembangkan pendidikan karakter, selama pembelajaran menghadirkan kegiatan kolaborasi, komunikatif, kerjasama, memperkuat toleransi dengan sesama teman sopan santun kepada sesama teman dan melatih peserta didik untuk bisa bertanggungjawab dengan apa yang mereka hadapi.</p><p>2.Mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik, mengarahkan peserta didik untuk mengenal potensi yang dimiliki dirinya masing-masing dengan memberikan waktu untuk mereka bereksplorasi dan membuat inovasi pada saat mengerjakan tugas individu berupa karya.</p><p>3.Menerapakan pembelajaran yang menjunjung tinggi kodrat alam dan zaman, yaitu dengan memberikan pembelajaran yang menghormati setiap potensi peserta didik dengan tidak membedakan namun kita selaku guru dapat memberikan tuntunan atau arahan agar peserta bisa berkembang lagi dan selama pembelajaran berusaha mengenalkan hal-hal yang sesuai dengan zamannya agar peserta didik tidak tertinggalan zaman dan dapat memanfaatkannya dengan baik, mulai dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi seperti pembelajaran dengan presentasi canva, mengerjakan ulangan dengan quizizz </p><p>dan sebagainya.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya adalah Membiasakan peserta didik untuk memulai dan mengakhiri kegiatan dengan doa, bersikap sopan, menerapkan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) dalam keseharian, menghargai teman, serta mencintai budaya dan lingkungan sekitar.</p></li><li><p>Kodrat alam berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri, misalnya sifat bertanggung jawab, rajin, jujur, malas dan lain sebagainya. Sehingga pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dari seorang anak, pendidikan tidak bisa memaksakan menghapus kodrat alam seorang anak. Pendidikan bertujuan untuk memoles kodrat alam menjadi hal-hal yang positif dan lebih baik.</p><p>Sementara itu kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Karena keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak dalam peran saya sebagai pendidik, saya wajib untuk membimbing peserta didik&nbsp;menuju pemahaman diri yang lebih baik, serta membantu mereka mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki, saya harus :</p><p>1.Fokus pada kebutuhan dan minat peserta didik: Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.</p><p>2.Berperan sebagai fasilitator dan pembimbing: Sebagai pendidik, saya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing.</p><p>3.Menghormati dan memuliakan peserta didik: Sebagai Seorang pendidik&nbsp;harus memiliki rasa hormat dan memuliakan peserta didik, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri peserta didik.</p></li></ol><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:22:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039722775</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039723860</link>
         <description><![CDATA[<p>Edy Puryanto. SMP N 3 Bandar Kab Pacitan</p><p>1.Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran KHD</p><ul><li><p>membuat kesepakatan kelas sebagai bentuk komitmen bersama</p></li><li><p> menerapkan model pembelajaran yang variatif, menyesuaikan kondisi zaman dan alam siswa, berpusat pada siswa, menyenangkan, memberikan kesempatan untuk merdeka belajar serta mengutamakan aspek budi pekerti</p></li><li><p>mengintregasikan pembelajaran dengan kearifan lokal</p></li><li><p>membudayakan 5 S ( senyum,sapa ,salam, sopan dan santun )</p></li></ul><p>2.Perwujudan menuntun konteks sosial budaya adalah dengan gotong royong, tata krama ,unggah-ungguh yang menuntun siswa membentuk budi pekerti.</p><ol start="3"><li><p>karena pendidikan memberi tuntuna terhadap segala kekuatan kodrat yang di miliki oleh anak agar ia mampu mencapai kebahagiaan mencapai keselamatan yang setinggi-tingginya. baik sebagai manusia maupun sebagai seorang anggota masyarakat. dengan demikian kita sebagai seorang pendidik hanya dapat menuntun agar anak dapat menumbuhkan kekuatan kodrat untuk senantiasa berbudi pekerti yang baik</p></li><li><p>pendidikan berhamba pada anak artinya pendidikan berpusat pada anak, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran, anak sebagai subyek pendidikan, anak bukan tabula rasa. guru harus mampu menebalkan laku kekuatan konteks anak</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:24:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039723860</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lina Fitri Yulianti, TK Giri Putra Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039726498</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu sebagai guru TK saya menerapkan pembelajaran dengan cara bermain setiap harinya karena salah satu kodrat anak adalah bermain. Bermain dapat menumbuhkan pikiran, perasaan, kemauan, dan tenaga ⟮cipta, rasa, karsa/karya, dan pekerti⟯ pada anak. Sehingga permainan dapat digunakan sebagai salah satu bagian dalam pembelajaran di sekolah. Aplikasinya dalam pendidikan saat ini adalah menerapkan dan mengenalkan permainan tradisional dalam pembelajaran, seperti congklak, gobak sodor, lompat tali dsb, dengan cara bermain anak akan lebih cepat menangkap pembelajaran  dan merasa enjoy tanpa terbebani</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam konteks sosia dan budaya di daerah saya adalah upaya membimbing seseorang menuju perilaku yang baik dan positif serta memberi kebebasan anak untuk mengembangkan dirinya dan siap hidup di masyarakat. Di daerah saya Pacitan utamanya kecamatan Arjosari, budaya yang sangat terkenal adalah sambatan/gotong royong, kesenian rebana dan rontek, nah dengan adanya kebudayaan yang ada di masyarakat tersebut saya sebagai pendidik mengajak anak anak untuk mengenal dan menerapkan budaya tersebut, sehingga peserta didik akan mengena nilai nilai luhur dari kebudayaan seperti : sikap bekerjasama, kekeluargaan, saling berbagi, ketekunan, religius dan menghormati budaya lokal</p></li><li><p>Pendidikan harus mempertimbangkan kodrat alam dan zaman ,karena dalam sebuah pendidikan, kita harus memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak dan mengakui keunikan dan perbedaan setiap anak yaitu dengan cara menerapkan pendidikan yang berpusat pada anak sesuai perkembangan zaman</p></li><li><p> peran saya sebagai pendidik dalam Relevansi KHD  adalah  saya dapat mengarahkan pendidikan dengan lebih baik dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi yang ada pada diri anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya,berakhlak mulia dan berguna bagi sesama dan lingkungannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:27:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039726498</guid>
      </item>
      <item>
         <title>sunardi cgp sdn watukarung kabupaten pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039726797</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>proses pembelajaran yang merefleksi pemikiran KHD adalah anak di berikan kebebasan sesuai dengan kodrat alam dan zamanya</p></li><li><p>perwujudan menuntun dalam kontek sosial</p></li><li><p>kodrat alam dan zaman sangatlah berpengaruh. maka dari itu seorang guru harus memerdekakan murid sesuai dengan karateristik yang di miliki</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:28:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039726797</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad Taqiyuddin, SD Negeri 1 Betet - Kab. Nganjuk</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039731491</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah saya mencoba menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini sesuai dengan pemikiran KHD bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah agar anak bahagia baik sebagai manusia dan masyarakat. Jadi sebagai guru kita harus menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satunya saya lakukan adalah dengan menggunakan metode GBL (Game Based Learning) dalam pembelajaran. </p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah guru harus bisa membimbing anak sesuai dengan sosio kultural yang ada didaerahnya. Seperti di daerah saya yang kental dengan sikap gotong royong, toleransi, dan solidaritas. Jadi guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa sesuai dengan sosio kultural tersebut. Seperti di sekolah saya yang menerapkan inovasi GUNUNG METASIJI (Guru Menunggu dan Menyambut Siswa Setiap Pagi). Dalam kegiatan tersebut guru mencoba memberikan contoh yang baik bagi siswa. </p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam karena menurut pemikiran KHD guru harus menerapkan sistem among dalam pembelajaran. Guru harus mencoba mengembangkan setiap potensi yang ada pada anak sesuai dengan kodrat alam yang dimilikinya. Guru juga harus mempertimbangkan kodrat zaman karena pendidikan itu selalu berkembang. Menurut KHD kita harus mendidik anak sesuai dengan zamannya. Jadi kita harus menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman sekarang. </p></li><li><p>"Pendidikan yang berhamba pada anak" artinya anak sebagai subjek pendidikan. Maka guru harus menuntunnya dengan ikhlas dan dengan cinta kasih. Guru harus selalu memberikan yang terbaik pada peserta didik. Guru harus mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta didik agar mereka dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai masyarakat. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:37:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039731491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumarti TK Tunas Harapan kabupaten Pacitan </title>
         <author>sumarti424</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039731593</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Anak diberikan dalam mengali pengetahuan dan memerdekakan siswa dalam belajar tetapi tetap dalam arahan dari pendidikan agar murid- murid bisa menuangkan ide - ide atau gagasan.</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://2.Guru">2.Guru</a> menjadi penuntun bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku, seperti membiasakan berdoa sebelum kegiatan dimulai.</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://3.Guru">3.Guru</a> dapat menuntun dan mengali minat atau potensi anak agar bisa berkembang secara optimal agar bisa selaras Budi pekertinya dan perilaku yang luhur </p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://4.Guru">4.Guru</a> harus tulus dan ikhlas dalam mendidik anak sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, karena peserta didik bukan obyek yang bisa diperlakukan sesuai dengan keinginan kita tetapi sebagai subyek.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:37:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039731593</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sugianti, SMP Negeri 3 Bandar, Kab. Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039731885</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berdasarkan pemikiran KHD sebagai guru tugas kita adalah menuntun anak untuk mengembangkan kodrat yang dimilikinya. Preses pembelajaran berdiferensiasi adalah salah contoh pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan kodrat alam pada diri anak. Sehingga anak akan mampuberkembang sesuai dengan kodratnya.</p></li><li><p>Perwujudan pada konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan mengarahkan anak untuk mengikuti kegiatan sosial yang ada di lingkungannya, seperti kegiatan <em>SAMBATAN, </em>kemudian kita ajak dialog untuk mengenali nilai positif dari kegiatan tersebut dan mengajak/memfasilitasi anak untuk menerapkan nilai nilai positif dari kegiatan tersebut seperti gotong royong dan peduli pada kegiatan yang ada di sekolah.</p></li><li><p>Karena dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman pada anak maka dunia pendidikan mampu menciptakan sistem pendidikan yang inklusi, relevan dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. </p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD tentang pendidikan yang menghamba pada anak berarti menempatkan kebutuhan, minat, dan potensi anak sebagai fokus utama dalam proses pembelajaran. Sebagai guru saya menerapkan pemikiran KHD ini dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, juga mengembangkan ketrampilan sosial dan emosional siswa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:38:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039731885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Winarsih,TK bina insani Ketro Harjo Tulakan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039733363</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses   pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah dengan memberikan ke bebasan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial di daerah adalah anak di beri pengetahuan tentang beragam adat isti adat dan mengarahkan anak untuk mencintai budayanya agar tetap di lestarikan.</p></li><li><p>Karena setiap anak memiliki kodratnya masing-masing.Dimana kodrat alam mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan,sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan kondisi dan tuntunan zaman yang selalu berubah.</p></li><li><p>Menghamba pada anak bukan berarti guru menyembah anak ,akan tetapi seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:40:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039733363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Inggit trysti purnami sari, TK Tunas Harapan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039734620</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD di sekolah saya misalnya dengan memerdekakan anak dengan cara membuat kegiatan yang beragam dan sesuai minat anak. serta membuat program kegiatan yang menjadi sebuah tuntunan yang baik dan menjadikan pembiasaan.</p></li><li><p>"menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu gotong royong yang masih kental serta anggah ungguh sebagaimana adat jawa. jadi di sekolah kami menerapkan dan menjadikan sebuah pembiasaan tentang gotong royong ( bekerja bakti, kegiatan yang bersifat bersama serta membuat program khusus untuk belajar budaya dan tata krama)</p></li><li><p>pendidikan mempertimbangkan kodrat alam. yang artinya guru di ibaratkan sebagai petani yang tidak bisa merubah kodrat dari beberapa jenis tanaman menjadi tanaman lain. maka petani hanya dapat memupuk, mengembangkan dan memelihara agar tanaman itu tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil yang baik. begitu juga dengan guru yang hanya dapat menuntn anak menjadi lebih baik tanpa merubahnya.</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD "pendidikan berhamba pada anak" yang artinya kita sebagai guru harus dapat memahami anak, mengerti karakter anak, apa yang di butuhkan anak sehingga guru dapat menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan anak serta membuatnya menjadi pembelajaran yang memerdekakan anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039734620</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sutini_ SDN 1 Candi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039737336</link>
         <description><![CDATA[<p>pendidikan berpihak pada anak adalah pendidikan yang bebas dari ikatan,dengan ikhlas mendekati anak untuk memberi kenyamanan dan ketenangan dalam mengikuti pembelajaran.Sesuai tujuan pendidikan yaitu supaya anak hidupnya selamat danbahagia .</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:47:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039737336</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Juwanita, SD Negeri 2 Kasihan, Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039739426</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa, pada pembelajaran IPA anak-anak aktif melakukan praktikum. Peran guru hanya menuntun dan memfasilitasi anak. Kedua, menjadi guru yang menyenangkan dengan menggunakan permainan seperti quizzez, TTS dan wordwall. Memerdekakan anak, yaitu anak diberi ruang seluas-luasnya untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya dan anak-anak diberi ruang untuk meningkatkan minat dan bakatnya dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.</p></li><li><p>Menuntun berarti memberikan tuntunan agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai bakat &amp; minatnya masing-masing, menuntun anak untuk berbudi pekerti luhur dan beraklak mulia sesuai profil pelajar Pancasila. Anak dituntun untuk mengembangkan nilai luhur sosial budaya seperti gotong royong, adab, sopan santun, peduli, menghormati, menghargai, ramah, toleransi, dsb.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam &amp; kodrat zaman agar anak mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai individu dan makhluk sosial. Pendidikan terus mengalami perubahan, untuk itu anak-anak harus dipersiapkan mulai dari sekarang untuk menjawab tantangan &amp; rintangan di masa mendatang. Kodrat alam berhubungan dengan bakat atau potensi yang dibawa sejak lahir. Sehingga, anak-anak diberi keleluasaan untuk mengembangkan potensinya, agar berkembang sesuai bidangnya. Sedangkan kodrat zaman berhubungan dengan kondisi zaman saat ini. Zaman sekarang, perkembangan teknologi berkembang pesat, maka anak-anak sudah sewajarnya diperkenalkan dengan teknologi. </p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD " menghamba kepada murid" dengan peran saya sebagai guru yaitu guru harus melaksanakan pembelajaran berpusat pada murid. Mendidik anak dengan tulus ikhlas dengan memahami dan memenuhi kebutuhan murid agar proses pembelajaran berjalan  optimal dan menyenangkan. Guru memberikan perhatian yang cukup kepada murid dan memberikan kemerdakaan secara lahir dan batin, sehingga murid merasa nyaman dan aman.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:50:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039739426</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039740294</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: ULY RAHMAWATI dari SD N 2 SOOKA Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan.</p><p><br/></p><ol><li><p>Pengalaman saya menerapkan proses pembelajaran KHD yaitu memberi tugas kepada peserta didik sesuai dengan minat serta kemampuan dan gaya belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak. </p></li><li><p>Yang dimaksud menuntun dalam konteks sosial budaya adalah membimbing atau mendampingi anak untuk memiliki sikap cinta budaya, cinta tanah air, seperti gotong royong, gugup rukun, toleransi, grapyak semanak/ramah saling menghormati dan lain lain.</p></li><li><p>Kodrat alam itu berkaitan sifat dan bentuk lingkungan anak terlahir, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan seluruh isi dan irama. Kemudian anak harus dididik dengan gaya kehidupan yang sesuai dengan kodrat alam dan zamannya sendiri. Misalnya kodrat anak yang suka bermain, selain bermain itu membuat anak bahagia, guru juga harus  mendidik dan mengajak anak untuk melestarikan budaya contohnya bermain dengan permainan tradisional.</p></li><li><p> Pendidikan yang berhamba pada anak adalah pendidikan yang sangat mengutamakan anak, tidak memaksakan kehendak pada anak namun kita sebagai pendidik harus mengetahui kebutuhan, minat maupun kemampuan anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:52:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039740294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yenti, SD Negeri 1 Kasihan Tegalombo Pacitan</title>
         <author>yenti033</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039740629</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2553489719/d3fb596af0fecf625446b2be37fa7125/Refleksi_pemahaman_modul_1_1.pdf" />
         <pubDate>2024-06-27 10:53:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039740629</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurul hidayati_CGP SMKN 1 Pacitan.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039741946</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang relevan dengan memberikan kebebasan belajar pada peserta didik yang sesuai dengan bakat, minat anak ( sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya ) sehingga mereka bisa belajar dengan baik dan nyaman tanpa paksaan dan tekanan, dengan rasa nyaman itu harapan kami sebagai pendidik peserta didik dapat memaksimalkan potensinya.</p></li><li><p>Perwujutan menuntun sesuai konteks sosial budaya didaerah saya melalui kegiatan sambatan yang merupakan perwujutan dari gotong royong, implementasi disekolah kami pada kegiatan jumat bersih kami menuntun siswa untuk saling membantu kegiatan gotong royong menjaga kebersihan dan memperkuat semangat kebersamaan disekolah.</p><p>salah satu perwujudtan menuntun ini lebih kepada membimbing dan memfasilitasi peserta didik agar dapat belajar dengan nyaman disekolah.</p></li><li><p>Pendidikan indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak memiliki karateristik yang berbeda , sehingga tugas pendidik adalah menuntun dan menggali potensi anak agar bisa berkembang secara optimal selaras dengan budi pekerti yang luhur sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD  " pendidikan berhamba pada anak " dalam peran kita sebagai pendidik adalah perwujudtan dari pembelajaran student center dimana peran kita sebagai pendidik :</p><p>memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik, dengan merubah paradigma pada pembelajaran yang berpihak pada murid, menuntun tidak menuntut, tidak memaksakan kehendak,tapi lebih kepada memberikan tuntunan serta teladan dan terus memberikan dorongan,  motivasi pada peserta didik,  kita sebagai pendidik juga harus melihat dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan serta bakat, minat peserta didik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 10:55:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039741946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muklis Nur Khakim - SMAN 1 Tanjunganom Nganjuk</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039748986</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah ketika saya mengajar di sebuah sekolah di daerah pedesaan. Saya menerapkan prinsip "Tut Wuri Handayani", yang berarti "di belakang memberi dukungan". Saya selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa, meskipun mereka menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan mereka. Saya percaya bahwa pendidikan adalah hak semua orang, dan saya berusaha keras untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan yang layak. Saya juga menerapkan prinsip "Ing Ngarso Sung Tulodo", yang berarti "di depan memberi contoh". Saya selalu berusaha untuk menjadi teladan bagi siswa saya, baik dalam hal akademik maupun perilaku. Saya percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter.</p></li><li><p>Ki Hadjar Dewantara adalah tokoh pendidikan Indonesia yang terkenal dengan prinsip-prinsipnya dalam pendidikan. Dalam pengalaman saya, saya telah menerapkan prinsip-prinsip ini dalam praktek pengajaran saya. Saya percaya bahwa pendidikan adalah tentang membantu siswa untuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab, dan saya berusaha keras untuk membantu mereka mencapai tujuan ini.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia mempertimbangkan konsep kodrat alam dan kodrat zaman sebagai bagian dari upayanya untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kurikulumnya. Kodrat alam merujuk pada konsep bahwa setiap organisme, termasuk manusia, memiliki sifat dan karakteristik yang unik dan spesifik, yang dipengaruhi oleh lingkungan dan faktor-faktor eksternal. Kodrat zaman, di sisi lain, merujuk pada konsep bahwa setiap periode waktu memiliki karakteristik dan tantangan yang unik, yang mempengaruhi perkembangan dan pengalaman manusia.</p></li><li><p>Referensi pembelajaran KHD adalah pendekatan yang menekankan peran siswa sebagai pembelajar aktif, bukan hanya penerima informasi. Pendekatan ini menekankan bahwa siswa memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan bahwa mereka harus memiliki kemampuan untuk mengambil kepemilikan atas pembelajaran mereka, mengembangkan keterampilan kritis, dan memahami dampak dari tindakan mereka.<br>Dalam pendekatan KHD, siswa didorong untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka dan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ini dapat melibatkan berbagai aktivitas, seperti menetapkan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi kebutuhan mereka sendiri, dan mengambil inisiatif untuk mencari sumber daya dan dukungan tambahan.<br>Pendekatan KHD juga menekankan pentingnya mengukur dampak dari tindakan siswa, baik positif maupun negatif. Ini dapat melibatkan mengevaluasi hasil pembelajaran mereka dan mengevaluasi dampak dari tindakan mereka terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.<br>Secara keseluruhan, pendekatan KHD bertujuan untuk mempromosikan pembelajaran yang lebih aktif, mandiri, dan bermakna bagi siswa. Ini menekankan peran siswa sebagai pembelajar aktif dan menekankan pentingnya mengambil kepemilikan atas pembelajaran mereka, mengembangkan keterampilan kritis, dan memahami dampak dari tindakan mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://images-wixmp-ed30a86b8c4ca887773594c2.wixmp.com/f/1520f7da-0e82-4877-9824-b5fa453f6c3d/da41y1a-7333c878-2a87-4428-aedf-e988dfbe2097.jpg/v1/fit/w_375,h_500,q_70,strp/wpap_ki_hajar_dewantara_by_syabani1976_da41y1a-375w.jpg?token=eyJ0eXAiOiJKV1QiLCJhbGciOiJIUzI1NiJ9.eyJzdWIiOiJ1cm46YXBwOjdlMGQxODg5ODIyNjQzNzNhNWYwZDQxNWVhMGQyNmUwIiwiaXNzIjoidXJuOmFwcDo3ZTBkMTg4OTgyMjY0MzczYTVmMGQ0MTVlYTBkMjZlMCIsIm9iaiI6W1t7ImhlaWdodCI6Ijw9MTM2NSIsInBhdGgiOiJcL2ZcLzE1MjBmN2RhLTBlODItNDg3Ny05ODI0LWI1ZmE0NTNmNmMzZFwvZGE0MXkxYS03MzMzYzg3OC0yYTg3LTQ0MjgtYWVkZi1lOTg4ZGZiZTIwOTcuanBnIiwid2lkdGgiOiI8PTEwMjQifV1dLCJhdWQiOlsidXJuOnNlcnZpY2U6aW1hZ2Uub3BlcmF0aW9ucyJdfQ.zOSX-tuHMfQqPUGYGR0XC1KHCmrZwSDHk1cQMz20x9Q" />
         <pubDate>2024-06-27 11:06:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039748986</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hesi Dwi</title>
         <author>hesiastutik111</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039762011</link>
         <description><![CDATA[<p>Anak yang merdeka yaitu anak yang bisa hidup tanpa bergantung pada orang lain, namun tetap bersandar kepada Tuhannya. Tugas guru menuntun segala kekuatan kodrat anak agar dapat selamat dan bahagia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:30:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039762011</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tantin winarsih, SDN 1 Karangmulyo Kabupaten Pacitan  1.Pengalaman pembelajaran yang terkait proses pembelajaran yang merefleksikan KHD pembelajaran yang berpihak pada murid,memfasilitasi potensi dan minat siswa serta bakatnya.     2. Menuntun adalah melakukan bimbingan,arahan serta melakukan pembiasaan yang baik untuk menumbuhkan budi pekerti.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039769834</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 11:44:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039769834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwik Ekowati_SDN 1 Gampeng_Nganjuk_082_B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039782406</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman belajar yang mencerminkan pemikiran KHD yang pernah saya lakukan adalah saat saya menggunakan metode PBL(problem base learning) pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, dimana motede PBL tersebut membuat peserta didik mampu berkreasi dan menggali suatu persoalan, ini merupakan suatu cerminan pemikiran pendidikan KHD yang memerdekakan anak.</p></li><li><p>Dalam konteks "menuntun" ke dalam sosial budaya yaitu selain membimbing, mengarahkan, mendampingi kita sebagai pendidik bisa mengenalkan budaya yang ada di daerah setempat dan mengimplementasikan dalam pembiasaan - pembiasaan yang ada di sekolah sehingga budaya tersebut bisa diwariskan dan berkelanjutan.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman perlu dipertimbangkan karena setiap anak memiliki karakter, latar belakang, kemampuan masing - masing. Dengan kodrat zaman yang sekarang ini tentunya kita sebagai pendidik harus mampu menggali potensi peserta didik untuk mencapai tujuannya.</p></li><li><p>Relevansi " Pendidikan menghamba pada anak" yaitu kita sebagai pendidik harus tulus ikhlas memberikan pelayanan yang terbaik dimanapun, kapanpun untuk peserta didik tanpa meminta balasan suatu apapun. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:07:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039782406</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desi Mulanawati , TK Siwi Peni Desa Kendal Kec. Punung  Kab. Pacitan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039783272</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Proses pembelajaran yang  merefleksi pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah yang memberikan anak kebebasan sesuai dengan kodrat  alam dan zamanny. </p></li><li><p>salah satu wujud menuntun dalam konteks sosio kultural di daerah yaitu anak diberikan pengetahuan tentang keragaman budaya , adat istiadat agar terus dilestarikan </p></li><li><p> kodrat alam dan zama sangat penting dan saling mempengaruhi untuk terus berkembang memerdekakan murid</p></li><li><p>relevansi pemikiran KHD , peran saya sebagai pendidik adalah membuat anak  menuntun anak untuk keselamatan dan kebahagiaan. </p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:08:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039783272</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039787516</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>NANI OKTAFIANI, S.Pd</strong></p><p><strong>SDN 1 Losari Kab. Pacitan</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pikirkan Dan Tuliskan 1 Pengalaman Anda Terkait Proses Pembelajaran Yang Merefleksikan Pemikiran KHD</strong></p><p>Jawaban : Dalam pembelajaran saya memberikan kemerdekaan pada anak, misalnya saat jam pelajaran sekiranya anak merasa bosan, capek, saya memberikan pilihan kepada murid untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan bagi mereka dalam batas pembelajaran (menyanyi, bermain kata, ice breaking)</p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana Perwujudan “menuntun” Yang Saya Lihat Dalam Konteks Sosial Budaya Di Daerah Saya ?</strong></p><p>Jawaban : Mengarahkan dan membimbing anak untuk mencapai potensi terbaik yang anak miliki.sesusi &nbsp;minat bakat mereka</p><p><strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Pendidikan Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kodrat Alam Dan Kodrat Zaman ?</strong></p><p>Jawaban : Setiap anak terlahir dengan bakat kemapuan yang berbeda-beda, dengan seiring perkembangan zaman, anak diharapkan bisa mencapai potensi terbaiknya.</p><p><strong>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apa Relevansi Pemikiran KHD Pendidikan Yang Berhamba Pada Anak Dengan Peran Saya Sebagai Pendidik ?</strong></p><p>Jawaban : Sebagai pendidik kita memandu dan ikut mengembangkan potensi yang dimiliki anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 12:15:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039787516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mamlu&#39; Atun Nikmah, S.Pd. - SD Negeri 4 Ngronggot - Kab.Nganjuk - Prov. Jawa Timur - CGP A11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039798245</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2545671008/ec7fc491f3889f6019c383da74fcb965/JAWABAN_REFLEKSI_PERSONAL___ELBOR_MODUL_1_1.docx" />
         <pubDate>2024-06-27 12:32:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039798245</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ina Kusumawati- Kelas 84a.-SDN 1 Mendolo Kidul-Kab.Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039840715</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pendidikan yang berpihak pada murid ,sebelum melakukan pembelajaran kita harus mengetahui potensi yang ada pada murid selanjutnya bisa kita kembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.</p></li><li><p>Kita sebagai pendidik mempunyai tugas untuk menuntun dan mendampingi murid dalam sikap sopan santun, bertoleraansi sesama temaan, hidup gotong royong dan berbai kepada sesama teman . Hal tersebut bisa kita lakukan dengan kegiatan S5 di sekolah, kerja bakti dan piket kelas, tidak pilih-pilih teman dan jumat berkah.</p></li><li><p>Pada dasarnya pendidikan harus mengetahui keadaan dan kemampuan murid karena setian murid mempunya kemampuan yang berbeda. Sedangka kodrat zaman yaitu siswa harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada</p></li><li><p>Reverensi pemikiran KHD bahwa pendidikan berhamba pada murid yaitu bahwa kita sebagai pendidik harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia pada diri mereka</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:29:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039840715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Thoha Abadi SMAN 1 Tanjunganom</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039860867</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan)pemikiran KHD?</p><p>pengalaman saya ketika saya masih ngajar di smk swasta saya pernah memiliki murid yang setiap berangkat dia pasti telat tetapi tidak pernah yang namaya membolos hanya dia pasti datang nya telat. karena kalau malam dia harus bekerja untuk membantu biaya sekolah. ketika waktu itu saya masih menjadi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan saya masih ingat sekali saya salah satu guru yang membela dia untuk tetap naik kelas.</p></li><li><p>Bagaimana perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>proses menuntun ketika ada siswa yang hobi dalam olahraga akan didukung oleh gurunya untuk bisa berpertasi dalam olahraga.</p></li><li><p>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>Karena sangat penting bagi pertumbuhan siswa dalam mengembangkan minat bakat siswa. siswa tidak dituntut untuk pandai dalam semua mata pelajaran.</p></li><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik?</p><p>Ketika ada siswa yang mendapatkan nilai jelek matematika tetapi bagus dinilai kesenian bukan berarti anak tersebut tidak pandai.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 13:58:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039860867</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Endah Sri Sumariyati_SD Negeri 1 Tempuran_Kelas o82 B</title>
         <author>endahsumariyati81</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039863003</link>
         <description><![CDATA[<p>Endah Sri Sumariyati_SD Negeri 1 Tempuran</p><p>Pendidikan harus berpihak pada anak dengan menyenangkan, sesuai dengan kodrat anak dan kodrat zaman sehingga akan mencapai keselamatan dan kebahagiaan mereka sepenuhnya "wellbeing".</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:01:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039863003</guid>
      </item>
      <item>
         <title>EMI DARLENA_SMPN 1 NGLUYU_NGANJUK_082_B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039863411</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang saya lakukan terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu saya membimbing peserta didik sebagai pebelajar untuk lebih mengenal diri &nbsp;terlebih dahulu. Mereka &nbsp;saya arahkan mengenal secara lebih dalam terkait dengan gaya belajar, bakat, minat dengan melakukan kebebasan untuk belajar berdasarkan pengalamannya, sehingga pebelajar dapat berpartisipasi secara aktif, dan berpikir kritis.Contohnya saya pengajar Bahasa Jawa. Saya membimbing pebelajar di sekolah menggunakan Bahasa jawa khususnya Bahasa krama. Pebelajar saya suruh mengamati dan menulis hal hal penting tentang Bahasa yang digunakan sehari hari di rumah mereka. Dengan adanya pengamatam tersebut pebelajar bisa menceritakan kembali pengalamannya dalam menggunakan Bahasa yang digunakan sehari hari.. Setelah itu Pebelajar juga bisa mempelajari pengalaman temannya sehingga mereka bisa berpikir kritis tentang pemahaman penggunaaan Bahasa krama yang baik dan benar.</p></li><li><p>Perwujudan “menuntun” yang saya lakukan dalam konteks social budaya yaitu Membimbing pebelajar agar dalam pembelajaran disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman yang dimiliki setiap pebelajar agar setiap pebelajar mendapatkan potensi yang terbaik. Contohnya yaitu dengan melihat adanya potensi kodrat alam yang ada di daerah saya yaitu tentang adanya pelarangan memakai batik parang rusak. Para pebelajar saya bimbing untuk mengenal lebih dalam budaya yang ada di sekitar mereka. Pebelajar mencari informasi dari orang tua, atau yang dituakan , mencari sumber tertulis dan non tulis agar bisa menyerap tentang budaya mereka. Setelah itu kita bisa membimbing mereka tentang budaya yang ada di &nbsp;lingkungan masrarakat agar bisa melestarikan dan menghormati budaya yang sudah turun temurun sebagai aset budaya nasional.bahkan bisa memperluas diri. Yaitu potensi kodrtr alam yang dimiliki di daerah di publikasikan melalui kodrat zaman berupa kecanggihan IT. Sehingga kodrat alam dan kodrat zaman &nbsp;saling mendukung dalam pengeksploran budaya pelarangan pemakain batik parang rusak di Kecamatan Ngluyu bisa diketahui secara lebih luas.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam Pendidikan di Indonesia. Seorang pebelajar akan lahir dari kodrat alam ⟮potensi, bakat, kemampuan⟯ yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing pebelajar memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik wajib menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan jaman</p></li><li><p>Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang pendidik itu harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan pebelajar sehingga jika tumbuh perasaan tersebut maka tanpa disadari dalam diri pebelajar akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan. Peran saya sebagai seorang pendidik adalah menuntun pebelajar,&nbsp; memberikan teladan atau contoh&nbsp; dengan tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, serta memberikan dorongan dan arahan.agar siswa dapat mengembangkan minat. pembelajaran berpusat terhadap kebebasan untuk belajar berdasarkan pengalamannya sendiri.Pebelajar dapat berpartisipasi secara aktif, dan selalu ditantang untuk berpikir kritis.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:02:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039863411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sulistyowati, SDN 1 Nglaban_Nganjuk</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039864129</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya yaitu membimbing anak-anak belajar dengan memahami karakter masing-masing anak, sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam kontekstual sosial budaya di daerah saya yaitu dapat dilihat dari kegiatan nyadran/bersih desa. Di sana ada kegiatan gotong-royong, berdoa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, dan belajar menghargai dan lainnya.</p></li><li><p>Karena setiap anak membawa kodratnya masing-masing dan guru harus bisa menggali potensi anak melalui pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan setiap hari, kita tanamkan nilai-nilai budaya yang baik, sehingga menjadi anak yang selamat dan bahagia.</p></li><li><p>Sebagai seorang guru kita harus memberikan pelayanan penuh kepada peserta didik, baik waktu dan tenaga di sekolah, sehingga kita bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:03:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039864129</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ari Winarno, SMPN 4 Tegalombo Pacitan

</title>
         <author>ariwinarno71</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039882744</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah ketika dalam satu kelas terdapat banyak siswa yang memiliki perbedaan bakat dan minat. saya dapat mengajar berdasarkan gaya belajar mereka masing-masing. saya juga bekerja sama dengan guru mapel yang lain untuk mengembangkan kemampuan setiap anak sesuai dengan bidangnya tanpa memaksa anak untuk ahli di semua mata pelajaran.</p></li><li><p>di daerah saya, guru sudah menjalankan pemikiran 'menuntun' yaitu menjadi fasilitator sekaligus mentor bagi para siswa untuk mengembangkan bakat minatnya masing-masing sesuai kodrat Zaman dan kodrat alam.</p></li><li><p>karena secara geografis Indonesia terdiri dari banyak pulau dengan keberagamannya. satu daerah tidak dapat disamaratakan dengan daerah lain. </p></li><li><p>peran saya sebagai pendidik ialah menuntun anak agar berkembang sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya. setiap anak akan tumbuh dan berkembang sesuai bakat minatnya. sebagai pendidik saya harus penjadi panutan dalam mengembangkan potensinya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:31:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039882744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Wuryaningsih, SD Negeri 1 Bogoharjo, Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039892835</link>
         <description><![CDATA[<p> Pengalaman proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran ki hajar dewantara yaitu saya selalu berusaha membimbing , memberikan arahan, dan memberikan dorongan di dalam proses belajar anak sesuai dengan bakat &amp; minatnya.</p><p>Di dalam konteks sosial budaya di daerah saya, kata menuntun dalam pendidikan anak diartikan sebagai upaya untuk menggali dan memahami nilai - nilai lokal adat istiadat, dan tradisi yang ada di masyarakat. Pendidikan murid perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Relevansi pemikiran ki hajar dewantara yaitu "Pendidikan yang berhamba pada anak" dengan peran saya sebagai pendidik maka pendidikan tidak hanya berfokus pada mentransfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter pada anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 14:43:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039892835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sisilia_FasilitatorA11_86</title>
         <author>sisiliawidayanti72_1</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039914262</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait pemikiran KHD adalah menuntun anak dalam merdeka belajar sesuai denga bakat dan minatnya. Salah satunya adalah dengan pembelajaran berdiferensiasi.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun alam konteks sosial budaya dilakukan melalui kegiatan pembiasaan atauprogram di sekolah yang tidak hanya mengajar dalam bidang akademis tapi juga mendidik terkait budi pekerti</p></li><li><p>Dalam pendidikan dan pengajaran ntetap harus memperhatikan kodrat alam dan zaman, sehingga anak didik siap merdeka baik sebagai individu dan anggota masyarakat pada zamannya dengantetap memperhatikan budaya asal dimana meeka tinggal</p></li><li><p>Relevansinya dengan tugas saya adalah ikhlas dalam menuntun anak, dengan menghormati anak sebagai subjek </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 15:14:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039914262</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SRI HARTATIK.S.Pd .SDN 1 BALEHARJO .KAB.PACITAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039941834</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Pembelajaran yang menuntun murid sesuai kodrat alam dan kodrat zaman.Dan bertujuan untuk menuntun anak agar mencapai keselamatan,kebahagiaan,yang setingi tingginya  dan untuk sosial budaya harus dengan keteladanan guru dalam proses pembelajaran baik sikap.karakter.perilaku dan anak pasti belajar dari yang pernah dilihat dan dirasakan.</p><p>2.Karena anak lahir  sudah membawa kodratnya masing masing dan sesuai bakat atau potensinya dalam diri anak dan ditambah pendidikan yg ada di keluarga.Keterampilan yang relevan untuk berkembang,sehingga pendidikan mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya.</p><p>3.Selalu membimbing anak baik secara budi maupun pekerti yang terlihat pada nilai nilai pada perkembangan anak terutama disekolah.Perkembangan selalu memperhatikan aspek sosial,emosional, dan spiritual anak.Dan selalu dapat menghantarkan anak anak untuk mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan untuk mencapai masa depannya.</p><p>4.Yang terlihat pada KHD selalu menghamba  pada anak,dan berpusat pada anak.Selalu menjadi motivasi untuk anak,pembimbing,menuntun anak dan mengembangkan potensi serta karakter yang dimiliki siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 15:56:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039941834</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Niken Febriana Kusuma Wardani, SDN 2 Ketro, Kabupaten Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039975755</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan Reflektif:</strong></p><p><strong>1.	Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</strong></p><p><br/></p><p>Saat mengajar di kelas, ketika siswa saya selesai mengerjakan tugasnya dan nantinya masih akan melanjutkan materi yang lain, saya biasanya memberikan kepada mereka jeda waktu untuk bermain atau bersenda gurau bersama teman-temannya. Bahkan saya mengizinkan siswa saya untuk makan, jika pada saat itu memang mereka belum sempat sarapan dan merasa lapar, tentunya dengan kesepakatan yang kita sepakati bersama. Kegiatan semacam ini bisa menjadi pro dan kontra jika dilaksanakan di sekolah yang lain. Hal ini saya lakukan dalam artian mencoba memahami kebutuhan biologis mereka. Bahwa anak-anak berangkat dari rumah ke sekolah dalam keadaan yang berbeda-beda. Anak usia sekolah dasar membutuhkan lebih banyak waktu untuk bermain  dan bergerak dibandingkan dengan kita selaku orang dewasa. Ada anak yang saat sebelum berangkat ke sekolah tidak sempat sarapan dan dibawakan bekal. Memberikan waktu bermain dan bergerak bagi mereka berarti memahami keadaan biologis mereka yang kita kenal dengan mempertimbangkan kodrat alam anak. Dengan begini kebutuhan anak akan terpenuhi dan mereka merasa dihargai di mana pun  berada (merdeka).</p><p><br/></p><p><strong>2.	Bagaimana perwujudan “menuntun” yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p><p><br/></p><p>Dalam konteks sosial budaya di daerah saya, yaitu Kabupaten Pacitan, perwujudan menuntun yang saya lihat adalah sebagai berikut:</p><p>a.	Menuntun peserta didik untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan daerah, seperti bahasa Jawa, kesenian tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak peserta didik untuk belajar bahasa Jawa, mengikuti adat istiadat seperti selamatan, slametan, bersih desa, dll., dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, rukun, hormat-menghormati, dll.</p><p>b.	Menuntun peserta didik untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, seperti kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan fasilitas dan akses yang memadai untuk peserta didik dalam menggunakan teknologi, informasi, dan komunikasi, seperti komputer, internet, media sosial, dll. Selain itu, juga memberikan bimbingan dan pengawasan yang ketat agar peserta didik dapat menggunakan teknologi, informasi, dan komunikasi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.</p><p><br/></p><p><strong>3.	Mengapa Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p><p><br/></p><p>Mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dalam pendidikan anak adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya relevan dan adaptif, tetapi juga holistik dan berkelanjutan. Dengan memahami dan mengintegrasikan kebutuhan biologis, psikologis, serta tuntutan era digital dan globalisasi, kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang mempersiapkan anak-anak untuk masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing. Melalui pendekatan ini, kita tidak hanya mendidik anak-anak untuk menjadi pintar secara akademis, tetapi juga menjadi individu yang sehat, empatik, dan siap menghadapi tantangan dunia modern. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi anak-anak, masyarakat, dan dunia pada umumnya.</p><p><br/></p><p><strong>4.	Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</strong></p><p><br/></p><p>Pendidikan yang berhamba pada anak adalah Pendidikan yang berpusat pada peserta didik. <strong><em>Dimana siswa disini berperan sebagai subjek bukan objek</em></strong><em>.</em> Pendidik harus bisa memberikan mereka kesempatan dan fasilitas untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Pendidik harus bisa memberi teladan dengan cara memberikan contoh tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik yang siap berdaya saing untuk menatap masa depan yang lebih cerah.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2553417258/99feb6e7a98cfb952955abb21cb4ef0c/khd.jpeg" />
         <pubDate>2024-06-27 17:04:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3039975755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NANIK ISMIATUN _082B</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040071859</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah Anak diberikan kemerdekaan Untuk belajar sesuai engan kodrat alam dan kodrat zaman, guru hanya menuntun dan mengarahkan anak tersebut ke arah yang lebih baik lagi sehingga anak tersebut dapat menjadi pribadi yang sukses baik menjadi individu maupun hidup dalam bermasyarakat.</p></li><li><p>Perwujudan Menuntun dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah anak di berikan pengetahuan tentang beragam adat istiadat yang ada di lingkungan sekitar untuk terus dilestarikan dan mengambil nilai-nilai luhur sesuai dengan Pengajaran KHD untuk dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.</p></li><li><p>Karena kodrat alam dan kodrat zaman adalah  dua bagian yang tidak dapat terpisahkan dan saling berhubungan untuk terus memacu peserta didik dapat berkembang sesuai dengan kodrat alamnya dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dimasa depan.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD Pada pendidikan yang menghamba pada anak memiliki peran yang sangat besar .Menghamba pada anak berarti menempatkan kebutuhan minat dan potensi yang dimiliki kemudian memberikan motivasi anak tersebut untuk dapat mencapai potensi yang dimiliki agar mereka dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-27 21:21:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040071859</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Masrofah TK Tunas Muda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040187698</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Siti Masrofah, S.Pd.AUD_TK Tunas Muda_Pacitan_085A</strong></p><p>1.Menurut Ki Hajar Dewantara, Dalam memberikan pendidikan ke anak tidak boleh ada paksaan, tekanan maupun ancaman. Hal ini dapat memberikan dampak buruk bagi jiwa si anak. Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah upaya konkret untuk memerdekakan manusia secara utuhdan penuh. Pendidikan adalah salah satu pintumasuk untuk mewujudkan manusia yang merdeka. Pengalaman saya berkaitan dengan pemikiran KHD, saya pernah memberikan paksaan agar siswa saya mau mengerjakan tugas belajarnya tepat waktu. Akhirnya siswa saya menjadi takut untuk belajar dan bertemu dengan saya dan beberapa hari tidak masuk sekolah.&nbsp; Namun setelah saya mendapatkan pengetahuan tentang pemikiran KHD,&nbsp; saya berusaha untuk merubah cara saya untuk memberikan semangat dan dorongan kepada siswa untuk giat mengerjakan tugas belajar tepat waktu.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>2. Menurut saya perwujudan “menuntun” yang saya lihat dalam konteks social budaya di daerah saya sebagai berikut: Lingkungan yang multicultural. Sikap saling menghargai dan menghormati. Keuletan menjalankan ibadahnya. Semangat gotong royong. Kebiasaan adat istiadat yang menjadi sebuah kebiasaan<strong>.<br><br></strong></p><p>3<strong>. </strong>Pendidikan Indonesia jelas sangat perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat Zaman karena pada dasarnya anak – anak dengan segala keragaman dan keunikan tiap individunya membuat proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pun berbeda. Belum lagi keberagaman kondisi wilayah alam serta seluruh energinya yang jelas berbeda dengan daerah lainnya. Masing – masing individu dan daerah memiliki kekhasannya tersendiri. Daerah tersebut yang menjadi lingkungan tempat tinggal bagi anak tentu akan menghasilkan suatu fokus pembelajaran yang berbeda. KHD mengibaratkan seperti sama – sama benih jagung namun dengan kualitas yang berbeda. Peran petani tentu sangat penting untuk memilah antar satu dengan tanaman lainnya yang membutuhkan perawatan dan perhatian khusus.&nbsp;Proses Pendidikan yang mempertimbangkan keadaan alam dan sesuai dengan perkembangan zaman akan menghasilkan berbagai bentuk kebudayaan yang sesuai dengan dirinya dan masyarakat di sekitarnya.</p><p>&nbsp;</p><p>4.<strong> </strong>Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai seorang pendidik yaitu saya sebagai seorang pendidik harus mampu membangun proses pembelajaran yang berpusat pada murid. Mulai dari Ketika merencanakan,pelaksanaan dan penilaian itu berpusat pada murid. Sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan metode dan strategi yang berpusat pada murid.Sikap menghargai murid sebagai individu yang sudah mempunyai bekal pengetahuan dan perasaan.&nbsp;<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 00:45:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040187698</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040253275</link>
         <description><![CDATA[<p>ARI WIDODO, SMK NURUDH DHOLAM </p><ol><li><p>Pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lakukandalam  konteks sosial budaya yaitu.</p><ol><li><p><strong>&nbsp;</strong>Bimbingan Menuju Kebaikan</p><p>Di daerah saya,&nbsp;menuntun&nbsp;diartikan sebagai upaya membimbing seseorang menuju perilaku yang baik dan positif.</p><p>menuntun&nbsp;berperan penting dalam membantu masyarakat memahami norma dan aturan yang berlaku.</p></li><li><p>Pendidikan berkarakter Menuntun&nbsp;juga terkait erat dengan pendidikan karakter, mental, dan moral. Ini mencakup keteladanan, memberi contoh yang baik, dan mengajarkan nilai-nilai seperti sopan santun, menghargai sesama, dan mengikuti aturan.</p></li><li><p>Menghormati Nilai-Nilai Budaya:&nbsp;</p><p>Menuntun&nbsp;juga berarti memastikan masyarakat tidak melanggar norma yang telah ada secara turun-temurun. Ini membantu memperkuat dan melestarikan nilai-nilai budaya yang kaya di daerah kami.</p></li></ol></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidik adalah penuntun kodrat alam yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir yaitu bakat/talenta dan keadaan di mana siswa itu dilahirkan. Siswa berhak menerima pendidikan sesuai dengan lingkunga alam tempat tinggal di mana ia dlahirkan dan dibesarkan. Kodrat zaman<strong> </strong>perlu dipertimbangkan juga karena pendidik adalah penuntun agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang zaman yang juga<strong>.</strong></p></li><li><p>Relavansi Pendidikan Ki Hajar Dewantara</p><p><em>yang berhamba pada anak</em>” dengan peran saya sebagai pendidik?</p><ol><li><p>Fokus pada Kebutuhan dan Minat Anak: Pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.</p></li><li><p>Peran sebagai Fasilitator dan Pembimbing: Sebagai pendidik, saya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Saya harus menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.akurat.co/tag/pembelajaran">pembelajaran</a>.</p></li></ol><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 01:37:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040253275</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dyah Ayu M_CGP Kabupaten Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040260075</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait pembelajaran yang mencerminkan KHD adalah pembelajaran yang berhamba pada peserta didik, sebagai contoh saya akan memberikan tugas pada peserta didik dengan memperhatikan minat belajaranya</p></li><li><p>Perwujudan "menuntun" disini adalah menuntun peserta didik untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan daerah yang sudah ada</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena jika dilihat dari kodrat zaman pendidikan saat ini menekankan pada anak untuk memenuhi ketrampilan abad 21 sedangkan kodrat pada alam maka konteks sosial budaya harus disesuaikan dengan peserta didik yang di Indonesia khususnya didaerah masing-masing</p></li><li><p>sebagai pendidik saya memandang relevansi pemikiran KHD yaitu pendidikan yang berhamba pada anak'</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 01:44:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040260075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arie Teguh Wibhowo, SD Negeri 2 Ploso Kec. Punung </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040312943</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah tentang kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan pada Pendidikan karakter pada anak didik. Yang dilaksanakan melalui pembiasaan dan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat anak.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun sesuai konteks sosial budaya di daerah adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota Masyarakat. Anak-anak itu sebagai makhluk, manusia, dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. Kita kaum pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatankekuatan itu, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya itu. Sosio culture yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran antara lain kegiatan sambatan, ceprotan, rontek, juga kegiatan lain yang meningkatkan Pendidikan anak. Utamanya pada Pendidikan karakter.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”. Pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Pendidikan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia. Kekuatan sosial budaya Indonesia yang beragam dapat menjadi kekuatan kodrat alam dan zaman dalam mendidik (menuntun kekuatan kodrat anak).</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus berhamba pada anak juga memiliki makna yang lebih luas. Seorang guru harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka. pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Sebagai pendidik, saya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Saya harus menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses pembelajaran. Pendidikan yang dilaksanakan mengarahkan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 02:24:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040312943</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lissafati Rohmah TK Mardi Putra Kabupaten Pacitan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040529852</link>
         <description><![CDATA[<p>Pengalaman menjadi pendidik yang sesuai dengan pemikiran KHD yaitu selalu menuntun anak dalam arti mendidik, mengarahkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan murid dengan cara melakukan kegiatan pembelajaran yang menarik, memberikan kesempatan anak untuk berkolaborasi.</p><p>Saya sebagai guru harus berusaha menjadi tauladan bagi anak didik dengan cara bersikap sabar, ramah, saling menghargai.</p><p>Kegiatan pembelajaran tidak hanya saya lakukan didalam kelas namum bisa kelingkungan sekitar sekolah agar anak lebih senang dan bebas dalam berekplorasi dan saya memberikan kesempatan kepada anak didik dalam belajar dan bermain yang terarah.</p><p>Disetiap anak tentunya banyak sekali atau bermacam karakter upaya yang selama ini saya lakukan adalah selalu berkomunikasi dengan orang tua, serta selalu sering dengan rekan guru dan KS. </p><p>Tentunya sebagai pendidik tidaklah mudah namun saya harus selalu berusaha untuk lebih baik lagi dengan cara belajar dan terus belajar dan harus punya rasa cinta dan kasih pada anak didik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 05:43:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040529852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUNG YULI HARDHINATA (CGP ANGKATAN 11 KABUPATEN PACITAN KELAS 87-A)</title>
         <author>agunghardhinata57</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040578458</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p><strong>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?&nbsp;</strong></p></li></ol><p>Dengan memahami pemikiran KHD, saya dapat mengarahkan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p><strong>Bagaimana perwujudan “menuntun” yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p></li></ol><p>Menuntun peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, seperti bakat, minat, kemampuan, dan kreativitas dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengeksplorasi dan mengekspresikan potensi diri mereka, seperti melalui kegiatan ekstrakurikuler, lomba-lomba, proyek-proyek. Selain itu, juga memberikan dorongan dan motivasi positif agar peserta didik dapat berinovasi sesuai dengan potensinya masing-masing.</p><ol start="3"><li><p><strong>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?&nbsp;</strong></p></li></ol><p>Kodrat alam berhubungan dengan karakter dari anak itu sendiri, misalnya sifat bertanggung jawab, rajin, jujur, malas dan lain sebagainya. Sehingga pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dari seorang anak, pendidikan tidak bisa memaksakan menghapus kodrat alam anak. Pendidikan bertujuan untuk memoles kodrat alam menjadi hal-hal yang positif dan lebih baik.</p><p>Kodrat zaman dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Pendidikan harus memperhatikan kodrat zaman, karena keterampilan yang harus dikuasai juga terus berkembang, sehingga pendidikan harus mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut.</p><p><br/></p><ol start="4"><li><p><strong>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</strong></p></li></ol><p>Fokus pada Kebutuhan dan Minat Anak: Pemikiran KHD menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Ini berarti memahami kebutuhan dan minat anak, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.&nbsp;</p><p>Peran sebagai Fasilitator dan Pembimbing: Sebagai pendidik, saya tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Saya harus menghormati anak sebagai subjek yang aktif dalam proses belajar.&nbsp;</p><p>Menghormati dan Memuliakan Anak: Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan harus berhamba pada anak juga memiliki makna yang lebih luas. Sebagai guru, saya harus memiliki rasa hormat dan memuliakan anak, sehingga tumbuh perasaan senang dan bahagia dalam diri mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 06:45:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040578458</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ASAIFUL MILLAH,S.Pd CGP JATENG SDN CILONGKRANG 03 KEC WANAREJA KAB CILACAP </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040714870</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan mencermian⟮mencerminkan⟯ pemikiran Ki Hadjar Dewantara ⟮KHD⟯?</p></li></ol><p><em>Pengalaman proses pembelajaran terkait pemikiran Ki Hadjar Dewantara yakni menjadi contoh yang baik di depan peserta didik, berperilaku yang santun, berbicara yang sopan dan mengajarkan etika senyum, salam dan sapa kepada peserta didik kita di sekolah.</em></p><ol start="2"><li><p>Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p></li></ol><p><em>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah adanya pendampingan kepada anak-anak ketika akan ke sekolah atau keluar rumah diajarkan untuk selalu berpamitan dengan orang tua serta mencium tangan kedua orang tua.</em></p><ol start="3"><li><p>Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p></li></ol><p><em>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman harus diseimbangkan karena tiap anak ketika telah lahir membawa kodrat nya masing-masing namun dalam menyelenggarakan pendidikannya menjadi manusia yang utuh dan bisa bergabung ke dalam masyarakat disesuaikan dengan kodrat zaman, karena hal ini didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang.</em></p><ol start="4"><li><p>Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba ⟮berpihak⟯ pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?</p></li></ol><p><em>Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Berikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya.</em></p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:17:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040714870</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ronit CGP A11 JATENG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040715599</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengalaman saya berhamba pada anak: pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya. ketika memberikan aksi nyata suatu tugas dalam mapel saya kini membebaskan anak untuk melakukannya dalam bentuk gambar, cerita atau edit video.&nbsp;Selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar.</p><p>2. Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong anak memiliki sikap HASTHALAKU dan mencintai budayanya. HASTALAKHU meliputi gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak (ramah), lembah manah (rendah hati), ewuh pakewuh (saling menghormati), pangerten (saling menghargai), andhap ashor (berbudi luhur), dan tepa selira (tenggang rasa).</p><p>Budaya khas Cilacap misalnya kerigan, rewang, sedekah bumi dll.</p><p>Perwujudan konkret HASTHALAKU misalnya dengan membiasakan 5S, kegiatan piket kelas bersama, pembiasaan karakter HASTHALAKU bergantian setiap minggunya,</p><p>Perwujudan konkret mencintai budaya khas Cilacap misalnya dengan menonton video, melihat pertunjukkan, menjadi peserta kebudayaan baik itu kerigan, sinoman, karnaval budaya.</p><p>3. Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan konvergensi (saling mempengaruhi). Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.</p><p>4. Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik.</p><p>Secara lebih rinci ini berarti:</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Memandang anak dengan hormat</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa, karsa, dan olah raga</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:18:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040715599</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika Wahyuningsih, CGP Jateng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040716528</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah PBL (Projrect Based Learning), karena dalam proses pengerjaan project tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan gaya belajar siswa sesuai dengan kodrat anak</p></li><li><p>Perwujudan "menuntun" yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara dapat terlihat melalui beberapa praktik yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan menghormati kearifan budaya setempat. Mengintegrasikan kebudayaan lokal dalam proses pembelajaran adalah salah satu cara untuk menuntun siswa. Misalnya, penggunaan cerita rakyat, permainan tradisional, dan seni lokal dalam kurikulum dapat membantu siswa mengenal dan menghargai warisan budaya mereka. Guru berperan sebagai penuntun yang membantu siswa memahami nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal.</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena keduanya berperan penting dalam membentuk sistem pendidikan yang relevan, kontekstual, dan adaptif terhadap perubahan. Dengan mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih kontekstual, adaptif, dan relevan, membantu siswa untuk tumbuh menjadi individu yang tidak hanya terampil dan berpengetahuan, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan</p></li><li><p>Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang pendidikan yang berhamba pada anak memiliki relevansi yang mendalam dalam peran Anda sebagai pendidik. Prinsip ini menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada siswa, menghormati keunikan setiap anak, dan membantu mereka berkembang sesuai dengan potensi dan minat mereka.Dengan menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam peran Anda sebagai pendidik, Anda membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan siswa, mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:19:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040716528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wendi jbs 05</title>
         <author>wendinugraha00</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040716693</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam konteks sosial budaya di daerah saya, menuntun dapat dilihat sebagai bentuk bimbingan dan pengarahan yang menghargai kearifan lokal serta memperhatikan nilai-nilai budaya yang ada. Menuntun tidak hanya berfokus pada aspek akademis tetapi juga pada pembentukan karakter, moral, dan etika yang sejalan dengan norma dan tradisi masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:20:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040716693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>wargiyanti SMA N 2 Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717048</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong anak memiliki sikap HASTHALAKU dan mencintai budayanya. HASTALAKHU meliputi gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak (ramah), lembah manah (rendah hati), ewuh pakewuh (saling menghormati), pangerten (saling menghargai), andhap ashor (berbudi luhur), dan tepa selira (tenggang rasa).</p><p>Membimbing murid dengan menggunakan pembelajaran berbasis TIKsesuai dengan kodrat zamannya</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan konvergensi (saling mempengaruhi). Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan sebaik-baiknya pada peserta didik.</p><p>Secara lebih rinci ini berarti:</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menomor satukan murid dalam setiap keputusan pembelajaran yang dibuat</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Memandang anak dengan hormat</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Memberikan pendidikan yang seimbang antara olah cipta, rasa, karsa, dan olah raga</p><p>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tidak memaksakan kehendak, namun melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak</p><p>4. Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara: Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sosial budaya setempat. Tujuannya untuk mencerdaskan generasi penerus dan mengangkat martabat bangsa. Kemajuan teknologi dapat dijadikan sarana memperluas wawasan. Pengembangan sosial budaya harus sejalan dengan nilai-nilai sosial budaya setempat sebagai penguat dinamika pendidikan nasional Indonesaia. Maka jika pendidikan sesuai dengan sosial budaya setempat, peran guru akan diutamakan dalam membimbing dan menuntun siswa untuk mengembang potensi dan karakter yang mereka miliki. Sehingga sekolah bukan hanya tempat belajar tetapi benar-benar manjadi rumah kedua bagi siswa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:20:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arif Nularifin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717618</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan adalah suatu proses menuntun anak tanpa merubah kodrat manusia yang sudah ia miliki, tetpi tugas pendidik adalah menuntun budi pekerti yang dimiliki oleh siswa bisa berkembang dan tumbuh ke arah yang positif.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:21:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717618</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NURHASANAH CGP ANGKATAN 11 CILACAP, SDN BULAKSARI 06 BANTARSARI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717695</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554383980/d2b4cf1e9dddc1040b0ccc1e375aa81f/1refleksi_demonstrasi.doc" />
         <pubDate>2024-06-28 10:21:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ika Yufiana Cilacap</title>
         <author>ikayufiana59_</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717835</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan adalah suatu proses yg memerdekaan anak bukan memaksa kehendak anak. Guru adalah role modelnya dimana guru menjadi fasilitator bagi siswanya yang diharapkan akan bisa bertumbuh budi pekertinya dan mencapai keselamatan serta kebagahiaan setinggi tingginya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:21:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040717835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Puspa Arum SM SDN Sidanegara 05 Cilacap Tengah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040719735</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melakukan, pembelajaran yang merdeka yang memberikan kebebasan siswa untuk belajar dan memperkuat karakter anak seperti pada pembelajaran dengan PBL project based learning dan kontekstual learing</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalamkonteks sosial budaya didaerah saya yaitu mendedeikasikan waktu pikiran tenaga pada anak, dan harus ikhlas dan berpihak pada anak</p><p>Menuntun dengan sabar perta didik agar bisa memahami dirinya dan berkembang sesuai keunikan dan kemampuan yang mereka miliki. Perwujudan konkritnya yaitu dengan melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menuntun murid agar mencapai tujuannya.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pada dasarnya anak itu sudah diberikan kodratnya masing-masing oleh Tuhan YME. Setip anak sudah membawa sifat dan karakternya masing-masing, sebagai pendidik kita tidak dapat menghapus sifat dasar tersebut.Kita hanya bisa menuntun mereka untuk dapat mempertebal sifat-sifatnya untuk menjadi anak yang berahlak mulia. Hal ini dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.</p></li><li><p>Relevansi berhamba</p><p>Sebagai pendidik harus mempunyai komitmen yang kuat untuk memberikan pelayanan kepada peserta didik dengan&nbsp;menghargai menghormati anak, melayani anak dengan baik menganggap sbg manusia yg punya kodrat yg diberikan oleh Tuhan, tanpa harus berpikir terpaksa.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:24:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040719735</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sasi Laela dari SDN Bajing Kulon 04 Kroya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040721887</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Menuntun dimana seorang pendidik harus menjadi teladan atau contoh yg baik bagi peserta didik, sebagai pendidik harus selalu membersamai anak dan selalu mendorong anak agar selalu maju dan berkembang.</p></li><li><p>Suatu usaha membawa seseorang kepada suatu hal yang lebib baik, Adapula yang mengartikan bahwa menuntun dalam sosial dimaknai sebagai peran orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak.</p></li><li><p>Guru menjadi orang terdepan yang akan membentuk dan merawat calon-calon generasi penerus bangsa. Guru menjadi orang terdepan yang akan membangun kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Jika guru dan sistem pendidikannya bagus maka sumber daya manusia yang dihasilkan juga akan berkualitas. Salah satu sistem pendidikan yang baik adalah sistem pendidikan yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Berikut adalah alasan pendidikan anak harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.</p></li><li><p>Dengan memahami pemikiran KHD, saya dapat mengarahkan pendidikan dengan lebih bijaksana, memperhatikan kebutuhan dan potensi anak, serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:28:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040721887</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irma Arum Mawarni _ SDN Ketanggung Sampang</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040724385</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Pengalaman saya terkait pemikiran KHD yang saya terapkan di sekolah yaitu pembelajaran berpusat pada murid. Jadi kami sebagai guru memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk meningkatkan potensinya masing-masing. Ada yang ketika pembelajaran Seni musik anak senang dan terlihat menguasai materi, ada anak yang terlihat bakatnya di bidang sains dengan praktikum-praktikum IPAS, ada juga yang suka di pelajaran bahasa jawa, dan lain sebagainya. Jadi kami para guru mendukung setiap kemampuan anak tanpa membatasi potensi tersebut.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun menurut saya adalah sebagai guru perlu melakukan arahan dorongan agar murid yang mempunyai kodrat alam sebagai mana mestinya dapat diarahkan menjadi seorang anak yang berguna bagi dirinya maupun di lingkungan masyarakat. Sebagai contoh, guru memberikan materi untuk menjadi konsumen, murid berbelanja di warung atau toko di lingkungan sekolah,guru pertama memberikan contoh bagaimana cara bertransaksi dan komunikasi dengan penjual, kemudian murid mempraktikkannya, hal itu akan membuat murid mempunyai sifat sopan santun terhadap penjual dan dapat menggunakan uang yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhannya.</p></li><li><p>Menurut saya mengapa pendidikan perlu memandang kodrat alam dan kodrat zaman ialah, setiap anak atau murid itu unik dan semua mempunyai potensi yang tidak sama, oleh karena itu sebagai guru perlu kita tuntun anak tersebut agar mampu meningkatkan potensinya sesuai dengan perkembangan zaman</p></li><li><p>Relevansi pendidikan berpihak pada anak yaitu setiap anak membutuhkan peran dari orang di sekitarnya atau pun lingkungan. Tidak terkecuali guru, yang merupakan orang tua di sekolah, guru memiliki peran untuk memberikan suasana yang nyaman kepada murid, memberikan arahan dan dukungan sehingga anak atau murid bersemangat jika didampingi oleh guru.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:32:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040724385</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wihdatunnisa guru SD Negeri 02 Gendowang kecamatan Moga Kabupaten Pemalang</title>
         <author>wihdatunnisa84</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040724444</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara : Menurut KHD, ?</strong></p><p>pengajaran merupakan proses pemberian ilmu untuk kecakapan anak hidup anak baik lahir maupun batin atau dengan kata lain transfer knowledge. Sedangkan Pendidikan memiliki arti yang luas yaitu memberikan tuntunan terhadap segala kodrat yang dimiliki anak (bisa berupa potensi pada anak) untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang berkualitas baik sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu pengajaran dan Pendidikan harus seiring dan sejalan. Untuk menuntun siswa bisa mengembangkan kodratnya dalam pembelajaran maka guru harus menctiptakan lingkungan belajar yang baik/kondusif. Guru membuat skenario pembelajaran yang terpusat pada siswa. Dalam hal ini saya mengajak siswa membuat projek, saya hanya memberikan tema projek dan informasi petunjuk, kemudian siswa berdiskusi secara kelompok menyelesaikan projeknya kemudian mereka mempresentasikan hasil projeknya. Projek mereka berbeda-beda judul tapi dengan satu tema misalnya membuat produk bioteknologi konvensional. Dari projek ini siswa dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan literasi informasi.<br><br>&nbsp;<br><br>2.&nbsp; &nbsp;&nbsp; &nbsp;<strong>Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p><p>&nbsp;Mengajak siswa untuk belajar peduli terhadap lingkungan sekitar. Tingkat pencemaran yang cukup tinggi di Kota Tangerang Selatan. Sampah rumah rumah tangga, polusi udara, sungai yang sudah tercemar dengan limbah domestik merupakan salah satu masalah yang dihadapi di Kota Tangsel. Kita mulai dari lingkungan sekolah sendiri untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, menyediakan kantin sehat agar siswa memahami pentingnya peduli terhadap lingkungan. Mensosialisasikan urban farming kepada siswa karena Kota Tangsel merupakan kota urban dengan lahan pertanian yang semakin sempit. Membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan santun) sebagai perwujudan karakter sosial, dan membiasakan berdoa, sholat dhuha, sholat 5 waktu tepat waktu, kultum, adzan (kususs siswa laki-laki), melakukan sunnah jumat dan program keputrian sebagai perwujudan sikap spiritual.&nbsp; &nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;3<strong>.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p><p>Kodrat alam adalah kodrat yang berhubungan dengan kondisi lingkungan siswa berada, lingkungan pembelajaran setiap siswa berbeda dengan latar belakang keluarga yang heterogen. Oleh karena itu Pendidikan harus melihat kodrat alam siswa supaya bisa<br><br>menuntun semua kodrat yang ada pada siswa. Sedangkan kodrat zaman berhubungan dengan isi materi pembelajaran yang terus mengikuti kubutuhan zaman, seperti sekarang siswa dipesiapkan untuk menghadapi Revolusi 4.0. Konten/isi pembelajaran dan pola berpikir siswa haru dinamis supaya terbentuk pribadi yang cerdas, religious dan modern. &nbsp;</p><p>4<strong>.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” Dengan peran saya sebagai pendidik?</strong></p><p>&nbsp;Pendidik bertugas melayani anak, menuntun anak menggali potensi diri dan tidak memaksakan kehenda kepada anak seta memberikan kemerdekaan belajar kepada anak, Guru sebagai fasilitator bagi anak supaya mereka bisa belajar dengan baik.<br><br><br> </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2099811975/def2b67c2ce42f6074c133b6bee20286/photo.jpeg" />
         <pubDate>2024-06-28 10:32:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040724444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Widyaningrum Dwi Nastiti_CGP Jateng-Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040725046</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak. Melakukan tes diagnostik untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan anak sebelum mengajar.</p></li><li><p>Perwujudan ''menuntun'' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong anak agar memiliki sikap yang baik.</p></li><li><p>Kodrat alam dan zaman menjadi bagian tak terpisahkan oleh peserta didik.Seorang anak lahir dengan kodrat alam yang berbeda-beda. mereka tumbuh dan berproses pada zamannya.</p></li><li><p>Sebagai pendidik saya memandang relevansi KHD ''Pendidikan yang berhamba pada anak'' sebagai komitmen yang kuat untuk memberikan layanan yang sebaik-baiknya pada peserta didik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:33:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040725046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka Nurma Apriyanto_smpn 2 karangpucung</title>
         <author>ekaapriyanto91</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040725953</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</strong></p><p>Jawaban : Siswa diberikan kebebasan dalam mengembangkan minat dan bakatnya,tugas kita menuntun,memperkuat dan menebalkan minat mereka yang masih samar-samar.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Bagaimana perwujudan 'menuntun' yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</strong></p><p>Jawaban : Melakukan pembiasaan di sekolah dengan kegiatan yang bersifat menguatkan karakter mulia. Melatih anak untuk bergotong rotong misalnya dalam kegiatan piket kelas maupun dalam proses kebersihan lingkungan sekolah</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</strong></p><p>Jawaban : Karena setiap anak memiliki kodrat masing-masing dan guru harus menggali potensi anak sesuai minat dan bakatnya. Guru harus kreatif dalam menggali potensi anak,misalnya bisa berkolaborasi dengan orang tua ataupun guru mapel olah raga misalnya,siapa yang kayang ada bakat di main bola,di tenis di basket dll nanti kita arahkan untuk ikut extra di bakatnya tersebut sehingga kita bisa tahu apa yang disukai dan menjadi minat dan bakatnya anak.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4. Apa relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak" dalam peran saya sebagai&nbsp;pendidik?</strong></p><p>Jawaban : Memberikan layanan kepada murid secara totalitas bukan formalitas. Tidak memaksanakan kehendak kepada murid namun guru harus memberikan kebebasan sesuai kebutuhan minat dan bakat peserta didik.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544479631/90da4235494abc67b962935e3b977c6e/drama_kelas_7D.jpg" />
         <pubDate>2024-06-28 10:35:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040725953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>amik rosasi, smkn 1 binangun, cilacap</title>
         <author>amikrosasi77</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040726497</link>
         <description><![CDATA[<p>pendidikan yang "menuntun" adalah membersamai murid untuk selalu mengikuti perkembangannya dan menemukan potensi dalam berproses menuju ke arah yang lebih baik karena setiap anak sudah membawa kodrat alam yang ada pada dirinya sejak lahir. sebagai pendidik kita bisa menjadi contoh atau role model yang bisa di anut (menjadi panutan), bisa memberi semangat dan motivasi yang dibutuhkan murid, dan bisa mendorong murid untuk terus mengembangkan dirinya menjadi pembelajar sepanjang hayat serta menjadi sumber kekuatan untuk memantapkan dan menebalkan laku murid sehingga murid dapat mencapai selamat dan bahagia. guru harus luwes dan terbuka menyadari bahwa saat ini kita sedang berada pada zaman yang bukan masa kita kecil dulu akan tetapi kita harus bisa menselaraskan diri mengikuti perkembangan murid seperti zaman ini untuk menemani mereka menghadapi tantangan masa depan, lingkungan belajar kondusif untuk perkembangan emosional, sosial, dan intelektual siswa. Memberikan siswa kebebasan untuk bereksplorasi dan belajar sesuai dengan ritme mereka, namun tetap dalam bimbingan yang tepat. Menciptakan suasana kelas di mana siswa merasa dihargai, didengarkan, dan bebas menyatakan pendapat mereka</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:36:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040726497</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040727789</link>
         <description><![CDATA[<p>Rena Kristyaswati_SMP N 5 CILACAP(CGP A.11 kAB.CILACAP )</p><ol><li><p>Proses Pembelajaran yang mereflesikan Pemikiran KHD sesuai dengan pengalaman saya yaitu pembelajaran yang berpusat pada anak, memberikan kebebasan ruang kolaborasi untuk anak karena anak merupakan individu yang unik.</p></li><li><p>Proses menuntun dalam kontek sosial budaya artinya memberikan panduan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman</p></li><li><p>Dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama.Artinya bahwa setiap anak sudah membawa dasar tadi sehingga sebagai guru kita tinggal membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar bisa hidup dan berkarya sesuai zamannya.</p></li><li><p>Relevansi Pemikiran KHD bahwa pendidikan berpihak pada anak.Kita sebagai guru harus memberikan kebebasan anak untuk berkarya namun perlu untuk menuntun agar anak tidak salah jalan dan memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:39:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040727789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nike Yunastri_SMPN 1 Karangpucung Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728130</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang pernah saya alami menurut pemikiran KHD yang berpusat pada anak pada saat mengajar materi Narrative Text dimana saya menggunakan model pembelajaran PBL dengan metode story mapping, dalam pembelajaran tersebut anak di suguhkan suatu masalah dan mencari jawaban dari masalah tersebut dengan menampilkan video cerita rakyat kemudian saya meminta anak mencari struktur teks melalui pancingan story mapping yang saya jelaskan, alhamdulilah mereka terlihat sangat antusias sekali mengikuti pembelajaran</p></li><li><p>Arti kata menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menggandeng dengan tangan seperti halnya ada seorang anak kecil yang ingin menyebrang jalan kita gandeng tangannya agar tidak tertabrak dengan kata lain menuntun yaitu upaya membimbing seseorang menuju perilaku yang baik dan positif. Menuntun juga berkaitan dengan pendidikan karakter, kita sebagai seorang guru agar bisa menuntun peserta didik kita kearah yang lebih baik tentunya harus dimulai dari diri kita sendiri, harus bisa menjadi teladan atau contoh baik sikap dan perilaku, mengajarkan nilai saling menghargai antar sesama, santun dan mengikuti aturan. Sebagai contoh membiasakan peserta didik berdoa sebelum memulai dan mengakhiri pelajar, merapkan prinsip 3 S (Salam, Senyum, Sapa) , saling menghargai teman yang berbeda suku, ras, agama, serta mencintai lingkungan sekitar.</p></li><li><p><strong>Kodrat alam</strong> terkait dengan alam dimana masyarakat itu berada, kodrat alam membentuk sebuah kebudayaan kebiasaan masyarakat. Seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara Pendidik itu ibarat petani yang menanam banyak benih seperti padi, jagung, kedelai atau lainnya. Jangan menumbuhkan padi berharap jadi jagung atau sebaliknya, jangan pula memelihara jagung dengan ilmu memelihara padi. Masing-masing anak biarkan tumbuh sesuai kodratnya dan itulah keragaman seorang pendidik. Kita tidak bisa memaksakan menghapus kodrat alam seorang <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://kumparan.com/topic/anak">anak</a> seperti sifat bertanggung jawab, rajin, jujur, malas dan lain sebagainya tapi kita seorang pendidik harus bisa mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik dan positif, merubah budi pekerti agar menjadi manusia yang bijaksana.</p><p><strong>Kodrat zaman</strong> yaitu perubahan zaman dari waktu ke waktu, seiring berkembangnya ilmu teknologi kita harus bisa mengikuti arus dan terus berkembang sehingga mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan sesuai dengan zamannya. Misalnya saat ini teknologi berkembang dengan pesat, maka peserta didik harus bisa mengikuti hal tersebut. Seperti halnya viral media sosial tiktok, instagram, facebook atau aplikasi pembelajaran seperti canva, jamboard, atau lainnya kita harus bisa terjun menjelajahi media sosial tersebut agar tidak ketinggalan zaman selain itu juga kita bisa mengontrol aktivitas anak di dunia maya.</p></li><li><p>Peran saya sebagai pendidik tentunya prioritas utama adalah peserta didik, berorientasi pada anak adalah hal yang paling utama. Pendidik harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dengan menggunakan metode,model dan media pembelajaran yang bervariatif, inovatif, kreatif sehingga dapat menumbuhkan antusias anak dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu guru mengetahui minat, bakat dan kebutuhan anak sehingga kita bisa membantu mereka dengan cara memotivasi dalam mengembangkan potensinya. Menghormati dan memuliakan anak serta tidak membeda-bedakan antara yang pintar atau bodoh harus dilakukan seorang guru, sehingga muncul rasa bahagia dan nyaman dalam diri mereka. Intinya guru harus lebih bijaksana dalam menghadapi semua hal agar berjalan seimbang</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2554842309/f46b450990446f032877763c722d6088/WhatsApp_Image_2024_06_25_at_09_56_43.jpeg" />
         <pubDate>2024-06-28 10:39:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728130</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Miftahul Triana F_SMA 1 Maos CLP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728742</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mereflesikan pemikiran KHD salah satunya adalah memberikan contoh atau teladan yang baik bagi anak dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam hal ibadah, penerapan budaya 5S, saling membantu, bekerjasama dalam hal baik.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah dengan mengarahkan dan membimbing anak untuk lebih mengenal budaya yang ada di daerah saya, mencontohkan budaya yang baik di masyarakat, mengajak anak melestarikan dan menghargai budaya yang ada di sekitar</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena dalam pendidikan kita harus memahami dan menghormati kodrat alam anak, mengakui akan keunikan anak yang berbeda-beda, kodrat alam diperlukan untuk mempersiapkan masa depannya yang tentunya akan berubah dari waktu ke waktu</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik adalah kita sebagai pendidik sadar bahwa anak harus kita layani dengan baik, anak adalah subyek pendidikan kita, pendidik menuntun anak dengan mendedikasikan diri, tenaga, pikiran dan membutuhkan keikhlasan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:41:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728742</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>partana45</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728866</link>
         <description><![CDATA[<p>Partana SMP Islam Al Irsyad Cilacap</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran dengan pemikiran KHD adalah saya selalu menyampaikan di awal pembelajaran dengan happy/senang tiada beban sehingga siswa di awal pembelajaran senantiasa senang dan siap menerima materi. Motivasi adalah kata-kata awal untuk membuka pikiran anak untuk lebih siap belajar.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun sesuai konteks sosial budaya yaitu dengan saling kasih sayang tidak ada siswa yang bodoh semua sama dan penuh kasih sayang anatar guru dan siswa hingga siswa senantiasa merdeka dan bahagia.</p></li><li><p>Kodrat alam dan kodrat zaman sangat penting dan relevan karena semua jika berjalan dengan baik akan mampu meningkatakan kontribusi yang besar untuk tercapainya tujuan pendidikan yaitu kebahagian yang setingi-tingginya dan siap menghadapi tantangan di masa depan.</p></li><li><p>Pemikiran KHD yang menghamba pada siswa pada saat ini masih sangat relevan karena semua pembelajaran berpusat pada siswa, siswa sangat diperhatikan secara nyata, didampingi dengan baik, dituntun hingga dapat menunjukkan karakter sesuai bakat dan minatnya, siswa diberi keleluasaan untuk mengembangkan dirinya sehingga menjadi insan yang betul-betul dapat menghadapi tantangan hidupnya di masa depan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:41:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adib Wahyu Prayogi_SMK N Karangpucung-cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728973</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya dalam proses pembelajaran dikelas yaitu saya berusaha menegenali kebutuhan dan karakteristik dari siswa sehingga saya sebagai gutru dapat menjadi fasilitator yang diinginkan oleh peserta didik. contoh mayoritas anak lebih mudah jika belajar menggunakan HP, maka saya sebagai seorang guru menggukan media HP untuk sarana pembelajaran mereka.</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lakukan disekolah yaitu membimbing anak bersikap sopan, santun, punya tanggung jawab, jiwa gotong royong.</p><p>menuntun anak sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilki dengan cara pembiasaan maupun program intrakulikuler sekolah. siswa tidak lagi dipaksa dalam belajar, namun mereka belajar sesuai dengan kebutuhan untuk bekal hidup dimasyarakat tanpa menghilangkan budaya kearifan lokal mereka. </p></li><li><p>pendidikan menuntun kodrat alam artinya guru sebagai</p><p>penuntun bagi kodrat alam yang sudah dimiliki siswa sejak lahir</p><p>berupa bakat dan kondisi dimana ia dilahirkan. Seorang anak harus</p><p>diajarkan sesuai dengan kodrat alam dimana ia tinggal dan</p><p>dibesarkan. Pendidikan menuntun kodrat zaman siswa artinya guru</p><p>sebagai penuntun agar siswa bisa menyesuaikan diri dengan kodrat</p><p>zaman yang oleh KHD hal ini merupakan aspek penting dalam</p><p>keberhasilan pendidikan. Guru dituntut untuk ikut mempelajari dan</p><p>mengetahui yang diketahui oleh generasi yang dihadapinya.</p></li><li><p>relevansinya yaitu melihat bahwa peserta didik bukanlah sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Memberikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang. Kondisi ini akan bisa memudahkan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan yang guru berikan sehingga akan membawa hasil yang</p><p>memuaskan.</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:41:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040728973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ELISABET A.D.E CGP11 JATENG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040729638</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam melaksanakan pembelajaran saya mempunyai pengalaman bahwa setiap anak kemampuannya berbeda dalam melakukan praktek pembelajaran di mapel yang saya ampu. Dalam pembelajaran tersebut ternyata saya tidak bisa memaksakan setiap anak untuk melakukannya karena mereka mempunyai kemampuan yang berbeda beda. Pernah saya memaksakan namun mereka malah tidak bersemangat ketika mengikuti pembelajaran saya. Belajar dari pengalaman itu sekarang saya tidak memaksakan kemampuan anak, saya hanya membimbing sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Dan pengalaman tersebut ternyata relevan dengan filosofi pemikiran KHD yang sedang saya pelajari ini.</p></li><li><p>Kami sebagai pendidik menuntun anak dalam hal mananamkan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam konteks sosial budaya. Di daerah saya ada tradisi "Sedekah laut" yang mempunyai salah satu nilai luhur "Gotong-Royong".Maka kami juga menuntun anak supaya menanamkan gotong royong dalam kehidupan nyata, contohnya adalah membentuk regu piket harian dalam hal membersihkan kelas.</p></li><li><p>Karena setiap anak sejak lahir sudah dibekali dengan kekuatan kodrat masing-masing. Kodrat tersebut kita tidak bisa merubah namun kita bisa menebalkan kodrat-kodrat yang sudah terdapat pada anak, sehingga dalam hal mendidik pun kita perlu memperhatikan kodrat tersebut karena sebagai pendidik kita mempunyai tugas untuk menuntun anak dalam bertumbuh sesuai kodrat yang dimilikinya.</p></li><li><p>Peran saya sebagai pendidik dalam berhamba pada anak adalah saya harus menyadari bahwa anak-anak itu harus kita layani dengan baik karena anak adalah subyek dalam pendidikan dimana mereka harus mendapatkan pendidikan dengan merdeka. Maka sebagai guru kita wajib menuntun mereka dengan cara mendedikasikan baik itu waktu, pikiran dan tenaga kita untuk mereka.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:42:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040729638</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tria Duhita NP </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040731600</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Filosofi pemikiran Ki hajar dewantara yaitu menuntun. Sebagai guru ternyata sebennarnya tugas kita hanyalah sebagai fasilitator , yaitu mendampingi anak dalam mengolah pikiran dan mengolaah rasa. Anak diberi kebebasan dalam berpikir , berkreasi dan bertindak. Kita tidak perlu memaksakan murid menjadi sesuai dengan yang kita inginkan karena ternyata setiap murid sudah mempuanyai potensi potensi yang di bawa sejak mereka lahir. Sebagai pendidik , kita hanya memfasilitasi ,, mengarahkan dan apabila terdapat kendala dalam memfasilitasi kita bisa beekolaborasi dengan orang tua atau keluarganya. Oleh sebab itu, pendidik juga wajib mempunyai komunikasi yang baik dengan wali murid. Selain itu dalam proses pembelajaran, saat ini bukan dengan teacher center tetapi dengan student center dimana pembelajaran itu sekarang berpusat pada murid. Hal ini tentu saja berkaitan dengan filosofi ki hajar dewantara yaitu bahwa belajar itu bisa dengan bermain , bahwa belajar itu ialah merdeka. </p></li><li><p>Sebagai pendidik kita juga harus berkreasi dan berinovasi dalam memberikan pendidikan agar anak bisa belajar sesuai dengan kodrat alam dan zamaannya. Apapun kendalanya jangan jadikan hambatan bagi seorang guru untuk menyerah dan berpasrah diri. Tetapi guru tetap harus memiliki dorongan dan semangat agar semua murid dapat merasakan ppendidikan yang layak dan yang merdeka. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:45:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040731600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>IKA WIDIYANTI_ SMP NEGERI 4 SATU ATAP KARANGPUCUNG, CILACAP - JATENG, KELAS A11.161</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040733142</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya yang terkait dengan proses pembelajaran ternyata pemikiran konsep pendidikan yang saya pahami terasa kurang tepat setelah mempelajari mengenai pemikiran-pemikiran dasar Ki Hadjar Dewantara. Terdapat beberapa hal yang membuat saya tersadar bahwa konsep pendidikan yang selama ini saya pahami ternyata masih banyak kekeliruan. Saya menyadari bahwa pendidikan bukan hanya perpindahan pengetahuan dari guru ke peserta didik ataupun penguasaan dan penyelesaian kompetensi kognitif, melainkan Pendidikan juga menjadi kegiatan atau tempat untuk peserta didik dapat mengembangkan potensi agar menjadi warga negara yang </p><p>berkualitas dan berjiwa merdeka</p></li><li><p>Saya harus menjadi teladan yang baik dalam tindakan dan perilaku. Misalnya, dengan mempraktikkan nilai-nilai seperti kerja keras, kejujuran, kesopanan, dan empati dalam interaksi sehari-hari. Karena menggerakan dan menuntun siswa untuk bersikap sopan, santun, peduli, cinta tanah air dll. Perwujudan disekolah saya seperti pembiasaan dihari jumat membaca asmaul husna sebelum pembelajaran dimulai, sambut siswa dipagi hari, dll.</p></li><li><p>Karena pada dasarnya pendidikan tidak akan lepas dengan kodrat alam dan kodrat zaman, karena saling keterkaitan.</p></li><li><p>Memfokuskan pada Kebutuhan dan minat anak menjadi salah satu tujuan dari adanya pemikiran&nbsp;(KHD) terhadap konsep pendidikan yang berhamba pada anak.</p><p>Tentunya hal itu harus berpusat pada pola pemikiran peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek.</p><p>Relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan yang berhamba pada siswa" dengan peran saya sebagai pendidik adalah sebagai pendidik saya tidak melihat siswa sebagai objek, tetapi siswa adalah subjek dan teman belajar. siswa diberi kesempatan untuk mengembang diri dalam pembelajaran tutor sebaya. Berhamba pada siswa maksudnya guru harus memiliki rasa hormat memuliakan siswa sehingga membangkitkan rasa senang dan semangat dalam diri siswa. Jika siswa senang dan bahagia mereka akan mudah menyerap ilmu.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:49:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040733142</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Maratus Sholihah, SDN MAOSLOR 04 MAOS Cilacap Jateng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040733184</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dasar dasar pendidikan KHD: </p><p>-Menuntun ,</p><p>- kodrat anak,merdeka dengan arti tidak di perintah melainkan mengerjakan dengan kekuatan yang ada pada dirinya.</p><p>- Pendidikan berpihak pada anak ( berhamba pada anak anak.</p><p>-Bukan tabula rasa : anak bukan kertas kosong,anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar.</p><p>Tujuan pendidikan: menuntun atau mengarahkan dengan memberi contoh,membimbing dan memfasilitasi,menebalkan garis samar samar( di sekolah),menjadi manusia seutuhnya.</p></li><li><p>Penanaman budi pekerti kepada siswa dan guru sebagai tauladan yang dapat membantu dalam pembentukan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.</p></li><li><p>Belum sepenuhnya ,karena saya merasa belum maksimal dalam mengembangkan potensi peserta didik.dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menuntun peserta didik menuju karakter yang mulia dan mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.dan saya menyadari bahwa itu adalah tugas kami sebagai penuntun dan pendidik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:49:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040733184</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040735154</link>
         <description><![CDATA[<p>Erlina Hermawanti SD AL-IRSYAD 02 CILACAP</p><ol><li><p>menerapkan pembelajaran abad 21 yang sesuai dengan pemikiran KHD yaitu berpikir kritis keratif komunikasi dan kolaborasi dengan berpegang teguh pada konsep memerdekaakan anak . pembelajaran tidak lagi menuntut tetapi menuntun karena tugas guru adalah memberi tuntunan atau arahan yang baik kepada murid berusaha menjadi teladan bagi murid baik dalam perkataan maupun perbuatan</p></li><li><p>Pembelajaran secara menyeluruh bukan hanya aspek kognitif saja namun juga afektif psikomotor spiritual sosial dan budaya. Murid bukan sebagai objek pembelajaran melainkan subjek pembelajaran, artinya murid memiliki kebebasan berekspresi mengemukakan pendapat dan berkreasi sesuai dengan metode atau model pembelajaran dan media yang tepat. Guru seharusnya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Guru pun harus Ikhlas penuh kesabaran dengan segala ketulusan hati, agar terwujud pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada murid</p></li><li><p>karena kodrat alam dan kodrat zaman tidak dapat di pisahkan maka dalam mendidik perlu mengetahui kodrat alam dan kodrat zaman sehingga guru dapat memahami karakteristik peserta didik</p></li><li><p>berhamba kepada anak adalah anak harus di hargai, di hormati dan mendapatkan layanan yang terbaik dari guru.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:53:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040735154</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040735179</link>
         <description><![CDATA[<p>Yuli Cahyawati_CGP Jateng. </p><ol><li><p>Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mempresentasikan tugas yang diberikan sesuai dengan bakat dan minatnya</p></li><li><p>Proses menuntun di daerah saya yaitu mempromosikan kesenian keagamaan contohnya hadroh. saya mendorong siswa mempelajarinya untuk mempertebal nilai religius melalui seni serta melestarikannya agar tetap terjaga.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman agar selaras dan seimbang antara kodrat anak yang dibawa dari lahir dengan segala potensi yang dimiliki dan perubahan zaman yang terus berkembang</p></li><li><p>Guru harus menghormati dan memuliakan anak dengan segala kodratnya, melayani peserta didik dengan baik, menganggap anak adalah manusia yang perlu dibantu dan dilayani secara optimal</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 10:53:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040735179</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AGUS PRASETYO KURNIAWAN,S.Pd (SDN KUBANGKANGKUNG 02) CGP A11 KABUPATEN CILACAP - JATENG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040737255</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Pengalaman saya pada Proses Pembelajaranyang dapat saya refleksikan yaitu saya menyambut siswa setiap pagi seraya melakukan 5 S ( Sapa, Salam, senyum, sopan dan santun), Berdoa sebelum pelajaran yang dipimpin secara bergantian dilanjutkan Menyanyikan lagu Indonesia Raya</p></li><li><p>Menuntun adalah mendampingi , membersamai, berada disamping atau diantara mereka untuk membimbing agar mereka dapat menggapai sebuah tujuan dengan berfikir kritis, komunikasi yang kreatif dan inovatif, sepertai contoh seorang guru tidak hanya memberikan instruksi akan tetapi juga dengan tindakan / memberi contoh.</p></li><li><p>Sangat Perlu karena Secara Kodrat Alam : Faktor Geografis , Lingkungan dan Keluarga berbeda beda antara siswa yang satu dengan yang lainnya, maka guru harus mampu menggali potensi yang berbeda dari setiap siswa. </p><p>Secara kodrat Zaman : Sekarang dengan dahulu sudah sangat jaug berbeda maka dari itu guru harus mampu menyesesuaikan dengan keadaan zaman sekarang seperti pembelajaran dengan IT.</p></li><li><p>Relevansinya yaitu kita sebagai pendidik memberikan pelayanan dnegan sebaik baiknya, tidak bersifat memaksa melainkan berpusat pada anak yaitu dengan menghadirkan kegiatan dan pembelajaran yang menarik, memberikan kebebsan sesuai bakat dan minat mereka agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kodratnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544291034/9165fe9c48a7b57778c10223251b41af/IMG20230608084946.jpg" />
         <pubDate>2024-06-28 10:56:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040737255</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Hady Falah Pambudi, CGP Cilacap, Jawa Tengah.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040737412</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544479609/95fbfed2e6b32c83b3f8c7e3bd7a04e1/Elaborasi_Pemahaman__refleksi__Modul_1_1__Nur_Hady_Falah_Pambudi_.docx" />
         <pubDate>2024-06-28 10:57:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040737412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sri Mulatsih SMP Negeri 9 Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040737588</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Melakukan pembelajaran berdiferensiasi bisa produk, bisa teknik setiap murid boleh memilih yang bisa dia lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.</p></li><li><p>Ketika ada kegiatan pawai tujuh belasan setiap RT akan mengikuti dan mereka secara gotong royong akan membuat hiasan yang akan dipawaikan.</p></li><li><p>Agar nilai-nilai ketimuran atau nilai khas yang mencerminkan budaya Indonesia tetap terjaga dan bisa dikolaborasikan dengan keadaan sekarang.</p></li><li><p>Pendidikan harus mengedepankan kebutuhan murid, murid adalah subyek. Kita sebagai pendidik harus memberikan kepada mereka bimbingan agar mereka bisa mengembangkan potensi dirinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544479604/93eea5dd32415b8ce026945c89019595/tolabul_ilmi_cewe1.webp" />
         <pubDate>2024-06-28 10:57:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040737588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kustinem_CGP 11 Jawa Tengah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040738861</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pikirkan dan Tuliskan satu pengalaman anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?</p><p>Ketika saya mengajar mata pelajaran Prakarya di kelas IX biasanya saya memberikan keleluasaan siswa untuk mempraktekkan jenis olahan makanan yang beragam dengan satu tema materi semisal pengolagan ikan. Siswa ada yang mengolahnya menjadi Pindang, dayang hanya menggorengnya saja dengan sambal, ada yang mengolahnya menjadi makanan kekinian seperti pentol ikan dll.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?</p><p>Pada konteks kearifan local kesenian kuda kepang perwujudan saya selaku pendidik berupaya “menuntun” siswa dengan memberikan pemahaman yang positif terhadap nilainilai yang terkandung didalam kesenian kuda kepang. Semisal nilai religi, dalam nilai ini saya menuntun siswa bahwa ssetiap mahluk ciptaan tuhan memiliki rasa ingin menghamba dan menghamba yang betul adalah menyembah pada Tuhan Yang Maha Esa.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?</p><p>Memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai media pembelajaran siswa adalah upaya guru dalam mendidik murid sesuai kodrat Zaman. Dimana saat siswa saat ini adalah siswa yang lahir pada zaman teknologi, sebagai guru memainkan perannya untuk menuntun agar pemanfaatan teknologi itu digunakan pada hal yang seharusnya &nbsp;( dampak positif dan negative TIK). Menuntun kodrat alami siswa yang sejak lahir sudah dikaruniasi sifat dan kemampuan oleh sang pencipta sebagai guru bertugas untuk menegaskan kodrat alamai siswa tersebut dengan menuntunnya agar siswa menemukan bakat minat dan kesenangannya.</p><p>4. Apa relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak " dalam peran saya sebagai pendidik?</p><p>Dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik bebas menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran. Peserta didik diberi kebebasan untuk menggali potensi yang dimiliki. Sedangkan peran guru disini adalah sebagai pendamping dan pengarah agar peserta didik tidak salah arah dan membahayakan dirinya sendiri</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:00:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040738861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Nur Ajizah,SD Negeri Cijati 01 Cimanggu.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040741589</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Salah satu pengalaman pembelajaran saya yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantoro adalah ketika saya belajar untuk menghargai dan menerapkan nilai-nilai keadilan sosial dalam interaksi kegiatan di sekolah. Ini membuktikan gagasan beliau bahwa pendidikan harus mempersiapkan siswa untuk menjadi manusia yang selamat dan bahagia.</p></li><li><p>Kata "menuntun" dalam konteks sosial budaya di daerah bisa dimaknai sebagai suatu usaha membawa seseorang kepada suatu hal yang baik untuk hidup di masyarakat. Sebagai seorang guru yang mendidik muridnya harus menunjukkan contoh yang baik ketika berbicara, menyampaikan materi, bersosialisasi, bertoleransi, menghargai orang sekitar,  memperkenalkan budaya yang ada pada daerah tersebut dsb. Pendidikan akan membentuk pribadi anak menjadi manusia yang paham mengenai budaya yang ada di daerahnya menjadi pribadi yang baik suka menolong dan membantu sesama serta bisa berguna bagi masyarakat sekitar bangsa dan juga negara.</p></li><li><p> Pada dasarnya pendidikan mempertimbangkan kodrat alam yang mengacu pada karakteristik alami manusia dan lingkungannya, seperti fitrah, potensi, dan kecenderungan alami anak. Sedangkan kodrat zaman mencerminkan nilai-nilai, teknologi, dan tuntutan zaman saat ini yang perlu diperhatikan agar pendidikan relevan dan mampu mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan. Dengan mempertimbangkan kedua hal ini, pendidikan dapat menjadi lebih holistik dan adaptif sesuai dengan kebutuhan anak serta masyarakat modern.</p></li><li><p> Saya sebagai seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kita harus bisa merubah pendidikan dengan pendekatan yang awalnya Teacher Centered menjadi Student Centered, artinya pendidikan dengan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Saya berusaha menuntun siswa, memberikan teladan atau contoh dengan tindakan yang baik sehingga terbentuk siswa berkarakter dan berbudi pekerti yang baik, memberikan dorongan dan arahan agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki peserta didik. Tak lupa saya harus bisa  menghormati dan memperlakukan anak dengan sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan teladan (ing ngarso sung tulodho), membangun semangat (ing madyo mangun karso) dan memberikan dorongan (tut wuri handayani) bagi tumbuh kembangnya anak.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:05:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040741589</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040741686</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Membelajarkan siswa secara merdeka, artinya tanpa paksaan dan tekanan, kebebasan dalam memilih sumber belajar dan cara belajar yang sesuai dengan anak, namun tetap memperhatikan budi pekerti anak. menjadi contoh yang baik di depan peserta didik, berperilaku yang santun, berbicara yang sopan dan mengajarkan etika senyum, salam dan sapa kepada peserta didik kita di sekolah.</p><p>2. Dalam konteks sosial budaya, 'menuntun' diwujudkan dalam keteladanan guru dalam proses pembelajaran, baik keteladanan sikap, karakter, dan perilaku, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Pendidikan dilaksanakan berlandaskan ajaran Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan dengan Tuhan, keharmonisan dengan manusia, dan keharmonisan dengan alam. Proses pendidikan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik anak, pendidik berperan dalam mengarahkan agar memiliki budi pekerti, pengetahuan, dan keterampilan.</p><p>3. Pendidikan Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam karena anak-anak tidak bisa ditinggalkan kodratnya sebagai anakyang memiliki potensi, bakat, dan kemampuan yang berbeda. Kodrat zaman harus diperhatikan dalam pendidikan karena anak hidup di zaman yang berkembang.</p><p>4. Relevansi pemikiran KHD "pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Berikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya. memberikan pelayanan penuh pada anak sesuai kebutuhannya. Pendidikan juga harus berpusat pada anak, menyenangkan, sekaligus mendidik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544283531/325d26d843c373d312e5282069e459d8/1.png" />
         <pubDate>2024-06-28 11:05:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040741686</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040743551</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Purwanto_CGP A 11. SDN Nusawangkal 01</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p>1. Pengalaman yang pernah saya lakukan terkait proses pembelajaran untuk merepleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah saya membimbing peserta didik untuk lebih mengenal diri mereka secara lebih dalam terkait dengan gaya belajar, bakat minat dengan melakukan tes sederhana tentang gaya belajar dan bakat. Setelah mereka memahami siapa diri mereka lengkap dengan kelebihan dan kekurangan akan lebih memudahkan saya sebagai guru pembimbing dalam memberikan motivasi dan dorongan agar mereka bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki, sehingga nantinya mereka bisa lebih mandiri, bertanggung jawab serta bisa merencana masa depannya.</p><p>2.Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah menjadi panutan bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku, misalnya saja membiasakan anak untuk memulai dan mengakhiri kegiatan apapun dengan doa, sopan santun dalam bersikap, menerapkan 3 S (Senyum, Salam, Sapa) dalam keseharian, menghargai teman, serta mencintai lingkungan sekitar.</p><p>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam (potensi, bakat, kemampuan) yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik harus melek tehnologi serta memiliki keterampilan abad 21 dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.</p><p>4. Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang pendidik itu harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:08:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040743551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nindi Utami-Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040743966</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Siswa diberi kebebasan ketika membuat pola lantai tari,tidak dituntut harus sama seperti yang dicontohkan oleh guru, diberi kesempatan untuk berkreatifitas.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengarahkan, mendampingi, dan membimbing secara konsisten</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena setiap anak sudah memiliki kodratnya masing-masing, sehingga kita sebagai guru harus bisa membekali keterampilan siswa sesuai dengan zaman, agar siswa mencapai kebahagiaan baik untuk diri sendiri ataupun untuk masyarakat</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak memaksa anak sesuai keinginan guru, memberikan kebebasan bagi anak untuk berkarya namun tida lupa dengan mebimbing dengan rasa yan penuh denan keikhlasan dan kasih sayang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:09:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040743966</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anisah Fatma Desi_CGP Jateng_SMPN 2 Sampang Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040744426</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pemikiran KHD yang saya praktikan dalam proses pembelajaran adalah saya memerdekakan murid untuk mendalami materi pembelajaran yang saya sampaikan dengan belajar sendiri melalui chromebook, kemudian di diskusikan dengan teman satu kelompok, setelah itu baru mempresentasikannya di depan kelas.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah sering diadakan kerjabakti itu berarti terjadi gotong royong, saling kerjasama, menghormati para leluhur, sopan santun.</p></li><li><p>alasan pendidikan indonesia perlu memperhatikan perkembangan kodrat alam dan kodrat zaman adalah agar murid dapat beradaptasi dengan perkembangan pendidikan zaman sekarang dan pendidik juga perlu mengupgrade ilmu pengetahuan sehingga bisa memberikan layanan kepada murid zaman sekarang dan mudah diterima dengan baik, sehingga murid-murid dapat bersaing dengan pendidikan global saat ini.</p></li><li><p>relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara pendidikan berpihak pada anak dalam peran saya sebagai pendidik adalah saya memberikan layanan sesuai dengan minat dan potensi peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat terlayani dengan baik tanpa ada yang merasa di beda-bedakan, mereka merasakan kesetaraan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:10:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040744426</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040757292</link>
         <description><![CDATA[<p>LINA DWI SETIASIH_SDN PENGGALANG 05 ADIPALA CILACAP_JATENG</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan Pemikiran KHD yang saya terapkan di sekolah yaitu saya mengembangkan pendidikan karakter, selama pembelajaran saya menghadirkan kegiatan kerjasama antar peserta didik, memperkuat toleransi dengan sesama teman, sopan santun kepada semua warga sekolah, disiplin waktu dan melatih mereka untuk selalu tanggung jawab dengan apa yang mereka hadapi.</p></li><li><p>Sebagai pendidik saya saya mengarahkan siswa tanpa kesan memaksa tetapi dengan memberikan pemahaman yang baik menuntun dengan sabar agar anak bisa memahami dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan keunikannya</p></li><li><p>Setiap anak sudah membawa karakter masing- masing. Kita sebagai pendidik tidak dapat menghapus  sifat dasar tadi. Yang bisa kita lakukan sebagai pendidik yaitu membimbing mereka agar mucul sifat baik dan menutupi sifat kejelakannya.</p></li><li><p>Relevansinya yaitu menghantarkan anak tidak hanya pada ketajaman cara berfikir, kehalusan rasa dan kekuatan kemauan, tetapi juga pada kebulatan jiwa dan kebijaksanaan dan mengembangakan potensi potensi yang dimiliki oleh pesrta didik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:37:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040757292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imam Setiadi CGP _SDN Karangtengah 01 Angkatan 11 Kab.Cilacap_Jawa Tengah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040760685</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengalaman yang pernah saya lakukan terkait proses pembelajaran untuk merefleksikan &nbsp;pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah saya membimbing peserta didik untuk lebih mengenal diri mereka secara lebih dalam terkait dengan arti pentingnya hidup bergotong royong,dengan melakukan tes sederhana tentang gaya belajar dan bakat. Setelah mereka memahami siapa diri mereka lengkap dengan kelebihan dan kekurangan akan lebih memudahkan saya sebagai guru pembimbing dalam memberikan motivasi dan dorongan agar mereka bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki, sehingga nantinya mereka bisa lebih mandiri, bertanggung jawab serta bisa merencana masa depannya.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perwujudan menuntun yang saya lihat terkait dengan konteks sosial budaya di daerah saya adalah terjadinya pertukaran kebudayaan antar satu tempat dengan lainnya. Pertukaran kebudayaan ini bukan berarti merubah atau menghilangkan kebudaayan tersebut namun hal ini akan semakin menguatkan jati diri bangsa.Dengan contoh nyata adalah kebudayaan Ebeg atau Kuda Lumping</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam diri anak. Seorang anak akan lahir dari kodrat alam (potensi, bakat, kemampuan) yang berbeda-beda satu sama lain sehingga sebagai seorang guru kita diharapkan mampu membantu, memotivasi mereka agar bisa tumbuh maksimal sesuai jenjang usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad 21, untuk itu seorang pendidik harus melek tehnologi serta memiliki keterampilan abad 21 dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang pendidik itu harus menghamba pada anak maksudnya seorang guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga jika tumbuh perasaan tersebut maka tanpa disadari dalam diri anak akan tumbuh rasa senang, bahagia. Kondisi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan sehingga akan membawa hasil yang memuaskan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:44:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040760685</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Utmaniyatin,SDN Tayem Timur 03</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040764710</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya harus menjadi teladan yang baik dalam tindakan dan perilaku, membantu orang lain untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka, mendukung inisiatif-inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dan pembangunan di daerah saya.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Karena setiap anak memiliki&nbsp;bakat, minat &nbsp;dan kecenderungan yang berbeda jadi guru harus memahami karakteristik anak.</p><p>dan pendidikan harus melihat kodrat zaman, dalam hal media atau metode pembelajaran, dan teknologi yang semakin berkembang canggih. Misalnya pembelajaran menggunakan laptop internet proyektor dan sebagainya.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut pandangan saya pribadi, pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai Pendidikan yang Berhamba Pada Anak tetap sangat relevan dengan peran dalam mengarahkan dan membimbing anak-anak dalam proses pendidikan. Sebagai seorang guru kita harus jadikan anak sebagai subjek pembelajaran.Menghamba pada anak &nbsp;juga berarti memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada siswa untuk mengembangkan diri mereka secara maksimal. Guru harus memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi dan minat mereka, sehingga mereka dapat mencapai merdeka belajar dan berkembang secara optimal.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sosial budaya setempat. Tujuannya untuk mencerdaskan generasi penerus dan mengangkat martabat bangsa. Kemajuan teknologi dapat dijadikan sarana memperluas wawasan. Pengembangan sosial budaya harus sejalan dengan nilai-nilai sosial budaya setempat sebagai penguat dinamika pendidikan nasional Indonesaia. Maka jika pendidikan sesuai dengan sosial budaya setempat, peran guru akan diutamakan dalam membimbing dan menuntun siswa untuk mengembang potensi dan karakter yang mereka miliki. Sehingga sekolah bukan hanya tempat belajar tetapi benar-benar manjadi rumah kedua bagi siswa.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 11:52:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040764710</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Isni Yuanita Pri Utami_CGP Cilacap</title>
         <author>isniutami31</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040766907</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran yang saya lakukan yang sesuai dengan pemikiran KHD yaitu saya menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu siswa melakukan praktikum dengan membawa bahan yang ada di lingkungan sekitar, kemudian siswa menuliskan dilembar kerja dan mempresentasikan hasil dari praktikum yang sudah dilaksanakan.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya yang saya terapkan yaitu saya membiasakan mendampingi, membimbing dan memberikan arahan kepada siswa baik dalam kegiatan pembelajaran maupun diluar pembelajaran ketika siswa masih dilingkungan sekolah </p></li><li><p>Pendidikan harus memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, karena anak itu dilahirkan dengan karakter, setiap anak mempunyai  ciri khas dan mempunyai potensi yang berbeda - beda dengan adanya perbedaan yang ada di setiap anak kita harus dapat  menerapkan pendidikan yang berpusat pada anak sesuai dengan kodrat zaman.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD " Pendidikan yang berhamba pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik? yaitu kita sebagai seorang pendidik harus memiliki kesadaran diri untuk melaksanakan tanggung jawabnya dengan tulus dan ikhlas tanpa pamrih. dapat mencurahkan segala tenaga dan pemikiranya untuk anak didik, memberikan pelayanan yang sebaik - baiknya sehingga siswa juga dapat merasakan belajar yang senang, tanpa beban dan bahagia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2544479912/93c5497434db5501591548d254c3d7a2/IMG_20191028_WA0019.jpg" />
         <pubDate>2024-06-28 11:56:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040766907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WASRINI CGP JATENG SDN KARANGTENGAH 03 KEC. SAMPANG KAB. CILACAP </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040781741</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses pembelajaran yang merefleksi pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pembelajaran yang berpusat pada anak, memberikan kebabasan dalam belajar sesuai dengan bakat dan minat murid sesuai dengan kodarat alam murid masing masing sehingga anak dapat mengalai dan menumbuhkan potensi dalam dirinya secara maksimal serta memiliki budi pekerti yang luhur.</p></li><li><p>impelentasi menuntun dalam konteks sosisl budaya adalah pembelajaran yang disesuikan dengan nilai - nilai luhur yang ada di tempat tinggal murid seperti gotongroyong, toleransi, sopan santun dll. misalkan untuk menumbuhkan sikap gotongroyang , guru sebagai penuntun mengajak anak bekerjasama dan ikut berpartisipasi dalam membersihkan halaman sekolah, tidak hanya memberi perintah saja tapi juga ikut dalam gerjasama tesebut. dan untuk menenemkan sikap trsebut tentunya kita juga harus melakukanya secara terus menerus dan berkesinambungan.</p></li><li><p>kodarat alam dan kodrat zaman tidak dapat dipisahkan dalam membimbing, mangali dan menumbuhkan bakat dan minat murid, karena anak sejak lahir sudah memiliki kodratnya masing - masing yang tentunya berbeda setiap anaknya. karena itu kita sebagai pendidik tentunya harus memahami dan mengetahui kemampuan, bakat dan minat serta potensi anak yang mana nanti dikembangkan bersama guru untuk menumbuhkan dan mengembangkan mbakat mereka sehingga anak dapat mencapai kebahagianan dan keselamatan dalam belajar. tentunya dalam menuntun murid tanpa meninggalakan kodra zaman yang mana berarti pendidikan itu bersifat dinamais berkembang terus menerus  mengikuti perkembangan zaman.</p></li><li><p>relevansi Pemikiran KHD ynag menhamaba kepada murid ini bukan berarti kita sebagai pendidik itu tunduk kepada murid tetapi lebih menitikberatkan seorang pendidik itu berpusat pada anak, sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 12:25:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040781741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Siti Nurchaeni (A11-19 Rekognisi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040785953</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Ketika saya mengajar maka saya berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses belajar murid di sekolah dengan mengarahkan sesuai potensi yang mereka miliki. Sehingga apa yang akan dicapai murid perlu adanya kesepakatan agar tidak terjadi keterpaksaan dalam belajar.</p><p><br/></p></li><li><p>Menuntun adalah mengarahkan dengan memberi contoh atau keteladanan. Dalam konteks sosial budaya adalah menjadi panutan atau publik figur. Dengan adat ketimuran kita, maka membiasakan perilaku andhap asor penuh tata krama (unggah-ungguh) terhadap orang yang lebih tua dan etika lainnya.</p><p><br/></p></li><li><p>Kodratnya anak adalah bermain, maka dalam menerapkan pembelajaranpun hendaknya tetap memperhatikan kodrat alam ini termasuk potensi / bakat / kemampuan individu yang berbeda. Sehingga setiap anak yang belajar tidak merasa tertekan oleh tuntutan atau kewajiban yang membelenggu dirinya. Sedangkan untuk kodrat zaman, maka pendidikan di Indonesia juga harus dinamis disesuaikan dengan masanya saat ini. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi sehingga harus beradaptasi dalam memenuhi kebutuhan belajar murid.</p><p><br/></p></li><li><p>Seperti slogan pedagang, "pembeli adalah raja" mungkin ini identik dengan maksud <strong><em>pendidkan berhamba pada murid. </em></strong>Dari kisah Ni asti putri Suwardi Suryaningrat yang harus diurus hidupnya selamanya dengan sepenuh hati, maka sebagai pendidik hendaknya memiliki dedikasi  yang tinggi, agar siswa merasa nyaman dalam mengembangkan kompetensinya selama mengikuti pembelajaran di sekolah.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2480258197/564715489dd63b4513371d17fe97228c/Tangkapan_Layar_2024_06_28_pukul_15_40_22.png" />
         <pubDate>2024-06-28 12:33:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040785953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sariful Anam Jawa Tengah CGP Angkatan 11</title>
         <author>sarifulanam87</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040811721</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman atau proses belajar yang saya alami sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantoro adalah memberikan pendampingan serta menuntun mereka melalui proses pembiasaan seperti kegiatan ibadah untuk meningkatkan keimanan serta budi pakerti luhur.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam kontekstuan budaya yaitu dengan cara memberikan teladan gotong royong seperti membersikan kelas dan membersihkan lingkungan sekolah</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman dikarenakan hal tersebut tidak dapat dipisahkan pendidikan yang dihadirkan tentunya berbeda dengan proses pendidikan pada zaman kolonial diera seperti sekarang ini pendidik harus memperhatikan pendidikan yang berpihak pada murid</p></li><li><p>pendidikan yang berhamba bahwa kita sebagai pendidik harus memahami betul tentang arakter murid karena setiap murid memiliki bakat dan minat atau potensi masing-masing maka kita harus mampu menghadirkan apa yang menjadi kebutuhan mereka sesuai dengan kodrat yang dimilikinya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 13:19:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040811721</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Laila Fajarwati,Cilacap Jawa tengah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040813443</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pengalaman saya ketika mempunyai murid yang sudah kelas tinggi tetapi masih belum bisa menghitung dengan tepat, saya harus dengan sabar memberikan bimbingan sampai anak lancar berhitung dengan benar</p></li><li><p> Guru mengambil nilai nilai budaya yag ada didaerah dan diaplikasikan dalam pembelajaran disekolah, misalnya dari budaya sambatan, ada nilai kerjasama dan gotong royong, maka anak dituntun untuk bisa bergotong royong dan bekerjasama misal dalam kegiatan kerja kelompok, kerja bakti, atau kegiatan kegiatan yang lain.</p></li><li><p>kodrat alam,pendidikan harus sesuai dengan lingkungan tinggal dan kearifan lokal peserta didik, dan kodrat zaman, pendidikan harus sesuai perspektif global.jadi pendidikan harus berkembang sesuai kodratnya</p></li><li><p>pendidikan harus berpihak pada murid, sehingga kita sebagai pendidik harus bisa melayani, menghargai, dan menganggap anak adalah manusia yang betul betul harus dibantu.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 13:23:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040813443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reni Anggraeni_SMPN 3 Cilacap_Kab.Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040818687</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Proses Pendidikan berdasarkan Ki Hajar Dewantara adalah Pendidikan yang "berhamba" kepada anak yaitu pendidikan yang berpihak pada anak dimana mereka dapat mengolah bakat dan minat mereka berdasarkan kodratnya. pengalaman saya menerapkan proses pembelajaran yang sesuai dengan Ki Hajar Dewantara ini adalah menggunakan pembelajaran berdiferensiasi dalam mengajar di kelas. Menurut saya pembelajaran berdiferensiasi dapat memfasilitasi potensi atau gaya belajar anak yang bervarian. disana saya menggunakan media multimoda dalam memfasilitasi siswa bealajar di kelas. contohnya: mennayangkan gambar untuk siswa yang mempunyai gaya belajar visual, permainan yang bergerak untuk siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik dan lain sebagai nya. Jadi Pemikiran dari Ki hajar dewantara ini sangat relevan untuk diterapkan di Pendidikan Nasional karena dapat menggali potensi anak secara holistik dan berkesinambungan untuk tercapainya tujuan pembelajaran</p></li><li><p>Perwujudan "Menuntun" yang ada di dalam konteks sosial budaya di Cilacap adalah bukan hanya memperkenalkan keanekaragaman budaya di Cilacap tetapi juga menerapkan nilai-nilai sosial budaya dari kebudayaan itu sendiri. Contohnya: dalam Masyarakat Cilacap ada kebudayaan sambatan yang mengajarkan kita tentang nilai bergotong royong pada lingkungan masyarakat. jadi menuntun anak bukan hanya untuk mencintai budaya lokal saja tapi dapat mengimplentasikannya dalam kehidupan mereka sehari-hari agar terbentuk karakter yang baik.</p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman agar Pendidikan di Indonesia dapat terus terbarukan dan sesuai dengan perkembangan anak tersebut. KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri agar anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Perlu ditekankan, kita bersifat terbuka dengan perkembangan zaman namun kita harus tetap memiliki filter untuk menyaring hal-hal yang positif dari suatu hal terbarukan. maka dari itu karakter siswa juga harus dibentuk walau mereka sudah memiliki kodrat sendiri tetapi tugas dari pendidik adalah memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak menjadi potensi ketrampilan dan karakter.</p></li><li><p>Relevansi Pemikiran KHS "Pendidikan yang berhamba pada anak" dalam peran saya sebagai pendidik adalah sebagai pendidik harus dapat menuntun segala kekuatan kodrat yang sada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusai maupun masyarakat. Beberapa Strategi pendidikan yang berpihak pada anak adalah: menerapkan Tri Pusra Pendidikan, Asas Tri Kon, Pendidikan yang memerdekakan, Asas Among, Pendidikan Budi Pekerti dan Pendidikan yang Kontekstual. Hal ini dilakukan agar anak dapat bahagia dan selamat dalam mencapai cita-cita mereka di masa depan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 13:33:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040818687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>11_161_RUSMIYATI_SDN KEDAWUNG 02 KEC. KROYA KAB. CILACAP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040827797</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Perwujudan "menuntun" yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya yaitu selalu mendampingi siswa dengan memberikan arahan, bimbingan kepada seluruh siswa agar mereka mempunyai sikap dan tingkah laku serta kebiasaan yang baik bagi dirinya dan orang lain seperti sikap sopan santun, peduli terhadap lingkungan dan sesama. Sikap tersebut dilakukan dengan melakukan beberapa kegiatan antara lain yaitu kegiatan Jumat bersih dan Jumat beramal.</p></li></ol><p><br></p><p>        Perubahan konkret yang dapat saya            lakukan                 untuk mewujudkannya yaitu            dengan menjemput           siswa di depan              sekolah ketika pagi (5S) dan                mengantar              siswa sampai pintu         gerbang               sekolah            memastikan             siswa dijemput oleh           orang            tuanya masing-masing, mengawali                      dan mengakhiri pembelajaran dengan         doa,                       mengadakan           kerja bakti              membersihkan             lingkungan                             sekolah,           Jumat                    beramal untuk                                      digunakan                       membantu yang                           membutuhkan.</p><p><br></p><ol start="2"><li><p> Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena segala yang dimiliki oleh siswa sejak lahir harus benar-benar dituntun, diarahkan oleh pendidik sesuai dengan minat bakat siswa untuk lebih berkembang. Pendidikan yang diperoleh siswa harus disesuaikan dengan lingkungan dimana siswa itu tinggal, bahkan dimana siswa itu dilahirkan dan dibesarkan.</p><p>Selain itu kodrat zaman juga diperhatikan oleh pendidik agar siswa  dapat mencapai keberhasilan dalam pendidikannya. Pendidik juga harus menyesuaikan zaman pada era digital, jangan sampai tertinggal dengan kemampuan siswanya.</p><p><br></p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD "Pendidikan yang Berhamba pada Siswa" dengan peran saya sebagai pendidik yaitu saya tidak menjadikan siswa sebagai sebuah obyek yang dapat saya perlakukan sesuai keinginan saya saja, tapi siswa adalah mitra/teman belajar yang harus diperlakukan sebaik mungkin agar siswa dapat berkembang dalam belajar dengan teman sebaya. Siswa merasa nyaman dan senang karena mendapat perlakuan yang baik dari guru/pendidik sehingga siswa mudah menerima seluruh ilmu yang disampaikan oleh guru.</p><p><br></p></li><li><p>Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD adalah bahwa seluruh pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa harus benar-benar sesuai dengan sosial budaya dimana siswa lahir, besar dan tinggal.</p><p>Yang imbasnya jelas akan menjadi siswa-siswa yang tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang cerdas dan bermartabat.</p><p>Serta kompeten dalam penguasaan  teknologi.</p><p>Siswa juga terbiasa melakukan nila-nilai sosial budaya sebagai kekuatan pendidikan.</p><p>Jika pendidikan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang ada di tempat itu maka guru tidak angkat tangan begitu saja. Gurulah yang akan membimbing dan menuntun siswanya agar dapat menggali potensi dan karakternya masing-masing.  </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 13:47:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040827797</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Zainuriyati Nurrohmah, SD Negeri Prapagan 03 Jeruklegi, Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040841110</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu Ketika saya mengajar di kelas 1. Menurut ki Hajar Dewantara pendidikan merupakan proses menuntun. Selama saya mengajar di kelas 1, saya berusaha untuk membimbing siswa dalam belajar seperti menulis, membaca dan menghitung.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya. Menuntun artinya membimbing dan memberi pengarahan. Dalam menuntun di bidng sosial budya dapat kita terapkan dalam sekolah, seperti mengenalkan dan menerapkan nilai – nilai kearifan lokal yang dapat di terapkan di sekolah seperti nilai-nilai gotong royong, peduli sesama dan menghormati orang yang lebih tua.</p></li><li><p>Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena manusia dilahirkan dengan kodratnya masing-masing. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam belajar. Sebagai guru kita harus bisa memfasilitasi kebutuhan murid agar dapat mengembangkan potensinya dengan baik.</p></li></ol><ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD yang berhamba (berpihak) pada anak dalam peran saya sebagai pendidik. Pendidikan merupakan proses memerdekakan murid. Sebagai guru kita memiliki peran yang penting dalam proses belajar mengajar. Sebagai guru kita harus bisa menerapkan Pendidikan yang berpihak pada murid, karena agar siswa dapat mengembangkan potensi, bakat dan minat sesuai dengan keinginannya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 14:09:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040841110</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hening Irawanti_SMPN 1 Kesugihan_CGP Angkatan 11_Kab. Cilacap Jawa Tengah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040848184</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman yang saya lakukan terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pada tahap awal sebelum pembelajaran saya melakukan tes diagnostik untuk memetakan kebutuhan belajar murid. Dengan adanya tes awal saya dapat memahami kemampuan masing-masing murid sesuai dengan kodratnya. Konten pembelajaran disusun sesuai dengan kodrat alam, kodrat zaman dan konteks sosial kultur pada murid. Saya memberikan semangat kepada murid untuk mengembangkan pengetahuannya dengan cara berkolaborasi,berpikir kritis dan menyampaikan pendapatnya.</p></li><li><p> Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya merupakan memberikan bimbingan, arahan dan melayani murid sesuai dengan kodratnya agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Anak merupakan benih-benih kebudayaan dan pendidikan sebagai tempat menyemai benih-benih tersebut sehingga pendidikan harus mencerminkan dan menghormati kebudayaan lokal. Setiap anak tumbuh pada konteks budaya yang berbeda. Sebagai contoh di daerah Cilacap nilai gotong royong masih sangat kuat sehingga saya menuntun anak untuk menanamkan nilai gotong royong yang diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. </p></li><li><p>Pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena setiap anak hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. Pendidik harus menuntun anak dengan memperhatikan segala kodrat yang ada agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya untuk diri anak. Pada hakikatnya kodrat anak adalah bermain dan merdeka sehingga sebagai pendidik harus dapat menerapkan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan.</p></li><li><p>Pendidikan yang berhamba pada murid yaitu pendidik harus memahami dan melayani kebutuhan anak. Setiap anak memiliki karakter dan keunikannya masing-masing yang harus dihargai. Dalam proses pembelajaran anak merupakan subjek yang butuh dibantu dengan memperhatikan segala kodratnya. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 14:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040848184</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SUHARTI_CGP11_159 KAB CILACAP</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040855131</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman ssaya terkait proses pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah Saat mengajar di kelas di kelas 2 ternyata masih ada anak yang belum bisa membaca saat ada pelajaran membaca anak ini asik sendiri mencorat coret bukunya setelah saya perhatikan ternyata anak tersebut sangat suka menggambar setelah itu kita bimbing anak tersebut untuk mengembangkan bakatnya melukis</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah budaya sambatan</p></li><li><p>Pendidikan di indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena jika kita tidak mempertimbangkan hal tersebut Bangsa kita akan terlindas oleh zaman</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD pada pendidikan yang menghamba pada anak dalam peran saya sebagai pendidik, Anak Bukan TABULARASA_Bukan Kertas Kosong yang bisa Digambar sesuai keinginan orang dewasa_anak lahir dengan <strong>kekuatan kodrat</strong> yang masih samar samar jadi Tujuan Pendidikan _<strong>Menebalkan</strong> garis samar samar agar dapat memperbaiki<strong> lakunya</strong> untuk menjadi manusia seutuhnya. Menebalkan laku</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 14:31:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040855131</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040865041</link>
         <description><![CDATA[<p>Umar Hasan_SMPN 2 Karangpucung Cilacap, Jateng.</p><ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD adalah menerapkan nilai-nilai luhur khususnya religius yaitu mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan berdoa.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks budaya sosial di daerah saya adalah menjadi teladan melalui kegiatan keagamaan misalnya pembiasaan pengajian rutin, penyelenggaraan PHBI, maupun acara syukuran.</p></li><li><p>Kodrat alam dan zaman saling terkait karena potensi yang ada pada anak sejak lahir dapat terus berkembang disertai budi pekerti yang luhur serta siap menghadapi tantangan perubahan zaman yang semakin maju</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD bahwa pendidikan berpihak pada anak, sebagai pendidik kita harus mengakui dan menghargai fitroh yang dimiliki anak sejak lahir. semua manusia mempunyai potensi unik yang berbeda. Menghamba pada anak berarti siap melayani kebutuhan anak dalam belajar sesuai bakat dan minatnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 14:48:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040865041</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ngaidah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040866154</link>
         <description><![CDATA[<p>Pembelajaran yang diawali dengan permainan dan teka teki/ pertanyaan yang memancing anak untuk berpikir dengan penalaran</p><p>Menuntun merupakan proses penanaman karakter dan budi pekerti dalam pendidikan, dalam konteks budaya di daerah saya kegiatan khataman secara bersama dalam satu TPQ</p><p>Pendidikan yang humanis dengan mengedepankan contoh nyata untuk membangun ide, karsa dan karsa dan memberi dorongan agar siswa memiliki kekuatan untuk melaksanakannya dan mencapai keberhasilan, dengan menggali, mengembangkan dan mempertimbangkan segala potensi yang disesuaikan dengan kondisi zamannya</p><p>Menuntun siswa dengan menempatkan posisi guru sebagai fasilitator bagi siswa agar dapat mengembangkan segala potensi yang dimilikinya</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 14:49:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040866154</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Umar_SMP N 2 karangpucung</title>
         <author>adibwahyu17</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040899053</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya melakukan kegiatan pembiasaan doa pra belajar, asmaul husna, hafalan suratan pendek dihalaman sekolah tiap jumat pagi, dan melakukan pembiasaan solat dhuha dan salat duhur berjamaah di hari senin samapai kamis</p></li><li><p>perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah sya adalah mendampingi anak kegiatan di luar, misalnya mengajak anak menjenguk teman yang sedang sakit,mengikuti kegiatan kerja bakti, gotong royong dan kegiatan kemasyarakatan lainnya</p></li><li><p>Karena keduanya berpengaruh pada potensi, bakat, kemampuan, dan kehidupan peserta didik. Pendidikan tidak boleh menghapus kodrat alam peserta didik, tetapi harus memolesnya menjadi hal-hal positif dan lebih baik. Pendidikan juga harus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan memberikan keterampilannya yang bermanfaat, actual, dan aplikatif bagi peserta didik. Dengan demikian, peserta didik dapat beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan zaman.</p></li><li><p>menurut saya menghamba terhadap anak adalah suatu proses peserta didik jangan dijadikan obyek melainkan peserta didik sebagai subyek , jadi kita betul harus melaksanakan proses menuntun dalam kegaiatan pembelajaran yang ada di sekolah.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 15:55:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040899053</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sular Ys S.Pd.Sd _ SD Negeri Bulupayung 02</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040912149</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujudan Menuntun dalam proses pendidikan anak adalah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi kepada mereka agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebagai pendidik, kita harus menjadi pendamping yang menemani siswa hingga mencapai tujuan dalam menempuh pendidikan.</p><p><br/></p><p>relevansi yang kuat dengan peran saya sebagai pendidik. Sebagai pendidik, saya bertanggung jawab untuk membimbing siswa menuju pemahaman diri yang lebih baik, serta membantu mereka mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki.</p><p>Ki Hajar Dewantara menjelaskan kodrat alam berkaitan dengan "sifat" dan 'bentuk" lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan "isi" dan "irama".</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 16:28:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040912149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Istiqomah, SDN Danasri Lor 01 Nusawungu Cilacap</title>
         <author>istiqomah183</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040927941</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menjadi contoh yang baik di depan peserta didik, berperilaku santun, berbicara yang sopan dan mengajarkan etika yang baik kepada peserta didik</p></li><li><p>Mengarahkan dan memimbing siswa untuk bersikap sopan santun, melatih rasa cinta terhadap lingkungan, peduli terhadap sesama, dan melestarikan budaya</p></li><li><p>Dalam proses pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman, dimana kodrat alam mengacu pada sifat dan karakteristik dasar yang melekat pada manusia mencakup potensi, kekuatan, dan kelemahan. dalam pendidikan guru harus memahami dan menghormati kodrat alam setiap anak sehingga dapat membantu guru mengajar dengan pendekatan yang sesuai. selain kodrat alam juga memperhatikan kodrat zaman yang berkaitan dengan kondisi dan tuntutan zaman yang selalu berubah. dalam pendidikan guru harus mempersiapkan anak-anak agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.</p></li><li><p>peserta didik adalah sebagai subjek yang harus dihargai dan dilayani. guru menuntun peserta didik dan mendedikasikan tenaga, pikiran serta ikhlas untuk memimbing peserta didik</p><p><br/></p></li><li><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 17:06:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3040927941</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MARATUS SHOLIHAH,S.Pd,cgp -11 CILACAP ,JATENG</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041000836</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD.</p><p>Dasar dasar pendidikan KHD:</p><p>-Menuntun ,</p><p>- kodrat anak,merdeka dengan arti tidak di perintah melainkan mengerjakan dengan kekuatan yang ada pada dirinya.</p><p>- Pendidikan berpihak pada anak ( berhamba pada anak ).</p><p>-Bukan tabula rasa : anak bukan kertas kosong,anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar.</p><p>Tujuan pendidikan: menuntun atau mengarahkan dengan memberi contoh,membimbing dan memfasilitasi,menebalkan garis samar samar( di sekolah),menjadi manusia seutuhnya.</p><p>Saya berusaha menerapkan pemikiran KHD dengan memuliakan anak ,memberikan kesempatan kepada anak untuk berpendapat,bergerak,berfikir ,berkarya dengan kekuatan yang ada padanya,sehingga mereka Merdeka seutuhnya untuk sampai ke tujuan yang di cita citakan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penanaman budi pekerti kepada siswa dan guru sebagai tauladan yang dapat membantu dalam pembentukan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendidikan&nbsp; Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman di karenakan sejak lahir anak sudah di bekali dengan kekuatan kodrat yang masih samar samar.kita sebagai pendidik bertugas untuk menuntun dan menebalkan garis garis samar dengan Pendidikan di sekolah untuk laku hidupnya untuk menjadi manusia yang Merdeka seutuhnya dan kehidupannya di Masyarakat.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya sebagai guru berperan sebagai penuntun bagi peserta didik,yaqng berhamba pada anak yang mana harus bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan metode,model pembelajaran yang variasi,inovasif yang dapat menumbuhkan semangat anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.selain itu juga harus bisa mengetahui potensi anak didik&nbsp; dan memotivasinya dalam mengembangkan minat dan bakatnya.Namun saya merasa belum maksimal dalam mengembangkan potensi peserta didik.dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menuntun peserta didik menuju karakter yang mulia dan mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.dan saya menyadari bahwa itu adalah tugas kami sebagai penuntun dan pendidik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 21:11:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041000836</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AKHMAD MUSTOLIH_CGP JATENG A11_161</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041024798</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses&nbsp;pembelajaran yang merefeksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara salah satunya yaitu penerapan Tut Wuri Handayani dimana sebagai seorang guru memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa dari belakang agar mengimplementasikan  apa yang dipelajarinya. Siswa diharapkan juga memiliki kemandirian yang kelak akan mampu berkarya dan bertanggungjawab akan dirinya sendiri.</p></li><li><p>Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial&nbsp;budaya di daerah saya adalah segala kodrat yang ada pada anak-anak yang diberikan oleh Tuhan YME yang sifatnya alami pada saat dia dilahirkan agar kodrat ini tumbuh berkembang menjadi potensi diri agar nantinya selamat selama hidupnya</p></li><li><p>Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan anak agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang maksimal menjadi manusia yang merdeka sesuai dengan minat dan bakat alam nya. Selain itu pendidikan merupakan kekuatan, potensi dan keadaan diri yang harus bisa berubah sesuai dengan kondisi sosial, budaya masyarakat dan perkembangan zaman.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD&nbsp;“Pendidikan yang berhamba&nbsp;(berpihak) pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik adalah pendidik bisa menfasilitasi atau melayani anak, menganggap anak sebagai manusia yang layak dibantu tanpa rasa terpaksa atau ikhlas, anak bukan tabula rasa (kertas kosong) sudah ada sifat2 yang Tuhan berikan. Sebagai seorang&nbsp;pendidik hendaknya memfasilitasi proses pembelajaran dengan memberikesempatan kepada anak&nbsp;untuk mengemukakan pendapat, kemudian memberikan kebebasan membangun sendiri&nbsp;pengetahuannya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-28 23:20:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041024798</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TRIO BAGUS DARMAWAN_ SDN SIDANEGARA 04_ JAWA TENGAH_ KAB. CILACAP</title>
         <author>triodarmawan24</author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041045953</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pembelajaran yang saya lakukan yang mencerminkan pemikiran KHD adalah saat pembelajaran IPAS kelas 5. Siswa melakukan refleksi pembelajaran melalui berbagai cara yang mereka sukai, misalnya dengan membuat infografis, membuat poster menggunakan buku gambar, atau membuat poster menggunakan canva. </p></li><li><p>Membimbing dan mengarahkan siswa untuk dapat berperilaku yang baik, menghindarkan mereka dari perilaku buruk.</p></li><li><p>Karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi geografis yang berbeda-beda, sehingga pembelajaran perlu memperhatikan kodrat alam agar dapat dilakukan secara kontekstual. Dan pembelajaran harus mengikuti dengan kemajuan zaman, agar generasi Indonesia berikutnya dapat menyesuaikan diri dengan zaman dan tidak tertinggal arus globalisasi.</p></li><li><p>Guru harus menghadirkan diri sepenuhnya dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Mencurahkan segenap waktu, pikiran dan tenaganya demi tercapainya tujuan pendidikan dan menuntun siswa untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-29 00:58:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041045953</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tusem, Cilacap Jawa Tengah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041059578</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait dengan proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD yaitu :</p><p>embelajaran yang relevan dengan memperhatikan kondisi sosio kultural geografis demi mengetahui potensi siswa untuk dikembangkan sesuai karakter yang dimiliki dan dengan permainan yang menyenangkan kepada peserta didik, baik permainan secara individu maupun kelompok, dengan adanya permainan tersebut anak bisa mengeksplor kemampuan dalam berfikir.</p></li><li><p>menggerakan dan menuntun siswa dalam bersikap rasa peduli, toleransi,tanggungjawab,sopan dan cinta tanah air. Dapat diwujudkan dalam sekolah seperti kegiatan jumber ( Jum'at bersih ),do'a bersama.</p></li><li><p>pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman bahwa anak hendaknya dituntun sesuai dengan sifat dan bentuk lingkungan, kodrat itu sudah ada dari Tuhan sejak anak lahir di dunia, sehingga anak bisa mengembangkan sendiri sesuai dengan minat dan bakatnya, Dapt dicontohkan dalam pembentukan karakter siswa , misalnya sifat tanggung jawab, rajin,jujur harus ditebalkan lakunya dalam kehidupan sehari-hari.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD" pendidikan yang berpihak pada anak yakni pendidikan yang harus berpusat pada peserta didik atau bisa juga dalam semboyan KHD yaitu Ing ngarso sung tuladha , ing madya mangun karsa dan tut wuri Handayani. Diman bahwa seorang pendidik harus bisa menjadi contoh, memberi dorongan yang berupa motivasi, sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai. Guru sebagai among yang menentukan masa depan anak. Selain itu juga menfasilitasi mereka mencapai cita-cita dengan mengedepankan budi pekerti yang luhur.</p></li></ol><p>Salam, Selamat Bahagia !</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-29 01:44:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041059578</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wiwit Setyaningrum SD IT Quantum Mulia, CGP 11 Kabupaten Cilacap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041559429</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Satu pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD:</p><p>Setiap berjumpa dengan bulan Ramadhan, biasanya saya membuat program belajar tambahan bertema "Ekspresikan Ramadhanmu".</p><p>Program belajar ini memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengungkapkan rasa suka cita dan semangat menjalani ibadah di bulan Ramadhan.</p><p>Bentuk kegiatannya bermacam-macam, misalnya membuat puisi, menyanyikan lagu atau shalawat, menyetorkan hafalan Al Qur'an, atau menyampaikan kultim (kuliah tiga menit), dan lain sebagainya.</p><p>Peserta didik bebas memilih salah satu kegiatan di atas dan dikumpulkan dalam bentuk video sederhana. Nilai akhirnya saya masukkan ke dalam mata pelajaran yang sesuai.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya: Di wilayah Kabupaten Cilacap terdapat banyak budaya yang masih lestari. Contohnya: Sedekah laut, Kerigan, Sambatan. </p><p>Setiap budaya mengandung nilai-nilai luhur dalam membentuk karakter (budi pekerti) peserta didik, misalnya: gotong royong, kerja sama, sopan santun, dan lain sebagainya.</p><p>Peran saya adalah sebagai penuntun yaitu mengarahkan agar peserta didik dapat mengenal, meneladani nilai luhur, memilah dan memilih kebudayaan yang sesuai dengan kondisi dirinya terkait aturan agama dan sebagainya, serta cara menghargai dan melestarikan budaya yang ada.</p></li><li><p>Perlunya mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman:</p><p>Kodrat alam dan kodrat zaman sangat perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.</p><p>Pemahaman terhadap kodrat alam dapat membantu kita untuk mengenali potensi, bakat, minat, kelebihan, dan kekurangan peserta didik sehingga kita dapat menentukan desain pembelajaran yang sesuai.</p><p>Sedangkan pemahaman terhadap kodrat zaman dapat membantu kita menyesuaikan aktivitas belajar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga peserta didik lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD, pendidikan berhamba atau berpihak pada murid dalam peran saya sebagai pendidik:</p><p>Guru harus bisa menjadi fasilitator pembelajaran. Sebagai fasilitator, guru bertugas menjembatani segala bentuk pembelajaran. Guru juga perlu menunjukkan sikap memuliakan setiap peserta didik agar mereka merasa berharga. Peserta didik menjadi pusat pembelajaran (student centered).</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-06-30 13:57:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/vitripry/fu6k9dvi53cm1wob/wish/3041559429</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
