<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Mapel IPS 8D by RITA IFANTRI</title>
      <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D</link>
      <description>Sub-sub Tema : Daya Tarik, Motivasi, Ambisi Bangsa Barat datang ke Indonesia</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2014-10-11 00:49:58 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-04 13:54:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>MUHAMMAD MUHAJIR/15/14-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37218876</link>
         <description><![CDATA[<p>Daya tarik,Motivasi,dan Ambisi bangsa barat datang ke indonesia:</p>Bangsa-bangsa Timur,<br><p>termasuk Indonesia, adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya sehingga<br>menjadi daya tarik untuk dijadikan daerah koloni.</p><p><b>1. Dominasi Gereja<br>Katolik Eropa terhadap Segala Aspek Kehidupan</b></p><p>Pada rentang waktu<br>akhir abad ke-4 sampai dengan awal abad ke-15, Eropa mengalami Zaman Kegelapan<br>(<i>Dark Ages</i>), masa ketika gereja memiliki kekuasaan yang tidak tebatas,<br>tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam sisi kehidupan lainnya<br>seperti, ilmu pengetahuan, urusan kenegaraan dan teoriteori tentang alam. Dominasi<br>gereja menjadikan manusia tidak memiliki gairah hidup, karena gereja mendoktrin<br>bahwa tugas manusia hanyalah berdoa dan berdoa untuk selalu ingat akan kematian<br>(<i>momento mori</i>), bahwa besok mereka akan mati.</p><br><p>Hal ini menjadikan<br>kebebasan berpikir berdasarkan akal dan logika terabaikan, semua kebenaran yang<br>datangnya dari gereja harus diterima tanpa boleh dibantah, seperti teori yang<br>dikeluarkan oleh gereja yang mengatakan bahwa bumi ini datar dan berujung,<br>matahari mengelilingi bumi (geosentris). Puncak dari kekuasaan gereja yang<br>tidak terbatas (<i>absolutely power</i>) adalah dengan dikeluarkannya surat<br>penebusan dosa (<i>indulgensia</i>), setiap orang akan terbebas dari dosa<br>setelah menyerahkan uang kepada gereja untuk membeli surat tersebut.</p><br><p>Awal abad ke-15 Eropa<br>memasuki sebuah fase baru yang mampu menggantikan dominasi gereja dalam<br>kehidupan, yang dikenal dengan sebutan abad Renaissance (Kelahiran Kembali),<br>maksudnya adalah lahirnya kembali peradaban Yunani dan Romawi Kuno. Peradaban<br>yang terjadi sekitar tahun 1500 SM, dengan ciri kehidupan yang memberikan<br>kebebasan berpikir kepada setiap orang untuk mengungkapan pendapatnya terhadap<br>fenomena-fenomena alam, sosial, dan politik. </p><br><p>Pada abad ini lahir<br>filsuf-filsuf ternama seperti <b>Plato,<br>Socrates, Aristoteles, Descrates </b>dan<br>lainnya. Adanya keinginan untuk kembali seperti masa peradaban Yunani dan<br>Romawi Kuno, mendorong keberanian untuk melakukan perlawanan terhadap dominasi<br>gereja yang dianggap sudah tak masuk akal.</p><br><p><b>2. Penemuan-Penemuan<br>Baru pada Masa Renaissance</b></p><br><p>Abad Renaissance<br>ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang menentang doktrin<br>gereja terutama tentang ilmu bumi. Mereka menganggap bahwa pusat dunia bukan<br>lagi Tuhan, melainkan manusia. Manusialah yang berhak dan harus menentukan masa<br>depannya sendiri dan tidak menyerah pada takdir. Sebagai makhluk yang berakal,<br>seyogyanya manusia harus mampu menaklukkan dunia beserta isinya.</p><br><p><b>3. Konstantinopel<br>Dikuasai oleh Kesultanan Usmani Turki</b></p><br><p>Pada tahun 1453,<br>Sultan Usmani Muhammad II yang bergelar ”Al-Fatih” (Sang Penakluk) menyerang<br>Konstantinopel. Ibukota pun berpindah dari Andrianopel ke Konstantinopel atau<br>disebut juga Istambul yang berarti “Tahta Islam”. Dengan dikuasainya<br>Konstantinopel ini berarti berakhirlah riwayat kekaisaran romawi. Dengan demikian,<br>pusat perdagangan rempah-rempah di Instambul dikuasai oleh para pedagang Islam.</p><br><p>Bagi masyarakat Eropa,<br>rempah-rempah merupakan kebutuhan vital. Jatuhnya kota Konstantinopel<br>menyebabkan harga rempah-rempah melambung tinggi. Untuk itu , tidak ada jalan<br>lain bagi bangsa-bangsa Eropa kecuali berusaha mencari barang berharga itu<br>(rempah-rempah) langsung dari sumbernya, yaitu Dunia Timur, khususnya Maluku<br>yang dikenal sebagai <i>The Spice Island</i>, nasib perdagangan orang-orang<br>Eropa bergantung pada Usmani. </p><br><p>Kota ini merupakan<br>jalur perdagangan antara Timur dengan Barat, dan merupakan gerbang pedagang<br>Eropa untuk memasuki Asia. Adanya kontak perdagangan yang baru ini, secara tak<br>langsung membuka mata orang Eropa terhadap perkembangan kebudayaan dan ilmu<br>pengetahuan kaum muslim. Dari sinilah terjadi silang kebudayaan dan iptek.</p><br><p>Untuk selanjutnya,<br>orang-orang Eropa banyak menyerapperadaban muslim untuk dikembangkan di kampung<br>halaman masing-masing. Dan, sekitar abad ke-16, orang-orang Eropa mampu<br>menjelajah hingga ke timur Asia dan membuka kolonikoloni dagang di sana.<br>Dikuasainya Konstantinopel, pusat perdagangan di sekitar laut tengah dikuasai<br>oleh para pedagang Islam sehingga para pedagang Eropa mengarungi Samudera<br>Atlantik dan Samudera Hindia yang belum dikuasai oleh kerajaan Islam.</p><br><p>Orang-orang Portugis<br>mengalihkan rute pelayaran samudera dengan melewati pantai barat Afrika,ujung<br>Afrika, timur Afrika terus ke samudera Hindia dan sampailah ke Malaka dan<br>Maluku.Hasil pelayaran ini nanti diikuti oleh pelayar-pelayar lain dari<br>eropa.Inilah salah satu sebab awal terjadinya praktik kolonialisme dan<br>imperialisme bangsa-bangsa Eropa atas negerinegeri di Asia dan Afrika.</p><br><p><b>4. Semangat <i>Gold</i>,<br><i>Gospel</i>, and <i>Glory </i>dan Pencarian Rempahrempah</b></p><br><p>Latar belakang<br>kedatangan orang-orang Eropa ke Dunia Timur juga didasari oleh adanya semangat<br>3G, Gold, Glory, Gospel, yakni semangat mencari kekayaan ekomoni (emas),<br>kejayaan politik, dan menyebarkan agama Kristen. Reconguesta adalah semangat<br>penaklukan terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan mereka.melalui<br>Renconguesta semangat gospel semakin kuat hingga semangat penaklukan terhadap<br>orang-orang atau bangsabangsa yang menghalangi tujuan mereka.</p><br><p>Dalam hal ekonomi,<br>bangsa-bangsa Barat memang membutuhkan barang-barang yang tidak terdapat di<br>negeri asalnya, dan itu adalah rempah-rempah. Rempah-rempah seperti merica,<br>lada, sangat diperlukan untuk kebutuhan dapur dan perut. Rempahrempah ini<br>merupakan bahan pengawet makanan, terutama daging hewan, dan penghangat tubuh<br>bagi mereka yang bermusim dingin dan salju. Di samping fungsi biologisnya,<br>ternyata rempah-rempah pun sangat berfungsi ekonomis yang bila diperjualbelikan<br>bisa menghasilkan keuntungan yang melimpah-ruah.</p><br><p>Setelah mengetahui<br>bahwa Dunia Timur, terutama Asia Tenggara yang tropis, merupakan gudang<br>rempah-rempah, segeralah orang-orang Eropa berlomba-lomba mendatanginya dan<br>bila perlu mereka akan memonopoli perdagangan di daerah tersebut lalu<br>mendirikan kantor-kantor dagang yang dilengkapi oleh benteng militer dan<br>pasukan bersenjata. Mereka, yang tadinya membeli rempah-rempah tersebut dari<br>tangan kedua, yakni dari pedagang-pedagang Timur-Tengah, India, dan Cina, maka<br>berinisiatif untuk langsung datang saja ke tempat asal rempahrempah tersebut<br>agar harga pembelian lebih murah karena membeli langsung dari sumbernya. </p><br><p>Tak hanya Portugis dan<br>Belanda, orang-orang Inggris dan Spanyol pun ikut serta dalam persaingan<br>menguasai Asia Timur, Indocina, dan Indonesia. Dengan menguasai salah satu<br>bandar (pelabuhan) maka bangsa Eropa akan menjual rempah-rempah tersebut di<br>pasaran internasional dengan harga tinggi.</p><br><p><b>5. Adanya Sejumlah<br>Penjelajah Samudera yang Menemukan Rute Baru Jalur Perdagangan</b></p><br><p>Adanya teori bahwa<br>bumi ini bulat merangsang para pelaut dan pedagang untuk lebih berani<br>menjelajahi tempat-tempat yang asing. Seiring dengan perkembangan teknologi<br>perkapalan, muncullah sejumlah pelaut ulung yang dengan gagah-berani mengarungi<br>samudera dan lautan luas yang sebelumnya tak pernah dilalui pelaut atau<br>pedagang lain. </p><br><p>Banyak di antara mereka<br>yang dibiayai oleh pihak kerajaan, dan bila mereka datang dengan kabar gembira<br>karena berhasil “menemukan benua baru” maka raja atau ratu bersangkutan akan<br>memberikan mereka hadiah dan kedudukan karena dianggap berjasa telah membuat<br>bangsa dan negaranya dikenal dan disegani bangsabangsa Eropa lain</p><p>-Keinginan menjajah untuk mendapatkan kekayaan dan kejayaan Keinginan menyebarkan agama</p><p>3. Ambisi adalah bangsa barat menjajah Indonesia keinginan menjajah untuk mendapatkan kekayaan, kejayaan&amp;kesucian.</p><p>4. Bangsa barat yang masuk ke negara Indonesia :</p><p>- Portugis, Eropa Selatan</p><p>- Belanda, Eropa Barat</p><p>- Spanyol, Eropa Selatan</p><p>- Inggris, Eropa Barat</p>        <img src="file:///C:/Users/ANAS/Downloads/Houtman+Datang.jpg" alt=""><br>  <br>N 95<br>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/2905417f83804c8e4f9522d655cba770.jpg" />
         <pubDate>2014-10-14 13:20:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37218876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELAS 8D,MANA TGS2MU ON LINE ?????...KELAS LAIN SDH BYK LHO....</title>
         <author>BuNaharita</author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37235062</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-14 14:33:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37235062</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Eka putri a./08/8D</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330056</link>
         <description><![CDATA[<p>daya tarik;  bangsa eropa datang ke indonesia adalah untuk mencari rempah-rempah</p><p>                     untuk menguasai rempah rempah yang ada di nusantara<br></p><p>motivasi    ; bangsa eropa 3G,</p><p style="margin-left: 40px;">(kekayaan, <br>kejayaan, <br>menyebarkan agama</p><p style="margin-left: 40px;">ambisi : bangsa barat ke indonesia untuk menjajah nusantara</p><p style="margin-left: 80px;">menguasai wilayah indonesia<br></p><p>N 80</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141017/8d41bed3a2ddfbb13277b20cdb977c23.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 04:45:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330056</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330410</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-15 04:55:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330410</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330411</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-15 04:55:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330411</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helmi Casmi/09/8D/Rabu, 15-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330440</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Daya Tarik Indonesia Bagi Bangsa-Bangsa Barat :</p><p>- Letak wilayah yang strategis</p><p>- Keadaan iklim di Indonesia</p><p>- Kesuburan tanah di Indonesia.</p><p>Contoh : Rempah-rempah, merupakan hasil bumi Indonesia, contohnya kayu manis, merica, kemiri, bawang merah, bawang putih.</p><p>Bangsa-bangsa Barat sangat membutuhkan rempah-rempah, karena Indonesia memiliki perbedaan iklim dan kondisi tanah</p><p>2. Revolusi Industri dan Motivasi 3G :</p><p>-&nbsp;Revolusi industri, adalah pergantian/perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikerjakan oleh tenaga manusia/hewan menjadi tenaga mesin.</p><p>- Semboyan perjalanan bangsa-bangsa Eropa yang terkenal dengan Gold (Kekayaan/emas), Glory (Kejayaan), dan Gospel (Kesucian).</p><p>3. Ambisi adalah bangsa barat menjajah Indonesia keinginan menjajah untuk mendapatkan kekayaan, kejayaan&amp;kesucian.</p><p>4. Bangsa barat yang masuk ke negara Indonesia :</p><p>- Portugis, Eropa Selatan</p><p>- Belanda, Eropa Barat</p><p>- Spanyol, Eropa Selatan</p><p>- Inggris, Eropa Barat</p><p>Nilai : 93</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/611456f5f14c4b731feb324b9550132a.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 04:56:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330440</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nor Chalimah 18/8D/Rabu, 15-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330474</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Daya Tarik Indonesia Bagi Bangsa-Bangsa Barat :</p><p>Contoh : Rempah-Rempah hasil bumi Indonesia : Cengkeh, Kemiri, Merica, Kayu Manis</p><p>2. Motivasi Bangsa Barat Menjajah Indonesia dengan semangat 3G (Gold/Emas, Glory/Kejayaan, Gospel/Kesucian)</p><p>3. Ambisi Bangsa Barat Menjajah Indonesia : </p><p>Keinginan Menjajah untuk mendapatkan,kekayaan dan kejayaan</p><p>4. Bangsa Barat yang Masuk ke Negara Indonesia : </p><p>*Portugis(Eropa Selatan)</p><p>*Belanda(Eropa Barat)</p><p>*Sepanyol(Eropa Selatan)</p><p>*Inggris(eropa Barat)</p><p>Nilai 88</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/5098ea05f764373207fcfcb86b775fae.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 04:57:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisa Putri Aulia/11/15-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330907</link>
         <description><![CDATA[<p>* Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas suatu negara.</p><p>* Daya tarik bangsa eropa ke indonesia :</p><p>- Indonesia kaya akan rempah-rempah</p><p>- Indonesia memiliki tanah subur</p>- Dulu Indonesia dikuasai rute dan pusat-pusat perdagangan oleh Timur <br>tengah oleh orang-orang islam<br>- Indonesia kaya akan minyak bumi<br><br><p>* Ambisi :</p><p>- Menyebarkan agama</p><p>- Ingin meraih kejayaan</p><p>* Motivasi : 3G</p><p>- GOLD (kekayaan)</p><p>- GLORY (kejayaan)</p><p>- GOSPEL (agama)</p>* Pelopor penjelajahan samudra adalah bangsa Portugis dan Spanyol, antara <br>lain:<br><strong>1. Bartholomeus Diaz</strong>,<br><strong>2. Vasco da Gama</strong>,<br><strong>3. Alfonso de Albuquerque</strong>,<br><strong>4. Christopher Columbus</strong>,<br><strong>5. Ferdinand de Magelhaens</strong>,<br><strong>6. Cortez</strong>, <br><strong>7. Pizarro</strong>,<br><br>N 88<br>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141017/fed40da78321a8c755770c73d06ea1d2.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 05:06:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37330907</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Adelia/21/15-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37331389</link>
         <description><![CDATA[<p>Daya tarik :</p><p>- sumber daya manusia yang banyak</p><p>- kaya akan rempah-rempah</p><p>- mengincar kekuasaan di indonesia</p><p>- menyebarkan agama</p><p>Motivasi :</p><p>-GOLD (kekayaan)</p><p>-GLORY (kejayaan)</p><p>-GOSPEL (kesucian)</p><p>Ambisi : untuk mencuri rempah-rempah</p><p style="margin-left: 40px;">   menguasai perdagangan</p><p style="margin-left: 40px;">   membentuk perdagangan monopoli</p><p style="margin-left: 40px;">N 86</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141017/6b1f82300ae9a9911329301ea8b06684.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 05:14:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37331389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syahfitri Maharani 8D 29. 15 10 2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37332393</link>
         <description><![CDATA[<p>DAYA TARIK BANGSA EROPA DATANG KE INDONESIA</p>
<p><b>Surga </b><b>Rempah-Rempah</b></p>

<p><span>&nbsp; S</span>ejak dulu Indonesia memang dikenal sebagai surga rempah-rempah. Tanaman seperti cengkeh, jahe,
jintan, kemiri, bawangmerah/putih, dansebagainyatersediamelimpahruah.
Khususnyadiwilayah Indonesia Timur (Maluku).</p>

<p>Rempah-rempahpadamasaprakolonialmerupakanbarangdagangan
paling berharga. Takhanyadigunakansebagai<span>&nbsp; </span>penyedap rasa,
rempah-rempahjuga bias digunakandalampengobatan, ketenaranrempah-rempahtakkalah<span>&nbsp; </span>denganemasbatangan.</p>

<p>Berbekalalas ansepertiitu,
bangsa-bangsaEropaberupayamencarijalanmenujupulau-pulau di Nusantara yang diketahuisebagai<span>&nbsp; sumber </span>rempah. MulaidaribangsaPortugis, Spanyol, BelandahinggaInggris, pernahmencicipikeuntuganperdaganganrempah-rempahtersebut.
Perdangan yang akhirnyamengambilbentukmonopolidan<span>&nbsp; </span>penguasaanwilayah
(kolonial)</p>



<p><b>Bangsa Portugis</b></p>

<p><b><span>&nbsp; </span></b>Padaawalabad ke-16 (1511), bangsaPortugis di bawahpimpinan Alfonso
D`Albuquerque, menguasaiMalaka, pusatperdagangan Islam di Asia Tenggara.
Tujuannyaadalahuntukmendominasisumberperdaganganrempah-rempah.</p>

<p><span>&nbsp; TakpuasmenguasaiMalaka,
PortugiskemudianmelanjutkanekspedisinyamenujuTimur, yaituke Ternate (Maluku)
tahun 1512. BerbedadenganMalaka yang merupakanpusatperdaganganrempah-rempah,
Ternate adalahsumbernya. Penghasilrempah-rempah yang berkualitasdanbernilaijualtinggi.</span></p>

<p><span>&nbsp; BangsaPortugis
pun berupayamenaklukkan Ternate yang saatitudikuasaikerajaan-kerajaanlokal.
Peperangantakterhindarkandanberakhirdengandikuasainya Ternate
olehbangsaPortugis.</span></p>

<p><span>&nbsp; Takhanya</span>mendirikanposdanbentengperdagangan,
bangsaPortugisjugaberupaya “menginternalkan”budayamerekakedalamrakyat
Ternate. BudayaPortugistersebutsampaisekarangmasihdapatdilacakjejaknyadikehidupanmasyarakat Ternate (Maluku).</p>
<p><b>BangsaSponyol</b></p>

<p><b><span>&nbsp; </span></b>TakinginkalahdenganNegaratetangganya(Portugis),bangsaSponyoljugaturutsertadalam “perburuan”
rempah-rempah. Hanyaberbeda, jikaPortugismengambilarahTimurmelewatiAfrikadan India, makaSponyolsebaliknya.Merekamengambilarahbarat, yaitumelewatibenuaAmerika, kepulauan
Filipina, danakhirnyamendaratke Ternate pada 1521.</p>

<p><span>&nbsp; Terjadilah</span>perseteruananatarakeduabangsa colonial tersebutuntukmemperebutkanpenguasaanatas Ternate. Perseteruan
yang memaksaPaus (pemimpin spiritual umatKatolik) untukcampurtangan. Keduabangsaituakhirnyaberdamai<span>&nbsp; </span>denganmenandiatanganiPerjanjianSaragossa. Perjanjian yang
salahsatuisinyaberupapemberian “hakmilik”
wilayahKepulauan Ternate kepadabangsaPortugis.</p>
<p><b>Bangsa</b><b> Belanda</b><b>dan</b><b>Inggris</b></p>

<p><b><span>&nbsp; </span></b>Duabangsa yang terakhirinibiasdibilangtelatdatingke Nusantara. BangsaBelandadatingpertama kali menjejakkankakinyapadatahun 1596 di bawahpimpinanCornelis de Houtman.
KedatanganmerekasamasepertibangsaPortugisdanSpanyol, yaituuntukberdagang. Hal initerlihatdaridibentuknyasuatukomisiperdagangan, yang kemudiandikenaldengannama<i>Vereegnigde</i><i>Oostindische</i><i>Compagnie</i> (VOC).</p>

<p><span>&nbsp; Begitu</span>jugadenganbangsaInggrisdatangke Nusantara pada
1811 dengankongsidagangbernama East India Company
(EIC), berpusat di India. Tujuannya, merebutseluruhwilayahkekuasaanBelanda yang saatitusudahmenguasaisebagianbesar Nusantara (takhanya
Ternate).</p>

<p><span>&nbsp; Mengulang</span>kelakuanbangsaPortugisdanSpanyol, keduabangsaini (BelandadanInggris) pun salingbertikai. Peperangantakterhindarkan, dan akhirketikadisepakatinyaPerjanjian London tahun
1815. BerisikesepakatanbahwaInggrisharusmengembalikankekuasaannya di Indonesia
kepadaBelanda. Sejaksaatitu, kekuasaancolonialBelandataktergoyahkanhinggainvasiJepangpadatahun 1942 dankemerdekaanbangsa Indonesia tahun
1945.</p><p>Nilai : 93</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/c40ab02eadf2bf5c34db14d1edb408ea.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 05:37:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37332393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sofia amalia 26 8D. 15 10 201</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37333112</link>
         <description><![CDATA[<p>kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas suatu negara .</p><p>Daya tarik bangsa eropa ke indonesia yaitu:</p><p>- mencari rempah rempah <br></p><p>-indonesia memiliki wilayah yang strategis</p><p>motivasi:</p><p>3G yaitu: Gold,glory,gospel</p><p>ringkasan materinya tambahi ya Nak,terlalu sedikit</p><p>N 80</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/8e5fb0f265825f4b8411a8f22be0654f.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 05:48:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37333112</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syahrul Maulana 30 15/10/2014 RABU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37340249</link>
         <description><![CDATA[<p>Alasan Bangsa Barat datang ke Indonesia, tujuannya sbb:</p><p>1.mencari rempah-rempah.<br>2.mencari kekayaan gold.<br>3.menyebarkan agama kristen.<br>4.mencari kejayaan.<br>5.menjajajah.<br>6.memperbudak rakyat indonesia.<br>7.menguasai negara kita.<br>8.mengadu domba kerjaan yang ada.<br>9.menaklukan kerajaan-kerajaan islam di indonesia.<br>10.menguasai jalur perdagangan.</p><p>Motivasi mereka adalah 3G</p><p>GOLD (Kekayaan)</p><p>GLORY (Kejayaan)</p><p>GOSPEL (Menyebarkan Agama).</p><p> K U R A N G.........MATERINYA...N 80</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/9900c5d2556536522292efd1e4ed5199.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 07:43:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37340249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M UMAR MA&#39;RUF 15/10/2014 RABU</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37341169</link>
         <description><![CDATA[<p>Tujuan utama negara Barat datang ke indonesia adalah untuk mencari rempah rempah yang akan dikirim ke negara asalnya dan sebagian dijual . alasan negara eropa mencari rempah rempah adalah karena negara eropa yang beriklim sub tropis membuat mereka tidak dapat menghasikan rempah rempah sendiri. setelah datang ke indonesia dan melihat bahwa peribumi sangat ramah dan membuka tangan kepada negara eropa,disitulah muncul tujuan-tujuan lain salah satunya ingin menjadikan indonesia sebagai wilayah jajahanya</p><p>N 80</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/5c7596dd8cb1e94bc8755ff3fef8f504.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-15 07:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37341169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rifda nurul .H / 23 / 15 - 10 - 2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37349037</link>
         <description><![CDATA[<p>* Daya tarik bangsa barat menjajah Indonesia</p><p>- wilayah Indonesia yg strategis</p><p>- keadaan iklim Indonesia</p><p>- keindahan alam</p><p>- kesuburan tanah Indonesia</p><p>- sumber rempah-rempah</p><p>* motivasi</p><p>Bangsa barat menjajah Indonesia dengan semangat 3 G ( Gold/ emas, glory / kejayaan, gospel / kesucian).</p><p>*ambisi</p><p>Bangsa barat menjajah Indonesia dg keinginan untuk mendapatkan kekayaan dan kejayaan</p><p>K U R A N G MATERINYAAAAAA...........N 80</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/4fd6b0faf308a66ebdf7dcde5bd5d06f.jpg" />
         <pubDate>2014-10-15 09:40:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37349037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meilin Arrazaq No.12 Kelas 8D/Rabu 15-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37356545</link>
         <description><![CDATA[<p>Apa kolonial itu ?<br></p><p>Kolonial adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut.</p><p>Daya Tarik : 1. Indonesia kaya akan rempah-rempah.</p><p>                        2. Indonesia kaya akan SDA.</p><p>                        3. Indonesia kaya akan SDM.</p><p>                        4. Tanah di Indonesia sangat subur.</p><p>Motivasi : 1. Gold(kekayaan).</p><p>                    2. Glory(kejayaan).</p><p>                    3. Gospel(kesucian).</p><p>Ambisi : 1. Inonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempah yang dibutuhkan orang untuk</p><p>                    menghangatkan diri pada musim dingin, dan menambah cita rasa makanan.</p><p>                2. Rakyat Indonesia ramah dan bersahabat, dan tidak mudah curiga.</p><p>                3. Budaya Indonesia yang beragam membuat negara Indonesia unik, namun di saat yang sama</p><p>                    mudah di pecah belah.</p><p>                4. Letak daerah Indonesia sangat strategis dalam bidang perdagangan karena banyak kapal</p><p>                    dagang yang transit di Indonesia.</p><p>Bangsa-bangsa kolonialisme yang datang ke Indonesia :</p><p>1. Portugis, Eropa Selatan.</p><p>2. Belanda, Eropa Barat.</p><p>3. Spanyol, Eropa Selatan.</p><p>4. Inggris, Eropa Barat.</p><p>N 89</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141015/f3cca2dbf5a4ef5a1a7239ce3434d5ac.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-15 11:30:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37356545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANDHIKA CITRA SENA(02)Rabu,15-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37357376</link>
         <description><![CDATA[<p>&lt;.Daya Tarik Bangsa Barat menjajah Bangsa Indonesia:</p><p>          1.Rempah-rempah <br></p><p>          2.Tanah Bangsa Indonesia yang subur</p><p>          3.Tempat/wilayah yang Strategis</p><p>          4.Keindahan alam Bangsa Indonesia</p><p>&lt;.Motivasi:(3G)</p><p>               1.Gold(Emas/Kekayaan)</p><p>               2.Glory(Kejayaan)</p><p>               3.Gospel(Kesucian)</p><p>&lt;.Ambisi Bangsa Barat datang ke Indonesia:</p><p>             1.Indonesia kaya akan Rempah-rempah,yang menjadikan Bangsa Barat ingin merebut                kekayaan Indonesia</p><p>             2.Tanah Bangsa Indonesia yang subur,menjadikan Bangsa Barat ingin merebut dan menguasai Bangsa Indonesia</p><p>             3.Tempat Bangsa Indonesia yang strategis,menjadikan Bangsa Barat ingin menguasai Bangsa Indonesia</p><p>             4.Keindahan Alam Bangsa Indonesia yang Eksotis,menjadikan Bangsa Barat ingin merebut Bangsa Indonesia</p><p>&lt;.Bangsa-bangsa Barat yang pernah menjajah Bangsa Indonesia:</p><p>                 1.Portugis(eropa selatan)</p><p>                 2.Belanda(eropa barat)</p><p>                 3.Spanyol(eropa selatan)</p><p>                 4.Inggris(eropa barat)</p><p>N 88</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-15 11:45:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37357376</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MuSYUKRON (16) KAMIS,16,10,2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37481052</link>
         <description><![CDATA[<p>1.DAYA TARIK KOLONIL BANGSA BARAT DATANG KE INDONESIA</p><ul><li>Kaya akan hasil buminya</li></ul><ul><li>Negara kepulauan</li><li>Memiliki tanah yang subur</li><li>Letak yang strategis<br></li></ul>2,MOTIVASI<br><ul><li>GOLD(KEKAYAAN)</li><li>GLORY(KEJAYAAN)</li><li>GOSPEL(MENYEBARKAN AGAMA)</li></ul>3.AMBISI<br><ul><li>Menguasai Indonesia</li><li>Mencari rempah-rempah</li><li>Menyebarkan agama kristen dan katholik</li><li>Membuat perdagangan monopoli</li><li>Berdagang hasil bumi indonesia</li></ul>4.Bangsa-bangsa barat yang datang ke indonesia<br><ul><li>Portugis(Eropa Selatan)</li><li>Spanyol(Eropa Selatan)</li><li>Inggris(Eropa Barat)</li><li>Belanda(Eropa Barat)</li></ul><p>N 89</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141016/a32c7873b176e629cf3fc49c8c9f73ef.jpg" />
         <pubDate>2014-10-16 07:04:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37481052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Haris W n0.14KAMIS16/10/2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37482588</link>
         <description><![CDATA[<p>banyaknya rempah rempah dan kekayaan alam 
diIndonesia,dan zaman dulu Indonesia masyarakatnya msih ramah dan belum 
terlalu mengerti politik</p><p>Yang disebut bangsa barat disini adalah Belanda,<br>bangsa barat datang ke Indonesia disebabkan oleh Indonesia yang buminya kaya akan berbagai jenis rempah-rempah<br>Disamping
 Indonesia kaya akan rempah-rempah, bangsa Barat(Eropa) miskin 
rempah-rempah sehingga di sana harga rempah-rempah menjadi mahal<br>sehingga
 Belanda datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah yang masih 
murah, karena mungkin terlena dengan kekayaan Indonesia, Belanda justru 
ingin menguasai Indonesia dan oleh karena itu terjadilah penjajahan 
Belanda di Indonesia selama 350 tahun</p><p>*untuk melihat kebudayaan di indonesia<br>*tertarik mengunjungi tempat wisata yg ada di indonesia</p><p>1. Jatuhnya konstantinopel di tangan Turki Usmani<br>2. Kemajuan bidang teknologi. Bumi itu bulat<br>3. 3G= tujuan bangsa barat<br>&nbsp; &nbsp; Gold= Kekayaan<br>&nbsp; &nbsp; Glory= Kejayaan<br>&nbsp; &nbsp;  Gospel= Penyebaran agama Nasrani</p><p>ekspedisi (penjelajahan samudera)<br>4. Mencari sumber rempah-rempah<br>5. Menyebut Indonesia sebagai mutiara dari timur<br>ambisinya menguasai wilayah Indonesia, bebas melakukan monopoli perdagangan.
<b>1.Proses
Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia</b>

<b>A.Ekspedisi Vasco da Gama </b>

Pada
tahun 1948,Vasco da Gama,seorang Portugis memimpin ekspedisi mengelilingi
Afrika.Mereka kemudian tiba di Goa,sebelah barat India.Pedagang-pedagang Arab
dan Persia sudah lebih dahulu ada di sana,merasa tidak senang atas kehadiran
Portugis tersebut.Mereka memandangnya sebagai saingan berat.Secara
tiba-tiba,kapal Vasco da Gama diserang sehingga kalah dan terpaksa kembali ke
Portugal.Meskipun Portugis kalah,inilah awal terbukanya jalan ke timur bagi
orang-orang barat.

Empat
tahun kemudian,Vasco da Gama kembali lagi.Ia membawa armada yang terdiri&nbsp; atas 20 kapal.Misinya bukan lagi semata
berdagang,melainkan menetap dan membuat benteng serta gudang-gudang
perdagangannya.Dengan cara ini,kekuasaan Portugis akan kokoh disana.

Portugis
juga berusaha memperluas pengaruhnya ke timur.Pada tahun 1509,mereka tiba di
Malaka.Sultan Machmud,raja Malaka member izin bagi Portugis untuk membuka
kantor perdagangan di sana.Tetapi tak lama kemudian mereka malah
diserang.Diduga penyerangan tersebut terjadi karena penduduk setempat tak
berkenan dengan dengan kelakuan oramg-orang Portugis.Kapal-kapal Portugis di
kurung dan gudangnya dibakar.Hanya beberapa orang saja yang berhasil
menyelamatkan diri ke Goa.Itu pun dengan susah payah.Menerima kenyataan
tersebut,D’Albuquerque gubernur jenderal di sana,segera berangkat untuk
menghukum Malaka.Ia membawa 19 kapal dengan pasukan yang kuat,Dengan
meriam-meriam kapal,pelabuhan Malaka di tembak.Kemudian pasukannya mendarat di
sana.Sultan Machmud melarikan diri ke pedalaman.Portugis pun lalu membangun
benteng yang kuat di Malaka.Kapal-kapal yang di persenjatai dengan maksimal
ditempatkan di luar pelabuhan untuk mengantisipasi musuh dari luar.Pada kondisi
demikianlah Patti Unus menyerang Malaka dan kemudian kalah.Tatapi orang-orang
Jawa yang menetap disana memiliki hubungan dagang yang aktif dengan Portugis.
<b>B.Portugis Memasuki Nusantara</b>
Untuk
memperbesar pengaruhnya,kapal-kapal dagang Portugis juga melakukan pelayaran ke
arah timur.Pada tahun 1512,tibalah mereka di Maluku.Maluku adalah sumber
rempah-rempah yang di cari orang barat,yaitu biji pala dan cengkeh.Penemuan
Maluku adalah pintu gerbang zaman keemasan bagi Portugal.Selain menjadikan Goa
sebagai pusat kekuatan,Portugis juga mempunyai kuasa di Maluku dan Ternate.

Namun
tidak demikian halnya dengan Jawa ,Sumatra,dan Kalimantan.Di ketiga pulau
in,Portugis tak pernah mempunyai kakuasaa.Pernah mereka mencoba menetap di
Pasai,kawasan pantai utara Sumatr,tetapi tak berhasil.Sultan Malaka yang selalu
berperang dengan Aceh dan Jepara pada 75 tahun pertam,telah membuat Portugis
menaruh segan terhadap Aceh.Serangan Jepara tahun 1513 adalah permulaan
kesengsaraa,karena disusul dengan serangan-serangan berikutnya dari Jepara dan
Aceh.Baru pada tahun 1587 Malaka dapat berada dalam keadaan
tenang.Pasalnya,Sultan Aceh Aladin Riayat mau berdamai dengan Portugis.

Sementara
itu di Maluku,oleh Sultan Ternate Portugis diberi hak monopoli perdagangan
rempah-rempah.Hal ini menjadi dasar bagi Portugis untuk membangun benteng yang
kuat disana,sebelum akhirnya menduduki pulau-pulau sekitar.Di sisi
lain,kebijakan Sultan tersebut merupakan pukulan hebat bagi pedagang dari
Jawa,Bugis,serta pedagang pribumi lainnya.Bilamana sebelumnya mereka dapat
mengangkut dagangannya dengan perahu sendiri,sejak itu harus diangkut oleh
kapal Portugis. 
<b>C.Kesepakatan Portugis dan Spanyol</b>
Di
tengah merasakan nikmatnya mendapat hak monopoli,Portugis dikejutkan dengan
kedatangan dua kapal Spanyol di Tidore pada tahun 1521.Sesungguhnya kapal
Spanyol tersebut tengah berlayar menuju sebelah barat India.Sebagaimana
disepakati dalam perjanjian yang juga di sahkan oleh Paus dari Roma,Spanyol
mendapat hak atas sebelah barat India,sementara Portugis sebelah timur.
Dengan
lima kapal,armada Spanyol yang dipimpin Ferdinand Magellaan berangkat dari
Spanyol tahun 1519.Mereka berlayar menyusuri ke arah barat,Magellaaan yakin
mereka akan tiba dengan sendirinya di India sebelah barat.Mereka berlayar
melalui Amerika Selatan,menyusuri selat pulau-pulau sebelah selatannya sampai
ke Filipina.Selat yang dilalui tersebut kemudian disebut Selat Magellaan.Hingga
tiba di Filipina tersebut,rombongan Magellaan menghabiskan waktu dua
tahun.Selama itu mereka kehilangan tiga kapal.Dua yang tersisa berlabuh jangkar
di pulau Tidore.Sesuai kesepakatan dengan Portugis,akhirnya Spanyol berkuasa di
Filipina,sementara Portugis di Maluku.
Perjalanan
Magellaan tersebut menjadikannya orang pertama yang berlayar keliling dunia.
<b>D.Ekspedisi Dagang Belanda ke
Nusantara</b>

Sekalipun
sudah memudar kekuatannya,gaung keberhasilan Portugis tersebut terdengar gencar
di Eropa.Salah satu negara kecil yang tergoda untuk menirunya adalah
Belanda.Orang-orang Belanda berniat mencari jalan ke Nusantara untuk melakukan
perdagangan..Pada tahun 1595,dimulailah ekspedisi dengan armada yang terdiri
dari empat kapal,diwakili oleh 250 orang dan dipersenjatai dengan 100
meriam.Kapal-kapal ini milik persekutuan dagang yang diberi nama Companie van
Verre.Organisasi ini didirikan oleh orang-orang Belanda untuk tujuan ekspedisi
ke Nusantara.Bertindak sebagai pemimpin adalah Coenelis de Houtman,seorang
pedagang besar,dengan dinakhodai oleh mualim kepala bernama Keijser.

Setelah
melampaui 450 hari perjalanan dan kehilangan hamper dari separuh
orang-orangnya,akhirnya Houtman mendarat di pelabuhan Banten pada tahun
1596.Orang Portugis langsung mendatangi kapal Belanda dan membujuk mereka agar
berlayar terus.Portugis menganggap Belanda adalah saingan yang
potensial.Demikian pula sambutan penduduk setempat.Ketika Houtman datang
menghadap Bupati Jayanagara,Ia dan delapan pengawalnya malah ditangkapi.Saat
itu Jayanagara adalah pemegang kendali pemerintahan karena Sultan
Muhammad,Sultan Banten yang masih muda baru saja tewas terkena peluru dalam
peperangan di Palembang.Akhirnya Houtman dilepas setelah kapal Belanda
menghujani Banten dengan meriam.Tetapi mereka harus membayar tebusan sebanyak
4.500gulden.Menyadari dengan berdagang dengan cara demikian tidak akan
menguntungkan,akhirnya Houtman mengangkat sauh.Mereka sempat singgah di
Sedayu.Tetapi lagi-lagi mereka diserang,kali ini oleh Bupati Sedayu dan
pasukannya.

Setelah
terus berlayar,akhirnya Houtman diterima dengan baik di Bali.Namun ketika itu
anak buah kapal sudah banyak berkurang,tak lagi cukup untuk melayani empat
kapal.Houtman lalu memutuskan untuk membakar salah satu kapal yang sudah bocor.

<b>E.Nusantara Terbuka bagi Belanda</b>

Menyadari
bahwa kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berdagang,akhirnya Houtman kembali
ke Belanda melalui pantai selatan Jawa.Dengan tiga kapal yang tersisa,Ia hanya
mampu membawa sedikit muatan dan banyak anak buah yang jatuh sakit.Pada bulan
Agustus 1597,ketika Houtman merapat di Belanda,hanya 90 anak buah yang tersisa
bersamanya dari 250 orang yang ikut berlayar.Namun demikian,orang Belanda
gembira karena ekspedisi Houtman dianggap sebagai pembuka jalan bagi Belanda
menuju Nusantara.

Sebagai
perintis Houtman memberi inspirasi bagi yang lainnya.Penerusnya kemudian adalah
Admiral van Neck.Pada tahun 1598,van Neck membawa delapan kapal dengan
perlengkapan baik menuju Nusantara.Pelayaran berjalan mulus.Van Neck pun tiba
di Banten dengan aman.Keberuntungan menghampiri van Neck,karena kebetulan
Portugis baru saja di usir dari Banten karena perbuatannya yang kasar dan tidak
menyenangkan.Sebagaimana Houtman,van Neck juga disambut oleh Bupati
Jayanagara.Jayanagara meminta van Neck membayar di muka uang pelabuhan sebanyak
100.000gulden.Ia juga tidak diizinkan bertransaksi langsung dengan
penduduk,tatapi harus melalui Jayanagara.Untuk memuat barang ke kapal,van Neck
juga harus membayar beberapa ratus gulden ke Syahbandar pelabuhan
Banten.Berbeda dengan Hotman,van Neck menyanggupi semua syarat Jayanagara
tersebut.Dengan demikian,van Neck langsung bebas berdagang.
Van
Neck berhasil memuat empat kapalnya dengan lada,cengke,biji pala,dan muatan
lainnya yang akan laku di Eropa.Empat kapal lagi masih kosong.Untuk
mengisinya,Ia menugaskan admiral bawahanny,yaitu van Waerwijk dan van
Heemskerck pergi ke Maluk,sedangkan van Neck berlayar kembali ke Belanda.Namun
sebelumnya Ia menghadap dahulu ke putra kerajaan Banten,seorang anak yang baru
berumur tiga tahun.Kepadanya van Neck menyampaikan sejumlah upeti.Tata karma
yang dijalankan van Neck mampu merebut hati tuan rumah dan membuat langkahnya
terbuka.

Di
negeri Belanda,van Neck di sambut gembira karena sukses kembali dalam waktu
satu tahu,Ia membawa empat kapal yang penuh muatan berharga yang sangat
disenangi pasaran Eropa.Terbukalah sudah jalan ke Nusantara bagi Belanda.

Ekspedisi
Belanda berikutnya ke Nusantara terhitung mudah.Pada umumnya mereka diterima
dengan baik di pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi,terkecuali di beberapa
tempat.Seperti yang dialami Houtman ketika Ia berlayar kembali ke Nusantara dan
tiba di Aceh pada tahun 1599.Pada mulanya dua kapal yang di bawa Houtman
diterima dengan baik dan mendapat izin merapat dipelabuhan Aceh.Tetapi karena
hasutan Portugis,secara tiba-tiba Houtman diserang.Ketika itu,rombongan Houtman
tak siap kerena sedang mengadakan acara makan bersama di kapal.Houtman di
bunuh.Sebanyaj 100 orang Belanda yang ada bersamanya juga dibunuh atau
ditawan.Satu kapal di hancurkan oleh orang Aceh.
<b>2.Faktor- Faktor yang
Mendorong Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia</b>

Faktor-faktor
yang mendorong bangsa-bangsa barat pergi ke Indonesia,antara lain

1.Dikuasainya
rute dan pusat-pusat perdagangan di Timur Tengah oleh orang-orang Islam.

2.Adanya
kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu dengan ditemukan peta
dan kompas yang sangat penting bagi pelayaran.

3.Adanya
keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal sehingga harganya
lebih murah dan dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

4.Adanya
keinginan untuk melanjutkan Perang Salib dan menyebarkan agama Nasrani ke
daerah-daerah yang dikunjungi.

5Adanya
jiwa petualangan sehingga menggugah semangat untuk melakukan penjelajahan
samudra.
<b>3. Situasi dan Kondisi Kerajaan di
Indonesia Pada Masa Kedatangan Bangsa Barat</b>

Kota
Malaka dikenal sebagai pintu gerbang Nusantara. Agaknya julukan itu diberikan
karena perannya sebagai pintu masuk bagi pedagang-pedagang asing yang hendak
masuk dan keluar pelabuhan-pelabuhan di kepulauan Indonesia.

Malaka
pada akhir abad ke-15 di kunjungi oleh para saudagar yang datang dari jazirah
Arab , Asia Selatan (India) , Asia Tenggara , Cina , dan dari wilayah Nusantara
sendiri . Pada waktu itu daerah ini merupakan pusat perdagangan di Asia. Dengan
demikian , tidak aneh bila penduduk-penduduk Mlaka bercampur dengan
anasir-anasir asing .

Penduduk
asli dan para pedagang tinggal di daerah-daerah khusus. Angin-angin yang
bertiup di daerah kepulauan memungkinkan pedagang-pedagang bertemu pada waktu
yang sama di Malaka. Semua kapal-kapal , baik yang datang dari Asia Barat maupun
yang datang dari Asia Timur menggunakan
sistem angin ini untuk pelayaran mereka.&nbsp;
Saat-saat yang sangat ramai di Malaka adalah antara bulan Desember dan
Malaka.

Sebagai
daerah penghasil , Malaka sebenarnya tidak begitu berarti , akan tetapi letak
geografisnya sangat menguntungkan. Malaka menjadi jalan silang antara Asia
Timur dan Asia Barat karena itu Malaka dapat menjadi kerajaan yang berpengaruh
atas daerah sekitarnya. Dari daerah sekitarnya itu Malaka memungut upeti.

Daerah-daerah
yang berda di bawahpengaruhnya kebanayakan terletak di Sumatera , di anatara
yang terpenting adalah sungai Kampar. Dari sinilah Malaka menjalankan
pengawasannya ini terhadapdaerah di bawah pengaruhnya yang lain, yakni
Minangkabau. Dari daerah ini pula Malaka dapat mempertimbangkan kemungkinan-
kemungkinan mengadakan ekspansinya ke Utara dan selatan Sumatera.

Disamping
daerah Kampar , Siak pun jatuh di bawah penaruhnya sehinggah Malaka dapat
mempengaruhi perdagangan emasnya . Dearah-daerah itu membayar upeti kepada
malaka hingga kedatangan orang-orang Portugis . upeti yang dibayar oleh Siak
kepada Malaka berupa emas. Disamping perluasan pengaruh kekuasaannya ke
derah-daerah di Sumatera , Malaka dapat juga menaklukan Kepulauan Riau Lingga.
Sebagai upeti yang diberikan daerah yang dikuasai Malaka dalah bahan pangan
untuk di ekspor. Tenaga-tenaga manusiapun di ambil dari sini. Penduduk daerah
ini terkenal sebagai orang-orang yang suka berperang.

Terhadap
daerah-daerah lain , selain yang disebut di atas , Malaka tidak meluaskan
pengarunya lagi Pada abad ke-16 , Malaka
merasa perlu mengambil sikap ini karena adanya ancaman dari Utara. Malaka
merasa bahwa Siam lebih berbahaya dari pada Cina. Di samping itu Mlaka masih tergantung dari Siam dalam
persediaan beras. Orang-orang dari Siam banyak juga yang datng dan menetap di
Malaka. 

Hubungan
yang di jalin antara Malaka dan Jawa sangat baik dan hati-hati . Hubungan yang
baik ini perlu karena Malaka juga tergantung akan bahan-bahan pangan dari Jawa.
Ketika hubungan dengan Siam memburuk , hubungan dengan Jawa makin membaik.
Disamping tergantungnya malaka pada bahan pangan dari luar untuk kerajaannya
sendiri. Malaka juga memerlukan pangan bagi kapal-kapal dagang asing yang
datang ke Malaka. Persediaan dalam bidang pangan dan rempah-rempah harus selalu
cukup supaya dapat melayani semua pedagang. Para pedagang Jawa juga membawah
rempah-rempah dari Maluku ke Malaka. 

Pada
abad ke-15&nbsp; Malaka mengirimkan upeti
kepada raja-raja yang beragama Hindu di Jawa untuk mendapat bantuan dan
hasil-hasil pangan dari Jawa. Hubungan ini mendengur pada abad ke-16 karena
kekuasaan kerajaan-kerajaan yang dikuasai raja-raja&nbsp; yang beragama Hindu mulai mundur. Majapahit
mulai terdesakoleh kerajaan kerajaan di pantai utara Jawa, sabaliknya kerajaan
di pantai utara Jawa , sebaliknya kerajaan di pantai Utara Jawa mulai
berkembang kaerna perdagangan. Malaka yang pada abad ke-15 telah memeluk agama
islam mulai mencari sahabat yang seagama di pantai&nbsp; utara jawa sehingga membawa kemunduran bagi
Majapahit.

Disamping
Mlaka maju dibidang ekonomi , bidang agama juga demikian. Dengan kemajuan
Malaka , banyak alim ulama datang dan ikut mengembangkan agama islam di kota
ini. Penguasa dengan sendirinya mendorong perkembangan. Meskipun penguasa belum
memeluk agama Islam , pada abad ke-15 mereka telah mengizinkan agama islam
berkembang di Malaka. Penganut-penganut agama Islam diberi hak-hak istimewa
bahkan untuk mereka di bangun sebuah masjid.

Dari
keterangan-keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa kemajuan-kemajuan yang di
alami Malaka tidak dapat di capai jika kerakjaan tersebut tidak mempunyai
peraturan-peraturan tertentu , yang memberikan jaminan lumayan kepada para
pedagang. Untuk itu terdapat aturan bea cukai , ukuran tentang kesatuan ukuran
, sistem pemakaian uang logam , dan sebagainya. Selain aturan-aturan tersebut ,
pemerintahannya juga sangat baik dan teratur.

Pada
abad ke-16 , Aceh mulai memegang peran penting di bagian Utara Pulau Sumatera.
Pengaruh Aceh ini meluas dari Barus di sebelah Utara hingga di sebelah selatan
di daerah Indrapura. Indrapura sebelum di bawah pengaruh Aceh merupakan daerah
pengaruh Minangkabau.

Ketika
orang-orang Portugis mulai datang ke malaka pada permulaan abad ke-16 , status
politik Aceh masih merupakan suatu kerajaan takluk dari kerajaan yang ada di
Sumatera Utara, yaitu Pidie. Akan tetapi , Aceh kemudian melepaskan diri dari
pengaruh kekuasaan Pidie berkat seorang tokoh kuat yang menjadi penguasa Aceh
pada waktu itu , yaitu Sultan Alih Muqhayat Syah (1514-1528) . Sultan inilah
yang menjadi pendiri Kerajaan Aceh. Kemajuan Aceh pada waktu itu sangat
terpengaruh oleh kemunduran Kerajaan Malaka yang mengalami pendudukan
orang-orang Portugis. Orang-orang Portugisdatang ke Malaka karena mereka
mengetahui bahwa pelabuhan Malaka merupakan pelabuhan transito yang banyak
didatangi pedagang dari segala penjuru angin. Hal ini sangat menarik perhatian
orang-orang Portugis. Keadaan Malaka yang mulai mundur itu telah memberi
kesempatan kepada Aceh untuk berkembang, dan ini masih mungkin , karena
orang-orang Portugis belum menaruh perhatian penuh kepada Aceh pada waktu itu.

Ketika
pada tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis , daerah-daerah pengaruhnya
yang terdapat di Sumatera mulai melepaskan diri dari Malaka. Keadaan ini sangat
menguntungkan kerajaan Aceh yang mulai berkembang. Di bawah kepemimpinan Sultan
Ali Muqhayat Syah , Aceh mulai melebarkan kekuasaannya ke daerah-daerah
sekitarnya. Opersi-operasi militer diadakan terhadap wilyah-wilayah ini tidak
sja dengan tujuan agama dan politik , tetapi juga dengan tujuan ekonomi.

Ke
Utara Sultan Ali Muqhayat Syah memulai perangnya terhadap Pidie , Pasai , dan
Daya. Dalam pertempurandan pendudukan terhadap ketiga kerajaan ini , ia berhasi
merebut senjata-senjata dari orang-orang Portugis yang terdapat di
benteng-benteng mereka di Pidie. Di samping penyerbuan-penyerbuan yang sukses
ini , tujuan ekonominya pun tercapai.

Hubungan
politis antara Aceh dan Minangkabau pada periode itu tidak begitu jelas , yang
diketahui hanyalah bahwa Aceh mengambil penghasilan Minangkabau yang menuju
pantai barat. Sejak tahun 1511 banyak hasil perdagangan yang sedianya menuju
Malaka pda waktu&nbsp; itu di angkut ke pantai
barat. Di situlah pedagang-pedagang Gujarat datng dengan perahu dagangannya.

Hubungan
politik antara Aceh dengan pantai barat&nbsp;
berasal dari pemerintahan Alauddin Riayat Syah. Ketika Sultan Alauddin
meninggal , ia digantikan oleh seorng puteranya yang bernama Husain. Sultan
Husain ternyata tidak disukai oleh saudara-saudaranya yang telah menjadi Sultan
dari Pariaman dan Aru. Ia tidak disenagi oleh Sultan Fansur di Barus walaupun
iparnya sendiri. Perang terjadi ketika ketiga Sultan ini mengadakan perlawanan
terhadap Husain. Mereka bertiga ini dibantu oleh dato-dato dari Batak. Dalam
pertempuran ini Sultan Aru dan Sultan Husain wafat sehinggah yang tertinggal
adalah Sultan Mughal dari Pariaman. Salah satu turunan Sultan Pariaman menjadi
Raja Bujang yang emerintah di Aceh dengan nama Sulatan Ali Riayat Syah yang
memerintah antara tahun 1586 hingga 1588. Baru ketika iskandar Muda memerintah
di dapat lagi berita tentang Aceh. Iskndar Muda berhasil membawa kembali
daerah-daerah yang telah melepaskan diri dari Aceh kedalam kekuasaannya.
Daerah-daerah itu adalah Deli (1612) , Johor (1613) , Pahang (1618) , Kedah
(1619) , Perak (1620) dan Nias (1624-1625).

Daerah
Sumatera Barat bagi Aceh pada zaman itu selalu menarik karena daerah ini
merupakan sumber komoditas perdagangan emas dan lada . padaa waktu itu
permintaan akan emas dan lada dari para pedagang Gujarat dan Cina sangat tinggi
, kemudian juga dari orang-orng Portugis , Belanda , dan Inggris.

Di
bawah pemerintahannya yang ketat , Iskandar Muda menuntut 15% dari produksi
emas dan lada sebagai upeti. Sisa dari produksi itu dapat di jual dengan harga
yang telah ditetapkan olehnya. Di bawah sistem monopoli perdagangan ini
orang-orang asing hanya dapat berdagang di Kutaraja setelah mendapat izin dari
Raja. Izin untuk berdagang dengan orang asing di daerah lain yang berada
dibawah pengaruh Aceh hanya pernah diberikan dua kali , yaitu pada Cornelis de
Houtman dan James Lancaster dengan suatu tujuan politik.

Dengan
pemberian izin tersebut ia mencari sekutu melawan Portugis di Johor. Yang di
beri prioritas utuk datang berbelanja atau berdagang di Kutaraja adalah
orng-orang Gujarat , yang membawa bahan-bahan ke Aceh , seperti pakaian dan
sebagainya.

Jika
keadaan Malaka dan Aceh dlihat sebagai kerajaan yang bercorak Islam yang
menonjol pada abad ke-16 , Demak merupakan salah satu kerajaan yang bercorak
Islam yang menonjol pada abad ke-15. Orang yang berkuasa di Demak pada
permulaan abad ke-16 adalah Rade Patah. Raden Patah ini adalah pangeran dari
Palembang yang kawin dengan seorang putri (cucu) Sunan Ampel. 

Perdagangan
yang dijalankan Demak dan Malaka terutama adalah beras dan bahan pangan yang
lain. Hubungan perdagangan tersebut mulai terganggu sejak Malaka pada tahun
1511 di kuasai Portugis , Pati Unus mengadakan serangan ke Malaka pada tahun
1513 meskipun mengalami kegagalan. Dapat dikatakan bahwa pada pertengahan abad
ke-16 Demak hampir menguasai seluruh pulau Jawa. 

Ekspansi
yang di adakan Demak ke Jawa Barat pada tahun 1522 dan 1526 adalah daengan
tujuan untuk mendahului Portugis , yang sebelum itu telah singgah ke daerah
ini, tetapi belum mendirikan suatu kantor dagang.

Pada
tahun 1522 seorang Portugis bernama Jorge d’Alburquerque yang menjabat sebagai
Gubernur Malaka mengirim seorang utusan ke Raja Samian (Raja Sunda)&nbsp; untuk mencari hubungan dagang . orang
Poortugis yang di utus ini adalah Henrique Leme yang diterima dengan baik oleh
Raja Sunda. Sikap baik terhadap kedatangan orang Portugis ini di ambil dengan
alasan , pertama untuk hubungan dagang dan yang kedua adalah mendapat sahabat
dalam menghadapi kekuatan Demak yang pada waktu itu sedang mengadakan ekspansi
ke Jawa Barat.

Setelah
membicarakan daerah-daerah di sebelah Barat Nusantara , baiklah kita tinjau
daerah Indonesia bagian Timur. Raja-raja tertua di Maluku adalah raja dari
Jailolo , akan tetapi karena penduduk Ternate , Tidore , dan Bacan lebih banyak
dari pada Jailolo , para penguasa dari tiga daerah ini lebih menonjol. Kerajaan
Ternate terjadi kira-kira pada abad ke-13 , dan ibu kota kerajaan ini di
tempatkan di Sampalu. Di temapt ini pada abad-abad kemudian orang-orang
Portugis ikut mencampuri masalah tahta kerajaan . Pada permulaan abadke-14
kerajaan Ternate mulai maju karena berkembangnya perdagangan rempah-rempah.
Perdagangan rempah di jalannnka oleh orang-orang Jawa dan Melayu yang datng ke
pulau Maluku , khususnya ternate dan Tidore. 

Tidak
jarang di antara para pedagang ini ada yang menetap di pulau-pulau ini.
Kemajuan yang di alami kesultanan Ternate menimbulkan iri hati
kerajaan-kerajaan sekelilingnya , yaitu Tidore , Bacan , dan Obi , mereka juga
ingin maju seperti Ternate.

Dengan
menetapnya orang melayu , Jawa , dan Arab di Ternate , agama islam pun masuk ke
daerah ini. Ketika Raja Zainal Abidin memerintah di Ternate ia mengambil
kesempatan untuk belajar agama di Gresik.

Mengenai
pualu Ternate juga telah diberitakan oleh Tome Pires bahwa penduduk pulau inii
merupakan orang-orang baik yang terbuka terhadap agama lain. Ia juga
menyebutkan bahwa Ternate merupakan kerajaan yang terbesar di antara kerajaan
lain karena Ternate mimiliki jumlah perahu yang disebut kora-kora yang banyak
perahu-perahu yang dimiliki Ternate sekitar 100 buah. Kora-kora ini di pakai
untuk mengadakan perang dengan tetangga-tetangganya dalam rangka perebutan
pengaruh. Hasil rempah-rempah Ternate juga tidak sedikit terutama Cengkeh yng
hasilya sekurang-kurangnya 50 bahar setahun .

Seperti
diketahui , kerajaan yang bercorak Islam di Semenajung Selatan , Sulawesi
adalah Gowa-Tallo , Bone , Wajo , dan Soppeng.kerajaan Wajo , Bone , dan
Soppeng bersatu dala persekutuan Tellum&nbsp;
Pocco (tiga kerajaan) sedangkan antara Gow-Tallo , dan Tellum Pocco terjadi
persaingan dengan Hegemoni di Semenanjung ini .

Hubungan
Kerajaan Gowa-Tallo dengan Ternate sangat baik , pada tahun 1580 kedua kerajaan
tersebut mengadakan persekutuan . Ternate pada waktu itu berada di bawah Sulta
Baabullah. Sultan Baabullah mencoba untuk membuat Raja Gowa-Tallo menganut
agama Islam , tetapi tidak berhasil. Islam baru berhasil masuk di Gowa-Tallo
pada waktu seorang Melayu , yaitu Datto’ri Bandang , datng ke Gowa-Tallo . Raja
Allauddin (1591-1638) adalah Raja pertama yang memeluk agama Islam . Setelah
Gowa-tallo menerima agama Islam (1605) , Bone mengikutinya pada tahun 1606

Pada
kira-kira tahun 1600 Sombaupu –Makassar atau pelabuhan dari kerajaan Gowa-Tallo
yang dari orang-orang Makasar di sebut ujung pandang merupakan pelabuhan yang
sangat ramai yang menyediakan perbekalan bagi kapal-kapal yang hendak
melanjutkan perjalanan , baik ke timur maupun ke barat. Rempah-remaph yang
dapat di peroleh di pelabuhan ini kadang-kadang lebih murah dari pada di Maluku
sendiri.

Hasrat
untuk ekspansi mungkin di akibatkan oleh dorongan untuk menyebarkan agama islam
yang baru masuk , dan mungkin juga karena kekayaan yang di peroleh dari
perdagangan yang ramai&nbsp; di&nbsp; pelabuhannya yang merupakan pelabuhan
transito dengan modal pelabuhan transito yang waktu itu paling besar di
Indonesia , kerajaan Gowa-Tallo ini juga di kenal oleh orang Belanda yng sudah
mulai datang ke Indonesia</p><p>N  95</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141016/feb8ba702caf69ec97c37e33d2004749.png" />
         <pubDate>2014-10-16 07:39:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37482588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syahru</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37483084</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-16 07:48:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37483084</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIFDA NURUL H/23/16-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37483392</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-16 07:52:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37483392</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIFDA NURUL H/23/16-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37483794</link>
         <description><![CDATA[<p>N 85</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141016/16d8e6cdacc7d269628f3795575a1789.docx" />
         <pubDate>2014-10-16 07:58:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37483794</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Ervan Rizqya l TUGAS 2 l 16 / 10 / 2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37505640</link>
         <description><![CDATA[<p>PENJAJAHAN BANGSA BARAT SESUDAH TAHUN 1800 DAN SEBELUM TAHUN 1800</p><p>
<b><i>1. perlawanan terhadap penjajah sebelum tahun 1908.</i></b>

<b><i>a. Penjajahan Bangsa Barat</i></b>

Bangsa indonesia memliki sejarah yang sangat panjang, hidup
dalam kemakmuran dan ketentraman selama berabad abad, kerajaan besar dan kecil
banyak berdiri di nusantara seperti sriwijaya dan majapahit, kerajaan yang
melambangkan kejayaan dan kemakuran dengan berbagai budaya dan&nbsp; ajaran
seperti hindu budha islam, yang turut menghias nusantara. Pada abad ke 15
nusantara terusik oleh kedatangan bangsa barat dan eropa ke dunia timur
termasuk nusantara, karena jalur perdagangan mereka di laut tegah di kuasa oleh
turki dan mereka mencari solusi untuk mencari&nbsp; jalan yakni ke Indonesia
timur untuk mencari sendiri barang yang mereka butuhkan. Bangsa eropa pertama
yang datang ke indonesia timur adalah Portugis dan Spanyol.mengirim armada untk
membawa misi agama perdagangan dan daerah koloni. 17 juni 1494 diadakan
perjanjian antara Spanyol-Potugis untuk membagi dunia menjadi 2 belahan jalur
pelayaran mereka terkenal denga peranjian tartados de torsilas atau perjanjian
tordesilas . Dibuat garis khayal dari sebuah titk yng terletak 370 mil di
sebelah barat tanjung&nbsp; verde melintas dari kutub utara ke kutub selatan.
Portugis berangkat ke arah timur sedangkan Spanyol ke arah barat.perjanjian
tordesilas dianggap sebaga titik lahirnya&nbsp; kolonialisasi atau imperialisme
di dunia timur oleh bangsa barat.

<span>1.<span>&nbsp;
</span></span><u>Penjajahan Portugis</u>

Pertama kali menginjakkan kaki pada tahun 1511 di pimpin
oleh alfonso d’ alburqueque menaklukkan malaka, menguasi daerah-daerah lainnya
di nusantara yang kaya akan rempah-rempah (cengkeh, pala, merica dsb) yang
merupakan barang mahal di eropa. Pada 1521 portugis yang mulanya hanya
mencari&nbsp; barang dagangan tetapi malah menaklukkan menguasai dan menjajah
bangsa yang ada di nusantara .

<span>2.<span>&nbsp;
</span></span><u>Penjajahan Spanyol </u>

Armada sanyol sampai di Filipina pada 1521 sampai ke
kepulauan Maluku, Tidore pada tahun 1522, walaupun berlayar bertentangan arah
namun akhirnya bertemu juga di Maluku, agar tak terjadi perselisihan maka
diadakan perjanjian Saragosa pada 22 april 1529. Berdasar perjanjian itu&nbsp;
portugis mennguasai wilayah timur sampai Irian sedangkan Spanyol menguasai
mulai Irian ke timur juga Filipina terus ke timur&nbsp; sehingga Spanyol harus
keluar dari kepulauan nusantara,sehingga sepenuhnya adalah kekuasaan Portugis.

3.&nbsp;
<u>Penjajahan Belanda 1596-1942</u>

`Armada dagang Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman
pada tahun 1596 berlabuh di Banten. Mulanya mencari barang dagangan atau rempah
rempah akan tetapi kemudian Belanda bukan sekedar ingin berdagang biasa
,melainkan ingin menguasai dan menjajah Nusantara. Tahun 1596 awal penjajahan
Belanda di Nusantara yang berlangsung kurang kebih 350 tahun. Kemudian
mendirikan persekutuan dagang yang bernaa VOC (vereeningde oost-indische
compagnie) atau persekutuaan dagang &nbsp;India timur yang dibantu oleh
pemerintahan belanda. VOC menguasai dan mengekploitasi ekonomi di Indonesia
dari tahun 1602 – 1799. Selain memiliki kekusaan untuk memonopoli perdagangan
VOC juga memiliki kekuatan militer untuk menghadapi perlawanan dan persaingan
dagang.

Ketika terjadi peselisihan antara pangeran Jayakarta dan
Banten dengan Belanda pada tahun 1619, kota Jayakarta dibakar oleh Belanda
dibawah pmpinan Jan Pieterzoon Coen. Tahun 1619 Belanda membangun kota di atas
puing-puing Jayakarta yang diberi nama Batavia.Kekuasaan Belanda tahun 1799
diambil alih oleh pemerintah Belanda dari VOC. VOC mengalami kerugian yang
besar yang menyebabkan kebangkrutan dan dibubarkan. Sebelumnya penjajahan
Belanda atas Indonesia dilakukan oleh VOC, sejak tahun 1799 secara resmi
dilakukan oleh pemerintahan Belanda. Penjajahan belanda 1811-1816.

4.&nbsp;
<u>Penjajahan Prancis </u>

Prancis menjajah Indonesia tidak secara langsung namun
secara tidak langsung&nbsp; hal ini di karenakan Belanda kalah oleh Prancis
dalam perang di negaranya. Battafsce republik (17991807)&nbsp; dihapuskan oleh
Napoleon Bonaparte&nbsp; dan diganti dengan koningkrijk holland (kerajaan belanda
) di bawaah kekuasaaan adiknya yaitu Loeis Napoleon. Akhirnya Indonesia menjadi
bagian dari penjajahan koningkirjk holland yang berarti secara tidak langsung
menjadi jajahan prancis,pada masa ini gubernur jendral daendels dikirim ke
indonesia.

5.&nbsp;
<u>Penjajahan Inggris 1811-1816</u>

Tahun 1811 Inggris menyerang Hindia Belanda menaklukkan kota
Batavia. Jendral Belanda Jansens menyerah tanpa syarat kepada Inggris.
Pemerintah Inggris di Indonesia dijalankan oleh letnan gubernur Thomas Stamford
Raffles. Penjajahan Inggris di Indonesia hanya 6 tahun hal ini karena adanya
perjanjian convention of&nbsp; london. Tahun 1814 Inggris mengembalikan semua
daerah jajahan Belanda ke pihak Belanda lagi. Peristiwa ini karena kalahnya
Napoleon Bonapoarte kaisar Prancis dalam pertempuran di Leipzing Inggris
menyerahkan Indonesia pada Belanda pada tahun 1816&nbsp; saat itu yang menjadi
pemimpi Inggris di Indonesia adalah letnan gubernur Jhon Fendhal.

6.&nbsp;
<u>Penjajahan Belanda ke-2 1816-1942</u>

Berdasarkan
convention of london 1814 Belanda berkuasa kembali di Indonesia.penjajahan dan
eksploitasi manusia dan sumber daya alam manusia dimulai lagi oleh pemerintah
Belanda. Sistem eksploitasi yang dilakukan oleh Belanda disebut sistem tanan
paksa. Pada masa dimana modal modal swasta liberal masuk ke Indonesia dan masa
penerapan politik etis. Penjajahan Belanda pada masa periode kedua berlangsung
kurang lebih 26 tahun. Penjajahan berakhir ketika bala tentara Jepang menyerang
ke Indonesia dibawah pimpinan jendral Imamura. Belanda menyerah kepada Jepang
10 maret 1942, Belanda yang diwakili oleh gubernur jendral t.j. arda van
starkenborgh dan letnan jendral ter poorten menyerah tanpa syarat kepada
tentara Jepang di Kalijati Subang Jawa Barat. Dengan menyerahnya Belanda
berakhirlah penjajahan Belanda tahun 1596 sampai 1942 atau sekitar 3,5 abad,
dan dimulailah masa penjajah jepang yang tak kalah kejamnya.

<b><i>b. Perjuangan Sebelum Kebangkitan Nasional</i></b>

<b><i><span>1.<span>&nbsp;
</span></span></i></b><b><i><u>Perjuangan
Melawan Portugis </u></i></b>

Perjuangan
pertama dlakukan oleh rakyat malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda
Kelapa.

<span>a.<span>&nbsp;
</span></span>Perjuanagn Rakyat Malaka

Pada
tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap
Portugis&nbsp; namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan.
Akhirnya Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu
oleh Portugis &nbsp;Sultan Mahmud Syah I &nbsp;lari ke pulau Kampar hingga
wafatnya 1528.

<span>b.<span>&nbsp;
</span></span>Perjuangan Rakyat Johor

Dipimpin
oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil
Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.

<span>c.<span>&nbsp;
</span></span>Perjuangan Rakyat Demak

Dipimpin
oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis,
dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali
Malaka namun tidak berhasil

<span>d.<span>&nbsp;
</span></span>Perjuangan Rakyat Maluku

Berhasil
menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai
penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan
Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras
dan menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat
rakyat melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan
Hairun melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan
dalih untuk mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan
Baabullah, putra Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera
bersatu padu melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil
mengusir Portugis dari Ternate.

<span>e.<span>&nbsp;
</span></span>Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa

Fatahillah
seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin
rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang
orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis terusir
kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah
kemudian berdirilah kerajaan Banten.

<b><i><span>2.<span>&nbsp;
</span></span></i></b><b><i><u>Perjuangan Menentang Penjajah Belanda</u></i></b>

Perjuangan
menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke
tujuh belas sampai abad dua puluh. Pada abad ke-16 penentangan dilakukan oleh:
</p><ol><li>Sultan Agung dari Mataram
     (1613-1645).</li><li>Sultan Hasanuddin dari kerajaan
     Goa Sulawesi Selatan (1667)</li><li>Sultan Ageng Tirtayasa (1684)</li><li>Sultan Iskandar Muda dari Aceh
     (1635)</li><li>Untung Suropati dan Trunojoyo
     (1670)</li><li>Ibnu Iskandar dari Minangkabau
     (1680)</li></ol>

Yang
berjuang pada abad ke-19 antara lain:
<ol><li>Pattimura dari Maluku (1817)</li><li>Pangeran Diponegoro (1825-1830)</li><li>Imam Bonjol dari Minangkabau
     (1822-1837)</li><li>Sultan Badaruddin dari
     Palembang (1817)</li><li>Pangeran Antasari dari
     Kalimantan (1860)</li><li>Jelantik dari Bali (1850)</li><li>Anak Agung Made dari Lombok
     (1895)</li><li>Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro,
     Cut Nyak Dien (1873-1904)</li><li>Si singamangaraja dari Batak
     (1900)</li></ol>

Perlawanan
membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa
sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat
terusir dari tanah air Indonesia.

<b>c. Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :</b>
<ol><li>Bersifat lokal atau kedaerahan</li></ol>

Artinya
terbatas daerah tertentu saja. Tidak ada koordinasi antara pejuang satu daerah
dengan daerah lain
<ol><li>Perlawanan secara sporadic dan
     tidak serentak</li><li>Perlawanan dipimpin oleh
     pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan</li><li>Sebelum masa 1908 perlawanan
     menggunakan kekerasan senjata</li><li>Para pejuang di adu domba oleh
     penjajah (devide et impera politik memecah belah bangsa Indonesia</li><li>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <b>Perlawanan
terhadap penjajah setelah tahun 1908</b>

</li></ol>

<b><i><span>1.<span>&nbsp; </span></span></i></b><b><i>Penjajahan
Jepang 1942-1945</i></b>

Kedatangan Jepang semula disambut gembira karena dianggap
sebagai tentara pembebas yang akan melepaskan belenggu rakyat Indonesia dari
belenggu penjajahan belanda propagandanya menyatakan bahwa jepang (Nippon)
adalah saudara tua, pemimpin asia, pelindung asia, dan untuk kemakmuran asia.
Pada awalnya&nbsp; memperoleh simpati rakyat namun pada akhirnya menjajah dan
mengeksploitas dengan sangat kejam, masa penjajahannya hanya 3,5 tahun namun
membuat bangsa Indonesia sangat menderita. Penjajahan Jepang berakhir saat
jepang harus menyerah tanpa syarat terhadap sekutu pada tanggal 14 agustus 1945
setelah secara berturut-turut Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh
amerika serikat tanggal 6 dan 9 agustus 1945.

<b><i><span>2.<span>&nbsp;
</span></span></i></b><b><i>Penderitaan di Bawah Penjajahan </i></b>

Selama
berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah
memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan,
kebebasan, dan kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga
manusia, eksploitasi kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan
bangsa penjajah. Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli
perdagangan di Indonesia selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan
mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.

Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya
semakin buruk jauh lebih buruk dan lebih lama dan penjajahan yang dilakukan
oleh VOC menerapakan beberapa kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:

1.&nbsp;
Sistem monopoli perdagangan ( menguasai seluruh perdagangan)

2.&nbsp;
Kerja rodi ( kerja paksa tanpa upah)

3.&nbsp;
Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat

4.&nbsp;
Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC

5.&nbsp;
Pelayaran Hongi ( mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)

6.&nbsp;
&nbsp;Ekstripasi ( penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )

7.&nbsp;
Tanam paksa ( menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)

Rakyat sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan
semua hasil tanamn dan itu berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan
akhirnya meninggal dunia. Penyerahan pajak ke VOC harus dalam bentuk barang
yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk uang seperti sistem pajak
tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat menaikan tanaman dagangan
yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak lagi harus membayar pajak
tanah.

Ketentuan
tanam paksa sebagai berikut:
<span>a.<span>&nbsp;
</span></span>Menyediakan sebagian dari tanahnya
untuk menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran eropa.
<span>b.<span>&nbsp;
</span></span>Bagian dari tanah pertanian untuk
tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah pertanian.
<span>c.<span>&nbsp;
</span></span>Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak
boleh melebihi waktu penanaman padi.
<span>d.<span>&nbsp;
</span></span>Bagian dari tanah untuk menanam
tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
<span>e.<span>&nbsp;
</span></span>Tanaman wajib diserahkan kepada
pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar
maka selisih akan dikembalikan.
<span>f.<span>&nbsp;
</span></span>Panen yang gagal akan dibebankan
pada pemerintah.
<span>g.<span>&nbsp;
</span></span>Pengerjaan tanah di bawah pengawasan
kepala pemerintah.

Dalam prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan
oleh para pegawai pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang
mencari keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat
menyengsarakan rakyat.

<b><i><span>3.<span>&nbsp;
</span></span></i></b><b><i>Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional</i></b>

Tanggal
20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu
Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya
Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan
berbeda dengan perjuangan sebelumnya. 

Ciri-ciri
perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
<ol><li>Perjuangan dlakujan dengan
     menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan</li><li>Para pemimpin berasal dari kaum
     intelektual, bukan raja atau sultan</li><li>Rasa persatuan dan kebangsaan
     sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi.</li></ol>

Menurut
Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat
oleh faktor:
<ol><li>Perlawanan bangsa Filipina
     terhadap Spanyol pada tahun 1989</li><li>Kemenangan Jepang atas Rusia
     tahun 1885</li><li>Kegiatan Partai Kongres di
     India melawan Inggris tahun 1885</li><li>Bangkitnya Kemal Pasha di Turki
     pada tahun 1881</li><li>Keberhasilan dr. Sun Yat Sen
     dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911</li><li>Pecahnya Perang Dunia I</li><li>Didirikannya Volksraad (DPR)
     oleh Belanda tahun 1911</li></ol>

Sejak
Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa
organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
<ol><li>Budi Oetomo
Budi
Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA
di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang
sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara
membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.

Budi
Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik
kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional
karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.
</li></ol><ol><li>Sarekat Islam
Sarekat
Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh
Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk
menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan
untuk menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para
pejabar Eropa dan Bumiputra.

Gerakan
Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap penindasan
penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat
menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di
Indonesia. Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said
Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan Suryopranoto.

<span>2.<span>&nbsp;
</span></span>Indische
Partij

Didirikan
pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan
nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh <i>Indische Partij</i> lainnya adalah dr.
Tjipto mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.

Indische
Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka,
sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah
Indische Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama
di Indonesia. Organisasi ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia
Belanda bersifat tegas dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin
Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti
namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.<br></li></ol>

<span>3.<span>&nbsp;
</span></span>Gerakan Pemuda

Gerakan
pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh golongan
tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri
Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R.
Satiman Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida
tujuan mulai, yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah
mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa,
Sunda, Madura, Bali, dan Lombok.

Azas
Tri Koro Darmo adalah:
<ol><li>Menumbuhkan pertalian antara
     murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus perguruan
     kejuruan dan sekolah rakyat.</li><li>Menambah pengetahuan umu bagi
     anggota-anggoatanya</li><li>Membangkitkan dan mempertajam
     perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.</li></ol>

Dalam
Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi Jong
Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa
Raya dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan
menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.

Organisasi
Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan
Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi
ke dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia
mempunyai arah ke politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A.
Subardjo.

<span>4.<span>&nbsp;
</span></span>Partai Nasional Indonesia

PNI
didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai
ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan
Indonesia yang akan dicapai dengan asas <i>percaya pada diri sendiri</i>.
Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak mau bekerjasama atau
iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.

Dalam
kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai
ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya
mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga
berpengaruh positif pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah
pemuda, dan organisasi persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan
perempuan Indonesia.

Kemajuan
PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah
kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan
anggota PNI pada 29 Desember 1929.

<span>5.<span>&nbsp;
</span></span>Fraksi Nasional

Fraksi
nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang
beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.

Fraksi
nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:

<span>a.<span>&nbsp;
</span></span>Mengusahakan perubahan-perubahan
ketatanegaraan.

<span>b.<span>&nbsp;
</span></span>Berusaha menghapuskan
perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai antithese
colonial.

<span>c.<span>&nbsp;
</span></span>Mengusahakan kedua hal tersebut di
atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan hukum.

<b><i><span>4.<span>&nbsp;
</span></span></i></b><b><i>Menjelang Proklamasi Kemerdekaan</i></b>

Ketika
Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa
pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan
Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat
melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.

Faktor
yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain
karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain
itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya
yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan
nasional.

Keinginan
bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi
perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua
menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama
dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa
campur tangan dari Jepang.

Akhirnya
setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda
langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera
memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah
menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17
Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi&nbsp;
kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh
pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa
Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu
penjajahan.<br><br>N 95<br>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141016/e372d2dfecd1379922a5d048a0840d83.jpg" />
         <pubDate>2014-10-16 12:20:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37505640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DUTA IWANG.W/6/17,10,2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37608668</link>
         <description><![CDATA[<br><p><b>1. Dominasi Gereja<br><br>Katolik Eropa terhadap Segala Aspek Kehidupan</b></p><br><br><p>Pada rentang waktu<br><br>akhir abad ke-4 sampai dengan awal abad ke-15, Eropa mengalami Zaman Kegelapan<br><br>(<i>Dark Ages</i>), masa ketika gereja memiliki kekuasaan yang tidak tebatas,<br><br>tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam sisi kehidupan lainnya<br><br>seperti, ilmu pengetahuan, urusan kenegaraan dan teoriteori tentang alam.<br>Dominasi<br><br>gereja menjadikan manusia tidak memiliki gairah hidup, karena gereja mendoktrin<br><br>bahwa tugas manusia hanyalah berdoa dan berdoa untuk selalu ingat akan kematian<br><br>(<i>momento mori</i>), bahwa besok mereka akan mati.</p><br><p>Hal ini menjadikan<br><br>kebebasan berpikir berdasarkan akal dan logika terabaikan, semua kebenaran yang<br><br>datangnya dari gereja harus diterima tanpa boleh dibantah, seperti teori yang<br><br>dikeluarkan oleh gereja yang mengatakan bahwa bumi ini datar dan berujung,<br><br>matahari mengelilingi bumi (geosentris). Puncak dari kekuasaan gereja yang<br><br>tidak terbatas (<i>absolutely power</i>) adalah dengan dikeluarkannya surat<br><br>penebusan dosa (<i>indulgensia</i>), setiap orang akan terbebas dari dosa<br><br>setelah menyerahkan uang kepada gereja untuk membeli surat tersebut.</p><br><p>Awal abad ke-15 Eropa<br><br>memasuki sebuah fase baru yang mampu menggantikan dominasi gereja dalam<br><br>kehidupan, yang dikenal dengan sebutan abad Renaissance (Kelahiran Kembali),<br><br>maksudnya adalah lahirnya kembali peradaban Yunani dan Romawi Kuno. Peradaban<br><br>yang terjadi sekitar tahun 1500 SM, dengan ciri kehidupan yang memberikan<br><br>kebebasan berpikir kepada setiap orang untuk mengungkapan pendapatnya terhadap<br><br>fenomena-fenomena alam, sosial, dan politik. </p><br><p>Pada abad ini lahir<br><br>filsuf-filsuf ternama seperti <b>Plato,<br><br>Socrates, Aristoteles, Descrates </b>dan<br><br>lainnya. Adanya keinginan untuk kembali seperti masa peradaban Yunani dan<br><br>Romawi Kuno, mendorong keberanian untuk melakukan perlawanan terhadap dominasi<br><br>gereja yang dianggap sudah tak masuk akal.</p><br><p><b>2. Penemuan-Penemuan<br><br>Baru pada Masa Renaissance</b></p><br><p>Abad Renaissance<br><br>ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang menentang doktrin<br><br>gereja terutama tentang ilmu bumi. Mereka menganggap bahwa pusat dunia bukan<br><br>lagi Tuhan, melainkan manusia. Manusialah yang berhak dan harus menentukan masa<br><br>depannya sendiri dan tidak menyerah pada takdir. Sebagai makhluk yang berakal,<br><br>seyogyanya manusia harus mampu menaklukkan dunia beserta isinya.</p><br><p><b>3. Konstantinopel<br><br>Dikuasai oleh Kesultanan Usmani Turki</b></p><br><p>Pada tahun 1453,<br><br>Sultan Usmani Muhammad II yang bergelar ”Al-Fatih” (Sang Penakluk) menyerang<br><br>Konstantinopel. Ibukota pun berpindah dari Andrianopel ke Konstantinopel atau<br><br>disebut juga Istambul yang berarti “Tahta Islam”. Dengan dikuasainya<br><br>Konstantinopel ini berarti berakhirlah riwayat kekaisaran romawi. Dengan<br>demikian,<br><br>pusat perdagangan rempah-rempah di Instambul dikuasai oleh para pedagang Islam.</p><br><p>Bagi masyarakat Eropa,<br><br>rempah-rempah merupakan kebutuhan vital. Jatuhnya kota Konstantinopel<br><br>menyebabkan harga rempah-rempah melambung tinggi. Untuk itu , tidak ada jalan<br><br>lain bagi bangsa-bangsa Eropa kecuali berusaha mencari barang berharga itu<br><br>(rempah-rempah) langsung dari sumbernya, yaitu Dunia Timur, khususnya Maluku<br><br>yang dikenal sebagai <i>The Spice Island</i>, nasib perdagangan orang-orang<br><br>Eropa bergantung pada Usmani. </p><br><p>Kota ini merupakan<br><br>jalur perdagangan antara Timur dengan Barat, dan merupakan gerbang pedagang<br><br>Eropa untuk memasuki Asia. Adanya kontak perdagangan yang baru ini, secara tak<br><br>langsung membuka mata orang Eropa terhadap perkembangan kebudayaan dan ilmu<br><br>pengetahuan kaum muslim. Dari sinilah terjadi silang kebudayaan dan iptek.</p><br><p>Untuk selanjutnya,<br><br>orang-orang Eropa banyak menyerapperadaban muslim untuk dikembangkan di kampung<br><br>halaman masing-masing. Dan, sekitar abad ke-16, orang-orang Eropa mampu<br><br>menjelajah hingga ke timur Asia dan membuka kolonikoloni dagang di sana.<br><br>Dikuasainya Konstantinopel, pusat perdagangan di sekitar laut tengah dikuasai<br><br>oleh para pedagang Islam sehingga para pedagang Eropa mengarungi Samudera<br><br>Atlantik dan Samudera Hindia yang belum dikuasai oleh kerajaan Islam.</p><br><p>Orang-orang Portugis<br><br>mengalihkan rute pelayaran samudera dengan melewati pantai barat Afrika,ujung<br><br>Afrika, timur Afrika terus ke samudera Hindia dan sampailah ke Malaka dan<br><br>Maluku.Hasil pelayaran ini nanti diikuti oleh pelayar-pelayar lain dari<br><br>eropa.Inilah salah satu sebab awal terjadinya praktik kolonialisme dan<br><br>imperialisme bangsa-bangsa Eropa atas negerinegeri di Asia dan Afrika.</p><br><p><b>4. Semangat <i>Gold</i>,<br><br><i>Gospel</i>, and <i>Glory </i>dan Pencarian Rempahrempah</b></p><br><p>Latar belakang<br><br>kedatangan orang-orang Eropa ke Dunia Timur juga didasari oleh adanya semangat<br><br>3G, Gold, Glory, Gospel, yakni semangat mencari kekayaan ekomoni (emas),<br><br>kejayaan politik, dan menyebarkan agama Kristen. Reconguesta adalah semangat<br><br>penaklukan terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan mereka.melalui<br><br>Renconguesta semangat gospel semakin kuat hingga semangat penaklukan terhadap<br><br>orang-orang atau bangsabangsa yang menghalangi tujuan mereka.</p><br><p>Dalam hal ekonomi,<br><br>bangsa-bangsa Barat memang membutuhkan barang-barang yang tidak terdapat di<br><br>negeri asalnya, dan itu adalah rempah-rempah. Rempah-rempah seperti merica,<br><br>lada, sangat diperlukan untuk kebutuhan dapur dan perut. Rempahrempah ini<br><br>merupakan bahan pengawet makanan, terutama daging hewan, dan penghangat tubuh<br><br>bagi mereka yang bermusim dingin dan salju. Di samping fungsi biologisnya,<br><br>ternyata rempah-rempah pun sangat berfungsi ekonomis yang bila diperjualbelikan<br><br>bisa menghasilkan keuntungan yang melimpah-ruah.</p><br><p>Setelah mengetahui<br><br>bahwa Dunia Timur, terutama Asia Tenggara yang tropis, merupakan gudang<br><br>rempah-rempah, segeralah orang-orang Eropa berlomba-lomba mendatanginya dan<br><br>bila perlu mereka akan memonopoli perdagangan di daerah tersebut lalu<br><br>mendirikan kantor-kantor dagang yang dilengkapi oleh benteng militer dan<br><br>pasukan bersenjata. Mereka, yang tadinya membeli rempah-rempah tersebut dari<br><br>tangan kedua, yakni dari pedagang-pedagang Timur-Tengah, India, dan Cina, maka<br><br>berinisiatif untuk langsung datang saja ke tempat asal rempahrempah tersebut<br><br>agar harga pembelian lebih murah karena membeli langsung dari sumbernya. </p><br><p>Tak hanya Portugis dan<br><br>Belanda, orang-orang Inggris dan Spanyol pun ikut serta dalam persaingan<br><br>menguasai Asia Timur, Indocina, dan Indonesia. Dengan menguasai salah satu<br><br>bandar (pelabuhan) maka bangsa Eropa akan menjual rempah-rempah tersebut di<br><br>pasaran internasional dengan harga tinggi.</p><br><p><b>5. Adanya Sejumlah<br><br>Penjelajah Samudera yang Menemukan Rute Baru Jalur Perdagangan</b></p><br><p>Adanya teori bahwa<br><br>bumi ini bulat merangsang para pelaut dan pedagang untuk lebih berani<br><br>menjelajahi tempat-tempat yang asing. Seiring dengan perkembangan teknologi<br><br>perkapalan, muncullah sejumlah pelaut ulung yang dengan gagah-berani mengarungi<br><br>samudera dan lautan luas yang sebelumnya tak pernah dilalui pelaut atau<br><br>pedagang lain. </p><br><p>Banyak di antara mereka<br><br>yang dibiayai oleh pihak kerajaan, dan bila mereka datang dengan kabar gembira<br><br>karena berhasil “menemukan benua baru” maka raja atau ratu bersangkutan akan<br><br>memberikan mereka hadiah dan kedudukan karena dianggap berjasa telah membuat<br><br>bangsa dan negaranya dikenal dan disegani bangsabangsa Eropa lain</p><br><br><p>-Keinginan menjajah untuk<br>mendapatkan kekayaan dan kejayaan Keinginan menyebarkan agama</p><br><br>N 93]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-17 00:50:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37608668</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adhitya Reza P 01 17/10/2014 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37610111</link>
         <description><![CDATA[<p>daya tarik bangsa barat datang ke bangsa indonesia</p><br>Indonesia dulunya merupakan negara tropis yang 
hangat dan memiliki sumber daya alam terbanyak yang masih belum 
dimanfaatkan contohnya rempah rempah, sedangkan saat itu di eropa sedang
 membutuhkan rempah untuk masakan atau untuk mengahangatkan diri di 
musim dingin<br>motivasi bangsa barat : <br>3G : GOLD (KEKAYAAN)<br>        GOSPEL (MENYEBARKAN AGAMA NASRANI)<br>        GLORY (KEJAYAAN)<br><br>Ambisi adalah bangsa barat menjajah Indonesia keinginan menjajah untuk mendapatkan kekayaan, kejayaan&amp;kesucian.<p>Bangsa barat yang masuk ke negara Indonesia :</p><p>- Portugis, Eropa Selatan</p><p>- Belanda, Eropa Barat</p><p>- Spanyol, Eropa Selatan</p><p>- Inggris, Eropa Barat</p><p>N 88</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141017/368359b5d51d45c9aa8c0b4d26ca9c75.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-17 01:11:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37610111</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adhitya Reza Prasetya l TUGAS 2 l 01 17/10/2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37610973</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>A.	Perlawanan sebelum tahun 1800</strong><br>
	Ditandai dengan perang/perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa 
barat, dan juga ditandai dengan persaingan antara kerajaan – kerajaan 
Nusantara dalam memperebutkan hegemoni di kawasan tersebut.<br>
Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara sering 
melibatkan bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi  
inilah yang menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa – bangsa barat 
dari nusantara.<br>
<br>
Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :<br>
<em>1.	Perlawanan Rakyat Maluku</em><br>
Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan 
Baabulah(1575), sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak 
berhasil, penyebabnya adalah tidak ada kerja sama antara kerajaan 
Ternate, Tidore, dan Nuku. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh 
kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat.</p>
<p><em>2.	Perlawanan Rakyat Demak</em><br>
Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka. 
Serangan pasukan Adipati Unus dilakukan dua kali (1512 &amp; 1513) 
mengalami kegagalan. Pada saat yang sama, penguasa kerajaan Pajajaran 
melakukan kerja sama dengan Portugis, setelah mendapat ancaman dari 
kekuatan Islam di pesisir utara pulau Jawa, yaitu Cirebon dan Banten.</p>
<p><em>3.	Pelawanan Rakyat Mataram</em><br>
Sultan Agung yang memiliki cita – cita mempersatukan pulau Jawa, 
berusaha mengalahkan VOC di Batavia. Penyerangan yang dilakukan pada 
1628 &amp; 1629 mengalami kegagalan, karena selain persiapan pasukannya 
yang belum matang, juga tidak mampu membuat blok perlawanan  bersama 
kerajaan lainnya.</p>
<p><em>4.	Perlawanan Rakyat Banten</em><br>
Setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan 
Haji sebagai Sultan Banten, Belanda ikut campur dalam urusan Banten 
dengan mendekati Sultan Haji. Sultan Agung yang sangat anti VOC, segera 
menarik kembali tahta putranya. Putranya yang tidak terima, segera 
meminta bantuan VOC di Batavia untuk membantu mengembalikan tahtanya, 
akhirnya dengan bantuan VOC, dia memperoleh tahtanya kembali dengan 
imbalan menyerahkan sebagian wilayah Banten kepada VOC.</p>
<p><em>5.	Perlawanan Rakyat Makasar</em><br>
Konflik antara Sultan Hasanuddin dari Makasar dan Arupalaka dari Bone, 
memberi jalan bagi Belanda untuk menguasai kerajaan – kerajaan Sulawesi 
tersebut. Untuk memperkuat kedudukannya di Sulawesi, Sultan Hasanuddin 
menduduki Sumbawa, sehingga jalur perdagangan Nusantara bagian timur 
dapat dikuasai. Hal ini dianggap oleh Belanda sebagai penghalang dalam 
perdagangan. Pertempuran antara Sultan Hasnuddin dengan Belanda yang 
dipimpin Cornelis Speelman selalu dapat dihalau pasukan Sultan 
Hasanuddin. Lalu Belanda meminta bantuan Arupalaka yang menyebabkan 
Makasar jatuh ke tangan Belanda, dan Sultan Hasanuddin harus 
menandatangani perjanjian Bongaya pada 1667, yang berisi :<br>
a.	Sultan Hasanuddin harus memberikan kebebasan kepada VOC berdagang di Makasar dan Maluku.<br>
b.	VOC memegang monopoli perdagangan di Indonesia bagian timur, dengan pusat Makasar.<br>
c.	Wilayah kerajaan Bone yang diserang dan diduduki Sultan Hasanuddin 
dikembalikan kepada Arupalaka, dan dia diangkat menjadi Raja Bone.</p>
<p><em>6.	Pemberontakan Untung Surapati (1686 – 1706)</em><br>
Untung Surapati bersekutu dengan Sunan Amangkurat II untuk melawan VOC. 
Untuk meredam pemberontakan Untung Surapati, VOC mengutus Kapten Tack ke
 Mataram, namun gagal. Sunan Amangkurat II berterima kasih kepada Untung
 Surapati dengan memberikan daerah Pasuruan dan menetapkannya menjadi 
Bupati di sana dengan gelar Adipati Wiranegara. Pada 1803 Sunan 
Amangkurat II meninggal dan digantikan oleh putranya yang bergelar Sunan
 Amangkurat III, pamannya yang bernama Pangeran Puger menginginkan tahta
 raja di Mataram. Dia kemudian bersekutu dengan VOC, dan kemudian 
membuat perjanjian dengan VOC, dengan menyerahkan sebagian wilayah 
kekuasaan Mataram. Pada 1705 Pangeran Puger dinobatkan menjadi Sunan 
Mataram dengan gelar Sunan Pakubuwana I, setelah itu dimulailah 
peperangan antara Sunan Pakubuwana I dengan Untung Surapati yang dibantu
 Sunan Amangkurat III. Pada 1706, VOC berhasil melumpuhkan Untung 
Surapati di Kartasura.</p>
<p><strong>B.	Perlawanan sesudah tahun 1800</strong><br>
	Tidak banyak perbedaan dengan perlawanan sebelum tahun 1800, yang 
hanya dilakukan secara kedaerahan dan sedikit ditandai dengan persaingan
 memperebutkan hegemoni antara kerajaan – kerajaan tersebut.</p>
<p>Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :<br>
<em>1.	Perlawanan sultan Nuku (Tidore)</em><br>
Sultan Nuku adalah raja dari Kesultanan Tidore yang berhasil 
meningkatkan kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 pasukan
 untuk menghadapi Belanda. Selain itu dia juga menjalankan perjuangan 
melalui diplomasi. Untuk menghadapi Belanda , dia mengadakan hubungan 
dengan Inggris untuk meminta bantuan dan dukungan. Dia mengadu domba 
antara Inggris – Belanda. Pada 20 Juni 1801 dia berhasil membebaskan 
kota Soa – Siu dari Belanda, akhirnya Maluku Utara dapat dipersatukan di
 bawah kekuasaan Sultan Nuku.</p>
<p><em>2.	Pelawanan Pattimura (1817)</em><br>
Dimulai dengan penyerangan terhadap benteng Duurstede di Saparua, dan 
berhasil merebut benteng tersebut dari tangan Belanda. Perlawanan ini 
meluas ke Ambon, Seram, dan tempat – tempat lainnya. Untuk menghadapi 
serangan tersebut,  Belanda harus mengerahkan seluruh kekuatannya yang 
berada di Maluku.<br>
Akhirnya Pattimura berhasil ditangkap dalam suatu pertempuran dan pada 
16 Desember 1817, dia dan kawan – kawannya dihukum mati di tiang 
gantungan. Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita, Martha 
Christina Tiahahu.</p>
<p><em>3.	Perang Paderi (1821 – 1837)</em><br>
Dilatar belakangi konflik antara kaum agama dan tokoh – tokoh adat 
Sumatera Barat. Kaum agama (Pembaru/Paderi) berusaha untuk mengajarkan 
Islam kepada warga sambil menghapus adat istiadat yang bertentangan 
dengan Islam, yang bertujuan untuk memurnikan Islam di wilayah Sumatra 
Barat serta menentang aspek – aspek budaya yang bertentangan dengan 
aqidah Islam.<br>
Tujuan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena kaum adat yang 
tidak ingin kehilangan kedudukannya, serta adat istiadatnya menentang 
ajaran kaum Paderi, perbedaan pandangan ini menyebabkan perang saudara 
serta mengundang kekuatan Inggris dan Belanda.<br>
Kaum adat yang terdesak saat perang kemudian meminta bantuan kepada 
Inggris yang sejak 1795 telah menguasai Padang, dan beberapa daerah di 
pesisir barat setelah direbut dari Belanda. Golongan agama pada saat itu
 telah menguasai daerah pedalaman Sumatra Barat dan menjalankan 
pemerintahan berdasarkan agama.<br>
Pada tahun 1819, Belanda menerima Padang dan daerah sekitarnya dari 
Inggris. Golongan adat meminta bantuan kepada Belanda dalam menghadapi 
golongan Paderi. Pada Februari 1821, kedua belah pihak menandatangani 
perjanjian. Sesuai perjanjian tersebut Belanda mulai mengerahkan 
pasukannya untuk menyerang kaum Paderi.<br>
Pertempuran pertama terjadi pada April 1821 di daerah Sulit air, dekat 
danau Singkarak, Solok. Belanda berhasil menguasai Pagarruyung, bekas 
kedudukan kerajaan Minangkabau, namun gagal merebut pertahanan Paderi di
 Lintau, Sawah Lunto dan Kapau, Bukittinggi. Untuk mensiasati hal ini, 
belanda mengajak berunding Tuanku Imam Bonjol (pemimpin Paderi) pada 
1824, namun perjanjian dilanggar oleh Belanda.<br>
Saat pertempuran Diponegoro, Belanda menarik pasukannya di Sumatra Barat
 untuk menunda penyerangan pada kaum Paderi, dan memusatkan perhatian di
 Sumatra Barat untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol.<br>
Dengan serangan yang gencar, kota Bonjol jatuh ke tangan Belanda pada 
September 1832, dan pada 11 Januari 1833, dapat direbut kembali oleh 
kaum Paderi. Pertempuran berkobar di mana – mana, dan golongan adat 
berbalik melawan. Sehingga Belanda memerintahkan Sentot Alibasha 
Prawirodirjo (bekas panglima perang diponegoro) untuk memerangi Paderi, 
tetapi tidak mau dan bekerja sama dengan kaum Paderi.<br>
Pada 25 Oktober 1833, Belanda melakukan Maklumat Plakat Panjang, yang 
berisi ajakan kepada penduduk Sumatra Barat untuk berdamai dan 
menghentikan perang. Namun pada Juni 1834, Belanda kembali menyerang 
kaum Paderi. Pada 16 Agustus 1837, Tuanku Imam Bonjol jatuh ke tangan 
Belanda, dan berhasil meloloskan diri.<br>
Pada 25 Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol berunding di Palupuh. Namun 
Belanda berhianat dengan menangkap dan membuangnya ke Cianjur, Ambon, 
dan terakhir kota dekat Manado. Dia wafat pada usia 92 tahun dan 
dimakamkan di Tomohon, Sulawesi Utara.</p>
<p><em>4.	Perang Diponegoro (1825 – 1830)</em><br>
Penyebab perang ini adalah rasa tidak puas masyarakat terhadap kebijakan
 – kebijakan yang dijalankan pemerintah Belanda di kesultanan 
Yogyakarta. Belanda seenaknya mencampuri urusan intern kesultanan. 
Akibatnya, di Keraton Mataram terbentuk 2 kelompok, pro dan anti 
Belanda.<br>
Pada pemerintahan Sultan HB V, Pangeran Diponegoro diangkat menjadi 
anggota Dewan Perwalian. Namun dia jarang diajak bicara karena sikapnya 
yang kritis terhadap kehidupan keraton yang dianggapnya terpengaruh 
budaya barat dan intervensi Belanda. Oleh karena itu, dia pergi dari 
keraton dan menetap di Tegalrejo.<br>
Di mata Belanda, Diponegoro adalah orang yang berbahaya. Suatu ketika, 
Belanda akan membuat jalan Yogyakarta – Magelang. Jalan tersebut 
menembus makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo. Dia marah dan mengganti 
patok penanda jalan dengan tombak. Belanda menjawab dengan mengirim 
pasukan ke Tegalrejo pada 25 Juni 1825.<br>
Diponegoro dan pasukannya membangun pertahanan di Selarong. Dia mendapat
 berbagai dukungan dari daerah – daerah. Tokoh – tokoh yang bergabung 
antara lain : Pangeran Mangkubumi, Sentot Alibasha Prawirodirjo, dan 
Kyai Maja. Oleh karena itu Belanda mendatangkan pasukan dari Sumatra 
Barat dan Sulawesi Utara yang dipimpin Jendral Marcus de Kock.<br>
Sampai 1826, Diponegoro memperoleh kemenangan. Untuk melawannya, Belanda
 melakukan taktik benteng Stelsel. Sejak 1826, kekuatannya berkurang 
karena banyak pengikutnya yang ditangkap dan gugur dalam pertempuran. 
Pada November 1828, Kyai Maja ditangkap Belanda. Sementara Sentot 
Alibasha menyerah pada Oktober 1829.<br>
Jendral De Kock memerintahkan Kolonel Cleerens untuk mencari kontak 
dengan Diponegoro. Pada 28 Maret 1830, dilangsungkan perundingan antara 
Jendral De Kock dengan Diponegoro di kantor karesidenan Kedu, Magelang. 
Namun Belanda berhianat, Diponegoro dan pengikutnya ditangkap, dia 
dibuang ke Manado dan Makasar. Dengan demikian, berakhirlah perang 
Diponegoro.</p>
<p><em>5.	Perang Aceh</em><br>
Aceh dihormati oleh Inggris dan Belanda melalui Traktat London pada 
1824, karena Terusan Suez diuka, yang menyebabkan kedudukan Aceh menjadi
 Strategis di Selat Malaka dan menjadi incaran bangsa barat. Untuk 
mengantisipasi hal itu, Belanda dan Inggris menandatangani Traktat 
Sumatra pada 1871.<br>
Melihat gelagat ini, Aceh mencari bantuan ke luar negeri. Belanda yang 
merasa takut disaingi menuntut Aceh untuk mengakui kedaulatannya di 
Nusantara. Namun Aceh menolaknya, sehingga Belanda mengirim pasukannya 
ke Kutaraja yang dipimpin oleh Mayor Jendral J.H.R Kohler. Penyerangan 
tersebut gagal dan Jendral J.H.R Kohler tewas di depan Masjid Raya Aceh.<br>
Serangan ke – 2 dilakukan pada Desember 1873 dan berhasil merebut Istana
 kerajaan Aceh di bawah pimpinan Letnan Jendral Van Swieten. Walaupun 
telah dikuasai secara militer, Aceh secara keseluruhan belum dapat 
ditaklukkan. Oleh karena itu, Belanda mengirim Snouck Hurgronye untuk 
menyelidiki masyarakat Aceh.<br>
Pada 1891, Aceh kehilangan Teuku Cik Ditiro, lalu pada 1893, Teuku Umar 
menyerah kepada Belanda, namun pada Maret 1896, ia kabur dan bergabung 
dengan para pejuang dengan membawa sejumlah uang dan senjata. Pada 11 
Februari 1899, Teuku Umar tewas di Meulaboh. Kemudian perjuangannya 
dilanjutkan oleh istrinya, Cut Nyak Dhien.<br>
Pada November 1902, Belanda menangkap 2 isteri Sultan Daudsyah dan anak –
 anaknya. Belanda memberi 2 pilihan, menyerah atau keluarganya dibuang. 
Lalu pada 1 Januari 1903, Sultan Daudsyah menyerah. Demikian pula 
Panglima Polim pada September 1903.<br>
Pada 1905, Cut Nyak Dhien tertangkap di hutan, Cut Nyak Meutia gugur 
pada 1910. Baru pada 1912, perang Aceh benar – benar berakhir.</p>
<p><em>6.	Perang Bali</em><br>
Pulau Bali dikuasai oleh kerajaan Klungkung yang mengadakan perjanjian 
dengan Belanda pada 1841 yang menyatakan bahwa kerajaan Klungkung di 
bawah pemerintahan Raja Dewa Agung Putera adalah suatu negara yang bebas
 dari kekuasaan Belanda.<br>
Pada 1844, perhu dagang Belanda terdampar di Prancak, wilayah kerajaan 
Buleleng dan terkena hukum Tawan Karang yang memihak penguasa kerajaan 
untuk menguasai kapal dan isinya. Pada 1848, Belanda menyerang kerajaan 
Buleleng, namun gagal.<br>
Serangan ke – 2 pada 1849, di bawah pimpinan Jendral Mayor A.V Michies 
dan Van Swieeten berhasil merbut benteng kerajaan Buleleng di Jagaraga. 
Pertempuran ini diberi nama Puputan Jagaraga.<br>
Setelah Buleleng ditaklukkan, banyak terjadi perang puputan antara 
kerajaan – kerajaan Bali dengan Belanda untuk mempertahankan harga diri 
dan kehormatan. Diantaranya Puputan Badung (1906), Puputan Kusamba 
(1908), dan Puputan Klungkung (1908).</p>
<em>7.	Perang Banjarmasin</em><br>
Sultan Adam menyatakan secara resmi hubungan kerajaan Banjarmasin – 
Belanda pada 1826 sampai beliau meninggal pada tahun 1857. sepeninggal  
Sultan Adam, terjadi perebutan kekuasaan oleh 3 kelompok :<br>
▪	Kelompok Pangeran Tamjid Illah, cucu Sultan Adam.<br>
▪	Kelompok Pangeran Anom, Putra Sultan Adam.<br>
▪	Kelompok Pangeran Hidayatullah, cucu Sultan Adam.<br>
Di tengah kekacauan tersebut, terjadi perang Banjarmasin pada 1859 yang 
dipimpin Pangeran Antasari, seorang putra Sultan Muhammad yang anti 
Belanda. Dalam melawan Belanda, Pangeran Antasari dibantu oleh Pangeran 
Hidayatullah.<br>
Pada 1862, Pangeran Hidayatullah ditangkap dan dibuang ke Cianjur. Dalam
 pertempuran dengan Belanda pada tahun tersebut, Pangeran Antasari tewas<br><br>N 95<br>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141017/a115c2de58d1355ff4fdbfa5919205f4.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-17 01:23:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37610973</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANDHIKA CITRA SENA(02)TUGAS 2/17-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37648857</link>
         <description><![CDATA[<p><b>A.&nbsp;
</b><b>Perlawanan sebelum tahun 1800</b>

Ditandai dengan
perang/perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa barat, dan juga ditandai
dengan persaingan antara kerajaan – kerajaan Nusantara dalam memperebutkan
hegemoni di kawasan tersebut.<br>
Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara sering melibatkan
bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi inilah yang
menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa – bangsa barat dari nusantara.<br>
Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia .

1.&nbsp;
<i>Perlawanan Rakyat Maluku</i><br>
Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan Baabulah(1575),
sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak berhasil, penyebabnya adalah
tidak ada kerja sama antara kerajaan Ternate, Tidore, dan Nuku. Kekuatan
Portugis hanya dapat diusir oleh kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat.

2.&nbsp;
<i>Perlawanan Rakyat Demak</i><br>
Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka. Serangan
pasukan Adipati Unus dilakukan dua kali (1512 &amp; 1513) mengalami kegagalan.
Pada saat yang sama, penguasa kerajaan Pajajaran melakukan kerja sama dengan
Portugis, setelah mendapat ancaman dari kekuatan Islam di pesisir utara pulau
Jawa, yaitu Cirebon dan Banten.

3.&nbsp;
<i>Pelawanan Rakyat Mataram</i><br>
Sultan Agung yang memiliki cita – cita mempersatukan pulau Jawa, berusaha
mengalahkan VOC di Batavia. Penyerangan yang dilakukan pada 1628 &amp; 1629
mengalami kegagalan, karena selain persiapan pasukannya yang belum matang, juga
tidak mampu membuat blok perlawanan bersama kerajaan lainnya.

4.&nbsp;
<i>Perlawanan Rakyat Banten</i><br>
Setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan Haji
sebagai Sultan Banten, Belanda ikut campur dalam urusan Banten dengan mendekati
Sultan Haji. Sultan Agung yang sangat anti VOC, segera menarik kembali tahta
putranya. Putranya yang tidak terima, segera meminta bantuan VOC di Batavia
untuk membantu mengembalikan tahtanya, akhirnya dengan bantuan VOC, dia
memperoleh tahtanya kembali dengan imbalan menyerahkan sebagian wilayah Banten
kepada VOC.

5.&nbsp;
<i>Pemberontakan Untung Surapati (1686 – 1706)</i><br>
Untung Surapati bersekutu dengan Sunan Amangkurat II untuk melawan VOC. Untuk
meredam pemberontakan Untung Surapati, VOC mengutus Kapten Tack ke Mataram,
namun gagal. Sunan Amangkurat II berterima kasih kepada Untung Surapati dengan
memberikan daerah Pasuruan dan menetapkannya menjadi Bupati di sana dengan
gelar Adipati Wiranegara. Pada 1803 Sunan Amangkurat II meninggal dan
digantikan oleh putranya yang bergelar Sunan Amangkurat III, pamannya yang
bernama Pangeran Puger menginginkan tahta raja di Mataram. Dia kemudian
bersekutu dengan VOC, dan kemudian membuat perjanjian dengan VOC, dengan
menyerahkan sebagian wilayah kekuasaan Mataram. Pada 1705 Pangeran Puger
dinobatkan menjadi Sunan Mataram dengan gelar Sunan Pakubuwana I, setelah itu
dimulailah peperangan antara Sunan Pakubuwana I dengan Untung Surapati yang
dibantu Sunan Amangkurat III. Pada 1706, VOC berhasil melumpuhkan Untung
Surapati di Kartasura.

<b>B.&nbsp;
</b><b>Perlawanan sesudah tahun 1800</b>

Tidak banyak
perbedaan dengan perlawanan sebelum tahun 1800, yang hanya dilakukan secara
kedaerahan dan sedikit ditandai dengan persaingan memperebutkan hegemoni antara
kerajaan – kerajaan tersebut.

Bentuk – bentuk
perlawanan rakyat Indonesia :

1.&nbsp;
<i>Perlawanan sultan Nuku (Tidore)</i><br>
Sultan Nuku adalah raja dari Kesultanan Tidore yang berhasil meningkatkan
kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 pasukan untuk menghadapi
Belanda. Selain itu dia juga menjalankan perjuangan melalui diplomasi. Untuk
menghadapi Belanda , dia mengadakan hubungan dengan Inggris untuk meminta
bantuan dan dukungan. Dia mengadu domba antara Inggris – Belanda. Pada 20 Juni
1801 dia berhasil membebaskan kota Soa – Siu dari Belanda, akhirnya Maluku
Utara dapat dipersatukan di bawah kekuasaan Sultan Nuku.

2.&nbsp;
<i>Pelawanan Pattimura (1817)</i><br>
Dimulai dengan penyerangan terhadap benteng Duurstede di Saparua, dan berhasil
merebut benteng tersebut dari tangan Belanda. Perlawanan ini meluas ke Ambon,
Seram, dan tempat – tempat lainnya. Untuk menghadapi serangan tersebut, Belanda
harus mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada di Maluku.<br>
Akhirnya Pattimura berhasil ditangkap dalam suatu pertempuran dan pada 16
Desember 1817, dia dan kawan – kawannya dihukum mati di tiang gantungan.
Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita, Martha Christina Tiahahu.

3.&nbsp;
<i>Perang Banjarmasin</i><br>
Sultan Adam menyatakan secara resmi hubungan kerajaan Banjarmasin – Belanda
pada 1826 sampai beliau meninggal pada tahun 1857. sepeninggal Sultan Adam,
terjadi perebutan kekuasaan oleh 3 kelompok :

§&nbsp; Kelompok
Pangeran Tamjid Illah, cucu Sultan Adam.

§&nbsp; Kelompok Pangeran
Anom, Putra Sultan Adam.

§&nbsp; Kelompok
Pangeran Hidayatullah, cucu Sultan Adam.

Di tengah
kekacauan tersebut, terjadi perang Banjarmasin pada 1859 yang dipimpin Pangeran
Antasari, seorang putra Sultan Muhammad yang anti Belanda. Dalam melawan
Belanda, Pangeran Antasari dibantu oleh Pangeran Hidayatullah.<br>
Pada 1862, Pangeran Hidayatullah ditangkap dan dibuang ke Cia

</p><ul><li>Perlawan rakyat Maluku di Bawah pimpinan Pattimura</li></ul>
<p>1. Terjadinya perlawanan :</p>
<p>Para penjajah telah melaksanakan praktik monopoli yang menyebabkan&nbsp; penderitaan, kemiskinan, kelaparan,dan kesengsaraan.</p>
<p>&nbsp; &nbsp; 2. Tokoh perlawanan :</p>
<p>&nbsp; &nbsp;                                         Kapten Pattimura</p>
<p>&nbsp; &nbsp; 3. Akhir perlawanan :</p>
<p>Tertangkapnya
 para pemimpin Maluku yang gagah berani tersebut menyebabkan perjuangan 
rakyat Maluku melemah dan akhirnya Maluku dapat dikuasai oleh Belanda.
</p><ul><li>Perlawan Pangeran Diponogoro</li></ul>
<p>1.&nbsp; Terjadinya perlawanan :</p>
<p>v&nbsp; Keraton
 merasa dihina dan diturunkan martabatnya akibat pemerintah kolonial 
Belanda terlalu jauh mencamcuri urusan dalam keraton,</p>
<p>v&nbsp; Penderitaan rakyat yang makin menghebat akibat pelakuan pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenang,</p>
<p>v&nbsp; Kekecewaan kaum ulama terhadap sikap orang-orang Belanda yang merendahkan budaya Timur dan menjujung tinggi budaya Barat.</p>
<p>v&nbsp; Pembuatan jalan Yogyakarta-Magelang yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegero di Tegalrejo tanpa izin.</p>
<p>2.&nbsp; Tokoh perlawanan :</p>                                        v&nbsp; Pangeran Diponegoro<br><p>                                       &nbsp;v&nbsp; Suryomataram
</p><p>                                        v&nbsp; Ario Prangwadono</p>                                        v&nbsp; Pangeran Serang<br><p>&nbsp;                                       v&nbsp; Notoprojo
</p><p>                                        v&nbsp; Sentot Prawirodirjo</p>                                        v&nbsp; Pngeran Ariokusmo<br><p>                                        v&nbsp; Kiai Mojo
</p><p>3.&nbsp; Akhir perlawanan :</p>
<p>Berakhirnya
 Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa
 ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 
serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya.</p>
<ul><li>Perlawanan rakyat Sulawesi Selatan
<ol><li>Terjadinya perlawanan :</li></ol>
</li></ul>
<p>Berakhirnya
 pemerintahan Inggris menyebabkan Belanda kembali ke Sul-Sel. Belanda 
menghadapi kondisi yang kurang memuaskan. Oleh karena itu Belanda 
mengundang raja-raja Sulawesi Selatan&nbsp; untuk meninjau 
kembali perjanjian Bongaya yang tidak sesuai lagi dengan sistem 
pemerintahan imprealisme. Pertemuan tersebut hanya dihadiri Raja Gowa 
dan Sindereng. Pada tahun 1824, Belanda menyerang Ternatte dan berhasil 
menguasiainya. Selain Ternatte Belanda juga menyerang Kerajaan Suppa 
yang dinbantu oleh pasukan dari Gowa dan Sindereng yang dimenangkan oleh
 Belanda. Pasukan Bone yang menghancurkan pos-pos Belanda di Pangkajene,
 Labakang, dan merebut kembali Ternatte. Oleh karena itu kekuatan Bone 
makin besar dan daerah kekuasannya makin luas.Di
 sisi lain, kedudukan Belanda di Makassar makin lemah. Oleh karena itu, 
Belanda meminta tolong kepada Batavia. Hal ini jelas melemahkan pasukan 
Bone.&nbsp;
</p><ul><li><ol><li>Tokoh perlawanan :</li></ol>                                          v Raja Bone
</li></ul><p>                                                 v&nbsp; Raja Ternatte</p>                                                 v&nbsp; Raja Suppa
<ul><li><ol><li>Akhir perlawanan :</li></ol>
</li></ul>
<p>Pertempuran
 terus berkobar dan pasukan Bone bertahan mati-matian. Karena kalah 
dalam persenjataan, pasukan Bone makin terdesak. Benteng Bone yang 
terkuat di Bulukumba dapat dikiuasai oleg Belanda. Dengan jatuhnya Bone,
 perlawanan rakyat makin melemah. Namun, pertempuran-pertempuran kecil 
masih terus berlangsung hingga awal abad ke-20.
</p><ul><li>Perlawanan kaum Padri</li></ul>
<p>&nbsp; 1.&nbsp; Terjadinya perlawanan :</p>
<p>Kaum
 Padri adalah kelompok masyarakat yang ingin menegakkan agama Islam dari
 tindakan-tindakan yang menyimpang dari ajaran alquran. Sikap itu 
mendapat tentangan keras dari kaum adat. Kaum adat yang tetap ingin 
mempertahankan kebiasaanya. Akibat pertentangan itu masyarakat 
Minangkabau terpecah menjadi dua kelompok yang saling bermusuhan. 
Permusuhan makin sengit ketika kaum adat meminta bantuan kepada Belanda.</p>
<p>2.&nbsp; Tokoh Perlawanan :</p>                                        v&nbsp; Tuanku Imam Bonjol
<p>                                        v&nbsp; Tuanku nan Cerdik</p>                                        v&nbsp; Tuanku Hitam
<p>3.&nbsp; Akhir perlawanan :</p>
<p>Kaum
 Padri berjuang mati-matian tetapi akibat persenjataan kurang Benteng 
Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Imam Bonjol tertangkap dan 
dibuang ke Cianjur dan kemudian dipindahkan ke Minahasa hingga wafat 
(1864). Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di <em>Pineleng</em> dekat Manado.
</p><ul><li>Perlawan rakyat Bali terhadap Belanda </li></ul>
<p>1.&nbsp; Terjadinya perlawanan :</p>
<p>&nbsp; Pada abad ke19, pemerintahan Belanda ingin menguasai Bali&nbsp; untuk memperkuas wilayah.Pada tahun 1844, kapal Belanda terdampar di Buleleng.Hal
 ini sesuai dengan hukum tawan karang, yaitu hukum adat yang berlaku di 
Bali. Kemudian Belanda menuntut penghapusan hukum Tawan Karang serta 
raja-raja di Bali mau mengakui kekuasaan Belanda dan melindungi 
perdagangannya di Bali. Kalau tutututan itu tidak dipenuhi, Bali akan 
diserang. Diprakarsai oleh Patih Buleleng, I Gusti Ketut Jalantik, 
raja-raja Bali menolak tuntutan itu dan siap bertempur menghadapi 
Belanda.</p>
<p>2.&nbsp; Tokoh perlawanan :</p>                                        v&nbsp; I Gusti Jalantik
<p>                                        v&nbsp; Patih Buleleng<br></p><p>                                        v&nbsp; Raja Bali
</p><p>                                        v&nbsp; Raja Karang Ngasem</p>
<p>3.&nbsp; Akhir perlawanan :</p>
<p>&nbsp; Jatuhnya
 kerajaan Buleleng, menyebabkan raja-raja Bali lainnya bersikap lunak 
terhadap Belanda, bahkan bersedia membantunya. Akhirnya kedua kerajaan 
tersebut jatuh ke tangan Belanda. Raja Buleleng dan I Gusti Ketut 
Jelantik meloloskan diri pada tahun 1849. Setelah kerajaan Buleleng 
dapat dikuasai, Belanda berusaha menaklukan kerajaan Bali lainnya. Hal 
ini memaksa para raja Bali mengambil alternatif terakhir untuk 
mempertahankan kehormatannya, yaitu perang puputan (perang terakhir 
sampai mati).
</p><ul><li>Perlawanan Rakyat Banjar</li></ul>
<p>1.&nbsp; Terjadinya perlawanan :</p>
<p>&nbsp; Belanda
 dapat menjalin hubungan dengan Kerajaan Banjar pada masa pemerintahan 
sultan Adam. Setelah Sultan Adam wafat tahun 1857, Belanda mulai turut 
campur dalam urusan pergantian tahta kerajaan. Akibatnya, rakyat tidak 
menyukai Belanda. Belanda dengan sengaja dan sepihak melantik Pangeran 
Tamjid Illah sebagai sultan. Ditengah tengah perebutan tahta, meletuslah
 perang Banjar pada tahun 1859 dengan Pangeran Antasari sebagai 
pemimpinnya.</p>
<p>2.&nbsp; Tokoh perlawanan :</p>
<p>                                       v&nbsp; Sultan Adam<br></p><p>                                      &nbsp;v&nbsp; Pangeran Antasai<br></p>                                      &nbsp;v&nbsp; Pangeran Hidayatulloh <br>                                      &nbsp;v&nbsp; Kiai Demang Lamang<br>                                      &nbsp;v&nbsp; H.Bayasin
<p>                                       v&nbsp; Kiai Lalang </p>                                       v&nbsp; Gusti Matseman
<p>&nbsp; 3.&nbsp; Akhir perlawanan :</p>
<p>&nbsp; &nbsp; Pangeran
 Antasari melakukan pertempuran bersama rakyat. Bahkan, pada bulan Maret
 1862 Antasari diangkat menjadi Sultan dengan gelar Panembahana 
Amiruddin Khalifatul Mukminin.Setelah Pangeran Antasari meninggal, 
perjuangan dilanjutkan oleh putranya bernama Gusti Matseman namun, 
perlawanan rakyat Banjar makin hari makin melemah.</p>
<ul><li>Perlawanan rakyat Aceh</li></ul>
<p>1.&nbsp; Terjadinya perlawanan :</p>
<p>&nbsp; Tindakan Aceh yang menjalin hubungan dengan bangsa lain sangat dikhawatirkan oleh Belanda.Oleh
 karena itu, Belanda sering memancing keributan dengan menggeledah dan 
menangkap pelaut Aceh yang baru kembali dari negara lain. Rakyat Aceh 
pun sering membalas dengan menyergap kapal-kapal Belanda.</p>
<p>2.&nbsp; Tokoh perlawanan :</p>
<p>                                        v&nbsp; Tengku Cik Di Toro<br></p><p>                                        v&nbsp; Teuku Umar
</p><p>                                        v&nbsp; Cut Nyak Dien</p>
N 89<br><br>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-17 12:42:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37648857</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisa Putri Aulia / 11 / 18-10-2014 / Tugas 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37730558</link>
         <description><![CDATA[<p>A. Perlawanan sebelum tahun 1800</p><p><br> Ditandai dengan perang/perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa barat, dan juga ditandai dengan persaingan antara kerajaan – kerajaan Nusantara dalam memperebutkan hegemoni di kawasan tersebut.<br> <br>Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara sering melibatkan bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi inilah yang menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa – bangsa barat dari nusantara.<br> <br>Bentuk – bentuk perlawanan rakyat<br> Indonesia :<br> 1. Perlawanan Rakyat Maluku<br>Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan Baabulah(1575), sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak berhasil, penyebabnya adalah tidak ada kerja sama antara kerajaan Ternate, Tidore, dan Nuku. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat.</p><p><br>2. Perlawanan Rakyat Demak</p><p>Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka. Serangan pasukan Adipati Unus <br>dilakukan dua kali (1512 &amp; 1513) mengalami kegagalan. Pada saat yang sama, penguasa kerajaan Pajajaran melakukan kerja sama dengan Portugis, setelah mendapat ancaman dari kekuatan Islam di pesisir utara pulau Jawa, yaitu Cirebon dan Banten.</p><p>B. Perlawanan sesudah tahun 1800.</p><ul><li>Perlawan rakyat Maluku di Bawah pimpinan <br>Pattimura</li></ul><p>1. Terjadinya perlawanan :</p><p>Para penjajah telah melaksanakan praktik monopoli yang menyebabkan&nbsp; penderitaan, kemiskinan, kelaparan,dan kesengsaraan.</p><p><span>2. Tokoh perlawanan :</span></p><span>Kapten Pattimura</span><br><p><span><br></span></p><ul><li>Perlawan Pangeran Diponogoro</li></ul><p>1.<span>Terjadinya perlawanan :</span></p><p>*&nbsp; Keraton merasa dihina dan diturunkan martabatnya akibat pemerintah kolonial Belanda terlalu jauh mencamcuri urusan dalam keraton,</p><p>*&nbsp; Penderitaan rakyat yang makin menghebat akibat<br> pelakuan pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenang,</p><p>*&nbsp; Kekecewaan kaum ulama terhadap sikap orang-orang Belanda yang merendahkan budaya Timur dan menjujung tinggi budaya Barat.</p><p>*&nbsp; Pembuatan jalan Yogyakarta-Magelang yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegero di Tegalrejo tanpa izin.</p><p>2.&nbsp; Tokoh perlawanan :</p><p>*&nbsp; Pangeran Diponegoro</p><p>*&nbsp; Suryomataram</p><p>*&nbsp; Ario Prangwadono</p><br><p>3.&nbsp; Akhir perlawanan :</p><p>Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak <br>memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya.</p><br><ul><li>Perlawanan kaum Padri</li></ul><p>&nbsp;1.<span>&nbsp; Terjadinya perlawanan :</span></p><p>Kaum Padri adalah kelompok masyarakat yang ingin menegakkan agama Islam dari tindakan-tindakan yang menyimpang dari ajaran alquran. Sikap itu mendapat tentangan keras dari kaum adat. Kaum adat yang tetap ingin mempertahankan kebiasaanya. Akibat pertentangan itu masyarakat Minangkabau terpecah menjadi dua kelompok yang saling bermusuhan. Permusuhan makin sengit ketika kaum adat meminta bantuan kepada Belanda.</p><p>2.<span>Tokoh Perlawanan :</span></p><p>* <span>Tuanku Imam Bonjol</span></p><p>* <span>Tuanku nan Cerdik</span></p><p>* <span>Tuanku Pasaman</span></p><p>* <span>Tuanku Hitam</span></p><p><br><span></span></p><ul><li>Perlawan rakyat Bali terhadap Belanda </li></ul><p>1.<span>Terjadinya perlawanan :</span></p><p>&nbsp; Pada abad ke19, pemerintahan Belanda ingin menguasai Bali&nbsp; untuk <br>memperkuas wilayah.Pada tahun 1844, kapal Belanda terdampar di Buleleng.Hal ini sesuai dengan hukum tawan karang, yaitu hukum adat yang berlaku di Bali. Kemudian Belanda menuntut penghapusan hukum Tawan Karang serta raja-raja di Bali mau mengakui kekuasaan Belanda dan melindungi perdagangannya di Bali. <br></p><p>2.<span>Tokoh perlawanan :</span></p><p>* <span>I Gusti Jalantik</span></p><p>* <span>Patih Buleleng</span></p><p>* <span>Raja Bali</span></p><p>* <span>Raja Karang Ngasem</span></p><br><p>3.<span>Akhir perlawanan :</span><br></p><p>&nbsp;Jatuhnya kerajaan <br>Buleleng, menyebabkan raja-raja Bali lainnya bersikap lunak terhadap Belanda, bahkan bersedia membantunya. Akhirnya kedua kerajaan tersebut jatuh ke tangan Belanda. Raja Buleleng dan I Gusti Ketut Jelantik meloloskan diri pada tahun 1849. Setelah kerajaan Buleleng dapat dikuasai, Belanda berusaha menaklukan kerajaan Bali lainnya. Hal ini memaksa para raja Bali mengambil alternatif terakhir untuk mempertahankan kehormatannya, yaitu perang puputan (perang terakhir sampai mati).</p><ul><li>Perlawanan Rakyat Banjar</li></ul><p>1.<span>Terjadinya perlawanan :</span></p><p>&nbsp; Belanda dapat menjalin hubungan dengan Kerajaan Banjar pada masa pemerintahan sultan Adam. Setelah Sultan Adam wafat tahun 1857, Belanda mulai turut campur dalam urusan pergantian tahta kerajaan. Akibatnya, rakyat tidak menyukai Belanda. Belanda dengan sengaja dan sepihak melantik Pangeran Tamjid Illah sebagai sultan. Ditengah tengah perebutan tahta, meletuslah perang Banjar pada tahun 1859 dengan Pangeran Antasari sebagai pemimpinnya.</p><p>2.<span>Tokoh perlawanan :</span></p><p>* <span>Sultan Adam</span></p><p>* <span>Pangeran Antasari</span></p><p>*<span>Pangeran Hidayatulloh</span></p><p>* <span>Kiai Demang Lamang</span></p><p>* <span>H.Nasrun</span></p><p>* <span>H.Bayasin</span></p><p>* <span>Kiai Lalang </span></p><p>*<span> Gusti Matseman</span></p><p>&nbsp;3.<span>&nbsp; Akhir perlawanan :</span></p><p><span>&nbsp; &nbsp; Pangeran Antasari melakukan pertempuran bersama rakyat. Bahkan, pada bulan Maret 1862 <br>Antasari diangkat menjadi Sultan dengan gelar Panembahana Amiruddin Khalifatul Mukminin.Setelah Pangeran Antasari meninggal, perjuangan dilanjutkan oleh putranya bernama Gusti Matseman namun, perlawanan rakyat Banjar makin hari makin melemah.</span></p><ul><li>Perlawanan rakyat Aceh</li></ul><p>1.<span>Terjadinya perlawanan :</span></p><p>&nbsp; Tindakan Aceh yang menjalin hubungan dengan bangsa lain sangat dikhawatirkan oleh Belanda.Oleh <br>karena itu, Belanda sering memancing keributan dengan menggeledah dan menangkap pelaut Aceh yang baru kembali dari negara lain. Rakyat Aceh pun sering membalas dengan menyergap kapal-kapal Belanda.</p><p>2.<span>Tokoh perlawanan :</span></p><p>* <span>Tengku Cik Di Toro</span></p><p>* <span>Teuku Umar</span></p><p>* <span>Cut Nyak Dien</span></p><p><br><span></span></p><p><span>N 89<br></span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141018/f91e80319d683e7adf538b53b9bfcbcf.jpg" />
         <pubDate>2014-10-18 07:11:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37730558</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Helmi Casmi/09/Sabtu, 18-10-2014/Tugas ke-2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37732240</link>
         <description><![CDATA[<p><b><i>1. Perang/Perlawanan Sebelum Tahun 1800 :</i></b></p><p>   Pada tahun 1799 terjadi peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme imperialismeBarat di Indonesia. Keberadaan VOC sebagai kongsi dagang yang menjalankan roda pemerintahan di negeri jajahan seperti di Indonesia tidak dapat dilanjutkan lagi. VOC dinyatakan bangkrut hingga dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Semua utang piutang dan segala milik VOC diambil alih oleh pemerintahan Belanda. Setelah dibubarkannya VOC Indonesia berada langsung di bawah pemerintah Belanda. </p><ul><li>- Perlawanan Sultan Baabullah (Ternate) terhadap Portugis Kedatangan bangsa Portugis di Ternate tahun 1512 berusaha memonopoli perdagangan hal itu menimbulkan kebencian bangsa Ternate. Tahun 1565, rakyat Ternate menyerang benteng Santo Paulo dipimpin Sultan Harun, namun gagal. Setelah itu perlawanan dilanjutkan Sultan Baabullah dan berhasil menguasai Santo Paulo dan Portugis diusir dari Ternate.</li><li><b><i>2. Perang/Perlawanan Sesudah Tahun 1800 :</i></b></li><li>   - Perang Maluku tahun 1817 ; Kapitan Pattimura</li><li>   - Perang Paderi tahun 1821-1837 ; Tuanku Imam Bonjol</li><li>   - Perang Diponegoro tahun 1825-1830 ; Diponegoro Patih Danureja IV</li><li>   - Perang Bali tahun 1846-1849</li><li>   - Perang Banjar tahun 1859-1863 ; Pangeran Antasari</li><li>   - Perang Aceh tahun 1873-1904 ; Teuku Umar</li><li>   - Perang Tapanuli tahun 1878-1907 ; Si Singamangaraja</li></ul><ul><li><ul><li><span style="font-size: 13px;"><b>PERANG ACEH (1873-1904) </b>Semangat jihad (perang membela agama islam) merupakan spirit perlawanan rakyat Aceh. Jendral Kohler terbunuh saat pertempuran di depan masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Kohler meninggal di dekat dengan pohon yang sekarang diberi nama Pohon Kohler. Siasat <i>konsentrasi stelsel </i>dengan sistem bertahan dalam benteng besar oleh Belabda tidak berhasil. Belanda semakin terdesak, korban semakin besar, dan keuangan terus terkuras. Menyadari hal tersebut, Belanda mengutus Dr. Snouck Hurgroje yang memakai nama samaran Abdul Gafar seorang ahli bahasa, sejarah&amp;sosial islam untuk mencari kelemahan rakyat Aceh. Menurut Hurgroje, Aceh tidak mungkin dilawan dengan kekerasan, sebab karakter orang Aceh tidak akan pernah menyerah, jiwa jihad orang Aceh sangat tinggi. Taktik yag paling mujarab adalah dengan mengadu domba antara golongan <i>Uleebalang </i>(bangsawan) dengan ulama. Belanda menjanjikan kedudukan pada bangsawan yang bersedia damai. Taktik ini berhasil, banyak Uleebalang yang tertarik pada tawaran Belanda. Belanda memberikan tawaran kedudukan kepada para Uleebalang apabila kaum utama dapat dikalahkan. Sejak tahun 1898 kedudukan Aceh terdesak. Belanda mengumumkan perang Aceh selesai tahun 1904. Namun demikian perlawanan sporadis rakyat Aceh masih berlangsung hingga tahun 1930-an.</span></li></ul></li><li><span style="font-size: 13px;"> Tokoh perlawanan : </span><br></li><li><span style="font-size: 13px;">1. Teuku Umar</span></li><li><span style="font-size: 13px;">2. Cut Nyak Dien</span></li><li><span style="font-size: 13px;">3. Tengku Cik Di Tiro</span></li></ul><p>N 95</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141018/3a2ef6c79d95a8aaade18462d67d26e6.jpg" />
         <pubDate>2014-10-18 09:40:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37732240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Charina Devitria K/04</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37752090</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Daya tarik indonesia bagi bangsa barat:</p><p>    -Kaya akan rempah-rempah</p><p>    -Menyebarkan agama</p><p>    -Mengincar kekuasaan di negara indonesia</p><p>2. Motivasi:</p><p>    -GOLD (Kekayaan)</p><p>    -GLORY (Kejayaan)</p><p>    -GOSPEL (Kesucian)</p><p>3.  Ambisi:</p><p>    - Menyebarkan agama</p><p>    -Ingin meraih kejayaan</p><p>4. Bangsa barat yang masuk ke negara Indonesia <br></p><p>   -Portugis (Eropa Selatan)</p><p>   -Belanda ( Eropa Barat)</p><p>   -Spanyol (Eropa Selatan)</p><p>   -Inggris (Eropa Barat)</p><p>N 87</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141019/5ca8850188a9140afa339318ba9840b7.jpg" />
         <pubDate>2014-10-19 06:43:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37752090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M UMAR MA&#39;RUF/20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37753876</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Perlawanan sebelum tahun 1800</strong><br>
†	Ditandai dengan perang/perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa 
barat, dan juga ditandai dengan persaingan antara kerajaan – kerajaan 
Nusantara dalam memperebutkan hegemoni di kawasan tersebut.<br>
Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara sering 
melibatkan bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi  
inilah yang menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa – bangsa barat 
dari nusantara.<br>
<br>
Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :<br>
<em>1.	Perlawanan Rakyat Maluku</em><br>
Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan 
Baabulah(1575), sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak 
berhasil, penyebabnya adalah tidak ada kerja sama antara kerajaan 
Ternate, Tidore, dan Nuku. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh 
kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat.
</p><p><em>2.	Perlawanan Rakyat Demak</em><br>
Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka. 
Serangan pasukan Adipati Unus dilakukan dua kali (1512 &amp; 1513) 
mengalami kegagalan. Pada saat yang sama, penguasa kerajaan Pajajaran 
melakukan kerja sama dengan Portugis, setelah mendapat ancaman dari 
kekuatan Islam di pesisir utara pulau Jawa, yaitu Cirebon dan Banten.</p>
<p><em>3.	Pelawanan Rakyat Mataram</em><br>
Sultan Agung yang memiliki cita – cita mempersatukan pulau Jawa, 
berusaha mengalahkan VOC di Batavia. Penyerangan yang dilakukan pada 
1628 &amp; 1629 mengalami kegagalan, karena selain persiapan pasukannya 
yang belum matang, juga tidak mampu membuat blok perlawanan  bersama 
kerajaan lainnya.</p>
<p><em>4.	Perlawanan Rakyat Banten</em><br>
Setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan 
Haji sebagai Sultan Banten, Belanda ikut campur dalam urusan Banten 
dengan mendekati Sultan Haji. Sultan Agung yang sangat anti VOC, segera 
menarik kembali tahta putranya. Putranya yang tidak terima, segera 
meminta bantuan VOC di Batavia untuk membantu mengembalikan tahtanya, 
akhirnya dengan bantuan VOC, dia memperoleh tahtanya kembali dengan 
imbalan menyerahkan sebagian wilayah Banten kepada VOC.</p>
<p><em>5.	Perlawanan Rakyat Makasar</em><br>
Konflik antara Sultan Hasanuddin dari Makasar dan Arupalaka dari Bone, 
memberi jalan bagi Belanda untuk menguasai kerajaan – kerajaan Sulawesi 
tersebut. Untuk memperkuat kedudukannya di Sulawesi, Sultan Hasanuddin 
menduduki Sumbawa, sehingga jalur perdagangan Nusantara bagian timur 
dapat dikuasai. Hal ini dianggap oleh Belanda sebagai penghalang dalam 
perdagangan. Pertempuran antara Sultan Hasnuddin dengan Belanda yang 
dipimpin Cornelis Speelman selalu dapat dihalau pasukan Sultan 
Hasanuddin. Lalu Belanda meminta bantuan Arupalaka yang menyebabkan 
Makasar jatuh ke tangan Belanda, dan Sultan Hasanuddin harus 
menandatangani perjanjian Bongaya pada 1667, yang berisi :<br>
a.	Sultan Hasanuddin harus memberikan kebebasan kepada VOC berdagang di Makasar dan Maluku.<br>
b.	VOC memegang monopoli perdagangan di Indonesia bagian timur, dengan pusat Makasar.<br>
c.	Wilayah kerajaan Bone yang diserang dan diduduki Sultan Hasanuddin 
dikembalikan kepada Arupalaka, dan dia diangkat menjadi Raja Bone.</p>
<p><em>6.	Pemberontakan Untung Surapati (1686 – 1706)</em><br>
Untung Surapati bersekutu dengan Sunan Amangkurat II untuk melawan VOC. 
Untuk meredam pemberontakan Untung Surapati, VOC mengutus Kapten Tack ke
 Mataram, namun gagal. Sunan Amangkurat II berterima kasih kepada Untung
 Surapati dengan memberikan daerah Pasuruan dan menetapkannya menjadi 
Bupati di sana dengan gelar Adipati Wiranegara. Pada 1803 Sunan 
Amangkurat II meninggal dan digantikan oleh putranya yang bergelar Sunan
 Amangkurat III, pamannya yang bernama Pangeran Puger menginginkan tahta
 raja di Mataram. Dia kemudian bersekutu dengan VOC, dan kemudian 
membuat perjanjian dengan VOC, dengan menyerahkan sebagian wilayah 
kekuasaan Mataram. Pada 1705 Pangeran Puger dinobatkan menjadi Sunan 
Mataram dengan gelar Sunan Pakubuwana I, setelah itu dimulailah 
peperangan antara Sunan Pakubuwana I dengan Untung Surapati yang dibantu
 Sunan Amangkurat III. Pada 1706, VOC berhasil melumpuhkan Untung 
Surapati di Kartasura.</p>
<p><strong>B.	Perlawanan sesudah tahun 1800</strong><br>
†	Tidak banyak perbedaan dengan perlawanan sebelum tahun 1800, yang 
hanya dilakukan secara kedaerahan dan sedikit ditandai dengan persaingan
 memperebutkan hegemoni antara kerajaan – kerajaan tersebut.</p>
<p>Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :<br>
<em>1.	Perlawanan sultan Nuku (Tidore)</em><br>
Sultan Nuku adalah raja dari Kesultanan Tidore yang berhasil 
meningkatkan kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 pasukan
 untuk menghadapi Belanda. Selain itu dia juga menjalankan perjuangan 
melalui diplomasi. Untuk menghadapi Belanda , dia mengadakan hubungan 
dengan Inggris untuk meminta bantuan dan dukungan. Dia mengadu domba 
antara Inggris – Belanda. Pada 20 Juni 1801 dia berhasil membebaskan 
kota Soa – Siu dari Belanda, akhirnya Maluku Utara dapat dipersatukan di
 bawah kekuasaan Sultan Nuku.</p>
<p><em>2.	Pelawanan Pattimura (1817)</em><br>
Dimulai dengan penyerangan terhadap benteng Duurstede di Saparua, dan 
berhasil merebut benteng tersebut dari tangan Belanda. Perlawanan ini 
meluas ke Ambon, Seram, dan tempat – tempat lainnya. Untuk menghadapi 
serangan tersebut,  Belanda harus mengerahkan seluruh kekuatannya yang 
berada di Maluku.<br>
Akhirnya Pattimura berhasil ditangkap dalam suatu pertempuran dan pada 
16 Desember 1817, dia dan kawan – kawannya dihukum mati di tiang 
gantungan. Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita, Martha 
Christina Tiahahu.</p>
<p><em>3.	Perang Paderi (1821 – 1837)</em><br>
Dilatar belakangi konflik antara kaum agama dan tokoh – tokoh adat 
Sumatera Barat. Kaum agama (Pembaru/Paderi) berusaha untuk mengajarkan 
Islam kepada warga sambil menghapus adat istiadat yang bertentangan 
dengan Islam, yang bertujuan untuk memurnikan Islam di wilayah Sumatra 
Barat serta menentang aspek – aspek budaya yang bertentangan dengan 
aqidah Islam.<br>
Tujuan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena kaum adat yang 
tidak ingin kehilangan kedudukannya, serta adat istiadatnya menentang 
ajaran kaum Paderi, perbedaan pandangan ini menyebabkan perang saudara 
serta mengundang kekuatan Inggris dan Belanda.<br>
Kaum adat yang terdesak saat perang kemudian meminta bantuan kepada 
Inggris yang sejak 1795 telah menguasai Padang, dan beberapa daerah di 
pesisir barat setelah direbut dari Belanda. Golongan agama pada saat itu
 telah menguasai daerah pedalaman Sumatra Barat dan menjalankan 
pemerintahan berdasarkan agama.<br>
Pada tahun 1819, Belanda menerima Padang dan daerah sekitarnya dari 
Inggris. Golongan adat meminta bantuan kepada Belanda dalam menghadapi 
golongan Paderi. Pada Februari 1821, kedua belah pihak menandatangani 
perjanjian. Sesuai perjanjian tersebut Belanda mulai mengerahkan 
pasukannya untuk menyerang kaum Paderi.<br>
Pertempuran pertama terjadi pada April 1821 di daerah Sulit air, dekat 
danau Singkarak, Solok. Belanda berhasil menguasai Pagarruyung, bekas 
kedudukan kerajaan Minangkabau, namun gagal merebut pertahanan Paderi di
 Lintau, Sawah Lunto dan Kapau, Bukittinggi. Untuk mensiasati hal ini, 
belanda mengajak berunding Tuanku Imam Bonjol (pemimpin Paderi) pada 
1824, namun perjanjian dilanggar oleh Belanda.<br>
Saat pertempuran Diponegoro, Belanda menarik pasukannya di Sumatra Barat
 untuk menunda penyerangan pada kaum Paderi, dan memusatkan perhatian di
 Sumatra Barat untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol.<br>
Dengan serangan yang gencar, kota Bonjol jatuh ke tangan Belanda pada 
September 1832, dan pada 11 Januari 1833, dapat direbut kembali oleh 
kaum Paderi. Pertempuran berkobar di mana – mana, dan golongan adat 
berbalik melawan. Sehingga Belanda memerintahkan Sentot Alibasha 
Prawirodirjo (bekas panglima perang diponegoro) untuk memerangi Paderi, 
tetapi tidak mau dan bekerja sama dengan kaum Paderi.<br>
Pada 25 Oktober 1833, Belanda melakukan Maklumat Plakat Panjang, yang 
berisi ajakan kepada penduduk Sumatra Barat untuk berdamai dan 
menghentikan perang. Namun pada Juni 1834, Belanda kembali menyerang 
kaum Paderi. Pada 16 Agustus 1837, Tuanku Imam Bonjol jatuh ke tangan 
Belanda, dan berhasil meloloskan diri.<br>
Pada 25 Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol berunding di Palupuh. Namun 
Belanda berhianat dengan menangkap dan membuangnya ke Cianjur, Ambon, 
dan terakhir kota dekat Manado. Dia wafat pada usia 92 tahun dan 
dimakamkan di Tomohon, Sulawesi Utara.</p>
<p><em>4.	Perang Diponegoro (1825 – 1830)</em><br>
Penyebab perang ini adalah rasa tidak puas masyarakat terhadap kebijakan
 – kebijakan yang dijalankan pemerintah Belanda di kesultanan 
Yogyakarta. Belanda seenaknya mencampuri urusan intern kesultanan. 
Akibatnya, di Keraton Mataram terbentuk 2 kelompok, pro dan anti 
Belanda.<br>
Pada pemerintahan Sultan HB V, Pangeran Diponegoro diangkat menjadi 
anggota Dewan Perwalian. Namun dia jarang diajak bicara karena sikapnya 
yang kritis terhadap kehidupan keraton yang dianggapnya terpengaruh 
budaya barat dan intervensi Belanda. Oleh karena itu, dia pergi dari 
keraton dan menetap di Tegalrejo.<br>
Di mata Belanda, Diponegoro adalah orang yang berbahaya. Suatu ketika, 
Belanda akan membuat jalan Yogyakarta – Magelang. Jalan tersebut 
menembus makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo. Dia marah dan mengganti 
patok penanda jalan dengan tombak. Belanda menjawab dengan mengirim 
pasukan ke Tegalrejo pada 25 Juni 1825.<br>
Diponegoro dan pasukannya membangun pertahanan di Selarong. Dia mendapat
 berbagai dukungan dari daerah – daerah. Tokoh – tokoh yang bergabung 
antara lain : Pangeran Mangkubumi, Sentot Alibasha Prawirodirjo, dan 
Kyai Maja. Oleh karena itu Belanda mendatangkan pasukan dari Sumatra 
Barat dan Sulawesi Utara yang dipimpin Jendral Marcus de Kock.<br>
Sampai 1826, Diponegoro memperoleh kemenangan. Untuk melawannya, Belanda
 melakukan taktik benteng Stelsel. Sejak 1826, kekuatannya berkurang 
karena banyak pengikutnya yang ditangkap dan gugur dalam pertempuran. 
Pada November 1828, Kyai Maja ditangkap Belanda. Sementara Sentot 
Alibasha menyerah pada Oktober 1829.<br>
Jendral De Kock memerintahkan Kolonel Cleerens untuk mencari kontak 
dengan Diponegoro. Pada 28 Maret 1830, dilangsungkan perundingan antara 
Jendral De Kock dengan Diponegoro di kantor karesidenan Kedu, Magelang. 
Namun Belanda berhianat, Diponegoro dan pengikutnya ditangkap, dia 
dibuang ke Manado dan Makasar. Dengan demikian, berakhirlah perang 
Diponegoro.</p>
<p><em>5.	Perang Aceh</em><br>
Aceh dihormati oleh Inggris dan Belanda melalui Traktat London pada 
1824, karena Terusan Suez diuka, yang menyebabkan kedudukan Aceh menjadi
 Strategis di Selat Malaka dan menjadi incaran bangsa barat. Untuk 
mengantisipasi hal itu, Belanda dan Inggris menandatangani Traktat 
Sumatra pada 1871.<br>
Melihat gelagat ini, Aceh mencari bantuan ke luar negeri. Belanda yang 
merasa takut disaingi menuntut Aceh untuk mengakui kedaulatannya di 
Nusantara. Namun Aceh menolaknya, sehingga Belanda mengirim pasukannya 
ke Kutaraja yang dipimpin oleh Mayor Jendral J.H.R Kohler. Penyerangan 
tersebut gagal dan Jendral J.H.R Kohler tewas di depan Masjid Raya Aceh.<br>
Serangan ke – 2 dilakukan pada Desember 1873 dan berhasil merebut Istana
 kerajaan Aceh di bawah pimpinan Letnan Jendral Van Swieten. Walaupun 
telah dikuasai secara militer, Aceh secara keseluruhan belum dapat 
ditaklukkan. Oleh karena itu, Belanda mengirim Snouck Hurgronye untuk 
menyelidiki masyarakat Aceh.<br>
Pada 1891, Aceh kehilangan Teuku Cik Ditiro, lalu pada 1893, Teuku Umar 
menyerah kepada Belanda, namun pada Maret 1896, ia kabur dan bergabung 
dengan para pejuang dengan membawa sejumlah uang dan senjata. Pada 11 
Februari 1899, Teuku Umar tewas di Meulaboh. Kemudian perjuangannya 
dilanjutkan oleh istrinya, Cut Nyak Dhien.<br>
Pada November 1902, Belanda menangkap 2 isteri Sultan Daudsyah dan anak –
 anaknya. Belanda memberi 2 pilihan, menyerah atau keluarganya dibuang. 
Lalu pada 1 Januari 1903, Sultan Daudsyah menyerah. Demikian pula 
Panglima Polim pada September 1903.<br>
Pada 1905, Cut Nyak Dhien tertangkap di hutan, Cut Nyak Meutia gugur 
pada 1910. Baru pada 1912, perang Aceh benar – benar berakhir.</p>
<p><em>6.	Perang Bali</em><br>
Pulau Bali dikuasai oleh kerajaan Klungkung yang mengadakan perjanjian 
dengan Belanda pada 1841 yang menyatakan bahwa kerajaan Klungkung di 
bawah pemerintahan Raja Dewa Agung Putera adalah suatu negara yang bebas
 dari kekuasaan Belanda.<br>
Pada 1844, perhu dagang Belanda terdampar di Prancak, wilayah kerajaan 
Buleleng dan terkena hukum Tawan Karang yang memihak penguasa kerajaan 
untuk menguasai kapal dan isinya. Pada 1848, Belanda menyerang kerajaan 
Buleleng, namun gagal.<br>
Serangan ke – 2 pada 1849, di bawah pimpinan Jendral Mayor A.V Michies 
dan Van Swieeten berhasil merbut benteng kerajaan Buleleng di Jagaraga. 
Pertempuran ini diberi nama Puputan Jagaraga.<br>
Setelah Buleleng ditaklukkan, banyak terjadi perang puputan antara 
kerajaan – kerajaan Bali dengan Belanda untuk mempertahankan harga diri 
dan kehormatan. Diantaranya Puputan Badung (1906), Puputan Kusamba 
(1908), dan Puputan Klungkung (1908).</p>
<p><em>7.	Perang Banjarmasin</em><br>
Sultan Adam menyatakan secara resmi hubungan kerajaan Banjarmasin – 
Belanda pada 1826 sampai beliau meninggal pada tahun 1857. sepeninggal  
Sultan Adam, terjadi perebutan kekuasaan oleh 3 kelompok :<br>
▪	Kelompok Pangeran Tamjid Illah, cucu Sultan Adam.<br>
▪	Kelompok Pangeran Anom, Putra Sultan Adam.<br>
▪	Kelompok Pangeran Hidayatullah, cucu Sultan Adam.<br>
Di tengah kekacauan tersebut, terjadi perang Banjarmasin pada 1859 yang 
dipimpin Pangeran Antasari, seorang putra Sultan Muhammad yang anti 
Belanda. Dalam melawan Belanda, Pangeran Antasari dibantu oleh Pangeran 
Hidayatullah.<br>
Pada 1862, Pangeran Hidayatullah ditangkap dan dibuang ke Cianjur. Dalam
 pertempuran dengan Belanda pada tahun tersebut, Pangeran Antasari 
tewas.</p><p>N  93</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-19 07:56:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37753876</guid>
      </item>
      <item>
         <title>EKA PUTRI ANJARWATI/8/SENIN,20-10-2014</title>
         <author>SyahfitriMara29</author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787310</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>A.	Perlawanan sebelum tahun 1800</strong><br>
†	Ditandai dengan perang/perlawanan langsung terhadap kekuasaan bangsa 
barat, dan juga ditandai dengan persaingan antara kerajaan – kerajaan 
Nusantara dalam memperebutkan hegemoni di kawasan tersebut.<br>
Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara sering 
melibatkan bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi  
inilah yang menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa – bangsa barat 
dari nusantara.<br>
<br>
Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :<br>
<em>1.	Perlawanan Rakyat Maluku</em><br>
Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun Sultan 
Baabulah(1575), sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak 
berhasil, penyebabnya adalah tidak ada kerja sama antara kerajaan 
Ternate, Tidore, dan Nuku. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh 
kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat.</p>
<p><em>2.	Perlawanan Rakyat Demak</em><br>
Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka. 
Serangan pasukan Adipati Unus dilakukan dua kali (1512 &amp; 1513) 
mengalami kegagalan. Pada saat yang sama, penguasa kerajaan Pajajaran 
melakukan kerja sama dengan Portugis, setelah mendapat ancaman dari 
kekuatan Islam di pesisir utara pulau Jawa, yaitu Cirebon dan Banten.</p><br>
<p><strong>B.	Perlawanan sesudah tahun 1800</strong><br>
†	Tidak banyak perbedaan dengan perlawanan sebelum tahun 1800, yang 
hanya dilakukan secara kedaerahan dan sedikit ditandai dengan persaingan
 memperebutkan hegemoni antara kerajaan – kerajaan tersebut.</p>
<p>Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :<br>
<em>1.	Perlawanan sultan Nuku (Tidore)</em><br>
Sultan Nuku adalah raja dari Kesultanan Tidore yang berhasil 
meningkatkan kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 pasukan
 untuk menghadapi Belanda. Selain itu dia juga menjalankan perjuangan 
melalui diplomasi. Untuk menghadapi Belanda , dia mengadakan hubungan 
dengan Inggris untuk meminta bantuan dan dukungan. Dia mengadu domba 
antara Inggris – Belanda. Pada 20 Juni 1801 dia berhasil membebaskan 
kota Soa – Siu dari Belanda, akhirnya Maluku Utara dapat dipersatukan di
 bawah kekuasaan Sultan Nuku.</p>
<p><em>2.	Pelawanan Pattimura (1817)</em><br>
Dimulai dengan penyerangan terhadap benteng Duurstede di Saparua, dan 
berhasil merebut benteng tersebut dari tangan Belanda. Perlawanan ini 
meluas ke Ambon, Seram, dan tempat – tempat lainnya. Untuk menghadapi 
serangan tersebut,  Belanda harus mengerahkan seluruh kekuatannya yang 
berada di Maluku.<br>
Akhirnya Pattimura berhasil ditangkap dalam suatu pertempuran dan pada 
16 Desember 1817, dia dan kawan – kawannya dihukum mati di tiang 
gantungan. Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita, Martha 
Christina Tiahahu.</p>
<br>N 89<br>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/4088eee9f9ce2f2290e16e6f291ae8d0.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 02:34:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Adelia/21/Senin,20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787389</link>
         <description><![CDATA[<p>A. Perlawanan sebelum tahun 1800</p><p><br>1.&nbsp; Perlawanan Rakyat Banten<br><br>Konflik dalam urusan kerajaan serta<br>persaingan dalam tahta kerajaan juga menyebabkan perlawanan terhadap kekuasaan<br>barat mengalami kegagalan. Misalnya konflik internal kesultanan Banten yang<br>menyebabkan Banten jatuh ke tangan VOC Belanda. Setelah sultan Ageng Tirtayasa<br>mengangkat anaknya yang bergelar Sultan Haji sebagai Sultan Banten, Belanda<br>segera ikut campur dalam urusan Banten dengan cara mendekati Sultan Haji.<br>Sultan Ageng yang anti terhadap VOC segera menarik kembali tahta untuk anaknya.<br>Tentusaja tindakan itu tidak disukai oleh sang putra mahkota, sehingga dia<br>meminta bantuan ke VOC untuk mengambil kembali tahtanya. Akhirnya, melalui<br>kerjasama dengan VOC, Sultan Haji memperoleh kembali tahtanya dengan imbalan<br>menyerahkan sebagian wilayah banten kepada VOC.</p>2. Perlawanan Rakyat Makasar<br><br>Di Pulau Sulawesi, perlawanan untuk<br>mengusir kekuatan VOC juga tidak berhasil. Penyebabnya hampir sama dengan<br>daerah lainnya di Nusantara, yaitu karena adanya konflik dan persaingan<br>diantara kerajaan-kerajaan Nusantara. Misalnya konflik antara Sultan Hasanudin<br>dari Makasar dengan Aru Pallaka dari Kesultanan Bone yang memberi jalan Belanda<br>untuk menguasai Kerajaan-Kerajaan di Sulawesi tersebut.<br><br>Untuk memperkuat kedudukannya di<br>Sulawesi, Sultan Hasanudin menduduki Sumbawa sehingga jalur perdagangan di<br>Nusantara bagian timur dapat dikuasainya. Oleh karena itu, penguasaan ini<br>dianggap oleh Belanda sebagai penghalang dalam melakukan aktifitan perdagangan.<br>Pertempuran antara Sultan Hasanudin dan Belanda selalu terjadi. Pasukan Belanda<br>yang dipimpin oleh Cornelis Spelman selalu dapat dihalau pasukan Sultan<br>Hasanudin.<br><br>Untuk menghadapi Sultan Hasanudin,<br>Belanda meminta bantuan kepada Aru Pallaka yang bersengketa dengan Sultan<br>Hasanudin. Dengan kerjasama tersebut akhirnya Makasar jatuh ke tangan Belanda<br>dan Sultan Hasanudin harus menandatangani Perjanjian Bonghaya pada tahun 1667<br>yang berisikan hal berikut : <br><br>(1)&nbsp; Sultan Hasanudin<br>harus memberikan kebebasan kepada VOC untuk berdagang dikawasan Makasar dan<br>Maluku<br><br>(2) VOC memegang monopoli perdagangan di wilayah Indonesia<br>bagian timur dengan pusatnya Makasar<br><br>(3) Wilayah kerajaan Bone yang diserang dan diduduki pada<br>zaman Sultan Hasanudin dikembalikan kepada Aru Pallaka dan dia diangkat menjadi<br>Raja Bone.<br><br><p>B. Perlawanan sesudah tahun 1800</p><ul><li>Perlawanan rakyat Sulawesi Selatan<br><ol><li>Terjadinya perlawanan :</li><li>Berakhirnya<br> pemerintahan Inggris menyebabkan Belanda kembali ke Sul-Sel. Belanda <br>menghadapi kondisi yang kurang memuaskan. Oleh karena itu Belanda <br>mengundang raja-raja Sulawesi Selatan&nbsp; untuk meninjau kembali perjanjian<br> Bongaya yang tidak sesuai lagi dengan sistem pemerintahan imprealisme. <br>Pertemuan tersebut hanya dihadiri Raja Gowa dan Sindereng. Pada tahun <br>1824, Belanda menyerang Ternatte dan berhasil menguasiainya. Selain <br>Ternatte Belanda juga menyerang Kerajaan Suppa yang dinbantu oleh <br>pasukan dari Gowa dan Sindereng yang dimenangkan oleh Belanda. Pasukan <br>Bone yang menghancurkan pos-pos Belanda di Pangkajene, Labakang, dan <br>merebut kembali Ternatte. Oleh karena itu kekuatan Bone makin besar dan <br>daerah kekuasannya makin luas.Di sisi lain, kedudukan Belanda di <br>Makassar makin lemah. Oleh karena itu, Belanda meminta tolong kepada <br>Batavia. Hal ini jelas melemahkan pasukan Bone.</li><li>Tokoh perlawanan :</li></ol></li></ul><br><p>* Raja Bone</p><br><p>* Raja Ternatte</p><br><p>* Raja Suppa&nbsp;</p>N 89<br>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/b474f12eaf1735cec53fd1d3d9e9fc6c.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 02:36:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787389</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sofia Amalia/26/senin, 20-10-2014</title>
         <author>SyahfitriMara29</author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787683</link>
         <description><![CDATA[<h2><p>I. Perlawanan rakyat di Indonesia sebelum tahun 1800.<br>
a. Perlawanan Sultan Baabullah (Ternate) terhadap Portugis<br>
Sejak kedatangan bangsa Portugis di Ternate tahun 1512 Portugis berusaha
 memonopoli perdagangan sehingga menimbulkan kebencian rakyat Ternate, 
tahun 1565 rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Harun berusaha 
menyerang Benteng Santo Paulo, tetapi gagal bahkan Sultan harun dapat 
ditangkap dan dibunuh.Perlawanan kemudian dilanjutkan oleh Sultan 
Baabullah (putranya) dan berhasil menguasai Benteng Santo Paulo sehingga
 Portugis diusir dari Ternate dan pergi ke Maluku selanjutnya menyingkir
 ke Timur Timor.</p>
<br>
</h2><p><strong>PERLAWANAN SESUDAH TAHUN 1800</strong></p>

<ul><li>Perlawan rakyat Maluku di Bawah pimpinan Pattimura</li></ul>
<p>1. Terjadinya perlawanan :</p>
<p>Para penjajah telah melaksanakan praktik monopoli yang menyebabkan&nbsp; penderitaan, kemiskinan, kelaparan,dan kesengsaraan.</p>
<p>&nbsp; &nbsp; 2. Tokoh perlawanan :</p>
<p>&nbsp; &nbsp; Kapten Pattimura</p>
<p>&nbsp; &nbsp; 3. Akhir perlawanan :</p>
<p>Tertangkapnya
 para pemimpin Maluku yang gagah berani tersebut menyebabkan perjuangan 
rakyat Maluku melemah dan akhirnya Maluku dapat dikuasai oleh Belanda.</p>

<br><br>N 90<br>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 02:41:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurlaela Hibadita/19/Senin,20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787783</link>
         <description><![CDATA[<p>Daya tarik bangsa Eropa datang ke Indonesia :</p><p>- Wilayah Indonesia yang strategis</p><p>- Keadaan iklim di Indonesia</p><p>- Kesuburan tanah Indonesia</p><p>Motivasi:(3G)</p><p>-Kekayaan</p><p>-Kejayaan</p><p>-Kesucian</p><p>Ambisi:</p><p>-Ingin merebut rempah-rempah bangsa indonesia.</p><p>-Ingin merebut wilayah indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 02:43:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>OCTO JUNIOR /20-10-2014/20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787970</link>
         <description><![CDATA[<p>Daya tarik Bangsa Barat datang ke Indonesia:<br>          1.Rempah-Rempah</p><p>          2.wilayah Bangsa Indonesia yang strategis</p><p>          3.Tanah Bangsa Indonesia yang subur</p><p>Motivasi:(3G)</p><p>                 1.Kekayaan(gold)</p><p>                 2.kekayaan(Glory)</p><p>                 3.Kesucian(Gospel)</p><p>Ambisi Bangsa Barat datang ke indonesia:</p><p>              1.untuk mencari rempah rempah</p><p>              2.untuk merebut tanah bangsa indonesia</p><p>             3.karena bangsa barat ingin menguasai bangsa indonesia</p><p>80</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 02:46:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37787970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nurlaela Hibadita / 19 / Senin,20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37788445</link>
         <description><![CDATA[<p><br>A.&nbsp; Perlawanan Sebelum Tahun 1800<br><br>1.&nbsp; Perlawanan Rakyat Mataram<br><br>Pada awalnya Mataram dengan Belanda menjalin hubungan baik. Belanda diizinkan mendirikan benteng(loji) untuk kantor<br>dagang di Jepara. Belanda juga memberikan dua meriam terbaik untuk Kerajaan<br>Mataram. Dalam perkembangannya, terjadi perselisihan antara Mataram dengan<br>Belanda. Pada tanggal 8 November 1618, Gubernur Jendral VOC Jan Piterzoon Coen<br>memerintahkan Van Der Marct menyerang Jepara. Peristiwa tersebut memperuncing<br>perselisihan antara Mataram dengan Belanda. Sultan Agung mempersiapkan serangan<br>terhadap kedudukan Belanda di Batavia. Serangan pertama dilakukan tahun 1628.</p>2. Perlawanan Rakyat Banten<br><br>Konflik dalam urusan kerajaan serta<br>persaingan dalam tahta kerajaan juga menyebabkan perlawanan terhadap kekuasaan<br>barat mengalami kegagalan. Misalnya konflik internal kesultanan Banten yang<br>menyebabkan Banten jatuh ke tangan VOC Belanda. Setelah sultan Ageng Tirtayasa<br>mengangkat anaknya yang bergelar Sultan Haji sebagai Sultan Banten, Belanda<br>segera ikut campur dalam urusan Banten dengan cara mendekati Sultan Haji.<br>Sultan Ageng yang anti terhadap VOC segera menarik kembali tahta untuk anaknya.<br>Tentusaja tindakan itu tidak disukai oleh sang putra mahkota, sehingga dia<br>meminta bantuan ke VOC untuk mengambil kembali tahtanya.<br><br>B. Perlawanan sesudah Tahun 1800<br><br><br>1.&nbsp; Perlawanan Sultan<br>Nuku(Tidore)<br><br>Kesultanan Tidore di bawah pimpinan<br>Sultan Nuku melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Untuk<br>menghadapi kekuatan Belanda, Sultan Nuku melakukan persiapan perang dengan cara<br>meningkatkan kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 orang pasukan.<br>Setelah itu, perjuangan Sultan Nuku untuk mengusir kekuatan Belanda tersebut<br>dilakukan pula jalur diplomasi.<br><br>Upaya diplomasi yang ditempuh Sultan<br>Nuku tersebut ialah mengadakan hubungan dengan inggris. Upaya diplomasi<br>tersebut dilakukan dalam rangka meminta bantuan dan dukungan dari Inggris,<br>terutama dalam memperkuat senjata untuk menghadapi persenjataan Belanda yang<br>lebih maju dibandingkan dengan persenjataan yang dimiliki kesultanan Tidore.<br>Siasat untuk mengadu domba antara inggris dan belanda berhasil dilakukan,<br>sehingga pada 20 Juni 1801 Sultan Nuku berhasil membebaskan Kota Soa-Siu dari<br>kekuasaan Belanda. Maluku Utara akhirnya dapat dipersatukan dibawah kekuasaan<br>Sultan Nuku.<br><br><br>90]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 02:52:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37788445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meilin Arrazaq/12/Senin, 20-10-2014/tugas 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37788826</link>
         <description><![CDATA[<p><b>1. Perang/perlawanan sebelum tahun 1800 :</b></p><p>     Pada tahun 1799 terjadi peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia. VOC dinyatakan bangkut hingga dibubarkan. Keberadaan VOC sebagai kongsi dagang yang menjalankan roda pemerintahan di negeri jajahan seperti di Indonesia tidak dapat dilanjutkan lagi. Pada tanggal 31 Desember 1799 dinyatakan bubar. Semua utang piutang dan segala milik VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda. setelah dibubarkannya VOC Indonesia berada langsung di bawah pemerintah Hindia Belanda. </p><p> <i> - Perang Sultan Hasanuddin</i></p><p><i> </i> Sultan Hasanuddin adalah raja Gowa di Sulawesi Selatan. Suatu ketika Kerajaan Gowa (Sultan Hasanuddin) dan Talo (Arung Palaka) berselisih paham. Hal ini dimanfaatkan VOC dengan mengadu domba kedua kerajaan tsb. VOC memberikan dukungan, sehingga Talo menang saat perang dengan Gowa tahun 1666. Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya 18 November tahun 1667. Perjanjian Bongaya baru terlakasana tahun 1669 karena Sultan Hasanuddin masih melakukan perlawanan kembali. Akhirnya Makassar harus menyerahkan benteng kepada VOC. Sejak masa itu tidak ada lagi kekuatan besar yg mengancam kekuasaan VOC di Indonesia Timur. Perjanjian Bongaya telah memangkas kekuasaan Kerajaan GOwa sebagai kerajaan kuat di Sulawesi. Tinggal kerajaan2 kecil yg sulit melakukan perlawanan terhadap VOC.</p><p><b>2. Perang/perlawanan sesudah 1800 :</b></p><p><i>  - Perang Aceh</i></p><p>     Semangat jihad (perang membela agama Islam) merupakan spirit perlawanan rakyat Aceh. Jend. Kohler terbunuh saat pertempuran di depan masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Kohler meninggal dekat dengan pohon yang sekarang di beri nama pohon Kohler. Siasat konsentrasi Stelset dengan sistem bertahan dalam benteng besar oleh Belanda tidak berhasil. Belanda semakin terdesak, korban semakin besar, keuangan terus terkuras. Belanda sama sekali tidak mampu menghadapi secara fisik perlawanan rakyat Aceh. Menyadari hal tsb, Belanda  mengutus Dr. Snouck Hurgjore yg memekai nama samaran Abdul Gafar seorng ahli bahasa sejarah, dan sosial Islam untuk mencari kelemahan rakyat Aceh. Setelah lama belajar di Arab, Snouck Hurgjore memberikan saran2 kepada Belanda mengenai cara mengalahkan orang Aceh. Menurut Hurgjore, Aceh tidak mungkin dilawan dengan kekerasan, sebab karakter orang Aceh tidak akan pernh menyerah, jiwa jihad orang Aceh sangat tinggi</p><p>   Tokoh2 perang Aceh :</p><p>1. Cut Nyak Dien</p><p>2. Teuku Umar</p><p>3. Tengku Cik Di Tiro</p><p>N 93</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 02:59:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37788826</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIZKI FAIZATUN K/24. SENIN,20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37788903</link>
         <description><![CDATA[<p>#PERLAWANAN
SEBELUM TAHUN 1800#</p>

<ol><li>*Perlawanan
     Sultan Hasanuddin terhadap voc di Makassar </li></ol>

<p>Kerajaan Gowa -Tallo merupakan
kerajaan dagang. Letaknya amatlah strategis, di antara jalur pelayaran dari
Malaka ke Maluku. Ibu kotanya Sombaopu uang merupakan pelabuhan transito yang
sangat ramai. Rempah-rempah dari Maluku yang akan diangkut ke Malaka terlebih
dahulu ditimbun di gudang-gudang di pelabuhan Sombaopu.</p>

<p>Setelah mengetahui arti pentingnya
pelabuhan Sombaopu, VOC berusaha menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan
dengan kerajaan Gowa-Tallo. Maka VOC mengirimkan utusan untuk menghadap raja
Gowa. Raja Gowa pun menerimanya dengan baik. Kerajaan Gowa-Tallo bersedia
menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan dengan VOC, atas dasar saling
menguntungkan. Semula hubungan kedua belah pihak berjalan baik, namun kemudian
hubungan baik tersebut berubah menjadi permusuhan. Sebab VOC mengajukan
permintaan-permintaan yang sulit diterima oleh Kerajaan Gowa-Tallo. </p>

<p>Dibawah ini adalah permintaan-permintaan
VOC kepada Kerajaan Gowa Tallo 1.VOC minta agar Kerajaan Gowa mau diajak
menyerang Banda.</p>
<p>#PERANG SETELAH TAHUN 1800#</p>

<p>*PERANG DIPONEGORO</p>

<p>Sejarah Perang Diponegoro 1825-1830.
Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo, putra Sultan Hamengku
Buwono III.Karena pengaruh Belanda sudah sedemikian besarnya di istana maka
Diponegoro lebih senang tinggal di rumah buyutnya di desaTegalrejo. </p>

<p>*Secara umum sebab-sebab perlawanan
Diponegoro dan para pengikutnya adalah sebagai berikut:</p>

<ul><li>Adat
     kebiasaan keraton tidak dihiraukan para pembesar Belanda duduk sejajar
     dengan Sultan.</li><li>Masuknya
     pengaruh budaya Barat meresahkan para ulama serta golongan bangsawan.
     Misalnya pesta dansa sampai larut malam, minum-minuman keras.</li><li>Para
     bangsawan merasa dirugikan karena pada tahun 1823 Belanda menghentikan
     sistem hak sewa tanah para bangsawan oleh pengusaha swasta. Akibatnya para
     bangsawan harus mengembalikan uang sewa yang telah diterimanya.</li><li>Banyaknya
     macam pajak yang membebani rakyat misalnya pajak tanah, pajak rumah, pajak
     ternak.</li></ul>

Selain hal-hal tersebut ada kejadian yang secara
langsung menyulut kemarahan Diponegoro yaitu pemasangan patok untuk pembuatan
jalan kereta api yang melewati makam leluhur Diponegoro di Tegal Rejo atas
perintah Patih Darunejo IV tanpa seijin Diponegoro. Peristiwa tersebut
menimbulkan sikap terang-terangan Diponegoro melawan Belanda.<p>N 90</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/5831442b5027d0d84fb97eb710d57da0.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 03:00:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37788903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SULTAN.M.IQBAL/20-10-2014/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789085</link>
         <description><![CDATA[<p>Daya tarik Barat datang ke Indonesia:</p><p>          1.rempah-rempah yang melimpah</p><p>          2.keindahan alam</p><p>          3.wilayah yang starategis</p><p>Motivasi:(3G)</p><p>                  1.Kekayaan(Gold)</p><p>                 2.Kejayaan(Glory)</p><p>                 3.Kesucian(Gospel)</p><p>Ambisi :</p><p>             1.ingin merebut rempah-rempah bangsa indonesia</p><p>             2.ingin merebut wilayah bangsa indone</p><p>N 86</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 03:03:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syahfitri Maharani/29.20.10.2014 tugas 2</title>
         <author>SyahfitriMara29</author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789163</link>
         <description><![CDATA[<h2><span>I. Perlawanan rakyat di Indonesia sebelum tahun 1800.<br>
a. Perlawanan Sultan Baabullah (Ternate) terhadap Portugis<br>
Sejak kedatangan bangsa Portugis di Ternate tahun 1512 Portugis berusaha
memonopoli perdagangan sehingga menimbulkan kebencian rakyat Ternate, tahun
1565 rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Harun berusaha menyerang Benteng
Santo Paulo, tetapi gagal bahkan Sultan harun dapat ditangkap dan
dibunuh.Perlawanan kemudian dilanjutkan oleh Sultan Baabullah (putranya) dan
berhasil menguasai Benteng Santo Paulo sehingga Portugis diusir dari Ternate
dan pergi ke Maluku selanjutnya menyingkir ke Timur Timor.</span></h2><p><strong>PERLAWANAN SESUDAH TAHUN 1800</strong></p>
<span>Perlawan Pangeran Diponogoro</span>
<p>1.&nbsp; Terjadinya perlawanan :</p>
<p>v&nbsp; Keraton
 merasa dihina dan diturunkan martabatnya akibat pemerintah kolonial 
Belanda terlalu jauh mencamcuri urusan dalam keraton,
</p><p>v&nbsp; Penderitaan rakyat yang makin menghebat akibat pelakuan pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenang,
</p><p>v&nbsp; Kekecewaan kaum ulama terhadap sikap orang-orang Belanda yang merendahkan budaya Timur dan menjujung tinggi budaya Barat.
</p><p>v&nbsp; Pembuatan jalan Yogyakarta-Magelang yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegero di Tegalrejo tanpa izin.
</p><p>2.&nbsp; Tokoh perlawanan :
</p><p>v&nbsp; Pangeran Diponegoro
</p><p>v&nbsp; Suryomataram
</p><p>v&nbsp; Ario Prangwadono
</p><p>v&nbsp; Pangeran Serang
</p><p>v&nbsp; Notoprojo
</p><p>v&nbsp; Sentot Prawirodirjo
</p><p>v&nbsp; Pngeran Ariokusmo
</p><p>v&nbsp; Kiai Mojo</p>
<p>3.&nbsp; Akhir perlawanan :
</p><p><span>Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa
 ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 
serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya.</span></p>
<p><span></span></p>



<br><p>N 89</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/8a003c3f24bd9a7b5494f16c05c0a7d1.jpeg" />
         <pubDate>2014-10-20 03:05:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789163</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SETYA RAHAYU D.K 25. SENIN, 20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789381</link>
         <description><![CDATA[<p>#<b>&nbsp;Perlawanan&nbsp;Sebelum&nbsp;Tahun&nbsp;1800</b></p>

<p>·&nbsp;Sultan&nbsp;Baabullah&nbsp;menentang&nbsp;portugis:&nbsp;setelah&nbsp;sultan&nbsp;harun&nbsp;tewas,&nbsp;sultan&nbsp;baabullah&nbsp;menggantikannya&nbsp;di&nbsp;Ternate,&nbsp;dan&nbsp;melakukan&nbsp;penyerangan&nbsp;kepada&nbsp;portugis&nbsp;setelah&nbsp;sebelumnya&nbsp;portugis&nbsp;disuruh&nbsp;pergi,&nbsp;dan&nbsp;akhirnya&nbsp;portugis&nbsp;terdesak&nbsp;karena&nbsp;juga&nbsp;kedatangan&nbsp;VOC&nbsp;di&nbsp;ternate.</p>

<p>·&nbsp;Dipati&nbsp;Unus&nbsp;menyerang&nbsp;portugis&nbsp;di&nbsp;Malaka&nbsp;tahun&nbsp;1512-&nbsp;1513.</p>

<p>·&nbsp;Fatahillah&nbsp;menduduki&nbsp;Jawa&nbsp;Barat&nbsp;dan&nbsp;berhasil&nbsp;mengusir&nbsp;portugis&nbsp;dari&nbsp;sana,&nbsp;ia&nbsp;berhasil&nbsp;menduduki&nbsp;Cirebon,&nbsp;Sunda&nbsp;kelapa,&nbsp;dan&nbsp;Banten.</p>

<p>·&nbsp;Sultan&nbsp;Iskandar&nbsp;Muda&nbsp;menyerang&nbsp;portugis.</p>

<p>·&nbsp;Sultan&nbsp;Agung&nbsp;menyerang&nbsp;Belanda&nbsp;di&nbsp;Batavia.</p>
<p>#&nbsp;<b>Perlawanan&nbsp;Sesudah&nbsp;Tahun&nbsp;1800</b></p>

<p>a.&nbsp;Perlawanan&nbsp;Rakyat&nbsp;Maluku</p>

<p>1.&nbsp;Perlawanan&nbsp;Sultan&nbsp;Nuku&nbsp;(Tidore)&nbsp;(&nbsp;1795-&nbsp;1885)</p>

<p>Sultan&nbsp;Nuku&nbsp;berusaha&nbsp;melawan&nbsp;Belanda&nbsp;bersama&nbsp;rakyat&nbsp;tidore,&nbsp;disertai&nbsp;dengan&nbsp;200&nbsp;kapal&nbsp;dan&nbsp;6000&nbsp;orang&nbsp;pasukan.&nbsp;Perjuangan&nbsp;yang&nbsp;dilakukan&nbsp;yaitu&nbsp;dengan&nbsp;diplomasi,&nbsp;siasatnya&nbsp;berhasil&nbsp;dengan&nbsp;memanfaatkan&nbsp;perselisihan&nbsp;antara&nbsp;gubernur&nbsp;ambon&nbsp;dan&nbsp;gubernur&nbsp;ternate.&nbsp;Selain&nbsp;itu&nbsp;menggunakan&nbsp;siasat&nbsp;adu&nbsp;domba&nbsp;antara&nbsp;inggris&nbsp;dan&nbsp;belanda.</p>

<p>2.&nbsp;Perlawanan&nbsp;Kapitan&nbsp;Pattimura/&nbsp;Thomas&nbsp;Matulesi&nbsp;(1817)</p>

<p>Perlawanan&nbsp;yang&nbsp;dilakukan&nbsp;diawali&nbsp;dengan&nbsp;penyebuan&nbsp;benteng&nbsp;Duurstede&nbsp;di&nbsp;Saparua,&nbsp;residen&nbsp;belanda&nbsp;akhhirnya&nbsp;terbunuh&nbsp;dan&nbsp;benteng&nbsp;berhasil&nbsp;direbut.&nbsp;Lalu&nbsp;setelah&nbsp;itu&nbsp;pertempuran&nbsp;berkurang&nbsp;dan&nbsp;pada&nbsp;tanggal&nbsp;16&nbsp;desember&nbsp;1817&nbsp;Pattimura&nbsp;dan&nbsp;kawan-&nbsp;kawan&nbsp;tertangkap&nbsp;dan&nbsp;mennjalani&nbsp;hukuman&nbsp;di&nbsp;tiang&nbsp;gantungan.&nbsp;Dalam&nbsp;pertempuran&nbsp;lainnya&nbsp;dikenal&nbsp;pula&nbsp;tokrh&nbsp;wanita&nbsp;Christina&nbsp;Tiahahu.</p>

<p>b.&nbsp;Perang&nbsp;Padri</p>

<p>Penyebab&nbsp;perang&nbsp;Padri&nbsp;yaitu&nbsp;masalah&nbsp;kekerabatan&nbsp;yaitu&nbsp;matrilinealisme&nbsp;di&nbsp;padang,&nbsp;dan&nbsp;juga&nbsp;masalah&nbsp;keislaman&nbsp;yang&nbsp;kuat&nbsp;disana&nbsp;yang&nbsp;coba&nbsp;dihancurkan&nbsp;oleh&nbsp;belanda&nbsp;dan&nbsp;pertikaian&nbsp;meruncing&nbsp;dan&nbsp;terjadinya&nbsp;perang.&nbsp;Dalam&nbsp;perang&nbsp;Padri&nbsp;terjadi&nbsp;beberapa&nbsp;periode&nbsp;perang&nbsp;yaitu:</p>

<p>1.&nbsp;Periode&nbsp;pertama&nbsp;(1821-&nbsp;1825):&nbsp;di&nbsp;periode&nbsp;ini&nbsp;belanda&nbsp;mengirim&nbsp;pasukan&nbsp;dari&nbsp;batavia,&nbsp;yang&nbsp;dipimpin&nbsp;oleh&nbsp;Letkol&nbsp;Raaf,&nbsp;dan&nbsp;belanda&nbsp;menang&nbsp;dan&nbsp;mendirikan&nbsp;benteng&nbsp;Fort&nbsp;Van&nbsp;der&nbsp;Capellen.&nbsp;Di&nbsp;periode&nbsp;ini&nbsp;terdapat&nbsp;perjanjian&nbsp;Masang.</p>

<p>2.&nbsp;Periode&nbsp;kedua&nbsp;(&nbsp;1825-&nbsp;1830):&nbsp;peperangan&nbsp;tidak&nbsp;terlalu&nbsp;ketat,&nbsp;dan&nbsp;terjadi&nbsp;bentokan-&nbsp;bentrokan&nbsp;antara&nbsp;pasukan&nbsp;pagaruyung&nbsp;dan&nbsp;belanda.</p>

<p>3.&nbsp;Periode&nbsp;ketiga&nbsp;(1830-&nbsp;1837):&nbsp;Perjanjian&nbsp;Masang&nbsp;dilanggar&nbsp;oleh&nbsp;keduanya,&nbsp;pada&nbsp;tahun&nbsp;1831&nbsp;Letkol&nbsp;Elout&nbsp;melawan&nbsp;kaum&nbsp;Padri,&nbsp;kemudian&nbsp;datng&nbsp;Mayor&nbsp;Michael&nbsp;dan&nbsp;serangannya&nbsp;berhasil,&nbsp;setahun&nbsp;kemudian&nbsp;dikirimlah&nbsp;Sentot&nbsp;Ali&nbsp;Basyah&nbsp;ke&nbsp;Sumatera&nbsp;Barat.</p>

<p>Setelah&nbsp;periode&nbsp;ketiga&nbsp;Imam&nbsp;Bonjol&nbsp;bertahan&nbsp;sampai&nbsp;tahun&nbsp;1837,&nbsp;ketika&nbsp;diajak&nbsp;berunding&nbsp;ia&nbsp;ditipu,&nbsp;kemudian&nbsp;ditangkap,&nbsp;lalu&nbsp;dibawa&nbsp;ke&nbsp;Batavia&nbsp;dan&nbsp;ke&nbsp;Minahasa&nbsp;dan&nbsp;meninggal&nbsp;di&nbsp;Kampung&nbsp;Luta&nbsp;tahun&nbsp;1864&nbsp;dalam&nbsp;usia&nbsp;92&nbsp;tahun,&nbsp;dan&nbsp;belanda&nbsp;pun&nbsp;mennguasai&nbsp;Sumatera&nbsp;Barat.</p>
<p>N 88</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/45d37cc0c16c21863034b598ccf10629.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 03:09:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789381</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Charina Devitria K/04/20-10-2014/TUGAS 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789917</link>
         <description><![CDATA[<p>#Perlawanan Sebelum Tahun 1800</p><p>Sultan Baabullah dari Ternate Menentang Portugis</p><p>Bangkitnya rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah menetang portugis,disebabkan karena tindakan bangsa portugis yg sudah melampui batas.Terlebih lagi "kaki tangan" bangsa potugis menikam Sultan Hairun hingga tewas,ketika memasuki benteng untuk merayakan perjanjian perdamaian yang disepakatinya</p><p>#Perlawanan Sesudah Tahun 1800</p><p>Perlawanan Sultan Nuku (Tidore) (1797-1885)</p><p>Dalam usaha mengusir belanda,Sultan Nuku berhasil membina angkatan perang dengan inti kekuatannya adalah armada yang terdiri 200 kapal perang dan 6000 orang pasukan</p><p>Perlawanan Patimura </p><p>Dengaan kegigihan Rakyat Maluku di bawah Pimpinan Patimura. Benteng DUURSTEDE akhirnya jatuh ke tangan rakyat. Namun Patimura bersama beberapa temannya tertangkap dalam suatu pertempuran. Pada tanggal 16 Desember 1817 Patamura dan kawan seperjuangannya di hukum mati di tiang gantungan</p><p>91</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/16febad7c07ddd3676d52b50db016164.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 03:20:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789917</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Haris W senin 20/10/2014....dilengkapi dulu tugasnya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789950</link>
         <description><![CDATA[<p>SEBELUM</p><p><p><b>Kerajaan Kutai</b> atau <b>Kerajaan Kutai Martadipura</b> (Martapura) adalah kerajaan Hindu kutai yang memerintah <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kalimantan Timur</a><br> sekitar kurun ke-4 Masihi. Ketika kerajaan ini diasaskan, pakar sejarah<br> berpendapat ia bukanlah kerajaan hindu. Namun penggantinya iaitu <a href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mulawarman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mulawarman</a> sudah pun menganut agama <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a>.</p><br><p>Dalam prasasti <a href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Yupa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yupa</a> yang bertarikh 400 SM<sup><a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai#cite_note-RoyalArk-1">[1]</a></sup>, Raja Kudungga, seorang pembesar <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Champa">Kerajaan Champa</a>, adalah pengasas kerajaan ini. Beliau mempunyai tiga orang putera dan salah satu puteranya ialah Mulawarman.<sup><a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai#cite_note-RoyalArk-1">[1]</a></sup><br> Menurut prasasti itu lagi, Mulawarman pernah menganugerahkan pendeta <br>Brahman dua puluh ribu ekor lembu. Bagi memperingati peristiwa ini, <br>pendeta-pendeta itu mencatatnya di dalam prasasti Yupa. Mulwarman pula <br>mempunyai seorang putera bernama <a href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Acwa_Varman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Acwa Varman</a>.<sup><a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai#cite_note-RoyalArk-1">[1]</a></sup></p><br><p>Pada abad ke-16, kerajaan ini tewas di tangan <a href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesultanan_Kutai_Kartanegara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kesultanan Kutai Kartanegara</a>. Dalam peperangan tersebut, raja terkakhirnya, Maharaja Dharma Setia terbunuh di tangan Raja Kutai Kartanegara iaitu <a href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Ali_Pangeran_Anum_Panji_Mendapa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Ali Pangeran Anum Panji Mendapa</a>.</p>#SESUDAH</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 03:21:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789950</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SETYA RAHAYU D.K./25/SENIN-20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789963</link>
         <description><![CDATA[<p><b>Pengaruh
bangsa-bangsa barat datang ke Indonesia:</b></p>

<p>&nbsp; <b>a</b>.letak Indonesia yang strategis yaitu
berada di tangah-tengah jalur pelayaran perdangangan dunia. Serta didukung oleh
keberadaan selat Malaka yang menjadi pintu masuk bagi pedagang-pedangang asing
ke Indonesia. </p>

<p>&nbsp; <b>b</b>.tanahnya ya yang subur,yaitu sebagai
penyedia barang-barang dagangan seperti rempah-rempah,beras,tembakau,kayu,emas
dan tembaga. </p>

<p>&nbsp; <b>c</b>.berkembangnya ilmu teknologi modern
di Eropa,sehingga ditemukan kapal uap,&nbsp;
kompas,navigasi,peralatan kapal dan mesin yang mempermudah pelanyaran.</p>

<p>Pada masa tersebut tersebut mreka masih
mengalami kesuitan terutama masalah transportasi, kondisi politik, dan
keamanan. Terjadinya revolusi industry di Eropa merupakan salah satu pendorong
kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Dalam melakukan perjalanan ke
Indonesia, bangsa-bangsa Barat menginginkan kejayaan (kemenangan)sekaligus kesucian,
yakni menyebarkan agama Kristen.tiga semangat tersebut (kekanyaan,kejayaan dan
kesucian) menjadi semboyan perjalanan bangsa-bangsa Eropa yang terkenal 3G atau
GOLD (emas), GLORY (kejayaan),dan GOSPEL(kesucian).</p>

<p>N 90</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/156880e2244cc2a90641cb9124849fab.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 03:21:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37789963</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIZKI FAIZATUN K. 24.&amp;nbsp; SENIN, 20-10-2014 TUGAS ( 1 )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37790036</link>
         <description><![CDATA[<dl><dd><dl><dd><p>Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia - Sejak zaman 
dahulu Indonesia terkenal kaya akan rempah-rempah yang merupakan barang 
dagangan penting di Eropa. Pada saat itu orang-orang Eropa membeli 
rempah-rempah dari Indonesia di kota-kota dagang di sekitar Laut Tengah,
 terutama di Konstantinopel.</p>
<p><u>Pada tahun 1453 kota Konstantinopel dikuasai oleh kerajaan Turki</u>,
 kemudian Turki melarang bangsa-bangsa Eropa untuk datang dan berdagang 
di Konstantinopel. Jatuhnya kota dagang Konstantinopel ke tangan Turki 
akibat perang Salib menyebabkan terputusnya hubungan perdagangan antara 
Eropa dengan Asia Barat yang berakibat rempah-rempah menjadi langka dan 
sulit di cari dipasaran Eropa. Kelangkaan rempah-rempah inilah yang 
mendorong bangsa-bangsa Eropa berusaha mencari sumber utama 
rempah-rempah yang ada di Indonesia.Secara umum kedatangan bangsa-bangsa
 Eropa ke Indonesia dilatarbelakangi oleh :<br>
A.<u>Jatuhnya Konstantinopel tahun 1453 ke tangan bangsa Turki.</u><br>
B.Keinginan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat<br>
C.Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan tentang perjalanan Marcopolo
 ke dunia timur yang kaya akan rempah-rempah dan emasd. Adanya semangat 
Reconquesta: semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam<br>
E.Keinginan mencari daerah penghasil rempah-rempah</p>
Tujuan Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia :<br>
1. Sebelum abad ke 18 (<b>Imperialisme Kuno</b>)Pada saat itu kedatangan bangsa Eropa di dorong adanya semangat 3G yaitu :<br>
a. Gold (<i>kekayaan</i>) mencari logam mulia, emas dan rempah-rempah.<br>
b. Gospel (<i>penyebaran agama Nasrani</i>)<br>
c. Glory (<i>kejayaan</i>) mencari daerah jajahan sebanyak-banyaknya.
<p>2. Setelah abad ke 18 (Imperialisme Modern)Imperialisme Modern mempunyai tujuan :<br>
a. Mendapatkan bahan baku industrinya<br>
b. Tempat / daerah pemasaran hasil industri<br>
c. Mendapatkan tenaga kerja yang murah<br>
d. Tempat menanamkan modal</p>
<br></dd></dl></dd></dl><p>N 90</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/de9433b9c6281b948e43ccf0231b9f40.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 03:24:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37790036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIZKI FAIZATUN K. 24&amp;nbsp; SENIN,20-10-2014 TUGAS yang ke&amp;nbsp; 2 (BARuu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37794047</link>
         <description><![CDATA[<p style="margin-left: 120px;"> #PERLAWANAN SEBELUM TAHUN 1800#</p>

<ol><li>*Perlawanan Sultan
     Hasanuddin terhadap voc di Makassar </li></ol>Kerajaan Gowa -Tallo merupakan kerajaan dagang. Letaknya amatlah strategis, di antara jalur pelayaran dari Malaka ke Maluku.Rempah-rempah dari Maluku yang akan diangkut ke Malaka terlebih dahulu ditimbun di gudang-gudang di pelabuhan Sombaopu.
<br>VOC berusaha menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan dengan kerajaan Gowa-Tallo. Maka VOC mengirimkan utusan untuk menghadap raja Gowa. Raja Gowa pun menerimanya dengan baik. Kerajaan Gowa-Tallo bersedia menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan dengan VOC, atas dasar saling menguntungkan. Semula hubungan kedua belah pihak berjalan baik, namun kemudian
hubungan baik tersebut berubah menjadi permusuhan. Sebab VOC mengajukan permintaan permintaan yang sulit diterima oleh Kerajaan Gowa-Tallo.
<p style="margin-left: 120px;"><br></p><p style="margin-left: 120px;"><br></p><p style="margin-left: 120px;">#PERANG SETELAH TAHUN 1800#</p>*PERANG DIPONEGORO
<br>    Sejarah Perang Diponegoro 1825-1830. Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo, putra Sultan Hamengku Buwono III.
<p>   *Secara umum sebab-sebab perlawanan Diponegoro dan para pengikutnya adalah sebagai berikut:</p><p> 1.Adat kebiasaan keraton tidak dihiraukan para pembesar Belanda duduk sejajar dengan Sultan.</p>2.Banyaknya macam pajak yang membebani rakyat misalnya pajak tanah, pajak rumah, pajak ternak.

<p>Selain hal-hal tersebut ada kejadian yang secara langsung menyulut kemarahan Diponegoro yaitu pemasangan patok untuk pembuatan jalan kereta api yang melewati makam leluhur Diponegoro di Tegal Rejo atas perintah Patih Darunejo IV tanpa seijin Diponegoro. <br></p><p>90</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 04:52:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37794047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD SYUKRON(16)Senin,20,10,2014 Tugas kedua</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37804704</link>
         <description><![CDATA[<p>   1. PERLAWANAN SEBELUM TAHUN 1800<br></p><p>            &nbsp;*Perlawanan Sultan Baabullah(1565-1605)</p>       Pada tahun 1565 Sultan Baabullah menyatukan rakyat dan mengobarkan perlawanan.pada saat bersamaan ternate dan tidore bersatu dan melancarkan serangan terhadap portugis. pada saat itu portugis terus terdesak dan berhasil diusir dari TERNATE.portugis melrikan diri dan menetap di AMBON.<br><br>   2. PERLAWANAN SESUDAH TAHUN 1800<br><br>             *Perlawanan Sisingamngaraja diSumatra Utara(1877-1879)<br><br>       Pada tahun 1877 pertempuran  diawali dari batu sebagai pusat pertahanan Belanda.pasukan Sisingamangaraja dapat dikalahkan setelah kapten christoffel berhasil mengepung benteng Sisingamangaraja.<br>     <br>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 07:53:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37804704</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MUHAMMAD SYUKRON (16)SENIN,20,10,2014 Tugas kedua</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37809402</link>
         <description><![CDATA[<b>1.PERLAWANAN SEBELUM TAHUN 1800</b><ul><li><b> Perlawanan rakyat mataram </b>(1629-1630)

</li></ul><p>          Perlawanan rakyat Mataram kedua terhadap VOC di Batavia dilaksanakan 
tahun 1629 dan dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya. Meskipun 
persediaan bahan pangan sudah mulai menipis, pasukan Mataram tetap 
menyerbu Batavia dan berhasil menghancurkan benteng Hollandia. 
Penyerbuan berikutnya dilanjutkan ke benteng Bommel tetapi belum 
berhasil karena pasukan Mataram sudah mulai kelelahan dan kekurangan 
bahan makanan. Perlawanan pasukan Mataram yang kedua terpaksa mengalami 
kegagalan lagi karena kekurangan bahan pangan, senjata, terserang wabah 
penyakit, dan kelelahan setelah menempuh jarak yang jauh.</p><p>2.PERLAWANAN SESUDAH TAHUN 1800</p><ul><li>Perlawanan rakyat bali(1849-1850)<br></li></ul><p>          Pada tahun 1849, pasukan Belanda datang dari Batavia untuk menyerbu dan 
menguasai seluruh pantai Buleleng dan menyerbu Benteng Jagaraga. Pasukan
 Bali melakukan perlawanan habis-habisan (<i>puputan</i>) tetapi 
akhirnya Benteng Jagaraga dapat dikuasai oleh Belanda. Sejak runtuhnya 
Kerajaan Buleleng, perjuangan rakyat Bali makin lemah. Meskipun 
demikian, Kerajaan Karangasem dan Klungkung masih berusaha melakukan 
perlawanan terhadap Belanda. <br></p><p>90</p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/dc24d1b18149405b1167356d5ade105e.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 08:50:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37809402</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nor Chalimah(18)Senin,20-10-2014 TUGAS Ke 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37819312</link>
         <description><![CDATA[<p>#PERLAWANAN SEBELUM TAHUN 1800</p><p>  *PERLAWANAN RAKYAT DEMAK</p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">Perlawanaan rakyat Demak di Pimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis di Malaka.</span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; "></span><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">Serangan Pasukan Adipati Unus dilaakukan 2 kali (1512&amp;1513) mengalami kegagalan. pada saat yang sama, penguasa Kerajaan Pajajaran melakukan kerjasama dengan Portugis, setelh mendapat ancaman dari kekuatan Islam di Pesisir utara pulau Jawa yaitu Cirebon &amp; Banten</span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">*PERLAWANAN RAKYAT MALUKU</span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">Upaya Rakyat Ternate yang di Pimpin Sultan Hairun maupun Sultan Baabulah (1517), Sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak berhasil, Penyebabnya adalah tidak ada Kerja Sama antara kerajaaan Ternate, Tidore, Nuku. kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh kekuatan bangsa Belanda yang lebih kuat.</span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; "> * PERLAWANAN PATIMURA (1817)</span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">Dimulai dengan Penyerangan terhadap benteng DUURSTEDE di SAPARUA, berhasil merebut benteng tersebut dari tangan Belanda perlawanan ini meluas ke Ambon, Seram, &amp; Serangan tersebut, Belanda harus Mengerahkan seluruh kekuatan yang berada di maluku.</span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">Akhirnya Patimura berhasil di tangkap dalam suatu Pertempuran &amp; pada 16 Desember 1817 patimura dan kawan-kawannya dihukum mati di tiang Gantungan. Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita yaitu Martha Christina Tiahahu.</span></p><p><br><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; "></span></p><p><span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, Times, serif; font-style: italic; ">90<br></span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://d20uo2axdbh83k.cloudfront.net/20141020/d4f3d7f1dd4775d3567c80b58892d1ea.jpg" />
         <pubDate>2014-10-20 10:54:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37819312</guid>
      </item>
      <item>
         <title>muhammad muhajir/15/senin20-10-2014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37821202</link>
         <description><![CDATA[<h3>
Perlawanan sebelum tahun 1800 dan Perlawanan setelah tahun 1800:
</h3><p>Perlawanan sebelum tahun 1800
Ditandai dengan perang/perlawanan langsung terhadap
kekuasaan bangsa barat, dan juga ditandai dengan persaingan antara kerajaan –
kerajaan Nusantara dalam memperebutkan hegemoni di kawasan tersebut.
Dalam persaingan tersebut kerajaan – kerajaan di Nusantara
sering melibatkan bangsa barat untuk membantu mengalahkan pesaingnya. Kondisi
inilah yang menyebabkan kegagalan dalam mengusir bangsa – bangsa barat dari
nusantara.
</p><p>Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia ;<br></p><p>1.&nbsp; Perlawanan
Rakyat Maluku
Upaya rakyat Ternate yang dipimpin Sultan Hairun maupun
Sultan Baabulah(1575), sejak kedatangan bangsa Portugis pada 1512 tidak
berhasil, penyebabnya adalah tidak ada kerja sama antara kerajaan Ternate,
Tidore, dan Nuku. Kekuatan Portugis hanya dapat diusir oleh kekuatan bangsa
Belanda yang lebih kuat.</p>2.&nbsp; Perlawanan
Rakyat Demak
Perlawanan ini dipimpin oleh Adipati Unus terhadap Portugis
di Malaka. Serangan pasukan Adipati Unus dilakukan dua kali (1512 &amp; 1513)
mengalami kegagalan. Pada saat yang sama, penguasa kerajaan Pajajaran melakukan
kerja sama dengan Portugis, setelah mendapat ancaman dari kekuatan Islam di
pesisir utara pulau Jawa, yaitu Cirebon dan Banten.

<p>3.&nbsp; Pelawanan
Rakyat Mataram<br></p><p>Sultan Agung yang memiliki cita – cita mempersatukan pulau
Jawa, berusaha mengalahkan VOC di Batavia. Penyerangan yang dilakukan pada 1628
&amp; 1629 mengalami kegagalan, karena selain persiapan pasukannya yang belum
matang, juga tidak mampu membuat blok perlawanan bersama kerajaan lainnya.4.&nbsp; Perlawanan
Rakyat Banten

</p><p>Setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang
bergelar Sultan Haji sebagai Sultan Banten, Belanda ikut campur dalam urusan
Banten dengan mendekati Sultan Haji. Sultan Agung yang sangat anti VOC, segera
menarik kembali tahta putranya. Putranya yang tidak terima, segera meminta
bantuan VOC di Batavia untuk membantu mengembalikan tahtanya, akhirnya dengan
bantuan VOC, dia memperoleh tahtanya kembali dengan imbalan menyerahkan
sebagian wilayah Banten kepada VOC.</p>

<p>5.&nbsp; Perlawanan
Rakyat Makasar<br></p><p>Konflik antara Sultan Hasanuddin dari Makasar dan Arupalaka
dari Bone, memberi jalan bagi Belanda untuk menguasai kerajaan – kerajaan
Sulawesi tersebut. Untuk memperkuat kedudukannya di Sulawesi, Sultan Hasanuddin
menduduki Sumbawa, sehingga jalur perdagangan Nusantara bagian timur dapat
dikuasai. Hal ini dianggap oleh Belanda sebagai penghalang dalam perdagangan.
Pertempuran antara Sultan Hasnuddin dengan Belanda yang dipimpin Cornelis
Speelman selalu dapat dihalau pasukan Sultan Hasanuddin. Lalu Belanda meminta
bantuan Arupalaka yang menyebabkan Makasar jatuh ke tangan Belanda, dan Sultan
Hasanuddin harus menandatangani perjanjian Bongaya pada 1667, yang berisi : <br></p><p>a.&nbsp; Sultan
Hasanuddin harus memberikan kebebasan kepada VOC berdagang di Makasar dan
Maluku.</p>b.&nbsp; VOC memegang
monopoli perdagangan di Indonesia bagian timur, dengan pusat Makasar.
c.&nbsp; Wilayah
kerajaan Bone yang diserang dan diduduki Sultan Hasanuddin dikembalikan kepada
Arupalaka, dan dia diangkat menjadi Raja Bone.
6.&nbsp; Pemberontakan
Untung Surapati (1686 – 1706)

<p>Untung Surapati bersekutu dengan Sunan Amangkurat II untuk
melawan VOC. Untuk meredam pemberontakan Untung Surapati, VOC mengutus Kapten
Tack ke Mataram, namun gagal. Sunan Amangkurat II berterima kasih kepada Untung
Surapati dengan memberikan daerah Pasuruan dan menetapkannya menjadi Bupati di
sana dengan gelar Adipati Wiranegara. Pada 1803 Sunan Amangkurat II meninggal
dan digantikan oleh putranya yang bergelar Sunan Amangkurat III, pamannya yang
bernama Pangeran Puger menginginkan tahta raja di Mataram. Dia kemudian
bersekutu dengan VOC, dan kemudian membuat perjanjian dengan VOC, dengan
menyerahkan sebagian wilayah kekuasaan Mataram. Pada 1705 Pangeran Puger
dinobatkan menjadi Sunan Mataram dengan gelar Sunan Pakubuwana I, setelah itu
dimulailah peperangan antara Sunan Pakubuwana I dengan Untung Surapati yang
dibantu Sunan Amangkurat III. Pada 1706, VOC berhasil melumpuhkan Untung
Surapati di Kartasura.</p>B.&nbsp; Perlawanan
sesudah tahun 1800

<p>Tidak banyak perbedaan dengan perlawanan sebelum tahun 1800,
yang hanya dilakukan secara kedaerahan dan sedikit ditandai dengan persaingan
memperebutkan hegemoni antara kerajaan – kerajaan tersebut.</p>Bentuk – bentuk perlawanan rakyat Indonesia :
1.&nbsp; Perlawanan
sultan Nuku (Tidore)

<p>Sultan Nuku adalah raja dari Kesultanan Tidore yang berhasil
meningkatkan kekuatan perangnya hingga 200 kapal perang dan 6000 pasukan untuk
menghadapi Belanda. Selain itu dia juga menjalankan perjuangan melalui
diplomasi. Untuk menghadapi Belanda , dia mengadakan hubungan dengan Inggris
untuk meminta bantuan dan dukungan. Dia mengadu domba antara Inggris – Belanda.
Pada 20 Juni 1801 dia berhasil membebaskan kota Soa – Siu dari Belanda,
akhirnya Maluku Utara dapat dipersatukan di bawah kekuasaan Sultan Nuku.</p>2.&nbsp; Pelawanan Pattimura (1817)
Dimulai dengan penyerangan terhadap benteng Duurstede di
Saparua, dan berhasil merebut benteng tersebut dari tangan Belanda. Perlawanan
ini meluas ke Ambon, Seram, dan tempat – tempat lainnya. Untuk menghadapi
serangan tersebut, Belanda harus mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada di
Maluku.
Akhirnya Pattimura berhasil ditangkap dalam suatu
pertempuran dan pada 16 Desember 1817, dia dan kawan – kawannya dihukum mati di
tiang gantungan. Perlawanan lainnya dilakukan oleh pahlawan wanita, Martha
Christina Tiahahu.
3.&nbsp; Perang Paderi
(1821 – 1837)

<p>Dilatar belakangi konflik antara kaum agama dan tokoh –
tokoh adat Sumatera Barat. Kaum agama (Pembaru/Paderi) berusaha untuk
mengajarkan Islam kepada warga sambil menghapus adat istiadat yang bertentangan
dengan Islam, yang bertujuan untuk memurnikan Islam di wilayah Sumatra Barat
serta menentang aspek – aspek budaya yang bertentangan dengan aqidah Islam.<br></p><p>Tujuan ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena kaum
adat yang tidak ingin kehilangan kedudukannya, serta adat istiadatnya menentang
ajaran kaum Paderi, perbedaan pandangan ini menyebabkan perang saudara serta
mengundang kekuatan Inggris dan Belanda.
Kaum adat yang terdesak saat perang kemudian meminta bantuan
kepada Inggris yang sejak 1795 telah menguasai Padang, dan beberapa daerah di
pesisir barat setelah direbut dari Belanda. Golongan agama pada saat itu telah
menguasai daerah pedalaman Sumatra Barat dan menjalankan pemerintahan
berdasarkan agama.Pada tahun 1819, Belanda menerima Padang dan daerah
sekitarnya dari Inggris. Golongan adat meminta bantuan kepada Belanda dalam
menghadapi golongan Paderi. Pada Februari 1821, kedua belah pihak
menandatangani perjanjian. Sesuai perjanjian tersebut Belanda mulai mengerahkan
pasukannya untuk menyerang kaum Paderi.
Pertempuran pertama terjadi pada April 1821 di daerah Sulit
air, dekat danau Singkarak, Solok. Belanda berhasil menguasai Pagarruyung,
bekas kedudukan kerajaan Minangkabau, namun gagal merebut pertahanan Paderi di
Lintau, Sawah Lunto dan Kapau, Bukittinggi. Untuk mensiasati hal ini, belanda
mengajak berunding Tuanku Imam Bonjol (pemimpin Paderi) pada 1824, namun
perjanjian dilanggar oleh Belanda.</p>Saat pertempuran Diponegoro, Belanda menarik pasukannya di
Sumatra Barat untuk menunda penyerangan pada kaum Paderi, dan memusatkan
perhatian di Sumatra Barat untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol.
Dengan serangan yang gencar, kota Bonjol jatuh ke tangan
Belanda pada September 1832, dan pada 11 Januari 1833, dapat direbut kembali
oleh kaum Paderi. Pertempuran berkobar di mana – mana, dan golongan adat
berbalik melawan. Sehingga Belanda memerintahkan Sentot Alibasha Prawirodirjo
(bekas panglima perang diponegoro) untuk memerangi Paderi, tetapi tidak mau dan
bekerja sama dengan kaum Paderi.
Pada 25 Oktober 1833, Belanda melakukan Maklumat Plakat
Panjang, yang berisi ajakan kepada penduduk Sumatra Barat untuk berdamai dan
menghentikan perang. Namun pada Juni 1834, Belanda kembali menyerang kaum
Paderi. Pada 16 Agustus 1837, Tuanku Imam Bonjol jatuh ke tangan Belanda, dan
berhasil meloloskan diri.
Pada 25 Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol berunding di
Palupuh. Namun Belanda berhianat dengan menangkap dan membuangnya ke Cianjur,
Ambon, dan terakhir kota dekat Manado. Dia wafat pada usia 92 tahun dan
dimakamkan di Tomohon, Sulawesi Utara.

<p>4.&nbsp; Perang
Diponegoro (1825 – 1830)</p>

<p>Penyebab perang ini adalah rasa tidak puas masyarakat
terhadap kebijakan – kebijakan yang dijalankan pemerintah Belanda di kesultanan
Yogyakarta. Belanda seenaknya mencampuri urusan intern kesultanan. Akibatnya,
di Keraton Mataram terbentuk 2 kelompok, pro dan anti Belanda.</p>

<p>Pada pemerintahan Sultan HB V, Pangeran Diponegoro diangkat
menjadi anggota Dewan Perwalian. Namun dia jarang diajak bicara karena sikapnya
yang kritis terhadap kehidupan keraton yang dianggapnya terpengaruh budaya
barat dan intervensi Belanda. Oleh karena itu, dia pergi dari keraton dan
menetap di Tegalrejo.</p>

<p>Di mata Belanda, Diponegoro adalah orang yang berbahaya.
Suatu ketika, Belanda akan membuat jalan Yogyakarta – Magelang. Jalan tersebut
menembus makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo. Dia marah dan mengganti patok
penanda jalan dengan tombak. Belanda menjawab dengan mengirim pasukan ke
Tegalrejo pada 25 Juni 1825.</p>

<p>Diponegoro dan pasukannya membangun pertahanan di Selarong.
Dia mendapat berbagai dukungan dari daerah – daerah. Tokoh – tokoh yang
bergabung antara lain : Pangeran Mangkubumi, Sentot Alibasha Prawirodirjo, dan
Kyai Maja. Oleh karena itu Belanda mendatangkan pasukan dari Sumatra Barat dan
Sulawesi Utara yang dipimpin Jendral Marcus de Kock.</p>

<p>Sampai 1826, Diponegoro memperoleh kemenangan. Untuk melawannya,
Belanda melakukan taktik benteng Stelsel. Sejak 1826, kekuatannya berkurang
karena banyak pengikutnya yang ditangkap dan gugur dalam pertempuran. Pada
November 1828, Kyai Maja ditangkap Belanda. Sementara Sentot Alibasha menyerah
pada Oktober 1829.</p>

<p>Jendral De Kock memerintahkan Kolonel Cleerens untuk mencari
kontak dengan Diponegoro. Pada 28 Maret 1830, dilangsungkan perundingan antara
Jendral De Kock dengan Diponegoro di kantor karesidenan Kedu, Magelang. Namun
Belanda berhianat, Diponegoro dan pengikutnya ditangkap, dia dibuang ke Manado
dan Makasar. Dengan demikian, berakhirlah perang Diponegoro.</p>

<p>5.&nbsp; Perang Aceh</p>

<p>Aceh dihormati oleh Inggris dan Belanda melalui Traktat
London pada 1824, karena Terusan Suez diuka, yang menyebabkan kedudukan Aceh
menjadi Strategis di Selat Malaka dan menjadi incaran bangsa barat. Untuk
mengantisipasi hal itu, Belanda dan Inggris menandatangani Traktat Sumatra pada
1871.</p>

<p>Melihat gelagat ini, Aceh mencari bantuan ke luar negeri.
Belanda yang merasa takut disaingi menuntut Aceh untuk mengakui kedaulatannya
di Nusantara. Namun Aceh menolaknya, sehingga Belanda mengirim pasukannya ke
Kutaraja yang dipimpin oleh Mayor Jendral J.H.R Kohler. Penyerangan tersebut
gagal dan Jendral J.H.R Kohler tewas di depan Masjid Raya Aceh.</p>

<p>Serangan ke – 2 dilakukan pada Desember 1873 dan berhasil
merebut Istana kerajaan Aceh di bawah pimpinan Letnan Jendral Van Swieten.
Walaupun telah dikuasai secara militer, Aceh secara keseluruhan belum dapat
ditaklukkan. Oleh karena itu, Belanda mengirim Snouck Hurgronye untuk
menyelidiki masyarakat Aceh.</p>

<p>Pada 1891, Aceh kehilangan Teuku Cik Ditiro, lalu pada 1893,
Teuku Umar menyerah kepada Belanda, namun pada Maret 1896, ia kabur dan
bergabung dengan para pejuang dengan membawa sejumlah uang dan senjata. Pada 11
Februari 1899, Teuku Umar tewas di Meulaboh. Kemudian perjuangannya dilanjutkan
oleh istrinya, Cut Nyak Dhien.</p>

<p>Pada November 1902, Belanda menangkap 2 isteri Sultan
Daudsyah dan anak – anaknya. Belanda memberi 2 pilihan, menyerah atau keluarganya
dibuang. Lalu pada 1 Januari 1903, Sultan Daudsyah menyerah. Demikian pula
Panglima Polim pada September 1903.</p>

<p>Pada 1905, Cut Nyak Dhien tertangkap di hutan, Cut Nyak
Meutia gugur pada 1910. Baru pada 1912, perang Aceh benar – benar berakhir.</p>

<p>6.&nbsp; Perang Bali</p>

<p>Pulau Bali dikuasai oleh kerajaan Klungkung yang mengadakan
perjanjian dengan Belanda pada 1841 yang menyatakan bahwa kerajaan Klungkung di
bawah pemerintahan Raja Dewa Agung Putera adalah suatu negara yang bebas dari
kekuasaan Belanda.</p>

<p>Pada 1844, perhu dagang Belanda terdampar di Prancak,
wilayah kerajaan Buleleng dan terkena hukum Tawan Karang yang memihak penguasa
kerajaan untuk menguasai kapal dan isinya. Pada 1848, Belanda menyerang
kerajaan Buleleng, namun gagal.</p>

<p>Serangan ke – 2 pada 1849, di bawah pimpinan Jendral Mayor
A.V Michies dan Van Swieeten berhasil merbut benteng kerajaan Buleleng di
Jagaraga. Pertempuran ini diberi nama Puputan Jagaraga.</p>

<p>Setelah Buleleng ditaklukkan, banyak terjadi perang puputan
antara kerajaan – kerajaan Bali dengan Belanda untuk mempertahankan harga diri
dan kehormatan. Diantaranya Puputan Badung (1906), Puputan Kusamba (1908), dan
Puputan Klungkung (1908).</p>

<p>7.&nbsp; Perang
Banjarmasin</p>

<p>Sultan Adam menyatakan secara resmi hubungan kerajaan
Banjarmasin – Belanda pada 1826 sampai beliau meninggal pada tahun 1857.
sepeninggal Sultan Adam, terjadi perebutan kekuasaan oleh 3 kelompok :</p>§&nbsp; Kelompok Pangeran
Tamjid Illah, cucu Sultan Adam.&nbsp;§&nbsp; Kelompok Pangeran
Anom, Putra Sultan Adam.<p>§&nbsp; Kelompok Pangeran
Hidayatullah, cucu Sultan Adam.Di tengah kekacauan tersebut, terjadi perang Banjarmasin
pada 1859 yang dipimpin Pangeran Antasari, seorang putra Sultan Muhammad yang
anti Belanda. Dalam melawan Belanda, Pangeran Antasari dibantu oleh Pangeran
Hidayatullah.Pada 1862, Pangeran Hidayatullah ditangkap dan dibuang ke
Cianjur. Dalam pertempuran dengan Belanda pada tahun tersebut, Pangeran
Antasari tewas.

<br>

90</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2014-10-20 11:16:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/BuNaharita/IPSGEOGRAFI8D/wish/37821202</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
